Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

STAINU Temanggung Dorong Mahasiswa Berdakwah Lewat Olahraga

Temanggung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan wadah pengembangan bakat di setiap perguruan tinggi. Salah satu UKM yang banyak diminati adalah UKM Olahraga. Oleh karena itu, STAINU Temanggung merespon hal itu dan menjadi sejarah dengan mendirikan UKM Olahraga yang diketuai oleh Usman mahasiswa PAI semester V.

Hal itu dibuktikan dengan Peresmian dan Tasyakuran UKM Olahraga STAINU Temanggung pada Rabu (29/11). Hadir pimpinan yang diwakili oleh Puket 3, Moh. Abdul Munjid; serta Muhammad Fadloli Al Hakim dosen dan pembina UKM Olahraga; dan Khamim Saifuddin dosen STAINU sebagai motivator; para mahasiswa yang terlibat sebagai panitia maupun anggota UKM Olahraga.

STAINU Temanggung Dorong Mahasiswa Berdakwah Lewat Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Temanggung Dorong Mahasiswa Berdakwah Lewat Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Temanggung Dorong Mahasiswa Berdakwah Lewat Olahraga

Moh. Abdul Munjid dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa harus memiliki prestasi di bidang olahraga.

"Saya harap dengan diresmikannya UKM Olahraga ini, kita bisa mengambil hikmah, berprestasi dan ke depan kita selalu semangat demi STAINU Temanggung," ungkapnya.

Kampus kita, kata dia, sangat mendukung dengan adanya UKM Olahraga ini, karena ternyata di luar perkiraan banyak mahasiswa yang mampu berprestasi di luar, terutama dalam bidang olahraga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

UKM Olahraga STAINU Temanggung memiliki 4 cabang olahraga, yaitu futsal, voli, tenis meja dan badminton, di mana anggotanya terdiri dari mahasiswa semester 1 sampai 7, dan bisa terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Muhammad Fadloli Al Hakim, dosen PGMI sekaligus pembina menegaskan para mahasiswa harus memaksimalkan UKM Olahraga itu sebagai wadah pengembangan bakat dan minat dalam olahraga.

"Kita harus punya semangat dalam memanajemen UKM Olahraga, di dalam olahraga ada sikap fair play dan sportif, kedua sikap itulah yang tidak akan ditemui di tempat lain," katanya.

Ia memancing hadirin mencari kegiatan yang di dalamnya ada benturan-benturan fisik, bahkan berdarah-darah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Setelah itu mereka bisa bersalaman tanpa ada rasa dendam, kita bisa menemukan kegiatan seperti itu? Ya di olahrga," tambahnya.

Sementara itu, Khamim Saifuddin, memberi banyak motivasi bagi para mahasiswa yang masuk di kepengurusan UKM Olahraga.

"UKM Olahraga adalah UKM yang sangat menarik untuk kita berdakwah, karena olahraga sendiri merupakan salah satu cara kita untuk tetap menjaga kesehatan," tandas pengurus LTN NU Temanggung itu.

Ia meminta mahasiswa tidak berkecil hati, justruharus berbangga hati, karena STAINU Temanggung telah mampu menerbitkan dan mengeluarkan SK UKM Olahraga.

"Dengan niat beribadah, insyaallah UKM Olahraga akan selalu konsisten membuat prestasi untuk kampus," tegas Ketua IKA PMII Temanggung itu.

Acara tersebut dimulai pada 10.30 WIB dan selesai pada jam 11.50 WIB. Usai kegiatan itu, pengurus UKM Olahraga akan tancap gas dengan melakukan latihan rutin, dan juga mengadakan beberapa turnamen internal kampus. (Ibda/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Ulama, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 23 Februari 2018

LPBINU Pontianak Serukan Komitmen Kebersihan Lingkungan

Pontianak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kota Pontianak berharap kepada masyarakat, pedagang maupun konsumen yang berbelanja di pasar tradisional sadar akan kebersihan lingkungan. Ketua LPBINU Kota Pontianak Suryadi menuturkan, kebersihan lingkungan merupakan tugas bersama untuk mewujudkan pemerintahan Kota Pontianak yang bersih, indah dan tertata dengan rapi.

Cita-cita tersebut harus didukung warga Kota Pontianak dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat hingga membuat saluran parit yang tersedia menjadi tersumbat, menimbulkan aroma tidak sedap, sehingga kebersihan dan penataan lingkungan kurang maksimal di Kota Pontianak.

LPBINU Pontianak Serukan Komitmen Kebersihan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Pontianak Serukan Komitmen Kebersihan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Pontianak Serukan Komitmen Kebersihan Lingkungan

"Pertama yang harus dibersihkan adalah pemahaman masyarakat tentang kebersihan Kota Pontianak. Hal ini mau tidak mau kita semua harus bisa bertanggungjawab terhadap pengelolaan sampah baik sampah rumah tangga maupun sampah yang berada di Pasar Tradisional, limbah rumah sakit dan kebersihan lingkungan pesantren di Kota Pontianak," ucap Suryadi.

Imbauan tersebut muncul dalam diskusi internal kepengurusan atau lebih khasnya mengaji lingkungan dengan mengangkat tema "Sekolah Lingkungan Masyarakat Perkotaan Kota Pontianak," Rabu (28/9).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

?

"Kami melakukan diskusi ini agar kawan-kawan pengurus dapat memahami fokus capaian program kerjanya. Ini bukti nyata dan keseriusaan kami untuk membangun dan menata ketertiban maupun kebersihan lingkungan. Supaya kota pontianak bisa memberikan contoh teladan, memberikan kesan bersih, rapi dan indah kepada masyarakat," katanya.

Diskusi ini diisi oleh pemateri Deman Huri, Pembina Lembaga Pengkajian dan Studi Arus Informasi Regional (LPS AIR) Pontianak. Beberapa pengurus LPBI NU Kota Pontianak yang hadir aktif membincang tentang lingkungan perkotaan dan tentang komitmen membersihkan lingkungan agar tetap terjaga dan tertata bersih menuju kota hijau.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Daman Heri sebagai pemateri diskusi menyatakan, pemerintah daerah tidak hanya mengeluarkan teguran dan peringatan kepada pedagang, tetapi kebijakan tersebut juga harus diimbangi dengan pengelolaan sampah yang berada di Kota Pontianak. Seperti tempat penampungan sampah (TPS) dan jumlah anggota dalam membersihkan sampah yang ada di pasar tradisonal Kota Pontianak.

Menurutnya, beberapa problem yang harus diatasi di Kota Pontianak adalah kebersihan parit, pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, kemacetan, ketahanan pangan, serta wilayah lindung gambut.

"Pengelolaan pasar dimaksimalkan dengan mengutamakan kebersihan. Serta penataan taman, normalisasi sungai, kebersihan parit dan tersedianya banyak tempat sampah di jalan raya mulai dari sampah kering maupuan sampah basah mesti dipisahkan. Agar pengelolaan sampah serta pencegahan dari dampak marabahayanya bisa dikurangi, tutupnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 22 Februari 2018

Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri

Tegal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan santri dari berbagai daerah di Kabupaten Tegal berkumpul di halaman Pendopo Amangkurat, Jumat (18/12). Mereka menghadiri deklarasi "Santri Mitra Kamtibmas". Deklarasi ini berhasil memecahkan rekor Muri.

Deklarasi yang digagas oleh Polres Tegal, Pemkab Tegal, dan GP Ansor Tegal ini diikuti santri yang mayoritas adalah pelajar dan pemuda Tegal. Mereka datang berjalan kaki, menggunakan sepeda, sepeda motor, dan truk sejak pukul 06.00.

Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri

Acara  dihadiri Kapolda, Bupati, Kapolres, Dandim dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Tegal. Acara ini dikawal ratusan personel TNI dan Polri lengkap dengan kendaraan taktisnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Deklarasi ini penting untuk membantu ketenteraman dan ketertiban di Tegal," kata Bupati Tegal Ki Enthus Susmono.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan pantuan di lapangan ribuan santri dan ratusan petugas kepolisian yang memadati halaman pendopo Amangkurat ini terlihat menikmati hiburan hadroh yang ditampilkan.

Dengan memakai busana muslim lengkap dengan peci, mereka tampak antusias dan mengikuti lantunan dan gerakan dari lagu yang dinyanyikan oleh anggota grup musik hadroh. (Abdul Wahab/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 25 Januari 2018

Pesantren Langitan Gelar Bahtsul Masail Kubro Se-Jawa-Madura

Tuban, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) Pondok Pesantren Langitan menggelar pembahasan masalah keagamaan atau Bahtsul Masa’il Diniyyah Kubro se-Jawa-Madura dan Alumni Langitan di kompleks pesantren setempat di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, 13-14 Maret 2014.

Pesantren Langitan Gelar Bahtsul Masail Kubro Se-Jawa-Madura (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Langitan Gelar Bahtsul Masail Kubro Se-Jawa-Madura (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Langitan Gelar Bahtsul Masail Kubro Se-Jawa-Madura

Acara tersebut secara resmi dibuka salah seorang pengasuh Pesantren Langitan selaku tuan rumah KH Muhammad Faqih di gedung Madrasah Aliyah Al Falahiyah.

Hadir dalam pembukaan tersebut  beberapa masyayikh, di antaranya KH Ardani Ahmad dari Ploso, KH Arsyad (Pasuruan), KH. Aniq Muhammadun (Pati), KH Muhibbul Aman Ali (Pasuruan), dan ratusan peserta dari 35 delegasi yang dikirim dari beberapa pesantren di Pulau Jawa dan Madura. Para alumni Pesantren Langitan dari berbagai daerah juga turut serta dalam forum ilmiah ini.

Seperti yang diungkapkan pengasuh pesantren yang lain, KH Ubaidillah Faqih, Bahtsul Masa’il ini diharapkan menjadi awal langkah positif para santri untuk mensyi’arkan perjuangan para ulama’ terdahulu dalam menghidupkan agama Allah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Insya Allah semoga kita termasuk dalam al-‘ulama warasatul anbiya’. Tidak hanya kita membuktikan lewat mubahatsah wal munadhoroh fil ilmi wa ‘anil ilmi tapi juga dalam amal fil ilmi,” tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bahtsul Masa’il Kubro ini dilaksanakan selama dua hari, Kamis hingga penutupan pada Jumat (14/3). Para peserta dalam bahtsul masa’il ini dibagi menjadi dua komisi, yakni komisi A yang di laksanakan di Aula Pesantren Langitan dan komisi B yang dilaksanakan di gedung MA Al-Falahiyah.

Pada tiap komisi diikuti oleh dua peserta dari dua delagasi yang menjadi utusan dari beberapa pesantren se-Jawa-Madura Pesantren Langitan. (M. Sahal Yasin/Mahbib)

 

Foto: suasana dalam salah satu komisi bahtsul masail

. Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Berkat Ulama NU NKRI Berdiri

Purbalingga, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini lahir berkat jasa para ulama dan kyai NU, "maka mari kita tetap berkhidmat, khususnya kepada para kyai dan ulama NU."

Demikian disampaikan KH. Muhammad Faris El-Haq Fuad Hasyim dari Buntet Cirebon dalam acara Ansor Bersholawat dan Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh GP Ansor Kabupaten Purbalingga pada hari Ahad (17/6) dalam rangka peringatan isro Miroj Nabi Muhammad SAW dan pelantikan PAC GP Ansor Bukateja di halaman pendopo Kecamatan Bukateja.

Berkat Ulama NU NKRI Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkat Ulama NU NKRI Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkat Ulama NU NKRI Berdiri

Kontribusi ulama NU ini dibuktikan dengan penunjukan Sukarno-Hatta sebagai Waliyyul Amri ad-Dlaruri bisy-Syaukah di saat Indonesia hilang kewibawaan di mata dunia, serta dengan keluarnya Resolusi Jihad dari Hadratush Sheikh KH. Hasyim Asyari yang membangkitkan semangat bertempur kepada Bung Tomo dan arek-arek Suroboyo dalam melawan penjajah pada tanggal 10 Nopember 1945 yang kemudian kita kenal dengan Hari Pahlawan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sehingga kita heran mengapa segelintir orang yang tidak berkeringat, tidak berdarah-darah dalam perjuangan menegakkan NKRI tiba-tiba ingin mendirikan Negara Islam dengan dalih penegakan Khilafah Islamiyah. Untuk itu mari bersama-sama mendidik anak cucu kita sebagai generasi penerus untuk tetap kenal khidmat, cinta serta berbakti kepada para kyai dan ulama," katanya.

"Apalagi di jaman akhir ini di saat terjadinya dekadensi moral, kemerosotan moral generasi bangsa, peran orang tua dan kyai sangatlah dibutuhkan," tambah Gus Faris di hadapan ribuan jamaah yang hadir dalam acara tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya Ketua GP Ansor Purbalingga Ulil Archam mengatakan, melalui media Ansor bersholawat dan Tabligh Akbar sebagai penanaman nilai-nilai Akidah Ahlussunah Waljamaah kepada generasi penerus, NU memiliki kepedulian dan empati yang besar terhadap keberlangsungan NKRI.

Acara ini juga dihadiri oleh Mudib (PP GP Ansor), PCNU, PC Muslimat NU dan Camat Bukateja mewakili Bupati Purbalingga yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Mujib mengajak generasi muda Ansor untuk semangat berjuang dalam menegakkan Islam Ahlussunah Annahdliyah melalu beragam acara seperti majlis dzikir dan sholawat Rijalul Ansor, Pengajian serta Bakti Sosial.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Torik Jahidin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Tegal, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 14 Januari 2018

SNMPTN Jalur Undangan 2013 Rawan Diselewengkan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Pendidikan Ma’arif NU menyambut baik aturan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) jalur undangan 2013 yang dikeluarkan pemerintah. Meskipun demikian, LP Maarif NU menilai, pelaksanaan kebijakan itu masih rawan diselewengkan.

Wakil Ketua Pengurus Pusat LP Ma’arif NU Masduki Badilawi menyatakan, akumulasi nilai dari 40% rapor sekolah dan 60% ujian nasional (UN) merupakan syarat seleksi yang cukup adil, baik untuk sekolah swasta maupun negeri.

SNMPTN Jalur Undangan 2013 Rawan Diselewengkan (Sumber Gambar : Nu Online)
SNMPTN Jalur Undangan 2013 Rawan Diselewengkan (Sumber Gambar : Nu Online)

SNMPTN Jalur Undangan 2013 Rawan Diselewengkan

“Sebenarnya itu cukup fair asalkah dalam praktiknya tidak didiskriminasi dengan sekolah-sekolah unggulan, dan seterusnya itu,” ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Masduki, dengan mental umum penyelenggara pendidikan di Indonesia yang terliberalisasi, potensi penyeleksian calon mahasiswa berdasarkan kelas ekonomi sangat tinggi. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“PTN dalam penyelekesiannya diarahkan tidak semata-mata seleksi akademik, tetapi lebih diarahkan kepada siapa yang kuat bayar,” tuturnya di Jakarta, Selasa (6/11). 

Mantan Wasekjen PBNU ini menambhakan, jika ini terjadi, madrasah-madarasah NU akan menjadi korban paling besar, mengingat mayoritas peserta didik berasal dari ekonomi menengah ke bawah.

Ia mengingatkan, SNMPTN jalur undangan ini juga dapat mempengaruhi tingkat manipulasi di sejumlah sekolah bermutu rendah. Rekayasa bisa dilakukan, misalnya, dengan penambahan nilai anak didik demi kemudahan masuk ke perguruan tinggi.

“Praktik dilapangan kadang tidak seperti yang diharapkan. Sering ada permainan-permainan, dan ini yang harus diwaspadai,” tandasnya. 

 

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 13 Januari 2018

Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial

Bogor, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU menggelar Pelatihan dan Lokakarya Media Kreatif bagi para kader NU dari 13 daerah rawan konflik.

Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial

Kegiatan yang berlangsung 13-16 Agustus 2017 ini dimaksudkan untuk mendukung gerakan Lakpesdam PBNU di bidang inklusi sosial di sejumlah daerah dengan penduduk minoritas yang rentan terdiskriminasi.

Peserta lokakarya tersebut antara lain datang dari Aceh, Cimahi, Indramayu, Kuningan, Cilacap, Sampit, Tasikmalaya, Jepara, Sampang, Jember, Bulukumba, Mataram, dan Bima.

Selama lokakarya berlangsung, para utusan cabang Lakpesdam NU itu mendapatkan materi seputar tantangan media digital, teknik fotografi publikasi, pengelolaan media sosial, dan pengembangan pusat pembelajaran berbasis komunitas.

Wakil Ketua Lakpesdam PBNU Ahmad Suaedi menjelaskan, pihaknya berkomitmen pada lebih dari sekadar gerakan karitatif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kita inginnya Lakpesdam bergerakan transformatif, memiliki agenda perubahan yang jelas baik di tingkat layanan, rekognisi sosial, dan kebijakan," katanya.

Lokakarya yang digelar selama empat hari ini berlangsung di Jambuluwuk Puncak Resort & Convention Hall Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Lakpesdam PBNU dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Hadits, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 31 Desember 2017

Berkembang Pesat, MTs Maarif NU Fajaresuk Bangun Gedung Baru

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Di tahun ke tiga berdiri, MTs Maarif Fajaresuk mengalami perkembangan pesat. Kebutuhan akan ruang kelas baru pun sangat mendesak. Karena itu, madrasah yang didirikan tahun 2012 tersebut membangun gedung baru pada Rabu, (10/12). Peletakan batu pertama dilakukan Bupati Pringsewu.

Berkembang Pesat, MTs Maarif NU Fajaresuk Bangun Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkembang Pesat, MTs Maarif NU Fajaresuk Bangun Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkembang Pesat, MTs Maarif NU Fajaresuk Bangun Gedung Baru

Menurut Kepala MTs Maarif Fajaresuk H. Auladi Rosyad, gedung yang terdiri dari 9 ruang lokal berlantai 3 ini direncanakan rampung dan siap digunakan tahun ajaran baru mendatang.

"Alhamdulillah dengan modal semangat seluruh elemen MTs Maarif Fajaresuk, animo wali murid semakin tinggi untuk mempercayakan amanah pendidikan putra puterinya di Madrasah ini" jelas Rosyad.

Ia menyebutkan jumlah siswa madrasah NU itu dari tahun pertama sampai tahun ketiga terus bertambah. "Tahun pertama siswa kita sebanyak 11 anak,  tahun kedua 30, dan tahun ketiga ini menjadi 68 anak," terangnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Bupati Pringsewu Sujadi Saddad menjelaskan bahwa di kabupaten tersebut, pendidikan menjadi titik sentral. Karena itu mejadi perhatian serius Pemerintah Daerah.

Bupati yang juga Mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu mengharapkan kepada segenap civitas akademika MTs Maarif Fajaresuk untuk terus bersemangat dengan cara menunjukkan kesiapan SDM baik secara kualitas maupun kuantitas.

Lebih lanjut Bupati mengharapkan MTs Maarif Fajaresuk untuk memiliki unggulan khusus yang dapat meningkatkan dan mencirikan madrasah. "Kalau murid MTs bisa ngaji itu sudah tidak asing lagi, tapi kalau murid MTs juara olimpiade matematika bisa menjadi nilai plus untuk Madrasah," terangnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain bupati, pada peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut, hadir Kadis Pendidikan, Ketua MUI, Camat Pringsewu, Ketua PCNU, Ketua LP Maarif Provinsi Lampung dan segenap Dewan Pendiri MTs Maarif Fajaresuk.

Setelah peletakan batu pertama oleh Bupati Pringsewu dan tokoh-tokoh yang hadir, kegiatan dilanjutkan dengan resepsi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas dimulainya pembangunan gedung tersebut. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 17 Desember 2017

Hukum Membahas Politik Praktis dalam Khutbah Jumat

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah yang kami hormati. Ibadah Jumat dinilai sebagai hari Ied bagi umat Islam. Di dalamnya para jamaah mendengarkan nasihat-nasihat ketakwaan dalam khutbah Jumat.

Yang saya tanyakan, bagaimana hukumnya kalau seorang khatib mengangkat masalah politik praktis dan menjelek-jelekan orang lain terutama politikus dan partai tertentu terlebih lagi di tengah pilpres, pilkada, pilbup? Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Jakarta/Abdurrahim).

Hukum Membahas Politik Praktis dalam Khutbah Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Membahas Politik Praktis dalam Khutbah Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Membahas Politik Praktis dalam Khutbah Jumat

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Khutbah merupakan rangkaian yang wajib dilakukan dalam ibadah Jumat. Seorang khatib di dalam khutbahnya wajib berpesan kepada jamaah agar meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Pesan ketakwaan ini merupakan satu dari lima rukun khutbah itu sendiri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Memang tidak ada ketentuan perihal pilihan kata terkait pesan ketakwaan atau washiat ketakwaan. Khatib hanya diwajibkan untuk menyampaikan washiat ketakwaan meskipun dengan “taatlah kepada Allah”.

Meskipun demikian, seorang khatib perlu memerhatikan rambu-rambu khutbah. Berikut ini kami kutipkan anjuran para ulama seperti disebutkan Imam Nawawi dalam Al-Majemuk.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? " ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Seorang khatib dalam khutbahnya disunahkan menggunakan kata-kata yang jelas dan lancar, teratur, terang, tanpa dipanjangkan dan tanpa teriak. Jangan pula khutbah menggunakan kata-kata klise (seperti slogan dalam propaganda politik maupun iklan) karena tidak mengena dengan sempurna di hati pendengar. Jangan juga menggunakan kata asing karena dapat menjauhkan dari maksud pesan ketakwaan itu sendiri. Seorang khatib hendaknya menggunakan kata-kata secara bijak dan mudah dipahami. Imam Al-Mutawalli berpendapat, khatib makruh menggunakan kata-kata yang mengandung banyak makna (polisemi) dan sulit dipahami. Khatib juga makruh menggunakan kata-kata yang tidak masuk logika sebagian jamaah Jumat. Al-Mutawalli berargumentasi dengan perkataan Sayyidina Ali RA, ‘Bicaralah kepada orang lain sesuai daya pikir mereka. Apakah kalian senang kalau Allah dan Rasul-Nya didustakan?’ (HR Bukhari di akhir Bab Ilmu),” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Majemuk, Maktabah Taufiqiyyah, Kairo, Mesir, Tahun 2010, Juz 4, Halaman 363).

Terkait kata-kata asing yang sulit dijangkau oleh daya pikir sebagian jamaah ini, Syekh Sulaiman Jamal mengingatkan agar para khatib menghindarkan untuk mengeluarkan kata-kata yang terlalu berat untuk dipahami atau bahkan kontroversial seperti istilah-istilah para filsuf atau para sufi yang “berat-berat”.

? : ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? .

Artinya, “(Tidak menggunakan kata aneh dan asing) tidak lazim dalam penggunaan. Syekh Al-Qamuli berkata bahwa khatib dilarang dengan makruh menggunakan kata yang mengandung banyak makna (polisemi) dan sulit dipahami. Khatib juga dimakruh menggunakan kata-kata yang tidak masuk logika sebagian jamaah Jumat. Yang terakhir ini menjadi haram bila khatib terjatuh melakukan hal yang diharamkan melalui ucapannya. Selesai penjelasan Syekh Barmawi,” (Lihat Syekh Sulaiman Jamal, Hasyiyatul Jamal ala Syarhi Manhajit Thullab, Juz 5 halaman 478).

Rambu-rambu seperti di atas memang sengaja dirumuskan para ulama karena mempertimbangkan penyampaian nasihat sebagai tujuan pokok dari pesan ketakwaan itu sendiri. Hal ini diuraikan Syekh Jalaluddin Al-Mahalli dalam karyanya Kanzur Raghibin atau lebih dikenal Al-Mahalli yang kami kutip berikut ini.

? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.(? ? ?) ? ? ? (? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .

Artinya, “(Washiyyat ketakwaan) karena mengikuti sunah. Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari Jabir RA bahwa Rasulullah SAW selalu mewashiatkan ketakwaan dalam khutbahnya. (Tidak ada ketentuan mengenai redaksinya) terkait bahasa pesan ketakwaan (menurut pendapat yang shahih). Karena tujuan dari washiat ini adalah penyampaian nasihat. Penyampaian nasihat ini dianggap memadai meski dengan lafal selain “washiat”. Maka dianggap memadai dengan lafal ‘Taatlah kamu kepada Allah’,” (Lihat Al-Mahalli, Kanzur Raghibin ala Minhajit Thalibin [Hamisy Hasyiyah Qaliyubi wa Umairah], Masyhad Al-Husainy, Kairo, Juz I, Halaman 277).

Meskipun tidak ada ketentuan perihal redaksi wasiat, khatib dianjurkan untuk membatasi diri pada lafal “washiat” itu sendiri. Ini yang lebih utama sebagaimana usul Syekh Qaliyubi yang kami kutipkan berikut ini.

? : ( ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Perihal (washiat ketakwaan), kalau khatib hanya menggunakan lafal ‘washiat’, tentu lebih utama karena tidak adanya ketentuan perihal lafal ketakwaan disepakati para ulama,” (Lihat Qaliyubi, Hasyiyah Qaliyubi wa Umairah, Masyhad Al-Husainy, Kairo, Juz I, Halaman 277).

Lalu bagaimana dengan khatib yang menyelipkan isu politik praktis di dalam washiat ketakwaan dalam khutbahnya? Hemat kami, mimbar Jumat terlalu suci untuk diwarnai dengan kepentingan politik praktis, apalagi misalnya kalau khutbah itu digunakan untuk menghasut, mencaci-maki, melontarkan ghibah, atau melontarkan kata sufistik yang kontroversial (syathahat). Ini jelas diharamkan sebagaimana disebutkan oleh Syekh Sulaiman Jamal dalam Hasyiyah-nya seperti kami kutip di atas.

Kami menyarankan agar para khatib memerhatikan kembali tujuan utama dari washiat ketakwaan itu sendiri, yakni mengingatkan para jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan kata-kata yang bijak dan santun.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 14 Desember 2017

Anggota Banser Jember Wafat saat Atraksi Obor Sambut Pelantikan

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Shalihun, ? pengurus NU Ranting Sidodadi sekaligus PAC GP Ansor Tempurejo, Jember, wafat saat melakukan ? atraksi obor di alun-alun Ambulu, Senin (30/7) malam. Menurut Wakil Ketua PCNU Jember, HM. Misbahus Salam, yang juga hadir di acara tersebut, Shalihun tiba-tiba muntah-muntah dan ? kemudian jatuh terkulai.?

“Ia langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tak tertolong juga,” ujar Misbahus Salam.

Anggota Banser Jember Wafat saat Atraksi Obor Sambut Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota Banser Jember Wafat saat Atraksi Obor Sambut Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota Banser Jember Wafat saat Atraksi Obor Sambut Pelantikan

Atraksi obor itu sendiri adalah rangkaian dari pra acara pelantikan MWCNU dan PAC GP Ansor Ambulu. Namun sebelum pelantikan itu dimulai, salah satu pengisi acaranya ? wafat. Berita wafatnya Shalihun pun segera menyebar ke telinga pengurus NU dan viral.?

"Semoga husnul khotimah dan ? kelak berkumpul dengan pendiri NU," tulis Katib Syuriyah PCNU Jember, MN. Harisudin dalam keterangan singkatnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain atraksi obor, praacara lainnya adalah parade drumband dan gandrung shalawatan, yakni pembacaan shalawat nabi yang diiringi ? dengan musik hadrah dipadu dengan bunyi-bunyi musik tradisional gandrung.

Pelantikan itu sendiri tetap berlangsung khidmat. HM. Misbahus Salam yang mewakili PCNU Jember berharap agar pengurus MWCNU dan PAC GP Ansor dapat memaksimalkan perannya dalam pelayanan, pendampingan dan pemberdayaan umat.?

Apapun bentuknya, katanya, NU harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, tentu saja menyebarkan Islam ala Ahlissunnah wal Jamaah. Sekarang gerakan radikal sudah marak, dampingi masyarakat, beri penjelasan apa dan bagaimana ? radikalisme itu.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Supaya masyarakat tidak mudah terjebak propaganda mereka," urainya saat memberikan sambutan sebelum melakukan pelantikan. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam, Nahdlatul, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 07 Desember 2017

Presiden, Rais ‘Aam, dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Grand Final LSN

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo rencananya dijadwalkan akan menghadiri laga final Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 yang akan digelar di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), kota Bandung, pada Ahad malam (29/10). Di stadion tersebut Presiden akan memberikan sambutan sekaligus menutup secara resmi LSN 2017.

Presiden, Rais ‘Aam, dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Grand Final LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden, Rais ‘Aam, dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Grand Final LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden, Rais ‘Aam, dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Grand Final LSN

“Sampai hari ini memang tidak ada pembatalan. Kita anggap sampai hari ini Presiden Joko Widodo hadir. Beliau akan sambutan serta menutup Seri Nasional Liga Santri Nusantara dan rangkaian acara Hari Santri Nasional,” kata Direktur Eksekutif LSN Muhammad Alfu Niam.

Niam menjelaskan, sesaat sebelum laga final dimulai, akan diadakan doa dan Shalat Maghrib berjamaah  di stadion GBLA. Sedangkan imam shalat akan dipimpin langsung oleh Rais Am PBNU KH Maruf Amin. "Beliau sudah berkenan, nanti salah satu jamaahnya adalah Pak Presiden,” jelas Niam kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Media Center LSN, di Jalan Supratman kota Bandung.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain Presiden dan Rais ‘Am PBNU, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj juga turut hadir untuk memberikan kata sambutan sebelum laga dimulai.

Lebih jauh, Niam mempersilakan masyarakat untuk hadir pada laga final tersebut. “Monggo silakan datang, karena kita kasih slot 15 ribu tempat duduk. Wali Kota Bandung juga ikut mengerahkan masyarakat Bandung, di mana setiap kelurahan akan mengirimkan 100 orang,” tambah Niam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebagaimana informasi yang diperoleh dari panitia LSN, masyarakat dari kalangan manapun yang ingin menonton laga final Liga Santri Nusantara untuk datang langsung ke stadion tanpa dipungut biaya tiket masuk. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Tegal, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 29 November 2017

IPNU Jakpus Gelar Festival Ramadhan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kader muda NU mulai menunjukkan geliatnya. Mereka yang tergabung dalam organisasi IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Jakarta Pusat, telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang teragendakan selama bulan Ramadhan ini. Kegiatan yang akan memeriahkan bulan Ramadhan tersebut antara lain terangkum dalam agenda “Festival Ramadhan”.?

IPNU Jakpus Gelar Festival Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jakpus Gelar Festival Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jakpus Gelar Festival Ramadhan

Festival ini diikuti lebih dari 700 peserta yang berasal dari kalangan pelajar mulai SDN, MTsN, SMP, SMA, SMK, Aliyah, dan remaja masjid serta masyarakat umum.?

Kegiatan festival dilaksanakan di halaman SDN Duri Pulo Jl. Setiakawan III Kelurahan Duri Pulo Kecamatan Gambir Jakarta Pusat. Kegiatan festival cukup meriah meskipun panitia mengagendakan acara secara dadakan. Para kader IPNU Jakarta Pusat memiliki semangat yang tinggi dalam menjalankan aktivitasnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ini sebagai wujud kepedulian kader muda NU untuk memberi sumbangan dan kepedulian kepada masyarakat tidak mampu,” ujar Bendahara PC IPNU Jakpus, Muhamad Anshory di Jakarta, Sabtu (4/8).?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara berlangsung dengan meliputi lomba menggambar, lomba mewarnai, lomba adzan, lomba fashion show, hafalan surat pendek, menghias toples lebaran, ceramah agama, dan santunan kepada kaum duafa dan anak yatim-piatu. Dan dilanjutkan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang antara lain ? hadiahnya berupa trophy, sembako dan uang pembinaan.?

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Jakpus Friady Maulana menambahkan, ini pertama kalinya digelar sejak kepengurusan IPNU Jakpus periode masa khidmat 2012-2014. “Dan insya Allah ke depan di tahun-tahun berikutnya akan menyelenggarakan acara serupa yang lebih besar dan meriah, walau kegiatan ini di dukung dari beberapa sponsor dan uang kas PC IPNU Jakpus.”

Dalam santunan kaum duafa dan anak yatim-piatu tersebut turut hadir Camat Gambir, Lurah Duri Pulo, serta para guru-guru yang membawa anak didik. Lalu dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan shalat tarawih berjamaah.?

Mantan sekretaris IPNU Jakpus periode 2010-2012, mengungkapkan IPNU Jakpus yang sekarang lebih baik dari IPNU Jakpus sebelumnya. Sejak masih mengurus IPNU Jakpus, dia cukup aktif dalam pengkaderan pengurus dan kader hingga bisa terbentuk 8 Kecamatan se-Jakarta Pusat.?

“Kini sekarang tinggal melanjutkan, merawat dan menata. Semoga IPNU Jakpus ke depan lebih baik lagi.”

Kegiatan ini merupakan acara lanjutan dari progam kegiatan Kirab Ramadhan awal Ramadhan yang sudah berjalan sukses. Dan akan berlanjut dengan program kegiatan lainnya diantaranya: bedah buku, perlombaan kreasi celengan, dan olimpiade anak Betawi. Beragam kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang akan dilakukan oleh IPNU Jakarta Pusat sejak terpilihnya kepengurusan baru periode 2012-2014.

Kegiatan yang telah berjalan mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan. Selain sejumlah sponsor dari perusahaan-perusahaan swasta juga dari kalangan pemerintah daerah dan masyarakat umum. Beberapa lembaga yang ada di PBNU menjanjikan akan turut memberikan partisipasinya bagi terselenggaranya semua kegiatan yang akan digerakkan oleh kalangan muda NU ini.?

Ketua Umum PBNU KH Said Agil Said Siraoj mendukung segala kegiatan yang dilakukan para kader muda NU selama memiliki sumbangan yang baik bagi masyarakat. Mereka cukup aktif dan semangat dalam mengkampanyekan nilai-nilai aswaja yang menjadi prinsip-prinsip dasar NU.?

“Melalui Kirab Ramadhan, santunan anak yatim dan khususnya Festival Ramadhan seperti ini, warga NU dan masyarakat umum akan merasa terbantu oleh aktivitas kader NU,” ujarnya di PBNU kemarin.?

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 17 November 2017

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Harapan baru mulai muncul setelah sebelumnya ancaman perang menghadang didepan mata rakyat Aceh. Pemerintah RI dan GAM akhirnya bersedia duduk satu meja dalam Tokyo Meeting yang akan digelar pada tanggal 17 besok di Tokyo.
?
Kabar baik ini merupakan inisiatif dari beberapa negara donor pemulihan Aceh seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. HDC (Henry Dunant Center) -yang selama ini menjadi fasilitator perdamaian- menyambut baik rencana tersebut.

Namun demikian, sampai saat ini GAM dan RI bersedia datang dengan visi dan misi berbeda. Presiden Megawati menegaskan, pemerintah Indonesia tetap membawa proposal bahwa GAM harus mengakui NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), harus meletakkan senjata, serta harus menerima otonomi khusus.

GAM akan membawa proposal mengenai kelanjutan CoHA (Cessation of Hostilities Agreement/Kesepakatan Penghentian Permusuhan) yang ditandatangani 9 Desember lalu). "Jadi, pembahasannya bukan persoalan NKRI atau peletakan senjata," katanya saat ditemui Arnaz Farouq, wartawan, di markas GAM wilayah Lhokseumawe tadi malam.

Di mata para petinggi GAM, yang harus diagendakan dalam perundingan nanti adalah membahas sekaligus menyelesaikan pelanggaran yang terjadi selama CoHA. Sebab, selama ini, GAM menganggap belum ada mekanisme untuk menyelesaikan pelanggaran yang terjadi setelah penandatanganan perjanjian tidak saling memusuhi dari kedua belah pihak.

Ada tiga alasan mengapa GAM akhirnya menerima itu. Pertama, Jepang negara netral. Kedua, HDC menghendaki itu. Dan, ketiga, hal itu akan menjadi sejarah baru bagi pertemuan dialog RI-GAM.

GAM berharap agar pertemuan tersebut dapat diikuti oleh kalangan sipil di Aceh. Tujuannya, mereka mengetahui secara persis bagaimana proses perdamaian itu berlangsung (jp/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Warta, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Baru dalam Tokyo Meeting (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting

Minggu, 12 November 2017

Menelusuri Sanad Keilmuan Islam Nusantara dari KH Taufiq Pekalongan

Pekalongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Tim Anjangsana Islama Pascasarjana STAINU Jakarta tiba di kediaman ulama kharismatik asal Pekalongan KH Taufiq, Selasa (24/1) siang di Pondok Pesantren At-Taufiqy Rowokembu, Wonopringgo, Pekalongan, Jawa Tengah.

Rombongan Anjangsana tiba tepat ketika Kiai Taufiq mengadakan pengajian rutin hari Selasa untuk para ibu atau perempuan. Rombongan menelusuri jalan menuju Pesantren At-Taufiqy yang dipenuhi oleh ribuan ibu-ibu dalam posisi ndeprok membaca sholawat.

Menelusuri Sanad Keilmuan Islam Nusantara dari KH Taufiq Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menelusuri Sanad Keilmuan Islam Nusantara dari KH Taufiq Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menelusuri Sanad Keilmuan Islam Nusantara dari KH Taufiq Pekalongan

Setiap mengadakan pengajian, jamaah Kiai Taufiq memang selalu meluber hingga ke ujung jalan raya. Mereka menggelar berbagai jenis alas mulai dari koran, plastik, dan tikar mengisi halaman-halaman rumah penduduk.

Setelah pengajian selesai, rombongan Anjangsana menuju ruang penerimaan tamu di depan asrama putra Pesantren At-Taufiqy. Usai berbincang-bincang sejenak dengan pengurus pesantren, rombongan ditemui langsung oleh Kiai Taufiq.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Usai mencium tangan Kiai Taufiq, rombongan memulai diskusi dan menyimak dengan khusyu ujaran-ujaran kiai yang dinilai mempunyai banyak karomah oleh masyarakat ini.

Guru Kiai Taufiq

Kiai Taufiq berguru ke Syekh Masduqi Lasem. Syekh Masduqi sendiri murid dari Syekh Umar Hamdan Al-Mahrasi al-Makki, Syekh Abbas al-Maliki al-Makki, Syekh Muhammad Ali bin Husein Al-Maliki Al-Makki, dan Syekh Al-Baqir.

Kiai Taufiq memberikan penjelasan Bahwa dahulu Gus Dur pernah menulis di Majalah Tempo sekiar tahun 1980-an tentang karomah dan keilmuan Islam Nusantara Syekh Yasin Al-Fadany dan Syekh Maduqie, baik pemikiran, karya manuskrip, hingga pengabdian tak terhingga untuk umat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syekh Masduqi mendapat gelar Asy-Syekh dikarenakan termasuk salah satu Ulama Indonesia yang mengajar di Masjidil Haram. Waktu itu sebutan Syekh dimiliki oleh 3 orang Ulama, yaitu Syekh Masduqi Al-Lasimy, Syekh Mahfudz Termas (kakak kandung Syekh Dimyati) dan Syekh Yasin Al-Fadany.

Di antara murid-murid Syekh Masduqi yaitu KH Ishomuddin (Pati), KH Salim (Madura), KH Mahrus Ali (Liriboyo, Kediri), KH Zayadi (Probolinggo), KH Abdullah Faqih (Langitan), KH Miftahul Akhyar (Surabaya), KH Jazim Nur (Pasuruan), KH Nur Rohmat (Pati), KH Zuhdi Hariri (Pekalongan), KH Taufiq (Pekalongan), KH Abdul Ghoni (Cirebon), KH Nur Rohmat (Pati), KH Abdul Mu’thi (Magelang) KH Abdulloh Schal (Bangkalan, Madura), KH Mashduqi (Cirebon) KH Makhtum (Cirebon), dan KH Syaerozi (Cirebon).

Mursyid Thariqah

Kiai Taufiq pernah mondok ke Krapyak. Sempat kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Walau berhasil lulus, Kiai Taufiq tidak pernah mengambil ijazahnya. Dia membantu Mbah Ali Maksum di pondok.?

Saat ini, Kiai Taufiq dikenal sebagai Mursyid Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah. Syekh Nadzim Al-Haqqoni dan Syekh Hisyam Kabbani selalu mengarahkan ke Kiai Taufiq atas siapa saja yang meminta ijazah thariqah.

Terkait pendidikan di Pesantren At-Taufiqy, Kiai Taufiq konsisten dengan pendidikan salaf. Dia juga mendorong agar santri menguasai berbagai bidang keterampilan, selain selalu menjaga kebersihan dan kedisiplinan.

Saat tiba kesempatan rombongan Anjangsana menilik pesantren, Kiai Taufiq menerangkan bahwa arsitektur bangunan pondok dikreasi dan dibangun sendiri oleh santri. Mereka memanfaatkan material tradisional yangikonstruksi secara menarik, unik, dan bersih. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Warta, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 09 November 2017

Ahmad Tohari: Novel Mbah Hasyim ini Inspiratif

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. “Buku ini baca, ini amanat dari saya. Selain menikmati bahasa, muatannya sangat bagus, ini dapat menjawab pertanyaan Kiai Abdul Fatah, NU ini bagaimana? NU-nya rusak atau kadernya, atau NU tidak bisa masuk Ipad?”

Ahmad Tohari: Novel Mbah Hasyim ini Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari: Novel Mbah Hasyim ini Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari: Novel Mbah Hasyim ini Inspiratif

Itulah yang disampaikan oleh Ahmad Tohari dalam acara Bedah buku bedah yang berjudul “Sang Penakluk Badai” yang diselenggarakan oleh PWNU DIY, di kantor PWNU DIY jalan MT Haryono Selasa (14/05).

“Sebagai sastrawan buku ini sudah bagus, ini dapat menjawab realitas sosial NU saat ini,” ujar Ahmad Tohari, sastrawan NU berasal dari Banyumas.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dari riwayat yang ditulis, jelas Hadratus Syekh Hasyim Asy ‘ari sangat mempedulikan umat sekarang. Bukan seperti NU saat ini, yang banyak berorientasi empiris. Buku ini, menjawab permasalahan NU,” tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam diskusi yang dilaksanakan pada jam 19:30, ini banyak dihadiri oleh kader-kader NU, terutama para pelajar. Turut hadir juga sebagai pembicara, di antaranya adalah Aguk Irawan Mn dan Ahmad Tohari. Sebelum acara bedah buku tersebut dimulai, ada beberapa tampilan puisi dari para kyai dan sastrawan Yogyakarta.

“Sepulang dari sini, saya berharap baca buku ini” tandas Ahmad Tohari memberi amanah para pengunjung.?

“Menulis buku setebal ini tidak mudah, tapi mas Aguk selaku penulisnya selesai menyelesaikan buku ini, ini merupakan luar biasa,” tambahnya.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Solikhin, Rokhim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 08 November 2017

Buku “Ramah” dan Peradaban Indonesia

Oleh Ahmad Suhendra

Era 1980-an perbukuan di Indonesia sangat “dibatasi”. Karena Orde Baru masih berkuasa. Reformasi menjadi titik awal menggeliatnya perbukuan di Indonesia. Tumbangnya Orde Baru menimbulkan beberapa kalangan haus dengan buku-buku kritis, seperti filsafat dan wacana kiri. Begitu juga dengan diskursus keislaman kritis yang ikut berkembang pesat. Akhirnya, sebelum tahun 2000-an banyak beredar buku-buku diskursus, yang melahirkan pemikiran-pemikiran segar bagi peta perpolitikan maupun wacana keagamaaan di Indonesia.

Namun, pasca tahun 2000-an geliat konsumsi buku-buku diskursus itu mengalami penurunan. Itu ditandai dengan adanya pergeseran perbukuan di Indonesia, dari buku-buku filsafat ke buku-buku populer, dan dari keislaman kritis ke buku-buku keislaman pragmatis. Sekarang orang cenderung malas membaca buku ‘serius’. Padahal itu yang dapat menggerakkan sebuah peradaban. ?

Buku “Ramah” dan Peradaban Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku “Ramah” dan Peradaban Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku “Ramah” dan Peradaban Indonesia

Yang juga perlu disayangkan, maraknya buku-buku non-diskursus itu dibarengi dengan semakin populernya buku-buku berbahasa marah. Buku marah dimaknai sebagai buku yang berpandangan sempit dan tidak mau menerima perbedaan. Sebab itu buku semacam ini suka menghujat, mengafirkan dan membid’ahkan golongan lain. Tipe buku yang penuh amarah ini memang bukan sesuatu yang baru.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Namun pada abad ke-21 ini, buku penuh amarah bukan saja sekadar bacaan, melainkan sudah menjadi sikap sebagian masyarakat yang suka marah: suka menyalahkan, suka mengafirkan. Di balik buku penuh amarah itu menyimpan banyak misteri, mulai dari politik, ekonomi dan budaya.



Buku Marah Hilangkan Keseimbangan


Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masyarakat muslim perkotaan (urban) menjadi sasaran utama buku marah. Mereka paling rentan terkena pengaruh dibanding masyarakat muslim pedesaan. Karena muslim perkotaan memegang peranan penting, baik di sektor pemerintahan maupun perkantoran. Selain itu mereka juga heterogen, baik dari tingkat pemahaman keagamaan maupun tingkat pendidikan. Muslim kota disibukkan dengan segala aktivitas dan kerja. Sehingga mereka kering dengan urusan-urusan yang sifatnya spiritual. Maka mereka mencari semacam penawar yang sifatnya religius-spiritual dan mudah dipahami serta instant.

Kehadiran buku-buku marah dalam konteks Indonesia sesungguhnya membawa problem. Pertama, problem kebangsaan. Indonesia terlahir sebagai bangsa yang plural. Plural dari sisi budaya, bahasa maupun agama. Dalam konteks itu dibutuhkan sikap saling menerima, menghormati dan kerja sama. Kedua, problem dari sisi keberagamaan. Sudah berabad-abad muslim di Indonesia saling berinteraksi dalam bingkai pluralitas kebangsaan. Tatanan yang harmonis itu tentu akan rusak jika sesama muslim saling menghujat.

Buku-buku yang berbahasa marah, terutama yang mengidentifikasi diri dari ajaran agama (Islam), ketika lahir dengan penuh amarah, terbukti tak mampu membangun peradaban yang saling menghargai. Ini jelas tak sesuai dengan tradisi Nusantara yang ramah dan santun. Buku dengan bahasa marah justru melahirkan tradisi dan peradaban yang jauh terbelakang. Buku itu telah menghilangkan keseimbangan dalam membangun peradaban Indonesia.

Sebab itu buku-buku berbahasa marah itu harus dilawan dengan menerbitkan buku-buku keislaman yang ramah dan toleran. Buku-buku keislaman yang ramah dan toleran itu mesti menyasar muslim perkotaan. Buku-buku itupun harus dikemas dengan bahasa ringan sesuai dengan tingkat pemahaman masyarakat.



Pesantren dan Rumah Bahasa Nusantara


Tidak mudah untuk membendung peredaran buku-buku marah itu. Ini tantangan bagi para penerbit yang mengedepankan Islam yang toleran. Pesantren mempunyai andil besar dalam menjaga peredaran buku-buku toleran. Pesantren bisa menjadi kantong-kantong beredarnya buku-buku toleran. Proses transformasi keilmuan di pesantren mengkombinasikan budaya Arab dengan budaya lokal.

Untuk itu, perbukuan Indonesia masa depan harus kembali menata visinya yang jelas dan tegas. Bangsa ini harus kembali kepada “Visi Indonesia” yang sudah mempunyai “rumah” sendiri, yakni rumah bahasa yang khas Nusantara. Rumah bahasa yang khas Indonesia selalu emoh dengan bahasa yang marah, bahasa porno dan bahasa yang tidak mempunyai ikatan dengan jiwa Nusantara. Rumah bahasa yang khas Nusantara selalu mengedepankan kesantunan dan keramahan.

Rumah bahasa Indonesia pada dasarnya tidak mengenal buku-buku model tersebut. Sebab itu, buku-buku itu tidak akan mendapatkan tempat dalam rumah bahasa dan masyarakat di masa mendatang. Buku-buku amarah itu akan hilang dengan sendirinya. Dalam konteks ini, dunia perbukuan Indonesia harus menundukkan setiap hal-ihwal secara proporsional.

Hanya buku yang mempunyai ikatan batin dengan jiwa Indonesia yang bisa eksis dan terus langgeng. Buku yang suka marah, buku yang penuh porno, dan penuh tipu muslihat akhirnya secara teratur hilang dari peredaran. Dengan mendudukkan perbukuan Indonesia dalam konteks jiwa Nusantara ini, maka arah perbukuan bisa menjadi mercusuar peradaban dunia masa depan.

*) Penulis adalah Wartawan Majalah Bangkit dan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Warta, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 02 November 2017

Belum Ada Ongkos, Belum Wajib Haji

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Saifuddin Amsir menyatakan kewajiban haji bagi setiap muslim bergantung pada sejumlah kesiapan yang bersangkutan. Kesiapan itu antara lain mencakup ongkos perjalanan menuju tanah suci.

“Kalau belum ada ongkos, seseorang belum berkewajiban menjalankan ibadah haji,” kata KH Saifuddin kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di kediamannya di bilangan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Rabu (11/9) malam.

Belum Ada Ongkos, Belum Wajib Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Belum Ada Ongkos, Belum Wajib Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Belum Ada Ongkos, Belum Wajib Haji

Lain soal kalau seseorang berangkat haji diongkosi orang lain. Atau misalnya ia mengongkosi hajinya dengan cara berhutang di mana ia memiliki cadangan pasti investasi buat membayar hutangnya kelak. Ini sah-sah saja, tambah KH Saifuddin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Saifuddin merinci ongkos yang meliputi segala biaya perjalanannya berangkat dan pulang. Segala kebutuhannya selama melaksanakan ibadah haji pun masuk dalam daftar ongkos ibadah haji.

Kecuali itu, caloh jemaah haji juga wajib memasukkan biaya kebutuhan orang rumahnya selama peribadatan haji dalam daftar anggaran ongkos haji, jelas KH Saifuddin. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kalau orang punya tanah seluas 80 hektar, tentu ia sudah kena kewajiban berangkat haji,tegas KH Saifuddin.

Masalah kemampuan ini penting untuk diperhatikan karena menyangkut wajib-tidaknya haji, tutup KH Saifuddin.  

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Warta, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 20 Oktober 2017

Beramal Baiklah di Segala Medan

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Beramal Baiklah di Segala Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Beramal Baiklah di Segala Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Beramal Baiklah di Segala Medan

Suatu hari Rasulullah ditanya oleh seorang dari suku Baduwi tentang hijrah. Maksudnya, si Baduwi hendak ikut berjuang bersama umat Islam lainnya dengan bermigrasi dari Makkah menuju Madinah. Nabi pun menjawab dengan nada agak keras:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Celakalah, sungguh itu sangat berat. Apakah kamu memiliki unta yang sudah sampai nishab yang dikeluarkan zakatnya?” Orang Baduwi itu menjawab “Ya.” Rasulullah pun membalas, “Beramalah dari balik perkampungan. Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan amal baikmu sedikt pun.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abi Said al-Khudri. Dalam pertanyaan orang Baduwi itu tersimpan niat baik untuk berjihad di jalan Allah dengan cara turut serta hijrah ke daerah lain. Hijrah kala itu merupakan pekerjaan yang tidak sederhana.

Lebih dari sekadar menempuh perjalanan jauh, hijrah mengandaikan seseorang bersiap secara fisik dan mental menghadapi berbagai tantangan selama perjalanan, juga tantangan bertemu dengan kehidupan sosial yang baru di tanah orang. Hijrah juga merupakan momen berpisah dengan keluarga dalam waktu cukup lama dan karenanya memastikan bekal dan kesejahteraan bagi orang-orang yang ditinggal.

Mungkin sadar akan keterbatasan orang Baduwi itu untuk melaksanakan itu semua, Rasulullah memberikan alternatif lain tentang cara berjihad. Karena si Baduwi adalah orang yang berpunya, Nabi pun menyarankan dia berbuat baik melalui harta. Si Baduwi dianjurkan tetap berada di kampung halaman dengan memperbanyak sedekah.

Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,

Cerita tentang orang Baduwi tersebut mengungkapkan pesan bahwa medan amal ibadah memang sangat luas. Ketika orang-orang kala itu menganggap hijrah sebagai jalan amal yang primadona, Nabi menampiknya dengan menunjukkan jalan-jalan lain yang juga sama baiknya. Rasulullah sadar, kemampuan umatnya berbeda-beda, sebab itu cara berbuat baik pun tidak harus sama.

Petunjuk Nabi ini juga selaras dengan pesan Al-Qur’an sebagaimana tertuang dalam Surat at-Taubah ayat 122:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”

Demikianlah lagi-lagi Nabi tak mengharuskan jihad perang atau hijrah sebagai satu-satunya pilihan. Rasulullah menilai pendalaman ilmu dan menjadi pembimbing masyarakat pun bagian dari jihad yang tak kalah penting. Dalam bahasa lain, pola semacam ini bisa kita sebut sebagai “distribusi tugas”. Orang-orang tidak dipaksa bekerja dalam satu bidang tertentu tetapi dibiarkan menduduki porsi masing-masing lalu berperan positif sesuai dengan fungsinya.

Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,

Lalu bagaimana bila kita tidak memiliki kekayaan yang cukup? Pertanyaan ini kadang kita temukan dari sejumlah orang yang menyesali dirinya tidak bisa berbuat baik banyak (misalnya) hanya karena ia seorang pegawai rendahan, gajinya sedikit, penghasilannya pas-pasan.

Mereka mungkin lupa bahwa sumber kebaikan tidak selalu ditentukan oleh harta. Bahkan, dalam banyak kasus banyaknya harta kerap malah menjerumuskan. Betapa banyak orang-orang yang berharap peningkatan nasib, namun ketika kenikamatan tersebut hadir orang itu justru menjadi kufur: lupa bersyukur, lupa berbagi kepada sesama.



(Baca: Penderita Lepra, Orang Botak, dan Si Buta dalam Cerita Rasulullah)


Banyak jalan menuju kebaikan. Selain harta, berbuat baik juga bisa disalurkan melalui tenaga dan pikiran. Menjenguk orang sakit, berbakti kepada orang tua, berpatisipasi dalam donor darah, mengajar, memperhatikan orang lemah di sekitar kita, andil dalam kerja bakti, dan lain-lain adalah sedikit contoh dari jalan beribadah atau beramal baik.

Terlebih lagi, amal perbuatan yang tampak biasa bisa berubah menjadi amalan “luar biasa” dengan cara memperbaiki niat. Hal ini dapat terjadi karena niat berpusat di hati, dan hati adalah sumber yang sangat menentukan dalam segenap aktivitas manusia. Tentang memperbaiki niat ini Syekh az-Zarnuji dalam kitab Ta’lîmul Muta‘allim mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Betapa banyak amal perbuatan yang bercirikan amal perbuatan duniawi, tetapi karena niat yang bagus menjadi amal perbuatan akhirat. Betapa banyak perbuatan yang bercirikan amal perbuatan akhirat, tetapi menjadi perbuatan dunia karena niat yang buruk”.

Bekerja, berolah raga, makan, minum, tidur, atau aktivitas sejenis lainnya hanya sekilas hanya rutinitas belaka. Dengan mengimbuhinya niat yang positif, misalnya untuk menunaikan tanggung jawab, untuk kesehatan fisik demi menghamba kepada Allah, rutinitas tersebut menjadi bernilai ibadah. Sebaliknya bila yang demikian diniatkan semata untuk memenuhu sifat tamak, akan menjadi rutinitas yang tidak bernilai baik apa-apa.

Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,

Jangan pernah mengabaikan niat, jangan pula meremehkan posisi kita sekarang selamat tak menyalahi syariat. Karena semua orang mampu menata niatnya dan semua orang berpotensi berbuat yang terbaik sesuai dengan posisi dan porsinya masing-masing. Apalagi, kata orang bijak, manusia tidak dicela karena tidak mencapai kebaikan maksimal, melainkan karena tidak mau berikhtiar berbuat baik padahal ia memiliki kemampuan. Wallahu a’lam.

Khutbah II



? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Alif Budi Luhur)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Tegal, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 04 Oktober 2017

LDNU Sediakan Takjil Sepuluh Hari

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Seruan PBNU menjelang tahun baru hijriyah 1428 yang diantaranya untuk berpuasa sunnah tasu’a dan asyura dan dimulai dengan puasa mutlaqah dari tanggal 1/10 Muharram mendapat dukungan penuh dari LDNU. Takjil atau buka bersama akan disediakan gratis selama 10 hari berturut-turut ppada  20-30 Januari.

Wakil Bendahara LDNU Khoirul Huda Wahid mengungkapkan bahwa seruan PBNU agar kita semakin mendekatkan diri kepada Allah dan menghindari segala perbuatan maksiat harus didukung penuh. “Ini merupakan bentuk keprihatinan kepada bangsa yang ditimpa musibah yang tak kunjung selesai yang tak mungkin diatasi oleh manusia kecuali atas bantuan Allah,” katanya ketika ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di kantor LDNU kemarin.

Berbagai bencana, baik bencana alam yang terjadi di darat, laut maupun udara serta bencana sosial yang merusak masyarakat terjadi seolah tiada henti. Kedua bencana tersebut bisa terjadi secara terpisah atau bisa menjadi penyebab yang lainnya sehingga penyelesaiannya semakin susah. “Mudah-mudahan para pemimpin sadar akan tanggung jawabnya kepada rakyat kecil dengan menjadi pemimpin yang adil dan dengan adanya ulama yang baik,” tuturnya

LDNU Sediakan Takjil Sepuluh Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Sediakan Takjil Sepuluh Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Sediakan Takjil Sepuluh Hari

Layaknya takjil yang diberikan selama puasa Ramadhan, menjelang maghrib akan diisi dengan ceramah dari berbagai ulama NU. Setelah itu makan takjil untuk membatalkan puasa dan dilanjutkan sholat Maghrib berjamaah. Baru kemudian makam bersama yang akan diikuti dengan istighotsah atau dzikir bersama serta tartil Qur’an.

Huda berharap buka puasa bersama tersebut dapat diikuti oleh sekitar 300-an orang seperti yang terjadi pada bulan Ramadhan. “Kita juga mengundang penduduk sekitar Gedung PBNU untuk terlibat dalam acara ini,” paparnya.

Ketua PBNU dalam berbagai kesempatan dalam mensosialisasikan seruan ini selalu mengutip ayat  al Qur’an bahwa bencana ini timbul karena kita durhaka seperti dalam firmal Allah dalam surat An Nahl ayat 112 yang berbunyi:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dan Allah memberikan contoh sebuah negeri yang aman tenteram, rizki yang melimpah dating di negeri itu dari segala tempat; kemudian penduduk negeri itu durhaka dan ingkar terhadap nikmat-nikmat Allah, maka Allah menimpakan pakaian kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang mereka perbuat sendiri” (Q.S. An-Nahl 112). (mkf)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 30 Juni 2017

Umat Islam Jangan Ceroboh

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi mengingatkan, umat Islam Indonesia untuk tetap memperhatikan sikap keberagamaannya. Kecerobohan dalam mengambil langkah, seperti aksi kekerasan, akan berdampak pada citra Islam di mata dunia.

Umat Islam Jangan Ceroboh (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam Jangan Ceroboh (Sumber Gambar : Nu Online)

Umat Islam Jangan Ceroboh

“Karena dengan kekerasan, apalagi terorisme, itu senjata ampuh untuk menambah amunisi orang lain untuk dipakai bagaimana membentuk opini secara global,” ujarnya beberapa waktu lalu di Kantor Islamic Conference of Islamic Scholars (ICIS) Jakarta.

Menurut Hasyim, umat Islam sekarang sedang mengalami disorientasi sehingga cenderung reaksioner dalam menanggapi persoalan. Oleh sejumlah kepentingan ini dimanfaatkan untuk merusak citra Islam secara umum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sekarang kita mendengar pembakaran mesjid, pembakaran gereja. Itu tidak datang dengan sendirinya, sekalipun juga pelakunya teman-teman kita sendiri yang disorientasi, sehingga merupakan gol bunuh diri untuk Islam,” tambahnya.

Sekretaris Jendral ICIS ini berpandangan, bangsa Indonesia perlu tetap waspada dengan sejumlah kepentingan global, terutama Barat, yang hendak masuk di Indonesia. Peluang itu bisa menyusup dan menunggangi suasana keruh yang terjadi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tentulah mereka cara memainkannya tidak seperti negara-negara yang diktator, tetapi berselancar di atas sistem kondisi yang ada,” tuturnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah