Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

STAINU Temanggung Dorong Mahasiswa Berdakwah Lewat Olahraga

Temanggung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan wadah pengembangan bakat di setiap perguruan tinggi. Salah satu UKM yang banyak diminati adalah UKM Olahraga. Oleh karena itu, STAINU Temanggung merespon hal itu dan menjadi sejarah dengan mendirikan UKM Olahraga yang diketuai oleh Usman mahasiswa PAI semester V.

Hal itu dibuktikan dengan Peresmian dan Tasyakuran UKM Olahraga STAINU Temanggung pada Rabu (29/11). Hadir pimpinan yang diwakili oleh Puket 3, Moh. Abdul Munjid; serta Muhammad Fadloli Al Hakim dosen dan pembina UKM Olahraga; dan Khamim Saifuddin dosen STAINU sebagai motivator; para mahasiswa yang terlibat sebagai panitia maupun anggota UKM Olahraga.

STAINU Temanggung Dorong Mahasiswa Berdakwah Lewat Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Temanggung Dorong Mahasiswa Berdakwah Lewat Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Temanggung Dorong Mahasiswa Berdakwah Lewat Olahraga

Moh. Abdul Munjid dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa harus memiliki prestasi di bidang olahraga.

"Saya harap dengan diresmikannya UKM Olahraga ini, kita bisa mengambil hikmah, berprestasi dan ke depan kita selalu semangat demi STAINU Temanggung," ungkapnya.

Kampus kita, kata dia, sangat mendukung dengan adanya UKM Olahraga ini, karena ternyata di luar perkiraan banyak mahasiswa yang mampu berprestasi di luar, terutama dalam bidang olahraga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

UKM Olahraga STAINU Temanggung memiliki 4 cabang olahraga, yaitu futsal, voli, tenis meja dan badminton, di mana anggotanya terdiri dari mahasiswa semester 1 sampai 7, dan bisa terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Muhammad Fadloli Al Hakim, dosen PGMI sekaligus pembina menegaskan para mahasiswa harus memaksimalkan UKM Olahraga itu sebagai wadah pengembangan bakat dan minat dalam olahraga.

"Kita harus punya semangat dalam memanajemen UKM Olahraga, di dalam olahraga ada sikap fair play dan sportif, kedua sikap itulah yang tidak akan ditemui di tempat lain," katanya.

Ia memancing hadirin mencari kegiatan yang di dalamnya ada benturan-benturan fisik, bahkan berdarah-darah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Setelah itu mereka bisa bersalaman tanpa ada rasa dendam, kita bisa menemukan kegiatan seperti itu? Ya di olahrga," tambahnya.

Sementara itu, Khamim Saifuddin, memberi banyak motivasi bagi para mahasiswa yang masuk di kepengurusan UKM Olahraga.

"UKM Olahraga adalah UKM yang sangat menarik untuk kita berdakwah, karena olahraga sendiri merupakan salah satu cara kita untuk tetap menjaga kesehatan," tandas pengurus LTN NU Temanggung itu.

Ia meminta mahasiswa tidak berkecil hati, justruharus berbangga hati, karena STAINU Temanggung telah mampu menerbitkan dan mengeluarkan SK UKM Olahraga.

"Dengan niat beribadah, insyaallah UKM Olahraga akan selalu konsisten membuat prestasi untuk kampus," tegas Ketua IKA PMII Temanggung itu.

Acara tersebut dimulai pada 10.30 WIB dan selesai pada jam 11.50 WIB. Usai kegiatan itu, pengurus UKM Olahraga akan tancap gas dengan melakukan latihan rutin, dan juga mengadakan beberapa turnamen internal kampus. (Ibda/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Ulama, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 14 Februari 2018

PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo

Sukoharjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sukoharjo, Kamis (1/12), memberikan bantuan untuk korban banjir di Desa Pranan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo

Penyerahan bantuan tersebut langsung dilakukan secara simbolis oleh Ketua PC PMII Sukoharjo bersama Ketua Komisariat Raden Mas Said.

Ketua PMII Cabang Sukoharjo, Hilmy Zulfikar, mengatakan pemberian bantuan ini selain untuk meringankan beban mereka juga suatu bentuk kepedulian.? "Tak ada upaya yang bisa kami lakukan selain ini. tapi mudah-mudahan bermanfaat," ujar Helmy kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat ini merupakan partisipasi dan bantuan dari masyarakat pengguna jalan raya di jalan utama Solo-Semarang, tepatnya di perempatan Kartasura. “Kita adakan aksi sosial untuk penggalangan dana bagi para korban banjir,” kata Hilmy.

Hilmy menambahkan, sebelum melakukan penggalangan dana, mereka terlebih dahulu dengan para pengurus Ansor dan Banser stempat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami harap masyarakat tak melihat jumlah bantuan yang kami berikan, tapi ketulusan dan kepedulian kami," katanya.

Adapun dana yang terkumpul kemudian dibelikan sembako untuk diserahkan kepada korban banjir. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 13 Februari 2018

Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni mengimbau agar ibadah haji dilakukan hanya sekali seumur hidup sesuai dengan kewajiban setiap umat Islam. Menurut dia, naik haji berkali-kali bisa memunculkan perasaan sombong atau riya.



Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja

"Saya khawatir surganya kelewatan. Karena tiap tahun dilakukan terkesan angkuh dan sombong. Kita lihat seperti pembuktian terhadap tetangga," kata kata Menag pada evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1427 H di Jakarta, Ahad (11/3).

Walau demikian, Maftuh menambahkan ada pihak-pihak yang diperbolehkan naik haji berkali-kali. Contohnya adalah petugas haji, muhrim dan undangan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Petugas memang kita prioritaskan bagi yang pernah. Sebab kalau belum kan kurang pengalaman. Sedang muhrim itu misalnya suami isteri sudah naik haji, tapi lalu suaminya pergi lagi bersama anaknya. Lalu saya tidak bisa melarang kalau ada yang mengundang. Itu hak tuan rumah," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Maftuh, kewajiban haji hanya sekali, bila dilakukan berkali-kali maka hukumnya adalah sunnah. Oleh karena itu, Maftuh ia bermaksud mengubah interpretasi tentang ibadah haji dengan mengeluarkan himbauan agar tidak perlu naik haji setiap tahunnya.

Ditambahkan, pihaknya berupaya untuk meningkatan pelayanan terhadap jamaah haji pada musim haji tahun 1428 Hijriyah atau 2007. Karena itu persiapan haji berikutnya akan lebih matang dan mengusahakan kenyamanan jamaah.

Menag tidak ingin kasus kelaparan jamaah di Arafah dan Mina terulang lagi. “Semua akan dibenahi, sehingga tidak terjerumus untuk kedua kalinya,” katanya.

Langkah awal yang diambil lanjut Menag, adalah mengecek dan mempersiapkan perumahan bagi jamaah haji mendatang. Kini dia tengah mempersiapkan tim dan segera mengirimkannya ke Arab Saudi.

"Kita akan kirim dalam waktu dekat seusai evaluasi," kata Maftuh seraya berjanji tidak akan menyewa perumahan yang berjejal-jejal. "Supaya kita tidak mengalami kesulitan," ujarnya.

Selain penginapan, menteri agama juga akan membereskan katering yang bermasalah pada musim haji 1427 H. Hal itu sedang dipersiapkan pemerintah Indonesia bekerjasama dengan pemerintah Arab Saudi. “Kita tetap berusaha untuk lebih baik, dan tidak ingin mengecewakan pengorbanan jamaah," katanya. (dpg/nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Nasional, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 02 Februari 2018

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 



Saat memasuki waktu Shalat Maghrib hari ini, Ahad (29/10), di stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, akan lain dari biasanya. Di stadion, azan akan berkumandang, kemudian para penonton, pemain sepak bola Liga Santri Nusantara akan shalat berjamaah.  

Menurut Ketua RMINU KH Abdul Ghofarrozin, shalat berjamaah itu memang direncanakan sejak jauh-jauh hari pada partai puncak atau grand final Liga Santri Nusantara. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pesepak-pesepak bola asal pesantren tidak meninggalkan kewajiban pokok ketika berkecimpung di dunia olahraga.  

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA

“Kita akan shalat berjamaah terlebih dahulu sebelum bermain sepak bola dan menontonnya,” katanya di Media Center Liga Santri Nusantara, Bandung.  

Sekretaris RMINU Habib Soleh, diperkirakan warga yang akan mengikuti shalat berjamaah itu sekitar 20-25 ribu orang. Bagi penonton yang belum memiliki wudlu, panitia LSN bekerja sama dengan PDAM menyediakannya di luar lapangan. 

Partai final Liga Santri Nusantara mempertemukan kesebelasan Darul Huda Ponorogo (Jawa Timur) dan Darul Hikmah Cirebon, Jawa Barat. Mereka akan bertanding pada pukul 19.00. (Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Berkat Ulama NU NKRI Berdiri

Purbalingga, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini lahir berkat jasa para ulama dan kyai NU, "maka mari kita tetap berkhidmat, khususnya kepada para kyai dan ulama NU."

Demikian disampaikan KH. Muhammad Faris El-Haq Fuad Hasyim dari Buntet Cirebon dalam acara Ansor Bersholawat dan Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh GP Ansor Kabupaten Purbalingga pada hari Ahad (17/6) dalam rangka peringatan isro Miroj Nabi Muhammad SAW dan pelantikan PAC GP Ansor Bukateja di halaman pendopo Kecamatan Bukateja.

Berkat Ulama NU NKRI Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkat Ulama NU NKRI Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkat Ulama NU NKRI Berdiri

Kontribusi ulama NU ini dibuktikan dengan penunjukan Sukarno-Hatta sebagai Waliyyul Amri ad-Dlaruri bisy-Syaukah di saat Indonesia hilang kewibawaan di mata dunia, serta dengan keluarnya Resolusi Jihad dari Hadratush Sheikh KH. Hasyim Asyari yang membangkitkan semangat bertempur kepada Bung Tomo dan arek-arek Suroboyo dalam melawan penjajah pada tanggal 10 Nopember 1945 yang kemudian kita kenal dengan Hari Pahlawan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sehingga kita heran mengapa segelintir orang yang tidak berkeringat, tidak berdarah-darah dalam perjuangan menegakkan NKRI tiba-tiba ingin mendirikan Negara Islam dengan dalih penegakan Khilafah Islamiyah. Untuk itu mari bersama-sama mendidik anak cucu kita sebagai generasi penerus untuk tetap kenal khidmat, cinta serta berbakti kepada para kyai dan ulama," katanya.

"Apalagi di jaman akhir ini di saat terjadinya dekadensi moral, kemerosotan moral generasi bangsa, peran orang tua dan kyai sangatlah dibutuhkan," tambah Gus Faris di hadapan ribuan jamaah yang hadir dalam acara tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya Ketua GP Ansor Purbalingga Ulil Archam mengatakan, melalui media Ansor bersholawat dan Tabligh Akbar sebagai penanaman nilai-nilai Akidah Ahlussunah Waljamaah kepada generasi penerus, NU memiliki kepedulian dan empati yang besar terhadap keberlangsungan NKRI.

Acara ini juga dihadiri oleh Mudib (PP GP Ansor), PCNU, PC Muslimat NU dan Camat Bukateja mewakili Bupati Purbalingga yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Mujib mengajak generasi muda Ansor untuk semangat berjuang dalam menegakkan Islam Ahlussunah Annahdliyah melalu beragam acara seperti majlis dzikir dan sholawat Rijalul Ansor, Pengajian serta Bakti Sosial.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Torik Jahidin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Tegal, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 16 Januari 2018

NU Kraksaan dan Pemkab Gelar Parade Hadrah ‘On The Street’

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebagai upaya memberikan hiburan yang positif dan bernuansa Islami di malam Tahun Baru masehi 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bekerja sama dengan PCNU Kota Kraksaan mengadakan Parade Hadrah On The Street, Ahad (31/12) malam.

Kegiatan yang mengambil start dari halaman Pondok Pesantren Hati Kraksaan Kabupaten Probolinggo dan finish di Alun-alun Kota Kraksaan ini diikuti oleh puluhan grup hadrah dari Kota Kraksaan dan sekitarnya.

NU Kraksaan dan Pemkab Gelar Parade Hadrah ‘On The Street’ (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kraksaan dan Pemkab Gelar Parade Hadrah ‘On The Street’ (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kraksaan dan Pemkab Gelar Parade Hadrah ‘On The Street’

Parade Hadrah On The Street tahun 2017 ini diawali dengan sholat Maghrib dan Isya berjamaah di Masjid Bin Aminuddin. Kemudian dilanjutkan dengan sholat Tasbih dan Hajat berjamaah.

Pelepasan Parade Hadrah On The Street ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Santoso, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono, sejumlah Kepala OPD serta Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kegiatan ini, para peserta atau grup membawa alat hadrah, sound system, genset dan becak. Mereka menabuh secara serempak perangkat hadrahnya dengan menempuh jarak 5 kilometer dari halaman Pondok Pesantren Hati Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan sekitar pukul 20.00 WIB. Hingga finish di Alun-alun Kota Kraksaan.

H Hasan Aminuddin saat melepas peserta Parade Hadrah On The Street mengungkapkan kegiatan ini dilakukan untuk menghindari permasalahan antar anak muda di akhir tahun. Dimana, di pergantian tahun perlu adanya hiburan yang bermanfaat yang dapat mengarahkan anak muda ke hal-hal yang positif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada anak muda yang banyak berkumpul dan menyaksikan pasukan hadrah sambil melantunkan sholawat Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Menurut Hasan, kegiatan ini bertujuan sebagai syiar agama melalui kesenian hadrah dan sebagai media hiburan bagi masyarakat dalam menyambut tahun baru 2018. Serta sebuah strategi untuk mengurangi angka kriminal dalam merayakan tahun baru 2018.

“Keterlibatan pemuda itu sangat penting sehingga anak-anak muda itu kemana-mana untuk mencari hiburan di malam tahun baru 2018. Kegiatan semacam ini sangatlah diperlukan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, terutama pada generasi muda. Harapannya anak-anak muda tidak lagi hura-hura dalam menyambut malam pergantian tahun,” katanya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 10 Januari 2018

Pengobatan Massal NU Tangani Seribu Lebih Pasien

Pekalongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Layanan pengobatan massal yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pekalongan, diadakan di empat Majelis Wakil Cabang NU yang ada di Pekalongan. Tim medis yang ada melayani sedikitnya 1.720 pasien dengan beragam penyakit yang dikeluhkan.

Koordinator pengobatan massal Abdul Basir kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah mengatakan, kegiatan pengobatan massal untuk kali ini tidak saja menangani penyakit secara medis, tetapi juga disediakan pengobatan tambahan seperti akupunkur, bekam, rukyah dan cek gula darah.

Pengobatan Massal NU Tangani Seribu Lebih Pasien (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Massal NU Tangani Seribu Lebih Pasien (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Massal NU Tangani Seribu Lebih Pasien

Dari berbagai layanan pengobatan, masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mengetahui dan mengobati jenis penyakit yang diderita sehingga setiap pengobatan massal yang digelar selalu dipadati pengujung.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dari 4 kali menggelar pengobatan massal, ada beberapa pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit. Karena, penyakit yang dideritanya cukup parah dan perlu penanganan lebih lanjut oleh dokter ahli,” ujar Basir yang juga Ketua KPU Kota Pekalongan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penyelenggaraan kegiatan ini, dibantu dokter NU, Nahdliyyin Center, tenaga medis dari Rabithah Alawiyah, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dan ratusan relawan NU di Ranting NU Krapak, Klego, Tegalrejo dan Banyurip Alit, Kamis (29/5).

Selama kegiatan Harlah NU digelar, Nahdliyyin Center yang melibatkan IPNU dan IPPNU Kota Pekalongan juga menggelar aksi sosial donor darah yang diikuti tidak kurang dari 76 peserta. Donor darah ini terselenggara atas kerja sama PCNU Pekalongan dan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 03 Januari 2018

Gus Mus: Pemimpin Mesti Mencintai dan Dicintai Rakyat

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Wakil Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri membeberkan keriteria pemimpin yang sangat dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini. Menurut pengasuh Pesantren Raudlotul Tholibien ini, pemimpin yang dibutuhkan adalah mereka yang bisa dicintai dan mengayomi rakyatnmya.

Kiai yang akrab dipanggil Gus Mus itu menjelaskan, pemimpin harus mencintai dan dicintai masyarakatnya. Ia tidak menyebut kandidat atau calon pemimpin tertentu. Yang jelas pemimpin itu harus amanah, dapat dipercaya dan kuat.

Gus Mus: Pemimpin Mesti Mencintai dan Dicintai Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Pemimpin Mesti Mencintai dan Dicintai Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Pemimpin Mesti Mencintai dan Dicintai Rakyat

Hal tersebut dikatakan kepada sejumlah awak media di sela sela menerima kedatangan Anies Baswedan di kediamanya di Jalan Bisri Musthofa Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Selasa (24/12).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Mus menambahkan, pemimpin yang cinta terhadap rakyat pastilah mau melakukan apa saja untuk yang mereka cintai (rakyatnya). Dan kecintaan rakyat terhadap pemimpinya merupakan dukungan yang mampu membuat seorang pemimpin kuat dalam menghadapi segala hal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terlepas dari keriteria seorang pemimpin yang seperti itu, Gus Mus menyebut Anies Baswedan mewakili generasi muda. Dirinya mengaku mendukung peremajaan pemimpin di Indonesia. Gus Mus sangat setuju jika ada orang muda yang maju untuk sesuatu yang baik. Para pemuda dinilai bisa memberi angin segar bagi dalam roda pemerintahan, pasalnya energi yang dimiliki masih belum tercemar.

Tetapi, menurut ulama yang juga sastrawan itu, ada yang sedikit payah belakangan ini. Mereka yang sudah duduk di pemerintahan seringkali ingin bertahan lama menduduki kursi jabatannya meski usia dan tenaga sudah renta.

Gus Mus juga menyebut warga negara Indonesia termasuk warga yang paling baik. Mayoritas dari mereka masih mau membayar pajak, menaati peraturan, dan datang mencoblos dalam setiap musim pemilu. Seorang pemimpin menjadi wajib, dengan membalas kebaikan rakyatnya dengan sebaik baiknya.

Dalam kesepatan itu, Gus Mus juga mengajak kepada seluruh elemen bangsa agar menanamkan pola hidup sederhana. Sebab, jelasnya, kecintaan terhadap materi secara berlebihan bisa membuat seseorang nekat melakukan kejahatan, termasuk perampokan uang rakyatnya. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 29 Desember 2017

Walikota Pekalongan Khitan Dua Muallaf

Pekalongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Walikota Pekalongan dr H Basyir Ahmad Ahad pagi kemarin (21/4) dengan cekatan mengkhitan 34 peserta khitanan masal bertempat di Aula Gedung Aswaja, Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan.

Walikota Pekalongan Khitan Dua Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Walikota Pekalongan Khitan Dua Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Walikota Pekalongan Khitan Dua Muallaf

Diantara 34 peserta diikuti oleh anak anak, ada dua peserta usia dewasa berasal dari Medan Sumatra Utara, mereka merupakan muallaf (orang baru masuk Islam-red) yang saat ini tinggal di Kota Pekalongan. Untuk mengkhitan 34 peserta Basyir dibantu oleh beberapa asistennya dengan menggunakan sistem laser.

Saat mengkhitan dua muallaf, Basyir meminta ibu-ibu yang mendampingi untuk keluar ruangan sementara. Pasalnya, yang dikhitan sudah berusia dewasa dan hanya bisa didampingi laki laki. Karena kedua muallaf berbadan besar, tentu panitia kerepotan menyiapkan dipan khusus, akhirnya dua dipan untuk anak-anak digandeng jadi satu sehingga bisa menampung badan peserta yang ingin segera dikhitan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Basyir, khitan laser memiliki beberapa keunggulan antara lain si pasien tidak merasa sakit, tidak berdarah dan yang lebih penting ialah steril dari kuman, sehingga setiap dirinya diminta mengkhitan, metode laser ini yang selalu digunakan. 

Kegiatan khitanan masal diantara salah satu kegiatan yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat dan Fatayat Nahdlatul Ulama Pekalongan Barat dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) yang diisi dengan pengajian umum, lomba murotal, donor darah, bazar dan pawai mobil hias.

Ketua PAC Fatayat NU Pekalongan Barat Hj Khusnul Khotimah kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Fatayat dan Muslimat di Pekalongan Barat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakan, untuk kegiatan besar ini, pihaknya mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Walikota Pekalongan dan beberapa donatur lainnya.

Kegiatan peringatan harlah mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat, terlihat sejak pagi gedung Aswaja telah dipadati ratusan pengunjung, baik keluarga peserta khitan maupun peserta pawai mobil hias serta berbagai aktifitas kegiatan lainnya seperti bazar dan donor darah.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz P

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

Qanaah Bukti Keyakinan Orang Beriman

Rasulullah saw pernah berkata kepada Hakim bin Hizam ”harta memang indah dan manis, barang siapa mengambilnya dengan lapang dada maka dia mendapatkan berkah. Sebaliknya, barang siapa menerimanya dengan kerakusan, maka harta itu tidak akan memberikan berkah kepadanya. layaknya orang makan yang tak pernah kenyang"

إن الحمد لله الذى أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله. أرسله بشيرا ونذيرا وداعيا الى الله باذنه وسراجا منيرا. أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له. شهادة اعدها للقائه ذخرأ. واشهد ان محمدا عبده و رسوله. ارفع البرية قدرا. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى أله وأصحابه وسلم تسليما كثيرا. أما بعد. فياأيها الناس اتقوالله حق تقاته ولاتموتن الا وأنتم مسلمون

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Alhamdulillah kita masih dapat bersama-sama menunaikan shalat Jum’ah di siang ini. Marilah saling berwasiat dan mengingatkan akan pentingnya meningkatkan taqwa. Sesungguhnya hanya dengan taqwalah kita dapat sukses menghadapi kehidupan di akhirat nanti dan di dunia sekarang ini. Dunia nyata yang semakin menggelorakan nafsu menumpuk harta dan berebut tahta. Karenanya kita memerlukan tratmen mengahadapi itu semua, salah satunya dengan mengingat kembali konsep qan’ah.   

Qanaah Bukti Keyakinan Orang Beriman (Sumber Gambar : Nu Online)
Qanaah Bukti Keyakinan Orang Beriman (Sumber Gambar : Nu Online)

Qanaah Bukti Keyakinan Orang Beriman

Qana’ah adalah merasa puas atas pemberian yang sudah diterimanya. Puas itu ditunjukkan dengan syukur dan menghindari kerakusan. Mengekang diri dalam memburu apa yang diinginkannya, karena merasa cukup dengan apa yang telah diperoleh. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Qana’ah adalah salah satu jalur alternatif mengendalikan diri di tengah gemerlap dunia yang semakin menggiurkan. Inilah sikap yang harus dimiliki oleh seorang muslim pada umumnya dan muslim pejabat pada khususnya. Mengingat derasnya cobaan yang silih berganti menawarkan isi dunia. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bukankah kita sudah maklum bahwa pada akhirnya nanti uang, harta dan tahta juga akan sirna. Uang akan usang, harta akan binasa dan jabatan akan digantikan. Mengapa diri ini selalu tertarik untuk mengumpulkannya, bukankah itu sama artinya menimbun busa yang akan lenyap diterpa udara?  Orang yang cerdas pastilah lebih suka mencari sesuatu yang lebih tahan lama, sesuatu yang tidak cepat punah dan habis hanya karena pergantian masa. Adakah hal yang demikian itulah qana’ah.

اَلْقَنَاعَةُ مَالٌ لَايَنْفَذُ وَكَنْزٌ لَايَفْتَى  

Qana’ah adalah harta yang tidak akan habis dan simpanan –modal- yang tak akan lenyap.

Itulah yang disindirkan oleh Abu Bakar al-maghribi bahwa orang yang berakal ialah orang yang dapat mengatur urusan dunianya dengan sikap qana’ah dan mengatur urusan akhiratnya dengan penuh semangat dan mengatur urusan agamanya dengan syari’ah.

Hal ini tidak untuk dipikirkan dengan akan, tetapi untuk direnungkan dengan hati yang tenang. Bukankah jika kita memiliki sifat qana’ah semua yang ada akan terasa cukup. Sebagaimana pendapat Syaikh Zakaria al-Anshari bahwa qana’ah itu merasa cukup dengan apa yang sudah diterima dan memenuhi kepentingannya, baik berupa makanan, minuman, pakaian atau lainnya.

Maka dalam hal ini kita perlu bersandar pada hadits Rasulullah saw.



كُنْ وَرَعًا تَكٌن اَعْبَدَ الناسِ وَكٌنْ قَنَعًا تكن أشكر الناس 

Jadilah kamu orang yang wara’ pasti kamu menjadi orang yang rajin beribadah, dan jadilah kamu orang yang qana’ah pastilah kamu menjadi orang yang banyak bersyukur (HR.Bukhari) 

Namun demikikan Jama’ah Jum’ah yang Dirahmati Allah…

Janganlah salah mengartikan qana’ah dengan berpangku tangan, berserah diri tanpa usaha namun penuh harap akan rahmat Allah swt. Tidak, bukan demikian maksud qana’ah itu. Manusia tidak dilarang mencari rizqi, bahkan Allah swt memerintahkan manusia untuk berusaha. Karena hasil usahalah yang akan menopang ibadah seseorang. Usahalah yang menjadi modal perjuangan agama. Tanpa ada hasil usaha tidak akan ada masjid mewah, tidak ada panti asuhan, tidak ada madrasah dan mushalla. Semua itu memerlukan usaha dan harta. 

Hanya saja yang perlu disadari dunia usaha bagaikan hutan belantara yang gelap tanpa arah. Apabila kita berjalan tanpa senjata dan tidak berhati-hati akan diterkam binatang buas atau tersesat di dalamnya. Sehingga kita tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal, ataupun mendapatkannya tetapi bukan hasil yang halal.  Bukankah nafsu syaitan selalu mengarahkan kita ke dalam sesat keharaman.

Oleh karena itu, marilah kita persenjatai diri kita dalam belantara usaha dengan qana’ah, insyaallah ia akan memberikan rambu-rambu ke arah yang benar walaupun tidak disertai dengan hasil yang maksimal. Bila demikian adanya usaha yang kita lakukan akan memilki nilai ibadah. Karena segala macam kegiatan manusia yang disandarkan niatnya kepada Allah swt akan dihitung sebagai ibadah. Ibadah tidak terbatas bertekur dan berdzikir di dalam masjid saja, tetapi menyingkirkan duri dari jalanan juga termasuk ibadah.

Jama’ah Juma’ah RahimakumullahJelaslah bahwa qana’ah tidaklah semata berpangku tangan, justru sebaliknya qana’ah adalah sebuah kekuatan untuk percaya kepada Allah Yang Maha Kuasa. Kekuasan-Nya mengatasi segala kemampuan manusia. Kekuasaan-Nya menentukan apa yang ada didunia. Jika ternyata ketentuan itu tidak mengenakkan kita, maka bersabarlah itu tandanya Allah sedang menguji kesabaran kita.

Meski apa yang ditetapkan Allah swt, tidak seperti apa yang kita inginkan. Itu tidak bearati kita berhenti berusaha. Tetaplah berusaha sekuat tenaga. Selama nyawa masih dikandung badan berusaha mengais rezeki harus terus kita lakukan. Ini tidak berarti kita memburu apa yang belum kita dapatkan, atau merasa tidak cukup dengan apa yang ada. Tetapi usaha ini kita lakukan karena merupakan sebuah kewajiban. Mempertahankan kehidupan, dan menjaga nyawa agar senantiasa dalam badan adalah kewajiban, karena itulah satu-satunya cara kita melakukan ibadah menyembah kepada-Nya.

Disinilah kehebatan qana’ah, ia tidak mengenal takut dan gentar. Apapaun kondisi yang ada harus kita hadapi dengan sabar dan penuh keyakinan. Seperti janji Allah swt dalam Surat Hud ayat 6.

Tiada sesuatu yang melata di bumi ini, melainkan di tangan Allah rizqinya. 

Memang pada kenyataannya hidup ini tidaklah selalu mulus dan mujur. Terkadang malang dan terkdang berkelok. Dan ketika berkelok itulah tanda-tanda keberuntungan kita. Rasulullah saw bersabda



قد أفلح من اسلم ورزقه كفافا وقنعه الله بما اتاه



Sungguh beruntung orang yang Islam dan rezkinya pas-pasan dan dia merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah kepadanya.

Begitulah pesan Rasulullah saw kepada Hakim bin Hizam ”harta memang indah dan manis, barang siapa mengambilnya dengan lapang dada maka dia mendapatkan berkah. Sebaliknya, barang siapa menerimanya dengan kerakusan, maka harta itu tidak akan memberikan berkah kepadanya. layaknya orang makan yang tak pernah kenyang”

Jama’ah Jum’ah yang Berbahagia

Demikianlah khutbah jum’ah kali ini. Semoga dapat menjadi pertimbangan dalam mengarungi kehidupan kita sehari-hari yang semakin terasa penuh sesak dengan berbagai persaingan dan tunutan. Semoga kita termasuk muslim yang cerdas. Muslim yang dapat mengendalikan diri dan nafsunya dalam menghadapi dunia.



بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

 

Khutbah II

 

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ Ø§ÙŽÙ†Ù‘ÙŽ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًااَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَىوَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ 

 

Red. Ulil H. Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 22 Desember 2017

MWC NU Gagas Pengajian “Jamaah Bertanya Kiai Menjawab”

Sukoharjo. Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sekitar tujuh ribu jamaah tumplek blek di Balai Desa Mulur Kecamatan Bendosari Sukoharjo, hadiri pengajian bertajuk “Jamaah bertanya Kiai menjawab” yang digagas Pengurus Wakil Cabang (MWC NU) Bendosari bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Sukoharjo, Rabu malam.

MWC NU Gagas Pengajian “Jamaah Bertanya Kiai Menjawab” (Sumber Gambar : Nu Online)
MWC NU Gagas Pengajian “Jamaah Bertanya Kiai Menjawab” (Sumber Gambar : Nu Online)

MWC NU Gagas Pengajian “Jamaah Bertanya Kiai Menjawab”

Kiai Muhammad Adib Zein dan Kiai Ahmad Baidlowi selaku narasumber mengupas sekitar thaharah. Sedikitnya ada tujuh jamaah bertanya secara langsung dan sembilan bertanya melalui SMS. Walau membicarakan tema thaharah, tapi jamaah ada yang bertanya tentang berbagai hal diantaranya soal, hukum makan bekicot, hukum makan daging anjing, yang di duga kelompok lain menghalalkan daging anjing, tata cara menyembelih hewan, dan kedudukan perempuan datang bulan yang mengikuti pengajian di masjid, dan lain sebagainya.

Pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, acara pengajian Jamaah Bertanya Kiai Menjawab identik dan menjadi “tandingan” pengajian kelompok lain di Solo Raya yang juga memakai metode sama, cuma bedanya yang ditanyakan selalu seputar hukum ziarah kubur, tahlilan bid’ah, dan kalau ada pertanyaan lain sang ustadz selalu berupaya mengarahkan dan menyinggung tata cara amaliah NU yang dianggap keluar dari tuntunan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Ketua PCNU Sukoharjo Muhammad Nagib Sutarno, model pengajian ala NU mengupas kitab kuning, lalu santri (jamaah) bertanya, harus digalakkan lagi di kalangan NU secara massif agar jamaah mengetahui secara mendalam berbagai persoalan baik ubudiyah maupun lainnya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di sisi lain, jamaah terjaga dari pemahaman dari luar yang “menyerang” amaliyah NU. “Pengajian ini rutin dilakukan oleh NU Sukoharjo, untuk membangun soliditas jamaah,” kata Sutarno.

Sementara itu Ketua MWC NU Bendosari Agus Purwanggono menjelaskan, suksesnya pengajian ini tak lepas dari partisipasi semua pihak. Tampak hadir diantaranya Kepala Desa Mulur, Muspika Kecamatan Bendosari, pengurus GP Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU, Jatman dan lain-lain. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Cecep Choirul Sholeh    

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 18 Desember 2017

LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Pengembangan Perekonomian Nahdlatul Ulama Lampung Selatan mengambil pembudidayaan lebah madu sebagai program unggulannya ke depan. Kesepakatan ini diambil dalam musyawarah pengurus LPPNU Lampung Selatan, Sabtu (6/12).

LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu

Ketua LPPNU Lampung Selatan Slamet Novianto mengatakan, LPPNU Lampung Selatan ke depan fokus pada pembudidayaan lebah madu sebagai salah satu potensi lokal.

“Tentu kita juga berharap untuk bisa menjaga, melanjutkan, dan membangun hasil-hasil pertanian masyarakat Lampung Selatan yang warganya mayoritas Nahdhiyyin, di samping hasil bumi pertanian dan peternakan,” ujar Slamet.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pembudidayaan lebah madu sudah diawali sebelumnya oleh salah satu pengurus LPPNU Ustadz Khoiruddin. Ia merupakan Koordinator Divisi Kehutanan dan Tata Ruang di LPPNU.

Ketua PCNU Lampung Selatan H Nur Mahfud yang hadir pada rapat pengurus ini mengajak pengurus LPPNU Lampung Selatan agar bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau diamati Lampung Selatan sangat luas dan mayoritas petani baik itu perkebunan, sawah, peternakan dan lainnya. Banyak potensi yang harus dikembangkan. Dengan wadah LPPNU ini masyarakat bisa terbantu baik dalam pengolahan, pemasaran yang benar-benar bisa bermafaat,” kata H Mahfud. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Ulama, AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tak Terbukti Iran Buat Senjata Nuklir

Moskow, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Direktur Institut Orientologi Akademi Sains Nasional Armenia Ruben Safrastyan, dengan mengacu pada sifat program nuklir damai Iran, mengatakan tidak ada bukti mengenai upaya Teheran untuk membangun senjata nuklir.

Dalam satu wawancara dengan situs Rusia Regnum pada Jumat, Safrastyan mengatakan bahwa tidak ada organisasi intelijen di dunia yang memiliki bukti yang menunjukkan bahwa Iran sedang membuat senjata nuklir.

Tak Terbukti Iran Buat Senjata Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Terbukti Iran Buat Senjata Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Terbukti Iran Buat Senjata Nuklir

Ia menambahkan bahwa informasi dari semua organisasi intelijen menunjukkan bahwa Iran belum mampu mencapai tingkat pengayaan uranium untuk memungkinkan membuat senjata nuklir.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Direktur Institut Orientologi Armenia melanjutkan bahwa Iran tidak melanggar program deklarasi nuklir damainya dan inspeksi dari para ahli Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) telah membuktikan kenyataan ini beberapa kali.

Analis Armenia mengatakan bahwa Iran belum membuat keputusan politik untuk membuat senjata nuklir, dan menambahkan bahwa mempertimbangkan upaya damai Iran di wilayah tersebut, mereka tidak akan membuat senjata atom.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mengatakan bahwa ancaman-ancaman AS dan militer rezim Zionis dan propaganda media mengenai kemungkinan serangan militer terhadap Iran merupakan bagian dari perang psikologis terhadap Iran, dengan tujuan menciptakan ketidakpuasan dan kekhawatiran di kalangan rakyat Iran.

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber   : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 15 Desember 2017

Database Thesaurus Manuskrip Keagamaan Nusantara Tahun 2016

Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan sejak tahun 2008 telah melakukan inventarisasi dan digitalisasi sejumlah naskah-naskah klasik keagamaan dari seluruh wilayah Indonesia dan saat ini telah terkumpul sejumlah ribuan foto digital dari naskah-naskah tersebut. 

Salah satu program tahun 2016 adalah meneruskan penyusunan thesaurus naskah klasik keagamaan Nusantara koleksi Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan. 

Hal itu dilatari dengan melimpahnya keberadaan katalog-katalog naskah Nusantara, namun sulit untuk diakses oleh peneliti, dan belum adanya database terkemuka yang menghimpun data-data riset tentang pernaskahan Islam Nusantara, sementara riset-riset sudah mulai melimpah, seringkali ketiadaan database yang mudah diakses itu dapat menyebabkan terjadinya kasus-kasus pengulangan penelitian pernaskahan Islam Nusantara dalam tema dan objek kajian yang sama.

Database Thesaurus Manuskrip Keagamaan Nusantara Tahun 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Database Thesaurus Manuskrip Keagamaan Nusantara Tahun 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Database Thesaurus Manuskrip Keagamaan Nusantara Tahun 2016

Pangkalan data melalui Thesaurus Manuskrip Keagamaan Koleksi Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan dan Balai Litbang Agama, secara komprehensif memuat informasi dari berbagai aspek tentang suatu manuskrip. Kegiatan penyusunan Thesaurus Manuskrip Keagamaan ini dilaksanakan dalam bentuk kerjasama oleh tim dan PPIM--UIN Jakarta dan tim Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan. Sebelum kegiatan dimulai, tim panitia dibentuk terlebih dahulu dengan dikeluarkan Surat Keputusan dari Kepala Pusat Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. 

Penyusunan database dalam bentuk thesaurus online manfaatnya sangat dirasakan oleh berbagai pihak di mana saja, karena tidak dibatasi waktu dan tempat. Pada saat ini data yang sudah tersimpan di data online sebanyak 3430 data (judul teks) dengan merincikan tempat penyimpanan dan penelitian yang pernah dilakukan. Pangkalan data yang disediakan ini menginformasikan data lengkap terkait manuskrip Islam Nusantara yang bertebaran di Indonesia di berbagai lembaga dan koleksi pribadi. Pekerjaan ini telah dilakukan sejak tahun 2010, dan sudah diluncurkan portal thesaurus ini pada tahun 2012.  

Total data yang diperoleh adalah 511 data. Waktu penelitian Juli-November 2016 dengan bentuk kegiatan pembacaan cermat terhadap hasil-hasil riset tentang pernaskahan Islam atau keagamaan  Nusantara, menginput entri baru dalam laman thesaurus, dan mengupdate entri lama dengan temuan-temuan riset terbaru. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sumber data: skripsi, tesis, disertasi, artikel jurnal, buku, laporan penelitian, dan hasil penelitian terhadap naskah Mindanao. Area penelitian: Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan, Balai Litbang Agama Jakarta dan Semarang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Indonesia, dan Perguruan Tinggi di Sumatera Barat.

Selain laporan hasil penelitian di lapangan, ada beberapa hal yang perlu ditambahkan, terkait dengan penyempurnaan Program ini, yaitu:  perlu disusun sebuah daftar referensi apa saja yang sudah diinput dalam database TISIS, sehingga di masa depan, referensi tersebut tidak perlu dibaca lagi oleh peneliti berikutnya; database TISIS perlu dilengkapi dengan informasi penerbitan kitab-kitab cetak yang berbasis pada manuskrip; perlu dijajaki kemungkinan menggunakan Open Source untuk penyempurnaan sistem yang digunakan oleh TISIS. Jika tidak memungkinkan, maka perlu direncanakan pembuatan sistem databasenya oleh kaum professional. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mengingat manfaat yang digunakan pihak akademis baik nasional atau internasional, kegiatan penyusunan data base ini perlu dilakukan secara kontinyu dan diperluas wilayah. Selain itu, potensi kajian manuskrip ini sangat luas dan banyak dan tidak hanya terbatas di Indonesia saja, maka perlu dilakukan kajian di wilayah Nusantara juga yang mencakup wilayah Asia Tenggara. (Kendi Setiawan/Muchlishon)

Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

PCNU Rembang Imbau Calhaj Jaga Akhlak Selama Bertamu di Tanah Suci

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Rembang berpesan kepada para jamaah calon haji untuk tetap menjaga ahlak selama berada di tanah suci. Pihak PCNU Rembang berdoa agar calon jamaah haji dari Rembang terus mengalir sepanjang tahun. Mereka berharap warga Kabupaten Rembang yang menunaikan haji selamat sampai tujuan, serta menjadi haji mabrur.

Demikian disampaikan oleh Ketua PCNU Rembang KH Ahmad Sunarto dalam sambutan doa bersama bagi calon jamaah haji di aula Pesantren TPI, Rembang, Sabtu (27/8).

PCNU Rembang Imbau Calhaj Jaga Akhlak Selama Bertamu di Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Rembang Imbau Calhaj Jaga Akhlak Selama Bertamu di Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Rembang Imbau Calhaj Jaga Akhlak Selama Bertamu di Tanah Suci

"Semoga ibadah para calon jamaah haji diterima oleh Allah SWT, dapat memenuhi syarat dalam berhaji, dan yang paling penting menjaga akhlak selama beribadah dan berada di tanah suci,” terang Kiai Sunarto.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam doa bersama ini tampak tiga kiai besar di Kabupaten Rembang memberikan doa kepada ratusan jamaah haji yang mengikuti doa bersama. Mereka adalah KH Ahmad Taschin, KH Ridwan Muslih, KH Nasrullah Mutho Al-Khafid. Pertemuan ini ditutup oleh KH Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus).

Calon haji yang tergabung dalam Kloter 48 yang berangkat dari kantor PCNU Rembang, setelah doa bersama di aula Pesantren Raudlatuttholibien Leteh Rembang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menjelang keberangkatan jamaah haji, Gus Mus tampak menenangkan salah satu cucunya yang ditinggal kedua orang tuanya haji. Putra kedua dari pasangan Raabiatul Bisriah dan Wahyu Salvana menangis karena tahu akan ditinggal kedua orang tuanya dalam waktu yang agak lama.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Kementerian Agama Rembang Shalehuddin mengabarkan bahwa ada satu jamaaah haji asal Kabupaten Rembang yang tergabung dalam Kloter 38 yang berasal dari Desa Gegersimi Kecamatan Pamotan. Ia sudah lebih dulu berangkat pada 23 Agustus lalu, dikabarkan gagal berangkat ke tanah suci, diduga mengidap penyakit TBC.

Mengenai kelengkapan identitas calon jamaah yang gagal berangkat, Shalehudin mengaku belum mendapatkan konfirmasi secara jelas. Menurutnya, jamaah tersebut masih menjalani perawatan di RS Moewardi Solo. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Ulama, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 10 Desember 2017

Islam, Antara Prinsip dan Teknis

Oleh Ahmad Nur Kholis

Dalam kehidupan nyata, kepiawaian dalam membedakan antara prinsip-prinsip dasar dan masalah-masalah teknis sangat dibutuhkan. Karena kerancuan dalam memahami dan membedakan kedua hal ini akan berakibat kerancauan beragama. Hal-hal yang merupakan prinsip dianggap sebagai teknis sehingga membuat kita dengan leluasa mengubahnya. Demikian juga hal-hal yang merupakan permasalah teknis sepele bisa dianggap prinsip sehingga mencoba memaksakan sesuatu yang tidak perlu.

Islam, Antara Prinsip dan Teknis (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam, Antara Prinsip dan Teknis (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam, Antara Prinsip dan Teknis

Prinsip dasar tersebut dalam Islam disebut dengan syariah, sedangkan masalah teknis operasionalnya adalah diatur dalam fiqih. Masalah penegakan hukum Islam itu adalah prinsip yang ada dalam ajaran Islam. Bahwasanya umat Islam harus menegakkan agamanya dan keadilan, itu memang kewajiban dan itu prinsipnya. Namun, bagaimana cara kita menegakkannya, itu masalah teknis yang boleh saja berbeda.  Demikian pula dalam masalah penegakan keadilan. Bagaimana seorang Islam yang menjadi rakyat harus menegakkan Islam dan keadilan, seorang pemimpin harus menegakkan Islam dan keadilan itu bisa saja berbeda.

Sementara kalangan umat Islam berpendapat bahwa kita wajib menegakkan hukum-hukum Allah dalam kehidupan. Dan jalannya adalah ‘harus khilafah’. Hal ini adalah mengikat kepada seluruh umat Islam. Semua umat Islam wajib menegakkan syariah dan khilafah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam pandangan penulis, pendapat seperti itu menunjukkan pendapat yang tidak bisa membedakan antara syariah dan fiqih. Karena pendapat tersebut harus dibedakan menjadi dua. Yakni hal-hal yang prinsip tersebut di satu sisi dan hal-hal yang berbau teknis di sisi lain.

Bahwasanya hukum Allah harus ditegakkan maka itu memanglah sebuah kewajiban. Namun, apakah khilafah adalah sebuah kewajiban juga dengan alasan bahwas ia sebagai alat untuk menegakkan hukum Allah? Jawabannya tidak. Karena Khilafah itu hanyalah teknis saja.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Khilafah tidak menjadi wajib karena ia bukan satu-satunya jalan atau alat menegakkan ajaran Islam. Cara yang lain dalam wujud dakwah moral, dakwah sosial juga banyak. Bahkan hal inilah yang dilakukan para pendakwah Islam di Indonesia sejak zaman dahulu.

Dalam kenyataan sejarahnya, Khilafah Islamiyah juga tidak menunjukkan keunggulannya sebagai sebuah pemerintahan dibandingkan model lainnya. Banyak di antara khalifah Islam yang dalam tindakannya sebagai pemimpin melenceng dari ajaran Islam. Hal ini bukan tidak mendapatkan kritikan dari para ulama pada waktu itu.

Para pemimpin Bani Umayyah, contohnya, yang mendapatkan kritikan dan tanggapan negatif dari para ulama di masa itu karena pola hidup elite kerajaan yang cenderung flamboyan dan keluar dari prinsip-prinsip syariat. Bahkan terjadi persaingan tidak sehat di lingkungan kerajaaan sendiri. Praktis khalifah yang dianggap baik dan berada dalam koridor syariat dalam generasi ini hanya Umar bin Abdul Aziz saja.

Kekhalifahan bani Abbasyiyah yang datang pada masa berikutnya juga sama. Selama berabad-abad dinasti ini dipimpin 37 orang khalifah, praktis yang paling baik hanyalah 3, salah satunya Khalifah Harun Al-Rasyid. Yang lain kurang lebih seperti, atau bahkan lebih buruk, dari Pak Harto. Demikian pula pada masa selanjutnya.

Demikianlah, akibatnya jika kita terlalu menyucikan apa yang dinamakan khilafah. Kenyataannya tidak. Karena hal itu adalah institusi politik, bukan institusi agama. Dan mengagamakan politik serta mempolitisasi agama inilah yang keliru. Karena tidak sesuai dengan prinsip agama dalam Al-Qur’an: “wala talbisul haqqa bil bathil.”

Kiai Hasyim Asy’ari dalam buku Fajar Kebangunan Ulama (karya Lathiful Khuluq) tercatat bahwa ia juga pernah belajar kepada pengajur Pan-Islamisme Mesir yakni Muhammad Abduh. Dalam buku itu juga dikatakan bahwa salah satu ajaran Islam Muhammad Abduh yang paling mendasar di mata KH Hasyim Asy’ari adalah persatuan Islam (pan-Islamisme). KH Hasyim menerima ide persatuan Islam tersebut. Tapi, ia menolak ide tidak wajibnya bermadzhab bagi kaum muslimin.

Namun kemudian, ketika Muktamar di Banjarmasin tahun 1936 yang kemudian menjadi keputusan alim ulama, Kiai Hasyim mengatakan bahwa menjalankan syariat Islam di Indonesia adalah wajib tapi menjadikan negara Indonesia sebagai negara Islam tidaklah wajib. Sikap demikian inilah yang dikatakan sabagai kejernihan berpikir. Cara berpikir yang mampu memikirkan bagaimana terlaksananya prinsip-prinsip Islam dan teknis-teknisnya.

*) Penulis adalah guru MTs Nahdlatul Ulama Kepuharjo, Karangploso, Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 07 Desember 2017

Pelajar NU Kudus Ngaji Administrasi dan Teknik Sidang

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus IPNU dan IPPNU kabupaten Kudus mengadakan pelatihan Administrasi dan Keprotokoleran di MANU Nurul Ulum kecamatan Jekulo kabupaten Kudus, Kamis (29/10). Mereka dengan pelatihan ini berupaya meningkatkan kerapian berorganisasi di lingkungan pelajar NU Kudus.

Berbagai macam materi disampaikan seperti administrasi, keprotokoleran, master of ceremony (MC), dan dirijen. Pelatihan ini diikuti ketua, sekretaris, dan anggota ranting, komisariat, dan anak cabang IPNU dan IPPNU sekabupaten Kudus dan murid dari MANU Nurul Ulum.

Pelajar NU Kudus Ngaji Administrasi dan Teknik Sidang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kudus Ngaji Administrasi dan Teknik Sidang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kudus Ngaji Administrasi dan Teknik Sidang

Sekjen PP IPNU Saiful Alim memnyampaikan materi pertama sesudah pembukaan. Selain materi, Saiful juga membuat simulasi dari materi yang disampaikan. Peserta kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai keahlian masing-masing.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua IPNU Kudus Joni Prabowo mengatakan, “Karena IPNU dan IPPNU adalah organisasi yang besar, maka hal-hal yang mendasar seperti administrasi, MC, protokoler, dan dirijen harus semakin maju dan mapan pula.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia berharap semua materi yang disampaikan menjadikan IPNU-IPPNU lebih baik dalam sisi administrasi dan keprotokolerannya sehingga pelajar NU sekabupaten Kudus mampu bersaing terhadap organisasi lainnya. (Dedi Hermanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 03 Desember 2017

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebanyak 30 santri perwakilan 30 pesantren di Jawa Timur mengikuti pendidikan Hak Asasi Manusia dan Perdamaian serta Respon atas Fenomena Terorisme di Hotel Novotel Surabaya, Senin-Jumat (5-8/1). Mereka berasal dari pesantren di Surabaya, Bangkalan, Sampang, Sumenep, Sidoarjo, Pasuruan, dan Jombang dengan komposisi 12 perempuan dan 18 laki-laki. Peserta umumnya berusia antara 17-22 tahun dengan tingkat pendidikan antara kelas 3 SLTA hingga tingkat 2 perguruan tinggi.

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian

Kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman para santri tentang perdamaian dalam Islam, HAM, dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menyelesaikan konflik secara damai dalam perspektif Islam dan HAM. Pendidikan ini juga akan dilanjutkan dengan kunjungan dan dialog perwakilan 2 pengungsi konflik Syiah Sampang di kantor Center for Marginalized Communities Studies (CIMARs) Surabaya.

Kunjungan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang praktik terbaik bina damai dan penanganan konflik dengan harapan dapat membekali mereka dalam upaya pembangunan perdamaian dan penanganan konflik di Jawa Timur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Koordinator Program Pesantren for Peace (PfP) Idris Hemay menegaskan, program ini dilatarbelakangi oleh aksi kekerasan dan teror atas nama agama yang terus marak terjadi. Belum lama ini misalnya masyarakat dunia dikejutkan dengan aksi kekerasan yang terjadi di Paris yang mengakibatkan setidaknya 120 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

"Salah satu tersangka pelaku terorisme di Paris adalah Frederick C Jean Salvi alias Ali, yang menurut berbagai sumber diketahui kerap mendatangi berbagai pesantren di Bandung Jawa Barat. Salah satunya pesantren di Cileunyi Bandung," terangnya.

Dalam rangka berkontribusi aktif dalam upaya mengurangi dan mencegah aksi kekerasan dan terorisme, pihaknya dari Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dengan dukungan Uni Eropa mengembangkan dan menjalankan sebuah program penting bertajuk "Pesantren for Peace (PfP)".

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Program ini dijalankan dengan melibatkan banyak pondok pesantren di 5 wilayah di Jawa, salah satunya di Jawa Timur. Program ini diadakan untuk mendorong dan mendukung peran pesantren sebagai lokomotif moderasi Islam di Indonesia dalam rangka menegakkan dan memajukan HAM, demokrasi, toleransi agama dan pencegahan serta penyelesaian konflik secara damai.

Menurut Idris, hasil penelitian yang dilakukan PfP beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa pesantren di Jawa Timur masih belum memaksimalkan perannya dalam membangun perdamaian dan mencegah aksi kekerasan. Penelitian ini juga mengonfirmasi bahwa akar penyebab konflik dan kekerasan yang terjadi di Jawa Timur sangat beragam mulai dari aspek teologis hingga persoalan ekonomi, politik, dan sosial budaya.

"Hal ini dipicu oleh hadirnya kebijakan yang tidak adil, sikap diskriminatif dan intoleran, rendahnya rasa kebersamaan, menguatnya identitas keagamaan, dan kentalnya prasangka (prejudice) di antara kelompok masyarakat baik di kalangan antaragama maupun intra agama itu sendiri," ujar pria kelahiran Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan ini. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 01 Desember 2017

Empat Kontingen Kandidat Juara Umum Kejurnas Pagar Nusa

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Empat kontingen bersaing untuk mendapatkan gelar juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencask Silat yang digelar Pagar Nusa di Padepokan Pencask Silat Indonesia Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kontingen tersebut adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Gorontalo, dan Sumatera Barat.

“Jawa Timur menjadi kandidat terkut juara umum. Satu emas lagi, dipastikan mereka menggondol juara umum,” kata Sayid Rdho, salah seorang panitia Kejurnas II yang digelar Pencak Silat NU pagara Nusa yang berlangsung dari Ahad (21/8) dan akan ditutup Kamis (25/8).

Empat Kontingen Kandidat Juara Umum Kejurnas Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Kontingen Kandidat Juara Umum Kejurnas Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Kontingen Kandidat Juara Umum Kejurnas Pagar Nusa

Jawa Timur, menurut dia, merupakan satu-satunya kontingen yang mengirimkan atlet dengan lengkap di antara 177 kontingen lain. Hanya Jawa Timur pula yang mengikuti pertandingan dan festival silat di seluruh partai, kelas, dan golongan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Siang ini di gelanggang Padepokan Pencak Silat Indonesia mempertandingkan final TGR (tunggal, ganda, regu) dewasa dan remaja. Pada tunggal putra telah keluar sebagai juara yaitu kesatu Gorontalo, kedua Jawa Timur, dan ketiga Bali. Sementara pada tunggal putri juara I diraih jatim, juara II Sumatera barat, dan juara III Gorontalo.

Malam ini akan berlangsung sesi festival pencak silat. Sesi tersebut tak hanya diikuti kontingen-kontingen Pagar Nusa, tapi turut berpartisipasi beberapa perguruan silat seperti Jokotole, Persinas Asad dan Persaudaraan Setia Hati (PSH).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada kejurnas II dan Festival tersebut diikuti sekitar 257 pesilat putra dan putri yang berlaga pada golongan remaja dan dewasa. Sementara jumlah official sekitar 82 sehingga yang hadir sekitar 339. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Lomba, Ulama, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 29 November 2017

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 



Saat memasuki waktu Shalat Maghrib hari ini, Ahad (29/10), di stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, akan lain dari biasanya. Di stadion, azan akan berkumandang, kemudian para penonton, pemain sepak bola Liga Santri Nusantara akan shalat berjamaah.  

Menurut Ketua RMINU KH Abdul Ghofarrozin, shalat berjamaah itu memang direncanakan sejak jauh-jauh hari pada partai puncak atau grand final Liga Santri Nusantara. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pesepak-pesepak bola asal pesantren tidak meninggalkan kewajiban pokok ketika berkecimpung di dunia olahraga.  

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA

“Kita akan shalat berjamaah terlebih dahulu sebelum bermain sepak bola dan menontonnya,” katanya di Media Center Liga Santri Nusantara, Bandung.  

Sekretaris RMINU Habib Soleh, diperkirakan warga yang akan mengikuti shalat berjamaah itu sekitar 20-25 ribu orang. Bagi penonton yang belum memiliki wudlu, panitia LSN bekerja sama dengan PDAM menyediakannya di luar lapangan. 

Partai final Liga Santri Nusantara mempertemukan kesebelasan Darul Huda Ponorogo (Jawa Timur) dan Darul Hikmah Cirebon, Jawa Barat. Mereka akan bertanding pada pukul 19.00. (Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Ahlussunnah, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah