Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Bagaimana Ketentuan tentang Diyat?

Masyarakat Indonesia digegerkan dengan berita adanya ancaman hukuman mati yang diterima oleh salah seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW). Dia diharuskan membayar tebusan atau diyat sebesar Rp 21 miliar (lalu diturunkan menjadi Rp 15 miliar). Yang ingin saya tanyakan, dalam konsep hukum Islam, sebenarnya berapa sih jumlah diyat yang harus dibayarkan? Untuk ukuran TKW mana mungkin tebusan segitu besar bisa dia bayarkan?

Anggie, tinggal di Tangerang

?

Bagaimana Ketentuan tentang Diyat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Ketentuan tentang Diyat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Ketentuan tentang Diyat?

Jawaban

Dalam pembahasan fiqih, para ulama sepakat bahwa hukuman qishash wajib dijatuhkan kepada pelaku pembunuhan berencana (qatlul ‘amd). Namun jika pihak keluarga korban memberikan maaf dan meminta diyat (tebusan) maka pelaku pembunuhan tersebut bisa terhindar dari hukuman qishash, dan ia wajib memberikan diyat. Sedangkan jumlah diyat-nya adalah 100 unta. Hal ini apabila yang menjadi korbannya adalah seorang laki-laki merdeka-muslim.

? Para ulama berselisih soal umur unta tersebut. Dalam konteks ini, misalnya menurut Madzhab Syafii—sebagaimana dikemukakan Imam an-Nawawi—,diyat dalam kasus pembunuhan berencana adalah 30 hiqqah (unta berumur tiga tahun masuk umur empat tahun), 30 jadza’ah (unta berumur empat tahun masuk umur lima tahun), dan 40 khalifah (unta yang sedang bunting).

?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ? ? ? ?-? ? ?. 136)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dalam hal pembunuhan berencana terhadap seorang laki-laki merdeka yang muslim diyat-nya adalah seratus unta yang dibagi menjadi tiga, yaitu 30 hiqqah, 30 jadza`ah, dan 40 khalifah”. (Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, Minhajuth Thalibin? wa ‘Umdatul Muftin, Bairut-Darul Ma’rifah, tt, h. 136).

Sedangkan menurut Imam Syafii jika yang menjadi korban pembunuhan berencana adalah seorang perempuan merdeka-muslimah maka ­diyat-nya adalah separo dari diyat laki-laki, yaitu 15 hiqqah, 15 jadza`ah, dan 20 khalifah. Pendapat ini menurut Imam Syafii telah disepakati oleh para ulama (ijma`). Hal ini sebagaimana dikemukan dalam kitab al-Umm:

?

( ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?-? ? ? 6? ?. 106). “Imam Syafi’i ra berkata: Saya tidak mengetahui adanya perbedaan di kalangan ulama baik dulu maupun sekarang (pada masa Imam Syafii) bahwa diyat perempuan adalah separo dari diyat laki-laki, yaitu lima puluh unta. Karenanya ketika sudah diputuskan diyat-nya perempuan maka diyat-nya adalah lima puluh unta. Dan apabila ia terbunuh karena pembunuhan berencana kemudian keluarganya memilih diyat, maka diyat-nya adalah lima puluh unta, umur untanya sama seperti umur unta dalam diyat pembunuhan berencana, baik yang membunuhnya adalah laki-laki atau sekelompok orang atau seorang perempuan, diyat-nya tidak lebih dari lima puluh unta”. (Muhammad Idris asy-Syafii, al-Umm, Bairut-Darul-Ma’rifah, tt, juz, VI, h. 106).

Jadi, katakan diyat-nya seorang TKW di atas adalah 50 ekor unta dikalikan Rp. 25 juta (harga rata-rata ini sudah cukup mahal) itu sama dengan Rp 1,25 miliar. Lantas bagaimana jika pihak keluarga korban pembunuhan berencana meminta diyat melebihi dari ketentuan? Angka satu seperempat miliar itu tentu sangat-sangat jauh dari angka Rp 21 miliar atau Rp 15 miliar yang harus dibayarkan oleh TKW?

Ibnul Qayyim al-Jauzi dalam kitab al-Hadyu an-Nabawi mengatakan: Sesungguhnya yang wajib adalah salah satu di antara keduanya yaitu bisa qishash atau diyat. Sedangkan dalam hal ini pihak wali korban boleh memilih antara empat hal yaitu bisa memberikan ampunan secara cuma-cuma kepada pihak pembunuh, memberikan ampunan dengan diyat atau memilih qishash. Ketiga pilihan ini tidak ada perbedaan di kalangan ulama. Sedang pilihan yang keempat adalah melakukan perdamaian antara wali korban dengan pihak pembunuh, dengan diyat yang lebih besar dari ketentuan yang sudah ada atau lebih rendah.

Ibnu Qayyim mengatakan, ada dua pendapat ulama mengenai boleh tidaknya memberatkan harga diyat melebihi ketentuan umum. Pendapat pertama yang hanya masyhur di kalangan Madzhab Hanbali adalah diperbolehkan. Sedangkan pendapat Madzhab Syafii tidak diperbolehkan. Bahkan lebih lanjut, menurut hasil penyelidikan Ibnul Qayyim al-Jauzi, pendapat yang kedua dianggap yang paling rajih atau paling kuat. (Muhammad bin Ismail al-Amir al-Kahlani ash-Shan`ani, Subulus Salam, Mesir-Musthafal Babil Halabi, 1379 H/1960 M, juz, III, h. 244)

Argumentasi memberatkan diyat adalah untuk memberikan efek jera bagi pelaku, dan itu mestinya hanya bisa diberlakukan jika memang pelakunya adalah orang yang mapan. Namun melihat kondisi seperti ditanyakan di atas, dimana pelakunya adalah dari kalangan kelas bawah rasanya tak ditambah pun sudah terasa sangat berat, dan tidak akan mungkin bisa dibayar, kecuali disanggah atau dibantu oleh banyak orang. Dalam hal ini kita memilih pendapat yang kedua. Mengutip Ibnul Qayyim al-Jauzi di atas, larangan memperberat diyat dari yang sudah ditentukan itu lebih rajih. Jadi ketentuan membayar diyat 50 ekor unta untuk seorang TKW itu sudah sangat-sangat berat dan jangan diperberat lagi.

Sebenarnya, seberapa pun besaran diyat toh tidak akan bisa menyamai harga sebuah nyawa. Yang dianjurkan adalah memberikan maaf dan ampunan karena itu lebih dekat dengan ketakwaan.

?

Mahbub Ma’afi Ramdlan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Internasional, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 15 Februari 2018

Hukum Azan dan Iqamah untuk Sembahyang Munfarid atau Sendiri

Assalamu ‘alaikum wr. wb. redaksi bahtsul masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah yang terhormat. Apa hukumnya mengumandangkan azan atau iqamah ketika ingin melaksanakan shalat fardhu secara sendiri? Terima kasih banyak sebelumnya. Wassalamu alaikum wr. wb. (Asmizanunix)

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Hukum Azan dan Iqamah untuk Sembahyang Munfarid atau Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Azan dan Iqamah untuk Sembahyang Munfarid atau Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Azan dan Iqamah untuk Sembahyang Munfarid atau Sendiri

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Azan dan iqamah merupakan ibadah yang dilakukan sebelum shalat dimulai. Keduanya mengandung kalimat-kalimat luar biasa dalam Islam. Di dalamnya antara lain terdapat pujian, pengakuan keesaan, pengakuan risalah Nabi Muhammad SAW, seruan Islam, panggilan kemenangan.

Karena di dalamnya mengandung dua kalimat syahadat, maka orang kafir yang mengumandangkan azan maupun iqamah dinilai sebagai muslim. Sementara perihal hukum azan dan iqamah ulama berbeda pendapat. Imam Nawawi menjelaskannya sebagai berikut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?.... ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Artinya, “(Pasal) hukum azan dan iqamah adalah sunah. Tetapi ada ulama yang mengatakan, fardhu kifayah. Azan dan iqamah hanya dilakukan untuk shalat wajib. Sementara untuk Shalat Ied dan sejenisnya cukup dengan ‘As-shalâtu jâmi‘ah’. Menurut qaul jadid madzhab Syafi’i, azan dianjurkan bagi orang yang shalat sendiri. Ia juga perlu mengeraskan suara azannya kecuali di masjid yang dipakai untuk shalat berjamaah... sementara menurut pendapat yang masyhur, jamaah perempuan dianjurkan mengumandangkan iqamah, tanpa azan,” (Lihat Imam An-Nawawi, Minhajut Thalibin wa ‘Umdatul Muftin, Darul Minhaj, Beirut Libanon, 1426 H/2005 M, halaman 92).

Keterangan Imam Nawawi di atas sudah cukup menjawab pertanyaan yang diajukan. Hanya saja berikut ini kami kutip uraian Syekh Muhammad Al-Khatib As-Syarbini untuk melengkapi jawaban Imam An-Nawawi.

? ) ? ? : ? ? ? ? ( ? ) ? ? ( ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Menurut qaul jadid) yang menurut Imam Ar-Rafi‘i menjadi pedoman jumhur ulama (dianjurkan) mengumandangkan azan (bagi orang yang sembahyang sendiri) di sebuah negeri atau di tanah lapang bia ia ingin sembahyang berdasarkan hadits yang akan datang. Sementara menurut qaul qadim, azan tidak dianjurkan baginya karena tidak ada tujuan dari azan itu sendiri, yaitu mengumumkan masuknya waktu sembahyang. Secara lahir kemutlakan sebutan ini dengan mengikuti pandangan kitab Al-Muharrar mengamanahkan kumandang azan orang yang sembahyang sendiri meski kumandang azan orang lain terdengar olehnya. Pendapat ini paling sahih seperti disebut di kitab Tahqiq dan Tanqih. Pengamalan ini yang didasarkan pada pandangan yang mu’tamad meski Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim menyatakan, tidak perlu azan.

Imam Al-Adzra‘i mengatakan, ‘Ini pendapat yang kami yakini lebih rajih. Kumandang azannya cukup terdengar oleh telinganya sendiri. Hal ini berbeda dari azan pengumuman masuk waktu dengan tujuan sembahyang berjamaah yang tentu saja disyaratkan dengan suara keras agar terdengar oleh mereka. Tanpa suara keras tujuan memberi tahu masuknya waktu sembahyang menjadi tidak memadai. Karenanya azan  cukup terdengar olehnya saja. Sementara iqamah dianjurkan menurut qaul qadim dan jadid. Sebagai azan kumandang iqamah cukup terdengar olehnya saja. Lain hal kalau iqamah dimaksudkan untuk sembahyang berjamaah. Hanya saja volume suara iqamah lebih kecil dari volume azan,’” (Lihat Muhammad ibnil Khatib As-Syarbini, Mughnil Muhtaj ila Ma‘rifati Ma‘ani Alfazhil Minhaj, Darul Ma‘rifah, Beirut, Libanon, 1418 H/1997, juz I, halaman 208).

Dari sini kami menyimpulkan bahwa sebelum sembahyang fardhu sendiri meskipun di masjid atau sembahyang berjamaah gelombang kedua, ketiga, kita dianjurkan untuk mengumandangkan azan dan iqamah. Hanya saja kita harus membatasi volume azan dan iqamah sebatas terdengar diri sendiri atau terdengar oleh beberapa orang di sekitarnya jika berjamaah dengan kelompok kecil.

Demikian yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Olahraga, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 13 Februari 2018

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengaku senang dengan peluncuran aplikasi iShalat 30 augmented reality. Menurutnya, ini menunjukkan kalau NU tidak gagap teknologi. NU mampu menjawab tantangan zaman.

"Apakah NU mampu atau tidak menggunakan teknologi. Kita jawab, kita mampu. Untuk dakwah, untuk agama, untuk ibadah, untuk pendidikan," kata Kiai Said saat memberikan sambutan pada acara peluncuran aplikasi iShalat 30 Augmented Reality di lantai delapan, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (6/11).

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat

Ia mengingatkan, teknologi merupakan sarana yang bisa mengandung dampak positif dan negatif.

"Mudah mudahan mari kita perbanyak kandungan positifnya. Sangat bermanfaat (aplikasi iShalat ini) Masyaallah," kata Kiai Said senang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, keberadaan aplikasi ini mempermudah dan efektif untuk orang-orang yang mau melakukan pelatihan shalat. "(Teknologi) ini sudah tingkat tinggi ini," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai kelahiran Kempek ini pun meminta nahdliyin agar tak ketinggalan teknologi. "Ini merupakan tantangan teknologi digital ini," kata Kiai Said.

Hadir pada acara peluncuran aplikasi iShalat 30 augmented reality ini, Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghoni, Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman, Bendahara Umum H Ing Bina Suhendra, Ketua LTM PBNU KH Mansyur Syaerozi, dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Nahdlatul Ulama, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 11 Februari 2018

Ansor Sumberasih Terima Penghargaan GP Ansor Teladan

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Sejak beberapa bulan terakhir, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo sukses melakukan pengembangan ekonomi masyarakat. Usaha yang dilakukan dalam wadah Kelompok Usaha Bersama (KUBE) ini meliputi Ansor Cafe, Ansor Bertelur dan terbaru Ansor Menjamur.

Ansor Sumberasih Terima Penghargaan GP Ansor Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumberasih Terima Penghargaan GP Ansor Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumberasih Terima Penghargaan GP Ansor Teladan

Pengembangan ekonomi yang dilakukan ini membuat PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih mendapatkan penghargaan sebagai GP Ansor teladan dari Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Probolinggo. 

Penghargaan ini diserahkan oleh Komandan Satkornas Banser H. Alfa Isnaini dalam resepsi peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan yang digelar PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo dari halaman Eks Kantor Bupati Probolinggo, Jumat (11/11) malam.

“Semoga penghargaan yang diterima oleh PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih bisa memotivasi semangat kader Ansor yang lain agar tidak berhenti melakukan inovasi dan terobosan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena pada dasarnya pemuda Ansor itu harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Alfa Isnaini.

Sementara Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih H Abdul Mujib mengatakan bahwa usaha-usaha pengembangan ekonomi yang dilakukan ini untuk menjadikan GP Ansor Kecamatan Sumberasih mandiri dan membantu dalam ekonomi pengurus Ansor pada umumnya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Artinya keberadaan Ansor bukan menjadi sebuah beban masyarakat, tetapi menjadi sebuah solusi di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Ansor Sumberasih juga mendapatkan penghargaan untuk kategori kaderisasi yang berkembang di Kecamatan Sumberasih melalui Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor yang merata sampai pelosok-pelosok desa di wilayah Kecamatan Sumberasih yang dilaksanakan rutin setiap bulan.

“Alhamdulillah dan ucapan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada sahabat-sahabat Ansor Kecamatan Sumberasih atas kerja samanya selama ini mengabdi di Ansor. Semoga perjuangan kita selama ini di catat sebagai amal ibadah dan tidak lupa kepada PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo atas kepercayaan kepada kami atas penghargaan ini,” harapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan Wakil Sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih Abdul Jalal berharap agar ke depan bisa istiqomah dalam mengawal para kiai, mengawal NU dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Banyaknya berita hoaks terhadap Ansor dan Banser belakangan ini semoga menjadi pemicu kita untuk terus semangat dalam berkhitmad demi membesarkan organisasi GP Ansor, khususnya di Kecamatan Sumberasih,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Olahraga, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 09 Februari 2018

LPBINU Lakukan Langkah Taktis Tangani Korban Gempa Aceh

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Korban gempa bumi 6,5 SR yang mengguncang Pidie, Pidie Jaya, dan Bireun di Provinsi Aceh makin terus bertambah berdasarkan data statistik. Jumlah korban yang masih berbeda-beda yang dikeluarkan oleh beberapa lembaga membuat LPBINU terus melakukan langkah taktis penanganan korban.

LPBINU Lakukan Langkah Taktis Tangani Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Lakukan Langkah Taktis Tangani Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Lakukan Langkah Taktis Tangani Korban Gempa Aceh

Menurut Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PP LPBINU) M. Ali Yusuf, validasi data korban terdampak berperan penting agar distribusi bantuan tepat sasaran.

“Hingga sekarang Tim LPBINU yang telah turun ke lapangan terus melakukan assessment langsung terhadap jumlah korban karena hal ini penting untuk segera melakukan tindakan bantuan secara cepat dan tepat,” ujar Ali Yusuf, Jumat (9/12) di Jakarta.

Dia juga menerangkan bahwa timnya sudah berkoordinasi dengan para pengurus NU di Aceh, baik PWNU maupun PCNU di tiga kabupaten. Pos kemanusiaan NU juga telah didirikan di beberapa titik untuk memudahkan proses evakuasi korban dan distribusi bantuan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Informasi sementara yang kami dapatkan, saat ini para korban sangat membutuhkan makanan instan cepat saji yang tidak memerlukan proses lama. Selain itu, kebutuhan obat-obatan dan logistik yang diperuntukan bagi perempuan dan anak-anak juga krusial,” jelasnya.

Rilis terkini data korban

LPBINU juga ikut merilis data yang telah dikelaurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Aceh selain data dari Dinas Sosial yang kecenderungannya berbeda-beda.?

Data dari 3 kabupaten yaitu Pidie, Pidie Jaya, dan Bireun menurut BPBD Aceh hingga 9 Desember 2016 adalah sebagai berikut:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Korban meninggal: 103 orang

Korban luka: 589 orang

Mengungsi: 10.301 orang

Rumah rusak: 11.378

Masjid rusak: 58

Mushollah rusak: 88

Ruko rusak: 109

Dayah/Pesantren rusak: 3

“Selain itu, Kampus Al-Aziziyah dan sebuah sekolah juga hancur serta berbagai fasilitas umum, kantor, dan infrastruktur juga rusak,” tandas Ali Yusuf. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 05 Februari 2018

Berkomunikasi Menggunakan Simbol dalam Islam

Oleh Hagie Wana



Salah satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari proses berkomunikasi adalah kebutuhan akan simbolisasi atau penggunaan lambang. Simbol atau lambang adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Simbol tersebut dapat berupa kata-kata (verbal), gerakan tubuh (nonverbal) ataupun objek lainnya yang maknanya disepakati bersama seperti contohnya memasang bendera kuning adalah tanda berduka bagi sebagian masyarakat di Pulau Jawa. Simbol atau lambang tersebut sangat variatif dan bergantung pada kebudayaan yang berlaku di sebuah tempat.

Berkomunikasi Menggunakan Simbol dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkomunikasi Menggunakan Simbol dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkomunikasi Menggunakan Simbol dalam Islam

Dalam dunia Islam, penggunaan simbol sebagai media berkomunikasi bukanlah hal yang asing. Namun minimnya pengetahuan dan kekakuan dalam menginterpretasikan nash/dalil, tak jarang banyak pihak yang menolak keberadaan simbol-simbol dalam proses kehidupan beragama. Yang kemudian mengategorikan simbol-simbol dalam kehidupan beragama itu ke dalam takhayul, bid’ah, khurafat atau bahkan tak tanggung-tanggung, yaitu musyrik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebagai contoh, suatu ketika saat Rasulullah SAW melaksanakan shalat Istisqa, Rasul memutar posisi sorbannya sebagai bentuk doa bir rumuz, yakni berdoa dengan menggunakan isyarat atau simbol. Berdoa dengan simbol pun sering dilakukan oleh umat Islam di Nusantara. Contohnya sebagian kelompok masyarakat Sunda ketika akan pindah/menempati rumah baru, hal yang pertama dipindahkan adalah pabeasan (tempat menyimpan beras) terlebih dahulu sebelum barang yang lain. Ini adalah bentuk doa agar kelak saat mendiami rumah tersebut akan tercukupi kebutuhan pangannya.

Tidak hanya dalam doa, penggunaan simbol juga biasa dilakukan dalam proses pendidikan. Sebagaimana dilakukan oleh khalifah Umar bin Abdul Aziz, ketika beliau mendapat aduan dari Yahudi yang merasa dizalimi oleh salah satu gubernurnya di wilayah pemerintahnnya kala itu, Umar bin Abdul Aziz mengambil sebuah tulang unta, kemudian membuat goresan lurus pada tulang tersebut dengan pedang, lalu beliau memerintahkan Yahudi itu untuk membawa tulang tersebut pada gubernurnya. Ketika tulang dibawakan ke hadapan gubernur, tiba-tiba sang gubernur bergetar dan bercucuran keringat. Si Yahudi pun terheran-heran. Saat ditanyakan, sang gubernur menjawab “Ini adalah pesan dari khalifah Umar agar aku berbuat adil (lurus) sebagaimana lurusnya garis pada tulang ini. Kalau aku tak sanggup, maka pedanglah yang akan meluruskan perbuatanku”. Sang gubernur itu lalu meminta maaf atas kekhilafannya. Menyaksikan kejadian ini, Yahudi itu tertunduk kagum pada dua orang yang ditemuinya itu, lalu dengan mantap ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Proses komunikasi dengan simbol tersebut, telah berperan mengantarkan Yahudi tadi memeluk agama Islam.

Jadi, proses pengunaan simbol yang kerap dilakukan oleh leluhur kita sebagai media bekomunikasi apa pun itu konteksnya, entah sebagai doa, nasihat, atau proses pendidikan, bukanlah hal yang bertabrakan dengan aqidah. Sebagaimana telah dilakukan dari zaman Rasul, Sahabat, dan generasi-generasi berikutnya hingga sampai pada kita sekarang. Ada banyak pesan moral yang terkandung dalam simbolisasi tersebut. Orang tua kita telah sedemikian sempurna dalam menyampaikan sebuah pesan melalui media simbol yang terkadang lebih efektif dan efisien dibanding dengan beretorika belaka. Masalahnya kita tidak memiliki kemauan dan kemampuan untuk mencari makna dari pesan yang terkandung di balik simbol-simbol tersebut, lalu terjebak pemahaman yang cenderung normatif daripada substanstif dalam menginterpretasikan dalil, menyebabkan kekeliruan memahami konsep musyrik yang sebenaranya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lalu seiring perubahan zaman, masih efektifkah proses penyampaian pesan menggunakan simbol-simbol? Atau mampukah kita membuat model komunikasi dengan penggunaan simbol sebagaimana yang telah dilakukan orang-orang terdahulu kita?

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 28 Januari 2018

PMII Ciputat Ajak Civitas UIN Simpatik atas Kasus Salim Kancil

Ciputat, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kematian tragis salah seorang petani penolak tambang pasir di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, mengetuk hati masyarakat Indonesia untuk menyampaian solidaritas, tak terkecuali mahasiswa.

Atas peristiwa tersebut, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ciputat menggelar aksi solidaritas di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas membentangkan poster dan juga bendera PMII.

PMII Ciputat Ajak Civitas UIN Simpatik atas Kasus Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ciputat Ajak Civitas UIN Simpatik atas Kasus Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ciputat Ajak Civitas UIN Simpatik atas Kasus Salim Kancil

Aksi yang berlangsung Kamis (1/10) ini dimulai dari depan Fakultas Tarbiyah yang kemudian berjalan menuju taman Fakultas Sains Teknologi dan Fakultas Ekonomi Bisnis. Lalu, massa bergerak menuju taman Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Setelah itu berhenti di Fakultas Adab dan Humaniora dan Fakultas Syariah dan Hukum. Hingga berakhir di depan pintu masuk UIN Jakarta. Setiap taman Fakultas yang disinggahi, mereka berorasi dan mengajak kepada seluruh civitas akademika UIN Jakarta untuk turut bersimpati.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami mengangkat tema ‘Ciputat Berduka Cita Atas Meninggalnya Salim Kancil’, dengan maksud membuka setiap mata para civitas akademika UIN Jakarta bahwa ada pelanggaran HAM dalam peristiwa yang menimpa saudara kita di Lumajang,” ujar Abdurrahman Wahid selaku koordinator lapangan aksi.

Dalam aksi tersebut, mahasiwa menuntut pemerintahan Lumajang agar segera menyelesaikan kasus tersebut, dan menghukum seberat-beratnya pelaku yang telah menganiaya korban penganiayaan, Tosan; serta korban pembunuhan sadis, Salim Kancil.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tidak hanya berorasi, mereka juga membawa kotak donasi untuk Tosan yang masih dirawat. Aksi solidaritas tersebut juga diwarnai dengan puisi untuk Salim dan drama teatrikal. Aksi yaang sempat membuat macet jalan raya depan kampus UIN Jakarta ini berlangsung lancar dan damai. (Dany Setiyawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Fragmen, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Inilah Kesepakatan ASEAN Lindungi Pekerja Migran

Manila, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)? ke-31 ASEAN di Manila, Filipina, para pemimpin negara-negara ASEAN telah menyepakati ASEAN Consensus on the Promotion and Protection of the Rights of Migrant Workers, sebuah kesepakatan penting dalam upaya meningkatkan perlindungan terhadap pekerja migran dan keluarganya di kawasan ASEAN.

Kesepakatan yang ditandatangani 10 kepala negara pada Selasa (14 /11) secara garis besar, isi konsensus terkait dengan hak pekerja migran, kewajiban negara pengirim, serta kewajiban negara penerima pekerja migran.?

Inilah Kesepakatan ASEAN Lindungi Pekerja Migran (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kesepakatan ASEAN Lindungi Pekerja Migran (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kesepakatan ASEAN Lindungi Pekerja Migran

Hak-hak pekerja migran adalah? mendapatkan kunjungan dari anggota keluarganya. Menyimpan dokumen pribadi, termasuk paspor dan dokumen izin kerja. Mendapatkan kesetaraan hukum ketika ditahan atau dipenjara saat menunggu masa sidang atau ketika ditahan untuk alasan lainnya. Menyampaikan keluhan kepada otoritas terkait serta mendapatkan bantuan dari perwakilan pemerintah di negara penempatan.

Pekerja migran mendapatkan kebebasan bergerak atau berpindah tempat di negara penempatan. Mendapatkan akses? informasi ketenagakerjaan, baik negara pengirim maupun penerima.

Pekerja migran berhak mendapatkan akses informasi terkait dengan pekerjaan dan kondisi pekerjaan di negara penerima instansi, badan, atau agensi perekrut. Mendapatkan kontrak kerja atau dokumen layak lainnya yang berisi? persyaratan kerja yang jelas. Mendapatkan perlakuan yang adil di tempat kerja. Mendapatkan akomodasi yang layak berdasarkan hukum, regulasi dan kebijakan nasional negara penerima.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pekerja migran berhak mendapatkan remunerasi, tunjangan dan penghasilan yang layak dan adil. Berhak mengirimkan pendapatan dan simpanannya melalui cara pengiriman apapun sesuai aturan yang berlaku di negara penerima. Berhak mengajukan keluhan atau membuat pernyataan terkait perselisihan perburuhan, sesuai hukum yang berlaku di negara penerima. Memiliki hak berkumpul dan berserikat dengan asosiasi atau organisasi pekerja sesuai aturan yang berlaku di negara penempatan.

Apa kewajiban dari negara pengirim pekerja migran?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Negara pengirim bertanggungjawab memberikan program orientasi sebelum keberangkatan yang didalamnya berisi tentang hak asasi manusia, hak ketenagakerjaan, kondisi pekerjaan, hukum, sosial, budaya dan sebagainya terkait negara penerima. Juga memastikan pekerja memahami kontrak kerja melalui kontrak kerja tertulis dalam bahasa yang mudah dipahami.

Negara pengirim bertanggungjawab menentukan biaya yang dikeluarkan pekerja migran yang layak dan transparan. Mencegah biaya yang tinggi. Wajib menyederhanakan tata kelola penempatan dengan membuat? layanan terpadu.?

Bertanggungjawab atas pemenuhan syarat kesehatan bagi pekerja migran, serta bertanggungjawab menyusun program re-integrasi bagi pekerja migran yang kembali berupa program ketenagakerjaan.

Adapun negara penerima pekerja migran bertanggungjawab menjamin HAM dan hak dasar serta martabat pekerja migran dengan memberikan perlakuan yang adil dan mencegah perlakuan yang kasar, kejam dan siksaan.

Negara penerima wajib membuat program untuk meningkatkan pemahaman prosedur dan peraturan negara penerima. Menindak pengguna pekerja migran ilegal. Mencegah biaya perekrutan yang tinggi. Memastikan? pekerja menerima dokumen kontrak.?

Negara penerima menjamin remunerasi dan? benefid yang adil, serta memberikan perlindungan keselamatan kerja bagi pekerja migran.

Mencegah kekerasan dan pelecehan seksual bagi pekerja migran. Menjamin perlakuan kepada pekerja sesuai dengan kesetaraan gender. Memberikan bantuan dan akses bagi pekerja migran. Serta menfasilitasi bantuan legal dan interpreter, serta fungsi kekonuleran bagi pekerja migran.

Menurut Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Maruli A. Hasoloan mengatakan, untuk menjalankan konsensus tersebut, masing-masing anggota ASEAN akan menyusun action plan.

“Masing-masing negara? akan membuat laporan kemajuan pelaksanaan action plan, serta saling memberikan contoh praktik baik dalam perlindungan pekerja migran yang merujuk pada konsensus tersebut,” ujarnya di Manila, Rabu (15/11).

Action plan masing-masing negara, selanjutnya akan dipelajari dan di-review oleh ASEAN Committee of Migrant Workers (ACMW). Indonesia sendiri, lanjut Maruli, jauh-jauh hari telah menyiapkan kerangka action plan guna menjamin terlaksana konsensus perlindungan pekerja migran di Asia Tenggara. (Red: Kendi Setiawan)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Olahraga, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 16 Januari 2018

Rangkaian Harlah Ansor Dipadati 5 Program

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengadakan acara pembukaan atau launching peringatan hari lahir (Harlah) ke-78 bertajuk “Indonesia Bangkit, Rakyat Sejahtera”, di Gedung PP GP Ansor, Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, Selasa (24/4) malam. Rangkaian acara harlah selanjutnya akan dipadati dengan lima program. 

“Sahabat-sahabat Ansor sekalian, acara Harlah kita kali ini, belum puncak. Ini baru pembukaan. Puncak harlah kita nanti insya Allah tanggal 10 Juni 2012 di Kota Surakarta, Jawa Tengah,” tandas Nusron Wahid, Ketua Umum PP GP Ansor dalam pidato sambutannya di acara tersebut.

Rangkaian Harlah Ansor Dipadati 5 Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkaian Harlah Ansor Dipadati 5 Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Rangkaian Harlah Ansor Dipadati 5 Program

Puncak harlah GP Ansor ke-78, rencananya akan dipadati dengan 5 program. Lima program itu adalah Konferensi Besar, Pengembangan Micro Finance Islamic, Lomba Penulisan ‘Wira Santri Mandiri’, Apel Siaga Banser 30.000 se-Jawa Tengah, DI Yogyakarta, sejumlah kabupaten Jawa Timur, dan Selawat Bersama dipimpin oleh Habib Syekh Abdul Qadir Assegaf dari Solo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pembukaan harlah GP Ansor ke-78, dihadiri sekitar 500 sahabat Ansor. Mereka memekikkan yel-yel Ansor dengan berapi-api. Sejumlah orang ternama di lingkungan NU tampak hadir. KH. Cholid Mawardi, Mantan Ketua Umum PP GP Ansor, Slamet Effendy Yusuf, Wakil Ketua Umum PBNU, dan Yenni Wahid, putri kedua Gus Dur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelum harlah puncak, kita bulan Mei akan melakukan bakti sosial berupa penanaman pohon di sepanjang sungai Bengawan Solo. Penanaman ini dilakukan menimbang sungai Bengawan Solo dilanda banjir setiap tahun secara terus menerus. Bencana banjir terjadi karena tak ada reboisasi di sana, yakin Nusron Wahid.

Slamet Effendy Yusuf dan KH Cholid Mawardi dalam pidato sambutannya, masing-masing menyambut baik program yang diagendakan GP Ansor di puncak harlahnya. Keduanya menegaskan kembali komitmen organisasi. Bagi keduanya, gerakan GP Ansor sepanjang usia 78 tahun ini, menempati posisi penting dalam mengawal Islam Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Keduanya pernah memimpin PP GP Ansor dalam periodenya masing-masing. Dalam pidato sambutan keduanya mengatakan, sepak terjang GP Ansor sangat diperhitungkan oleh Indonesia. Manufer-manufer konkrit GP Ansor yang langsung menyentuh persoalan rakyat lapisan bawah, tambah keduanya, masih dibutuhkan masyarakat luas Indonesia.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 28 Desember 2017

Nyai Solichah Saifuddin Zuhri: Ibu Sejati yang Tangguh Berorganisasi

Keputusan untuk berkiprah dalam organisasi tanpa melalaikan kewajiban sebagai Ibu rumah tangga bukanlah hal yang mudah. Namun, hal itulah yang dilakukan Nyai Solichah Saifuddin Zuhri. Mertua KH Salahuddin Wahid ini berprinsip aktif dalam sebuah organisasi tak harus meninggalkan peran utama dalam keluarga.

Karena itu pula, dia selalu mengajak anak-anaknya dalam kegiatan organisasi yang dia lakukan. Seperti saat kampanye Pemilu 1955, saat itu Nyai Solichah diberi tanggung jawab sebagai Juru Kampanye (Jurkam) NU (ketika masih menjadi partai politik) keluar daerah. Bertepatan kala itu dia punya momongan yang masih kecil, yakni seorang putri berusia 10 tahun bernama Farida dan adiknya yang masih bayi bernama Baihaqi.

Nyai Solichah Saifuddin Zuhri: Ibu Sejati yang Tangguh Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyai Solichah Saifuddin Zuhri: Ibu Sejati yang Tangguh Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyai Solichah Saifuddin Zuhri: Ibu Sejati yang Tangguh Berorganisasi

Meski berada di panggung kampanye, Nyai Solichah tetap membawa kedua anaknya menghadiri undangan rapat kampanye. Alhasil, Nyai Solichah berpidato sementara si kecil Baihaqi digendong sang kakak tanpa bantuan baby sitter. Hal itu sebagai bukti kemandirian sosok Nyai Solichah Saifuddin Zuhri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Memang, selama hidupnya Nyai Solichah berpandangan bahwa kaum perempuan harus bisa mandiri tanpa bergantung pada orang lain. Selain itu, seorang perempuan harus menguatkan kehidupan keluarganya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berkarir atau pun berorganisasi. Karena tanggung jawab sebagai Ibu Rumah Tangga menjadi tanggung jawab utama. Karena prinsip-prinsip yang dia pegang itu lah tak ayal dia tetap membawa Sang Anak kala beraktivitas dalam organisasi.

Keterlibatan Nyai Sholihab dalam Muslimat NU dimulai dari bawah ketika menjadi Ketua Muslimat NU wilayah Jawa Tengah tahun 1950-1955. Baru sekitar 1956-1989, dia dipercaya sebagai salah satu ketua di PP Muslimat NU. Bahkan hingga Nyai Solichah wafat 6 Maret 1990, beliau masih berstatus sebagai pengurus PP Muslimat NU.

Kiprahnya dalam Muslimat NU tampak di bidang kesehatan. Dia pernah menjabat sebagai Direktris Rumah Bersalin Muslimat NU di Hang Tuah, Jakarta Selatan. Rumah bersalin itu dibangun di atas tanah wakaf suaminya KH Saifuddin Zuhri. Meski menjadi bagian dari Direktris, dia tetap menjalankan hobinya dalam hal menjahit dan berkebun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari perkawinannya dengan KH Saifuddin Zuhri, Nyai Solichah dikaruniai 10 anak yakni Fahmi D Saifudin, Farida Salahuddin Wahid, Annisa S Hadi, Aisyah Wisnu, Andang Fatati, Ahmad Baehaqi Saifudin, Yulia Nur Soraya, Annie Lutfia, Adib Daruqutni, dan Lukman Hakim Saifudin yang saat ini menjabat sebagai Menteri Agama RI. (Mahbib)

Diolah dari buku "50 Tahun Muslimat NU, Berkhidmat untuk Agama, Negara & Bangsa", 1996 (Jakarta: PP Muslimat NU)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 06 Desember 2017

Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama RI, Mohsen, menegaskan, KUA sangat strategis dalam membina paham keagamaan Islam di tengah masyarakat. Hal ini disebabkan KUA dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah.

“Peran KUA Strategis justru karena dekat dengan masyarakat dalam membina paham keagamaan Islam,” ujar Mohsen, Kamis (14/12) lalu di Jakarta sembari menegaskan bahwa tugas KUA tidak hanya semata mengurusi persoalan pernikahan saja.

Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan

Pria kelahiran Makassar ini menjelaskan, KUA sudah cukup dikenal masyarakat. Saat ini ada 5.707 KUA di Indonesia, penghulu 5.773 lokasi, Penyuluh PNS 4500 orang, penyuluh Non-PNS 45.000 orang.

Di KUA ada kepanjangan tangan yaitu penghulu dan penyuluh. Penghulu dan penyuluh menpunyai peran strategis kuntuk memberi layanan kepada umat Islam dalam membina paham keagamaan Islam.

“Jadi KUA selain memberikan pelayanan, juga melakukan pembinaan,” kata Mohsen.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia berharap, KUA memberi peran yang sangat signifikan dalam memberi bimbingan kepada masyarakat. KUA, tegasnya, memiliki peran memberikan layanan dan bimbingan kepada masyarakat Islam di lingkungan kerjanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KUA, sambungnya, berfungsi salah satunya memberikan peneranagan agama Islam. KUA merupakan garda terdepan Kemenag yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Mohsen tidak memungkiri, di antara sebab yang mendukung aliran keagamaan yang bermasalah yaitu keliru memahami al-Qur’an, kurang menyeluruhnya sumber-sumber rujukan, lemahnya pemahaman keagaman, dan laata belakang pendidikan yang tidak cukup baik.

Lebih jauh, dia menyatakan, aliran atau ideologi bermasalah juga berasal dari luar (transnasional, red) untuk menggangu stabilitas negara. Negosiasi lebih penting. Misal adanya komitmen dalam menyelesaikan masalah dari berbagai pihak.

“Tentu dengan mengesampingkan kepeantingan pribadi dan kelompok tertentu,” tandas mantan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 05 Desember 2017

Perhimpunan Grup Hadrah Se-Wonosobo Tetap Eksis di Usia Ke-16

Wonosobo,, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jamiyyah Hadrah Hubbun Nabi Wonosobo, Ahad (27/3) menggelar acara pentas seni Hadrah di halaman Masjid Pondok Pesantren Al-Mansur Kauman Wonosobo, Jawa Tengah. Pagelaran yang kali ini bertajuk "Menggapai Syafaat dengan Shalawat" tersebut diikuti lebih dari 17 peserta grup rebana dari pelbagai delegasi. Di antara Mereka merupakan perwakilan dari pesantren, desa, juga sekolahan.

Perhimpunan Grup Hadrah Se-Wonosobo Tetap Eksis di Usia Ke-16 (Sumber Gambar : Nu Online)
Perhimpunan Grup Hadrah Se-Wonosobo Tetap Eksis di Usia Ke-16 (Sumber Gambar : Nu Online)

Perhimpunan Grup Hadrah Se-Wonosobo Tetap Eksis di Usia Ke-16

Menurut Arif Budiyanto, ketua Jamiyyah Hadrah Hubbun Nabi Wonosobo, perkumpulan yang menghimpun berbagai grup rebana se-Kabupaten Wonosobo ini sampai sekarang tetap dapat eksis dan kini sudah memasuki usia yang ke-16 tahun. Masyarakat Wonosobo umumnya sangat antusis dan mengapresiasi adanya jamiyyah rebana ini.

Hal itu, menurutnya, terbukti dengan selalu bertambahnya jumlah peserta yang ikut tampil pada tiap acara ini dihelat secara bergilir. Para peserta itu tak cuma grup lama tapi juga sering bermunculan peserta baru.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kegiatan yang rutin digelar ini bertujuan untuk dapat menjalin dan mempererat tali silaturahmi antar grup-grup rebana se-Wonosobo," ujar Arif Budiyanto.

"Selain juga untuk lebih menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad Saw,? acara semacam ini dimaksudkan pula untuk mengimbangi atau memainkan peran di bidang kesenian, agar semuanya tidak hanya bergerak dalam ranah akademik. Memang perlu ada yang mengisi bidang akademik, penting juga ada yang berperan di sisi kesenian", imbuhnya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah ditemui di sela-sela acara, Ahad (27/3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan pengamatan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, meski pentas seni hadrah siang itu bukan suatu perlombaan yang memperebutkan juara, tapi masing-masing grup menunjukkan kemampuan terbaiknya. Hal itu terlihat dari seringnya mereka unjuk kebolehan dan berimprovisasi baik pada alunan vokal lagu maupun dinamisasi tabuhan terbang yang tidak monoton terikat pada model nomer lagu yang dicontohnya. Tidak jarang pula terdengar penonton memberi tepuk tangan misalnya saat peserta grup di tengah pentasnya membuat variasi lagu baru yang mengejutkan. (M Haromain/Mahbib)? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Fragmen, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 30 November 2017

Pergunu Ikuti Bimtek Pelindungan Keprofesian Guru Zona Bali

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) berpartisipasi aktif dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelindungan Keprofesian Bagi Guru Dikmen (SMA/SMK) Zona Bali yang diselenggarakan Direktorat Pembinaan Guru Dikmen Dirjen GTK Kemendikbud RI, 6-8 Desember 2016.

Dua orang guru yang mewakili Pimpinan Pusat Pergunu yang ikut adalah Lewa Karma dan Moh. Sahlan. Selama kegiatan mereka mendapatkan sejumlah materi, antara lain tentang kebijakan Direktorat PG Dikmen, batasan dan bentuk kekerasan, pelanggaran HAM, hukum dan etika; batasan, bentuk dan prosedur pelayanan pelindungan; pelindungan keprofesian guru, dan displin positif untuk siswa.

Pergunu Ikuti Bimtek Pelindungan Keprofesian Guru Zona Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Ikuti Bimtek Pelindungan Keprofesian Guru Zona Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Ikuti Bimtek Pelindungan Keprofesian Guru Zona Bali

Dalam siaran pers yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Bimtek yang menghadirkan narasumber dari pejabat Ditjen GTK, LPTK, KPAI, Komnas HAM, LKBH Jakarta, dosen UI (psikolog) ini merupakan rangkaian kegiatan 3 zona yang diselenggarakan di Batam, Jakarta dan Bali. Bimtek zona ini menghadirkan guru pendidikan menengah (Dikmen) wilayah Indonesia Timur (Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku dan Papua).

Peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok profesi, termasuk di dalamnya Pergunu, dan kelompok K3. Kelompok K3 sejumlah 100-an orang mendapatkan materi yang berhubungan dengan keselamatan kerja guru yang berhubungan dengan praktik dan layanan pendidikan di sekolah. Kelompok Profesi sejumlah 94 orang mendapatkan materi yang berhubungan kesejahteraan, pengharhgaan dan perlindungan (kesharlindung) yang berkenaan dengan penaganan siswa dan penguatan profesi guru.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hasil dari Bimtek ini diharapkan bisa menambah khazanah, wawasan dan kepekaan guru dalam persoalan kesharlindung guru sekaligus sebagai penguatan pelindung profesi guru. Materi berjalan lancar dan dilengkapi dengan bedah kasus masalah siswa dan guru. Oleh sebab itu, anggota Pergunu perlu tahu dan ikut? serta dalam kegiatan ini untuk diimbaskan kepada anggota Pergunu lainnya, karena berkenaan dengan semangat kolektivitas organisasi profesi. (Red: Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdayakan Warga Pesisir Hutan, Perhutani Gandeng PCNU Kendal

Kendal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Perum Perhutani Kendal menyepakati kerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kendal dalam pengembangan ketahanan pangan dan pemberdayaan serta pendampingan masyarakat desa hutan di Kendal. Penandatangan kesepakatan dilangsungkan di Gedung NU Kendal, Kamis (17/9).

Menurut Ketua PCNU Kendal KH Muhammad Danial, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama serupa di tingkat PBNU dengan direktur utama Perum Perhutani pada akhir Januari 2015.

Berdayakan Warga Pesisir Hutan, Perhutani Gandeng PCNU Kendal (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdayakan Warga Pesisir Hutan, Perhutani Gandeng PCNU Kendal (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdayakan Warga Pesisir Hutan, Perhutani Gandeng PCNU Kendal

“Di Kendal ada sekitar ? 36 desa yang berada di sekitar hutan yang dikelola oleh Perhutani. Mayoritas penduduk desa di sekitar hutan tersebut adalah warga NU.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Oleh karena sangat tepat jika Perhutani menggandeng PCNU Kendal dalam pemberdayaan dan pendampingan masyarakat sekitar hutan.

Sementara dari pihak Perhutani menjelaskan bahwa perjanjian kerja sama ini berlaku untuk dua tahun ke depan. Bila membawa hasil yang menguntungkan bagi kedua pihak, kerja sama akan dilanjutkan pada tahap berikutnya. (Fahroji/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 29 November 2017

Dua Gol Sundulan Antarkan Asshiddiqiyah ke Babak 16 Besar.

Bandung,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Duel memperebutkan tiket 16 besar dari Grup E LSN, antara Asshiddiqiyah dan Al Mujtahid berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Asshiddiqiyah, lewat dua gol yang dicetak melalui sundulan. Laga digelar di Stadion Lodaya pada Rabu (25/10) siang.

Asshiddiqiyah yang mengenakan kostum merah dengan aksen dada warna hitam turun dengan formasi awal 4-5-1, dengan permainan bola-bola pendek. Hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke babak 16 Besar, tim asal Regional Jakarta ini bermain lebih tenang sejak sepak mula dilakukan.

Dua Gol Sundulan Antarkan Asshiddiqiyah ke Babak 16 Besar. (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Gol Sundulan Antarkan Asshiddiqiyah ke Babak 16 Besar. (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Gol Sundulan Antarkan Asshiddiqiyah ke Babak 16 Besar.

Sementara Al Mujtahid yang memakai seragam hijau dengan strip kuning, memakai formasi 4-4-2.  Tim asal Pontianak ini terlihat banyak melakukan umpan-umpan panjang ke daerah lawan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Asshiddiqiyah membuka skor 1-0 pada menit ke-8 babak pertama. Gol bermula dari sepak pojok yang diselesaikan oleh sundulan gelandang M. Rizky yang tidak dijaga dengan baik di dalam kotak penalti.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketinggalan satu gol terlihat cukup menurunkan mental para pemain Al Mujtahid. Mereka kerap kehilangan bola dan banyak melakukan umpan-umpan panjang spekulatif. Sementara Asshiddiqiyah justru tampil makin prima dengan umpan-umpan pendek dan variasi serangan yang baik di daerah pertahanan lawan. Di pertengahan babak pertama, mental tim Al Hikmah baru kembali terbangun. Meskipun pertandingan masih dikuasai Asshiddiqiyah, para pemain lebih tenang memainkan bola pendek dan beberapa kali berani melakukan duel dengan pemain lawan.

Di tengah babak pertama, melihat cuaca yang panas, wasit sempat memberikan water break selama 1 menit kepada para pemain.

Asshiddiqiyah sepertinya memanfaatkan water break dengan baik untuk mengembalikan energi. Tak lama setelah pertandingan dilanjutkan, mereka langsung menggebrak lewat gol pemain pengganti, M. Irham pada menit ke- 26, yang membuat kondisi menjadi 2-0. Para pemain Al Mujtahid tidak melakukan antisipasi yang layak untuk tendangan bebas jarak jauh dari Asshiddiqiyah. Bola lambung diselesaikan dengan sundulan Irham yang sama sekali tak terkawal di kotak penalti. Penyerang bernomor punggung 9 ini, sejak masuk lapangan memang sering merepotkan lini belakang lawan dengan kemampuannya menahan bola dan melihat ruang bagi rekan setimnya.

Di babak kedua kendali permainan tetap dipegang Asshiddiqiyah. Organisasi permainan tim ini terlihat semakin menonjol, baik saat menyerang atau bertahan. Namun Al Mujtahid justru bisa mencuri gol lewat tendangan bebas dari sisi kotak penalti pada menit 45.

Gol ini terjadi akibat kendurnya konsentrasi pemain belakang Asshiddiqiyah mengantisipasi tendangan bebas lawan dari sisi kotak penalti. Bola datar dan pelan yang dilepaskan tak diduga para pemain bertahan. Handiko Cikal yang tidak dikawal sempurna melambungkan bola melampaui jangkauan kiper Asshiddiqiyah, menipiskan ketinggalan menjadi 2-1.

Pada menit 49 wasit memberi kartu merah kepada penyerang Asshiddiqiyah M. Irham, yang dianggap mengganggu lawan yang tengah menguasai bola. Pemain ini sebelumnya sudah mendapatkan kartu kuning. Hal ini sempat menyulut insiden kecil ketika pelatih Al Mujtahid masuk ke lapangan dengan emosional. Beruntung personel Banser yang mengamankan pertandingan bertindak sigap menahan pria berkacamata ini.

Untuk mendinginkan keadaan, wasit kembali memberlakukan satu menit water break.

Perbedaan jumlah pemain membuat kendali laga berubah. Asshiddiqiyah bermain lebih berhati-hati dengan menurunkan garis pertahanannya. Mereka lebih berkonsentrasi untuk mengganggu pemain Al Mujtahid yang menguasai bola, sambil sesekali melakukan serangan balik.

Meski Al Mujtahid hampir mendominasi total di paruh akhir babak kedua, namun para pemain terlihat tidak tenang dan terburu-buru dalam mengoper. Hingga peluit akhir kedudukan 2-1 tidak berubah.

Menanggapi keputusan kartu merah, pelatih Asshiddiqiyah, Dede Sulaiman, mengaku bahwa pemainnya layak dikartu merah karena kurang hati-hati, meskipun sebelumnya sudah mendapat kartu kuning. Meski begitu ia senang melihat anak asuhnya bermain dengan daya juang yang baik, sebelum atau sesudah kartu merah.

Pelatih Al Mujtahid, Sulaeman, juga mendukung kartu merah yang diberikan wasit. Namun ia cukup menyayangkan koordinasi permainan timnya yang kerap terburu-buru dalam mengambil keputusan di lapangan. (Ahmad Makki/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 23 November 2017

Melirik Gaya Pengentasan Kemiskinan Ala Kiai Pesantren

Mustasyar PBNU KH Dimyati Rais, sekaligus pengasuh pesantren Al Fadhlu wal Fadhilah Kampung Jagalan, Desa Kutoharjo, Kaliwungu, Kendal merupakan sosok ulama sekaligus pengusaha yang mengajarkan para santri dan penduduk sekitar tidak hanya materi-materi keagamaan. Ia membekali para santri dengan ketrampilan yang berguna ketika sudah keluar dari pesantren. Para penduduk juga diajarkan bagaimana menjalankan usahanya dengan lebih baik. Atas usahanya tersebut, ia menjadi salah seorang tokoh berpengaruh di lingkungan sekitarnya.

Berikut wawancara Mukafi Niam dengan Kiai kharismatik tersebut disela-sela rapat pleno PBNU di kompleks Unsiq Wonosobo, beberapa waktu lalu tentang bagaimana metode pengentasan kemiskinan ala pesantren.

Melirik Gaya Pengentasan Kemiskinan Ala Kiai Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Melirik Gaya Pengentasan Kemiskinan Ala Kiai Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Melirik Gaya Pengentasan Kemiskinan Ala Kiai Pesantren

Bagaimana pola pengembangan ekonomi berbasis pesantren?.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saya ini pengusaha pertambakan, tapi masih menggunakan pendekatan konvensional atau alamiah, belum sampai pada memakai model yang canggih dan intensif, tapi sensitif, kalau mati, ya mati semuanya. Saya memelihara bandeng dan udang, alhamdulillah berhasil. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sampai berapa hektar yang dikelola? . Kurang lebih ada 15 hektar

Melibatkan santri atau ada tenaga kerja khusus?. Ada anak santri yang tidak nyangu (membawa bekal) dari rumah yang bekerja. Jadi yang ngarap pertanian santri, pertambakan juga santri,  semuanya dikerjakan setelah pelajaran sekolah. Jadi makan semuanya dari sini, sekolahnya juga tidak membayar, semuanya gratis.

Ada berapa banyak santri yang dilibatkan?. Tidak pasti, ada anak yang ditempatkan di dapur, di pertanian atau di tambak.

Sekaligus melatih mereka berusaha?. Ya, saya dalam membangun gedung juga tidak memakai tukang. Maka anak santri yang keluaran dari situ, kadang pulang ke rumah ada yang jadi tukang, sambil mengajar masyarakat. Jadi karena yang mengerjakan anak santri, biayanya tidak terlalu berat.

Kalau ada tamu yang datang, saya tunjukkan, gedung-gedung pesantren sampai berlantai tiga yang membangun santri banyak yang heran. Ada sejumlah alumni santri yang bekerja di kontraktor-kontraktor besar di Jakarta, lama-lama mereka ahli dan membantu ketika kami membutuhkan keahliannya.

Kalau untuk upaya pengentasan kemiskinan bagaimana?. Upaya pengentasan kemiskinan tentu dilakukan sesuai dengan cara dan kapasitas yang kami miliki. 

Satu contoh, pernah ada orang yang kurang mampu, ia datang ke tempat saya, bila 

“Kiai bagaimana saya, disamping ekonomi lemah, anaknya banyak dan tidak memiliki harta benda.” 

Terus saya tanya, “sampean punya duit berapa.” 

Orang tersebut menjawab “10 ribu.”

“Gini saja coba, belikan ayam. Waktu itu ayam 500 rupiah.”

Akhirnya datang ke saya membawa 20 ayam. 

Ayam itu dibawa ke rumah saya, terus saya bilangan, bukan dibawa ke saya, tapi dibawa ke rumah sampean

“Ayam ini sampean sembelih sendiri, dengan tangan sampean sendiri bersama istri.”

“Lalu, bagaimana selanjutnya,” tanya orang tersebut.

Saya bilang, “nanti jam 12 malam, saudara datang ke saya, nanti saya bisiki.” 

Jam 3 malam mereka selesai memotong ayam, setelah itu, datang lagi, “gimana kiai.” 

“Ini dipotongi yang baik,”

Pekerjaan tersebut dilakukan sampai subuh. Jam tujuh kemudian datang lagi, “Lalu untuk apa.”

Saya bilang, “ini ada timbangan, saya pinjami dulu, coba dijual ke pasar, kira-kira dapat berapa.”

Akhirnya jam 11 siang sudah pulang, dapat uang 16 ribu. “Kira-kira 3 ribu cukup untuk makan ngak.”

“Cukup.”

“Itu yang 13 ribu dibelikan ayam lagi.” 

Atas usahanya tersebut, akhirnya, alhamdulillah, saat ini setiap hari, orang tersebut bisa menghabiskan ayam dua kuintal, ini kan juga upaya pengentasan kemiskinan.

Ada contoh lain, orang datang dan bilang, “kiai saya punya warung makan, tapi habisnya paling-paling tiga kilo sate dengan gule, bagaimana supaya warungnya bisa berkembang dengan baik.”

Nah, saya waktu itu saya akan ke Brebes, “Mau ikut ngak.” 

Dia lalu ikut, saya ajak ke warung yang jual sate dan gule paling enak, setelah makan gule dan sate saya tanya. 

“Gule dan sate anda lebih enak mana daripada yang ini. Kira-kira saudara ngerti ngak. Kalau enak disini, gimana menirunya.” 

“Asal sesuai dengan seleraanda, kan biasanya rame.”

Sekarang jualan satenya Alhamdulillah, berhasil. Ini juga pengentasan kemiskinan. 

Saya juga menanam semangka, saya beritahu masyarakat bagaimana caranya, dapatnya berapa. Para petani akhirnya banyak yang meniru.

Saya juga belum sampai yang seperti industri, biayanya kan besar. Ini upaya pengentasan kemiskinan sesuai dengan kondisi masing-masing, pada prinsipnya bisa. 

Di Kaliwungi, saya juga mengawali penanaman brambang (bawang merah), sekarang sudah banyak yang mengikuti.



Masyarakat pedesaan harus dikasih tahu dulu?

Ya memang betul itu, malah kadang bukan hanya masalah penanamannya, kadang rabuknya (pupuknya) juga berganti-ganti, sesuai dengan kondisi dan tanah masing-masing.

Kok bisa dapat inspirasi menanam semangka atau brambang?. Saya kan petani, keluarga saya petani. Sebelum di Kaliwungu saya tinggal di Brebes. Cuma, yang namanya pengobatan atau pupuk, harus sesuai dengan tanahnya masing-masing. Di Kaliwungu berbeda dengan Brebes. Di Kaliwungu, lebih ngirit pengobatannya. Tapi pada prinsipnya, pengentasan kemiskinan. Pesantren harus terlibat dalam pengentasan kemiskinan, tidak hanya mengajarkan materi keagamaan.

Saya juga ajarkan istighotsah, mengajarkan masyarakat berdzikir. Sekarang banyak musibah, di Amerika ada tornado, Jepang ada tsunami, di Indonesia ada Lapindo, yang sekarang sulit diatasi, ada gempa. Dan untuk mengatasi ini, saya kira teknologi dan ilmiah saja tidak cukup. Dalam satu hadist ada yang mengatakan, tidak ada persoalan yang bisa mengatasi marahnya Allah, kecuali doa. Maka dari itu, saya berdoa dan bedzikir kepada Allah, moga-moga tidak ada tsunami dan gempa, atau masalah lain.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Ulama, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 18 November 2017

Konferensi Kajian Islam Ke-15 Digelar di Manado

Manado, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kementerian Agama RI menggelar konferensi tahunan ilmiah internasional atau Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) di Manado. Kegiatan bertema “Harmoni in Diversity: Promoting Moderation and Preventing Conflicts in Socio-Religious Life” tersebut berlangsung dari Kamis (3/9) sampai Ahad (6/9).

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, AICIS di-set up untuk menjadi media saling belajar di kalangan ilmuwan. “Ini merupakan salah satu tujuan dari penyelenggaraan AICIS,” katanya.

Konferensi Kajian Islam Ke-15 Digelar di Manado (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Kajian Islam Ke-15 Digelar di Manado (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Kajian Islam Ke-15 Digelar di Manado

Lewat AICIS, lanjut dia, berbagai hasil penelitian dapat dibahas dan dibagi kepada ilmuwan lain. Para akademisi bisa bertukar gagasan, pikiran dan temuan-temuan terbarunya untuk didebat dan diuji oleh komunitas akademik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dengan begitu, lewat perhelatan ini, mereka dapat saling memperkaya gagasan, dan saling menyapa. Tidak seperti dulu-dulu, meneliti sendiri, membaca sendiri, dan menerbitkan sendiri,” ujarnya seraya menambahkan bahwa model penelitian di masa lalu harus ditinggalkan.

Dulu, ujarnya, hasil-hasil penelitian disimpan rapi dalam ruang-ruang pengap dan sunyi, tidak dibaca dan tidak dikritik, tidak pula didialogkan. Selanjutnya dia berharap, AICIS juga akan mampu memperkuat konsorsium ilmu terutama untuk penguatan dan pengembangan integrasi ilmu yang sangat penting dan merupakan amanah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

AICIS, menurut Kamaruddin, juga dimaksudkan untuk membangun jejaring intelektual bagi dosen, untuk penguatan lembaga maupun untuk peningkatan kapasitas intelektual. AICIS membuka kesempatan bagi para dosen dan peminat kajian Islam untuk melakukan joint research dengan para peneliti dalam dan luar negeri.

Dia berharap, semua paper yang dibahas dalam AICIS dapat dicetak, diterbitkan, serta disebarluaskan melalui media agar masyarakat dunia dapat ikut mengambil manfaat dari kegiatan internasional ini. “Dunia sekarang ini sedang belajar pada Indonesia yang berhasil menjalankan perikehidupan damai meski masyarakatnya plural dan majemuk. Kita berharap, hasil-hasil dari AICIS ke-15 ini sekaligus akan menjadi sumbangan bangsa Indonesia untuk dunia internasional,” kata Kamaruddin.

Sementara Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama RI Amsal Bakhtiar mengatakan, realitas keindonesiaan yang majemuk itu adalah sebuah keniscayaan. Bahkan menjadi rahmat dan seharusnya kita pandai-pandai mengelola Indonesia.

“Harmony in diversity. Hidup damai dalam perbedaan adalah dambaan kita semua. Hidup dengan penuh warna-warni juga sesuatu yang sangat indah,“ katanya.

Ia menambahkan, untuk penyelenggaraan AICIS tahun ini, Kementerian Agama memberikan kepercayaan kepada IAIN Manado sebagai tuan rumah. “Pemilihan Manado sebagai tempat penyelenggaraan AICIS tentulah didasari pada pemikiran bahwa Manado dalam aspek historis dan geografis memiliki keragaman budaya, agama, dan etnis,” ujarnya.

Kota Manado, lanjut dia, sejak lama dikenal sebagai kota multikultural dan multietnik namun masyarakatnya mampu menunjukkan semangat untuk selalu hidup berdampingan dalam damai.? “Bingkai kebhinnekaan terajut dengan apik di Negeri Nyiur Melambai. Torang Samua Basudara,” tambah Amsal.

Dalam pertemuan ilmiah ini, Dr. (HC) K.H. Hasyim Muzadi (anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Prof. Dr. Barney Glover (Vice Chancellor di University of Western Sidney) akan tampil sebagai keynote speaker. Selain menyimak pandangan dari kedua tokoh ini, para peserta juga akan mengikuti 4 sesi pleno dan 8 sesi paralel yang masing-masing membahas topik menarik.

Pleno pertama bertajuk “Harmony in Diversity: Contemporary Thought on Inter-Religious Dialogue” dan akan menghadirkan lima orang pembicara, yakni Prof. Dr. Phillip Buckley (McGill University), Dr. Richard Siwu (Rektor Universitas Kristen Indonesia Tomohon), Prof. Dr. Nadirsyah Hosen (Monash University), Kevin Fogg, Ph.D (Oxford University), dan Dr. Haidar Bagir, penggagas Gerakan Islam Cinta.

Pada pleno kedua yang bertajuk “Cross Cultural Comparisons of Peace Building”, ditampilkan Prof. Dr. Riaz Hasan (Direktur International Center for Muslim and and Non- Muslim, UNISA Australia), Prof. Dr.? Kevin Dunn (Dekan School Social Science and Psychology, University of Western Sydney), Sulaiman Mapiasse, Ph.D (IAIN Manado), dan Syamsul Maarif, Ph.D (CRCS UGM).

Lantas, pada pleno ketiga, yang bertajuk “Harmony in Diversity: Social and Political Dimension of Religion and Modernity”, akan tampil Prof. Dr. Robert W. Hefner (Boston University, USA), Prof. Dr. Nawal (Canberra University), Ali Munhanif, Ph. D (UIN Jakarta), dan Prof. Dr. Karel Steenbrink (Netherland).

Terakhir, pleno ke-4 yang mengangkat bahasan mengenai “Building Sustainable Future for Islamic Higher Education”, akan menghadirkan Prof. Dr.? Imam Suprayogo, MA (UIN Malang), Prof. Dr. Kadarsyah Suryadi (Rektor ITB), Prof. Dr. Jamhari, MA (UIN Jakarta), dan Madjid Fauzi Abu Gazali, Ph.D (Yordania) sebagai pembicara.

Konferensi juga akan membahas ratusan paper yang dibawa peserta yang berkaitan dengan tema pendidikan, kewarganegaraan, dan perdamaian. Turut dibahas pula aspek syariah dalam mewujudkan moderasi Islam, teologi dalam dinamika pluralisme religius, dimensi sosial dan politik dari agama dan modernitas, serta dimensi ekonomi dalam perdamaian dan keharmonisan. Tema berikutnya adalah aspek psikologis kehidupan beragama, peran ilmu pengetahuan dalam perdamaian, serta aktivitas komunikasi dan jangkauan informasi untuk perdamaian. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Nahdlatul Ulama, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 10 November 2017

Awal Sya’ban 1438 H Jatuh pada Jumat 28 April

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan bahwa awal bulan Sya’ban 1438 Hijriah jatuh pada Jumat (28/4). Ikhbar ini berdasarkan hasil observasi langit oleh tim rukyah Lembaga Falakiyah PBNU.

Awal Sya’ban 1438 H Jatuh pada Jumat 28 April (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Sya’ban 1438 H Jatuh pada Jumat 28 April (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Sya’ban 1438 H Jatuh pada Jumat 28 April

Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Ghazalie Masroeri mengatakan, rukyat yang dilakukan pada Rabu (26/4) petang atau bertepatan dengan 28 Rajab berkesimpulan bahwa hilal tidak terlihat di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga, bulan Rajab disempurnakan menjadi tiga puluh hari (istikmal).

“Terima kasih atas partisipasi dan kontribusi Nahdliyin (dalam rukyat kali ini),” katanya dalam siaran pers.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ikhbar ini sesuai dengan data hisab Lembaga Falakiyah PBNU yang memprediksi bahwa tanggal 1 Sya’ban akan berlangsung pada Jumat Pon, 28 april 2017. Tinggi hilal pada pantauan Rabu petang mencapai -0 derajat 23 menit 37 detik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syaban adalah bulan kedelapan dalam hitungan kalender hijriah. Dalam bahasa Arab ia berasal dari kata syiab yang artinya jalan di atas bukit. Di bulan ini umat Islam dianjurkan mengamalkan amalan-amalan tertentu, khususnya pada malam pertengahan Sya’ban atau populer disebut Nisfu Sya’ban. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 05 November 2017

Ini Cara Masyarakat Maluku Tenggara Hormati Gus Dur

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) KH Said Aqil Siroj yang biasa disapa Kang Said hadir dalam peresmian Jalan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis, (28/4) pagi. Kang Said mengucapkan selamat kepada masyarakat Maluku Tenggara yang telah mengabadikan nama Gus Dur menjadi salah satu jalan di sana.

“Terima kasih kepada Bupati (Maluku Tenggara) yang sudah sangat tepat menamakan jalan utama bandara ini dengan nama Jalan KH Abdurrahman Wahid,” ujar Kang Said saat memberikan sambutan dalam acara peresmian jalan ini di hadapan ratusan masyarakat Maluku Tenggara.

Ini Cara Masyarakat Maluku Tenggara Hormati Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Masyarakat Maluku Tenggara Hormati Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Masyarakat Maluku Tenggara Hormati Gus Dur

Kang Said menilai Gus Dur sebagai sosok yang tidak sombong saat dipuji. “Dan saat dicaci serta dilengserkan dari kursi presiden, ia tidak takut dan tidak minder. Itulah Gus Dur,” kata Kang Said.

Senada Kang Said, salah satu putri Gus Dur Inayah Wahid mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Maluku Tenggara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ini jalan yang kedua bernama KH Abdurrahman Wahid setelah yang pertama terletak di Jombang, tanah kelahiran dan berpulangnya bapak,” kata Inayah yang turut hadir dalam peresmian jalan ini.

Ia berharap agar ini bisa menjadi jalan kebersamaan bagi keberagamaan yang ada di sana untuk menuju Indonesia yang damai, santun, dan toleran.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bupati Maluku Tenggara Andreas Rentanubun mengatakan bahwa pemberian nama jalan ini dengan nama Gus Dur adalah bentuk penghargaan kepadanya. “Sebagai bapak keragaman yang telah banyak jasanya, dan itu kami rasakan di sini,” jelas Andreas.

Ia menceritakan, proses pembangunan jalan ini sangat cepat. Hanya dua tahun. “Inilah mungkin berkahnya Gus Dur, karena biasanya pembangunan jalan (seperti ini) bisa sampai empat sampai lima tahun,” ungkap laki-laki yang beragama Katolik.

Acara ini diprakarsai oleh Pemkab Maluku Tenggara. Turut hadir dalam acara ini Kang Said, Inayah Wahid, pejabat di Pemkab Maluku Tenggara, pengurus wilayah dan cabang NU Maluku Tenggara. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 04 November 2017

Tgk H Faisal Kembali Pimpin PWNU Aceh

Banda Aceh, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Peserta Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama XIII NU Aceh akhirnya bermusyawarah mufakat untuk meminta kembali Tgk H Faisal Ali sebagai Ketua PWNU Aceh periode 2015-2015. Untuk Rais Syuriyahnya, mereka meminta Tgk H Nuruzzahri Yahya.

Tgk H Faisal Kembali Pimpin PWNU Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Tgk H Faisal Kembali Pimpin PWNU Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Tgk H Faisal Kembali Pimpin PWNU Aceh

Keinginan itu mencuat dalam pandangan dari pengurus cabang-cabang NU seanterao Aceh pasca penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PWNU Aceh periode 2009-2014.

Konferwil NU Aceh itu berlangsung secara akrab penuh kebersamaan, walaupun sebelumnya muncul beberapa nama kandidat ketua PWNU Aceh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Konferwil XIII NU Aceh itu diikuti oleh 23 kabupaten dan kota di Provinsi Aceh. Forum ini berlangsung di Asrama Haji Banda Aceh sejak Jum’at-Ahad (17-19/4).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Forum ini dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj. Hadir pada malam pembukaan konferwil itu Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haytar, sejumlah kepala dinas, unsur OKP dan ormas di Aceh, pimpinan dayah, dan undangan lainnya.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Marwan Jakfar pada saat sambutan menutup Konferwil XIII NU Aceh berharap agar warga nadhlyin di Aceh menjadikan Aswaja sebagai pedoman dasar dan menjadi khittah perjuangan organisasi tersebut.

“Warga NU harus ikut serta dalam mengawasi program-program pemerintah terutama program di Kementerian Desa PDTT,” kata Marwan.

Marwan di hadapan 5.000 waga NU Aceh mengatakan bahwa kiprah NU sebagai organisasi sosial masyarakat dalam segala aspek kehidupan dari keagamaaan, ekonomi, politik, pendidikan, sosial-budaya, menunjukkan kemajuan yang sangat bagus.?

Penutupan Konferwil itu dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf, Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, pimpinan dayah, kepala dinas, dan pejabat-pejabat di Aceh lainnya. (Muhadzier/Alhafiz K)

Foto: Tgk. Faisal Ali saat berada di ruang redaksi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah