Rabu, 28 Februari 2018

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ajang Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) akan segera dilaksanakan akhir bulan depan. Sejumlah persiapan telah dilakukan termasuk seleksi peserta yang akan diberangkatkan.

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan

Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jombang sangat serius mempersiapkan kegiatan perkemahan tingkat nasional ini. Seleksi sejumlah peserta dilakukan secara ketat dan dengan disiplin tinggi. 

“Ini agar saat berbaur dengan kontingen lain dari berbagai daerah tidak mengecewakan,” kata Khojin kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah (28/4).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Seleksi ini sebenarnya untuk kali kedua, yang sehari sebelumnya telah dilakukan,” katanya. “Dari proses seleksi, telah dipilih seratus dua puluh peserta,” lanjutnya. Mereka adalah perwakilan dari sejumlah sekolah MA, SMA serta SMK yang berada di bawah naungan LP Ma’arif.

Pelaksanaan Perwimanas akan berlangsung 24-29/5 di perkemahan Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung. Tidak kurang empat ribu peserta akan berpartisipasi pada kegiatan ini dari seluruh tanah air.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Karena sebagai tuan rumah, maka berbagai persiapan telah kami persiapkan menyambut kegiatan ini,” kata Sekretaris PC LP Ma’arif NU Jombang ini. Apalagi pada kegiatan serupa untuk tingkat Jawa Timur, Jombang berhasil menjadi juara umum.

“Prestasi itu sudah seharusnya kami pertahankan untuk tingkat nasional,” katanya optimis. Dan perwakilan yang telah diseleksi dalam dua gelombang tersebut sebagai kontingen pilihan untuk ajang ini. 

“Kita juga berharap kegiatan berjalan sukses dan silaturahim antar aktifis Pramuka di kepengurusan Ma’arif NU juga akan terus terjalin,” katanya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak

Pontianak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara resmi membuka perhelatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 tahun 2016, Selasa (23/8) di Gedung Serba Guna Pontianak Convention Center (PCC), Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Lukman hadir tepat pukul 14.00 WITA didampingi Gubernur Kalimantan Barat Cornelius, Dirjen Pendis Kamaruddin, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan, dan Kepala Kanwil Kemenag Pontianak Syahrul Yadi.

Dalam sambutannya, Menag menyambut baik KSM dan mendukung secara penuh kegiatan seperti ini untuk terus dilaksanakan setiap tahun. Dia juga menyambut baik keterlibatan siswa sekolah umum di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada event KSM mulai tahun 2016 ini. Ini merupakan bukti bahwa siswa madrasah siap bersaing dan berkompetisi secara fair dalam setiap lomba dan kompetisi.

Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak

“Saya harus katakan bahwa saya bangga melihat kemajuan yang telah dicapai lembaga pendidikan madrasah saat ini. Siswa-siswi madrasah telah banyak menorehkan prestasi yang membanggakan bangsa Indonesia di berbagai ajang kompetisi nasional maupun internasional,” ujar Menag di hadapan sekitar 865 peserta dan pendamping KSM dari seluruh Indonesia.

Saat ini, lanjut Menag, bangsa Indonesia sedang memasuki era persaingan bebas di tingkat regional Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan juga persaingan global. Kita tidak boleh lagi bangga dengan kekayaan alam yang kita miliki. Kekayaan alam yang melimpah tanpa didukung kualitas SDM yang unggul dan berintegritas hanya akan semakin menyengsarakan dan menghinakan kita.?

“Kekayaan alam kita memang tidak terbatas. Namun, ukuran maju tidaknya suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh kepemilikan sumber daya alam saja, tetapi yang lebih penting lagi adalah ketersediaan human capital atau sumber daya manusia (SDM) yang unggul,” papar Lukman.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam konteks ini, imbuhnya, KSM tahun 2016 ini dapat dijadikan sebagai momentum strategis penyiapan generasi emas ilmuwan dan cerdik-cendekiamuslim yang unggul, paripurna dan siap menjadi pemimpin perubahan di masyarakat yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negaranya.

Kegiatan KSM 2016 yang akan berlangsung hingga 27 Agustus 2016 mendatang ini merupakan ajang pembuktian presatsi para siswa madrasah dari seluruh Indonesia di bidang sains dan agama. Dari ajang ini, madrasah mempunyai bibit-bibit unggul yang akan meramaikan persaingan global. Terbukti tidak sedikit siswa madrasah yang meraih prestasi tertinggi di kompetisi sains internasional seperti matematika, robotik, dan penemuan-penemuan lain di bidang sains.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam KSM kali ini, selain kompetisi sains dan Agama Islam, ada beberapa kegiatan antara lain Surya Game Online dan matematika gasing berbasis sains hasil kerja sama dengan Surya University, workshop motivasi pengembangan diri dan rembuk nasional bidang kesiswaan madrasah se-Indonesia.

Untuk tingkat MI/SD, bidang yang dilombakan adalah Matematika dan Agama Islam, IPA dan Agama Islam. Sedang tingkat MTs/SMP, ada Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam serta Fisika dan Agama Islam. Sementara untuk tingkat MA/SMU, ada 6 bidang perlombaan, yakni Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam, Fisika dan Agama Islam, Kimia dan Agama Islam, Ekonomi dan Agama Islam serta Geogragfi dan Agama Islam. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Santri, Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir

Beberapa dekade terakhir, dunia mengalami krisis sumber energi. Sumber energi fosil, seperti minyak bumi dan batubara, yang selama ini menjadi sumber energi utama dunia telah mengalami penurunan cadangan. Di samping itu dampak pemanfaatan sumber energi fosil telah meningkatkan suhu bumi sehingga terjadilah pemanasan global. Pemanasan global memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pelelehan salju abadi di kutub utara dan selatan sehingga meningkatkan? tinggi muka air laut dimana hal ini memberikan dampak pada munculnya berbagai bencana banjir di beberapa negara yang mempunyai permukaan dataran rendah.

Disamping itu isu kerusakan lingkungan dan pemanasan global menjadi kuat ketika berbagai bencana alam terjadi yang diakibatkan oleh adanya perubahan iklim global dimana hal ini berdampak pada industri pertanian yang mengalami gangguan dalam perencanaan/pola tanam komoditas pertanian. Wilayah Filipina beberapa waktu yang lalu diterjang badai Haiyan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa hingga lebih dari 5.700 jiwa. Hal ini membuktikan bahwa dampak pemanasan global cukup signifikan pada pola iklim dunia.

Terganggunya perencanaan tanam pada dunia pertanian memberikan dampak pada terancamnya pasokan pangan dunia yang dikhawatirkan dapat meningkatkan tingginya tingkat kelaparan pada beberapa negara dengan kemampuan ekonomi lemah.

Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir

Pada sektor energi, tekanan isu pemanasan global memberikan implikasi pengambilan keputusan dalam menentukan sumber energi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, khususnya pada beberapa negara berkembang.

Beberapa negara ASEAN telah memutuskan untuk mengurangi prosentase sumber energi fosil dalam bauran energi nasional mereka, sebut saja Malaysia, pada tahun 2010 Malaysia telah memutuskan akan menggunakan energi nuklir, saat ini mereka telah mempunyai calon tapak potensial yang akan digunakan sebagai lokasi PLTN, sebagian besar berada pada Semenanjung Malaysia (lihat gambar).

Sementara itu Indonesia merencanakan akan mengoperasikan sebanyak 4 unit PLTN pada tahun 2024, namun hingga tulisan ini dibuat, keputusan tentang calon lokasi tapak masih belum diputuskan. Sementara itu Korea Selatan merencanakan akan menggunakan nuklir sebagai pembangkit listrik utama meraka hingga 60% pada 2035. Sedangkan Philipina yang mempunyai potensi bencana alam (badai) lebih besar dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya telah memutuskan akan menggunakan nuklir untuk memenuhi pasokan energy mereka sebanyak 5% pada tahun 2030.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Vietnam sejak awal 2000-an lebih serius memikirkan penggunaan energy nuklir dibandingkan dengan beberapa Negara ASEAN lainnya, saat ini Vietnam merencanakan akan membangun 13 unit PLTN selama 2 dekade kedepan. Bahkan hingga tulisan ini dibuat, Vietnam telah menandatangi kontrak pembangunan PLTN dengan ROSATOM, sebuah perusahaan desainer PLTN asal Rusia. Vietnam juga telah menetapkan tapak yang akan digunakan sebagai tapak PLTN (lihat gambar)

Seolah tak ingin kalah dengan negara-negara tetangga lainnya, secara serius Thailand juga telah mempersiapkan calon lokasi tapak PLTN yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi nasionalnya. Hingga saat ini Thailand mempunyai 6 calon tapak potensial yang akan digunakan, namun demikian Thailand masih menjajagi teknologi mana yang akan mereka digunakan.

?

Akhmad Khusyairi, M.Eng?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kontributor Iptek Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. ?

?

?

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 26 Februari 2018

IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah

Purworejo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam rangka memeriahkan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Ngombol menggelar festival hadrah di Desa Tunjungan Ngombol, Sabtu(15/12). 

IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah

Festival diikuti oleh 14 grup hadrah yang ada di Ngombol dan sekitarnya. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Ngombol, jajaran Muspika dan beberapa pengurus MWC NU setempat.

Menurut ketua PAC IPPNU Ngombol Jeklin Mandani, rencananya kegiatan hanya Makesta dengan out bond sebagai pamungkasnya. Namun demikian acara jadi ada penambahan dan berhasil sukses dilaksanakan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Awalnya kita hanya mau mengadakan Makesta. Namun atas usulan masyarakat utamanya tokoh NU setempat, kita adakan Festival Rebana ini. Walaupun kami hanya persiapan dua minggu, Alhamdulillah acara sukses dengan antusias masyarakat yang tinggi” ungkapnya.

Terpisah, Ky Ihsanudin selaku tuan rumah sekaligus Pembina IPNU mengungkapkan kebanggaanya kepada panitia yang telah sungguh-sungguh dalam melaksanakan kegiatan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya bangga mereka yang baru beberapa bulan dilantik sudah membuat gebrakan. Acara ini mengangkat moral rekan dan rekanita sekaligus syiar yang bagus melalui budaya dan kesenian. Semoga ke depan mereka bisa lebih baik lagi dalam mewarnai kepemudaan di Ngombol,”tandasnya.

Adapun Makesta dibuka sore harinya usai festival hadrah dengan diikuti 40 peserta IPNU dan IPPNU selama dua hari. Peserta mendapat beberapa materi seperti aswaja, kenu-an, ke-ornanisasi-an dengan dikemas dengan fun games yang menarik dari PC IPNU-IPPNU Purworejo. Dani, salah satu peserta mengaku senang dengan adanya acara ini. 

“Selain tambah pengetahuan dan teman saya terkesan dengan acara ini utamanya ketika makan satu lengser rame-rame. Itu membuat rasa kekeluargaan kami menjadi menyatu,” paparnya.

Makesta dikawal langsung oleh tim fasilitator IPNU-IPPNU Kabupaten Purworejo. Turut hadir pula Ahmad Naufa dan Aniroh selaku ketua PC IPNU dan IPPNU untuk memberikan motivasi dan dukungan moral. 

Dalam sambutannya Aniroh berharap para peserta menjadi kader-kader yang siap berjuang memajukan Islam dan kepemudaan di daerahnya masing-masing. Adapun acara berjalan dengan lancar, tertib dan aman. Nf

Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: Sita Zahro Wardati

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sejumlah UU Dinilai Melenceng dari Pancasila

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 yang digelar di Pondok Pesantren Kempek Cirebon antara lain akan mengkritisi sejumlah produk undang-undang (UU). Langkah ini diambil berdasarkan anggapan, UU yang umumnya dibuat era reformasi telah melenceng dari semangat Pancasila.

Sejumlah UU Dinilai Melenceng dari Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah UU Dinilai Melenceng dari Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah UU Dinilai Melenceng dari Pancasila

Sejumlah UU yang akan dikritisi di antaranya UU No.3/2004 Tentang Bank Indonesia, UU No. 25/2007 Tentang Penanaman Modal, UU No. 7/2004 Tentang Sumber Daya Air, UU No. 20/2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. 2/2012 Tentang Perguruan Tinggi, RUU Tentang Pangan. Forum Munas juga akan membahas polemik putusan MK tentang status anak di luar nikah. Wakil Ketua Umum

Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menyatakan, pengalaman empat kali amandemen telah membawa sejumlah kebijakan negara ini pada penyimpangan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945. Situasi ini tidak hanya diakibatkan oleh persoalan dalam negeri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Karena ada pertarungan global yang berpengaruh di Indonesia,” katanya saat konferensi pers, Jumat (14/9) malam, didampingi Rais Aam KH MA Sahal Mahfudh, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan beberapa pengurus harian PBNU lainnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, hal ini menjadi tanggung jawab bersama semua elemen bangsa untuk mengembalikan Indonesia pada garis awal pendiriannya sejak tahun 1945. Untuk itulah NU kali ini mengambil tema “Kembali ke Khittah Indonesia 1945”.

Kang Said, sapaan akrab KH Said Aqil Siroj, menegaskan, kritik terhadap UU merupakan bagian dari komitmen NU pada kemaslahatan rakyat. Sikap ini ditunjukkan berdasarkan kondisi obyektif bangsa ini.

“Yang jelas NU akan selalu mendukung kebijakan pemerintah selama pemerintah pro rakyat. Tapi NU akan memberi kritik, masukan, koreksi ketika ada kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rayat atau tidak berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

?

Redaktur : Hamzah Sahal?

Penulis ? : Mahbib Khoiron

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 25 Februari 2018

Ini Makna Lambang NU Afganistan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lima bintang, satu bintang besar di atas dan empat kecil di kanan dan kiri bola dunia dalam lambang NU Afganistan mempunyai dua makna. Pertama, lima bintang itu mencerminkan rukun Islam yang lima: syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji.

Ini Makna Lambang NU Afganistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Makna Lambang NU Afganistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Makna Lambang NU Afganistan

“5 stars One Big and 4 small are put for two meaning, The five Pillars of Islam 1. Tauhid 2. Salah (5 prayer) 3. Sawm (Ramadhan) 4. Zakah (Charity) 5. Hajj,” kata Fazal Ghani Kakar, Program Coordinator NECDO kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Sabtu (14/6) melalui pihak kedutaan besar Indonesia di Afganistan.

NEDCO atau Noor Educational and Capacity Development Organization adalah pihak yang memfasilitasi pertemuan sejumlah ulama Afganistan di Kabul pada 5 Mei 2014 lalu. 20 perwakilan ulama yang berasal dari propinsi Maidan Wardak, Propinsi Pansjir, Kota Kabul, Propinsi Parwan dan beberapa Ulama dari Propinsi Jalalabad dalam pertemuan itu sepakat membentuk organisasi Nahdlatul Ulama seperti Indonesia, namun disesuaikan dengan situasi dan aturan resmi pemerintah Afganistan serta mempunyai lambang tersendiri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Makna lain dari lima bintang: Satu bintang besar melambangkan Nabi Muhammad SAW. Sementara empat bintang kecil lainnya melambangkan empat sahabat Nabi (khulafa’ur rasyidin) Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Dengan demikian lima bintang itu sekaligus melambangkan Ahlussunnah wal Jamaah, atau jamaah yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW dan semua sahabatnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gambar mihrab dan mimbar di tengah bola dunia, atau tepat di tengah peta negara Afganistan menunjukkan ciri khas Islam sekaligus menyimbolkan dakwah dengan cara damai. “Afghan Map in the middle of the glob represents the Afghan Ulama, there is Mihrab and Minbar and minarets represents the Islamic values and the Dawah through peaceful means,” demikian Fazal Ghani Kakar.

Adapun warna dasar hijau dalam lambang itu menunjukkan kemakmuran. Lalu hadits “Ulama adalah Pewaris Nabi” dimaksudkan untuk mengingatkan para ulama mengenai posisi dan tanggung jawab kepada umat. Sementara dahan zaitun yang menopang bola dunia melambangkan pesan perdamaian.

Lambang Nahdlatul Ulama Afganistan atau NUA juga mewadahi dua bahasa nasional setempat, tercermin dari dua abjad yang disertakan yakni “Pashot” dan “Dari”. Lalu dua tahun yang tertulis menunjukkan tahun berdirinya NU sekaligus dua sistem penanggalan yang berlaku: 1393 (kalender Matahari/Syamsiyah) dan 1435 (kalender bulan/qamariyah). –Dua-duanya dihitung dari hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah: Red)

Satu lagi lafadz "Bismillahirrahmanir rahim" yang tertulis dalam lambang NU Afganistan menunjukkan kalimat pembuka yang menunjukkan niat dan keseriusan ulama setempat dalam mendirikan organisasi, dalam rangka menjalankan perintah agama.

“Bismillah is written on the Afghan map obeying the Hadith of “Kolo Amren Zibalen Lam Yabdaa Be Ismillah-e- Fa Howa Aqtaa,” demikian Fazal Ghani.

Ditambahkan, saat ini Nahdlatul Ulama Afganistan sedang dalam proses legalisasi oleh kementerian hukum setempat dan akan dideklarasikan dalam waktu dekat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kopri PMII Kalbar Soroti Kekerasan Perempuan dan Anak

Pontianak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Korp Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Kalimantan Barat menggelar dialog publik bertema “Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak: Tantangan, Masalah, dan Solusi” di gedung DPD RI Kalbar, Kota Pontianak, Kalbar, Senin (9/12).

Ketua Kopri PMII KalBar, Heni Kusmiati berharap kegiatan ini dapat memberi pencerahan terhadap para kader Kopri PMII. Menurut dia, kekerasan terhadap perempuan dan anak belum mendapat perhatian serius dari masyarakat setempat.

Kopri PMII Kalbar Soroti Kekerasan Perempuan dan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PMII Kalbar Soroti Kekerasan Perempuan dan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PMII Kalbar Soroti Kekerasan Perempuan dan Anak

Anggota DPD RI, Hairiah,? menyampaikan, kekerasan dapat terjadi dalam keluarga manapun dan di manapun. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) meliputi banyak hal, tak sekadar dalam bentuk fisik, melainkan juga seksual dan psikologis.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia menambahkan, meski sudah tersedia banyak peraturan tentang KDRT namun kasus kekerasan dalam keluarga ini terus meningkat setiap tahunnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Chatarina dari Komisi Perlindungan Anak Indoesia (KPAI) menyatakan, kekerasan berasal dari tiga sumber, yakni disharmoni keluarga, ketidakstabilan emosi, dan pewarisan perilaku kekerasan. Menurut dia, harus ada penyadaran di tingkat keluarga tentang pentingnya anak dan masa depannya.

Selain itu, kata Chatarina, kampanye budaya anti-kekerasan mesti terus digalakkan, seiring dengan terus menciptakan berbagai wahana yang positif bagi anak, seperti kelompok belajar, kelompok hobi, dan lain-lain.

Menurut Ketua Pengurus Koordinator Cabang PMII Kalbar Ali Fauzi, berbagai kasus kekerasan yang masih marak di Pontianak mesti segera diselesaikan karena kasus ini sangat berpengaruh pada indeks pembangunan manusia (IPM) suatu daerah. (Karsinah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 24 Februari 2018

Dasar Hukum KB

Assalamualaikum,sebelumnya saya ucapkan terimakasih, saya ingin menanyakan bagaimanakah hukumnya ikut KB? Wa’alaikum salam wr. wb. (Muhammad Masruhin, jln s. Parman 150 Kabupaten Jember)

Jawaban

Dasar Hukum KB (Sumber Gambar : Nu Online)
Dasar Hukum KB (Sumber Gambar : Nu Online)

Dasar Hukum KB

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. bahwa KB merupakan salah satu program pemerintah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Dengan kata lain program KB merupakan program perencanaan jumlah keluarga yang bisa dilakukan dengan alat-alat kontrasepsi seperti kondom dan spiral. 

Secara fiqhiyah, pada dasarnya KB diqiyaskan dengan apa yang dinamakan ‘azl yaitu mengeluarkan air mani di luar vagina. Pada zaman dulu, ‘azl dijadikan sarana untuk mencegah kehamilan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan KB juga sama-sama untuk mencegah kehamilan, bedanya ‘azl tanpa alat sedangkan KB dengan alat bantu seperti kondom dan spiral. Dan keduanya dipertemukan karena sama-sama untuk mencegah kehamilan, dan sama sekali tidak memutuskan kehamilan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berangkat dari penjelasan ini, maka ketika membahas KB terlebih dahulu yang harus diketahui adalah bagaimana hukumnya ‘azl. Dan jika sudah diketahui kedudukan hukum ‘azl maka kita tinggal menyamakan hukumnya saja.

Terdapat hadits yang memperbolehkan ‘azl, diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan dari Jabir ra:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?--? ?

“Dari Jabir ia berkata, kita melakukan ‘azl pada masa Rasulullah saw kemudian hal itu sampai kepada Nabi saw tetapi beliau tidak melarang kami” (H.R. Muslim)  

Namun ada juga hadits yang melarang ‘azl, di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan Judamah binti Wahb:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? --? ?

“Dari Judamah bin Wahb saudara perempuan ‘Ukkasyah ia berkata, saya hadir pada saat Rasulullah saw bersama orang-orang, beliau berkata, sungguh aku ingin melarang ghilah (menggauli istri pada masa menyusui)kemudian aku memperhatikan orang-orang romawi dan parsi ternyata mereka melakukan ghilah tetapi sama sekali tidak membahayakan anak-anak mereka. Kemudian mereka bertanya tentang ‘azl, lantas Rasulullah saw berkata, itu adalah pembunuhan yang terselubung”. (HR. Muslim)    

Menanggapi dua hadits yang seakan saling bertentangan tersebut, maka Imam Nawawi mengajukan jalan tengah dengan cara mengkompromikan keduanya. Menurutnya, hadits yang melarang ‘azl harus dipahami bahwa larangan tersebut adalah sebatas makruh tanzih atau diperbolehkan, sedang hadits yang memperbolehkan ‘azl menunjukkan ketidakharamannya ‘azl. Tetapi ketidak haraman ini tidak menafikan kemakruhan ‘azl.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Kemudian hadits-hadits ini yang saling bertetangan harus dikompromikan dengan pemahaman bahwa hadits yang melarang ‘azl itu menunjukkan makruh tanzih. Sedang hadits yang memperbolehkan ‘azl itu menunjukkan bahwa ‘azl tidaklah haram. Dan pemahaman ini tidak serta-merta menafikan kemakruhan ‘azl”. (Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj, Bairut-Dar Ihya` at-Turats, cet ke-2, 1329 H, juz, 10, h. 9)     

Karena itulah maka Imam Nawawi dengan tegas menyatakan bahwa hukum ‘azl adalah makruh (diperbolehkan walau tidak disarankan) meskipun pihak istri menyetujuinya. Alasannya adalah ‘azl merupakan salah satu sarana untuk menghindari kehamilan.

      

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“’Azl adalah menggaulinya suami terhadap istri kemudian ketika suami mau keluar mani ia melepaskan dzakarnya dan mengeluarkannya di luar farji. Hukum ‘azl menurut kami adalah makruh dalam kondisi apa saja dan pada setiap perempuan baik ia rela maupun tidak, karena ‘azl adalah sarana untuk memutuskan keturunan”. (Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj, Bairut-Dar Ihya` at-Turats, cet ke-2, 1329 H, juz, 10, h. 9).

Penjelasan singkat di atas setidaknya bisa dijadikan sebagai rujukan mengenai kebolehan KB. Bahkan NU pada tepatnya tanggal 21-25 Syawal 1379 H/ 18-22 April 1960 dalam Konbes Pengurus Besar Syuriyah NU ke-1 telah membahas mengenai Family Planing (Perencanaan Keluarga). Dan pada Muktamar ke-28 di Pon-pes Al-Munawwir Krapyak 26-28 Rabiul Akhir 1410 H/ 25-28 Nopember 1989 M juga telah memutuskan kebolehan menggunakan spiral sama dengan ‘azl¸ atau alat kontrasepsi yang lain. (Lihat, Ahkamul Fuqaha, Surabaya-Khalista bekerjasama dengan LTN PBNU, cet ke-1, 2011, h, 302 dan 450-452)      

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan, semoga bisa menambah wawasan kita semua dan bermanfaat. (Mahbub Ma’afi Ramdlan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sikap Moderat Harus Diikuti Hujjah Ilmiah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial keagamaan yang mengambil sikap tengah-tengah atau moderat sangat penting untuk diimbangi oleh hujjah ilmiah agar orang-orang NU mempunyai dasar yang kokoh dalam menghadapi kelompok-kelompok Islam garis keras (kanan) atau kelompok yang sangat liberal (kiri).

Demikian ditegaskan oleh Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA dalam acara pelantikan Rektor Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen dan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo, Senin, (22/12) di lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya, Jakarta.

Sikap Moderat Harus Diikuti Hujjah Ilmiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Moderat Harus Diikuti Hujjah Ilmiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Moderat Harus Diikuti Hujjah Ilmiah

Maka dari itu, tambah  Guru Besar Tasawuf ini, pembentukan Universitas di lingkungan NU sangat baik dalam mendukung hujjah-hujjah NU secara ilmiah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya berharap para rektor ini juga harus mempunyai peran di tengah-tengah masyarakat sehingga tidak saja tafaqqahu fiddin (memperdalam agama), tetapi juga liyundziru qawmahum (mengabdi kepada masyarakat),” paparnya di depan para akademisi NU dari berbagai daerah yang hadir.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di akhir pidatonya, Kang Said juga berharap, para rektor mampu membawa amanat kepemimpinan dengan baik sehingga dapat menciptakan konsep-konsep yang riil untuk kemaslahatan Nahdliyin dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Selain pelantikan Dr. Fatkul Anam sebagai rektor UNU Sidoarjo dan Dr. Masykur Rozaq sebagai rektor UMNU Kebumen, acara juga dilanjutkan dengan kegiatan Lokakarya Pimpinan Universitas Nahdlatul Ulama Se-Indonesia. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang Tercatat dari Muktamar

Oleh Muhammad Al-Fayyadl

Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Jombang, Jawa Timur, baru saja usai 5 Agustus silam.? Setidaknya ada dua fenomena menarik yang muncul dari? muktamar itu: masih besarnya kesulitan yang dihadapi NU dalam mengonsolidasi kekuatan internal organisasi serta fenomena kebangkitan “NU kultural” dalam mengawal agenda-agenda besar kebangsaan.

Yang Tercatat dari Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Tercatat dari Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Tercatat dari Muktamar

Seperti mengulang drama Muktamar ke-27 NU di Situbondo pada 1984, Muktamar ke-33 juga berada dalam bayang-bayang perpecahan akibat perbedaan pandangan mengenai penerapan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam pemilihan Rais Aam, jabatan tertinggi dalam kepemimpinan struktural NU. Dalam sistem AHWA, Rais Aam tidak dipilih secara langsung oleh peserta muktamar, melainkan oleh sebuah komite terbatas dari kalangan ulama sepuh yang memiliki integritas moral dan konsisten dalam berkhidmat di NU. Sistem pemilihan sepert itu dipandang mampu menyelamatkan NU dari riswah, oportunisme, dan muslihat pihak-pihak yang berkepentingan, serta menjaga NU tetap dikendalikan para ulama. Sementara itu, bagi para penolaknya, sistem AHWA dianggap tidak benar-benar tulus mengangkat marwah ulama, melainkan untuk agenda politik tertentu menghadang calon Rais Aam lain yang mendapat dukungan selama muktamar. Namun, pendukung ataupun penolak AHWA menuding satu-sama lain disetir oleh agenda politik jangka pendek, baik tingkat regional maupun nasional.

Tidak jelas siapa yang menunggangi dan siapa yang ditunggangi. Relasi kuasa yang terbangun antara umara(baca: politisi) dan ulama telah menjadi sangat rumit, kompleks, dan berlapis-lapis, sehingga tidak mudah dicandra oleh mata publik. Dalam suasana liberalisasi politik yang juga sedang menghantam NU sebagai organisasi Islam dengan massa terbesar di Indonesia, para politisi ikut berkepentingan dengan “kapal besar” NU untuk mengamankan atau memajukan kepentingan masing-masing. Perhelatan akbar, seperti muktamar itu, tak luput menjadi ajang “investasi politik” para sponsor yang memanfaatkan sentimen keulamaan untuk mengamankan posisi politik mereka.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tentunya tidak tepat menyebut politisi sebagai aktor tunggal dalam Muktamar NU kali ini. Walaupun para ulama dapat digiring ke arah kondisi tertentu yang favorable bagi kepentingan jangka pendek, selalu ada hal yang tak terduga dari figur-figur panutan warga nahdliyin tersebut. Muktamar kali ini, lagi-lagi, mempertontonkan hal itu. Drama tetesan air mata Gus Mus membuka mata nahdliyin betapa muktamar tersebut tak melulu soal ajang berebut pucuk kuasa. Muktamar adalah soal moralitas dan integritas keulamaan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Walaupun terlambat, dan belum tentu mampu menyelamatkan organisasi, jalan sunyi Gus Mus menyingkap sebuah permasalahan yang masih melilit ormas Islam terbesar itu, yakni sulit mengambil sikap independen lebih tegas terhadap kultur pragmatis dengan mengalihkan kekuatan modal kulturalnya untuk hajat umat yang lebih pokok dan substansial.

Dalam perjalanan sejarahnya, NU selalu bermain pada aras suprastruktural dengan mendayagunakan kekuatan-kekuatan yang dimiliki untuk mengintervensi grand design kebangsaan yang dipandang lebih cocok dalam melindungi kemaslahatan umat secara ekonomis, politis, ideologis, kultural, dan keagamaan. Hal tersebut, misalnya, tercermin dari penerimaan NU terhadap Pancasila pada Muktamar 1984. Modal kultural bagi kekuatan ini adalah hubungan organik antara ulama dan umat, serta kepercayaan pada peran ulama dalam membawakan aspirasi-aspirasi keumatan. Pada kenyataannya, secara eksternal, para ulama dapat berfungsi cukup kuat sebagai kekuatan pengimbang terhadap pelbagai kekuatan yang selama ini menentukan hajat hidup orang banyak—negara, partai politik, modal asing, dan lain-lain. Itu tercermin dari peran ulama NU pada masa Orde Baru dan peran NU di zaman kolonial dalam upaya melindungi umat dari persaingan dengan para pemodal Belanda dan China. Kendati secara eksternal cukup disegani, secara internal para ulama tidak selamanya mampu menjadi faktor integratif bagi kepentingan organisasi, terlebih bagi pemenuhan hajat pokok umat. Sering terjadi perbedaan pendapat cukup tajam dan sering kali pula tidak terdamaikan akibat hadirnya beragam orientasi politik dan ekonomi.

Persoalan barangkali sudah semestinya tuntas sejak NU kembali ke Khittah pada 1984 dengan menarik diri dari politik kepartaian dan menegaskan diri sebagai organisasi sosial-keagamaan. Namun, secara “kultural”, NU belum benar-benar ber-Khittah, karena masih memanfaatkan modal kultural keulamaan untuk mendayagunakan kekuatan-kekuatan politik yang ada guna mencapai tujuan-tujuan organisasi. NU tetap berpolitik “dari pintu belakang” dengan melakukan hegemoni atas sumber daya politik yang ada, baik formal maupun informal serta di pemerintahan maupun nonpemerintahan, untuk mewujudkan apa yang menjadi idealisme dan cita-cita besarnya. ?

Di ruang abu-abu itu, pertarungan dan adu-kekuatan antara haybah (wibawa) keulamaan dan kepentingan instrumental-pragmatis sumber daya politik tersebut diuji. Jika para ulama dapat mendikte kepentingan instrumental-pragmatis, maka besar kemungkinan para ulama dapat menjadikan aktor-aktor pragmatis itu kendaraan untuk mewujudkan agenda-agenda besar keumatan. Sebaliknya, jika para aktor pragmatis berhasil mendikte para ulama, maka agenda-agenda keumatan akan tergadaikan dan menjadi bancakan para aktor pragmatis; NU akan terjerat dalam pusaran kepentingan jangka pendek.

Permainan tersebut terbukti sarat risiko. Para ulama bisa saja terbuai bujuk-rayu para aktor pragmatis yang memiliki seribu satu cara untuk meluluhkan hati mereka agar menerima proposal-proposal yang sama sekali tidak bersangkut-paut dengan kepentingan umat, bahkan justru merugikan umat. Dalam suasana neoliberalisasi seperti saat ini, para ulama dapat dengan mudah terkooptasi skema-skema yang didesain oleh para pemodal besar (dan bukan sekadar aktor pragmatis “biasa”), yang bermain dari balik layar dengan memanfaatkan ulama sebagai “bumper” bagi kepentingan bisnis mereka. Para pemodal tersebut dapat bekerja sama dengan politisi yang memiliki kedekatan atau hubungan? kekerabatan dengan para ulama. Dengan kata lain, para aktor pragmatis dapat dengan mudah memuluskan sekaligus menjalankan agenda yang dimiliki berkat dukungan kultural yang diperolehnya.

Pelajaran terpenting dari Muktamar kali ini barangkali adalah perlunya dirumuskan sebuah konsepsi “khittah” yang lebih aktual dengan konteks kekinian, yaitu konteks dunia neoliberal tempat kepentingan politik niscaya bersenyawa dengan kepentingan ekonomi. Konsekuensinya, berpolitik hari ini menjadi identik dengan memiliki dan menguasai sumber daya ekonomi. “Khittah 1984” mampu melepaskan NU dari jeratan politik formal kepartaian dan memungkinkan NU memiliki ruang bebas memerankan sepak terjang tanpa baju partai politik, sedangkankhittah di masa kini juga seharusnya mampu melepaskan NU dari jeratan “politik” dagang yang diakui maupun tidaktelah memfasilitasi proses politik dalam bentuk formal serta? informal.

Perlu dibuka diskursus di kalangan ulama mengenai dampak bila ulama merestui atau menyetujui, misalnya, seorang calon anggota parlemen maju sebagai kepala daerah. Konsesi-konsesi apa yang akan diberikan si calon kepada para pengusaha besar dan kebijakan-kebijakan apa yang potensial dilahirkan si calon terhadap perubahan tata ruang, alih fungsi sumber daya, alokasi anggaran publik, dan lain-lain. Perlu dibuka wacana di tengah-tengah ulama mengenai sumber-sumber dana yang diperoleh para politisi, pertanggungjawaban dana tersebut, serta sanksi moral yang keras terhadap perilaku korupsi. Dengan demikian, “politik kebangsaan” NU mendapatkan wujud konkret dalam bentuk pengawasan publik terhadap segala aspek yang perlahan tapi pasti membawa dampak merugikan (mafsadah) bagi umat dan bangsa secara keseluruhan.

Merasuknya politik pragmatis di jaringan struktural NU merupakan akibat dari “politik akomodasi” yang dijalankan NU terhadap aktor-aktor negara dan pasar. NU pernah menjalani orientasi politik seperti itu sejak 1957 sampai 1961 dengan mengakomodasi? “Demokrasi Terpimpin”, yang kemudian melahirkan lapisan elite NU yang memiliki akses dan kedekatan dengan pengusaha, militer, serta pejabat tinggi negara. Meski kedekatan dengan rezim itu menguntungkan NU dengan kemampuannya mempertahankan dukungan kuat massa, di tengah konstelasi ideologi-ideologi besar saat itu (Nasakom), secara internal kedekatan itu juga menyeruakkan dan mempertajam friksi di kalangan NU, dari progresif hingga konservatif, yang menghendaki lebih kuatnya independensi NU terhadap rezim dan persatuan internal yang lebih kondusif bagi perwujudan cita-cita luhur organisasi (Greg Fealy, Ijtihad Politik Ulama, LKiS, 2003, hal. 307).

Perlunya evaluasi serta otokritik terhadap strategi politik suprastruktural yang diperankan NU saat ini, dengan akomodasi lunaknya terhadap rezim serta akomodasi organisasi massa Islam ini atas pelbagai fasilitas yang dimungkinkan oleh iklim politik yang mengalami liberalisasi sedemikian cair, barangkali mendorong perlunya memikirkan sebuah kemungkinan pendekatan politik yang lebih dekat dengan cita-cita pemberdayaan NU untuk warga nahdliyin; pendekatan politik partisipatif-kewargaan,lintas-golongan, berjejaring, dan memiliki akar keprihatinan pada kondisi riil di tingkat basis. Pendekatan politik tersebut? berorientasi pembebasan dan pemberdayaan warga nahdliyin di tingkat akar rumput yang sekian puluh tahun nyaris tidak mengalami perubahan hidup yang berarti dan cenderung semakin rentan terjatuh pada pemelaratan, pemiskinan, dan deprivasi sosio-ekonomi.

Fenomena menarik lain di sekitar arena Muktamar NU kemarin adalah banyaknya “muktamar” sampingan (side-events) yang melibatkan kaum muda NU dari berbagai latar belakang. Mereka mendiskusikan persoalan-persoalan bangsa tidak lagi dari perspektif perebutan kuasa, melainkan dari perspektif pemberdayaan—melalui isu-isu perburuhan, sumber daya alam dan agraria, bonus demografi, anti-korupsi, demokrasi versus neoliberalisme, HAM, resolusi konflik, new media, seni tradisi, dan masyarakat adat. Berbagai pemetaan yang dilakukan atas persoalan riil keumatan, yang jauh dari jargon-jargon besar, seperti menandai suatu gelombang kesadaran baru di kalangan generasi muda nahdliyin akan perlunya sebuah pendekatan politik baru yang belum tertampung dalam strategi “tradisional” politik suprastruktural yang diperankan tokoh-tokoh NU. Bagaimana kaum muda NU mampu mengambil peran lebih hegemonik terhadap isu-isu kebangsaan di tubuh NU, dan mendorong lahirnya perubahan yang signifikan terhadap orientasi politik NU, merupakan sebuah pertanyaan yang menarik untuk dilihat jawabannya pada tahun-tahun mendatang.***



Muhammad Al-Fayyadl, Peninjau pada Muktamar NU ke-33, Peserta Musyawarah Besar (Mubes) Kaum Muda NU Jombang. Ia Alumnus Master "Philosophie et critiques contemporaines de la culture", UniversitƩ Paris VIII, Prancis.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

STAINU Temanggung Dorong Mahasiswa Berdakwah Lewat Olahraga

Temanggung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan wadah pengembangan bakat di setiap perguruan tinggi. Salah satu UKM yang banyak diminati adalah UKM Olahraga. Oleh karena itu, STAINU Temanggung merespon hal itu dan menjadi sejarah dengan mendirikan UKM Olahraga yang diketuai oleh Usman mahasiswa PAI semester V.

Hal itu dibuktikan dengan Peresmian dan Tasyakuran UKM Olahraga STAINU Temanggung pada Rabu (29/11). Hadir pimpinan yang diwakili oleh Puket 3, Moh. Abdul Munjid; serta Muhammad Fadloli Al Hakim dosen dan pembina UKM Olahraga; dan Khamim Saifuddin dosen STAINU sebagai motivator; para mahasiswa yang terlibat sebagai panitia maupun anggota UKM Olahraga.

STAINU Temanggung Dorong Mahasiswa Berdakwah Lewat Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Temanggung Dorong Mahasiswa Berdakwah Lewat Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Temanggung Dorong Mahasiswa Berdakwah Lewat Olahraga

Moh. Abdul Munjid dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa harus memiliki prestasi di bidang olahraga.

"Saya harap dengan diresmikannya UKM Olahraga ini, kita bisa mengambil hikmah, berprestasi dan ke depan kita selalu semangat demi STAINU Temanggung," ungkapnya.

Kampus kita, kata dia, sangat mendukung dengan adanya UKM Olahraga ini, karena ternyata di luar perkiraan banyak mahasiswa yang mampu berprestasi di luar, terutama dalam bidang olahraga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

UKM Olahraga STAINU Temanggung memiliki 4 cabang olahraga, yaitu futsal, voli, tenis meja dan badminton, di mana anggotanya terdiri dari mahasiswa semester 1 sampai 7, dan bisa terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Muhammad Fadloli Al Hakim, dosen PGMI sekaligus pembina menegaskan para mahasiswa harus memaksimalkan UKM Olahraga itu sebagai wadah pengembangan bakat dan minat dalam olahraga.

"Kita harus punya semangat dalam memanajemen UKM Olahraga, di dalam olahraga ada sikap fair play dan sportif, kedua sikap itulah yang tidak akan ditemui di tempat lain," katanya.

Ia memancing hadirin mencari kegiatan yang di dalamnya ada benturan-benturan fisik, bahkan berdarah-darah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Setelah itu mereka bisa bersalaman tanpa ada rasa dendam, kita bisa menemukan kegiatan seperti itu? Ya di olahrga," tambahnya.

Sementara itu, Khamim Saifuddin, memberi banyak motivasi bagi para mahasiswa yang masuk di kepengurusan UKM Olahraga.

"UKM Olahraga adalah UKM yang sangat menarik untuk kita berdakwah, karena olahraga sendiri merupakan salah satu cara kita untuk tetap menjaga kesehatan," tandas pengurus LTN NU Temanggung itu.

Ia meminta mahasiswa tidak berkecil hati, justruharus berbangga hati, karena STAINU Temanggung telah mampu menerbitkan dan mengeluarkan SK UKM Olahraga.

"Dengan niat beribadah, insyaallah UKM Olahraga akan selalu konsisten membuat prestasi untuk kampus," tegas Ketua IKA PMII Temanggung itu.

Acara tersebut dimulai pada 10.30 WIB dan selesai pada jam 11.50 WIB. Usai kegiatan itu, pengurus UKM Olahraga akan tancap gas dengan melakukan latihan rutin, dan juga mengadakan beberapa turnamen internal kampus. (Ibda/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Ulama, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bagaimana Ketentuan tentang Diyat?

Masyarakat Indonesia digegerkan dengan berita adanya ancaman hukuman mati yang diterima oleh salah seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW). Dia diharuskan membayar tebusan atau diyat sebesar Rp 21 miliar (lalu diturunkan menjadi Rp 15 miliar). Yang ingin saya tanyakan, dalam konsep hukum Islam, sebenarnya berapa sih jumlah diyat yang harus dibayarkan? Untuk ukuran TKW mana mungkin tebusan segitu besar bisa dia bayarkan?

Anggie, tinggal di Tangerang

?

Bagaimana Ketentuan tentang Diyat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Ketentuan tentang Diyat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Ketentuan tentang Diyat?

Jawaban

Dalam pembahasan fiqih, para ulama sepakat bahwa hukuman qishash wajib dijatuhkan kepada pelaku pembunuhan berencana (qatlul ‘amd). Namun jika pihak keluarga korban memberikan maaf dan meminta diyat (tebusan) maka pelaku pembunuhan tersebut bisa terhindar dari hukuman qishash, dan ia wajib memberikan diyat. Sedangkan jumlah diyat-nya adalah 100 unta. Hal ini apabila yang menjadi korbannya adalah seorang laki-laki merdeka-muslim.

? Para ulama berselisih soal umur unta tersebut. Dalam konteks ini, misalnya menurut Madzhab Syafii—sebagaimana dikemukakan Imam an-Nawawi—,diyat dalam kasus pembunuhan berencana adalah 30 hiqqah (unta berumur tiga tahun masuk umur empat tahun), 30 jadza’ah (unta berumur empat tahun masuk umur lima tahun), dan 40 khalifah (unta yang sedang bunting).

?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ? ? ? ?-? ? ?. 136)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dalam hal pembunuhan berencana terhadap seorang laki-laki merdeka yang muslim diyat-nya adalah seratus unta yang dibagi menjadi tiga, yaitu 30 hiqqah, 30 jadza`ah, dan 40 khalifah”. (Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, Minhajuth Thalibin? wa ‘Umdatul Muftin, Bairut-Darul Ma’rifah, tt, h. 136).

Sedangkan menurut Imam Syafii jika yang menjadi korban pembunuhan berencana adalah seorang perempuan merdeka-muslimah maka ­diyat-nya adalah separo dari diyat laki-laki, yaitu 15 hiqqah, 15 jadza`ah, dan 20 khalifah. Pendapat ini menurut Imam Syafii telah disepakati oleh para ulama (ijma`). Hal ini sebagaimana dikemukan dalam kitab al-Umm:

?

( ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?-? ? ? 6? ?. 106). “Imam Syafi’i ra berkata: Saya tidak mengetahui adanya perbedaan di kalangan ulama baik dulu maupun sekarang (pada masa Imam Syafii) bahwa diyat perempuan adalah separo dari diyat laki-laki, yaitu lima puluh unta. Karenanya ketika sudah diputuskan diyat-nya perempuan maka diyat-nya adalah lima puluh unta. Dan apabila ia terbunuh karena pembunuhan berencana kemudian keluarganya memilih diyat, maka diyat-nya adalah lima puluh unta, umur untanya sama seperti umur unta dalam diyat pembunuhan berencana, baik yang membunuhnya adalah laki-laki atau sekelompok orang atau seorang perempuan, diyat-nya tidak lebih dari lima puluh unta”. (Muhammad Idris asy-Syafii, al-Umm, Bairut-Darul-Ma’rifah, tt, juz, VI, h. 106).

Jadi, katakan diyat-nya seorang TKW di atas adalah 50 ekor unta dikalikan Rp. 25 juta (harga rata-rata ini sudah cukup mahal) itu sama dengan Rp 1,25 miliar. Lantas bagaimana jika pihak keluarga korban pembunuhan berencana meminta diyat melebihi dari ketentuan? Angka satu seperempat miliar itu tentu sangat-sangat jauh dari angka Rp 21 miliar atau Rp 15 miliar yang harus dibayarkan oleh TKW?

Ibnul Qayyim al-Jauzi dalam kitab al-Hadyu an-Nabawi mengatakan: Sesungguhnya yang wajib adalah salah satu di antara keduanya yaitu bisa qishash atau diyat. Sedangkan dalam hal ini pihak wali korban boleh memilih antara empat hal yaitu bisa memberikan ampunan secara cuma-cuma kepada pihak pembunuh, memberikan ampunan dengan diyat atau memilih qishash. Ketiga pilihan ini tidak ada perbedaan di kalangan ulama. Sedang pilihan yang keempat adalah melakukan perdamaian antara wali korban dengan pihak pembunuh, dengan diyat yang lebih besar dari ketentuan yang sudah ada atau lebih rendah.

Ibnu Qayyim mengatakan, ada dua pendapat ulama mengenai boleh tidaknya memberatkan harga diyat melebihi ketentuan umum. Pendapat pertama yang hanya masyhur di kalangan Madzhab Hanbali adalah diperbolehkan. Sedangkan pendapat Madzhab Syafii tidak diperbolehkan. Bahkan lebih lanjut, menurut hasil penyelidikan Ibnul Qayyim al-Jauzi, pendapat yang kedua dianggap yang paling rajih atau paling kuat. (Muhammad bin Ismail al-Amir al-Kahlani ash-Shan`ani, Subulus Salam, Mesir-Musthafal Babil Halabi, 1379 H/1960 M, juz, III, h. 244)

Argumentasi memberatkan diyat adalah untuk memberikan efek jera bagi pelaku, dan itu mestinya hanya bisa diberlakukan jika memang pelakunya adalah orang yang mapan. Namun melihat kondisi seperti ditanyakan di atas, dimana pelakunya adalah dari kalangan kelas bawah rasanya tak ditambah pun sudah terasa sangat berat, dan tidak akan mungkin bisa dibayar, kecuali disanggah atau dibantu oleh banyak orang. Dalam hal ini kita memilih pendapat yang kedua. Mengutip Ibnul Qayyim al-Jauzi di atas, larangan memperberat diyat dari yang sudah ditentukan itu lebih rajih. Jadi ketentuan membayar diyat 50 ekor unta untuk seorang TKW itu sudah sangat-sangat berat dan jangan diperberat lagi.

Sebenarnya, seberapa pun besaran diyat toh tidak akan bisa menyamai harga sebuah nyawa. Yang dianjurkan adalah memberikan maaf dan ampunan karena itu lebih dekat dengan ketakwaan.

?

Mahbub Ma’afi Ramdlan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Internasional, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 23 Februari 2018

LPBINU Pontianak Serukan Komitmen Kebersihan Lingkungan

Pontianak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kota Pontianak berharap kepada masyarakat, pedagang maupun konsumen yang berbelanja di pasar tradisional sadar akan kebersihan lingkungan. Ketua LPBINU Kota Pontianak Suryadi menuturkan, kebersihan lingkungan merupakan tugas bersama untuk mewujudkan pemerintahan Kota Pontianak yang bersih, indah dan tertata dengan rapi.

Cita-cita tersebut harus didukung warga Kota Pontianak dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat hingga membuat saluran parit yang tersedia menjadi tersumbat, menimbulkan aroma tidak sedap, sehingga kebersihan dan penataan lingkungan kurang maksimal di Kota Pontianak.

LPBINU Pontianak Serukan Komitmen Kebersihan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Pontianak Serukan Komitmen Kebersihan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Pontianak Serukan Komitmen Kebersihan Lingkungan

"Pertama yang harus dibersihkan adalah pemahaman masyarakat tentang kebersihan Kota Pontianak. Hal ini mau tidak mau kita semua harus bisa bertanggungjawab terhadap pengelolaan sampah baik sampah rumah tangga maupun sampah yang berada di Pasar Tradisional, limbah rumah sakit dan kebersihan lingkungan pesantren di Kota Pontianak," ucap Suryadi.

Imbauan tersebut muncul dalam diskusi internal kepengurusan atau lebih khasnya mengaji lingkungan dengan mengangkat tema "Sekolah Lingkungan Masyarakat Perkotaan Kota Pontianak," Rabu (28/9).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

?

"Kami melakukan diskusi ini agar kawan-kawan pengurus dapat memahami fokus capaian program kerjanya. Ini bukti nyata dan keseriusaan kami untuk membangun dan menata ketertiban maupun kebersihan lingkungan. Supaya kota pontianak bisa memberikan contoh teladan, memberikan kesan bersih, rapi dan indah kepada masyarakat," katanya.

Diskusi ini diisi oleh pemateri Deman Huri, Pembina Lembaga Pengkajian dan Studi Arus Informasi Regional (LPS AIR) Pontianak. Beberapa pengurus LPBI NU Kota Pontianak yang hadir aktif membincang tentang lingkungan perkotaan dan tentang komitmen membersihkan lingkungan agar tetap terjaga dan tertata bersih menuju kota hijau.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Daman Heri sebagai pemateri diskusi menyatakan, pemerintah daerah tidak hanya mengeluarkan teguran dan peringatan kepada pedagang, tetapi kebijakan tersebut juga harus diimbangi dengan pengelolaan sampah yang berada di Kota Pontianak. Seperti tempat penampungan sampah (TPS) dan jumlah anggota dalam membersihkan sampah yang ada di pasar tradisonal Kota Pontianak.

Menurutnya, beberapa problem yang harus diatasi di Kota Pontianak adalah kebersihan parit, pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, kemacetan, ketahanan pangan, serta wilayah lindung gambut.

"Pengelolaan pasar dimaksimalkan dengan mengutamakan kebersihan. Serta penataan taman, normalisasi sungai, kebersihan parit dan tersedianya banyak tempat sampah di jalan raya mulai dari sampah kering maupuan sampah basah mesti dipisahkan. Agar pengelolaan sampah serta pencegahan dari dampak marabahayanya bisa dikurangi, tutupnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 22 Februari 2018

Pelajar NU Kroya Siapkan Fasilitator untuk Proses Kaderisasi di Ranting

Cilacap, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Puluhan kader IPNU-IPPNU Kecamatan Kroya, Cilacap, Jawa Tengah menggelar Pelatihan Fasilitator (Latfas) di MI Ma’arif 04 Gentasari, Kroya, Sabtu-Ahad (29-30/10) lalu.

Indra Haris Muttaqien selaku Ketua PAC IPNU Kroya mengungkapkan, bahwa pihaknya kini sedang fokus menata basis. "Pasca pelatihan ini, mereka akan kita terjunkan ke ranting-ranting mengawal program kaderisasi di tingkat ranting," katanya.

Pelajar NU Kroya Siapkan Fasilitator untuk Proses Kaderisasi di Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kroya Siapkan Fasilitator untuk Proses Kaderisasi di Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kroya Siapkan Fasilitator untuk Proses Kaderisasi di Ranting

Hadir sebagai narasumber acara tersebut, Imam Musyafa anggota Fasilitator IPNU Jawa Tengah yang menyampaikan materi fasilitasi.

"Ilmu kefasilitatoran ini ilmu umum, dan dipakai hampir oleh semua organisasi. Jika rekan-rekan tahu ilmu ini, nantinya lebih enak dalam berkomunikasi dan mengelola forum," ungkapnya.

Acara tersebut juga dikawal beberapa senior-senior IPNU setempat. Salah satunya Marwan, yang meski sudah berkeluarga mau menunggui kader muda NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Program kaderisasi ini hal yang paling penting di IPNU, jadi saya kawal, karena dari program itulah diharapkan nantinya muncul tokoh-tokoh NU di masa mendatang," ungkapnya. (Miftahul Khoerot/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri

Tegal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan santri dari berbagai daerah di Kabupaten Tegal berkumpul di halaman Pendopo Amangkurat, Jumat (18/12). Mereka menghadiri deklarasi "Santri Mitra Kamtibmas". Deklarasi ini berhasil memecahkan rekor Muri.

Deklarasi yang digagas oleh Polres Tegal, Pemkab Tegal, dan GP Ansor Tegal ini diikuti santri yang mayoritas adalah pelajar dan pemuda Tegal. Mereka datang berjalan kaki, menggunakan sepeda, sepeda motor, dan truk sejak pukul 06.00.

Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri

Acara  dihadiri Kapolda, Bupati, Kapolres, Dandim dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Tegal. Acara ini dikawal ratusan personel TNI dan Polri lengkap dengan kendaraan taktisnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Deklarasi ini penting untuk membantu ketenteraman dan ketertiban di Tegal," kata Bupati Tegal Ki Enthus Susmono.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan pantuan di lapangan ribuan santri dan ratusan petugas kepolisian yang memadati halaman pendopo Amangkurat ini terlihat menikmati hiburan hadroh yang ditampilkan.

Dengan memakai busana muslim lengkap dengan peci, mereka tampak antusias dan mengikuti lantunan dan gerakan dari lagu yang dinyanyikan oleh anggota grup musik hadroh. (Abdul Wahab/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PMII Malang Adakan Sekolah APBN

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Upaya aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk menciptakan civil sociey di tingkat daerah tidak hanya sekedar wacana. Geliat kader PMII Cabang Malang terlihat pada acara pra Sekolah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dalam diskusi yang dihadiri Mas’ud Said, staf ahli presiden RI, Ahad (24/2) di kantor Cabang PMII, Jalan Mayjen Pandjaitan no 164 Malang.

Dalam diskusi pra acara, staf ahli presiden ini menjelaskan terkait undang-undang (UU) terkait pembelanjaan daerah beserta peta konsepnya. Mengetahui posisi dan perundang-undangan pembelanjaan daerah sangatlah penting untuk mengontrol pembangunan-pembangunan yang dilakukan. “Dengan ini, setiap masyarakat akan mengetahui anggaran untuk daerahnya,” ujar Mas’ud.

PMII Malang Adakan Sekolah APBN (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Malang Adakan Sekolah APBN (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Malang Adakan Sekolah APBN

Sekolah APBD ini akan diselenggarakan 1-3 Maret mendatang, namun diskusi ini tetap dilakukan untuk memantik dan memberi gambaran awal perihal sekolah yang akan berjalan selama tiga hari tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Faisol, sapa akrab Faisol Arifin selaku ketua pelaksana selain berdasarkan rapat kerja (Raker) pengurus cabang, acara ini ditujukan untuk menciptakan civil society dalam mengawal kebijakan-kebijakan pelayanan public kota Malang. “PMII ingin mengawal isu-isu lokal kota Malang,” ungkapnya pada NU online.

Diskusi yang dimulai pada pukul 19.00 ini cukup ramai, antusias kader PMII Malang cukup tinggi, hal itu terlihat dari banyaknya peserta yang hadir meski sedari sore hujan mengguyur kota apel tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 21 Februari 2018

Depag Minta Ormas Islam Lakukan Harmonisasi Hisab dan Rukyah

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Agama H. Maftuh Basyuni meminta agar ormas-ormas Islam besar di Indonesia mengkaji ulang metode hisab dan rukyahnya dan melakukan akomodasi serta harmonisasi agar bisa diwujudkan kesatuan Ramadhan maupun Idul Fitri.

Pernyataan tersebut dikemukakan dalam Silaturrahmi Nasional Ahli Hisab dan Ahli Rukyah yang diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) di Ponpes Al Hikmah 2 Benda Bumiayu Brebes, Kamis malam (6/9).

“Perbedaan ini secara bertahap harus dihilangkan karena harmonisasi akan sangat berarti dalam penentuan Ramadhan dan Idul Fitri,” tuturnya.

Depag Minta Ormas Islam Lakukan Harmonisasi Hisab dan Rukyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Depag Minta Ormas Islam Lakukan Harmonisasi Hisab dan Rukyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Depag Minta Ormas Islam Lakukan Harmonisasi Hisab dan Rukyah

Dikatakannya bahwa penentuan awal bulan Hijriyah ini harus berdasarakan pada kebenaran obyektif, bukan sekedar taklid yang diperparah sikap bangga diri dan kelompok.

“Penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri bukan hanya masalah keagamaan, tetapi juga menyangkut stabilitas, keamanan dan ketenteraman ummat,” katanya.

Maftuh menjelaskan bahwa negera-negera Muslim di dunia selalu satu keputusan dalam penentuan Ramadhan dan Idul Fitrinya seperti yang terjadi di Malaysia, Brunai, Arab Saudi atau Marokko dan masyarakat mematuhinya. Penentuan Ramadhan dan Idul Fitri diserahkan kepada masing-masing organisasi Islam terjadi di negara-negara yang penduduk muslimnya minoritas.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tiap menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, saya selalu deg-degan karena harus mengakomodir pertentangan yang tak berkesudahan,” tuturnya.

Dijelaskannya bahwa hisab dan rukyah tidak bisa dilaksanakan secara terpisah. Ilmu hisab berasal dari pengalaman panjang dalam melakukan hisab dan hisab sendiri tidak akan berarti jika tanpa pembuktian lewat rukyah. “Sebaik apapun metode hisab, kalau tidak bisa dibuktikan, tidak berguna,” tuturnya.

Karena itu Maftuh berpendapat bahwa harus ada harmoni antara hisab dan rukyah agar ilmu falak bisa berkembang dengan baik. “Hisab dan rukyah adalah dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan,” tandasnya. (mkf)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah menempuh perjalanan udara pada Jumat (31/07/15), Delegasi PCNU Pringsewu pada Muktamar NU ke 33 tiba di Kabupaten Jombang yang menjadi tuan rumah hajat Akbar 5 tahunan Jamiyyah Nahdlatul Ulama ini. Delegasi yang terdiri dari 6 orang tersebut langsung melakukan registrasi peserta yang dipusatkan di Gedung Olah Raga Merdeka Jombang.?

"Alhamdulillah proses registrasi berjalan dengan lancar karena PCNU Pringsewu sudah melaksanakan registrasi online sebelumnya. Kami cuma butuh kurang lebih 10 menit untuk menyelesaikan registrasi ," jelasnya.

Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima (Sumber Gambar : Nu Online)
Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima (Sumber Gambar : Nu Online)

Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima

Ke-6 peserta langsung diantarkan menggunakan kendaraan yang khusus digunakan untuk mengantarkan peserta ke masing masing pemondokan. Delegasi PCNU Pringsewu ditempatkan di Komplek MTs Negeri Jombang yang menyatu dengan Komplek Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami disambut dengan pelayanan prima dari Panitia. Kami menilai panitia sudah sangat siap menggelar hajat Muktamar yang baru kali ini digelar di tempat kelahiran NU pada 1926," kata Adi Ben Slamet salah satu delegasi dari Pringsewu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Adi memberikan apresiasi kepada panitia dengan kesigapan dan kesiapan mereka menyiapkan akomodasi bagi para peserta muktamar. "Begitu sampai di Pemondokan, kami diharuskan melakukan rekam finger print -sidik jari- untuk memastikan hanya peserta saja yang dapat memasuki komplek pemondokan," jelasnya.

Adi mengatakan bahwa mengawali aktifitas pertama, delegasi yang terdiri dari KH Ridwan Syuaib, Munawwir, H Taufiqurrahim, KH Hambali, dan Adi Ben Slamet akan melakukan ziarah ke makam para muassis dan tokoh NU seperti Makam Mbah Hasyim, Kyai Wahab, Mbah Wahab, Gus Dur dan lain-lainnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pelaksanaan Apel Santri di alun-alun kabupaten Demak, Kamis (22/10) disambut antusias para santri dan pengasuhnya. Peserta yang semula diprediksi 7000 santri dari 70 pesantren, ternyata mencapai angka 10000 santri dari 117 pesantren. Barisan santri berjubel karena dirapatkan agar semua santri bisa masuk dalam barisan sebagai peserta.

Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak

Mereka sengaja mendatangi alun-alun tanpa kendaraan, namun berjalan kaki dengan maksud mensyiarkan hari bersejarah ini kepada masyarakat. Kedatangan mereka mendadak membuat panitia berkoordinasi dengan Polres Demak untuk pengawalan mobil sebagai pengamanan perjalanan peserta menuju arena apel.

Semangat santri tambah bergelora saat teks Resolusi Jihad yang dibacakan Ketua MWCNU Demak Kiai Yatin Ch (pengasuh pesantren At-Taslim Demak) ? dan ikrar santri oleh Taslim Arief dari pesantren Fathul Huda Sidorejo dengan pekik takbir “Allahu Akbar” usai dibacakan sehingga suara menggema terdengar di arena apel.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah baik tamu undangan di tribun kehormatan maupun peserta apel terlihat mata mereka berkaca-kaca bahkan ada yang meneteskan air mata. Hal ini juga diakui Sekretaris MWCNU Kota Demak M Aly Murtadlo.

“Saya tidak menduga ternyata para pengasuh pesantren dan santrinya memiliki semangat begitu tinggi di mana para santri dan kiai mendapatkan apresiasi dengan penetapan Hari Santri,” kata Gus Ali di arena apel.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kesempatan yang sama pengasuh pesantren Barokatul Qur’an Megonten Kecamatan Kebon Agung Demak KH Ali Subhan AH merasa bangga dengan semangat santri yang begitu membara di mana pemerintah telah menetapkan Hari Santri sebagai wujud penghargaan pemerintah pada ulama, kiai, dan santri dalam membela dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Alhamdulillah sudah ada pengakuan dari pemerintah kiprah dan jasa para kiai dan santrinya dalam membela negara ini,” tutur Kiai Ali.

Dalam apel tampak hadir Kapolres Demak, Dandim, Kajari, Ketua MUI KH Moh Asyiq, Rais Syuriyah KH Alawy Mas’udi, selaku Pembina upacara Musytasar KH Moch Dachirin Said. Sementara do’a dipimpin Mustasyar NU KH Zainal Arifin Maksum. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Daerah, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia

Dubai, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketegangan Muslim Sunni dengan Syiah adalah ancaman terbesar bagi keamanan dunia, kata menteri luar negeri Iran dalam tanggapan disiarkan pada Senin, dengan menuduh negara Arab Sunni "mengipasi api" sengketa aliran.

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia

Perang saudara semakin bersifat aliran di Suriah menyeret kekuatan kawasan dengan Iran -yang Syiah- mendukung Presiden Bashar Assad dan negara Sunni teluk Arab dan terutama Sunni Turki membantu pemberontak, lapor Reuters.

Kemelut itu mengancam meluas ke negara terbagi antara Sunni dengan Syiah, seperti, Lebanon dan Irak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketegangan aliran adalah ancaman keamanan paling tinggi, tidak hanya untuk kawasan itu, tapi untuk dunia pada umumnya, kata Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif kepada jaringan berita Inggris BBC.

"Saya pikir kita perlu memahami bahwa perpecahan aliran di dunia Islam adalah ancaman bagi kita semua," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Zarif, didikan Amerika Serikat dan mantan duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyeru kekuatan kawasan secara bersama menyelesaikan kemelut di Suriah.

Ia adalah tokoh dalam upaya Presiden Hassan Rouhani meredakan ketegangan Iran dengan dunia luar.

"Saya pikir, kita semua," katanya, "Terlepas dari perbedaan kita tentang Suriah, perlu bekerja sama pada masalah aliran."

Namun, kata BBC, tanpa menyebut langsung nama negara, Zarif menuduh pemimpin Arab Sunni "mengipasi api" kekerasan aliran.

"Urusan memicu ketakutan adalah urusan umum," katanya, "Seharusnya, tak seorang pun mencoba mengobarkan api kekerasan aliran. Kita harus menguasainya, mendekatinya, mencoba menghindari sengketa, yang akan merugikan keamanan semua orang." (antara/mukafi niam)

Foto: Huffingtonpost

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, RMI NU, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 20 Februari 2018

Syekh Mutamakkin, Referensi Keilmuan Pesantren

Pati, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sejarah keagamaan di kawasan Nusantara, ditentukan oleh pola dakwah yang merakyat dan mengadaptasi nilai-nilai lokal. Praktik keagamaan inilah yang dijalankan Syekh Mutamakkin dalam menyebarkan Islam di pesisir Jawa, khususnya di Pati.

Kisah kehidupan Syekh Mutamakkin ini diulas kembali oleh penulis buku “Syekh Mutamakkin: Perlawanan Kultural Agama Rakyat" Zainul Milal Bizawie di auditorium Madrasah Salafiyyah Kajen, kabupaten Pati, Kamis (18/9).

Syekh Mutamakkin, Referensi Keilmuan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Mutamakkin, Referensi Keilmuan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Mutamakkin, Referensi Keilmuan Pesantren

Pada bedah buku yang difasilitasi RMI PCNU Pati dan Penerbit Pustaka Compass ini, Milal menganjurkan santri masa kini untuk menengok kembali riwayat dan sanad keilmuan pesantren.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pemahaman tentang sejarah ulama, menguatkan kepercayaan diri para santri dalam menghadapi tantangan zaman. Santri juga akan kuat ideologinya dengan menjadikan ulama sebagai pedoman dan referensi keilmuan," ungkap Milal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mendorong para santri untuk menulis riwayat para guru mereka. “Kisah Syekh Mutamakkin menjadi referensi bagaimana santri berjuang untuk belajar, menempuh perjalanan panjang untuk mencari ilmu, dan mengabdi bagi penyebaran pengetahuan di masyarakat," ujar Milal.

Buku "Syekh Mutamakkin" karya Milal ini mengisahkan genealogi keilmuan komunitas pesantren di kawasan pesisir Jawa. Syekh Mutamakkin menyebarkan Islam di Kajen dan Cebolek, Pati yang kemudian keturunannya menyebar ke pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Senada dengan Milal, Sekretaris RMI NU Pati Saifur Rijal mendorong para santri untuk giat membaca dan menulis. “Para santri sekarang perlu mengetahui tentang sejarah ulama dan guru-gurunya. Kalau tidak paham sejarah, maka tidak akan punya pendirian yang kuat," tandas Rijal. (Muna Aziz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Melestarikan Syiiran dengan Wujudan

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Syiir Aqaid Seket atau masyarakat biasa menyebutnya wujudan merupakan wujud dari pelestarian budaya syiiran. 

Kata wujudan berasal dari cuplikan syiir yang di dalamnya menjelaskan tentang ajaran tauhid yang wajib diimani. Ajaran tersebut meliputi 20 sifat wajib Allah, 20 sifat muhal (mustahil) bagi Allah, 1 sifat jaiz bagi Allah SWT, 4 sifat wajib bagi rasul, 4 sifat mustahil bagi Rasul, dan 1 sifat jaiz bagi Rasul yang jika dijumlah keseluruhannya menjadi 50 atau seket (dalam bahasa Jawa), sehingga disebut syiir Aqoid Seket.

Melestarikan Syiiran dengan Wujudan (Sumber Gambar : Nu Online)
Melestarikan Syiiran dengan Wujudan (Sumber Gambar : Nu Online)

Melestarikan Syiiran dengan Wujudan

Wujudan biasanya dilantunkan setiap malam sepanjang Ramadhan setelah shalat Tarawih dan sebelum tadarus Al-Qur’an oleh jamaah secara bersamaan.

“Untuk melantunkan syiir ini biasa diiringi kentongan atau bedug. Akan tetapi, di mushalla ini berbeda, yaitu diiringi terbang Jawa, di mana paduan antara pukulan terbang dan suara. Para penabuh harus melakukan koordinasi dan kerjasama agar menjadi suatu pola yang baik,” tutur Tri Yulianto (19) salah satu penabuh terbang. (27/5) Sabtu malam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

“Apa yang kita lantunkan kemudian kita iringi ini termasuk seni rodat atau biasa disebut kemplingan,” imbuhnya.

Syiiran merupakan bentuk karya sastra Islam yang menunjukkan bahwa para mubaligh mengenal betul akan karya-karya Islam, sehingga menuangkannya dalam bentuk bahasa Jawa agar mudah dipahami oleh masyarakat, seperti syiir Aqoid Seket yang menggunakan logat bahasa daerah Wonosobo. Dan yang lebih mengagumkan adalah jenis nada atau vokal yang diciptakan oleh mubaligh menunjukkan karakter suara yang khas, atau lebih terasa sebagai bersahaja seperti orang desa yang hidupnya bersahaja, jujur, tegas, dekat dengan alam dan Tuhan.

Salah satu nadhir mushalla Asy-Syukron Ahmad Shohari (80) mengatakan,”Wujudan itu sendiri dilantunkan setiap malam selama bulan Ramadhan, dan sudah berlangsung bertahun tahun dari generasi ke generasi secara bersamaan, setelah shalat Tarawih. Tidak jelas siapa pengarang syi’ir tersebut. Ada yang menyebutkan itu karya dari KH Abu Darda’ Sigedong, Kepil, Wonosobo, ada pula yang menyebutnya dari KH Asnawi Umar, Pangen, Purworejo. Belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut, yang jelas ini karya para mubaligh masa lalu, oleh karena itu sebagai wujud budaya kita harus melestarikannya.”  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syiiran adalah suatu khasanah sastra Islam Jawa yang berbentuk nadhom yang dilagukan sebagai sebuah budaya yang melekat dengan kehidupan di masyarakat. Intinya adalah sebagai pengajaran dan pengamalan dari ajaran agama tentang ketauhidan Ahlussnunnah wal Jama’ah. Dan juga bisa jadi hiburan untuk masyarakat.(Mukhamad Khusni Mutoyyib/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 18 Februari 2018

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) giliran diselenggarakan di Jombang Jawa Timur selama tiga hari, Jum’at-Ahad (6-8/3). Pembukaan Jum’at sore kemarin dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dan dan para instruktur kaderisasi dari PBNU Jakarta.

Lokasi PKPNU sengaja dipilih agak jauh dari pusat kota Jombang, yakni Pondok Pesantren Babus Salam, Kalibening, Mojoagung.

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang

PKPNU di Jombang kali ini tidak hanya diikuti para kader dari kabupaten Jombang. Peserta juga datang dari perwakilan kader beberapa cabang NU seperti Batu, Lamongan, Kediri, dan Nganjuk.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sengaja kita mengundang dari beberapa cabang NU untuk menjadi peserta, karena semua materi dan tim pelatih langsung dari PBNU," kata Sholahul Am Notobuwono, ketua pelaksana PKPNU Jombang.

Dari Jakarta, H As’ad Said Ali datang bersama para instruktur kaderisasi dari PBNU diantaranya Abdul Mun’im DZ yang juga wakil sekjen PBNU asal Jombang, Enceng Shobirin Najd dan Adnan Anwar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir dalam pembukaan PKPNU Jombang KH Masduqi Abdurrahman Al Hafidz, KH Hasib Abdul Wahab Chasbullah, KH Wazir Aly, Munif Kusnan Wakil ketua PCNU Jombang, serta KH Salmanuddin dan para pengasuh Pesantren Babus Salam lainnya.

"Saya berharap peserta bisa mengikuti dengan serius pelatihan kader ini, karena moment ini jarang ada. Ke depan para kader bisa menjadi penggerak NU dimasing masing daerahnya," pinta Munif Kusnan mewakili Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik yang hadir di hari ketiga mengatakan, PKPNU di tingkat pusat telah dilaksanakan sebanyak 12 kali di Pusdiklat NU Rengasdengklok Karawang dan diikuti sekitar 270 kader NU dari berbagai daerah di Indonesia. PKPNU juga telah bergulir di sejumlah daerah sebanyak 60 kali yang diikuti 2000-an kader NU.

Ditambahkan Masyhuri Malik, selain PKPNU bagian lain dari kaderisasi PBNU adalah Forum Strategis NU (Forgisnu) yang telah beberapa kali diselenggarkan di Rengasdengklok. Jika PKPNU melibatkan para pengurus dan calon pengurus NU, Forgisnu merupakan forum komunikasi antar kader NU yang telah aktif di luar, baik di dunia profesi dan bidang keahlian, bisnis, birokrasi, maupun akademisi. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ramadhan Berkah, Guru Berprestasi Dapat Bingkisan

Brebes,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebagai wujud penghargaan atas pengabdian dan kinerja yang telah dilakukan pegawai di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Brebes, guru dan TU yang berprestasi mendapatkan bingkisan dari sekolah. Bingkisan diserahkan di akhir tahun pelajaran 2015/2016 setelah yang bersangkutan mendapatkan penilaian dari dewan juri.

Ramadhan Berkah, Guru Berprestasi Dapat Bingkisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan Berkah, Guru Berprestasi Dapat Bingkisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan Berkah, Guru Berprestasi Dapat Bingkisan

“Untuk melihat sejauh mana kinerja para guru dan TU, kami menggelar Lomba Guru dan TU berprestasi,” kata Kepala MAN 1 Brebes Drs H Tobari MAg usai menyerahkan bingkisan, di aula sekolah setempat, Sabtu (18/6).

Menurut Tobari, lomba ini mampu menjadi daya pacu bagi guru dan karyawan untuk lebih meningkatkan prestasi dan kinerjanya. Meskipun bingkisannya tidak seberapa, tetapi mampu menggairahkan semangat dan menjadi sarana untuk saling koreksi dan introspeksi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setelah melalui proses penilaian yang panjang, untuk kategori guru berprestasi, juara 1 diraih Hj Nurbadriyah SPd, juara 2 Dra Hj Nur Hidayah MPd dan juara 3 Dra Nafiroh Sriwiyanti. Untuk kategori TU/Karyawan, juara 1 Nurkholis SPdI, juara 2 Sobirin dan juara 3 Arif Satpam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Panitia penyelenggara Sunata menjelaskan, para dewan juri yang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan OSIS ini menilai secara terbuka. Unsur yang dinilai meliputi disiplin, kinerja, administrasi, pelaporan, ahlak, partisipasi dalam kegiatan sekolah, kepedulian, dan prestasi yang bersangkutan.

Salah seorang pemenang lomba Arif Satpam mengaku gembira dengan adanya lomba ini. Karena baginya penilaian seorang Kepala Sekolah atau guru-guru lain dan para siswa bisa mendorong dirinya bekerja lebih giat lagi. Meskipun menurutnya, penilaian yang hakiki hanya dari Allah SWT. “Saya senang dapat juara, karena bisa memacu saya untuk bekerja lebih giat lagi,” ungkapnya.

Arif juga mengaku hadiah yang diterimanya merupakan berkah di bulan Ramadhan. “Kebetulan anak saya pengin beli baju lebaran, tak disangka dapat juara, ya Alhamdulillah,” ungkapnya polos. (wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 17 Februari 2018

Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya

Yangon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pemberontak Muslim Rohingya mengatakan, 10 orang Rohingya yang ditemukan di kuburan massal di Rakhine State pada akhir bulan lalu bukan lah bagian dari anggota kelompok mereka, namun warga sipil yang tak berdosa seperti dikutip Reuters, Sabtu (13/1).

"Kami (ARSA) dengan ini menyatakan bahwa 10 warga sipil Rohingya yang tidak berdosa yang ditemukan di kuburan massal di Tragedi Desa Inn Din bukanlah ARSA maupun asosiasi dengan ARSA," kata kelompok tersebut.

Awal pekan ini, militer Myanmar mengatakan bahwa tentaranya telah membunuh 10 Muslim teroris yang tertangkap selama serangan gerilya pada awal September lalu, setelah penduduk desa Buddha memaksa orang-orang yang ditangkap tersebut masuk ke dalam kuburan yang mereka gali. 

Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya

Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) atau kelompok pemberontak Muslim Rohingya menyerang pos keamanan tentara Myanmar mulai Agustus tahun lalu, lalu militer Myanmar melakukan operasi dan serangan besar-besaran terhadap mayoritas Muslim di bagian utara Rakhine. Menyambut itu, ARSA melawan kejahatan perang yang dilakukan tentara teroris Myanmar.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Pemerintah Myanmar Zaw Htay membela diri dan yakin bahwa yang dibunuh tentara Myanmar adalah teroris Muslim Rohingya. Ia mengatakan, kadang kala teroris dan penduduk desa bersekutu dalam melakukan serangan terhadap militer Myanmar. Bahkan, ia berdalih kesulitan dalam membedakan mana yang teroris dan mana penduduk desa yang tidak bersalah.  

"Kami telah mengatakan bahwa sangat sulit untuk memisahkan siapa teroris dan penduduk desa yang tidak bersalah. Akan ada proses investigasi yang sedang berlangsung apakah mereka anggota ARSA atau tidak," katanya. (Red: Muchlishon Rochmat)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Humor Islam, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah