Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Ribuan Warga Jatim Ziarahi Makam KH Ali Masud

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan peziarah dari berbagai kota di Jawa Timur baik dari Sidoarjo, Madura, Nganjuk maupun dari daerah luar Sidoarjo saling berdatangan silih berganti memenuhi makam KH Ali Masud atau yang biasa dikenal Mbah Ud di Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (12/11) malam.

Warga Sidoarjo dan sekitarnya meyakini Mbah Ud sebagai salah satu ulama kharismatik, bahkan waliyullah, yang berjasa dalam pengembangan dakwah Islam di daerah setempat. Mbah Ud juga masih memiliki garis keturunan sampai ke Rasulullah.

Ribuan Warga Jatim Ziarahi Makam KH Ali Masud (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Jatim Ziarahi Makam KH Ali Masud (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Jatim Ziarahi Makam KH Ali Masud

Siti Zakiyah Zamani, salah satu peziarah asal Desa Kalidawir RT 7 RW 2, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo menuturkan, dia bersama suaminya kerap berziarah ke makam Mbah Ud untuk bermunajat kepada Allah SWT. Bahkan, dia juga ikhlas berziarah meski harus membawa anaknya yang masih balita berusia sekitar 5,5 bulan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di makam, Zakiyah bersama suaminya membacakan surat Yasin, shalawat nariyah, tahlil dan amalaliyah lainnya untuk mengharap ridho dari Allah SWT. "Kami ke sini untuk mencari barokah agar hidup atau rumah tangga menjadi tentram, sehingga ketika menghadapi problem rumah tangga tetap diberikan Allah kesabaran," tutur Zakiyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Zakiyah mengaku bahwa setiap hari Kamis malam Jumat terutama malam Jumat legi, dirinya bersama suami dan anaknya tidak pernah lepas berziarah ke makam Waliyullah ini. Bahkan, semenjak dirinya mengandung hingga lahir putra pertamanya itu tidak pernah lepas berziarah ke makam para waliyullah.

"Kami tidak hanya sekadar berziarah, melainkan bisa bersilaturahmi sesama sahabat, keluarga dan kerabat yang kebetulan juga berziarah ke makam Mbah Ud untuk menjalin tali ukhuwah Islamiyah. Semoga anak saya ini dijadikan Allah menjadi anak sholeh, dijauhkan dari perbuatan maksiat," doanya penuh harap.

Lebih jauh Zakiyah menjelaskan, nenek suami Zakiyah merupakan teman Mbah Ud. Pada masa hidupnya, mbah Us sering silaturahmi di desa Ketapang, Tanggulangin Sidoarjo.

Sementara itu Ika Hariyati asal Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk mengatakan, dirinya sengaja datang ke makam Mbah Ud untuk berziarah memohon barokah para wali dan mengharap Ridho dari Allah. Menurutnya, makam Waliyullah di Sidoarjo yang dekat dengan akses jalan raya yaitu di makam Mbah Ud Pagerwojo Buduran Sidoarjo.

"Melalui barokah doa yang saya panjatkan di sini, semoga saya dijadikan Allah manusia baik, mampu meniru tauladan Rasulullah dan para wali, dipertemukan jodoh yang baik, sholeh dan punya kepribadian seperti akhlaknya Rasulullah," harap Ika. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 01 Februari 2018

PCINU Belanda: Pembubaran Ormas Anti-Pancasila Harus Sesuai Konstitusi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda melihat keberadaan organisasi masyarakat (ormas) radikal yang sering melakukan kekerasaan dan anti-Pancasila telah menjadi perhatian publik. Kritik banyak ditujukan kepada? pemerintah dan penegak hukum yang lamban dan tidak tegas untuk membubarkan ormas radikal dan anti-Pancasila, meski? perangkat hukum yang ada selama ini dinilai cukup memadai.

Berdasarkan kajian bidang hukum PCINU Belanda, permasalahan ini telah berlangsung sejak Reformasi bergulir karena adanya keterbukaan dan kebebasan untuk membentuk organisasi, namun tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ormas terus dibiarkan oleh pemerintah terdahulu sehingga membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

PCINU Belanda: Pembubaran Ormas Anti-Pancasila Harus Sesuai Konstitusi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Belanda: Pembubaran Ormas Anti-Pancasila Harus Sesuai Konstitusi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Belanda: Pembubaran Ormas Anti-Pancasila Harus Sesuai Konstitusi

Namun pemerintah memandang ada hambatan regulasi untuk menindak ormas radikal yang Anti-Pancasila. Melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan, Pemerintah berusaha menjawab beberapa hal yang dianggap kurang tegas dalam prosedur pembubaran ormas.

Permasalahan krusial dari Perppu ini diantaranya perluasan spektrum pengertian ormas anti-Pancasila, penghapusan prosedur pembubaran ormas melalui peradilan, dan menambahkan ancaman pemidanaan bagi ormas dan anggota ormas, seperti rilis PCINU Belanda kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan memperluas spektrum pengertian ormas anti-Pancasila, Perppu ini memberikan penguatan legitimasi kepada pemerintah untuk melakukan pembubaran ormas yang tidak sejalan dengan ideologi negara. Namun sangat disayangkan penghilangan 17 (tujuh belas) pasal tentang prosedur pembubaran melalui proses peradilan menjadikan hak konstitusional warga negara untuk melakukan pengawasan terhadap potensi tindakan sewenang-wenang pemerintah menjadi hilang. Ini berimplikasi pada kemungkinan terlanggarnya hak berserikat dan berkumpul sebagai hak konstitusional.

Yang lebih mengkhawatirkan, kriminalisasi Ormas dengan mencantumkan pasal-pasal pemidanaan pada Perppu yang cenderung abstrak dan multitafsir berpotensi menyasar ormas apapun yang dinilai rezim penguasa bertentangan dengan? Pancasila. Selain itu perumusan unsur pertanggungjawaban pidana yang? abstrak menjadikan siapapun pengurus ormas dapat dipidana karena pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anggota suatu ormas tanpa sepengetahuan pengurusnya. Perumusan pemidanaan dalam Perppu dengan mengaburkan tindakan perorangan (oknum) dan tindakan ormas sebagai lembaga dapat melanggar hak kebebasan untuk berpendapat dan berekspresi yang dijamin oleh UU Hak Asasi Manusia dan UUD 1945.

Menyadari beberapa fakta di atas PCINU Belanda berpandangan bahwa Peppu ini secara konstitusional sangat rentan untuk dibatalkan karena bertentangan dengan UUD 1945. PCINU Belanda berpendapat bahwa sejatinya Pemerintah tetap dapat menindak ormas radikal yang melakukan kekerasan dan bertentangan Pancasila melalui perangkat hukum yang telah ada baik melalui prosedur administratif maupun pidana.

Bahkan yang harus jadi perhatian serius dari pemerintah adalah menjamin bahwa aparat penegak hukum serta aparatur negara baik sipil maupun militer bersikap tegas dan tidak akomodatif terhadap kehadiran ormas yang mengganggu ketertiban umum, kata pengurus harian PCINU Belanda yang berkantor di Heeswijkplein 170, 2531 HK Den Haag, Belanda.

Rilis ini ditandatangani oleh Ketua PCINU Belanda Ibnu Fikri dan Sekretaris PCINU Belanda Fahrizal Yusuf Affandi. (Red Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Kiai, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Pelajar NU Ranting Singotrunan Bertanya tentang Kelola Organisasi

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Perwakilan pengurus Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Singotrunan melakukan kunjungan ke kepengurusan Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kecamatan Banyuwangi. Ketua PAC IPNU M. Sholeh Kurniawan dan Ketua PAC IPPNU Fitriyah Kecamatan Banyuwangi langsung menyambut kedatangan mereka di kantor PCNU Banyuwangi, Jumat (23/12) siang.

Ketua PR IPNU Singotrunan Ricky Fikryansyah mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk menyampaikan beberapa kesulitan saat menjalankan roda organisasi.

Pelajar NU Ranting Singotrunan Bertanya tentang Kelola Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Ranting Singotrunan Bertanya tentang Kelola Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Ranting Singotrunan Bertanya tentang Kelola Organisasi

"Kita di sini masih baru masuk dan aktif di IPNU IPPNU. Kami perwakilan pengurus yang hadir meminta contoh-contoh kegiatannya seperti apa, dan segmentasi kegiatannya untuk siapa," ungkap pelajar yang saat ini menempuh pendidikan di MAN 1 Banyuwangi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia juga menyampaikan bagaimana tata kelola organisasi secara ideal. Karena dia berpikir sama saja jika melakukan berbagai kegiatan, ternyata tidak sesuai dengan aturan yang ada.

M. Sholeh Kurniawan menyampaikan beberapa jalan keluar dari segala permasalahan yang diangkat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sebenarnya kegiatan kita tidak terlalu sulit. Karena segmentasi kita hanya di bidang keterpelajaran dan kaderisasi. Karena IPNU-IPPNU sendiri memprioritaskan mesin kaderisasi dan kegiatan keterpelajaran yang positif. Pendeknya kita lebih memaksimalkan di bidang pelajar, bukan yang lain," tegas Sholeh, melalui siaran pers Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sabtu (24/12).

Sholeh mengimbau kepada puluhan kader yang berkunjung untuk turut membantu di kegiatan Pimpinan Anak Cabang, bukan hanya sibuk di kepengurusan ranting saja.

Ia juga mengajak untuk membantu kepanitiaan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) di daerah Pakis di tanggal 29 Desember 2016 mendatang kepada mereka yang hadir. (Red: Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 16 Januari 2018

LAZISNU Pringsewu Salurkan Sedekah Wapres RI

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pringsewu Khairudin mengatakan, LAZISNU berpartisipasi dalam penyaluran paket sembako yang merupakan sedekah dari Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

LAZISNU Pringsewu Salurkan Sedekah Wapres RI (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pringsewu Salurkan Sedekah Wapres RI (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pringsewu Salurkan Sedekah Wapres RI

"Paket tersebut sudah diserahterimakan dari LAZISNU Lampung ke kami Kamis (30/6) di kantor PWNU 3 Jalan Soekarno-Hatta, By Pass, Bandar Lampung," katanya.

Ia menambahkan, ada 1000 paket sembako dari Wakil Presiden tersebut yang disalurkan di Provinsi Lampung. Paket yang terdiri atas berbagai macam kebutuhan di antaranya beras, gula, susu, minyak, sarung akan diberikan kepada para mustahik penerima wajib zakat yang ada di seluruh kabupaten kota di Lampung.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut Heru mengatakan, akan segera mendistribusikan paket tersebut kepada mustahik di Kabupaten Pringsewu. Bantuan tersebut, ia berharap dapat memberi kemanfaatan bagi para penerima khususnya di Kabupaten Pringsewu.

"Kami sudah mendata para mustahik yang akan menerima. Sementara ini masih fokus di Kecamatan Pringsewu dulu," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, bantuan seperti ini patut dicontoh oleh Warga NU yang memiliki kelebihan harta di Kabupaten Pringsewu. Pihaknya siap untuk membantu menerima dan menyalurkan Zakat Infaq Shadaqah kepada para mustahik agar tepat sasaran.

Bagi yang ingin berbagi, lanjutnya, ada tiga mekanisme penyaluran ZIS ke LAZISNU Kabupaten Pringsewu. Pertama dengan menyetorkan langsung ke Kantor LAZISNU Kabupaten Pringsewu yang berada di lantai 3 Gedung PCNU Kabupaten Pringsewu.

Yang kedua adalah melalui rekening LAZISNU Kabupaten Pringsewu pada BRI Cabang Pringsewu dengan nomor 035801016988536 untuk zakat dan di nomor 035801016989532 untuk infaq dan shadaqah.

"Mekanisme yang ketiga dengan menggunakan fasilitas layanan Jemput ZIS dengan menelpon atau SMS di nomor 081369718849," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 04 Januari 2018

PKD dan Diklatsar Tambah 100 Kader Baru Banser untuk GP Ansor Pasaman Barat

Pasaman Barat, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sebanyak 100 orang anggota GP Ansor Pasaman Barat yang dinyatakan lulus mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menyatakan siap berjuang membela keutuhan NKRI dan menebarkan Islam rahmatan lilalamin di Kabupaten Pasaman Barat.

Ansor yang berpahamkan Islam Ahlussunnah Waljamaah diminta tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab yang menebarkan kebencian di tengah masyarakat. Apalagi pihak yang selalu mengatasnamakan agama dalam melakukan tindakan kekerasan.

PKD dan Diklatsar Tambah 100 Kader Baru Banser untuk GP Ansor Pasaman Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
PKD dan Diklatsar Tambah 100 Kader Baru Banser untuk GP Ansor Pasaman Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

PKD dan Diklatsar Tambah 100 Kader Baru Banser untuk GP Ansor Pasaman Barat

Pernyataan tersebut disampaikan peserta PKD Ansor dan Diklatsar pada penutupan, Ahad (26/11) dini hari bertempat di Kampung Duo Mahakarya Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penutupan dihadiri Ketua GP Ansor Kabupaten Pasaman Barat Djafrinal Effendi dan tokoh masyarakat setempat. Tampil sebagai narasumber Sekretaris GP Ansor Sumbar Arianto, Satkorwil Banser Sumbar Hafnizon. Kegiatan yang berlangsung sejak Jumat (24/11) diikuti 100 orang peserta.

Wakil Ketua GP Ansor Sumbar Nafriandi Tuanku Mursyidul Ummah yang menutup PKD Ansor dan Diklatsar Banser menegaskan, kader Ansor harus menjadi penjaga dan pengawal paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat. "Harus diakui, belakangan ini makin banyak pihak yang menyerang dan merongrong Islam Ahlussunnah wal Jamaah," kata Nafriandi alumni Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan Kabupaten Padang Pariaman ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mengatakan, kader Ansor harus terus memperkuat kerukunan kehidupan beragama di tengah menguatnya politik identitas di Sumatera Barat. GP Ansor diminta tetap konsisten menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Menurut Nafriandi, marak dan makin gencarnya upaya yang dilakukan oleh kelompok radikal belakangan ini, maka kader Ansor jangan mudah terpancing untuk melakukan aksi balasan. Terutama membaca informasi yang beredar di media sosial yang seolah-olah menyudutkan Ansor maupun pihak tertentu.

Sudah cukup banyak bukti yang beredar di media sosial (facebook, WA, dan lain-lain), kata Nafriandi, yang menyudutkan Ansor. Ansor yang dituding melakukan pembubaran sebuah pengajian. Padahal, pengajian yang dimaksud membicarakan bukan untuk meningkatkan keimanan, melainkan bagaimana NKRI dirongrong dengan ideologi yang lain.

"Bagi Ansor, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI  dan UUD 1945 sudah final di Indonesia. NU yang pada tahun 1936 di Banjarmasin sudah mengeluarkan sikap bahwa jika Indonesia merdeka, maka bentuk negara adalah negara kebangsaan, bukan negara syariah (Islam). Artinya, jauh sebelum Indonesia merdeka, NU sudah memperbincangkan bentuk negara Indonesia," kata Nafriandi, alumni sekolah pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Ketua GP Ansor Kabupaten Pasaman Barat Djafrinal Effendi menyebutkan, ini merupakan PKD ke-4 dan Diklatsar ke-3 yang dilaksanakan di Pasaman Barat. "Dari PKD dan Diklatsar tersebut, sudah ada sekitar 800 kader Ansor di Pasaman Barat. Insyaallah kita akan terus mengajak generasi muda bergabung dengan Ansor," kata Djafrinal, mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumbar ini. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 03 Januari 2018

Gus Mus: Pemimpin Mesti Mencintai dan Dicintai Rakyat

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Wakil Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri membeberkan keriteria pemimpin yang sangat dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini. Menurut pengasuh Pesantren Raudlotul Tholibien ini, pemimpin yang dibutuhkan adalah mereka yang bisa dicintai dan mengayomi rakyatnmya.

Kiai yang akrab dipanggil Gus Mus itu menjelaskan, pemimpin harus mencintai dan dicintai masyarakatnya. Ia tidak menyebut kandidat atau calon pemimpin tertentu. Yang jelas pemimpin itu harus amanah, dapat dipercaya dan kuat.

Gus Mus: Pemimpin Mesti Mencintai dan Dicintai Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Pemimpin Mesti Mencintai dan Dicintai Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Pemimpin Mesti Mencintai dan Dicintai Rakyat

Hal tersebut dikatakan kepada sejumlah awak media di sela sela menerima kedatangan Anies Baswedan di kediamanya di Jalan Bisri Musthofa Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Selasa (24/12).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Mus menambahkan, pemimpin yang cinta terhadap rakyat pastilah mau melakukan apa saja untuk yang mereka cintai (rakyatnya). Dan kecintaan rakyat terhadap pemimpinya merupakan dukungan yang mampu membuat seorang pemimpin kuat dalam menghadapi segala hal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terlepas dari keriteria seorang pemimpin yang seperti itu, Gus Mus menyebut Anies Baswedan mewakili generasi muda. Dirinya mengaku mendukung peremajaan pemimpin di Indonesia. Gus Mus sangat setuju jika ada orang muda yang maju untuk sesuatu yang baik. Para pemuda dinilai bisa memberi angin segar bagi dalam roda pemerintahan, pasalnya energi yang dimiliki masih belum tercemar.

Tetapi, menurut ulama yang juga sastrawan itu, ada yang sedikit payah belakangan ini. Mereka yang sudah duduk di pemerintahan seringkali ingin bertahan lama menduduki kursi jabatannya meski usia dan tenaga sudah renta.

Gus Mus juga menyebut warga negara Indonesia termasuk warga yang paling baik. Mayoritas dari mereka masih mau membayar pajak, menaati peraturan, dan datang mencoblos dalam setiap musim pemilu. Seorang pemimpin menjadi wajib, dengan membalas kebaikan rakyatnya dengan sebaik baiknya.

Dalam kesepatan itu, Gus Mus juga mengajak kepada seluruh elemen bangsa agar menanamkan pola hidup sederhana. Sebab, jelasnya, kecintaan terhadap materi secara berlebihan bisa membuat seseorang nekat melakukan kejahatan, termasuk perampokan uang rakyatnya. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 26 Desember 2017

Kemendes Bangun Infrastruktur di Kawasan Perdesaan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk memutus penghambat kemajuan desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) membangun infrastruktur dasar di kawasan perdesaan. Tidak hanya itu, pembangunan prasarana penunjang juga dilakukan seperti halnya transportasi, komunikasi, pertanian, pendidikan dan kesehatan.

Kemendes Bangun Infrastruktur di Kawasan Perdesaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendes Bangun Infrastruktur di Kawasan Perdesaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendes Bangun Infrastruktur di Kawasan Perdesaan

"Salah satu penghambat terbesar kemajuan desa dan kawasan perdesaan adalah rendahnya ketersedian infrastruktur dasar. Selain fokus di desa, pembangunan yang menghubungkan antar desa juga perlu dilakukan agar desa-desa ini bisa saling berinteraksi," ujar Menteri Desa PDTT, Marwan Jafar.

Menteri Marwan mengatakan, anggaran terbesar kawasan perdesaan tahun 2015 digunakan untuk penyediaan akses transportasi kawasan, berupa pembangunan jalan dan dermaga di 13 kabupaten, kemudian pembangunan jalan antardesa dan dermaga antarpulau di 10 kabupaten. ? Seperti halnya pembangunan dermaga antar pulau di Kabupaten Gorontalo Utara, senilai Rp20,4 Miliar.

"Pembangunan dermaga dengan kategori under develop lain dilakukan di Almahera Selatan, Button, Toli-Toli dan Almahera Tengah. Pembangunan ini lebih kepada potensi ekonomi. Bicara kawasan, dermaga ini menjadi akses antardaratan," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu lanjut Menteri Marwan, juga telah dilaksanakan penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk desa-desa tertinggal di 41 kabupaten. Di mana, dalam satu unit PLTS dapat memasok kebutuhan listrik sebanyak 300 rumah tangga.

"Selain itu, juga kita berikan penyediaan peralatan jaringan radio komunikasi antar penduduk, pesawat televise, dan parabola desa tertinggal di 16 kabupaten," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, pembangunan kawasan perdesaan di Tahun 2016 dimanfaatkan untuk melanjutkan beberapa program kegiatan pada tahun sebelumnya, dengan sasaran sebanyak 168 kabupaten.

"Kita akan membangun penyediaan listrik di 57 kabupaten, dan penyediaan sarana air bersih bagi 12 kabupaten. Selebihnya, berupa jalan, penyediaan jaringan informasi desa, dan alat pendukung pendidikan," ujarnya.

Menteri Marwan mengatakan, program–program kawasan perdesaan di tahun 2016 fokus pada program prioritas. Pertama pengembangan sarana dan pra sarana kawasan perdesaan; kedua pembangunan ekonomi kawasan perdesaan melalui pasar kawasan perdesaan, Usaha Bersama Komunitas (UBK); dan Badan Usaha Usaha antar Desa (BUMADes); ketiga pengembangan sumber daya alam kawasan perdesaan; keempat penyelenggaraan perencanaan pembangunan kawasan perdesaan; kelima peningkatan kerjasama dan pengembangan kapasitas. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

Hanya Kentut yang Batalkan Wudhu

Ada empat macam angin yang keluar dari tubuh manusia. Pertama, kentut, angin yang keluar dari jalan belakang (dubur/anus). Kedua, angin yang keluar dari jalan depan (qubul) biasanya berbarengan dengan kencing. Ketiga sendawa, yaitu angin yang berhasil keluar dari mulut karena lepas dari tahanan bawah perut. Dan keempat bersin, yaitu angin ditahan di bagian otak lalu keluar melalui rongga hidung.

Dari keempat macam angin yang keluar dari badan manusia, hanya satu yang dianggap membatalkan wudhu yaitu kentut. Angin kentut yang keluar melalui ruang kotoran dalam perut manusia ini yang menghasilkan bau tidak sedap. Berbeda dengan angin yang keluar dari jalan depan (qubul) meskipun seringkali angin ini berbarengan dengan kencing tetapi angin ini tidak mengandung bau yang menyengat. Bahkan seringkali angin ini keluar begitu saja tanpa seperasaan orangnya.

Adapun angin sendawa yang mengalir melalui jalur lebih bersih terutama tenggorokan tidak terlalu mengandung bau yang menyengat. Begitu juga dengan angin bersin yang hanya bersikulasi dalam ruang yang bersih antara otak dan rongga hidung. Demikianlah syariah hanya menganggap kentut yang membatalkan wudhu, padahal selain angin kentut masih ada tiga angin lagi yang keluar dari badan manusia. Sungguh Maha Suci Allah atas peraturan yang ditetapkan-Nya. Andaikan semua angin yang keluar dari badan membatalkan wudhu pastilah manusia akan terus disibukkan dengan wudhu itu sendiri. Itulah keterangan dalam? Hikmatut Tasyri’ wa Falsafatihi karangan Ahmad al-Jurjawi al-Hambali (Red. Ulil H)

Hanya Kentut yang Batalkan Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Hanya Kentut yang Batalkan Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Hanya Kentut yang Batalkan Wudhu

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Tegal, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 21 Desember 2017

Gusdurian dan GP Ansor Ajak Santri Way Kanan Jadi Pahlawan Lingkungan

Way Kanan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Gusdurian Lampung? dan GP Ansor Pakuan Ratu serta Negara Batin Kabupaten Way Kanan menyelenggarakan bakti sosial pengobatan alternatif dan pengolahan sampah plastik? untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November 2016.

"Lingkungan hidup adalah masa depan bersama. Banyak yang masih tidak peduli dengan hal tersebut. Itu yang menjadi dasar kami memperingati Hari Pahlawan dengan harakah (gerakan) tersebut," ujar Ketua GP Ansor Pakuan Ratu Bakti Ghozali di Blambangan Umpu, Rabu (9/11).

Gusdurian dan GP Ansor Ajak Santri Way Kanan Jadi Pahlawan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian dan GP Ansor Ajak Santri Way Kanan Jadi Pahlawan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian dan GP Ansor Ajak Santri Way Kanan Jadi Pahlawan Lingkungan

Didampingi Ketua GP Ansor Negara Batin Hozin Munir, Bakti menjelaskan, pelaksanaan kegiatan akan berlangsung di Pesantren Al-Falakhussdah asuhan Kiai Zainal Maarif di Kampung Tanjung Kecamatan Pakuan Ratu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tema kegiatan ini ialah "Berdamai Dengan Lingkungan Hidup. Berdamai Dengan Masa Depan yang Hidup". Para santri akan diajak untuk mengolah sampah plastik menjadi bantal, boneka, dan ecobricks sebagai bentuk pengamalan Surah Ar-Rum [30]: 41.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mengurangi pencemaran tanah hingga polusi udara dihasilkan dari pembakaran plastik yang memacu timbulnya efek rumah kaca dan juga merusak lapisan bumi (ozon) serta dapat memicu sel kanker.

"Serta menuju masyarakat sehat tanpa polusi udara dari pembakaran sampah plastik yang dapat melepaskan zat berbahaya di udara seperti karbon monoksida, dioksin dan furan, volatil maupun partikel berbahaya lainnya yang berefek buruk bagi kesehatan," kata Bakti.

Adapun bakti sosial digelar ialah berupa penyembuhan alternatif nonmedis untuk lemah syahwat, migrain, darah tinggi, asma, jantung dan lain-lain.

"Medianya dengan tangan dan air. Masyarakat yang mengikuti penyembuhan tersebut berinfaq sukarela. Hasilnya akan didonasikan untuk sedekah oksigen," kata dia lagi.

Selain itu, juga penyembuhan bekam untuk masyarakat setempat juga akan dilakukan sehubungan adanya program Halal atau Hijamah Sambil Beramal untuk kemandirian organisasi Ansor.

"Ansor dan Gusdurian berharap bisa terlibat aktif mengajak masyarakat mengurangi penistaan agama dan Al-Quran melalui perilaku yang selama ini acap luput, dibiarkan dari pengamatan, yakni membuang atau membakar sampah plastik sembarangan," kata Bakti lagi.

Selain itu, juga mengajak santri dan masyarakat menjadi pahlawan melalui bidang lingkungan hidup, salah satu mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam sedekah oksigen yang bertumbuh alias sedekah pohon. (Disisi Saidi Fatah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Budaya, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

LTN PBNU: Media Amarah Harus Dilawan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Lembaga Talif wan-Nasyr (LTN) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak sejumlah pengelola media Islam ramah untuk bersinergi melawan media amarah.

LTN PBNU: Media Amarah Harus Dilawan (Sumber Gambar : Nu Online)
LTN PBNU: Media Amarah Harus Dilawan (Sumber Gambar : Nu Online)

LTN PBNU: Media Amarah Harus Dilawan

"Dewasa ini media radikal tumbuh subur menyebarkan amarah. Mereka dimodali bos besar mereka," ujar Ketua Konsolidasi Nasional Pengelola Media Islam Ramah, Abdul Malik Mughni, di Jakarta, Senin (21/8).

Kelompok radikal tersebut, demikian Mughni menambahkan, bersemangat dalam menyebarkan opini radikal melalui beragam cara.

"Satu contoh melalui buletin radikal yang mereka sebar di tempat-tempat strategis. Kelompok radikal tersebut juga bersemangat menebarkan berita dusta," paparnya.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, LTN PBNU bisa mengidentifikasi kekuatan, kendala dan peluang media Islam ramah dalam mengelola institusi medianya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Bagi daerah yang belum memiliki media Islam ramah, semoga bisa masif menyebarkan semangat Islam ramah, sehingga apa yang kita lakukan memberikan makna bagi Indonesia," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 05 Desember 2017

Bangun Keterampilan, Aktivis Muslimat NU Kemas Antaran Pernikahan

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sedikitnya 50 orang pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan singkat tentang usaha alternatif aplikasi pembuatan antaran pernikahan, Ahad (5/3). Pelatihan ini digelar oleh Muslimat NU Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo.

Dalam pelatihan ini, para pengurus mendapatkan teknik-teknik dasar pembuatan hantaran pernikahan.

Bangun Keterampilan, Aktivis Muslimat NU Kemas Antaran Pernikahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Keterampilan, Aktivis Muslimat NU Kemas Antaran Pernikahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Keterampilan, Aktivis Muslimat NU Kemas Antaran Pernikahan

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Santiyono, Ketua Muslimat NU Probolinggo Hj Nurayati dan segenap pengurus Muslimat NU Probolinggo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Santiyono mengatakan, pelatihan ini dilakukan sebagai upaya peningkatan keterampilan para pengurus PAC Muslimat NU se-Kabupaten Probolinggo. Dengan begitu mereka bisa memiliki bekal keterampilan yang bisa dikembangkan sebagai upaya peningkatan ekonomi keluarga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Melalui kegiatan ini kami berharap para pengurus Muslimat NU mampu membuat aplikasi hantaran pernikahan dan memanfaatkannya sebagai salah satu alternatif usaha sehingga mampu memberikan dampak peningkatan ekonomi keluarga,” katanya.

Sementara Hj Nurayati berharap agar ke depan ada kegiatan tindak lanjut dari pelatihan singkat ini, baik berupa kegiatan usaha mandiri bagi pengurus Muslimat maupun berupa pelatihan di tingkat ranting dan majelis taklim.

“Harapannya tentu kegiatan ini nantinya benar-benar bisa memberikan dampak langsung pada peningkatan kemampuan ibu-ibu Muslimat dalam menopang ekonomi keluarga,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Kyai, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 14 November 2017

IPNU-IPPNU Empat Kabupaten Gelar Kaderisasi Bersama

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus bersama Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU seeks-Karesidenan Pati (Kudus, Pati, Rembang dan Blora) melaksanakan kaderisasi tingkat madya pada Corp Brigade Pembangunan (CPB) dan Korps Pelajar Putri (KPP), 5-7 Meti 2016, di Kudus, Jawa Tengah.

Dalam kegiatan yang kerapkali disebut Diklatmad (Pendidikan dan Latihan Madya) ini, Pimpinan Pusat IPNU mendelegasikan Sekretaris Umum IPNU Hadison Usmar untuk mendampingi serta mengawal jalannya proses kaderisasi. Sementara dari Pimpinan Pusat IPPNU mendelegasikan Ketua 2 Bidang Kaderisasi Rekanita Arin Mamlaka dan Komandan Nasional KPP Rekanita Miftahul Jannah.

IPNU-IPPNU Empat Kabupaten Gelar Kaderisasi Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Empat Kabupaten Gelar Kaderisasi Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Empat Kabupaten Gelar Kaderisasi Bersama

Mereka mengapresiasi PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Kudus selaku tuan rumah serta PC di lingkungan eks-Karesidenan Pati yang sudah menyelenggarakan kegiatan tersebut, diharapkan, IPNU dan IPPNU terus melakukan konsolidasi dan kaderisasi untuk peningkatan eksiatensi organisasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Tanfidziah PCNU KUDUS KH Abdul Hadi ini dihadiri sejumlah pengurus dari badan otonom di lingkungan PCNU Kudus, serta sejumlah pejabat pemerintah setempat. (Jarwo/Mahbib)

sudah menyelenggarakan kegiatan tersebut, diharapkan, IPNU dan IPPNU terus melakukan konsolidasi dan kaderisasi untuk peningkatan eksiatensi organisasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Tanfidziah PCNU KUDUS KH Abdul Hadi ini dihadiri sejumlah pengurus dari badan otonom di lingkungan PCNU Kudus, serta sejumlah pejabat pemerintah setempat. (Jarwo/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pangkas Rambut Gratis bagi Yatim di Pasar Babalan

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kusdi, seorang tukang cukur memiliki cara lain membahagiakan anak yatim. Warga asal dukuh Babalan, Undaan, Kudus ini secara khusus membebaskan ongkos pangkas rambut bagi anak yatim yang datang ke kedainya.

Pangkas Rambut Gratis bagi Yatim di Pasar Babalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pangkas Rambut Gratis bagi Yatim di Pasar Babalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pangkas Rambut Gratis bagi Yatim di Pasar Babalan

Menurut Kusdi, bebas ongkos bagi anak yatim ini merupakan bentuk perhatian dan kepeduliannya dalam membahagiakan mereka."Siapapun yang potong rambut ke sini, hanya bilang dirinya anak yatim, kami gratiskan tidak usah membayar. Mungkin ini yang bisa saya berikan untuk membahagiakan mereka,"ujar Kusdi sambil mengharap keberkahan pada usahanya.

Kusdi mengaku terinspirasi dari juragan tukang cukur Somat di mana dirinya magang sebelum membuka usaha sendiri. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Saat ikut bang Somat, anak yatim yang datang dibebaskan ongkosnya dan ternyata bisa sukses. Hal ini yang saya terapkan pada usaha kami ini," imbuhnya.

Kusdi mulai membuka kedai pangkas rambutnya baru satu tahun, Juni 2013. Ia mematok ongkos Rp 5.000 per orang. Meskipun di Pasar Babalan banyak tukang cukur lainnya, ia setiap harinya mengaku tidak pernah sepi melayani paling sedikit 20 orang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Alhamdulillah mas, selalu ramai antara 20-30 orang yang potong rambut ke sini. Waktu ramai, biasanya di malam hari," tutur Kusdi yang sebelumnya menjadi buruh.

Kusdi ke depan bermaksud mengembangkan usaha di kampung halamannya. "Doakan saja semua tetap sukses dan lancar. Insya Allah, tetap memberikan gratisan kepada anak yatim selamanya," pungkasnya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PBNU Bantu Korban Kebakaran di Mangga Besar

Jakarata, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kebakaran besar di kawasan Mangga Besar Barat pada Kamis, 21 Juni lalu turut mengundang keprihatinan PBNU. Guna meringankan beban bagi para korban kebakaran, PBNU melalui Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRMNU) memberikan sejumlah bantuan.

“Banyak nahdliyyin yang bermukim dikawasan tersebut yang membutuhkan bantuan. Pengurus NU setempat juga telah menghubungi kami untuk meminta bantuan yang bisa diberikan oleh NU,” tutur Program Manager CBDRMNU Avianto Muhtadi, Senin.

PBNU Bantu Korban Kebakaran di Mangga Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Bantu Korban Kebakaran di Mangga Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Bantu Korban Kebakaran di Mangga Besar

Setelah melakukan survey ke lapangan, pada hari Minggu kemarin, tim CBDRMNU turun ke lapangan untuk memberikan bantuan berupa pakaian bekas layak pakai, susu, susu bayi, tenda, alat untuk membersihkan puing-puing dan uang operasional.

Sejumlah relawan NU dan Ansor turut serta dalam kegiatan tersebut untuk bahu membahu berbuat sebisa mungkin untuk meringankan beban sesame manusia.

Bantuan yang diberikan saat ini sifatnya emergency untuk memenuhi kebutuhan selama dalam pengungsian. Namun kebutuhan untuk membangun kembali rumah mereka yang terbakar masih belum terpenuhi. Terdapat 256 rumah yang hangus pada kebakaran.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dilokasi tersebut juga terdapat sebuah yayasan pendidikan Islam yang dikelola oleh H. Zarkasih yang merupakan? katib PCNU Jakarta. “NU setempat juga meminta adanya sumbangan material untuk membangun kembali bangunan yang rusak,” paparnya.

Sebenarnya pemerintah DKI juga memberikan bantuan untuk pemulihan bangunan-bangunan yang rusak, namun jumlah bantuan tersebut sifatnya hanya stimulus untuk membangun kembali seperti semula.

Diceritakannya pada waktu melakukan survey, para pemilik rumah juga bergantian menunggu bangunan yang mereka miliki untuk menghindari pemindahan patok tanah yang mereka miliki. Ia juga mendapatkan pengakuan sejumlah orang telah menawar tanah yang dimiliki korban, tapi warga menolak dan akan membangun kembali.

Sebenarnya PBNU bermaksud untuk melakukan pengobatan gratis bagi anak-anak disana, namun ternyata untuk masalah kesehatan dan dapur umum sudah ditangani oleh PMI yang memberi layanan selama tujuh hari sehingga ditunda.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita lihat situasi dilapangan dulu, kalau memungkinkan, kita akan turun untuk tujuh hari berikutnya,” imbuhnya.

Kendala yang dihadapi saat ini adalah situasi politik di Jakarta menjelang Pilkada Gubernur. Ia takut pemberian sumbangan ini dikaitkan dengan cagub tertentu, padahal tujuan NU benar-benar memberikan bantuan secara tulus. Ia juga menuturkan bahwa dari dua calon gubernur DKI, semuanya juga membentuk posko untuk menarik simpati masyarakat agar memilihnya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Kiai, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 12 November 2017

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebagai organisasi sosial keagamaan (jam’iyah diniyyah ijtima’iyah) yang memiliki anggota cukup banyak, sudah seharusnya NU memiliki data keanggotaan yang valid. Hal itu penting agar keberadaan jumlah anggota tidak hanya klaim, namun riil sebagai anggota resmi.

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU

"Karena itu yang sangat mendesak untuk dilakukan adalah menjadikan keanggotaan NU dalam satu kartu identitas resmi melalui putusan Muktamar," kata Sekretaris PCNU Jombang, H Muslimin Abdilla kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Senin (6/4).?

Dia menandaskan, sudah saatnya semua lembaga, badan otonom maupun lajnah di NU tidak memiliki kartu identitas keanggotaan sendiri, melainkan menjadi satu identitas lewat Kartu Tanda Anggota NU atau Kartanu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Di Kartanu kan sudah ada kualifikasi apakah yang bersangkutan adalah anggota NU, GP Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU, dan sebagainya," kata Cak Muslimin, sapaan akrabnya. Justru dari pemilahan keangotaan tersebut, lanjutnya, maka setiap banom atau lembaga dapat dengan mudah melihat secara pasti berapa anggota yang telah terdaftar.

Cak Muslimin sangat menyayangkan kalau selama ini terkesan ada ‘persaingan’ antara data pengurus dan anggota NU dengan banom serta lembaga yang ada. "Muslimat memiliki Kartu Tanda Anggota Muslimat atau Kartamus, demikian juga kepengurusan di GP Ansor maupun Fatayat serta yang lain mengeluarkan kartu keanggotaan sendiri,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Padahal menurutnya, andai data yang telah dikumpulkan lewat Kartanu dioptimalkan, maka perihal keanggotaan NU, baik di banom maupun lembaga serta lajnah dapat dengan mudah terpantau.

Oleh sebab itu, tambahnya, pada Muktamar ke-33 NU yang akan berlangsung di Jombang awal Agustus mendatang hendaknya hal ini menjadi pembicaraan serius. Muktamar nanti idealnya ada pembicaraan soal terintegrasinya keanggotaan NU melalui Kartanu ini.?

“Hal ini sebagai jawaban atas klaim besarnya jumlah jamaah NU serta tentunya data yang ada bisa dioptimalkan untuk memperjelas ? segmentasi keanggotaan yang ada,” pungkasnya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Budaya, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menelusuri Sanad Keilmuan Islam Nusantara dari KH Taufiq Pekalongan

Pekalongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Tim Anjangsana Islama Pascasarjana STAINU Jakarta tiba di kediaman ulama kharismatik asal Pekalongan KH Taufiq, Selasa (24/1) siang di Pondok Pesantren At-Taufiqy Rowokembu, Wonopringgo, Pekalongan, Jawa Tengah.

Rombongan Anjangsana tiba tepat ketika Kiai Taufiq mengadakan pengajian rutin hari Selasa untuk para ibu atau perempuan. Rombongan menelusuri jalan menuju Pesantren At-Taufiqy yang dipenuhi oleh ribuan ibu-ibu dalam posisi ndeprok membaca sholawat.

Menelusuri Sanad Keilmuan Islam Nusantara dari KH Taufiq Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menelusuri Sanad Keilmuan Islam Nusantara dari KH Taufiq Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menelusuri Sanad Keilmuan Islam Nusantara dari KH Taufiq Pekalongan

Setiap mengadakan pengajian, jamaah Kiai Taufiq memang selalu meluber hingga ke ujung jalan raya. Mereka menggelar berbagai jenis alas mulai dari koran, plastik, dan tikar mengisi halaman-halaman rumah penduduk.

Setelah pengajian selesai, rombongan Anjangsana menuju ruang penerimaan tamu di depan asrama putra Pesantren At-Taufiqy. Usai berbincang-bincang sejenak dengan pengurus pesantren, rombongan ditemui langsung oleh Kiai Taufiq.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Usai mencium tangan Kiai Taufiq, rombongan memulai diskusi dan menyimak dengan khusyu ujaran-ujaran kiai yang dinilai mempunyai banyak karomah oleh masyarakat ini.

Guru Kiai Taufiq

Kiai Taufiq berguru ke Syekh Masduqi Lasem. Syekh Masduqi sendiri murid dari Syekh Umar Hamdan Al-Mahrasi al-Makki, Syekh Abbas al-Maliki al-Makki, Syekh Muhammad Ali bin Husein Al-Maliki Al-Makki, dan Syekh Al-Baqir.

Kiai Taufiq memberikan penjelasan Bahwa dahulu Gus Dur pernah menulis di Majalah Tempo sekiar tahun 1980-an tentang karomah dan keilmuan Islam Nusantara Syekh Yasin Al-Fadany dan Syekh Maduqie, baik pemikiran, karya manuskrip, hingga pengabdian tak terhingga untuk umat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syekh Masduqi mendapat gelar Asy-Syekh dikarenakan termasuk salah satu Ulama Indonesia yang mengajar di Masjidil Haram. Waktu itu sebutan Syekh dimiliki oleh 3 orang Ulama, yaitu Syekh Masduqi Al-Lasimy, Syekh Mahfudz Termas (kakak kandung Syekh Dimyati) dan Syekh Yasin Al-Fadany.

Di antara murid-murid Syekh Masduqi yaitu KH Ishomuddin (Pati), KH Salim (Madura), KH Mahrus Ali (Liriboyo, Kediri), KH Zayadi (Probolinggo), KH Abdullah Faqih (Langitan), KH Miftahul Akhyar (Surabaya), KH Jazim Nur (Pasuruan), KH Nur Rohmat (Pati), KH Zuhdi Hariri (Pekalongan), KH Taufiq (Pekalongan), KH Abdul Ghoni (Cirebon), KH Nur Rohmat (Pati), KH Abdul Mu’thi (Magelang) KH Abdulloh Schal (Bangkalan, Madura), KH Mashduqi (Cirebon) KH Makhtum (Cirebon), dan KH Syaerozi (Cirebon).

Mursyid Thariqah

Kiai Taufiq pernah mondok ke Krapyak. Sempat kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Walau berhasil lulus, Kiai Taufiq tidak pernah mengambil ijazahnya. Dia membantu Mbah Ali Maksum di pondok.?

Saat ini, Kiai Taufiq dikenal sebagai Mursyid Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah. Syekh Nadzim Al-Haqqoni dan Syekh Hisyam Kabbani selalu mengarahkan ke Kiai Taufiq atas siapa saja yang meminta ijazah thariqah.

Terkait pendidikan di Pesantren At-Taufiqy, Kiai Taufiq konsisten dengan pendidikan salaf. Dia juga mendorong agar santri menguasai berbagai bidang keterampilan, selain selalu menjaga kebersihan dan kedisiplinan.

Saat tiba kesempatan rombongan Anjangsana menilik pesantren, Kiai Taufiq menerangkan bahwa arsitektur bangunan pondok dikreasi dan dibangun sendiri oleh santri. Mereka memanfaatkan material tradisional yangikonstruksi secara menarik, unik, dan bersih. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Warta, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 08 November 2017

Fungsi Manusia sebagai Abdullah dan Khalifatullah

Jember,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Manusia wajib menjalankan fungsinya yang mulia, yaitu sebagai abdullah dan khalifatullah. Sebagai abdullah, manusia dituntut beribadah kepada Allah. Sebagai khlaifatullah, manusia dituntut  untuk memperlakukan bumi dan sisinya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban Islam.

Fungsi Manusia sebagai Abdullah dan Khalifatullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Fungsi Manusia sebagai Abdullah dan Khalifatullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Fungsi Manusia sebagai Abdullah dan Khalifatullah

Demikian diungkapkan Wakil Ketua PCNU Jember, KH. Misbahussalam saat memberikan sambutan dalam pelantikan pengurus MWCNU Bangsalsari, Selasa (9/9).

Menurut H. Misbah, sapaan akrabnya, peran manusia sebagai abdulah dan khlafifatullah harus seimbang dan selaras.  "Itulah yang dimaksud dengan tawazun dalam prinsisp-prinsip NU. Dan itulah tujuan kita bergabung dengan NU; menjalankan fungsi kita sebagai abdullah dan khalifatullah," ucapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan tujuan yang kedua, tambahnya, adalah menjalani hidup sesuai dengan tuntunan syariat Islam, sehingga selamat di dunia dan akhirat, berkumpul dengan para ulama di surga-Nya kelak. H. Misbah mengakui, point yang kedua ini terdengar klasik, tapi justru itulah yang sejatinya menjadi tujuan semua  manusia. "Kita  semua ingin sukses di dunia dan selamat di  akhirat," ucapnya.

H. Misbah menambahkan, warga nadhliyyin juga dituntut untuk membela dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dikatakannya, tegaknya NKRI tidak lepas dari usaha dan perjuagan para ulama NU. "Sehingga kita selaku warga NU, wajib menjaga keutuhan NKRI," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara pelantikan itu sendiri digelar di lapangan Curahcabe, Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari, persis di depan Gedung MWCNU Bangsalsari yang baru selesai dibangun.

Hadir dalam acara tersebut Ketua PCNU Jember, KH. Abdullah Syamsul Arifin, anggota Muslimat NU, Fatayat, GP. Anshor dan para pengasuh Pondok Pesantren se-Kecamatan Bangsalsari. Prosesi pelantikan tersebut dipimpin oleh H. Misbah. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Bahtsul Masail, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 06 November 2017

KH Ishom: Ahlul Halli, Putusan Munas Yang Mengikat

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin (Gus Ishom) menyatakan bahwa keputusan yang disepakati dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama NU itu bersifat mengikat dan wajib ditaati oleh semua pengurus NU di setiap tingkatan. Norma ini mengacu pada amanah muktamar sebelumnya.

Gus Ishom mengimbau seluruh muktamirin untuk bersama-sama mendukung sistem Ahlul Halli wal Aqdi pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang ini.

KH Ishom: Ahlul Halli, Putusan Munas Yang Mengikat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ishom: Ahlul Halli, Putusan Munas Yang Mengikat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ishom: Ahlul Halli, Putusan Munas Yang Mengikat

Di sela sela kesibukan sebagai panitia Muktamar, Sabtu (1/7), Gus Ishom menambahkan bahwa semua diktum keputusan Munas NU terus berlaku hingga seluruh peserta muktamar berikutnya sepakat membatalkan hasil kesepakatan Munas.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai dari kabupaten Pringsewu Lampung ini mengingatkan bahwa Muktamar NU adalah permusyawaratan tertinggi dalam organisasi Nahdlatul Ulama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Namun sepanjang sejarah NU belum pernah ada hasil kesepakatan Munas NU yang dibatalkan dalam sebuah Muktamar NU berikutnya," jelasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Begini Cara Madrasah NU Katrol Semangat Juang

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sambil menyelam minum air mungkin itulah filosofi yang tepat untuk menggambarkan kegiatan yang dilaksanakan dewan guru lembaga pendidikan komplek Walisongo kecamatan Sumberrejo Bojonegoro pada Sabtu (1/2).

Seluruh dewan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK) dan Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) menggelar tiga (3) agenda Stuba (study banding), Rapat Kerja (raker) dan napak tilas pendiri-pendiri NU.

Begini Cara Madrasah NU Katrol Semangat Juang (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara Madrasah NU Katrol Semangat Juang (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara Madrasah NU Katrol Semangat Juang

Sebagai bentuk takzim dan penerus perjuangan syiar NU, pengurus lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sumberrejo ini tiada henti untuk memotivasi seluruh dewan guru

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Salah satu caranya dengan mendekatkan serta merasakan bagaimana nikmatnya ber-tabarruk dan bermunajat kepada Allah swt disamping para tokoh pejuang NU. Sehingga setelah berdoa dan mendoakan seluruh penggerak-penggerak NU tersebut diharapkan jiwa-jiwa para dewan guru terangkat dan memiliki ghiroh lebih besar lagi dalam meneruskan perjuangan Tokoh-tokoh tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pukul 07.30 kegiatan diawali dengan napak tilas serta mendoakan seluruh pendiri-pendiri NU dari maqbaroh Almahfurlah KH Abd Wahab Chasbullah, KH Bisri Syamsuri, KH Hasyim As’ari di komplek pondok pesantren Tebuireng Jombang.

Di komplek pondok pesantren Mambaul Ma’arif  Denanyar Jombang kegiatan dilanjutkan dengan Stuba di komplek Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Ma’arif (MIMM) yang diterima Kepala MIMM yang letaknya bersebelahan dengan MTsN Mambaul Ma’arif Denanyar.

Selain itu juga dilaksanakan Rapat Kerja (raker) kilat terkait beberapa persiapan kegiatan akhir tahun lembaga tersebut. “Kami memang memilih waktu sekarang karena beberapa pertimbangan, salah satunya karena berbarengan dengan jam efektif KBM serta Ektra MIMM,” kata Mariyanto kepala madrasah yang terletak di jalan PUK Kanor Sumberrejo tersebut. (Satria Amalina/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Kiai, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 31 Oktober 2017

Pertama Kali PKD Ansor Diikuti Perempuan

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya begitu istimewa. Pasalnya, pertama kali dalam sejarah Ansor di Tasikmalaya diikuti peserta perempuan. Sebanyak 15 perempuan berusia 17 - 20 tahun itu begitu antusias mengikuti seluruh materi pengkaderan hingga akhir termasuk sampai pembaiatan.

Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya Ricky Assegaf tampak kebingungan karena Ansor organisasi pemuda di bawah naungan Nahdlatu Ulama (NU).

Pertama Kali PKD Ansor Diikuti Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertama Kali PKD Ansor Diikuti Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertama Kali PKD Ansor Diikuti Perempuan

Meski demikian, bagi salah satu peserta, Ai (19), keikutsertaan mereka pada PKD dilatarbelakangi keingintahuan terhadap Ansor secara mendalam. Pasalnya banyak sekali informasi yang selalu memojokkan Ansor.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ingin tahu saja Ansor itu bagaimana. Ternyata Ansor hebat. Bentengnya ulama, bentengnya NU, Indonesia dan Aswaja," katanya.

PKD yang digelar di Pesantren KH Ahmad Tajudin Fauzan Kelurahan Tuguraja Kecamatan Cihideung sejak Sabtu-Ahad (26-27/11) ini diikuti 41 peserta pria dan 15 perempuan.

Ketua GP Ansor Cihideung Erus Rustandi tak menyangka santriwati di pesantren tersebut ingin ikut PKD. Setelah dikonsultasikan, Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya mengizinkan mereka.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Meski sudah ada Fatayat, tak ada salahnya jadi agenda ke depan kalau ada Banserwati," kata Erus. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah