Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Nabi Ditanya, Kenapa Perempuan Jarang Disebut dalam Al-Quran?

Advokasi untuk menciptakan konstruksi sosial yang setara dan berkeadilan disarankan antara lain melalui cara mendengarkan dan merespon suara-suara yang terpinggirkan, yang diabaikan dan yang tidak dihargai.

Dalam konteks kebudayaan patriarkhis di mana pun, suara-suara perempuan tidak didengarkan, diabaikan dan dibungkam. Aktualisasi personalnya dibatasi dan dimarginalkan. Kemerdekaan mereka dirampas sedikit atau banyak. Ini semua merupakan praktik-praktik kebudayaan yang tidak adil.

Nabi Ditanya, Kenapa Perempuan Jarang Disebut dalam Al-Quran? (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Ditanya, Kenapa Perempuan Jarang Disebut dalam Al-Quran? (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Ditanya, Kenapa Perempuan Jarang Disebut dalam Al-Quran?

Tetapi sikap dan pandangan Nabi dalam hal ini sangat berbeda. Abd al-Rahman bin Syaibah mengatakan:

: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Aku mendengar Ummu Salamah, isteri Nabi saw, bertanya (mempertanyakan) kepada Nabi: “Wahai Nabi, mengapa kami (kaum perempuan) tidak (amat jarang) disebut-sebut dalam al-Qur’an, tidak seperti laki-laki”.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setelah menyampaikan pertanyaan itu Ummu Salamah tidak melihat Nabi, kecuali mendengar suaranya di atas mimbar. “Waktu itu aku sedang menyisir rambut”, kata Ummi Salamah. “Aku segera membenahi rambutku lalu keluar menuju suatu ruangan. Dari balik jendela ruangan itu aku mendengarkan Nabi berbicara di atas mimbar masjid di hadapan para sahabatnya. Katanya: "Hai, manusia, Tuhan mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Bahwa sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan yang beriman laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Baca: Al-Thabari, Jami’ al Bayan, QS. al-Ahzab [33]:35).

Lihatlah bagaimana Tuhan dan Nabi mendengarkan dan merespon dengan begitu cepat suara-suara perempuan yang mengadukan pikiran dan suara hatinya. Ummu Salamah, isteri Nabi yang cerdas adalah representasi dari kaum perempuan. Dia tampaknya bukan sakedar bertanya tetapi mempertanyakan tentang hak-haknya yang dibedakan dari laki-laki. Pertanyaan itu merefleksikan sebuah pandangan kritis Ummu Salamah. Dia seakan-akan ingin mengatakan mengapa Nabi berlaku diskriminatif terhadap perempuan. Mengapa Nabi seakan-akan tidak menaruh perhatian terhadap hak-hak perempuan sebagaimana yang diberikan kepada laki-laki.

Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam dengan segera menyampaikan klarifikasinya berdasarkan wahyu Tuhan dan menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai hak yang sama dalam berbagai aspek kehidupan, baik spiritual maupun sosial, privat maupun publik. Perhatikan pula bahwa pernyataan klarifikatif ini disampaikan Nabi kepada seluruh manusia: “Ayyuhan Nas” (Wahai manusia). Ini menunjukkan bahwa ajaran tentang kesetaraan laki-laki dan perempuan harus diperjuangkan di mana pun dan kapan pun.

KH Husein Muhammad, pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Arjawinangun Cirebon



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah menggelar Pendidikan dan Latihan Muharrik atau Kader Penggerak Masjid untuk wilayah Jawa Barat dan Banten di Cirebon, kini Pengurus Pusat Lembaga Ta`mir Masjid NU (LTMNU) kembali menggelar diklat serupa untuk kawasan Jawa Tengah di Wonosobo, 31 Mei-2 Juni 2013.

Sebagai koordinator penyelenggara, Pengurus Cabang NU (PCNU) memusatkan kegiatan tersebut di Vila Oemah Duwur, Kecamatan Mojo Tengah, Wonosobo, Jawa Tengah. Tak kurang dari 50 peserta dari utusan PCNU se-Jateng dan Majelis Wakil Cabang NU se-Wonosobo aktif mengikuti diklat ini.

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo

Secara resmi acara dibuka Ketua PBNU Prof Maksum Mahfudh, Jumat (31/5) malam. Turut hadir Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida, Ketua PCNU Wonosobo Arifin Shidiq, Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Maksum mendorong, diklat yang berlangsung selama tiga hari itu akan melahirkan para penggerak (muharrik) masjid sejati, tak hanya untuk kemakmuran masjid tapi juga jamaahnya. Menurut dia, masjid harus direvitalisasi fungsinya untuk menjawab problem sekelilingnya.

Dalam sambutannya, Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani mengatakan, diklat muharrik masjid merupakan tindak lanjut program pemberdayaan masjid setelah rapat pimpinan digelar di 16 wilayah dan 50 cabang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"LTMNU berharap, dari setiap peserta yang mengikuti diklat muharrik ini dapat mendampingi minimal 10 masjid," ujarnya.

Diklat Muharrik Masjid bekerja sama dengan Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU dan didukung PT Sinde Budi Sentosa. Rencananya, acara serupa akan diadakan di beberapa wilayah lainnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Meme Islam, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 11 Januari 2018

Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah

Blitar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Yayasan Al-Ma’arif NU Udanawu gelisah atas peredaran narkoba dan keterbukaan aurat di kalangan pelajar. Pihak yayasan mengelar istighotsah yang melibatkan 4000 jamaah di halaman Masjid Al-Ma’arif Udanawu Blitar. Al-Ma’arif NU Udanawu dengan hormat meminta pengasuh pesantren Mambaul Hikam Mantenan KH Diya’uddin Azzamzami memimpin istighotsah agar untuk keselamatan Blitar.

Selain rutinitas tahunan menjelang ujian nasional, istighotsah pada Ahad (29/3) malam menjadi istimewa karena mereka juga mendeklarasikan gerakan antinarkoba dan antipornografi terutama di lingkungan Yayasan Al-Ma’arif.

Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah

“Ini acara rutin setiap tahun menjelang anak-anak ujian,’’ ujar Ketua Yayasan Al-Maarif KH Drs Ahmad Zamrodji.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mengapa ini dilakukan? Menurut Zamroji, saat ini kondisinya sudah sangat kronis. Contohnya masalah narkoba dan pornografi yang menyerang pada pelajar dan anak-anak. “Jadi pada kesempatan ini kita sampaikan bagaimana bahayanya narkoba dan pornografi bagi anak,’’ tambahnya.

Hadir pada acara istighotsah ini Wakil Bupati Blitar H Riyanto didampingi Kepala Kamenag Blitar H Ahmad Mubasir, Kepala Kesbangpol H Mujiyanto, Kepala Satpol PP Blitar H Toha Mashuri, dan para kiai setempat. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Pahlawan, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 04 Januari 2018

Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar

Kota Quebec, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pemerintah Quebec, Kanada, bakal memberlakukan larangan pemakaian penutup wajah bagi siapa saja yang memberikan atau menerima layanan publik pemerintah setempat. Undang-undang yang disahkan Rabu kemarin ini akan berlaku pada 1 Juli 2018.

Kebijakan tersebut sontak mengundang kritik dari para aktivis hak asasi manusia yang melihat akan adanya marginalisasi perempuan Muslim di provinsi terbesar di Kanada itu.

Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar

Seperti dilansir Reuters, memang tidak ada ketentuan rinci jenis penutup wajah seperti apa yang dilarang. Namun, perdebatan selama ini berfokus pada niqab atau cadar yang biasa dikenakan Muslimah.

Orang-orang yang akan terkena dampak hukum undang-undang ini adalah mereka yang terlibat di sektor publik seperti para guru, pejabat kepolisian, pegawai rumah sakit dan petugas penitipan anak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Quebec merupakan provinsi yang menempatkan bahasa Prancis sebagai bahasa utama. Prancis lebih dulu mengeluarkan larangan cadar, salib, dan simbol keagamaan lainnya di sekolah sejak 2004.

Quebec tengah merekonsiliasi identitas sekulernya seiring dengan populasi Muslim yang terus tumbuh di kawasan tersebut. Kebanyakan Muslim di sana adalah imigran dari Afrika Utara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Karena alasan yang terkait dengan komunikasi, identifikasi dan keamanan, layanan publik harus diberikan dan diterima dengan wajah terbuka," kata Perdana Menteri Quebec Philippe Couillard kepada wartawan di Majelis Nasional provinsi setempat.

"Kita berada dalam masyarakat yang bebas dan demokratis. Anda berbicara kepada saya, saya harus melihat wajah Anda, dan Anda harus melihat wajah saya. Sesederhana itu," tambahnya.

Dewan Nasional Muslim Kanada mengatakan, mereka sangat prihatin dengan undang-undang tersebut.

"Perundang-undangan ini adalah pelanggaran kebebasan beragama yang tidak dapat dibenarkan," kata direktur eksekutif Dewan Nasional Muslim Kanada Ihsaan Gardee.

Gejala Islamofobia meningkat di Quebec dalam beberapa tahun terakhir. Pada Januari lalu, enam orang tewas dalam insiden penembakan di sebuah masjid di Kota Quebec. Seorang mahasiswa berkebangsaan Prancis-Kanada dituduh sebagai tersangka tunggal. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj akan menyampaikan pidato kebudayaan di PBNU Jakarta Selasa malam (31/1) ini. ? Pidato tersebut dalam rangka peringatan Harlah ke-91 NU dengan tema “Budaya sebagai Infrastruktur Penguatan Paham Keagamaan”.

Menurut Ketua Panitia Harlah ke-91 NU, Masduki Baidlowi, Kiai Said akan menyampaikan Islam Nusantara, budaya, dan masalah kemasyarakatan seperti menyinggung masalah ekonomi dan lain-lain. “Intinya Kiai Said akan menyampaiakan kerangka berpikir gerakan keagamaan melalui budaya. Dan itu harus diperkuat,” katanya di gedung PBNU, Senin (30/1).

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Ia menambahkan, tema tersebut diusung dengan beberapa pertimbangan, di antaranya NU ingin menegaskan kembali strategi dakwah Islam yang berhasil tersebar dan dipeluk penduduk Nusantara.?

“Bahwa Islam menyebar ke Nusantara dari abad ke-9, berhasil diterima dengan gencar pada abad 12 dan 13 menggunakan kebudayaan lokal sebagai pemahaman keagamaan,” katanya di gedung PBNU, Jakarta pada Senin (30/1). ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut dia, contoh konkret dakwah dengan budaya adalah wayang. Wayang dipakai sebagai jalan nilai Islam. Cerita pewayangan yang berkembang kemudian dimasuki nilai-nilai keislaman sehingga diterima masyarakat lokal. Begitu juga ? tahlilan.

Selain pidato Kiai Said, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin akan berceramah.?

Harlah tersebut akan dihadiri Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Juga dimeriahkan pelawak Cak Lontokng, penyair D Zawawi Imron, beberapa musisi, dan Nahdliyin. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Meme Islam, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 24 Desember 2017

Ansor Gayam Luncurkan “Obor” dan Media Dakwah “Irodah”

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Gayam Bojonegoro meluncurkan forum dialog bertajuk Obrolan Bareng Ansor (Obor) dan Buletin Irodah. Dua kegiatan ini diresmikan langsung oleh Rois Syuriah MWCNU Kecamatan Gayam, Sabtu (5/9) kemarin.

Ansor Gayam Luncurkan “Obor” dan Media Dakwah “Irodah” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gayam Luncurkan “Obor” dan Media Dakwah “Irodah” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gayam Luncurkan “Obor” dan Media Dakwah “Irodah”

Ketua PAC GP Ansor Gayam, Nur Chamid mengatakan, dialog Obor akan diadakan setiap satu bulan sekali, tema yang diangkat nantinya akan? berbeda-beda setiap bulanya.

"Temanya nanti kita bedakan menjadi tiga, pertama tentang problematika ke NU-an, Kedua tentang wirausaha dan ketiga soal keilmuwan multidisiplin," paparnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Harapanya, kegiatan tersebut dapat memberikan peningkatan wawasan dan manfaat bagi para pemuda setempat. Selain itu, ia berharap nantinya lewat kegiatan itu akan muncul pula wirausahawan dari kalangan pemuda Ansor.

"Kedepanya. Akan ada banyak diskusi dengan tema - tema yang menarik dan kontekstual," lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Disisi lain,? adanya pembuatan Buletin Irodah diharapkan akan menjadi media syiar pemuda Ansor Gayam. "Termasuk memuat hasil Kajian Obor, profil tokoh islam lokal serta berisi konten dakwah lainya," tandasnya.

Sementara itu, Rois syuriyah MWCNU Gayam, Solikhin Shohih menyampaikan apresiasinnya terhadap kajian dan buletin tersebut. Ia berharap kegiatan tersebut? bisa menjadi forum yang mencetak kader - kader potensial.

"Kegiatan ini akan menjadi Laboratorium Sosial di Ansor Gayam, semoga bermanfaat untuk masyarakat luas," harap kyai yang juga pernah mengenyam pendidikan di pesantren alm KH Sahal Mahfudh ini. (M. Yazid/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 22 Desember 2017

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara

Blitar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Hadroh selama ini merupakan kesenian khas pesantren dan NU. Seni shalawat ini tumbuh kembang sangat baik di wilayah Jawa Timur.?

Untuk mengikat para anggota NU telah membentuk organisasinya yakni Ishari (Ikatan Seni Hadroh Indonesia), termasuk di Kabupaten Blitar. Maka tidak jarang, setiap acara acara NU, hadroh selalu ditampilkan sebagai pemanis acara.?

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara

Bahkan saat Bupati Blitar dipegang oleh H Imam Muhadi, hadroh sangat diberdayakan. Setiap acara pemerintahan yang sifatnya massal.Pasti hadroh ditampilkan. Bahkan pada acara larung sesaji di Pantai Tambakrejo, hadrah juga mewarnai acara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Belakangan ini, posisi hadroh mulai berkurang gairah. Akibat hadirnya beberapa kesenian serupa yang terkesan lebih modern. Namun demikian, kalangan pengurus Ishari tidak gentar. Karena, hadroh memiliki pangsa pasar sendiri dan anggotanya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Untuk itu kedepan NU harus memfasilitasi kesenian hadroh ini agar bisa tumbuh kembang dengan baik," ujar H Rohman Salim, salah seorang tokoh hadroh di Kabupaten Blitar.

Diakui oleh Rahman Salim, di Blitar dua tahun belakangan ini aktifitas hadroh terkesan menurun, karena beberapa sebab. Selain hadirnya kelompok salawat yang terkesan modern. Juga lantaran terjadi perpedaan pendapat ditingkat pengurus ISHARI Blitar.

“Untuk itu senyampang pengurus NU ini masih baru. Maka kedepan kami mohon NU mau peduli dengan ISHARI dan mengembangkannya," pintanya.

KH Masadain Rifai, ketua terpilih NU Kabupaten Blitar, sangat mengapresiasi dengan keinginan anggota ISHARI tersebut. Karena keinginan itu sesuai dengan visi misi program kerja NU Kabupaten Blitar hasil dari Konfercab bulan lalu.?

“Salah satu butir hasil konfercab dari komisi program kerja adalah ? memperjuangkan kebudayaan (baik sebagai khazanah pengetahuan, nilai, makna, norma dan kesenian NU, termasuk ISHARI," tandas Kiai Dain.

Selain itu, lanjut Kiai Dain, NU akan memfasilitasi dan memberi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas berbagai karya seni para seniman ? NU. “Jadi Ishari sudah masuk di dalamnya," tambahnya.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 16 Desember 2017

IPNU-IPPNU Bergerak di IAIN Sultan Hasanuddin

Serang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kepengurusan baru IPNU-IPPNU IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar rapat kerja di majelis Al-Hidayah KpSumur Putat, Cipocok Jaya, Serang, Sabtu-Ahad (12-13/9). Selama dua hari, mereka membuat rencana kerja dua tahun mendatang dan melakukan pembagian tugas sesuai bidangnya.

Ketua terpilih IPNU IAIN Sultan Hasanudin Sulaiman Rasyid meminta dukungan dari pengurus dengan soliditas di kalangan mereka.

IPNU-IPPNU Bergerak di IAIN Sultan Hasanuddin (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Bergerak di IAIN Sultan Hasanuddin (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Bergerak di IAIN Sultan Hasanuddin

“Ini suatu ujian yang harus dijalani melalui rempugnya pengurus yang dilantik agar bersama-sama menjalankan, menggerakan, dan menyukseskan bersama-sama agar tercapainya harapan.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mencoba dan mengajak seluruh pengurus agar lebih baik lagi dari kepengurusan sebelumnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Sarbini, mantan Ketua IPNU IAIN Sultan Hasanuddin menyampaikan keinginannya kepengurusan baru PKPT IPNU dan IPPNU untuk selalu menjalin komunikasi melalui koordinasi baik pimpinan cabang dan ormawa yang ada di kampus khususnya PMII.

“Juga harus meningkatkan kualitas selaku kader NU terlebih memantapkan pengetahuan Aswaja, ke-NUan, dan kebangsaaan, dan harus menjalin komunikasi dengan PKPT IPNU dan IPPNU Nusantara.” (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 14 Desember 2017

PCNU Pringsewu Tingkatkan Motivasi Pengurus Melalui Lomba

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah digelar beberapa waktu lalu dengan rangkaian penilaian oleh beberapa Tim Penilai, Pelaksanaan Lomba Ranting NU dan MWCNU di Kabupaten Pringsewu telah selesai dilaksanakan dan siap diumumkan hasilnya. Pengumuman Lomba yang di ikuti oleh 9 MWC NU dan 131 Ranting NU yang ada di Kabupaten Pringsewu tersebut akan diumumkan pada 19 Januari 2017 mendatang.

"Pengumuman akan kita dibarengkan dengan Kegiatan Awal Rangkaian Peringatan Hari Lahir Jamiyyah NU ke 91 tahun 2017 tingkat Kabupaten Pringsewu," Demikian kata Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H. Taufiqurrahim disela rapat persiapan kegiatan tersebut di Gedung NU, Jumat (6/1).

PCNU Pringsewu Tingkatkan Motivasi Pengurus Melalui Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Tingkatkan Motivasi Pengurus Melalui Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Tingkatkan Motivasi Pengurus Melalui Lomba

Mas Taufik, sapaaan akrabnya, mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan lomba tersebut, kesemangatan para pengurus dalam berkiprah memperbaiki organisasi disetiap tingkatannya semakin meningkat. "Seluruh tingkatan kepengurusan saat ini sudah tertata rapi khususnya bagian administrasinya. Koordinasi antar penguruspun semakin intens dilakukan," jelasnya.

Hal ini menurutnya sesuai dengan harapan awal dicetuskannya kegiatan lomba tersebut. Diharapkan melalui lomba tersebut para pengurus lebih termotivasi untuk berkhidmah untuk umat melalui Jamiyyah NU yang kuat.

"Sekarang ini kita solid satu barisan untuk lebih mensyiarkan NU di Kabupaten Pringsewu. Alhamdulillah seluruh tingkatan NU, Banom, Lembaga sudah komit untuk mewujudkan Jamaah dan Jamiyyah yang kuat," tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada pengumuman hasil lomba nanti, para pemenang akan mendapatkan berbagai macam hadiah yang sudah disiapkan oleh Panitia. "Pemenang terdiri dari 3 Juara dari dari tingkat MWC dan 3 Juara Ranting dari masing-masing MWC," jelasnya. Acara pengumuman nanti akan dihadiri oleh seluruh Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Ranting, Badan Otonom dan lembaga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada acara pengumuman tersebut juga akan dilaksanakan dialog amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah serta penguatan organisasi oleh seorang Ulama NU nasional yaitu KH. Marzuki Mustamar. "Beliau adalah ulama yang terkenal dengan kitabnya Al Muqtatofat Li Ahlil Bidayat yang sangat penting dipelajari dan dipahami oleh warga NU," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 10 Desember 2017

Tema Dakwah itu Luas

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menyesuaikan antara tema dan latar belakang pendidikan audiens merupakan hal pokok dalam strategi penyampaian dakwah. Sebab, tanpa mensinkronkan keduanya, pesan-pesan dakwah sulit diterima oleh hadirin. 

Demikian dikemukakan Siti Habibah dalam seminar memperingati Harlah ke-63 Fatayat NU dan Hari Kartini yang ke-13 di aula MWCNU Ambulu, Ahad (21/4). 

Tema Dakwah itu Luas (Sumber Gambar : Nu Online)
Tema Dakwah itu Luas (Sumber Gambar : Nu Online)

Tema Dakwah itu Luas

Menurut Habibah, selain mensinkronkan antara tema dan latar belakang audiens, perlu juga dipilih tema-tema aktual sebagai bumbu dakwah. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Bumbu-bumbu dakwah itu penting agar audiens bersemangat dan materi dakwah tidak monoton,” tukasnya.

Ketua Anak Cabang Fatayat NU Ambulu itu menambahkan, konteks dakwah itu sangat luas. Dakwah  tidak selalu identik dengan ajakan shalat, bayar zakat dan sebagainya. Namun demikian, yang namanya dakwah intinya adalah mengajak kepada kebaikan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ya intinya amar ma’ruf nahi mungkar walaupun bisa jadi temanya soal politk misalnya,” urai Habibah.

Selain Habibah, hadir juga koordiantor Da’i Fatayat NU Ambulu, Nyai Siti Aisyah Masdib. Ia membahas soal perlunya membangun keluarga sakinah. Meski tidak ada hubungannya dengan dakwah namun peserta cukup  khidmat menyimak pemaparan Siti Aisyah. 

“Untuk menjadi da’i yang baik, perlu dukungan keluarga sakinah,“ kata Siti Aisyah.

Seminar dengan tema “Esensi dan Strategi Dakwah Fatayat NU di era Global” itu sendiri dihadiri oleh 100 orang lebih. Mereka berasal dari utusan 15 anak ranting Fatayat NU Ambulu. Ketua MWCNU Ambulu, Sutikno dan sejumlah kiai, juga mengisi kursi deretan depan. 

Menurut ketua panitia, Uzainatul Latifah, bahwa peserta seminar kali ini diprioritaskan untuk calon-calon da’i dari Fatayat.  

“Jadi ini semacam pembekalan untuk terjun di masyarakat,” ucapnya.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Aryudi A Razaq  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 02 Desember 2017

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU H. Robikin Emhas menegaskan, Nahdlatul Ulama mengutuk keras pengeboman kepada umat Islam yang melakukan Shalat Jumat di Masjid Al-Rawdah, Markaz Bir El-Abd, Kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11).

Tindakan yang menewaskan 300 orang lebih dan meluluhlantakkan rasa kemanusiaan itu, menurutnya, tidak bisa dibenarkan, dengan alasan dan dalih apapun.

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir

“Siapa pun yang melakukakannya, apa pun latar belakangnya, atas nama apa pun motifnya, itu adalah tindakan terkutuk. Tidak bisa dibenarkan! Biadab!” tegas Ketua Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Alim Aluma dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Ahad (26/11).

Menurut alumnus Pondok Pesantren Qiyamul Manar Gresik dan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang ini, seluruh warga Nahdlatul Ulama mengungkapkan duka sedalam-dalam atas korban yang meninggal dan terluka dalam peristiwa itu.

“NU berduka, karena itu, PBNU mengimbau warga dan pengurus NU agar membacakan Al-Fatihah dan melakukan Shalat Ghaib untuk korban teror bom Mesir,” lanjut Advokat Konstitusi ini. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan, NU meminta kepada Presiden Mesir untuk menangkap pelaku teror bom itu dan menghukum mereka seberat-beratnya. Juga memberantas kelompoknya hingga ke akar-akarnya.  

NU juga meminta kepada Pemerintah Indonesia, jika diperlukan, harus segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Mesir.

“Makanya, jika diperlukan pemerintahan Jokowi perlu pro aktif memberi bantuan kemanusiaan,” harap Managing Director pada ART PARTNER Law Firm tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peristiwa tragis di Mesir ini adalah bukti nyata perlunya Islam Nusantara diarus-utamakan di seluruh penjuru dunia. Islam yang tidak memperhadapkan agama dengan negara. Islam yang menjadikan budaya sebagai infrastruktur agama. Islam yang ramah, moderat dan menghormati keragaman. Islam wasathiyyah.

“Mari jadikan Islam Nusantara sebagai solusi perdamaian dunia,” pungkas Robikin Emhas. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 01 Desember 2017

Usai Dilantik, PCNU Subang Susul Muskercab I

Subang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah resmi dilantik akhir Januari lalu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Subang Jawa Barat siap bekerja dan mengabdi kepada masyarakat. Konsep pengabdian itu akan dirumuskan dalam agenda Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I PCNU Subang pada Senin (31/3).

Usai Dilantik, PCNU Subang Susul Muskercab I (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Dilantik, PCNU Subang Susul Muskercab I (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Dilantik, PCNU Subang Susul Muskercab I

Demikian disampaikan Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah di sela rapat koordinasi panitia muskercab di Kantor PCNU Subang, Rabu (26/3).

"Nanti akan dibagi tiga komisi, komisi A Program kerja, Komisi B keorganisasian, , terakhir Komisi C Rekomendasi," ungkap Kiai Musyfiq. Sebelum sidang komisi, lanjut pengasuh pesantren At-Tawazun ini, kita menggelar seminar yang menghadirkan Bupati Subang dan Wasekjen PBNU sebagai narasumber.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Nanti Bupati akan orasi tentang konstruksi Gapura (Gerakan Pembangunan untuk Rakyat) dalam bingkai aswaja ala NU agar program pemkab beririsan dengan program PCNU. Sementara Wasekjen PBNU Abdul Munim DZ akan menyampaikan Konsepsi NU terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat kini," tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sejumlah kekurangan-kekurangan terkait program periode lalu, kata Kiai Musyfiq, akan disempurnakan pada muskercab kali ini. Pada muskercab ini, program kerja bidikan PCNU Subang menyangkut sembilan bidang.

Bidang-bidang itu meliputi Bidang Pendidikan dan Pesantren, Pengayoman dan Pemberdayaan MWCNU, Pemberdayaan Lembaga dan Lajnah, Ekonomi, Sosial dan Budaya, Kesejahteraan dan Kesehatan, SDM dan Kaderisasi, Pemberdayaan Dai dan Masjid, Hukum dan Humas, juga Pertanian dan Penanganan Bencana.

"Undangan sekitar 300 peserta, kita prediksi akan hadir dalam muskercab nanti setengahnya," tukasnya.

Muskercab I PCNU Subang ini berlokasi di pesantren At-Tawazun Kalijati, Subang (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Pahlawan, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 30 November 2017

LTNNU Sumedang Cetak Wartawan untuk Penuhi Undangan Liputan

Sumedang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Lembaga Talif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Sumedang Ayi Abdul Kohar mengatakan, kegiatan NU di Sumedang dari tingkat ranting sampai tingkat cabang, akhir-akhir ini sangat banyak. Hal itu belum terhitung  kegiatan lembaga dan banom NU yang sering berbarengan.

“Semua panitia kegiatan tersebut suka minta kepada pengurus LTNNU Sumedang untuk diliput dan dibuatkan berita kegiatannya supaya masuk website PCNU Sumedang dan media-media lokal,” katanya pada pembukaan Pelatihan Jurnalistik di aula PCNU pada Kamis (11/5) yang diikuti 20 anak muda NU.  

LTNNU Sumedang Cetak Wartawan untuk Penuhi Undangan Liputan (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Sumedang Cetak Wartawan untuk Penuhi Undangan Liputan (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Sumedang Cetak Wartawan untuk Penuhi Undangan Liputan

LTNNU Sumedang, kata dia, mempunyai tugas mengelola website PCNU, sering kerepotan memenuhi undangan liputan tersebut. Karena wartawannya masih sedikit.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mengingat hal tersebut, LTNNU Sumedang merasa sangat perlu mencetak kader yang bisa menulis berita,” lanjutnya.  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Atas dasar pertimbangan itulah, lanjut Ayi, LTNNU Sumedang melaksanakan pelaatihan jurnalistik selama dua hari Kamis-Jumat (11-12/5) dengan menghadirkan salah seorang Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, untuk berlatih bersama anak muda NU.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Sumedang Cucu Suhayat berharap pelatihan itu bisa  menghasilkan output yang luarbisa dalam peningkatan kapasitas SDM para jurnalis di PCNU Sumedang.

“Ke depannya tidak hanya berita kegiatan NU saja yang ditulis, tapi pemikiran-pemikiran ulama NU Sumedang bisa ditulis juga,” pintanya.  (Red: Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 28 November 2017

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. KH Salahuddin Wahid yang lazim disapa Gus Solah mengatakan KH MA Sahal Mahfudh atau Mbah Sahal merupakan sosok yang menjaga NU dari infiltrasi politik. Sikapnya yang demikian sejalur dengan posisinya sebagai Rais Aam PBNU.

“Kiai Sahal merupakan ulama besar yang dimiliki NU. Kondisi itu semakin klop dengan posisinya sebagai Rais Aam PBNU,” terang Gus Solah yang kini mengasuh pesantren Tebuireng Jombang, Jumat (24/1).

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis

Karenanya, fikih sosial dan petuah kiai asal Jawa Tengah ini selalu ditunggu umat. Yang lebih mengesankan lagi, menurut Gus Solah, selama ini Mbah Sahal merupakan ulama yang sangat kukuh menjaga NU dalam trek Khittah NU 1926.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mbah Sahal tidak ingin NU terseret ke wilayah politik praktis. Hal itu pula yang terus dijaga Kiai Sahal hingga akhir hayat, kata Gus Solah.

Kendati demikian, Mbah Sahal pernah kecolongan di tahun-tahun silam saat ia memegang amanah sebagai Rais Aam PBNU. Pada tahun itu NU secara tidak langsung terseret ke wilayah politik praktis. Bahkan Kiai Hasyim Mudzadi sebagai Ketua Umum PBNU maju sebagai cawapres mendampingi Megawati Soekarno Putri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Meskipun tidak berkenan, Mbah Sahal waktu itu kurang bisa mencegah langkah Pak Hasyim. “Makanya ke depan hal-hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi," kenang Gus Solah. ? (Saiful/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 12 November 2017

Syahadat dalam Shalat, Bentengi Diri dari Kekufuran

Assalamualaikum. Ustadz saya mau bertanya beberapa hal. 1. Disetiap shalat kita selalu mengucapkan syahadat, apakah dengan begitu kita terjaga dari kufur karena selalu memperbaruinya sehari 5x?

2. Jika mandi junub air kita siram kemungkinan ada bagian yg tidak terkena air siraman tersebut, sedangkan kita harus meratakan air keseluruh tubuh, apakah setelah kita siram lalu kita basuh atau gosok2an dengan tangan kita agar bagian lain terkena air siraman tdi (seperti ketiak dll) itu sudah termasuk dengan meratakan keseluruh tubuh ?

3. Jika untuk bersuci air yg digunakan harus suci lagi mensucikan, bagaimana jika bak yg digunakan tidak sampai dua kulah tapi air dari keran tetap dibuka terus agar air mengalir, apakah jika air itu dipakai untuk mandi junub lalu ada air yg telah kita siram kebadan masuk kedalam bak, apakah airnya tetap menjadi air suci lagi mensucikan (air keran tetap terbuka agar air mengalir)? mohon jawabannya

Terimakasih. Wassalamualaikum. (Ahmad, Depok)

Syahadat dalam Shalat, Bentengi Diri dari Kekufuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Syahadat dalam Shalat, Bentengi Diri dari Kekufuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Syahadat dalam Shalat, Bentengi Diri dari Kekufuran

 

Jawaban

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wa’alaikum Saam wr. wb. Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Ada tiga pertanyaan yang diajukan kepada kami. Yang pertama tekait dengan soal syahadat. Pertanyaan pertama sebenarnya tidak terkait secara langsung dengan persoalan fikih, tetapi lebih pada persoalan teologis.

Sedang yang kedua dan ketiga menyangkut soal air, dan terkait dengan persoalan fikih. Karena keterbatasan ruang waktu, maka kami tidak mungkin menjawab semua. Namun pertanyaan yang belum sempat kami jawab insya Allah akan dijawab pada kesempatan lain.

Kami akan memulai dengan menjawab pertanyaan yang pertama. Dalam konteks ini pertama-tama hal yang harus diketahui adalah tentang makna kufr atau kekufuran dan pada batas mana seseorang kemudian dianggap kufur. Dalam bahasa Arab arti kata kufr adalah tutup (as-satr wa at-taghthiyyah). Sedangkan kafir adalah isim fail dari kufr. Karenanya, malam dinamai kafir sebab ia menutupi sesuatu dengan kegelapannya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Asal kata kufr secara bahasa maknanya adalah tutup. Dari makna ini maka malam disebut kafir (yang menutipi) karena menutupi segala sesuatu dengan kegelapannya. Seorang penyair berkata, ‘di suatu malam yang kegelapannya menutupi bintang-gemintang”. (Al-Khazin, Tafsir al-Khazin, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1425 H.2004 M, juz, I, h. 26)

Sedangkan dalam istilah syara` kufr adalah mengingkari apa yang sudah pasti datang atau dibawa oleh Rasulullah saw.

  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Dan menurut syara` kufr adalah mengingkari apa yang sudah dipasti diketahui datang dari Rasulullah saw” (Nashiruddin al-Baidlawi, Anwar at-Tanzil wa Asrar at-Ta`wil, Dar Ihya` at-Turats al-Arabi, cet ke-1, 1418 H, juz I, h. 24)

Konsekwensi pengingkaran terhadap apa yang sudah diketahui secara pasti dibawa oleh Rasulullah saw berakibat kepada pengingkaran apa yang telah ditetapkan Allah swt. Sedang pelakunya disebut kafir.

Intinya orang dikatakan melakukan kufr (kekufuran) adalah ketika ia mengingkari Allah swt, atau mengingkari ke-esa-an-Nya atau mengingkari sesuatu yang sudah pasti diturunkan kepada Rasulullah saw, mengingkari kenabian beliau atau mengingkari salah satu utusan-Nya. Hal ini sebagaimana dikemukan oleh al-Baidlawi.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  

“Dan kesimpulannya bahwa orang mengingkari Allah atau keesaan-Nya, mengingkari sesuatu yang Allah swt turunkan kepada Rasulullah saw atau mengingkari kenabian-nya atau salah satu utusan-Nya maka ia adalah orang kafir” (Al-Khazin, Tafsir al-Khazin, juz, I, h. 26)

Dengan demikian pada dasarnya ketika seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat yaitu asyhadu an la ilaha illallah, wa anna muhammad rasulullah (aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya) maka hal itu bisa menyelamatkannya dari kekufuran. Sebab apa yang dimaksudkan dengan kedua syahadat tersebut adalah menafikan ketuhan selain Allah, dan hanya Dia yang berhak untuk disembah, dan pengakuan terhadap risalah kenabian Muhammad saw.     

Disamping itu jika ada seseorang yang diketahui kekufurannya, kemudian orang-orang melihat dia menjalankan shalat pada waktunya sampai ia menjalankan banyak shalat, tetapi mereka tidak mengetahui ia mengikrarkan syahadat dengan lisannya, maka ia dihukumi sebagai orang mukmin. Pandangan ini merupakan kesepakatan para ulama sebagaimana dikemukakan oleh Ishaq bin Rahawaih.      

? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Ishaq bin Rahawaih berkata, para ulama telah sepakat tentang sesuatu mengenai shalat yang tidak mereka sepakatinya dalam bentuk ibadah-ibadah lainnya. Kesepakatan mereka (dapat dipahami) karena mereka semua menyatakan bahwa orang yang diketahui kufur kemudian orang-orang melihat ia melakukan shalat pada waktunya sehingga ia melakukan banyak shalat, sedangkan mereka tidak mengetahui ia mengikrarkan dua kalimat syahadat dari lisannya, maka ia dihukumi sebagai mukmin” (Al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur`an, Riyadl-Dar ‘Alam al-Kutub, 1423 H/2003 M, juz, 7, h. 207)

Pertanyaannya kenapa dengan menjalankan shalat seseorang yang yang sudah diketahui kufur bisa dihukumi mukmin? Jawaban paling sederhana untuk menjelaskan hal ini karena dalam shalat ia mengucapkan dua kalimat syahadat.

Jadi, dua kalimat syahadat yang selalu diucapkan dalam shalat bisa melindungi kita dari kekufuran. Dan dalam sehari minimal lima kali kita diwajibkan untuk membentengi diri kita dari kekufuran. Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga apa yang kami kemukan dapat bermanfaat.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum wr. wb. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 08 November 2017

KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Nuril Huda berpendapat bahwa perda ketertiban umum yang melarang memberi pada pengemis, menjadi pengamen, pedagang asongan atau pengelap mobil dilematis.

“Persoalannya memang dilematis, disatu sisi kalau kita memberi uang pada pengemis, mereka kadang tak mau berusaha, disisi lain, kalau tidak kita beri, mereka kelaparan,” katanya di PBNU, Jum’at (14/9).

KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis

Dalam aturan ketertiban umum yang merupakan revisi dari Perda 11/1988, mereka yang melanggar bisa dikenai pidana kurungan 20 hari sampai 90 hari atau denda Rp 500 ribu hingga maksimal Rp 30 juta.

Kiai Nuril lebih setuju jika dana yang diinfakkan diserahkan kepada lembaga amal, rumah yatim piatu, rumah jompo yang selanjutnya mereka akan mengelola dana tersebut buat yang berhak.

“Kita shodaqohkan atau infakkan harta kita kepada yayasan yatim piatu atau lembaga lainnya, biar mereka yang mengelola anak yatim, pengemis dan lainnya,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Tumbuhnya para pengemis, pedagang asongan dan lainnya di Jakarta diakibatkan oleh magnet yang menjadi daya tarik masyarakat dari daerah untuk datang ke ibukota dengan modal nekat. Karena tidak memiliki keahlian, akhirnya mereka berusaha bertahan hidup dengan segala cara.

“Idealnya, fakir miskin dan anak yatim memang dipelihara oleh negara seusai amanat UUD 1945. Namun departemen sosial yang bertugas mengelolanya memang belum maksimal karena yang miskin memang banyak sekali,” katanya.

Dijelaskannya bahwa sudah sunnatullah di sebuah negara ada orang kaya dan orang miskin. Disinilah peran zakat, infak dan shodaqah bisa membantu mereka yang kekurangan. “Shodaqoh terbaik adalah kepada para saudara yang masih memiliki hubungan darah yang masih kekurangan, ini akan sangat membantu mereka,” paparnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Ghozalie Masroeri: Intervensi Pemerintah Sah untuk Kemaslahatan

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Lajnah Falakiyah NU KH Ghozalie Masroeri berpendapat bahwa intervensi pemerintah sah dalam beberapa masalah keagamaan, termasuk dalam penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri demi kemaslahatan ummat.

Demikian diungkapkannya dalam pembukaan Silaturrahmi Nasional Ahli Hisab dan Ahli Rukyah yang diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) di Ponpes Al Hikmah 2 Benda Bumiayu Brebes, Kamis malam (6/9).

Kiai Ghozalie memberi contoh adanya tiga metode dalam melakukan ibadah haji. Namun demikian, pemerintah memutuskan menggunakan metode haji tamattuk bagi jamaah haji dari Indonesia.

KH Ghozalie Masroeri: Intervensi Pemerintah Sah untuk Kemaslahatan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ghozalie Masroeri: Intervensi Pemerintah Sah untuk Kemaslahatan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ghozalie Masroeri: Intervensi Pemerintah Sah untuk Kemaslahatan

Dalam penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri 1428 H. pemerintah akan melakukan rukyah online pada 11 dan 12 September mendatang yang ditampilkan di TV dari lima lokasi yang mencakup Aceh, Semarang, Bandung, Makassar dan Gresik agar masyarakat bisa melihat secara langsung munculnya awal bulan.

Kiai Ghozalie menjelaskan bahwa pertemuan nasional ahli hisab dan rukyah ini dilakukan untuk menghasilkan rukyah yang berkualitas dilingkungan NU. Terdapat sekitar 100 ahli perwakilan LFNU dan pesantren yang datang dari seluruh Indonesia.

Untuk Ramadhan dan Lebaran mendatang, LFNU siap melakukan rukyah di 31 titik strategis diseluruh Indonesia. Mereka yang melakukan rukyah adalah para ahli rukyah yang sudah bersertifikat agar tidak terjadi kekeliruan dalam melakukan rukyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hasil rukyah ini nantinya menjadi masukan dalam sidang istath di departemen agama dan menjadi keputusan PBNU yang diikhbarkan ke seluruh masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya PBNU telah mengadakan pelatihan bagi ahli hisab dan rukyah di Semarang Jawa Tengah. Kegiatan ini diinspirasi oleh perbedaan Idul Fitri antara PBNU dan PWNU Jawa Timur. (mkf)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Sejarah, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 14 Oktober 2017

Pergunu Kota Bandung Dilantik dengan Komitmen Penguatan Aswaja kepada Guru

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama ? (PC Pergunu) Kota Bandung, Jawa Barat masa khidmat 2016-2017 resmi dilantik di Aula Pondok Pesantren Nurul Iman Cibaduyut, Bandung, Sabtu (12/8).

Ketua Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama ? (PP Pergunu), H Saepuloh melantik kepengurusan PC Pergunu Kota Bandung masa khidmat 2016-2021. Dalam sambutannya, dia berharap kepada pengurus baru periode kedua ini dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, amanah dan penuh tanggung jawab.

Pergunu Kota Bandung Dilantik dengan Komitmen Penguatan Aswaja kepada Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Kota Bandung Dilantik dengan Komitmen Penguatan Aswaja kepada Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Kota Bandung Dilantik dengan Komitmen Penguatan Aswaja kepada Guru

“Saya berharap kepada pengurus PC Pergunu Kota Bandung dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, amanah dan tanggung jawab,” ungkap Saepuloh.

Ia juga mengingatkan kepada Pengurus Pergunu Kota Bandung bahwa guru-guru yang tergabung dalam Pergunu harus memiliki kompetensi Aswaja An-Nahdliyah sehingga diharapkan guru-guru NU bisa menyampaikan pesan Islam rahmatan lil alamin kepada peserta didik.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senada, Wakil Ketua PCNU Kota Bandung, H Daruri juga mengatakan, kepengurusan baru harus memberikan sesuatu yang berbeda dari periode sebelumnya.

“Kepengurusan Pergunu Kota Bandung 2016-2021 ini harus berbeda dari periode sebelumnya, baik kegiatan, maupun ide kreatifnya,” harap Daruri.

Pengurus yang dilantik adalah Ketua PC Pergunu masa khidmat 2016-2021 yaitu Enjang Sunandar (Guru SMA Lab Scholl UPI Bandung), Sekretaris Abdussani Ramdhani (guru SMPN 3 Bandung), dan Bendahara Jajang Nurzaman (guru MTs Nurul Iman).

Kegiatan pelantikan tersebut diisi dengan Pelatihan Penguatan Pembelajaran Karakter Melalui Peningkatan Profesionalisme Guru Mata Pelajaran IPS di Lingkungan Pergunu Kota Bandung hasil kerja sama Pergunu dengan UPI Bandung. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Pahlawan, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ini Miqat dalam Haji dan Umrah

Miqat merupakan bentuk isim zaman makan dari "auqata-yuqitu" yang memiliki arti menetapkan waktu. Miqat secara istilah dalam ibadah haji adalah tempat-waktu yang ditentukan untuk mulai mengerjakan ibadah haji.

Miqat terbagi atas dua, yakni miqat zamani dan miqat makani. Miqat zamani adalah batasan waktu yang digunakan untuk haji dan umrah. Sementara miqat zamani bagi orang yang berhaji adalah Syawwal, Dzulqa’dah dan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Ini Miqat dalam Haji dan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Miqat dalam Haji dan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Miqat dalam Haji dan Umrah

Jika seorang yang ingin berhaji tetapi ihramnya tidak dilakukan pada bulan-bulan tersebut, maka ibadahnya hanya bisa disebut umrah, bukan haji.

Sedangkan miqat makani adalah tempat yang digunakan untuk pertama kali berihram.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan terkait miqat makani bagi siapa saja yang hendak melaksanakan haji atau umrah. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, dan An-Nasa’i.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dari Ibnu Abbas RA sesungguhnya Rasulullah SAW telah menetapkan miqat bagi penduduk Madinah di Dzulhulaifah, penduduk Syam di Juhfah, penduduk Nejd di Qarn, penduduk Yaman di Yalamlam, begitu juga termasuk orang-orang yang ingin berhaji dan umrah yang berasal dari tempat lain tetapi melewati daerah-daerah tersebut (maka miqatnya sama dengan daerah yang dilewati).”

Dari hadits di atas kita dapat menyimpulkan bahwa tidak semua jamaah haji memiliki miqat yang sama. Syihabuddin bin Naqib As-Syafii dalam Umdatus Salik wa Iddatun Nasik menjelaskan beberapa ketentuan-ketentuan miqat.

Miqat bagi penduduk Madinah terletak di Dzulhulaifah. Sedangkan miqat bagi penduduk Syam (Palestina, Syiria, Yordan), Mesir serta Maroko adalah di Juhfah. Sementara miqat penduduk Yaman adalah Yalamlam sedangkan penduduk Nejd berada di Qarn.

Bagi penduduk Iraq dan Khurasan, miqatnya berada di Dzatu Irq, akan tetapi yang paling utama adalah di Aqiq. Bagi jamaah haji sedang berjalan menuju Mekah maka miqat hajinya berada di Mekah sedangkan miqat umrahnya adalah adnal hilli (daerah yang lebih dekat dengan Mekah), yaitu  Ji’ranah, Tan’im atau Hudaibiyah.

Bagi calon muhrim yang tempat tinggalnya di luar Mekah tetapi lebih dekat ke Mekah dari miqat yang telah disebutkan, maka miqatnya adalah tempatnya tersebut. Tetapi jika tempatnya lebih jauh dari pada miqat, maka yang lebih utama berihram di miqat.

Bagi penduduk Indonesia (sesuai buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kemenag), miqatnya disesuaikan dengan gelombang. Bagi jamaah gelombang pertama, miqatnya dimulai dari Dzulhulaifah (Bir Ali).

Sedangkan bagi jamaah gelombang kedua, miqatnya ketika berada di atas pesawat udara pada garis sejajar dengan Qarnul Manazil atau di Airport King Abdul Azis Jeddah (sesuai dengan Keputusan Komisi Fatwa MUI, tanggal 28 Maret 1980 dan dikukuhkan kembali pada tanggal 19 September 1981 tentang Miqat Haji dan Umrah) atau Asrama Haji Embarkasi di Tanah Air.

Bagi jamaah yang melanggar miqat, yakni ihram melewati batas miqat dan ia tetap ingin berhaji, maka ia diwajibkan membayar dam. Tetapi jika ia kembali ke miqat kemudian berihram sebelum memakainya untuk ibadah, maka gugurlah kewajibannya membayar dam.

Hal ini juga disebutkan oleh Syihabuddin bin Naqib As-Syafii dalam Umdatus Salik wa Iddatun Nasik.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Barangsiapa yang melanggar miqat dan dia ingin berhaji kemudian berihram di selain miqat, maka dia diwajibkan membayar dam (sembelihan). Jika ia kembali lagi ke miqat dengan berihram sebelum terlanjur melakukan ibadah, maka gugurlah (kewajiban membayar) dam.” Wallahu a‘lam. (M Alvin Nur Choironi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 10 Oktober 2017

KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara

Lampung Tengah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Katib Syuriyah PBNU KH Lukman Harits Dimyati menyampaikan, santri-santri NU selain menguasai kitab kuning dan hidup bermasyarakat harus memahami pilar-pilar negara. Salah satunya adalah mamahami Pancasila. Bagi NU, Pancasila sudah final dan sudah sesuai dengan syariat Islam.

Demikian disampaikan Kiai Harits di hadapan seribu warga dalam rangka khataman kitab Al-‘Imrithi Haflah Akhirussanah di halaman kompleks Pesantren Baitul Mustaqim Sidomulyo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah asuhan Ketua Idaroh Syu’biyyah Jatman Lampung Tengah KH Muhtar Ghozali, Ahad (14/5).

KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara

“Warga Nahdlatul Ulama di Provinsi Lampung umumnya dan khususnya di Kabupaten Lampung Tengah harus hati-hati dengan adanya upaya gerakan-gerakan, kelompok Islam radikal yang merongrong Pancasila. Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945 adalah harga mati. Yang Tidak sepaham dengan Pancasila. Silakan pergi dari Indonesia,” kata Kiai Harits yang juga Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok Pesantrenku Keren ini.

“Gerakan merongrong Pancasila jangan-jangan juga menjalar ke para pegawai negeri sipil di Lampung Tengah. Pak Wakil Bupati Lampung Tengah mohon disisir para ASN (aparatur sipil negara) di kabupaten ini. Mereka anti-Pancasila, pemerintah adalah thoghut tapi setiap bulan menerima gaji negara. Pemkab Lampung Tengah harus tanggap dengan kondisi ini,” tegas Katib Suriyah PBNU ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tampak hadir pada haflah ini Rais Syuriyah PCNU Lampung Tengah KH Nur Daim, Sekretaris Jatman Lampung Tengah KH Nur Salim, Wakil Ketua PCNU Lampung Tengah KH Slamet Anwar, Sekretaris Fatayat NU Lampung Nurhayati, Wakil Bupati Lampung Tengah H Lukman Djoyosumarto, Dosen IAIM NU Kota Metro Lampung Aminan, Kabag Perekonomian Lampung Tengah Ahmad Jailani, Kadis Kominfo Lampung Tengah H Sarjito, anggota DPRD Lampung H Midi Iswanto, Camat Punggur, para kepala kampung, anggota TNI dan Polri, dan puluhan generasi muda NU lainnya. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Sejarah, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah