Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan seni budaya dan religi berupa Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) sampai sekarang masih dilestarikan, karena ada yang peduli terhadap nilai tradisi dan syiar Islam yang diwariskan Sunan Kalijaga ini.

Demikian disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Prof Dr Dahlan Taib ketika membuka PMPS tahun Ehe 1940 atau 2007 Masehi yang berlangsung di Alun-alun Utara Yogyakarta, Jumat (23/2) petang.

Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam

"Jika tidak ada kepedulian, mungkin tradisi budaya ini akan punah, seiring dengan berkembangnya masyarakat di era globalisasi," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PMPS merupakan kegiatan tahunan yang bermula dari syiar agama Islam yang dilakukan Sunan Kalijaga melalui kegiatan seni budaya. Sekaten sendiri berasal dari kata "syahadatain" atau dua kalimat sahadat, yakni bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah.

Walikota Yogyakarta Herry Zudianto dalam sambutannya mengatakan PMPS merupakan even budaya yang lahir sejak awal penyebaran agama Islam pada masa Kasultanan Demak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sekaten yang pada awalnya merupakan media syiar agama Islam, kini berkembang mejadi media pemberdayaan berbagai potensi daerah," kata dia.

Ia mengatakan, seiring perkembangan zaman, keinginan untuk terus memberi ruang dakwah sekaligus melestarikan sejarah dan nilai luhur budaya bangsa, diwujudkan dalam penyelenggaraan PMPS ini.

"Penyelenggaraan PMPS tahun ini dititikberatkan untuk pemberdayaan berbagai potensi daerah agar tetap mencerminkan nilai religi dan budaya lokal yang adiluhung. Maka, apa yang ditampilkan dalam PMPS diupayakan semaksimal mungkin dapat mencerminkan identitas dan keragaman masyarakat Yogyakarta," katanya.

Sejalan dengan itu, kata dia, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diberi ruang yang lebih leluasa di arena PMPS, dengan harapan potensi lokal dapat terakomodasi dengan baik.

"Dengan kemampuan optimalisasi kekuatan dan keunggulan oleh pelaku ekonomi PMPS ini, dapat dijadikan sarana promosi untuk menggeliatkan roda ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, tradisi sekaten dapat menjadi lokomotif kerakyatan," kata Walikota Yogyakarta.

(sam/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, IMNU, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 01 Maret 2018

Bekas Sujud Bukan di Jidat, Tapi Kebaikan Perilaku

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Banyak yang memaknai bahwa bekas sujud pada salah satu ayat Al-Qur’an adalah dahi atau jidat yang hitam. Padahal yang benar adalah terpancarnya aura kebaikan dari dalam diri dan kebaikan perangai. 

Penjelasan ini disampaikan KH Ma’ruf Khozin saat mengisi Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah atau Kiswah yang diselenggarakan PW Aswaja NU Center Jawa Timur, Sabtu (3/2). 

Bekas Sujud Bukan di Jidat, Tapi Kebaikan Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)
Bekas Sujud Bukan di Jidat, Tapi Kebaikan Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)

Bekas Sujud Bukan di Jidat, Tapi Kebaikan Perilaku

Ayat yang disalahartikan tersebut adalah pada Surat al-Fath ayat ke 29. Kiai Ma’ruf, sapaan akrabnya kemudian mengemukakan bahwa arti dari ayat dimaksud adalah: Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. 

“Banyak orang yang salah paham dengan maksud ayat ini. Ada yang mengira bahwa dahi yang hitam karena sujud itulah yang dimaksudkan dengan tanda-tanda dari bekas sujud,” kata aktivis Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jatim ini. Sehingga sejumlah cara dilakukan agar terlihat ada bekas sujud, termasuk dengan membuat dahi menjadi hitam. “Padahal itu min atsaril karpet, atau lantaran bekas kasarnya karpet,” katanya berseloroh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mengutip salah satu riwayat Thabari dengan sanad yang hasan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksudkan dengan hal tersebut sebagai perilaku yang baik. “Dalam riwayat Thabari dengan sanad yang kuat dari Mujahid bahwa yang dimaksudkan adalah kekhusyuan,” katanya sembari menyebut literature yakni Tafsir Mukhtashar Shahih halaman 546.

Kiai Ma’ruf juga menyebut riwayat dari Ibnu Umar yang suatu ketika melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Melihat hal tersebut, Ibnu Umar berkata: “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya. Janganlah kau jelekkan penampilanmu,” tandasnya dengan menyebutkan bahwa itu berdasarkan riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro nomor 3699.

Anggota dewan pakar PW Aswaja NU Center Jatim ini menyarankan ketika sujud hendaknya proporsonal jangan berlebihan sehingga hampir seperti orang yang telungkup. “Tindakan inilah yang sering menjadi sebab timbulnya bekas hitam di dahi,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dirinya kemudian membandingkan bekas sujud yang ditunjukkan para ulama dan kiai. “Bekas sujud mereka sangat terasa dari auranya yang tenang dan meneduhkan,” ungkapnya. Padahal para kiai utamanya pengasuh pesantren menghadapi banyak masalah. Dari mulai problem pribadi dan keluarga, mengembangkan pesantren, keluhan perilaku santri, hingga konsultasi problem masyarakat. 

“Karena para kiai dan ulama adalah ahli ibadah, wajahnya tidak menyeramkan. Dan yang membekas dari ibadah shalatnya ditunjukkan dengan mengayomi umat,” pungkasnya.

Kiswah diselenggarakan secara rutin hari Sabtu usai Shalat Ashar. Kegiatan dilangsungkan di mushalla PWNU Jatim, jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya. Bahkan di tempat yang sama, para jamaah dapat melanjutkan dengan mengikuti kajian pendalaman Aswaja kepada KH Marzuqi Mustamar. Kegiatan diawali dengan Shalat Magrib berjamaah, pembacaan shalawat. dan wirid khusus. Bahkan di akhir acara ada makan bersama secara gratis. (Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 20 Februari 2018

Melestarikan Syiiran dengan Wujudan

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Syiir Aqaid Seket atau masyarakat biasa menyebutnya wujudan merupakan wujud dari pelestarian budaya syiiran. 

Kata wujudan berasal dari cuplikan syiir yang di dalamnya menjelaskan tentang ajaran tauhid yang wajib diimani. Ajaran tersebut meliputi 20 sifat wajib Allah, 20 sifat muhal (mustahil) bagi Allah, 1 sifat jaiz bagi Allah SWT, 4 sifat wajib bagi rasul, 4 sifat mustahil bagi Rasul, dan 1 sifat jaiz bagi Rasul yang jika dijumlah keseluruhannya menjadi 50 atau seket (dalam bahasa Jawa), sehingga disebut syiir Aqoid Seket.

Melestarikan Syiiran dengan Wujudan (Sumber Gambar : Nu Online)
Melestarikan Syiiran dengan Wujudan (Sumber Gambar : Nu Online)

Melestarikan Syiiran dengan Wujudan

Wujudan biasanya dilantunkan setiap malam sepanjang Ramadhan setelah shalat Tarawih dan sebelum tadarus Al-Qur’an oleh jamaah secara bersamaan.

“Untuk melantunkan syiir ini biasa diiringi kentongan atau bedug. Akan tetapi, di mushalla ini berbeda, yaitu diiringi terbang Jawa, di mana paduan antara pukulan terbang dan suara. Para penabuh harus melakukan koordinasi dan kerjasama agar menjadi suatu pola yang baik,” tutur Tri Yulianto (19) salah satu penabuh terbang. (27/5) Sabtu malam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

“Apa yang kita lantunkan kemudian kita iringi ini termasuk seni rodat atau biasa disebut kemplingan,” imbuhnya.

Syiiran merupakan bentuk karya sastra Islam yang menunjukkan bahwa para mubaligh mengenal betul akan karya-karya Islam, sehingga menuangkannya dalam bentuk bahasa Jawa agar mudah dipahami oleh masyarakat, seperti syiir Aqoid Seket yang menggunakan logat bahasa daerah Wonosobo. Dan yang lebih mengagumkan adalah jenis nada atau vokal yang diciptakan oleh mubaligh menunjukkan karakter suara yang khas, atau lebih terasa sebagai bersahaja seperti orang desa yang hidupnya bersahaja, jujur, tegas, dekat dengan alam dan Tuhan.

Salah satu nadhir mushalla Asy-Syukron Ahmad Shohari (80) mengatakan,”Wujudan itu sendiri dilantunkan setiap malam selama bulan Ramadhan, dan sudah berlangsung bertahun tahun dari generasi ke generasi secara bersamaan, setelah shalat Tarawih. Tidak jelas siapa pengarang syi’ir tersebut. Ada yang menyebutkan itu karya dari KH Abu Darda’ Sigedong, Kepil, Wonosobo, ada pula yang menyebutnya dari KH Asnawi Umar, Pangen, Purworejo. Belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut, yang jelas ini karya para mubaligh masa lalu, oleh karena itu sebagai wujud budaya kita harus melestarikannya.”  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syiiran adalah suatu khasanah sastra Islam Jawa yang berbentuk nadhom yang dilagukan sebagai sebuah budaya yang melekat dengan kehidupan di masyarakat. Intinya adalah sebagai pengajaran dan pengamalan dari ajaran agama tentang ketauhidan Ahlussnunnah wal Jama’ah. Dan juga bisa jadi hiburan untuk masyarakat.(Mukhamad Khusni Mutoyyib/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 17 Februari 2018

Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya

Yangon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pemberontak Muslim Rohingya mengatakan, 10 orang Rohingya yang ditemukan di kuburan massal di Rakhine State pada akhir bulan lalu bukan lah bagian dari anggota kelompok mereka, namun warga sipil yang tak berdosa seperti dikutip Reuters, Sabtu (13/1).

"Kami (ARSA) dengan ini menyatakan bahwa 10 warga sipil Rohingya yang tidak berdosa yang ditemukan di kuburan massal di Tragedi Desa Inn Din bukanlah ARSA maupun asosiasi dengan ARSA," kata kelompok tersebut.

Awal pekan ini, militer Myanmar mengatakan bahwa tentaranya telah membunuh 10 Muslim teroris yang tertangkap selama serangan gerilya pada awal September lalu, setelah penduduk desa Buddha memaksa orang-orang yang ditangkap tersebut masuk ke dalam kuburan yang mereka gali. 

Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya

Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) atau kelompok pemberontak Muslim Rohingya menyerang pos keamanan tentara Myanmar mulai Agustus tahun lalu, lalu militer Myanmar melakukan operasi dan serangan besar-besaran terhadap mayoritas Muslim di bagian utara Rakhine. Menyambut itu, ARSA melawan kejahatan perang yang dilakukan tentara teroris Myanmar.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Pemerintah Myanmar Zaw Htay membela diri dan yakin bahwa yang dibunuh tentara Myanmar adalah teroris Muslim Rohingya. Ia mengatakan, kadang kala teroris dan penduduk desa bersekutu dalam melakukan serangan terhadap militer Myanmar. Bahkan, ia berdalih kesulitan dalam membedakan mana yang teroris dan mana penduduk desa yang tidak bersalah.  

"Kami telah mengatakan bahwa sangat sulit untuk memisahkan siapa teroris dan penduduk desa yang tidak bersalah. Akan ada proses investigasi yang sedang berlangsung apakah mereka anggota ARSA atau tidak," katanya. (Red: Muchlishon Rochmat)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Humor Islam, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 09 Februari 2018

Dakwah dan Politik Tak Bisa Disamakan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masdar Farid Mas’udi memahami keresahan warga Muhammadiyah dengan maraknya dakwah berlabel partai politik. Masdar mengakui fenomena gerakan dakwah yang menggunakan label parpol memang terjadi.

Menurutnya, partai politik yang menggunakan dakwah umat untuk tujuan politik tidaklah ‘jantan’. ”Kalau dakwah, ya dakwah saja, jangan diarahkan dengan parpol. Sebab keduanya memiliki tujuan berbeda,” ujarnya menanggapi hasil Tanwir Muhammadiyah.

Pendiri Perhimpunan Pemberdayaan Pesantren dan Masyarakat (P3M) itu menambahkan, tujuan dakwah adalah memberikan pengetahuan tentang pemahaman keagamaan.

Dakwah dan Politik Tak Bisa Disamakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah dan Politik Tak Bisa Disamakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah dan Politik Tak Bisa Disamakan

Dalam aktivitasnya, dakwah tidak mengharapkan imbalan tertentu. Hal itu berbeda dengan parpol yang bertujuan meraih kekuasaan. Karena itu, keduanya tidak bisa dicampuradukkan. Ia mengakui pula adanya gerakan dakwah tertentu yang telah mempergunakan sarana peribadatan umat untuk perekrutan dan sarana mencapai tujuan parpol. Munculnya fenomena ini sangat memprihatinkan.

Selama bertahun-tahun, lanjutnya, sarana ibadah merupakan infrastruktur kemaslahatan bersama. ”Masjid, ya milik umat, bukan kelompok atau partai tertentu,” ungkapnya.

Meski demikian, dia tidak bersedia menyebutkan parpol yang dimaksud. Dia hanya berharap sebaiknya dakwah ditujukan untuk dakwah, bukan untuk politik. ”Ini lebih tegas dan masyarakat juga bisa menilainya,” terangnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan keresahan organisasinya itu dialami pula oleh ormas lain, seperti NU dan kelompok-kelompok takmir dan pengajian masjid di berbagai daerah. Menurutnya, bukan masalah dakwahnya, yang menjadi persoalan bagi warga Muhammadiyah dan umat Islam lain, melainkan kekhawatiran terseretnya mereka ke dalam wilayah politik. (gpa/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LPBINU Lakukan Langkah Taktis Tangani Korban Gempa Aceh

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Korban gempa bumi 6,5 SR yang mengguncang Pidie, Pidie Jaya, dan Bireun di Provinsi Aceh makin terus bertambah berdasarkan data statistik. Jumlah korban yang masih berbeda-beda yang dikeluarkan oleh beberapa lembaga membuat LPBINU terus melakukan langkah taktis penanganan korban.

LPBINU Lakukan Langkah Taktis Tangani Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Lakukan Langkah Taktis Tangani Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Lakukan Langkah Taktis Tangani Korban Gempa Aceh

Menurut Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PP LPBINU) M. Ali Yusuf, validasi data korban terdampak berperan penting agar distribusi bantuan tepat sasaran.

“Hingga sekarang Tim LPBINU yang telah turun ke lapangan terus melakukan assessment langsung terhadap jumlah korban karena hal ini penting untuk segera melakukan tindakan bantuan secara cepat dan tepat,” ujar Ali Yusuf, Jumat (9/12) di Jakarta.

Dia juga menerangkan bahwa timnya sudah berkoordinasi dengan para pengurus NU di Aceh, baik PWNU maupun PCNU di tiga kabupaten. Pos kemanusiaan NU juga telah didirikan di beberapa titik untuk memudahkan proses evakuasi korban dan distribusi bantuan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Informasi sementara yang kami dapatkan, saat ini para korban sangat membutuhkan makanan instan cepat saji yang tidak memerlukan proses lama. Selain itu, kebutuhan obat-obatan dan logistik yang diperuntukan bagi perempuan dan anak-anak juga krusial,” jelasnya.

Rilis terkini data korban

LPBINU juga ikut merilis data yang telah dikelaurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Aceh selain data dari Dinas Sosial yang kecenderungannya berbeda-beda.?

Data dari 3 kabupaten yaitu Pidie, Pidie Jaya, dan Bireun menurut BPBD Aceh hingga 9 Desember 2016 adalah sebagai berikut:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Korban meninggal: 103 orang

Korban luka: 589 orang

Mengungsi: 10.301 orang

Rumah rusak: 11.378

Masjid rusak: 58

Mushollah rusak: 88

Ruko rusak: 109

Dayah/Pesantren rusak: 3

“Selain itu, Kampus Al-Aziziyah dan sebuah sekolah juga hancur serta berbagai fasilitas umum, kantor, dan infrastruktur juga rusak,” tandas Ali Yusuf. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 03 Februari 2018

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab

Garut, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kabupaten Garut menerima kontestan perlombaan Video Tutorial Hijab berdurasi 1-5 menit. Panitia membuka perlombaan tutorial hijab untuk umum. Perlombaan ini diadakan untuk memeriahkan konferensi cabang VIII PCNU Garut pada Jumat-Ahad (30/1-1/2).

Dengan durasi 1-5 menit, peserta dapat menuangkan ide kreatifnya lalu merekam cara memakai hijab dengan model dan gaya yang bebas.

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab

Selain tidak dipungut biaya, perlombaan ini terbuka bagi umum tanpa batasan usia dan tanpa batasan daerah. Selain masyarakat Garut, siapa saja boleh mengikuti perlombaan ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemenang akan diumumkan pada Kamis (28/1) melalui website IPPNU Garut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Oleh karena itu saya mengundang seluruh kader IPPNU se-Indonesia bila ada yang akan mengikuti lomba tutorial hijab ini, karena ini diperuntukan bagi umum," ujar Ketua IPPNU Garut Nendah Nurlaeni.

Peserta yang akan mengikuti lomba ini dapat mengirimkan videonya ke alamat email pcippnu.garut@gmail.com dengan syarat dan ketentuan dapat dilihat di laman facebook fanpage PC IPNU IPPNU GARUT. Lomba ini berhadiah menarik bagi pemenangnya. (Nurul Fatonah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Pemurnian Aqidah, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 30 Januari 2018

Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Takmir Masjid PBNU kembali membuka pendaftaran Rombongan Mudik Bareng PBNU hari ini, Senin (7/7) pagi di masjid An-Nahdlah PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat. Para pendaftar tampak antre untuk mendapatkan tiket dari 15 bus rombongan mudik untuk tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Untuk mendapatkan tiket, para pendaftar cukup mengisi formulir yang disediakan panitia dengan menunjukkan fotokopi KTP atau Kartu Keluarga. Mereka yang sudah mengisi formulir diberikan sebuah nota untuk ditukarkan tiket berangkat pada tanggal yang ditetapkan panitia

Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat (Sumber Gambar : Nu Online)
Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat (Sumber Gambar : Nu Online)

Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat

“Panitia menentukan Senin depan, 14 Juli di mana pengunjung dapat menukarkan nota yang mereka miliki dengan tiket,” kata seorang penjaga loket, Dedi Kurniawan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara penjaga lainnya, Sahid memastikan, kuota tiket tujuan Banyuwangi, Surabaya, Madura, Lamongan, Mojokerto, Yogyakarta, dan Solo sudah habis. Yang tersisa Gresik, Semarang, Rembang, Temanggung, Tegal, Brebes, Pekalongan.

“Panitia tidak memastikan hari penutupan. Pastinya pendaftaran akan ditutup kalau kuota tiket dari semua tujuan sudah terpenuhi,” kata Sahid.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LTM PBNU menyediakan lima belas bus dengan tiga provinsi tujuan. Rombongan mudik bareng ini akan berangkat pada Ahad 20 Juli. Sebanyak delapan bus akan menyebar ke sejumlah kabupaten di Jateng. Enam bus menuju Jawa Timur. Sementara satu bus untuk tujuan Jawa Barat.

Saat menukarkan nota pada 14 Juli nanti, para pendaftar disyaratkan berinfaq untuk Gerakan Infaq dan Shodaqah Masjid (Gismas) LTM PBNU sebesar Rp. 10.000, tandas Sahid. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 23 Januari 2018

Doa Ketika Pakai Sipat Mata/Celak

Sipat mata atau celak dipercaya dapat menambah tajam pandangan mata. Untuk itu pemakaian celak mata dianjurkan sesuai kebutuhan. Berikut ini doa yang bisa dibaca ketika hendak mengenakan sipat mata.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Ketika Pakai Sipat Mata/Celak (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Ketika Pakai Sipat Mata/Celak (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Ketika Pakai Sipat Mata/Celak

Allâhumma nawwir basharî wa bashîratî waj‘al sarîratî khairan min ‘alâniyatî, waj‘al ‘alâniyatî shâlihatan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Artinya, “Wahai Tuhanku, cahayakanlah matadan hatiku. Jadikanlah batinku lebih baik daripada lahirku. Jadikanlah lahiriahku patut pada (syara‘) agama,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, News, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 20 Januari 2018

Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Selama ini kaum tani sebagai penyedia pangan justru kekurangan pangan. Artinya, banyak petani Indonesia yang masih jauh dari kata sejahtera.

Demikian ditegaskan oleh Gubernur DKI Jakarta kepada rombongan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) di Pendopo Balai Kota Jakarta Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (19/3) dalam kegiatan audiensi menjelang pelaksanaan Rakernas Muslimat NU yang akan digelar di Jakarta tepatnya di Asrama Haji Pondok Gede pada tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 2014.

Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian

“Yang saya tahu itu, orang NU banyak yang di desa dan menjadi petani, perkuat itu sebagai basis perekonomian NU dan bangsa,” kata Jokowi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya dikit-dikit baca platform perencanaan perekonomian NU,” ujarnya sambil membaca draft rakernas Muslimat NU dari Khofifah Indar Parawansa. ?

Dia menuturkan, jangan sampai kita hanya pandai merencanakan namun minim pelaksanaan. “Sebagai contoh, di Bappeda DKI itu penuh dengan ribuan perencanaan, tak kurang sedikitpun, tapi ya itu gak ada yang dilaksanakan,” ungkap Jokowi dihadapan rombongan Muslimat NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rombongan audiensi dipimpin oleh Ketua PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa dan jajaran ketua diantarnya Hj Mahfudhoh Aly Ubaid, Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, dan Hj Sri Mulyati. (Fathoni/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Lomba, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelum 7 Tahun Anak Mesti Mengerti Shalat

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ada salah satu hadist Nabi Muhammad saw yang menerangkan para orang tua agar memerintahkan shalat kepada anak-anaknya setelah usia 7 tahun. Namun, terkadang masih banyak orang yang keliru dalam memahami hadist tersebut.

“Banyak yang salah paham, anak usia 7 tahun baru diajari shalat,” kata Habib Noval bin Muhammad Alaidrus, dalam acara wisuda Tahfidz al-Qur’an Ta’mirul Islam, di Gentan Sukoharjo, belum lama ini (21/12).

Sebelum 7 Tahun Anak Mesti Mengerti Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum 7 Tahun Anak Mesti Mengerti Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum 7 Tahun Anak Mesti Mengerti Shalat

Pengasuh Majelis Zikir dan Ilmu Ar-Raudhah Solo tersebut menjelaskan, semestinya sebelum usia 7 tahun itu, anak diajarkan dan bahkan sudah dapat melakukan gerakan shalat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Termasuk mengetahui syarat, rukun, dan sunahnya. Juga hal lain yang berkaitan dengan shalat seperti masalah wudlu, najis dan juga haid,” imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mencontohkan laku para ulama salaf, semisal Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad, yang ketika usia 4 tahun sudah memiliki wirid harian shalat sunah 200 rakaat. “Ada lagi, putra Habib Ali Al-Habsyi, muallif Simtuddurar, ketika usia 4 tahun dia sudah bisa menerangkan masalah haidh,” tuturnya.

Menurut Habib Noval, permasalahan ini sebetulnya disebabkan karena orang tua masih menganggap anaknya masih kecil, sehingga masih belum dikenakan kewajiban. Oleh karena itu, ia berharap agar para orang tua dapat mendidik anaknya untuk shalat sedari dini. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, AlaSantri, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Miris, Hasil Riset Sebut 10 Juta Orang Indonesia Setuju Konsep Negara Islam

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah dan INFID (International NGO Forum on Indonesia Development) bermaksud mengumumkan kepada publik mengenai kesempatan untuk mengikuti kompetisi esai dan multimedia yang bertujuan mengampanyekan Islam ramah, moderat dan damai terutama di dunia maya.?

Miris, Hasil Riset Sebut 10 Juta Orang Indonesia Setuju Konsep Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Miris, Hasil Riset Sebut 10 Juta Orang Indonesia Setuju Konsep Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Miris, Hasil Riset Sebut 10 Juta Orang Indonesia Setuju Konsep Negara Islam

Dalam konferensi pers peluncuran kompetisi esai dan video tersebut, Selasa (27/9) di Gedung PBNU Jakarta hadir Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini, Pimred Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Achmad Mukafi Niam, Direktur Eksekutif INFID Sugeng Bahagijo, awak media, dan para aktivis orgnaisasi pemuda.

Dalam paparannya, Helmy Faishal mengungkapkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Lee Kuan Yeuw School Singapura yang merilis data dari View Research Center. Hasil penelitian ini memngungkapkan bahwa 4 persen dari penduduk Indonesia atau tepatnya adalah 10 juta orang Indonesia setuju konsep negara Islam. Angka tersebut adalah para pemuda dan kaum urban.

“Mereka sepakat dan mendukung konsep Negara Islam (Islamic State) yang kita kenal ISIS. Ini jumlah yang besar sekali yang membuktikan bahwa Indonesia berada pada pusaran radikalisme global,” ujar Helmy.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sehingga menurut Helmy, upaya penanggulangan radikalisme bukan hanya tanggung jawab Nahdlatul Ulama, tetapi juga menjadi tugas seluruh elemen bangsa demi keutuhan bangsa dan negara Indonesia agar Pancasila dan UUD 1945 sebagai pondasi persatuan tetap kokoh.

Untuk menanggulangi problem radikalisme global yang terus menggerogoti keutuhan bangsa, menurut Helmy, perlu ada langkah-langkah konkret, baik dari civil society maupun pemerintah. Karena arah gerakan ini menyasar para pemuda sebagai pengguna besar media sosial dan dunia maya.

“Kami dari NU sudah bolak-balik menyampaikan kepada pemerintah untuk melakukan law enforcement karena semua sudah diatur dalam UU Terorisme. Kelompok-kelompok radikal secara jelas tidak mengakui dasar negara Pancasila yang sebenarnya sudah bisa diambil tindakan hukum,” papar Helmy. (Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 14 Januari 2018

Pemkab Rembang Peringati Maulid Nabi saat Jam Kerja

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad, Rabu pagi (28/12), di halaman kantor Bupati Rembang. Perayaan tahunan yang digelar saat jam kerja tersebut dihadiri ribuan warga dari 14 kecamatan di Kabupaten Rembang.

Meski digelar pada jam kerja, terlihat tak ada pelayanan yang tersendat. Bupati Rembang H Abdul Hafidz memastikan tak ada pengajian peringatan Maulid Nabi yang mengganggu pelayanan publik meski dilaksanakan saat jam kerja dan digelar di halaman kantor pemerintahan.

Pemkab Rembang Peringati Maulid Nabi saat Jam Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Rembang Peringati Maulid Nabi saat Jam Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Rembang Peringati Maulid Nabi saat Jam Kerja

"Saya tegaskan, tidak ada pengajian Maulid Nabi yang mengganggu pelayanan. Mau meminta, apa saja pelayanan hari ini juga pasti dilayani," jelaskan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Maulid Nabi ini diselenggarakan untuk memperkuat persaudaraan antarwarga, serta menghilangkan sekat antara ulama dan umara demi kemajuan di Kabupaten Rembang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hafidz menambahkan, dengan kondisi bangsa Indonesia yang menghadapi rongrongan dan sejumlah permasalahan sudah seharusnya masyarakat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pengajian yang diisi oleh kiai kondang dari Bojonegoro, Jawa Timur KH Anwar Zahid kali ini merupakan pengajian maulid dengan jumlah pengunjung terbanyak yang dilaksanakan di halaman pendopo kantor Bupati.

Hafidz juga mengaku bersyukur, di Kabupaten Rembang tidak ada yang pergi ke Jakarta saat aksi 212 yang di gelar di Jakarta. Ia juga bersyukur, di Indonesia setiap pengajian bisa digelar tanpa harus izin terlabih dahulu. Maka dari itu, masyarakat wajib bersyukur digelarnya pengajian umum peringatan Maulid Nabi. (Ahmad Asmui/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 11 Januari 2018

Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. La Via Campesina (LVC), organisasi gerakan petani dunia akan mengakhiri kongres ke-6 yang diselenggarakan sejak 9 Juni kemarin di Padepokan Pencak Silat Indonesia, Taman Mini di Jakarta. LVC telah membuat keputusan penting mengenai strategi ke depan, anggota baru, koordinator baru dan masalah internal penting lainnya.

Koordinator global LVC yang juga ketua umum Serikat Petani Indonesia (SPI) mengatakan, sekretariat operasional internasional yang telah berada di Asia selama 8 tahun terakhir, saat ini akan pindah ke Afrika, tepatnya Zimbabwe. 

Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika

"Kami akan menyerahkan  tongkat estafet ke Afrika tahun ini. Afrika adalah benua yang sangat penting karena perusahaan transnasional menaruh perhatian disana,” kata Hendri Saragih dalam konferensi pers di arena kongres, Rabu (12/6).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mereka merampas tanah di sana dan memaksakan model revolusi hijau dengan GMO. Kami di Asia telah mengetahui  kegagalan revolusi hijau di sini. Kami memperluas dan memperbesar solidaritas dan persatuan dengan gerakan tani Afrika untuk menghentikan rekolonialisasi ini dan memilih jalur pembangunan yang benar-benar akan menguntungkan bagi masyarakat dan petani, " kata Henry.

Kongres LVC merupakan agenda rutin 4 tahunan yang dihadiri organisasi-organisasi petani dari 76 negara. Pada kongres di Jakarta kali ini LVC mengesahkan 33 anggota baru yang berarti terhitung sebanyak 183 negara telah bergabung bersama dengan anggota negara baru lainnya seperti Palestina dan Taiwan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Elizabeth Mpofu, dari organisasi petani Zimbabwe yang akan mulai menjadi tuan rumah Sekretariat internasional LVC tahun depan menyatakan, pada tahun-tahun mendatang pihaknya akan terus meningkatkan diskusi mendalam dan komitmen kembali yang lebih intensif berkenaan dengan semua masalah kunci yang telah diputuskan selama konferensi global yang terakhir di Maputo, Mozambik. 

Rencana aksi utama akan dipublikasikan pada tanggal 13 Juni, namun Mpofu mengisyaratkan bahwa akan ada penekanan pada penguatan kampanye untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, memberikan lebih banyak ruang untuk para pemuda, dan juga mempromosikan agenda yang positif melalui kampanye benih global.

Dikatakannya, pada Deklarasi Maputo, LVC telah mencantumkan isu-isu penting seperti membangun gerakan kedaulatan pangan global dengan para aliansi, mendorong Deklarasi PBB mengenai Hak Asasi Petani, menentang perdagangan bebas dan perusahaan-perusahaan transnasional, mempromosikan reforma agraria dan mengatasi dampak perubahan iklim antara satu sama lain.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Sejarah, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Lomba Video Pesantren (Vidotren) yang digelar komunitas yang menamakan diri Admin Instagram Santri Nusantara (AIS Nusantara) sukses digelar. Kompetisi dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2016 ini menjadi ajang untuk meningkatkan kreativitas para santri di dunia audio visual sebagai media dakwah utamanya di media sosial.

Para pemenang Videotren diumumkan lokakarya Hari Santri Nasional Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU), Sabtu (29/10), di Stadion Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta. Agenda ini dihadiri KH Abdul Ghaffar Rozien (Ketua PP RMI-NU), Hakim Jaily (Direktur TV9), dan Hasan Chabibie dari Pustekkom Kemdikbud.

Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)
Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)

Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif

Juara I lomba Videotren kali ini diraih Pesantren Al-Munawwir Krapyak, dengan video berjudul "Santri Ndalem". Lalu, Juara II diperoleh Pesantren Tebuireng, Jombang; dan Juara III diraih Pesantren Sunan Drajat, Lamongan; serta Mahad Ali UIN Malang sebagai Juara Favorit.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Rozin, sapaan akrab Ketua PP RMINU, menyampaikan, santri harus mengejar ketertinggalan dalam dakwah di media sosial. "Meski terlambat, kita harus bekerja keras dan cepat mengejarnya. Untuk itu, mari kita banjiri konten-konten positif dan inspiratif, dari dunia pesantren di media sosial," ungkapnya.

Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Pati Jawa Tengah ini juga mengatakan, media sosial menjadi media strategis untuk pengembangan dakwah. Dalam hal ini, santri-santri harus kreatif memproduksi konten. "RMI siap mendukung program kreatif ini," terangnya.

Hasan Chabibie mengatakan, kelebihan media digital sekarang adalah konvergensi. Para santri juga bisa memproduksi konten pada multimedia sosial. Ia juga menyampaikan tentang wajah agama di media sosial yang banyak dipenuhi sikap-sikap tidak ramah. "Pesantren sudah saatnya menjadi solusi atas krisis radikalisme agama," jelas Hasan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Direktur TV9 Hakim Jaily menyampaikan tentang konfigurasi media arus utama dan media sosial. "Pesantren pada posisi mana? Kita perlu memilih dalam bermedia, sebagai produsen atau konsumen?" jelas Hakim. Ia menyampaikan, betapa komunitas santri yang jumlahnya besar, dapat berperan memproduksi konten-konten dakwah yang kreatif dan inspiratif. (Zulfa/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Nasional, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 05 Januari 2018

GP Ansor Harus Punya "Roso Tresno" Tinggi

Sukoharjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam menjalankan suatu gerakan itu harus dilandasi dengan roso tresno atau rasa cinta. Dengan rasa cinta tersebut bisa memberikan motivasi yang sangat tinggi, menambah semangat baru dalam berjuang menegakkan kebaikan bersama (GP) Ansor. 

GP Ansor Harus Punya Roso Tresno Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Harus Punya Roso Tresno Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Harus Punya "Roso Tresno" Tinggi

Hal tersebut dikatakan Dewan Penasihat Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Sukoharjo, Khomsun Nur Arif dihadapan puluhan anggota Ansor dan Banser dalam acara konsolidasi dan halal bihalal bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (7/8) malam.

Menurut Khomsun, beruntung kita ini bisa dilahirkan dan bertemu dengan GP Ansor, ikut perahunya Hadratussyekh Hasyim Asyari, bisa bertemu dengan sesepuh-sesepuh NU, para kiai, dan para ulama. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"GP Ansor dan NU ini sebuah organisasi para kiai, para ulama, kita tidak salah kalau memilih NU, hanya dengan melalui jalan NU, insyaallah kita semua akan masuk surga," tuturnya.

Mantan Ketua KPU Sukoharjo ini menjelaskan, yang bisa dibangun di Ansor adalah berjuang menegakan panji-panji Allah, secara tidak langsung Ansor dan Banser sudah menegakkan kalimat Allah. Terlebih ketika membawa seragam Banser jangan sampai melakukan hal-hal yang melanggar prinsip-prinsip larangan Allah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sebagai mana yang telah dikatakan oleh Gus Mus (KH Mustofa Bisri) ketika Mutamar ke-33 NU di Jombang baru-baru ini, hal tersebut bukan hanya untuk para muktamirin saja tetapi untuk kita semua yaitu tentang ahlaqul karimah," paparnya dihadapan anggota Ansor dan Banser.

Lebih lanjut, dikatakan Khomsun, semangat untuk ajak-ajak di jalan Allah dengan cara-cara yang baik, inilah langkah untuk Ansor dan Banser dalam membentuk kaderisasi yang baik. 

"Ini adalah tanggung jawab kita semua bukan hanya tanggung jawab ketua dan pengurus," tandasnya lagi.

Selain itu, pihaknya berharap dalam pertemuan dan kesempatan yang baik ini, jangan pernah memutuskan silaturrahmi, mumpung masih punya kekuatan, kesempatan bersama-sama menyambung silaturrahmi dan saling memaafkan di Ansor ini. 

"Di Ansor tidak ada dendam, biarlah yang sudah berlalu, mulai saat ini, malam ini kita saling maaf-memaafkan jangan memutus persaudaran sesama anggota," pintanya.   

Sementara, Ketua PAC GP Ansor Bendosari, Sukoharjo, Maruf Budiarto dalam sambutannya menerangkan, sejarah terbentuknya PAC Bendosari waktu itu sangat spesial lain daripada yang lain. Meski demikian, pihaknya tidak patah semangat untuk memajukan GP Ansor di wilayah Bendosari. 

"Menjadi pengurus GP Ansor itu memang suatu tugas yang berat terlebih seorang ketua. Alhamdullillah dengan bantuan sahabat-sahabat semua program pengajian Rijalul Ansor bisa berjalan sesuai harapan," terang dia.  

Menurutnya, kegiatan malam itu adalah konsolidasi sekaligus halal bihalal sesama anggota GP Ansor maupun anggota Banser se Kecamatan Bendosari dengan pengurus Cabang. Diharapkan pertemuan malam ini ke depan akan lebih baik dan lebih maju dalam menjalankan semua program-program kerja PAC maupun program yang diberikan oleh PC GP Ansor. (Mashri/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Nahdlatul, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 24 Desember 2017

Zaenal Arifin Meninggal, Ini Nakhoda LP Ma’arif Banyuwangi

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sepeninggal almarhum H. Zaenal Arifin Salam, jabatan Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Maarif NU Banyuwangi mengalami kekosongan selama kurang lebih dua pekan. Hal ini menjadi perhatian Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama untuk segera mencari sosok pemimpin baru di lembaga tertinggi mengurusi masalah pendidikan ini.

PCNU Banyuwangi memandang bahwa bidang pendidikan menjadi prioritas yang utama, sehingga merasa perlu diselenggarakannya Silaturrahim dan Kordinasi PC LP Maarif Nahdlatul Ulama Banyuwangi di Aula KH Hasyim Asyari Kantor PC LP. Maarif NU Banyuwangi, Kecamatan Srono (19/2). Acara ini dihadiri oleh pengurus LP Maarif tingkat Kecamatan seluruh Kabupaten Banyuwangi.

Zaenal Arifin Meninggal, Ini Nakhoda LP Ma’arif Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Zaenal Arifin Meninggal, Ini Nakhoda LP Ma’arif Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Zaenal Arifin Meninggal, Ini Nakhoda LP Ma’arif Banyuwangi

LP Maarif Nahdlatul Ulama Banyuwangi merupakan salah satu aparat departementasi di lingkungan organisasi Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyuwangi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bagi NU, pendidikan menjadi pilar utama yang harus ditegakkan demi mewujudkan masyarakat yang mandiri. Ini terbukti dengan banyak didirikannya Sekolah-sekolah NU di berbagai jenjang (MI, MTS, SMK) yang berdiri beberapa tahun terakhir ini di Kabupaten Banyuwangi.

Dalam kesempatan ini, Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, KH. Masykur Ali menyampaikan beberapa hal, diantaranya adalah perlunya Regulasi yang mengatur kewajiban sekolah-sekolah berbasis NU untuk masuk dalam anggota LP Maarif NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Masykur berharap kepengurusan yang baru ini harus melanjutkan Program2 Kerja Almarhum H. Zaenal Arifin Salam yang belum terlaksana.

Dalam acara Silaturrahim dan Kordinasi ini PCNU mengambil sikap untuk mengisi kekosongan sekaligus mereformasi kepengurusan PC LP Maarif NU Banyuwangi dengan kepengurusan yang baru.

Disampaikanlah hasil keputusan PCNU tentang kepengurusan LP Maarif NU masa jabatan 2016 - 2018. Dalam surat keputusan tersebut, menetapkan H.M. Sodiq dari kecamatan Genteng sebagai ketua PC LP Maarif NU Banyuwangi yang baru. Selanjutnya dilaksanakan pelantikan oleh Wakil Rais Syuriah PCNU Banyuwangi, KH Abdul Kholiq Syafaat. (Anang Lukman Afandi/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 19 Desember 2017

Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sedikitnya 50 mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB angkatan 2016/2017 berkumpul di aula kampus setempat Jalan Pendidikan nomor 6 Kota Mataram, Senin-Selasa (29-30/8). Mereka mengikuti gelaran Taaruf Akademik Mahasiswa Universitas NU (Ta’awunu).

Wakil Rektor II UNU NTB Mulianah menyebutkan, Taawanu dilaksanakan selama dua hari. “Spiritnya pertama adalah menyosialisasikan nilai-nilai NU melalui UNU,” kata Mulianah kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di ruang kerjanya, Selasa (30/8) siang.

Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Mahasiswa Baru UNU NTB Kenali Lingkungan Kampus

Kegiatan wajib kampus ini mendorong mahasiswa baru untuk tolong-menolong sesuai dengan spirit perjuangan NU. Kegiatan ini juga diadakan sebagai pembeda dari kampus lain.

"Karena setiap kampus istilahnya beda-beda. Ada yang ‘Ospek’, ‘Posmaba’, ‘Opak’ dan lainnya," tambah Ketua Pergunu NTB ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Semntara itu, Kepala Biro Akdemik UNU NTB Jamiluddin lebih menejelaskan rinci Taawun. Menurutnya, selama dua hari akan diadakan kuliah umum untuk seluruh mahasiswa baik baru maupun lama UNU NTB.

Hari pertama gawainya rektorat. Hari kedua gawainya fakultas. hari ketiga kuliah umum. (Hadi/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 14 Desember 2017

Alhamdulillah, Izin Pendidikan Kedokteran Unusa Sudah Turun

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Rochmad Romdoni mengungkapkan rasa syukur karena izin program studi S1 Pendidikan Kedokteran untuk Unusa sudah turun.

“Prodi Pendidikan kedokteran melengkapi Fakultas Kedokteran (FK) Unusa, selain dua prodi yang sudah turun izinnya, S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan D4 Analis Kesehatan,” katanya, Selasa (22/7).

Alhamdulillah, Izin Pendidikan Kedokteran Unusa Sudah Turun (Sumber Gambar : Nu Online)
Alhamdulillah, Izin Pendidikan Kedokteran Unusa Sudah Turun (Sumber Gambar : Nu Online)

Alhamdulillah, Izin Pendidikan Kedokteran Unusa Sudah Turun

?

Menurutnya, setelah dilakukan analisis dan visitasi oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dan Dikti terhadap FK Unusa, Fakultas Kedokteran UNUSA sudah layak menerima mahasiswa karena persyaratan sudah terpenuhi. Kemudian dilanjutkan dengan turunya ijin operasional dari Ditjen Dikti bertepatan bulan Ramadhan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Unusa sangat berterimakasih dengan KKI , Ditjen Dikti Kemendikbud karena mempercayai Unusa membuka pendidikan kedokteran, meski diberi kuota mahasiswa Kedokteran sebanyak 50 mahasiswa, untuk melayani puluhan ribu pesantren-nya, hal ini merupakan langkah maju buat perkembangan pesantren” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya sangat mendukung langkah KKI dan Dikti itu untuk membatasi kuota kedokteran setiap Universtas karena profesionalitas seorang dokter itu penting,” jelasnya. Menurutnya, profesionalisme tersebut menyangkut nyawa seseorang.

Tahun ajaran 2014-2015 Unusa menerima kuota mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan pertama sebanyak 50 mahasiswa baru,” katanya. Fasilitas dua rumah sakit yang dimiliki UNUSA RSI Jemursari dan RSI A Yani, dosen berpengalan, kampus dan kelas modern serta dukungan IT yang memadahi diharapkan mendukung proses belajar mengajar FK.

Tahun ini bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikan dokter di UNUSA sengaja dibatasi kuotanya agar dijamin kualitas lulusannya. Yang terpenting pendidikan dokter UNUSA sangat jelas arahnya karena akan mendukung program kesehatan yang berada di pondok pesantren wilayah Jawa Timur khususnya dan Indonesia umumnya seperti POSKESTREN (Pos Kesehatan Pesantren) sehingga kualitas kesehatan para santri menjadi lebih baik lagi.

Hingga kini, Unusa memiliki 15 prodi pada lima fakultas yakni S1 Keperawatan, S1 Gizi, D3 Keperawatan, D3 Kebidanan dan Ners (Fakultas Ilmu Kesehatan); S1 Pendidikan dokter (terbaru), S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan D4 Analis Kesehatan (Fakultas Kedokteran); S1 Sistem Informasi dan S1 Teknik Elektro (Fakultas Teknik); S1 Manajemen dan S1 Akuntansi (Fakultas Ekonomi); dan S1 PGSD, S1 PG PAUD, S1 Pendidikan Bahasa Inggris (FKIP).

“Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, FKIP (Keguruan), dan Teknik akan melakukan perkuliahan di Kampus A Jalan SMEA, Wonokromo, sedangkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Kedokteran akan melakukan perkuliahan di Kampus B di belakang RSI Jemursari,” katanya. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, PonPes, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun selalu menunjukkan angka yang bagus dan melahirkan banyak kelas menengah baru, tetapi sebenarnya siapa yang menikmati pertumbuhan ekonomi tersebut.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai, pertumbuhan ekonomi saat ini hanya dinikmati oleh sekelompok kecil masyarakat Indonesia, sedangkan sebagian besar, tetap terpuruk dalam kemiskinan yang akut. 

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan

“Jadi siapa sebenarnya yang menikmati pertumbuhan ekonomi ini, saya pulang ke kampung saya, orang-orang desa tetap saja miskin dari dulu,” katanya, dalam workshop Ekonomi Konstitusi yang digagas PBNU dalam rangka pra munas, di gedung PBNU, Rabu (14/5).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kekayaan alam, yang seharusnya bisa dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, saat ini toh, hanya dikuasai oleh sekelompok orang berkuasa yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.

Akibat kesalahan kebijakan ini, kelompok masyarakat yang kaya semakin menjadi kaya sedangkan yang miskin tetap miskin atau makin miskin, padahal agama memerintahkan agar kekayaan tidak dinikmati oleh orang-orang tertentu saja.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita menginginkan banyak warga NU yang menjadi bagian dari kelas menengah,” tandasnya.

Kwik Kien Gie, mantan menko ekonomi era presiden Gus Dur yang menjadi pembicara dalam pertemuan tersebut menjelaskan secara panjang lebar akar permasalahan ekonomi dari sisi filosofis, mulai dari munculnya ideologi kapitalisme pasar bebas yang dikembangkan oleh Adam Smith bahwa ekonomi akan berjalan dengan baik jika peran negara dalam bidang tersebut diminimalkan.

Sayangnya, apa yang disampaikan Adam Smith tersebut tidak sebagus apa yang dibayangkan, terjadi monopoli dan eksploitasi buruh sehingga muncul pemikiran antithesa yang ekstrim dari Karl Mark bahwa seharusnya seluruh kegiatan ekonomi dikuasai oleh negara. 

Pada akhirnya, negara-negara Eropa menyadari bahaya dari kapitalisme pasar bebas, dengan tetap menghargai inovasi dan kreatifitas masyarakat, tetapi di sisi lain, negara juga melindungi masyarakat dengan membuat kebijakan untuk kepentingan publik, seperti pengenaan pajak keuntungan yang tinggi bagi perusahaan sehingga bisa didistribusikan kepada kelompok yang tidak mampu seperti jaminan pansiun, jaminan kesehatan atau jaminan pengangguran. Konsep seperti ini mereka sebut sebagai sistem ekonomi kesejahteraan atau walfare state.

Para founding father Indonesia, menurut Kwik, telah menggariskan sistem ekonomi yang didasarkan atas kerjasama dan hasinya juga dinikmati bersama-sama. Tetapi sayangnya, korporasi asing, dengan segala cara, berusaha “merampok” kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia untuk kepentingan mereka sendiri.

“Sebagai organisasi besar, NU dalam hal ini bisa ikut berperan, suaranya bisa didengar,” tandasnya.

Selain berbicara soal konsep-konsep ekonomi, Kwik juga bercerita tentang dinamika pertarungan konsep ekonomi dalam pemerintah Gus Dur dan tekanan-tekanan yang dihadapi, termasuk bagaimana Gus Dur mensiasati IMF yang menuntut bea masuk nol persen untuk beras dan gula guna menjaga stabilitas sosial di Indonesia sampai akhirnya bisa dikenakan bea 600 rupiah per kg. (mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Amalan, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah