Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

NU Sudan Audiensi dengan Duta Besar Baru

Khartoum, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah . Sebuah rombongan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan yang terdiri dari beberapa jajaran tanfidziyah, mustasyar, dan para ketua lembaga PCINU Sudan, Sabtu (22/3), bersilaturahmi ke kediaman Burhanuddin yang sekarang menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea.

NU Sudan Audiensi dengan Duta Besar Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sudan Audiensi dengan Duta Besar Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sudan Audiensi dengan Duta Besar Baru

Dalam audiensi tersebut, Rais Syuriyah PCINU Sudan Ust. H. Auzai Mahfudz memperkenalkan organisasinya, termasuk hubungan bilateralnya dengan beberapa badan pemerintah setempat. Pada kesempatan yang sama Ketua PCINU Sudan Ust. Miftahul Munif memaparkan sejumlah kegiatan pihaknya, baik ilmiah ataupun kemasyarakatan yang berkaitan dengan mahasiswa dan para pekerja yang ada di Sudan.

Inti dari pertemuan yang dilaksanakan setelah Maghrib waktu setempat ini adalah pengenalan organisasi yang sudah berjalan hingga periode ke-14.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam hal ini Burhanuddin mengatakan bahwa kesan pertama terhadap PCINU Sudan adalah kagum. Ia menyampaikan beberapa poin kepada PCINU. Yaitu, karakter tawassuth yang diharapkan bisa selalu menengahi pelbagai problem masyarakat, baik di Sudan atau di Indonesia sendiri.

Burhanuddin juga mengingatan agar tidak terlalu betah atau berlama-lama tinggal di negara lain, karena negara sendiri sangat membutuhkan. Dan ketika menghadapi suatu masalah, ia juga berpesan supaya bisa bersikap secara bijak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terakhir ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada PCINU Sudan dan mengaharapkan supaya nanti bisa menjadi mitra yang baik bagi KBRI dalam bermasyarakat di Sudan. (Azim Aufaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 21 Februari 2018

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia

Dubai, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketegangan Muslim Sunni dengan Syiah adalah ancaman terbesar bagi keamanan dunia, kata menteri luar negeri Iran dalam tanggapan disiarkan pada Senin, dengan menuduh negara Arab Sunni "mengipasi api" sengketa aliran.

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia

Perang saudara semakin bersifat aliran di Suriah menyeret kekuatan kawasan dengan Iran -yang Syiah- mendukung Presiden Bashar Assad dan negara Sunni teluk Arab dan terutama Sunni Turki membantu pemberontak, lapor Reuters.

Kemelut itu mengancam meluas ke negara terbagi antara Sunni dengan Syiah, seperti, Lebanon dan Irak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketegangan aliran adalah ancaman keamanan paling tinggi, tidak hanya untuk kawasan itu, tapi untuk dunia pada umumnya, kata Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif kepada jaringan berita Inggris BBC.

"Saya pikir kita perlu memahami bahwa perpecahan aliran di dunia Islam adalah ancaman bagi kita semua," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Zarif, didikan Amerika Serikat dan mantan duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyeru kekuatan kawasan secara bersama menyelesaikan kemelut di Suriah.

Ia adalah tokoh dalam upaya Presiden Hassan Rouhani meredakan ketegangan Iran dengan dunia luar.

"Saya pikir, kita semua," katanya, "Terlepas dari perbedaan kita tentang Suriah, perlu bekerja sama pada masalah aliran."

Namun, kata BBC, tanpa menyebut langsung nama negara, Zarif menuduh pemimpin Arab Sunni "mengipasi api" kekerasan aliran.

"Urusan memicu ketakutan adalah urusan umum," katanya, "Seharusnya, tak seorang pun mencoba mengobarkan api kekerasan aliran. Kita harus menguasainya, mendekatinya, mencoba menghindari sengketa, yang akan merugikan keamanan semua orang." (antara/mukafi niam)

Foto: Huffingtonpost

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, RMI NU, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 09 Februari 2018

Alumni Pesantren Sarang dan Kajen Kembangkan Metode Baca Cepat Kitab Kuning

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah mengadakan pelatihan metode membaca kitab secara cepat dengan metode Al-Ikhtishor dan Al-Lubab di aula Kemenag Demak, Selasa (7/10). Sebanyak 100 perwakilan dari pengurus pesantren dan madrasah diniyah takmiliyah sekabupaten Demak mengikuti pelatihan metode yang dikembangkan alumni pesantren Mathaliul Falah dan Al-Anwar Sarang ini.

Alumni Pesantren Sarang dan Kajen Kembangkan Metode Baca Cepat Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Sarang dan Kajen Kembangkan Metode Baca Cepat Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Sarang dan Kajen Kembangkan Metode Baca Cepat Kitab Kuning

"Metode cepat membaca kitab kuning banyak. Sudah ada empat metode yang kita (Kemenag Kanwil Provinsi Jawa Tengah-red) fasilitasi. Ada metode Amtsilati, Ibtidai, Al-Lubab, dan Al-Ikhtisor. Ini merupakan solusi yang efektif bagi orang tua yang tidak punya banyak waktu untuk mendidik dan mengajari baca kitab anaknya," kata Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Jawa Tengah Mukhtasit, Selasa (7/10).

Sejalan dengan itu, belakangan ini muncul banyak metode cepat agar bisa memahami kitab kuning. "Kalau dulu perlu belajar sampai 10 tahun di pesantren, kini satu bulan cukup untuk bisa membaca kitab kuning," ujar Fakhrudin, pencetus metode Al-Lubab. Ini merupakan solusi atas minimnya waktu untuk mempelajari kitab kuning dengan panduan satu kitab Al-Lubab.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk Al-Ikhtishor sudah ada memiliki manajemen untuk mengembangkan metode ini. Di bawah naungan KH Nur Kholis, metode Al-Ikhtishor sudah berjalan selama empat tahun. Hanya dengan waktu dua bulan dalam waktu lima puluh jam sudah bisa membaca kitab gundul. Dengan pengajaran satu jam tiap harinya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kunci yang harus dipegang adalah tidak hanya hafal tapi teliti dan mau berpikir," ungkap kiai Amin Fauzan Badri selaku penulis kitab Al-Ikhtishor.

Kitab ini merupakan teori yang dilanjutkan praktik. Seseorang yang ingin menguasai kitab kuning harus praktik 3-6 bulan untuk kitab yang berkategori mudah seperti Fathul Qorib, kitab fikih Tahrir untuk menengah dan sulit untuk kitab gundul secara umum.

Metode Al-Ikhtishor, ibarat pisau, semakin sering digunakan semakin tajam. Tinggal bagaimana kita menggunakan pisau ini untuk kebutuhan kita dalam memahami kitab sebagai sumber ilmu pengetahuan. Selain itu, Semua kalangan bisa menggunakan metode ini dengan syarat bisa baca tulis latin (bahasa Indonesia) dan Arab.

Kegiatan ini merupakan respon atas keprihatinan pendidikan diniyah yang tak banyak mendapatkan perhatian dari para orang tua. Terlebih setelah dikeluarkannya Surat Edaran (SE) No. 420/006752/2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Jateng untuk melaksanakan lima hari sekolah tingkat SMA/SMK.

Ini merupakan kekhawatiaran tersendiri bagi eksistensi pendidikan diniyah di provinsi Jawa Tengah. Pasalnya, selama ini pendidikan diniyah banyak dilakukan siang/sore hari. Maka ilmu-ilmu keagamaan akan banyak dilupakan. Itulah hal yang yang dikhawatirkan Sholihin, Kabid PD Pontren Kemenag ? Jateng. (Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, Berita, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 07 Februari 2018

Kiai Bisri dan Ulama Jombang tentang Hormat Bendera Merah Putih

Ketika masyarakat menyimpan pertanyaan-pertanyaan yang dikaitkan dengan pandangan keagamaan, para ulama Nahdlatul Ulama selalu hadir memberikan jawaban dan sudut pandang. Seperti yang dilakukan para kiai Jombang. Mereka bahkan membuat forum musyawarah khusus, membahas berbagai persoalan, saling menyodorkan dalil, dan menjawab kegelisahan.

Dipimpin KH M Bisri Syansuri salah satu pendiri NU), para kiai Jombang tercatat beberapa kali mengadakan forum Musyawarah Ulama Jombang. Kegiatan ini dikoordinasi oleh Pengurus Imarah Masjid Jami Kauman Utara Jombang.

Kiai Bisri dan Ulama Jombang tentang Hormat Bendera Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Bisri dan Ulama Jombang tentang Hormat Bendera Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Bisri dan Ulama Jombang tentang Hormat Bendera Merah Putih

Hasil dari musyawarah itu terbit menjadi buku berjudul “Muqarrarâtus Syûrâ min ‘Ulamâ Jombang” (Keputusan Musyawarah Ulama Jombang) yang berisikan lima puluh masalah agama. Di antara masalah yang dijawab adalah soal hormat terhadap bendera merah putih yang jamak dilakukan di zaman itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menjawab tentang hormat bendera Merah Putih, tersebutlah dalam tanya jawab bernomor 17, sebagai berikut:

“Bagaimana hukum hormat bendera merah putih lambang negara RI sebagaimana yang berlaku ketika upacara bendera merah putih diadakan?”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jawaban:

Mengingat bahwa bendera sang merah putih sebagai lambang negara RI  itu merupakan suatu anugerah Allah yang diberikan kepada bangsa Indonesia, maka hukum menghormati bendera itu adalah boleh, sebab disamakan dengan diperbolehkannya mencium peti (tabut) yang diletakkan di atas maqam para wali untuk diambil barokahnya.

Keterangan dari kitab:

Hasyiah al-Bajury ala Syarh Ibn Qasim,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Buku Muqarrarâtus Syûrâ min ‘Ulamâ Jombang yang memuat jawaban tentang persoalan tersebut diterbitkan pada 15 April 1981 M/ 10 Jumadil Akhir 1401 H dan ditandatangani oleh Ketua Musyawarah Ulama Jombang KH Mahfudz Anwar dan sekretarisnya H Abd. Aziz Masyhuri.

Adapun para ulama Jombang itu adalah:

1. K.H. M. Bisri Syansuri

2. K.H. Adlan Aly

3. K.H. Mahfudz Anwar

4. K.H. Syansuri Badawy

5. K. Muhdlor

6. K.H. Mansur Anwar

7. K.H. Abdul Fattah Hasyim

8. K.H. Cholil

9. K.H. Syansun

(Yusuf Suharto)



* Dikutip dari buku Hasil Keputusan Bahtsul Masail PCNU Jombang 2002-2015 Disertai Muqorrorot Ulama Jombang 1981





Baca juga: Ketika Kiai Umar Mangkuyudan Ditanya perihal Hormat Bendera

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Nusantara, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Suluk Matan Turut Semarakkan Peringatan Haul Ke-567 Sunan Ampel

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peringatan haul ke-567 Sunan Ampel dimeriahkan salah satunya dengan acara Suluk Matan yang dilaksanakan selama dua hari, 21-22 Mei 2016, di gedung LPBA-MASA (Lembaga Pengajaran Bahasa Arab-Masjid Agung Sunan Ampel) Surabaya, Jawa Timur.

Matan merupakan singkatan dari Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mutabarah An-Nahdliyah (Matan), badan otonom Jam’iyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An-Nahdliyah (Jatman). Acara dihadiri sekitar 30 anggota dari berbagai daerah di Jawa Timur dan beberapa pelajar dari Malaysia.

Suluk Matan Turut Semarakkan Peringatan Haul Ke-567 Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)
Suluk Matan Turut Semarakkan Peringatan Haul Ke-567 Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)

Suluk Matan Turut Semarakkan Peringatan Haul Ke-567 Sunan Ampel

"Acara Suluk Matan memiliki tema ‘Mencerdaskan Akal, Memuliakan Hati’ yang memang baru pertama kali dilaksanakan di Surabaya sebagai jawaban atas beberapa keresahan kaum muda dan mahasiswa NU untuk memahami lebih jauh dunia thariqah," kata Ketua Panitia Suluk Matan Muhammad Zulfan Badrunaja dari Pesantren Nurul Khoir Wonorejo Rungkut Surabaya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua LPBA dan Ketua Yayasan Sunan Ampel Hifni Nawawi mendukung penuh kegiatan ini. Ia menilai acara yang menjadi rangkaian peringatan haul Sunan Ampel ini berkontribusi besar pada masyarakat dan NU untuk terus mengembangkan spiritualitas masyarakat melalui jalan thariqah.

Acara Suluk Matan diisi dengan pemaparan materi antara laian oleh KH Abdurrahman Navis (Ketua Aswaja NU Center Jatim) tentang ke-Aswaja-an, Wasith (Pengasuh Mahad Aly UIN Sunan Ampel) tentang sejarah Indonesia. Adapula materi kewirausahaan yang disampaikan? Hakim Jayli (Dirut TV9) dan Djohan dari PT Djarum. Sementara Abdulloh Hamid (Pengurus Pusat Matan) menyampaikan seputar organisasi Matan dan KH Zaid bin Muhammad (Muqaddam Thariqah Tijani Ampel Surabaya) menjelaskan tentang tarekat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tindak lanjut dari acara ini antara lain mmebangun kerja sama antara Matan dengan LPBA-MASA, PT Djarum, TV9, PWNU Jatim, dan berbagai pihak lainnya untuk mengadakan kegiatan rutinan Matan Surabaya, memperkuat paham Aswaja dan NKRI, serta membentuk kader-kader muda baru tarekat di area Surabaya dan Sidoarjo. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 03 Februari 2018

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab

Garut, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kabupaten Garut menerima kontestan perlombaan Video Tutorial Hijab berdurasi 1-5 menit. Panitia membuka perlombaan tutorial hijab untuk umum. Perlombaan ini diadakan untuk memeriahkan konferensi cabang VIII PCNU Garut pada Jumat-Ahad (30/1-1/2).

Dengan durasi 1-5 menit, peserta dapat menuangkan ide kreatifnya lalu merekam cara memakai hijab dengan model dan gaya yang bebas.

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab

Selain tidak dipungut biaya, perlombaan ini terbuka bagi umum tanpa batasan usia dan tanpa batasan daerah. Selain masyarakat Garut, siapa saja boleh mengikuti perlombaan ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemenang akan diumumkan pada Kamis (28/1) melalui website IPPNU Garut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Oleh karena itu saya mengundang seluruh kader IPPNU se-Indonesia bila ada yang akan mengikuti lomba tutorial hijab ini, karena ini diperuntukan bagi umum," ujar Ketua IPPNU Garut Nendah Nurlaeni.

Peserta yang akan mengikuti lomba ini dapat mengirimkan videonya ke alamat email pcippnu.garut@gmail.com dengan syarat dan ketentuan dapat dilihat di laman facebook fanpage PC IPNU IPPNU GARUT. Lomba ini berhadiah menarik bagi pemenangnya. (Nurul Fatonah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Pemurnian Aqidah, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 01 Februari 2018

HDKB Gelar Pengajian dan Sosialisasi Pilpres

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Himpunan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (HDKB) mengadakan pengajian dan sosialisasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Kegiatan tersebut diadakan di Dusun Medoro Desa Sumberharjo Kecamatan Sumberjo Kabupaten Bojonegoro, Rabu (25/6/2014).

Ketua HDKB Sanawi mengatakan, kegiatan pengajian umum ini dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, serta sosialisasi Pilpres karena mendekati pemilihan orang nomor satu di Indonesia.

HDKB Gelar Pengajian dan Sosialisasi Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
HDKB Gelar Pengajian dan Sosialisasi Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

HDKB Gelar Pengajian dan Sosialisasi Pilpres

"Menjadi ajang silaturrohim sesama dan juga memberikan pembelajaran terhadap mereka yang berkebutuhan khusus, karena juga mempunyai hak yang sama," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kegiatan tersebut selain dihadiri anggota HDKB dan masyarakat sekitar, juga dihadiri Kang Prabu Malopati sebagai ceramah dan perwakilan KPU maupun Panwaslu. Serta dihadiri pula pihak Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sumberrejo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ditambahkan, ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. Sehingga berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat kepada semuanya.

"Terima kasih kepada semuanya, sehingga kegiatan berjalan maksimal dan bermanfaat bagi semuanya," pungkasnya.

Tampak para anggota HDKB yang mempunyai kebutuhan khusus, nampak bersemangat dan khusu mengikuti kegiatan.[M. Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang

Bisa dihitung jari anak muda yang menggemari seni budaya, khususnya wayang. Satu di antaranya adalah Dandy Asghor Dawudi, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FIP Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng. Selain berselera melahap buku-buku pewayangan, Dandy –sapaan akrabnya, juga memiliki keahlian membuat wayang.

Ketertarikan Dandy terhadap wayang sejak tahun 2014 lalu ketika dia masih duduk di bangku STM (Sekolah Teknik Menengah). Dan jauh sebelum itu, pemuda kelahiran 24 Juni 1998 itu pernah menjadi anggota seni rakyat jaranan Raden Anom Dusun Bumiarjo Desa Gudo Jombang selama dua tahun.?

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang

Dandy mulai gemar membaca referensi buku-buku budaya Jawa dan sejenisnya hingga ia menemukan ketertarikan pada pewayangan. Wayang, menurut Dandy merupakan simbol-simbol budaya yang sastrawi dan sarat dengan nilai-nilai filosofis.

Wayang sendiri, ungkapnya, adalah ajaran. “Mulai dari agama, politik semua ada di wayang. Tata negara sampai tasawuf itu ada di wayang. Wayang itu cermin kehidupan, kehidupan kompleks ada di wayang.”

Dandy melanjutkan, dalam wayang semua itu menyatu. Sekarang ini ketika bicara tentang politik dipisahkan dengan nilai ketuhanan atau tanpa menyentuh Tuhan. Kalau dalam pewayangan ada Satrio pinandito sinisian wahyu. Maksudnya, seseorang berjuang (berpolitik) tidak karena kepentingan tertentu, tapi menjalankan tugas sebagai kholifah. Setiap langkahnya ada pertimbangan dengan Dewa (Tuhan). Ada keseimbangan spiritual dunia dan akhirat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau sekarang ini urusan politik ya untuk macul (demi kepentingan atau keuntungan, red) saja. Demi kekuasaan dan kepentingan belaka. Urusan dunia dan akhirat dipisahkan,” selorohnya.

Wayang juga, lanjut laki-laki bermata sipit ini, menjadi refleksi dalam kehidupan. Wayang sebenarnya simbol-simbol. Misalnya Arjuna itu simbol asmara. Arjuna kalau membunuh musuhnya, tidak pernah menusuk musuhnya. Butho melawan Arjuna pasti butho mati tertusuk kerisnya sendiri. Arjuna melawan angkara murka itu dengan cinta. “Sayangnya, sekarang wayang dianggap sekadar cerita, remeh dan tidak relevan dengan kehidupan sekarang ini,” tuturnya.

Wayang juga membawa Dandy memahami kearifan Wali Songo dalam membawa ajaran Islam di tanah Jawa, “Kata orang Jawa, Islam masuk ke Jawa itu artinya orang Jawa pulang pada dirinya sendiri. Orang Jawa sebelum masuknya Hindu dan Budha, sudah menemukan Tuhannya sendiri, bahwa alam semesta itu ada yang menciptakan, dan mereka memeluk kepercayaan Kapitayan. Wali Songo masuknya lewat aliran kepercayaan tersebut. Jadi, istilahnya bukan shalat, tapi sembahyang, itu adalah sembah hyang atau menyembah Tuhan. Tempat ibadah orang Jawa namanya sanggar pamujan, menjadi langgar, langgar yang kuno pasti ada bulatan kosong. Itu warisan dari Kapitayan,“ papar Dandy.

Sayangnya, sesal Dandy, saat ini budaya, termasuk wayang, fungsinya lebih banyak untuk kepentingan komersial. “Kalau di Jawa itu, ada keris, ada pedang, ada pacul. Keris itu integritas, inti ajaran, inti, watak, karakter. Kalau pedang itu kekuasaan dan politik. Kalau pacul itu alat mencari uang. Akan tetapi, saat ini keris juga difungsikan sebagai pacul, segala sesuatu dikomersilkan,” ungkapnya.

Selain mendalami pewayangan, Dandy juga memiliki keahlian membuat wayang. Keahliannya itu bermula ketika dia melihat salah satu tayangan di TV di mana ada salah seorang perajin wayang yang memanfaatkan kertas duplek untuk membuat wayang. Kertas duplek itu pengganti kulit yang tentu saja mahal harganya. Dandy yang tertarik wayang mulai mengikuti jejak dengan mulai menggambar atau membuat sketsanya. Tidak mudah membuat sketsa wayang, “Ngepaskan pas ndingkluknya (nunduknya, red) agak susah. Dan ketika membuat biasanya butuh ketenangan batin. Awalnya memang tidak bisa, mblendot-mblendot, lama-kelamaan menjadi bagus,” akunya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk bahan membuat wayang, Dandy membutuhkan kertas duplek, lem, tatak untuk nyungging yang terbuat dari paku dudur yang direnda. “Selama ini yang paling susah nyeketsanya,” katanya. Proses awalnya, kertas duplek disket dulu, lalu disatukan, trus disungging, dicari gapit, tangan dikasih sendi-sendi, kemudian jadi. “Kadang prosesnya butuh dua jam selesai, kadang bisa berhari-hari kalau lagi tidak tenang,” selorohnya sambil tertawa.

Dandy selama ini membuat wayang secara otodidak karena tidak ada komunitas yang bisa diikuti di Gudo. Sampai sekarang Dandy sudah membuat sekitar 20 wayang plus 3 gunungan. Dengan tokoh yang berbeda-beda, seperti Semar, Arjuna, Bratasena, Dewa Amral, Gatutkaca,dan lain sebagainya. (Robiah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Nusantara, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 07 Januari 2018

Pesantren Ini Syiarkan Agama dan Pesantren Lewat Teknologi

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Banyak cara dilakukan pesantren untuk mensyiarkan agama. Selain berdakwah secara langsung, juga bisa melalui dunia maya. Seperti yang dilakukan KH Hassan Ahsan Malik, salah satu generasi penerus kepemimpinan Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo.

Selama Ramadhan ini, di Pesantren Zainul Hasan Genggong ada lima kitab yang dikaji. Lima kitab itu berusaha dikhatamkan dalam 10 hari pertama Ramadhan. Diantaranya, kitab Minhâjul Abidin, Al-Ahâdîtsu Al-Tartîbi Ahrufil Hijâ’iyah, Risâlatul Hashnil Hashîn, Dalâ’ilul Khairât, dan Karâmâtus Shahâbah.

Pesantren Ini Syiarkan Agama dan Pesantren Lewat Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Ini Syiarkan Agama dan Pesantren Lewat Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Ini Syiarkan Agama dan Pesantren Lewat Teknologi

Lima jenis kitab itu masing-masing dikaji para pengasuh pesantren. Salah satunya oleh KH Hassan Ahsan Malik. Kali ini, pria yang akrab dipanggil Non Alex itu mengkaji kitab Karâmâtus Shahâbah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Melalui Biro Kominfo, Non Alex berusaha memperluas jaringan melalui dunia maya. Baik lewat media sosial maupun dengan mendirikan website. Melalui website ini, warga bisa mengakses beragam informasi tentang Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Selain lewat website, ada juga radio yang menyiarkan secara langsung setiap kegiatan yang digelar di pesantren. Termasuk, hataman kitab yang dikaji para pengasuh pesantren selama Ramadhan ini. “Banyak alumni yang meminta update perkembangan pesantren. Untuk menjawab pekembangan zaman dan makin majunya dunia teknologi, kami juga mendirikan website dan radio,” ujarnya.

Menurut Non Alex, dengan adanya website dan radio, pihaknya bisa makin mudah menyiarkan agama dan membumikan pesantren. “Kalau orang bosan membaca, bisa mendengarkan informasi pesantren melalui radio. Tujuannya, tetap demi syiar agama dan membumikan pesantren,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 06 Januari 2018

Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Bahaya narkoba menjadi perhatian serius Pimpinan Cabang Muslimat NU Jombang. Perhatian itu diwujudkan dengan membentuk Laskar Perempuan Antinarkoba hingga pelosok desa.

Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jombang Hj Mundjidah Wahab mengatakan, bahaya narkoba sudah sangat mengkhawatirkan bagi generasi anak bangsa. Karenanya Muslimat meminta kaum ibu untuk mendampingi dan mengawasi perilaku anak dan masyarakat sekitar.

Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa

"Kita kaum Muslimat NU yang berada di desa-desa harus bergerak, membentengi anak anak kita dan masyarakat kita," tuturnya saat pengukuhan Laskar Perempuan Antinarkoba di Desa Sentul Tembelang, Ahad (31/7).

Dikatakan Mundjidah yang juga Wakil Bupati Jombang ini, peredaran narkoba sudah sangat mengancam genaerasi bangsa. Tidak hanya di perkotaan, barang haram ini juga menyasar pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Peredaran narkoba sudah menjadi bencana, butuh aksi dan peran semua pihak untuk memerangi. Termasuk kita kaum ibu yang lebih dekat dengan anak anak," tandasnya.

Masih menurut Mundjidah, Lakar Perempuan Antinarkoba dibentuk PC Muslimat NU Jombang hingga pimpinan ranting yang ada di desa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Masing masing Ranting ada sebanyak 5 orang, dan sejak dideklarasikan bulan lalu oleh Ketua PP Muslimat Ibu Khofifah, di Jombang sudah terbentuk di dua kecamatan yakni PAC Muslimat Perak dan PAC Tembelang," bebernya.

Dengan telah dikukuhkannya Laskar Perempuan Antinarkoba ini, lanjut putri pendiri NU KH Wahab Hasbullah ini, perempuan Muslimat NU berperan aktif bekerja sama dengan tiga pilar, Kepala Desa, Babinkabtibmas dan Babinsa memberantas narkoba.

"Muslimat harus aktif baik melalui pengajian, arisan maupun kegiatan lainnya dalam mensosialisasikan, mengawasi dan juga melakukan penyuluhan bahaya narkoba di sekitar kita," pintanya.

Hadir dalam pengukuhan lskar oleh PAC Muslimat NU Tembelang yang dibarengkan dengan pengajian halal bihalal dihadiri Camat Wor Windari, Kapolsek, dan Komandan Koramil serta kepala desa. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Santri, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 04 Januari 2018

PKD dan Diklatsar Tambah 100 Kader Baru Banser untuk GP Ansor Pasaman Barat

Pasaman Barat, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sebanyak 100 orang anggota GP Ansor Pasaman Barat yang dinyatakan lulus mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menyatakan siap berjuang membela keutuhan NKRI dan menebarkan Islam rahmatan lilalamin di Kabupaten Pasaman Barat.

Ansor yang berpahamkan Islam Ahlussunnah Waljamaah diminta tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab yang menebarkan kebencian di tengah masyarakat. Apalagi pihak yang selalu mengatasnamakan agama dalam melakukan tindakan kekerasan.

PKD dan Diklatsar Tambah 100 Kader Baru Banser untuk GP Ansor Pasaman Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
PKD dan Diklatsar Tambah 100 Kader Baru Banser untuk GP Ansor Pasaman Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

PKD dan Diklatsar Tambah 100 Kader Baru Banser untuk GP Ansor Pasaman Barat

Pernyataan tersebut disampaikan peserta PKD Ansor dan Diklatsar pada penutupan, Ahad (26/11) dini hari bertempat di Kampung Duo Mahakarya Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penutupan dihadiri Ketua GP Ansor Kabupaten Pasaman Barat Djafrinal Effendi dan tokoh masyarakat setempat. Tampil sebagai narasumber Sekretaris GP Ansor Sumbar Arianto, Satkorwil Banser Sumbar Hafnizon. Kegiatan yang berlangsung sejak Jumat (24/11) diikuti 100 orang peserta.

Wakil Ketua GP Ansor Sumbar Nafriandi Tuanku Mursyidul Ummah yang menutup PKD Ansor dan Diklatsar Banser menegaskan, kader Ansor harus menjadi penjaga dan pengawal paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat. "Harus diakui, belakangan ini makin banyak pihak yang menyerang dan merongrong Islam Ahlussunnah wal Jamaah," kata Nafriandi alumni Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan Kabupaten Padang Pariaman ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mengatakan, kader Ansor harus terus memperkuat kerukunan kehidupan beragama di tengah menguatnya politik identitas di Sumatera Barat. GP Ansor diminta tetap konsisten menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Menurut Nafriandi, marak dan makin gencarnya upaya yang dilakukan oleh kelompok radikal belakangan ini, maka kader Ansor jangan mudah terpancing untuk melakukan aksi balasan. Terutama membaca informasi yang beredar di media sosial yang seolah-olah menyudutkan Ansor maupun pihak tertentu.

Sudah cukup banyak bukti yang beredar di media sosial (facebook, WA, dan lain-lain), kata Nafriandi, yang menyudutkan Ansor. Ansor yang dituding melakukan pembubaran sebuah pengajian. Padahal, pengajian yang dimaksud membicarakan bukan untuk meningkatkan keimanan, melainkan bagaimana NKRI dirongrong dengan ideologi yang lain.

"Bagi Ansor, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI  dan UUD 1945 sudah final di Indonesia. NU yang pada tahun 1936 di Banjarmasin sudah mengeluarkan sikap bahwa jika Indonesia merdeka, maka bentuk negara adalah negara kebangsaan, bukan negara syariah (Islam). Artinya, jauh sebelum Indonesia merdeka, NU sudah memperbincangkan bentuk negara Indonesia," kata Nafriandi, alumni sekolah pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Ketua GP Ansor Kabupaten Pasaman Barat Djafrinal Effendi menyebutkan, ini merupakan PKD ke-4 dan Diklatsar ke-3 yang dilaksanakan di Pasaman Barat. "Dari PKD dan Diklatsar tersebut, sudah ada sekitar 800 kader Ansor di Pasaman Barat. Insyaallah kita akan terus mengajak generasi muda bergabung dengan Ansor," kata Djafrinal, mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumbar ini. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 29 Desember 2017

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara memeriahkan Lebaran Ketupat dengan Karnaval Pesta Syawalan (KPS) dilaksanakan Senin (04/8) pagi.?

Kegiatan yang diikuti 6 tim, 5 IPNU-IPPNU Ranting dan 1 Remaja Masjid start dari pendopo kecamatan Kalinyamatan dan finish gedung MWCNU Kalinyamatan.?

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)
Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Ahmad Alimul Hasan, ketua panitia menyatakan kegiatan bertujuan melestarikan budaya Islam di Indonesia. Disamping itu, Hasan menyampaikan sebagai wahana silaturrahim sesama Muslim, utamanya IPNU-IPPNU.?

“Momen ini menjadi wahana silaturrahim IPNU-IPPNU baik Ranting, PAC dan PC. Juga dengan sesama banom NU di kecamatan Kalinyamatan,” jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari silaturrahim tersebut kegiatan juga menjadi nuansa baru sekaligus hiburan positif baik untuk kader IPNU-IPPNU maupun khalayak luas.?

Ketua PAC IPNU Kalinyamatan, Rifqi Septian Prayogo menambahkan kegiatan untuk melestarikan program kerja. Rifqi menyebutkan sesuai dengan tema yang diusung Pelajar Hijau Peduli Palestina—pihaknya mengungkapkan hal tersebut sebagai bentuk kepedulian IPNU-IPPNU terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hal senada disampaikan Nur Faizin. Salah satu dewan juri tersebut menilai kegiatan menjadi menarik karena sesuai dengan kondisi kekinian.?

“Ini adalah bentuk kepedulian pelajar NU terhadap bencana yang terjadi di Palestina,” paparnya.?

Setelah proses penjurian yang diketuai Muhammad Khoironi memutuskan Juara I diraih PR IPNU-IPPNU Sendang dengan 7.445 disusul PR Kriyan dengan nilai 7.353 dan juara III PR Banyuputih dengan skor 7.155. Juara mendapat piala dan bingkisan dari panitia. (syaiful mustaqim/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 04 Desember 2017

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Tidak ada orang baik tanpa masa lalu dan tidak ada orang jahat tanpa masa depan. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memperbaiki dirinya. Oleh karena itu, belajarlah untuk selalu berpikir positif dan selalu berprasangka yang baik kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri ketika memberikan tausiyah dalam kegiatan halal bihalal yang digelar Pemkab Probolinggo antara Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di auditorium Kantor Bupati Probolinggo, Senin (3/7) siang.

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah

“Usahakan bergaul dengan orang-orang terbaik dan pilihan. Sikap mental dan kepribadian seseorang dipengaruhi kuat oleh pergaulan. Jangan percaya ada orang sukses tanpa dukungan sahabat-sahabatnya. Link network orang-orang terbaik dan pilihan,” katanya.

Menurut Gus Ali, kisah orang-orang sukses pasti ada wanita hebat dibaliknya (siapa ibu yang melahirkan dan siapa istri yang mendampinginya). “Bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Di balik peristiwa pasti ada hikmah. Orang yang tidak mampu berpikir positif pasti ada sesuatu yang hilang dalam dirinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Gus Ali mengajak ribuan ASN untuk membaca Surat Luqman yang artinya dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia karena sombong. Sesungguhnya Allah tidak senang orang yang sombong.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ada juga tafsir Ibnu Katsir yang berbunyi, jangan palingkan wajahmu. Hargai lawan bicaramu. Ciptakan suasana akrab penuh kekeluargaan. Jangan percaya orang sukses jadi pemimpin kalau komunikasinya jelek,” terangnya.

Gus Ali menerangkan bahwa prinsip dakwah adalah merangkul bukan memukul, mengobati bukan menyakiti dan mencari kawan bukan mencari lawan. Untuk berpikir positif maka kita harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mari berfikir positif, aku bisa, aku bahagia, aku sukses, aku cerdas dan aku kaya. Insya Allah menjadi kenyataan, modalnya berpikir positif dan berbaik sangka kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita semua bisa sukses dengan segala kelebihan masing-masing, melengkapi bukan menjatuhkan,” pungkasnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari menerangkan bahwa selama 10 hari lamanya para ASN menikmati libur cuti lebaran dan disibukkan dengan silaturahim dengan keluarga. Oleh karena itu, hendaknya disempatkan minimal setahun sekali untuk bersilaturahim.

“Bekerja dan berkoordinasi dengan teman kerja satu kantor, lintas kantor dan lintas instansi tentunya kita tidak akan pernah luput dari kesalahan dan kekurangan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin tali silaturahim dengan semua yang mendukung dan mensupport sehingga menjadi karyawan dan karyawati serta pelayaan rakyat yang lebih baik,” terangnya.

Tantri mengharapkan agar momentum ini menjadi cambukan semangat untuk menjadi yang jauh lebih baik dan amanah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Terlebih selama selama bulan suci Ramadhan kita ditempa akhlak sehingga menjadi pelayan rakyat yang lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan halal bihalal ini dihadiri oleh Wakil Bupati Probolinggo H Timbul Prihanjoko, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin dan jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 01 Desember 2017

Banser Mojoagung-SMK NU Kerja Sama

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Peran Banser Ansor Serbaguna (Banser) kian meningkat, hingga juga merambah dalam peran penting di dunia pendidikan. Seperti halnya sejumlah Banser Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang juga ikut andil dalam pengawasan siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Unggulan Nahdlatul Ulama (NU) setempat.

Keikutsertaan dalam peran penting tersebut, ditandai dengan penyerahan MoU antarkedua belah pihak (Ketua PAC GP Ansor Mojoagung Zahidi dan Kepala Sekolah) yang disaksikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto pada pekan ini.

Banser Mojoagung-SMK NU Kerja Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Mojoagung-SMK NU Kerja Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Mojoagung-SMK NU Kerja Sama

Zahidi mengungkapkan bahwa Banser dan SMK NU sudah semestinya menjalin kerja sama yang baik dalam membesarkan NU di dunia pendidikan. Termasuk bimbingan atau pengawasan terhadap siswa dalam setiap tindak yang dinilai tidak baik, misalnya bolos saat jam sekolah berlangsung tanpa ada keterangan yang jelas.

Dengan MoU itu, dimana pun anggota Banser bekerja, jika melihat siswa SMK NU keluyuran saat jam sekolah, diminta untuk menanyai dan mencatat identitasnya kemudian melaporkan ke sekolah. "Banser dan siswa SMK NU ini sama-sama dalam naungan NU. Jadi pasti kita amankan," kata Zahidi. Rabu (27/7/2016).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

MoU ini sebagai rangsangan, bentuk kepedulian terhadap madrasah/ institusi pendidikan dan komitmen untuk bersama-sama membangun dan membina anak muda generasi bangsa ini menjadi generasi yang berintegritas baik dan berprestasi atas potensi yang dimiliki.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu secara terpisah, H Zulfikar mengimbau agar peran tersebut juga bisa diterapkan di luar jam pelajaran, mengingat saat ini banyak anak muda yang salah dalam pergaulan sehingga terjerumus pada pergaulan bebas (free sex) atau pengaruh miras dan narkoba.

"Saya pikir pengawasan kepada peserta didik atau siswa siswi ini tidak hanya di lingkungan sekolah saja, perkembangan di luar sekolah juga harus menjadi perhatian," ujarnya.

Namun demikian H Zulfikar sangat mengapresiasi terhadap pengambilan peran tersebut. Ia berharap bisa demikian itu dapat dicontoh Banser dan Ansor yang lain. Sinergi ini penuh kemanfaatan dan kemaslahatan bagi Ansor maupun SMK NU. Mudah-mudahan bisa ditiru yang lain, ucapnya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, IMNU, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 05 November 2017

Kunjungi Kiai Sepuh Indramayu, Menkopolhukam dan Kapolri Singgung Masalah Kekerasaan dan Narkoba

Indramayu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Jendral (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, dan Kapolri Jendral Badrodin Haiti mengunjungi kiai sepuh NU Jawa Barat, KH Afandi Abdul Muin Syafii, di Pondok Pesantren Asy-Syafiiyyah, Kedungwungu, Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jumat (24/6) sore.

Abah Afandi, demikian biasa disapa, sekarang ini berusia 78 tahun merupakan salah satu santri pesantren Tebuireng Jombang era KH Hasyim Asyari dan Pesantren Tambakberas Jombang era KH Wahab Hasbullah.

Kunjungi Kiai Sepuh Indramayu, Menkopolhukam dan Kapolri Singgung Masalah Kekerasaan dan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Kiai Sepuh Indramayu, Menkopolhukam dan Kapolri Singgung Masalah Kekerasaan dan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Kiai Sepuh Indramayu, Menkopolhukam dan Kapolri Singgung Masalah Kekerasaan dan Narkoba

Dalam kesempatan itu, Kapolri meminta semua pihak untuk tidak melakukan kekerasan dengan dalih apapun, apalagi kekerasan atas nama agama. Menurutnya, kekerasan tidak dibenarkan karena bertentangan dengan agama maupun konstitusi negara.?

“Jika kekerasan dibiarkan, maka secara perlahan bisa memunculkan perang saudara di Indonesia, seperti yang marak terjadi di negara-negara bagian Arab," tuturnya.

Sementara itu, Menkopolhukam Luhut B Pandjaitan memuji peran pesantren dalam menjaga moralitas bangsa."Tanpa adanya pondok pesantren di berbagai belahan Indonesia, moralitas bangsa ini sudah hancur. Selama ini pondok pesantren sangat punya peran besar dalam menyelamatkan berbagai moralitas bangsa Indonesia, tak terkecuali dari ancaman bahaya penyalahgunaan Narkoba," kata Luhut.

Di Indonesia, lanjutnya, ? setiap hari hampir 30-40 orang mati sia- sia akibat penyalahgunaan Narkoba, maka peran aktif pesantren dalam melindungi generasi muda bangsa ini sangat signifikan dan tidak bisa dipungkiri.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Ahmad Najib Afandi, putra Abah Afandi mengapresiasi Itikad baik para pejabat yang ? mengajak para ulama untuk bekerja sama membangun bangsa Indonesia.

"Persatuan pejabat dan ulama adalah salah satu pilar kekuatan pokok untuk membangun bangsa", tutur pria yang akrab disapa Gus Najib itu.

Pesantren Asy-Syafiiyyah adalah salah satu pesantren tertua di Indramayu, berdiri pada tahun 1959 M. Meski terdapat di desa terpencil, namun sejumlah pejabat tinggi negara banyak yang berkunjung, termasuk Presiden RI ke-4 KH Abdurrhaman Wahid. (Abdul/Zunus)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Pertandingan, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 06 Juli 2017

Ini Alasan Nabi Mendirikan Madinah, Bukan Negara Islam

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj menjelaskan, makna kata tsaqofah adalah kemajuan di bidang intelektual. Sementara, kemajuan di bidang kehidupan disebut dengan hadloroh. Sedangkan, kemajuan di bidang intelektual dan juga di bidang kehidupan disebut dengan istilah mutamaddin atau madinah.

Ini Alasan Nabi Mendirikan Madinah, Bukan Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan Nabi Mendirikan Madinah, Bukan Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan Nabi Mendirikan Madinah, Bukan Negara Islam

“Jadi madinah itu artinya negara yang masyarakatnya modern, sejahtera, intelek, berbudaya, bermartabat, dan bergengsi. Itu namanya madinah,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara Sarasehan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman Indonesia yang diselenggarakan HPN dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) di Jakarta, Kamis (6/4).

Lanjut Kiai Said, itulah alasan kenapa Nabi Muhammad membangun sebuah kota dan menyebutkan dengan nama Negara Madinah. “Bukan negara Islam, bukan negara Arab, bukan negara agama,” tegasnya.

Di dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Kiai Said selalu mengkritik dengan tegas kelompok-kelompok yang ingin mengganti ideologi negara Indonesia dengan ideologi agama tertentu.?

Menurutnya, Pancasila adalah bentuk final dari kesepakatan yang ditelah dibuat oleh para pendiri bangsa ini dan berfungsi sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang beragam. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 27 Juni 2017

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. AM Fatwa, salah satu politisi senior menuturkan, salah satu kepribadian KH Idham Chalid yang layak diteladani adalah kebiasaannya bersilaturrahmi dengan para kiai dan ummat.

“Beliau memiliki tradisi bersilaturrahmi yang sangat baik, setiap minggu berkeliling menemui para kiai. Ini persamaan beliau dengan Gus Dur,” katanya ketika melayat ke rumah duka di Cipete, Jakarta, Senin.

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani

Fatwa mengaku telah mengenal Idham Chalid sejak tahun 60-an. Ia menilai silaturrahmi yang dilakukannya juga menjadi salah satu kekuatan politiknya. “Beliau tak pakai teori politik macam-macam, tetapi dekat dengan kultur,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepada para tamunya, baik para ulama atau orang biasa yang datang dari luar Jakarta untuk berkunjung ke rumahnya juga selalu disambut dengan baik. “Beliau melayani kebutuhan umat yang jauh, selalu memberi kenangan apa adanya, meskipun nilainya kecil, tetapi sangat berarti buat mereka,” terangnya.

Tradisi seperti inilah yang sudah jarang terlihat dikalangan para tokoh umat dan partai berbasis Islam saat ini yang sudah bersikap birokratis terhadap tamu-tamu. “Beliau tak mempersulit menerima tamu, mereka yang datang selalu memberi informasi yang baik atau buruk, semuanya ada manfaatnya,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang jelas, kemampuannya menjadi ketua umum PBNU selama 28 tahun menunjukkan kematangannya dalam berpolitik dan tak banyak orang yang mampu melakukannya.

"Beliau layaknya air, yang menjadi sumber kehidupan, sekaligus lentur, mampu menyesuaikan diri, tapi bukan berarti tidak punya pendirian, karena air juga memiliki kekuatan dahsyat," katanya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, Pesantren, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 16 Juni 2017

MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menyadari kian cepatnya arus informasi yang diterima masyarakat, membuat Madrasah Tsanawiyah Ismaillyyah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah berbenah. Di antaranya dengan mengembangkan model dakwah lewat dunia maya dengan meluncurkan portal website resmi MTs Ismailiyyah Nalumsari Jepara, yang beralamatkan di www.mtsismailiyyahnalumsari.sch.id. Website ini resmi dilaunching pada Kamis (2/6) lalu.

Kepala MTs Ismailliyyah, Sholeh Al-Jufri mengatakan, peluncuran media dakwah dinilai sangat penting bagi perkembangan madrasah. Sebab, saat ini sudah masuk era informasi dan gempuran infomasi global sudah tidak dapat terbendung lagi.

MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya

”Melalui media online ini, diharapkan dapat menjadi wadah dan sumber informasi siswa dan masyrakat,” terang Sholeh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menjelaskan, media tersebut juga untuk keaktifan siswa dalam berdakwah dan berkreasi. “Selain itu, siswa bisa menyalurkan kreativitas tulis menulisnya melalui media dan dapat menjadi salah satu referensi informasi bagi mereka,” lanjutnya.

Sholeh mengatakan, selain dapat dimanfaatkan siswa, diharapkan media tersebut juga bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi wali siswa. Pasalnya dalam media website juga disediakan berbagai infomasi mengenai sekolah, perkembangan siswa dan kegiatan yang digelar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Jadi orang tua atau wali murid juga bisa mengetahui apa kegiatan yang ada di sekolah dan anaknya aktif di mana. Itu nanti bisa dilihat di website,” jelasnya.

Dia menambahkan, adanya media tersebut juga melengkapi program terapan yang selama ini menjadi orientasi pihak madrasah. Sebab selama ini banyak kegiatan yang sifatnya menerapkan ilmu yang diberikan kepada siswa.

”Baik ilmu pengetahuan umum maupun agama seperti ziarah, hafalan ayat? Alquran dan shalat sunah,” katanya.

Selain melalui media internet, dakwah yang dikembangkan oleh MTs Ismailiyyah Nalulmsari Jepara ini juga melalui majalah yang diterbitkan tiap tahun oleh OSIS MTs Ismailiyyah. Majalah yang dibenari nama MAJLIS ini merupakan wahana ekspresi siswa, dimana bakat? jurnalistik yang ada pada siswa siswi MTs Ismailiyyah dapat tersalurkan.? Budaya menulis yang tertanam sejak lama, kini mempunyai wadah yang khusus untuk menuangkan ide-ide kreatif tersebut. (Kharis Teha/Mahbib) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Halaqoh, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 15 April 2017

Cegah Banjir, Daerah Ini Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Talud

Magelang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Prioritas penggunaan dana desa di bidang infrastruktur terus dimanfaatkan untuk pembangunan desa, salah satunya upaya pencegahan banjir dan longsor dalam menghadapi musim penghujan melalui pembangunan talut.

Hal ini diungkakan Kepala Desa Ngadirejo, Kecamatan Secang, Magelang, Zainal Mustofa, saat menerima kunjungan tim Jelajah Desa Nusantara (JDN) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. "Pembangunan talut ini sudah berdasarkan musyawarah desa (Musdes) yang rutin berjalan," ujar Zainal.

Cegah Banjir, Daerah Ini Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Talud (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Banjir, Daerah Ini Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Talud (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Banjir, Daerah Ini Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Talud

Demi melakukan pembangunan talut secara merata, Zainal mengaku Dana Desa tahun 2015 dibagi secara merata di 5 dusun. "Dana desa ini kami bagi ke 5 dusun. Setiap dusun mendapatkan alokasi dana sebesar 40 juta," terangnya.

Kades Ngadirejo menyatakan bahwa pembangunan talut sepanjang 120 meter dan tinggi 1,5 - 3 meter yang menjadi salah satu program penggunaan dana desa dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat setempat.

"Seperti amanah Menteri Desa Marwan Jafar, proyek ini dikerjakan oleh masyarakat secara padat karya atau swakelola," sebut Zainal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih jauh, Zainal menjelaskan, penggunaan dana desa untuk membangun talud itu sesuai dengan hasil musyawarah masyarakat desa (musdes). "Pengerjaannya juga dilakukan secara swadaya oleh masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan penyaluran dana desa tahap pertama di Kabupaten Magelang tahun ini baru 50% atau sekitar Rp113 miliar dari total anggaran Rp226 miliar. Dana desa tersebut telah disalurkan kepada 210 desa dari total 367 desa.?

"Penyaluran sedikit tersendat karena ada desa-desa yang belum memenuhi ketentuan sehingga pencairan dana desa belum bisa dilakukan. Itulah salah satu alasannya kenapa baru bisa 50% karena ada desa-desa yang belum memenuhi ketentuan yang ada," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penyaluran dana desa tahun ini dilakukan dalam dua termin. Kementerian Keuangan telah menyalurkan Dana Desa pada tahap pertama sebesar 60% mulai Maret lalu. Sisa 40% Dana Desa akan disalurkan pada Agustus 2016. Zaenal menjanjikan penyaluran dana desa di Kabupaten Magelang akan selesai pada November 2016.

Untuk Dana Desa di Kabupaten Magelang, lanjut Zainal, pihaknya mendapatkan kenaikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar 91% dari anggaran tahun sebelumnya yang hanya Rp118 miliar. "Untuk Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai Rp124 miliar," urainya.

Seperti diketahui, alokasi Dana Desa pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar Rp46,9 triliun yang akan disalurkan kepada 74.754 desa. Setiap desa akan mendapatkan Rp600 juta hingga Rp800 juta. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Nusantara, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 05 Agustus 2015

STAINU Temanggung Akan Bertransformasi Jadi Universitas

Temanggung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung, Jawa Tengah, dalam waktu dekat akan bertransformasi berubah menjadi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu).

Rencana ini terungkap dalam acara wisuda sarjana program strata satu angkatan XXI STAINU Temanggung tahun akademik 2015-2016 di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, Selasa (9/2).

STAINU Temanggung Akan Bertransformasi Jadi Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Temanggung Akan Bertransformasi Jadi Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Temanggung Akan Bertransformasi Jadi Universitas

"Ke depannya kita akan berencana menjadi Unisnu. Ini sudah ada langkah-langkah ke sana. Bagaimana STAINU ini akan berubah menjadi universitas Nahdlatul Ulama, langkah-langkah perencanaannya sudah ada," kata Rohadi, ketua panitia wisuda kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah saat dihubungi usai acara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pembantu ketua III STAINU Temanggung yang baru saja habis masa baktinya tersebut menambahkan bahwa STAINU Temanggung juga telah mengagendakan pembangunan rusunawa bagi mahasisiwa yang nantinya akan difokuskan untuk pembinaan pembelajaran bahasa, khususnya bahasa Inggris dan Arab.

Senada? dengan Rohadi, guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi dalam orasi ilmiahnya juga menyinggung perlunya STAINU agar melengkapi dengan adanya fasilitas Rusunawa. "Di samping itu, perlu digalakkan tradisi menulis untuk mahasiswa guna mengembangkan kemampuan akademiknya," imbuh alumnus pesantren Tremas ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tahun ini STAINU Temanggung mewisuda 53 mahasiswa. Mereka berasal dari dua program studi yaitu Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah) dan Ahwal al-Syakhshiyyah (Syariah). Dua prodi yang dimiliki STAINU Temanggung tersebut telah terakreditasi B.

Kampus STAINU Temanggung yang terletak di Jalan Suwandu Suwardi ini telah menambahkan program studi baru, yaitu Menejemen Pendidikan Islam yang saat ini belum mengeluarkan alumni. Juga tengah merintis jurusan Ekonomi Islam yang dalam waktu dekat direncanakan bisa dibuka.

STAINU Temanggung sudah berdiri dan beroperasi sejak 1969, saat itu bernama Fakultas Hukum Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU) yang pembukaanya diresmikan oleh dekan FHI UNNU Surakarta kala itu, yaitu KH. Zubair. (M. Haromain/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah