Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Januari 2018

PWNU Lampung Angkat Bicara Soal Pidato Bupati Lampung Selatan

Bandarlampung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Hari Santri Nasional 2017 dinodai dengan ujaran kebencian dan pernyataan provokatif terhadap Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang dilakukan oleh Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan di depan para kiai dan santri pada acara HSN tingkat Kabupaten Lampung Selatan, Ahad (24/10).

Terkait dengan isi pidato Zainudin Hasan, Wakil Ketua PWNU Lampung H Aom Karomani menyayangkan statement seorang pemimpin daerah yang seharusnya mampu memberikan pernyataan yang menyejukkan dan menjalin persatuan dan kesatuan.

PWNU Lampung Angkat Bicara Soal Pidato Bupati Lampung Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Lampung Angkat Bicara Soal Pidato Bupati Lampung Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Lampung Angkat Bicara Soal Pidato Bupati Lampung Selatan

"Statemen Ketum PBNU ihwal jenggot, celana cingkrang, jubah dan sorban mestinya tidak dimaknai bupati secara general. Ujaran dalam konteks pragmatik selalu melibatkan teks dan konteks. Selalu melibatkan siapa, berbicara apa, dalam konteks apa dengan tujuan apa dan lain-lain," jelasnya, Selasa (24/10).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Oleh karena itu menurutnya para ahli linguistik seperti Levinson, Lech dan lain-lain memahami ujaran selalu melibatkan berbagai aspek itu hingga menjadi utuh maknanya.

"Ujaran Ketum PBNU soal jenggot, celana cingkrang, jubbah, dan sorban tentu tidak ditujukan secara general pada semua umat Islam apalagi pada para pendiri NU yang berjenggot dan bersorban tapi ditujukkan pada orang-orang tertentu yang beragama secara formal, tidak pada esensi atau substansi agama," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ujaran ini ditujukan kepada kelompok yang cenderung membidahkan pihak-pihak lain termasuk para ulama pendiri NU itu sendiri.

"Jadi Bupati harus tahu konteksnya tentang makna dan tujuan statemen Ketum PBNU tersebut. Makanya ia harus tabayun dulu sebelum bicara soal itu," tegasnya seraya mengingatkan hal inilah yang harus dipahami oleh pihak di luar NU.

Senada dengan Aom, Ketua MUI Lampung KH Khairuddin Tahmid menyayangkan pernyataan yang disampaikan langsung di depan warga NU Lampung Selatan tersebut.

"Mestinya pejabat publik harus bijak dan memilih diksi yang arif sekaligus berhati-hati dalam berujar. Apalagi sumbernya tidak jelas sehingga penarikan pendapatnya juga tidak sesuai dengan yang sebenarnya," ujarnya.

Ia berharap hal ini tidak boleh lagi terjadi lagi kepada siapapun. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 29 Januari 2018

Rais Syuriyah PBNU AGH Sanusi Baco Peroleh Doktor Honoris Causa

Makassar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Syuriyah PBNU AGH M. Sanusi Baco memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Hukum Islam pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa, Kamis (20/12) di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Tampak � hadir dalam penganugerahan itu antara lain Dr H M. Jusuf Kalla, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang.

Rais Syuriyah PBNU AGH Sanusi Baco Peroleh Doktor Honoris Causa (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PBNU AGH Sanusi Baco Peroleh Doktor Honoris Causa (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PBNU AGH Sanusi Baco Peroleh Doktor Honoris Causa

Dalam sambutan Promotor dan Co Promotor Prof Dr H. Minjahuddin MA dan Prof Dr H. Achmad Abubakar M.Ag. mengatakan, AGH Sanusi Baco dikenal sebagai ulama kharismatik dan merupakan tipe seorang ulama yang sejak awal kehidupannya tumbuh dan berkembang dalam tradisi pesantren.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Beliau telah berupaya pengembangan Ilmu Perbandingan Mazhab, selaku dosen Fakultas Syariah IAIN Alauddin mengajarkan Ilmu Ushul Fikih dan Ilmu Fikih Perbandingan Mazhab. Ternyata ketiak Promovendus menjadi Ketua Jurusan Perbandinagan Mazhab Fakultas Syariah antara tahun 1977-1983," jelas Minhajudin.

"Beliau telah berupaya mengembangkan Ilmu Fiqih Perbandingan Mazhab dengan mewajibkan bagi mahasiswa yang akan ujian akhir jurusan agar membaca salah satu buku referensi dalam Mata Kuliah, diantaranya, Kitabul Fiqh ‘ala Habbul Arba’ah (Mazhab Syafi’i), Bidayatul Mujtahid (Mazhab Maliki), Fiqh Hanbali, dan Fiqh Al Islamiyah Wa Adillatuhu (MAzhab Hanafi),” lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Metode perbandingan Mazhab juga diajarkan Promovendus kepada peserta Pendidikan Kader Ulama (PKU) yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Provinsi Sulawesi Selatan sejak tahun 1993 sampai sekarang.

Penyelenggaraan PKU tersebut dipusatkan di Masjid Raya Makassar dan Asrama PHI dan hingga kini sudah terlaksana sampai angkatan ke-15. Lulusan PKU tersebut ada yang melanjutkan studinya di Pasca Sarjana (S2-S3) UIN Alauddin Makassar, ada yang menjadi PNS, Pengusaha dan ada yang menjadi imam dan membina pesantren di daerahnya. Jelas Promotor beliau

AGH M. Sanusi Baco, Lc dikenal sebagai Ulama Kharismatik Sulawesi Selatan. Ia dikenal sebagai Rois Syuriah PWNU Sulsel dan Ketua MUI Sulsel, serta pada Muktamar NU 2009 di Makassar beliapun masuk dalam jajaran Rais Syuriyah PBNU.

Redaktur Â? Â? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Andy Muhammad Idris

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Doa, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

Di antara ketimpangan yang sangat mencolok di Indonesia adalah soal kepemilikan tanah. Ketimpangan ini bahkan melebihi rasio gini distribusi kekayaan secara umum. Segelintir konglomerat menguasai jutaan hektare tanah yang digunakan untuk pengusahaan hasil hutan dan kayu, hutan tanaman industri, dan perkebunan atau sebagai daerah pertambangan. Di sisi lainnya, jutaan petani tidak memiliki lahan. Mereka terpaksa menjadi buruh tani atau merantau ke kota guna mencari nafkah. Dari tahun ke tahun, jumlah petani gurem bahkan terus bertambah.

Di perkotaan, tempat di mana harga tanah sudah sangat mahal, para pengembang raksasa telah menguasai bank tanah dengan luasan ribuan hektare pada lokasi-lokasi strategis. Rakyat biasa dengan penghasilan pas-pasan, harus membayar cicilan rumah yang mencekik dengan durasi waktu sampai 20 tahun. Sebagian terpaksa membeli rumah di pinggiran kota yang memerlukan akses sampai dengan dua jam perjalanan menuju tempat kerja. Akibatnya produktivitas kerjanya menurun karena sebagian waktunya dihabiskan di jalanan. Banyak pula yang dari tahun ke tahun terpaksa harus mengontrak dan kehilangan harapan memiliki rumah karena harganya dari waktu ke waktu terus melangit.?

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

?

Persoalan tanah ini dari tahun ke tahun terus membesar dan menjadi bom waktu yang akan menimbulkan persoalan sosial di masyarakat jika tidak segera diatasi. Berbagai konflik agraria yang muncul di publik telah menimbulkan korban jiwa. Konflik ini selalu berlarut-larut dengan ongkos besar yang tidak terjangkau oleh rakyat biasa. Akhirnya mereka mengandalkan tenaga dan solidaritas sesama atau pihak bermodal kuat dalam mengatasi konflik tersebut.

Wacana reforma agraria untuk mengatasi sejumlah persoalan terkait pertanahan kini menjadi salah satu program Presiden Joko Widodo. Presiden-presiden sebelumnya juga sudah mewacanakan hal yang sama, tetapi sampai kekuasaan mereka berakhir, belum terlaksana. Jangan sampai, apa yang disampaikan Jokowi juga tidak terlaksana dengan baik mengingat umur kekuasaannya yang tak akan lama lagi, kecuali dia terpilih untuk periode yang kedua. Ada kepentingan pemilik modal yang kini menguasai jutaan hektare tanah agar aset mereka tetap aman.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Persoalan ketimpangan pemilikan tanah ini merupakan salah satu materi yang akan dibahas di musyawarah nasional (munas) dan konferensi besar (konbes) NU di Lombok akhir November 2017 ini. Jutaan warga NU merupakan sebagian dari kelompok yang menjadi korban atas ketidakadilan pemilikan tanah ini. Akibatnya, mereka terjebak dalam situasi kemiskinan, yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi petani, tanah merupakan modal dalam berusaha. Bagi masyarakat Jawa, ada istilah sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi pati,? yang artinya biarpun sedikit kehormatan dan tanah harus dibela mati-matian.

Langkah redistribusi lahan yang digagas oleh pemerintah adalah melalui reforma agraria dengan total sembilan juta hektare lahan yang akan dibagikan kepada rakyat miskin. Tanah ini berasal dari 0,6 juta hektare tanah transmigrasi yang belum bersertifikat, 3,9 juta hektare tanah legalisasi aset masyarakat, 0,4 juta hektare tanah terlantar, dan 4,1 juta hektare tanah pelepasan kawasan hutan.?

Upaya redistribusi lahan juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jangan sampai menimbulkan moral hazard, yakni ketika orang-orang yang tidak berhak mendapatkan lahan turut mendapat bagian, lalu dijual kembali sedangkan orang yang seharusnya mendapat bagian lahan malah tidak mendapat apa-apa karena tidak memiliki akses terhadap kekuasaan. Berbagai pola distribusi yang tidak tepat sasaran telah berulangkali terjadi sehingga harus menjadi pelajaran.

Selanjutnya, sekadar membagikan lahan lalu menyerahkan sepenuhnya kepada para petani untuk menggarapnya juga bisa menimbulkan kagagalan. Semasa program transmigrasi pada era Orde Baru, para penduduk sekadar dipindah dari daerah-daerah yang padat ke lokasi baru yang tidak ada apa-apanya. Infrastruktur yang tidak memadai, jenis tanah dan hama yang tidak dikenal, dan berbagai kesulitan lain yang semuanya harus diatasi sendiri. Tidak ada dukungan pemasaran atau bantuan lain yang menunjang keberhasilan program tersebut. Akibatnya, banyak transmigran yang kemudian pulang kembali ke daerah asalnya dengan membawa kekecewaan dan tetap dalam kondisi kemiskinan.

Bantuan pemasaran atau penyuluhan pertanian kini semakin mudah dengan perkembangan teknologi sehingga meningkatkan probabilitas keberhasilan pengelolaan lahan yang sebelumnya masih hutan atau diterlantarkan yang kemudian dimasukkan dalam program reforma agraria ini.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan sedemikian banyak orang yang berkepentingan terhadap tanah ini, semua pihak harus terus mendorong agar reforma agraria berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Jangan sampai, upaya yang baik ini malah menjadi persoalan baru karena kesalahan dalam pengelolaan. Warga NU akan menjadi salah satu pihak yang mendapat manfaat terciptanya keadilan ini jika program ini berjalan dengan baik. (Ahmad Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Pemurnian Aqidah, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 16 Januari 2018

NU Kraksaan dan Pemkab Gelar Parade Hadrah ‘On The Street’

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebagai upaya memberikan hiburan yang positif dan bernuansa Islami di malam Tahun Baru masehi 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bekerja sama dengan PCNU Kota Kraksaan mengadakan Parade Hadrah On The Street, Ahad (31/12) malam.

Kegiatan yang mengambil start dari halaman Pondok Pesantren Hati Kraksaan Kabupaten Probolinggo dan finish di Alun-alun Kota Kraksaan ini diikuti oleh puluhan grup hadrah dari Kota Kraksaan dan sekitarnya.

NU Kraksaan dan Pemkab Gelar Parade Hadrah ‘On The Street’ (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kraksaan dan Pemkab Gelar Parade Hadrah ‘On The Street’ (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kraksaan dan Pemkab Gelar Parade Hadrah ‘On The Street’

Parade Hadrah On The Street tahun 2017 ini diawali dengan sholat Maghrib dan Isya berjamaah di Masjid Bin Aminuddin. Kemudian dilanjutkan dengan sholat Tasbih dan Hajat berjamaah.

Pelepasan Parade Hadrah On The Street ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Santoso, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono, sejumlah Kepala OPD serta Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kegiatan ini, para peserta atau grup membawa alat hadrah, sound system, genset dan becak. Mereka menabuh secara serempak perangkat hadrahnya dengan menempuh jarak 5 kilometer dari halaman Pondok Pesantren Hati Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan sekitar pukul 20.00 WIB. Hingga finish di Alun-alun Kota Kraksaan.

H Hasan Aminuddin saat melepas peserta Parade Hadrah On The Street mengungkapkan kegiatan ini dilakukan untuk menghindari permasalahan antar anak muda di akhir tahun. Dimana, di pergantian tahun perlu adanya hiburan yang bermanfaat yang dapat mengarahkan anak muda ke hal-hal yang positif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada anak muda yang banyak berkumpul dan menyaksikan pasukan hadrah sambil melantunkan sholawat Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Menurut Hasan, kegiatan ini bertujuan sebagai syiar agama melalui kesenian hadrah dan sebagai media hiburan bagi masyarakat dalam menyambut tahun baru 2018. Serta sebuah strategi untuk mengurangi angka kriminal dalam merayakan tahun baru 2018.

“Keterlibatan pemuda itu sangat penting sehingga anak-anak muda itu kemana-mana untuk mencari hiburan di malam tahun baru 2018. Kegiatan semacam ini sangatlah diperlukan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, terutama pada generasi muda. Harapannya anak-anak muda tidak lagi hura-hura dalam menyambut malam pergantian tahun,” katanya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 01 Januari 2018

Indonesia Belum Berhasil Tangani Stunting

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rektor Universitas Alma Ata Yogyakarta Hamam Hadi menilai Indonesia belum berhasil dalam menangani stunting. 

Menurut pria yang juga ahli gizi ini, karena Indonesia kurang punya kesungguhan dan masyarakatnya sedikit yang fokus dan sungguh-sungguh memerangi stunting.

Indonesia Belum Berhasil Tangani Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Belum Berhasil Tangani Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Belum Berhasil Tangani Stunting

Demikian dikatakan Hamam Hadi saat mengisi Halaqah Alim Ulama dan Daiyah NU yang diselenggarakan Fatayat NU dengan tema Jihad Cegah Stunting di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Senin (13/11).

Berbalik dengan Indonesia, ia menyebutkan negara yang sukses dalam menangani masalah stunting, yakni Brazil. 

Menurut pria berumur 55 tahun ini, Brazil termasuk negara yang berhasil di dunia dalam mengurangi angka stunting. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

30 tahun ke belakang, katanya, kondisi stunting di Brazil kurang lebih sama dengan Indonesia hari ini, tapi 30 tahun kemudian, Brazil berhasil menurunkan angka stunting sekitar 7-10 persen.

"Setiap tahun Brazil bisa menurunkan angka stunting pertahunnya itu adalah 1 persen," katanya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Indonesia pada 2007 stunting sekitar 36 persen, pada 2010 turun sekitar 0,4 persen tapi pada 2013 kembali naik menjadi 37,2 persen.

Ia pun menilai kalau saat ini Indonesia belum berhasil  menangani stunting. "Mudah-mudahan karena belum melibatkan Fatayat dan Nasyiatul Aisyiah," katanya diikuti tawa. 

Ia berharap kader-kader Fatayat dan Nasyiatul Aisyiyah berada digarda terdepan untuk menangani persoalan stunting di Indonesia. 

Hadir pada acara ini Ketua PBNU H Robikin Emhas, Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU (PP Fatayat NU) Anggia Ermarini, dan Sekretaris PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, IMNU, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 26 Desember 2017

Kemendes Bangun Infrastruktur di Kawasan Perdesaan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk memutus penghambat kemajuan desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) membangun infrastruktur dasar di kawasan perdesaan. Tidak hanya itu, pembangunan prasarana penunjang juga dilakukan seperti halnya transportasi, komunikasi, pertanian, pendidikan dan kesehatan.

Kemendes Bangun Infrastruktur di Kawasan Perdesaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendes Bangun Infrastruktur di Kawasan Perdesaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendes Bangun Infrastruktur di Kawasan Perdesaan

"Salah satu penghambat terbesar kemajuan desa dan kawasan perdesaan adalah rendahnya ketersedian infrastruktur dasar. Selain fokus di desa, pembangunan yang menghubungkan antar desa juga perlu dilakukan agar desa-desa ini bisa saling berinteraksi," ujar Menteri Desa PDTT, Marwan Jafar.

Menteri Marwan mengatakan, anggaran terbesar kawasan perdesaan tahun 2015 digunakan untuk penyediaan akses transportasi kawasan, berupa pembangunan jalan dan dermaga di 13 kabupaten, kemudian pembangunan jalan antardesa dan dermaga antarpulau di 10 kabupaten. ? Seperti halnya pembangunan dermaga antar pulau di Kabupaten Gorontalo Utara, senilai Rp20,4 Miliar.

"Pembangunan dermaga dengan kategori under develop lain dilakukan di Almahera Selatan, Button, Toli-Toli dan Almahera Tengah. Pembangunan ini lebih kepada potensi ekonomi. Bicara kawasan, dermaga ini menjadi akses antardaratan," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu lanjut Menteri Marwan, juga telah dilaksanakan penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk desa-desa tertinggal di 41 kabupaten. Di mana, dalam satu unit PLTS dapat memasok kebutuhan listrik sebanyak 300 rumah tangga.

"Selain itu, juga kita berikan penyediaan peralatan jaringan radio komunikasi antar penduduk, pesawat televise, dan parabola desa tertinggal di 16 kabupaten," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, pembangunan kawasan perdesaan di Tahun 2016 dimanfaatkan untuk melanjutkan beberapa program kegiatan pada tahun sebelumnya, dengan sasaran sebanyak 168 kabupaten.

"Kita akan membangun penyediaan listrik di 57 kabupaten, dan penyediaan sarana air bersih bagi 12 kabupaten. Selebihnya, berupa jalan, penyediaan jaringan informasi desa, dan alat pendukung pendidikan," ujarnya.

Menteri Marwan mengatakan, program–program kawasan perdesaan di tahun 2016 fokus pada program prioritas. Pertama pengembangan sarana dan pra sarana kawasan perdesaan; kedua pembangunan ekonomi kawasan perdesaan melalui pasar kawasan perdesaan, Usaha Bersama Komunitas (UBK); dan Badan Usaha Usaha antar Desa (BUMADes); ketiga pengembangan sumber daya alam kawasan perdesaan; keempat penyelenggaraan perencanaan pembangunan kawasan perdesaan; kelima peningkatan kerjasama dan pengembangan kapasitas. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 16 Desember 2017

PMII Kupang Gelar Sekolah Islam dan Gender

Kupang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kupang menggelar Sekolah Islam dan Gender bagi pengurus Cabang dan Komisariat se-Kupang pada Ahad (22/1).

Ketua Kopri PC PMII Siti Asyah mengatakan, sekolah tersebut adalah bagian dari memberikan pemahanan dasar keislaman tentang gender yang bersentuhan langsung dengan fiqih serta Al-Qur’an dan hadits.

PMII Kupang Gelar Sekolah Islam dan Gender (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kupang Gelar Sekolah Islam dan Gender (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kupang Gelar Sekolah Islam dan Gender

Aisyah menambahkan, kegiatan ini adalah upaya PMII putri untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya perempuan dalam Islam kepada para kader.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sehingga kita bisa memberikan pemahaman tentang keislaman sesuai Al-Quran dan hadits yang berkaitan dengean isu gender," katanya.

Sementara Ketua PMII Cabang Kupang Julfirlan mengatakan, Sekolah Islam dan Gender memberikan semangat kader Kopri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Firlan, dilihat dari dinamika zaman seperti ini, sebagai kader gerakan, PMII putri harus mampu mengawasi, mengatasi baik diri maupun keluarga di lingkungan masing-masing.

"Penajaman tentang Islam kepada kader menjadi rutinitas yang harus dilakukan oleh cabang," katanya.

Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri alumni Kopri Siti Hajar, Ketua Muslimat NU Hj. Nurni H. Amirudin, dan Srichatun. (Ajhar Jowe/Abdullah Alawi)



?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 11 Desember 2017

Pergunu Intruksikan PW, PC, dan PAC Shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama mengintruksikan kepada pengurus Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang Pergunu untuk melakukan shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi yang meninggal Sabtu (11/3) dini hari.

berikut intruksi tersebut:

Pergunu Intruksikan PW, PC, dan PAC Shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Intruksikan PW, PC, dan PAC Shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Intruksikan PW, PC, dan PAC Shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi

Pimpinan Pusat Pergunu menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak H. Akhsan Ustadhi, SH, MA. (Wakil Ketua PP Pergunu. Berkaitan dengan wafatnya Bapak H. Akhsan Ustadhi, SH, MA. tersebut, PP Pergunu mengintruksikan kepada Pimpinan Wilayah, Cabang, dan Anak Cabang Pergunu se-Indonesia agar menyelenggarakan shalat Ghaib dan Tahlil ditujukan untuk almarhum.



Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Surat dengan intruksi bernomor 109/PP Pergunu/3/2017, dikeluarkan 11 Maret 2017 tersebut ditandatangani Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim dan sekretaris Umum H. Gatot Sujono.

H. Akhsan Ustadhi wafat Sabtu dini hari (11/3). Menurut keterangan keluarganya yang dishare di media sosial, ia kecapekan beraktivitas. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi tidak tertolong. Ia mengembuskan napas terakhirnya pada usia 43 tahun dengan meninggalkan seorang istri dan tiga anak. (Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Doa, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 04 Desember 2017

GP Ansor Kencong Buka Tiga Unit Usaha Pemberdayaan Ekonomi

Kencong, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus GP Ansor Kencong di akhir periode kepemimpinannya mengembangkan potensi ekonomi. Mereka meresmikan usaha rintisan budidaya ternak kelinci, budidaya jamur tiram, dan jasa pencucian motor sebagai upaya pemberdayaan ekonomi organisasi.

Sekretaris GP Ansor Kencong M Yasin Yusuf mengatakan, biaya pengembangbiakan kelinci tidak membutuhkan modal besar. Pengembangbiakannya bisa mengambil model kemitraan dan kelompok. Namun keuntungan lumayan bisa didapat.

GP Ansor Kencong Buka Tiga Unit Usaha Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kencong Buka Tiga Unit Usaha Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kencong Buka Tiga Unit Usaha Pemberdayaan Ekonomi

“Dalam hitungan bulan modal sudah bisa kembali, bahkan bisa memberikan keuntungan. Pasalnya kelinci tidak mengenal masa haidh, pagi melahirkan, sorenya bisa dikawinkan. Dalam sebulan, kelinci sudah bisa disapih sekaligus melahirkan kelinci baru,” kata M Yasin yang dipercaya sebagai koordinator budidaya kelinci.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saat ini, kata Yasin, beberapa kelompok peternak kelinci di bawah binaan GP Ansor Kencong sudah berjalan. Kelompok ini bisa didapati paling banyak di kecamatan Umbulsari.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara usaha budidaya jamur tiram masih dalam masa perintisan. Menurut kordinator budidaya jamur tiram Asnawan, GP Ansor Kencong memusatkan rintisan budidaya ini di kecamatan Jombang.

“Kita baru bisa membeli bibit jamur tiram siap tanam. Kita belum siap melakukan pembibitan sendiri. Semoga ke depan kita bisa memulai dari awal dengan memanfaatkan limbah gergajian,” ujar Asnawan di sela-sela perawatan jamur tiram yang siap dipanen.

Sedangkan untuk usaha cuci motor, GP Ansor Kencong saat ini sudah mengoperasikan dua tempat jasa pencucian motor. “Insya Allah sebentar lagi kita akan membangun tempat cuci motor baru yang dilengkapi dengan tempat tambal ban,” kata Ketua GP Ansor Kencong Abdur Rohim, Ahad (3/8).

Kita ini cabang kecil. Kemampuannya juga masih terbatas. Targetnya jasa pencucian motor akan beroperasi di enam PAC GP Ansor yang ada di Kencong, tandas Rohim di tempat jasa pencucian motor yang terletak di depan Kantor GP Ansor Kencong. (Red. Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 26 November 2017

PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sebagai bentuk gerakan kemanusiaan untuk menyikapi krisis umat muslim Rohingya di Myanmar, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengajak seluruh warga NU untuk melakukan shalat ghaib dan tahlil bagi warga Rohingya yang meninggal dunia.

Ajakan ini disampaikan oleh Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah kepada sejumlah awak media saat berada di Masjid bin Aminuddin Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan, Jum’at (8/9).

PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong itu, kasus di Rakhine State, Myanmar yang menimpa kaum Muslim itu tidak murni masalah agama, melainkan konflik politik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Oleh karena itu saya meminta kepada seluruh umat Islam yang ada di Jawa Timur untuk melakukan gerakan kemanusiaan. Warga NU harus menjadi motor penggerak harmoni di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Kiai Mutawakkil mengimbau semua elemen masyarakat di Jawa Timur khususnya warga NU agar tidak diam diri. “NU harus mengambil langkah dan mempunyai rasa kepedulian yang tinggi terhadap saudara kita di Rohingya dengan cara sosial,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa krisis Rohingya merupakan proses kemerdekaan di Myanmar di mana sepanjang catatan sejarah, krisis ini adalah perang saudara terpanjang dari tahun 1948 hingga sekarang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Para pemberontak ini ada beberapa kepentingan, ada yang berbasis politik, berbasis suku dan berbasis senjata tahun 1980 sudah hilang. Di situlah yang menjadi salah satu kejadian yang anarkis saat ini,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 23 November 2017

Mengaku Nabi, Warga Inggris Terancam Hukuman Mati

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebuah pengadilan di kota Rawalpindi di Pakistan menjatuhkan vonis mati terhadap seorang pria Inggris berusia 70 tahun dengan dakwaan penghinaan terhadap Islam.

Mengaku Nabi, Warga Inggris Terancam Hukuman Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengaku Nabi, Warga Inggris Terancam Hukuman Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengaku Nabi, Warga Inggris Terancam Hukuman Mati

Muhammad Asghar ditahan tahun 2010 setelah menulis sejumlah surat kepada beberapa orang dengan mengaku dirinya sebagai Nabi, tulis sejumlah laporan yang dikutip oleh BBC Indonesia.

Pengacaranya mengajukan pembelaan klien mereka kurang waras karena punya sejarah sakit mental namun pembelaan ini ditolak sebuah panel pakar kesehatan setempat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam hukum Pakistan, seorang terdakwa bisa dijatuhi hukuman mati jika dinyatakan bersalah menodai Islam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sudah ada beberapa kasus yang kemudian mengundang perhatian kalangan internasional terkait penerapan hukum ini.

Asghar, yang berasal dari Edinburgh, Skotlandia, diduga menulis surat kepada perwira polisi setempat dan mengaku sebagai Nabi. Warga Inggris ini diduga sudah menetap di Pakistan selama beberapa tahun.

"Asghar mengaku sebagai Nabi bahkan dalam persidangan. Dia mengaku di depan juri," kata Javed Gul, seorang jaksa penuntut kepada kantor berita AFP.

Namun menurut kuasa hukumnya kepada wartawan BBC Saba Eitizaz, sang klien disidangkan tanpa didampingi pengacara.

Eitizaz mengaku dilarang membela Asghar dan kelanjutan sidang dilakukan dalam ruang tertutup.

Pengacaranya mengatakan akan mengajukan banding atas putusan yang dijatuhkan pada Kamis (23/01) larut malam tersebut.

Sudah sering terjadi dalam pengadilan tingkat banding putusan kasus penodaan agama dibatalkan karena dianggap tak cukup bukti.

Asghar sempat didiagnosa menderita paranoid akibat schizophrenia dan menjalani perawatan di rumah Sakit Royal Victoria di Edinburgh. Namun bukti dari perawatan di RS Inggris itu tak diterima oleh pengadilan, lapor sejumlah media.

Akibatnya ia dikenai hukuman kurungan sejak ditahan tahun 2010 dimana menurut pengacaranya ia pernah berusaha bunuh diri satu kali.

Menurut analisi kalangan media setempat Asghar kemungkinan tak akan benar-benar dihukum mati akibat kasus ini karena Pakistan tengah menjalani moratorium tak resmi hukuman mati sejak 2008.

Ia juga telah dikenai perintah untuk membayar ganti rugi dalam jumlah besar oleh pengadilan.

Hukum penodaan agama berlaku di beberapa negara dengan paham agama yang kuat, termasuk di Indonesia. (mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Berita, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 17 November 2017

Aneh Jika Umat Islam Menolak Keragaman

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Syuriah PCNU Kencong KH Khoiruz Zad Maddah menyerukan agar NU terus meneguhkan komitmennya dalam berkebangsaan dan keragaman sekaligus menjadi contoh dalam bernegara. Sebab, komitmen kebersamaan dalam keragaman, bekangan ini semakin mengkhawatirkan. 

Aneh Jika Umat Islam Menolak Keragaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Aneh Jika Umat Islam Menolak Keragaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Aneh Jika Umat Islam Menolak Keragaman

Penegasan tersebut  diungkapkan kiai yang akrab disapa Gus Ya pada Taushiyah Kebangsaan di aula kantor PCNU Kencong, Selasa (15/8).

Menurutnya, para ulama (NU) cukup memahami arti kebersamaan dalam keragaman. Bagi NU, katanya, keragaman budaya, suku, agama dan sebagainya adalah sunnatullah yang tidak bisa diganggu gugat, sehingga diharapkan keragaman itu tidak memberangus kebersamaan dan kerukunan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Bagi kiai dan ulama (NU), keragaman itu sudah biasa. Tidak ada masalah. Sikap  ini pula yang dipegang warga NU dalam bermazhab kepada beragam imam. Sehingga terasa aneh kalau ada orang Islam mempertanyakan, bahkan tidak setuju terhadap keragaman," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC Lakpesdam NU Kencong, Mohammad Dasuki menyatakan betapa pentingnya bangsa Indonesia menghargai pluralitas. Sebab, tanpa saling menghargai dan menghormati, mustahil Indonesia bisa aman. 

"Kita semua perlu belajar dari  sejarah bahwa betapa keragaman mampu meluluhlantakkan suatu bangsa, jika tidak ada penghargaan terhadap keragaman itu sendiri," ujarnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Doa, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 08 November 2017

KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Nuril Huda berpendapat bahwa perda ketertiban umum yang melarang memberi pada pengemis, menjadi pengamen, pedagang asongan atau pengelap mobil dilematis.

“Persoalannya memang dilematis, disatu sisi kalau kita memberi uang pada pengemis, mereka kadang tak mau berusaha, disisi lain, kalau tidak kita beri, mereka kelaparan,” katanya di PBNU, Jum’at (14/9).

KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis

Dalam aturan ketertiban umum yang merupakan revisi dari Perda 11/1988, mereka yang melanggar bisa dikenai pidana kurungan 20 hari sampai 90 hari atau denda Rp 500 ribu hingga maksimal Rp 30 juta.

Kiai Nuril lebih setuju jika dana yang diinfakkan diserahkan kepada lembaga amal, rumah yatim piatu, rumah jompo yang selanjutnya mereka akan mengelola dana tersebut buat yang berhak.

“Kita shodaqohkan atau infakkan harta kita kepada yayasan yatim piatu atau lembaga lainnya, biar mereka yang mengelola anak yatim, pengemis dan lainnya,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Tumbuhnya para pengemis, pedagang asongan dan lainnya di Jakarta diakibatkan oleh magnet yang menjadi daya tarik masyarakat dari daerah untuk datang ke ibukota dengan modal nekat. Karena tidak memiliki keahlian, akhirnya mereka berusaha bertahan hidup dengan segala cara.

“Idealnya, fakir miskin dan anak yatim memang dipelihara oleh negara seusai amanat UUD 1945. Namun departemen sosial yang bertugas mengelolanya memang belum maksimal karena yang miskin memang banyak sekali,” katanya.

Dijelaskannya bahwa sudah sunnatullah di sebuah negara ada orang kaya dan orang miskin. Disinilah peran zakat, infak dan shodaqah bisa membantu mereka yang kekurangan. “Shodaqoh terbaik adalah kepada para saudara yang masih memiliki hubungan darah yang masih kekurangan, ini akan sangat membantu mereka,” paparnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 07 November 2017

Penyair Ini Angkat Tema “Mending Gelo daripada Korupsi”

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Penyair Gusjur Mahessa tampil di acara Ngalogat Sastra Lesbumi NU Kota Tasikmalaya, Jawa Barat di Halaman Kantor PCNU, Jalan dr. Soekardjo No 47, Ahad (29/5) malam. Melalui puisi-puisi yang bertemakan "Mending Gelo daripada Korupsi", Gusjur berhasil membawa imajinasi yang hadir untuk kembali mengingat bahwa banyak yang berteriak anti korupai, tapi nyatanya korupsi juga.

Penyair Ini Angkat Tema “Mending Gelo daripada Korupsi” (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyair Ini Angkat Tema “Mending Gelo daripada Korupsi” (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyair Ini Angkat Tema “Mending Gelo daripada Korupsi”

"Maka, daripada korupsi mending gelo (gila)," kata Ketua Lesbumi, Aan Farhan yang hadir dalam pertunjukkan tersebut.

Penampilan penyair kelahiran 1 Agustus 1966 di suatu Kabupaten di Jawa Timur ini menyajikan puisi-puisi hasil refleksi pengalaman sendiri. Bertema dari pertanyaan tentang diri seperti yang berjudul "Aku Bukan Anak Kecil", Agama sampai ke Demokrasi menggunakan bahasa sangat jujur.

"Gus, kenapa kau selalu menyuruhku. Aku bukan anak kecil. Gus aku bukan anak kecil. Umurku udah 40 tahun lebih. Maaf aku. Gusti Yang Agung..mmuaaach," kata Gusjur sambil mengecup telapak tangannya saat membacakan syair.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam puisi berjudul Mending Gelo daripada Korupsi, Gusjur begitu eksentrik. Dengan memakai seragam Banser, Gusjur ekspresif sekali ketika bilang, "Hai kamu. Katanya kampanye anti korupsi. Ternyata kok malah dipenjara karena korupsi. Gubrak," kata Gusjur sambil menjatuhkan diri.

Penonton pun langsung tertawa karena ekspresi penyair yang kerap dipanggil Agus Jurig itu begitu mengena dan ekspresif dengan setiap kata yang dilantunkannya. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 30 Oktober 2017

Tiga Biang Dosa yang Harus Dihindari

Ada berjuta kesalahan yang diperbuat manusia. Masing-masing berbeda tingkatan dan bentuknya. Dari sekian banyak kesalahan tersebut setidaknya ada tiga yang menonjol dan merahimi kesalahan-kesalahan turunan. Apa sajakah itu?

Khotbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?

Tiga Biang Dosa yang Harus Dihindari (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Biang Dosa yang Harus Dihindari (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Biang Dosa yang Harus Dihindari

Jamaah Jum’at rahimakumullah,

Manusia adalah tempat salah dan lupa, kata sebuah Hadits. Pernyataan ini secara sepintas hendak memberi ruang seluas-luasnya bagi manusia untuk berbuat kesalahan, padahal tidak. Justru sebaliknya, Hadits ini ingin memberi rambu-rambu kepada para hamba Allah bahwa diri mereka sangat rentan berbuat lalai dan terjerumus dalam kekeliruan. Yang paling penting bagi manusia adalah senantiasa hati-hati agar tidak terperosok ke lubang dosa dan kesalahan. Tentang hal ini, sebagaiman tercantum dalam kitab Muntabihat ‘alal Isti‘ddi li Yaumil Mî‘âd, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa ibn ‘Imran dalam kitab Taurat: ‘Sesungguhnya induk dari segala kesalahan ada tiga, yakni takabur, hasud, dan tamak. Ketiganya melahirkan enam hal, yaitu rasa kenyang, tidur, waktu senggang, cinta harta, gila pujian, dan cinta jabatan.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pertama, takabur atau angkuh atau sombong. Sifat ini sangat menjerumuskan karena seorang hamba dibutakan oleh perasaan diri sendiri yang unggul dan di saat yang bersamaan memandang rendah orang lain. Kita tahu, Iblis dikutuk masuk neraka selama-lamanya karena sifat ini. Perasaan bahwa Iblis lebih utama dan mulia dari Nabi Adam ‘alaihissalam membuatnya membangkang dari perintah Allah subhanahu wata’ala. Ia memilih jatuh dalam kegelapan selamanya ketimbang menaruh rasa hormat kepada Nabi Adam.

Tampaklah bagaimana al-kibru atau keangkuhan memunculkan rasa paling benar sendiri, paling mulia sendiri, dan karenanya secara sadar maupun tidak sadar merasa pantas untuk merendahkan yang lainnya. Sifat takabur juga berakibat pada hilangnya ketawadukan kepada sesama karena telah silap akan kekurangan dan kesalahan diri sendiri.

? ? ? ? ?

“Takabur merupakan sikap mengingkari kebenaran dan memandang remeh manusia yang lain”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang kedua, adalah hasud. Istilah lain dari sifat ini adalah iri atau dengki. Orang yang hasud memiliki ciri menjilat ketika sedang berhadapan dan mengumpat saat berada di belakang. Orang yang dihinggapi penyakit hati ini selalu diliputi rasa susah kala menyaksikan orang lain gembira; dan sebaliknya, merasa gembira kala orang lain sedang susah. Selain menyiksa batin sendiri, hasud juga menggerogoti amal kebaikan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Jauhilah hasud karena sesungguhnya hasud menggerogoti kebaikan-kebaikan sebagaimana api menggerogoti kayu bakar.” (HR Abu Dawud)

Biang kesalahan yang ketiga adalah al-hirsu atau tamak. Yang dimaksud dalam hal ini adalah serakah terhadap kehidupan duniawi. Sebagaimana yang diberikan kepada Iblis dan binatang, Allah juga menganugerahi kita keinginan-keinginan. Hanya saja Allah memberikah kita batasan-batasan sehingga keinginan tersebut tersalurkan secara manusiawi dan sewajarnya. Tamak tak kalah membahayakannya dari takabur dan hasud. Orang yang dijangkiti sifat serakah biasanya tak peduli dengan kondisi di sekelilingnya, bahkan kadang kondisinya sendiri. Kesilapan dengan keuntungan materi yang besar bisa membuat sebuah perusahaan tambang terus mengeruk kekayaan bumi meski berakibat buruk bagi keseimbangan alam dan kehidupan warga sekitar. Seorang politisi rela melakukan risywah (suap) dan fitnah karena serakah terhadap jabatan.

Jamaah shalat Jum’at yang semoga dirahmati Allah

Ketiga sifat itulah yang disebut ummahatul khathâyâ, biang kesalahan. Dikatakan “biang” karena ketiganya menjadi faktor utama dan pemicu munculnya dosa-dosa lain. Khatib mengajak diri sendiri juga kepada hadirin sekalian untuk senantiasa mengevaluasi diri, seberapa jauh kita dihinggapi ketiga penyakit hati tersebut. Dan mari kita perbaiki selagi kesadaran masih bersemayam di dalam hati. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?

"Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat." (HR At-Tirmidzi)

?

Khotbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?





(Alif Budi Luhur).





Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 28 Oktober 2017

PP LAZISNU-LDNU Salurkan 10.000 Sembako dan 5.000 Santunan Yatim

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh NU (PP LAZISNU) dan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) menyerahkan bantuan 10.000 paket sembako dan 5.000 paket santunan kepada anak-anak yatim.

Penyerahan berlangsung di masjid An-Nahdlah, Kantor PBNU lantai dasar, jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (29/7) petang. Kegiatan penyaluran dihadiri oleh sedikitnya 100 orang penerima bantuan.

PP LAZISNU-LDNU Salurkan 10.000 Sembako dan 5.000 Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZISNU-LDNU Salurkan 10.000 Sembako dan 5.000 Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZISNU-LDNU Salurkan 10.000 Sembako dan 5.000 Santunan Yatim

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang kerap disapa Kang Said, Wakil Ketua Umum PBNU Asad Said Ali, Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik, dan Ketua PP LDNU KH Zaki Mubarok.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Semoga para muzakki diberikan ganjaran berlipat karena telah menunaikan zakat sebagai ibadah wajib,” kata KH Masyhuri Malik dalam sambutan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bantuan 10.000 paket sembako, sambung KH Masyhuri Malik, akan disalurkan dari Jawa Timur hingga Banten dan beberapa titik di Lampung. Sedangkan paket 5.000 santunan yatim disalurkan mulai dari Kupang, Nusa Tenggara Barat hingga Sumatera Barat.

Penyerahan paket bantuan ditutup dengan ceramah singkat Kang Said.

“Dua hal yang paling penting di muka bumi adalah iman kepada Allah dan bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Kang Said mengulang sabda Rasulullah SAW.?

Keimanan kepada Allah, lanjut Kang Said, dinilai belum sempurna sebelum orang yang bersangkutan memberikan sumbangsih kepada orang lain.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 24 Oktober 2017

Ketua PWNU NTB Dampingi Persiapan Visitasi UNU Mataram

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH. A. Taqiuddin Mansyur, Rabu (1/10) hari ini, mendapingi para civitas akademika dalam menyiapkan proses visitasi Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Mataram.

Kamis (2/10) besok sekitar pukul 13.00 WITA dijadwalkan Direktur Perguruan Tinggi Kemendikbud akan hadir di Gedung UNU beralamat di Jalan Pendidikan No 6 Mataram dalam rangkaian proses visitasi.

Ketua PWNU NTB Dampingi Persiapan Visitasi UNU Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU NTB Dampingi Persiapan Visitasi UNU Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PWNU NTB Dampingi Persiapan Visitasi UNU Mataram

TGH. A. Taqiuddin mengarahkan para calon tenaga UNU agar melakukan persiapan dengan matang. Para tenaga pengajar maupun tenaga adminsitrasi diharapkan bisa bekerja dengan tulus ikhlas dalam pengembangan? dan kemajuan UNU khususnya, dan NU di Nusa Tenggara Barat umunya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Gedung UNU ini juga diharapakan dapat dikelola dengan baik dan bertanggung jawab oleh para pengurus nanti,” pinta Ketua NU NTB yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Mansyuriah Al Maarif NU Bonder Lombok Tengah ini.

Ia mengaskan, UNU Matamar didirikan untuk bisa dikenang dan sebagai wadah pengembangan SDM di NTB, agar publik tahu bahwa NU di NTB besar dan kian meningkat dalam hal infrastrukur maupun supratsturktur. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakan, dirinya tidak mengarapkan apa apa dari UNU melainkan agar generasi ke depan dapat memiliki kualifikasi pendidikan yang memadai. “Sebuah kesempurnaan ada pada akasi dan bukti, bukan pada wacana dan janji,” tutupnya. (Adi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, AlaNu, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 14 Oktober 2017

Ini Miqat dalam Haji dan Umrah

Miqat merupakan bentuk isim zaman makan dari "auqata-yuqitu" yang memiliki arti menetapkan waktu. Miqat secara istilah dalam ibadah haji adalah tempat-waktu yang ditentukan untuk mulai mengerjakan ibadah haji.

Miqat terbagi atas dua, yakni miqat zamani dan miqat makani. Miqat zamani adalah batasan waktu yang digunakan untuk haji dan umrah. Sementara miqat zamani bagi orang yang berhaji adalah Syawwal, Dzulqa’dah dan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Ini Miqat dalam Haji dan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Miqat dalam Haji dan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Miqat dalam Haji dan Umrah

Jika seorang yang ingin berhaji tetapi ihramnya tidak dilakukan pada bulan-bulan tersebut, maka ibadahnya hanya bisa disebut umrah, bukan haji.

Sedangkan miqat makani adalah tempat yang digunakan untuk pertama kali berihram.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan terkait miqat makani bagi siapa saja yang hendak melaksanakan haji atau umrah. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, dan An-Nasa’i.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dari Ibnu Abbas RA sesungguhnya Rasulullah SAW telah menetapkan miqat bagi penduduk Madinah di Dzulhulaifah, penduduk Syam di Juhfah, penduduk Nejd di Qarn, penduduk Yaman di Yalamlam, begitu juga termasuk orang-orang yang ingin berhaji dan umrah yang berasal dari tempat lain tetapi melewati daerah-daerah tersebut (maka miqatnya sama dengan daerah yang dilewati).”

Dari hadits di atas kita dapat menyimpulkan bahwa tidak semua jamaah haji memiliki miqat yang sama. Syihabuddin bin Naqib As-Syafii dalam Umdatus Salik wa Iddatun Nasik menjelaskan beberapa ketentuan-ketentuan miqat.

Miqat bagi penduduk Madinah terletak di Dzulhulaifah. Sedangkan miqat bagi penduduk Syam (Palestina, Syiria, Yordan), Mesir serta Maroko adalah di Juhfah. Sementara miqat penduduk Yaman adalah Yalamlam sedangkan penduduk Nejd berada di Qarn.

Bagi penduduk Iraq dan Khurasan, miqatnya berada di Dzatu Irq, akan tetapi yang paling utama adalah di Aqiq. Bagi jamaah haji sedang berjalan menuju Mekah maka miqat hajinya berada di Mekah sedangkan miqat umrahnya adalah adnal hilli (daerah yang lebih dekat dengan Mekah), yaitu  Ji’ranah, Tan’im atau Hudaibiyah.

Bagi calon muhrim yang tempat tinggalnya di luar Mekah tetapi lebih dekat ke Mekah dari miqat yang telah disebutkan, maka miqatnya adalah tempatnya tersebut. Tetapi jika tempatnya lebih jauh dari pada miqat, maka yang lebih utama berihram di miqat.

Bagi penduduk Indonesia (sesuai buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kemenag), miqatnya disesuaikan dengan gelombang. Bagi jamaah gelombang pertama, miqatnya dimulai dari Dzulhulaifah (Bir Ali).

Sedangkan bagi jamaah gelombang kedua, miqatnya ketika berada di atas pesawat udara pada garis sejajar dengan Qarnul Manazil atau di Airport King Abdul Azis Jeddah (sesuai dengan Keputusan Komisi Fatwa MUI, tanggal 28 Maret 1980 dan dikukuhkan kembali pada tanggal 19 September 1981 tentang Miqat Haji dan Umrah) atau Asrama Haji Embarkasi di Tanah Air.

Bagi jamaah yang melanggar miqat, yakni ihram melewati batas miqat dan ia tetap ingin berhaji, maka ia diwajibkan membayar dam. Tetapi jika ia kembali ke miqat kemudian berihram sebelum memakainya untuk ibadah, maka gugurlah kewajibannya membayar dam.

Hal ini juga disebutkan oleh Syihabuddin bin Naqib As-Syafii dalam Umdatus Salik wa Iddatun Nasik.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Barangsiapa yang melanggar miqat dan dia ingin berhaji kemudian berihram di selain miqat, maka dia diwajibkan membayar dam (sembelihan). Jika ia kembali lagi ke miqat dengan berihram sebelum terlanjur melakukan ibadah, maka gugurlah (kewajiban membayar) dam.” Wallahu a‘lam. (M Alvin Nur Choironi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 21 September 2017

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Diakui atau tidak, pondok pesantren telah sejak lama mengajarkan serta membudayakan minat baca dan belajar. Tak hanya itu. Tradisi menulis pun seakan telah menjadi tradisi di lembaga pendidikan tradisional khas Indonesia itu.

Tak berlebihan jika Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan agar sistem pendidikan dan tradisi membaca serta menulis di pesantren patut dijadikan contoh. Karena, menurutnya, seminar-seminar bertema pengembangan minat membaca kerap diadakan, namun belum banyak menghasilkan minat belajar bagi para siswa.

"Kalau mau belajar soal bagaimana mengharuskan membaca, nggak perlu ke luar negeri, pergi saja ke pesantren," ujar Wapres Kalla saat membuka Seminar Nasional bertajuk “Sosialisasi Pengembangan Budaya Minat Baca dan Pembinaan Perpustakaan Nasional” di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (12/7).

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja

Di pesantren, tutur Wapres Kalla, para santri, tiap hari wajib membaca kitab-kitab kuning dengan penuh khusyuk, tentang materi-materi keagamaan ataupun sastra. Hal itulah yang merupakan dasar bagi pengembangan minat baca di pesantren.

"Bahkan sambil terkantuk-kantuk, santri tetap baca. Mereka nurut (patuh) pada ustad, ustad nurut pada kiai, kiai nurut pada kiai khos-nya. Pak Mendiknas (Menteri Pendidikan Nasional, red) harus jadi kiai khos-nya," ujar Wapres Kalla disambut tawa peserta seminar, termasuk Mendiknas Bambang Sudibyo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mengungkapkan, sebaiknya Mendiknas membuat aturan mengenai keharusan untuk membaca. Para siswa diwajibkan untuk membaca dan mengetahui pelajaran-pelajaran yang harus dia ketahui dari buku, bukan sekadar menumbuhkan minat membaca.

"Kalau minat saja, kalau anaknya tidak mau, bagaimana. Yang penting itu harus membaca, karena dari keharusan akan menjadi kebiasaan," tandasnya.

Karena itu, Wapres berharap, seminar yang diadakan Departemen Pendidikan Nasional itu tidak hanya membicarakan pentingnya membaca, tapi bagaimana membuat aturan soal keharusan membaca. (rif/dtc)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 19 September 2017

CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru

Lamongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Corp Brigade Pelajar dan Korp Pelajar Putri Paciran mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Tahap Pertama (Diklatama) di bumi perkemahan Ngebrak Tunggul, Lamongan, Kamis-Jumat (24-25/10). Sayap kepanduan IPNU-IPPNU ini melatih sedikitnya 70 kader baru utusan ranting dan komisariat sekecamatan Paciran.

Pelatihan dasar ini dipandu DKW CBP KPP Jatim. DKW CBP Jatim Komandan Jay mengatakan, diklatama ini adalah sebagai tahap pertama rekan dan rekanita untuk menjadi anggota CBP-KPP.

CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru

“Jumlah peserta kali ini terbilang besar untuk tingkatan anak cabang,” kata Jay, rekan IPNU asal Jember.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sepakat dengan Jay, Ketua IPNU Paciran Ruri menegaskan bahwa belajar tidak hanya di dalam ruangan. Di luar ruangan juga bisa belajar.

“Pada Diklatama yang bertepatan dengan pergantian tahun Hijriyah, peserta membaca bersama doa akhir dan awal tahun. Kita menutup doa untuk Indonesia ke depan lebih baik,” kata Ruri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Ketua IPNU Jatim Imam Fadli kader asal Paciran mengingatkan, pelajar NU dan anggota kepanduan IPNU-IPPNU ini memberikan sumbangsih besar dalam rangka kaderisasi.

“Pengurus IPNU-IPPNU Paciran perlu terus meningkatkan kuantitas dan kualitas kaderisasi,” tutup Imam. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah