Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

MUI Haramkan Wanita Jadi TKW

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa soal tenaga kerja wanita (TKW). Isinya, mengharamkan perempuan meninggalkan keluarganya untuk bekerja ke luar kota atau ke luar negeri.

Hukum haram juga berlaku bagi pihak-pihak, lembaga atau perorangan yang mengirimkan atau terlibat dengan pengiriman TKW, demikian juga pihak yang menerimanya. “Ketentuan ini berlaku jika kepergiannya tanpa disertai mahram, keluarga atau kelompok perempuan terpercaya (niswah tsiqah),” tegas Ketua Fatwa MUI yang juga Rais Syuriah PBNU, KH Maruf Amin kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah,  Kamis (3/1).

Menurut Ma’ruf, dalam keadaan darurat, fatwa tersebut bisa tidak dipatuhi. Hanya saja, menurut Ma’ruf, batasan keadaan darurat harus bisa dipertanggungjawabkan secara syari, qaanuniy (UU) dan adly (adil), serta dapat menjamin keamanan dan kehormatan perempuan yang jadi TKW.

"Darurat itu jika ada anggota keluarga yang meninggal, tapi bukan untuk bekerja,” tegas Ma’ruf. Sedangkan jika dia merupakan janda beranak banyak yang harus menghidupi keluarganya, maka menurut Ma’ruf, pemerintahlah yang harus menanggung kehidupannya.

Maruf menegaskan bahwa saat menjadi Ketua Komisi VI di Tahun 2000, DPR telah merekomendasikan agar perempuan tidak boleh menjadi TKW tanpa adanya perlindungan dari negara. Sebab itu, menurut Ma’ruf, pemerintah, lembaga dan pihak terkait lainnya agar menjamin dan melindungi keamanan dan kehormatan TKW serta membentuk lembaga perlindungan hukum atau kelompok niswah tsiqoh di setiap negara tertentu, serta kota-kota tertentu.

Sebelumnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk segera membuat fatwa soal tenaga kerja wanita (TKW), terutama bagi mereka yang mencari kerja di luar negeri.

Dalam pandangan Islam, termasuk NU, kata pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu, seorang wanita yang bepergian jauh seperti menjadi TKW tanpa didampingi mukhrim adalah dilarang. "Apalagi secara teknis mereka tidak mempunyai pendidikan dan ketrampilan yang memadai, sehingga berpeluang terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti terlunta-lunta dan perlakuan tidak senonoh lainnya," kata mantan calon wakil presiden yang berpasangan dengan Megawati Soekarnoputeri pada Pilpres 2004 lalu. (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

MUI Haramkan Wanita Jadi TKW (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Haramkan Wanita Jadi TKW (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Haramkan Wanita Jadi TKW

Senin, 05 Maret 2018

Luncurkan Buku tentang Profesionalitas Guru

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Komitmen Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) terhadap bidang pendidikan di Indonesia berbuah hasil. Salah satu kadernya, Asrorun Ni’am Sholeh, yang juga pernah menjabat sebagai salah satu Ketua Pengurus Pusat IPNU, berhasil meluncurkan buku yang berjudul “Membangun Profesionalitas Guru: Analisis Kronologis atas Lahirnya UU Guru dan Dosen.

Buku setebal 222 halaman yang diterbitkan oleh Lembaga Studi Agama dan Sosial (eLSAS) itu diluncurkan di Gedung Teater Perpustakaan Nasional, Jalan Salemba Raya, Jakarta, Jum’at (13/10).

Luncurkan Buku tentang Profesionalitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Luncurkan Buku tentang Profesionalitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Luncurkan Buku tentang Profesionalitas Guru

Hadir dalam peluncuran yang juga dirangkai dengan bedah buku tersebut, Dr H Fasli Djalal Ph.D (Dirjen PMPTK Diknas RI), Prof Dr Suriani MA (Guru Besar Universitas Negeri Jakarta) dan Dr H A Fathoni Rodli M.Pd (Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU)

Ni’am, demikian panggilan akrab Asrorun Ni’am Sholeh, mengakui bahwa buku yang ia tulis pada dasarnya lebih tepat diberi label sebagai kumpulan dokumen historis atas dinamika internal yang terjadi saat pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Guru dan Dosen. “Karena kajiannya memang hanya dibatasi pada upaya meng-cover secara analitis atas kronologi penyusunan RUU sehingga dapat disahkan sebagai UU, disertai dengan dinamika internal yang terjadi,” terangnya.

Namun demikian, kata Ni’am, di dalam buku yang ditulisnya tersebut dapat ditemukan analisis perbandingan antara draf yang disiapkan oleh DPR-RI (Komisi X) dengan hasil pembahasan. Hasilnya menunjukkan adanya keberanjakan secara signifikan, baik itu sifatnya vertikal, horisontal, maupun diagonal.

Menurut pria yang saat ini tengah menyelesaikan Program Doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta ini, hal itu wajar sebagai buah ‘konsensus’ dengan pihak pemerintah, dalam hal ini adalah Departemen Pendidikan Nasional yang sejak awal mengajukan draf tandingan yang secara diametral cukup kontras.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dijelaskan Ni’am, dalam proses pembahasan RUU tersebut, tampak sekali perbedaan paradigma yang digunakan oleh pemerintah dan DPR, khususnya terkait dengan detil aturan mengenai kesejahteraan dan jaminan profesionalitas guru. “Sejak awal, DPR punya semangat untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Kesejahteraan guru yang masih sangat tidak ideal menyebabkan mutu guru dan mutu pendidikan secara keseluruhan menjadi rendah,” ungkapnya.

Sementara, imbuhnya, pemerintah tampak lebih mengutamakan menentukan “rambu-rambu” profesionalitas melalui kualifikasi akademik dan sertifikasi. “Kalau pemerintah asumsinya; mutu baik dulu, baru setelah itu kesejahteraan diperoleh. Berbeda dengan DPR yang mengasumsikan; sejahtera dulu, baru kemudian mutunya akan baik,” jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Buku tersebut merupakan buku kedua karya mantan Ketua PP IPNU periode 2000-2003 ini. Sebelumnya, pria kelahiran Nganjuk, 31 Mei 1976 ini pernah menerbitkan buku dengan tema pendidikan pula; “Reorientasi Pendidikan Islam”. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Pemurnian Aqidah, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Mobil Karya Anak SMK Dipamerkan di Muktamar Thariqah

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mobil Karya anak anak SMK Surakarta yang beberapa waktu lalu dipakai Walikota dan Wakil Walikota Surakarta sebagai mobil dinasnya dapat dilihat di arena Muktamar XI Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman) yang berlangsung di Pesantren Al Munawariyah Bululawang Kabupaten Malang tanggal 10 - 14 Januari 2012.

Tidak hanya itu, beberapa karya anak anak SMK seperti sepeda motor, TV layar datar, LCD proyektor, alat pembuat tahu hingga alat pengukur travo juga dapat dilihat di arena pameran teknologi karya anak bangsa bersama SMKN 1 Singosari, SMKN 4,5 dan 6 Malang. Kemudian SMKN 7 Surabaya, SMKN 2 Pasuruan, SMK plus Al Maarif Singosari, SMK Al Munawariyah, SMK Cendika Bangsa, SMK Babussalam dan SMK Al Huda Malang.

Mobil Karya Anak SMK Dipamerkan di Muktamar Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mobil Karya Anak SMK Dipamerkan di Muktamar Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mobil Karya Anak SMK Dipamerkan di Muktamar Thariqah

Munirul Huda peserta muktamar asal Banyuwangi kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah mengatakan, dirinya tahu kalau di Muktamar Thariqah ada pameran otomotif karya anak anak SMK setelah diberitahu oleh teman satu pemondokan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakan, dirinya sangat kagum atas sentuhan anak anak SMK yang menurutnya tidak kalah dengan produk luar negeri dan sekaligus ini mengobati rasa penasaran yang hampir setiap hari diberitakan oleh media.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sebenarnya cukup banyak yang akan ikut pameran karya anak anak SMK, akan tetapi karena tempatnya terbatas, maka dibuat perwakilan saja," ujar Hamdani Muin Sekretaris panitia muktamar.

Dikatakan, ide ada pameran karya anak anak bangsa sebagai bentuk apresiasi yang sedalam dalamnya dari thariqah, dengan cara ini diharapkan ke depan akan muncul karya karya lain yang lebih hebat.

Hamdani berharap Presiden SBY usai membuka muktamar bisa melihat lihat hasil karya anak anak SMK dan berkenan membubuhkan tanda tangan di mobil yang mulai banyak dipesan oleh berbagai kalangan.

Sebagaimana diketahui, mobil Kiat Esemka menjadi terkenal setelah Wakilota Surakarta Joko Widodo dan Wakilnya menjadikan sebagai kendaraan dinas sehari hari. Meski Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo kurang berkenan, akan tetapi Jokowi panggilan akrabnya tak bergeming untuk tetap menggunakan mobil bertype SUV sebagai kendaraan dinasnya.

Redaktur     : Mukafi Niam

Tim Liputan: A Khoirul Anam, Abdul Muis

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Pondok Pesantren, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 16 Januari 2018

Guru Besar UMM: Pesantren NU Berjasa Ciptakan Harmoni dalam Keberagaman

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Banyaknya pondok pesantren besar berbasis Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang memberikan kontribusi yang besar terhadap terciptanya toleransi dan kebebasan beragama di wilayah tersebut. Jamiyah NU yang berkarakter moderat mampu merangkul dan mengakui adanya keberagamaan di Jombang.

Hal ini disampaikan Syamsul Arifin, guru besar sosiologi agama Universitas Muhammadiyah Malang kepada wartawan, Kamis siang (06/04), usai menjadi salah satu narasumber acara Diskusi Panel Nasional bertajuk “Toleransi dan Kebebasan Beragama di Indonesia” yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Darul Ulum Jombang bekerja sama dengan Asia Foundation serta Universitas Muhammadiyah Malang.

Guru Besar UMM: Pesantren NU Berjasa Ciptakan Harmoni dalam Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Besar UMM: Pesantren NU Berjasa Ciptakan Harmoni dalam Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Besar UMM: Pesantren NU Berjasa Ciptakan Harmoni dalam Keberagaman

“Harmonisnya kehidupan beragama di Jombang banyak dipengaruhi karakter pesantren yang menjadi karakter masyarakat di sini," ujar direktur Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (Pusam) Program Pascasarjana UMM ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di samping? berkultur Aswaja, karakter masyarakat Jombang yang lebih dominan bercorak mataraman menjadikan kehidupan yang harmonis. “Karakteristik masyarakat Jombang yang lebih dominan bercorak mataraman lebih memudahkan pekerjaan kami (pengendalian Kamtibmas)," papar Waka Polres Jombang, Kompol Hendriyana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syamsul juga tidak setuju terkait wacana pemisahan antara agama dan politik. Karena menurutnya, hal itu sulit dilakukan. Ia memberikan sebuah contoh, adanya Kementerian Agama di Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia bukan negara sekuler, tapi juga bukan negara teokratif. "Terpenting sekarang adalah bagaimana membangun agama sebagai etika publik," tambahnya.

Namun demikian, Syamsul mengakui bahwa isu agama sangat mudah di eksploitasi untuk kepentingan elite politik tertentu, sehingga akhir-akhir ini muncul isu primordialisme agama. Agak berbeda dengan Syamsul, salah satu narasumber lainnya yakni Budhy Munawar Rachman dari Asia Foundation lebih sepakat jika politik dipisahkan dari agama. "Itu bukan berarti agama disingkirkan, ini yang orang sering salah paham. Artinya, semua urusan politik bernegara harus di dasarkan pada konstitusi, itu entry pointnya," papar Budhy.

Masih menurut Budhy, Indonesia sebenarnya mempunyai paham yang telah disepakati bersama, namun belum terlihat pada praktiknya. "Realitasnya, agama masih bisa mempengaruhi politik hari ini. Jadi sebenarnya, jangan sampai ada pertentangan antara substansi agama dengan substansi konstitusi," pungkas Budhi.

Tentang pelaksanaan kebebasan beragama di Indonesia, Budhy menilai pada masa reformasi indeksnya masih bagus. Dengan indikator rangking indeks internasional (freedom index) di angka enam hingga tujuh. Indeks ini adalah meliputi indeks kebebasan berekspresi, berserikat, beragama dan lain-lain. "Namun pada akhir periode pemerintahan SBY, indeks ini turun hingga pada angka lima," pungkasnya.? (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 15 Januari 2018

KH Hafidz Usman Meninggal Dunia

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Inna Lillahi wa inna ilaihi rojiun. Kabar duka datang dari Bandung, Jawa Barat. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hafidz Utsman meninggal dunia, Senin (20/10) hari ini, sekitar pukul 10.11 WIB.

Sesaat setelah mendengar kabar dari sekretariat PBNU, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah menghubungi nomor telepon pribadi Kiai Hafidz. Dari kejauhan terdengar suara seorang putranya, Al-Maki yang membenarkan kabar duka itu.

KH Hafidz Usman Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hafidz Usman Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hafidz Usman Meninggal Dunia

Kabar meninggalnya Kiai Hafidz cukup mengejutkan karena sebelumnya ia masih sempat menjalankan ibadah haji dan dalam kadaan sehat wal afiyat. Al-Maki mengatakan, ayahnya meninggal dunia tanpa didahului sakit sedikitpun.

“Mewakili keluarga kami mohon maaf apabila beliau punya kesalahan. Kami juga mohon doanya,” katanya singkat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di kantor PBNU, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, KH Hafidz Usman adalah seorang ahli fiqih dan usul fiqih yang mulai langka di NU. Almaghfurlah adalah aktivis NU sejak muda hingga akhir hayatnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Beliau pernah menjadi Ketua PWNU Jawa Barat dan Ketua MUI. Saat Gus Dur menjadi ketua umum PBNU beliau menjadi salah satu ketua. Pada periode Pak Hasyim beliau menjad rais syuriyah. Jasa beliau sangat banyak, antara lain mengawal Muktamar Cipasung. Beliau juga yang memimpin pengumpulan dan penerbitan hasil bahtsul masai NU sejak 1926,” katanya.

Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengatakan, Kiai Hafidz adalah kader NU yang militan, ikhlas berjuang. “Kita kehilangan tokoh besar. Sulit dicari kader sehebat beliau. Mudah-mudahan beliau khusnul khotimah,” kata Kiai Malik Madani.

KH Hafidz Utsman lahir di Pandeglang Banten, 14 Januari 1940. Pada Muktamar NU 2010 di Makassar, ia menjadi pusat perhatian karena mendapatkan amanah sebagai ketua panitia nasional. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 05 Januari 2018

GP Ansor Harus Punya "Roso Tresno" Tinggi

Sukoharjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam menjalankan suatu gerakan itu harus dilandasi dengan roso tresno atau rasa cinta. Dengan rasa cinta tersebut bisa memberikan motivasi yang sangat tinggi, menambah semangat baru dalam berjuang menegakkan kebaikan bersama (GP) Ansor. 

GP Ansor Harus Punya Roso Tresno Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Harus Punya Roso Tresno Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Harus Punya "Roso Tresno" Tinggi

Hal tersebut dikatakan Dewan Penasihat Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Sukoharjo, Khomsun Nur Arif dihadapan puluhan anggota Ansor dan Banser dalam acara konsolidasi dan halal bihalal bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (7/8) malam.

Menurut Khomsun, beruntung kita ini bisa dilahirkan dan bertemu dengan GP Ansor, ikut perahunya Hadratussyekh Hasyim Asyari, bisa bertemu dengan sesepuh-sesepuh NU, para kiai, dan para ulama. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"GP Ansor dan NU ini sebuah organisasi para kiai, para ulama, kita tidak salah kalau memilih NU, hanya dengan melalui jalan NU, insyaallah kita semua akan masuk surga," tuturnya.

Mantan Ketua KPU Sukoharjo ini menjelaskan, yang bisa dibangun di Ansor adalah berjuang menegakan panji-panji Allah, secara tidak langsung Ansor dan Banser sudah menegakkan kalimat Allah. Terlebih ketika membawa seragam Banser jangan sampai melakukan hal-hal yang melanggar prinsip-prinsip larangan Allah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sebagai mana yang telah dikatakan oleh Gus Mus (KH Mustofa Bisri) ketika Mutamar ke-33 NU di Jombang baru-baru ini, hal tersebut bukan hanya untuk para muktamirin saja tetapi untuk kita semua yaitu tentang ahlaqul karimah," paparnya dihadapan anggota Ansor dan Banser.

Lebih lanjut, dikatakan Khomsun, semangat untuk ajak-ajak di jalan Allah dengan cara-cara yang baik, inilah langkah untuk Ansor dan Banser dalam membentuk kaderisasi yang baik. 

"Ini adalah tanggung jawab kita semua bukan hanya tanggung jawab ketua dan pengurus," tandasnya lagi.

Selain itu, pihaknya berharap dalam pertemuan dan kesempatan yang baik ini, jangan pernah memutuskan silaturrahmi, mumpung masih punya kekuatan, kesempatan bersama-sama menyambung silaturrahmi dan saling memaafkan di Ansor ini. 

"Di Ansor tidak ada dendam, biarlah yang sudah berlalu, mulai saat ini, malam ini kita saling maaf-memaafkan jangan memutus persaudaran sesama anggota," pintanya.   

Sementara, Ketua PAC GP Ansor Bendosari, Sukoharjo, Maruf Budiarto dalam sambutannya menerangkan, sejarah terbentuknya PAC Bendosari waktu itu sangat spesial lain daripada yang lain. Meski demikian, pihaknya tidak patah semangat untuk memajukan GP Ansor di wilayah Bendosari. 

"Menjadi pengurus GP Ansor itu memang suatu tugas yang berat terlebih seorang ketua. Alhamdullillah dengan bantuan sahabat-sahabat semua program pengajian Rijalul Ansor bisa berjalan sesuai harapan," terang dia.  

Menurutnya, kegiatan malam itu adalah konsolidasi sekaligus halal bihalal sesama anggota GP Ansor maupun anggota Banser se Kecamatan Bendosari dengan pengurus Cabang. Diharapkan pertemuan malam ini ke depan akan lebih baik dan lebih maju dalam menjalankan semua program-program kerja PAC maupun program yang diberikan oleh PC GP Ansor. (Mashri/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Nahdlatul, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 31 Desember 2017

MWC NU Bendosari Adakan Pengajian Akhir Tahun

Bendosari, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam mengakhiri kegiatan tahunan, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) bekerja sama dengan Majlis Dzikir dan Pengajian Kalimosodo mengadakan pengajian bersama KH Abdullah Sa’ad Pengasuh Pesantren Mojosongo Surakarta. 

Kegiatan tersebut di gelar di Komplek Pesantren Al Husaini Indonesia dukuh Rejosari RT 01 RW 02 Jagan Bendosari Sukoharjo.

MWC NU Bendosari Adakan Pengajian Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
MWC NU Bendosari Adakan Pengajian Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

MWC NU Bendosari Adakan Pengajian Akhir Tahun

Acara diawali dengan pembacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin oleh K. Abdurrahim. Dilanjutkan Pembacaan Ratib Hadad oleh KH Muchtar Toyyibi. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam pengantarnya beliau menyampaikan bahwa tidak banyak orang yang mengadakan kegiatan pengajian menjelang akhir pergantian tahun. Oleh sebab itu kita termasuk golongan yang beruntung. Sebab mengakhiri hal dengan yang baik dan mengawali dengan yang baik pula. 

Ia juga menambahkan Kalimosodo dalam perjalanannya sudah memasuki tahun ke delapan dan berharap tahun yang akan datang semakin lebih baik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tampak hadir dalam pengajian tersebut ketua PCNU Kabupaten Sukoharjo H Nagib Sutarno, KH Saifudin, putra Almaghfurlah Mbah Lim dan jamaah pengajian se-Kecamatan Bendosari.

KH Abdullah Saad dalam mauidhah hasanahnya mengingatkan kembali kepada para jamaah warga nahdliyin agar meniru perilaku Nabi Muhammad sebagai tauladan yang tak pernah ada habisnya. 

“Kita bisa bercermin kepada dzuriyah beliau yaitu para habaib. Habaib adalah sebutan untuk orang yang memiliki nasab dan garis turun kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.”

Selain itu ia juga berharap agar kita mendidik putra-putri kita mencintai Nabi Muhammad dan anak turunnya.

Pada kesempatan sebelumnya Ketua MWC NU Bendosari silaturahmi dan membagikan Kalender NU 2014 kepada Muspika Kecamatan Bendosari. Diawali ke Kantor Koramil kemudian dilanjutkan ke Kantor Polsek Bendosari dan berakhir di Kantori Kecamatan Bendosari. 

Pembagian kalender ini dimaksudkan untuk mempererat kemitraan dan kerjasama antara jajaran pemerintah dengan Majelis Wakil Cabang NU di wilayah kecamatan. (agus purwanggono/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Pemurnian Aqidah, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 27 Desember 2017

Anjuran Bergembira di Hari Raya

Tidaklah berlebihan jika istilah Hari Raya digunakan kata ganti untuk idul fitri meskipun secara bahasa jauh berbeda, karena idul fitri bermakna kembali suci. Sedangkan hari raya adalah kata yang berhubungan dengan perasaan gembira. Meskipun keduanya dapat saling berhubungan, sebab di idul fitrilah orang-orang muslim bergembira.

Kegembiraan dalam menyambut idul fitri bukanlah sebuah kesalahan. Sebab demikianlah runutan sejarahnya sebagaimana diterangkan dalam hadits Rasulullah saw:

? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ?: ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Imam Abu dawud menerangkan dari hadits sahabat Anas berkata:  pada suatu waktu Nabi datang di Madinah, di sana penduduk Madinah sedang bersuka ria selama dua hari. Lalu nabi bertanya “hari apakah ini (mengapa penduduk Madinah bersuka ria?)” mereka menjawab ”dulu semasa zaman jahiliyah pada dua hari ini kami selalu bersuka ria”. Kemudian Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya Allah swt telah mengganti dalam Islam dua hari yang lebih baik dan lebih mulia, yaitu hari raya kurban (idul adhha) dan hari raya fitri (idul fitri).

Anjuran Bergembira di Hari Raya (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran Bergembira di Hari Raya (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran Bergembira di Hari Raya

Hadits di atas menunjukkan bahwa Rasulullah tidak melarang kegembiraan dan bersuka ria dalam kehidupan ini selama tidak berlebihan. Sebagaimana Rasulullah saw tidak memerintahkan untuk mengisi dua hari raya tersebut dengan bersuka ria. Artinya merasa senang dengan kehadiran hari raya bukanlah sesuatu yang terlarang dalam Islam, bahkan dianjurkan asalakan kegembiraan itu berlandaskan pada rasa syukur atas segala nikmat Allah swt.

Oleh karena itulah hari raya idul fitri merupakan perayaan rasa syukur umat Islam karena telah kembali berbuka setelah menyelesaikan tugas berat selama bulan Ramadhan yaitu berpuasa menahan segala nafsu dan juga hal-hal yang membataslkan puasa. Sebagaimana sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Aisyah:

?  ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hari fitri adalah hari orang-orang muslim berbuka, sedangkan hari adha adalah hari mereka menyembelih kurban.

(red. Ulil H)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 23 Desember 2017

Sambutan Ketua Umum PBNU

Alhamdulillah berkat dan rahmat dari Allah SWT, Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama ini bisa terlaksana dengan penuh semarak dan penuh hidmat.

Hal ini tidak lain berkat dukungan dari semua pihak, baik dari kalangan alim ulama, kalangan pejabat dan kalangan pengusaha. Dan yang tidak kalah pentingnya  adalah berkat pengabdian, sumbangan yang tulus tak terhingga dari rakyat atau masyarakat di sekitar pesantren.

Sambutan Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambutan Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambutan Ketua Umum PBNU

Hanya NU organisasi yang berani menyelenggarakan hajat nasional bertempat pesantren di desa terpencil. Tahun 1983-1984  lalu NU menyelenggarakan Munas dan Muktaar di desa terpencil Asembagus di Situbondo sana. Tetapi ingin di desa terpencil itu NU menegaskan kembali ke Khittah 1926 dan menegaskan di hadapan rakyat dan dihadapan presiden yang hadir di desa itu bahwa Pancasila dan NKRI harga mati. Tahun 1986 NU juga menyelenggarakan Munas di desa terpencil Kasugihan Cilacap di situ ditelorkan gagasan besar  mengenai pembangunan Nasional dan konsep Ijtihad yang mampu menggerakkan dunia pemikiran Islam. Lalu tahun 1987 NU menyelenggarakan Munas di Bagu, sebuah desa terpencil di Nusa Tenggara Barat. Di situ NU mengeluarkan keputusan dibolehkannya wanita menjadi presiden, yang saat itu dianggap masih sangat controversial.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekarang NU kembali mengadakan Munas- Konbes di desa yaitu di pesantren Kempek di desa yang sederhana ini yang mungkin masih banyak kekurangan di sana sini, baik fasilitas maupun cara penyambutannya, yang memang semuanya dipersiapkan dengan mendadak. Tetapi kami berharap kekurangan yang ada ini tidak menghalangi kita untuk merumuskan dan melahirkan gagasan-gagasan besar seperti Munas-Kobes sebelumnya, yang diharapkan oleh umat dan bangsa ini. Karena para ulama, para kiai yang biasa hidup sederhana dan selalu bekerja keras, bisa berkarya besar tanpa harus dengan fasilitas lengkap. Banyak kaia melahirkan karya besar yang mempengaruhi dunia justeru dari pesantren terpencil.

Hadirin sekalian

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kali ini NU sengaja menyelenggarakan hajat penting ini di pesantren desa, karena NU saat ini bertekad untuk kembali ke pesantren, baik secara spirit dan secara fisik. Di tengah kehidipan yang serba materialistis dan pragmatis ini kita mencoba untuk kembali pada spirit pesantren yang mengutamakan nilai kejujuran, pengabdian, kesederhanaan, gotong royong, kebersamaan. Kembali secara spirit dan filosofis ini perlu disertai kembali secara fisik, karena dengan kembali ke pesantren, kita dihadapkan pada fasilitas seadanya, dilayani secara apa adanya. Tetapi dari sini bisa kita bangkitkan pola hidup sederhana dan kebersamaan.

Kita berani menyelenggarakan kegiatan nasional di desa karena melihat kesiapan masyarakatnya. Meskipun mereka tidak terbilang kaya, tetapi mereka dermawan yang siap membantu pelaksanaan Munas ini dengan penuh semangat dengan menyumbangkan harta dan tenaganya. Sejak menjelang munas mereka telah menyumbangkan beras, sapi, sayuran secara suka rela dan mereka melakukan kerjabakti membersihkan kampong, jalan dan saluran air demi menyambut peserta Munas. Ini menujukkan bahwa kswadayaan masyarakat masih ada, kegotongroyongan masih ada. Ini berarati Pancasila masih ada, Pancasila masih hidup dan berkembang di masyarakat dalam bentuk nyata. Itulah cara NU dan kaum pesantren ber-Pancasila.

Hadirin yang terhormat  

Dengan menyenggarakan Munas di pesantren desa sebenarnya kita ingin menjunjung martabat rakyat ternyata mereka bisa. Hal itulah yang dilakukan rakyat ketika membantu memberikan perlindungan dan menyokong logistic tentara pejuang yang memerdekakan negeri ini. Dan ternyata semangat juang rakyat masih ada. Terbukti saat ini mampu menyelenggarakan Munas di Pesantren Kempek ini. Ini menunjukkan bahawa Semangat proklamasi semangat perjuangan 1945 maasih  ada pada rakyat kita, walaupun  mereka generasi baru, tetapi mendapatkan warisan spirit dari orang tua, guru dan para ulama, agar menjadi pejuang dan pembela Indonesia.

Cita-cita Rakyat, cita-cita bangsa itulah yang kemudian kita anggap menjadi tema  Munas Alim Ulam dan Konbes NU ini mengangkat tema Kembali ke Khittah Indonesia 1945, yang tidak lain adalah ajakan untuk kembali pada semangat  Proklamasi untuk membangun Indonesian yang merdeka dan berdaulat. Kermbali pada nilai-nilai luhur Pancasila dan juga  kembali kepada amanat Mukadimah UUD 1945. Dari situ pula NU mengajak semua pihak untuk mengevaluasi proses perjalanan bangsa ini baik bidang peolitik, ekonomi dan budaya. Kebebasan perlu dibuka, tagar muncul kreativitas dan tanggung jawab. Semuanya akan dibahas dan diputuskan sebagai landasan kerja NU ke depan.

Sebagai tuan rumah sekali lagi kepada semua pihak yang  telah membantu terlaksananu Munas-Konbes ini kami ucapkan banyak terima kasih jaza kumullah khairal jaza. Dan juga kami tidak lupa mohon maaaf atas segala kelemahan, kekurangan dalam penyelenggaraaan Munas-Konbes ini, kekorang sopanan dalam menyambut para kiai, dan segenap undangan. Ini semua bukan kesengajaan tetapi hanya itu kemampuan kami. Maka semuanaya mohon dimaafkan. Wallaul muwafiq ila aqwamit thariq.  

Cirebon, 17 September 2012

Dr. KH. Said Aqil Siroj 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 18 Desember 2017

Puluhan Santri Tambakberas dan Tebuireng Masuk Kelas Jurnalistik

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Puluhan Santri dan Pelajar Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas kabupaten Jombang terlihat antusias mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar KPM Bahrul Ulum bersama Persatuan Wartawan Indonesia Perwakilan (PWI) Perwakilan Jombang.

Kegiatan yang diikuti santri putra dan santri putri yang tergabung dalam KPM BU itu digelar di Aula Yayasan Pondok Pesantren selama dua hari. "Saya minta usai mendapatkan pelatihan jurnalistik ini, santri yang tergabung dalam KPM Bahrul Ulum bisa menghidupkan lagi media pesantren, apakah itu buletin, majalah atau website.”

Puluhan Santri Tambakberas dan Tebuireng Masuk Kelas Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Santri Tambakberas dan Tebuireng Masuk Kelas Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Santri Tambakberas dan Tebuireng Masuk Kelas Jurnalistik

Kegiatan yang tertajuk Sekolah Jurnalistik Pelajar dan Santri menghadirkan kalangan awak media cetak dan televisi. Mereka antara lain Sutono wartawan Harian Surya, Ramadlan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Syafii, Radio Elshinta, Syaiful Arif, fotografer Antarajatim, Yusuf Wibisono Berita Jatim, dan Amir Metro TV.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Santri harus terbiasa menulis, apakah itu menulis berita, sejarah. Semuanya bisa ditulis dan dipublikasikan. Ini adalah kesempatan langka, karena seluruh narasumber untuk pelatihan mulai dari catak, online dan TV hadir memberikan materi," ujar Syafii, pengurus PWI Perwakilan Jombang mengatakannya.

Santri harus bisa meniru KH Wahab Hasbullah, pendiri pesantren Bahrul Ulum sekaligus pendiri NU, karena ia sudah terjun dalam dunia jurnalistik sejak tahun 1928. Dengan mendirikan Majalah Warta Nadhatoel Oelama dengan tulisan arab pegon.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Karenanya santri harus melanjutkan perjuangan Mbah Wahab dalam dunia jurnalistik," imbuhnya.

Syafi’i menambahkannya, Sekolah Jurnalistik bagi pelajar dan santri sengaja digelar untuk memberikan pemahaman bagi kalangan santri pesantren dan pelajar tingkat SMA atau MA di kota santri di tengah arus besar media yang tidak bisa dibendung. "Kita harus bisa ikut mengisi perkembangan arus media, dengan informasi yang benar, dan ini adalah tugas santri kedepan,” jelasnya, Ahad (29/11).

Beberapa materi yang diberikan di antaranya adalah jurnalistik dasar, teknik reportase, teknik menulis berita, teknik wawancara, fotografi, dan video jurnalis, dan produksi media.

Setelah dari pesantren Tambakberas, sekolah jurnalistik juga dilaksanakan di SMA Wahid Hasyim Tebuireng, MTs Bahrul Ulum Ngoro dan juga SMAN 1 Jombang.

“Pelatihan di masing-masing sekolah digelar selama dua hari. Sedangkan materi yang diberikan seputar dasar-dasar jurnalistik. Semisal, teknik reportase, teknik menulis, serta video jurnalis, dan juga fotografi," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 14 Desember 2017

Anggota Banser Jember Wafat saat Atraksi Obor Sambut Pelantikan

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Shalihun, ? pengurus NU Ranting Sidodadi sekaligus PAC GP Ansor Tempurejo, Jember, wafat saat melakukan ? atraksi obor di alun-alun Ambulu, Senin (30/7) malam. Menurut Wakil Ketua PCNU Jember, HM. Misbahus Salam, yang juga hadir di acara tersebut, Shalihun tiba-tiba muntah-muntah dan ? kemudian jatuh terkulai.?

“Ia langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tak tertolong juga,” ujar Misbahus Salam.

Anggota Banser Jember Wafat saat Atraksi Obor Sambut Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota Banser Jember Wafat saat Atraksi Obor Sambut Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota Banser Jember Wafat saat Atraksi Obor Sambut Pelantikan

Atraksi obor itu sendiri adalah rangkaian dari pra acara pelantikan MWCNU dan PAC GP Ansor Ambulu. Namun sebelum pelantikan itu dimulai, salah satu pengisi acaranya ? wafat. Berita wafatnya Shalihun pun segera menyebar ke telinga pengurus NU dan viral.?

"Semoga husnul khotimah dan ? kelak berkumpul dengan pendiri NU," tulis Katib Syuriyah PCNU Jember, MN. Harisudin dalam keterangan singkatnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain atraksi obor, praacara lainnya adalah parade drumband dan gandrung shalawatan, yakni pembacaan shalawat nabi yang diiringi ? dengan musik hadrah dipadu dengan bunyi-bunyi musik tradisional gandrung.

Pelantikan itu sendiri tetap berlangsung khidmat. HM. Misbahus Salam yang mewakili PCNU Jember berharap agar pengurus MWCNU dan PAC GP Ansor dapat memaksimalkan perannya dalam pelayanan, pendampingan dan pemberdayaan umat.?

Apapun bentuknya, katanya, NU harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, tentu saja menyebarkan Islam ala Ahlissunnah wal Jamaah. Sekarang gerakan radikal sudah marak, dampingi masyarakat, beri penjelasan apa dan bagaimana ? radikalisme itu.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Supaya masyarakat tidak mudah terjebak propaganda mereka," urainya saat memberikan sambutan sebelum melakukan pelantikan. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam, Nahdlatul, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 28 November 2017

HIPSI Minta Santri Mandiri, Tak Tergantung Proposal

Pacitan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Santri Indonesia atau HIPSI menggelar pendidikan dan latihan (Diklat) Wirausaha Pesantren di Aula Rusunawa Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan Jawa Timur pada Senin (12/1) siang.

HIPSI Minta Santri Mandiri, Tak Tergantung Proposal (Sumber Gambar : Nu Online)
HIPSI Minta Santri Mandiri, Tak Tergantung Proposal (Sumber Gambar : Nu Online)

HIPSI Minta Santri Mandiri, Tak Tergantung Proposal

KH Luqman Harist Dimyati dalam sambutanya merasa bangga dengan adanya diklat untuk pertama kalinya ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membawa angin segar bagi kebangkitan ekonomi pesantren.

"Pondok pesantren harus kaya, harus mandiri, agar tidak mengharapkan bantuan dari luar atau mengajukan proposal kepada pemerintah," ungkap kyai muda yang tercatat sebagai wakil ketua PWNU Jawa Timur ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia berharap setelah adanya Diklat wirausaha ini akan muncul ide baru dan kegiatan lain yang mendorong pesantren untuk aktif mengembangkan program ekonomi yang berbasis pesantren.

Sementara itu Ketua Umum HIPSI KH Muhammad Ghozali memaparkan visi dan misi organisasi yang dipimpinya. HIPSI, menurut dia, adalah wadah pengembangan pendidikan wirausaha santri dan alumni  yang mandiri, mensinergikan kekuatan ekonomi santri Indonesia, menjadi katalisator peningkatan kesejahteraan umat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Target kita mencetak 1 juta santri pengusaha pada tahun 2022,” kata Kiai Ghozali. Melalui HIPSI, kata dia, para santri akan dididik dan dilatih beberapa keahlian diantaranya usaha agro, IT, internet marketing, kuliner, dll.

Diklat diisi beberapa pemateri diantaranya Sulaiman, pengusaha kertas bekas dari Jombang. Mahrus Sokihin, tokoh lingkungan peraih penghargaan Kalpataru dari Pasuruan. Eko, pengusaha singkong dari Temanggung. Dan Arifin pengusaha muda dari Surabaya.

Diklat digelar atas kerja sama Robithah Maahid Islamiyah (RMI-NU) Pacitan dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Pacitan tersebut diikuti 80 Peserta. Mereka terdiri dari para kiai, santri perwakilan pondok pesantren sekabupaten dan beberapa badan otonom NU seperti GP Ansor, Fatayat,IPNU, IPPNU serta PMII. Hadir pula pimpinan bank Mandiri,bank BNI, Dinas Koperasi dan Kementerian Agama Pacitan. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 22 November 2017

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pelajar sebagai generasi penerus memiliki peran yang sangat setrategis dalam meneguhkan Islam Nusantara yang merupakan perjuangan para Ajengan/kiai yang berjuang dengan tulus dan ikhlas untuk rakyat, agama dan bangsa tercinta ini.

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara

Hal itu disampaikan Fikri Nursamsi, Ketua PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Sekretariat PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya Jl Raya timur No 505 Badakpaeh Cipakat Singaparna, Sabtu (20/6).

“Pelajar yang saya maksud adalah Santri, pelajar dan mahasiswa. Ini seringkali menjadi incaran kelompok yang tidak suka dengan Islam Nusantara, karena pentingnya peran pelajar dalam menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara dimasa depan,” terang Fikri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemuda hari ini, lanjutnya, adalah pemimpin dimasa yang akan dating. Di tangan pemudalah suatu umat dan di kaki merekalah kehidupan umat. Dengan ini jelas bahwa pelajar sangat diharapkan kontribusinya di masa yang akan datang yang dalam hal ini salah satunya adalah meneguhkan Islam Nusantara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ini juga merupakan PR bagi kami atas nama PC IPNU untuk bisa mengawal dan meyakinkan rekan-rekan pelajar untuk teguh memperjuangkan dan memahami tentang Islam secara mendalam, supaya tidak salah dalam memaknainya,” jelasnya. 

Dan pesantren, imbuhnya, merupakan salah satu tempat yang sangat penting dalam meneguhkan Islam Nusantara. Sebab itu, dirinya sangat setuju dan mendukung dengan gerakan nasional ayo mondok yang sekarang sedang digalakan.

“Belajar, berjuang dan bertaqwa itulah peran kita sekarang sebagai pelajar untuk menyongsong masa depan, dengan ini kita bisa meneguhkan Islam Nusantara dan bisa memberikan manfaat yang besar bagi agama, bangsa dan Negara,” tandasnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Nahdlatul, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 20 November 2017

Dubes Iran Kunjungi Pesantren KH Hasyim Muzadi

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Duta Besar Iran untuk Indonesia Behrooz Kamalvandi kembali mengunjungi kediaman Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di komplek Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, Jum’at (7/9) lalu. Behrooz yang datang bersama dua staf kedutaan besar Iran mengaku ingin bersilaturahmi menjelang Ramadan.



Dubes Iran Kunjungi Pesantren KH Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Iran Kunjungi Pesantren KH Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Iran Kunjungi Pesantren KH Hasyim Muzadi

Lebih dari itu, Behrooz ingin kembali menikmati kesejukan dan mengagumi keindahan lingkungan Kota Malang. “Bapak Hasyim tinggal di kota yang indah dan sejuk. Pilihan hunian yang tepat,” puji Behrooz.

Dalam obrolan santai di ruang tamu dan disaksikan puluhan wartawan, ia mengaku sangat menghormati Hasyim. Kunjungan kali kedua yang dia lakukan sebagai wujud apresiasi terhadap tokoh NU kelahiran Tuban itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Perbincangan sebelum salat Jumat itu sedikit menyinggung tentang kebijakan Amerika Serikata dan kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Indonesia. “Kita tidak pernah memusuhi warga Amerika. Yang kita tentang adalah kebijakan luar negerinya yang menindas bangsa lain,” ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tentang kedatangan Putin, Hasyim berkeinginan mendorong pemerintah Indonesia untuk tidak ragu-ragu dalam meningkatkan kerja sama dengan Rusia. Tak hanya di bidang pertahanan-keamanan, Hasyim sepakat kalau Indonesia dan Rusia bekerja sama dalam bidang nuklir, pertelevisian, perdagangan, investasi, sektor riil, dan kerja sama teknologi.

“Rusia masih sangat kuat dalam bidang-bidang itu. Tidak ada alasan untuk tidak bekerja sama dengan Rusia. Apalagi Rusia tidak mempolitisir bisnis,” kata Hasyim disambut anggukan kepala Behrooz.

Usai salat Jumat bersama, Hasyim sempat mengajak Behrooz berkeliling melihat perpustakaan, warintek, dan asrama mahasiswa. Behrooz berharap Al-Hikam menjaga kerja sama dalam keilmuan dan pengiriman santri untuk belajar di Iran.

Soal tanggapan terhadap kunjungan Dubes AS ke kantor PBNU beberapa waktu lalu, Behrooz mengatakan tidak masalah.

Dia malah bangga dengan Hasyim karena pertemuan itu. Sebab, pada AS, Hasyim mengatakan sesuatu yang sama dengan apa yang dikatakan kepada dirinya. Bahwa NU tidak sepakat dengan tindakan AS yang semena-mena. “Kalau tentang kemauan untuk menerima mereka, itu adalah kelebihan Hasyim yang kami kagumi juga,” tutur Behrooz. (gpa/sbh)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 15 November 2017

Khutbah Idul Adha: Meneguhkan Totalitas Kepatuhan kepada Allah melalui Kurban

Khutbah I



Khutbah Idul Adha: Meneguhkan Totalitas Kepatuhan kepada Allah melalui Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Idul Adha: Meneguhkan Totalitas Kepatuhan kepada Allah melalui Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Idul Adha: Meneguhkan Totalitas Kepatuhan kepada Allah melalui Kurban



? ? – ? ? – ? ? –3X ? ? ? ?, ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?)





Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ?. ? ? ?.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa liilahil hamd

Marilah kita senantiasa bersyukur dan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya. Kita masih diberi nikmat iman dan Islam, kesehatan dan kesempatan untuk melaksanakan berbagai ibadah kepada Allah SWT, termasuk melaksanakan shalat Idul Adha pada pagi hari ini.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kemudian shalawat serta salam, kita haturkan ke pangkuan baginda Nabi Besar Muhammad SAW, seorang manusia mulia dan nabi terakhir yang dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi teladah (uswah) bagi seluruh umat manusia sepanjang masa.?





Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa lillahil Hamd.

Kaum muslimin jamaah Idil Adha rahimakumullah.

Pada pagi hari ini, kaum muslimin yang menunaikan ibadah haji sebagai tamu Allah SWT, dhuyufurrahman, telah berkumpul melaksanakan wuquf di Arafah dan sedang berada di Mina untuk melaksanakan Jumratul ‘Aqabah. Mereka dengan pakaian ihramnya, berasal dari berbagai belahan dunia. Mereka datang dengan latar belakang bangsa, ras, warna kulit, budaya dan strata sosial yang berbeda satu sama lain. Namun, mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu memenuhi panggilan Allah SWT untuk menjadi tamu-Nya dan bertauhid mengesakan Allah SWT semata.?

Bagi kaum muslimin yang belum memiliki kemampuan menjadi tamu Allah SWT, mereka melaksanakan shalat Idul-Adha dan ibadah kurban, sesuai dengan kemampuannya di manapun mereka berada. Ibadah kurban yang dilaksanakan kaum muslimin, sebagai salah satu upaya mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. Deskripsi kehidupan kaum muslimin ini, menggambarkan interelasi kuat antara orang yang menunaikan ibadah haji, dengan saudara-saudaranya yang tidak pergi ke Baitullah. Oleh karena itu, kita melaksanakan salat Idul Adha dan ibadah kurban pada hakikatnya sebagai bentuk kesadaran memenuhi perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.

Kaum muslimin sidang jamaah Idil Adha rahimakumullah,

Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah penting dalam ajaran Islam. Ibadah ini memiliki fondasi kuat dan memiliki akar sejarah panjang dalam tradisi rasul-rasul terdahulu. Ajaran kurban dan prakteknya telah ditunjukkan secara sinergik oleh para nabi dan rasul hingga Nabi Muhammad SAW. Nabi Ibrahim AS. dikenal sebagai peletak batu pertama ibadah ini. Peristiwa penyembelihan yang dilakukan Nabi Ibrahim AS. terhadap anaknya, Nabi Ismail AS merupakan dasar bagi adanya ibadah kurban. Nabi Ibrahim AS dengan penuh iman dan keikhlasan bersedia untuk menyembelih anak kesayangannya, Ismail hanya semata-mata untuk memenuhi perintah Allah SWT. Peristiwa yang mengharukan ini, dilukiskan dengan indah oleh Allah SWT dalam Al-Quran surah as-Shaffat ayat 102:





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Tatkala anak itu sampai umurnya dan sanggup berusaha bersamasama Ibrahim. Ibrahim berkata ; Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu. la menjawab, wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu, insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

Ini adalah ujian ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah. Di kemudian hari, pengorbanan ini menjadi anjuran bagi umat Islam untuk menyembelih hewan kurban, setiap tanggal 10 Dzulhijah dan pada hari tasyrik, yaitu ? 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.?

Deskripsi historis ini menggambarkan bahwa, keteguhan hati, keyakinan akan kebenaran perintah Allah, keikhlasan, ketaatan, dan kesabaran adalah esensi yang melekat dari ibadah Qurban. Nilai-nilai ini telah diimplementasikan dengan baik oleh Nabi Ibrahim dan Ismail AS dalam peristiwa yang mengharukan itu. Kesanggupan Nabi Ibrahim AS menyembelih anak kandungnya sendiri Nabi Ismail AS bukan semata-mata didorong oleh perasaan taat setia yang membabi buta (taqlid), tetapi meyakini bahwa perintah Allah SWT itu harus dipatuhi. Bahkan, Allah SWT memberi perintah seperti itu sebagai peringatan kepada umat yang akan datang bahwa adakah mereka sanggup mengorbankan diri, keluarga dan harta benda yang disayangi demi menegakkan perintah Allah SWT. Dan adakah mereka juga sanggup memikul amanah sebagai khalifah Allah di muka bumi.

?

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Kaum muslimin yang berbahagia

Dalam studi fiqh, Kurban sering disebut dengan istilah? udhhiyah,? karena penyembelihan binatang ternak dilakukan pada saat matahari pagi sedang menaik (dhuha). Oleh karenanya, Ibn Qayyim al-Jauziyah memahami makna kurban dengan tindakan seseorang menyembelih hewan ternak pada saat dhuha, guna menghasilkan kedekatan dan ridha Allah SWT. Binatang kurban yang disebut? udlhiyah? atau nahar adalah simbolisasi tadlhiyah yakni pengorbanan. Baik udlhiyah maupun tadlhiyah posisinya sama sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. (taqarruban wa qurbanan). Jika menyembelih udlhiyah merupakan ibadah material yang ritual, maka taldhiyah/pengorbanan di jalan Allah SWT merupakan ibadah keadaban yang memajukan sektor-sektor kehidupan yang lebih luas

Dalam ibadah kurban, nilai yang paling esensial adalah sikap batin berupa keikhlasan, ketaatan dan kejujuran. Tindakan lahiriyah tetap penting, kalau memang muncul dari niat yang tulus. Sering kita digoda syetan agar tidak melaksanakan ibadah kurban karena khawatir tidak ikhlas. Imam al Ghazali dalam kitab? Ihya’ Ulumiddin-nya berkata, bahwa syaitan selalu membisiki kita: “Buat apa engkau beribadah kalau tidak ikhlas, lebih baik sekalian tidak beribadah”.

Ibadah kurban bukan hanya mementingkan tindakan lahiriyah, berupa menyedekahkan hewan ternak kepada orang lain terutama fakir miskin, tetapi yang lebih penting adalah nilai ketulusan guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam beberapa ayat Al-Quran, Allah SWT memperingatkan bahwa yang betul-betul membuahkan kedekatan dengan-Nya (kurban), bukanlah fisik hewan qurban, melainkan nilai takwa dan keikhlasan yang ada dalam jiwa kita. Dalam surah al-Hajj ayat 37, Allah SWT menyebutkan:?





? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Tidak akan sampai kepada Allah daging (hewan) itu, dan tidak pula darahnya, tetapi yang akan sampai kepada-Nya adalah takwa dari kamu".?

Penegasan Allah SWT ini mengindikasikan dua hal. Pertama, penyembelihan hewan ternak sebagai kurban, merupakan bentuk simbolik dari tradisi Nabi Ibrahim AS, dan merupakan syi’ar dari ajaran Islam. Kedua, Allah SWT hanya menginginkan nilai ketakwaan, dari orang yang menyembelih hewan ternak sebagai ibadah kurban. Indikasi ini sejalan dengan peringatan Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat bentuk luarmu dan harta bendamu, tetapi Dia melihat hatimu dan perbuatanmu”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Usaha mendekatkan diri kepada Tuhan terutama melalui kurban, kita lakukan secara terus menerus. Karena itulah agama Islam disebut sebagai jalan (syariah, thariqah, dan shirat) menuju dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melakukan kurban bersifat dinamis dan tiada pernah berhenti, menempuh jalan yang hanya berujung kepada ridha Allah SWT. Dengan demikian, wujud yang paling penting dari kurban adalah seluruh perbuatan baik.?

Sehubungan dengan perintah untuk berkurban di atas, maka Rasulullah saw setiap tahun selalu menyembelih hewan kurban dan tidak pernah meninggalkannya. Meskipun dari sisi ekonomi beliau termasuk orang yang menjalani hidup sederhana, tidak mempunyai rumah yang indah nan megah, apalagi mobil yang mewah. Bahkan tempat tidurnya hanya terbuat dari tikar anyaman daun kurma. Oleh karena itu, orang muslim yang telah mempunyai kemampuan untuk berkurban tetapi tidak mau melaksanakannya boleh dikenakan sanksi sosial, ialah diisolasi dari pergaulan masyarakat muslim. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw. dalam hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah RA:?





? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Barangsiapa yang mempunyai kemampuan menyembelih hewan qurban tetapi tidak melaksanakannya, maka janganlah sekali-kali ia mendekati tempat shalat kita” (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd

Kaum muslimin yang berbahagia,

Kalau ibadah kurban dilaksanakan dengan ikhlas demi mengharap ridla Allah SWT. akan memberi hikmah dan manfaat bagi pelakukanya, baik di dunia maupun di akhirat. Di antaranya:?

1. Meningkat keimanan kepada Allah SWT. Ibadah kurban yang dilaksanakan oleh orang muslim dapat melatih kepatuhan dan kepasrahan total kepada Allah SWT. Orang-orang yang dekat dengan Allah akan memperoleh predikat muqarrabin, muttaqin serta mendapat kemuliaan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

2. Membersihkan diri dari sifat-sifat bahimiyyah. Pada saat hewan kurban jatuh kebumi maka saat itulah sifat kebinatangan harus sirna, seperti rakus, serakah, kejam dan penindas.

3. Menanamkan rasa kasih sayang dan empati kepada sesama. Ibadah kurban dalam Islam tidak sama dengan persembahan (offering) dalam agama-agama selain Islam. Islam tidak memerintahkan pemujaan dalam penyembelihan hewan, tetapi Islam memerintahkan agar dagingnya diberikan kepada orang miskin agar ikut menikmati lezatnya daging hewan. Sehingga timbul rasa empati, berbagi, memberi, dan ukhuwah islamiyah antar sesama.?

4. Melatih kedermawanan. Ibadah kurban dilakukan setiap tahun secara berulang-ulang sehingga orang yang memberi kurban terbiasa untuk berderma kepada yang lain. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2016 sebanyak 27,76 juta jiwa atau 10,70% secara persentase. (susenas Maret 2016). jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 0,15 juta orang (dari 10,34 juta orang pada Maret 2016 menjadi 10,49 juta orang pada September 2016), sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 0,39 juta orang

Di akhir khutbah ini, dengan penuh khusyu’ dan tadharru’, kita berdoa kepada Allah SWT semoga perjalanan hidup kita senantiasa terhindar dari segala keburukan yang menjerumuskan umat Islam. Semoga dengan doa ini pula, kiranya Allah SWT berkenan menyatukan kita dalam kebenaran agama-Nya dan memberi kekuatan untuk memtaati perintahnya dan menjauhi larangan-Nya. Amin Ya Rabbal Alamain





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?.





Khutbah II





? ? – ? ? – ? ? – ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?: ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?





KH Cholil Nafis, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia Pusat?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 14 November 2017

SMK Berbasis Pesantren Jadi Model Pendidikan Unggulan

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis pesantren harus menjadi model pendidikan masa depan untuk melahirkan tenaga-tenaga profesional yang memiliki karakter (moral), pengetahuan dan keterampilan. SMK berbasis pesantren ini tidak saja menghasilkan tenaga yang memiliki keterampilan, namun yang lebih penting adalah memiliki moral. 

Direktur Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mustaghfirin Amin mengungkapkan hal itu menjawab Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah,  Ahad (2/8/2015), usai Diskusi dan Bedah Buku "Pesantren  Akar Pendidikan Islam Nusantara" yang ditulis A.Helmy Faishal Zaini, di Pondok Pesantren Denanyar, Jombang. Bedah buku menampilkan  penulisnya Helmy Faishal Zaini yang juga Ketua Fraksi PKB DPR RI, Pengasuh PP Denanyar KH Abdussalam Sokhib, intelektual muda NU Syafiq Hasyim dan Mustaghfirin. Bedah buku yang dipandu Khairul Anam.

SMK Berbasis Pesantren Jadi Model Pendidikan Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Berbasis Pesantren Jadi Model Pendidikan Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Berbasis Pesantren Jadi Model Pendidikan Unggulan

"Pesantren harus menjadi mediator, rujukan dalam pengelolaan pendidikan. Pesantren sudah teruji keunggulannya. Sebelum tahun 2004 orang tidak pernah bayangkan ada SMK berbasis pesantren. Ternyata kini menjadi model yang diunggulkan. Bahkan 2-3 tahun mendatang SMK berbasis pesantren akan semakin banyak lahir di tengah masyarakat," kata Mustaghfirin. 

Memang, kata Mustaghfirin, kalau Indonesia ingin maju, maka pesantrennya juga harus maju. Termasuk SMK berbasis pesantrennya juga harus maju. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Mustaghfirin, tahun ini ada 500 SMK berbasis pesantren yang didorong untuk terus meningkatkan pengembangannya. Sebanyak  250 SMK berbasis pesantren tersebut, sudah tergolong  besar dan memiliki mutu yang baik. 

"Alasan mengembangkan SMK berbasis pesantren ini adalah karena memiliki tiga nilai yang sekaligus dikembangkan. Yakni karakter (moral), pengetahuan dan keterampilan. Selama ini, lulusan SMK hanya memiliki satu-satu. Kalau punya keterampilan, belum tentu bermoral. Atau sebaliknya bermoral, tapi belum tentu terampilan," kata Mustaghfirin. 

Dalam pemaparannya, Mustaghfirin menyebutkan, saat ini ada 911 SMK berbasis pesantren. Sebanyak 250 sudah termasuk besar. Kemendikbud melihat SMK berbasis pesantren dikembangkan karena terbukti berhasil melahirkan tenaga-tenaga keterampilan yang bermoral. Apalagi jika dilihat dari isi buku yang dibedah ini, pesantren merupakan akar dari pendidikan Nusantara. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pengembangan SMK berbasis pesantren bukan berarti menghilangkan ciri khas pesantrennya. Namun membantu SMK yang dipesantrenkan sehingga mampu menjawab tantangan ke depan yang dihadapi bangsa Indonesia," kata Mustaghfirin. 

Dikatakan, tahun 2030 mendatang, Indonesia berada pada urutan ketujuh yang memiliki tenaga profesional. Hal ini jika syaratnya bisa terpenuhi, yakni harus ada sekitar 113 juta tenaga profesional di Indonesia. Jika hanya mengandalkan dari lulusan perguruan tinggi yang hanya mampu dilahirkan rata-rata satu juta orang per tahun, jelas tidak terpenuhi. 

"Sementara itu, sebanyak 60 persen dari tenaga-tenaga profesional tersebut dari teknisi-teknisi menengah yang dihasilkan oleh SMK. Disini pentingnya kehadiran SMK berbasis pesantren. Harus didorong tumbuhnya SMK berbasis pesantren untuk melahirkan tenaga profesional yang memiliki moral dan keterampilan itu," kata Mustaghfirin menambahkan. 

Jika SMK berbasis pesantren memiliki siswa 600 orang, santri berhasil menjadi tenaga-tenaga profesional, maka SMK tersebut tidak perlu cari bantuan kemana-mana. Sudah memiliki potensi untuk mengembangkan diri, tambahnya. (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Nahdlatul, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tim Investigasi PKB Dapatkan Kesimpulan Sementara Insiden Grati

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Tim investigasi yang dibentuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapatkan tiga kesimpulan sementara dari hasil penyelidikan yang dilakukan atas kasus Pasuruan, yaitu penembakan warga oleh anggota Marinir TNI Angkatan Laut.

"Kami telah menghimpun data awal, dari data dan fakta yang kami temukan baik berupa dokumen fotokopi surat kepemilikan tanah, dokumen pemberitaan, dan wawancara kami telah sampai pada kesimpulan sementara," kata Ketua Tim Investigasi PKB yang juga mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Mahfud MD, di Jakarta, Ahad (4/6).

Menurut Mahfud yang juga anggota Komisi III DPR itu, kesimpulan sementara yang didapatkan, yaitu telah terjadi pelanggaran hukum pertahanan/militer, pertanahan, dan pidana dalam kasus sengketa maupun bentrokan antara warga dengan Marinir pada Rabu (30/5) yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.

Tim Investigasi PKB Dapatkan Kesimpulan Sementara Insiden Grati (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Investigasi PKB Dapatkan Kesimpulan Sementara Insiden Grati (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Investigasi PKB Dapatkan Kesimpulan Sementara Insiden Grati

Ia menjelaskan, dalam peristiwa bentrokan antara warga dan marinir telah terjadi pelanggaran terhadap Ketetapan MPR no VI dan VII/MPR/ 2000 serta Undang-undang Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Berdasarkan Ketetapan MPR No VI dan VII/MPR/2000 disebutkan bahwa TNI tidak boleh melakukan tugas keamanan dan hanya polisi yang memiliki wewenang tersebut.

"Kasus di Pasuruan menunjukkan kalau TNI melakukan tindakan pengamanan terhadap aksi warga, padahal seharusnya yang boleh melakukannya hanya polisi. Selain itu juga terjadi pelanggaran terhadap aset. Aset TNI harus dikelola TNI dan tidak boleh diserahkan kepada pihak lain," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia juga mengatakan telah terjadi pelanggaran terhadap undang-undang pertanahan. Berdasarkan data dan fakta yang didapatkan dari penduduk yang terkait dalam kasus sengketa tersebut, ditemukan banyak hak-hak milik tanah yang belum dialihkan.

"TNI mengaku membeli tanah pada warga lalu tanah dikuasai, ternyata muncul dari yang diklaim tersebut belum dialihkan. Telah ditemukan 430 dokumen berupa bukti kepemilikan girik atau petok asli milik warga dan ternyata itu belum dialihkan. Masalah ini telah melanggar undang-undang Tata Usaha Negara (TUN) dan perdata karena terkait hak milik," ujarnya. (ant/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 10 November 2017

Kiai Tolhah Hasan: IPNU Harus Mampu Jawab Tantangan Saat Ini

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menteri Agama era Presiden Abdurahman Wahid, KH Muhammad Tolhah Hasan berpesan, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) harus mampu menjawab segala macam tantangan yang berkembang saat ini. Salah satu caranya adalah dengan mendesain dan melaksanakan program kerja yang menekankan pada kreativitas, inovasi, karya dan memiliki karakter yang kuat.

Kiai Tolhah Hasan: IPNU Harus Mampu Jawab Tantangan Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tolhah Hasan: IPNU Harus Mampu Jawab Tantangan Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tolhah Hasan: IPNU Harus Mampu Jawab Tantangan Saat Ini

“Program kerja jangka panjang tidak boleh luput. Sumber daya manusia yang berkualitas sudah sangat banyak, termasuk alumni yang tersebar di berbagai bidang. Ini harus benar-benar dimanfaatkan secara cerdas,” jelasnya saat membuka Rakerwil IPNU Jatim di Aula Pondok Pesantren Teknologi Ma’arif Singosari, Malang, Jawa Timur, Sabtu (30/1).

Salah satu pendiri Universitas Islam Malang (Unisma) ini juga berpesan pada pengurus IPNU, masa depan NU ditentukan oleh komitmen dan militansi dalam berproses di IPNU. Ia kemudian mencontohkan, salah satu kader sukses IPNU yang cukup membanggakan yakni Abdullah Azwar Anas. Menurutnya, mantan Ketua umum Pimpinan Pusat IPNU tersebut telah berhasil membuktikan bahwa menempa diri dengan sebaik-baiknya merupakan sebuah keharusan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dia (Azwar Anas, red) menjadi bupati terpilih dua periode bahkan baru-baru ini mendapatkan penghargaan dunia karena berhasil mengembangkan potensi wisata di Banyuwangi. Ke depan kita optimis ada yang seperti itu. Meski mengabdi pada umat bisa dengan apa saja tidak harus terjun di politik,” tegas penulis buku “Islam dalam Perspektif Sosio Kultural” ini.

Rakerwil kali ini mengangkat tema “Meningkatkan Sinergitas Menuju Tata Kelola Organisasi Berintegritas”. Ketua PW IPNU Jatim Haikal Atiq Zamzami mengatakan, IPNU tengah menghadapi tantangan yang cukup berat, yakni problem radikalisasi dan narkoba yang menimpa generasi muda. Apalagi dewasa ini? kedua masalah tersebut telah banyak menyasar pelajar, santri dan mahasiswa. Maka, menurutnya, gerakan yang sinergis, inovatif, dan mampu cepat berdaptasi dengan perubahan adalah hal yang tak bisa ditawar. (Lukman Hakim El Baqeer/Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Internasional, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Prof Zahro: Kitab Fiqih Bukan Sakral

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof DR H Ahmad Zahro MA berpendapat, kitab fiqih (hukum Islam) yang ditulis para ulama pada ratusan tahun silam bukanlah kitab yang sakral (suci).

"Kitab fiqih itu produk manusia yang mempunyai keterbatasan waktu dan perkembangan peradaban manusia, karena itu kitab fiqih boleh dipakai asal kontekstual," katanya di Surabaya, Jumat.

Terkait pidato pengukuhan dirinya sebagai guru besar Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 30 Juli, ia mencontohkan, zakat dan haji yang diajarkan kitab fiqih sudah banyak yang tidak kontekstual.

"Kalau tidak kontekstual ya harus dikembalikan kepada Al-Qur’an dan Hadits. Dalam kitab fiqih, zakat diberlakukan untuk padi, kambing, dan sapi, padahal obyek pertanian dan peternakan sekarang banyak," katanya.

Oleh karena itu, kata dosen yang juga mengajar di Pesantren Tambakberas Jombang, Pesantren Darul Ulum Jombang, dan sebuah pesantren di Nganjuk itu, zakat yang diajarkan dalam kitab fiqih perlu dikontekstualkan.

"Kalau hanya padi, sapi, dan kambing yang boleh zakat, padahal sekarang ada ikan tambak, cengkeh, tebu, ternak lebah, dan obyek pertanian atau peternakan yang lebih besar hasilnya, maka petani miskin yang boleh zakat, sedangkan petani atau peternak kaya tidak," katanya.

Untuk masalah haji, katanya, juga perlu direformasi karena miqot (memulai) haji dengan pakaian ihrom yang diajarkan kitab fiqih adalah di tempat berkumpul manusia pada zaman Nabi Muhammad SAW.

"Padahal, lapangan atau pelabuhan pada zaman nabi sekarang sudah tidak ada dan jika dipaksakan tentu orang yang berhaji harus menempuh jarak yang jauh. Mestinya, miqot dapat dilakukan di bandara King Abdul Azis di Jeddah," katanya.

Menurut dia, miqot haji di bandara Jeddah itu sudah diberlakukan PBNU yang mewakili kalangan pesantren, tapi apa yang ditempuh PBNU itu harus diberlakukan untuk materi hukum Islam lainnya.

"Apa yang saya gagas mungkin akan banyak ditentang para ulama tua, karena saya sudah pernah diprotes KH Masduqi Mahfudh (Rois Syuriah PWNU Jatim), padahal apa yang saya lakukan lebih memiliki rujukan fiqih," katanya.

Ia menambahkan desakralisasi kitab fiqih yang tetap merujuk kitab fiqih terlebih dulu, kemudian dialihkan ke Al-Qur’an dan Hadits merupakan cara yang aman dibanding dengan cara-cara anak muda NU seperti Ulil Abshar Abdalla di JIL (Jaringan Islam Liberal).

"Kalau Ulil Absar dengan JIL itu kurang memiliki metodologi fiqih, sedangkan gagasan saya lebih hati-hati. Selain itu, kalau gagasan saya tidak dipahami maka fenomena JIL justru akan lebih meledak dan berbahaya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Profesor Zahro menegaskan bahwa gagasan desakralisasi kitab fiqih (bukan desakralisasi fiqih) itu merupakan hasil penelitian atas 507 keputusan Lajnah Bahsul Masail (Lembaga Kajian Agama) PWNU Jatim yang tercatat 428 keputusan bersifat fiqih  dengan 362 keputusan diantaranya merujuk kitab fiqih yang minimal  berusia 200 tahn, bahkan ada kitab fiqih berusia 900 tahun masih dipakai rujukan.(ant/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Tegal, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Prof Zahro: Kitab Fiqih Bukan Sakral (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Zahro: Kitab Fiqih Bukan Sakral (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Zahro: Kitab Fiqih Bukan Sakral

Jumat, 03 November 2017

IPNU dan IPPNU Bondowoso Gelar Dampingan Lanjutan di Sumber Wringin

Bondowoso, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus IPNU dan IPPNU Kabupaten Bondowoso melanjutkan kunjungan di bawah dalam rangka penguatan kelembagaan, Ahad (24/1). Kunjungan ini diikuti 23 ranting IPNU dan IPPNU se-Kecamatan Sumber Wringin.

Kegiatan penguatan kelembagaan ini dilaksanakan di Desa Sumber Gading Kantor MWCNU Sumber Wringin Kabupaten Bondowoso.

IPNU dan IPPNU Bondowoso Gelar Dampingan Lanjutan di Sumber Wringin (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Bondowoso Gelar Dampingan Lanjutan di Sumber Wringin (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Bondowoso Gelar Dampingan Lanjutan di Sumber Wringin

Ketua IPNU Bondowoso Ahmad Juhadi menjelaskan, kunjungan kali ini kita ingin menghidupkan kembali IPNU-IPPNU salah satunya di Sumber Wringin karena di IPNU-IPPNU Sumber Wringin kurang lebih lima tahun vakum.

Ia juga menyampaikan bahwa hari ini akan diadakan pemilihan Ketua IPNU dan IPPNU Sumber Wringin," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan ini merupakan bagian dari rentetan tur kegiatan penguatan-penguatan kelembagaan tingkat anak cabang, pengurus komisariat, pesantren dan sekolah se-Kabupaten Bondowoso.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami sudah melaksanakan di berapa tempat. Ini sudah yang kesekian kalinya. Sebelumnya di IPNU-IPPNU Wringin Arak-arak, IPNU-IPPNU Jambesari, IPNU-IPPNU Tenggarang, IPNU- IPPNU Tegalampel, PK MA dan MTs Al Furqon," jelasnya.

Secara khusus ia berharap IPNU-IPPNU di Sumber Wringin bisa tumbuh dan berkembang. Ia mengajak kader-kader NU di wilayah Sumber Wringin mewarnai tumbuh kembangnya organisasi NU secara struktur dan secara kultur.

Turut hadir pada acara ini Ketua MWCNU Sumber Wringin Ustadz Hemi, Syuriyah MWCNU Sumber Wringin H Rahmatullah, guru-guru pendamping dari sekolah-sekolah terkait. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Nahdlatul, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah