Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

PMII Malang Adakan Sekolah APBN

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Upaya aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk menciptakan civil sociey di tingkat daerah tidak hanya sekedar wacana. Geliat kader PMII Cabang Malang terlihat pada acara pra Sekolah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dalam diskusi yang dihadiri Mas’ud Said, staf ahli presiden RI, Ahad (24/2) di kantor Cabang PMII, Jalan Mayjen Pandjaitan no 164 Malang.

Dalam diskusi pra acara, staf ahli presiden ini menjelaskan terkait undang-undang (UU) terkait pembelanjaan daerah beserta peta konsepnya. Mengetahui posisi dan perundang-undangan pembelanjaan daerah sangatlah penting untuk mengontrol pembangunan-pembangunan yang dilakukan. “Dengan ini, setiap masyarakat akan mengetahui anggaran untuk daerahnya,” ujar Mas’ud.

PMII Malang Adakan Sekolah APBN (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Malang Adakan Sekolah APBN (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Malang Adakan Sekolah APBN

Sekolah APBD ini akan diselenggarakan 1-3 Maret mendatang, namun diskusi ini tetap dilakukan untuk memantik dan memberi gambaran awal perihal sekolah yang akan berjalan selama tiga hari tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Faisol, sapa akrab Faisol Arifin selaku ketua pelaksana selain berdasarkan rapat kerja (Raker) pengurus cabang, acara ini ditujukan untuk menciptakan civil society dalam mengawal kebijakan-kebijakan pelayanan public kota Malang. “PMII ingin mengawal isu-isu lokal kota Malang,” ungkapnya pada NU online.

Diskusi yang dimulai pada pukul 19.00 ini cukup ramai, antusias kader PMII Malang cukup tinggi, hal itu terlihat dari banyaknya peserta yang hadir meski sedari sore hujan mengguyur kota apel tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Kiai Said: Kokohkan Islam Moderat untuk Perdamaian

Jambi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siroj, menegaskan pentingnya menguatkan nilai-nilai Islam moderat di Indonesia. Pesan ini ditegaskan Kiai Said pada agenda pengajian Haul 3 Kiai Jambi (Syaikh Majid al-Jambi, Kiai Ibrahim Majid, dan Kiai Qadir Ibrahim) di Pesantren Asad di Jambi, Rabu (29/11/2017).

Kiai Said: Kokohkan Islam Moderat untuk Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Kokohkan Islam Moderat untuk Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Kokohkan Islam Moderat untuk Perdamaian

Hadir dalam agenda ini, Pengasuh Pesantren Asad KH Najmi Qadir,  Ketua Umum Pagar Nusa M. Nabil Haroen, Wasekjen PBNU H Suwadi D. Pranoto, Bendahara Pagar Nusa, Indrawan Husairi, Ketua NU Care-LAZISNU Syamsul Huda, Gubernur Jambi Zumi Zola, serta sesepuh NU dan pesantren di Jambi.

Dalam ceramahnya, Kiai Said menegaskan pentingnya menyebarkan nilai-nilai Islam Nusantara di ranah internasional dan media sosial. "Islam Nusantara bukan aliran, bukan agama baru, tapi khashaish, mumayyizaat, tipologi. Ini yang harus dipahami secara mendalam," jelas Kiai Said.  

Dalam pandangan Kiai Said, penting untuk merawat budaya sebagai pondasi dakwah keislaman. "Islam Nusantara itu Islam yang dibangun dari sendi-sendi budaya. Budaya negeri ini, bukan budaya Arab, tapi budaya Nusantara," terang Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jakarta.

"Saya di Arab tiga belas tahun, pulang membawa empat anak. Tapi yang saya bawa pulang itu ilmu, bukan simbol-simbol budaya. Demikian pula Prof Quraish Shihab, Prof Aqil Munawar, dan Kiai Mustofa Bisri. Semuanya bawa ilmu, tidak ada yang mengimpor budaya Arab ke negeri ini," ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Said berpesan agar warga muslim negeri ini mencintai tanah air. "Mari kita cintai negeri ini. Mari kita kuatkan Islam dan nasionalisme kita. Nabi Muhammad diperintahkan oleh Allah untuk mengusir orang-orang yang bikin gaduh, bikin rusuh di Madinah," jelasnya.

Lebih lanjut, Kiai Said mendorong pemimpin daerah tegas terhadap pelaku kerusahan, kelompok teroris. "Untuk sekarang, para pemimpin daerah, silakan usir para pengusik dan perusuh bangsa. Usir ideologinya, kalau orangnya silakan masuk NU, silakan masuk Muhammadiyah, masuk Persis, dan ormas Islam moderat lainnya," tegas Kiai Said. 

KH Najmi, pengasuh pesantren Asad Jambi, mengungkapkan pentingnya meneladani kiai-kiai untuk masa depan santri. "Syekh Majid al-Jambi, Kiai Ibrahim Majid, dan Kiai Qadir Ibrahim, merupakan teladan bagi pengembangan keilmuan dan akhlak santri," ungkapnya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pesantren Asad Jambi, didirikan oleh Kiai Majid al-Jambi, yang diteruskan oleh Kiai Ibrahim Majid dan Kiai Qadir Ibrahim. Kiai Majid al-Jambi, merupakan penasihat keagamaan Sultan Thaha, Kasultanan Jambi. Pada masa kolonial, Kiai Majid pernah diutus Sultan Jambi ke Kasultanan Ottoman di Turki, untuk melawan pasukan kolonial di Hindia Belanda. 

Pada kesempatan ini, Ketua Umum Pagar Nusa, M. Nabil Haroen, mengkonsolidasi pasukan inti Pagar Nusa di Jambi. "Kalau kita mau keras, itu harus punya keris, seperti pernyataan Kiai Wahab Chasbullah. Pasukan inti Pagar Nusa untuk mengabdi dan mengawal kiai, mengkampanyekan Islam Nusantara," jelas Nabil. 

Dalam kesempatan ini, Direktur NU Care-LAZISNU,  Syamsul Huda juga menyerahkan bantuan untuk perbaikan infrastrukur pesantren Asad Jambi. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 14 Januari 2018

Bendera Indonesia dan NU Berkibar di Puncak Semeru

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Tim Operasi Bersih Rarahan Adri Nusantara LPBINU (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama) mengibarkan bendera merah putih di atas puncak Gunung Semeru, Malang, Jawa Timur.

Sekitar 20 orang pendaki yang tiba di Kota Malang pada 17 Oktober 2016 disambut H. Syaiful Efendi Ketua PCNU Malang di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. “Karena momentum hari santri sangat tepat gaungnya apabila ada dari tim ekspidisi yang mengibarkan bendera di puncak Gunung Semeru,” ujarnya.

Bendera Indonesia dan NU Berkibar di Puncak Semeru (Sumber Gambar : Nu Online)
Bendera Indonesia dan NU Berkibar di Puncak Semeru (Sumber Gambar : Nu Online)

Bendera Indonesia dan NU Berkibar di Puncak Semeru

Proses pendakian dimulai Selasa (18/10) pukul 10.00 WIB dari Desa Ranupane, menuju camp Kalimati. Tim tiba di puncak pada Kamis (20/10) pukul 22.00 WIB dan langsung melaksanakan pengibaran bendera merah putih, bendera NU, dan bendera LPBINU.

Sabtu (22/10) Tim Ekspedisi Islam Nusantara tiba di Jakarta dan bergabung bersama puluhan ribu santri di acara apel Hari Santri Nasional di Monumen Nasional.

Ketua Tim Operasi Bersih Rarahan Adri Nusantara LPBINU Yuslianto menyampaikan, pendakian tersebut membawa beberapa misi tentang sosialisasi pengelolaan lingkungan. “Yang pertama operasi sampah, terutama sampah plastik yang kemudian akan diolah menjadi ecobriks, berikutnya adalah pengenalan aplikasi NUbricks,” katanya. (Anty Husnawati/Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, AlaNu, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemkab Rembang Peringati Maulid Nabi saat Jam Kerja

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad, Rabu pagi (28/12), di halaman kantor Bupati Rembang. Perayaan tahunan yang digelar saat jam kerja tersebut dihadiri ribuan warga dari 14 kecamatan di Kabupaten Rembang.

Meski digelar pada jam kerja, terlihat tak ada pelayanan yang tersendat. Bupati Rembang H Abdul Hafidz memastikan tak ada pengajian peringatan Maulid Nabi yang mengganggu pelayanan publik meski dilaksanakan saat jam kerja dan digelar di halaman kantor pemerintahan.

Pemkab Rembang Peringati Maulid Nabi saat Jam Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Rembang Peringati Maulid Nabi saat Jam Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Rembang Peringati Maulid Nabi saat Jam Kerja

"Saya tegaskan, tidak ada pengajian Maulid Nabi yang mengganggu pelayanan. Mau meminta, apa saja pelayanan hari ini juga pasti dilayani," jelaskan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Maulid Nabi ini diselenggarakan untuk memperkuat persaudaraan antarwarga, serta menghilangkan sekat antara ulama dan umara demi kemajuan di Kabupaten Rembang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hafidz menambahkan, dengan kondisi bangsa Indonesia yang menghadapi rongrongan dan sejumlah permasalahan sudah seharusnya masyarakat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pengajian yang diisi oleh kiai kondang dari Bojonegoro, Jawa Timur KH Anwar Zahid kali ini merupakan pengajian maulid dengan jumlah pengunjung terbanyak yang dilaksanakan di halaman pendopo kantor Bupati.

Hafidz juga mengaku bersyukur, di Kabupaten Rembang tidak ada yang pergi ke Jakarta saat aksi 212 yang di gelar di Jakarta. Ia juga bersyukur, di Indonesia setiap pengajian bisa digelar tanpa harus izin terlabih dahulu. Maka dari itu, masyarakat wajib bersyukur digelarnya pengajian umum peringatan Maulid Nabi. (Ahmad Asmui/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 11 Januari 2018

Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah

Blitar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Yayasan Al-Ma’arif NU Udanawu gelisah atas peredaran narkoba dan keterbukaan aurat di kalangan pelajar. Pihak yayasan mengelar istighotsah yang melibatkan 4000 jamaah di halaman Masjid Al-Ma’arif Udanawu Blitar. Al-Ma’arif NU Udanawu dengan hormat meminta pengasuh pesantren Mambaul Hikam Mantenan KH Diya’uddin Azzamzami memimpin istighotsah agar untuk keselamatan Blitar.

Selain rutinitas tahunan menjelang ujian nasional, istighotsah pada Ahad (29/3) malam menjadi istimewa karena mereka juga mendeklarasikan gerakan antinarkoba dan antipornografi terutama di lingkungan Yayasan Al-Ma’arif.

Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah

“Ini acara rutin setiap tahun menjelang anak-anak ujian,’’ ujar Ketua Yayasan Al-Maarif KH Drs Ahmad Zamrodji.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mengapa ini dilakukan? Menurut Zamroji, saat ini kondisinya sudah sangat kronis. Contohnya masalah narkoba dan pornografi yang menyerang pada pelajar dan anak-anak. “Jadi pada kesempatan ini kita sampaikan bagaimana bahayanya narkoba dan pornografi bagi anak,’’ tambahnya.

Hadir pada acara istighotsah ini Wakil Bupati Blitar H Riyanto didampingi Kepala Kamenag Blitar H Ahmad Mubasir, Kepala Kesbangpol H Mujiyanto, Kepala Satpol PP Blitar H Toha Mashuri, dan para kiai setempat. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Pahlawan, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 05 Januari 2018

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Tak kurang dari seribu orang memadati posko pengobatan gratis yang digelar di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Kamis, (13/9).  Pengobatan gratis ini merupakan hasil kerjasama antara LKNU (Lembaga Kesehatan NU), dan beberapa organisasi yang tergabung dalam Komunitas Tionghoa Ciayumajakuning Indonesia (KTCI).  

Panitia Ahmad Nahdi mengatakan bahwa acara pengobatan gratis merupakan bagian dari rangkaian Munas Alim Ulama Konbes NU yang akan dibuka besok. “Dan ini sekaligus sebagai sumbangsih NU dan berbagai komunitas yang merasa peduli terhadap kesehatan masyarakat,”  ujar Nahdi.

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis di Lima Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren

Sebelumnya, acara yang sama juga digelar di empat pondok pesantren di wilayah III Cirebon, di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, Pondok Pesantren Jatibarang Indramayu, Pondok Pesantren Buntet Cirebon, serta pondok pesantren Jagasatru Kota Cirebon.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Jika dikalkulasikan selama rangkaian pengobatan gratis ini digelar, pengobatan gratis yang digelar dalam rangka menyambut munas alim ulama dan konbes NU ini melibatkan sekitar tiga ribu peserta. Pembagiannya sesuai dengan pendaftaran yang diperoleh masing-masing titik tempat pelaksanannya,” jelas dr. Sutara, Ketua Panitia Lokal Bidang Kesehatan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam proses pelaksanaannya, pengobatan gratis ini juga melakukan jejaring dengan berbagai rumah sakit rujukan, seperti RS. Sumber Waras Ciwaringin Cirebon dan RSUD Arjawinangun Cirebon untuk menghadapi kemungkinan terdapatnya peserta yang memiliki penanganan kesehatan yang lebih serius.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Sobih Adnan



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, AlaNu, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 28 Desember 2017

GP Ansor Sembungharjo Buka Akses Jalan ke Makam Wali

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan. Sebagaimana maknanya, jalan di atas gunung, berarti pada bulan Sya’ban dibuka jalan untuk mencapai kebaikan tertinggi. Rasulullah sangat mencintai bulan ini, sehingga ia pada bulan Sya’ban melakukan puasa.

Begitupun Gerakan Pemuda Ansor Sembungharjo Semarang ingin menebarkan jalan kebaikan. Jalan kebaikan itu berbagai macam, salah satunya yang dikerjakan oleh GP Ansor Sembungharjo dengan membuka jalan akses menuju tempat pemakaman, Ahad (8/5)

GP Ansor Sembungharjo Buka Akses Jalan ke Makam Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sembungharjo Buka Akses Jalan ke Makam Wali (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sembungharjo Buka Akses Jalan ke Makam Wali

Ahmad Mursyid selaku Ketua GP Ansor Sembungharjo mengatakan, Ansor Sembungharjo turut aktif untuk pembukaan dan pembuatan akses jalan menuju komplek makam Mbah Suropati sebagai bentuk kepedulian Ansor terhadap sosial kemasyarakatan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau orang Jawa bulan Sya’ban disebut bulan Ruwah yang berarti arwah. Inilah yang dilakukan Ansor Sembungharjo menghormati arwah leluhur dan arwah wali,” lanjutnya

Pembukaan akses jalan komplek pemakaman yang terletak di Sembung Rt 3 Rw 3 Genuk Semarang dikerjakan secara kekeluargaan dan kerja sama yang solid antara warga dan personel dari Ansor dan Banser Sembungharjo dengan memkai kaos kembagaannya berwarna hijau,

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jalan menuju komplek pemakaman dibuat selebar 1,5 meter dengan panjang jalan 50 meter, hal ini dikerjakan karena ketiadaan akses menuju pemakan Mbah Suropati yang merupakan makan sesepuh ulama.

Sebelumnya pembuatan jalan komplek makam tidak dapat dibuat, baru dapat dilakukan setelah melakukan negoisasi dan kesepakatan harga menemui titik temu. (Lukni Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Ubudiyah, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

Wakili Maarif NU, MA Walisongo Ikuti Lomba Perpustakaan

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. MA Walisongo Pecangaan mewakili LP Maarif NU Jepara mengikuti Lomba Perpustakaan tingkat SMA/ MA se-Jepara yang diselenggarakan Perpustakaan Daerah kabupaten Jepara medio bulan ini. Lomba rencananya diikuti 6 sekolah, 3 SMA Negeri 3 lainnya sekolah swasta. 

Untuk menghadapi lomba persiapan sudah dilaksanakan. Hal itu terlihat dengan semakin giatnya pustakawan dalam melengkapi administrasi serta semakin banyaknya siswa yang mengunjungi tempat tersebut.

Wakili Maarif NU, MA Walisongo Ikuti Lomba Perpustakaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakili Maarif NU, MA Walisongo Ikuti Lomba Perpustakaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakili Maarif NU, MA Walisongo Ikuti Lomba Perpustakaan

Perpustakaan yang dibangun diatas bangunan mushola MA Walisongo memang menarik selain dipenuhi dengan ribuan koleksi, baik buku pelajaran maupun yang lainnya, perpustakaan juga dilengkapi dengan sarana komputer dan internet.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nur Sahid, salah satu pustakawan mengatakan bahwa perpustakaan MA Walisongo telah siap untuk menghadapi penilaian dari Perpusda Jepara. “Perpustakaan MA Walisongo Pecangaan tidak melakukan persiapan khusus namun hanya menata serta menginventarisir kembali buku-buku baru yang belum masuk dalam daftar inventaris perpustakaan,” katanya.

Sahid menjelaskan mulai tahun ini perpustakaan mulai menggunakan aplikasi perpustakaan elektronik meskipun programnya belum dijalankan secara penuh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mulai minggu kemarin komputer server yang ada di perpustakaan ini telah diberikan aplikasi perpustakaan elektronik yang fungsinya sebagai pusat data jumlah bahan bacaan yang ada namun aplikasinya perlu untuk disempurnakan lagi,” imbuhnya.

Kepala Madrasah Drs Rohmadi mengungkapkan lomba tersebut tidak dimaknai sebagai persaingan untuk merebutkan juara namun hanya semata-mata sebagai motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan di perpustakaan. “Kegitan tersebut merupakan motivasi untuk meningkatkan pelayanan serta fasilitas yang ada di perpustakaan,” pungkasnya. 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Nahdlatul Ulama, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

Kader Dai LDNU Bekali Diri dengan Kemampuan Bahasa Inggris

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Dakwah NU (LDNU) terus meningkatkan kualitas dai mudanya agar semakin siap menghadapi tantangan global. Sebanyak 16 dai yang tergabung dalam Tim Inti Dai Internasional & Media (TIDIM) mengikuti program peningkatan kemampuan bahasa Inggris yang dipandu oleh Lets Talk. Program yang bertajuk Impressive English for LDNU Preachers ini dilangsungkan selama 10 hari (19/9-28/9) di Wisma Flora Cisarua, Bogor.

Kader Dai LDNU Bekali Diri dengan Kemampuan Bahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Dai LDNU Bekali Diri dengan Kemampuan Bahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Dai LDNU Bekali Diri dengan Kemampuan Bahasa Inggris

Dalam pengarahannya, Pengurus Pusat Lembaga Dakwah PBNU, KH. Wahfiudin Sakam menyampaikan pentingnya penguasaan bahasa inggris oleh para dai. "Tantangan menyebarluaskan Islam yang rahmatan lil alamin ke berbagai negara akan lebih mudah jika para dai mampu menguasai bahasa inggris," ujarnya.

Ia menambahkan jika Lembaga Dakwah PBNU sangat serius dengan program TIDIM yang telah berjalan kurang lebih enam bulan ini. "Alhamdulillah, dai-dai muda yang kita kirim ke berbagai negara bulan ramadhan kemarin mendapatkan respon yang luar biasa. Mereka puas!" ungkap Wakil Talqin TQN Suryalaya ini.

Shafizal Shahidan, catalyst creator Lets Talk sangat mendukung program yang dijalankan Lembaga Dakwah PBNU. "Untuk menyampaikan Islam yang damai, modern dan toleran, para dai harus mampu menunjukkan karakter positif dari dirinya. Maka dalam pelatihan ini, Lets Talk menggabungkannya dengan character building," ungkap Ia menjelaskan.

Choirul Hady, peserta dari Jombang mengungkapkan kebahagiaannya setelah mengikuti program ini. "Kemampuan bahasa Inggris saya bertambah baik karena saya menjadi lebih berani berbicara. Pokoknya talk... talk.. talk,” ujar Hady.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Muhammad Halabi, peserta dari Banjarmasin mengagumi metode yang dibawakan oleh tim Lets Talk. "Belajar bahasa inggris menjadi lebih menyenangkan karena dibawakan dengan fun dan kreatif," pungkasnya.

Lets Talk adalah proyek berbasis komunitas yang didirikan oleh Yayasan Bunda Siti Banun untuk meningkatkan kompetensi diri melalui kepemimpinan dan komunikasi. (Idn/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 11 Desember 2017

Pergunu Intruksikan PW, PC, dan PAC Shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama mengintruksikan kepada pengurus Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang Pergunu untuk melakukan shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi yang meninggal Sabtu (11/3) dini hari.

berikut intruksi tersebut:

Pergunu Intruksikan PW, PC, dan PAC Shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Intruksikan PW, PC, dan PAC Shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Intruksikan PW, PC, dan PAC Shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi

Pimpinan Pusat Pergunu menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak H. Akhsan Ustadhi, SH, MA. (Wakil Ketua PP Pergunu. Berkaitan dengan wafatnya Bapak H. Akhsan Ustadhi, SH, MA. tersebut, PP Pergunu mengintruksikan kepada Pimpinan Wilayah, Cabang, dan Anak Cabang Pergunu se-Indonesia agar menyelenggarakan shalat Ghaib dan Tahlil ditujukan untuk almarhum.



Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Surat dengan intruksi bernomor 109/PP Pergunu/3/2017, dikeluarkan 11 Maret 2017 tersebut ditandatangani Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim dan sekretaris Umum H. Gatot Sujono.

H. Akhsan Ustadhi wafat Sabtu dini hari (11/3). Menurut keterangan keluarganya yang dishare di media sosial, ia kecapekan beraktivitas. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi tidak tertolong. Ia mengembuskan napas terakhirnya pada usia 43 tahun dengan meninggalkan seorang istri dan tiga anak. (Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Doa, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 09 Desember 2017

Kitab "Al-Muqtathofat" Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi

Tradisi tahlilan, ziarah kubur, istighotsah, dibaan atau maulidan dan sejenisnya sudah mendarah daging di tengah masyarakat. Namun ketika ditanya mengenai dalil, sebagian masyarakat awam tidak tahu, dan itu dijadikan senjata kaum Salafi Wahabi untuk mengkafir-kafirkan banyak orang.

Adalah Kitab “al-Muqtathofat li Ahlil Bidayat” yang ditulis oleh KH Marzuki Mustamar, Ketua PCNU Kota Malang memberikan pedoman bagi masyarakat jika suatu ketika ada pihak-pihak yang tidak suka dengan tradisi itu.

Kitab Al-Muqtathofat Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Al-Muqtathofat Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab "Al-Muqtathofat" Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi

Semestinya tidak perlu menanggapi mereka yang tidak suka dengan tradisi. Namun ketika mereka mempertanyakan, menyerang, apalagi sampai mengkafirkan, maka kita juga perlu menyiapkan jawaban.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Al-Muqtathofat li Ahlil Bidayat” atau “catatan untuk para pemula” tidak lain untuk menyelamatkan masyarakat yang kerap mendapat tudingan sesat, sekaligus menyadarkan pihak-pihak tertentu agar tidak mudah mengkafirkan orang lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Semua tradisi keagamaan yang dijalankan oleh masyarakat itu ada dasaranya, “Semua itu ada dalam kitab yang berlandasakan Ahlussunnah wal jamaah,” kata Kiai Marzuki di Masjid Mujahidin, Jalan Ikan Hiu, Lowokwaru, Malang, Selasa (30/5).

Kitab tersebut dikaji secara rutin di beberapa Masjid di Kota Malang, tepatnya setiap Selasa pukul 19.00 ba’da shalat Isyak. Tidak hanya di satu tempat, jadwal rutin tersebut berjalan di seluruh Masjid Malang secara bergilir.

Hadirnya kitab ini diharapkan memberikan informasi mengenai keabsahan tradisi ubudiyah masyarakat secara syar’i. Dengan kata lain, buku ini memupuk kepercayaan masyarakat Muslim Indoensia secara umum, khususnya bagi kalangan nahdyiyin, bahwa tradisi ritual ubudiyyah seperti tahlilan, haul, upacara selatan kelahiran, ritual empat dan tujuh bulan kandungan, peringatan Maulid Nadi, qunut dan shalat, dan yang lainnya, tidak melenceng dari aqidah dan termasuk bagian dari sunnah Nabi Rasulullah SAW.?

“Semua itu ada dasarnya, tidak asal caplok,” seru pengasuh Pondok Pesantren Sabulur Rosyad, Malang itu sembari memaparkan dalil-dalil yang sudah ditulis dalam kitab karangannya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 24 November 2017

Muslimat NU Rancang Buku Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) tengah merancang buku Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ Al-Qur’an Muslimat NU. Sebab itu, para pengurus Muslimat menggelar workshop mematangkan penulisan buku tersebut , Kamis (20/10) di Hotel Bintang Jakarta Pusat.?

Ketua Periodik PP Muslimat NU, Hj Rosmani Soedibyo mengatakan bahwa Msulimat selalu mengikuti perkembangan dan perubahan sosial yang ada. Menurutnya, perlu model dakwah khusus berbasis panduan sehingga adanya buku ini bisa menjadi pegangan para daiyah ke majelis-majelis taklim, TPA, maupun TPQ.

Muslimat NU Rancang Buku Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Rancang Buku Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Rancang Buku Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ

“Harapannya, buku ini nantinya tidak hanya menjadi pegangan Muslimat tetapi juga Ormas perempuan lain. Berbagai problem terkini di buku ini dikemukakan secara detail agar dakwah terarah sesuai dengan perubahan zaman,” ujar Rosmani.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI, H Muhammadiyah Amin menuturkan, buku nanti bisa disinergikan dengan program di Bimas. Dia mengapresiasi Muslimat yang terus konsisten dalam dakwah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Peran Muslimat NU banyak di bidang pemgembangan manusia dan dakwah. Perlu pengayaan materi sehingga perlu memperbarui model dakwah dalam pembangunan agama dan kemasyarakatan dan harus selalu ditingkatkan,” ujarnya.

Kemampuan Muslimat NU dalam hal ini harus terus diperbarui terhadap kondisi-kondisi masyarakat. Sebab menurutnya, dakwah sering disalahartikan. Juru dakwah seakan tak merasakan apa yang terjadi di tengah masyarakat. Dakwah juga diartikan sempit sehingga dakwah seolah hanya masalah agama saja.

“Masyarakat dari masyarakat fungsional, sosial, saintifik, maupun masyarakat tekonolgi. Saya harapkan kepada Muslimat agar terus meningkatkan model dakwah yang mampu mewujudkan masyarakat damai,” tandas Muhammadiyah Amin.

Sementara itu, Ketua Himpunan Daiyah Muslimat (HIDMAT) NU Hj Mahfudhoh Aly Ubaid mengatakan bahwa buku ini sangat perlu untuk menjadi pegangan dan panduan dakwah bagi dai dan daiyah Muslimat NU.?

Mahfudhoh menerangkan bahwa problem menurunnya moralitas di antara anak-anak Indonesia menjadi perhatian penting bagi para dai Muslimat dan dai-dai seluruh Indonesia.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Di rancangan buku ini juga memuat model dan pengembangan dakwah berdasarkan kontekstualisasi zaman,” ujar Mahfudhoh. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 17 November 2017

Aneh Jika Umat Islam Menolak Keragaman

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Syuriah PCNU Kencong KH Khoiruz Zad Maddah menyerukan agar NU terus meneguhkan komitmennya dalam berkebangsaan dan keragaman sekaligus menjadi contoh dalam bernegara. Sebab, komitmen kebersamaan dalam keragaman, bekangan ini semakin mengkhawatirkan. 

Aneh Jika Umat Islam Menolak Keragaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Aneh Jika Umat Islam Menolak Keragaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Aneh Jika Umat Islam Menolak Keragaman

Penegasan tersebut  diungkapkan kiai yang akrab disapa Gus Ya pada Taushiyah Kebangsaan di aula kantor PCNU Kencong, Selasa (15/8).

Menurutnya, para ulama (NU) cukup memahami arti kebersamaan dalam keragaman. Bagi NU, katanya, keragaman budaya, suku, agama dan sebagainya adalah sunnatullah yang tidak bisa diganggu gugat, sehingga diharapkan keragaman itu tidak memberangus kebersamaan dan kerukunan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Bagi kiai dan ulama (NU), keragaman itu sudah biasa. Tidak ada masalah. Sikap  ini pula yang dipegang warga NU dalam bermazhab kepada beragam imam. Sehingga terasa aneh kalau ada orang Islam mempertanyakan, bahkan tidak setuju terhadap keragaman," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC Lakpesdam NU Kencong, Mohammad Dasuki menyatakan betapa pentingnya bangsa Indonesia menghargai pluralitas. Sebab, tanpa saling menghargai dan menghormati, mustahil Indonesia bisa aman. 

"Kita semua perlu belajar dari  sejarah bahwa betapa keragaman mampu meluluhlantakkan suatu bangsa, jika tidak ada penghargaan terhadap keragaman itu sendiri," ujarnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Doa, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 04 November 2017

Habib Syech: Tahun Baru, Momen Peningkatan

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pergantian tahun baru Hijriyah, diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan iman dan taqwa. Segenap kebaikan di tahun lalu, mesti diniatkan untuk menjadi lebih baik di tahun berikutnya.

“Momen tahun baru, ayo ada peningkatan. Dari yang jelek menjadi baik. Semisal kita ubah kebiasaan membuang sampah sembarangan, ini juga berat,” kata Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf pada pengajian Akbar Dzikir dan Sholawat untuk memperingati Tahun Baru Hijriyah 1437 H di depan Balaikota Solo, Sabtu (31/10) malam.

Habib Syech: Tahun Baru, Momen Peningkatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Tahun Baru, Momen Peningkatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Tahun Baru, Momen Peningkatan

Habib Syech juga menerangkan anjuran untuk selalu berbuat baik dan tidak mengambil hak orang lain. Karena itu, diharapkan selalu menyelesaikam kewajiban kepada sesama manusia, terutama dalam hal utang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Bahkan meski kepada orang non muslim pun kewajiban itu harus tetap harus dikembalikan,” tutur pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara pengajian ini. “Solo kota sholawat. Semoga dapat menjadikan umat Islam bersatu, rukun,” ujarnya.

Sementara itu, Budi mewakili pihak Pemerintah Kota Solo ikut mendukung penuh kegiatan Solo Bersholawat. Bahkan agenda serupa sudah dijadwalkan kembali pada tahun depan, tepatnya pada 22 Oktober 2016.

“Kita butuh forum-forum pengajian seperti ini untuk meningkatkan religi masyarakat. Pemkot Solo sudah menetapkan tahun depan akan ada kegiatan serupa pada 22 Oktober yang bertepatan dengan Hari Santri,” ujar Budi.

Pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, acara pengajian tahunan ini dihadiri oleh puluhan ribu jamaah, yang datang dari berbagai daerah. Jamaah memenuhi jalanan koridor Sudirman, mulai depan Balaikota hingga ke perempatan BI. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 31 Oktober 2017

LPBINU DKI Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana lewat Dongeng

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) DKI Jakarta menyelenggarakan Road Show Dongeng Anak Nusantara sebagai bentuk edukasi dan sosialisasi nilai-nilai tentang berbakti pada orang tua, guru, dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana serta cara menyayangi lingkungan hidup.

Ketua LPBINU DKI Jakarta M. Wahib mengatakan,? program ini terlaksana atas kerja sama LPBINU DKI Jakarta dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Dini Indonesia (Himpaudi). Senin (24/10) hari ini, acara diselenggarakan di gedung Perpustakaan Jakarta Barat. Sebelumnya acara serupa dilaksanakan di RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah Anak) Kedoya Utara.

LPBINU DKI Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana lewat Dongeng (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU DKI Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana lewat Dongeng (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU DKI Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana lewat Dongeng

“Kerja sama ini akan terus dilaksanakan di beberapa tempat,” katanya didampingi Desi Setyowahyuni, ketua manajemen dongeng LPBINU dan Tim. Hal ini juga diamini? Dewi sebagai ketua Himpaudi Duri Kepa Jakarta Barat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penyampaian nilai-nilai melalui media dongeng dinilai sangat efektif untuk anak-anak yang juga sering menjadi korban bencana alam. Lewat pendongeng Kak Toni bersama bonekanya, Dodo, dongeng diharapkan menyentuh emosi anak-anak sehingga tebangun kesadaran tentang pentingnya peduli terhadap alam. Dongeng kali ini tidak hanya dihadiri anak-anak namun? juga para orang tua dan guru yang mendampingi.

Sarah, Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan Jakarta Barat mengucapkan terima kasih kepada LPBINU DKI Jakarta yang telah memilih perpustakaan sebagai bagian dari wahana sosialisasi tentang kesiapsiagaan bencana dan peduli lingkungan. Ia berharap LPBINU DKI Jakarta dapat melaksanakan sosialisasi melalui dongeng di Perpustakaan Jakarta Barat secara terjadwal dan periodik. (Red: Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai

Gresik, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Penyerasian Almanak Tingkat Nasional dibuka oleh Dirjend Bimas Islam Kementerian Agama RI H Abdul Djamil di Pendopo Kabupaten Gresik, Kamis (9/5) malam. Kegiatan ini digelar oleh Lajnah Falakiyah PBNU dan dihadiri pakar hisab-rukyat NU dari berbagai daerah.

Abdul Djamil mengatakan, penyerasian hisab merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir perbedaan dalam penentuan awal bulan Ramadhan dan hari raya.

Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai

“Berbagai upaya tetap kita lakukan meskipun sampai saat ini belum ada titik temu. Kita tidak akan berputus asa,” katanya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah usai acara pembukaan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara pembukaan Penyerasian Almanak Tingkat Nasional juga dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Gresik KH Mahfudz Ma’shum, Bupati Gresik H Sambari Halim dan Wakil Bupati Muhammad Qosim, dan Dirjen Biman Islam Kemenag RI H Abdul Jamil, dan Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat H. Ahmad Izzuddin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rais Syuriyah PCNU Gresik KH Mahfudz Ma’shum mewakili panitia daerah mengatakan, hisab penentuan awal bulan menjadi bagian tugas yang harus dilakukan oleh umat Islam karena berkaitan dengan persoalan ibadah.

“Hukum melakukan hisab adalah fardu kifayah. Semoga para ahli falak mendapatkan pahala yang besar karena berkat mereka ini orang Islam lepas dari dosa,” katanya.

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazali Masroeri mengatakan, sedikitnya ada 20 metode hisab yang berkembang di Indonesia, dan diantaranya memiliki tingkat perbedaan yang cukup signifikan. Maka perlu ada upaya yang disebut oleh NU sebagai “penyerasian hisab”.

“Perbedaan hisab bisa menjadi persoalan. Maka kita lakukan penyerasian hisab atau hisab jama’i yang nantinya akan dipublikasikan dalam bentuk almanak,” kata Kiai Ghazali.

Kegiatan Penyerasian Almanak Tingkat Nasional ini akan berlangsung sampai Sabtu (12/5) besok. Sekretaris Lajnah Falakiyah PBNU H Nahari Muslih mengatakan, kegiatan ini diikuti sedikitnya 60 ahli falak dari berbagai daerah. Sidang akan dibagi ke dalam empat komisi. Dua komini membahas persoalan hisab, dan dua komisi lainnya membahas soal program dan pengembangan Lajnah Falakiyah.

Penulis: A. Khoiru Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Nahdlatul, AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 24 Oktober 2017

Ketua PWNU NTB Dampingi Persiapan Visitasi UNU Mataram

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH. A. Taqiuddin Mansyur, Rabu (1/10) hari ini, mendapingi para civitas akademika dalam menyiapkan proses visitasi Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Mataram.

Kamis (2/10) besok sekitar pukul 13.00 WITA dijadwalkan Direktur Perguruan Tinggi Kemendikbud akan hadir di Gedung UNU beralamat di Jalan Pendidikan No 6 Mataram dalam rangkaian proses visitasi.

Ketua PWNU NTB Dampingi Persiapan Visitasi UNU Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU NTB Dampingi Persiapan Visitasi UNU Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PWNU NTB Dampingi Persiapan Visitasi UNU Mataram

TGH. A. Taqiuddin mengarahkan para calon tenaga UNU agar melakukan persiapan dengan matang. Para tenaga pengajar maupun tenaga adminsitrasi diharapkan bisa bekerja dengan tulus ikhlas dalam pengembangan? dan kemajuan UNU khususnya, dan NU di Nusa Tenggara Barat umunya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Gedung UNU ini juga diharapakan dapat dikelola dengan baik dan bertanggung jawab oleh para pengurus nanti,” pinta Ketua NU NTB yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Mansyuriah Al Maarif NU Bonder Lombok Tengah ini.

Ia mengaskan, UNU Matamar didirikan untuk bisa dikenang dan sebagai wadah pengembangan SDM di NTB, agar publik tahu bahwa NU di NTB besar dan kian meningkat dalam hal infrastrukur maupun supratsturktur. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakan, dirinya tidak mengarapkan apa apa dari UNU melainkan agar generasi ke depan dapat memiliki kualifikasi pendidikan yang memadai. “Sebuah kesempurnaan ada pada akasi dan bukti, bukan pada wacana dan janji,” tutupnya. (Adi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, AlaNu, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 21 Oktober 2017

Hukum Pencucian Uang dan Menerimanya

Dalam kondisi di mana orang-orang yang tidak jujur semakin banyak jumlahnya maka negara harus membuat undang-undang yang mengancam pelaku money laundering dengan hukuman berat. Dalam fiqih, tindak pidana pencucian uang jelas merupakan sebuah keharaman, dan begitu juga mentasarrufkan uang tersebut.

Tindak pidana dan hukuman pidana adalah dua hal yang tidak terpisahkan satu sama lain. Tindak pidana berkonsekuensi pada adanya hukuman pidana dan hukuman pidana tidak akan terwujud tanpa adanya tindak pidana. Di pihak lain, tindak pidana dan hukuman pidana tidak terwujud tanpa nash (teks syariat/teks perundang-undangan) yang mengaturnya. Kaidah popular mengatakan (لا جريمة ولا عقوبة الا بنص). Yang dimaksud nash di sini bukan hanya teks al-Quran dan as-Sunnah, tetapi juga hasil ijtihad fuqâha’ yang mengacu secara tidak langsung pada dua kitab tersebut. Al-Mâwardiy dalam al-Ahkamus Sulthaniyyah menjelaskan tindak pidana (الجريمة) dengan definisi berikut:  (محظورات شرعية زجرا لله عنها بحد أو تعزير).

Hukuman ta`zîr adalah hukuman yang diterapkan pada perbuatan maksiat yang tidak diancam dengan hukuman hadd dan tidak ada kewajiban kaffârat. Oleh karena itu, hukuman ta`zîr, kebijakan pelaksanaannya, jenis dan bentuknya diserahkan kepada ijtihad imam/hakim. Demikian yang diterangkan Syaikh Nawawiy dalam Nihayatuz Zain

  (ويعزر) اي الامام أو نائبه (لمعصية) لله أو لآدمي (لا حد) اي لا عقوبة (لها ولا كفارة غالبا)

Hukum Pencucian Uang dan Menerimanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Pencucian Uang dan Menerimanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Pencucian Uang dan Menerimanya

 Maksiat adalah kesalahan yang terjadi karena tidak melakukan sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan (wajib) atau melakukan sesuatu yang tidak boleh dilakukan (haram).

Hukuman ta`zîr juga bisa diterapkan pada perbuatan yang tidak masuk dalam kategori maksiat apabila imam memandang hal itu mangandung maslahat bagi umat. Syeikh Nawawiy menjelaskan hal itu sebagai berikut:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

  (وقد يشرع التعزير حيث لا معصية كفعل غير مكلف ما يعزر به المكلف أو يحد وكمن يكتسب باللهو المباح).

 Apa yang disebut dengan pencucian uang sebagaimana didefinisikan di dalam undang-undang tindak pidana pencucian uang masuk dalam kaidah (ما حرم أخذه حرم اعطاءه) / tiap-tiap sesuatu yang haram diambil maka juga haram diberikan. Pemberian di sini meliputi pemberian tanpa imbalan seperti hibah dan hadiah, sebagaimana meliputi pemberian dengan imbalan seperti jual-beli dan tukar-menukar.

Dalam men-syarahi kaidah di atas, Syeikh Ahmad bin Syeikh Muhammad al-Zarqâ’ dalam Syarhul Qawaid al-Fiqhiyyah mengatakan,

معنى هذه القاعدة ان الشيء المحرم الذي لا يجوز لأحد اخذه ويستفيد منه يحرم عليه أيضا أن يقدمه لغيره ويعطيه إياه سواء على سبيل المنحة إبتداء أم على سبيل المقابلة.

Pencucian uang naik statusnya dari sekadar haram dan maksiat berubah menjadi jarîmah (tindak pidana) apabila telah diancam dengan suatu hukuman. Dalam kondisi di mana orang-orang yang tidak jujur semakin banyak jumlahnya di negara ini maka pemerintah seharusnya/sebaiknya membuat undang-undang yang mengancam pelaku money laundering dengan suatu hukuman. Dengan demikian, konsep fiqih tentang tindak pidana pencucian uang jelas merupakan sebuah keharaman, dan begitu juga mentasarrufkan uang tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lantas bagaimankah hukum pihak penerima uang dari hasil tindak pidana pencucian uang? Dan apakah setelah mengetahui asal-usulnya, uang itu harus dikembalikan? Oleh karena itu bagi pihak penerima di zaman sekarang ini hendaknyalah lebih berhati-hati dengan menanyakan terlebih dahulu asal-usul uang tersebut, tidak asal terima saja. Imam Ghazâliy dalam kitabnya Muhimmat Ihya’ Ululumiddin berpendapat bahwa wajib hukumnya bagi pihak penerima untuk bertanya terlebih dahulu, apabila pemberi dikenal tidak baiknya misalnya dikenal sebagai rentenir.  Namun bila pemberi dikenal baiknya, maka tidak boleh ada pertanyaan.

Jadi dalam beberapa hal, menanyakan asal-usul pemberian tidak diperbolehkan, karena pada dasarnya pertanyaan tersebut menyakitkan dan melukai perasaan pihak pemberi. Namun, perasaan sakit hati tidak terjadi bila ada undang-undang yang mewajibkan semua penerima pemberian menanyakan asal-usulnya. Sebab, pihak pemberi sadar bahwa pertanyaan itu dilakukan karena taat pada undang-undang.

Pertanyaannya kemudian, bolehkan ada undang-undang seperti itu? Jawabannya boleh, karena negara yang sah berhak mewajibkan sesuatu yang secara syar’iy tidak wajib, dan rakyat wajib menaatinya kalau hukum asalnya mandub/sunnah, demikian juga kalau hukum asalnya mubah dengan syarat mengandung maslahat publik. Demikian keterangan dalam Nihayatuz Zain.

اذا أمر بواجب تأكد وجوبه، وإذا أمر بمندوب وجب، وإن أمر بمباح فإن كان فيه مصلحة عامة كترك شرب الدخان وجب.

Tanggung jawab perdata (kewajiban untuk mengembalikan/mengganti barang atau uang hasil kejahatan) menjadi beban pihak pemberi sebab pemberilah yang menjadi penyebab dan pemeran utama, karena tanpa penerimapun, dharar/kerugian tetap menimpa pemilik barang atau uang itu.

Al-Zuhailiy mengemukakan penjelasan berikut menukil dari kitab Tabyîn al-Haqâiq juz 6 halaman 150:

اذا اشترك المتسبب والمباشر فى إحداث الضرر وكان لكل واحد منهما دور بارز مساو لفعل الآخر بأن يتساوى أثرهما فى الفعل فإنهما يشركان فى الضمان. قال الزيلعي الحنفي : ان المسبب انما لايضمن مع المباشر اذا كان السبب شيأ لايعمل بانفراده فى الاتلاف، كما فى حفر البئر والقاء شخص نفسه فيها، فإن الحفر لايعمل شيأ من دون الالقاء، وأما اذا كان السبب يعمل بانفراده فيشتركان

والخلاصة: أن الاصل العام هو مسؤولية المباشر فى إحداث الضرر، وقد ينفرد المتسبب وحده فى المسؤولية اذا كان له الدور الأهم فى التعدي، وقد يشترك المباشر والمتسبب فى المسؤولية اذا تساوى خطؤهما تقريبا بحيث لو ترك كل واحد منهما على انفراده لأدى الى النتيجة الحاصلة فعلا.

Sumber: LBM-PBNU, Hasil Bahtsul Masail Nasional, Yogyakarta 2-3 Juli 2013). (Pen/Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 19 September 2017

Syahdunya Maulid Nabi di Turki

"Ya Nabi salam alaika

Ya Rasul salam alaika

Ya Habib salam alaika

Shalawatullah alaika"

Syahdunya Maulid Nabi di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)
Syahdunya Maulid Nabi di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)

Syahdunya Maulid Nabi di Turki

Bunyi rebana menggaung disetiap sudut ruang. Mulut yang mengalunkan sholawat berpacu dengan hati yang khusyuk. Mereka yang hadir merapal puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Ahad (26/1) menjadi hari istimewa bagi warga Nahdliyin di Turki. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki melangsungkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara yang dilaksanakan di dalam gedung PASIAD, Istanbul, ini dihadiri Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul Abdullah Hariadi Kusumaningprang, perwakilan PASIAD Mucahit Bey, serta perwakilan organisasi kemitraan di Istanbul.

Dalam sambutannya, Abdullah Hariadi menyatakan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan mahasiswa Indonesia di Istanbul selama itu bernilai positif. Ke depan ia berjanji akan mengadakan perayaan-perayaan Islam lain. “Tolong diingatkan kalau saya lupa,” ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Datang pula memenuhi undangan “saudara jauh” dari PCINU Mesir. Dalam kesempatan ini, Ustadz Farid dari PCINU Mesir bersama Ustad Ulin Nuha dari PCINU Turki berkolaborasi membacakan barzanji. Kesyahduan bertambah ketika Ustadz Ulin membacakan arti lafal-lafal barzanji secara menggebu dari bait ke bait.

“Mereka yang anti dengan barzanji ini berarti belum memahami isi dari barzanji,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Ustad Ahmad Ginanjar Sya’ban, pengurus Syuriah PCINU Mesir, berkenan membagikan ilmunya tentang maulid. Menurut dia, momen maulid Nabi ini sungguh tepat dilaksanakan di bumi Turki, mengingat barzanji juga berasal dari Kurdi, salah satu etnis penyusun bangsa Turki.

Saat itu barzanji dibacakan untuk membakar semangat tentara Islam menghadapi pasukan salib. Barzanji yang berisikan sirah nabawi dan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW terbukti ampuh mengobarkan semangat jihad di dada tentara muslim. Setahun setelah pembacaan barzanji, tentara yang dipimpin oleh Salahuddin Al Ayyubi tersebut memenangi pertempuran.

Ustad Ginanjar juga menggambarkan keadaan di awal perkembangan Islam. Waktu itu bangsa arab dikenal sebagai bangsa tanpa peradaban. Bangsa yang jahil, amoral dan dipandang sebelah mata dibanding dengan dua kekuatan besar yang berkuasa, Romawi dan Persia. Kedatangan Nabi Muhammad benar-benar membalikkan keadaan. Hingga akhirnya dua negeri adi daya tersebut jatuh dalam kekuasaan islam.

Dia lalu mengibaratkan dengan keadaan sekarang. “Maaf, bukannya rasis. Misal saja di Papua terlahir seorang pembaharu.” Sontak hadirin tertawa. Pasalnya di sampingnya duduk wakil syuriah PCINU Turki yang lahir di Papua. “Kemudian Papua menjadi kuat hingga melahap kawasan-kawasan di sekitarnya. Australia, Filipina, hingga China menjadi propinsi di bawah Papua. Bahkan kemudian bahasa-bahasa mereka digantikan dengan bahasa Papua. Demikian lah keadaan Arab pada waktu itu.”

Acara maulid Nabi ini juga disiarkan melalui radio online PCINU Turki di www.pcinuturki.com/radio. (Ridho Ash-Shiddiqy/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru

Lamongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Corp Brigade Pelajar dan Korp Pelajar Putri Paciran mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Tahap Pertama (Diklatama) di bumi perkemahan Ngebrak Tunggul, Lamongan, Kamis-Jumat (24-25/10). Sayap kepanduan IPNU-IPPNU ini melatih sedikitnya 70 kader baru utusan ranting dan komisariat sekecamatan Paciran.

Pelatihan dasar ini dipandu DKW CBP KPP Jatim. DKW CBP Jatim Komandan Jay mengatakan, diklatama ini adalah sebagai tahap pertama rekan dan rekanita untuk menjadi anggota CBP-KPP.

CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru

“Jumlah peserta kali ini terbilang besar untuk tingkatan anak cabang,” kata Jay, rekan IPNU asal Jember.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sepakat dengan Jay, Ketua IPNU Paciran Ruri menegaskan bahwa belajar tidak hanya di dalam ruangan. Di luar ruangan juga bisa belajar.

“Pada Diklatama yang bertepatan dengan pergantian tahun Hijriyah, peserta membaca bersama doa akhir dan awal tahun. Kita menutup doa untuk Indonesia ke depan lebih baik,” kata Ruri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Ketua IPNU Jatim Imam Fadli kader asal Paciran mengingatkan, pelajar NU dan anggota kepanduan IPNU-IPPNU ini memberikan sumbangsih besar dalam rangka kaderisasi.

“Pengurus IPNU-IPPNU Paciran perlu terus meningkatkan kuantitas dan kualitas kaderisasi,” tutup Imam. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah