Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin menyampaikan sebagai penerus perjuangan, pelajar NU yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU diharapkan untuk menjadi benteng Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI

Hal tersebut disampaikan Hasan Aminuddin dalam pelantikan 80 orang pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo serta PC IPNU Kota Kraksaan di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Ahad (15/1) pagi.

“Semua kader IPNU dan IPPNU harus mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan. Kalian harus betul-betul fokus belajar dan belajar agar dapat menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” katanya.

Lebih lanjut Hasan Aminuddin mengajak para pelajar NU untuk selalu disiplin dalam segala hal. Disiplin itu penting untuk mencetak perilaku dan akhlak yang baik. Pelajar NU harus meneguhkan kembali sebagai agen akhlak dan perilaku yang berakhlakul karimah. Akhlak atau etika itu diatas dari segala-galanya dan keilmuan dimiliki butuh implementasi yang dibutuhkan orang lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sebagai generasi muda NU, janganlah menjadi anak muda yang pesimis. Anak muda NU haruslah optimis dan akan saya hantarkan jika para anak muda di Kabupaten Probolinggo yang mempunyai perilaku akhlak yang baik dapat menjadi agen-agen NU yang mampu membantu masyarakat,” katanya.

Hasan Aminuddin mengimbau agar para pelajar NU mengusulkan apapun dengan catatan tidak membahas opini. Organisasi NU ini jangan dijadikan sebagai alat untuk mencari uang atau nafkah. Oleh karena itu harus ikhlas tenaga, pemikiran, jiwa dan raganya berjuang untuk NU demi keutuhan NKRI.

“Untuk itu, sebagai generasi muda NU perbanyaklah berkumpul untuk memadukan frekuensi dan dilaksanakan dengan musyawarah mufakat serta menjalin komunikasi baik dan tunjukkan perilaku akhlak saat menjadi generasi NU untuk orang lain,” tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelantikan 3 (tiga) cabang organisasi pelajar NU ini dipimpin oleh pengurus Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Provinsi Jawa Timur Rekan Haikal Atiq Zamzami dan pengurus PW IPPNU Provinsi Jawa Timur Rekanita Nurul Hidayati .

Dalam pelantikan ini juga dilakukan dialog interaktif dengan tema “Pelajar Sehat Menuju Indonesia Cerdas dan Demokratis”. Narasumber dialog ini berasal dari Satreskoba Polres Probolinggo dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Syariah, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 25 Februari 2018

Kopri PMII Kalbar Soroti Kekerasan Perempuan dan Anak

Pontianak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Korp Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Kalimantan Barat menggelar dialog publik bertema “Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak: Tantangan, Masalah, dan Solusi” di gedung DPD RI Kalbar, Kota Pontianak, Kalbar, Senin (9/12).

Ketua Kopri PMII KalBar, Heni Kusmiati berharap kegiatan ini dapat memberi pencerahan terhadap para kader Kopri PMII. Menurut dia, kekerasan terhadap perempuan dan anak belum mendapat perhatian serius dari masyarakat setempat.

Kopri PMII Kalbar Soroti Kekerasan Perempuan dan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PMII Kalbar Soroti Kekerasan Perempuan dan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PMII Kalbar Soroti Kekerasan Perempuan dan Anak

Anggota DPD RI, Hairiah,? menyampaikan, kekerasan dapat terjadi dalam keluarga manapun dan di manapun. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) meliputi banyak hal, tak sekadar dalam bentuk fisik, melainkan juga seksual dan psikologis.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia menambahkan, meski sudah tersedia banyak peraturan tentang KDRT namun kasus kekerasan dalam keluarga ini terus meningkat setiap tahunnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Chatarina dari Komisi Perlindungan Anak Indoesia (KPAI) menyatakan, kekerasan berasal dari tiga sumber, yakni disharmoni keluarga, ketidakstabilan emosi, dan pewarisan perilaku kekerasan. Menurut dia, harus ada penyadaran di tingkat keluarga tentang pentingnya anak dan masa depannya.

Selain itu, kata Chatarina, kampanye budaya anti-kekerasan mesti terus digalakkan, seiring dengan terus menciptakan berbagai wahana yang positif bagi anak, seperti kelompok belajar, kelompok hobi, dan lain-lain.

Menurut Ketua Pengurus Koordinator Cabang PMII Kalbar Ali Fauzi, berbagai kasus kekerasan yang masih marak di Pontianak mesti segera diselesaikan karena kasus ini sangat berpengaruh pada indeks pembangunan manusia (IPM) suatu daerah. (Karsinah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 17 Februari 2018

Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya

Yangon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pemberontak Muslim Rohingya mengatakan, 10 orang Rohingya yang ditemukan di kuburan massal di Rakhine State pada akhir bulan lalu bukan lah bagian dari anggota kelompok mereka, namun warga sipil yang tak berdosa seperti dikutip Reuters, Sabtu (13/1).

"Kami (ARSA) dengan ini menyatakan bahwa 10 warga sipil Rohingya yang tidak berdosa yang ditemukan di kuburan massal di Tragedi Desa Inn Din bukanlah ARSA maupun asosiasi dengan ARSA," kata kelompok tersebut.

Awal pekan ini, militer Myanmar mengatakan bahwa tentaranya telah membunuh 10 Muslim teroris yang tertangkap selama serangan gerilya pada awal September lalu, setelah penduduk desa Buddha memaksa orang-orang yang ditangkap tersebut masuk ke dalam kuburan yang mereka gali. 

Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya

Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) atau kelompok pemberontak Muslim Rohingya menyerang pos keamanan tentara Myanmar mulai Agustus tahun lalu, lalu militer Myanmar melakukan operasi dan serangan besar-besaran terhadap mayoritas Muslim di bagian utara Rakhine. Menyambut itu, ARSA melawan kejahatan perang yang dilakukan tentara teroris Myanmar.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Pemerintah Myanmar Zaw Htay membela diri dan yakin bahwa yang dibunuh tentara Myanmar adalah teroris Muslim Rohingya. Ia mengatakan, kadang kala teroris dan penduduk desa bersekutu dalam melakukan serangan terhadap militer Myanmar. Bahkan, ia berdalih kesulitan dalam membedakan mana yang teroris dan mana penduduk desa yang tidak bersalah.  

"Kami telah mengatakan bahwa sangat sulit untuk memisahkan siapa teroris dan penduduk desa yang tidak bersalah. Akan ada proses investigasi yang sedang berlangsung apakah mereka anggota ARSA atau tidak," katanya. (Red: Muchlishon Rochmat)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Humor Islam, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 15 Februari 2018

PP Lakpesdam Buka Lowongan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (PP Lakpesdam) NU membuka lowongan untuk menempati beberapa posisi tim pelaksana, yakni (1) Direktur, (2) Manager PSDM, (3) Chapter Desk Officer PNPM Peduli, dan (4) Staff Accounting.

Menurut Sekretaris Tim Seleksi Pelaksana PP Lakpesdam Eko Agus Priyono, surat lamaran dan dokumen lainnya dikirimkan paling lambat 21 Desember 2012, ditujukan kepada Tim Seleksi PP Lakpesdam NU melalui email timseleksi.lakpesdam@yahoo.com.

PP Lakpesdam Buka Lowongan (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Lakpesdam Buka Lowongan (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Lakpesdam Buka Lowongan

“Bagi para pendaftar yang lolos seleksi administratif akan diundang melalui email atau telp untuk wawancara pada tanggal 27 Desember 2012 di Kantor PP Lakpesdam NU, Jl. Haji Ramli No. 20A, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan,” demikian dalam surat elektronik yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Jum’at (14/12).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Surat lamaran dikirim dengan melampirkan copy ijazah dan transkrip nilai, beserta dokumen pendukunglainnya yang dianggap perlu. Para calon pelamar harus mengisi form CV/Biodata dan membuat surat pernyataan tidak sedang menjadi pengurus partai politik.

Informasi mengenai form CV/Biodata dan berbagai persyaratan khusus dapat berhubungan langsung dengan PP Lakpesdam di nomor (021) 8298855 /8281641/83796120.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 07 Februari 2018

Ulama Papua Barat Pelopor Kerukunan Meninggal Dunia

Sorong, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Innâ lillaahi wa innâ ilaihi râji‘ûn. Kabar duka datang dari Papua Barat. Ketua Majelis Ulama Idonesia (MUI) Kabupaten Sorong dan Ketua Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sorong, KH Achmad Anderson Meage meninggal dunia, Ahad (31/1).

Ulama Papua Barat Pelopor Kerukunan Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Papua Barat Pelopor Kerukunan Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Papua Barat Pelopor Kerukunan Meninggal Dunia

Informasi yang berhasil terhimpun, almarhum wafat di Rumah Sakit Sele Be Solu sekitar pukul 16.00 WIT.

"KH? Achmad Anderson Meage, S.Pdi, M.Pd meninggal kemaren siang (31/1) saat akan mengisi ceramah pengajian di Klafdalim ,beliau pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit. Saat perjalnan menuju rumah sakit beliau meninggal," tutur KH Ahmad Sutedjo, Rais Suriah PCNU Sorong melalui sambungan telepon pagi ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jenazah almarhum tiba di rumah duka di SP 3 Kelurahan Makbusun sekitar pukul 17.45 WIT. Warga masyarakat yang mengetahui kabar meninggalnya almarhum langsung berbondon-bondong untuk bertakziah ke rumah duka.

Ribuan tamu datang silih berganti, mulai dari para pelajar, santri pondok pesantren, dan ratusan masyarakat dari Wamena. Mereka datang untuk berbelasungkawa dan memberikan penghormatan terakhir berpulangnya sang tokoh yang vokal dalam menyuarakan kerukunan dan persatuan itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tampak hadir pula Wakil Bupati Sorong Suka Harjono, Sekda Kabupaten Sorong H Solossa, Kepala BPKAD Kabupaten Sorong Johny Kamuru, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sorong, jajaran Kemenag Kota Sorong, tokoh agama muslim maupun nonmuslim, tokoh masyarakat, dan tokoh adat setempat.

Almarhum dikenal sebagai sosok muslim Papua yang taat dan dekat dengan siapa saja, dan yang perlu diacungi jempol adalah sebagai seorang pemimpin selalu mengayomi semua pihak tanpa membeda-bedakan.

Selain sebagai Ketua MUI dan Ketua FKUB, semasa hidup ia juga sebagai Kepala Sekolah MTsN Model Mariyai (SP 2). Ia lahir tahun 1978 yang dikaruniai 4 orang anak dari satu istri, juga aktif sebagai pengurus Pondok Pesantren Nurul Yaqin (Makbusun). Selain mengajar, almarhum juga selalu aktif untuk memenuhi sejumlah undangan untuk berceramah dalam acara, baik tingkat lokal maupun tingkat Kabupaten.

Aktivis NU Papua, Abdul Wahab menilai Anderson termasuk ulama yang murah senyum dan tegas. Wahab yang pernah berkunjung ke kediamanya bebrapa bulan silam mengaku menerima banyak kenangan bersama ulama yang pandai berbahasa Jawa tersebut.

"Kenangan yang terngiang dibenak saya adalah ketika saya diajak bersama berkunjung ke Pulau Arar. Beliau banyak menceritakan tentang keadan umat beragama di Papua yang rukun dan damai. Beliau juga memberikan nasehat agar bagimana dakwah bisa diterima semua umat," tuturnya.

Wahab menceritakan, Anderson pernah menyampaikan bahwa Papua sebagai provinsi paling timur Indonesia bukan hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga menantikan sentuhan dakwah Islam.

"Tapi karakter Islam yang didakwahkan tersebut harus menampakkan wajah Islam yang santun, teduh, damai, toleran, dan penebar rahmat untuk semesta alam. Islam Nusantara bagi beliau dianggap mampu menjadi perekat NKRI," tuturnya. Al-Fatihah... (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Inilah Kesepakatan ASEAN Lindungi Pekerja Migran

Manila, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)? ke-31 ASEAN di Manila, Filipina, para pemimpin negara-negara ASEAN telah menyepakati ASEAN Consensus on the Promotion and Protection of the Rights of Migrant Workers, sebuah kesepakatan penting dalam upaya meningkatkan perlindungan terhadap pekerja migran dan keluarganya di kawasan ASEAN.

Kesepakatan yang ditandatangani 10 kepala negara pada Selasa (14 /11) secara garis besar, isi konsensus terkait dengan hak pekerja migran, kewajiban negara pengirim, serta kewajiban negara penerima pekerja migran.?

Inilah Kesepakatan ASEAN Lindungi Pekerja Migran (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kesepakatan ASEAN Lindungi Pekerja Migran (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kesepakatan ASEAN Lindungi Pekerja Migran

Hak-hak pekerja migran adalah? mendapatkan kunjungan dari anggota keluarganya. Menyimpan dokumen pribadi, termasuk paspor dan dokumen izin kerja. Mendapatkan kesetaraan hukum ketika ditahan atau dipenjara saat menunggu masa sidang atau ketika ditahan untuk alasan lainnya. Menyampaikan keluhan kepada otoritas terkait serta mendapatkan bantuan dari perwakilan pemerintah di negara penempatan.

Pekerja migran mendapatkan kebebasan bergerak atau berpindah tempat di negara penempatan. Mendapatkan akses? informasi ketenagakerjaan, baik negara pengirim maupun penerima.

Pekerja migran berhak mendapatkan akses informasi terkait dengan pekerjaan dan kondisi pekerjaan di negara penerima instansi, badan, atau agensi perekrut. Mendapatkan kontrak kerja atau dokumen layak lainnya yang berisi? persyaratan kerja yang jelas. Mendapatkan perlakuan yang adil di tempat kerja. Mendapatkan akomodasi yang layak berdasarkan hukum, regulasi dan kebijakan nasional negara penerima.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pekerja migran berhak mendapatkan remunerasi, tunjangan dan penghasilan yang layak dan adil. Berhak mengirimkan pendapatan dan simpanannya melalui cara pengiriman apapun sesuai aturan yang berlaku di negara penerima. Berhak mengajukan keluhan atau membuat pernyataan terkait perselisihan perburuhan, sesuai hukum yang berlaku di negara penerima. Memiliki hak berkumpul dan berserikat dengan asosiasi atau organisasi pekerja sesuai aturan yang berlaku di negara penempatan.

Apa kewajiban dari negara pengirim pekerja migran?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Negara pengirim bertanggungjawab memberikan program orientasi sebelum keberangkatan yang didalamnya berisi tentang hak asasi manusia, hak ketenagakerjaan, kondisi pekerjaan, hukum, sosial, budaya dan sebagainya terkait negara penerima. Juga memastikan pekerja memahami kontrak kerja melalui kontrak kerja tertulis dalam bahasa yang mudah dipahami.

Negara pengirim bertanggungjawab menentukan biaya yang dikeluarkan pekerja migran yang layak dan transparan. Mencegah biaya yang tinggi. Wajib menyederhanakan tata kelola penempatan dengan membuat? layanan terpadu.?

Bertanggungjawab atas pemenuhan syarat kesehatan bagi pekerja migran, serta bertanggungjawab menyusun program re-integrasi bagi pekerja migran yang kembali berupa program ketenagakerjaan.

Adapun negara penerima pekerja migran bertanggungjawab menjamin HAM dan hak dasar serta martabat pekerja migran dengan memberikan perlakuan yang adil dan mencegah perlakuan yang kasar, kejam dan siksaan.

Negara penerima wajib membuat program untuk meningkatkan pemahaman prosedur dan peraturan negara penerima. Menindak pengguna pekerja migran ilegal. Mencegah biaya perekrutan yang tinggi. Memastikan? pekerja menerima dokumen kontrak.?

Negara penerima menjamin remunerasi dan? benefid yang adil, serta memberikan perlindungan keselamatan kerja bagi pekerja migran.

Mencegah kekerasan dan pelecehan seksual bagi pekerja migran. Menjamin perlakuan kepada pekerja sesuai dengan kesetaraan gender. Memberikan bantuan dan akses bagi pekerja migran. Serta menfasilitasi bantuan legal dan interpreter, serta fungsi kekonuleran bagi pekerja migran.

Menurut Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Maruli A. Hasoloan mengatakan, untuk menjalankan konsensus tersebut, masing-masing anggota ASEAN akan menyusun action plan.

“Masing-masing negara? akan membuat laporan kemajuan pelaksanaan action plan, serta saling memberikan contoh praktik baik dalam perlindungan pekerja migran yang merujuk pada konsensus tersebut,” ujarnya di Manila, Rabu (15/11).

Action plan masing-masing negara, selanjutnya akan dipelajari dan di-review oleh ASEAN Committee of Migrant Workers (ACMW). Indonesia sendiri, lanjut Maruli, jauh-jauh hari telah menyiapkan kerangka action plan guna menjamin terlaksana konsensus perlindungan pekerja migran di Asia Tenggara. (Red: Kendi Setiawan)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Olahraga, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Mobil Karya Anak SMK Dipamerkan di Muktamar Thariqah

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mobil Karya anak anak SMK Surakarta yang beberapa waktu lalu dipakai Walikota dan Wakil Walikota Surakarta sebagai mobil dinasnya dapat dilihat di arena Muktamar XI Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman) yang berlangsung di Pesantren Al Munawariyah Bululawang Kabupaten Malang tanggal 10 - 14 Januari 2012.

Tidak hanya itu, beberapa karya anak anak SMK seperti sepeda motor, TV layar datar, LCD proyektor, alat pembuat tahu hingga alat pengukur travo juga dapat dilihat di arena pameran teknologi karya anak bangsa bersama SMKN 1 Singosari, SMKN 4,5 dan 6 Malang. Kemudian SMKN 7 Surabaya, SMKN 2 Pasuruan, SMK plus Al Maarif Singosari, SMK Al Munawariyah, SMK Cendika Bangsa, SMK Babussalam dan SMK Al Huda Malang.

Mobil Karya Anak SMK Dipamerkan di Muktamar Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mobil Karya Anak SMK Dipamerkan di Muktamar Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mobil Karya Anak SMK Dipamerkan di Muktamar Thariqah

Munirul Huda peserta muktamar asal Banyuwangi kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah mengatakan, dirinya tahu kalau di Muktamar Thariqah ada pameran otomotif karya anak anak SMK setelah diberitahu oleh teman satu pemondokan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakan, dirinya sangat kagum atas sentuhan anak anak SMK yang menurutnya tidak kalah dengan produk luar negeri dan sekaligus ini mengobati rasa penasaran yang hampir setiap hari diberitakan oleh media.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sebenarnya cukup banyak yang akan ikut pameran karya anak anak SMK, akan tetapi karena tempatnya terbatas, maka dibuat perwakilan saja," ujar Hamdani Muin Sekretaris panitia muktamar.

Dikatakan, ide ada pameran karya anak anak bangsa sebagai bentuk apresiasi yang sedalam dalamnya dari thariqah, dengan cara ini diharapkan ke depan akan muncul karya karya lain yang lebih hebat.

Hamdani berharap Presiden SBY usai membuka muktamar bisa melihat lihat hasil karya anak anak SMK dan berkenan membubuhkan tanda tangan di mobil yang mulai banyak dipesan oleh berbagai kalangan.

Sebagaimana diketahui, mobil Kiat Esemka menjadi terkenal setelah Wakilota Surakarta Joko Widodo dan Wakilnya menjadikan sebagai kendaraan dinas sehari hari. Meski Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo kurang berkenan, akan tetapi Jokowi panggilan akrabnya tak bergeming untuk tetap menggunakan mobil bertype SUV sebagai kendaraan dinasnya.

Redaktur     : Mukafi Niam

Tim Liputan: A Khoirul Anam, Abdul Muis

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Pondok Pesantren, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah menggelar Pendidikan dan Latihan Muharrik atau Kader Penggerak Masjid untuk wilayah Jawa Barat dan Banten di Cirebon, kini Pengurus Pusat Lembaga Ta`mir Masjid NU (LTMNU) kembali menggelar diklat serupa untuk kawasan Jawa Tengah di Wonosobo, 31 Mei-2 Juni 2013.

Sebagai koordinator penyelenggara, Pengurus Cabang NU (PCNU) memusatkan kegiatan tersebut di Vila Oemah Duwur, Kecamatan Mojo Tengah, Wonosobo, Jawa Tengah. Tak kurang dari 50 peserta dari utusan PCNU se-Jateng dan Majelis Wakil Cabang NU se-Wonosobo aktif mengikuti diklat ini.

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo

Secara resmi acara dibuka Ketua PBNU Prof Maksum Mahfudh, Jumat (31/5) malam. Turut hadir Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida, Ketua PCNU Wonosobo Arifin Shidiq, Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Maksum mendorong, diklat yang berlangsung selama tiga hari itu akan melahirkan para penggerak (muharrik) masjid sejati, tak hanya untuk kemakmuran masjid tapi juga jamaahnya. Menurut dia, masjid harus direvitalisasi fungsinya untuk menjawab problem sekelilingnya.

Dalam sambutannya, Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani mengatakan, diklat muharrik masjid merupakan tindak lanjut program pemberdayaan masjid setelah rapat pimpinan digelar di 16 wilayah dan 50 cabang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"LTMNU berharap, dari setiap peserta yang mengikuti diklat muharrik ini dapat mendampingi minimal 10 masjid," ujarnya.

Diklat Muharrik Masjid bekerja sama dengan Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU dan didukung PT Sinde Budi Sentosa. Rencananya, acara serupa akan diadakan di beberapa wilayah lainnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Meme Islam, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 11 Januari 2018

Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah

Blitar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Yayasan Al-Ma’arif NU Udanawu gelisah atas peredaran narkoba dan keterbukaan aurat di kalangan pelajar. Pihak yayasan mengelar istighotsah yang melibatkan 4000 jamaah di halaman Masjid Al-Ma’arif Udanawu Blitar. Al-Ma’arif NU Udanawu dengan hormat meminta pengasuh pesantren Mambaul Hikam Mantenan KH Diya’uddin Azzamzami memimpin istighotsah agar untuk keselamatan Blitar.

Selain rutinitas tahunan menjelang ujian nasional, istighotsah pada Ahad (29/3) malam menjadi istimewa karena mereka juga mendeklarasikan gerakan antinarkoba dan antipornografi terutama di lingkungan Yayasan Al-Ma’arif.

Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah

“Ini acara rutin setiap tahun menjelang anak-anak ujian,’’ ujar Ketua Yayasan Al-Maarif KH Drs Ahmad Zamrodji.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mengapa ini dilakukan? Menurut Zamroji, saat ini kondisinya sudah sangat kronis. Contohnya masalah narkoba dan pornografi yang menyerang pada pelajar dan anak-anak. “Jadi pada kesempatan ini kita sampaikan bagaimana bahayanya narkoba dan pornografi bagi anak,’’ tambahnya.

Hadir pada acara istighotsah ini Wakil Bupati Blitar H Riyanto didampingi Kepala Kamenag Blitar H Ahmad Mubasir, Kepala Kesbangpol H Mujiyanto, Kepala Satpol PP Blitar H Toha Mashuri, dan para kiai setempat. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Pahlawan, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 10 Januari 2018

Cerita Tiga Santri Perempuan Menempuh Studi di Eropa

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Tiga perempuan santri bercerita tentang studinya di Eropa langsung dari Student Housing, Amsterdam, Belanda, Ahad (3/9) pagi waktu Belanda, sore waktu Indonesia. Para alumni perguruan tinggi Islam negeri itu berkisah tentang kegagalannya sampai bagaimana menjalani studi di jurusan pilihannya masing-masing.

Wakil Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) Eva Nur Latifah semangatnya untuk studi ke luar negeri pernah turun karena gagal lulus dari program beasiswa LPDP. Tetapi perempuan yang kini sedang menempuh studi strata duanya di bidang Information Technology University of Twente itu tak patah arang.

Cerita Tiga Santri Perempuan Menempuh Studi di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Tiga Santri Perempuan Menempuh Studi di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Tiga Santri Perempuan Menempuh Studi di Eropa

?

Diterima sebagai penerima beasiswa kursus bahasa asing dari Kementerian Agama pada tahun 2015 lalu, ia kemudian bertemu rekan-rekan di sampingnya sehingga bangkit kembali gairahnya untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Berpikir positif itu sih yang penting,” kata lulusan UIN Sunan Gunung Jati Bandung itu.

Sementara itu, Wakil Sekretaris PCINU Belanda Nur Inda Jazilah harus mengubur mimpi awalnya untuk studi ke Inggris guna mendalami Forensik Linguistik.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Vrije University Amsterdam dipilih dari lima kampus di dunia yang menawarkan jurusan yang sama mengingat keholistikannya karena studinya menempuh waktu dua tahun.

“Dia lebih holistik mempelajari forensik linguistiknya karena dua tahun,” ujar alumni UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut.

Berbeda dengan keduanya yang studi di Belanda, Ianatul Avifah baru saja submit tesisnya di bidang TESOL di University of Manchester. 180 SKS dalam waktu satu tahun cukup menguras waktu dan pikirannya. Meski begitu, ia mengingatkan tiga hal penting dalam menempuh studinya, “Manajemen waktu dan presistens dan balance juga sih.”

At least kayak nonton YouTube sebentar,” lanjut alumni UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Motivasi dan inspirasi

Berada di lingkungan positif yang saling mendukung menjadi hal terpenting dalam membangun motivasi untuk terus memupuk semangat studi Jazil, panggilan akrab Nur Inda Jazilah. “Yang penting berada di lingkungan semua orang-orang positif,” kata mahasiswa yang baru tiba di Belanda dua minggu lalu itu.

Lain halnya dengan Avifah. Ia selalu daftar setiap kali ada kesempatan short course ataupun student exchange ke berbagai negara. Tapi setiap kali ia daftar, setiap itu juga ia gagal. Lantas ia bertekad, untuk studi S2, ia tidak boleh gagal. “Besok kalau beasiswa S2 harus diterima,” kata perempuan yang pernah gagal mendapat beasiswa di Amerika Serikat itu.

Selain itu, motivasi terbesar baginya dalam menempuh studi di luar negeri adalah orang tuanya. “Orang tua itu yang benar-benar bikin motivasi terbesar,” lanjutnya.

Senada dengan Avifah, Eva juga mengungkapkan hal yang sama, yakni membuat orang tua bahagia. “Membahagiakan orang tua,” jawab Eva saat ia menerima giliran pertanyaan tentang motivasi dan inspirasi studi beasiswa ke luar negeri.

Sejak SMA sampai kuliah merasa sering merepotkan orang tua membuatnya termotivasi untuk bagaimana membuat orang tuanya bahagia. Studi S2 di luar negeri dengan beasiswa dirasa menjadi satu hal yang membuat kedua orang tuanya bangga.

Tantangan terbesar Muslimah studi di Eropa

Mengenai shalat, pelajar muslim tak perlu khawatir. Jazil mengatakan, “Di kampus ada mushallanya.” Selain itu, diskriminasi terhadap Muslim juga tidak ia temukan. “Sejauh ini tidak menemukan ada diskriminasi,” kata pemilik akun Instagram @jazilaaah. Hal terpenting baginya bagaimana menjaga perilaku saja. Mereka pun akan bersikap sama seperti apa yang kita lakukan.

Bahasa menjadi salah satu tantangan tersendiri. Belanda yang tidak menggunakan bahasa Inggris dalam keseharian tidak menjadi masalah dalam studi. “Language barrier gak begitu berarti,” katanya. Dapat menyampaikan ide dengan baik itu hal terpenting menurut santri Pondok Pesantren Sirotul Fuqoha, Malang, tersebut.

Seperti di Amsterdam, University of Manchester juga menyediakan tempat ibadah bagi muslim. “Alhamdulillah lumayan banyak warga muslim di Manchester. Kampus pun menyediakan masjid meskipun sedikit jauh,” kata Afifah.

Masyarakat Inggris juga sangat terbuka dengan keberadaan muslimah. Hal tersebut dibuktikan dengan senyuman orang-orang sana meskipun mereka tidak saling mengenal. “Orang Britishnya welcome, mereka senyum meskipun gak kenal,” lanjut pemilik akun Instagram @ianatulavifah itu.

Pengetahuan tentang budaya negara tempat studi menjadi satu keharusan. “Setidaknya tahu 20-30 % culture negara yang kita kunjungi untuk membantu komunikasi,” kata santri Pondok Pesantren Annuriyah Surabaya itu. Hal itu menurutnya dapat diatasi dengan menonton film.

Eva menambahkan, bahwa pengetahuan budaya itu bisa juga didapat dengan mengikuti kelas akulturasi yang disediakan kampus. “Mungkin bisa masuk kelas akulturasi,” katanya.

Santri Pondok Pesantren Arrisalah Ciamis itu juga mengungkapkan, bahwa kampusnya sangat menerima keberadaan pelajar muslim. “Kampusku sangat welcome sama muslim,” ujarnya.

Selain terdapat masjid, di kampus tempatnya belajar juga terdapat organisasi muslim. Bahkan pemilik akun Instagram @eva_gram itu mengatakan “Kita dapat founding juga.” Di kampusnya tersebut, Eva dan rekanannya pernah mengadakan hijab workshop. Hal tersebut menjadi salah satu media dakwah baginya untuk mengenalkan Islam.

Sebelum mereka menjawab pertanyaan tentang tantangan studi di Eropa, tiga santri yang mendapat beasiswa Kementerian Agama itu masing-masing memberikan pernyataan tentang kebanggaannya menjadi santri, alumni UIN, dan deklarasi kembali ke Indonesia guna mengabdikan diri.

Obrolan para santri perempuan yang sedang studi di Eropa ini dipandu oleh Dito Alif Kurniawan. Pria alumni UIN Walisongo Semarang itu baru saja menyelesaikan studi magisternya di Vrije Universteit, Amsterdam, Belanda.

Diskusi ini disiarkan langsung melalui Instagram @Galerisantri dan @Kajiannusantara atas kerja sama Arus Informasi Santri (AIS) Nusantara. Kegiatan ini diinisiasi oleh Penasihat AIS Nusantara, Romzi Ahmad. (Syakir NF/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Ahlussunnah, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 05 Januari 2018

Pesantren Sempat Dikucilkan Pemerintah

Pariaman, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pesantren sebagai lembaga pendidikan sempat dikucilkan oleh pemerintah. Ijazahnya hanya diakui setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), sederajat lebih rendah dari Sekolah Teknik Menengah (STM). Padahal, pendidikan di pesantren ditempuh selama 7 tahun, lalu lalu dilanjutkan lagi dengan mengajar atau mengabdi di pesantren tersebut selama beberapa tahun.

Demikian disampaikan pimpinan Pondok Pesantren Gaya Baru Paingan Amiruddin Tuanku Mudo Tan Putiah pada acara "Sosialisasi Pondok Pesantren Salafiyah Kabupaten Padangpariaman Tingkat Ulya (tinggi)" di Pondok Pesantren Gaya Baru Paingan Kecamatan Sungailimau Kabupaten Padangpariaman Sumatera Barat, Rabu (8/7).

Senin, 25 Desember 2017

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj akan menyampaikan pidato kebudayaan di PBNU Jakarta Selasa malam (31/1) ini. ? Pidato tersebut dalam rangka peringatan Harlah ke-91 NU dengan tema “Budaya sebagai Infrastruktur Penguatan Paham Keagamaan”.

Menurut Ketua Panitia Harlah ke-91 NU, Masduki Baidlowi, Kiai Said akan menyampaikan Islam Nusantara, budaya, dan masalah kemasyarakatan seperti menyinggung masalah ekonomi dan lain-lain. “Intinya Kiai Said akan menyampaiakan kerangka berpikir gerakan keagamaan melalui budaya. Dan itu harus diperkuat,” katanya di gedung PBNU, Senin (30/1).

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Ia menambahkan, tema tersebut diusung dengan beberapa pertimbangan, di antaranya NU ingin menegaskan kembali strategi dakwah Islam yang berhasil tersebar dan dipeluk penduduk Nusantara.?

“Bahwa Islam menyebar ke Nusantara dari abad ke-9, berhasil diterima dengan gencar pada abad 12 dan 13 menggunakan kebudayaan lokal sebagai pemahaman keagamaan,” katanya di gedung PBNU, Jakarta pada Senin (30/1). ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut dia, contoh konkret dakwah dengan budaya adalah wayang. Wayang dipakai sebagai jalan nilai Islam. Cerita pewayangan yang berkembang kemudian dimasuki nilai-nilai keislaman sehingga diterima masyarakat lokal. Begitu juga ? tahlilan.

Selain pidato Kiai Said, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin akan berceramah.?

Harlah tersebut akan dihadiri Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Juga dimeriahkan pelawak Cak Lontokng, penyair D Zawawi Imron, beberapa musisi, dan Nahdliyin. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Meme Islam, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 22 Desember 2017

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara

Blitar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Hadroh selama ini merupakan kesenian khas pesantren dan NU. Seni shalawat ini tumbuh kembang sangat baik di wilayah Jawa Timur.?

Untuk mengikat para anggota NU telah membentuk organisasinya yakni Ishari (Ikatan Seni Hadroh Indonesia), termasuk di Kabupaten Blitar. Maka tidak jarang, setiap acara acara NU, hadroh selalu ditampilkan sebagai pemanis acara.?

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara

Bahkan saat Bupati Blitar dipegang oleh H Imam Muhadi, hadroh sangat diberdayakan. Setiap acara pemerintahan yang sifatnya massal.Pasti hadroh ditampilkan. Bahkan pada acara larung sesaji di Pantai Tambakrejo, hadrah juga mewarnai acara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Belakangan ini, posisi hadroh mulai berkurang gairah. Akibat hadirnya beberapa kesenian serupa yang terkesan lebih modern. Namun demikian, kalangan pengurus Ishari tidak gentar. Karena, hadroh memiliki pangsa pasar sendiri dan anggotanya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Untuk itu kedepan NU harus memfasilitasi kesenian hadroh ini agar bisa tumbuh kembang dengan baik," ujar H Rohman Salim, salah seorang tokoh hadroh di Kabupaten Blitar.

Diakui oleh Rahman Salim, di Blitar dua tahun belakangan ini aktifitas hadroh terkesan menurun, karena beberapa sebab. Selain hadirnya kelompok salawat yang terkesan modern. Juga lantaran terjadi perpedaan pendapat ditingkat pengurus ISHARI Blitar.

“Untuk itu senyampang pengurus NU ini masih baru. Maka kedepan kami mohon NU mau peduli dengan ISHARI dan mengembangkannya," pintanya.

KH Masadain Rifai, ketua terpilih NU Kabupaten Blitar, sangat mengapresiasi dengan keinginan anggota ISHARI tersebut. Karena keinginan itu sesuai dengan visi misi program kerja NU Kabupaten Blitar hasil dari Konfercab bulan lalu.?

“Salah satu butir hasil konfercab dari komisi program kerja adalah ? memperjuangkan kebudayaan (baik sebagai khazanah pengetahuan, nilai, makna, norma dan kesenian NU, termasuk ISHARI," tandas Kiai Dain.

Selain itu, lanjut Kiai Dain, NU akan memfasilitasi dan memberi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas berbagai karya seni para seniman ? NU. “Jadi Ishari sudah masuk di dalamnya," tambahnya.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 21 Desember 2017

Membendung Radikalisme di Kampus

Oleh Wasid Mansyur

--Semua perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta hari-hari ini mulai kedatangan mahasiswa baru. Berbagai agenda awal rutinan menanti bagi mereka yang terdaftar, misalnya orientasi kemahasiswaan dalam rangka mengenalkan berbagai aktivitas kampus dari kegiatan kependidikan hingga kegiatan organisasi internal  kemahasiswaan.

Kehadiran mahasiswa menjadi petanda bahwa pendidikan tinggi ini masih dipandang salah satu lembaga penting dalam rangka melahirkan kader-kader masa depan sesuai dengan bidang-bidang yang digelutinya, meskipun tidak sedikit di antara anak bangsa itu tidak bisa mengikutinya akibat terjerat problem kemiskinan. Tidak ada harapan dari mereka, kecuali agar mampu memberikan kontribusi bagus bagi keberlangsungan dunia pendidikan di kampusnya masing-masing, sekaligus dari mereka muncul komitmen untuk terus terlibat dalam perbaikan apapun di negeri ini.

Membendung Radikalisme di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Membendung Radikalisme di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Membendung Radikalisme di Kampus

Namun, harapan itu mengalami beragam tantangan, khususnya berkaitan dengan perubahan cara berpikir mahasiswa yang berbeda bila dibandingkan ketika masih di tingkat Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Aliyah. Dalam kondisi transisi pola pikir ini, mahasiswa mudah disusupi ideologi radikal oleh kelompok tertentu dengan ragam bentuknya, dari pendekatan personal hingga penyebaran pamflet yang berisi ajakan penegakan Syari’ah Islam dan Khilafah Islamiyah, termasuk menolak sistem demokrasi yang dipandang sesat.

Tak anyal, penulis dalam salah satu kesempatan di Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Ampel, melihat keresahan tergambarkan dari para wali mahasiswa agar anak-anak mereka bebas dari segala bentuk radikalisasi. Ketakutan para wali ini cukup beralasan sebab tindakan kelompok radikal dengan nama apapun cukup meresahkan bukan saja dalam konteks keyakinan yang cenderung memaksakan dan memandang yang lain salah, tapi sering kali tindakannya bertentangan dengan spirit nilai-nilai berbangsa yang dibangun di atas pondasi kedamaian dalam perbedaan.

Maka, tidak heran beberapa kampus menjadi incaran, dan tidak sedikit berbagai tindakan radikal dan teror telah melibatkan mahasiswa dari kampus tertentu. Pertanyaannya, siapa yang bertanggungjawab?, padahal kampus adalah arena persemaian terdidik yang mengedepankan tradisi ilmiah, rasional dan pembibitan karakter berkepedulian pada sesama sebagai mana tersirat dalam nilai-nilai Tri Darma Perguruan Tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Perlunya Smart Movement. Munculnya ajakan jihad yang dilangsir media youtobe oleh kelompok radikal yang tergabung dalam Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) baru-baru ini memantik keprihatinan banyak pihak, apalagi ajakan jihad ini dilakukan oleh pemuda Indonesia. Memang, ISIS adalah gerakan lokal, tapi bila ajakannya dibiarkan tidak mustahil mahasiswa dan pemuda lainnya akan tertarik dengan model gerakannya, yang otomatis akan menjadi bom waktu bagi keutuhan NKRI.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk itu, dalam konteks kampus perlu gerakan cerdas (smart movement) dalam membendung radikalisasi dengan jenis dan nama apapun, termasuk ISIS. Pertama, perlunya terus mengembangkan dan menebarkan nalar teologis yang lebih menyejukkan di kampus, apalagi dalam kampus-kampus umum yang notabenenya nuansa materi keagamaan lebih sedikit dari pada materi umum.

Bisa dibayangkan, bila kampus tidak melakukan filterisasi ideologi radikal atas materi keagamaan yang diajarkan. Setidaknya, pembibitan baru kelompok radikal akan bermunculan, bahkan kampus tertentu akan menjadi sarang radikalisme. Oleh karenanya, munculnya pesantren mahasiswa (ma’had al-Jami’ah) selama ini di berbagai kampus diakui adalah salah satu alternatif dari langkah membendung radikalisme, di samping peran para pengajar dan civitas kampus dalam memberikan keteladanan untuk menyuburkan teologi toleran dan moderat tidak kalah pentingnya.

Sementara kedua, harus ada orientasi jelas dari keorganisasi keagamaan, baik internal maupun eksternal. Artinya, organisasi kemahasiswaan harus semestinya bebas dari paham radikal dan berideologi keindonesiaan sebab mereka termasuk salah satu stakeholder komunitas kampus. Karenanya, sinergitas pimpinan kampus dengan organisasi mahasiswa menjadi penting agar komitmen pimpinan kampus memerangi radikalisme benar-benar direspon secara baik di level mahasiswa.

Dengan begitu, maka perlu kegiatan atau training apapun dilakukan secara masif agar tercipta dalam diri mahasiswa untuk selalu berkreasi dan berinovasi dalam menatap kehidupan, misalnya training kepemimpinan atau kewirausahaan serta kepenulisan. Pasalnya, pandangan sempit yang dialami para mahasiswa tertentu dalam memaknai hidup acap kali membuat mereka tergoda dalam mengambil jalan pintas untuk melakukan perubahan hidup, apalagi dengan “iming-iming” mendapat kebahagian abadi di Surga melalui semangat jihad.

Akhirnya, gerakan cerdas membendung radikalisme ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada kerja sama semua civitas akademik kampus,  sekaligus menjadikan radikalisme sebagai musuh bersama. Dengan cara-cara seperti ini, kita berharap radikalisme betul-betul tidak ada di kampus manapun, lebih-lebih di kampus umum karena memang kita hidup di Indonesia dengan nilai-nilai keragaman yang harus dipertahankan melalui sikap saling menghormati dan terus menyuburkan semangat gotong-royong.

 

Wasid Mansyur, Pengurus Pusat Ma’had al-Jami’ah UIN Sunan Ampel Surabaya, Aktivis Lembaga Dakwah NU Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 19 Desember 2017

PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indoesia (PMII) Rayon Ashram Bangsa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Sekolah Feminis dengan tema Membentuk Karakter Kader PMII yang Progresif, Transformatif dan Berkesadaran Gender di Pondok Pesantren Hidzhul Biah Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, 28-29 Desember 2013.

Sekolah feminis ini diikuti puluhan kader PMII Rayon Ashram Bangsa dari berbagai angkatan, baik perempuan maupun laki-laki. Kegiatan ini dimotori Komunitas Perempuan Syariah (Kapas) sebagai badan semi otonom rayon yang menangani keperempuan. Paserta tak hanya disuguhi sejumlah teori tapi juga dihadapkan dengan studi kasus.

PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender

"Sekolah Feminis ini dilaksanakan bukan sebatas pemahaman tentang gender semata. Lebih dari itu kami ingin membuktikan bahwa kader perempuan PMII Ashram Bangsa mampu mempunyai nilai tawar terhadap publik,” ujar Naya, Ketua Kapas PMII Rayon Ashram Bangsa dalam sambutannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut dia, sebagai generasi yang dibesarkan dalam lingkungan NU, pihaknya ingin meyampaikan kepada masyarakat bahwa Islam di Indonesia adalah agama yang ramah terhadap perempuan.

Naya mengungkapkan, generasi muda PMII saat ini khususnya perempuan mulai enggan mengaji tentang gender karena dianggap sebagai bentuk perlawanan. Padahal, gender berbicara mengenai hak. Atas dasar itulah PMII Rayon Ashram Bangsa mengadakan Sekolah Feminis untuk kalangan kader-kader PMII khususnya perempuan. (Abdul Rahman Wahid/Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Internasional, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bahtsul Masail NU Akan Soroti Tiga Persoalan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Bahtsul Masail NU (LBMNU) mengagendakan acara ”Bahtsul Masail Nasional” di Pondok Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah, 8-9 Mei 2013.

Ketua Pengurus Pusat LBMNU KH Zulfa Mustafa, Rabu (3/5) petang, mengatakan, agenda bahtsul masail yang akan dihadiri sekitar 200 ulama utusan Pengurus Wilayah NU (PWNU) se-Pulau Jawa dan Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jawa Tengah ini difokuskan pada tiga persoalan.

Bahtsul Masail NU Akan Soroti Tiga Persoalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail NU Akan Soroti Tiga Persoalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail NU Akan Soroti Tiga Persoalan

Tiga materi pembahasan tersebut adalah tentang pasang surut peran politik NU, pandangan NU terhadap aksi takfir (tuduhan kafir) dan tadl-lil (tuduhan sesat) kaum Wahabi, dan penggunaan dana optimalisasi setoran haji.

Dalam draft rancangan bahtsul masail dijelaskan, para pendiri NU telah merumuskan garis-garis (khittah) perjuangan NU, baik tujuan, cara mencapai tujuan, bentuk organisasi, atau lainnya, sebagai organisasi sosial-keagamaan. Hanya saja, perkembangan situasi menunjukkan kenyataan lain. Belakangan, warga NU bahkan menjadi tumbal politik praktis yang banyak dirugikan.

LBMNU juga mengkahawatirkan suasana keberagamaan yang diciptakan kelompok ekstrem. Tuduhan kafir dan sesat menimbulkan ancaman keselamatan jiwa seseorang, karena dengan stigma itu pihak tak sepaham akan menjadi kelompok yang halal harta dan darahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait urusan haji, LBMNU menilai penyelenggaraan haji oleh pemerintah selama ini mengandung permasalahan. Di samping antrean panjang calon jamaah, dana setoran haji yang tersimpan di rekening Kemenag selama bertahun-tahun dicurigai menimbulkan dana haram bunga bank yang mengganggu kesempurnaan ibadah.

Rencananya, turut berpartisipasi dalam Bahtsul Masail Nasional ini, antara lain, Rasi Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Katib Syuriyah PBNU KH Yahya C Staquf, Ketua PBNU H Kacung Marijan, Ketua PBNU H Imam Azis, dan Dirjen Penyelenggara haji dan Umrah Kemenag.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Pemurnian Aqidah, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 17 Desember 2017

Menjadi Pengajak yang Bijak

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Menjadi Pengajak yang Bijak (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Pengajak yang Bijak (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjadi Pengajak yang Bijak

? ? ? :? ? ? ? ? . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jamaah shalat Jumat as‘adakumullâh,

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam pernah bercerita tentang dua orang bersaudara dari kalangan? Bani Israil dengan sifat yang sangat kontras: yang satu sering berbuat dosa, sementara yang lain sangat rajin beribadah.

Rupanya si ahli ibadah yang selalu menyaksikan saudaranya itu melakukan dosa tak betah untuk tidak menegur. Teguran? pertama pun terlontar. Seolah tak memberikan efek apa pun, perbuatan dosa tetap berlanjut dan sekali lagi tak luput dari pantauan si ahli ibadah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Berhentilah!” Sergahnya untuk kedua kali.

Si pendosa lantas berucap, "Tinggalkan aku bersama Tuhanku. Apakah kau diutus untuk mengawasiku?"

Mungkin karena sangat kesal, lisan saudara yang rajin beribadah itu tiba-tiba mengeluarkan semacam kecaman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu. Allah tidak akan memasukkanmu ke surga.”

Kisah ini terekam sangat jelas dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan Abu Dawud dan Ahmad. Di bagian akhir, hadits tersebut memaparkan, tatkala masing-masing meninggal dunia, keduanya pun dikumpulkan di hadapan Allah subhanahu wa taala.

Kepada yang tekun beribadah, Allah mengatakan, "Apakah kau telah mengetahui tentang-Ku? Apakah kau sudah memiliki kemampuan atas apa yang ada dalam genggaman-Ku?"

Drama keduanya pun berlanjut dengan akhir yang mengejutkan.

"Pergi dan masuklah ke surga dengan rahmat-Ku," kata Allah kepada si pendosa. Sementara kepada ahli ibadah, Allah mengatakan, "(Wahai malaikat) giringlah ia menuju neraka."

Jamaah shalat Jumat as‘adakumullâh,

Cerita tersebut mengungkapkan fakta yang menarik dan beberapa pelajaran bagi kita semua. Ahli ibadah yang sering kita asosiasikan sebagai ahli surga ternyata kasus dalam hadits itu justru sebaliknya. Sementara hamba lain yang terlihat sering melakukan dosa justru mendapat kenikmatan surga.

Mengapa bisa demikian? Karena nasib kehidupan akhirat sepenuhnya menjadi hak prerogatif Allah. Manusia tak memiliki kewenangan sama sekali untuk memvonis orang atau kelompok lain sebagai golongan kafir atau bukan, masuk neraka atau surga, dilaknat atau dirahmati. Tak ada alat ukur apa pun yang sanggup mendeteksi kualitas hati dan keimanan seseorang secara pasti.

Jika diamati, ahli ibadah dalam kisah hadits di atas terjerumus ke jurang neraka lantaran melakukan sejumlah kesalahan. Pertama, ia lancang mengambil hak Allah dengan menghakimi bahwa saudaranya “tak mendapat ampunan Allah dan tidak akan masuk surga”. Mungkin ia berangkat dari niat baik, yakni hasrat memperbaiki perilaku saudaranya yang sering berbuat dosa. Namun ia ceroboh dengan bersikap selayak Tuhan: menuding orang lain salah sembari memastikan balasan negatif yang bakal diterimanya.

Dalam konteks etika dakwah, si ahli ibadah sedang melakukan perbuatan di luar batas wewenangnya sebagai pengajak. Ia tak hanya menjadi dâ‘i (tukang ajak) tapi sekaligus hâkim (tukang vonis).? Padahal, Al-Qur’an mengingatkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Serulah ke jalan Tuhanmu dengan bijaksana, peringatan yang baik, dan bantulah mereka dengan yang lebih baik. Sungguh Tuhanmulah yang mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya. Dan Dia Maha mengetahui orang-orang yang mendapat hidayah.” (An-Nahl [16]: 125)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". (Al-Kahfi [18]: 29)

?

Ayat ini tak hanya berpesan tentang keharusan seseorang untuk berdakwah secara arif dan santun melainkan menegaskan pula bahwa tugas seseorang hamba kepada hamba lainnya adalah sebatas mengajak atau menyampaikan. Mengajak tak sama dengan mendesak, mengajak juga bukan melarang atau menyuruh. Mengajak adalah meminta orang lain mengikuti kebaikan atau kebenaran yang kita yakini, dengan cara memotivasi, mempersuasi, sembari menunjukkan alasan-alasan yang meyakinkan. Urusan apakah ajakan itu diikuti atau tidak, kita serahkan kepada Allah subhânahu wa ta‘âlâ (tawakal).

Jamaah shalat Jumat as‘adakumullâh,

Kesalahan kedua yang dilakukan ahli ibadah dalam kisah tersebut adalah ia terlena terhadap prestasi ibadah yang ia raih. Hal itu dibuktikan dengan kesibukannya untuk mengawasi dan menilai perilaku orang lain ketimbang dirinya sendiri. Dalam tingkat yang lebih parah, sikap macam ini dapat membawa seseorang pada salah satu akhlak tercela bernama tajassus, yakni gemar mencari-cari keburukan orang lain. Apalagi, bila orang yang menjadi sasaran belum tentu benar-benar berbuat salah. Seringkali lataran kesalahmahaman dan perkara teknis, sebuah perbuatan secara sekilas pandang tampak salah padahal tidak. Di sinilah pentingnya tabayun (klarifikasi) dalam ajaran Islam.

Tentu saja memperbanyak ibadah dan meyakini kebenaran adalah hal yang utama. Tapi menjadi keliru tatkala sikap tersebut dihinggapi ujub (bangga diri). Ujub merupakan penyakit hati yang cukup kronis. Ia bersembunyi di balik kelebihan-kelebihan diri kemudian pelan-pelan mengotorinya. Bisa saja seseorang selamat dari perbuatan dosa tapi ia kemudian terjerumus ke dalam jurang yang lebih dalam, yakni ujub. Mesti diingat, menghindari perbuatan dosa memang hal yang amat penting, tapi yang lebih penting lagi bagi seseorang yang terbebas dari dosa adalah menghindari sifat bangga diri. Sebuah maqalah bijak berujar, “Perbuatan dosa yang membuatmu menyesal jauh lebih baik ketimbang beribadah yang disertai rasa ujub.”

Watak buruk dari kelanjutan sifat ujub biasanya adalah merendahkan orang lain. Amal ibadah yang melimpah, apalagi disertai pujian dan penghormatan dari masyarakat sekitar, sering membuat orang lupa lalu dengan mudah menganggap remeh orang lain. Orang-orang semacam ini umumnya terjebak dengan penampilan luar. Mereka menilai sesuatu hanya dari yang tampak secara kasat mata. Padahal, bisa saja orang yang disangkanya buruk, di mata Allah justru lebih mulia karena lebih banyak memiliki kebaikan namun lantaran bukan tipe orang yang suka pamer amal itu pun luput dari pandangan mata kita.

Jamaah shalat Jumat hadâkumullâh,

Dakwah berasal dari lafadh da‘â-yad‘û yang secara bahasa semakna dengan an-nidâ’ dan ath-thalab. An-nidâ’ berarti memanggil, menyeru, mengajak; sementara ath-thalab dapat diterjemahkan dengan meminta atau mencari. Istilah dakwah bisa didefinisikan sebagai upaya mengajak atau menyeru kepada iman kepada Allah dan segenap syariat yang dibawa Rasulullah serta nilai-nilai positif lainnya.

Dakwah sangat dianjurkan dalam Islam sebagai pelaksanaan prinsip amar ma’ruf nahi (‘anil) munkar. Umat Islam diperintah untuk menyebarkan pesan kebaikan (ma’ruf) dan tak boleh berdiam diri ketika melihat kemunkaran.? Hanya saja, dalam praktiknya semua dijalankan dalam koridor yang bijaksana, sehingga usaha amar ma’ruf terealisasi dengan baik dan pencegahan kemungkaran pun tak menimbulkan kemungkaran baru lantaran tidak dijalankan dengan cara-cara yang mungkar.

Karena itu, kita mengenal dalam proses dakwah dua hal, yaitu isi dakwah dan cara dakwah. Terkait isi, dakwah memiliki lingkup yang sangat luas, dari persoalan akidah, ibadah hingga akhlak keseharian seperti ajakan untuk tidak menggunjing dan membuang sampah sembarangan. Dakwah memang bukan monopoli tugas seorang dai, siapa pun bisa menjadi pengajak, namun dakwah menekankan pelakunya memiliki bekal ilmu yang cukup tentang hal-hal yang ingin ia serukan. Hal ini penting agar dakwah tak hanya meyakinkan tapi juga tidak sepotong-sepotong.

Yang tak kalah penting adalah cara. Betapa banyak hal-hal positif di dunia ini gagal menular karena disebarluaskan dengan cara-cara yang keliru. Begitu pula dengan dakwah. Dalam hal ini kita bisa berkaca kepada Rasulullah. Di tengah fanatisme suku-suku yang parah, kebejatan moral yang luar biasa, dan kendornya prinsip-prinsip tauhid, dalam jangka waktu hanya 23 tahun beliau sukses membuat perubahan besar-besaran di tanah Arab. Bagaimana ini bisa dilakukan? Kunci dari kesuksesan revolusi peradaban itu adalah da‘wah bil hikmah, seruan yang digaungkan dengan cara-cara bijaksana. Akhlak Nabi lebih menonjol ketimbang ceramah-ceramahnya. Beliau tak hanya memerintah tapi juga meneladankan. Rasulullah juga pribadi yang egaliter, memahami psikologi orang lain, menghargai proses, membela orang-orang terzalimi, dan tentu saja berperangai ramah dan welas asih.

Hadirin yang semoga dirahmati Allah,

Khatib kembali mengingatkan diri sendiri dan jamaah sekalian bahwa ada rambu-rambu dakwah yang perlu diingat, yakni jangan membenci dan merendahkan orang lain, apalagi mencaci maki dan memojokkannya. Karena jika hal itu kita lakukan maka keluarlah kita dari motivasi dakwah sesungguhnya. Dakwah berangkat dari niat baik, untuk tujuan yang baik, dan semestinya dilakukan dengan cara-cara yang baik. Itulah makna sejati dakwah. Bila ada pendakwah gemar menjelek-jelekan orang atau golongan lain, mungkin perlu diingatkan lagi tentang bahasa Arab dasar bahwa dawah artinya mengajak bukan mengejek. Sehingga, dakwah mestinya ramah bukan marah, merangkul bukan memukul.

Yang paling mengerikan tentu saja adalah dakwah dikuasai amarah dan hawa nafsu sehingga menimbulkan pemaksaan dan aksi-aksi kekerasan, hanya kerena menganggap orang lain sebagai musyrik, musuh Allah, dan karenanya harus diperangi. Jika sudah sampai pada level ini, pendakwah tak hanya sudah melenceng jauh dari esensi dakwah, tapi juga pantas menjadi sasaran dakwah itu sendiri. Al-Quran sudah sangat benderang menegaskan bahwa tak ada paksaan dalam agama, dan oleh sebab itu menggunakan pendekatan kekerasan sama dengan mencampakkan pesan ayat suci.

Dalam sebuah hadits dijelaskan:

? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? " . ? : ? ? ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : " ? ? "

Dari Hudzaifah radliyallâhu ‘anh, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh yang paling aku khawatirkan pada kalian adalah orang yang membaca Al-Qur’an sampai terlihat kegembiraannya dan menjadi benteng bagi Islam, kemudian ia mencampakkannya dan membuangnya ke belakang punggung, membawa pedang kepada tetangganya dan menuduhnya syirik.” Saya (Hudzaifah) bertanya: “Wahai Nabi, siapakah yang lebih pantas disifati syirik, yang menuduh atau yang dituduh?” Rasulullah menjawab: “Yang menuduh.” (HR Ibnu Hibban)

Na’ûdzubillâhi mindzâlik. Semoga kita semua dilindungi Allah dari perbuatan buruk baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Jamaah shalat Jumat as‘adakumullâh,

Tekun dalam beribadah kemudian mengajak sesamanya untuk melakukan hal yang serupa merupakan sesuatu yang dipuji dalam agama. Hanya saja, dakwah atau mengajak memiliki batasan-batasan. Setidaknya ada dua tips yang bisa dipegang agar seseorang tak melampaui batasan tugas sebagai seorang pengajak. Pertama, muhâsabah (introspeksi). Meneliti aib orang yang paling bagus adalah dimulai dari diri sendiri. Muhasabah akan mengantarkan kita pada prioritas perbaikan kualitas diri sendiri, yang secara otomatis akan membawa pengaruh pada perbaikan lingkungan sekitarnya. Sebagaimana dikatakan Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, “Ashlih nafsaka yashluh lakan nâs. Perbaikilah dirimu maka orang lain akan berbuat baik kepadamu.”

Kedua, tawâdlu‘ (rendah hati). Sikap ini tidak sulit tapi memang sangat berat. Rendah hati berbeda dari rendah diri. Tawaduk adalah kemenangan jiwa dari keinginan ego yang senantiasa merasa unggul: merasa paling benar, paling pintar, paling saleh, dan seterusnya—yang ujungnya meremehkan orang lain. Tawaduk membuahkan sikap menghargai orang lain, sabar, dan menghormati proses. Dalam perjalanan dakwah, tawaduk terbukti lebih menyedot banyak simpati dan menjadi salah satu kunci suksesnya sebuah seruan kebaikan. Fakta ini bisa kita lihat secara jelas dalam perjuangan Nabi dan pendakwah generasi terdahulu yang tercatat sejarah hingga kini. Wallâhu a‘lam bish-shwâb.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Mahbib Khoiron

*) Teks khutbah ini pernah diikutsertakan pada Sayembara Khutbah Damai yang digelar PeaceGeneration Indonesia, Gerakan Islam Cinta, Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkot Bandung, Forum Silaturahim Umat Islam Indonesia (FSUII), Lembaga Studi Agama dan Budaya Indonesia (LSABI), Penerbit Salam Books, dan MasterPeace Writing Labs

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Humor Islam, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 16 Desember 2017

IPNU-IPPNU Bergerak di IAIN Sultan Hasanuddin

Serang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kepengurusan baru IPNU-IPPNU IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar rapat kerja di majelis Al-Hidayah KpSumur Putat, Cipocok Jaya, Serang, Sabtu-Ahad (12-13/9). Selama dua hari, mereka membuat rencana kerja dua tahun mendatang dan melakukan pembagian tugas sesuai bidangnya.

Ketua terpilih IPNU IAIN Sultan Hasanudin Sulaiman Rasyid meminta dukungan dari pengurus dengan soliditas di kalangan mereka.

IPNU-IPPNU Bergerak di IAIN Sultan Hasanuddin (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Bergerak di IAIN Sultan Hasanuddin (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Bergerak di IAIN Sultan Hasanuddin

“Ini suatu ujian yang harus dijalani melalui rempugnya pengurus yang dilantik agar bersama-sama menjalankan, menggerakan, dan menyukseskan bersama-sama agar tercapainya harapan.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mencoba dan mengajak seluruh pengurus agar lebih baik lagi dari kepengurusan sebelumnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Sarbini, mantan Ketua IPNU IAIN Sultan Hasanuddin menyampaikan keinginannya kepengurusan baru PKPT IPNU dan IPPNU untuk selalu menjalin komunikasi melalui koordinasi baik pimpinan cabang dan ormawa yang ada di kampus khususnya PMII.

“Juga harus meningkatkan kualitas selaku kader NU terlebih memantapkan pengetahuan Aswaja, ke-NUan, dan kebangsaaan, dan harus menjalin komunikasi dengan PKPT IPNU dan IPPNU Nusantara.” (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 10 Desember 2017

Muslimat NU Grobogan Tanggapi Keluhan Penyakit Rahim Anggota

Grobogan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Grobogan prihatin akan penyakit yang sering dikeluhkan anggotanya, khususnya masalah rahim.

Muslimat NU Grobogan Tanggapi Keluhan Penyakit Rahim Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Grobogan Tanggapi Keluhan Penyakit Rahim Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Grobogan Tanggapi Keluhan Penyakit Rahim Anggota

Pimpinan Muslimat menanggapi permasalahan itu dengan mengadakan seminar kesehatan di Gedung Pendopo Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Ahad (15/12).

Kegitan tersebut diikuti semua pengurus Muslimat mulai dari tingkat cabang hingga tingkat ranting (desa).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Salah seorang Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Grobogan, Sulthonatun mengatakan, tujuan mengadakan kegiatan itu untuk membekali ilmu kesehatan ibu-ibu Muslimat NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir sebagai narasumber dr. Slamet Widodo. Sebelum  narasumber menyampaikan materi, ibu-ibu muslimat terlebih dahulu menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muslimat sebagai bentuk Nasionalisme.

Di antara materi yang ia paparkan adalah mengenai  penyebab kanker leher rahim. Menurutnya,  99,7% kanker leher rahim terkait secara langsung dengan infeksi sebelumnya dengan Human Papilloma Virus (HPV).

“Cara pencegahan secara primer adalah diperlukan imunisasi HPV, sedangkan cara pencegahan secara sekunder adalah dengan cara memeriksakan diri secara teratur minimal satu tahun sekali untuk dilakukan tes skrining,” jelas dr.Slamet Widodo.

Seusai seminar dilanjutkan Rapat Kordinasi Cabang (rakorcab) membahas mengenai harlah Muslimat dan hari jadi Grobogan. Di akhir acara, ibu-ibu Muslimat itu berdoa dipimpin oleh Seksi Dakwah PC Muslimat NU, ibu Shofiyatun. (Ibnu Muslih/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 07 Desember 2017

GP Ansor Diminta Bijak Hadapi Pihak yang Musuhi NU

Banyumas, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua GP Ansor Banyumas Akhmad Thonthowi mengajak segenap kader GP Ansor untuk mengerahkan segala tenaga dan pikiran dalam menangkal paham-paham radikal yang dapat menyesatkan umat. Namun dalam mengupayakannya, pemuda NU tetap harus menggunakan cara-cara yang santun dan konstitusional.

“Saya minta GP Ansor dalam menjalankan tugasnya harus sesuai dengan aturan yang ada. Setiap tindakan yang dilakukan harus terdokumentasi dengan baik dan benar serta serta harus bijak dalam menghadapi orang atau kelompok yang memusuhi NU," kata Akhmad pada pelantikan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Cilongok di pendapa Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Ahad (1/5).

GP Ansor Diminta Bijak Hadapi Pihak yang Musuhi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Diminta Bijak Hadapi Pihak yang Musuhi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Diminta Bijak Hadapi Pihak yang Musuhi NU

Pelantikan dibarengi dengan peringatan Hari Lahir Ke-93 NU. Hadir pada peringatan ini

Muspika Kecamatan Cilongok, pengurus harian MWCNU, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, tokoh agama, tokoh masyarakat, kiai sepuh dan ribuan warga NU Cilongok yang memadati kawasan pendapa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Akhmad Thonthowi juga berpesan bahwa GP Ansor mempunyai tanggung jawab merevitalisasi amaliah dan tradisi NU, kemudian harus bermanfaat untuk masyarakat umum dan harus mampu memperkuat ekonomi kerakyatan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pengurus Ansor harus mampu menjalankan visi GP Ansor, yakni revitalisasi nilai dan tradisi, penguatan sistem kaderisasi, pemberdayaan potensi kader, dan kemandirian organisasi," katanya.

Sementara Ketua GP Ansor Cilongok Mustangin melaporkan bahwa saat ini di Kecamatan Cilongok terdapat 16 Pimpinan Ranting GP Ansor NU yang aktif. Semuanya dalam keadaan baik serta dapat menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan AD/ART yang ada.

"Secepatnya kami akan melakukan konsolidasi dengan ranting-ranting, dan juga berkoordinasi dengan GP Ansor Banyumas. Semoga amanah yang diberikan kepada kami dapat terlaksana dengan baik dan benar," katanya.

Mustangin bertekad, pihaknya akan menghidupkan lagi ranting-ranting yang tidak aktif, agar dapat berjuang kembali mensyiarkan Aswaja di Wilayah Cilongok dan sekitarnya.

"Saat ini ada 5 ranting yang masa khidmatnya sudah berakhir dan tidak aktif lagi, dalam waktu dekat akan kami bentuk lagi, sehingga harapan kami akan ada 21 ranting yang aktif," katanya. (Sudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Humor Islam, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah