Jumat, 30 Juni 2017

Umat Islam Jangan Ceroboh

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi mengingatkan, umat Islam Indonesia untuk tetap memperhatikan sikap keberagamaannya. Kecerobohan dalam mengambil langkah, seperti aksi kekerasan, akan berdampak pada citra Islam di mata dunia.

Umat Islam Jangan Ceroboh (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam Jangan Ceroboh (Sumber Gambar : Nu Online)

Umat Islam Jangan Ceroboh

“Karena dengan kekerasan, apalagi terorisme, itu senjata ampuh untuk menambah amunisi orang lain untuk dipakai bagaimana membentuk opini secara global,” ujarnya beberapa waktu lalu di Kantor Islamic Conference of Islamic Scholars (ICIS) Jakarta.

Menurut Hasyim, umat Islam sekarang sedang mengalami disorientasi sehingga cenderung reaksioner dalam menanggapi persoalan. Oleh sejumlah kepentingan ini dimanfaatkan untuk merusak citra Islam secara umum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sekarang kita mendengar pembakaran mesjid, pembakaran gereja. Itu tidak datang dengan sendirinya, sekalipun juga pelakunya teman-teman kita sendiri yang disorientasi, sehingga merupakan gol bunuh diri untuk Islam,” tambahnya.

Sekretaris Jendral ICIS ini berpandangan, bangsa Indonesia perlu tetap waspada dengan sejumlah kepentingan global, terutama Barat, yang hendak masuk di Indonesia. Peluang itu bisa menyusup dan menunggangi suasana keruh yang terjadi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tentulah mereka cara memainkannya tidak seperti negara-negara yang diktator, tetapi berselancar di atas sistem kondisi yang ada,” tuturnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 29 Juni 2017

Majalah Bangkit

Majalah Bangkit adalah majalah bulanan yang diterbitkan Lajnah Ta’lif Wan-Nasyr Pengurus Wilayah NU DIY dalam kurun waktu 10 tahun. Tampil dengan semboyan diniyah-ilmiyah-ijtima’iyah, majalah ini diterbitkan pertama kali pada bulan Oktober 1979, dengan mengangkat tema ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

Bangkit lahir ketika PWNU DIY digawangi oleh kepengurusan H. Saiful Mujab sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH Ali Maksum sebagai Rais Syuriyah. 

Majalah Bangkit (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Bangkit (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Bangkit

Sampai dengan edisi ke-11 tahun kedua, majalah tersebut terbit dalam bentuk stensilan, dan baru pada edisi ke-12 (Jumadil Awal 1401 H/Maret 1981), majalah ini dicetak offset dengan ukuran bodi tetap 20 cm x 16 cm.  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bangkit memiliki rubrik: Surat Pembaca, La’alla (jawaban masail atau surat pembaca), Ajaran (tuntunan dari Al-Qur’an, Al-Hadits dan Qaul Ulama), Pandangan (artikel bebas), Paket (tulisan tentang keorganisasian), Dari Muktamar (kajian keputusan Muktamar/Munas NU di bidang masail diniyah), Pesantren Kita, Yang Ringan (kisah atau ceritera ringan), dan belakangan karena aspirasi pembaca ditambah rubrik Minbaruna (khutbah jum’at/ied).

Sebelum dikemas sebagai majalah, tim pengelola Bangkit telah aktif mempublikasikan ceramah-ceramah KH Ali Maksum dan beberapa tokoh NU di DIY, seperti Prof. Dr. Tolchah Mansoer, dan sebagainya. 

Rapat Pengurus Wilayah NU DIY tanggal 18 Januari 1980 memutuskan menugaskan Drs. H. Aliy As’ad (Sekretaris III PWNU DIY) untuk melakukan ikhtiar peningkatan kualitas warga NU di DIY dengan menerbitkan selebaran tentang ajaran yang biasa dilakukan warga NU.  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Keputusan tersebut dikuatkan lagi oleh PWNU DIY pada rapat tanggal 13 Mei 1980. Sampai edisi ke-4, Bangkit diasuh berdua oleh H. Aliy As’ad dan Haidar Idris.Karena mendapat respons positif dari banyak pihak terutama dari kalangan internal NU, publikasi tersebut ditingkatkan menjadi majalah yang terbit rutin setiap bulan. 

Seiring dengan kebutuhan, pengasuh Bangkit disempurnakan dengan hadirnya Drs. H. Atabik Ali, Moh. Jalaluddin, H. Imam Syafi’i, Syafi’i Thoyib, A. Zuhdi Muhdlor, Saiful Karim, Nawawi Sf, Abdul Muhaimin dan Ahmad Yasin Aqib. Pengurus Besar NU dalam suratnya kepada Pimpinan Redaksi Bangkit, Nomor : 212/Syur/III-’81 menganjurkan agar risalah Bangkit lebih diperluas peredarannya karena dipandang sangat penting untuk melestarikan organisasi NU dan ajaran Ahlussunnah.

Pada masa jayanya, tiras Bangkit mencapai 9.000 eksemplar dengan pembaca dan pelanggan yang tersebar di Jawa dan Sumatera, NTB, Kalimantan, Timor Timur, bahkan mencapai Malaysia, Saudi Arabia, dan Belanda.

Dengan bentuk mungil majalah Bangkit cukup menarik bagi pembacanya ibarat obat dahaga. Tidak sedikit Bangkit dibawa Khatib sebagai rujukan khutbah jum’at atau khutbah shalat ‘id serta da’i sebagai bahan ceramah. Bahkan di beberapa tempat terbentuk komunitas pembaca Bangkit mendiskusikan isi majalah tersebut. 

Majalah Bangkit terkenal dengan bahasanya yang khas pesantren, lugas dan kadang kocak. Dalam rangka kaderisasi, pemimpin redaksi  berikutnya adalah A. Zuhdi Muhdlor menggantikan Aliy As’ad. 

Seiring dengan penataan organisasi, beberapa tahun kemudian majalah Bangkit dialihkan pengelolaannya kepada Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LKPSM) PWNU DIY dengan pemimpin redaksi M. Imam Aziz. Sejak itu BANGKIT mengganti motto dan warna tulisan, bukan lagi dirasah-ilmiyah-diniyah, melainkan popular yang memberikan advokasi kepada kaum marjinal. (A. Zuhdi Muhdlor)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 27 Juni 2017

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Dalam rangka meringankan beban derita dan kepiluan etnis Rohingya, Myanmar, Polres  Jember  mengumpulkan dana dari jajaran internal Polres, Selasa (12/9). Acara yang bertitel Aksi Kemanusiaan Peduli Rohingya ini digelar di Mapolres Jember dengan mengundang Pengurus Baznas Jember.

Dana yang  terkumpul dadakan dari  kantong para polisi, termasuk Kapolres Jember Kusworo Wibowo mencapai Rp. 13.294.000. Dana itu langsung diserahkan kepada Ketua Baznas Jember HM Misbahus Salam.

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya

Kusworo menegaskan, pihaknya menaruh perhatian besar terhadap nasib dan penderitaan etnis Rophingya. Karena itu, ia mengaku terketuk hatinya untuk sebisa mungkin membantu meringankan beban berat etnis Rohignya.

"Saya ingin menginisiasi gerakan peduli kemanusiaan untuk etnis Rohingya, dan itu harus dimulai dari pribadi-pribadi di institusi yang saya pimpin," tukasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, HM Misbahus Salam  menyampaikan terima kasih dan penghargaan untuk jajaran Polres Jember yang telah mengumpulkan sumbangan untuk entis Rohingya. Sumbangan tersebut, katanya, wajib disampaikan kepada yang berhak, yaitu etnis Rohingya.

"Namun kami masih belum tahu teknisnya, apakah sumbangan  itu lewat Kemensos ataukah Kemenlu, kami masih akan koordinasi dulu," jelasnya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia berharap agar gerakan peduli kemanusiaan yang digelar Polres Jember benar-benar bisa menginspirasi instansi lain, khususnya Polres yang berbagai daerah untuk melakukan hal yang sama sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok minoritas yang tengah dianiaya itu.

"Coba misalnya, setiap Polsek, bahkan Polres lain juga melakukan  gerakan serupa, berapa dana yang bisa disumbangkan untuk Rohingya," urainya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bina Ukhuwah, NU dan Muhammadiyah Gelar Jalan Sehat

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah, ribuan warga yang berasal dari dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu MWC Nahdlatul Ulama (NU) dan PC Muhammadiyah Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember Jawa Timur, Ahad pagi (30/4) menggelar jalan-jalan sehat (JJS) bersama.

Bina Ukhuwah, NU dan Muhammadiyah Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bina Ukhuwah, NU dan Muhammadiyah Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bina Ukhuwah, NU dan Muhammadiyah Gelar Jalan Sehat

?

Di samping untuk membina silaturrahmi antarormas Islam terbesar di Indonesia yang selama ini berjalan baik, kegiatan yang diselenggarakan dua ormas Islam tingkat kecamatan yang tergabung dalam FUIT (Forum Ummat Islam Tanggul) ini juga untuk meperingati Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW 1438 H.

?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tampak ribuan peserta dari pengurus, anggota, mulai dari anak-anak dan orang dewasa yang berasal dari Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dan Pimpinan Cabang Muhammadiah di Kecamatan Tanggul pagi itu tumpah-ruah memadati jalan depan kantor Kecamatan Tanggul.

?

"Kegiatan ini dimaksudkan selain untuk mempererat tali persatuan dan ukhuwah islamiyah, juga sebagai ajang olahraga bersama. Namun yang ? terpenting adalah sebagai wahana dalam rangka untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ungkap ketua panitia HM Sukarno

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

?

Dalam JJS yang digelar sejauh 6 km itu, panitia menyediakan berbagai hadiah, mulai dari buku tulis hingga sepeda motor Beat. "Untuk kupon, gratis, tiiis, tis, karena semua hadiah berasal dari donatur di Tanggul.Dari 17.200 kupon yang kita sediakan, semuanya ludes," jelas pengusaha Roti MBO ini.?

?

Camat Tanggul Sukardi Muspika berharap momentum kebersamaan antarormas Islam ini dapat menangkal isu- isu negatif pada masyarakat seperti radikalisme, terorisme, dan sebagainya, "Karena pada dasarnya Islam adalah agama yang rahmatan lil alamiin," katanya.

?

Hadir dalam kegiatan itu Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, Awan PCNU Jember HM Arums Sabil, Ka Dispora, Ketua PCNU Jember, Ketua PD Muhammadiyah Jember, Muspika Tanggul, Camat Sukardi, Kapolsek AKP Bambang S, Danramil, serta Warga NU dan Muhammadiyah Tanggul. (Khoerus/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kisah Nabi Sulaiman, Burung, dan Pria Berjenggot

Hasrat ingin segera minum air telaga begitu menggelora. Tenggorokan kering dialami seekor burung yang hidup pada zaman Nabi Sulaiman. Ia hanya berani bertengger di atas pepohonan hijau di sekitar danau. Burung itu tidak berani segera turun karena masih ada anak-anak kecil yang bermain-main di bawah sana, takut akan mendapat siksaan atau tertangkap oleh mereka.

Detik berganti detik. Waktu pun melaju kencang meninggalkan waktu sebelumnya hingga anak-anak meninggalkan tempat bermain mereka. Suasana menjadi terlihat sepi. Hanya ada orang tua berjenggot lebat yang tersisa.

Merasa kondisi tampak aman, burung ini pun mengepakkan kedua sayapnya. Ia ingin minum air untuk mengobati dahaga yang mendera. Tapi malang. Pria berjenggot mengincar, melempar batu tepat ke arah dirinya. Salah satu mata burung ini pun luka serius sehingga menjadikan ia buta.

Si Burung mengadu kepada Nabi Sulaiman. Sebagaimana kita ketahui, Nabi Sulaiman adalah Nabi yang diberi mujizat oleh Allah Taala berupa kemampuan berbicara dengan hewan apa saja.

Kisah Nabi Sulaiman, Burung, dan Pria Berjenggot (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Nabi Sulaiman, Burung, dan Pria Berjenggot (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Nabi Sulaiman, Burung, dan Pria Berjenggot

Mendapat laporan demikian, Nabi Sulaiman bertanya, "Lantas, apa perlu aku hukum orang tua itu supaya satu matanya juga menjadi buta sebagaimana ia membutakan matamu?"

"Tidak, Wahai Baginda Nabi."

"Lalu apa maumu?"

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Aku ingin jenggotnya dikerok saja," pinta burung tersebut.

"Lho, kenapa permintaanmu aneh begitu?"

"Iya, semula aku takut turun ke danau untuk minum sebab ada anak-anak yang masih kecil. Aku merasa wajar jika anak-anak bertindak semaunya padaku. Maklum, mereka masih kecil. Sedangkan orang ini adalah orang yang sudah berjenggot panjang pertanda bahwa ia tua. Namun jenggotnya tidak menampakkan bahwa ia orang yang sudah cukup umurnya. Berarti ia dengan anak kecil levelnya masih sama saja. Jenggot bukan cerminan dari pribadinya. Oleh karena itu, saya minta dikerok saja jenggotnya."

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Cerita ini disarikan dari ceramah Habib Abdul Qadir Al Jilani dari Hadramaut, Yaman di Majlis Talim Al Amin, Semarang, (21/8/2017).

Kisah ini memberi pesan bahwa hendaknya tampilan yang baik diiringi dengan karakter yang baik pula. Cerita burung tersebut juga menjadi kritik bagi para orang dewasa yang tak sanggup menunjukkan kedewasaannya.

Pesan lain adalah bahwa simbol-simbol luar tidak otomatis merepresentasikan akhlak seseorang. Bisa jadi tampilan yang terlihat sunnah tak menunjukkan karakter yang sesuai dengan sunnah. Begitu juga sebaliknya. Wallahu alam. (Ahmad Mundzir)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Pahlawan, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. AM Fatwa, salah satu politisi senior menuturkan, salah satu kepribadian KH Idham Chalid yang layak diteladani adalah kebiasaannya bersilaturrahmi dengan para kiai dan ummat.

“Beliau memiliki tradisi bersilaturrahmi yang sangat baik, setiap minggu berkeliling menemui para kiai. Ini persamaan beliau dengan Gus Dur,” katanya ketika melayat ke rumah duka di Cipete, Jakarta, Senin.

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani

Fatwa mengaku telah mengenal Idham Chalid sejak tahun 60-an. Ia menilai silaturrahmi yang dilakukannya juga menjadi salah satu kekuatan politiknya. “Beliau tak pakai teori politik macam-macam, tetapi dekat dengan kultur,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepada para tamunya, baik para ulama atau orang biasa yang datang dari luar Jakarta untuk berkunjung ke rumahnya juga selalu disambut dengan baik. “Beliau melayani kebutuhan umat yang jauh, selalu memberi kenangan apa adanya, meskipun nilainya kecil, tetapi sangat berarti buat mereka,” terangnya.

Tradisi seperti inilah yang sudah jarang terlihat dikalangan para tokoh umat dan partai berbasis Islam saat ini yang sudah bersikap birokratis terhadap tamu-tamu. “Beliau tak mempersulit menerima tamu, mereka yang datang selalu memberi informasi yang baik atau buruk, semuanya ada manfaatnya,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang jelas, kemampuannya menjadi ketua umum PBNU selama 28 tahun menunjukkan kematangannya dalam berpolitik dan tak banyak orang yang mampu melakukannya.

"Beliau layaknya air, yang menjadi sumber kehidupan, sekaligus lentur, mampu menyesuaikan diri, tapi bukan berarti tidak punya pendirian, karena air juga memiliki kekuatan dahsyat," katanya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, Pesantren, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 26 Juni 2017

Syeikh Amin Salim Ijazahi Sanad Hadits kepada Ratusan Santri Asshidddiqiyah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mufti Lebanon Syeikh Amin Salim Al-Kurdi berkunjung ke Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, Kamis (12/5). Kehadiran ulama ahli hadits ini disambut langsung pengasuh utama pesantren KH Noer Muhammad Iskandar.?

Dalam kunjungannya, Syeikh Amin mengijazahkan sanad hadits At-Tirmidzi yang dirangkum dalam kitab As-Syamail al-Muhammadiyah.

Pengasuh Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, KH Ahmad Mahrus Iskandar bersama 190 santrinya hadir dalam pengijazahan tersebut. Mereka terlihat sangat antusias mengikuti kajian yang digelar di? Gedung Pendopo Lantai 2 Ponpes Asshiddiqiyah Jakarta.

Syeikh Amin Salim Ijazahi Sanad Hadits kepada Ratusan Santri Asshidddiqiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Syeikh Amin Salim Ijazahi Sanad Hadits kepada Ratusan Santri Asshidddiqiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Syeikh Amin Salim Ijazahi Sanad Hadits kepada Ratusan Santri Asshidddiqiyah





Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sugeng Riyadi, salah satu santri asal Bogor, merasa bersyukur bisa bertatap langsung dengan ulama Libanon tersebut. Ia rela menempuh jarak yang cukup jauh demi untuk bertemu dengan Syekh Amin. “Saya bersyukur bisa belajar dan bertatap muka langsung dengan beliau. Ini adalah kesempatan yang sangat luar biasa,” ujar pria kelahiran Lampung tersebut.

Selama dua hari Syeikh Amin membacakan kitab Syamailul Muhammadiyyah yang dialih-bahasakan oleh dua penerjemah dari pesantren, Ust. Musa Wardi dan Ust. Abdurrahman Malik. ? Kitab tersebut merupakan kumpulan hadits tentang kepribadian Nabi Muhammad Saw.?

Hadits-hadits tersebut mengajak umat Islam menyelami sosok, perilaku dan kebiasaan sehari-hari Rasulullah. Termasuk bagaimana Rasulullah berpakaian, bersisir, bersarung, bersorban, bercincin hingga menanggalkan kedua sandalnya. Tidak hanya itu, minuman dan makanan favorit hingga minyak wangi kesukaan Nabi juga turut dipaparkan.

Dalam kajian di Gedung Pendopo Lantai 2 Ponpes Asshiddiqiyah Jakarta itu, Syekh Amin menjelaskan bahwa Nabi SAW adalah idola sepanjang masa, teladan sepanjang hidup manusia, panutan terbaik, dan juga tokoh legendaris yang pernah ada di permukaan bumi.

“Keteladannya tidak hanya tampak dalam kancah dakwah, muamalah, ibadah, iqtishaadiyah (ekonomi), siyaasah (politik), namun di semua lembaran kehidupan termasuk tata bicara, tawa dan canda beliau,” tutur Syeikh Amin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari kajian tersebut, para santri banyak mendapatkan hal baru yang jarang tersingkap dari kehidupan Rasulullah Saw. (Rumadie/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

IPNU Sulsel Dorong Penerbitan dan Sosialisasi Modul

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mewakili pelajar NU se-Indonesia Timur, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sulawesi Selatan mendesak sidang komisi kaderisasi dalam forum rakernas IPNU untuk segera menghentikan perdebatan alot perihal penyempurnaan modul kaderisasi. Mereka berharap sidang tersebut segera menerbitkan dan menyebarkannya ke tiap tingkatan.

Ketua IPNU Sulsel Ramli Syamsuddin mengharapkan semua pimpinan wilayah untuk menerima modul kaderisasi untuk kemudian disahkan forum sidang.

IPNU Sulsel Dorong Penerbitan dan Sosialisasi Modul (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Sulsel Dorong Penerbitan dan Sosialisasi Modul (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Sulsel Dorong Penerbitan dan Sosialisasi Modul

“Tentunya beberapa tambal sulam yang sifatnya konstruktif masih diharapkan,” kata Ramli, Selasa (25/2).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sidang komisi kaderisasi forum Rakernas berlangung Selasa (25/2) di LPMP DKI Jakarta. Karena perdebatan tak kunjung usai, sidang komisi akan dilanjutkan pada Rabu (26/2). (Andi M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Sejarah, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 25 Juni 2017

NU Sulsel Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Makassar

Makassar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus Wilayah Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Pimpinan Wiyalayah Muslimat NU menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat umum di Aula Rusunawa UMI? Kelurahan Pampang Kecamatan Panakukang Kota Makassar, Ahad (10/4).

Bakti sosial sosial ini terselenggara atas kerja sama dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sulsel dan Tim Bantuan Medis (TBM) 110 UMI.

NU Sulsel Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sulsel Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sulsel Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Makassar

Menurut Ketua PW LKNU Sulsel Prof dr HM. Syafar, program ini membawa dampak positif bagi masyarakat di sekitar kampus UMI. Pemeriksaan kesehatan gratis menjadi agenda rutin setiap tahun yang dilaksanakan di berbagai daerah di Sulawesi Selatan khususnya di Makassar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam aksi kemanusiaan ini,? panitia menyediakan pemeriksaan tes glukosa untuk masyarakat yang menderita diabetes mellitus. Selain itu melayani konsultasi kesehatan dan pemeriksaan gigi dengan dokter yang kompeten di bidangnya.

Ketua Muslimat NU Sulsel Hj A Majdah M Zain mengungkapkan, menjaga kesehaatan adalah kewajiban setiap orang. Kegiatan ini bertujuan untuk melayani masyarakat kurang mampu yang selama ini sulit untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan dengan gratis. “Pemeriksaan kesehatan gratis ini diikuti 100 warga kelurahan Pampang,”? katanya.

Ketua Bidang Kesehatan UMI Arman menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu? implementasi? dari tri darma perguruan tinggi, yakni pengabdian pada masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga yang belum mampu mengakses pelayanan kesehatan gratis.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Karena itu mudah-mudahan kegiatan ini membantu masyarakat untuk mendpatkan layanan kesehatan secara gratis. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dalam rangka menyambut milad UMI yang tahun ini berumur 62 tahun."

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, pengurus Ikatan Apoteker Indonesia Sulsel Ambo intang, Aulia dari Dinas Kesehatan Kota Makassar, Direktur Program Pascasarjana UIM Dr. Hj. Nurul Fuadi, Ketua Fatayat NU Sulsel Nurul Ulfah. (Sudirman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 24 Juni 2017

Zionisme dan Barat Khawatirkan Dialog Pencarian Islam

Mashhad, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Deputi Majlis Iran Javad Aryan-Manesh, Kamis (3/4), mengatakan, gelombang kesadaran Islam dan dialog pencarian Islam telah membuat khawatir negara-negara Barat dan Zionisme.

Seperti dilaporkan sumber Irna, Javad mengatakan bahwa promosi pemikiran-pemikiran Islam murni telah menjadikan Barat dan kaum Zionis melakukan perlawanan terhadap adanya gelombang kesadaran Islam seperti terjadinya Revolusi Islam di Iran pada 1979 silam.

Zionisme dan Barat Khawatirkan Dialog Pencarian Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Zionisme dan Barat Khawatirkan Dialog Pencarian Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Zionisme dan Barat Khawatirkan Dialog Pencarian Islam

Javad menegaskan Revolusi Islam tersebut telah mengerek bendera keadilan, perdamaian, teisme dan hidup berdampingan secara damai di dunia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait dirilisnya film Fitna oleh anggota parlemen Belanda Geert Wilders, Javad juga mengecam keras atas beredarnya film yang dinilainya telah menistakan Nabi Muhammad SAW dan kitab suci Al-Quran.

Menurutnya, peredaran Fitna itu menunjukkan kelemahan Zionisme dan Barat yang bisa berakibat fatal bagi mereka.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Anggota Komisi Kebudayaan Majlis Iran itu menuturkan, film Fitna itu justru akan memperkuat persatuan dan kesatuan pandang di antara umat Muslim dan orang-orang yang mencari kebebasan di seluruh dunia.

Pihaknya mendesak seluruh negara-negara Muslim untuk menggunakan potensi-potensi politik, ekonomi dan budaya yang dimiliki guna mencegah beredarnya film itu.

Javad juga menyeru negara-negara Muslim dunia, termasuk Iran, untuk memboikot produk-produk Belanda sebagai respon atas beredarnya film anti-Islam itu. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Anti Hoax, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 23 Juni 2017

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Urusan penistaan dan penodaan agama selalu muncul dan berulang dari zaman ke zaman. Salah satu yang cukup menghebohkan era 90-an adalah ketika Tabloid Monitor yang dipimpin oleh Aswendo Atmowiloto menempatkan Nabi Muhammad dalam urutan ke-11 sebagai tokoh yang dikagumi publik, kalah populer dengan artis-artis seronok asal Hollywood.?

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur

Umat Islam merasa terhina dan sejumlah organisasi pemuda turun ke lapangan dan mengobrak-abrik kantor tabloid tersebut. Diantara yang ikut dalam rombongan pendemo tersebut seorang remaja tanggung usia SMP asal Priok, Abi, yang memiliki semangat besar membela Islam.

Bukan hanya di jalanan, Abi juga mengikuti berbagai pertemuan dan diskusi yang digelar membahas kasus tersebut. Semuanya dilakukan atas nama membela martabat Islam. Salah satu yang dihadiri adalah kajian Paramadina di hotel Kartika Chandra Jakarta. Abi menyaksikan perdebatan sengit antara Nurcholis Madjid dan Djalaluddin Rahmat dengan peserta bernama Hasan Dalil, yang dengan berapi-api menggugat sikap kedua tokoh tersebut yang dianggapnya membela Wendo.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hasan Dalil memanaskan situasi dengan berkali-kali meneriakkan kalimat takbir. Abi pun merasa terprovokasi dan semakin gemas ingin menyeret Aswendo.

Informasi lain, Abi juga mendengarkan selentingan dari kiri dan kanan bahwa Gus Dur di majalah Tempo menuliskan pandangannya dan pembelaannya atas apa yang dilakukan Aswendo, sebuah pemikiran yang tidak populer di kalangan aktifis yang pada saat itu umumnya sangat geram.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia sendiri mengaku tidak membaca tulisan tersebut, maklum masih SMP, hanya diceritakan oleh seorang novelis populer yang dikaguminya dan terlibat dalam aksi massa menentang Aswendo.

Di kediaman penulis tersebut di bilangan Utan Kayu Jakarta, malam tersebut, mereka berbincang tentang kasus tabloid tersebut dan rencana kelanjutan aksinya, termasuk membahas pembelaan Gus Dur terhadap Aswendo. Satu kata-kata yang diingat dari sahibul bait adalah “tokoh zionis yang wajib dibunuh itu bernama Gus Dur!"?

Sejak saat itulah tertanam kebencian di lubuk Abi pada sosok bernama Gus Dur, dan berbisik dalam hati, "Saya harus membunuhnya!"

Selang satu tahun kira-kira setelah kejadian itu, di kediaman duta besar Iran, diselenggarakan acara Majelis Taziyah Syahadah Al Husain. Ia merupakan salah satu pesertanya karena sedang bergelora mempelajari ajaran ahlul bait.?

Ketika sedang menunggu pintu utama dibuka, seseorang turun dari mobil dan berjalan mendekatinya, persis di sebelah kanannya, berkacamata tebal dengan rambut belah pinggir, gemuk, berkemeja lengan pendek, GUS DUR!

Ia merasa bergetar, salah tingkah, “Bukankah orang ini yang ingin saya bunuh?” bisiknya dalam hati, konyolnya ia malah menunduk taziem dan menarik telapak tangan kanan Gus Dur, seraya menciumnya dengan penuh rasa hormat.

Dan, hawa benci yang sempat tertanam itu rontok menjadi rasa kagum dan penuh penyesalan, apalagi di dalam Majelis Asyuro yang hanya dihadiri kurang lebih 50 orang itu, ia duduk persis di sebelah Gus Dur.

Ia tidak dapat mengikuti majelis dengan khusyu, karena perhatian hati dan pikirannya terampas oleh sosok di sebelahnya yang khusyu mendendangkan shalawat Nabi.

“Bagaimana mungkin orang yang sebegitu mencintai Nabi bisa saya benci?”

Pada hari itu pula, ia merasa terberkati, selain berada di majelis doa, tapi juga karena hingga tuntas majelis itu, ia berada di sisi ulama yang banyak disalahfahami orang, juga begitu banyak di cintai umat, sungguh sebuah perkenalan yang indah.

Apalagi setelah mendalami tasawuf, ia semakin menghormati Gus Dur dan menganggapnya sebagai orang yang alim dan mulia, yang tidak bisa dilihat dengan kaca mata biasa. Ia beberapa kali datang ke kediaman Gus Dur di Ciganjur dan dibantu dalam menyelenggarakan acara pengajian. “Gus Dur orang yang tabarruki.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 22 Juni 2017

MUI Tetapkan Pedoman Berdakwah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengatakan, dakwah merupakan ujung tombak daripada citra Islam karena banyak orang yang mendengar ajaran Islam dari aktivitas dakwah. Ia berharap, dakwah harus dilakukan dengan efektif agar tujuannya bisa tercapai.

Salah satu tujuan dakwah adalah mengajak masyarakat agar bertauhid kepada Allah, menjalankan syariat Islam serta mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

MUI Tetapkan Pedoman Berdakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Tetapkan Pedoman Berdakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Tetapkan Pedoman Berdakwah

Kiai Cholil menyebutkan, setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan agar dakwah bisa berjalan efektif. Pertama, kompetensi dai. Dai harus memiliki kemampuan yang mumpuni, terutama dalam penguasaan disiplin keilmuaan agama. Pun dengan perilaku dan tingkah lakunya harus mencerminkan apa yang ia dakwahkan.

“Seorang dai harus memiliki integritas qalbu, lisan, amal dan sosial,” kata Kiai Cholil kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (12/9).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kedua, metode dakwah. Dai sebaiknya menggunakan metode dakwah yang tepat sesuai dengan objek dakwah dan suasana masyarakat. Misalkan berdakwah di kalangan akdemisi, maka metode dakwah bisa digunakan adalah dengan diskusi dan bahkan debat dengan menyajikan fakta-fakta yang ada.

Ketiga, materi dakwah. Kiai Cholil menegaskan, dalam menyampaikan kebenaran saat berdakwah semestinya jangan menggunakan cara yang salah.

“Tidak boleh menyampaikaan kebaikan dengan cara menghina dan tidak boleh membangun masyarakat dengan cara menistakan,” jelasnya.

Terakhir, kode etik dakwah. Ia menjelaskan, seorang dai harus mampu menyatukan pikiran, ucapan, dan tindakannya. “Hati seorang dai harus lurus dan aqidahnya harus benar. Ucapannya harus lembut, penuh makna dan berwibawa, dan mencerahkan umat,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 21 Juni 2017

Muslim Inggris Inginkan Buku Tentang Islam dari Indonesia

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Warga Muslim Inggris menginginkan agar buku-buku tentang Islam dari Indonesia diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, agar keragaman aspek tentang Islam di Indonesia dapat dipelajari oleh mereka.

Demikian dikatakan Anggota Indonesia-UK Islamic Advisory Group yang juga Katib Aam Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Nasaruddin Umar, di Jakarta, Senin (20/8).

Muslim Inggris Inginkan Buku Tentang Islam dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim Inggris Inginkan Buku Tentang Islam dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim Inggris Inginkan Buku Tentang Islam dari Indonesia

Menurutnya, permintaan tersebut muncul karena sejumlah warga Muslim Inggris mengemukakan bahwa Islam di Indonesia sangat sesuai secara budaya dengan Islam di Inggris.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Guru Besar Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu juga mengatakan, banyak organisasi atau lembaga ke-Islam-an di negara kerajaan itu yang memilih untuk mencari pelatih dan pengajar bidang keagamaan dari Indonesia dibandingkan dengan dari negara lain di kawasan Timur Tengah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, Nasaruddin juga menyarankan agar penerbit buku Islam di Indonesia dapat memanfaatkan peluang untuk memperluas jangkauannya di mancanegara, antara lain, melalui internet.

"Internet masih jarang digunakan sebagai media promosi, padahal setiap tahun jumlah orang yang menggunakan internet selalu bertambah," kata lelaki yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama itu.

Ia memaparkan, peluang seperti internet harus dapat dikuasai oleh penerbit dengan cepat apalagi kini menjelang bulan Ramadhan yang dapat dikatakan merupakan salah satu masa panen bagi para penerbit buku Islam.

Mengenai pertumbuhan buku Islam, Nasaruddin optimis mengenai hal itu akan terjadi antara lain karena animo masyarakat yang semakin meningkat terhadap buku-buku yang membahas topik keislaman.

Indonesia-UK Islamic Advisory Group adalah kelompok penasihat yang didirikan secara bersama-sama oleh pemerintah Inggris dan Indonesia yang bertugas untuk mengembangkan dialog dalam rangka meningkatkan saling pengertian dan toleransi antara Islam dan Barat.

Baik Indonesia maupun Inggris masing-masing mengirimkan tujuh wakilnya di dalam lembaga tersebut.

Dari Indonesia selain Nasaruddin Umar adalah Hasyim Muzadi (PB NU) Din Syamsuddin (PP Muhammadiyah), Azyumardi Azra (UIN Jakarta), Marwah Daud Ibrahim (ICMI), Abdul Mu`ti (Pemuda Muhammadiyah), dan Yenny Zannuba Wahid (Fatayat NU). (ant/rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Pahlawan, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf harus bertanggung jawab terkait kasus pembakaran bendera Merah Putih di wilayahnya.

"Irwandi harus diberhentikan sebagai Gubernur," kata Gus Dur saat menjadi pembicara kunci pada Refleksi 62 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis.

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih

Seorang orang tak dikenal baru-baru ini di beberapa kota di Aceh membakar bendera Merah Putih. Bahkan di satu kota, tidak kurang dari 150 bendera yang dibakar.

Tampil sebagai pembicara dalam acara refleksi itu Prof Frans Magniz Suseno, Muslim Abdurrahman, dan Menakertrans Erman Soeparno.

Lebih lanjut Gus Dur" menuding "Irwandi telah melakukan pembiaran sehingga peristiwa yang melecehkan simbol negara itu terjadi. Dikatakannya, pencabutan dan pembakaran bendera tersebut merupakan bagian dari intimidasi mengingat masih ada masyarakat yang tidak setuju pada referendum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Dur mengingatkan, terpilihnya Irwandi sebagai gubernur juga disebabkan masyarakat takut pada intimidasi GAM, sementara pemerintah sendiri tidak tegas. "Ini ancaman bagi kemerdekaan Indonesia. Terserah orang mau bilang apa, saya tidak peduli," kata Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB itu.

Menurut Gus Dur, mantan Gubernur NAD Abdullah Puteh yang karena korupsi dalam jumlah tidak terlalu besar, namun karena kedekatannya dengan GAM, ternyata kemudian dijatuhi hukuman. Jadi. Karena itu, Irwandi yang disebutnya melakukan pembiaran terjadinya pelecehan simbol negara juga harus ditindak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"TNI harus tegas, tunjukkan kalau bertanggung jawab. Cari dan tangkap yang membakar bendera. Untuk apa jadi TNI kalau tidak berani," katanya. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, AlaNu, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 20 Juni 2017

Nabi Muhammad Kaya, Tapi Hidup Sederhana

Cilegon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (PP LTMNU), H. Mansur Syaerozi mengatakan, ketika mempersunting Siti Khadijah, Nabi Muhammad memberikan mas kawin 100 ekor unta.

Jika diibaratkan sekarang, 100 ekor unta itu seharga 100 mobil sekarang, “Dengan demikian, Nabi Muhammad itu kaya, tapi bergaya hidup sederhana,” katanya pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam rangka revitalisasi masjid di Pondok Pesantren Darul Ihsan, Pegantungan Jombang, Kota Cilegon, Sabtu, (20/4).

Nabi Muhammad Kaya, Tapi Hidup Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Muhammad Kaya, Tapi Hidup Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Muhammad Kaya, Tapi Hidup Sederhana

Menurut Mansur, sangat masuk akal Nabi Muhammad kaya karena dia berdagang sejak usia 13 tahun hingga umur 40. Berarti, ia melakukan itu selama 27 tahun. Lebih lama menjadi pedagang daripada menjadi rasul yang hanya 23 tahun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mansur menambahkan, tidak mungkin berdagang selama itu, Nabi Muhammad hidup miskin, “Itu satu, kedua, karena Nabi Muhammad dekat dengan Allah. Ia adalah kekasih Allah. Ibaratnya, seseorang yang disukai orang kaya, ia akan terbawa kaya.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kemudian, Mansur menambahkan, kalau ditelisik dalam Al-Quran, kita akan menemukan peran harta dalam berjuang. Pertama, “Berjuanglah kamu di jalan Allah dengan hartamu dan dirimu. (At-Taubah: 41)”. Pada ayat lain disebutkan “Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. (QS. Al-Baqarah : 43)”

Ini artinya, umat Islam itu cetakannya kaya. Tapi harus hidup sederhana. Kekayaan harus lebih banyak digunakan berjuang untuk kemajuan Islam.

Rapimda bertema "Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat," tersebut diikuti 150 orang terdiri imam, khotib, dan DKM masjid NU. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama PC LTMNU Kota Cilegon dengan PP LTMNU dan PT Sinde Budi Sentosa.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, News, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 18 Juni 2017

NU Demak Dorong Introspeksi Diri untuk Memperkuat Organisasi

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Di dalam berorganisasi yang berkhidmat pada ulama dan umat, NU harus bisa memahami psikologisnya. Ini diperlukan agar bisa mengetahui kelemahan dan kekurangan yang ada dalam diri oraganisasi termasuk persoalan yang terjadi di masyarakat. Hal ini diperlukan agar manajemen bisa berjalan dengan baik yang berimbas semakin kuatnya organisasi sehingga umat bisa merasa nyaman dalam ber NU.

NU Demak Dorong Introspeksi Diri untuk Memperkuat Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Demak Dorong Introspeksi Diri untuk Memperkuat Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Demak Dorong Introspeksi Diri untuk Memperkuat Organisasi

“Jika kita mengetahui kekurangan kita, apa itu dari sistem dakwah dan komunikasi yang tidak sampai atau sistem pendidikan yang salah, atau yang lain, maka itulah kekuatan NU,” ujar Wakil Ketua PCNU Demak H Afkhan Noor kepada peserta Bahtsul Masail Diniyyah PCNU Demak putaran ke-13 di Pesantren Al Mubarok Temuroso, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Ahad (19/3).

Afkhan berpesan kepada para pengurus yang hadir perlunya peningkatan sistem kekeluargaan dalam berorganisasi untuk memperkuat kondisi dan peka terhadap perkembangan termasuk perkembangan jaringan radikal yang muncul.

“Tolong sistem komunikasi dan kekeluargaan dalam berorganisasi kita jaga, biar kita kuat, solid terutama dalam mengantisipasi gerakan Islam radikal,” pesannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Rais Syuriyah KH Alawy Masudi sebelum menutup acara dengan doa mengatakan kepekaan di dalam menyikapi permasalahan yang berkembang bermula dari ilmu yang dimiliki. Karena kemauan didalam belajar serta kemauan yang tinggi dalam menjalankan saran yang diberikan oleh ulamal Nahdlatul Ulama sehingga ajaran Aswaja bisa berjalan dengan baik

“Kalau ilmu yang selama ini kita yakini dari guru yang sanadnya jelas dan mau tabayyun dengan para kiai, Insyaallah kita akan selamat,” tuturnya.

Bahtsul Masail tersebut selain dihadiri MWCNU se-Kabupaten Demak, juga hadir Ketua PCNU KH Musadad Syarif beserta jajarannya, Musytasar KH Zainal Arifin Maksum, Ketua DPRD Demak H Nurul Muttaqin, Muspida, Muspika, Banom NU dari tingkat cabang, anak cabang serta ranting NU se-Kecamatan Guntur. (A. ShiddiqSugiarto/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 17 Juni 2017

Warna Hitam, Membalut Pagar Nusa

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ahad siang di pesantren Al-Hamid, Jakarta Timur. Ratusan orang serba hitam berdatangan. Kopiah hitam. Baju panjang hitam. Celana panjang hitam. Dan sepatu hitam. Mereka para pandekar Pagar Nusa. Pagar NU dan Bangsa!?



Warna Hitam, Membalut Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Warna Hitam, Membalut Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Warna Hitam, Membalut Pagar Nusa

“Ada sejarahnya kenapa pakaian Pagar Nusa hitam,” kata KH Suharbillah, salah seorang pendiri Pagar Nusa, di pesantren Al-Hamid, Jakarta Timur, Ahad lalu.

Bahwa untuk mengusir Sekutu di Surabaya, Harotusy Syekh KH Hasyim Asy’ari ingin mengundang santrinya yang sukses dalam bidang kanuragan dari Parakan, Kedu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rupanya niat Mbah Hasyim mau mengundang, diketahui santri itu. Khawatir keliru, ia datang mendahului. Tapi Mbah Hasyim, meski sudah didatangi, tetap kirim utusan ke sana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Utusannya para pendekar. Semuanya berpakaian serbahitam. Warna hitam itu dari peristiwa itu,” katanya.

Pakaian hitam juga merupakan warna dasar orang Nusantara. “Kebanyakan berwarna hitam. Mulai dari Aceh, Betawi, Sunda, Ponorogo, Madura dan lain-lain.”

Kemudian Suharbillah memaknai warna hitam. Menurut dia, makna filososfis hitam pada pakaian Pagar Nusa adalah orang yang lurus, tidak nolah-noleh.

“Jadi, orangnya berjalan jujur dan lurus.”

Selain itu, dalam keputusan internasional menetapkan atlet silat harus berpakaian hitam. “Kita selaku pendukung, termasuk sumber silat di dunia, kita sewajarnya ikut berpakaian itu,” pungkasnya.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Humor Islam, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pakde Karwo: Perempuan Bagian Penting Pembangun Bangsa

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengapresiasi Fatayat NU yang melahirkan anak-anak hebat calon pemimpin. Ia bangga kota Surabaya mendapat amanah sebagai tempat kongres perempuan muda NU.

Pakde Karwo: Perempuan Bagian Penting Pembangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakde Karwo: Perempuan Bagian Penting Pembangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakde Karwo: Perempuan Bagian Penting Pembangun Bangsa

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo mengatakan hal tersebut pada saat didaulat memberikan sambutan selaku tuan rumah pada upacara pembukaan Kongres ke-15 Fatayat di GOR Surabaya, Sabtu (19/9).

"Judul atau tema kongres ini sangat tepat. Ini sesuai dengan prestasi Jawa Timur yang enam kali berturut-turut mendapat juara di bidang gender. Ini merupakan penghormatan kepada perempuan agar lebih berkeadaban," ujar gubernur yang disambut aplaus hadirin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pakdhe Karwo, sapaan akrabnya, mewartakan setidaknya ada 836 perempuan di Jatim yang mendapat hibah untuk mengembangkan ekonomi. Program ini untuk meningkatkan kesejahteraan single parent di wilayah Jawa Timur agar hidupnya lebih berkeadaban.

"Nah, lagi-lagi ini sama dengan tema kongres Fatayat hari ini. Kami sepakat bahwa perempuan menjadi bagian penting untuk membangun bangsa ini," tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bagi dia, perempuan juga memiliki persoalan tentang kematian ibu dan anak. Ini juga patut diperhatikan oleh Fatayat. "Pekerjaan kita makin berat, di saat terjadi reses ekonomi. Jangan sampai defisit. Ini tugas perempuan juga. Bagaimana kita bisa mengerem belanja agar tidak membengkak," ajaknya.

Selain Gubernur Jawa Timur beserta jajarannya, hadir juga dalam upacara pembukaan tersebut senior Fatayat Nyai Hj Mahfudhoh Ali Ubayd, Dr Hj Sri Mulyati Asrori, Hj Fatma Saifullah Yusuf. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Foto: Gubernur Jatim Soekarwo saat berbincang dengan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan tokoh perempuan Nursyahbani Katcasungkana di sela Kongres Fatayat, Sabtu (19/9)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 16 Juni 2017

MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menyadari kian cepatnya arus informasi yang diterima masyarakat, membuat Madrasah Tsanawiyah Ismaillyyah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah berbenah. Di antaranya dengan mengembangkan model dakwah lewat dunia maya dengan meluncurkan portal website resmi MTs Ismailiyyah Nalumsari Jepara, yang beralamatkan di www.mtsismailiyyahnalumsari.sch.id. Website ini resmi dilaunching pada Kamis (2/6) lalu.

Kepala MTs Ismailliyyah, Sholeh Al-Jufri mengatakan, peluncuran media dakwah dinilai sangat penting bagi perkembangan madrasah. Sebab, saat ini sudah masuk era informasi dan gempuran infomasi global sudah tidak dapat terbendung lagi.

MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya

”Melalui media online ini, diharapkan dapat menjadi wadah dan sumber informasi siswa dan masyrakat,” terang Sholeh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menjelaskan, media tersebut juga untuk keaktifan siswa dalam berdakwah dan berkreasi. “Selain itu, siswa bisa menyalurkan kreativitas tulis menulisnya melalui media dan dapat menjadi salah satu referensi informasi bagi mereka,” lanjutnya.

Sholeh mengatakan, selain dapat dimanfaatkan siswa, diharapkan media tersebut juga bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi wali siswa. Pasalnya dalam media website juga disediakan berbagai infomasi mengenai sekolah, perkembangan siswa dan kegiatan yang digelar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Jadi orang tua atau wali murid juga bisa mengetahui apa kegiatan yang ada di sekolah dan anaknya aktif di mana. Itu nanti bisa dilihat di website,” jelasnya.

Dia menambahkan, adanya media tersebut juga melengkapi program terapan yang selama ini menjadi orientasi pihak madrasah. Sebab selama ini banyak kegiatan yang sifatnya menerapkan ilmu yang diberikan kepada siswa.

”Baik ilmu pengetahuan umum maupun agama seperti ziarah, hafalan ayat? Alquran dan shalat sunah,” katanya.

Selain melalui media internet, dakwah yang dikembangkan oleh MTs Ismailiyyah Nalulmsari Jepara ini juga melalui majalah yang diterbitkan tiap tahun oleh OSIS MTs Ismailiyyah. Majalah yang dibenari nama MAJLIS ini merupakan wahana ekspresi siswa, dimana bakat? jurnalistik yang ada pada siswa siswi MTs Ismailiyyah dapat tersalurkan.? Budaya menulis yang tertanam sejak lama, kini mempunyai wadah yang khusus untuk menuangkan ide-ide kreatif tersebut. (Kharis Teha/Mahbib) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Halaqoh, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU Tolak Rencana Pemerintah Ratifikasi FCTC

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak rencana Pemerintah meratifikasi Framework Convention of Tobacco Control (FCTC). Berbagai alasan dari kacamata kesehatan, ekonomi, agama, hingga hukum dijadikan dasar atas penolakan tersebut.

 

NU Tolak Rencana Pemerintah Ratifikasi FCTC (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tolak Rencana Pemerintah Ratifikasi FCTC (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tolak Rencana Pemerintah Ratifikasi FCTC

Penolakan tersebut merupakan kesimpulan dari diskusi terbuka yang dilaksanakan Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU dengan tema “Kampanye Kondom, Antirokok: Indah, tapi Manipulatif?”, Senin (15/12).

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut adalah Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Brawijaya Prof. Dr. Sutiman Bambang Sumitro, Guru Besar Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dr. Syahrizal Syarif, MPH., PhD., Anggota Dewan Tahqiq Badan Halal PBNU KH Arwani Faisal, dan Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum PBNU Andi Najmi Fuaidi sebagai moderator.

 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Rokok memiliki dampak negatif tentu tidak bisa dipungkiri, tapi itu tidak bisa dijadikan untuk pendekatan yang bersifat individual. Sama halnya dengan daging kambing, tidak boleh untuk orang yang memiliki riwayat berpenyakit hipertensi, yang tidak ya tidak apa-apa,” tegas Sutiman.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Sutiman menambahkan, rokok dan produk turunan tembakau lainnya tidak selamanya mengakibatkan dampak negatif bagi kesehatan. “Ada sejumlah orang yang bermasalah dengan kesehatannya, tapi bisa disembuhkan justru dengan terapi asap rokok, terapi tembakau, dan lain sebagainya. Itu saya sendiri sudah membuktikan, di mana banyak pasien saya yang datang dari luar negeri,” tandasnya.

 

KH Arwani Faisal membenarkan apa yang disampaikan Sutiman. Keputusan Muktamar dan Munas NU menegaskan jika rokok bukanlah produk yang haram untuk dikonsumsi.

“Islam menegaskan, sebuah produk jika masih memiliki manfaat tidak boleh diharamkan. Demikian juga dengan rokok, seperti apa yang sudah disampaikan Pak Sutiman,” kata Arwani.

 

Penolakan atas rencana ratifikasi FCTC juga disampaikan Andi Najmi yang bertindak sebagai moderator dalam diskusi tersebut. Andi yang merupakan praktisi hukum berbicara berdasarkan keilmuan yang dikuasainya.

 

“Satu hal yang harus diperhatikan betul oleh Pemerintah, jika negara kita meratifikasi FCTC, potensi pendapatan dari cukai akan mengalami kemerosotan hingga lima puluh trilyun rupiah. Dan jika itu terjadi, maka potensi hutang negara akan meningkat. Pertanyaannya, apakah anak cucu kita akan terus dibebani hutang negaranya?” papar Andi.

 

Dari kacamata ekonomi, Bendahara Umum PBNU H. Bina Suhendra yang hadir sebagai peserta diskusi mengungkapkan, ratifikasi FCTC harus dicermati dari kemungkinan bermuatan kepentingan politik dagang yang curang.

“Politik dagang ini bukan lagi dugaan, tapi sekarang sudah terjadi. Di pedagang kelontong pinggir jalan sekarang sudah gampang didapatkan rokok impor. Artinya apa? Ratifikasi FCTC berpotensi mematikan industri rokok dalam negeri, dan jika itu terjadi, produk rokok asing akan semakin membanjiri pasar kita,” ujar pria bergelar Doktor lulusan T. H. Darmsatdh, Jerman, tersebut.

 

Sementara di permasalahan kondom, diskusi yang dihadiri oleh sekitar 100 orang tersebut menyimpulkan penegasan atas penolakan kampanye kondom yang sebelumnya sudah disuarakan NU. Kampanye kondom yang dilakukan dengan cara membagi-bagikannya secara gratis ke masyarakat, dinilai tak ubahnya mendorong terjadinya seks bebas.

 

“Hasil penelitian menunjukkan kondom memiliki manfaat jika penggunaannya dilakukan secara benar dan teratur. Artinya begini, jika Anda melakukan hubungan seks dengan penderita HIV & AIDS sebanyak sembilan puluh kali, sekali saja tanpa dilindungi kondom, Anda tidak dijamin terbebas dari kemungkinan tertular,” ungkap Syahrizal.

 

Penolakan atas kampanye kondom, lanjut Syahrizal, juga disampaikan karena selama ini Pemerintah tidak menyertainya dengan petunjuk penggunaan kondom itu sendiri secara benar. “Juga menjadi tugas Pemerintah menerbitkan aturan yang baku bagaimana tata cara menggunakan kondom secara benar,” pungkasnya. (Samsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muslim dan Biksu Myanmar Kunjungi PBNU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Satu rombongan yang terdiri dari muslim dan biksu dari Myanmar melakukan kunjungan ke PBNU. Mereka meminta dukungan dalam mengatasi bencana Nargis yang baru melanda negeri tersebut dan upaya demokratisasi di negeri yang kini dipimpin oleh militer.

Anggota rombongan diantaranya Muhammad Taher, muslim dari Rangoon University yang sudah meninggalkan negera tersebut sejak tahun 1982 dengan alasan agama dan saat ini menjabat direktur eksekutif Kaladan News Agency di Bangladesh.

Muslim dan Biksu Myanmar Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim dan Biksu Myanmar Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim dan Biksu Myanmar Kunjungi PBNU

Selain itu adalah Soe Aung, juru bicara The National Council of the Union of Burma (NCUB) yang merupakan organisasi paying terbesar untuk kaum pro-demokrasi dan Roshan Johan, direktur eksekutif Asean Inter-Parliamentary Mymar Caucus (AIPMC)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muhammad Taher menjelaskan muslim di Myamar yang jumlahnya sekitar 4 persen atau 800 ribu jiwa dari total penduduk ini mengalami banyak hambatan dalam menjalani kehidupan dan beribadah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Beberapa hambatan yang dialami pemeluk agama minoritas adalah pelarangan membangun masjid untuk tempat ibadah, pelarangan pendirian ormas agama sehingga tidak memungkinkan membeli asset bagi organisasi, pelarangan peringatan hari besar Islam, termasuk Idul Adha, pembatasan Qur’an, pembatasan haji dan hal lainnya yang mengurangi kebebasan untuk menjalankan ibadah.

Mengenai badai Nargis yang melanda negeri itu tiga pekan lalu, anggota rombongan memperkirakan sekitar 200 ribu jiwa tewas dan 2 juta lainnya merana. Saat ini para pengungsi mengalami kekurangan makan, air bersih, obat-obatan dan tempat yang layak. Dalam kondisi seperti ini, pemerintah Burma masih membatasi bantuan yang datang dari luar negeri sehingga para korban semakin menderita.

Atas berbagai persoalan tersebut, KH Hasyim Muzadi menyatakan siap memberikan bantuan yang diperlukan. Dalam hal ini, PBNU akan memberikan dukungan, salah satunya dengan menyampaikan pada Sekjen Asean Surin Pitsuwan yang akan berkunjung ke PBNU dalam waktu dekat.

Ia menuturkan, perjuangan untuk mencapai kebebasan memerlukan waktu dan tahapan yang panjang. “Indonesia sendiri membutuhkan waktu lebih dari 60 tahun untuk menjadi negera yang demokratis,” katanya.

Selain, itu beberapa ulama Mymar akan diundang untuk mengikuti International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ke-3 yang akan diselenggarakan pada akhir Juli mendatang. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Quote, Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 15 Juni 2017

Ansor Way Kanan Terjunkan 14 Dai untuk Safari Ramadhan

Way Kanan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan, Lampung, menerjunkan 14 dai muda yang siap belajar mengisi acara safari Ramadhan. Kegiatan yang dimotori Rijalul Ansor ini menjadi bagian dari langkah kaderisasi sebagai pendakwah.

Ansor Way Kanan Terjunkan 14 Dai untuk Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Terjunkan 14 Dai untuk Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Terjunkan 14 Dai untuk Safari Ramadhan

"Dengan menggelar safari Ramadhan kita berdayakan kader-kader muda Ansor yang memiliki kemampuan sebagai mubaligh untuk dapat belajar mengasah kemampuannya," ujar Ketua PAC Rijalul Ansor Kecamatan Bumiagung Hasyim Asyari selaku penanggung jawab kegiatan tersebut di Blambangan Umpu, Jumat (11/7).

GP Ansor Way Kanan, kata Hasyim, memiliki program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) yang dipimpin Gatot Arifianto. Program itu berorientasi pada tercapainya penyebaran pendidikan dan pengetahuan Ahlus Sunnah wal Jamaah bagi publik serta mendorong semangat wirausaha bagi kader dan masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Safari Ramadhan digelar di 14 masjid di empat kecamatan. Di Kecamatan Bumiagung dilakukan di Kampung Karangdadi, Wonoharjo, Srinumpi, Bumiagung, Sukamaju, Bumi say Agung, Pisang Indah dan Tanjung dalom.

Adapun di Kecamatan Buaybahuga berlangsung di Kampung Sukadana, Bumiharjo, Sukaagung, Sritunggal dan Lebunglawe. Lalu di Kecamatan Bahuga di Kampung Saptorenggo, Bumiagung Wates dan Serdangkuring. Lalu di Kecamatan Waytuba di Kampung Bukitgemuruh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kegiatan safari ini juga didukung oleh Panti Asuhan Mandiri Yayasan Shuffah Blambangan Umpu dengan memberikan suvenir berupa jam dinding bagi masjid yang dituju sekaligus mengumumkan jika Yayasan Shuffah membuka diri jika ada anak yatim ingin diasah dan diasuh mereka," tambah Hasyim.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Supri Iswan menegaskan, kader adalah ruh organisasi, karena itu kaderisasi adalah sebuah keniscayaan sebagaimana diamanatkan sang proklamator, Muhammad Hatta, "Kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, maka pemimpin pada masanya harus menanam".

"Hal tersebut merupakan inti dari kelanjutan perjuangan Ansor ke depan. Tanpa kaderisasi, rasanya sangat sulit dibayangkan Ansor dapat bergerak dan melakukan tugas sosial kemasyarakatan dan keorganisasiannya dengan baik dan dinamis," kata Supri. (Heri Amanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 11 Juni 2017

Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya

Pernah suatu kali jamaah shalat Jum’at dikagetkan dengan tindakan Nabi Muhammad SAW di sela-sela khotbahnya. Rasulullah mendadak turun dari mimbar lantaran kedua cucunya yang masih kecil, Hasan dan Husain, menangis.

Nabi segera menghampiri Hasan dan Husain yang saat itu sedang ikut di masjid dan berusaha menenangkan keduanya. Melalui bahasa isyarat dan kelembutan hatinya, tangisan mereka mereda, dan beliau pun melanjutkan khotbahnya hingga selesai. Tak pernah Nabi membaca khotbah lebih panjang dari shalatnya.

Peristiwa lain tentang ”tingkah usil” kedua cucu mungilnya ini juga terjadi saat Rasulullah sedang mengerjakan shalat sunnah dua rakaat. Ketika sujud berlangsung, tiba-tiba Hasan memanjat punggung Nabi. Hasan kecil memukuli tubuh kakeknya itu selayak menunggang kuda yang mesti berpacu cepat.

Sebetulnya Nabi sudah cukup lama menempelkan dahinya di atas lantai. Tapi tingkah Hasan membuat manusia mulia ini memperpanjang sujudnya lebih lama lagi. Hasan puas bermain kuda-kudaan.

Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya

Hasan akhirnya turun. Nabi mulai berniat mengangkat tubuhnya. Sekali lagi punggungnya tertahan. Husain tiba-tiba melompat ke atas punggung dan menirukan aksi kakaknya, Hasan. Artinya, Nabi mesti menambah waktu lagi untuk menunda duduk tasyahud. Baru ketika kedua cucunya turun, Rasulullah melanjutkan gerakan sembahyangnya.

Rasulullah mencontohkan betapa kasih sayang terhadap keluarga dan anak kecil adalah sikap yang harus diutamakan. Sikap Nabi ini juga mencerminkan kepekaannya tentang menghargai keterbatasan seseorang, baik dalam hal kondisi fisik, daya tangkap, ataupun tingkat pengetahuan. Keluhuran akhlak Nabi terpancar justru saat segenap keputusannya tersebut menjadi prioritas, melebihi ritus keberagamaan. (Mahbib Khoiron)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Jamaah

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedikitnya 5000 pengunjung memadati malam puncak peringatan haul al-marhumin pondok pesantren Buntet, Cirebon. Jamaah yang terdiri dari para alumni, wali santri, tamu undangan, dan masyarakat umum ini mulai tampak memadati komplek pesantren semenjak siang hari, Sabtu (6/4).

Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Jamaah

Malam puncak peringatan haul ini diawali dengan pembacaan tahlil akbar, dilanjutkan sambutan-sambutan, dan ditutup dengan pengajian umum yang disampaikan oleh Al-Habib Umar Muthohar dari Semarang. 

Selain itu dalam peringatan haul tahun ini berkesempatan hadir Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmy Faisal Zaeni, serta Rais Syuriah PBNU Bidang Fatwa, KH Ali Mushtofa Yaqub.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam sambutannya, KH Nahduddin Royandi Abbas, sesepuh pesantren Buntet berpesan tentang pentingnya mempertahankan akhlakul karimah dan sikap tawadlu dalam kepribadian santri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya berpesan, agar para pelajar sebagai generasi penerus bangsa hendaknya tetap mengutamakan akhlakul karimah dan sikap tawadlu”.

Hal tersebut dikuatkan dalam sambutan atas nama PBNU yang diwakili oleh KH Ali Musthofa Yaqub. Ia juga menambahkan tentang pentingnya pesantren untuk tetap mempertahankan tradisi kitab kuning, karena melalui tradisi kurikulum kitab kuning, pesantren akan tetap menjadi basis regenerasi dan pengkaderan kiai serta sosok yang benar-benar dibutuhkan bangsa dan negara.

Sebelumnya, telah digelar serangkaian acara yang merupakan bagian dari agenda pelaksanaan haul pesantren Buntet tahun ini, antara lain; halaqah pengembangan ekonomi komunitas, nikah masal, donor darah, serta ziarah akbar ke komplek makam para pendiri pesantren Buntet, Cirebon.

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Ulama, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 10 Juni 2017

Pelajar Kota Bandung Deklarasikan Antiradikalisme

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dewasa ini paham radikalis sudah menjadi masalah nasional, bahkan mulai masuk ke pemikiran-pemikiran pelajar di Indonesia. Atas keprihatinan tersebut Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Kota Bandung mendeklarasikan pembentukan Tim Pelajar Antiradikalisme (PAR) yang beranggotakan pengurus-pengurus PC IPNU-IPPNU Kota Bandung, Jawa Barat.

"Ini bentuk nyata dari keprihatinan kami mengenai pemahaman-pemahaman radikal yang saat ini mulai masuk ke kalangan pelajar di Indonesia, khususnya Kota Bandung. Atas dasar itu kita bentuk Tim Pelajar Antiradikalisme ini," ucap Ketua Harian Tim PAR Ahmad Regi Maulana, Kota Bandung, Sabtu, (25/11).

Ia mengatakan, nantinya Tim PAR akan melakukan beberapa langkah strategis untuk menanggulangi paham-paham radikalisme yang ada di kalangan pelajar.

Pelajar Kota Bandung Deklarasikan Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Kota Bandung Deklarasikan Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Kota Bandung Deklarasikan Antiradikalisme

"Kita nanti akan melakukan langkah-langkah strategis mulai dari sosialisasi ke sekolah-sekolah dan seminar mengenai bahaya radikalisme," ujarnya.

Ia memaparkan, Tim PAR akan melakukan kolaborasi dengan beberapa pihak terkait, karena masalah radikalisme di kalangan pelajar ini menjadi tanggung jawab bersama dan tentunya membutuhkan penanganan yang serius.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kita juga akan melakukan kerjasama dengan Dinas pendidikan, BNPT, dan pihak-pihak yang terkait dengan isu ini," paparnya.

Regi berharap dengan resminya dibentuk Tim PAR diharapkan dapat menekan angka radikalisme dikalangan pelajar di Indonesia, khususnya pelajar kota Bandung, dan Tim PAR membuka pintu bagi siapapun yang ingin bergabung dan memiliki tujuan yang sama yaitu menanggulangi radikalisme di kalangan pelajar saat ini.

"Harapan kita nantinya dengan dibentuknya Tim PAR ini dapat minimalnya mengikis sedikit demi sedikit paham radikalisme di kalangan pelajar, dan kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapapun yang ingin membantu dan menjadi anggota Tim PAR," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Kiai, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muskerwil PWNU Jatim Bahas Isu Lokal dan Nasional

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 



Menjelang Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur membentuk tim kecil untuk membahas materi. Dalam Muskerwil itu akan ada empat komisi yang akan dibahas beberapa isu lokal dan nasional.

Muskerwil PWNU Jatim Bahas Isu Lokal dan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Muskerwil PWNU Jatim Bahas Isu Lokal dan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Muskerwil PWNU Jatim Bahas Isu Lokal dan Nasional

"Muskerwil juga akan membahas isu isu kebangsaan yang sedang menerpa Indonesia," kata KH Mutawakkil Alallah saat ditemui setelah rapat terbatas (23/8).

Dalam Muskerwil yang akan dilakukan pada 24 sampai 25 Septmber itu, PWNU bersama tim inti akan membagai dalam empat komisi, di antaranya Komisi Progam Kerja, Komisi Organisasi, Komisi Rekomendasi dan Bahtsul Masail.

Kiai Mutawakkil Alallah mengatakan, Muskerwil ini sebagai ajang untuk mengevaluasi kinerja PWNU Jawa Timur dalam hal pelaksaan progam. Muskerwil juga sebagai bahan untuk mengoptimlisasi progam kerja yang sudah dirumuskan pada Konferwil dan sebagai bahan untuk Munas dan Konbes PBNU mendatang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini, juga menegaskan bahwa dalam Muskerwil akan membahas soal isu kebangsaan seperti upaya untuk menanggulangi gerakan radikalisme dengan mengadakan progam deradikalisasi.

"Problem dana haji juga direncanakan akan dibahas di komisi bahtsul masail," tegasnya. "Dari hasil Muskerwil ini akan menjadi bahan rekomendasi pada forum tertinggi setelah muktamar NU itu," pungkas Kiai Mutawakkil. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 08 Juni 2017

Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut

Magelang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Hasil penelitian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ? (BNPT) dan The Nusa Institute menunjukkan bahwa, persentase potensi perkembangan paham radikal-terorisme di Indonesia adalah 66 %, sedangkan 15 % diantaranya berpotensi terjadi di dunia pendidikan dan tempat ibadah.

Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut

Untuk itu, BNPT melaksanakan sosialisasi pemahaman radikal-terorisme di Jawa Tengah tepatnya di kabupaten Magelang dengan tema Dialog Pelibatan Dai dalam Pencegahan Paham Radikal-Terorisme yang berlangsung di Magelang ? (31/05). Kegiatan ini diikuti 170 peserta dari empat kebupaten/kota yaitu Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Purworejo, dan Temanggung.

Kasubdit Kewaspadaan BNPT Andi Intang Dulung menyatakan kelompok radikal-terorisme menggunakan agama sebagai tamengnya dalam menyebarkan ajarannya. Oleh karena itu, ulama dan dai sangat strategis dalam penanggulangan paham kekerasan ini.

"Dai dilawan dengan dai, dakwah dilawan dengan dakwah," jelasnya mantan Ketua Muslimat NU Sulsel ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Ketua Forum Koordinasi Penaggulangan Terorisme (FKPT) Jateng Najahan Musyafak menjelaskan kegiatan ini tidak sampai di sini, melainkan akan dikembangkan ke seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah, terang.?

“Kita akan melakukan kerja sama dengan instansi terkait seperti walikota, bupati, kepolisian, dan TNI se-Provinsi Jawa Tengah, sambung Najahan.

"Dai radikal adalah salah satu sumber radikalisme yang memprovokasi lewat dakwah, mereka bukan memudahkan tapi malah mempersulit kita dalam beragama," papar Najahan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan, Hal ini akan membahayakan NKRI karena di antara kelompok masyarakat akan saling membenci dan terpecah belah. Kelompok ini hanya memahami agama secara rigit dan tekstual, jelasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 04 Juni 2017

Bangun Masjid Agung Daegu, TKI di Korsel Himpun Dana Rp 650 Juta

Daegu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan menghimpun dana kurang lebih 58 juta won atau sekitar Rp 650 juta untuk pembangunan masjid agung Daegu di Korea Selatan pada acara Tabligh Akbar dalam rangka Harlah ke-3 Mushola Al-Iman Yeongcheon bertema ‘Pererat Ukhuwah Islamiyah, Tebarkan Dakwah: Sukseskan Pembangunan Masjid Agung Daegu’.

Bangun Masjid Agung Daegu, TKI di Korsel Himpun Dana Rp 650 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Masjid Agung Daegu, TKI di Korsel Himpun Dana Rp 650 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Masjid Agung Daegu, TKI di Korsel Himpun Dana Rp 650 Juta

"Jamaah yang hadir luar biasa antusias, mencakup semua lapisan masyakat di Korea Selatan. Adapun kotak amal berhasil dihimpun pada pengajian menghadirkan KH Anwar Zahid cukup fantastis, 58 juta won lebih atau sekitar Rp 650 juta," tegas Ketua PCINU Korsel Yusuf Muhammad didampingi Ketua PC GP Ansor Daegu Korea Selatan Sukaryadi, di Ansan, Korea Selatan, Senin (4/5) malam saat dihubungi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah dari Indonesia.

Pada kegiatan yang diselenggarakan ? di Musholla Al-Iman Yeongcheon Daegu Korea ? Selatan di ? dukung ? oleh masjid dan mushola se-Korea Selatan di bawah naungan Komunitas Muslim Indonesia (KMI), sekitar 6 ribu TKI menyimak tausyiah dari penceramah kondang dan kocak asal Bojonegoro KH Anwar Zahid pada Ahad (3/5) siang waktu setempat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"KH Anwar Zahid punya guyonan khas, di samping itu beliau ? juga berhasil menggugah hati jamaah untuk bersedekah dan sedekah itu kembali kepada diri kita," papar Yusuf yang berasal dari Pati, Jawa Tengah itu.

Pada pengajian yang juga terselenggara atas dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia Korea Selatan, ? Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia (FKMI) Daegu dan PCINU itu, KH Anwar Zahid yang merupakan pengasuh pondok pesantren Attarbiyah Islamiyah Assyafiiyah Bojonegoro Jawa Timur itu menyampaikan tiga pesan hidup sukses kepada jamaah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pertama bekerja keras, kedua berpikir cerdas, dan ketiga beramal ikhlas," tutur Yusuf menyampaikan pesan KH Anwar Zahid. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Isi Liburan Kampus, Santri Darul Hikam Ngaji Kitab Tasawuf

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Di masa liburan kampus IAIN Jember Januari-Pebruari 2016 ini, Pesantren Darul Hikam Mangli Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember tidak serta merta meliburkan para santri. Pesantren ini menyediakan pengajian kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Ghazali.

Pelajaran ini berbeda dengan yang biasa diajarkan di pesantren mahasiswa ini. Biasanya, ilmu yang diajarkan di pondok ini adalah kitab-kitab nahwu, sharaf, fiqh, ushul fiqh, dan qawaidul fiqhiyah.

Isi Liburan Kampus, Santri Darul Hikam Ngaji Kitab Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Liburan Kampus, Santri Darul Hikam Ngaji Kitab Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)

Isi Liburan Kampus, Santri Darul Hikam Ngaji Kitab Tasawuf

Program khataman kitab Bidayatul Hidayah ini merupakan tradisi baru di Pesantren Darul Hikam. Untuk mengisi kekosongan kegiatan selama liburan semester, pihak pesantren sengaja mengajak mahasiswa untuk tidak pulang, tapi mengisinya dengan kegiatan positif seperti pengajian kitab ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengasuh Pesantren Darul Hikam DR Kiai MN Harisudin mengatakan bahwa pilihan mengaji kitab ini adalah agar mahasantri tidak terlalu melihat aspek legal-formal saja dan juga tidak hitam putih halal dan haram. Pelajaran ini dipilih agar mahasantri memiliki jiwa kemanusiaan yang digali dari kitab tasawuf.

“Saya kira, pas jika yang dikaji kitab tasawuf karya Imam Ghazali. Ini kitab dasar tasawuf yang cocok untuk mahasantri Pesantren Darul Hikam yang 100 persen mahasiswa IAIN Jember. Biar mereka lebih punya ‘rasa tasawuf’ dalam kehidupan sehari-hari,” tukas Kiai Haris yang kini diamanahkan sebagai Katib Syuriyah PCNU Jember.

Apalagi di tengah-tengah persaingan global dan budaya modern yang nyaris meluluhlantakkan bangunan agama, nilai spritualitas yang dibawa kitab tasawuf sangat penting dihadirkan dalam kehidupan ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kritik Imam Ghazali dalam kitab ini, saya kira masih relevan. Misalnya orientasi mencari ilmu untuk pangkat, jabatan, dan kekayaan. Ini kan sesuai dengan kondisi sekarang yang hanya berorientasi ijazah?” kata Doktor Ushul Fiqh keluaran IAIN Sunan Ampel, Surabaya.

Kiai Harisudin berharap mahasantri Pesantren Darul Hikam dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kitab Bidayatul Hidayah ini. Ini sesuai dengan moto Pesantren Darul Hikam, “Ilmu yang diamalkan. Dan amal yang berdasarkan Ilmu”. (Muhyidin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 01 Juni 2017

Sekjen PBNU: Pembelaan kepada Palestina adalah Pembelaan Kemanusiaan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menyikapi langkah Presiden Amerika Donald Trump yang akan menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, PBNU menilai harus ada tekanan penolakan terhadap keputusan yang memunculkan sentimen negatif dunia kepada Amerika tersebut.

"Kita mengapresiasi Presiden Jokowi yang telah mengambil langkah tepat dalam menyikapi kondisi ini," kata Sekjen PBNU Helmy Faisal Zain di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (8/12).

Sekjen PBNU: Pembelaan kepada Palestina adalah Pembelaan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBNU: Pembelaan kepada Palestina adalah Pembelaan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBNU: Pembelaan kepada Palestina adalah Pembelaan Kemanusiaan

Keputusan sepihak ini lanjut Helmy, telah melahirkan kekacaubalauan serta menimbulkan konstalasi yang memanas diseluruh penjuru dunia. Bukan hanya negara-negara Islam yang menurutnya kontra terhadap langkah Trump ini, namun seluruh dunia termasuk Vatikan juga menyesalkannya.

Keputusan itu juga telah melanggar kesepakatan karena berdasarkan Konsensus PBB yang telah disepakati menyatakan tidak akan mengubah batas negara terkait konflik yang ada d ikawasan tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kita mengakui Palestina sebagai sebuah negara dan Yerussalem merupakan bagian dari Palestina," tegasnya.

Ia juga melihat bahwa keputusan Presiden Amerika adalah keputusan yang konyol karena memiliki modus untuk penguatan politik dalam negeri Amerika. 

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal era Presiden SBY ini berharap masalah ini dapat segera diselesaikan melalui forum Internasional dan tidak digeser menjadi permaslahan dan konflik antar agama.

"Permasalahan Palestina adalah permasalahan kemanusiaan. Pembelaan kepada Palestina adalah pembelaan kemanusiaan yang merupakan hak setiap bangsa," tegasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masyarakat Diimbau Tak Mengamilkan Diri Kelola Zakat

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengelolaan Zakat, khususnya zakat fitrah di tengah-tengah masyarakat selama ini sering ditangani panitia yang dibentuk ketakmiran masjid atau mushalla di daerah masing-masing. Kepanitiaan tersebut menerima dan menyalurkan zakat dari masyarakat serta mengambil bagian amil dari zakat yang dikumpulkan.

Padahal jika dilihat dari sisi syari, kepanitiaan yang dibentuk selama ini belum memenuhi syarat untuk disebut sebagai amil. "Definisi amil itu adalah orang yang adil dan ditunjuk atau mendapatkan legalitas imam. Dalam konteks ini pemerintah, untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat," Kata Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Lampung KH Munawir, Kamis (23/6).

Masyarakat Diimbau Tak Mengamilkan Diri Kelola Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Diimbau Tak Mengamilkan Diri Kelola Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Diimbau Tak Mengamilkan Diri Kelola Zakat

Untuk masalah legalitas, saat ini pemerintah sudah membentuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang memiliki kewenangan untuk memberikan perizinan pembentukan amil.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Untuk membantu maksimalisasi pengolahan zakat, Baznas mengesahkan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang juga diberi kewenangan untuk mengesahkan Amil," tambahnya saat menjelaskan permasalahan seputar zakat pada Kegiatan Sosialisasi LAZISNU Kabupaten Pringsewu di Kecamatan Gadingrejo Pringsewu.

Jadi, menurutnya, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) yang sudah dibentuk di Kabupaten Pringsewu menjadi solusi untuk legalisasi Amil di kabupaten dengan motto jejama secancanan bersenyum manis ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, panitia-panitia yang biasanya dibentuk di masjid dan mushalla selama ini dapat meminta izin kepada LAZISNU untuk mendapat legalitas sehingga dapat secara sah menjadi amil dan berhak mengambil bagian dari zakat yang dikumpulkan.

Ia mengingatkan juga bahwa jika muzakki menyerahkan zakatnya kepada panitia yang belum memiliki legalitas, maka belum gugur kewajiban zakatnya sampai zakat itu benar-benar sampai kepada mustahiqnya.

"Namun jika zakat para muzakki diserahkan kepada amil yang sah maka begitu ia memberikan zakatnya kepada amil tersebut maka gugurlah kewajibannya dalam berzakat," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah