Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Pesantren Nuris Juara Umum Aksioma Jember

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nama Pesantren Nurul Islam (Nuris) Antirogo, Jember, Jawa Timur, kembali melambung menyusul keberhasilan 4 anak didiknya meraih prestasi dalam Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) se-Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Aliyah Kabupaten Jember medio Desember tahun lalu.

Sukses keempat anak harapan bangsa tersebut menahbiskan Nuris sebagai lembaga peraih juara umum dalam ajang yang digelar di MAN 1 Jember tersebut. Keempat orang tersebut adalah, pertama, M. Ilyas. Siswa? kelas XI IPA MA Unggulan Nuris? tersebut meraih juara 1 putra dalam lomba pidato bahasa Indonesia yang diikuti 60 peserta tersebut.

Pesantren Nuris Juara Umum Aksioma Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nuris Juara Umum Aksioma Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nuris Juara Umum Aksioma Jember

Kedua, M. Baihaqi. Siswa kelas XI IPA MA Unggulan Nuris Jember berhasil menjadi juara 2 putra bidang kaligrafi. Siswa ini seseungguhnya jago matematika, dan telah beberapa kali menyabet juara? dalam lomba matematika. Tapi ternyata ia juga punya bakat lain, yaitu kaligrafi.

Ketiga, M. Bayu Adi Denta. Siswa kelas X? IPA B MA Unggulan Nuris ini sukses? menjadi juara harapan 2 dalam lomba Cipta dan Baca Puisi.

Keempat adalah Ariny Dina Yasmin. Siswi kelas X PK B ini berhasil merebut juara 3 dalam lomba cabang MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur’an).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepala MA Unggulan Nuris, Antirogo,? Jember? Balqis Al Khumairoh menyatakan bangga dengan prestasi yang diraih anak didiknya tersebut, lebih-lebih karena mereka berasal dari lembaga formal di pesantren. Menurutnya, pesantren dewasa ini sudah mengalami kemajuan yang cukup signifikan,. Terbukti, banyak sekali santri yang berhasil meraih prestasi di bidang ilmu umum, penemuan illmiah dan sebagainya.

“Nuris sendiri bertekad untuk menjadi pesantren sebagai tempat penggodokan kader-kader Ahlussunnah wal-Jama’ah. Mereka punya wawasan? mendunia tapi tetap tak mengabaikan budaya lokal, tetap takwa kepada Allah, menjunjung tenggi? kebaragaman dan seterusnya,” tukas Ning Balqis kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di sela-sela memantau kegiatan siswa-siswi MA Unggulan Nuris, Kamis (5/1).

Ke depan, lanjut Ning Balqis, pihaknya akan terus mengasah kecakapan anak didiknya di bidangnya masing-masing. Namun hal tersebut tidak dimaksudkan untuk mengikuti kompetisi, lomba atau sejenisya melainkan sebagai bekal dalam menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi kelak. “Kitak tak pernah bertujuan menjadi juara. Kalaupun akhirnya kita jaura, itu kami harap? hanya sebagai rangsangan saja bagi yang lain. Bukan tujuan utama,” pungkasnya (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Halaqoh, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 21 Februari 2018

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia

Dubai, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketegangan Muslim Sunni dengan Syiah adalah ancaman terbesar bagi keamanan dunia, kata menteri luar negeri Iran dalam tanggapan disiarkan pada Senin, dengan menuduh negara Arab Sunni "mengipasi api" sengketa aliran.

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia

Perang saudara semakin bersifat aliran di Suriah menyeret kekuatan kawasan dengan Iran -yang Syiah- mendukung Presiden Bashar Assad dan negara Sunni teluk Arab dan terutama Sunni Turki membantu pemberontak, lapor Reuters.

Kemelut itu mengancam meluas ke negara terbagi antara Sunni dengan Syiah, seperti, Lebanon dan Irak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketegangan aliran adalah ancaman keamanan paling tinggi, tidak hanya untuk kawasan itu, tapi untuk dunia pada umumnya, kata Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif kepada jaringan berita Inggris BBC.

"Saya pikir kita perlu memahami bahwa perpecahan aliran di dunia Islam adalah ancaman bagi kita semua," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Zarif, didikan Amerika Serikat dan mantan duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyeru kekuatan kawasan secara bersama menyelesaikan kemelut di Suriah.

Ia adalah tokoh dalam upaya Presiden Hassan Rouhani meredakan ketegangan Iran dengan dunia luar.

"Saya pikir, kita semua," katanya, "Terlepas dari perbedaan kita tentang Suriah, perlu bekerja sama pada masalah aliran."

Namun, kata BBC, tanpa menyebut langsung nama negara, Zarif menuduh pemimpin Arab Sunni "mengipasi api" kekerasan aliran.

"Urusan memicu ketakutan adalah urusan umum," katanya, "Seharusnya, tak seorang pun mencoba mengobarkan api kekerasan aliran. Kita harus menguasainya, mendekatinya, mencoba menghindari sengketa, yang akan merugikan keamanan semua orang." (antara/mukafi niam)

Foto: Huffingtonpost

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, RMI NU, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 25 Januari 2018

Jelang Natal, GP Ansor NTT Datangi Kapolda

Kupang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor dan sejumlah pengurus Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sowan ke Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (11/12/13). Kedatangan mereka adalah dalam rangka konsolidasi partisipasi damai Natal di walayah NTT.

Jelang Natal, GP Ansor NTT Datangi Kapolda (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Natal, GP Ansor NTT Datangi Kapolda (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Natal, GP Ansor NTT Datangi Kapolda

Silaturahmi dilakukan di Markas Polda NTT Kota Kupang, NTT. Rombongan pengurus PW GP GP Ansor dan Banser diterima Kapolda NTT Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana dan jajarannya. Yoga mengaku menyambut baik inisiasi para pemuda yang ingin menjalin persatuan dan kesatuan di lintas agama.

"Secara pribadi saya senang respon GP ansor mempunyai niat sama-sama menjaga situasi Natal dan tahun baru di wilayah NTT," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dijelaskan Untung, perbedaan merupakan anugerah Tuhan. Membenci perbedaan berarti tidak mengenali Tuhannya.? Kehadiran manusia didunia karena adanya perbedaan. Dia yakin GP Ansor NTT mampu menghayati ini dengan baik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Yoga, terkait perayaan Natal dan tahun baru 2013, kepolisian daerah? NTT berusaha keras menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh pelosok selama aktivitas berlangsung. "Kita saling koordinasi, di mana ada polisi harus ada (pula) perwakilan Banser di setiap gareja di Kota Kupang," ujarnya.

Yoga berharap, GP Ansor dan Banser terlibat bukan saja di pengamanan gareja tetapi juga mengamankan situasi lalulintas dan berpatroli bersama Polisi. Dia mengingatkan, generasi muda perlu waspada dengan berbagai provokasi berbau adu domba melalui jaringan teknologi sekarang ini, seperti baik SMS, BBM, dan Twiter.

Karo OPS Polda NTT Kombes Pol Marffin Efendi saat dialog mendampingi Kapolda mengatakan, selama pengamanan berlangsung di lapangan patut bagi seluruh yang terlibat dalam kegiatan pengamanan untuk selalu? koordinasi.

Ketua PW GP Ansor NTT Abdul Muis Aps mengungkapkan terima kasih kepada Polda NTT yang bersedia kerja sama dengan pihaknya untuk bergotong-royong mengamankan secara damai perayaan Natal.

“Sinergi tetap kita bangun di NTT, demi menyatukan keberagaman guna membangun NTT ke depan. GP Ansor tetap semangat dan menyapakati akan menjadi garda terdepan kerukunan umat beragama. Ini bagian dari lokomotif bersama membangun NTT tercinta,” katanya. (Ajhar Jowe/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, Pendidikan, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Ulama Maroko Ini Sebut Ajaran Sufi Berperan Besar dalam Perdamaian Dunia

Indramayu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah tiga minggu akademisi Sufi Internasional dan Fakultas Syariah Universitas Al-Qurawiyin Maroko, melakukan safari Dakwah di sejumlah pondok pesantren dan universitas di Indonesia, Sebagai Puncak Safari dakwah tersebut, menggelar “Diskusi Kebangsaan” di pesantren Asy-Syafi’iyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (18/7)

Ulama Maroko Ini Sebut Ajaran Sufi Berperan Besar dalam Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Maroko Ini Sebut Ajaran Sufi Berperan Besar dalam Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Maroko Ini Sebut Ajaran Sufi Berperan Besar dalam Perdamaian Dunia

Dalam kesempatan itu, Syeikh Dr Aziz al-Kubaity (Presiden Akademi Sufi Internasional), mengatakan ilmu pengetahuan tanpa dibarengi dengan pemahaman tasawuf yang benar, akan bisa melahirkan radikalisme atau terorisme atas nama Islam.

“Maraknya perseteruan atas nama agama akibat memamahi agama Islam dengan hawa nafsu, tanpa disertai dengan tazkiyah atau penjernihan hati sebagai salah satu inti ajaran tasawwuf, sehingga sering lahirnya pemahaman agama yang dilandasi nafsu dan sering mengakibatkan menyalahkan sesama muslim, dan mengklaim diri dan golongannya yang paling benar,” tutut pria yang meraih dua Doktor dari Universitas Oxford dan Universitas di Maroko itu.

Dalam sejarah-sejarah Islam di dunia mencatat, para Sufi dengan ajaran tasawufnya, mengedepankan etika bukan hanya dalam beragama, tapi juga dalam berbangsa dan bernegara. 

Bahkan sejak ratusan abad silam, di negara manapun, setiap ada konflik, para ulama tasawuflah yang berperan menggagas perdamaian konflik atas nama Agama, karena ajaran tasawuf adalam mengedepankan kedamaian semesta, dengan mencampakkan kekerasan baik personal maupun golongan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Syeikh Aziz sendiri, setiap tiga tahun sekali, menggelar Konferensi Sufi Internasional dengan peserta delegasi dari puluhan negara Islam.

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh masyarakat, kiai, dan pejabat. Serta para santri yang mengaungkan shalawat saat menyambut kedatangan rombongan ulama Maroko tersebut. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Pertandingan, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 23 Januari 2018

Islam Nusantara dan Tuduhan Anti-Arab

Oleh Nadirsyah Hosen

Salah satu kegagalan banyak pihak memahami diskursus Islam NUsantara adalah dengan nyinyir seolah-olah warga NU itu anti segala hal berbau Arab. Maka mereka nyinyir kalau melihat tulisan saya mengutip sejumlah kitab Tafsir berbahasa Arab. "Anti-Arab kok mengutip kitab berbahasa Arab!" kata mereka.

Islam Nusantara dan Tuduhan Anti-Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara dan Tuduhan Anti-Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara dan Tuduhan Anti-Arab

Di pesantren dan madrasah, warga NU biasa belajar bahasa Arab sejak kecil. Tidak mungkin kemudian kami anti dengan bahasa Arab. Banyak santri yang sangat ngelotok memahami grammatika bahasa Arab, bagaimana mungkin kemudian kami dituduh anti-Arab?

Mereka yang menuduh juga menyindir kalau warga NU selesai sholat tidak baca assalamu alaikum ke kanan-kiri karena diganti dengan selamat sore- selamat malam. Atau mereka menyindir kalau warga NU wafat akan dikafankan dengan kain batik, bukan kain kafan putih. Ini tentu tuduhan ngawur yang merefleksikan ketidakpahaman mereka mengenai gagasan Islam NUsantara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Warga NU tahu ilmunya sehingga dalam soal budaya Nusantara mereka mengakomodasinya secara proporsional. Islam NUsantara bukan menabrak Syariat tapi mengisi aplikasi penerapan Syariat dengan mengkomodasi budaya. Dalam bahasa Ushul al-Fiqh ini disebut dengan: al-Adah Muhakkamah (adat kebiasaan dijadikan panduan menetapkan hukum).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Begitu juga dengan kaidah: al-Maruf urfan ka al-Masyrut Syartan (hal baik yg sudah dikenal secara kebiasaan diterima seperti halnya syarat) atau al-Tsabit bi al-dalalah al-urf ka al-tsabit bi al-dalalah al-nash (yang ditetapkan dengan indikasi dari adat sama statusnya dengan yang ditetapkan berdasarkan petunjuk nash). Dan juga kaidah lainnya: Ma raahu al-muslimun hasanan fa huwa indallah hasan (apa yang dianggap baik oleh umat Islam maka di sisi Allah pun dianggap baik).

Semua kaidah ini sudah dipelajari bagaimana penerapannya di masyarakat Indonesia oleh para kiai Nahdlatul Ulama (NU). Itu sebabnya NU itu lentur, fleksibel tapi juga lurus. Dalam bahasa lain, NU itu tawazun, tasamuh, tawasuth dan itidal. Kalau cuma lurus saja, belum komplet NU-nya. Kalau cuma lentur saja, juga belum komplet ke-NU-annya.

Mau pakai baju batik atau blankon, sorban dan gamis, atau peci hitam - peci putih, shalat anda sama-sama sah. Islam NUsantara tidak akan menganggap hanya yang pakai batik dan peci hitam serta sarung yang sah shalatnya. Kami juga tidak akan menganggap hanya mereka yang pakai sorban dan gamis saja yang sah shalatnya. Selama shalatnya menutup aurat dan suci dari najis, maka pakaian apapun yang dianggap baik menurut adat setempat bisa dipakai untuk shalat.

Begitu juga ungkapan akhi-ukhti, bagi kami itu sederajat dengan panggilan mas atau mbak. Mau panggil istri anda dengan ummi atau mamah atau ibu atau panggilan mesranya lainnya, silakan saja. Tidak perlu anti-Arab, tapi juga tidak perlu memaksakan orang lain untuk seperti orang Arab. Jangan sampai semua istilah lokal dan bahasa daerah maupun bahasa Indonesia mau diganti dengan bahasa Arab biar terkesan lebih islami dan kemudian memaksa orang lain untuk mengikuti anda. Ini yang tidak bijak dan kurang proporsional.

Mau makan nasi kabuli silakan. Mau makan jengkol dan pete ya silakan. Islam NUsantara mengakomodasi semuanya. Kami warga NU belajar ilmu keislaman klasik dalam kitab berbahasa Arab tidak berarti kami harus lebih arab dari orang arab. Kami tetap warga Indonesia; bukan orang Arab. Islam di Jawa sama sah dan validnya dengan Islam di Madinah. Jangan kemudian ini dipelintir bahwa tidak perlu kita naik haji ke Arab. Bukan begitu. Zaman sekarang sayangnya banyak pelintiran model Jo**u.

Entahlah, kenapa masalah yang terang benderang seperti ini saja masih banyak pihak yang gagal paham (atau memang sengaja tidak mau paham) dan terus membenturkan Islam NUsantara dengan model penafsiran dan aplikasi Islam lainnya. Atau memang ada pihak yang akan bertepuk tangan melihat kita terus gontok-gontokkan? Naudzubillah min dzalik.

Islam Arab yes.

Islam NUsantara yes.

dan Islam Australia juga yes.

* Penulis adalah khadim warga NU di Australia - New Zealand



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Pendidikan, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mahasiswa STAINU Purworejo PPL di MA An-Nawawi

Purworejo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebanyak 12 mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam STAINU Purworejo, resmi diterima MA An-Nawawi Senin, (21/01/2013). Mahasiswa PPL yang terdiri dari 5 laki-laki dan 7 perempuan ini resmi diterjunkan di MA An-Nawawi, untuk melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL).

Mahasiswa STAINU Purworejo PPL di MA An-Nawawi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa STAINU Purworejo PPL di MA An-Nawawi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa STAINU Purworejo PPL di MA An-Nawawi

Pembantu Ketua Puket III Bidang Kemahasiswaan HM Suhaemi, SAg MM  dalam kesempatan itu berpesan agar para peserta PPL tetap menjaga nama baik lembaga dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Karena bagaimana pun, kegiatan PPL ini, kata Suhaemi, sangat penting bagi kelanjutan proses pembinaan terkait dengan peningkatan kompetensi dan profesionalitas praktek kegiatan belajar mengajar para mahasiswa calon guru ini.

“Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama pihak kampus dengan lembaga sekolah tempat mahasiswa praktek. Karena itu, seluruh kewenangan dan proses penilaian selama mahasiswa melaksanakan PPL, sepenuhnya diserahkan kepada pihak lembaga sekolah, dalam hal ini guru pamong masing-masing sekolah,” ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Oleh karena itu, bidang kemahasiswaaan, menghimbau mahasiswa peserta PPL benar-benar serius dalam melaksanakan kegiatan PPL disertai dengan kepatuhan terhadap tata terbit dan tata aturan yang sudah dibuat oleh masing-masing lembaga. 

Dalam Kesempatan itu Kepala MA An-Nawawi, H Muslikhin Madiani, SAg MSi juga berpesan agar para mahasiswa PPL ini bukan hanya sekedar belajar mengajar namun diharapkan benar-benar mampu mentransfer ilmu kepada siswa-siswi. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelum penerjunan, para peserta PPL yang rata-rata tercatat sebagai mahasiswa semester VII, sudah mendapat serangkaian pembekalan dari pihak koordinator program, dan nantinya mereka akan menjalankan tugas tersebut selama 2,5 bulan yakni dimulai dengan Januari sampai dengan Maret 2013.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 20 Januari 2018

Sebelum 7 Tahun Anak Mesti Mengerti Shalat

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ada salah satu hadist Nabi Muhammad saw yang menerangkan para orang tua agar memerintahkan shalat kepada anak-anaknya setelah usia 7 tahun. Namun, terkadang masih banyak orang yang keliru dalam memahami hadist tersebut.

“Banyak yang salah paham, anak usia 7 tahun baru diajari shalat,” kata Habib Noval bin Muhammad Alaidrus, dalam acara wisuda Tahfidz al-Qur’an Ta’mirul Islam, di Gentan Sukoharjo, belum lama ini (21/12).

Sebelum 7 Tahun Anak Mesti Mengerti Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum 7 Tahun Anak Mesti Mengerti Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum 7 Tahun Anak Mesti Mengerti Shalat

Pengasuh Majelis Zikir dan Ilmu Ar-Raudhah Solo tersebut menjelaskan, semestinya sebelum usia 7 tahun itu, anak diajarkan dan bahkan sudah dapat melakukan gerakan shalat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Termasuk mengetahui syarat, rukun, dan sunahnya. Juga hal lain yang berkaitan dengan shalat seperti masalah wudlu, najis dan juga haid,” imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mencontohkan laku para ulama salaf, semisal Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad, yang ketika usia 4 tahun sudah memiliki wirid harian shalat sunah 200 rakaat. “Ada lagi, putra Habib Ali Al-Habsyi, muallif Simtuddurar, ketika usia 4 tahun dia sudah bisa menerangkan masalah haidh,” tuturnya.

Menurut Habib Noval, permasalahan ini sebetulnya disebabkan karena orang tua masih menganggap anaknya masih kecil, sehingga masih belum dikenakan kewajiban. Oleh karena itu, ia berharap agar para orang tua dapat mendidik anaknya untuk shalat sedari dini. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, AlaSantri, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 19 Desember 2017

Bahtsul Masail NU Akan Soroti Tiga Persoalan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Bahtsul Masail NU (LBMNU) mengagendakan acara ”Bahtsul Masail Nasional” di Pondok Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah, 8-9 Mei 2013.

Ketua Pengurus Pusat LBMNU KH Zulfa Mustafa, Rabu (3/5) petang, mengatakan, agenda bahtsul masail yang akan dihadiri sekitar 200 ulama utusan Pengurus Wilayah NU (PWNU) se-Pulau Jawa dan Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jawa Tengah ini difokuskan pada tiga persoalan.

Bahtsul Masail NU Akan Soroti Tiga Persoalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail NU Akan Soroti Tiga Persoalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail NU Akan Soroti Tiga Persoalan

Tiga materi pembahasan tersebut adalah tentang pasang surut peran politik NU, pandangan NU terhadap aksi takfir (tuduhan kafir) dan tadl-lil (tuduhan sesat) kaum Wahabi, dan penggunaan dana optimalisasi setoran haji.

Dalam draft rancangan bahtsul masail dijelaskan, para pendiri NU telah merumuskan garis-garis (khittah) perjuangan NU, baik tujuan, cara mencapai tujuan, bentuk organisasi, atau lainnya, sebagai organisasi sosial-keagamaan. Hanya saja, perkembangan situasi menunjukkan kenyataan lain. Belakangan, warga NU bahkan menjadi tumbal politik praktis yang banyak dirugikan.

LBMNU juga mengkahawatirkan suasana keberagamaan yang diciptakan kelompok ekstrem. Tuduhan kafir dan sesat menimbulkan ancaman keselamatan jiwa seseorang, karena dengan stigma itu pihak tak sepaham akan menjadi kelompok yang halal harta dan darahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait urusan haji, LBMNU menilai penyelenggaraan haji oleh pemerintah selama ini mengandung permasalahan. Di samping antrean panjang calon jamaah, dana setoran haji yang tersimpan di rekening Kemenag selama bertahun-tahun dicurigai menimbulkan dana haram bunga bank yang mengganggu kesempurnaan ibadah.

Rencananya, turut berpartisipasi dalam Bahtsul Masail Nasional ini, antara lain, Rasi Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Katib Syuriyah PBNU KH Yahya C Staquf, Ketua PBNU H Kacung Marijan, Ketua PBNU H Imam Azis, dan Dirjen Penyelenggara haji dan Umrah Kemenag.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Pemurnian Aqidah, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 28 November 2017

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan

Sumenep, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Jenazah KH Ahmad Basyir AS dan KH Mannan Fadhaly bakal dikebumikan secara bersamaan. Keduanya akan dimakamkan pada pukul 14.00 WIB atau pukul 2 siang, Sabtu (15/7). Kendati demikian, dua kiai yang sama-sama Rais Syuriyah PCNU Sumenep dan PCNU Pamekasan ini dikebumikan di lokasi yang berbeda.

Kiai Basyir dimakamkan di pasarean keluarga besar Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Sementara Kiai Mannan dimakamkan di area Pesantren Miftahul Qulub, Polagan, Galis, Pamekasan.

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan

"Semula Kiai Basyir direncanakan bakal dikebumikan usai Ashar. Tapi ada perubahan rencana, yakni dimajukan ke pukul 14.00 WIB," KH Muhammad Mushthafa selaku bagian dari keluarga besar Annuqayah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya diberitakan, Kiai Basyir dan Kiai Mannan wafat Sabtu (15/7) pagi. Kiai Mannan mengembuskan nafas terakhir di RSUD Pamekasan. Sedangkan Kiai Basyir wafat di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya setelah sebelumnya menjalani perawatan sejak Selasa (4/7) lalu.

Saat ini, ribuan alumni sudah memadati kompleks Pesantren Annuqayah. Mereka berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia, khususnya di daerah Jawa Timur. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 25 November 2017

Ormas Diminta Jaga Jamaahnya agar Tidak Lompat ke Kelompok Teroris

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Hamli meminta semua organisasi kemasyarakatan (ormas) agar dapat merawat dan menjaga jamaahnya dari pengaruh radikalisme dan terorisme. Sebab, ormas juga rawan disusupi gerakan ISIS.

Permintaan ini disampaikan Hamli saat menjadi narasumber dalama acara Sosialisasi Ancaman Terorisme dan Pencegahannya di New Sari Utama, Jember, Kamis (5/7).

Ormas Diminta Jaga Jamaahnya agar Tidak Lompat ke Kelompok Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Ormas Diminta Jaga Jamaahnya agar Tidak Lompat ke Kelompok Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Ormas Diminta Jaga Jamaahnya agar Tidak Lompat ke Kelompok Teroris

Menurutnya, menjaga dan memantau terus jamaah itu penting karena faktanya sejumlah pelaku teror adalah berlatar belakang anggota ormas tertentu.

"Jangan sampai lompat (jadi anggota ISIS). Yang membom di Cirebon, itu dulunya orang FPI. Dia tidak sabar. Katanya, demo terus, demo kurang enak nih, akhirnya pilih agak macho sedikit, bawa bom," kata Hamli.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia juga mengaku pernah menginterogasi pelaku bom yang berlatar belakang anggota HTI. Saat ditangkap, pelaku mengaku bosan berunjuk rasa. "Kalau cuma demo saja, ngomong doang, tidak pakai aksi," kata Hamli.

Karena itu, ia berharap agar pimpinan ormas bisa membentengi anggotanya supaya tidak terjerat dalam radikalisme dan terorisme. Pembentengan ini antara lain membimbing dan menyosialisasikan makna jihad yang benar. Sebab, salah satu faktor teroris meyakini tindakannya benar adalah karena pemahaman agama yang tidak benar, terutama terkait makna jihad.

Harapan serupa juga disampaikan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo. "Jangan sampai kasus yang yang terjadi di Iraq dan Suriah juga terjadi di Indonesia, termasuk Jember," ucapnya.

Sebelum acara tersebut diakhiri, dilakukan penandatanganan kesepakatan menolak radikalisme dan terorisme oleh unsur Forpimda, MUI, NU, Muhammadiyah, dan GP Ansor (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 20 November 2017

Bupati Jemput Jamaah Haji di Bandara

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bupati Brebes, Jawa Tengah, Hj Idza Priyanti menjemput jamaah haji asal daerahnya di Debarkasi Adi Sumarmo Solo, Jumat (25/10). Sebanyak 859 jamaah haji tahun 1434 Hijriyah asal Kabupaten Brebes pulang dengan selamat.

Prestasi ini membuat kegembiraan tersendiri tidak hanya bagi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), juga seluruh keluarga jamaah dan warga masyarakat Kabupaten Brebes.

Bupati Jemput Jamaah Haji di Bandara (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Jemput Jamaah Haji di Bandara (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Jemput Jamaah Haji di Bandara

Alhamdulillah, kami sangat bangga dan lega karena seluruh jamaah haji Brebes pulang dengan selamat,” ucap Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sengaja Saya datang ke Solo, sebagai menjemput para tamu-tamu Allah SWT asal Brebes,” tambahnya.

Dia didampingi Sekda Brebes H Emasthoni Ezam, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI dan jajarannya, Kabag Kesra Setda Brebes Syaeful Islam dan lain-lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepala Kantor Kemenag Drs H Imam Hidayat MPdI yang juga Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjelaskan, jamaah haji Kab Brebes pulang sesuai jadwal yang telah ditetapkan secara bergelombang. Untuk kloter 12 dengan jumlah jamaah 349 akan tiba di Debarkasi Adi Sumarmo Solo pada Jumat 25 Oktober pukul 10.31 WIB. Sedangkan tiba di Brebes diperkirakan pukul 19.30 WIB pada hari yang sama.

Untuk kloter 13 dengan jamaah haji 368 tiba di Debarkasi Solo Jumat 25 Oktober pukul 20.31 WIB dan sampai di Brebes pada hari Sabtu pukul 04.00 WIB. Sedangkan untuk kloter 14 dengan jumlah jamaah haji 142 tiba di debarkasi Solo Jumat pukul 23.18 WIB dan sampai di Brebes pukul 07.00 WIB.

Menurut Imam, tahun ini tergolong sukses karena tidak ada kejadian yang berarti dalam artian pihak jamaah dan keluarganya tidak ada yang dirugikan. Baik dari pemberangkatan hingga kembali ke Brebes. Termasuk para keluarga Jamaah penjemput juga tidak ada yang datang ke Solo. Mereka dengan tertib menunggu di di Islamic Center Brebes.

Begitupun dengan pihak keamanan dari unsur Polri, TNI dan Satpol PP telah sigap mengamankan jalannya proses pemberangkatan hingga kepulangan jamaah haji Brebes. “Tidak terjadi desak-desakan maupun pencopetan karena atas jasa dan kerja sama seluruh amanat,” pungkasnya. (Wasdiun/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 19 November 2017

Rais Syuriyah PCNU Kraksaan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Nurul Istiqlal

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan KH Munir Kholili didampingi Pengasuh Pesantren Nurul Jadid Paiton KH Zuhri Zaini melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Istiqlal di Desa Sumbercenteng Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo, Kamis (19/1).

Kegiatan ini dihadiri oleh Pengasuh Pesantren Istiqlal H Imam Syafi’i, Wakil Ketua MWCNU Kotaanyar H Misbahul Munir, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Probolinggo H Ahmad Muzammil serta Forkopimka Kotaanyar.

Rais Syuriyah PCNU Kraksaan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Nurul Istiqlal (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PCNU Kraksaan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Nurul Istiqlal (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PCNU Kraksaan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Nurul Istiqlal

Masjid Nurul Istiqlal berukuran 16x20 meter. Masjid ini berada di lingkungan kawasan Pesantren Istiqlal. Nantinya masjid ini akan digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan bagi para santri dan masyarakat sekitar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

H Imam Syafi’i mengharapkan dukungan dari semua tokoh agama dan tokoh masyarakat agar pembangunan masjid ini bisa berjalan dengan lancar dan selesai sesuai dengan harapan bersama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mudah-mudahan masjid ini bisa cepat selesai dan dimanfaatkan kegiatan keagamaan baik santri maupun masyarakat. Karena itu kami mengharapkan partisipasi dari masyarakat agar nantinya bisa bersama-sama memakmurkan masjid ini dengan beragam kegiatan keagamaan,” harapnya.

Sementara Kiai Munir Kholili mengajak masyarakat Desa Sumbercenteng bersyukur karena nantinya akan berdiri megah Masjid Nurul Istiqlal di tengah-tengah masyarakat sehingga tidak perlu mendatangi masjid yang lebih jauh.

“Harapan saya masyarakat bisa memberikan bantuan dalam penyelesaian pembangunan masjid ini karena sebagai amal jariah dan juga nama masjid sama dengan masjid istiqlal Jakarta. Untuk di Probolinggo inilah satu-satunya nama Masjid Istiqlal,” katanya.

Ke depan Kiai Munir meminta supaya masyarakat agar berperan aktif dalam memakmurkan Masjid Nurul Istiqlal ini melalui kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilakukan masyarakat. Dengan demikian keberadaan masjid ini tidak hanya megah berdiri tapi juga dipenuhi dengan sejumlah kegiatan keagamaan. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 11 November 2017

Gus Ubaid: Kiai dan NU Mesti Saling Dukung

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh menekankan perlunya kerja sama yang baik antara para kiai dan NU. Kekurangan para kiai sekarang ini, menurut Kiai Ubaidillah yang biasa dipanggil Gus Ubaid, bisa ditunjang dengan struktur NU.

Demikian disampaikan Gus Ubaid pada acara Doa Bersama dan Peringatan 100 hari wafatnya KH Ahmad Kholil di aula gedung NU lantai dua jalan Pemuda nomor 51 Jepara, Jum’at (12/12) sore.

Gus Ubaid: Kiai dan NU Mesti Saling Dukung (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ubaid: Kiai dan NU Mesti Saling Dukung (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ubaid: Kiai dan NU Mesti Saling Dukung

Kharisma kiai kini  perlu ditopang oleh eksistensi NU. “Karena spiritual ulama saat ini sudah semakin pudar maka keulamaan perlu ditunjuang dengan jamiyyah yang kuat,” tegasnya pada warga NU yang hadir.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengasuh pesantren Al-Itqon Semarang itu menyebutkan NU yang belum memiliki banyak lembaga semisal pertanian semasa Mbah Hasyim. Padahal waktu itu banyak kiai memiliki sawah. Saat itu meskipun belum membentuk lembaga keamanan, tetapi mereka jaduk dan ampuh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tidak punya lembaga kesehatan padahal kiai-kiai kita ali suwuk,” tambahnya.

Kiai Ubaid menambahkan saat ini banyak negara-negara di dunia misalnya Filipina dan Rusia yang gandrung dengan NU Islam Aswaja. “Hal itu harapnya perlu direspon dengan manajemen organisasi NU yang semakin mumpuni.”

Hadir dalam kegiatan Rais Syuriyah PCNU Jepara KH Kamil Ahmad, Ketua PCNU Jepara KH Asyhari Samsuri, Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi, Kepala Kemenag Jepara H Muhdi, pengurus Banom, Lajnah dan MWCNU se-Jepara. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hari Ini, Laga Final LSN Region Sulawesi I dan Jatim II

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Liga Santri Nusantara (LSN) Region Sulawesi I menggelar laga final, Rabu (31/8) ini, pukul 15.00 WITA, di Lapanham PP DDI Kaballangan, Pinrang, Sulawesi Selatan. Region Sulawesi I meliputi Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Barat.

Hari Ini, Laga Final LSN Region Sulawesi I dan Jatim II (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ini, Laga Final LSN Region Sulawesi I dan Jatim II (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ini, Laga Final LSN Region Sulawesi I dan Jatim II

Di hari yang sama, final LSN Region Jatim II juga digelar di Stadion Brawijaya Kediri. LSN Region Jatim II yang bakal berlangsung pada pukul 15.30 WIB meliputi Kabupaten Kediri, Jombang, Malang, Batu, Nganjuk, Blitar, dan Tulungagung.

Menurut Koordinator LSN Region Sulawesi I Alimuddin Budung, laga final tersebut akan mempertemukan Pondok Pesantren DDI Kaballangang Pinrang versus Pondok Pesantren Al-Ihsan Kanang, Sulbar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Alhamdulillah kita sudah memasuki babak final. Saya mengundang kepada seluruh masyarakat untuk menyaksikan laga final ini. Ini merupakan tontonan yang menarik," tandasnya.

Sementara itu, laga final LSN Jatim II mempertemukan antara Pondok Pesantren An Nur 2 Malang versus Pondok Pesantren Darut Taibin Tulungagung. Sedangkan, pertandingan untuk merebut juara ketiga mempertemukan antara Pesantren Queen Al Falah Ploso Kediri versus Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang pada pukul 13.30 WIB.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk sementara, LSN di Jatim yang baru memastikan tiket ke babak 32 besar seri nasional adalah Pesantren Darul Huda Mayak. Darul Huda merupakan wakil dari LSN Region Jatim I. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 02 November 2017

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Saat menghadiri resepsi pelantikan pengurus Pimpinan Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur (Jatim) di Balai Pemuda Suabaya, Sabtu (3/9), Gubernur Soekarwo ditagih janjinya saat kampanye pada pemilukada lalu. Acara yang juga dikemas dengan halaqoh akbar IKA PMII se-Jatim tersebut dihadiri Menpora Imam Nahrawi.

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo

Dalam sambutannya, Ketua PKC PMII Jatim Zainudin, berpesan kepada Gubernur Soekarwo bahwa SDM kader PMII di Jatim memiliki potensi yang bisa diandalkan. Apalagi daerah pelosok seperti di Madura. Karenanya, kader PMII siap mengawal dan memback-up bersama dari jajaran rayon hingga cabang berkenaan dengan program Pemprov Jatim.

"Saya berkata seperti ini, sebab saya masih teringat terhadap visi dan misi Pak Karwo waktu kempanye. Bahwa, Pak Karwo akan meningkatkan SDM Jawa Timur, sehingga kader PMII siap mengawal dan mendukung peningkatan SDM dalam memaksimalkan pemanfaatan SDA di Jatim," tukasnya.

Gubernur Soekarwo sendiri mengaku tidak pernah melupakan janji politiknya yang kini tertuang dalam visi dan misi pemerintahannya. Dia berjanji akan merangkul semua pihak dalam peningkatan SDM di Jawa Timur. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Pendidikan, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hj Khofifah: Pemberantasan Narkoba PR Muslimat NU

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muslimat NU menyatakan prihatin terhadap darurat narkoba yang menimpa Indonesia. Mereka menggelar tur keliling Indonesia untuk membentuk laskar antinarkoba di seluruh cabang Muslimat NU. Hj Khofifah Indarparawansa meminta anggota Muslimat NU untuk turut serta menanggulangi peredaran narkoba.

Narkoba dengan berbagai ragamnya merupakan perusak paling besar jiwa dan mental anak bangsa. Karena siapa pun yang telah mengonsumsinya secara perlahan jaringan syarafnya akan rusak sehingga pemakainya akan mengalami gangguan jiwa.

Hj Khofifah: Pemberantasan Narkoba PR Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hj Khofifah: Pemberantasan Narkoba PR Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hj Khofifah: Pemberantasan Narkoba PR Muslimat NU

“Pemakai narkoba 60% mengalami gangguan jiwa. Ini sangat memprihatinkan dan ini PR besar Muslimat NU,” tegas Ketua Umum Muslimat NU Hj Khofifah usai melantik pengurus baru Muslimat NU Demak di alun-alun depan Masjid Agung Demak, Sabtu (16/4).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mengajak warga Muslimat NU mendukung gerakan antinarkoba dimulai dari anak, keluarga, dan lingkungannya masing masing. Pencegahan di lingkungan terkecil merupakan antisipasi atas maraknya peredaran narkoba yang sudah menyasar ke segala penjuru dan di semua kalangan masyarakat termasuk instansi pemerintah dan swasta.

“Bu, saya mengajak panjenengan semua sejak dini setidaknya mulai dari keluarga dan lingkungan untuk gerak bersama memberantas narkoba,” imbau Khofifahdi tengah ribuan hadirin. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 29 Oktober 2017

Menag: Siswa Madrasah Wajib Jaga Diri, Jaga Negeri

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2017 di Stadion Krida Mandala.

Menag: Siswa Madrasah Wajib Jaga Diri, Jaga Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Siswa Madrasah Wajib Jaga Diri, Jaga Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Siswa Madrasah Wajib Jaga Diri, Jaga Negeri

Di hadapan ribuan siswa madrasah, Menag mengingatkan kewajiban mereka untuk menjaga diri dan menjaga negeri. Caranya pelajar menjaga diri dan negeri adalah dengan prestasi.

“Terus berprestasi, hingga kalian menjadi seorang ahli. Bukan ahli yang lupa diri tetapi seorang ahli yang senantiasa mawas diri. Bukan ahli yang tidak berbakti tetapi seorang ahli yang siap mengabdi pada ibu pertiwi.

Bukan ahli yang tidak punya empati tetapi seorang ahli yang paham toleransi, selalu bergandeng tangan demi bangsa,” pekik Menag diiring tepuk tangan para siswa, Senin (7/8) sebagaimana diberitakan Kemenag.go.id.

Menag mengatakan, bangsa ini menaruh harapan besar kepada para siswa madrasah. Sebab, mereka adalah ? calon pemimpin bangsa masa depan.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pemimpin yang tidak sekedar mampu mengaplikasikan teknologi tetapi juga ? mengaplikasikan iman, taqwa dan cinta tanah air untuk menjaga keutuhan bangsa,” ucapnya.

Menurut Menag AKSIOMA dan KSM merupakan kegiatan rutin Kementerian Agama ? dalam rangka mengaktualisasikan potensi siswa madrasah. Lebih dari itu, event ini menjadi ajang mereka untuk saling mengenal satu sama lain.

“Sehingga, tidak hanya potensi intelektulitas dan sportivitasnya saja yang terasah tetapi sekaligus integritas mereka juga ikut terlatih ketika mereka bertemu dan saling belajar satu sama lainnya,” ucap Lukman Hakim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Para peserta datang bukan ingin ? menunjukan kemampuan dengan jumawa dan merasa ? paling digdaya, tetapi ingin menunjukkan bahwa inilah kami anak madrasah di negeri ini yang siap berkompetisi untuk maju bersama saling bersinegi demi ibu pertiwi.

Tampak hadir dalam pembukaan ini, Wakil Gubernur DI Yogyakarta dan jajaran Pemerintah Daerah, Dirjen Pendidikan Islam ? dan Irjen Kemenag RI beserta Kakanwil se-Indonesia. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 24 Oktober 2017

Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan

Berbicara tentang kepahlawanan, biasanya mengundang pembicaraan tentang jihad. Karena tiada kepahlawanan tanpa jihad.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ada kesalahpahaman tentang pengertian jihad. Ini mungkin disebabkan oleh seringkalinya kata itu baru terucapkan pada saat perjuangan fisik, sehingga diidentikkan dengan perlawanan bersenjata. Kesalahpahaman ini disuburkan juga oleh terjemahan yang keliru terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, yang berbicara tentang jihad, dengan anfus dan harta benda. Kata anfus seringkali diterjemahkan dengan "jiwa". Terjemahan Al-Qur’an oleh Kementerian Agama pun demikian. Misalnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi." (QS Al-Anfal: 72)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar." (QS Al-Hujurat: 15)

Kata “anfus” dalam dua ayat di atas diterjemahkan oleh Kementerian Agama dengan arti “jiwa”. Walaupun ada juga yang diterjemahkan dengan "diri" seperti tercantum dalam Surat at-Taubah ayat 88.

Jamaah shalat jum’at hafidhakumullah,

Memang, dalam Al-Qur’an, banyak arti dari kata anfus, yaitu "nyawa", "hati", "jenis", dan "totalitas manusia" di mana terpadu jiwa raganya. Al-Qur’an mempersonifikasikan wujud seseorang di hadapan Allah dan masyarakat dengan menggunakan kata nafs. Kalau demikian, tidak meleset jika kata itu dalam konteks jihad dipahami dalam arti totalitas manusia. Sehingga, kata nafs mencakup nyawa, emosi, pengetahuan, tenaga dan pikiran, bahkan juga waktu dan tempat, karena manusia tidak dapat memisahkan diri darinya. Pengertian ini dapat diperkuat dengan adanya perintah berjihad tanpa menyebutkan nafs atau harta benda:

? ? ? ? ?

"Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya." (QS Al-Hajj: 78)

Sekitar 40 kali kata jihad disebut oleh Al-Qur’an dengan berbagai bentuknya. Maknanya bermuara pada "mencurahkan seluruh kemampuan" atau "menanggung pengorbanan". Mujahid adalah orang yang mencurahkan seluruh kemampuannya dan berkorban dengan nyawa atau tenaga, pikiran, emosi dan apa saja yang berkaitan dengan diri manusia. Sedangkan jihad adalah cara untuk mencapai tujuan. Jihad tidak mengenal putus asa, menyerah, bahkan kelesuan, dan tidak pula pamrih.

Jihad tidak dapat dilakukan tanpa modal, karena itu jihad disesuaikan dengan modal yang dimiliki dan tujuan yang ingin dicapai. Sebelum tujuan tersebut tercapai dan selama masih ada modal di tangan, selama itu pula jihad dituntut. Karena jihad harus dengan modal, maka mujahid tidak mengambil tetapi memberi. Bukan mujahid yang menanti imbalan selain dari Allah, karena jihad diperintahkan untuk dilakukan semata-mata karena Allah.

Jihad adalah titik tolak seluruh upaya, karenanya ia adalah puncak segala aktivitas. Ia bermula dari upaya mewujudkan jati diri, dan ini bermula dari kesadaran. Karena itu Allah menekankan: Siapa yang berjihad, maka sesungguhnya ia berjihad untuk dirinya sendiri. Allah Mahakaya, tidak memerlukan sesuatu apa pun dari seluruh alam (QS 29: 6). Dan kesadaran harus berdasarkan pengetahuan serta bertentangan dengan paksaan. Karena itulah seorang mujahid bersedia berkorban.

Jamaah shalat jum’at hafidhakumullah,

Beragam jihad, beragam pula buahnya. Buah jihad seorang ilmuwan adalah pemanfaatan ilmunya, sementara buah jihad seorang karyawan adalah karyanya yang baik, guru adalah pendidikannya yang sempurna, pemimpin adalah keadilannya, pengusaha adalah kejujurannya, demikian seterusnya.

Dahulu, ketika kemerdekaan belum diraih, jihad mengakibatkan terenggutnya nyawa, dan hilangnya harta benda. Namun bukan kematian itu sendiri yang menjadi tujuan. Tujuan jihad waktu itu justru adalah demi lestarinya kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Kalaupun nyawa melayang, itu adalah konsekuensi logis totalitas perjuangan para pahlawan.

Karena itu, jihad para pahlawan revolusi yang menumpas penjajahan dan ketidakadilan tak bisa disamakan dengan praktik bom bunuh diri yang dilakukan di negara damai. Alih-alih menghidupkan, “jihad” semacam ini justru memunculkan korban-korban dan masalah baru.

Kini, jihad harus membuahkan terpeliharanya jiwa, mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab, serta berkembangnya harta benda. Jihad juga bisa berarti mencurahkan seluruh kemampuan dan berkorban dengan nyawa atau tenaga, pikiran, emosi dan apa saja untuk membangun peradaban yang lebih baik dan maslahat.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Apakah kamu menduga akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata pula yang tabah?" (QS Ali Imran: 142).

Semoga kita semua diberi kekuatan dan petunjuk untuk bersungguh-sungguh dalam melaksanakan sesuatu, tanpa menimbulkan kerugian bagi orang lain. Jihad sebagaimana yang dilakukan Rasulullah: perjuangan untuk sebuah peradaban yang mengenal prinsip-prinsip ketuhanan dan kemanusiaan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur





* Mayoritas isi materi khutbah ini mengutip tulisan M. Quraish Shihab, Lentera Hati: Kisah dan Hikmah Kehidupan, 2007 (Bandung: Mizan).


Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Pesantren, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 21 Oktober 2017

Hukum Pencucian Uang dan Menerimanya

Dalam kondisi di mana orang-orang yang tidak jujur semakin banyak jumlahnya maka negara harus membuat undang-undang yang mengancam pelaku money laundering dengan hukuman berat. Dalam fiqih, tindak pidana pencucian uang jelas merupakan sebuah keharaman, dan begitu juga mentasarrufkan uang tersebut.

Tindak pidana dan hukuman pidana adalah dua hal yang tidak terpisahkan satu sama lain. Tindak pidana berkonsekuensi pada adanya hukuman pidana dan hukuman pidana tidak akan terwujud tanpa adanya tindak pidana. Di pihak lain, tindak pidana dan hukuman pidana tidak terwujud tanpa nash (teks syariat/teks perundang-undangan) yang mengaturnya. Kaidah popular mengatakan (لا جريمة ولا عÙ‚وبØ© اÙ„ا بنص). Yang dimaksud nash di sini bukan hanya teks al-Quran dan as-Sunnah, tetapi juga hasil ijtihad fuqâha’ yang mengacu secara tidak langsung pada dua kitab tersebut. Al-Mâwardiy dalam al-Ahkamus Sulthaniyyah menjelaskan tindak pidana (اÙ„جريمة) dengan definisi berikut:  (محظورات شرعية زجرا لله عنها بحد أÙˆ تعزير).

Hukuman ta`zîr adalah hukuman yang diterapkan pada perbuatan maksiat yang tidak diancam dengan hukuman hadd dan tidak ada kewajiban kaffârat. Oleh karena itu, hukuman ta`zîr, kebijakan pelaksanaannya, jenis dan bentuknya diserahkan kepada ijtihad imam/hakim. Demikian yang diterangkan Syaikh Nawawiy dalam Nihayatuz Zain

  (ويعزر) اÙŠ اÙ„اÙ…اÙ… أÙˆ نائبÙ‡ (لمعصيØ©) لله أÙˆ لآدمي (لا حد) اÙŠ لا عÙ‚وبØ© (لها ولا كفارØ© غاÙ„با)

Hukum Pencucian Uang dan Menerimanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Pencucian Uang dan Menerimanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Pencucian Uang dan Menerimanya

 Maksiat adalah kesalahan yang terjadi karena tidak melakukan sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan (wajib) atau melakukan sesuatu yang tidak boleh dilakukan (haram).

Hukuman ta`zîr juga bisa diterapkan pada perbuatan yang tidak masuk dalam kategori maksiat apabila imam memandang hal itu mangandung maslahat bagi umat. Syeikh Nawawiy menjelaskan hal itu sebagai berikut:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

  (وقد يشرع اÙ„تعزير حيث لا معصيØ© كفعÙ„ غير مكلف ما يعزر بÙ‡ اÙ„مكلف أÙˆ يحد وكمن يكتسب باÙ„لهÙˆ اÙ„مباØ­).

 Apa yang disebut dengan pencucian uang sebagaimana didefinisikan di dalam undang-undang tindak pidana pencucian uang masuk dalam kaidah (ما حرÙ… أخذÙ‡ حرÙ… اعطاءÙ‡) / tiap-tiap sesuatu yang haram diambil maka juga haram diberikan. Pemberian di sini meliputi pemberian tanpa imbalan seperti hibah dan hadiah, sebagaimana meliputi pemberian dengan imbalan seperti jual-beli dan tukar-menukar.

Dalam men-syarahi kaidah di atas, Syeikh Ahmad bin Syeikh Muhammad al-Zarqâ’ dalam Syarhul Qawaid al-Fiqhiyyah mengatakan,

معنÙ‰ هذÙ‡ اÙ„قاعدØ© اÙ† اÙ„شيء اÙ„محرÙ… اÙ„ذÙŠ لا يجوز لأحد اخذÙ‡ ويستفيد منÙ‡ يحرÙ… عÙ„يه أيضا أÙ† يقدمه Ù„غيرÙ‡ ويعطيه إياÙ‡ سواØ¡ على سبيل اÙ„منحØ© إبتداØ¡ أÙ… على سبيل اÙ„مقابلة.

Pencucian uang naik statusnya dari sekadar haram dan maksiat berubah menjadi jarîmah (tindak pidana) apabila telah diancam dengan suatu hukuman. Dalam kondisi di mana orang-orang yang tidak jujur semakin banyak jumlahnya di negara ini maka pemerintah seharusnya/sebaiknya membuat undang-undang yang mengancam pelaku money laundering dengan suatu hukuman. Dengan demikian, konsep fiqih tentang tindak pidana pencucian uang jelas merupakan sebuah keharaman, dan begitu juga mentasarrufkan uang tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lantas bagaimankah hukum pihak penerima uang dari hasil tindak pidana pencucian uang? Dan apakah setelah mengetahui asal-usulnya, uang itu harus dikembalikan? Oleh karena itu bagi pihak penerima di zaman sekarang ini hendaknyalah lebih berhati-hati dengan menanyakan terlebih dahulu asal-usul uang tersebut, tidak asal terima saja. Imam Ghazâliy dalam kitabnya Muhimmat Ihya’ Ululumiddin berpendapat bahwa wajib hukumnya bagi pihak penerima untuk bertanya terlebih dahulu, apabila pemberi dikenal tidak baiknya misalnya dikenal sebagai rentenir.  Namun bila pemberi dikenal baiknya, maka tidak boleh ada pertanyaan.

Jadi dalam beberapa hal, menanyakan asal-usul pemberian tidak diperbolehkan, karena pada dasarnya pertanyaan tersebut menyakitkan dan melukai perasaan pihak pemberi. Namun, perasaan sakit hati tidak terjadi bila ada undang-undang yang mewajibkan semua penerima pemberian menanyakan asal-usulnya. Sebab, pihak pemberi sadar bahwa pertanyaan itu dilakukan karena taat pada undang-undang.

Pertanyaannya kemudian, bolehkan ada undang-undang seperti itu? Jawabannya boleh, karena negara yang sah berhak mewajibkan sesuatu yang secara syar’iy tidak wajib, dan rakyat wajib menaatinya kalau hukum asalnya mandub/sunnah, demikian juga kalau hukum asalnya mubah dengan syarat mengandung maslahat publik. Demikian keterangan dalam Nihayatuz Zain.

اذا أÙ…ر بواجب تأÙƒد وجوبهØŒ وإذا أÙ…ر بÙ…ندوب وجبØŒ وإÙ† أÙ…ر بÙ…باØ­ فإÙ† كاÙ† فيه Ù…صلحØ© عامة كترÙƒ شرب اÙ„دخاÙ† وجب.

Tanggung jawab perdata (kewajiban untuk mengembalikan/mengganti barang atau uang hasil kejahatan) menjadi beban pihak pemberi sebab pemberilah yang menjadi penyebab dan pemeran utama, karena tanpa penerimapun, dharar/kerugian tetap menimpa pemilik barang atau uang itu.

Al-Zuhailiy mengemukakan penjelasan berikut menukil dari kitab Tabyîn al-Haqâiq juz 6 halaman 150:

اذا اشترÙƒ المتسبب واÙ„مباشر فÙ‰ إحداØ« اÙ„ضرر وكاÙ† لكل واحد منهÙ…ا دور بارز مساÙˆ لفعÙ„ اÙ„آخر بأÙ† يتساوى أثرهÙ…ا فÙ‰ اÙ„فعÙ„ فإنهÙ…ا يشرÙƒاÙ† فÙ‰ اÙ„ضÙ…اÙ†. قاÙ„ اÙ„زيلعÙŠ اÙ„حنفÙŠ : اÙ† اÙ„مسبب انÙ…ا لايضمن مع اÙ„مباشر اذا كاÙ† اÙ„سبب شيأ لايعمل بانفرادÙ‡ فÙ‰ اÙ„اتÙ„افØŒ كما فÙ‰ حفر اÙ„بئر واÙ„قاØ¡ شخص نفسÙ‡ فيهاØŒ فإÙ† اÙ„حفر لايعمل شيأ من دون اÙ„اÙ„قاءØŒ وأÙ…ا اذا كاÙ† اÙ„سبب يعمل بانفرادÙ‡ فيشترÙƒاÙ†

واÙ„خÙ„اصØ©: أÙ† اÙ„اصÙ„ اÙ„عاÙ… هÙˆ مسؤولية اÙ„مباشر فÙ‰ إحداØ« اÙ„ضررØŒ وقد ينفرد المتسبب وحدÙ‡ فÙ‰ اÙ„مسؤولية اذا كاÙ† له اÙ„دور اÙ„أهÙ… فÙ‰ اÙ„تعدÙŠØŒ وقد يشترÙƒ اÙ„مباشر والمتسبب فÙ‰ اÙ„مسؤولية اذا تساوى خطؤهÙ…ا تقريبا بحيث لو ترÙƒ كل واحد منهÙ…ا على انفرادÙ‡ لأدÙ‰ الى اÙ„نتيجØ© اÙ„حاصلة فعÙ„ا.

Sumber: LBM-PBNU, Hasil Bahtsul Masail Nasional, Yogyakarta 2-3 Juli 2013). (Pen/Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 14 Oktober 2017

Pergunu Kota Bandung Dilantik dengan Komitmen Penguatan Aswaja kepada Guru

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama ? (PC Pergunu) Kota Bandung, Jawa Barat masa khidmat 2016-2017 resmi dilantik di Aula Pondok Pesantren Nurul Iman Cibaduyut, Bandung, Sabtu (12/8).

Ketua Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama ? (PP Pergunu), H Saepuloh melantik kepengurusan PC Pergunu Kota Bandung masa khidmat 2016-2021. Dalam sambutannya, dia berharap kepada pengurus baru periode kedua ini dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, amanah dan penuh tanggung jawab.

Pergunu Kota Bandung Dilantik dengan Komitmen Penguatan Aswaja kepada Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Kota Bandung Dilantik dengan Komitmen Penguatan Aswaja kepada Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Kota Bandung Dilantik dengan Komitmen Penguatan Aswaja kepada Guru

“Saya berharap kepada pengurus PC Pergunu Kota Bandung dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, amanah dan tanggung jawab,” ungkap Saepuloh.

Ia juga mengingatkan kepada Pengurus Pergunu Kota Bandung bahwa guru-guru yang tergabung dalam Pergunu harus memiliki kompetensi Aswaja An-Nahdliyah sehingga diharapkan guru-guru NU bisa menyampaikan pesan Islam rahmatan lil alamin kepada peserta didik.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senada, Wakil Ketua PCNU Kota Bandung, H Daruri juga mengatakan, kepengurusan baru harus memberikan sesuatu yang berbeda dari periode sebelumnya.

“Kepengurusan Pergunu Kota Bandung 2016-2021 ini harus berbeda dari periode sebelumnya, baik kegiatan, maupun ide kreatifnya,” harap Daruri.

Pengurus yang dilantik adalah Ketua PC Pergunu masa khidmat 2016-2021 yaitu Enjang Sunandar (Guru SMA Lab Scholl UPI Bandung), Sekretaris Abdussani Ramdhani (guru SMPN 3 Bandung), dan Bendahara Jajang Nurzaman (guru MTs Nurul Iman).

Kegiatan pelantikan tersebut diisi dengan Pelatihan Penguatan Pembelajaran Karakter Melalui Peningkatan Profesionalisme Guru Mata Pelajaran IPS di Lingkungan Pergunu Kota Bandung hasil kerja sama Pergunu dengan UPI Bandung. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Pahlawan, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah