Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Januari 2018

GP Ansor Lumajang Masa Khidmah 2017-2021 Dilantik

Lumajang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Lumajang resmi dilantik di halaman kampus IAI Syarifuddin Wonorejo, Rabu (20/12). Pelantikan bertema “Bersama Ansor Lawan Radikalisme” tersebut perwakilan Muslimat, Fatayat, serta organisasi kepemudaan seperti PMII, IPNU dan IPPNU.

GP Ansor Lumajang Masa Khidmah 2017-2021 Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lumajang Masa Khidmah 2017-2021 Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lumajang Masa Khidmah 2017-2021 Dilantik

Dalam pelantikan tersebut, Ketua PCNU Lumajang KH Nur Syahid mengimbau kepada pengurus GP Ansor yang baru untuk menjalankan amanah dengan menjalankan tugas sebaik-baiknya selama lima tahun ke depan.

“Mudah-mudahan pengurus baru ini membawa amanah selama lima tahun ke depan dan terus bergerak melakukan kaderisasi,” harapnya.

Ia juga berharap bahwa GP Ansor ini berada di garda depan dalam menghadapi radikalisme untuk membentengi NU dan NKRI.

“Saya harap GP Ansor ini berada di garda depan dalam membentengi NU dan NKRI  dari radikalisme, baik melalui Banser bersama Pagar Nusa,” lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelatihan Kader Penggerak (PKP), lanjutnya harus segera dilaksanakan karena merupakan amanat Muktamar NU ke-33 sebagai syarat dalam kepemimpinan NU yang akan datang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PC GP Ansor Kabupaten Lumajang untuk masa khidmah 2017-2021 dipimpin Ketua H. Fahrur Rozi dan Sekretaris M. Farid Wazdi. (Ismail/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Kajian Sunnah, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus radio swasta maupun komunitas yang selama ini sudah eksis menyapa pendengar di wilayah Jawa Tengah, berkumpul di Radio Fast FM Magelang Ahad (30/11). Mereka membahas berbagai hal termasuk menjajaki kemungkinan untuk membentuk wadah sebagai ajang komunikasi dan silaturahmi.

Pertemuan yang diprakarsai PWNU Jawa Tengah disambut sangat antusias oleh media radio maupun televisi yang selama ini telah eksis bersiaran secara santun beraqidah aswaja. Sedikitnya 34 pimpinan radio dari 37 undangan, hadir dalam pertemuan ini.

Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan

Sekretaris PWNU Jawa Tengah H Arja Imroni menyambut gembira atas kerelaan insan media radio dan televisi yang selama ini membantu NU menyiarkan ajaran aswaja. Karena, hingga kini PWNU Jawa Tengah belum mampu mendirikan media siaran radio maupun televisi seperti di NU Jawa Timur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Mewakili jajaran PWNU Jawa Tengah, saya menyambut gembira dan ucapan terima kasih kepada insan radio yang dengan secara tulus membantu menyiarkan ajaran aswaja," ucap Arja yang juga pengajar UIN Walisongo Semarang.

Mantan Anggota Komisioner KPID Jawa Tengah H Najahan Musyafa yang juga Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah mencatat, hingga hari ini tidak kurang dari 37 radio yang terdiri dari 27 radio swasta dan 10 radio komunitas aktif bersiaran menyapa masyarakat Jawa Tengah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Potensi besar ini, menurut Najahan, sudah seharusnya berhimpun dalam satu wadah untuk saling bersinergi baik dalam program, iklan, dan Sumber Daya Manusia (SDM).?

Pertemuan ini kemudian menyepakati sejumlah poin antara lain menyetujui pembentukan wadah jaringan radio aswaja, menugaskan tim formatur untuk menyusun pengurus dan membuat program. Mereka juga akan mengadakan pertemuan rutin di tempat masing-masing secara bergantian untuk saling mengenal radio anggota.

Hadir dalam pertemuan perdana Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah H Dian Nafi yang juga pemilik Radio Gesma FM Solo, pendiri radio Soutunna FM Purworejo KH Khalwani Nawawi, pemilik radio Fastabiq (Fast FM) Magelang KH Yusuf Chudlori dan anggota komisioner KPID Jawa Tengah Tazkiyatul Mutmainnah. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, PonPes, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Berkat Ulama NU NKRI Berdiri

Purbalingga, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini lahir berkat jasa para ulama dan kyai NU, "maka mari kita tetap berkhidmat, khususnya kepada para kyai dan ulama NU."

Demikian disampaikan KH. Muhammad Faris El-Haq Fuad Hasyim dari Buntet Cirebon dalam acara Ansor Bersholawat dan Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh GP Ansor Kabupaten Purbalingga pada hari Ahad (17/6) dalam rangka peringatan isro Miroj Nabi Muhammad SAW dan pelantikan PAC GP Ansor Bukateja di halaman pendopo Kecamatan Bukateja.

Berkat Ulama NU NKRI Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkat Ulama NU NKRI Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkat Ulama NU NKRI Berdiri

Kontribusi ulama NU ini dibuktikan dengan penunjukan Sukarno-Hatta sebagai Waliyyul Amri ad-Dlaruri bisy-Syaukah di saat Indonesia hilang kewibawaan di mata dunia, serta dengan keluarnya Resolusi Jihad dari Hadratush Sheikh KH. Hasyim Asyari yang membangkitkan semangat bertempur kepada Bung Tomo dan arek-arek Suroboyo dalam melawan penjajah pada tanggal 10 Nopember 1945 yang kemudian kita kenal dengan Hari Pahlawan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sehingga kita heran mengapa segelintir orang yang tidak berkeringat, tidak berdarah-darah dalam perjuangan menegakkan NKRI tiba-tiba ingin mendirikan Negara Islam dengan dalih penegakan Khilafah Islamiyah. Untuk itu mari bersama-sama mendidik anak cucu kita sebagai generasi penerus untuk tetap kenal khidmat, cinta serta berbakti kepada para kyai dan ulama," katanya.

"Apalagi di jaman akhir ini di saat terjadinya dekadensi moral, kemerosotan moral generasi bangsa, peran orang tua dan kyai sangatlah dibutuhkan," tambah Gus Faris di hadapan ribuan jamaah yang hadir dalam acara tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya Ketua GP Ansor Purbalingga Ulil Archam mengatakan, melalui media Ansor bersholawat dan Tabligh Akbar sebagai penanaman nilai-nilai Akidah Ahlussunah Waljamaah kepada generasi penerus, NU memiliki kepedulian dan empati yang besar terhadap keberlangsungan NKRI.

Acara ini juga dihadiri oleh Mudib (PP GP Ansor), PCNU, PC Muslimat NU dan Camat Bukateja mewakili Bupati Purbalingga yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Mujib mengajak generasi muda Ansor untuk semangat berjuang dalam menegakkan Islam Ahlussunah Annahdliyah melalu beragam acara seperti majlis dzikir dan sholawat Rijalul Ansor, Pengajian serta Bakti Sosial.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Torik Jahidin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Tegal, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 08 Januari 2018

Tantangan Kian Berat, Saatnya Kembalikan Khittah NU

Situbondo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Indonesia mengalami dinamika yang demikian pesat di berbagai aspek kehidupan. Perubahan tersebut harus juga diimbangi dengan langkah strategis agar bisa bertahan, dan memberi kontribusi termasuk Nahdlatul Ulama.

"Hingga saat ini tantangan NU adalah bagaimana memahami khittah secara komprehensif," kata Wasekjen PBNU KH Abdul Munim DZ, Rabu (11/1) malam.

Tantangan Kian Berat, Saatnya Kembalikan Khittah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tantangan Kian Berat, Saatnya Kembalikan Khittah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tantangan Kian Berat, Saatnya Kembalikan Khittah NU

Karena dalam pandangan penulis buku Piagam Perjuangan Kebangsaan? tersebut, khittah tidak semata dimaknai pandangan dan sikap dalam berpolitik.?

Yang tidak kalah penting dan ini kerap dilupakan adalah bahwa Khittah NU sebagai fikrah, amaliyah serta harakah (gerakan) Nahdliyah. Akibat dari kesalahan pandangan tersebut mengakibatkan banyak gerakan di NU yang kian ditinggalkan.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Termasuk dalam pemikiran atau fikrah Nahdliyah kita akan bisa menyelamatkan dari mereka yang cenderung memiliki pandangan fundamentalis," jelasnya. Demikian pula, fikrah Nahdliyah akan menyelamatkan dari mereka yang beraliran kiri atau liberal, lanjutnya.

Dalam catatan Munim, prestasi yang layak dibanggakan dari konsisitensi NU memegang khittah adalah mau menyatukan berbagai friksi yang terjadi. "NU juga mampu menemukan jati diri sebagai organisasi sosial keagamaan," ungkapnya. Dengan keberhasilan tersebut, NU sangat leluasa melakukan gerakan setelah dianggap tidak berpolitik praktis, lanjutnya.

Lewat ketokohan KH Asad Syamsul Arifin, KH Ali Maksum, KH Ahmad Shiddiq, juga KH Abdurrahman Wahid, NU mengalami masa keemasan. "Bahkan NU menjadi kekuatan alternatif ? yang sangat menentukan arah politik nasional," jelasnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Akan tetapi dalam perjalanannya, NU mengalami krisis sehingga terjadi disorientasi. Sebagai langkah strategis, Munim memberikan sejumlah langkah yang bisa dilakukan NU agar mampu kembali ke jati dirinya.?

"Pertama adalah konsolidasi struktur," katanya. Selanjutnya melakukan reorientasi gerakan NU, juga restrukturisasi politik.

Dan upaya perbaikan di internal NU dapat dilakukan dengan memantapkan khittah. "Karena khittah adalah urat nadi dalam berorganisasi," tegasnya.

Munim tampil sebagai pembicara bersama Abu Yazid pada seminar nasional Refleksi 33 Tahun Khittah NU. Kegiatan merupakan kerjasama TV9 NUsantara, PW LTN NU Jatim serta forum alumni Mahad Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Banyuputih Situbondo. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Tegal, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 06 Januari 2018

Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU

Situbondo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. KHR. Cholil As’ad Syamsul Arifin mengingatkan, saat ini ada kalangan yang mengincar masjid-masjid NU untuk diambil alih pengelolaannya. Ia mengemukakan itu saat memberikan pengarahan di aula Mts. Salafiyah Syafi’iyah, Mumbulsari, Jember, Jawa Timur, Kamis (23/5).

Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU

Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, Mimbaan, Situbondo ini menjelaskan, masjid adalah lambang sekaligus sentral kegiatan ibadah dan sosial kehidupan masyarakat. Karena itu, masjid harus dijaga dan dipelihara dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab, “Jangan sekali-kali pengelolan masjid diberikan kepada orang yang tidak jelas latar belakang amaliahnya (bukan NU).

Kiai Cholil menambahkan, biasanya orang yang ada maunya, pura-pura baik. Mereka awalnya memang mengikuti apa yang menjadi tradisi di lingkungan setempat, bahkan terkesan mendukung. Namun setelah punya jamaah, dia membelokkan arah jamaahnya,? “Makanya kita harus hati-hati betul dengan orang yang tidak jelas ujung pangkalnya,” lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Putera KHR As’ad Syamsul Arifin ini mengaku miris mendengar kabar bahwa di Jawa Tengah sudah ada 40-an masjid NU yang beralih tangan. Masjid-masjid itu semula dikelola warga nahdliyyin, namun? dengan cara-cara tertentu, masjid-masjid itu akhirnya berpindah tangan pengelolanya, “Itu di Jawa

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tengah, di Jaw aTimur, insyaalah juga ada,” tukasnya.

Acara yang bertitel? “Penguatan amaliah Ahlussunnah wal jama’aah” itu dihadiri sekitar 200 orang. Mereka terdiri dari ketua dan sekretaris Ranting NU dan 3 orang pengurus takmir masjid se-Kecamatan Mumbulsari serta para tokoh NU setempat. Dalam kesempatan itu, hadir juga Rais Syuriah PCNU Jember, KH. Muhyiddin Abdusshomad.

Redaktur? ? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor? : Aryudi A. Razaq ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Kajian Islam, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 02 Januari 2018

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Final Liga Santri Nusantara Region Jawa Barat III dimenangkan oleh Pondok Pesantren Nurul Fauzi berasal dari Kabupaten Tasikmalaya. Pesantren Nurul Fauzi menang setelah mengandaskan PP Dar El Rahmah berasal dari Ciamis lewat adu penalti dengan skor 5-4.?

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III

Setelah pertandingan di babak pertama dan kedua berjalan seri. Pertadingan yang bertempat di Stadion Wiradadaha Tasikmalaya, Kamis (25/8) berlangsung seru.

Atas kemenangan ini Pelatih PP Nurul Fauzi Asep H bersyukur bisa juara region dan berhak untuk melaju di babak 32 Besar Liga Santri Nusantara seri nasional.

"Kami akan terus berlatih untuk menghadapi tim-tim yang dari 32 regional. Karena dengan terus berlatih akan menambah kekompakan dan kerjasama tim," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan pelatih Dar El Rahmah Lili Herli meski kalah timnya mampu melaju ke babak final regional Jabar III. "Tahun depan kami akan mempersiapkan lagi."

Menurut Koordinator Regional Jabar III Usep Saeful Kamal secara keseluruhan pertandingan berjalan lancar.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami menerapkan sprotiftas dan fair play kepada seluruh tim. Sesuai dengan pesan Menpora haram hukumnya ada pengaturan skor," tegasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KBIHNU Berangkatkan 109 Calon Jamaah Haji

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama (KBIHNU) Kabupaten Jepara tahun ini memberangkatkan sebanyak 109 calon jamaah haji (CJH).

KBIHNU Berangkatkan 109 Calon Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
KBIHNU Berangkatkan 109 Calon Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

KBIHNU Berangkatkan 109 Calon Jamaah Haji

Sebelum resmi diberangkatkan, Senin (24/8), ratusan CJH ini mengikuti kegiatan Halal Bihalal dan Pelepasan Calon Jamaah Haji yang dipusatkan di Gedung NU, Jalan Pemuda 51 Jepara, Ahad (9/8) pagi.

Ketua PCNU Jepara KH Asyhari Syamsuri menyatakan, dalam momentum halal bihalal ini, pihaknya meminta maaf kepada CJH KBIHNU Jepara. Momen ini, lanjut dia, merupakan pelepasan secara resmi KBIHNU sebelum diberangkatkan Pemkab Jepara akhir Agustus mendatang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

H Ali Akhirin, Kasi Pelaksanaan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Jepara, menyampaikan permohonan maaf karena ada beberapa urusan administrasi yang belum rampung. Misalnya, pembuatan buku kenangan dan susunan kloter yang belum ditandatangani Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Perwakilan KBIH NU Jepara, KH Imam Abi Jamrah mengutarakan, dalam menunaikan ibadah haji, jamaah diharapkan mengikuti pemimpin yang tahu tentang ilmu peribadatan haji dan umrah. Yakni dengan mengikuti KBIH sebab di dalamnya dibimbing oleh tenaga yang sudah mumpuni. Sedangkan KH Abdul Hamid selaku pembimbing KBIHNU memberikan arahan teknis dari rumah sampai pulang kembali ke rumah.

Terpisah, Wakil Ketua KBIH NU, H Ulul Abshor menyebut tahun lalu pihaknya memberangkatkan 106. “Alhamdulillah tahun ini bisa memberangkatkan sebanyak 109 Calon Jamaah Haji,” sebutnya sebagaimana rilis yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Pihaknya berharap para CJH KBIHNU Jepara menjadi haji mabrur dan mabruroh. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 26 Desember 2017

Ucapan Selamat Muktamar NU Warnai Sudut Kota Mataram

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nuansa Muktamar ke-33 NU di Jombang yang kini tinggal menghitung hari, semakin terasa bagi warga NU di NTB. Ucapan selamat dan sejenisnya sudah terpasang di sudut-sudut kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Ucapan Selamat Muktamar NU Warnai Sudut Kota Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
Ucapan Selamat Muktamar NU Warnai Sudut Kota Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

Ucapan Selamat Muktamar NU Warnai Sudut Kota Mataram

Untuk menyebut salah satunya, persis seperti yang terpampang di pagar SMA Al-Maarif Kota Mataram jalan Pendidikan nomor 6 Kota Mataram. Ucapan selamat Muktamar NU datang dari IPNU NTB.

"Ini penting dipasang sebagai betuk dukungan dan semangat kami berorganisasi di NU walaupun agenda ini tempatnya di Jombang, tapi ini kegiatan nasional," kata Ketua IPNU NTB Syamsul Hadi, Rabu Siang (29/7) siang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Syamsul, dengan ucapan seperti ini, maka masyarakat umum akan tahu. Karena, tidak semua tercover oleh media tentang kegiatan tersebut.

"Pesan moral melalui spanduk, kami harapkan agar masyarakat umum tahu. Masak agenda nasional tapi gak ada yang tahu? Lewat inilah antara lain kegiatan Muktamar NU bisa tersosialisasikan," tutupnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Anggi Berharap Daiyah Fatayat Jadi Tempat Bertanya Masyarakat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Anggia Ermarini berharap kepada peserta peningkatan kapasitas Mental Spiritual bagi Daiyah di Daerah Transmigrasi agar aktif berkeliling di daerah transmigrasi untuk memberikan informasi kepada masyarakat, baik soal agama atau yang lain.

Menurut Anggi, para daiyah adalah tempat bertanya bagi masyarakat tentang agama, urusan rumah tangga atau persoalan kehidupan keseharian lainnya.

Anggi Berharap Daiyah Fatayat Jadi Tempat Bertanya Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggi Berharap Daiyah Fatayat Jadi Tempat Bertanya Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggi Berharap Daiyah Fatayat Jadi Tempat Bertanya Masyarakat

“Ibu-ibu (daiyah) sekalian ini sangat penting perannya di masyarakat, sangat penting perannya di komuniats masing-masing,” kata Anggi di Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat  (BBPLM), Jakarta Timur, Selasa (17/10).

Untuk mempunyai peran tersebut, ia meminta kepada para daiyah untuk memanfaatkan waktu selama 4 hari ini supaya mendapat peningkatkan kapasitas keagamaan, bahkan kesehatan, perdagangan dan yang lainnya.

“Silakan nanti waktu yang lumayan panjang ini bisa dimaksimalkan sehingga bisa mengambil banyak ilmu dari pelatihan selama empat hari ini,” kata perempuan yang juga dosen Universitas Indonesia ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan peningkatan kapasitas ini sendiri dilaksanakan selama empat hari (16-20/10) dan diikuti 3 0 peserta terdiri atas Daiyah Fatayat NU se-Sumatera dan Indonesia Timur, Organisasi Masyarakat (Ormas), dan undangan.

Hadir pada kegiatan ini, Sekretaris Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua Bidang Dakwah PP Fatayat NU Hj Anisa Rahmawati, dan Dirjen Pembangunan Kawasan Transmigrasi (PKTrans) HM. Nurdin. (Husni Sahal/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Halaqoh, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

Hanya Kentut yang Batalkan Wudhu

Ada empat macam angin yang keluar dari tubuh manusia. Pertama, kentut, angin yang keluar dari jalan belakang (dubur/anus). Kedua, angin yang keluar dari jalan depan (qubul) biasanya berbarengan dengan kencing. Ketiga sendawa, yaitu angin yang berhasil keluar dari mulut karena lepas dari tahanan bawah perut. Dan keempat bersin, yaitu angin ditahan di bagian otak lalu keluar melalui rongga hidung.

Dari keempat macam angin yang keluar dari badan manusia, hanya satu yang dianggap membatalkan wudhu yaitu kentut. Angin kentut yang keluar melalui ruang kotoran dalam perut manusia ini yang menghasilkan bau tidak sedap. Berbeda dengan angin yang keluar dari jalan depan (qubul) meskipun seringkali angin ini berbarengan dengan kencing tetapi angin ini tidak mengandung bau yang menyengat. Bahkan seringkali angin ini keluar begitu saja tanpa seperasaan orangnya.

Adapun angin sendawa yang mengalir melalui jalur lebih bersih terutama tenggorokan tidak terlalu mengandung bau yang menyengat. Begitu juga dengan angin bersin yang hanya bersikulasi dalam ruang yang bersih antara otak dan rongga hidung. Demikianlah syariah hanya menganggap kentut yang membatalkan wudhu, padahal selain angin kentut masih ada tiga angin lagi yang keluar dari badan manusia. Sungguh Maha Suci Allah atas peraturan yang ditetapkan-Nya. Andaikan semua angin yang keluar dari badan membatalkan wudhu pastilah manusia akan terus disibukkan dengan wudhu itu sendiri. Itulah keterangan dalam? Hikmatut Tasyri’ wa Falsafatihi karangan Ahmad al-Jurjawi al-Hambali (Red. Ulil H)

Hanya Kentut yang Batalkan Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Hanya Kentut yang Batalkan Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Hanya Kentut yang Batalkan Wudhu

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Tegal, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 24 Desember 2017

Zaenal Arifin Meninggal, Ini Nakhoda LP Ma’arif Banyuwangi

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sepeninggal almarhum H. Zaenal Arifin Salam, jabatan Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Maarif NU Banyuwangi mengalami kekosongan selama kurang lebih dua pekan. Hal ini menjadi perhatian Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama untuk segera mencari sosok pemimpin baru di lembaga tertinggi mengurusi masalah pendidikan ini.

PCNU Banyuwangi memandang bahwa bidang pendidikan menjadi prioritas yang utama, sehingga merasa perlu diselenggarakannya Silaturrahim dan Kordinasi PC LP Maarif Nahdlatul Ulama Banyuwangi di Aula KH Hasyim Asyari Kantor PC LP. Maarif NU Banyuwangi, Kecamatan Srono (19/2). Acara ini dihadiri oleh pengurus LP Maarif tingkat Kecamatan seluruh Kabupaten Banyuwangi.

Zaenal Arifin Meninggal, Ini Nakhoda LP Ma’arif Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Zaenal Arifin Meninggal, Ini Nakhoda LP Ma’arif Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Zaenal Arifin Meninggal, Ini Nakhoda LP Ma’arif Banyuwangi

LP Maarif Nahdlatul Ulama Banyuwangi merupakan salah satu aparat departementasi di lingkungan organisasi Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyuwangi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bagi NU, pendidikan menjadi pilar utama yang harus ditegakkan demi mewujudkan masyarakat yang mandiri. Ini terbukti dengan banyak didirikannya Sekolah-sekolah NU di berbagai jenjang (MI, MTS, SMK) yang berdiri beberapa tahun terakhir ini di Kabupaten Banyuwangi.

Dalam kesempatan ini, Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, KH. Masykur Ali menyampaikan beberapa hal, diantaranya adalah perlunya Regulasi yang mengatur kewajiban sekolah-sekolah berbasis NU untuk masuk dalam anggota LP Maarif NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Masykur berharap kepengurusan yang baru ini harus melanjutkan Program2 Kerja Almarhum H. Zaenal Arifin Salam yang belum terlaksana.

Dalam acara Silaturrahim dan Kordinasi ini PCNU mengambil sikap untuk mengisi kekosongan sekaligus mereformasi kepengurusan PC LP Maarif NU Banyuwangi dengan kepengurusan yang baru.

Disampaikanlah hasil keputusan PCNU tentang kepengurusan LP Maarif NU masa jabatan 2016 - 2018. Dalam surat keputusan tersebut, menetapkan H.M. Sodiq dari kecamatan Genteng sebagai ketua PC LP Maarif NU Banyuwangi yang baru. Selanjutnya dilaksanakan pelantikan oleh Wakil Rais Syuriah PCNU Banyuwangi, KH Abdul Kholiq Syafaat. (Anang Lukman Afandi/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 14 Desember 2017

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun selalu menunjukkan angka yang bagus dan melahirkan banyak kelas menengah baru, tetapi sebenarnya siapa yang menikmati pertumbuhan ekonomi tersebut.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai, pertumbuhan ekonomi saat ini hanya dinikmati oleh sekelompok kecil masyarakat Indonesia, sedangkan sebagian besar, tetap terpuruk dalam kemiskinan yang akut. 

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan

“Jadi siapa sebenarnya yang menikmati pertumbuhan ekonomi ini, saya pulang ke kampung saya, orang-orang desa tetap saja miskin dari dulu,” katanya, dalam workshop Ekonomi Konstitusi yang digagas PBNU dalam rangka pra munas, di gedung PBNU, Rabu (14/5).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kekayaan alam, yang seharusnya bisa dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, saat ini toh, hanya dikuasai oleh sekelompok orang berkuasa yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.

Akibat kesalahan kebijakan ini, kelompok masyarakat yang kaya semakin menjadi kaya sedangkan yang miskin tetap miskin atau makin miskin, padahal agama memerintahkan agar kekayaan tidak dinikmati oleh orang-orang tertentu saja.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita menginginkan banyak warga NU yang menjadi bagian dari kelas menengah,” tandasnya.

Kwik Kien Gie, mantan menko ekonomi era presiden Gus Dur yang menjadi pembicara dalam pertemuan tersebut menjelaskan secara panjang lebar akar permasalahan ekonomi dari sisi filosofis, mulai dari munculnya ideologi kapitalisme pasar bebas yang dikembangkan oleh Adam Smith bahwa ekonomi akan berjalan dengan baik jika peran negara dalam bidang tersebut diminimalkan.

Sayangnya, apa yang disampaikan Adam Smith tersebut tidak sebagus apa yang dibayangkan, terjadi monopoli dan eksploitasi buruh sehingga muncul pemikiran antithesa yang ekstrim dari Karl Mark bahwa seharusnya seluruh kegiatan ekonomi dikuasai oleh negara. 

Pada akhirnya, negara-negara Eropa menyadari bahaya dari kapitalisme pasar bebas, dengan tetap menghargai inovasi dan kreatifitas masyarakat, tetapi di sisi lain, negara juga melindungi masyarakat dengan membuat kebijakan untuk kepentingan publik, seperti pengenaan pajak keuntungan yang tinggi bagi perusahaan sehingga bisa didistribusikan kepada kelompok yang tidak mampu seperti jaminan pansiun, jaminan kesehatan atau jaminan pengangguran. Konsep seperti ini mereka sebut sebagai sistem ekonomi kesejahteraan atau walfare state.

Para founding father Indonesia, menurut Kwik, telah menggariskan sistem ekonomi yang didasarkan atas kerjasama dan hasinya juga dinikmati bersama-sama. Tetapi sayangnya, korporasi asing, dengan segala cara, berusaha “merampok” kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia untuk kepentingan mereka sendiri.

“Sebagai organisasi besar, NU dalam hal ini bisa ikut berperan, suaranya bisa didengar,” tandasnya.

Selain berbicara soal konsep-konsep ekonomi, Kwik juga bercerita tentang dinamika pertarungan konsep ekonomi dalam pemerintah Gus Dur dan tekanan-tekanan yang dihadapi, termasuk bagaimana Gus Dur mensiasati IMF yang menuntut bea masuk nol persen untuk beras dan gula guna menjaga stabilitas sosial di Indonesia sampai akhirnya bisa dikenakan bea 600 rupiah per kg. (mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Amalan, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 07 Desember 2017

Presiden, Rais ‘Aam, dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Grand Final LSN

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo rencananya dijadwalkan akan menghadiri laga final Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 yang akan digelar di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), kota Bandung, pada Ahad malam (29/10). Di stadion tersebut Presiden akan memberikan sambutan sekaligus menutup secara resmi LSN 2017.

Presiden, Rais ‘Aam, dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Grand Final LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden, Rais ‘Aam, dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Grand Final LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden, Rais ‘Aam, dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Grand Final LSN

“Sampai hari ini memang tidak ada pembatalan. Kita anggap sampai hari ini Presiden Joko Widodo hadir. Beliau akan sambutan serta menutup Seri Nasional Liga Santri Nusantara dan rangkaian acara Hari Santri Nasional,” kata Direktur Eksekutif LSN Muhammad Alfu Niam.

Niam menjelaskan, sesaat sebelum laga final dimulai, akan diadakan doa dan Shalat Maghrib berjamaah  di stadion GBLA. Sedangkan imam shalat akan dipimpin langsung oleh Rais Am PBNU KH Maruf Amin. "Beliau sudah berkenan, nanti salah satu jamaahnya adalah Pak Presiden,” jelas Niam kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Media Center LSN, di Jalan Supratman kota Bandung.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain Presiden dan Rais ‘Am PBNU, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj juga turut hadir untuk memberikan kata sambutan sebelum laga dimulai.

Lebih jauh, Niam mempersilakan masyarakat untuk hadir pada laga final tersebut. “Monggo silakan datang, karena kita kasih slot 15 ribu tempat duduk. Wali Kota Bandung juga ikut mengerahkan masyarakat Bandung, di mana setiap kelurahan akan mengirimkan 100 orang,” tambah Niam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebagaimana informasi yang diperoleh dari panitia LSN, masyarakat dari kalangan manapun yang ingin menonton laga final Liga Santri Nusantara untuk datang langsung ke stadion tanpa dipungut biaya tiket masuk. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Tegal, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 29 November 2017

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 



Saat memasuki waktu Shalat Maghrib hari ini, Ahad (29/10), di stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, akan lain dari biasanya. Di stadion, azan akan berkumandang, kemudian para penonton, pemain sepak bola Liga Santri Nusantara akan shalat berjamaah.  

Menurut Ketua RMINU KH Abdul Ghofarrozin, shalat berjamaah itu memang direncanakan sejak jauh-jauh hari pada partai puncak atau grand final Liga Santri Nusantara. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pesepak-pesepak bola asal pesantren tidak meninggalkan kewajiban pokok ketika berkecimpung di dunia olahraga.  

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA

“Kita akan shalat berjamaah terlebih dahulu sebelum bermain sepak bola dan menontonnya,” katanya di Media Center Liga Santri Nusantara, Bandung.  

Sekretaris RMINU Habib Soleh, diperkirakan warga yang akan mengikuti shalat berjamaah itu sekitar 20-25 ribu orang. Bagi penonton yang belum memiliki wudlu, panitia LSN bekerja sama dengan PDAM menyediakannya di luar lapangan. 

Partai final Liga Santri Nusantara mempertemukan kesebelasan Darul Huda Ponorogo (Jawa Timur) dan Darul Hikmah Cirebon, Jawa Barat. Mereka akan bertanding pada pukul 19.00. (Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Ahlussunnah, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 23 November 2017

Pergunu Yakin Ubah Orientasi Pendidikan Indonesia

Lombok Tengah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Persatuan Guru Nahdlatul berkeyakinan mampu mengubah orientasi pendidikan Indonesia yang saat ini berorientasi pekerjaan, menuju pendidikan yang kreatif dan berdaya saing. Bagi Pergunu pendidikan berorientasi pekerjaan hasilnya adalah pekerja-pekerja berkreasi menciptakan lapangan kerja.

Pergunu Yakin Ubah Orientasi Pendidikan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Yakin Ubah Orientasi Pendidikan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Yakin Ubah Orientasi Pendidikan Indonesia

“Pendidikan saat saat ini gagal, terjadi dekadensi moral pelajar, turunnya spirit pendidikan karena pengaruh narkoba. Sulit generasi muda yang menghormati lebih tua, belum lagi kekerasan,” kata Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pergunu Rudolf Chrysoekamto di sela Rapat Kerja Nasional di Pondok Pesantren NU Al-Mansuriyah Ta’limushibyan Bonder, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (25/2). ?

Ia tidak memungkiri, secara prestasi, sistem dan orientasi pendidikan yang ada di Indonesia? bisa membuahkan peserta didik yang berprestasi di tingkat internasional. Namun, bagi manusia Indonesia, hal itu saja tidak cukup. Peserta didik harus dibenahi sisi moral dan spiritualnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Karena untuk membentuk manusia tidak hanya itu, prestasi, keterampilan, tanpa moral dan spiritual, bisa jadi mereka tersandung kasus hukum. Makanya pendidikan harus menyatukan semua aspek, ditambah akhlakul karimah, IQ dan ESQ-nya,” jelas pria kelahiran Jember Jawa Timur itu

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia yakin Pergunu periode kedua dengan Ketua Umum KH Asep Saifuddin Chalim mampu mewujudkan hal itu.

“Sebuah tujuan itu harus yakin di awal, kemudian dibangun sistem mengkonkretkannya. Konket menciptakan sistem yang bertumpu pada kecerdasan diimbangi mulianya moral,” lanjutnya. ?

Lebih lanjut ia mengatakan, pendidikan memang diatur negara, termasuk kurikulumnya. Namun, untuk mengubah orientasi pendidikan, Pergunu bisa bisa berimprovisasi dalam menerapkannya. Jadi, kuncinya guru yang keatif.

Untuk meningkatkan guru yang kreatif, Pergunu telah melakukan upaya langsung dengan menguliahkan ratusan guru lulsan sekolah menengah. Kemudian meningkatkan kualitas ratusan guru S1 ke jenjang S2, dan puluhan guru yang S2 ke S3.? ?

“Pendidikan itu memang tanggung jawa negara, tapi masyarakat juga bertanggung jawab. Sekolah itu satuan pendidikan. Sekolah bisa berinovasi dari kurikulum yang ada. Dan itu sah dan dimungkinkan,” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya,setelah ada sistem pendidikan yang berhasil, seperti Pesantren Amanatul Ummah, bisa ditiru lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan NU di daerah-daerah. Dengan demikian mengubah orietasi pendidikan Indonesia bukan hal yang tidak mungkin. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Khutbah, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 18 November 2017

Istighasah Akbar se-Pamekasan Siap Digelar

Pamekasan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus PC IPNU-IPPNU Pamekasan mengadakan rapat kedua kalinya untuk menggelar Istighasah Akbar pada Jumat (13/4) mendatang. Tujuan utama Istighasah Akbar tersebut ialah sebagai upaya berdoa bersama demi kesuksesan para pelajar Pamekasan, khususnya yang sudah berada di paruh akhir kelas XII SLTA sederajat. Karena itu, acara tersebut bakal melibatkan semua pelajar kelas akhir tingkat SLTA sederajat se-Pamekasan.

Rapat gladi kotor tersebut menggarisbawahi bahwa Istighasah Akbar yang dipanitiai oleh pengurus gabungan PC IPNU-IPPNU itu sudah siap digelar di Masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan. Termasuk pula kesiapan pemimpin istighasah nanti, yaitu ketua MUI Pamekasan KH Ali Rahbini Abdul Latif. Surat-suratnya pun sudah siap disebarluaskan.

Istighasah Akbar se-Pamekasan Siap Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Istighasah Akbar se-Pamekasan Siap Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Istighasah Akbar se-Pamekasan Siap Digelar

Dalam pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, peserta rapat yang dihadiri 7 pengurus PC IPPNU dan 8 PC IPNU tersebut berjalan dengan penuh kesantaian. Sembari rapat, mereka melipat surat-surat yang sudah siap disebar. Kesantaian dan keseriusan dapat terbangun dengan baik, karena tak lepas dari kelihaian ketua panitia Faisol Ansori dalam memimpin rapat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di samping itu, atas gagasan Faisol Ansori yang kini menjabat sebagai ketua umum PAC IPNU Kadur, penyebaran surat hendak memanfaatkan para pengurus PAC IPNU-IPPNU Kadur se-Pamekasan. Artinya, tidak hanya dipasrahkan kepada hanya satu atau dua orang saja.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Biar efektif, kita bisa melibatkan para pengurus PAC dalam penyebaran surat,” tegas Faisol Ansori yang langsung diamini oleh seluruh peserta rapat.

Rapat tersebut bergulir singkat, sekitar satu jam. Kendati demikian, para aktivis organisasi sayap pelajar NU tersebut tidak langsung pulang. Mereka masih bincang-bincang santai penuh keakraban. (Hairul Anam)

Redaktur   : Mukafi N iam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 12 November 2017

Menelusuri Sanad Keilmuan Islam Nusantara dari KH Taufiq Pekalongan

Pekalongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Tim Anjangsana Islama Pascasarjana STAINU Jakarta tiba di kediaman ulama kharismatik asal Pekalongan KH Taufiq, Selasa (24/1) siang di Pondok Pesantren At-Taufiqy Rowokembu, Wonopringgo, Pekalongan, Jawa Tengah.

Rombongan Anjangsana tiba tepat ketika Kiai Taufiq mengadakan pengajian rutin hari Selasa untuk para ibu atau perempuan. Rombongan menelusuri jalan menuju Pesantren At-Taufiqy yang dipenuhi oleh ribuan ibu-ibu dalam posisi ndeprok membaca sholawat.

Menelusuri Sanad Keilmuan Islam Nusantara dari KH Taufiq Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menelusuri Sanad Keilmuan Islam Nusantara dari KH Taufiq Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menelusuri Sanad Keilmuan Islam Nusantara dari KH Taufiq Pekalongan

Setiap mengadakan pengajian, jamaah Kiai Taufiq memang selalu meluber hingga ke ujung jalan raya. Mereka menggelar berbagai jenis alas mulai dari koran, plastik, dan tikar mengisi halaman-halaman rumah penduduk.

Setelah pengajian selesai, rombongan Anjangsana menuju ruang penerimaan tamu di depan asrama putra Pesantren At-Taufiqy. Usai berbincang-bincang sejenak dengan pengurus pesantren, rombongan ditemui langsung oleh Kiai Taufiq.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Usai mencium tangan Kiai Taufiq, rombongan memulai diskusi dan menyimak dengan khusyu ujaran-ujaran kiai yang dinilai mempunyai banyak karomah oleh masyarakat ini.

Guru Kiai Taufiq

Kiai Taufiq berguru ke Syekh Masduqi Lasem. Syekh Masduqi sendiri murid dari Syekh Umar Hamdan Al-Mahrasi al-Makki, Syekh Abbas al-Maliki al-Makki, Syekh Muhammad Ali bin Husein Al-Maliki Al-Makki, dan Syekh Al-Baqir.

Kiai Taufiq memberikan penjelasan Bahwa dahulu Gus Dur pernah menulis di Majalah Tempo sekiar tahun 1980-an tentang karomah dan keilmuan Islam Nusantara Syekh Yasin Al-Fadany dan Syekh Maduqie, baik pemikiran, karya manuskrip, hingga pengabdian tak terhingga untuk umat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syekh Masduqi mendapat gelar Asy-Syekh dikarenakan termasuk salah satu Ulama Indonesia yang mengajar di Masjidil Haram. Waktu itu sebutan Syekh dimiliki oleh 3 orang Ulama, yaitu Syekh Masduqi Al-Lasimy, Syekh Mahfudz Termas (kakak kandung Syekh Dimyati) dan Syekh Yasin Al-Fadany.

Di antara murid-murid Syekh Masduqi yaitu KH Ishomuddin (Pati), KH Salim (Madura), KH Mahrus Ali (Liriboyo, Kediri), KH Zayadi (Probolinggo), KH Abdullah Faqih (Langitan), KH Miftahul Akhyar (Surabaya), KH Jazim Nur (Pasuruan), KH Nur Rohmat (Pati), KH Zuhdi Hariri (Pekalongan), KH Taufiq (Pekalongan), KH Abdul Ghoni (Cirebon), KH Nur Rohmat (Pati), KH Abdul Mu’thi (Magelang) KH Abdulloh Schal (Bangkalan, Madura), KH Mashduqi (Cirebon) KH Makhtum (Cirebon), dan KH Syaerozi (Cirebon).

Mursyid Thariqah

Kiai Taufiq pernah mondok ke Krapyak. Sempat kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Walau berhasil lulus, Kiai Taufiq tidak pernah mengambil ijazahnya. Dia membantu Mbah Ali Maksum di pondok.?

Saat ini, Kiai Taufiq dikenal sebagai Mursyid Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah. Syekh Nadzim Al-Haqqoni dan Syekh Hisyam Kabbani selalu mengarahkan ke Kiai Taufiq atas siapa saja yang meminta ijazah thariqah.

Terkait pendidikan di Pesantren At-Taufiqy, Kiai Taufiq konsisten dengan pendidikan salaf. Dia juga mendorong agar santri menguasai berbagai bidang keterampilan, selain selalu menjaga kebersihan dan kedisiplinan.

Saat tiba kesempatan rombongan Anjangsana menilik pesantren, Kiai Taufiq menerangkan bahwa arsitektur bangunan pondok dikreasi dan dibangun sendiri oleh santri. Mereka memanfaatkan material tradisional yangikonstruksi secara menarik, unik, dan bersih. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Warta, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 10 November 2017

Prof Zahro: Kitab Fiqih Bukan Sakral

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof DR H Ahmad Zahro MA berpendapat, kitab fiqih (hukum Islam) yang ditulis para ulama pada ratusan tahun silam bukanlah kitab yang sakral (suci).

"Kitab fiqih itu produk manusia yang mempunyai keterbatasan waktu dan perkembangan peradaban manusia, karena itu kitab fiqih boleh dipakai asal kontekstual," katanya di Surabaya, Jumat.

Terkait pidato pengukuhan dirinya sebagai guru besar Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 30 Juli, ia mencontohkan, zakat dan haji yang diajarkan kitab fiqih sudah banyak yang tidak kontekstual.

"Kalau tidak kontekstual ya harus dikembalikan kepada Al-Qur’an dan Hadits. Dalam kitab fiqih, zakat diberlakukan untuk padi, kambing, dan sapi, padahal obyek pertanian dan peternakan sekarang banyak," katanya.

Oleh karena itu, kata dosen yang juga mengajar di Pesantren Tambakberas Jombang, Pesantren Darul Ulum Jombang, dan sebuah pesantren di Nganjuk itu, zakat yang diajarkan dalam kitab fiqih perlu dikontekstualkan.

"Kalau hanya padi, sapi, dan kambing yang boleh zakat, padahal sekarang ada ikan tambak, cengkeh, tebu, ternak lebah, dan obyek pertanian atau peternakan yang lebih besar hasilnya, maka petani miskin yang boleh zakat, sedangkan petani atau peternak kaya tidak," katanya.

Untuk masalah haji, katanya, juga perlu direformasi karena miqot (memulai) haji dengan pakaian ihrom yang diajarkan kitab fiqih adalah di tempat berkumpul manusia pada zaman Nabi Muhammad SAW.

"Padahal, lapangan atau pelabuhan pada zaman nabi sekarang sudah tidak ada dan jika dipaksakan tentu orang yang berhaji harus menempuh jarak yang jauh. Mestinya, miqot dapat dilakukan di bandara King Abdul Azis di Jeddah," katanya.

Menurut dia, miqot haji di bandara Jeddah itu sudah diberlakukan PBNU yang mewakili kalangan pesantren, tapi apa yang ditempuh PBNU itu harus diberlakukan untuk materi hukum Islam lainnya.

"Apa yang saya gagas mungkin akan banyak ditentang para ulama tua, karena saya sudah pernah diprotes KH Masduqi Mahfudh (Rois Syuriah PWNU Jatim), padahal apa yang saya lakukan lebih memiliki rujukan fiqih," katanya.

Ia menambahkan desakralisasi kitab fiqih yang tetap merujuk kitab fiqih terlebih dulu, kemudian dialihkan ke Al-Qur’an dan Hadits merupakan cara yang aman dibanding dengan cara-cara anak muda NU seperti Ulil Abshar Abdalla di JIL (Jaringan Islam Liberal).

"Kalau Ulil Absar dengan JIL itu kurang memiliki metodologi fiqih, sedangkan gagasan saya lebih hati-hati. Selain itu, kalau gagasan saya tidak dipahami maka fenomena JIL justru akan lebih meledak dan berbahaya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Profesor Zahro menegaskan bahwa gagasan desakralisasi kitab fiqih (bukan desakralisasi fiqih) itu merupakan hasil penelitian atas 507 keputusan Lajnah Bahsul Masail (Lembaga Kajian Agama) PWNU Jatim yang tercatat 428 keputusan bersifat fiqih  dengan 362 keputusan diantaranya merujuk kitab fiqih yang minimal  berusia 200 tahn, bahkan ada kitab fiqih berusia 900 tahun masih dipakai rujukan.(ant/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Tegal, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Prof Zahro: Kitab Fiqih Bukan Sakral (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Zahro: Kitab Fiqih Bukan Sakral (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Zahro: Kitab Fiqih Bukan Sakral

Jumat, 20 Oktober 2017

Beramal Baiklah di Segala Medan

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Beramal Baiklah di Segala Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Beramal Baiklah di Segala Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Beramal Baiklah di Segala Medan

Suatu hari Rasulullah ditanya oleh seorang dari suku Baduwi tentang hijrah. Maksudnya, si Baduwi hendak ikut berjuang bersama umat Islam lainnya dengan bermigrasi dari Makkah menuju Madinah. Nabi pun menjawab dengan nada agak keras:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Celakalah, sungguh itu sangat berat. Apakah kamu memiliki unta yang sudah sampai nishab yang dikeluarkan zakatnya?” Orang Baduwi itu menjawab “Ya.” Rasulullah pun membalas, “Beramalah dari balik perkampungan. Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan amal baikmu sedikt pun.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abi Said al-Khudri. Dalam pertanyaan orang Baduwi itu tersimpan niat baik untuk berjihad di jalan Allah dengan cara turut serta hijrah ke daerah lain. Hijrah kala itu merupakan pekerjaan yang tidak sederhana.

Lebih dari sekadar menempuh perjalanan jauh, hijrah mengandaikan seseorang bersiap secara fisik dan mental menghadapi berbagai tantangan selama perjalanan, juga tantangan bertemu dengan kehidupan sosial yang baru di tanah orang. Hijrah juga merupakan momen berpisah dengan keluarga dalam waktu cukup lama dan karenanya memastikan bekal dan kesejahteraan bagi orang-orang yang ditinggal.

Mungkin sadar akan keterbatasan orang Baduwi itu untuk melaksanakan itu semua, Rasulullah memberikan alternatif lain tentang cara berjihad. Karena si Baduwi adalah orang yang berpunya, Nabi pun menyarankan dia berbuat baik melalui harta. Si Baduwi dianjurkan tetap berada di kampung halaman dengan memperbanyak sedekah.

Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,

Cerita tentang orang Baduwi tersebut mengungkapkan pesan bahwa medan amal ibadah memang sangat luas. Ketika orang-orang kala itu menganggap hijrah sebagai jalan amal yang primadona, Nabi menampiknya dengan menunjukkan jalan-jalan lain yang juga sama baiknya. Rasulullah sadar, kemampuan umatnya berbeda-beda, sebab itu cara berbuat baik pun tidak harus sama.

Petunjuk Nabi ini juga selaras dengan pesan Al-Qur’an sebagaimana tertuang dalam Surat at-Taubah ayat 122:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”

Demikianlah lagi-lagi Nabi tak mengharuskan jihad perang atau hijrah sebagai satu-satunya pilihan. Rasulullah menilai pendalaman ilmu dan menjadi pembimbing masyarakat pun bagian dari jihad yang tak kalah penting. Dalam bahasa lain, pola semacam ini bisa kita sebut sebagai “distribusi tugas”. Orang-orang tidak dipaksa bekerja dalam satu bidang tertentu tetapi dibiarkan menduduki porsi masing-masing lalu berperan positif sesuai dengan fungsinya.

Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,

Lalu bagaimana bila kita tidak memiliki kekayaan yang cukup? Pertanyaan ini kadang kita temukan dari sejumlah orang yang menyesali dirinya tidak bisa berbuat baik banyak (misalnya) hanya karena ia seorang pegawai rendahan, gajinya sedikit, penghasilannya pas-pasan.

Mereka mungkin lupa bahwa sumber kebaikan tidak selalu ditentukan oleh harta. Bahkan, dalam banyak kasus banyaknya harta kerap malah menjerumuskan. Betapa banyak orang-orang yang berharap peningkatan nasib, namun ketika kenikamatan tersebut hadir orang itu justru menjadi kufur: lupa bersyukur, lupa berbagi kepada sesama.



(Baca: Penderita Lepra, Orang Botak, dan Si Buta dalam Cerita Rasulullah)


Banyak jalan menuju kebaikan. Selain harta, berbuat baik juga bisa disalurkan melalui tenaga dan pikiran. Menjenguk orang sakit, berbakti kepada orang tua, berpatisipasi dalam donor darah, mengajar, memperhatikan orang lemah di sekitar kita, andil dalam kerja bakti, dan lain-lain adalah sedikit contoh dari jalan beribadah atau beramal baik.

Terlebih lagi, amal perbuatan yang tampak biasa bisa berubah menjadi amalan “luar biasa” dengan cara memperbaiki niat. Hal ini dapat terjadi karena niat berpusat di hati, dan hati adalah sumber yang sangat menentukan dalam segenap aktivitas manusia. Tentang memperbaiki niat ini Syekh az-Zarnuji dalam kitab Ta’lîmul Muta‘allim mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Betapa banyak amal perbuatan yang bercirikan amal perbuatan duniawi, tetapi karena niat yang bagus menjadi amal perbuatan akhirat. Betapa banyak perbuatan yang bercirikan amal perbuatan akhirat, tetapi menjadi perbuatan dunia karena niat yang buruk”.

Bekerja, berolah raga, makan, minum, tidur, atau aktivitas sejenis lainnya hanya sekilas hanya rutinitas belaka. Dengan mengimbuhinya niat yang positif, misalnya untuk menunaikan tanggung jawab, untuk kesehatan fisik demi menghamba kepada Allah, rutinitas tersebut menjadi bernilai ibadah. Sebaliknya bila yang demikian diniatkan semata untuk memenuhu sifat tamak, akan menjadi rutinitas yang tidak bernilai baik apa-apa.

Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,

Jangan pernah mengabaikan niat, jangan pula meremehkan posisi kita sekarang selamat tak menyalahi syariat. Karena semua orang mampu menata niatnya dan semua orang berpotensi berbuat yang terbaik sesuai dengan posisi dan porsinya masing-masing. Apalagi, kata orang bijak, manusia tidak dicela karena tidak mencapai kebaikan maksimal, melainkan karena tidak mau berikhtiar berbuat baik padahal ia memiliki kemampuan. Wallahu a’lam.

Khutbah II



? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Alif Budi Luhur)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Tegal, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 11 Oktober 2017

BNPT Latih Pelajar Buat Video Pencegahan Terorisme

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar pelatihan secara mendalam kepada 10 orang pelajar dari 10 sekolah terpilih dari sejumlah kota di Indonesia, untuk meningkatkan kemampuan dalam pembuatan video pencegahan terorisme.?

BNPT Latih Pelajar Buat Video Pencegahan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
BNPT Latih Pelajar Buat Video Pencegahan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

BNPT Latih Pelajar Buat Video Pencegahan Terorisme

"Sepuluh orang pelajar itu adalah finalis yang masuk sepuluh besar lomba video pendek siswa SMA sederajat yang dilaksanakan BNPT untuk kepentingan pencegahan terorisme di kalangan pemuda dan perempuan," kata Kepala Sub Direktorat Kewaspadaan Direktorat Pencegahan BNPT, Andi Intang Dulung di Jakarta, Rabu (23/11).?

Andi menjelaskan, pelatihan dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 22 hingga 25 November mendatang. Sejumlah praktisi perfilman dilibatkan untuk memberikan pelatihan, yaitu peneliti dari Kalbis Institute, Dyah Kusumawati, dokumentaris dari Watchdoc, Dhandy Dwi Laksono, sineas Samuan Film, Chandra Wibowo, penulis scenario dari Multivision, Swastika Nohara, dan sineas muda Miles Film, Ratrikala Bhre Aditya.?

"Pelatihan dilakukan di dalam dan luar ruangan, mulai dari teori hingga praktik. Seperti sore ini, peserta dibawa ke beberapa lokasi di Jakarta untuk praktik pengambilan gambar," jelas Andi Intang. ?

Dijelaskan oleh Andi Intang, tujuan dari kegiatan ini untuk mengakomodir aspirasi para generasi muda agar sadar dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi. "Sekaligus menumbuhkan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda agar dapat memahami NKRI secara utuh," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait lomba video pendek yang sudah dilakukan, masih kata Andi Intang, dilaksanakan sejak bulan Maret hingga November 2016 di 32 provinsi se Indonesia. BNPT menggandeng Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) untuk melaksanakannya. ?

"Dari masing-masing provinsi kami pilih 3 video terbaik dan dilombakan di tingkat nasional. Sepuluh video terbaik yang dipilih oleh juri akan masuk babak grand final, yang malam anugerahnya dilaksanakan Jumat malam besok," urai Andi Intang.?

Dalam penilaian terhadap video-video yang dilombakan, BNPT juga mewajibkan kepada peserta untuk mengunggahnya ke media sosial. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya cyber war untuk membendung maraknya peredaran video yang mengajarkan radikalisme terorisme di dunia maya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jadi ada banyak tujuan yang didapat dari lomba ini. Anak didik yang mengikuti bisa semakin meningkat nasionalismenya, sekaligus mereka juga memproduksi video untuk membendung radikalisme terorisme," pungkas Andi Intang. (Samsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah