Pelajaran ini berbeda dengan yang biasa diajarkan di pesantren mahasiswa ini. Biasanya, ilmu yang diajarkan di pondok ini adalah kitab-kitab nahwu, sharaf, fiqh, ushul fiqh, dan qawaidul fiqhiyah.
| Isi Liburan Kampus, Santri Darul Hikam Ngaji Kitab Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online) |
Isi Liburan Kampus, Santri Darul Hikam Ngaji Kitab Tasawuf
Program khataman kitab Bidayatul Hidayah ini merupakan tradisi baru di Pesantren Darul Hikam. Untuk mengisi kekosongan kegiatan selama liburan semester, pihak pesantren sengaja mengajak mahasiswa untuk tidak pulang, tapi mengisinya dengan kegiatan positif seperti pengajian kitab ini.Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Pengasuh Pesantren Darul Hikam DR Kiai MN Harisudin mengatakan bahwa pilihan mengaji kitab ini adalah agar mahasantri tidak terlalu melihat aspek legal-formal saja dan juga tidak hitam putih halal dan haram. Pelajaran ini dipilih agar mahasantri memiliki jiwa kemanusiaan yang digali dari kitab tasawuf.“Saya kira, pas jika yang dikaji kitab tasawuf karya Imam Ghazali. Ini kitab dasar tasawuf yang cocok untuk mahasantri Pesantren Darul Hikam yang 100 persen mahasiswa IAIN Jember. Biar mereka lebih punya ‘rasa tasawuf’ dalam kehidupan sehari-hari,” tukas Kiai Haris yang kini diamanahkan sebagai Katib Syuriyah PCNU Jember.
Apalagi di tengah-tengah persaingan global dan budaya modern yang nyaris meluluhlantakkan bangunan agama, nilai spritualitas yang dibawa kitab tasawuf sangat penting dihadirkan dalam kehidupan ini.
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
“Kritik Imam Ghazali dalam kitab ini, saya kira masih relevan. Misalnya orientasi mencari ilmu untuk pangkat, jabatan, dan kekayaan. Ini kan sesuai dengan kondisi sekarang yang hanya berorientasi ijazah?” kata Doktor Ushul Fiqh keluaran IAIN Sunan Ampel, Surabaya.Kiai Harisudin berharap mahasantri Pesantren Darul Hikam dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kitab Bidayatul Hidayah ini. Ini sesuai dengan moto Pesantren Darul Hikam, “Ilmu yang diamalkan. Dan amal yang berdasarkan Ilmu”. (Muhyidin/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah