Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Ini Makna Lambang NU Afganistan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lima bintang, satu bintang besar di atas dan empat kecil di kanan dan kiri bola dunia dalam lambang NU Afganistan mempunyai dua makna. Pertama, lima bintang itu mencerminkan rukun Islam yang lima: syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji.

Ini Makna Lambang NU Afganistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Makna Lambang NU Afganistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Makna Lambang NU Afganistan

“5 stars One Big and 4 small are put for two meaning, The five Pillars of Islam 1. Tauhid 2. Salah (5 prayer) 3. Sawm (Ramadhan) 4. Zakah (Charity) 5. Hajj,” kata Fazal Ghani Kakar, Program Coordinator NECDO kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Sabtu (14/6) melalui pihak kedutaan besar Indonesia di Afganistan.

NEDCO atau Noor Educational and Capacity Development Organization adalah pihak yang memfasilitasi pertemuan sejumlah ulama Afganistan di Kabul pada 5 Mei 2014 lalu. 20 perwakilan ulama yang berasal dari propinsi Maidan Wardak, Propinsi Pansjir, Kota Kabul, Propinsi Parwan dan beberapa Ulama dari Propinsi Jalalabad dalam pertemuan itu sepakat membentuk organisasi Nahdlatul Ulama seperti Indonesia, namun disesuaikan dengan situasi dan aturan resmi pemerintah Afganistan serta mempunyai lambang tersendiri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Makna lain dari lima bintang: Satu bintang besar melambangkan Nabi Muhammad SAW. Sementara empat bintang kecil lainnya melambangkan empat sahabat Nabi (khulafa’ur rasyidin) Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Dengan demikian lima bintang itu sekaligus melambangkan Ahlussunnah wal Jamaah, atau jamaah yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW dan semua sahabatnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gambar mihrab dan mimbar di tengah bola dunia, atau tepat di tengah peta negara Afganistan menunjukkan ciri khas Islam sekaligus menyimbolkan dakwah dengan cara damai. “Afghan Map in the middle of the glob represents the Afghan Ulama, there is Mihrab and Minbar and minarets represents the Islamic values and the Dawah through peaceful means,” demikian Fazal Ghani Kakar.

Adapun warna dasar hijau dalam lambang itu menunjukkan kemakmuran. Lalu hadits “Ulama adalah Pewaris Nabi” dimaksudkan untuk mengingatkan para ulama mengenai posisi dan tanggung jawab kepada umat. Sementara dahan zaitun yang menopang bola dunia melambangkan pesan perdamaian.

Lambang Nahdlatul Ulama Afganistan atau NUA juga mewadahi dua bahasa nasional setempat, tercermin dari dua abjad yang disertakan yakni “Pashot” dan “Dari”. Lalu dua tahun yang tertulis menunjukkan tahun berdirinya NU sekaligus dua sistem penanggalan yang berlaku: 1393 (kalender Matahari/Syamsiyah) dan 1435 (kalender bulan/qamariyah). –Dua-duanya dihitung dari hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah: Red)

Satu lagi lafadz "Bismillahirrahmanir rahim" yang tertulis dalam lambang NU Afganistan menunjukkan kalimat pembuka yang menunjukkan niat dan keseriusan ulama setempat dalam mendirikan organisasi, dalam rangka menjalankan perintah agama.

“Bismillah is written on the Afghan map obeying the Hadith of “Kolo Amren Zibalen Lam Yabdaa Be Ismillah-e- Fa Howa Aqtaa,” demikian Fazal Ghani.

Ditambahkan, saat ini Nahdlatul Ulama Afganistan sedang dalam proses legalisasi oleh kementerian hukum setempat dan akan dideklarasikan dalam waktu dekat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 13 Februari 2018

Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni mengimbau agar ibadah haji dilakukan hanya sekali seumur hidup sesuai dengan kewajiban setiap umat Islam. Menurut dia, naik haji berkali-kali bisa memunculkan perasaan sombong atau riya.



Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja

"Saya khawatir surganya kelewatan. Karena tiap tahun dilakukan terkesan angkuh dan sombong. Kita lihat seperti pembuktian terhadap tetangga," kata kata Menag pada evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1427 H di Jakarta, Ahad (11/3).

Walau demikian, Maftuh menambahkan ada pihak-pihak yang diperbolehkan naik haji berkali-kali. Contohnya adalah petugas haji, muhrim dan undangan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Petugas memang kita prioritaskan bagi yang pernah. Sebab kalau belum kan kurang pengalaman. Sedang muhrim itu misalnya suami isteri sudah naik haji, tapi lalu suaminya pergi lagi bersama anaknya. Lalu saya tidak bisa melarang kalau ada yang mengundang. Itu hak tuan rumah," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Maftuh, kewajiban haji hanya sekali, bila dilakukan berkali-kali maka hukumnya adalah sunnah. Oleh karena itu, Maftuh ia bermaksud mengubah interpretasi tentang ibadah haji dengan mengeluarkan himbauan agar tidak perlu naik haji setiap tahunnya.

Ditambahkan, pihaknya berupaya untuk meningkatan pelayanan terhadap jamaah haji pada musim haji tahun 1428 Hijriyah atau 2007. Karena itu persiapan haji berikutnya akan lebih matang dan mengusahakan kenyamanan jamaah.

Menag tidak ingin kasus kelaparan jamaah di Arafah dan Mina terulang lagi. “Semua akan dibenahi, sehingga tidak terjerumus untuk kedua kalinya,” katanya.

Langkah awal yang diambil lanjut Menag, adalah mengecek dan mempersiapkan perumahan bagi jamaah haji mendatang. Kini dia tengah mempersiapkan tim dan segera mengirimkannya ke Arab Saudi.

"Kita akan kirim dalam waktu dekat seusai evaluasi," kata Maftuh seraya berjanji tidak akan menyewa perumahan yang berjejal-jejal. "Supaya kita tidak mengalami kesulitan," ujarnya.

Selain penginapan, menteri agama juga akan membereskan katering yang bermasalah pada musim haji 1427 H. Hal itu sedang dipersiapkan pemerintah Indonesia bekerjasama dengan pemerintah Arab Saudi. “Kita tetap berusaha untuk lebih baik, dan tidak ingin mengecewakan pengorbanan jamaah," katanya. (dpg/nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Nasional, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 06 Februari 2018

Rekontekstualisasi Makna ‘al-Ummi’ pada Diri Nabi

Oleh Muhammad Ishom

Kata “al-ummi” sangat populer di kalangan umat Islam termasuk di Indonesia. Hal ini dikarenakan Nabi Muhammad SAW disebut “al-ummi” sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf Ayat 157. Secara etimologis kata “al-ummi” berasal dari kata bahasa Arab “al-umm” yang artinya “ibu” dalam bahasa Indonesia. Kata “al-ummi” sebetulnya memiliki makna atau arti yang beragam, salah satunya adalah seseorang yang diasuh sendiri oleh ibunya di rumah.

Rekontekstualisasi Makna ‘al-Ummi’ pada Diri Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekontekstualisasi Makna ‘al-Ummi’ pada Diri Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekontekstualisasi Makna ‘al-Ummi’ pada Diri Nabi

Sewaktu saya masih kecil dan duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah, salah seorang guru saya mengartikan “al-ummi” dengan “mbok-mboken” yang maksudnya adalah serorang anak yang tidak mau lepas dari ibunya (sehingga tidak pernah sekolah). Akibatnya sang anak menjadi buta huruf. Jadi jika kata “al-ummi” langsung diartikan “buta huruf” itu sebetulnya ada satu proses logis yang dilompati. Dalam kaitan dengan kata “al-ummi” yang dilekatkan kepada Nabi Muhammad SAW, tentu ada hubungannya dengan keberadaan ibu beliau,

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam hal ini cinta sang ibu – Siti Aminah - kepada beliau begitu dalam. Allah SWT juga sangat mencintai beliau sehingga tak seorang pun manusia diberi-Nya kesempatan menyentuh pikiran beliau dengan mengajarkan sesuatu melalui baca tulis. Oleh karena itu, banyak orang mengartikan kata “al-ummi” dengan “orang yang buta huruf” seperti dinyatakan WJS Poerwadarminta dalam “Kamus Umum Bahasa Indonesia”, terbitan PN Balai Pustaka Jakarta, tahun 1983, halaman 1124.

Pertanyaannya adalah, apakah Nabi Muhammad SAW benar-benar buta huruf?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jawabnya, sulit untuk menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW benar-benar buta huruf, dalam arti tidak bisa membaca dan menulis sama sekali sepanjang hidupnya sebab setelah turunnya Al-Qur’an beliau pernah merevisi rancangan Perjanjian Hudaibiyah yang draftnya ditulis oleh Ali bin Abi Thalib. Nabi SAW menghapus sendiri kata-kata “Rasulullah” dan menggantinya dengan “Ibnu Abdillah” setelah Ali bin Abi Thalib menolak untuk melakukannya. Ali bin Abi Thalib hanya bersedia menunjukkan tempat kata-kata “Rasulullah” saja.

Orang-orang Quraisy yang diwakili Suhail bin Amr merasa keberatan dimasukkannya kata-kata “Rasulullah” ke dalam teks perjanjian tersebut dan menuntut supaya diganti dengan “Ibnu Abdillah” karena mereka tidak mempercayai kerasulan Muhammad. Tuntutan ini dipenuhi Nabi Muhammad SAW dengan menghapus dan mengganti sendiri kata-kata itu dengan kata-kata “Ibnu Abdillah”.



(Baca: Kisah Rasulullah Mencoret Tujuh Kata)


Selain itu Nabi Muhammad SAW juga pernah mengatakan bahwa ada tulisan ? (kafir) di antara kedua mata Dajjal sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari. Dalam riwayat Muslim, Nabi bahkan mengeja kata ? (kafir) itu dengan ? ? ? (k f r). Artinya ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah membaca karena mengeja itu bagian dari membaca.

Namun demikian, merupakan kesalahan besar untuk mempercayai bahwa Nabi Muhammad SAW pandai membaca dan menulis karena tidak ada bukti empiris tentang hal ini. Dalam Al-Qur’an surah Al’Ankabut ditegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah membaca kitab apa pun atau menulisnya sebelum Al-Qur’an diturunkan sebagaimana bunyi ayat 48 berikut ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu Kitab pun sebelum adanya Al-Qur’an dan engkau tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis), niscara ragu orang-orang yang mengingkarinya.”

Ayat di atas menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah membaca dan menulis sesuatu apa pun sebelum turunnya Al-Qur’an. Tetapi setelah Al-Qur’an turun Nabi Muhammad SAW pernah suatu ketika menulis kata-kata sebagaimna tertuang dalam teks Perjajian Hudaibiyah di atas. Selain menulis, Nabi Muhammad SAW juga pernah membaca atau mengeja kata sebagaimana diriwayatakan oleh Bukhari dan Muslim di atas.

Hikmah di balik fakta bahwa Nabi Muhammad tidak pernah membaca dan menulis adalah bahwa hal itu merupakan bukti yang menegaskan bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah SWT dan bukan karya beliau. Semua pengetahuan yang diperoleh Nabi Muhammad adalah intuisi (wahyu) dari Allah yang tidak menuntut kemampuan membaca dan menulis. Malaikat Jibril paling sering menyampiakan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW dengan metode pendengaran dengan mentransfer ayat-ayat Al-Qur’an secara langsung ke dalam memori Nabi Muhammad SAW melalui pendengaran dan hati beliau tanpa melibatkan kegiatan visual seperti membaca dan menulis.

Berdasarkan pada fakta-fakta di atas, beberapa cendekia kontemporer kurang setuju jika hingga sekarang kata “al-ummi” yang melekat pada Nabi Muhammad SAW masih diartikan”buta huruf’. Sebagai gantinya mereka mengusulkan arti atau makna yang lebih sesuai dengan konteks sekarang, yakni “tidak bisa baca tulis” karena memang tidak pernah diajar guru manusia dengan metode baca tulis. Arti baru ini sejalan dengan apa yang disebutkan dalam Kamus Al-Munawwir Arab - Indonesia, karangan Ahmad Warson Munawwir, terbitan Pustaka Progresif Yogyakarta, tahun 1997, halaman 40, dimana kata “al-ummi” diartikan “Yang tak dapat membaca dan menulis” dan bukan “buta huruf”.

Rekontekstualisasi makna “al-ummi” di atas, menurut penulis, lebih baik sebab di zaman sekarang “buta huruf” sudah identik dengan “bodoh” dan “terbelakang”. Apalagi ada program pemerintah dan PBB untuk memberantas buta huruf di seluruh negeri dan penjuru dunia. Oleh karena itu rekontekstualisasi makna tersebut menjadi sangat penting untuk menjaga kebesaran dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW yang memang secara faktual memenuhi sifat-sifat wajib rasul yang meliputi: fathonah (cerdas dan tidak pelupa), shiddiq (berkomitmen tinggi terhadap kebenaran), tabligh (mau dan mampu menyampakan wahyu), dan amanah (sangat kredibel).

Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah, Nasional, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 29 Januari 2018

Episode Baru PCINU Pakistan

Oleh Firman Arifandi

Sudah merupakan tradisi yang sejak lama bergulir, bahwa Nahdlatul Ulama (NU) sarat dengan pendekatan-pendekatan intelektual dan sosial kemasyarakatan guna mensyiarkan Islam yang tasamuh rahmatan li-alamin. Hal ini juga menjadi pedoman kami, Pengurus Cabang Istimewa  Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan dalam menjalankan program kerja di negeri Ali Jinnah ini.

PCINU Pakistan merupakan wadah organisasi NU di Pakistan yang berdiri pada tanggal 28 Mei 2005 dan diresmikan oleh Rais Syuriah DR. KH. M. Mashuri Naim, MA. Peresmian yang juga diisi dengan sumpah pengurus tersebut disaksikan oleh Ketua Umum Tanfidziyah PBNU KH Hasyim Muzadi dan Duta Besar RI untuk Pakistan H. Anwar Santoso serta para pejabat KBRI dan masyarakat Indonesia di Islamabad.

Episode Baru PCINU Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Episode Baru PCINU Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Episode Baru PCINU Pakistan

PCINU Pakistan yang diresmikan adalah Muhammad Niam, LLM selaku Musytasyar, Reza Muhammad, Lc selaku Rais Syuriah dan M. Sodiq Ahmad, Lc selaku Ketua Tanfidziah untuk masa jabatan 2005-2006.

Salah satu tujuan penting diresmikannya PCINU Pakistan adalah untuk mensinergikan program yang bertujuan memberdayakan kader muda NU. PCI-NU Pakistan yang semula hanya berbentuk paguyuban komunitas NU merubah diri menjadi PCI-NU untuk lebih memperkuat hubungan struktural dengan PBNU di Jakarta. Masyarakat NU di Pakistan menyebar tidak hanya di Islamabad, namun juga di kota-kota lain seperti Lahore, Karachi dan Rawalpindi terdiri dari para mahasiswa yang menuntut ilmu di Pakistan dan beberapa pekerja Indonesia di lembaga asing di Pakistan.

Sepanjang perjalanannya sejak diresmikan, tak sedikit agenda yang dihelat dan tak lepas dari nuansa keilmuwan, kekeluargaan, dan semangat kenusantaraan. Karena mayoritas warga NU di Pakistan adalah mahasiswa yang notabene menempuh jurusan agama seperti ushuluddin dan fakultas syariah, maka tak jarang mereka menggelar acara diskusi keilmuwan, bahtsul masail, dan lain sebagainya yang memang sengaja dikemas untuk seluruh warga Indonesia di Pakistan dan tidak bersifat eksklusif. Selain itu, acara-acara yang bertujuan mempererat tali persaudaraan antar WNI dan bersifat santai juga kerap digelar seperti tabadul hadayah, Jalan santai berhadiah, perlombaan anak-anak, NU Cup, dan lain-lain sehingga NU di mata WNI dirasa sangat dekat dan bersahabat tidak hanya antar sesama muslim tapi juga semua.

Namun perjalanan yang maksimal ini sempat  mengalami masa kevakuman beberapa waktu dikarenakan beberapa hal. Yakni pada pertengahan tahun 2010 pasca kejadian pemboman di kampus International Islamic University yang menelan belasan korban, dan kemudian berdampak pada kebijakan pemerintah untuk memperketat regulasi di bidang imigrasi. Sehingga terasa sekali susahnya mendapat visa study ke Pakistan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara para pelajar dan mahasiswa yang kerap mewarnai pergerakan NU di Pakistan juga sedikit demi sedikit kembali ke tanah air karena masa studynya telah usai. Masa kevakuman ini berlangsung selama kurang lebih tiga tahun dengan kuantitas SDM yang sangat minim sekali, namun NU masih ada dan eksis dengan segala kegiatannya yang sederhana di internal.

Pada akhir tahun 2012 intensitas kehadiran mahasiswa baru mulai kembali dirasakan dan mahasiswa berlatarbelakang NU juga mulai nampak terlihat antusiasnya untuk membentuk aktivitas pada interes yang sama. Mulailah sejak enam bulan setelahnya, yakni tepatnya pada Agustus 2013 kumpulan mahasiswa ini sepakat untuk menggelar yasinan dan kajian rutin setiap malam jum’at bergilir di setiap asrama. Ide terus bergulir hingga akhirnya komunitas NU kembali bisa merangkul masyarakat Indonesia secara keseluruhan dengan menggelar pengajian mingguan ke rumah-rumah.

Atas inisiasi bersama, akhirnya mahasiswa berlatarbelakang NU yang berjumlah 25 orang setelah berkonsultasi dengan senior yang ada dan masyarakat yang telah lama tinggal di Pakistan, semuanya sepakat untuk melanjutkan roda organisasi PCI-NU Pakistan yang sempat mengalami masa surut.

Untuk memaksimalkan kerja usaha membangun komunikasi, rencana dan strategi maka PCI NU Pakistan penting  untuk dilanjutkan. Lembar episode baru kini mulai ditoreh kembali setelah para warga Nahdliyin di Pakistan yang terdiri dari segala elemen WNI, mereka kembali menggelar Konfercab NU pada bulan februari 2014 yang saat itu berhasil membentuk formatur dewan Suriah dan pengurus Tanfiziyah yang baru untuk masa Bhakti 2014-2015.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berawal dari pengajian dan tahlilan rutin setiap malam Jum’at di hostel kampus IIUI sejak pertengahan tahun 2013 lalu, dipupuk rasa kebersamaan antar mahasiswa, hingga saat ini PCI-NU Pakistan dan warganya kembali merangkul masyarakat Indonesia secara keseluruhan dengan bergilir menggelar yasinan, tahlil dan dilanjutkan dengan kajian kegamaan dari rumah ke rumah. Hal ini dibentuk demi menghidupkan dua aspek penting yaitu menyambung silaturahim dan atmosphere keagamaan.

Beberapa waktu lalu, pada tanggal 2 Maret 2014 Lakpesdam yang dikomandoi oleh saudara Hasanuddin Tosimpak, S.Pd.I menggelar acara nonton bareng alias nobar film Sang KIai mengundang segenap mahasiswa Indonesia yang berdomisili di Islamabad. Nobar ini dimaksudkan untuk merefleksikan kembali perjalanan kalangan santri dan ulama yang mewarnai proses menuju kemerdekaan Indonesia. Hadir dalam acara tersebut, ketua PIP-PKS Pakistan, saudara Irfan Abdul Aziz, ketua Pengurus Muhammadiyah cabang Pakistan saudara Hatta Fahamsyah, dan perwakilan PERSIS cabang Pakistan saudara Emha Hasan Saifullah. Bedah film dipresentasikan oleh rais Syuriah NU Pakistan saudara Ahmad Badruddin, Lc.

Tak kalah pentingnya, badan otonom Fatayat NU yang merupakan wadah untuk mengoptimalkan gerakan muslimat pada khususnya, juga menggelar kegiatan yang berkaliber unggul. Hingga saat ini program yang rutin mereka gelar adalah kajian mingguan dan satu program yang melibatkan masyarakat Indonesia di Pakistan bernamakan DKI (Daily Khotmil-Qur’an Islamabad), yakni merupakan program mengaji harian untuk membiasakan setiap orang bisa mengkhatamkan satu juz dalam sehari, targetnya agar setiap individu tak lepas kesehariannya dari Qur’an sebagai pedoman dan kemudian mentadaburinya. Program DKI ini dikoordinir oleh saudari Fina Fandini, S.Pd.I dan saudari Ummi Salamah S.Pd.I

Dalam bidang pengembangan  sumber daya masyarakat yang dipegang oleh Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Masyarakat) PCI-NU Pakistan akan berkonsentrasi menggelar kajian-kajian bertemakan Islam dan nusantara, menggelar bahtsul masail terhadap fenomena-fenomena kontemporer. Selain itu, Lakpesdam juga berkonsentrasi memfasilitasi  paham ke NU-an untuk warganya dalam program orientasi NU yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Pada tanggal 2 Maret 2014 lalu, Lakpesdam juga telah menggelar pelatihan penggunaan almaktabah as-syamilah dan metodologi penelitian berbasis teknologi digital yang digelar untuk umum dan pada mahasiswa khususnya.

Demikianlah progress seputar PCINU Pakistan pasca konfercab pada Februari kemarin, lembaran baru telah dimulai harapannya ke depan kita mampu bersinergi bersama seluruh masyarakat Indonesia dan seluruh instansi Indonesia di Pakistan dalam menerapkan program bersama demi membangun solidaritas dan menumbuhkan kecintaan pada tanah air dan agama.

 

Firman Arifandi, Ketua PCINU Pakistan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 25 Januari 2018

Dandim: Banser Harus Paham Proxy War

Tangerang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Komandan Kodim 0506 Tangerang Letkol Inf Irhamni Zainal menyampaikan bahwa Banser harus paham tentang proxy war. Ia menjelaskan bahwa proxy war merupakan perang masa kini dimana salah satu pihak menggunakan pihak ketiga atau komponen lainnya untuk berperang melalui aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial dan aspek lainnya.

Hal tersebut pada pembekalan Diklatsar Banser Kabupaten Tangerang di Markas Kodim 0506 Tangerang pada Senin (01/06).

Dandim: Banser Harus Paham Proxy War (Sumber Gambar : Nu Online)
Dandim: Banser Harus Paham Proxy War (Sumber Gambar : Nu Online)

Dandim: Banser Harus Paham Proxy War

Menurutnya seiring perkembangan teknologi, karakteristik perang mengalami pergeseran. Perang tidak lagi banyak dilakukan secara fisik. Salah satu bentuk perang yang sedang dan masih akan terus berlangsung adalah perang proxy.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Letaknya pada garis khatulistiwa menjadikan Indonesia memiliki iklim yang baik untuk bercocok tanam sepanjang tahun. Indonesia juga kaya akan sumur-sumur minyak, gas, dan simpanan batubara.?

"Indonesia merupakan sumber energi, sumber pangan, dan sumber air bersih yang akan menjadi incaran kepentingan nasional negara-negara asing di masa depan," ucapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk itu ia mengingatkan Banser tentang pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai gerakan dan ideologi yang berkembang di masyarakat.

”Kelompok-kelompok tersebut seringkali muncul dan bermetaforfosis dalam berbagai bentuk organisasi masyarakat yang mengusung misi-misi tertentu yang cenderung mengancam keutuhan dan kedaulatan bangsa,” tambahnya.

Sementara Khoirun Huda selaku Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang menyampaikan bahwa kegiatan Diklatsar Banser ini dilakukan secara rutin dalam rangka menyiapkan kader-kader muda NU untuk menjadi benteng ulama dan bangsa. Selain itu kegiatan ini juga momentum memperingati hari lahirnya Pancasila.?

Huda menyampaikan bahwa Pancasila sebagai falsafah dan ideologi dasar negara adalah warisan para pendiri bangsa yang harus dijaga dari gempuran ideologi-ideologi baru.?

“Saat ini banyak kelompok yang mencoba menggugat dan merongrong Pancasila lantas berupaya menggantikanya dengan ideologi yang berbeda, Banser dan Ansor sebagai bagian anak bangsa mempunyai tugas untuk terus mempertahankanya,” tuturnya.

Ketua GP Ansor Banten H Ahmad Imron yang juga hadir pada acara tersebut menambahkan bahwa baginya menjaga NKRI itu sama pentingnya menjaga Islam. Bahkan pada satu titik menjaga NKRI itu bisa jadi lebih penting karena menurutnya kemanan negara itu menjadi prasyarat untuk keamanan beragama.?

Ia mencontohkan betapa orang akan kesulitan menjalankan ibadah ketika negara dalam keadaan kacau atau bahkan perang.?

Kegiatan Diklatsar Banser yang digelar selama 4 hari ? tersebut setidaknya diikuti oleh seratus kader Banser dan rencananya ditutup pada hari Selasa (02/06). Adapun acara penutupan dilaksanakan di Pesantren Darul Archam, Rajeg. Red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Humor Islam, Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 20 Januari 2018

Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Selama ini kaum tani sebagai penyedia pangan justru kekurangan pangan. Artinya, banyak petani Indonesia yang masih jauh dari kata sejahtera.

Demikian ditegaskan oleh Gubernur DKI Jakarta kepada rombongan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) di Pendopo Balai Kota Jakarta Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (19/3) dalam kegiatan audiensi menjelang pelaksanaan Rakernas Muslimat NU yang akan digelar di Jakarta tepatnya di Asrama Haji Pondok Gede pada tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 2014.

Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian

“Yang saya tahu itu, orang NU banyak yang di desa dan menjadi petani, perkuat itu sebagai basis perekonomian NU dan bangsa,” kata Jokowi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya dikit-dikit baca platform perencanaan perekonomian NU,” ujarnya sambil membaca draft rakernas Muslimat NU dari Khofifah Indar Parawansa. ?

Dia menuturkan, jangan sampai kita hanya pandai merencanakan namun minim pelaksanaan. “Sebagai contoh, di Bappeda DKI itu penuh dengan ribuan perencanaan, tak kurang sedikitpun, tapi ya itu gak ada yang dilaksanakan,” ungkap Jokowi dihadapan rombongan Muslimat NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rombongan audiensi dipimpin oleh Ketua PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa dan jajaran ketua diantarnya Hj Mahfudhoh Aly Ubaid, Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, dan Hj Sri Mulyati. (Fathoni/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Lomba, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 13 Januari 2018

Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial

Bogor, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU menggelar Pelatihan dan Lokakarya Media Kreatif bagi para kader NU dari 13 daerah rawan konflik.

Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial

Kegiatan yang berlangsung 13-16 Agustus 2017 ini dimaksudkan untuk mendukung gerakan Lakpesdam PBNU di bidang inklusi sosial di sejumlah daerah dengan penduduk minoritas yang rentan terdiskriminasi.

Peserta lokakarya tersebut antara lain datang dari Aceh, Cimahi, Indramayu, Kuningan, Cilacap, Sampit, Tasikmalaya, Jepara, Sampang, Jember, Bulukumba, Mataram, dan Bima.

Selama lokakarya berlangsung, para utusan cabang Lakpesdam NU itu mendapatkan materi seputar tantangan media digital, teknik fotografi publikasi, pengelolaan media sosial, dan pengembangan pusat pembelajaran berbasis komunitas.

Wakil Ketua Lakpesdam PBNU Ahmad Suaedi menjelaskan, pihaknya berkomitmen pada lebih dari sekadar gerakan karitatif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kita inginnya Lakpesdam bergerakan transformatif, memiliki agenda perubahan yang jelas baik di tingkat layanan, rekognisi sosial, dan kebijakan," katanya.

Lokakarya yang digelar selama empat hari ini berlangsung di Jambuluwuk Puncak Resort & Convention Hall Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Lakpesdam PBNU dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Hadits, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 11 Januari 2018

Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Lomba Video Pesantren (Vidotren) yang digelar komunitas yang menamakan diri Admin Instagram Santri Nusantara (AIS Nusantara) sukses digelar. Kompetisi dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2016 ini menjadi ajang untuk meningkatkan kreativitas para santri di dunia audio visual sebagai media dakwah utamanya di media sosial.

Para pemenang Videotren diumumkan lokakarya Hari Santri Nasional Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU), Sabtu (29/10), di Stadion Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta. Agenda ini dihadiri KH Abdul Ghaffar Rozien (Ketua PP RMI-NU), Hakim Jaily (Direktur TV9), dan Hasan Chabibie dari Pustekkom Kemdikbud.

Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)
Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)

Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif

Juara I lomba Videotren kali ini diraih Pesantren Al-Munawwir Krapyak, dengan video berjudul "Santri Ndalem". Lalu, Juara II diperoleh Pesantren Tebuireng, Jombang; dan Juara III diraih Pesantren Sunan Drajat, Lamongan; serta Mahad Ali UIN Malang sebagai Juara Favorit.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Rozin, sapaan akrab Ketua PP RMINU, menyampaikan, santri harus mengejar ketertinggalan dalam dakwah di media sosial. "Meski terlambat, kita harus bekerja keras dan cepat mengejarnya. Untuk itu, mari kita banjiri konten-konten positif dan inspiratif, dari dunia pesantren di media sosial," ungkapnya.

Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Pati Jawa Tengah ini juga mengatakan, media sosial menjadi media strategis untuk pengembangan dakwah. Dalam hal ini, santri-santri harus kreatif memproduksi konten. "RMI siap mendukung program kreatif ini," terangnya.

Hasan Chabibie mengatakan, kelebihan media digital sekarang adalah konvergensi. Para santri juga bisa memproduksi konten pada multimedia sosial. Ia juga menyampaikan tentang wajah agama di media sosial yang banyak dipenuhi sikap-sikap tidak ramah. "Pesantren sudah saatnya menjadi solusi atas krisis radikalisme agama," jelas Hasan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Direktur TV9 Hakim Jaily menyampaikan tentang konfigurasi media arus utama dan media sosial. "Pesantren pada posisi mana? Kita perlu memilih dalam bermedia, sebagai produsen atau konsumen?" jelas Hakim. Ia menyampaikan, betapa komunitas santri yang jumlahnya besar, dapat berperan memproduksi konten-konten dakwah yang kreatif dan inspiratif. (Zulfa/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Nasional, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 08 Januari 2018

Keistimewaan Gemar Menolong Orang Lain

Khutbah I

Keistimewaan Gemar Menolong Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Keistimewaan Gemar Menolong Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Keistimewaan Gemar Menolong Orang Lain

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tak ada yang membantah bahwa menolong orang lain dalam kebaikan adalah sesuatu yang mulia. Pesan ini terlalu sering kita dengar lewatceramah-ceramah, mimbar khutbah, atau mungkin nasihat-nasihat bijak dari tokoh-cendekia. Saking seringnya kadang kepekaan atas nilai positif tolong-menolong itu menjadi hal yang biasa. Tak lagi istimewa. Dalam khutbah kali ini, al-faqir mengajak dan berusaha mengingatkan kembali kepada diri al-faqir sendiri secara khusus, dan jamaah sekalian secara umum.

Jamaah shalat jumat rahimakumullah,

Al-Qur’an telah menegaskan bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan bentuk terbaik (ahsanu taqwim). Manusia memiliki keistimewaan dibanding ciptaan lain seperti jin, setan, malaikat, juga binatang. Manusia dibekali tidak hanya panca indra dan bentuk fisik yang indah, tapi juga akal pikiran yang membuatnya kreatif dan menjalani hidup dengan penuh makna.

Makna tersebut salah satunya bisa kita petik dari sikap baik kita terhadap orang lain. Kita tahu, manusia merupakan makhluk individual sekaligus makluk sosial. Yang terakhir disebut ini adalah sebuah keniscayaan. Manusia ditakdirkan tidak bisa hidup sendirian. Ia pasti membutuhkan yang lain, baik yang berkenaan dengan manusia maupun alam sekitar. Karena itu menolong orang lain yang membutuhkan termasuk perbuatan yang sangat ditekankan. Tolong menolong menjadi ajakan utama yang diulang-ulang dalam Al-Qur’an maupun hadits.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Dalam sebuah hadits yang cukup populer disampaikan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Siapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan, maka Allah memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Siapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allâh akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya...” (HR Muslim)

Jamaah shalat jumat rahimakumullah,

Hadits tersebut memuat pesan cukup spesial. Jika kita perhatikan secara seksama redaksi hadits, kita segera tahu bahwa Allah melibatkan secara langsung seolah-olah berada di balik orang-orang susah dan siap memberi balasan setimpal bagi yang mau membantu orang-orang dalam kesulitan itu. Allah secara verbal berjanji akan memudahkan dan menolong orang yang mau menolong hambanya.

Kerap kita dengar orang bilang, “Jika kau sampai sentuh si A maka kau akan berhadapan denganku.” Pernyataan ini tentu keluar dari mulut orang yang begitu sayang dengan si A. Sampai-sampai berani pasang badan, memberi pembelaan ketika sesuatu tak mengutungkan menimpa si A.

Kasus ini bisa dianalogikan kepada hadits di atas. Pernyataan “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya” adalah sinyal tentang betapa sayangnya Allah kepada orang-orang susah, dan karenanya memberi berjanji bakal pula menolong para penolong orang susah tersebut. Hal ini menegaskan kebenaran bahwa “Allah hadir di tengah-tengah orang susah”.

Orang yang gemar mengulurkan tangan kepada orang lain juga akan memperoleh kedudukan yang istimewa di sisi Allah. Suatu ketika ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah. Lalu ia bertanya: wahai Rasulullah, siapa orang yang paling dicintai oleh Allah? Dan apa amalan yang paling dicintai oleh Allah? Rasulullah pun menjawab:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ( ? ? ? ) ?

“Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain. Dan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberi kegembiraan seorang mukmin, menghilangkan salah satu kesusahannya, membayarkan hutangnya, atau menghilangkan rasa laparnya. Dan aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya itu lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid Nabawi selama sebulan.” (HR ath-Thabrani)

Tidak ada yang paling beruntung dalam kehidupan manusia selain dicintai oleh Sang Maha Mencintai, Allah azza wa jalla. Kecintaan-Nya adalah anugerah terbesar, bahkan dibandingkan dengan kenikmatan surga sekalipun. Cinta adalah tanda keridlaah. Bukankah tujuan pokok manusia adalah mencari ridla Allah?

Jamaah shalat jumat rahimakumullah,

Ternyata demikian besar yang kita dapat dari perbuatan gemar membantu orang lain. Kita melihat ada keselarasan pengaruh antara kesalehan kita secara sosial dengan kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Bahkan Rasulullah secara terang-terangan memandangnya lebih unggul daripada beri’tikaf di masjid Nabawi selama sebulan.

Sasaran menolong itu sangatlah luas. Ia tak harus selalu berhadapa dengan masalah-masalah besar yang bahkan kita sendiri sukar mengatasinya. Memberi tempat duduk kepada ibu hamil di kendaraam umum adalah menolong. Begitu pula memberi makanan untuk anak-anak jalanan, membeli barang dagangan Pak Tua yang miskin, menghibahkan mukena untuk dipakai umum di sebuah masjid, melapangkan hati orang yang tertimpa musibah, dan lain-lain.

Semoga perintah Al-Qur’an dan sunnah Nabi yang ini dapat kita laksanakan dengan baik. Apalagi seiring perkembangan teknologi informasi yangsemakin canggih, ada kecenderungan masyarakat kian individualis, kepekaannnya memudar terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya. Wallahu a’lam bishshawab.

? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?





Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Nasional, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 31 Desember 2017

MWC NU Bendosari Adakan Pengajian Akhir Tahun

Bendosari, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam mengakhiri kegiatan tahunan, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) bekerja sama dengan Majlis Dzikir dan Pengajian Kalimosodo mengadakan pengajian bersama KH Abdullah Sa’ad Pengasuh Pesantren Mojosongo Surakarta. 

Kegiatan tersebut di gelar di Komplek Pesantren Al Husaini Indonesia dukuh Rejosari RT 01 RW 02 Jagan Bendosari Sukoharjo.

MWC NU Bendosari Adakan Pengajian Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
MWC NU Bendosari Adakan Pengajian Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

MWC NU Bendosari Adakan Pengajian Akhir Tahun

Acara diawali dengan pembacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin oleh K. Abdurrahim. Dilanjutkan Pembacaan Ratib Hadad oleh KH Muchtar Toyyibi. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam pengantarnya beliau menyampaikan bahwa tidak banyak orang yang mengadakan kegiatan pengajian menjelang akhir pergantian tahun. Oleh sebab itu kita termasuk golongan yang beruntung. Sebab mengakhiri hal dengan yang baik dan mengawali dengan yang baik pula. 

Ia juga menambahkan Kalimosodo dalam perjalanannya sudah memasuki tahun ke delapan dan berharap tahun yang akan datang semakin lebih baik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tampak hadir dalam pengajian tersebut ketua PCNU Kabupaten Sukoharjo H Nagib Sutarno, KH Saifudin, putra Almaghfurlah Mbah Lim dan jamaah pengajian se-Kecamatan Bendosari.

KH Abdullah Saad dalam mauidhah hasanahnya mengingatkan kembali kepada para jamaah warga nahdliyin agar meniru perilaku Nabi Muhammad sebagai tauladan yang tak pernah ada habisnya. 

“Kita bisa bercermin kepada dzuriyah beliau yaitu para habaib. Habaib adalah sebutan untuk orang yang memiliki nasab dan garis turun kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.”

Selain itu ia juga berharap agar kita mendidik putra-putri kita mencintai Nabi Muhammad dan anak turunnya.

Pada kesempatan sebelumnya Ketua MWC NU Bendosari silaturahmi dan membagikan Kalender NU 2014 kepada Muspika Kecamatan Bendosari. Diawali ke Kantor Koramil kemudian dilanjutkan ke Kantor Polsek Bendosari dan berakhir di Kantori Kecamatan Bendosari. 

Pembagian kalender ini dimaksudkan untuk mempererat kemitraan dan kerjasama antara jajaran pemerintah dengan Majelis Wakil Cabang NU di wilayah kecamatan. (agus purwanggono/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Pemurnian Aqidah, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 24 Desember 2017

PBNU Instruksikan Seluruh Jajaran untuk Waspadai ISIS

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua PBNU H Slamet Effendy Yusuf menginstruksikan seluruh jajaran NU di tingkat Ranting, MWC, Cabang, dan Wilayah seluruh Indonesia untuk segera melakukan langkah-langkah yang kongkrit, terencana dan berkoordinasi dengan aparatur keamanan guna mewaspadai berkembangnya paham-paham yang dapat mengakibatkan terganggunya integritas nasional, misalnya berkembangnya paham ISIS, paham yang menolak Pancasila.

Instruksi ini dikeluarkan sehubungan dengan rekrutmen yang intensif yang dilakukan oleh ISIS, terbukti yang dilakukan pemuda-pemuda Indonesia, maupun warga Indonesia yang melibatkan diri di dalam kegiatan ISIS dengan pergi ke kawasan Suriah dan Irak.?

PBNU Instruksikan Seluruh Jajaran untuk Waspadai ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Instruksikan Seluruh Jajaran untuk Waspadai ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Instruksikan Seluruh Jajaran untuk Waspadai ISIS

“Maka PBNU meminta seluruh warga NU dan pengurus NU, khususnya kepada gerakan pemuda Ansor untuk secara cermat membantu aparatus keamanan dengan memberikan informasi apabila terdapat kegiatan yang mencurigakan, termasuk kegiatan yang memakai cover ibadah, yaitu pergi umroh, yang kemudian diteruskan untuk perjalanan ke Suriah atau Irak,” tandasnya di gedung PBNU, Selasa (10/3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam waktu yang bersamaan PBNU juga mengharapkan lembaga dakwah, lembaga pendidikan dan seluruh lembaga di lingkungan NU, untuk memberikan keterangan yang benar, menginformasikan, dan mensosialisasikan bahwa ISIS serta paham yang menolak NKRI bertentangan dengan prinsip NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita mengharapkan ada intensifikasi pemahaman yang benar tentang Islam, khususnya Islam Nusantara, yang diharapkan memberi topangan kuat bagi kelestarian NKRI,” tegasnya.

“Warga NU dan Muslim lainnya jangan sampai termakan mimpi-mimpi ISIS, yang seolah-olah menghidupkan kembali kekhalifahan Islam, tetapi sesungguhnya merobek-robek dunia Islam dengan mempertentangkan konsep Islam seperti jihad dan sebagainya dengan nilai universal yang penuh kebajikan dan perdamaian,” imbuhnya.

Mengenai mantan pengikut ISIS yang kembali lagi ke Indonesia, ia berharap agar mereka tidak dikucilkan, tetapi diajak dalam proses pemahaman yang benar dari sudut agama maupun dari sudut kepentingan negara dan bangsa.?

“Temani mereka dalam masalah kebangsaan dan global secara benar, bagaimana menjadi umat Islam yang tasamuh, tawazun, yang mendahulukan kemaslahatan daripada kekerasan.” ?

Disamping itu juga penting untuk memberi pemahaman agar umat Islam tidak terjebak pada upaya pihak lain yang memberi PR sehingga umat Islam tidak sempat membina diri, melalui pendidikan, pengembangan ekonomi dan sosial, karena disibukkan dengan isu yang temanya kekerasan.

Mantan anggota DPR RI ini menegaskan, apa yang terjadi di ISIS, Boko Haram, Al Qaeda dan kelompok garis keras lainnya memperlihatkan Islam rahmatan lil alamiin yang dikembangkan NU menjadi relevan. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Sholawat, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 19 Desember 2017

Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sedikitnya 50 mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB angkatan 2016/2017 berkumpul di aula kampus setempat Jalan Pendidikan nomor 6 Kota Mataram, Senin-Selasa (29-30/8). Mereka mengikuti gelaran Taaruf Akademik Mahasiswa Universitas NU (Ta’awunu).

Wakil Rektor II UNU NTB Mulianah menyebutkan, Taawanu dilaksanakan selama dua hari. “Spiritnya pertama adalah menyosialisasikan nilai-nilai NU melalui UNU,” kata Mulianah kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di ruang kerjanya, Selasa (30/8) siang.

Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus

Kegiatan wajib kampus ini mendorong mahasiswa baru untuk tolong-menolong sesuai dengan spirit perjuangan NU. Kegiatan ini juga diadakan sebagai pembeda dari kampus lain.

"Karena setiap kampus istilahnya beda-beda. Ada yang ‘Ospek’, ‘Posmaba’, ‘Opak’ dan lainnya," tambah Ketua Pergunu NTB ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Semntara itu, Kepala Biro Akdemik UNU NTB Jamiluddin lebih menejelaskan rinci Taawun. Menurutnya, selama dua hari akan diadakan kuliah umum untuk seluruh mahasiswa baik baru maupun lama UNU NTB.

Hari pertama gawainya rektorat. Hari kedua gawainya fakultas. hari ketiga kuliah umum. (Hadi/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

Kader Dai LDNU Bekali Diri dengan Kemampuan Bahasa Inggris

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Dakwah NU (LDNU) terus meningkatkan kualitas dai mudanya agar semakin siap menghadapi tantangan global. Sebanyak 16 dai yang tergabung dalam Tim Inti Dai Internasional & Media (TIDIM) mengikuti program peningkatan kemampuan bahasa Inggris yang dipandu oleh Lets Talk. Program yang bertajuk Impressive English for LDNU Preachers ini dilangsungkan selama 10 hari (19/9-28/9) di Wisma Flora Cisarua, Bogor.

Kader Dai LDNU Bekali Diri dengan Kemampuan Bahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Dai LDNU Bekali Diri dengan Kemampuan Bahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Dai LDNU Bekali Diri dengan Kemampuan Bahasa Inggris

Dalam pengarahannya, Pengurus Pusat Lembaga Dakwah PBNU, KH. Wahfiudin Sakam menyampaikan pentingnya penguasaan bahasa inggris oleh para dai. "Tantangan menyebarluaskan Islam yang rahmatan lil alamin ke berbagai negara akan lebih mudah jika para dai mampu menguasai bahasa inggris," ujarnya.

Ia menambahkan jika Lembaga Dakwah PBNU sangat serius dengan program TIDIM yang telah berjalan kurang lebih enam bulan ini. "Alhamdulillah, dai-dai muda yang kita kirim ke berbagai negara bulan ramadhan kemarin mendapatkan respon yang luar biasa. Mereka puas!" ungkap Wakil Talqin TQN Suryalaya ini.

Shafizal Shahidan, catalyst creator Lets Talk sangat mendukung program yang dijalankan Lembaga Dakwah PBNU. "Untuk menyampaikan Islam yang damai, modern dan toleran, para dai harus mampu menunjukkan karakter positif dari dirinya. Maka dalam pelatihan ini, Lets Talk menggabungkannya dengan character building," ungkap Ia menjelaskan.

Choirul Hady, peserta dari Jombang mengungkapkan kebahagiaannya setelah mengikuti program ini. "Kemampuan bahasa Inggris saya bertambah baik karena saya menjadi lebih berani berbicara. Pokoknya talk... talk.. talk,” ujar Hady.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Muhammad Halabi, peserta dari Banjarmasin mengagumi metode yang dibawakan oleh tim Lets Talk. "Belajar bahasa inggris menjadi lebih menyenangkan karena dibawakan dengan fun dan kreatif," pungkasnya.

Lets Talk adalah proyek berbasis komunitas yang didirikan oleh Yayasan Bunda Siti Banun untuk meningkatkan kompetensi diri melalui kepemimpinan dan komunikasi. (Idn/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 07 Desember 2017

GP Ansor Diminta Bijak Hadapi Pihak yang Musuhi NU

Banyumas, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua GP Ansor Banyumas Akhmad Thonthowi mengajak segenap kader GP Ansor untuk mengerahkan segala tenaga dan pikiran dalam menangkal paham-paham radikal yang dapat menyesatkan umat. Namun dalam mengupayakannya, pemuda NU tetap harus menggunakan cara-cara yang santun dan konstitusional.

“Saya minta GP Ansor dalam menjalankan tugasnya harus sesuai dengan aturan yang ada. Setiap tindakan yang dilakukan harus terdokumentasi dengan baik dan benar serta serta harus bijak dalam menghadapi orang atau kelompok yang memusuhi NU," kata Akhmad pada pelantikan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Cilongok di pendapa Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Ahad (1/5).

GP Ansor Diminta Bijak Hadapi Pihak yang Musuhi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Diminta Bijak Hadapi Pihak yang Musuhi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Diminta Bijak Hadapi Pihak yang Musuhi NU

Pelantikan dibarengi dengan peringatan Hari Lahir Ke-93 NU. Hadir pada peringatan ini

Muspika Kecamatan Cilongok, pengurus harian MWCNU, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, tokoh agama, tokoh masyarakat, kiai sepuh dan ribuan warga NU Cilongok yang memadati kawasan pendapa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Akhmad Thonthowi juga berpesan bahwa GP Ansor mempunyai tanggung jawab merevitalisasi amaliah dan tradisi NU, kemudian harus bermanfaat untuk masyarakat umum dan harus mampu memperkuat ekonomi kerakyatan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pengurus Ansor harus mampu menjalankan visi GP Ansor, yakni revitalisasi nilai dan tradisi, penguatan sistem kaderisasi, pemberdayaan potensi kader, dan kemandirian organisasi," katanya.

Sementara Ketua GP Ansor Cilongok Mustangin melaporkan bahwa saat ini di Kecamatan Cilongok terdapat 16 Pimpinan Ranting GP Ansor NU yang aktif. Semuanya dalam keadaan baik serta dapat menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan AD/ART yang ada.

"Secepatnya kami akan melakukan konsolidasi dengan ranting-ranting, dan juga berkoordinasi dengan GP Ansor Banyumas. Semoga amanah yang diberikan kepada kami dapat terlaksana dengan baik dan benar," katanya.

Mustangin bertekad, pihaknya akan menghidupkan lagi ranting-ranting yang tidak aktif, agar dapat berjuang kembali mensyiarkan Aswaja di Wilayah Cilongok dan sekitarnya.

"Saat ini ada 5 ranting yang masa khidmatnya sudah berakhir dan tidak aktif lagi, dalam waktu dekat akan kami bentuk lagi, sehingga harapan kami akan ada 21 ranting yang aktif," katanya. (Sudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Humor Islam, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 06 Desember 2017

Satkornas Banser: Toleransi Beragama Jangan Tercederai

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser) Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor menegaskan Indonesia adalah negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila yang mengakui adanya perbedaan agama sehingga tidak boleh tercederai sebagaimana insiden terjadi di Kaburaga, Kabupaten Tolikara, Papua.

Berkaitan dengan insiden dimaksud, Kepala Satkornas Banser H Alfa Isnaeni melalui rilis diterima Senin (20/7) mengeluarkan delapan pernyataan.

Satkornas Banser: Toleransi Beragama Jangan Tercederai (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkornas Banser: Toleransi Beragama Jangan Tercederai (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkornas Banser: Toleransi Beragama Jangan Tercederai

1. Satkornas Banser, mengutuk dengan keras dan sungguh perbuatan yang dapat diindikasikan melanggar HAM, terhadap pelarangan melaksanakan ibadah sholat idul fitri, apalagi sampai terjadi pembakaran masjid.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

2. Terdapat indikasi indikasi memecah rasa persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama di tanah Papua, bahkan indikasi memecah belah rasa berbangsa dan bernegara.

3. Mendesak kepada pemerintah utamanya kepolisian untuk secepat-cepatnya mengusut secara tuntas kasus tersebut dengan sejujur-jujurnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

4. Meminta kepada para elit pemerintah dan elit negara untuk tidak menjadikan komoditas politik terhadap kasus tersebut, apalagi hanya dijadikan bahan kampanye dengan tujuan popularitas elit-elit tertentu.

5. Negara wajib meningkatkan kemampuan deteksi dini dan kewaspadaan dini agar hal-hal tersebut tidak terjadi lagi.

6. Meminta kepada tokoh dan pemangku kepentingan untuk tidak memasukkan agenda internasional yang terselubung di bumi Papua, guna memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok.

7. Mengharap kepada tokoh agama apapun, khususnya di Papua untuk betul-betul menjadikan toleransi dan keberagaman menjadi perilaku yang nyata di tengah tengah masyarakat, bukan hanya sebagai "jargon" saja.

8. Khusus bagi anggota Banser, rapatkan barisan, tingkatkan kemampuan deteksi dini dan kewaspadaan dini, guna langkah antisipasi kasus serupa di sekeliling kita. Selanjutnya, sebagai bahan evaluasi program bantuan keamanan kepada umat agama lain, agar toleransi dan keanekaragaman yang kita kembangkan tidak tercederai.

Terpisah, Ketua PC GP Ansor Waykanan Lampung Gatot Arifianto menambahkan, tidak ada pelangi jika hanya ada satu warna, hijau, biru, merah, atau kuning semata.

"Perbedaan warna memang sudah digariskan. Jika tidak, apakah pelangi diciptakan dengan terpaksa oleh-Nya? Hal tersebut tentu mustahil, dan jangan diingkari, demikian pula perbedaan keyakinan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gus Dur jauh-jauh hari sudah mengingatkan, mayoritas harus melindungi minoritas," ujar penggiat Gusdurian di Lampung itu pula.

Insiden di Tolikara menurut pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu harus dilihat dari kacamata hukum. "Dengan demikian, bolehkah ada pembiaran atas tindakan anarkis di Bumi Bhineka Tunggal Ika ini?" ujarnya. (Tedy Heriyanto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 01 Desember 2017

Penampilan Impresif Darul Huda Ponorogo dan Al-Hidayah Ngawi Berbuah Final

Ponorogo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pada laga semifinal Liga Santri Nusantara (LSN) regional I Jawa Timur, Senin (29/8/2016) Tarbiyatul Nasyihin dipaksa menyerah oleh tim tuan rumah, Darul Huda dengan skor tipis 2-1.

Penampilan Impresif Darul Huda Ponorogo dan Al-Hidayah Ngawi Berbuah Final (Sumber Gambar : Nu Online)
Penampilan Impresif Darul Huda Ponorogo dan Al-Hidayah Ngawi Berbuah Final (Sumber Gambar : Nu Online)

Penampilan Impresif Darul Huda Ponorogo dan Al-Hidayah Ngawi Berbuah Final

Tampil dihadapan ratusan suporter fanatiknya yang memenuhi stadion Batoro Katong, menjadi motivasi tersendiri bagi tim tuan rumah Darul Huda. Sejak kick off babak pertama, tim asuhan Aslih Maulana ini terus menyerang. Hingga pada menit ke-5 berhasil membuahkan gol melalui sepak keras nomor punggung 8, Abdurrahman dari luar kotak penalti.

Kebobolan satu gol tak membuat Tarbiyatun Nasyihin patah semangat. Pada menit ke 14, Deden Eka berhasil merubah kedudukan menjadi 1-1. Skor ini menutup pertandingan babak pertama.?

Di babak kedua, Tarbiyatul Nasyihin terus menekan dan mencoba memanfaatkan kelemahan lini belakang Darul Huda. Deden Eka, stiker andalan mereka, beberapa kali melakukan tendangan keras ke gawang Darul Huda. Namun sayang, tak ada satu pun tendakan kerasnya yang membuahkan gol.

Di menit ke-28, M Wahyu cukup cermat memanfaatkan umpan lambung sepak pojok dan berhasil membuahkan gol. Darul Huda unggul 2-1.? Sementara itu, Wisna Wisnu juga harus menerima nasib yang sama dengan Tarbiyatul Nasyihin. Tim asuhan Gus Irul ini kalah tipis dari Al-Hidayah dengan skor 2-1.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Koordinator Regional Jatim I Habib Mustofa laga final LSN Regional Jatim I akan digelar hari ini Selasa (30/8/2016) di Stadion Batara Katong. "Pertandingan final digelar pada pukul 4 sore waktu setempat," katanya.? Pertandingan Final LSN Regional Jatim I diawali dengan tahlil akbar 5000 santri plus undangan masyarakat umum di Ponorogo.?

"Insya Allah akan dihadiri Khatib Suriah PBNU KH Luqman Haris Dimyati Atarmasi, PW RMI Jatim Gus Reza Ahmad Zahid, Gus Firdausi, bupati dan wakil bupati Ponorogo beserta jajaran forkompinda Ponorogo," tandasnya. (Red: Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 30 November 2017

Merekonstruksi Peran Politik NU

Jika dihitung berdasarkan kalender Masehi, pada 31 Januari 2014 kemarin, NU sudah berusia  88 tahun. Kalau diibaratkan manusia, usia tersebut sudah mencapai kematangan yang cukup. Bahkan tergolong sepuh. Prilakunya biasanya cukup arif. Jarang bicara, namun sekali “ngomong” cukup bertuah. Tindakannya tidak gegabah, jarang membuat kesalahan karena belajar dari pengalaman.

Demikian juga NU. Di usianya yang sudah berkepala delapan ini, idealnya NU sudah cukup matang dalam bertindak dan menyikapi berbagai persoalan kebangsaan. Untuk urusan ubudiyah dan “perlawanan” terhadap faham-faham kontra Aswaja, NU cukup  oke. Tapi untuk soal-soal “horizontal” yang terkait langsung dengan pelayanan umat seperti pendidikan, dakwah maupun kesehatan masih perlu terus ditingkatkan. Terus terang, sejauh ini  hanya bidang dakwah yang mempunyai progress  cukup  menggembirakan karena rata-rata kiai NU memang muballigh. Sedangkan bidang yang lain biasa-biasa saja.  

Salah satu yang kerap menjadi sorotan masyarakat adalah “pelayanan” NU di bidang politik. Syahwat politik NU yang cukup posesif dan fluktuatif, membuat ormas ini selalu mengundang perhatian. Dikatakan  tidak berpolitik, tapi faktanya kerap telibat dalam permainan politik. Dikatakan berpolitik, NU katanya selalu berpegang kepada khittah.

Merekonstruksi Peran Politik NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Merekonstruksi Peran Politik NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Merekonstruksi Peran Politik NU

Memang, NU mempunyai koridor politik yang jelas. Khittah NU menggariskan bahwa secara kelembagaan NU tidak boleh berpolitik. Meminjam istilah KH. Muchith  Muzadi, NU tidak kemana-mana, tapi ada di mana-mana. Dengan kata lain, orang NU bahkan pengurus NU, secara perorangan tidak haram bergabung dengan partai politik tertentu, tapi dilarang keras membawa-bawa nama NU. Kalimat ini cukup gamblang tapi aplikasinya sangat absurd. Pantas saja langkah politik yang ditempuh NU dalam berbagai event politik, selalu menimbulkan pro-kontra. Sebab, bagaimana mungkin memisahkan antara figur seorang ketua NU dan jabatan yang disandangnya dalam ranah permainan politik. KH. Abdullah Syamsul Arifin yang menjadi Cawabub Jember, Guntur Ariyadi, Ali Maschan Moesa yang menjadi Cawagub Jatim, Soenaryo dan bahkan KH. Hasyim Muzadi yang menjadi Cawapres Megawati Soekarno Putri.

Demikian juga tokoh kunci/Ketua NU lain, yang maju dalam perhelatan politik,  mereka semua itu tetap tak bisa dilepaskan dari posisinya selaku pengurus NU kendati sudah non aktif. Di manapun mereka berkampanye, mesti dikait-kaitkan dengan NU. Akhirnya, mau tidak mau institusi NU juga terseret di keriuhan politik praktis.

Kalau menang, nama NU berkibar. Jika kalah, nama NU juga tercoreng. Ironisnya, banyak calon yang diusung NU, kalah telak. Cibiran pun kerap menyeruak; NU sudah tak laku, NU keropos dan sebagainya.

Mereka (tokoh-tokoh NU yang berpolitik praktis) tidak salah. Apa yang mereka lakukan adalah sebuah ikhtiar politik untuk ikut terlibat aktif dalam proses pemberdayaan masyarakat, khususnya warga NU. Mereka adalah tokoh yang loyalitas dan pembelaannya terhadap NU begitu mumpuni, sehingga jika menang, NU juga yang akan memetik buahnya. Cuma persoalannya, hampir dipastikan pengurus NU tidak satu suara dalam menyikapi figur NU yang maju dalam bursa pemilihan kepala daerah, atau apalagi dalam perhelatan politik semacam Pileg. Aklibatnya suara warga NU juga pecah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Memang tidak ada yang mengingkari bahwa massa NU cukup bejibun. Kader NU juga bertebaran di hampir semua lini. Mereka kompak di bawah satu komando (NU) ketika harus dihadapkan kepada persoalan yang terkait dengan keumatan. Namun ketika yang dibahas soal politik dan kekuasaan, tunggu dulu. Alih-alih bersatu, mereka malah silang sengkurat. Sebab, mereka mempunyai agenda politik masing-masing yang boleh jadi berseberangan satu sama lain.

Kendati demikian, sampai detik ini NU masih merupakan komoditas politik yang cukup diminati. NU masih dianggap sebagai magnet sekaligus alat progpaganda untuk menarik simpati massa. Lihat saja, menjelang Pileg ini betapa banyak Caleg yang membawa-bawa nama NU dalam baliho atau spanduk kampanyenya, mulai dari yang sekedar menempelkan logo NU hingga yang mengklaim sebagai putra asli NU. Ini menunjukkan bahwa NU dinilai masih mempunyai potensi politik yang cukup besar.  

Terlepas dari itu semua, NU memang harus mengkonstruksi ulang posisi sekaligus peran politiknya di masa-masa yang akan datang. Tidak mungkin  NU lepas dari “bermain” politik praktis, baik terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. Massa NU yang besar jumlahnya adalah modal politik yang cukup signifikan. Lebih baik modal politik itu dikelola dan dimanfaatkan sendiri untuk kepentingan NU, dari pada dimanfaatkan orang lain yang mengatasnamakan NU, tapi ujung-ujungya tidak jelas pembelaannya terhadap NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karena itu, NU harus jeli membaca peluang sekaligus memetakan kekuatan sumberdaya politik yang ada. Kegagalan demi kegagalan di masa lalu harus menjadi pelajaran berharga untuk melangkah ke depan dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik kepada umat, baik bidang politik, ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Jangan sampai NU jatuh dua kali di lobang yang sama.

NU, kau ditunggu umat di pagi yang cerah. Bukan dinanti kelak di senja yang merah. Selamat merenung, dan selamat harlah.

 

Aryudi A. Razaq, Alumni Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Kontributor Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jember.

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 25 November 2017

Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Asep Irfan Mujahid menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin, (2/2). Ia berharap ke depan pendidikan di Indonesia bergerak ke arah yang lebih baik.di hari pendidikan ini Pimpinan Pusat IPNU mengeluarkan empat maklumat.

"Pertama, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru yang selama ini konsisten mengawal tahapan proses pendidikan tanpa pamrih dan penuh keikhlasan," katanya.

Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional

Kedua, Hardiknas diharapkan bukan hanya sekedar peringatan seremoni di lingkungan pemerintahan, tapi harus sepenuhnya dijadikan momentum untuk merefleksi keberhasilan target capaian pendidikan itu sendiri yang hakikatnya adalah untuk memanusiakan manusia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ketiga, pemerintah diharapkan segera menerapkan konsep pendidikan muaadalah yang mengakui eksistensi pesantren sebagai bagian subkultur kependidikan yang selama ini berkontribusi besar dalam pembangunan manusia Indonesia dan menjadikannya sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang terakhir, imbuh Asep, PP IPNU meminta pemerintah untuk memberikan ruang yang lebih luas terhadap eksistensi organisasi ekstra sekolah yang berbasis pelajar di sekolah-sekolah tingkat menengah, serta mengeluarkan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan Pramuka dari instrumen penilaian akreditasi atau perangkat aturan lain yang selama ini diterapkan sehingga organisasi kepelajaran dan kepanduan pelajar di sekolah tidak hanya dimonopoli oleh kedua organisasi tersebut.

Hari Pendidikan Nasional diperingati dan ditetapkan sesuai dengan Keppres (Keputusan Presiden) Nomor 316 tahun 1959. Adapun tanggal peringatan tersebut disematkan pada hari lahir salah seorang pahlawan nasional Indonesia yang gigih dalam memperjuangkan pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara atau Raden Mas Suwardi Suryaningrat. (Muchlison Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Nasional, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 21 November 2017

PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam acara silaturrahim dan buka puasa bersama PCNU, Lembaga, Lajnah dan badan otonom di gedung lantai dua kantor setempat, Ahad (12/7) lalu. Pengurus NU Cabang Bojonegoro memberikan sosialisasi Ziaroh Islam Nusantara (ZIN).

Sebelumnya Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro, Maimun Syafii memberikan ceramah dan mengingatkan pengurus yang hadir, tentang ibadah serta berkhitmat pada NU. Selain itu, menjalin ukhuwah Islamiyah itu sangat penting.

PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Bojonegoro, Cholid Ubed sedikit memberikan pengetahuan tentang kegiatan Muktamar NU di Jombang mendatang. Namun ia menerangkan bahwa  kegiatan yang pertama dan bermanfaat bagi NU, yakni sosialisasi ZIN.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"ZIN ini baru dibuka kegiatan ziarah. PCNU, MWC NU dan Ranting hendaknya memberikan informasi saja. Yang mau ziarah, PCNU menyiapkan bus," ujarnya.

Mantan ketua ISNU Bojonegoro itu juga memastikan, fasilitas ziarah harganya dibawa rata-rata. Bagi MWCNU yang mau menyosialisasikan ZIN ke para jamaah akan mendapat imbalan Rp 600 ribu setiap bus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tetapi jika tidak merespon, maka tim PCNU akan terjun langsung sendiri ke ranting-ranting. "Jangan sampai NU yang mengadakan kegiatan, tapi pihak lain yang untung. Sehingga dengan adanya ini, semua pengurus NU dapat memperoleh berkahnya," imbuhnya.

Selain itu rencananya setelah ramadan nanti, PCNU Bojonegoro juga akan meluncurkan Baitul Mal Watanmil (BMT). Ia berharap kedepannya setiap MWCNU akan mempunyai BMT.

Dalam acara tersebut juga diberikan pengetahuan, sikap NU terkait penentuan idul fitri. Tetapi intinya NU akan menunggu hasil rukyat Lajnah Falakiyah PBNU dan Pemenrintah meskipun Muhammadiyah sudah memastikan hari Raya Idul Fitri 17 Juli. (M Yazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 20 November 2017

Pemerintah Resmi Keluarkan Perpres Pendirian Universitas Islam Indonesia Internasional

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Setelah melalui proses panjang, untuk mendirikan Universitas Islam Indonesia Internasional (UIII), Presiden Joko Widodo pada tanggal 29 Juni 2016 telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia.

Dikutip dari laman setkab.go.id, pendirian perguruan tinggi bertaraf internasional tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban Islam di dunia dan mengenalkannya kepada dunia internasional melalui jalur dan jenjang pendidikan tinggi yang memenuhi standar internasional.

Pemerintah Resmi Keluarkan Perpres Pendirian Universitas Islam Indonesia Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Resmi Keluarkan Perpres Pendirian Universitas Islam Indonesia Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Resmi Keluarkan Perpres Pendirian Universitas Islam Indonesia Internasional

“UIII merupakan perguruan tinggi yang berstandar internasional dan menjadi model pendidikan tinggi Islam terkemuka dalam pengkajian keIslaman strategis yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Agama,” bunyi Pasal 1 ayat (2) Perpres tersebut.

Menurut Perpres tersebut, UIII dikelola sebagai perguruan tinggi negeri badan hukum, dan pembinaannya dilakukan secara teknis akademis oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama dan kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pendidikan Tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara dalam mewujudkan perguruan tinggi yang berstandar internasional sebagaimana dimaksud dan dalam diplomasi luar negeri, difasilitasi oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hubungan luar negeri.

Perpres itu juga menegaskan, UIII mempunyai tugas utama menyelenggarakan program magister dan doktor bidang studi ilmu agama Islam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain menyelenggarakan program pendidikan tinggi ilmu agama Islam sebagaimana dimaksud, menurut Perpres ini, UIII dapat menyelenggarakan program magister dan doktor bidang studi ilmu-ilmu sosial dan humaniora serta sains dan teknologi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Adapun pendanaan penyelenggaraan UIII, menurut Perpres ini, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Non Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum.

Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan dan pengelolaan UIII, menurut Perpres ini, diatur dengan peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Agama dan peraturan menteri lain/pimpinan lembaga pemerintah non kementerian yang terkait sesuai dengan kewenangannya.

“Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 5 Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2016 yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada tanggal 29 Juni 2016 itu. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah