Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor kecamatan Mayong, Jepara menyelenggarakan Turnamen Bola Voli antar-Ranting se-kecamatan Mayong yang berlangsung di lapangan desa Mayong Lor, Ahad-Rabu (09-12/04).?

Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung

Turnamen itu diikuti10 tim yang berasal dari club kampung yang mewakili ranting masing-masing. Thoha Mansur, ketua panitia, mengatakan, kegiatan turnamen termasuk program kerja bidang seni dan olahraga. ? “Tujuan kegiatan ini untuk memperat persaudaraan antarpemuda se-kecamatan Mayong juga dalam Harlah NU ke-94 dan GP Ansor ke-83,” kata Thoha.?

Dalam kegiatan yang memperebutkan juara 1, 2, 3 dan harapan 1 itu secara resmi dibuka ketua MWCNU Mayong, K. Mughis Nailufar. Usai pembukaan Ahad – Senin (09-10/04) adalah babak penyisihan, Selasa (11/04) babak perempat final dan Rabu (12/04) babak final.?

“Untuk uang pembinaan juara I 1.250.000, juara II 750.000, juara III 500.000 dan harapan I 250.000. Beserta diberikan piala dan piagam di masing-masing juara,” tambahnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PAC GP Ansor Mayong, Ahmad Kholas Syihab menambahkan, turnamen itu memperoleh antusiasme yang luar biasa dari masyarakat luas. “Dalam setiap pertandingan kami menyiapkan sekitar 250 tiket masuk dengan harga Rp.3000. Alhamdulillah habis di setiap partai pertandingan,” sebut Syihab, bangga.

Sarjana Psikologi Unissula Semarang itu berharap kegiatan bisa menyatukan pemuda desa se-kecamatan Mayong. “Kedepan bisa berprestasi lewat bidang olahraga,” harapnya lagi.?

Ketua MWCNU Mayong, K. Mughis Nailufar mengapresiasi kegiatan turnamen tersebut. Karena menurutnya Ansor mengisi kegiatan pemuda dengan hal yang positif. “Ansor kedepan bisa ngaji ya juga bisa voli, kan cakep,” seloroh kiai muda ini. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 13 Februari 2018

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu

Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril sebagai perantar. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang akan terjaga dan terawat sampai hari kiamat.

Begitu pula bagi yang membacanya senantiasa akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, tercatat pahala setiap hurufnya berupa satu kebaikan dan satu kebaikan itu akan dilipatgandakan dengan sepuluh pahala. Sebagaimana hadits Rasulullah saw, dari Ibnu Mas’ud ra.,

من قرأ حرفا من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu

Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh (pahala).

Oleh karena itulah al-Qur’an bagi orang muslim selalu dibacakan dalam berbagai kondisi, baik ketika senang maupun sedih. Mulai dari walimatul arusy (pernikahan), walimatul hitan, walimatus safar, akhirus sanah, seminar, pelantikan, hingga prosesi pemakaman, selalu disertakan bacaan al-Qur’an di dalamnya. Hanya saja ayat al-Qur’an yang dibaca berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan konteksnya. Tentunya pembacaan ini memiliki tujuan dan maksud tertentu. Selain menjadi sumber pahala dan dianggap ibadah, membaca ayat al-Qur’an juga memiliki berberapa faedah. Seperti membaca surat Yasin yang memiliki fadhilah terkabulnya segala hajat dan tertolaknya marabahaya.

Apakah membaca surat Yasin dengan tujuan seperti itu tidak termasuk dalam kategori riya, yang menghilangkan nilai keikhlasan? Karena membacanya dengan harapan terpenuhinya kebutuhan, atau terhindarnya balak-marabahaya, bukan karena Allah semata.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam Kitab Qurratul ‘Ain Fatawa Isma’il Zain diterangkan bahwa hal tersebut boleh dilakukan dan tidak dianggap riya, selama tidak melanggar aturan-aturan syara’ dan bukan pekerjaan ma’syiat.

يجوز أن تقرأ سورة يس بنية قضاء حاجة من جلب نفع أو دفع ضر سواء كان المقصود دينيا أو دنيويا مالم يكن معصية ولا يكون ذلك رياء

Boleh membaca surat Yasin dengan maksud dan tujuan tertentu, entah itu duniawi maupun ukhrowi selama tidak dalam hal maksiat, dan pembacaan itu tidak termasuk sebagai perbuatan riya’

Karena definisi riya’ sebenarnya adalah melakukan sesuatu bukan karena Allah Ta’ala tetapi karena makhluk ciptaan Allah swt, sedangkan bacaan Yasin mengharapkan pahala dari Allah swt. yang berupa berbagai fadhilah tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

(Pen./Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 03 Februari 2018

Ansor Genuk Bagikan 6000 Ta’jil

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Genuk, Semarang, Jawa Tengah membagikan 6000 ta’jil kepada pengguna jalan di perempatan pasar Genuk Rabu (24/7). 6.000 ta’jil ini didapatkan dari anggota Ansor Banser, gerakan NU di wilayah Genuk, serta masyarakat yang peduli terhadap gerakan pemuda.

Ansor Genuk Bagikan 6000 Ta’jil (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Genuk Bagikan 6000 Ta’jil (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Genuk Bagikan 6000 Ta’jil

Puluhan anggota Ansor dan IPNU-IPPNU terun ke jalan untuk membagikan 6.000 ta’jil, sedangkan pasukan banser dan pihak kepolisian berusaha menertibkan dan mengatur lalu-lintas jalan. Kondisi jalan sempat terjadi macet, namun dapat diatasi dan terkendali dengan pengamanan pihak kepolisian dan Banser.

Muhammad Sodri selaku Ketua Ansor Genuk mengatakan, kegiatan berbagi ta’jil ini merupakan kegiatan rutin tahunan sebagai bentuk perwujudkan memuliakan bulan suci Ramadhan. Ia kemudian mengutip sabda Rasulullah, barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, memberikan ta’jil merupakan rangkaian kegiatan GP Ansor Genuk yang bertajuk Kegiatan Amalan Ramadhan 1434 H. Sebelumnya menggelar acara Munajat Ramadhan bersama Habiburrahman El-Shirazy, dan pada tanggal 4 Agustus akan ada pengajian umum dan santunan anak yatim dan dhuafa serta khotmil Qur’an 30 Juz bil Ghoib bersama Jam’iyyah Qurra’ Wal Khufad se-Kecamatan Genuk.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kapolsek Genuk Kompol Hendry Yulianto mengatakan, pihak kepolisian sangat mengaspresiasi kegiatan GP Ansor Genuk yang peduli dengan pengguna jalan pada khususnya program yang menyentuh kemasyarakatan seperti santunan anak yatim dan dhuafa. Organisasi kemasyarakatan selayaknya peduli terhadap masyarakat, bukannya meresahkan masyarakat.

“Kami siap bekerja sama dengan ormas manapun, selama kegiatan tersebut baik dan menyentuh wilayah kemasyarakatan. Dan saya berharap kepada GP Ansor Genuk untuk tetap menjalin kerja sama dengan kami, dan tidak menutup kemungkinan untuk berkerjasama pada bidang lain seperti bidang hukum maupun ekonomi,” tuturnya.

Kegiatan tersebut adalah kerja sama GP ANsor dengan Polsek Genuk dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) serta Ikatan Pelajar Putri Nahdalatul Ulama (IPPNU) se-Kecamatan Genuk.

Redaktur     : Abdullah ALawi

Kontributor : Lukni Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 23 Januari 2018

Jelang UN, 5000 Pelajar NU Lamongan Bershalawat

Lamongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menjelang perhelatan Ujian Nasional (UN) pada April mendatang, lebih dari 5000 pelajar dan santri menggelar shalawat di halaman kantor Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Acara ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan peringatan hari lahir Ikatan Pelajar NU (IPNU) yang ke 62 dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) yang ke-61.

Jelang UN, 5000 Pelajar NU Lamongan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, 5000 Pelajar NU Lamongan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, 5000 Pelajar NU Lamongan Bershalawat

Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Lamongan mengadakan acara tersebut, Sabtu (26/3) malam, dengan mengambil tema "Dengan Harlah IPNU ke-62 dan IPPNU ke-61 Kita Teguhkan Pengabdian untuk Agama, Bangsa dan Negeri”. Penyelenggaraan berlangsung di sepanjang Jalan Lamongrejo.

Munadzirul Amin, salah seorang peserta dari Kecamatan Sekaran, mengaku acara ini, “Menjadikan motivasi bagi kader-kader IPNU-IPPNU yang akan melaksanakan UN tahun ini agar lebih bersemangat dan berharap bisa mendapatkan hasil yang baik."

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia juga berharap majelis sejenis bisa dilaksanakan setiap tahunnya, karena dengan lantunan shalawat hati menjadi teduh.

Panitia menyelenggarakan acara tersebut untuk mengajak seluruh kader Nahdliyin, utamanya yang akan menghadapi UN tahun ini, agar mempersiapkan diri dengan baik, jujur dan tanpa adanya kecurangan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? "Semoga lewat shalawat ini kita bisa mengambil manfaat, mendapatkan syafaat dari Rasulullah dan lewat shalawat ini kita ingin menyatukan umat,” ungkap Muhlisin, Ketua PC IPNU Kabupaten Lamongan. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Pemurnian Aqidah, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Ketika Mualaf Lupa Kalimat Talbiyah saat Haji

Suatu ketika, Kiai Basyirun Salatiga menuntun syahadat mantan pastur dari salah satu gereja di Kota Salatiga Jawa Tengah. Belum genap satu tahun ia dinyatakan sebagai Muslim, Kiai Basyirun sudah memintanya untuk daftar inden ibadah haji, berangkat ke Tanah Suci.Tanpa banyak bertanya, ia pun segera melaksanakan perintah sang kiai.

Waktu terus berjalan hingga akhirnya penantian untuk melakukan ibadah haji pun mulai dekat. Namun, cepatnya waktu yang bergulir tak senada dengan kecepatannya dalam memahami khazanah keislaman. Hal itu tentu membuat hatinya sedikit ciut seiring dengan semakin dekatnya keberangkatan ke Tanah Suci. Ia kemudian memutuskan untuk sowan ke tempat sang kiai, sekaligus meminta solusi mengenai permasalahannya yang mengusik hati.

Ketika Mualaf Lupa Kalimat Talbiyah saat Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Mualaf Lupa Kalimat Talbiyah saat Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Mualaf Lupa Kalimat Talbiyah saat Haji

"Sudahlah, tak usah khawatir. Yang terpenting kuncinya adalah qanaah. Terima terhadap apa-apa yang terjadi nanti di Tanah Suci," tegas Kiai Basyirun setelah mendengar keluh kesah muallaf tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebagai murid, ia hanya mengiyakan apa yang dikatakan guru spiritualnya. Berbekal ilmu agama yang tak seberapa, ia mulai meyakinkan hati kecilnya dan berangkat beribadah untuk menyempurnakan rukun agama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syahdan, keriuhan Masjidil Haram saat musim haji membuat hatinya semakin tak keruan. Bagaimana tidak, seumur umur, baru kali pertama ini ia melihat begitu banyaknya manusia yang berjuta jumlahnya berkumpul dalam satu tempat dengan satu tujuan pula. Ya, untuk melakukan rukun Islam yang kelima.

Hal itu membuatnya lupa akan satu doa yang justru harus sering dikumandangkan. Ia terlupa kalimat talbiyah. Meskipun saat itu seluruh jamaah haji dari berbagai dunia melantunkannya, yang ia dengar hanyalah suara gemuruh tak jelas dari mana arahnya.

Menyadari hal itu, ia hanya dapat pasrah sembari menunggu ilham dari Allah subhanahu wa taala. Ia kemudian teringat akan pesan kiainya agar tetap terima dengan lapang dada, mengenai apa-apa yang terjadi ketika berhaji.

Di tengah jutaan manusia yang berjubel kemudian ia berdoa.

"Ya Allah, hamba pasrahkan semuanya kepadamu..." rintih muallaf mantan pastur tersebut.

Tiba-tiba, suara gemuruh tersebut menuntun lisannya tidak untuk melafalkan kalimat talbiyah:

? ? ?

Bukan, Bukanlah kalimat tersebut. Melainkan, gemuruh tersebut seakan membisikkan sebuah kalimat berbahasa Indonesia. Tanpa pikir panjang, ia pun menirukan apa yang ia dengar di tengah keriuhan Masjidil Haram. Dengan terbata ia berkata:

"Lama-lama baik... Lama-lama baik..." serunya menirukan bisikan tak jelas tersebut.

Meskipun ia mengetahui bahwa bukan ini talbiyah yang ia maksud. Namun bermodal kemantapan hati, ia kembali menyerukan kalimat tersebut dengan keyakinan bahwa inilah doa yang diilhamkan oleh Allah subhanahu wataala kepadanya.

Dan benar, ternyata kalimat yang diucapkannya berulang kali tersebut menurut Kiai Basyirun terkabul. Terbukti, setelah pulang berhaji keimanan muallaf tersebut semakin membaik lama kelamaan. (Ulin Nuha Karim)



Kisah ini bersumber langsung dari Kiai Basyirun Salatiga, disampaikan dalam acara Walimatus Safar lil Haj KH Muhammad Shofi Al Mubarok di kompleks Ponpes Sirojuth Tholibin Brabo Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah.



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 04 Januari 2018

Syekh Ramadhan al-Buthi Sejalan dengan Dakwah NU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan bela sungkawa mendalam atas wafatnya Syekh Said Ramadhan al-Buthi, ulama besar Suriah dalam sebuah serangan bom bunuh diri di masjid. Peristiwa tersebut dinilai sebagai babak baru dalam konflik di Suriah yang harus diwaspadai oleh kalangan Muslim dunia.

Syekh Ramadhan al-Buthi Sejalan dengan Dakwah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Ramadhan al-Buthi Sejalan dengan Dakwah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Ramadhan al-Buthi Sejalan dengan Dakwah NU

Ketua PBNU urusan luar negeri H Iqbal Sullam mengatakan, NU dan Syekh Said Ramadhan al-Buthi memiliki kesamaan dalam metode dakwah, di antaranya mengedepankan kesantunan dan moderat dalam bingkai Ahlussunnah wal Jamaah. 

"Umat Islam dunia pasti merasa sangat kehilangan, termasuk kami dari kalangan Nahdliyin yang ada di Indonesia," ungkap Iqbal di Jakarta, Jumat (22/3). 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Iqbal menambahkan, selama ini PBNU memiliki hubungan yang sangat baik dengan ulama-ulama besar di dunia, termasuk dari Suriah. Selain Syekh Said Ramadhan al-Buthi, terdapat nama lain seperti cendikiawan Syekh Wahbah Zuhaili, Mufti Suriah Syekh Badreddin Hassoun, dan Syekh Rajab Dieb selaku pimpinan kelompok thariqah. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tahun 2007 silam Iqbal berkesempatan berkunjung ke Suriah dan bertemu langsung dengan Syekh Said Ramadhan al buthi. Selain santun, ulama dari kelompok Sunni itu juga disebutnya memiliki kedalaman ilmu agama yang menjadikannya sangat disegani. "Beliau sangat low profile. Peranannya sangat besar dalam mengembangkan toleransi dalam kehidupan masyarakat Suriah," ujarnya. 

Terkait peristiwa bom bunuh diri di masjid yang menewaskan Syekh Said Ramadhan al buthi, Iqbal menyebut sebagai babak baru dalam konflik politik di Suriah. Kondisi tersebut harus mendapatkan perhatian serius kalangan Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. 

"Ini menjadi bukti, kepentingan politik sudah menutup mata pelaku bom bunuh diri itu. Demi memenangkan kepentingannya, kelompok tertentu di Suriah sudah tidak melihat bagaimana Syekh Said Ramadhan al buthi seharusnya dihormati karena kesepuhan dan keilmuannya," urai Iqbal.

Syekh Said Ramadhan al-Buthi, ulama besar Suriah dengan sejumlah karya ilmiah yang terkenal, tewas dalam serangan bom bunuh diri di sebuah masjid di Kota Damaskus. Bom meledak saat Said Ramadhan tengah memberikan ceramah agama kepada sejumlah pelajar. Peristiwa tersebut juga menewaskan 15 orang lain, yang di saat bersamaan berada di lokasi sama. 

Atas peristiwa tersebut, jamaah salat Jumat di Masjid An Nahdloh, gedung PBNU, siang tadi sudah melaksanakan salah ghaib. PBNU juga mengeluarkan imbauan untuk seluruh Nahdliyin agar mendirikan salat ghaib sebagai bentuk penghormatan. 

Redaktur  : A. Khoirul Anam

Penulis     : Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Pesantren, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 27 Desember 2017

Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam

Tarim, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Habib Umar bin Hafidz menegaskan, sikap moderat (wasathiyah) adalah karakter inti ajaran Islam yang merepresentasikan perilaku Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Hal ini ia sampaikan dalam acara bedah buku karyanya, al-Wasathiyyah fil Islam (Moderat dalam Perspektif Islam).

Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam

Diskusi bedah buku diselenggarakan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman cabang Hadhramaut di Auditorium Fakultas Syariah dan Hukum, Universtitas Al-Ahgaff Tarim, Hadhramaut, Yaman, Jumat (27/12).

Habib Umar mengutip surat al-Baqarah (143), “Dan demikianlah Kami (Tuhan) jadikan kalian umat yang ‘wasath’ (adil, tengah-tengah, terbaik) agar kalian menjadi saksi (syuhada’) bagi semua manusia, dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi (syahid) juga atas kalian.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam ayat tersebut umat Islam dipuji Tuhan sebagai golongan yang ‘wasath’ karena mereka tak terjerembab dalam dua titik ekstrem. Yang pertama, ekstremitas umat Kristen yang mengenal tradisi “rahbaniyyah” atau kehidupan kependetaan yang menolak keras dimensi jasad dalam kehidupan manusia serta pengkultusan terhadap utusan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang kedua adalah ekstremitas umat Yahudi yang melakukan distorsi atas Kitab Suci mereka serta melakukan pembunuhan atas sejumlah nabi. Habib Umar mengajak setiap Muslim untuk tidak berlaku tatharruf (ekstrem) dalam menjalankan ajaran agama.

“Ekstrimisme yang terjadi akhir-akhir ini terjadi karena konsep wasathiyah mulai terkikis,” terang pengasuh perguruan Darul Mushtafa ini di hadapan 500 pelajar.

Karenanya, tutur Habib Umar, sikap moderat harus menjelma di setiap dimensi kehidupan seorang muslim, baik dalam ranah akidah, pemikiran, etika, maupun  interaksi dengan orang lain.

Habib Umar menyebut Wali Songo sebagai contoh ideal yang berhasil menerapkan prinsip moderat dalam kegiatan dakwah menyebarkan Islam di Nusantara. “Dengan sikap moderat yang ditunjukkan Walisongo, Islam dapat diterima dengan baik di Indonesia,” ujar Habib Umar.

Boleh Ucapkan Selamat Natal

Dalam kesempatan itu, Habib Umar bin Hafidz juga menerima pertanyaan dari peserta diskusi soal hukum mengucapkan selamat (tahni’ah) Natal kepada umat Kristiani. Ia menjawab bahwa ucapan tersebut boleh selama tak disertai pengakuan (iqrar) terhadap hal-hal yang bertentangan dengan pokok akidah Islam, seperti klaim Isa anak Tuhan dan keikutsertaan dalam kemaksiatan.

Kebolehan ini, tutur Habib Umar, karena memuliakan para utusan Allah, termasuk Nabi Isa, adalah di antara hal yang pasti diakui dalam Islam (min dharuriyyati hadza ad-din).

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Al-Ahgaff Dr Muhammad Abdul Qadir al-Aydrus mengatakan, di tengah radikalisme yang marak dalam kehidupan beragama, makna moderasi perlu diulas kembali.

“Setiap orang mengaku dirinya menempuh jalan yang moderat, sehingga pengertian dari terma wasathiyah sendiri harus diperjelas,” ujar dosen jebolan Universitas Badhdad tersebut saat memberi sambutan.

Usai bedah buku, acara Departemen Pendidikan dan Dakwah PPI Hadhramaut ini juga meluncurkan buku berjudul “Janganlah Berbantah-bantahan yang Menyebabkan Kamu Menjadi Gentar dan Hilang Kekuatanmu”, sebuah terjemah atas karya Habib Umar berjudul “Wa La Tanaza’u Fatafsyalu wa Tadzhaba Riihukum”. (Abdul Muhith/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Humor Islam, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 26 Desember 2017

RSI Siti Hajar Sidoarjo Bekali Orang Tua Deteksi Tumbuh Kembang Anak

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 

Sekitar 102 orang terdiri dari remaja hingga orang tua di Kabupaten Sidoarjo mendapatkan edukasi seputar deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang anak. Mereka mendapatkan edukasi dari dokter spesialis anak dr. Moersintowarti dan dokter spesialis THT dr. Prijanti, di ruang Darun Naim lantai 3 Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Ahad (20/8).

 

RSI Siti Hajar Sidoarjo Bekali Orang Tua Deteksi Tumbuh Kembang Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Bekali Orang Tua Deteksi Tumbuh Kembang Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Bekali Orang Tua Deteksi Tumbuh Kembang Anak

Sebelum mendapatkan materi seputar deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang anak, para peserta diajak senam bersama dan diberikan contoh tata cara mencuci tangan yang baik. Dengan antusias, para peserta mengikuti dan menirukan gerakan tersebut.

 

Kepala marketing RSI Siti Hajar Sidoarjo, Riza Ahmadi Tohir mengatakan, seminar kesehatan yang bertajuk deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang anak ini untuk memberikan pemahaman kepada orang tua bagaimana merawat dan menjaga anaknya. Mengingat, selama ini masih ada orang tua yang belum mengetahui cara melakukan pendampingan kepada anaknya yang masih berusia balita hingga anak memasuki usia sekolah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Menurutnya, narasumber yang dihadirkan sangat profesional dan berkualitas di bidangnya. Disinggung terkait tumbuh kembang anak dan THT, Riza menjelaskan bahwa antara satu dan lainnya saling berkaitan. Karena tumbuh kembang juga berpengaruh dengan THT.

 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Semua dokter yang menjadi narasumber dari RSI Siti Hajar Sidoarjo. Sedangkan pesertanya masyarakat Sidoarjo dan sebagian sudah menjadi pasien dari dokter spesialis. Dengan adanya kegiatan ini kami berharap bisa mengedukasi masyarakat luas sekaligus mempromosikan Rumah Sakit Islam Siti Hajar bahwa saat ini sudah berkembang mulai dari segi pelayanan maupun segi spesialis," kata Riza.

 

Dokter spesialis anak, dr. Moersintowarti, menuturkan, tumbuh kembang anak yakni seorang anak yang ukuran dan kemampuannya bertambah. Untuk mengetahui tumbuh kembang anak yang optimal bisa dilihat dari fisis biologis seperti makanan, imunisasi. Imunisasi merupakan ikhtiar untuk mencegah penyakit. Anak juga perlu bermain dengan baik.

 

"Hal-hal penting dalam deteksi tumbuh kembang anak diantaranya memasang timbangan, mengukur tinggi badan dan lingkar kepala, menghitung umur anak dan lain sebagainya. Menciptakan rasa aman, nyaman, dilindungi, diperhatikan minatnya, keinginan, pendapat dan stimulasi juga sangat penting," ujar dr. Moersintowarti.

Salah satu peserta seminar kesehatan, Vivi Wahyuni (32) warga Kwadengan Sidoarjo mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Pihaknya mengakui bahwa sebelum mengikuti seminar banyak kebiasan yang salah dilakukan kepada anaknya. Seperti melarang anak untuk ini dan itu. Padahal menurut dokter, anak yang melakukan sesuatu hal itu merupakan reaksi dari proses pertumbuhannya dan tidak boleh dilarang, melainkan harus didampingi.

"Sekarang saya sudah tahu bagaimana melakukan pendampingan kepada anak. Ke depan akan saya rubah kebiasaan yang salah. Beberapa waktu lalu saya pernah melarang anak untuk main di luar rumah, karena saya khawatir terjadi apa-apa. Namun setelah mengikuti seminar ini, saya bertambah mengerti," aku ibu tiga anak itu. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 21 Desember 2017

Khofifah: Koperasi Muslimat NU Jadi Modal Kesejahteraan Rakyat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Hj Khofifah Indar Parawansa berharap aktivitas Koperasi Muslimat NU Inkopan meingkatkan kesejahteraan masyarakat. Inkopan diminta kesiapannya untuk menggerakan perekonomian masyarakat.

“Koperasi Muslimat NU harus bisa memodali masyarakat yang ingin mengawali usahanya,” kata Hj Khofifah di hadapan peserta pendidikan kewirausahaan sejak pagi hingga petang di Hotel Bintang, Jakarta Pusat, Kamis (19/5).

Khofifah: Koperasi Muslimat NU Jadi Modal Kesejahteraan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Koperasi Muslimat NU Jadi Modal Kesejahteraan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Koperasi Muslimat NU Jadi Modal Kesejahteraan Rakyat

Kongres Muslimat NU pada 1979, lanjut Hj Khofifah, sudah mengingatkan kita untuk mengadakan koperasi. Saya sendiri sejak akhir 1990-an keliling Indonesia untuk menyadarkan pengurus Muslimat NU akan pentingnya koperasi.

“Koperasi ini dapat menyelamatkan mereka yang membutuhkan modal dari jeratan rentenir. Mereka yang ingin membeli bibit dan pupuk. Mereka yang ingin melaut dan mencari ikan dengan membutuhkan solar dan cadangan makanan yang memadai. Kita mesti membebaskan mereka dari jeratan rentenir melalui koperasi,” tegas Hj Khofifah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, Al-Quran sudah menjelaskan bahwa riba adalah haram, zina haram, dan judi haram. Tetapi bagaimana kita bisa menyelematkan umat dari yang haram? Masalah ini membutuhkan penanganan khusus, rancangan matang sistematis, dan gerakan ekonomi terorganisasi.

Ia mengakui bahwa sebuah gerakan ekonomi misalnya tidak harus dikaitkan dengan Muslimat NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Secara individu kalau bisnis jalan, maka ia akan menyejahterakan umat. Ustadzah dan Muslimat NU tidak perlu meminta sekian persen. Cukup jadi amal jariyah Muslimat NU,” kata Khofifah saat mendorong pemasaran produk Susu Kambing Kurma Madu Indonesia (SKKMI) yang akan meluncur bulan depan di pasaran.

“Saya minta tim ini mengikhlaskan produk. Jangan sampai, belum apa-apa organisasi sudah memberatkan. Kita berharap individu kelak berkontribusi buat organisasi. Organisasi cukup memediasi dan memfasilitasi jamaah,” tutup Hj Khofifah yang kini diamanahi sebagai Menteri Sosial RI. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Santri, Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 14 Desember 2017

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun selalu menunjukkan angka yang bagus dan melahirkan banyak kelas menengah baru, tetapi sebenarnya siapa yang menikmati pertumbuhan ekonomi tersebut.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai, pertumbuhan ekonomi saat ini hanya dinikmati oleh sekelompok kecil masyarakat Indonesia, sedangkan sebagian besar, tetap terpuruk dalam kemiskinan yang akut. 

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan

“Jadi siapa sebenarnya yang menikmati pertumbuhan ekonomi ini, saya pulang ke kampung saya, orang-orang desa tetap saja miskin dari dulu,” katanya, dalam workshop Ekonomi Konstitusi yang digagas PBNU dalam rangka pra munas, di gedung PBNU, Rabu (14/5).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kekayaan alam, yang seharusnya bisa dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, saat ini toh, hanya dikuasai oleh sekelompok orang berkuasa yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.

Akibat kesalahan kebijakan ini, kelompok masyarakat yang kaya semakin menjadi kaya sedangkan yang miskin tetap miskin atau makin miskin, padahal agama memerintahkan agar kekayaan tidak dinikmati oleh orang-orang tertentu saja.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita menginginkan banyak warga NU yang menjadi bagian dari kelas menengah,” tandasnya.

Kwik Kien Gie, mantan menko ekonomi era presiden Gus Dur yang menjadi pembicara dalam pertemuan tersebut menjelaskan secara panjang lebar akar permasalahan ekonomi dari sisi filosofis, mulai dari munculnya ideologi kapitalisme pasar bebas yang dikembangkan oleh Adam Smith bahwa ekonomi akan berjalan dengan baik jika peran negara dalam bidang tersebut diminimalkan.

Sayangnya, apa yang disampaikan Adam Smith tersebut tidak sebagus apa yang dibayangkan, terjadi monopoli dan eksploitasi buruh sehingga muncul pemikiran antithesa yang ekstrim dari Karl Mark bahwa seharusnya seluruh kegiatan ekonomi dikuasai oleh negara. 

Pada akhirnya, negara-negara Eropa menyadari bahaya dari kapitalisme pasar bebas, dengan tetap menghargai inovasi dan kreatifitas masyarakat, tetapi di sisi lain, negara juga melindungi masyarakat dengan membuat kebijakan untuk kepentingan publik, seperti pengenaan pajak keuntungan yang tinggi bagi perusahaan sehingga bisa didistribusikan kepada kelompok yang tidak mampu seperti jaminan pansiun, jaminan kesehatan atau jaminan pengangguran. Konsep seperti ini mereka sebut sebagai sistem ekonomi kesejahteraan atau walfare state.

Para founding father Indonesia, menurut Kwik, telah menggariskan sistem ekonomi yang didasarkan atas kerjasama dan hasinya juga dinikmati bersama-sama. Tetapi sayangnya, korporasi asing, dengan segala cara, berusaha “merampok” kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia untuk kepentingan mereka sendiri.

“Sebagai organisasi besar, NU dalam hal ini bisa ikut berperan, suaranya bisa didengar,” tandasnya.

Selain berbicara soal konsep-konsep ekonomi, Kwik juga bercerita tentang dinamika pertarungan konsep ekonomi dalam pemerintah Gus Dur dan tekanan-tekanan yang dihadapi, termasuk bagaimana Gus Dur mensiasati IMF yang menuntut bea masuk nol persen untuk beras dan gula guna menjaga stabilitas sosial di Indonesia sampai akhirnya bisa dikenakan bea 600 rupiah per kg. (mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Amalan, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 13 Desember 2017

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan

Subang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pembangunan lantai dua gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kabupaten Subang, hampir rampung. Kendati demikian, pengurus NU dan Nahdliyin sudah bisa menggunakan gedung baru ini untuk pelbagai macam kegiatan organisasi.

"Tinggal sedikit lagi pembangunannya. Mudah-mudahan cepat selesai. Kita pengennya nanti bulan Muharom sudah bisa diresmikan," kata Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah usai rapat Reboan di kantor PCNU setempat, Rabu (24/9).

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan

Gedung PCNU Subang ini, Kiai Musyfiq melanjutkan, akan difungsikan untuk rapat dan aneka kegiatan-kegiatan organisasi yang ada di bawah naungan PCNU Subang. "Nanti gedung ini untuk kegiatan-kegiatan lembaga, lajnah, banom, giliran nantinya hari ini yang pakai siapa, besok siapa, jadi setiap hari ada kegiatan terus," terang Kiai Musyfiq.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia berharap, fasilitas gedung baru ini dapat menambah semangat dan motivasi bagi para pengurus untuk lebih aktif lagi dalam menjalankan roda organisasi PCNU Subang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, penyelesaian renovasi gedung ini hanya butuh memasang plafon dan kaca jendela. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

Telkom Gratiskan Pasang Internet di Ponpes

Serang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Untuk mempercepat penyebaran Teknologi Informasi (IT) masuk ke wilayah-wilayah pedesaan, PT Telkom mencanangkan program Internet masuk pedesaan dengan menggratiskan pemasangan internet di pondok-pondok pesantren.

"Sampai saat ini sudah tersambung sekitar 457 ribu sambungan internet gratis di berbagai pondok pesantren di pelosok desa Jabar dan Banten dengan memakai modem ADSL atau modem nirkabel Telkom Fleksi," kata Eksekutif Genegal Manajer PT Telkom Divre II Jakarta-Banten Abdul Aziz, Sabtu.

Telkom Gratiskan Pasang Internet di Ponpes (Sumber Gambar : Nu Online)
Telkom Gratiskan Pasang Internet di Ponpes (Sumber Gambar : Nu Online)

Telkom Gratiskan Pasang Internet di Ponpes

Program tersebut, kata dia, sekaligus juga dimaksudkan untuk mengenalkan sumber-sumber informasi dan ilmu dari dunia maya kepada kalangan ustadz, para kiai dan para santri.

Selain program internet masuk Ponpes, katanya, PT Telkom juga telah memberi keringanan dalam pemasangan sambungan-sambungan internet di sekolah serta lembaga-lembaga sosial dan pemerintahan.

"Tentu saja kami juga harus mewaspadai efek negatif dari internet seperti adanya situs-situs porno, brutal atau hal-hal lain yang tidak ber-etika. Karenanya komputer yang dipasang juga dilengkapi software penyaring masuknya web site yang tidak bermanfaat seperti itu," kata Abdul Azis.

Sementara Ketua MUI Banten, KH Wahab Afif menyatakan, pihaknya menyambut baik program internet masuk Ponpes sejauh bisa mendatangkan manfaat yang optimal dan kalangan teknisi PT Telkom bisa menyaring pengaruh-pengaruh negatif dari internet.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Tapi yang lebih penting lagi tentu saja pengawasan langsung dari para kiai dan pengasuh agar para santrinya bisa memilih pengambilan informasi yang bermanfaat dan menjauhkan pengaruh yang negatif," kata KH Wahab Afif. (ant/suh)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Amalan, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 07 Desember 2017

Israel Hancurkan Mimpi Pendidikan Anak Gaza

Kota Gaza, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Meskipun hari pertama sekolah biasanya ditandai dengan sukacita dan kegembiraan, perang Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza telah menyebabkan sekitar setengah juta anak-anak Palestina tidak bisa sekolah setelah mereka dipaksa untuk berlindung di sekolah-sekolah PBB dengan keluarga mereka.?

"Saya tidak mau harus tinggal di sekolah," kata Amin al-Kilani, 11 tahun, yang keluarganya diusir dari rumah mereka di Beit Hanun di utara Gaza setelah Israel membombardir daerah tersebut, kepada Agence France Presse (AFP) pada hari Senin, 25 Agustus.?

Israel Hancurkan Mimpi Pendidikan Anak Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)
Israel Hancurkan Mimpi Pendidikan Anak Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)

Israel Hancurkan Mimpi Pendidikan Anak Gaza

"Saya ingin belajar di sini, kemudian pulang ke rumah," katanya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Al-Kilani berbaris di hari Ahad pagi dengan puluhan rekan-rekannya di tempat bermain sebuah sekolah PBB untuk membuat sambutan simbolis tahun ajaran baru dengan menyanyikan lagu kebangsaan Palestina.?

Di ruang kelas yang penuh sesak dengan keluarga pengungsi, seorang siswa Gaza utara membaca surat pembuka Al-Quran Al-Fatihah untuk ribuan martir yang tewas dalam agresi Israel terbaru tentang terkepung Jalur Gaza.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kelas akan tetap ditutup di Jalur Gaza selama dilanda konflik yang menyebabkan hampir 500.000 anak kehilangan hak mereka untuk pendidikan," kata UNICEF dalam sebuah pernyataan yang diperoleh OnIslam.net.?

Tahun ajaran baru diawali dengan berbagai acara simbolis termasuk membaca puisi dan lagu-lagu populer Palestina oleh ribuan siswa yang kecewa.?

"Saya berharap mulai ke sekolah lagi sehingga saya bisa menyelesaikan ujian tawjihi (ijazah SMA Palestina)," kata 17 tahun Wujud Zayeda.?

"Tahun ini berbeda. Salah satu teman saya terluka dalam serangan di dekat rumahnya. Saya benar-benar marah, kami hanya ingin belajar."

Selama 48 hari operasi militer Israel terhadap Gaza, lebih dari 219 sekolah telah rusak, dengan 22 hancur total dan tidak dapat digunakan lagi, ungkap UNICEF.?

Menurut UNICEF, terdapat sekitar 330.000 warga Palestina pengungsi yang berlindung di 103 sekolah UNRWA, 50% dari mereka adalah anak-anak.?

Perbaikan sekolah?

Prihatin dengan masa depan anak-anak Palestina yang terlantar, Save the Children, UNICEF dan UNESCO mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Ahad, mendesak adanya gencatan senjata yang mampu bertahan lama untuk membantu memulai tahun ajaran dalam beberapa minggu.?

"Kembali ke sekolah berarti membawa kembali kehidupan normal pada anak-anak. Untuk ini kita perlu gencatan senjata yang bertahan lama, dan kami harus memenuhi kebutuhan yang paling mendesak untuk pemulihan yang cepat dari sistem pendidikan," kata Lodovico Folin Calabi, Plt Kepala Kantor UNESCO di Ramallah.?

Organisasi trio ini mengatakan bahwa siswa Gaza harus diberi kesempatan untuk "sembuh dari trauma" kehilangan orang yang dicintai dan menghadapi serangan udara harian Israel.?

"Ini adalah waktu ketika anak-anak harus berada di sekolah untuk belajar, bukan untuk mencoba dan bertahan dalam konflik bersenjata," kata David dan Paulette Hassel, Direktur co-country Save the Children, yang bersama-sama dengan UNICEF memimpin koordinasi tindakan kemanusiaan di sektor ini.?

"Ini adalah musim panas yang berbahaya bagi anak-anak Palestina di Gaza, yang bahkan tidak bisa pergi ke luar untuk bermain. Sekolah adalah garis hidup penting untuk anak-anak yang mengalami trauma, yang memainkan peran penting dalam penyembuhan mereka," tambah Hassells.?

Anak-anak bukan satu-satunya sektor yang terkena dampak agresi Israel yang sedang berlangsung.?

Untuk ibu-ibu Gaza, perang telah menyebabkan adanya perasaan tidak mampu melindungi anak-anak mereka atas hak kehidupan yang aman dan pendidikan.?

"Bahkan hak anak-anak kita untuk belajar ditolak," kata Hanan Matar, 48, yang tinggal di sebuah sekolah PBB dengan sembilan anak-anaknya.?

Israel meluncurkan serangan udara telah tanpa henti terhadap Gaza sejak 8 Juli di mana lebih dari 2.100 telah tewas dan ribuan terluka.?

Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), sekitar 80% dari kematian di Gaza adalah warga sipil, termasuk puluhan anak-anak dan perempuan.?

Skala besar pemusnah massal di Gaza telah menyebabkan sekitar 5.510 rumah hancur dan sekitar 31.000 rusak sebagian, memaksa puluhan ribu meninggalkan rumah mereka yang terperangkap dalam serangan udara Israel. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Amalan, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait Islam Nusantara, Rais Aam: NU Biasa Bikin Kaget

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin memaklumi riuh di tengah publik ketika Muktamar Ke-33 NU mengangkat tema “Islam Nusantara”. Menurut Kiai Ma’ruf, ramainya polemik di tengah masyarakat sejauh ini masih dalam taraf wajar.

Alhamdulillah ada reaksi itu dari masyarakat. Tentu agar orang-orang memerhatikan dan mengetahui konsep Islam Nusantara. NU memang biasa bikin kaget. Asal jangan orang jantungan saja,” kata Kiai Ma’ruf disambut tawa peserta diskusi mingguan dalam forum Tashwirul Afkar di Perpustakaan PBNU, Jakarta, Jumat (18/9) sore.

Terkait Islam Nusantara, Rais Aam: NU Biasa Bikin Kaget (Sumber Gambar : Nu Online)
Terkait Islam Nusantara, Rais Aam: NU Biasa Bikin Kaget (Sumber Gambar : Nu Online)

Terkait Islam Nusantara, Rais Aam: NU Biasa Bikin Kaget

Mengetahui sebuah gagasan, Kiai Ma’ruf melanjutkan, merupakan langkah awal sebelum akhirnya menerima atau menolak. Akan menjadi tidak bijak ketika mengambil sikap penolakan secara apriori sebelum mengetahui dan mencerna sebuah gagasan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ini ribut saja soal sebutan ‘Islam Nusantara’. Padahal Islam Nusantara itu ahlusunnah wal jamaah ala thariqatin nahdliyah. ‘Islam Nusantara’ covernya saja. jadi Islam Nusantara itu huwa huwa (sama saja. itu-itu juga, Red),” ujar Kiai Ma’ruf di hadapan sedikitnya 40 peserta diskusi yang memenuhi ruang perpustakaan PBNU.

Pada forum yang juga dihadiri Pengurus NU Amerika Ahmad Sahal, Sekjend PBNU H Helmy Faisal Zaini, dan Wasekjend PBNU H Masduki Baidowi, Kiai Ma’ruf berpesan kepada para pemuda terlebih intelektual di lingkungan Nahdlatul Ulama agar terus memproduksi gagasan baru.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Asal jangan mandek. Pemikiran harus ada kontinuitas dan improvement sehingga bergerak terus dengan catatan tawasuth dan tentu juga moderat,” Kiai Ma’ruf mengajak peserta forum untuk mendinamisasi pemikiran.

Ruang diskusi lebih dipadati oleh mahasiswa-mahasiswi NU dan juga aktivis IPNU-IPPNU. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 01 Desember 2017

IPNU-IPNU Salatiga Kenalkan NU ke Santri TPQ

Salatiga, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Untuk mengenalkan NU sejak dini, Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Salatiga, Jawa tengah, mengadakan kegiatan Alim (Ajang Kreasi Anak Muslim), di MTS NU Salatiga, Ahad (24/11).

Ketua IPPNU Salatiga Lia Agustin menjelaskan acara ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan. “Alim II ini merupakan rangkaian acara Pra-Konfercab. Sekaligus, ajang untuk mengenalkan sekolah yang dimiliki LP Ma’arif NU,” terangnya, Senin (25/11).

IPNU-IPNU Salatiga Kenalkan NU ke Santri TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPNU Salatiga Kenalkan NU ke Santri TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPNU Salatiga Kenalkan NU ke Santri TPQ

Dalam acara tersebut, sekitar 200 peserta dari berbagai TPQ se-Salatiga dan Kabupaten Semarang, mengikuti perlombaan yang ada. “Lomba meliputi mewarnai, dai cilik, dan qiro’ah,” imbuh gadis yang akrab disapa Lia ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sayangnya, peserta pada tahun ini agak menurun dibandingkan tahun kemarin. “Tahun lalu peserta 300 anak. Yang kedua ini menurun karena jenis lombanya dikurangi,” ungkapnya.

Namun, ia berharap dari penyelenggaraan Alim II kali ini, para pelajar NU dapat lebih dekat dengan masyarakat. Hal ini sesuai dengan tema acara, "Membangun Generasi Aswaja Aktif, Kreatif & Religius”. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, News, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 28 November 2017

Pesohor Sosmed di Pakistan Diduga Dibunuh Setelah Swafoto dengan Ulama

Lahore, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Seorang ulama Islam terkemuka di Pakistan diperiksa terkait pembunuhan perempuan pesohor media sosial Pakistan, Qandeel Baloch, kata kepolisian, Senin. 

Pesohor Sosmed di Pakistan Diduga Dibunuh Setelah Swafoto dengan Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesohor Sosmed di Pakistan Diduga Dibunuh Setelah Swafoto dengan Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesohor Sosmed di Pakistan Diduga Dibunuh Setelah Swafoto dengan Ulama

Pemuka agama tersebut dihujani kecaman karena muncul dalam sejumlah swafoto bersama Qandeel Baloch, lapor Reuters

Baloch (26 tahun), yang disebut-sebut sebagai Kim Kardashian-nya Pakistan, memunculkan perdebatan di kalangan masyarakat Muslim konservatif melalui foto-fotonya yang seronok. 

Pembunuhan terhadapnya pada Jumat (15/7) mengejutkan negeri itu dan memunculkan kembali perdebatan soal pembunuhan "demi kehormatan". 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saudara laki-laki Baloch, Muhammad Waseem, mengatakan kepada media bahwa ia membuat teler saudara perempuannya itu dengan obat dan kemudian mencekik Baloch hingga tewas karena Baloch dianggap telah menodai kehormatan keluarganya melalui berbagai hal yang ia unggah ke media sosial, termasuk serangkaian swafoto bersama ulama Abdul Qavi bulan lalu. 

Ada satu video yang muncul dan memperlihatkan Baloch sedang duduk di pangkuan Qavi. 

Polisi mengatakan bahwa Qavi, yang diberhentikan dari sebuah lembaga Muslim setelah foto-foto itu beredar, juga menjadi bagian dari penyelidikan guna mengungkap kasus pembunuhan Baloch. Pembunuhan terjadi di kota Multan. 

Qavi membantah terlibat dalam pembunuhan Baloch namun mengatakan kepada Reuters pada Senin bahwa ia akan menyerahkan dirinya kepada polisi jika dipanggil untuk dimintai keterangan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Qavi mengatakan kepada media, Sabtu (16/7), tewasnya Baloch harus dijadikan contoh bagi pihak-pihak lain yang mencoba memburuk-burukkan alim ulama, walaupun ia juga menyatakan bahwa dirinya telah memaafkan Baloch. 

Baloch menganggap dirinya sendiri sebagai seorang feminis masa modern. 

Ia tidak merasa malu mendorong batasan soal penerimaan terhadap perempuan serta mengubah "pola pikir kolot" masyarakat Pakistan.

Foto-foto serta video yang diunggah Baloch membuat marah kalangan konservatif agama, yang menganggap perempuan tersebut sebagai aib bagi nilai-nilai budaya Islam dan Pakistan. Pihak-pihak lain menganggap Baloch sebagai "tokoh feminis". 

Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap Muhammad Aslam, saudara laki-laki Baloch yang merupakan anggota muda angkatan darat, kata kepala kepolisian Kota Multan, Azhar Ikram.

Di Pakistan, setiap tahunnya lebih dari 500 orang --sebagian besar adalah perempuan-- tewas dalam pembunuhan bermotif "demi kehormatan". Mereka biasanya dibunuh oleh anggota keluarga karena dianggap "memalukan". 

Pemerintah telah menyesalkan terjadinya pembunuhan seperti itu namun tidak berbuat banyak untuk menghentikannya. 

Banyak pihak di Pakistan telah meminta agar hukum memasukkan pasal soal pembunuhan-demi-kehormatan guna menutup celah bagi para anggoa keluarga untuk memaafkan mereka yang bertanggung jawab dalam pembunuhan bermotif kehormatan. 

Setelah kematian putrinya, ayah Baloch yang bernama Muhammad Azeem, mengadukan kedua putranya ke kepolisian. Azeem menuduh Aslam mendorong Waseem untuk membunuh Baloch. 

Baloch membangun karirnya sebagai model dengan memanfaatkan media sosial untuk mencapai ketenaran. Perempuan nahas itu adalah pencari nafkah bagi keluarganya. 

"Dia (Baloch) membantu kami semua, termasuk anak laki-laki saya yang membunuhnya."

Setelah banyak mendapat protes terkait swafotonya bersama Qavi, Baloch pernah menggelar jumpa pers dan memohon kementerian dalam negeri untuk membantu melindungi keamanan dirinya namun tidak ada pihak yang memberi bantuan. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Amalan, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 22 November 2017

Katib ‘Aam: NU Tidak Bisa Pisah dari Indonesia

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengajak warga NU untuk menengok dan mengingat kembali sejarah awal dibentuknya NU sesuai yang tertera dalam Anggaran Dasar Aggaran Rumah Tangga AD/ART NU.

Menurutnya, NU satu kesatun dengan bangsa Indonesia, dan tak terpisahkan. “NU didirikan itu salah satu tujuannya menciptakan tatanan masyarakat Indonesia yang rahmatan lil alamin demi terwujudnya bangsa Indonesia. Mari kita lihat AD/RT NU, maka dari itu, NU tidak bisa pisah dari bangsa Indonesia,” katanya di hadapan ribuan Muslimat NU di alun-alun Masjid Agung Demak pada Ahad (2 /4) pada puncak Harlah NU ke 91, Harlah Muslimat NU ke 71 dan Hari Jadi Demak ke 514.

Katib ‘Aam: NU Tidak Bisa Pisah dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib ‘Aam: NU Tidak Bisa Pisah dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib ‘Aam: NU Tidak Bisa Pisah dari Indonesia

Gus Yahya begitu dia akrab dipanggil, menegaskan, selaku salah satu elemen pendiri bangsa Indonesia, NU secara otomatis ? mempunyai ? kewajiban menjaga bangsanya dari orang maupun kelompok pengacau, pengganggu, merongrong kewibawaan bangsa serta mengganggu keutuhan Negara Kesatua Republilk Indonesia.

“Setiap pengacau yang mengganggu Indonesia, maka akan berhadapan dengan NU. Bagi NU, NKRI harga mati yang tak hisadi tawar lagi,” tegasnya.

Ketua Muslimat NU Demak Hj Utami Musadad mengatakan,kegiatan tersebut dimuli dengan bacaan Al-Qur’an bil ghoib (hafalan) sebanyak 500 kali, membaca Al-Qur’an bi nadhor sbanyak 500 kali, manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jilani 400 kali, istighotsah, maulidurrasul serta pengajian,

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Alhamdulillah acara berjalan lancar dan khidmat, khataman Al-Qur’an baik bil ghoib maupun bi nadhor, manaqib semua khatam,” tutur Hj Utami Sadad.

Puncak acara harlah, selain dihadiri warga Muslimat, juga dihadiri Bupati Demak H M Natsir, Waub Joko Sutanto, ketua DPRD H Nurul Muttaqin, Kapolres, Dandim, Kajari, Kepala Pengadilan Negeri Demak Wakil ketua PW Muslimat Jateng yang ? juga anggota FKB DPRD Jateng Hj Ida Nurs Sa’adah, Katib ‘Aam Jatman KH Zaini Mawardi, pengurus NU dari Cabang sampai Ranting. (A.Shiddiq Sugirto/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Amalan, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pelajar sebagai generasi penerus memiliki peran yang sangat setrategis dalam meneguhkan Islam Nusantara yang merupakan perjuangan para Ajengan/kiai yang berjuang dengan tulus dan ikhlas untuk rakyat, agama dan bangsa tercinta ini.

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara

Hal itu disampaikan Fikri Nursamsi, Ketua PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Sekretariat PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya Jl Raya timur No 505 Badakpaeh Cipakat Singaparna, Sabtu (20/6).

“Pelajar yang saya maksud adalah Santri, pelajar dan mahasiswa. Ini seringkali menjadi incaran kelompok yang tidak suka dengan Islam Nusantara, karena pentingnya peran pelajar dalam menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara dimasa depan,” terang Fikri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemuda hari ini, lanjutnya, adalah pemimpin dimasa yang akan dating. Di tangan pemudalah suatu umat dan di kaki merekalah kehidupan umat. Dengan ini jelas bahwa pelajar sangat diharapkan kontribusinya di masa yang akan datang yang dalam hal ini salah satunya adalah meneguhkan Islam Nusantara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ini juga merupakan PR bagi kami atas nama PC IPNU untuk bisa mengawal dan meyakinkan rekan-rekan pelajar untuk teguh memperjuangkan dan memahami tentang Islam secara mendalam, supaya tidak salah dalam memaknainya,” jelasnya. 

Dan pesantren, imbuhnya, merupakan salah satu tempat yang sangat penting dalam meneguhkan Islam Nusantara. Sebab itu, dirinya sangat setuju dan mendukung dengan gerakan nasional ayo mondok yang sekarang sedang digalakan.

“Belajar, berjuang dan bertaqwa itulah peran kita sekarang sebagai pelajar untuk menyongsong masa depan, dengan ini kita bisa meneguhkan Islam Nusantara dan bisa memberikan manfaat yang besar bagi agama, bangsa dan Negara,” tandasnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Nahdlatul, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 20 November 2017

RSI Siti Hajar Sidoarjo Shalat Ghoib untuk Korban Hercules

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ratusan staf dan pegawai Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Kabupaten Sidoarjo mengikuti shalat ghoib dan doa bersama di Masjid Siti Hajar Jalan Raden Patah Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (4/7).

"Shalat ghoib dan doa bersama ini kami tujukan kepada semua korban jatuhnya pesawat Hercules di Medan beberapa waktu lalu. Semoga semua amal baik beliau-beliau diterima disisi Allah SWT," tutur Wakil Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo H M Zuhdi Mansur saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Masjid Siti Hajar.

RSI Siti Hajar Sidoarjo Shalat Ghoib untuk Korban Hercules (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Shalat Ghoib untuk Korban Hercules (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Shalat Ghoib untuk Korban Hercules

Pihak rumah sakit milik NU ini turut prihatin dan berbela sungkawa atas musibah jatuhnya pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Medan, Selasa (30/6) lalu dengan membawa 122 penumpang, di antaranya 33 anggota TNI AU (termasuk kru), 6 anggota TNI AD, dan 83 penumpang sipil.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Atas nama Direksi, Staf dan seluruh pegawai RSI Siti Hajar Sidoarjo, kami turut berbela sungkawa atas terjadinya kecelakaan yang menimpa keluarga besar TNI maupun penumpang sipil lainnya," kata Zuhdi Mansur dengan nada sedih.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, para korban merupakan orang yang sedang dalam melaksanakan tugas. Karena itu merupakan musibah yang memang tidak dikehendaki oleh keluarga, dan itu merupakan ujian dari Allah SWT.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan, diberikan Allah kesabaran, ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Bagi TNI, itu merupakan suatu ujian dari Allah, dan mana kala ada ujian pasti akan ada keberhasilan dikemudian hari. Itu sudah menjadi janji Allah. Semoga dengan adanya musibah ini semua jajaran TNI khususnya yang terkena musibah itu semakin jaya," doanya penuh harap. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 18 Oktober 2017

Ini Tujuh Wasiat Rasulullah SAW Kepada Abu Dzar

Jandab bin Janadah, populer dengan nama Abu Dzar Al-Ghifari, termasuk sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW. Ia disebut sebagai orang yang paling baik, ramah, dan santun perangainya. ‘Ali bin Abi Thalib, sebagaimana yang dikutip Al-Mizi dalam Tahdzibul Kamal mengatakan, “Saya mendengar Rasulullah SAW berkata, ‘Setiap nabi diberikan tujuh orang (sahabat) mulia dan halus (sifat dan tabiatnya), sementara aku diberikan 14 orang yang baik lagi halus bawaannya.’” Di antara sahabat yang dimaksud Rasulullah SAW ialah Abu Dzar Al-Ghifari.

Menurut catatan sejarah, Abu Dzar pertama kali masuk Islam di Mekah, kemudian dia kembali ke kampung halamannya, dan pergi ke Madinah ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke sana. Sahabat ini meninggal pada tahun 32 hijriah, tepatnya masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan.

Ini Tujuh Wasiat Rasulullah SAW Kepada Abu Dzar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tujuh Wasiat Rasulullah SAW Kepada Abu Dzar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tujuh Wasiat Rasulullah SAW Kepada Abu Dzar

Semasa hidupnya, Rasulullah pernah berpesan tujuh hal kepada pemuda berkulit sawo matang ini. Wasiat ini terekam dalam kitab Bughyatul Bahits ‘an Zawaid Musnad Harits karya Ibnu Abi Usamah (w 282 H). Isinya berikut ini:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?"

Artinya, “Karibku? (Nabi Muhammad SAW) mewasiatkan tujuh hal kepadaku: pertama, agar aku senantiasa melihat orang yang di bawahku dan jangan sekali-kali melihat orang yang di atas; kedua, mencintai orang miskin dan mendekati mereka; ketiga, selalu berkata benar, meskipun pahit; keempat, tidak meminta-minta kepada siapapun; kelima, menjalin tali silaturahmi sekalipun mereka berpaling; keenam, tidak takut dicaci ketika berdakwah di jalan Allah, ketujuh; memperbanyak membaca la haula wa quwwata illa billah.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tujuh pesan yang disampaikan Nabi SAW ini tentu tidak terkhusus untuk Abu Dzar semata. Kendati wasiat ini disampaikan kepadanya, namun makna hadits ini tetap berlaku umum. Siapapun dianjurkan bahkan diwajibkan. Ini sejalan dengan kaidah, al-‘ibratu bi ‘umumil lafdzi la bi khususis sabab (yang menjadi patokan keumuman redaksi hadits, bukan konteks spesifiknya).

Dilihat dari isi wasiatnya, sebagian besar nasihat Nabi SAW ini sangat layak dijadikan panduan menjalani kehidupan. Terlebih lagi, kontennya tidak hanya berisi ibadah ritual, tapi juga berupa panduan etika, motivasi hidup, dan panduan bermasyarakat.

Misalnya, Nabi meminta untuk melihat orang yang di bawah kita dan jangan terlalu fokus pada orang yang di atas kita. Maksudnya, dalam menjalani kehidupan tentu ada yang memiliki kelebihan dan kekurangan, sering kali kita iri terhadap orang yang diberikan kelebihan, akibatnya kita malah menjadi orang yang kurang bersyukur.

Dengan memperhatikan kondisi hidup orang di bawah kita baik dari sisi ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan, hal ini akan memupuk keprihatinan dan rasa syukur terhadap nikmat yang sudah diberikan Tuhan.

Begitu pula dengan anjuran mencintai fakir miskin dan mendekati mereka. Kita dituntut memperhatikan mereka dan memberikan sebagian kelebihan yang kita miliki? untuk membantu kehidupan mereka. Memberikan bantuan terhadap fakir miskin tersebut membuat ikatan persaudaraan dan kemanusiaan kita semakin menguat. Semoga kita dapat mengamalkan isi wasiat ini. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah