Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Pesantren Nuris Juara Umum Aksioma Jember

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nama Pesantren Nurul Islam (Nuris) Antirogo, Jember, Jawa Timur, kembali melambung menyusul keberhasilan 4 anak didiknya meraih prestasi dalam Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) se-Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Aliyah Kabupaten Jember medio Desember tahun lalu.

Sukses keempat anak harapan bangsa tersebut menahbiskan Nuris sebagai lembaga peraih juara umum dalam ajang yang digelar di MAN 1 Jember tersebut. Keempat orang tersebut adalah, pertama, M. Ilyas. Siswa? kelas XI IPA MA Unggulan Nuris? tersebut meraih juara 1 putra dalam lomba pidato bahasa Indonesia yang diikuti 60 peserta tersebut.

Pesantren Nuris Juara Umum Aksioma Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nuris Juara Umum Aksioma Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nuris Juara Umum Aksioma Jember

Kedua, M. Baihaqi. Siswa kelas XI IPA MA Unggulan Nuris Jember berhasil menjadi juara 2 putra bidang kaligrafi. Siswa ini seseungguhnya jago matematika, dan telah beberapa kali menyabet juara? dalam lomba matematika. Tapi ternyata ia juga punya bakat lain, yaitu kaligrafi.

Ketiga, M. Bayu Adi Denta. Siswa kelas X? IPA B MA Unggulan Nuris ini sukses? menjadi juara harapan 2 dalam lomba Cipta dan Baca Puisi.

Keempat adalah Ariny Dina Yasmin. Siswi kelas X PK B ini berhasil merebut juara 3 dalam lomba cabang MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur’an).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepala MA Unggulan Nuris, Antirogo,? Jember? Balqis Al Khumairoh menyatakan bangga dengan prestasi yang diraih anak didiknya tersebut, lebih-lebih karena mereka berasal dari lembaga formal di pesantren. Menurutnya, pesantren dewasa ini sudah mengalami kemajuan yang cukup signifikan,. Terbukti, banyak sekali santri yang berhasil meraih prestasi di bidang ilmu umum, penemuan illmiah dan sebagainya.

“Nuris sendiri bertekad untuk menjadi pesantren sebagai tempat penggodokan kader-kader Ahlussunnah wal-Jama’ah. Mereka punya wawasan? mendunia tapi tetap tak mengabaikan budaya lokal, tetap takwa kepada Allah, menjunjung tenggi? kebaragaman dan seterusnya,” tukas Ning Balqis kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di sela-sela memantau kegiatan siswa-siswi MA Unggulan Nuris, Kamis (5/1).

Ke depan, lanjut Ning Balqis, pihaknya akan terus mengasah kecakapan anak didiknya di bidangnya masing-masing. Namun hal tersebut tidak dimaksudkan untuk mengikuti kompetisi, lomba atau sejenisya melainkan sebagai bekal dalam menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi kelak. “Kitak tak pernah bertujuan menjadi juara. Kalaupun akhirnya kita jaura, itu kami harap? hanya sebagai rangsangan saja bagi yang lain. Bukan tujuan utama,” pungkasnya (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Halaqoh, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 21 Februari 2018

Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pelaksanaan Apel Santri di alun-alun kabupaten Demak, Kamis (22/10) disambut antusias para santri dan pengasuhnya. Peserta yang semula diprediksi 7000 santri dari 70 pesantren, ternyata mencapai angka 10000 santri dari 117 pesantren. Barisan santri berjubel karena dirapatkan agar semua santri bisa masuk dalam barisan sebagai peserta.

Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak

Mereka sengaja mendatangi alun-alun tanpa kendaraan, namun berjalan kaki dengan maksud mensyiarkan hari bersejarah ini kepada masyarakat. Kedatangan mereka mendadak membuat panitia berkoordinasi dengan Polres Demak untuk pengawalan mobil sebagai pengamanan perjalanan peserta menuju arena apel.

Semangat santri tambah bergelora saat teks Resolusi Jihad yang dibacakan Ketua MWCNU Demak Kiai Yatin Ch (pengasuh pesantren At-Taslim Demak) ? dan ikrar santri oleh Taslim Arief dari pesantren Fathul Huda Sidorejo dengan pekik takbir “Allahu Akbar” usai dibacakan sehingga suara menggema terdengar di arena apel.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah baik tamu undangan di tribun kehormatan maupun peserta apel terlihat mata mereka berkaca-kaca bahkan ada yang meneteskan air mata. Hal ini juga diakui Sekretaris MWCNU Kota Demak M Aly Murtadlo.

“Saya tidak menduga ternyata para pengasuh pesantren dan santrinya memiliki semangat begitu tinggi di mana para santri dan kiai mendapatkan apresiasi dengan penetapan Hari Santri,” kata Gus Ali di arena apel.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kesempatan yang sama pengasuh pesantren Barokatul Qur’an Megonten Kecamatan Kebon Agung Demak KH Ali Subhan AH merasa bangga dengan semangat santri yang begitu membara di mana pemerintah telah menetapkan Hari Santri sebagai wujud penghargaan pemerintah pada ulama, kiai, dan santri dalam membela dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Alhamdulillah sudah ada pengakuan dari pemerintah kiprah dan jasa para kiai dan santrinya dalam membela negara ini,” tutur Kiai Ali.

Dalam apel tampak hadir Kapolres Demak, Dandim, Kajari, Ketua MUI KH Moh Asyiq, Rais Syuriyah KH Alawy Mas’udi, selaku Pembina upacara Musytasar KH Moch Dachirin Said. Sementara do’a dipimpin Mustasyar NU KH Zainal Arifin Maksum. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Daerah, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 16 Februari 2018

Panitia Daerah Konsolidasikan PCNU Se-Jatim

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Panitia Daerah Muktamar Ke-33 NU menggelar konsolidasi bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur. Panitia dalam kesempatan ini menjelaskan teknis muktamar yang bakal dihelat Agustus mendatang di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

“Muktamar kali ini merupakan muktamar terumit karena ditempatkan di empat pesantren,” kata Drs H Syaifullah Yusuf di hadapan para rais dan ketua PCNU se-Jatim, Sabtu (14/03), di Gedung PWNU Jawa Timur, Jalan Masjid Al-Akbar Timur Nomor 9, Surabaya. Konsolidasi dilakukan sebelum Grand Launching Muktamar Ke-33 NU.

Panitia Daerah Konsolidasikan PCNU Se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Daerah Konsolidasikan PCNU Se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Daerah Konsolidasikan PCNU Se-Jatim

Dalam pertemuan itu, Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jatim H Mutawakkil Alallah memberikan arahan kepada panitia daerah bahwa muktamar di Jombang ini sangatlah strategis. Di forum musyawarah tertinggi di NU ini akan ditegaskan dan dirumuskan kembali konsep Islam Nusantara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia” diusung dalam muktamar kali ini lantaran melihat kebutuhan akan perdamaian dunia Islam saat ini. Konsep NU inilah yang akan menjadi jawaban bagi dunia internasional. “Maka dari itu, muktamar nantinya akan membahas itu sebagai konsep Islam rahmatal lil alamin,” lanjut Kiai Mutawakkil.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mutawakkil juga mengingatkan, kesuksesan muktamar NU menjadi taruhan bagi NU. PWNU Jatim berpesan kepada pengurus cabang untuk mendukung dan menyosialisakan di daerah masing-masing untuk menyambut muktamar NU.

Panda juga menjelaskan asal usul dari dana muktamar. Setiap pesantren mendapatkan dana sebesar 1 miliar. “Dana itu untuk menyiapkan segala perlengkapan muktamar, mulai dari kamar tidur, kamar mandi, dan infastruktur lainnya,” jelas Gus Ipul.

Dana sebesar itu diambilkan dari dana APBD Jawa Timur atas persetujuan Gubenur Jatim dan Ketua DPRD Jatim. Dana muktamar akan dikelola secara profesional dan prosedural. “Penggunaan APBD harus hati-hati, kalau dana konsumsi maka untuk konsumsi, dana transformasi maka harus untuk transformasi, tidak boleh disalahgunakan,” jelas Gus Ipul.

Pra acara muktamar akan dilakukan di setiap daerah di Jatim. Mulai dari Sidoarjo, Pamekasan, Pasuruan, hingga Banyuwangi.

Sementara itu, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, tema Islam Nusantara sudah tepat diusung di muktamar kali ini. Islam Nusantara, kata dia, menyinergikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal. Dengan pola seperti itu, Islam tidak akan pernah luntur dari muka bumi. “Selama teologi Islam sinergi dengan budaya lokal, Islam tidak akan luntur,” ucapnya.

Guru Besar bidang ilmu tasawuf itu menambahkan, dengan Islam Nusantara, NU mencoba untuk membelokkan kiblat peradaban Islam dari Timur Tengah ke Indonesia. Ia yakin itu bisa tercapai karena model Islam seperti itu lebih membawa kedamaian dari pada wajah Islam di Timur Tengah yang diwarnai perpecahan dan perang. “Mari kita alihkan kiblat peradaban Islam, bukan dari Timur Tengah, tapi dari Indonesia, wa bil-khusus NU,” tandas Said Aqil. (Rofi’i Boenawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 31 Januari 2018

KH Cholisudin Yusa, Dermawan Posko Banjir NU

Tangerang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sosok kyai NU KH Cholisudin Yusa, MA Ketua Yayasan Tebar Iman Tangerang Selatan sangat peka dan peduli ketika mendengar banjir melanda Banten khususnya di wilayah Kecamatn Kresek dan Gunung Kaler serta wilayah Serang yang berdekatan dengan Kabupaten Tangerang.

Ia langsung terjun ke lokasi (Ahad, 13/1) lalu dan bertemu dengan tokoh NU Banten KH. Ahmad Maimun Alie, MA guna berkoordinasi dalam rangka memberikan bantuan tahap I sebanyak 200 dus mie instan dan 10 dus sarden serta uang tunai sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah).

KH Cholisudin Yusa, Dermawan Posko Banjir NU (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Cholisudin Yusa, Dermawan Posko Banjir NU (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Cholisudin Yusa, Dermawan Posko Banjir NU

Tidak hanya sampai di situ, selang satu minggu kemudian, mendengar Posko NU masih banyak kebutuhan yang diperlukan untuk korban banjir, pada hari Ahad (20/1) ia kembali datang ke Posko NU untuk memberikan bantuan tahap II berupa 1 ton beras untuk diberikan kepada warga korban banjir di sekitar kecamatan Kresek.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Para relawan Posko NU sangat menyambut gembira terutama para korban banjir begitu mendapatkan bantuan yang sangat dinanti.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Basit

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 30 Januari 2018

Kang Said: Jika Pemahaman Benar, Agama Timbulkan Toleransi

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai, konflik yang berkecamuk di beberapa negara merupakan akibat dari sikap intoleran. Radikalisme yang dikembangkan segelentir umat beragama di beberapa negara telah menimbulkan perpecahan dan kekisruhan di antara mereka.

Kang Said: Jika Pemahaman Benar, Agama Timbulkan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Jika Pemahaman Benar, Agama Timbulkan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Jika Pemahaman Benar, Agama Timbulkan Toleransi

“Padahal jika ajaran agama dipahami dan diamalkan secara benar, tidak akan menimbulkan kebencian terhadap siapapun, justru yang timbul adalah sikap toleran dan solidaritas,” jelasnya saat bertausiah pada haflah akhirissanah Madrasah Al Hikamus Salafiyah (MHS) Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (30/5).

Di hadapan ribuan hadirin, Kiai asal Cirebon ini bersyukur peristiwa tersebut relatif tidak ada di Tanah Air. Menurutnya, umat beragama di Indonesia mayoritas bersikap moderat dan hal itu merupakan jasa dari kiprah pesantren.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Alhamdulillah kalau di Indonesia, kita punya warisan sistem pendidikan keagamaan yang mampu mencetak generasi muslim yang moderat, menanamkan karakter bangsa yang luhur, serta mengedepankan akhlakul karimah. Sistem pendidikan tersebut adalah pondok pesantren,” lanjut Kang Said, sapaan akrabnya.  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, mudir Madrasah Al Hikamus Salafiyah KH Azka Hammam Syaerozi dalam sambutannya menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya berorientasi pada pendidikan karakter berbasis pesantren, sehingga mereka diharapkan mampu menjadi figur khoiru ummah (teladan masyarakat), “Madrasah Al Hikamus Salafiyah merupakan lembaga yang memiliki kurikulum independen, mengacu pada pendalaman kitab kuning, mulai dari tingkat ibtida’iyah, tsanawiyah, aliyah dan ma’had aly”.  

Bersama para kiai babakan, Kang Said Aqil juga diberi kehormatan untuk mewisuda siswa MHS dari seluruh tingkatan. Prosesi wisuda ini dipimpin langsung oleh KH Makhtum Hannan, sesepuh pondok Pesantren Babakan Ciwaringin.

Acara puncak haflah akhirussanah yang berlangsung di halaman utama Madrasah Al Hikamus Salafiyah itu, sebelumnya diawali dengan atraksi sepak bola api dan mandi petasan di lapangan bola Desa Babakan, Ciwaringin. Hal ini merupakan tradisi yang sudah berjalan puluhan tahun, dilakukan oleh para siswa kelas I Aliyah Madrasah Al Hkamus Salafiyah. Masyarakat sekitar pun menyambutnya dengan sangat antusias. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 28 Januari 2018

GP Ansor Lumajang Masa Khidmah 2017-2021 Dilantik

Lumajang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Lumajang resmi dilantik di halaman kampus IAI Syarifuddin Wonorejo, Rabu (20/12). Pelantikan bertema “Bersama Ansor Lawan Radikalisme” tersebut perwakilan Muslimat, Fatayat, serta organisasi kepemudaan seperti PMII, IPNU dan IPPNU.

GP Ansor Lumajang Masa Khidmah 2017-2021 Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lumajang Masa Khidmah 2017-2021 Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lumajang Masa Khidmah 2017-2021 Dilantik

Dalam pelantikan tersebut, Ketua PCNU Lumajang KH Nur Syahid mengimbau kepada pengurus GP Ansor yang baru untuk menjalankan amanah dengan menjalankan tugas sebaik-baiknya selama lima tahun ke depan.

“Mudah-mudahan pengurus baru ini membawa amanah selama lima tahun ke depan dan terus bergerak melakukan kaderisasi,” harapnya.

Ia juga berharap bahwa GP Ansor ini berada di garda depan dalam menghadapi radikalisme untuk membentengi NU dan NKRI.

“Saya harap GP Ansor ini berada di garda depan dalam membentengi NU dan NKRI  dari radikalisme, baik melalui Banser bersama Pagar Nusa,” lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelatihan Kader Penggerak (PKP), lanjutnya harus segera dilaksanakan karena merupakan amanat Muktamar NU ke-33 sebagai syarat dalam kepemimpinan NU yang akan datang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PC GP Ansor Kabupaten Lumajang untuk masa khidmah 2017-2021 dipimpin Ketua H. Fahrur Rozi dan Sekretaris M. Farid Wazdi. (Ismail/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Kajian Sunnah, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 05 Januari 2018

Pesantren Sempat Dikucilkan Pemerintah

Pariaman, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pesantren sebagai lembaga pendidikan sempat dikucilkan oleh pemerintah. Ijazahnya hanya diakui setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), sederajat lebih rendah dari Sekolah Teknik Menengah (STM). Padahal, pendidikan di pesantren ditempuh selama 7 tahun, lalu lalu dilanjutkan lagi dengan mengajar atau mengabdi di pesantren tersebut selama beberapa tahun.

Demikian disampaikan pimpinan Pondok Pesantren Gaya Baru Paingan Amiruddin Tuanku Mudo Tan Putiah pada acara "Sosialisasi Pondok Pesantren Salafiyah Kabupaten Padangpariaman Tingkat Ulya (tinggi)" di Pondok Pesantren Gaya Baru Paingan Kecamatan Sungailimau Kabupaten Padangpariaman Sumatera Barat, Rabu (8/7).

Kamis, 04 Januari 2018

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU

Lombok Timur, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 

Masing-masing sembilan buku Atlas Walisongo dan Fatwa dan Resolusi Jihad karya Ketua Umum Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto, enam kalender NU tahun 2018 dan lima Al-Quran diserahkan ke Pesantren Al-Halimy, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Ahad (26/11). 

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU

Pemberian sejumlah buku dan kalender tersebut sebagai bentuk apresiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada lima pesantren tempat penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2017.

Penyerahan dilakukan oleh Panitia Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 H Robikin Emhas dan Ulil Abshar Hadrawi sebagai bentuk terima kasih kepada Pesantren Al-Halimy yang telah berkenan menjadi salah satu lokasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017. 

Sementara dari pihak Pesantren yang menerima Ketua Yayasan Pengurus Harian Pesantren Al-Halimy Ahmad Mutammam Kholid. 

Robikin Emhas saat menyerahkan tanda terima kasih tersebut menyampaikan terima kasih atas nama panitia Munas-Konbes NU dan PBNU. Menurutnya, dalam perhelatan terbesar kedua setelah Muktamar NU ini pasti banyak hal yang harus dipenuhi tapi belum bisa dipenuhi panitia. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ini adalah ikhtiar kita semuanya. Membangun dunia berperadaban dan lebih baik," katanya. 

Tak lupa, Robikin juga menyampaikan permohonan maaf jika berbagai kekurangan dari panitia kepada pihak pesantren. 

"Sampean (anda) semuanya luar biasa, kami mohon maaf," kata Robikin.

Sementara Ketua YPH Ahmad Mutammam Kholid berterima kasih kepada panitia atas kepercayaannya menjadikan Pesantren Al-Halimy sebagai salah satu lokasi Munas dan Konbes NU. Ia juga mengatakan, bahwa pelaksanaan Munas dan Konbes NU ini melibatkan masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya ucapan terima kasih dan pemberian sejumlah kenang-kenangan tersebut juga dilakukan di empat pesantren, Pesantren Darul Qur’an Bengkel Lombok Barat, Pesantren Darul Falah Pagutan Mataram, Pesantren Nurul Islam Mataram, dan Pesantren Darul Hikmah Mataram. 

Munas dan Konbes yang dibuka Presiden Joko Widodo dan ditutup Wapres Jusuf Kalla menghasilkan sejumlah keputusan penting untuk kepentingan umat, bangsa, dan negara. Keputusan tersebut disahkan melalui Rapat Pleno pada Sabtu (25/11) di Pesantren Darul Qur’an dilanjut penutupan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Jadwal Kajian, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

Wakili Maarif NU, MA Walisongo Ikuti Lomba Perpustakaan

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. MA Walisongo Pecangaan mewakili LP Maarif NU Jepara mengikuti Lomba Perpustakaan tingkat SMA/ MA se-Jepara yang diselenggarakan Perpustakaan Daerah kabupaten Jepara medio bulan ini. Lomba rencananya diikuti 6 sekolah, 3 SMA Negeri 3 lainnya sekolah swasta. 

Untuk menghadapi lomba persiapan sudah dilaksanakan. Hal itu terlihat dengan semakin giatnya pustakawan dalam melengkapi administrasi serta semakin banyaknya siswa yang mengunjungi tempat tersebut.

Wakili Maarif NU, MA Walisongo Ikuti Lomba Perpustakaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakili Maarif NU, MA Walisongo Ikuti Lomba Perpustakaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakili Maarif NU, MA Walisongo Ikuti Lomba Perpustakaan

Perpustakaan yang dibangun diatas bangunan mushola MA Walisongo memang menarik selain dipenuhi dengan ribuan koleksi, baik buku pelajaran maupun yang lainnya, perpustakaan juga dilengkapi dengan sarana komputer dan internet.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nur Sahid, salah satu pustakawan mengatakan bahwa perpustakaan MA Walisongo telah siap untuk menghadapi penilaian dari Perpusda Jepara. “Perpustakaan MA Walisongo Pecangaan tidak melakukan persiapan khusus namun hanya menata serta menginventarisir kembali buku-buku baru yang belum masuk dalam daftar inventaris perpustakaan,” katanya.

Sahid menjelaskan mulai tahun ini perpustakaan mulai menggunakan aplikasi perpustakaan elektronik meskipun programnya belum dijalankan secara penuh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mulai minggu kemarin komputer server yang ada di perpustakaan ini telah diberikan aplikasi perpustakaan elektronik yang fungsinya sebagai pusat data jumlah bahan bacaan yang ada namun aplikasinya perlu untuk disempurnakan lagi,” imbuhnya.

Kepala Madrasah Drs Rohmadi mengungkapkan lomba tersebut tidak dimaknai sebagai persaingan untuk merebutkan juara namun hanya semata-mata sebagai motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan di perpustakaan. “Kegitan tersebut merupakan motivasi untuk meningkatkan pelayanan serta fasilitas yang ada di perpustakaan,” pungkasnya. 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Nahdlatul Ulama, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 24 Desember 2017

Jelang Pilkada, Warga NU Diimbau Jaga Ukhuwah

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Musim pemilihan umum kepala daerah atau Pilkada kerap membawa warga sebagai pemilik hak suara ke dalam suasana persaingan politik. Para kandidat kepala daerah berlomba mengeruk dukungan suara sebanyak-banyaknya, dan rentan merusak kerukunan masyarakat lantaran perbedaan aspirasi politik yang ditimbulkan.

Jelang Pilkada, Warga NU Diimbau Jaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pilkada, Warga NU Diimbau Jaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pilkada, Warga NU Diimbau Jaga Ukhuwah

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Wonosobo KH Abdul Chalim AYM berpesan kepada Nahdliyin untuk menjaga ukhuwwah dan kebersamaan, khususnya dalam menyambut Pilkada yang akan dihelat pada 9 Desember mendatang.

"Warga NU harus tetap rukun, dan menggunakan hak pilihnya dengan cerdas dan bertanggung jawab, untuk memilih pemimpin yang jujur dan amanah, yang akan memimpin Wonosobo ke arah yang lebih baik," ujarnya dalam acara Penguatan Aqidah Ahlussunanah Wal Jamaah dan Sosialisasi Hasil-hasil Muktamar NU XXXIII, akhir pekan lalu (22/11).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Forum yang diikuti lebih dari 3000 warga tersebut digelar di Gedung Serbaguna SMK Andalusia Wonosobo dan dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan jajaran pengurus NU Kabupaten Wonosobo dari tingkat cabang hingga tingkat ranting.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kesempatan itu, Kang Said, sapaan akrab Ketua Umum PBNU, menyampaikan bahwa warga NU harus cerdas dan up to date. "Warga dan pimpinan NU harus mampu menyampaikan nilai-nilai luhur yang disampaikan oleh ulama-ulama terdahulu dengan bahasa yang lebih modern dan sesuai dengan perkembangan zaman.”

“Adalah tugas dan tanggung jawab ulama-ulama NU untuk menjabarkan gagasan-gagasan dan ijtihad ulama terdahulu dengan bahasa yang modern dan sesuai dengan perkembangan zaman," imbuhnya.

Kang Said juga mengapresiasi peran para pimpinan dan warga NU dalam menjaga toleransi dan meminimalisasi konflik. "Sejauh ini para pengurus dan warga NU memiliki peran yang luar biasa dalam mengatasi konflik dan menjaga perdamaian, sehingga perpecahan dan permusuhan dapat dihindari. Seorang Rais Syuriah di tingkat ranting, sudah tentu mampu mengantisipasi bibit-bibit konflik yang mengancam. Ulama-ulama di Timur Tengah, mereka sangat alim dan faqih, tapi konflik dan peperangan terus berlangsung," ujarnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 18 Desember 2017

LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Pengembangan Perekonomian Nahdlatul Ulama Lampung Selatan mengambil pembudidayaan lebah madu sebagai program unggulannya ke depan. Kesepakatan ini diambil dalam musyawarah pengurus LPPNU Lampung Selatan, Sabtu (6/12).

LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu

Ketua LPPNU Lampung Selatan Slamet Novianto mengatakan, LPPNU Lampung Selatan ke depan fokus pada pembudidayaan lebah madu sebagai salah satu potensi lokal.

“Tentu kita juga berharap untuk bisa menjaga, melanjutkan, dan membangun hasil-hasil pertanian masyarakat Lampung Selatan yang warganya mayoritas Nahdhiyyin, di samping hasil bumi pertanian dan peternakan,” ujar Slamet.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pembudidayaan lebah madu sudah diawali sebelumnya oleh salah satu pengurus LPPNU Ustadz Khoiruddin. Ia merupakan Koordinator Divisi Kehutanan dan Tata Ruang di LPPNU.

Ketua PCNU Lampung Selatan H Nur Mahfud yang hadir pada rapat pengurus ini mengajak pengurus LPPNU Lampung Selatan agar bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau diamati Lampung Selatan sangat luas dan mayoritas petani baik itu perkebunan, sawah, peternakan dan lainnya. Banyak potensi yang harus dikembangkan. Dengan wadah LPPNU ini masyarakat bisa terbantu baik dalam pengolahan, pemasaran yang benar-benar bisa bermafaat,” kata H Mahfud. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Ulama, AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 14 Desember 2017

Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain!

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Bupati Pringsewu H Sujadi menyampaikan kajian Tafsir Surat Al Maun pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung NU, Ahad (19/3). ? Ia menganjurkan untuk tidak merasa lebih dari yang lain, apalagi dibarengi dengan merendahkan mereka.?

"Rasa lebih hebat dari orang lain dan suka merendahkan orang lain termasuk bagian dari penjabaran makna hakiki dari perilaku menghardik para yatim," katanya menjelaskan surat Al Maun yang sebagian diturunkan di Makkah dan sebagian diturunkan di Madinah.

Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain!

Abah Sujadi, begitu ia biasa disapa, menjelaskan bahwa salah satu makna hakiki dari yatim berdasarkan kitab Tafsir Ibnu Katsir yang menjadi rujukan pada kajian tersebut adalah orang tidak mempunyai kapasitas dan memiliki kondisi yang memerlukan perhatian.

Jika seseorang suka merendahkan orang lain yang membutuhkan perhatian, maka menurutnya, orang tersebut termasuk golongan yang sudah mendustai agama sebagaimana ditegaskan dalam ayat pertama surat Al-Maun tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Orang yang mendustakan agama adalah yang menghardik yatim, tidak memberikan makan orang miskin, lalai dalam shalat, orang yang senang pamer atau riya dan orang yang mencegah dari perbuatan kebaikan," terangnya mengutip arti surat Al-Maun yang memiliki makna kebaikan ini.

Kiai alumnus Pesantren Kalibeber Wonosobo Jawa Tengah ini juga menjelaskan bahwa surat Al-Maun merupakan surat yang strategis dan mendapatkan perhatian lebih dari surat lain di Al-Quran.?

Hal ini, menurutnya, karena surat ini dimulai dengan kalimat pertanyaan yang memiliki makna bukan untuk dijawab, tspi untuk menekankan pentingnya memperhatikan apa isi dari yang disampaikan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dalam surat ini tertulis juga kata “dzalika” yang berarti itu bukan bukan “hadza” yang berarti ini. Bahasa seperti ini menyiratkan bahwa orang yang suka merendahkan orang lain dan bangga dengan posisinya termasuk orang yang jauh dari Allah SWT," jelas kiai yang energik dan murah senyum ini.

Oleh karenanya, ia mengajak untuk senantiasa menunjukkan perhatian kepada orang-orang yang memang memerlukan perhatian terutama anak-anak yatim.

"Perhatian kepada yatim juga mennunjukkan kesungguhan dalam beragama. Jangan sekali-kali mengurusi anak yatim untuk urusan dunia. Keberkahanan akan datang kepada yang ikhlas merawat anak-anak yatim," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 10 Desember 2017

Pemuda NU Tasikmalaya Tuntut DPRD Tutup Minimarket Ilegal

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Para pemuda NU Kabupaten Tasikmalaya mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi 1 dan 2, untuk menanyakan tindak lanjuti minimarket ilegal di kabupaten tersebut. Pada pertemuan tersebut terjadi adu argumen dari yang berjalan alot.

Pemuda NU Tasikmalaya Tuntut DPRD Tutup Minimarket Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda NU Tasikmalaya Tuntut DPRD Tutup Minimarket Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda NU Tasikmalaya Tuntut DPRD Tutup Minimarket Ilegal

Salah seorang pemuda NU, Asep Abdul Ropik pada pertemua 4 Januari 2015 tersebut menuturkan pihaknya mendesak penindakan dan penutupan ke 16 minimarket ilegal yang sampai sekarang masih beroprasi dengan batas waktu 2x24 jam.

Menurut dia, keberadaan minimarket tersebut jelas melanggar aturan Perda Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Pembelanjaan dan Toko Modern No 6 Thn 2014, Permendag No 70 thn 2013, dan Perpres No 112 thn 2007, serta SE Menteri Perdagangan No.1310/M.DAG/SD/12/2014 tgl 22 Desember 2014 ttg Perizinan Toko Modern, Gub/Bupati/Walikota, utk sementara tidak mngeluarkan izin usaha toko modern (IUTM).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Meski berjalan alot, pertemuan itu menghasilkan keputusan bahwa sebanyak 16 minimarket ilegal dari 47 minimarket yang ada di Kabupaten Tasikmalaya harus ditutup dalam waktu dua kali 24 jam.

Para pemuda tersebut terdiri (GP Ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dan Pergerakan Mahsiswa Islam Indonesia (PMII). Turut serta dalam pertemuan tersebut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Cipasung dan KNPI. Mereka menamakan diri Forum Penyelamat Ekonomi Rakyat (FPER). (Husni Mubarok/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 16 November 2017

Muslimat Ikut Program Monitoring Puskesmas dan Posyandu Lansia

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Usia harapan hidup bagi mereka yang lanjut usia atau lansia kian meningkat. Dengan memberikan perhatian, diharapkan mereka menjadi lansia yang sehat, tetap aktif dan berdaya guna.

PC Muslimat NU Jombang ikut serta melakukan monitoring terhadap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Santun Lansia dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Lansia yang ada di kota santri tersebut.?

Muslimat Ikut Program Monitoring Puskesmas dan Posyandu Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Ikut Program Monitoring Puskesmas dan Posyandu Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Ikut Program Monitoring Puskesmas dan Posyandu Lansia

"Puskesmas santun lansia merupakan bentuk keseriusan pemerinah dalam memberikan peningkatan pelayanan kesehatan pada mereka yang belum berusia lansia maupun para lansia ke atas," kata Titik Ulfah, Selasa (9/8).

Programer lansia Dinas Kesehatan Jombang tersebut menjelaskan bahwa perhatikan harus diberikan kepada mereka yang masuk usia pra lansia yakni 45 tahun hingga 59 tahun, dan lansia yakni berumur 60 tahun ke atas. "Itu agar mereka mendapat pelayanan yang optimal di poli khusus lansia yakni Puskesmas Santun Lansia," terangnya saat berada di Desa Mentaos, Blimbing Gudo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Keberadaan Puskesmas Santun Lansia menjadi penting lantaran usia harapan hidup kian meningkat menjadi 72 tahun. "Diharapkan mereka nanti menjadi lansia yang sehat, tetap aktif dan berdaya guna," ungkapnya.

Di samping Puskesmas Santun Lansia, di Jombang juga ada Posyandu lansia. Kegiatan di Pos Pelayanan Terpadu itu adalah senam lansia, rekreasi, karawitan, kerajinan tangan, membuat makanan, minuman, pengajian, ziarah wali, dan kegiatan penyuluhan yaitu nenek asuh.

"Peran Muslimat NU dalam Posyandu lansia dan juga Puskesmas santun lansia adalah ikut menggerakkan masyarakat agar aktif datang ke layanan kesehatan tersebut," kata Ny Hj Aisyah Muhammad. Dengan demikian,?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muslimat NU ikut memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan, sekaligus turut memantau, serta melakukan monitoring terhadap pelaksanaannya di masyarakat, lanjutnya.

Kini di Kabupaten Jombang baru ada 7 Puskesmas santun lansia. Diharapkan seluruhnya yakni 34 puskesmas yang ada sudah memiliki layanan serupa. "Inilah pentingnya kegiatan monitoring Puskesmas santun lansia dengan lintas sektor dan lintas program, yang salah satunya melibatkan kami," kata Wakil Ketua PC Muslimat NU Jombang ini.(Ibnu Nawawi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Syariah, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 15 November 2017

Gubernur Kaltim Ingatkan Masyarakat Waspadai Masuknya ISIS Filipina

Samarinda, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak mengingatkan masyarakat di daerah itu untuk meningkatkan kewaspadaan terkait kemungkinan masuknya kelompok Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) dari Marawi, Filipina.

Gubernur Kaltim Ingatkan Masyarakat Waspadai Masuknya ISIS Filipina (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Kaltim Ingatkan Masyarakat Waspadai Masuknya ISIS Filipina (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Kaltim Ingatkan Masyarakat Waspadai Masuknya ISIS Filipina

"Pertempuran sengit antara pasukan Filipina melawan militan ISIS di Marawi, tentu harus menjadi perhatian. Bukan tanpa alasan, sebab waktu tempuh lokasi pertempuran itu hanya tiga jam dari wilayah pulau terluar Kaltim dan Kalimantan Utara," kata Awang Faroek, di Samarinda, Jumat (16/6).

Gubernur mengimbau seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan terkait kemungkinan masuknya kelompok ISIS yang melarikan diri dari Marawi.

"Kita perlu meningkatkan kewaspadaan sebab jangan sampai aksi dan gerakan radikal dari Filipina masuk dan menyusup ke wilayah Indonesia, khususnya Kaltim dan Kalimantan Utara. Kalau itu terjadi maka dikhawatikan nantinya bisa saling mencurigai dan menimbulkan pertentangan antaragama," tuturnya.?

"Oleh karena itu, para alim ulama, pemuka masyarakat, tokoh pemuda khususnya kepada forum maupun paguyuban yang sudah terbentuk untuk terus meningkatkan kewaspadaan dini, guna mencegah potensi gerakan radikalisme ataupun aksi-aksi terorisme masuk ke Kaltim," terang Awang Faroek.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemprov Kaltim bersama seluruh pemangku kepentingan kata Awang Faroek, menyadari sepenuhnya bahwa tantangan semakin hari kian kompleks dan beragam.?

Termasuk lanjutnya, tuntutan perubahan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara, sehingga kewaspadaan dini perlu terus ditingkatkan dalam upaya mencegah timbulnya potensi konflik.?

Pemprov Kaltim tambah Gubernur, terus berupaya membina kehidupan dan kerukunan hidup antarumat beragama.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Hal itu guna terciptanya kehidupan masyarakat yang seimbang dan selaras, sekaligus dapat mengatasi berbagai masalah sosial budaya sebagai dampak globalisasi dunia yang mungkin dapat merusak mental bangsa dan menghambat kemajuan umat beragama," paparnya.

Kaltim, kata dia, saat ini telah terbentuk beberapa forum maupun paguyuban yang memiliki peran dan tugas yang penting dan strategis dalam pembinaan kerukunan hidup antarumat beragama, sehingga tidak terjadi konflik seperti yang terjadi pada daerah lain di tanah Air.?

Gubernur menyatakan, keberadaan forum dan paguyuban yang mempunyai tugas dan fungsi memelihara kedamaian, ketentraman dan ketertiban masyarakat termasuk memfasilitasi terwujudnya kerukunan umat beragama di Kaltim, benar-benar dilaksanakan sesuai dengan tupoksinya.?

"Koordinasi dan dialog bersama dengan pihak terkait pemkab/pemkot, TNI/Polri, termasuk para tokoh dan pemuka agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan forum lainnya, sangat membantu dalam mencegah konflik," tuturnya.?

Hingga saat ini, tandas Awang Faroek, kerukunan hidup umat beragama di Kaltim secara kualitatif dapat dikatakan berjalan cukup baik dan kehidupan antarumat beragama cukup harmonis. Situasi kondusif tersebut harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 11 November 2017

Warga Tolak Penambangan Semen di Gembong Selatan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Warga di sekitar Kawasan Karst Gombong Selatan, Kebumen, Jawa Tengah, menolak eksploitasi atas batuan karst di Gombong Selatan oleh PT Semen Gembong karena dinilai menusak lingkungan.

Warga Tolak Penambangan Semen di Gembong Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Tolak Penambangan Semen di Gembong Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Tolak Penambangan Semen di Gembong Selatan

Ketua Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (Perpag) Simtilar mengatakan, menghidupkan investasi daerah tak harus dengan semata-mata mengeksploitasi sumber daya alam, yang pada gilirannya mengorbankan kepentingan masyarakat yang lebih luas.

Setelah perubahan regulasi yang mengatur Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gombong Selatan (Kepmen ESDM), peluang untuk mengubah kawasan lindung eco-karst menjadi kawasan budidaya tambang kian terbuka.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kami melihat adanya indikasi manipulasi dalam penetapan KBAK yang baru. Terlebih dalam perubahan ini tak dilampiri detail peta batas-batas dan koordinat yang menjelaskan mana kawasan lindung dan mana kawasan budidaya,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Rabu (10/2).

Menurutnya, modus mengubah regulasi perlindungan KBAK yang tak partisipatif dan cenderung tertutup dari kajian kritis masyarakat luas, juga tak bisa diletakkan di atas isu otonomi daerah ataupun pertumbuhan iklim investasi daerah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Simtilar menambahkan, serbuan kapital di sektor pertambangan semen yang mengincar berbagai daerah seperti Ajibarang, Wonogiri, Blora, Rembang, Pati, Gombong, semua bukan kepentingan masyarakat luas.

“Tapi lebih merupakan kepentingan pemodal yang hanya mengenal hukum akumulasi dan laba profit semata. Sedangkan kepentingan masyarakat luas akan bumi, air, udara dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya malah dikesampingkan,” ujanya.

Akan tetapi, imbuhnya, Pemkab Kebumen melalui Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu telah mengumumkan permohonan izin lingkungan PT Semen Gombong melalui surat No. 503/03/P-IL/II/2016; dan membantu proses terbitnya izin operasionalisasi kegiatan tambang semen.

“Pemkab Kebumen tak perlu “pasang badan” membela tambang semen ataupun terbitkan izin lingkungan tambang semen di Gombong Selatan,” katanya.

Aksi Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (Perpag) digelar di desa-desa seputar Kawasan Bentang Alam Karst Gombong Selatan, Rabu (10/2), antara lain di Desa Sikayu, Karangsari, Ragadana, Banyumudal, Nagaraji. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Daerah, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 07 November 2017

Meneguhkan Kekuatan Bangsa Melalui Hari Santri

Oleh Ferial Farkhan Ibnu Akhmad

Tanggal 22 Oktober adalah tanggal yang bersejarah bagi bangsa Indonesia khususnya bagi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial keagamaan (jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah). Tanggal tersebut menjadi sebuah alasan yang mendorong terjadinya peristiwa pertempuran Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Peristiwa yang menyimpan makna sejarah yang tak terlupakan bagi negara yang sudah merdeka 70 tahun ini. Sehingga setiap tanggal 10 November kita kenal sebagai Hari Pahlawan.

Ketika Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dan terbebas dari kolonialisme selama lebih dari tiga setengah abad, bangsa ini kembali harus berhadapan dengan pasukan Inggris yang tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) mengatasnamakan blok sekutu dengan misi mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia Belanda.?

Meneguhkan Kekuatan Bangsa Melalui Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneguhkan Kekuatan Bangsa Melalui Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneguhkan Kekuatan Bangsa Melalui Hari Santri

Sehingga peristiwa tersebut menuntut warga negara Indonesia untuk kembali mengangkat senjata melawan penjajah demi mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih dengan jiwa dan raga. Runtutan peristiwa itulah yang menginisiasi lahirnya fatwa Resolusi Jihad dari Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU. Fatwa tersebut yang berhasil membakar semangat para ulama, santri, arek-arek Surabaya, seluruh rakyat Indonesia untuk berjihad membela bangsa dan negara.

Saat ini Presiden RI Joko Widodo telah menandatangani Keppres Hari Santri Nasional pada 15 Oktober 2015. Penetapan ini sebagai realisasi janji Presiden Joko Widodo pada saat masa kampanye 1 tahun yang lalu. Proses menentukan hari besar nasional tersebut sempat terjadi dinamika didalamnya. Semula akan ditentukan setiap tanggal 1 Muharram, kemudian diganti tanggal 22 Oktober atas dasar masukan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan ormas Islam lainnya. Sejarah perjuangan para ulama dan santri dalam memberikan kontribusi kepada bangsa ini menjadi alasan utama PBNU memberikan saran tanggal tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hari Santri Nasional bukan hanya sebatas menggugurkan janji Presiden Jokowi saja. Banyak hal yang perlu masyarakat refleksikan dari ditetapkannya hari besar tersebut. Ini sebagai upaya membuka pemikiran seluruh warga negara Indonesia bahwa para ulama dan santri mempunyai saham besar atas berdirinya negara ini. Peran dan perjuangan kalangan pesantren dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia mulai dari sebelum kemerdekaan hingga sekarang tidak bisa dikesampingkan apalagi dihapuskan. Saat ini banyak masyarakat yang menilai bahwa ulama dan santri yang dikenal dengan kaum sarungan hanya mengurusi masalah keagamaan saja. Hal ini dikarenakan adanya diskriminasi pemerintah pada zaman Orde Baru yang sengaja menghapuskan peran ulama dan santri dalam perjalanan sejarah bangsa ini. Perlakuan tidak adil ini teraplikasikan dari minimnya catatan sejarah resmi yang menjelaskan bahwa ulama dan santri telah berkontribusi besar dalam tegaknya Republik Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dinamika Perjuangan Kalangan Pesantren

Pada zaman sebelum kemerdekaan para ulama berupaya untuk membebaskan bangsa ini dari penjajah. Menurut Manfred Ziemek dalam buku hasil penelitiannya Pesantren Dalam Perubahan dituliskan bahwa “Para pejuang kemerdekaan melawan kaum penjajah adalah para kiai dan santri yang terpanggil memprakarsai dan memimpin perlawanan”.?

Rasa cinta para ulama dan santri terhadap negara sangatlah besar. Jika kita melihat poin penting ? dari isi fatwa Resolusi Jihad antara lain yaitu. Pertama, kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada 17 Agustus wajib dipertahankan. Kedua, Republik Indonesia sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah harus dijaga dan ditolong. Ketiga, musuh Republik Indonesia yaitu Belanda yang kembali ke Indonesia dangan bantuan sekutu Inggris pasti akan menggunakan cara-cara politik dan militer untuk menjajah kembali Indonesia. Keempat, umat islam terutama anggota NU harus mengangkat senjata melawan penjajah belanda dan sekutunya yang ingin menjajah Indonesia kembali. Kelima, kewajiban ini merupakan perang suci (jihad) dan merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim yang tinggal dalam radius 94 kilometer, sedangkan mereka yang tinggal di luar radius tersebut harus membantu dalam bentuk material terhadap mereka yang berjuang. ?

Memahami isi dari fatwa dari pendiri NU ini, tentu ini bukan hanya sebatas ajakan biasa untuk berjuang. Tapi fatwa tersebut adalah buah dari ijtihad para ulama sebagai modal para santri dan arek-arek Surabaya untuk berjihad. kita bisa merasakan betapa besarnya keinginan para ulama mempertahankan kemerdekaan bangsa ini. Hasilnya pun bisa kita rasakan sampai sekarang. Tapi sekali lagi sangat disayangkan, tidak banyak generasi saat ini yang mengetahui peristiwa bersejarah tersebut.

Kontribusi yang diberikan oleh para ulama dan santri tidak sebatas pada saat pra kemerdekaan saja. Sesudah merdeka pun ulama dan santri tidak hanya berdiam diri dalam menjaga kedaulatan Republik ini. Salah satunya dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara. Ketika Pancasila dipertentangkan oleh sebagian kelompok intoleran, para ulama NU-lah yang menuntaskan penerimaan Pancasila sebagai azas tunggal dalam kehidupan bernegara. Bahkan salah satu ulama NU KH As’ad Syamsul Arifin menegaskan bahwa sebagian kiai dan umat Islam Indonesia berpendapat bahwa menerima Pancasila hukumnya wajib (Lihat Prof Dr Maksoem Machfoedz dalam bukunya Kebangkitan Ulama dan Bangkitnya Ulama). Diperkuat lagi dengan keputusan Muktamar NU tentang pengukuhan dan pengesahan hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama tahun 1983 di Situbondo. Poin ke lima dari Deklarasi tentang hubungan Pancasila dan Islam dijelaskan “Nahdlatul Ulama berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konseksuen?

oleh semua pihak.”

Tanggal 22 Oktober 2015 pertama kalinya pemerintah meresmikan “Hari Santri Nasional” sudah sepatutnya para kalangan pesantren menyambut momen ini dengan suka cita. Sudah saatnya para santri menjadi agen perubahan masa depan bangsa ini. Ada beberapa upaya yang menurut penulis bisa dilakukan para santri untuk hal tersebut, yaitu pertama, sudah saatnya santri bersikap lebih progresif dalam menuntut ilmu. Tidak hanya mendalami ilmu agama saja, akan tetapi juga mempelajari semua ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Selama ini para jebolan pesantren apalagi yang pesantren salaf berjubel di jurusan Tarbiyah saja sehingga kebanyakan hanya menjadi tenaga pendidik. Perlu adanya upaya menyebarkan santri di segala disiplin ilmu. Baik ilmu sosial maupun teknologi. Sehingga diharapkan akan terlahir para ilmuan dan teknorat yang berjiwa santri.

Kedua, perlu adanya metode pembelajaran baru yang diselenggakan di pesantren. Kesan suasana pesantren yang tradisional dan klasik seakan menjadi penghambat minat para anak-anak untuk mau belajar di pesantren. Modifikasi cara belajar perlu dilakukan tanpa harus menghilangkan substansi keilmuan yang akan disampaikan. Kemajuan teknologi yang semakin canggih seharusnya dimanfaatkan untuk sarana transfer of knowladge para santri saat ini. Sehingga istilah Gaptek (gagap teknologi) tidak dialami lagi oleh para santri. Perlu diingat, bahwa sebagian besar generasi muda saat ini ketika bertanya perihal agama cenderung lebih memilih bertanya melalui internet daripada langsung bertanya kepada ustad atau kyai. Disinilah peran santri sangat diperlukan untuk selalu membagi ilmunya melalui udara.

Ketiga, perlu adanya penyeimbangan antara ditetapkannya hari santri nasional dengan perhatian pemerintah terhadap pesantren. Artinya supaya pemerintah tidak terkesan hanya menetapkan hari tersebut tanpa adanya visi masa depan. Tetapi benar-benar pemerintah bisa membantu menjadikan pesantren sebagai produsen yang menciptakan insan-insan masa depan bermutu yang bisa diandalkan untuk kemajuan bangsa ini. Saat ini perhatian pemerintah lebih besar tertuju kepada lembaga pendidikan formal saja. Mulai dari sarana dan prasarana pesantren hingga kesejahteraan pendidik haruslah ditingkatkan. Sehingga paradigma masyarakat terhadap pesantren tidak lagi dipandang sebelah mata dan percaya untuk menitipkan putra-putrinya untuk menimba ilmu di lembaga pendidikan milik para kyai tersebut. Bukankah beberapa Founding Father bangsa ini juga berasal dari kalangan pesantren yaitu Wahid Hasyim, A Kahar Mudzakir, Agus Salim, dan lain-lain.

Beberapa upaya di atas bisa terwujud dengan adanya kerjasama berbagai pihak. Gerakan “Ayo Mondok” yang dicetuskan oleh Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), lembaga yang merupakan asosiasi pesantren seluruh Indonesia adalah upaya nyata untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan negara yang adil dan beradab untuk seluruh rakyatnya. Semoga.

Ferial Farkhan Ibnu Akhmad, Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

?

Foto ilustrasi: Santri Pondok Pesantren Tremas Pacitan, Jawa Timur ketika melaksanakan Upacara HUT Kemerdekaan Ke-69 RI, 17 Agustus 2014 lalu.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 04 November 2017

Kiai Sholeh-Gus Fauzan Pimpin MWCNU Gading

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo, Selasa (27/12) menempatkan duet KH Sholeh Asyari dan Gus Fauzan Adzim untuk memimpin MWCNU Kecamatan Gading periode 2016-2021.

Dalam konfercab yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Jannah Desa Wangkal Kecamatan Gading tersebut, KH Sholeh Asyari terpilih sebagai Rais MWCNU Kecamatan Gading melalui metode Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Tim Ahwa sendiri terdiri dari KH Nur Hasan, KH Nasirudin, KH Zainul Arifin, Kiai Roi Fadli, KH Sholeh Asyari dan KH Husni Misnawi.

Kiai Sholeh-Gus Fauzan Pimpin MWCNU Gading (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Sholeh-Gus Fauzan Pimpin MWCNU Gading (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Sholeh-Gus Fauzan Pimpin MWCNU Gading

Sementara dalam proses pemilihan Ketua MWCNU Kecamatan Gading, Gus Fauzan Adzim terpilih secara aklamasi oleh Tim Ahwa untuk memimpin MWCNU Kecamatan Gading 5 (lima) tahun ke depan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setelah terpilih, Kiai Sholeh menyatakan siap menjalankan amanah yang sudah diberikan kepada dirinya. "Saya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan semuanya. Saya siap mengemban amanah yang sudah diberikan ini dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Gus Fauzan Adzim. Dirinya bertekad akan menjalankan semua yang sudah menjadi ketentuan dalam Konferensi MWCNU Kecamatan Gading.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Saya akan berusaha semaksimal mungkin menjalankan amanah dari hasil konferensi ini. Program yang sudah baik selama ini akan terus ditingkatkan dan disempurnakan agar hasilnya bisa lebih baik. Terima kasih atas amanah yang sudah diberikan," ungkapnya.

Konferensi MWCNU Kecamatan Gading ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kota Kraksaan KH. Nasrullah Ahmad Suja’i, Sekretaris PCNU Kota Kraksaan H Fauzan Hafidhi dan segenap pengurus NU se-Kecamatan Gading. Hadir pula jajaran Forkopimka Gading.

Selanjutnya Rais dan Ketua MWCNU Kecamatan Gading terpilih membentuk tim formatur untuk melakukan penyusunan kepengurusan MWCNU Gading periode 2016-2021.

Sekretaris PCNU Kota Kraksaan H Fauzan Hafidhi mengharapkan agar kepengurusan yang baru terpilih ini bisa lebih memaksimalkan untuk melaksanakan program-program yang telah dihasilkan dalam konferensi yang lebih terarah dan terukur.

"Dengan kata lain, para pengurus harus ikhlas berjuang membesarkan NU. Caranya dengan menghidupkan NU dan bukan mencari hidup di NU," katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Meme Islam, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 31 Oktober 2017

Baanar Tulungagung Segera Dideklarasaikan

Tulunggaung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Tulungagung, resmi mendirikan Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar). Badan ini secara khusus membidangi masalah penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat ? di Kabupaten Tulungagung.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Tulungagung, Sahrul Munir mengatakan, Ansor secara struktural telah membentuk Baanar dari tingkat pusat sampai daerah. Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) telah memerintahkan pada pengurus di daerah untuk membentuk badan ini.

Baanar Tulungagung Segera Dideklarasaikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Baanar Tulungagung Segera Dideklarasaikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Baanar Tulungagung Segera Dideklarasaikan

“Saat ini penyalahgunaan narkotika sudah darurat, sama bahayanya dengan terorisme. Sesuai data setiap hari sekitar 45 orang meninggal gara-gara Narkoba. Kita semua warga Ansor punya kewajiban yang sama untuk membantu Kepolisian dan BNN untuk mencegahnya,” ungkap Sahrul Munir kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Jumat (5/8) pagi di arena Rakernas Banser di Tulunggung.

Munir mengatakan, kader GP Ansor berusia antara 30-40 tahun. Sedangkan pengguna narkoba rata-rata di usia produktif. Maka GP Ansor sebagai Badan Otonom Nahdlatu Ulama (NU), punya kewajiban yang sama, terlebih Ansor memiliki struktural sampai tingkat Kelurahan/Desa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kepengurusan Ansor Tulungagung ada 19 anak Cabang Kecamatan dan 271 ? desa dan kelurahan. Maka ini sangat efektif untuk perang lawan narkoba,” katanya.

Untuk menangani organisasi ini,lanjut Munir, ia telah menunjuk Hariadi mantan Komandan Banser periode sebelumnya untuk menjabat sebagai Kepala Baanar Kabupaten Tulungagung.

“Saya yakin dengan pengalaman dilapangan Cak Hariadi. Organisasi ini akan efektif dan bisa berjalan. Apalagi ? terkait ini kita harus selalu koordinasi dengan Polres dan BNN Daerah,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Karena ada momen Rakernas Banser. Maka saya nunutkan deklarasinya. Mumpung Ketua Umum Gus Yaqut hadir di Tulungagung,” kata Munir. (Imam Kusnin/Fathoni) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 07 Oktober 2017

PWNU Jatim dan BNN Kerja Sama Perangi Narkoba

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur menggandeng Badan Narkotika Nasional provinsi tersebut untuk melaksanakan bimbingan teknis di lingkungan masyarakat. Hampir semua lembaga dan banom NU di lingkungan PWNU Jatim mengikuti acara yang diselengarakan di Kantor BNNP Jatim Jl Ngagel Madya V/22, Bratang, Surabaya Kamis (15/09).

PWNU Jatim dan BNN Kerja Sama Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim dan BNN Kerja Sama Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim dan BNN Kerja Sama Perangi Narkoba

"Kegiatan ini Ini adalah awal untuk pencegahan narkoba. Ini adalah awal yang sifatnya koordinatif untuk memerangi narkoba di Jawa Timur," kata Amrin Remico, Ketua BNNP Jawa Timur, saat memberikan sambutan dihadapan 30 peserta perwakilan PWNU Jatim.

Amir Remico berharap kepada ormas Islam terbesar di Indonesia ini, terus berkomitmen bersama BNNP Jatim menyuarakan bebas narkoba, mencegah lebih baik dari pada mengobati. "Kegiatan ini diharapkan bisa menyentuh pesantren dan bisa masuk pada materi khutbah Jumat," pintanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PWNU Jatim bertekad memerangi penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya. "Dari kita untuk keselamatan generasi bangsa," kata KH Hasan Mutawakkil Alalllah, Ketua PWNU Jatim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Mutawakkil juga menegaskan bahwa narkoba tidak kalah bahayanya dengan teroris dan radikal. Narkoba ini musuh bersama semua elemen bangsa termasuk NU. "Semua agama mengharamkan penggunaan narkoba, apalagi sekarang narkoba sudah masuk pada generasi muda," tegasnya.

Hal serupa juga disampaikan atas nama NU Jawa Timur, akan terus mensosialisasikan pencegahan narkoba di pesantren, madrasah dan sekolah di lingkungan NU. "Hasil kegiatan ini terus kita kawal hingga nantinya akan melahirkan MoU, pembuatan buku saku (pedoman) kepada santri dan masyarakat umum di tahun depan," pungkasnya. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah