Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak

Pontianak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara resmi membuka perhelatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 tahun 2016, Selasa (23/8) di Gedung Serba Guna Pontianak Convention Center (PCC), Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Lukman hadir tepat pukul 14.00 WITA didampingi Gubernur Kalimantan Barat Cornelius, Dirjen Pendis Kamaruddin, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan, dan Kepala Kanwil Kemenag Pontianak Syahrul Yadi.

Dalam sambutannya, Menag menyambut baik KSM dan mendukung secara penuh kegiatan seperti ini untuk terus dilaksanakan setiap tahun. Dia juga menyambut baik keterlibatan siswa sekolah umum di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada event KSM mulai tahun 2016 ini. Ini merupakan bukti bahwa siswa madrasah siap bersaing dan berkompetisi secara fair dalam setiap lomba dan kompetisi.

Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak

“Saya harus katakan bahwa saya bangga melihat kemajuan yang telah dicapai lembaga pendidikan madrasah saat ini. Siswa-siswi madrasah telah banyak menorehkan prestasi yang membanggakan bangsa Indonesia di berbagai ajang kompetisi nasional maupun internasional,” ujar Menag di hadapan sekitar 865 peserta dan pendamping KSM dari seluruh Indonesia.

Saat ini, lanjut Menag, bangsa Indonesia sedang memasuki era persaingan bebas di tingkat regional Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan juga persaingan global. Kita tidak boleh lagi bangga dengan kekayaan alam yang kita miliki. Kekayaan alam yang melimpah tanpa didukung kualitas SDM yang unggul dan berintegritas hanya akan semakin menyengsarakan dan menghinakan kita.?

“Kekayaan alam kita memang tidak terbatas. Namun, ukuran maju tidaknya suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh kepemilikan sumber daya alam saja, tetapi yang lebih penting lagi adalah ketersediaan human capital atau sumber daya manusia (SDM) yang unggul,” papar Lukman.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam konteks ini, imbuhnya, KSM tahun 2016 ini dapat dijadikan sebagai momentum strategis penyiapan generasi emas ilmuwan dan cerdik-cendekiamuslim yang unggul, paripurna dan siap menjadi pemimpin perubahan di masyarakat yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negaranya.

Kegiatan KSM 2016 yang akan berlangsung hingga 27 Agustus 2016 mendatang ini merupakan ajang pembuktian presatsi para siswa madrasah dari seluruh Indonesia di bidang sains dan agama. Dari ajang ini, madrasah mempunyai bibit-bibit unggul yang akan meramaikan persaingan global. Terbukti tidak sedikit siswa madrasah yang meraih prestasi tertinggi di kompetisi sains internasional seperti matematika, robotik, dan penemuan-penemuan lain di bidang sains.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam KSM kali ini, selain kompetisi sains dan Agama Islam, ada beberapa kegiatan antara lain Surya Game Online dan matematika gasing berbasis sains hasil kerja sama dengan Surya University, workshop motivasi pengembangan diri dan rembuk nasional bidang kesiswaan madrasah se-Indonesia.

Untuk tingkat MI/SD, bidang yang dilombakan adalah Matematika dan Agama Islam, IPA dan Agama Islam. Sedang tingkat MTs/SMP, ada Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam serta Fisika dan Agama Islam. Sementara untuk tingkat MA/SMU, ada 6 bidang perlombaan, yakni Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam, Fisika dan Agama Islam, Kimia dan Agama Islam, Ekonomi dan Agama Islam serta Geogragfi dan Agama Islam. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Santri, Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 21 Februari 2018

Depag Minta Ormas Islam Lakukan Harmonisasi Hisab dan Rukyah

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Agama H. Maftuh Basyuni meminta agar ormas-ormas Islam besar di Indonesia mengkaji ulang metode hisab dan rukyahnya dan melakukan akomodasi serta harmonisasi agar bisa diwujudkan kesatuan Ramadhan maupun Idul Fitri.

Pernyataan tersebut dikemukakan dalam Silaturrahmi Nasional Ahli Hisab dan Ahli Rukyah yang diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) di Ponpes Al Hikmah 2 Benda Bumiayu Brebes, Kamis malam (6/9).

“Perbedaan ini secara bertahap harus dihilangkan karena harmonisasi akan sangat berarti dalam penentuan Ramadhan dan Idul Fitri,” tuturnya.

Depag Minta Ormas Islam Lakukan Harmonisasi Hisab dan Rukyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Depag Minta Ormas Islam Lakukan Harmonisasi Hisab dan Rukyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Depag Minta Ormas Islam Lakukan Harmonisasi Hisab dan Rukyah

Dikatakannya bahwa penentuan awal bulan Hijriyah ini harus berdasarakan pada kebenaran obyektif, bukan sekedar taklid yang diperparah sikap bangga diri dan kelompok.

“Penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri bukan hanya masalah keagamaan, tetapi juga menyangkut stabilitas, keamanan dan ketenteraman ummat,” katanya.

Maftuh menjelaskan bahwa negera-negera Muslim di dunia selalu satu keputusan dalam penentuan Ramadhan dan Idul Fitrinya seperti yang terjadi di Malaysia, Brunai, Arab Saudi atau Marokko dan masyarakat mematuhinya. Penentuan Ramadhan dan Idul Fitri diserahkan kepada masing-masing organisasi Islam terjadi di negara-negara yang penduduk muslimnya minoritas.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tiap menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, saya selalu deg-degan karena harus mengakomodir pertentangan yang tak berkesudahan,” tuturnya.

Dijelaskannya bahwa hisab dan rukyah tidak bisa dilaksanakan secara terpisah. Ilmu hisab berasal dari pengalaman panjang dalam melakukan hisab dan hisab sendiri tidak akan berarti jika tanpa pembuktian lewat rukyah. “Sebaik apapun metode hisab, kalau tidak bisa dibuktikan, tidak berguna,” tuturnya.

Karena itu Maftuh berpendapat bahwa harus ada harmoni antara hisab dan rukyah agar ilmu falak bisa berkembang dengan baik. “Hisab dan rukyah adalah dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan,” tandasnya. (mkf)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 16 Februari 2018

Rumah Pelajar Siapkan Nakhoda Baru

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Yayasan Rumah Pelajar di bilangan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, akan mengganti kememimpinan. Penggantian pemimpin itu segera dilakukan mengingat terpilihnya Farida Farichah sebagai Ketua Umum PP IPPNU dalam kongres ke-XVI IPPNU awal Desember 2012 lalu di Palembang.

Perihal ini diutarakan oleh Farida Farichah, Ketua Umum PP IPPNU kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di depan Kantor Sekretariat PP IPPNU, Gedung PBNU lantai enam, Jakarta Pusat, beberapa yang lalu. Farida menceritakan bahwa Rumah Pelajar bagian dari program PP IPPNU.

Rumah Pelajar Siapkan Nakhoda Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Rumah Pelajar Siapkan Nakhoda Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Rumah Pelajar Siapkan Nakhoda Baru

“Dalam waktu dekat, kita akan mengadakan pergantian posisi direktur. Karena amanah kongres kemarin sebagai Ketua Umum PP IPPNU, saya tidak mungkin lagi bekerja efektif untuk memimpin Rumah Pelajar,” tegas Farida yang biasa berpenampilan sederhana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karenanya, pergantian pemimpin Rumah Pelajar akan mengalami percepatan. Kebutuhan itu cukup mendesak agar program-program pemberdayaan pelajar tetap berjalan lancar, tegas Farida. Kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, dia menyatakan kesiapannya untuk membantu kelancaran acara pergantian dirinya.

Rumah Pelajar yang digawangi oleh PP IPPNU berlokasi di Jalan Ir. Juanda No. 102 C, Rt. 002/08 Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Bangunan dua lantai itu merupakan wadah pelajar untuk mengembangkan kemampuan praktis dan mengasah ketajaman intelektual lewat diskusi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Selain pengembangan sumber daya pelajar, Rumah Pelajar juga menanam nilai-nilai moral dan keagamaan. Kita juga kan punya divisi manajemen spiritual,” ujarnya.

Farida menceritakan bahwa Rumah Pelajar sangat strategis bagi IPPNU di kalangan pelajar. Rumah Pelajar menyediakan aneka pelatihan mulai dari menulis, kepemimpinan, mendaur ulang sampah, kerajinan tangan, dan bentuk lain kreativitas.

Rumah Pelajar menjadi salah satu bentuk kontribusi IPPNU bagi dunia pendidikan. Konsep Rumah Pelajar dirumuskan sedemikian rupa demi mengondisikan kenyamanan dan rasa bersahabat di hati pelajar, tandas Farida. 

 

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Fragmen, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 19 Januari 2018

“Bolo Nyuluh” Ansor Ponorogo Ramaikan Radio Aswaja FM

Ponorogo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ruang tamu Radio Aswaja FM Rabu ? (23/1) ? malam kemarin dipenuhi dengan “Bolo Nyuluh”, sebutan bagi para pengurus Ansor dan anggota Banser Ponorogo. Biasanya mereka sekedar kongkow meramaikan acara “Nyuluh Bareng Ansor”, namun kali ini secara dadakan diadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Bolo Nyuluh” Ansor Ponorogo Ramaikan Radio Aswaja FM (Sumber Gambar : Nu Online)
“Bolo Nyuluh” Ansor Ponorogo Ramaikan Radio Aswaja FM (Sumber Gambar : Nu Online)

“Bolo Nyuluh” Ansor Ponorogo Ramaikan Radio Aswaja FM

Biasanya pihak radio cukup menyediakan kopi beberapa cangkir saja untuk mereka yang diminum ramai-ramai ala pesantren. Tapi malam itu suasananya lain. Sejak pukul 20.00 WIB beberapa pengurus PC GP Ansor di luar Bidang Infotek dan Kajian Strategis yang mengasuh acara “Nyuluh Bareng Ansor” satu persatu datang dengan menenteng bungkusan plastik berisi “pelangan”, istilah orang Ponorogo untuk menyebut nasi bungkus. Terlihat mereka kikuk dengan suasana radio. Maklum mereka jarang-jarang ikut nimbrung acara di Aswaja FM.

Jamal Mustofa selaku host acara Nyuluh bareng Ansor tetap saja mengawal dialog interaktif yang dikemas dengan bentuk obrolan ala warung kopi dan mengangkat tema sosial budaya khas Ponorogo. Dua ? narasumber tetap, Ahmad Subkhi (Kalibek, Kasatkorcab Banser) dan Muhsin Alwi (salah satu fungsionaris Satkorcab Banser) dengan penuh semangat melayani atensi pendengar setia Radio Aswaja FM. ? Demikian pula beberapa pengurus PC GP Ansor yang ikut nimbrung di dalam studio. Sementara itu, beberapa personil Banser sibuk memindahkan mebeulair ke ruang lain. Setelah itu beberapa lembar tikar digelar memenuhi ruang tamu radio milik resmi PCNU Ponorogo itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekitar pukul 20.30 tiba-tiba ? Idam Mustofa, Pjs Ketua PC GP Ansor mengucapkan salam layaknya mulai menyampaikan sambutan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Terimakasih saya sampaikan kepada para sahabat Pengurus Cabang yang telah datang membawa pelangan. Mohon maaf kepada para bolo nyuluh karena tidak saya kasih tahu jika ? sekarang ini sengaja kita mau kenduri dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Semoga kita bisa memanfaatkan momentum ini untuk kembali meneladani semua sifat dan sikap beliau di kehidupan sehari-hari.” Demikian inti sambutan Idam Mustofa.

Syaiful Islam, Koordinator ? Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor kemudian memimpin tahlil. Saat mahalul qiyam, tiba-tiba terdengar kencrengan (nama lain hadrah menurut orang Ponorogo) menyeruak suasana. Banyak yang terhenyak dan kaget, siapa yang menyiapkan kencrengan tadi. Keadaan itu tidak berlangsung lama karena masing-masing kemudian larut dalam alunan shalawat Nabi, Syi’ir Suluk Gus Dur dan lain-lain.

Kehadiran kencrengan ini pun ternyata tanpa sepengetahuan Idam Mustofa. Bukannya menyalahkan, malah pria berkacamata minus ini mendaulat para sahabat yang memainkan kencrengan untuk tergabung dalam group shalawat PC GP Ansor Ponorogo yang memang belum pernah terbentuk sebelumnya.

Alhamdulillah, mungkin beginilah barokahnya maulid Nabi. Kita lama merindukan hadirnya group shalawat PC GP Ansor, koq ini para sahabat tidak diminta malah memproklamirkan diri. Baik, untuk itu saya nyatakan kencrengan ini resmi menjadi group shalawat dengan nama Rijalul Ansor. Allahumma sholli`ala Muhammad…” ucapan Idam Mustofa langsung disambut dengan alunan shalawat dengan berbagai versinya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: M. Wahid

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Bahtsul Masail, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 17 Januari 2018

Ramadhan, Permintaan Lele di Probolinggo Meningkat

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bulan suci Ramadhan 1437 H ternyata membawa berkah tersendiri bagi para pembudidaya ikan lele di Kabupaten Probolinggo. Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo mencatat bahwa permintaan ikan lele meningkat tajam dibandingkan dengan hari biasanya. Bahkan permintaannya mengalami peningkatan hingga 2 kali lipat setiap harinya.

“Permintaan itu tidak hanya terbatas pada warung dan rumah makan saja, masyarakatpun juga berburu lele untuk menu buka puasa maupun sahur,” kata Kasi Budidaya dan Produksi Perikanan Diskanla Kabupaten Probolinggo Asmiyati Kurnianingsih, Jum’at (10/6).

Ramadhan, Permintaan Lele di Probolinggo Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Permintaan Lele di Probolinggo Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Permintaan Lele di Probolinggo Meningkat

Menurut Asmi, tren peningkatan permintaan lele akan terus terjadi hingga hari raya Idul Fitri. Setelah hari raya permintaan akan kembali normal. “Jelang hari raya biasanya permintaan akan lebih meningkat,” jelasnya.

Lebih lanjut Asmi menjelaskan bahwa permintaan lele pada bulan-bulan biasa berada pada kisaran 3 kwintal per hari dengan harga Rp 15.000 per kilogram di tingkat petani dan dijual eceran seharga 18.000 hingga Rp 20.000 per kilogram. “Selama bulan suci Ramadhan, permintaan ikan lele meningkat menjadi 6 kwintal per hari,” terangnya.

Asmi menambahkan saat ini di Kabupaten Probolinggo budidaya lele dilakukan oleh 678 orang Rumah Tangga Perikanan (RTP) atau 60 kelompok. Rata-rata produksi yang dihasilkan mencapai 54 ton per bulan atau 1,8 ton per hari.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pembudidaya lele harus memanfaatkan peluang besar ini dengan meningkatkan usaha budidayanya. Seperti perluasan kolam dan penambahan padat penebaran. Kalau biasanya 100 ekor, maka ditingkatkan menjadi 200 hingga 300 ekor per meter persegi,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan demikian tambah Asmi, maka tingkat produksi meningkat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan kelompok. “Budidaya lele itu ditentukan oleh kapasitas usaha. Kalau kapasitasnya besar, maka keuntungan yang didapat akan meningkat,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 31 Desember 2017

Pemimpin Non-Muslim dalam Islam

Assalamu’alaikum wr wb

Redaksi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah yang terhormat. Hampir setiap kali menjelang pemilihan, kerap beredar isu-isu miring yang melekat pada para calon pemimpin terutama isu-isu sensitif seperti liberal dari segi ekonomi, antek partai terlarang, rasial, atau keyakinan agama. Sedangkan sementara ini ada benar-benar orang non muslim yang menjadi pemimpin. Yang saya tanyakan, apakah kita sebagai seorang muslim boleh memilih pemimpin non muslim? Terima kasih atas keterangannya. (Abdurrahman/Jakarta)

Pemimpin Non-Muslim dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemimpin Non-Muslim dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemimpin Non-Muslim dalam Islam

Jawaban

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Penanya yang budiman. Semoga Allah merahmati kita semua. Pemimpin menempati posisi penting dalam Islam. Karena pemimpin memegang kebijakan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak mulai dari kesehatan, transportasi, tata kelola sumber daya alam, kesejahteraan, dan pelbagai kebijakan publik lainnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penanya yang budiman, ulama berbeda pendapat perihal memilih pemimpin dari kalangan non muslim. Misalnya Badruddin Al-Hamawi As-Syafi’i yang wafat di abad 8 H. Ia menyatakan dengan jelas keharaman memilih pemimpin dan juga aparat dari kalangan kafir dzimmi.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: {? ? ? ? ? ? ?} ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tidak boleh mengangkat dzimmi untuk jabatan apapun yang mengatur umat Islam kecuali untuk memungut upeti penduduk kalangan dzimmi atau untuk memungut pajak transaksi jual-beli penduduk dari kalangan musyrikin. Sedangkan untuk memungut upeti, pajak seper sepuluh, atau retribusi lainnya dari penduduk muslim, tidak boleh mengangkat kalangan dzimmi sebagai aparat pemungut retribusi ini. Dan juga tidak boleh mengangkat mereka untuk jabatan apapun yang menangani kepentingan umum umat Islam.

Allah berfirman, “Allah takkan pernah menjadikan jalan bagi orang kafir untuk mengatasi orang-orang beriman.” Siapa yang mengangkat dzimmi sebagai pejabat yang menangani hajat muslim, maka sungguh ia telah memberikan jalan bagi dzimmi untuk menguasai muslim. (Lihat Badruddin Al-Hamawi As-Syafi’i, Tahrirul Ahkam fi Tadbiri Ahlil Islam, Daruts Tsaqafah, Qatar, 1988).

Sementara ulama lain yang membolehkan pengangkatan non muslim untuk jabatan publik tertentu antara lain Al-Mawardi yang juga bermadzhab Syafi’i. Ulama yang wafat pada pertengahan abad 5 H ini memberikan tafshil, rincian terhadap jabatan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Posisi pejabat ini (tanfidz/eksekutif) boleh diisi oleh dzimmi (non muslim yang siap hidup bersama muslim). Namun untuk posisi pejabat tafwidh (pejabat dengan otoritas regulasi, legislasi, yudikasi, dan otoritas lainnya), tidak boleh diisi oleh kalangan mereka. (Lihat Al-Mawardi, Al-Ahkamus Sulthoniyah wal Wilayatud Diniyah, Darul Fikr, Beirut, Cetakan 1, 1960, halaman 27).

Al-Mawardi dalam Al-Ahkamus Sulthoniyah menguraikan lebih rinci. Menurutnya, kekuasaan dibagi setidaknya menjadi dua, tafwidh dan tanfidz. Kuasa tafwidh memiliki cakupan kerja penanganan hukum dan analisa pelbagai kezaliman, menggerakkan tentara dan mengatur strategi perang, mengatur anggaran, regulasi, dan legislasi. Untuk pejabat tafwidh, Al-Mawardi mensyaratkan Islam, pemahaman akan hukum agama, merdeka.

Sementara kuasa tanfidz (eksekutif) mencakup pelaksanaan dari peraturan yang telah dibuat dan dikonsep oleh pejabat tafwidh. Tidak ada syarat Islam, alim dalam urusan agama, dan merdeka.

Menurut hemat kami, memilih pajabat eksekutif seperti gubernur, walikota, bupati, camat, lurah, atau ketua RW dan RT dari kalangan non muslim dalam konteks Indonesia dimungkinkan. Pasalnya, pejabat tanfidz itu hanya bersifat pelaksana dari UUD 1945 dan UU turunannya. Dalam konteks Indonesia pemimpin non muslim tidak bisa membuat kebijakan semaunya, dalam arti mendukung kekufurannya. Karena ia harus tunduk pada UUD dan UU turunan lainnya. Pemimpin non muslim, juga tidak memiliki kuasa penuh. Kekuasaan di Indonesia sudah dibagi pada legislatif dan yudikatif di luar eksekutif. Sehingga kinerja pemimpin tetap terpantau dan tetap berada di jalur konstitusi yang sudah disepakati wakil rakyat. Mereka seolah hanya sebagai jembatan antara rakyat dan konstitusi.

Kecuali itu, sebelum menjadi pemimpin, mereka telah melewati mekanisme pemilihan calon, penyaringan ketat dan verifikasi KPU. Mereka juga sebelum dilantik diambil sumpah jabatan. Jadi dalam hal ini kami lebih cenderung sepakat dengan pendapat Al-Mawardi yang membolehkan non muslim menduduki posisi eksekutif. Di sinilah letak kearifan hukum Islam.

Sedangkan ayat pengharaman memilih pemimpin non muslim sering beredar menjelang pemilihan. Sebut saja ayat berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Hai orang-orang beriman, janganlah jadikan orang-orang yang membuat agamamu sebagai olok-olok dan mainan baik dari kalangan ahli kitab sebelum kamu maupun orang kafir sebagai wali. Bertaqwalah kepada Allah jika kamu orang yang beriman.”

Apakah kata “wali” yang dimaksud itu pemimpin? Penerjemahan “wali” inilah, menentukan jawaban dari yang saudara Abdurrahman pertanyakan. Imam Ala’uddin Al-Khazin menyebutkan dalam tafsirnya sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?

Maknanya, “Janganlah kamu jadikan orang-orang yang tidak seagama denganmu sebagai wali dan kawan karib.” Allah sendiri menjelaskan alasan larangan untuk bergaul lebih dengan sehingga saling terbuka rahasia dengan mereka dengan ayat “Mereka tidak berhenti menjerumuskanmu dalam mafsadat”. (Lihat Al-Khazin, Lubabut Ta’wil fi Ma’anit Tanzil, Darul Kutub Al-Ilmiyah, Beirut).

Pengertian “wali” di atas ialah teman dekat. Sehingga saking dekatnya, tidak ada lagi rahasia antara keduanya. Ayat ini turun dalam konteks perang. Sehingga sangat berisiko bergaul terlalu dekat dengan ahli kitab dan orang-orang musyrik dalam suasana perang karena ia dapat mengetahui segala taktik perang, pos penjagaan, dapur umum, dan segala strategi dan rencana perang yang dapat membahayakan pertahanan umat Islam. Sementara komunitas-komunitas sosial saat itu berbasis agama.

Karenanya, mencermati ketarangan ulama di atas kita akan menemukan tidak sambung dan tidak tepat kalau ayat ini dijadikan dalil sebagai pengharaman atas pengangkatan calon pemimpin dari kalangan non muslim. Menurut hemat kami, kitab-kitab terjemah Al-Quran yang mengartikan “wali” sebagai pemimpin ada baiknya menelaah kembali tafsir-tafsir Al-Quran.

Saran kami berhati-hatilah memilih pemimpin baik muslim maupun non muslim. Karena mereka ke depan akan mengatur hajat hidup orang banyak. Kita perlu melihat integritas calon dan track record mereka. Kami juga berharap kepada warga untuk tidak mudah terporovokasi oleh isu-isu SARA menjelang pemilihan.

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan. Semoga bisa penjelasan kami ditangkap dengan baik. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

Perkemahan Sako Maarif NU Pringsewu Ke-2 Sukses digelar

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah digelar selama tiga hari, akhirnya Perkemahan Sako Maarif NU Pringsewu ke-2 ditutup oleh Ketua Sako Ma’arif Kabupaten Pringsewu Mustangin. Acara penutupan dilaksanakan di Lapangan Komplek Gedung NU Kabupaten setempat yang sudah disulap menjadi Bumi Perkemahan, Ahad (9/10).

Terik panas matahari siang tidak mengurangi kesemangatan para peserta perkemahan Sako Maarif yang berjumlah sekitar 850 0rang, terdiri dari Penggalang 380 orang dan Penegak 320 orang, serta Anggota dewasa berjumlah 150 orang. Mereka tampak tetap semangat mengikuti rangkaian proses kegiatan yang sudah menguras tenaga dan pikiran mereka.

Perkemahan Sako Maarif NU Pringsewu Ke-2 Sukses digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkemahan Sako Maarif NU Pringsewu Ke-2 Sukses digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkemahan Sako Maarif NU Pringsewu Ke-2 Sukses digelar

Kegiatan yang mengambil tema Satu Hati, Satu Janji Pramuka Maarif Terwujud dalam Satya Darma Bhakti ini ditutup dan diakhiri dengan pembacaan pemenang sekaligus pembagian hadiah untuk para pemenang dalam perlombaan-perlombaan yang telah dilaksanakan peserta selama perkemahan Sako Maarif cabang ke-2 ini berlangsung.

Pada kesempatan tersebut Ketua Sako Maarif Kabupaten Pringsewu Mustangin mengucapkan selamat atas kemenangan yang telah diraih para peserta. Ia juga memberikan selamat kepada gugus depan Maarif yang menjadi juara umum dalam Perkemahan Sako Maarif edisi ke-2 ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia berharap para anggota pramuka di satuan lembaga pendidikan Maarif dapat berkiprah maksimal untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang sudah diukir selama ini di semua level.

Selain itu, Ketua Sako Maarif Kabupaten Pringsewu juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia Kegiatan perkemahan yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran demi suksesnya kegiatan yang rencananya akan digelar pada tiap tahunnya tersebut.

"Mari bersama-sama kita mempunyai tekat yang bulat untuk meningktkan dan memberikan bekal, bahkan untuk banyak berkiprah di gerakan pramuka di Kabupaten Pringsewu ini," pungkasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu gugus depan tingkat Penggalang yang berhasil menyabet juara, SMK Maarif Banyumas, merasa bangga meraih juara umum dalam perkemahan Sako Maarif cabang ke-2 ini.

"Alhamdulillah, kami sangat senang sekali, ini kali pertama buat kami, dan mudah-mudahan kami bisa mempertahankannya di tahun depan," ungkap Supriono selaku pembina pramuka SMK Maarif Banyumas ditengah-tegah peserta didiknya yang sedang meluapkan kegembiraan.

Dia juga berharap Perkemahan Sako Maarif berikutya lebih meriah lagi dan dapat berjalan dengan lebih baik lagi sehingga para peserta bisa lebih termotivasi dan lebih bersemangat untuk mengikuti kegiatan perkemahan yang digelar Sako Maarif Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 18 Desember 2017

Mendes Eko: Jangan Lupakan Pertanian

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Menteri Desa Pembangunan Daerah Tetinggal dan Transmigraasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan program unggulan desa di bawah kementerian yang dipimpinnya bersinergi dan bertujuan untuk mempercepat pembangunan dan kapasitas ekonomi perdesaan hingga bisa berkontribusi bagi pembangunan secara nasional.

Mendes Eko: Jangan Lupakan Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Eko: Jangan Lupakan Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Eko: Jangan Lupakan Pertanian

“Pertanian tak bisa dipisahkan dari pembangunan desa. Hanya saja kita butuh modernisasi dan fokus pada komoditas unggulan di kawasan perdesaan supaya petani menjadi kuat.” Papar Menteri Eko di Kantornya, Jakarta (17/4).

?

Lebih jauh Eko menjelaskan dengan adanya fokus paska panen diharapkan petani memiliki posisi tawar yang baik, kehadiran negara dalam hal ini BUMN juga diharapkan bukannya mengintervensi model ekonomi yang khas petani malainkan membantu membuat lompatan dan mengisi lubang kosong yang ditinggalkan oleh pertanian di desa selama ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Masalah produktifitas panen dan posisi tawar paska panen jadi kendala selama ini. Embung sebagai salah satu proyeksi program unggulan tahun ini kita harapkan bisa meningkatkan produktifitas akrena petani jadi bisa panen dua sampai tiga kali.” Harap Eko.

Menteri yang datang dengan latar belakang pengusaha sarat pengalaman ini juga mengandaikan skema produk unggulan desa dan holding Badan Usaha Milik (BUM) Desa antar kawasan perdesaan nantinya diharapkan bisa mempersolid kapasitas ekonomi masyarakat desa terutama para petani terkait paska panen.

Terkait Program prioritas berupa program pengembangan Produk Unggulan Desa (Prudes) dan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) untuk mendukung pertanian, nantinya pengembangan produk-produk tersebut dikembangkan dengan berbasis teknologi dan inovasi.

Eko Putro Sandjojo mencontohkan beberapa daerah yang sudah bisa fokus untuk mengembangkan produk unggulannya antara lain di Gorontalo dengan produksi jagungnya atau Dompu yang bisa lepas dari status daerah tertinggal.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Desa yang belum fokus akan kita kasih insentif, kita kasih bibit, pupuk, dan sarana pertanian gratis,” ujarnya.

Menurutnya selain menetapkan produk unggulan, desa juga didorong untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). ? Menurutnya, dana desa melalui BUMDes dapat menjadi stimulus pembangunan di daerah.

?

“BUMDes itu dibikin supaya dana desa suatu saat bukan menjadi sumber utama pembangunan desa. Sumber utamanya yakni desa mempunyai sarana ekonomi sendiri yang bisa membuat desa itu mandiri secara finansial dan membuka lapangan kerja,” ? tambahnya.?

Sementara itu dalam kunjungan kerjanya ke Halmahera Barat (15/4), selain meresmikan pembangunan Embung yang direncakanan akan dibangun sebanyak 100 embung, Mendes PDTT dalam kesempatan yang sama juga mengajak BRI, BNI, BULOG, pengusaha pascapanen, dan para pemangku kepentingan lain untuk turut berperan mendukung usaha masyarakat melalui bidangnya masing-masing.?

Sebab, menurutnya kehadiran para pemangku kepentingan itu merupakan bentuk sinergi untuk mendorong pembangunan desa agar terintegrasi secara vertikal. Dengan demikian, pendapatan masyarakat pun dapat meningkat signifikan.

"Kita perlu membuat klaster. Jika skala produksinya besar, investasi untuk pascapanen bisa masuk di Halmahera Barat ini. Bulog misalnya, mereka bisa membangun sentra pengeringan beras dan penyediaan gudang," harapnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Budaya, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 17 Desember 2017

Peringati Harlah, GP Ansor Temayang Ziarah di Makam Para Pendiri NU

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) Ansor Ke-83, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Temayang Kabupaten Bojonegoro menziarahi pejuang NU yang ada di Jombang, Ahad (7/5).

Ketua GP Ansor Temayang Subeki mengatakan, ziarah diawali dari makam KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Setelah itu mereka bergeser ke makam KH Romli, pendiri Pesantren Darul Ulum dan makam KH Bisri Syansuri.

Peringati Harlah, GP Ansor Temayang Ziarah di Makam Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, GP Ansor Temayang Ziarah di Makam Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, GP Ansor Temayang Ziarah di Makam Para Pendiri NU

"Ziarah napak tilas ini ditutup ziarah ke makam KH Wahab Hasbullah," jelasnya.

Ziarah yang mengusung tema Napak Tilas Perjuangan dan Impian Kiai yang dilakukan kader NU Kecamatan Temayang ini bertujuan untuk menguatkan para penerus muda NU. Selain menjadi silaturahmi pengurus GP Ansor Temayang ziarah ini juga bertujuan untuk menyolidkan kepengurusan ke depan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Serta mengingat perjuangan para pendiri NU. Melalui ziarah ini diharapkan pengurus Ansor semakin berkhidmat pada NU ke depannya," pungkasnya. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Internasional, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

Inilah Wasiat Habib Ali untuk Para Jemaah

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah berkumpul pada acara puncak peringatan haul ke-103 penulis kitab maulid Simtuddurar Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, di Masjid Riyadh Solo.

Dalam kesempatan tersebut para jemaah mendengarkan manaqib Habib Ali yang dibacakan Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi dalam bahasa Arab. Diterangkan tentang sosok Habib Ali yang berasal dari negara Yaman. Salah satu puteranya yang bernama Habib Alwi, berhijrah ke Indonesia untuk berdakwah dan mendirikan Masjid Riyadh di Solo.

Inilah Wasiat Habib Ali untuk Para Jemaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Wasiat Habib Ali untuk Para Jemaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Wasiat Habib Ali untuk Para Jemaah

Habib Alwi memaparkan beberapa wasiat yang pernah dikatakan Habib Ali yang terkumpul dalam berbagai kalamnya. “Kalau mau membaca (kalam Habib Ali) insyallah dapat manfaatnya,” terangnya, Selasa (10/2) itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Salah satu wasiat Habib Ali agar selalu menjaga pesatuan umat. “Habib Ali menganjurkan pertemuan (haul) semacam ini. Niscaya, dapat menciptakan persatuan umat Islam, menjalin ukhuwah, mudah mengingatkan agar bertaqwa,” tutur Habib Alwi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Habib Ali juga mendorong untuk senantiasa membantu usaha pendidikan agama, khususnya pendidikan kepada anak.

“Sungguh kita akan dipertanggungjawabkan atas pendidikan kepada anak-anak kita. Yang pertama menuntut adalah istri dan anak, bahkan pembantu, mereka akan mengajukan kepada pengadilan Allah. Ya Allah, suamiku, ayahku, majikanku ini, tidak mau mendatangkan kami guru agama, maka hukumlah ia,”

Wasiat terakhir yakni untuk menjaga silaturahim antar sanak saudara, anak dan ortu. “Bahwa doa kedua orang tua menembus ke tujuh langit. Barang siapa kedua orang tuanya, hendaknya ia menggunakan kesempatan tersebut, tak ada yang dapat menandingi amalan tersebut,” jelas dia.

Rangkaian acara haul Habib Ali, ditutup dengan pembacaan kitab maulid Simtuddurar pada Rabu (11/2) pagi. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 09 Desember 2017

Kiai Said Imbau Nahdliyin Jaga Keharmonisan Antarumat Beragama

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengimbau kepada seluruh kader NU untuk menjaga keharmonisan hubungan antarumat beragama di tengah keberagaman penduduk karena hal tersebut merupakan sunatullah.

Ia menyampailam hal itu pada pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Jakarta Pusat di Gedung Serba Guna Kantor Walikota Jakarta Pusat pada Jumat siang (19/2).

Kiai Said Imbau Nahdliyin Jaga Keharmonisan Antarumat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Imbau Nahdliyin Jaga Keharmonisan Antarumat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Imbau Nahdliyin Jaga Keharmonisan Antarumat Beragama

Menurut kiai asal Cirebon tersebut, Indonesia dibangun oleh keberagaman masyarakatnya. Keberagaman tersebut telah disepakati pendiri-pendiri republik ini yang di dalamnya ada KH Wahid Hasyim, salah seorang tokoh NU. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan kepada kader NU untuk terus mengamalkan Islam yang rahmatal lil ‘alamin, Islam yang berasaskan ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) atau Islam Nusantara. ?

Warga nahdliyyin, kata dia, harus untuk mengimplementasikan dan mengembangkan Islam Nusantara. Islam Nusantara, bukanlah sebuah mazhab baru yang dituduhkan orang-orang, melainkan islam yang tumbuh di bumi nusantara dengan segala amaliyahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Islam yang toleran, Islam yang menghargai kearifan lokal, Islam yang menjunjung tinggi perdamaian dalam berdakwah. Itulah Islam nusantara,” tegasnya.

Pelantikan MWCNU se-Jakarta Pusat dihadiri warga nahdliyyin, tokoh Hindu, Protestan, Katolik, dan Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede. (Ahmad Muchlishon/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 22 November 2017

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pelajar sebagai generasi penerus memiliki peran yang sangat setrategis dalam meneguhkan Islam Nusantara yang merupakan perjuangan para Ajengan/kiai yang berjuang dengan tulus dan ikhlas untuk rakyat, agama dan bangsa tercinta ini.

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara

Hal itu disampaikan Fikri Nursamsi, Ketua PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Sekretariat PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya Jl Raya timur No 505 Badakpaeh Cipakat Singaparna, Sabtu (20/6).

“Pelajar yang saya maksud adalah Santri, pelajar dan mahasiswa. Ini seringkali menjadi incaran kelompok yang tidak suka dengan Islam Nusantara, karena pentingnya peran pelajar dalam menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara dimasa depan,” terang Fikri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemuda hari ini, lanjutnya, adalah pemimpin dimasa yang akan dating. Di tangan pemudalah suatu umat dan di kaki merekalah kehidupan umat. Dengan ini jelas bahwa pelajar sangat diharapkan kontribusinya di masa yang akan datang yang dalam hal ini salah satunya adalah meneguhkan Islam Nusantara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ini juga merupakan PR bagi kami atas nama PC IPNU untuk bisa mengawal dan meyakinkan rekan-rekan pelajar untuk teguh memperjuangkan dan memahami tentang Islam secara mendalam, supaya tidak salah dalam memaknainya,” jelasnya. 

Dan pesantren, imbuhnya, merupakan salah satu tempat yang sangat penting dalam meneguhkan Islam Nusantara. Sebab itu, dirinya sangat setuju dan mendukung dengan gerakan nasional ayo mondok yang sekarang sedang digalakan.

“Belajar, berjuang dan bertaqwa itulah peran kita sekarang sebagai pelajar untuk menyongsong masa depan, dengan ini kita bisa meneguhkan Islam Nusantara dan bisa memberikan manfaat yang besar bagi agama, bangsa dan Negara,” tandasnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Nahdlatul, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 19 November 2017

IPNU-IPPNU Purworejo Salurkan Bantuan Kitab ke Korban Longsor

Purworejo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Banjir dan tanah longsor yang beberapa hari lalu melanda beberapa titik di Kabupaten Purworejo menggerakkan para kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) untuk turut membantu.

IPNU-IPPNU Purworejo Salurkan Bantuan Kitab ke Korban Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Purworejo Salurkan Bantuan Kitab ke Korban Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Purworejo Salurkan Bantuan Kitab ke Korban Longsor

Mereka yang tergabung dalam Corp Brigade Pembangunan (CBP), badan semiotonom IPNU, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat focus menangani evakuasi. Sementara sebagian anggota IPNU-IPPNU lainnya melakukan pengumpulan dana bantuan dari masyarakat yang kini mencapai lebih dari 25 juta rupiah.

Di tiga hari pertama, hasil penggalagan dana telah disalurkan hingga ke 15 titik lokasi bencana, yakni di Donorati, Caok, Jelok, Sudimoro, Pacekelan, Sibatur, Ngesong, Jenar Wetan, Krandegan, Tangkisan, Gintungan, Berjan, Sucen, Tologrejo dan Sidomulyo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Relawan IPNU-IPPNU juga berkonsentrasi menyisir sungai untuk mendata rumah roboh dan madarasah-madarasah yang kehilangan kitab. "Alhamdulillah hari ini telah berhasil distribusikan bantuan alat-alat ngaji ke dua madasah di Sucen dan Gintungan," ungkap Muhammad Hidayatullah, Ketua Pimpinan Cabang IPNU Purworejo sekaligus koordinator relawan, dalam siaran pers, Sabtu (25/6).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk selanjutnya, lanjut Hidayat, IPNU-IPPNU akan melakukan tindakan pascalongsor dan banjir yang terkonsentrasi ke anak-anak dengan anggaran bantuan sebesar 10 juta rupiah. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Lomba, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Arsitektur Masjid: Hablu Minallah Hablu Minannas

Cilegon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Arsitektur masjid biasanya terdiri dua ruang, bagian dalam dan serambi. Itu artinya, masjid ada dua bidang ajaran utama, yaitu hablu minallah dan hablu minannas.

Menurut Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi arsitektur masjid seperti itu adalah untuk mengabdi kepada Allah dengan dua cara. Di bagian dalam untuk shalat, i’tikaf, dan wirid, sementara serambi untuk melayani umat.

Kemudian, kiai kelahiran Puwokerto tersebut mencontohkan, Nabi Muhammad tidak memiliki kantor tersendiri seperti kantor kabupaten sekarang. “Nabi, kantornya di serambi masjid. Kantor itu selalu terbuka dan selalu bisa dimasuki umat.”

Arsitektur Masjid: Hablu Minallah Hablu Minannas (Sumber Gambar : Nu Online)
Arsitektur Masjid: Hablu Minallah Hablu Minannas (Sumber Gambar : Nu Online)

Arsitektur Masjid: Hablu Minallah Hablu Minannas

Hal itu dikatakannya pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam rangka revitalisasi masjid bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat”, di Pondok Pesantren Darul Ihsan, Pegantungan Jombang, Kota Cilegon, Banten, Sabtu, (20/4).

Di serambi itu, dijadikan tempat pelayanan umat mulai dari pelayanan kesehatan, ekonomi, dan pengetahuan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan, tidak ada bangunan umum yang sebanyak masjid, tapi sayangnya, pemanfaatannya tidak terperhatikan. Banyak masjid yang bagus, tapi pemakmurannya kurang.

Padahal, sambung kiai Masdar, umat Islam diberi tugas untuk dua kemakmuran, yaitu memakmurkan masjid, dan pada saat yang sama untuk memakmurkan bumi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pencanangan memakmurkan masjid ini dalam rangka menyongsong seabad NU. 13 tahun lagi. Mudah-mudahan NU masih hidup dan bahkan lebih berjaya. Berjaya dengan bertolak dari masjid, untuk memakmurkan bumi,” ucapnya.

Rapimda tersebut digelar Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Cilegon bekerja sama dengan PP LTMNU, dan PT Sinde Budi Sentosa.

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Bahtsul Masail, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 14 November 2017

Jokowi Dukung Pengajian Muslimat NU DKI Jakarta

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi mendukung pengajian rutin ? Muslimat NU DKI Jakarta. Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi menyatakan apresiasinya terhadap gerakan sosial-keaagamaan Muslimat NU DKI Jakarta.

Dukungan itu disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta dalam sambutan peringatan maulid Nabi Muhamad SAW di muka masjid Al-Jihad kantor PWNU Jakarta Pusat, Sabtu (9/2) siang.

Jokowi Dukung Pengajian Muslimat NU DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Dukung Pengajian Muslimat NU DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Dukung Pengajian Muslimat NU DKI Jakarta

Demikian dikatakan oleh Sekretaris PW Muslimat NU DKI Jakarta Maghfiroh, Sabtu (9/2) sore. Pengajian Muslimat NU DKI Jakarta rutin diadakan satu kali dalam sebulan di halaman kantor PWNU Jakarta, jalan Talang nomor 3, Jakarta Pusat.

“Pengajian Muslimat NU DKI Jakarta diharapkan turut serta dengan Pemda DKI Jakarta dalam menciptakan pemberdayaan dan ketenteraman masyarakat khususnya di DKI Jakarta,” kata Jokowi yang dikutip oleh Maghfiroh.

Seperti dikutip Maghfiroh, Jokowi menambahkan bahwa Muslimat NU DKI Jakarta selama ini telah menunjukkan kontribusinya dalam pembangunan sosial DKI Jakarta. Muslimat NU Jakarta belakangan melibatkan diri secara konkret dalam penanganan bencana banjir pada sebagian titik di Jakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam sambutannya, Jokowi sempat menjanjikan 3 buah sepeda bagi jamaah Muslimat NU DKI Jakarta yang bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Gubernur, tutup Maghfiroh.

?

Foto: Jokowi ketika bersilaturrahim ke kantor PBNU

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Bahtsul Masail, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 08 November 2017

Fungsi Manusia sebagai Abdullah dan Khalifatullah

Jember,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Manusia wajib menjalankan fungsinya yang mulia, yaitu sebagai abdullah dan khalifatullah. Sebagai abdullah, manusia dituntut beribadah kepada Allah. Sebagai khlaifatullah, manusia dituntut  untuk memperlakukan bumi dan sisinya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban Islam.

Fungsi Manusia sebagai Abdullah dan Khalifatullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Fungsi Manusia sebagai Abdullah dan Khalifatullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Fungsi Manusia sebagai Abdullah dan Khalifatullah

Demikian diungkapkan Wakil Ketua PCNU Jember, KH. Misbahussalam saat memberikan sambutan dalam pelantikan pengurus MWCNU Bangsalsari, Selasa (9/9).

Menurut H. Misbah, sapaan akrabnya, peran manusia sebagai abdulah dan khlafifatullah harus seimbang dan selaras.  "Itulah yang dimaksud dengan tawazun dalam prinsisp-prinsip NU. Dan itulah tujuan kita bergabung dengan NU; menjalankan fungsi kita sebagai abdullah dan khalifatullah," ucapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan tujuan yang kedua, tambahnya, adalah menjalani hidup sesuai dengan tuntunan syariat Islam, sehingga selamat di dunia dan akhirat, berkumpul dengan para ulama di surga-Nya kelak. H. Misbah mengakui, point yang kedua ini terdengar klasik, tapi justru itulah yang sejatinya menjadi tujuan semua  manusia. "Kita  semua ingin sukses di dunia dan selamat di  akhirat," ucapnya.

H. Misbah menambahkan, warga nadhliyyin juga dituntut untuk membela dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dikatakannya, tegaknya NKRI tidak lepas dari usaha dan perjuagan para ulama NU. "Sehingga kita selaku warga NU, wajib menjaga keutuhan NKRI," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara pelantikan itu sendiri digelar di lapangan Curahcabe, Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari, persis di depan Gedung MWCNU Bangsalsari yang baru selesai dibangun.

Hadir dalam acara tersebut Ketua PCNU Jember, KH. Abdullah Syamsul Arifin, anggota Muslimat NU, Fatayat, GP. Anshor dan para pengasuh Pondok Pesantren se-Kecamatan Bangsalsari. Prosesi pelantikan tersebut dipimpin oleh H. Misbah. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Bahtsul Masail, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 03 November 2017

Gusdurian Surabaya Peringati Harlah Bersama Lintas Komunitas

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Memperingati hari lahir yang ketiga, komunitas Gusdurian Surabaya alias Gerdu Suroboyo menggelar acara dialog bersama Inayah Wahid, putri bungsu Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Romo Didik dari Keuskupan Surabaya.

Sedikitnya Seratusan orang dari berbagai lapisan masyarakat Surabaya, PMII, PMKRI, pemuda GKI, mahasiswa, Gusdurian Jombang, Gusdurian Mojokerto,? aktivis LSM, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, memadati , tempat acara di pelataran GKI Residen Sudirman (Ressud), Surabaya, Sabtu (31/5).

Gusdurian Surabaya Peringati Harlah Bersama Lintas Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Surabaya Peringati Harlah Bersama Lintas Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Surabaya Peringati Harlah Bersama Lintas Komunitas

Komunitas para penerus perjuangan Gus Dur ini merayakan hari lahir dengan mengusung tema “Different Choices, One Direction”. Acara ini digelar selama satu hari penuh, dirangkai dengan beberapa kegiatan, antara lain Seminar Kepemudaan, Panggung Musik Tradisional, dan Dialog, Ngopi Yuk! Bersama Inayah Wahid dan Romo didik dengan topik “Pemuda dan Kepemimpinan Nasional”.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kegiatan ini selain memperingati hari lahir Gerdu Surabaya yang jatuh tanggal 17 Mei kemarin, juga sebagai sarana untuk lebih menyadarkan kaum muda Indonesia bahwa jika ingin melakukan perubahan haruslah difokuskan perubahan diri sendiri," terang M. Iqbal Koordinator Gerdu Suroboyo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan merupakan usaha untuk memberikan pencerahan politik bagi pemuda-pemuda Indonesia khususnya Surabaya, agar tidak terjebak dalam kepentingan sesaat di tengah situai politik yang ada saat ini.

Sementara, Inayah Wahid berpesan, “Pemuda harus mulai bersikap dan kritis, jangan menunggu menjadi pejabat dulu baru melakukan sesuatu. Teladanilah Gus Dur, sekalipun tidak jadi presiden-pun Gus Dur selalu bersikap dan melakukan perubahan,” terangnya. (Red: Mahbib Khoiron)

Gusdurian Surabaya Peringati Harlah Bersama Lintas Komunitas

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Memperingati hari lahir yang ketiga, komunitas Gusdurian Surabaya alias Gerdu Suroboyo menggelar acara dialog bersama Inayah Wahid, putri bungsu Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Romo Didik dari Keuskupan Surabaya.

Sedikitnya Seratusan orang dari berbagai lapisan masyarakat Surabaya, PMII, PMKRI, pemuda GKI, mahasiswa, Gusdurian Jombang, Gusdurian Mojokerto, ? aktivis LSM, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, memadati , tempat acara di pelataran GKI Residen Sudirman (Ressud), Surabaya, Sabtu (31/5).

Komunitas para penerus perjuangan Gus Dur ini merayakan hari lahir dengan mengusung tema “Different Choices, One Direction”. Acara ini digelar selama satu hari penuh, dirangkai dengan beberapa kegiatan, antara lain Seminar Kepemudaan, Panggung Musik Tradisional, dan Dialog, Ngopi Yuk! Bersama Inayah Wahid dan Romo didik dengan topik “Pemuda dan Kepemimpinan Nasional”.

"Kegiatan ini selain memperingati hari lahir Gerdu Surabaya yang jatuh tanggal 17 Mei kemarin, juga sebagai sarana untuk lebih menyadarkan kaum muda Indonesia bahwa jika ingin melakukan perubahan haruslah difokuskan perubahan diri sendiri," terang M. Iqbal Koordinator Gerdu Suroboyo.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan merupakan usaha untuk memberikan pencerahan politik bagi pemuda-pemuda Indonesia khususnya Surabaya, agar tidak terjebak dalam kepentingan sesaat di tengah situai politik yang ada saat ini.

Sementara, Inayah Wahid berpesan, “Pemuda harus mulai bersikap dan kritis, jangan menunggu menjadi pejabat dulu baru melakukan sesuatu. Teladanilah Gus Dur, sekalipun tidak jadi presiden-pun Gus Dur selalu bersikap dan melakukan perubahan,” terangnya. (Red: Mahbib Khoiron)

?

?

?

?

?



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Bahtsul Masail, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 25 Oktober 2017

Pelajar NU Libatkan Anak Yatim Rayakan Hari Santri

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo merayakan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional (HSN) Yayasan Hidayatul Islam Desa Clarak Kecamatan Leces, Sabtu (29/10). Dalam kesempatan ini para pelajar NU mengajak anak yatim di yayasan itu untuk ikut bersama-sama merayakan momentum Hari Sumpah Pemuda dan HSN.

Kegiatan ini dihadiri Ketua IPNU Probolinggo Babussalam, Ketua IPPNU Probolinggo Nur Hakimah Ismawati, Ketua MWCNU Leces Kiai A Sufyan, Forkopimka Leces, Ranting NU Clarak, dan Ketua Yayasan Hidayatul Islam Kiai Syamsul Arifin.

Pelajar NU Libatkan Anak Yatim Rayakan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Libatkan Anak Yatim Rayakan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Libatkan Anak Yatim Rayakan Hari Santri

Ketua IPNU Leces Ali Yusro mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengobarkan semangat Hari Sumpah Pemuda dan HSN di kalangan santri, terutama para anak yatim yang ada di yayasan.

"Harapannya tercipta kader yang mempunyai rasa tanggung jawab yang besar terhadap pemuda dan pelajar hari ini dan sepuluh tahun yang akan datang," harapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Babussalam menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, ini merupakan salah satu syiar untuk menyebarkan informasi tentang hari pengakuan terhadap keberadaan santri.

"Karena keberadaan santri tidak bisa dilepaskan dari berdirinya negara ini. Jadi sudah sepatutnya seluruh santri dan pemuda mengetahuinya. Harapannya meningkatkan kecintaan terhadap keberadaan pesantren sebagai cikal bakal lahirnya santri," katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 21 Oktober 2017

Dandangan: Tradisi Menyambut Bulan Ramadan di Kudus

Setiap kali menjelang bulan Ramadan tiba, umat Islam di kabupaten Kudus, Jawa Tengah dan sekitarnya menyambutnya dengan suka cita. Momentum kehadiran bulan Ramadan menjadi sesuatu yang istimewa, sebab terdapat tradisi Dandangan sebagai penanda masuknya bulan Ramadan. Tradisi ini sudah turun temurun atas warisan dari Sayyid Ja’far Sodiq atau yang sering dikenal dengan sebutan Sunan Kudus.

Tradisi Dandangan sudah berlangsung ratusan tahun. Dahulu, tradisi ini bermula pada saat masyarakat mendatangi masjid Menara Kudus untuk mendengarkan pengumuman dari sesepuh masjid mengenai kapan dimulainya hari pertama puasa Ramadan. Pengumuman diawali dengan permulaan menabuh beduk yang diterpasang Menara, lalu beduk tersebut kedengarannya menimbulkan suara “dhang…dhang..dhang”. Bunyi beduk itulah yang memunculkan kata dhandhang, sehingga kebiasaan tersebut dikenal dengan tradisi Dandangan.

Zaman terus berkembang, kini tradisi Dandangan tidak hanya sebatas menunggu beduk Menara Kudus ditabuhkan menjelang bulan Ramadan. Namun sudah menjelma menjadi tradisi atau dengan istilah lain yakni event yang tidak hanya dimiliki oleh masyarakat muslim saja, tetapi masyarakat non-muslim juga menyambutnya dengan suka cita.

Membawa Berkah

Dandangan: Tradisi Menyambut Bulan Ramadan di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Dandangan: Tradisi Menyambut Bulan Ramadan di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Dandangan: Tradisi Menyambut Bulan Ramadan di Kudus

Jika dahulunya masyarakat hadir ke Masjid Menara pada akhir Sya’ban menjelang awal Ramadan untuk menantikan pengumuman awal puasa. Kini, tradisi Dandangan bermetamorfosis menjadi tradisi yang besar dan meriah. Termasuk kemeriahannya membawa berkah kepada masyarakat luas. Selama tiga pekan menjelang ramadan, jalanan di sekitar kompleks masjid Menara dan makan Sunan Kudus, tumpah dibanjiri oleh para pedagang yang menjajakan segala macam barang dagangan, mulai dari makanan, pakaian, mainan anak-anak, aksesori, hingga kebutuhan sehari-hari.

Selain menjajakan dagangannya kepada para pengunjung yang hendak berziarah ke makam Sunan Kudus, tetapi juga masyarakat yang hanya sebatas ingin menikmati kemegahan bangunan Menara. Menara masjid pertama di pulau Jawa ini dibangun oleh Sunan Kudus begitu megah dan menarik karena bangunannya mirip dengan Pura tempat beribadah orang Hindu. Bukan tanpa maksud Sunan Kudus membangun seperti itu, sebab beliau berdakwah di daerah Kudus yang pada saat itu mayoritas masih beragaman Hindu. Strategi Sunan Kudus melakukan pendekatan akulturasi budaya, seperti Menara tersebut yang bercirikan Islam dan Hindu. Tidak heran jika Menara Kudus mendapat predikat sebagai simbol toleransi.

Momentum Kerukunan Masyarakat

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Semaraknya tradisi Dandangan tidak hanya disambut hangat oleh masyarakat muslim, tetapi termasuk juga masyarakat non-muslim. Tidak sedikit dari masyarakat non-muslim yang ikut menjajakan dagangannya atau hanya sebatas datang untuk melihat Menara Kudus dari dekat.

Bebarapa tahun terakhir, Pemda kabupaten Kudus rutin mengadakan kirab budaya sebagai penanda resmi dibukanya tradisi Dandangan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kirab tersebut ditampilkan kesenian, kebudayaan dan hasil Bumi dari masyarakat Kudus. Tidak heran jika tradisi Dandangan sudah hajat Pemda Kudus, karena momentum yang tepat untuk menyatukan masyarakat Kudus tanpa membeda-bedakan agama.

Tradisi Dandangan akan terus berjalan apabila masyarakat berkenan untuk terus melestarikannya. Tidak hanya sebatas melestarikan, tetapi juga harus memahami subtansi dari tradisi tersebit. Karena inti dari tradisi Dandangan, bagi masyarakat muslim adalah menyongsong sekaligus mengingatkan untuk mempersiapkan diri, baik lahir maupun batin dalam melaksanakan peribadatan di bulan suci Ramadan.

Muhammad Zidni Nafi’, jurnalis Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung, asal Kudus

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah, Syariah, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 20 Oktober 2017

Hukum Menyampaikan Hadits Dhaif, Tanpa Menjelaskan Statusnya

Muhadditsin membagi hadits ke dalam tiga kategori: shahih, hasan, dan dhaif. Kategori ini dibagi berdasarkan kualitas hadits dengan ukuran kualitas perawi dan ketersambungan sanadnya. Kualitas hadits yang paling tinggi adalah shahih, kemudian hasan, dan terakhir dhaif. Menurut sebagian ulama, hadits dhaif ialah hadits yang tidak memenuhi persyaratan hadits shahih dan hasan.

Hadits dhaif tidak sama dengan hadits maudhu’, atau palsu. Hadits dhaif memang dinisbahkan kepada Rasulullah, tetapi perawi haditsnya tidak kuat hafalan ataupun  kredibilitasnya, atau ada silsilah sanad yang terputus. Sementara hadits maudhu’ ialah informasi yang mengatasnamakan Rasulullah SAW, tetapi sebenarnya bukan perkataan Rasulullah SAW.

Hukum Menyampaikan Hadits Dhaif, Tanpa Menjelaskan Statusnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menyampaikan Hadits Dhaif, Tanpa Menjelaskan Statusnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menyampaikan Hadits Dhaif, Tanpa Menjelaskan Statusnya

Ulama sepakat bahwa mengamalkan hadits dhaif dibolehkan, selama tidak berkaitan dengan hukum halal dan haram, akidah, dan hanya sebatas fadha’il amal. Dengan demikian, menyampaikan hadits dhaif, seperti mengutip hadits dhaif dalam buku atau menyampaikannya dalam pengajian dan majelis taklim dibolehkan.

Hasan Muhammad Al-Masyath dalam Al-Taqriratus Saniyyah fi Syarahil Mandzumah Al-Bayquniyyah menjelaskan:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Artinya, “Sebagian ulama membolehkan periwayatan hadits dhaif tanpa menjelaskan kedhaifannya dengan beberapa syarat: hadits tersebut berisi kisah, nashat-nasihat, atau keutamaan amalan, dan tidak berkaitan dengan sifat Allah, akidah, halal-haram, hukum syariat, bukan hadits maudhu’, dan tidak terlalu dhaif.”

Merujuk pada pendapat ini, para dai dibolehkan untuk menyampaikan hadits yang berkaitan dengan kisah-kisah dan motivasi dalam ceramahnya meskipun tidak menjelaskan kualitas hadits yang disampaikan kepada jamaahnya. Hal ini dibolehkan dengan catatan hadits yang disampaikan tidak berkaitan dengan akidah, persoalan halal dan haram, bukan hadits palsu, dan haditsnya tidak terlalu dhaif. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Sunnah, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah