Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Syekh Mutamakkin, Referensi Keilmuan Pesantren

Pati, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sejarah keagamaan di kawasan Nusantara, ditentukan oleh pola dakwah yang merakyat dan mengadaptasi nilai-nilai lokal. Praktik keagamaan inilah yang dijalankan Syekh Mutamakkin dalam menyebarkan Islam di pesisir Jawa, khususnya di Pati.

Kisah kehidupan Syekh Mutamakkin ini diulas kembali oleh penulis buku “Syekh Mutamakkin: Perlawanan Kultural Agama Rakyat" Zainul Milal Bizawie di auditorium Madrasah Salafiyyah Kajen, kabupaten Pati, Kamis (18/9).

Syekh Mutamakkin, Referensi Keilmuan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Mutamakkin, Referensi Keilmuan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Mutamakkin, Referensi Keilmuan Pesantren

Pada bedah buku yang difasilitasi RMI PCNU Pati dan Penerbit Pustaka Compass ini, Milal menganjurkan santri masa kini untuk menengok kembali riwayat dan sanad keilmuan pesantren.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pemahaman tentang sejarah ulama, menguatkan kepercayaan diri para santri dalam menghadapi tantangan zaman. Santri juga akan kuat ideologinya dengan menjadikan ulama sebagai pedoman dan referensi keilmuan," ungkap Milal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mendorong para santri untuk menulis riwayat para guru mereka. “Kisah Syekh Mutamakkin menjadi referensi bagaimana santri berjuang untuk belajar, menempuh perjalanan panjang untuk mencari ilmu, dan mengabdi bagi penyebaran pengetahuan di masyarakat," ujar Milal.

Buku "Syekh Mutamakkin" karya Milal ini mengisahkan genealogi keilmuan komunitas pesantren di kawasan pesisir Jawa. Syekh Mutamakkin menyebarkan Islam di Kajen dan Cebolek, Pati yang kemudian keturunannya menyebar ke pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Senada dengan Milal, Sekretaris RMI NU Pati Saifur Rijal mendorong para santri untuk giat membaca dan menulis. “Para santri sekarang perlu mengetahui tentang sejarah ulama dan guru-gurunya. Kalau tidak paham sejarah, maka tidak akan punya pendirian yang kuat," tandas Rijal. (Muna Aziz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 18 Februari 2018

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) giliran diselenggarakan di Jombang Jawa Timur selama tiga hari, Jum’at-Ahad (6-8/3). Pembukaan Jum’at sore kemarin dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dan dan para instruktur kaderisasi dari PBNU Jakarta.

Lokasi PKPNU sengaja dipilih agak jauh dari pusat kota Jombang, yakni Pondok Pesantren Babus Salam, Kalibening, Mojoagung.

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang

PKPNU di Jombang kali ini tidak hanya diikuti para kader dari kabupaten Jombang. Peserta juga datang dari perwakilan kader beberapa cabang NU seperti Batu, Lamongan, Kediri, dan Nganjuk.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sengaja kita mengundang dari beberapa cabang NU untuk menjadi peserta, karena semua materi dan tim pelatih langsung dari PBNU," kata Sholahul Am Notobuwono, ketua pelaksana PKPNU Jombang.

Dari Jakarta, H As’ad Said Ali datang bersama para instruktur kaderisasi dari PBNU diantaranya Abdul Mun’im DZ yang juga wakil sekjen PBNU asal Jombang, Enceng Shobirin Najd dan Adnan Anwar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir dalam pembukaan PKPNU Jombang KH Masduqi Abdurrahman Al Hafidz, KH Hasib Abdul Wahab Chasbullah, KH Wazir Aly, Munif Kusnan Wakil ketua PCNU Jombang, serta KH Salmanuddin dan para pengasuh Pesantren Babus Salam lainnya.

"Saya berharap peserta bisa mengikuti dengan serius pelatihan kader ini, karena moment ini jarang ada. Ke depan para kader bisa menjadi penggerak NU dimasing masing daerahnya," pinta Munif Kusnan mewakili Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik yang hadir di hari ketiga mengatakan, PKPNU di tingkat pusat telah dilaksanakan sebanyak 12 kali di Pusdiklat NU Rengasdengklok Karawang dan diikuti sekitar 270 kader NU dari berbagai daerah di Indonesia. PKPNU juga telah bergulir di sejumlah daerah sebanyak 60 kali yang diikuti 2000-an kader NU.

Ditambahkan Masyhuri Malik, selain PKPNU bagian lain dari kaderisasi PBNU adalah Forum Strategis NU (Forgisnu) yang telah beberapa kali diselenggarkan di Rengasdengklok. Jika PKPNU melibatkan para pengurus dan calon pengurus NU, Forgisnu merupakan forum komunikasi antar kader NU yang telah aktif di luar, baik di dunia profesi dan bidang keahlian, bisnis, birokrasi, maupun akademisi. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 30 Januari 2018

Gubernur Aceh: Islam Sangat Menghargai Keberagaman

Banda Aceh, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bersyukurlah dengan Indonesia yang beragam. Islam mengajarkan untuk menghormati keberagaman. Maka sangat tepat jika tema Pentas PAI 2017 di Aceh ini mengangkat tema keberagaman yang dipadu dengan keberagamaan.

Gubernur Aceh: Islam Sangat Menghargai Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Aceh: Islam Sangat Menghargai Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Aceh: Islam Sangat Menghargai Keberagaman

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Provinsi Aceh, Irwandi Yusuf ketika memberikan sambutan dalam acara pembukaan Pekan Keterampilan dan Seni (Pentas) Pendidikan Agama Islam (PAI), Senin (9/10) malam di Taman Sulthanan Shafiatuddin Banda Aceh.

“Islam sangat menghargai keberagaman. Tidak membedakan suku, agama, bahasa, dan lain-lain karena yang dilihat oleh Allah adalah ketaqwaan seseorang,” tegas Irwandi Yusuf dihadapan ribuan hadirin yang memadati tempat pembukaan termasuk warga Aceh yang terlihat antusias melihat berbagai pertunjukan budaya di dalamnya.

Gubernur yang mahir menerbangkan pesawat ini juga menyatakan, seharusnya umat Islam sebagai mayoritas menjaga saudara sebangsa yang minoritas. Menurutnya, dimana ada Islam, di situ ada kedamaian dan perlindungan.

“Umat Islam tidak boleh defensif karena tabiat defensif adalah tanda orang tertekan,” jelas pria kelahiran Bireuen 57 tahun yang lalu ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Irwandi memandang, justru yang terlihat di dalam Islam selama ini cenderung reaktif dan hiperaktif. Merasa tersinggung langsung berbuat ekstrim dan anarkis. Dia pun mencontohkan ketika di Aceh terjadi konflik antaragama dalam kasus pembakaran rumah ibadah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sebenarnya siapa yang mayoritas harus melindungi minoritas, karena dalam Islam tidak pernah kita diperintah untuk menyerang dan merusak rumah ibadah,” terang Dokter Hewan lulusan Universitas Syiah Kuala Aceh ini.

Lebih jauh, dia menerangkan hukum perang yang diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam kondisi perang, dilarang menyakiti perempuan dan anak-anak, dilarang merusak tanaman, dilarang membunuh musuh yang sudah menyatakan mnyerah, dan merusak rumah ibadah.

“Itu dalam kondisi perang, apalagi dalam suasana damai seperti sekarang. Kita sebagai umat Islam harus menjaga perdamaian dan menghormati sesama,” tutur pria yang pernah menjadi Tim Perunding GAM di Helsinki, Finlandia ini.

Dalam perhelatan Pentas PAI 2017 yang pertama kali digelar di luar Pulau Jawa ini, Irwandi yang juga pernah menjabat Gubernur Aceh pada periode 2007-2012 ini berharap, anak didik tidak hanya bersaing dalam lomba, tetapi juga saling mengenal satu sama lain.

“Semoga para siswa semakin cinta akan keberagaman dan siap menyongsong masa depan gemilang,” tandas Gubernur. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 28 Januari 2018

PMII Ciputat Ajak Civitas UIN Simpatik atas Kasus Salim Kancil

Ciputat, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kematian tragis salah seorang petani penolak tambang pasir di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, mengetuk hati masyarakat Indonesia untuk menyampaian solidaritas, tak terkecuali mahasiswa.

Atas peristiwa tersebut, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ciputat menggelar aksi solidaritas di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas membentangkan poster dan juga bendera PMII.

PMII Ciputat Ajak Civitas UIN Simpatik atas Kasus Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ciputat Ajak Civitas UIN Simpatik atas Kasus Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ciputat Ajak Civitas UIN Simpatik atas Kasus Salim Kancil

Aksi yang berlangsung Kamis (1/10) ini dimulai dari depan Fakultas Tarbiyah yang kemudian berjalan menuju taman Fakultas Sains Teknologi dan Fakultas Ekonomi Bisnis. Lalu, massa bergerak menuju taman Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Setelah itu berhenti di Fakultas Adab dan Humaniora dan Fakultas Syariah dan Hukum. Hingga berakhir di depan pintu masuk UIN Jakarta. Setiap taman Fakultas yang disinggahi, mereka berorasi dan mengajak kepada seluruh civitas akademika UIN Jakarta untuk turut bersimpati.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami mengangkat tema ‘Ciputat Berduka Cita Atas Meninggalnya Salim Kancil’, dengan maksud membuka setiap mata para civitas akademika UIN Jakarta bahwa ada pelanggaran HAM dalam peristiwa yang menimpa saudara kita di Lumajang,” ujar Abdurrahman Wahid selaku koordinator lapangan aksi.

Dalam aksi tersebut, mahasiwa menuntut pemerintahan Lumajang agar segera menyelesaikan kasus tersebut, dan menghukum seberat-beratnya pelaku yang telah menganiaya korban penganiayaan, Tosan; serta korban pembunuhan sadis, Salim Kancil.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tidak hanya berorasi, mereka juga membawa kotak donasi untuk Tosan yang masih dirawat. Aksi solidaritas tersebut juga diwarnai dengan puisi untuk Salim dan drama teatrikal. Aksi yaang sempat membuat macet jalan raya depan kampus UIN Jakarta ini berlangsung lancar dan damai. (Dany Setiyawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Fragmen, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mars Fatayat pun Bergema di Hongkong

Bait-bait mars Fatayat NU bergema di gedung Leaders Dancer Shuengwan Hongkong, China, pada acara pengajian akbar dan dzikir senandung munajat pada Ahad siang (6/1) lalu. Kegiatan tersebut digelar atas nama Jamaah Al-Ikhlas Mujahidah bekerjasama dengan 3G.

Fatayat Nahdlatul Ulama

Teladan pemudi utama

Mars Fatayat pun Bergema di Hongkong (Sumber Gambar : Nu Online)
Mars Fatayat pun Bergema di Hongkong (Sumber Gambar : Nu Online)

Mars Fatayat pun Bergema di Hongkong

Berguna bagi nusa bangsa

Menjunjung tinggi agama

Fatayat Nahdlatul Ulama

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wanita berpribadi luhur

Setia trampil dan jujur

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nuju masyarakat adil makmur

Mars Fatayat NU dikumandangkan karena penggerak-penggerak majelis itu adalah aktivis Fatayat NU, baik ketika di tanah air dan dikembangkan di Hongkong melalui Fatayat NU Imroatu Zahro (Imza). 

Buah karya H Mahbub Djunaidi tersebut dinyanyikan 21 anggota Fatayat dengan tujuan memperkenalkan kepada hadirin bahwa di Hongkong ada rintisan PCINU yang diprakarsai Fatayat dan Muslimat.

Tidak ada yang komplain mars tersebut dinyanyikan karena kebanyakan hadirin yang berprofesi sebagai buruh migran Indonesia (BMI) di Hongkong adalah warga NU. 

“Mereka juga termasuk Fatayat dan anggota rintisan PCINU juga, sehingga mars dimasukkan dalam acara. Pada bulan Februari nanti baru Fatayat akan membuat acara khusus,” jelas Umi Muawanah, salah seorang penggerak Fatayat Hongkong, Senin (7/1) melalui surat elektronik.

Pengajian akbar dan dzikir dipimpin KH Imam Hanbali, Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Aliya dan Majelis Dzikir Rahmatal Lilalamin Surabaya serta pengasuh 3G. Sementara pelantun senandung shalawat adalah Abdul Muid dari Çepu, Jawa Tengah.

Imam Hanbali, dalam tausiyahnya mengatakan kegiatan semacam itu bisa menambah syiar dan istiqomah. Ia juga mengatakan membaca  shalawat  dan senandung munajat adalah dzikir, dan doa termasuk Istighotsah. 

Dan istighotsah boleh sebisanya. Misal bisanya "Laahaula wa laa quwwata illaa billaahil aliyyil adziim", ya membaca itu saja, yang penting istiqomah dan yaqin, pasti akan diqobulkan hajatnya.

Kegiatan yang berlangsung digedung berkapasitas 700 orang tersebut, diikuti sekitar 500 orang buruh migran Indonesia (BMI) yang bekerja di Hongkong. 

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis     : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

Di antara ketimpangan yang sangat mencolok di Indonesia adalah soal kepemilikan tanah. Ketimpangan ini bahkan melebihi rasio gini distribusi kekayaan secara umum. Segelintir konglomerat menguasai jutaan hektare tanah yang digunakan untuk pengusahaan hasil hutan dan kayu, hutan tanaman industri, dan perkebunan atau sebagai daerah pertambangan. Di sisi lainnya, jutaan petani tidak memiliki lahan. Mereka terpaksa menjadi buruh tani atau merantau ke kota guna mencari nafkah. Dari tahun ke tahun, jumlah petani gurem bahkan terus bertambah.

Di perkotaan, tempat di mana harga tanah sudah sangat mahal, para pengembang raksasa telah menguasai bank tanah dengan luasan ribuan hektare pada lokasi-lokasi strategis. Rakyat biasa dengan penghasilan pas-pasan, harus membayar cicilan rumah yang mencekik dengan durasi waktu sampai 20 tahun. Sebagian terpaksa membeli rumah di pinggiran kota yang memerlukan akses sampai dengan dua jam perjalanan menuju tempat kerja. Akibatnya produktivitas kerjanya menurun karena sebagian waktunya dihabiskan di jalanan. Banyak pula yang dari tahun ke tahun terpaksa harus mengontrak dan kehilangan harapan memiliki rumah karena harganya dari waktu ke waktu terus melangit.?

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

?

Persoalan tanah ini dari tahun ke tahun terus membesar dan menjadi bom waktu yang akan menimbulkan persoalan sosial di masyarakat jika tidak segera diatasi. Berbagai konflik agraria yang muncul di publik telah menimbulkan korban jiwa. Konflik ini selalu berlarut-larut dengan ongkos besar yang tidak terjangkau oleh rakyat biasa. Akhirnya mereka mengandalkan tenaga dan solidaritas sesama atau pihak bermodal kuat dalam mengatasi konflik tersebut.

Wacana reforma agraria untuk mengatasi sejumlah persoalan terkait pertanahan kini menjadi salah satu program Presiden Joko Widodo. Presiden-presiden sebelumnya juga sudah mewacanakan hal yang sama, tetapi sampai kekuasaan mereka berakhir, belum terlaksana. Jangan sampai, apa yang disampaikan Jokowi juga tidak terlaksana dengan baik mengingat umur kekuasaannya yang tak akan lama lagi, kecuali dia terpilih untuk periode yang kedua. Ada kepentingan pemilik modal yang kini menguasai jutaan hektare tanah agar aset mereka tetap aman.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Persoalan ketimpangan pemilikan tanah ini merupakan salah satu materi yang akan dibahas di musyawarah nasional (munas) dan konferensi besar (konbes) NU di Lombok akhir November 2017 ini. Jutaan warga NU merupakan sebagian dari kelompok yang menjadi korban atas ketidakadilan pemilikan tanah ini. Akibatnya, mereka terjebak dalam situasi kemiskinan, yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi petani, tanah merupakan modal dalam berusaha. Bagi masyarakat Jawa, ada istilah sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi pati,? yang artinya biarpun sedikit kehormatan dan tanah harus dibela mati-matian.

Langkah redistribusi lahan yang digagas oleh pemerintah adalah melalui reforma agraria dengan total sembilan juta hektare lahan yang akan dibagikan kepada rakyat miskin. Tanah ini berasal dari 0,6 juta hektare tanah transmigrasi yang belum bersertifikat, 3,9 juta hektare tanah legalisasi aset masyarakat, 0,4 juta hektare tanah terlantar, dan 4,1 juta hektare tanah pelepasan kawasan hutan.?

Upaya redistribusi lahan juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jangan sampai menimbulkan moral hazard, yakni ketika orang-orang yang tidak berhak mendapatkan lahan turut mendapat bagian, lalu dijual kembali sedangkan orang yang seharusnya mendapat bagian lahan malah tidak mendapat apa-apa karena tidak memiliki akses terhadap kekuasaan. Berbagai pola distribusi yang tidak tepat sasaran telah berulangkali terjadi sehingga harus menjadi pelajaran.

Selanjutnya, sekadar membagikan lahan lalu menyerahkan sepenuhnya kepada para petani untuk menggarapnya juga bisa menimbulkan kagagalan. Semasa program transmigrasi pada era Orde Baru, para penduduk sekadar dipindah dari daerah-daerah yang padat ke lokasi baru yang tidak ada apa-apanya. Infrastruktur yang tidak memadai, jenis tanah dan hama yang tidak dikenal, dan berbagai kesulitan lain yang semuanya harus diatasi sendiri. Tidak ada dukungan pemasaran atau bantuan lain yang menunjang keberhasilan program tersebut. Akibatnya, banyak transmigran yang kemudian pulang kembali ke daerah asalnya dengan membawa kekecewaan dan tetap dalam kondisi kemiskinan.

Bantuan pemasaran atau penyuluhan pertanian kini semakin mudah dengan perkembangan teknologi sehingga meningkatkan probabilitas keberhasilan pengelolaan lahan yang sebelumnya masih hutan atau diterlantarkan yang kemudian dimasukkan dalam program reforma agraria ini.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan sedemikian banyak orang yang berkepentingan terhadap tanah ini, semua pihak harus terus mendorong agar reforma agraria berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Jangan sampai, upaya yang baik ini malah menjadi persoalan baru karena kesalahan dalam pengelolaan. Warga NU akan menjadi salah satu pihak yang mendapat manfaat terciptanya keadilan ini jika program ini berjalan dengan baik. (Ahmad Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Pemurnian Aqidah, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 14 Januari 2018

Permudah Siswa Daftar Sekolah, Pelajar NU Kedung Asem Buka Konsultasi PPDB

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam memudahkan masyarakat untuk mendaftarkan sekolah, Pimpinan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) bersama NU Ranting Kedung Asem Kecamatan Rungkut Surabaya membuat Program Konsultasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Permudah Siswa Daftar Sekolah, Pelajar NU Kedung Asem Buka Konsultasi PPDB (Sumber Gambar : Nu Online)
Permudah Siswa Daftar Sekolah, Pelajar NU Kedung Asem Buka Konsultasi PPDB (Sumber Gambar : Nu Online)

Permudah Siswa Daftar Sekolah, Pelajar NU Kedung Asem Buka Konsultasi PPDB

Program konsultasi ini sudah dimulai sejak 25 Juni 2016 dan akan berakhir pada tanggal 1 Juli 2016 yang bertempat di gedung MWCNU Kecamatan Rungkut Surabaya. Tujuan dari program ini untuk membantu ? siswa yang mengalami kebingungan dalam menentukan sekolah setelah mengikuti Tes Formal masuk SMPN atau SMAN se-Surabaya.

"Prosedur untuk mengikuti layanan Konsultasi PPDB ini tergolong mudah. Siswa cukup mengisi formulir pendaftaran, lalu segera Tim Konsultan akan memanggil nama peserta didik yang sudah terdaftar untuk melakukan proses layanan konsultasi," ujar Ketua IPNU Kedung Asem, Muhammad Bagus.

Menurutnya, program ini akan terus dikembangkan supaya bisa bermanfaat bagi pelajar secara umum. "Ingin kita, ayo teman-teman kumpul nanti kita belajar bersama menganalisis probabilitas Nilai Siswa untuk masuk SMPN atau SMAN di Surabaya," lanjut Bagus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua NU Ranting Kedung Asem, Moch. Yusuf, S.A menjelaskan bahwa Konsultasi PPDB ini tahun depan akan kami tingkatkan untuk keperluan calon Mahasiswa. "Ini sedang kami matangkan formula tentang bagaimana menghitung Probabilitas Nilai UN pelajar NU bisa masuk Perguruan Tinggi," pungkasnya. (Rof Maulana/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 10 Januari 2018

Sebelum Wafat, Neng Oot Cuci Kain Kafan Pakai Zamzam

Sumenep, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Keluarga besar Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur berduka. Salah seorang putri pengasuh Annuqayah, Nyai Khotibatul Ummah binti KH A Warits Ilyas, wafat akibat pendarahan setelah melahirkan putri pertamanya, Sabtu (6/2).

Usai meninggal dunia, di kamar almarhumah ditemukan sebundel kain kafan lengkap dengan keterangan yang ia tulis-tangan sendiri; bahwa kain kafan itu telah dicuci dengan air Zamzam berikut kutipan ayat-ayat Al-Qur’an tentang kematian yang pasti akan datang.

Sebelum Wafat, Neng Oot Cuci Kain Kafan Pakai Zamzam (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Wafat, Neng Oot Cuci Kain Kafan Pakai Zamzam (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Wafat, Neng Oot Cuci Kain Kafan Pakai Zamzam

Salah seorang kiai muda Annuqayah, M Mushthafa menjelaskan, kepergiannya sungguh mengejutkan. Berita wafatnya Neng Oot, panggilan akrab Khathibatul Ummah, hingga saat ini masih terasa sulit dipercaya. Tapi begitulah ajal: ia bisa datang kapan saja, dengan atau tanpa alasan yang jelas.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk Pesantren Annuqayah, terang Kiai Mushthafa, kepergian Neng Oot adalah juga satu kehilangan besar. Dalam sekitar 10 tahun terakhir, Neng Oot punya peran penting dalam pengembangan kesehatan swadaya di Annuqayah dengan berkiprah di unit pengembangan obat-obatan herbal. Unit tersebut merupakan salah satu bidang garapan Biro Pengabdian Masyarakat Pesantren Annuqayah yang dipimpin Kiai Muhammad Zamiel El-Muttaqien.

"Beliau juga yang menghidupkan Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) Annuqayah Putri yang memberi layanan kesehatan dan penyuluhan bagi para santri putri," ungkap Kiai Mushthafa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, tambah Dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) ini, beberapa tahun terakhir Neng Oot juga aktif mengupayakan agar kantin-kantin di lingkungan Annuqayah bisa terjamin kesehatannya. Proyeknya dimulai di kantin MA 1 Annuqayah Putri.

"Sekitar sepekan yang lalu, beliau kabarnya masih rapat dengan Yayasan Annuqayah untuk pengelolaan kantin sehat di lingkungan MTs 1 Putri Annuqayah. Sejauh yang saya tahu, saya menyaksikan komitmennya pada pengabdian dan juga pada kebersahajaannya bergaul dengan santri, famili, dan masyarakat umum. Semoga Allah memberinya tempat terbaik di surga," kata Kiai Mushthafa.

Sementara itu, keponakan Neng Oot, Muhammad Al-Faiz mengingatkan muara hidup Neng Oot pada kisah sultan Dinasti Ayyubiah yang sangat fenomenal, Salahuddin al-Ayyubi. Dalam satu versi sejarah dikisahkan bahwa Salahuddin al-Ayyubi, selalu membawa peti-peti terkunci ke tengah medan perang.

Peti-peti itu dijaganya betul-betul, hingga orang-orang terdekatnya mengira bahwa di dalamnya terdapat harta dan permata berharga. Namun, setelah Salahuddin mengembuskan napas terakhirmya, peti-peti itu dibuka, dan ketika itulah orang-orang sadar bahwa dugaan mereka selama ini salah. Bukan harta dan permata yang mereka lihat, melainkan sepucuk wasiat, kain kafan dan setumpuk tanah.

Dalam surat wasiat itu tertulis: "Aku mau dikafani dengan kain kafan ini, yang telah harum oleh air Zamzam dan juga telah mengunjungi Kakbah serta pusara Rasulullah. Sedangkan tanah ini, berasal dari bekas perang. Buatlah batu bata darinya dan jadikan bantalku di dalam kuburanku."

Konon, sesuai wasiatnya, dari tanah itu dibuatlah 12 batu besar yang kini bersemayam di bawah kepala Salahuddin di dalam kuburannya, dan dengan itulah ia akan menemui Allah di hari kemudian.

"Demikianlah, kesadaran seseorang untuk mempersiapkan kematiannya, baik persiapan lahir maupun batin, tidak lain merupakan rahmat Tuhan yang amat besar. Sangat boleh jadi rahmat tersebut adalah rangkaian awal dari rahmat selanjutnya dalam dimensi yang lebih kekal. Kafa bil mauti waidhan. Cukuplah kematian memberi kita pelajaran, meniscayakan sebuah pertanyaan, ‘Apa yang sudah saya persiapkan?’” tukasnya. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 09 Januari 2018

Nahdliyin Grompol Puncaki Dzikir Suroan

Grobogan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan melakukan amal ibadah lainnya. Bahkan puasa pada 10 Muharram diyakini menghapus doa yang lalu dan akan datang.

Kemuliaan bulan Muharram ini dihayati warga NU Grompol, Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah. Di bawah pimpinan KH Imam Sujoto, mereka menggelar istighotsah dan tahlil setiap Kamis malam selama bulan Muharram di Masjid Baitus Salam, Kradenan, Grobogan. Kamis (28/11) kemarin menjadi puncak dari rutinitas istighasah dan tahlil di bulan Suro (Muharam) ini.

Nahdliyin Grompol Puncaki Dzikir Suroan (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Grompol Puncaki Dzikir Suroan (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Grompol Puncaki Dzikir Suroan

“Manusia hidup memiliki dua tas,” tutur Kiai Imam. “Tas plastik berguna untuk menampung harta, sementara tas qalb (hati) butuh siraman rohani. Manusia lebih sering memenuhi tas plastik dibanding tas qalb. Hal ini menimbulkan ketidakstabilan hidup dan kurang nyamannya hidup,” tegasnya

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan, dzikir sanggup menjadi penentram hati sekaligus bekal untuk kehidupan kelak. Selain itu, bagi anggota keluarga yang telah berpulang terlebih dahulu, doa sangat mereka butuhkan. Orang yang telah meninggal ibarat orang tenggelam. Melalui tahlil inilah, anak cucu saudara memberikan bantuan berupa “pelampung penyelamat”.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selama lebih dari dua jam jamaah tampak khusyuk berdzikir dan berdoa. Meskipun di dalam masjid yang masih dalam tahap renovasi, jamaah larut dalam ibadah. Mereka juga berdoa, agar pembangunan masjid kebanggaannya segera rampung. (Hanif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Quote, Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 04 Januari 2018

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU

Lombok Timur, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 

Masing-masing sembilan buku Atlas Walisongo dan Fatwa dan Resolusi Jihad karya Ketua Umum Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto, enam kalender NU tahun 2018 dan lima Al-Quran diserahkan ke Pesantren Al-Halimy, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Ahad (26/11). 

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU

Pemberian sejumlah buku dan kalender tersebut sebagai bentuk apresiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada lima pesantren tempat penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2017.

Penyerahan dilakukan oleh Panitia Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 H Robikin Emhas dan Ulil Abshar Hadrawi sebagai bentuk terima kasih kepada Pesantren Al-Halimy yang telah berkenan menjadi salah satu lokasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017. 

Sementara dari pihak Pesantren yang menerima Ketua Yayasan Pengurus Harian Pesantren Al-Halimy Ahmad Mutammam Kholid. 

Robikin Emhas saat menyerahkan tanda terima kasih tersebut menyampaikan terima kasih atas nama panitia Munas-Konbes NU dan PBNU. Menurutnya, dalam perhelatan terbesar kedua setelah Muktamar NU ini pasti banyak hal yang harus dipenuhi tapi belum bisa dipenuhi panitia. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ini adalah ikhtiar kita semuanya. Membangun dunia berperadaban dan lebih baik," katanya. 

Tak lupa, Robikin juga menyampaikan permohonan maaf jika berbagai kekurangan dari panitia kepada pihak pesantren. 

"Sampean (anda) semuanya luar biasa, kami mohon maaf," kata Robikin.

Sementara Ketua YPH Ahmad Mutammam Kholid berterima kasih kepada panitia atas kepercayaannya menjadikan Pesantren Al-Halimy sebagai salah satu lokasi Munas dan Konbes NU. Ia juga mengatakan, bahwa pelaksanaan Munas dan Konbes NU ini melibatkan masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya ucapan terima kasih dan pemberian sejumlah kenang-kenangan tersebut juga dilakukan di empat pesantren, Pesantren Darul Qur’an Bengkel Lombok Barat, Pesantren Darul Falah Pagutan Mataram, Pesantren Nurul Islam Mataram, dan Pesantren Darul Hikmah Mataram. 

Munas dan Konbes yang dibuka Presiden Joko Widodo dan ditutup Wapres Jusuf Kalla menghasilkan sejumlah keputusan penting untuk kepentingan umat, bangsa, dan negara. Keputusan tersebut disahkan melalui Rapat Pleno pada Sabtu (25/11) di Pesantren Darul Qur’an dilanjut penutupan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Jadwal Kajian, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 03 Januari 2018

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Di pesantren, setiap santri dilengkapi dengan ajaran adab serta tradisi tawadlunya. Mulai dahulu hingga sekarang kebiasaan menghormati siapa saja menjadi ciri khas santri Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah. Hal penting ini diajarkan hingga melekat menjadi karakter mereka sampai terbawa saat mereka pulang. Kelekatan karakter ini juga bisa dibuktikan pada? pemandangan yang tampak pada perhelatan Silaturrahim Nasional (Silatnas) Madrasah Taswiquth Thullab (TBS), Kudus yang digelar pada Sabtu (23/07).

Pada acara itu, Kiai Ahmad Arwan, seorang guru sepuh TBS sudah naik ke panggung terlebih dahulu. Ia diminta panitia untuk membuka acara. Di atas panggung, tampak beberapa kiai lain yang turut mendampingi, di antaranya KH Arifin Fanani, KH Munfaat Abdul Jalil, KH Hasan Fauzi Maschan dan beberapa kiai lain. Di tengah kegiatan berlangsung, KH Ulil Albab Arwani datang. Semua hadirin beranjak berdiri dari tempat duduknya hingga pengasuh Pesantren Yanbuul Quran ini duduk di atas panggung.

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya

Karena panggung beralaskan karpet permadani, putra Kiai Arwani Amin ini tak berkenan memakai sandal hingga ke atas panggung. Ia lepas di bawah. Mendapati demikian, Kiai Arwan yang notabene sebagai santri Kiai Arwani langsung sigap mendekat menuju tempat sandal Kiai Albab dilepas kemudian sandal diputarkan (diwalik=jawa) menghadap sesuai posisi saat nanti akan dipakai pemiliknya sebagaimana lazim dalam dunia pesantren.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadirin terhenyak, mereka mendapat pelajaran berharga bahwa hormat kepada siapa saja terlebih kepada guru dan keluarganya memang tak memandang usia. Usia Kiai Albab lebih muda dari pada Kiai Arwan. Namun Kiai Arwan tetap menaruh hormat setinggi-tingginya atas jasa gurunya tersebut dengan menghormatinya beserta kelularga besarnya. Hal ini diakui oleh salah satu peserta, Hasan Busri.

"Kami sebagai alumni merasa mendapat pelajaran penting tentang arti hormat guru atas apa yang dicontohkan Mbah Kiai Arwan tadi," tutur alumnus asal Demak ini usai acara. Selain sebagai ajang ngaji bareng masyayikh, dalam pagelaran Silatnas ini juga diluncurkan website yang akan berisi konten-konten keislaman ala ahlis sunnah wal jamaah dengan alamat santrimenara.com. (Mundzir/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Internasional, Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 29 Desember 2017

Kasatkornas Banser: Menjadi Anggota Banser, Niatlah untuk Ibadah

Madiun, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna atau Kasatkornas Banser, H Alfa Isnaeni mengajak anggota Banser untuk memperbaharui niat. Baginya, berkhidmat menjadi Banser untuk membentengi ulama dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal tersebut juga sebagai ibadah memperjuangkan agama dan membela negara.

Kasatkornas Banser: Menjadi Anggota Banser, Niatlah untuk Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasatkornas Banser: Menjadi Anggota Banser, Niatlah untuk Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasatkornas Banser: Menjadi Anggota Banser, Niatlah untuk Ibadah

"Mari kita menata niat, memperbaharui niat ibadah," katanya, Ahad (14/1) malam. Hal tersebut disampaikan Alfa, sapaan akrabnya kepada ratusan anggota Banser pada acara pra-pelantikan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Madiun masa khidmat 2017-2021 di aula kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun. 

"Bismillahirrahmanirrahim. Niat ingsun mlebu Banser, mlebu Ansor lillahi taala  (saya berniat masuk Banser dan Ansor, karena Allah taala). Dengan mengamalkan, mendakwahkan dan menjaga Islam Ahlussunnah wal Jama’ah Annahdliyah. Alfatihah, " ucapnya yang kemudian ditirukan seluruh anggota Banser.

Memperbaharui niat itu penting, katanya. Karena hati seseorang setiap waktu bisa berubah dan goyah. Menjadi anggota Banser jangan memiliki niatan lain, kecuali hanya satu niat yakni untuk ibadah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Tidak ada niat Banser biar jadi bupati. Niat jadi DPR, tidak pernah ada. Tapi rata-rata yang diajarakan senior adalah masuk Banser karena bismillah niat untuk ibadah," katanya.

Alfa Isnaeni melanjutkan, banyak kiai dan habaib yang menjaminkan dirinya untuk kemuliaan Banser. Salah satunya diungkapkn oleh Rais ‘Am Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN), Habib Luthfi bin Yahya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dalam satu kesempatan Maulana Habib Luthfi pernah dawuh. Kalau saya diberikan hak oleh Allah untuk masuk surga, maka tidak akan saya gunakan hak saya sebelum kalian-kalian para anggota Banser ini masuk surga," tuturnya menirukan yang disampaikan Habib Lutfi

Oleh karena itu, anggota Banser harus bisa memantaskan dirinya agar bisa mendapatkan kemuliaan itu. "Tugas kita selalu berikhtiar memantaskan diri. Caranya dengan berusaha memperbaharui niat ibadah," tandasnya..

Ketua GP Ansor Madiun Khotamil Anam mengatakan, acara pra-pelantikan ini dilakukan dalam rangka konsolidasi antar seluruh kader Ansor dan Banser se-kabupaten Madiun.

Gus Anam, sapaan akrabnya mengapresiasi kekompakan seluruh kader yang telah menjaga iklim ketenangan di Madiun. Apalagi, katanya, tahun 2018 ini adalah merupakan tahun politik yang dapat memicu terjadinya perpecahan antar kader.

 "Terima kasih. Acara ini merupakan ajang silaturahmi, persahabatan antar seluruh kader Ansor Madiun. Sehingga akan terjalin erat tanpa ada unsur yang bisa memecah belah," katanya.

Tampak hadir pada acara ini, para ulama dan kiai, pengurus PCNU Kabupaten Madiun dan  seluruh badan otonom. Juga tampak sejumlah pejabat pemerintah, dan tamu undangan lain. (Zaenal Faizin/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 27 Desember 2017

Agar Negara Tidak Bermain-main dengan Pajak

Para penyelenggara negara melakukan sesuatu yang membuat jengkel banyak orang, termasuk NU. Dunia perpajakan di Indonesia membuat jemu masyarakat banyak.

Bagaimana bisa? Dirjen Perpajakan memang sudah mengamalkan Pasal 23 UUD 1945 yang merupakan dasar hukum pemungutan pajak.

Agar Negara Tidak Bermain-main dengan Pajak (Sumber Gambar : Nu Online)
Agar Negara Tidak Bermain-main dengan Pajak (Sumber Gambar : Nu Online)

Agar Negara Tidak Bermain-main dengan Pajak

Pasal tersebut berbunyi “Segala pajak-pajak untuk kegunaan kas negara berdasarkan undang-undang.” Dirjen Pajak sampai kini terus memungut pajak dari wajib pajak yang ditentukan dalam undang-undang. Hanya saja hasil pungutan pajak tidak masuk sepenuhnya ke dalam kas negara. Penyebabnya tentu rupa-rupa, antara lain pengemplangan pajak oleh pengusaha menengah sampai kakap. Kebocoran ini membuat banyak orang susah tidur nyenyak.

Mengingat tetangga dan warga NU banyak yang mengigau sewaktu tidur, bahkan ada yang penyakit Asmanya kambuh karena kenyataan itu, PBNU memasukkan persoalan perpajakan dalam Munas-Konbes NU 2012, 14-18 September lalu di Pesantren Kempek, Cirebon.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam sidang khusus yang terbentuk dalam Komisi Bahtsul Masail Diniyah Alwaqi’iyah, permasalahan pajak dikupas serius oleh syuriah PWNU se-Indonesia. Pertanyaan ”Bagaimana hukum penerapan pajak di Indonesia?” mengapung di ruang sidang. Dua kelas pondok yang dibobol menjadi lorong panjang, sementara dijadikan ruang sidang oleh para kiai NU se-Indonesia.

Sementara bangku panjang jajaran ketua panitia sidang komisi, tepat berada di bawah sebuah banner bertuliskan ”Komisi Bahtsul Masa’il Diniyah Alwaqi’iyah, Munas-Konbes NU 2012, 14-18 September 2012, Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon.” Di saat yang sama, empat baris kitab fikih masing-masing bertumpuk setinggi 1,3 meter di sisi kanan meja ketua komisi sidang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Usai membahas sejumlah persoalan, masalah perpajakan dibahas tepat pada pukul 11.00 Sabtu (15/9) siang. Sementara itu dua santri Pesantren Kempek membagikan minuman kaleng untuk menyegarkan peserta sidang dari sengatan matahari Cirebon. Selain panasnya bumi Cirebon, pajak adalah satu persoalan yang cukup menyita waktu dan keseriusan para peserta sidang. Karena persoalan pajak menyangkut kas negara yang menjadi urat nadi kehidupan semua warga.

Berdasarkan fikih, peserta sidang memutuskan bahwa pada dasarnya pajak adalah bukan merupakan kewajiban agama yang harus dibayar oleh semua orang Islam. Pajak sebagai satu sumber pendapatan negara, bisa dihapus sejauh negara mampu mengongkosi pengeluarannya sendiri.

Tetapi kalau negara sudah mengelola kekayaan alam dengan benar dan maksimal, sementara kas negara tetap tidak mampu mengongkosi dirinya, maka negara boleh mewajibkan pajak kepada semua rakyatnya yang mampu.

Bagaimana dengan rakyat miskin? Peserta sidang komisi mengharamkan negara memungut pajak dari mereka. Peserta sidang khawatir menarik syaraf ketersinggungan negara karena dianggap selain tidak mengurangi kesusahan orang miskin, justru membanduli punggung mereka dengan aneka pungutan.

Meskipun banyak penyelewangan dan pengemplangan pajak di sana-sini oleh konglomerat dan petugas pajak, peserta yang datang ke ruang sidang tetap memiliki kewarasan yang utuh walau tanpa tes kejiwaan sebelumnya. Peserta sidang tetap mewajibkan pemungutan pajak dari wajib pajak. Kiai NU tidak mau menutup satu pendaringan negara; pajak.

Di saat yang sama, para kiai NU yang mengikuti sidang mendesak pemangkasan korupsi dan kebocoran di kanan-kiri baik lewat pintu depan atau jendela belakang rumah pajak. Kalau negara masih bercanda dalam menyiangi penggelapan pajak dan tidak mengalirkannya untuk kesejahteraan rakyat, maka kewajiban rakyat untuk membukakan pintu bagi petugas pajak dipertimbangkan. (Alhafiz Kurniawan / Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam

Tarim, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Habib Umar bin Hafidz menegaskan, sikap moderat (wasathiyah) adalah karakter inti ajaran Islam yang merepresentasikan perilaku Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Hal ini ia sampaikan dalam acara bedah buku karyanya, al-Wasathiyyah fil Islam (Moderat dalam Perspektif Islam).

Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam

Diskusi bedah buku diselenggarakan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman cabang Hadhramaut di Auditorium Fakultas Syariah dan Hukum, Universtitas Al-Ahgaff Tarim, Hadhramaut, Yaman, Jumat (27/12).

Habib Umar mengutip surat al-Baqarah (143), “Dan demikianlah Kami (Tuhan) jadikan kalian umat yang ‘wasath’ (adil, tengah-tengah, terbaik) agar kalian menjadi saksi (syuhada’) bagi semua manusia, dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi (syahid) juga atas kalian.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam ayat tersebut umat Islam dipuji Tuhan sebagai golongan yang ‘wasath’ karena mereka tak terjerembab dalam dua titik ekstrem. Yang pertama, ekstremitas umat Kristen yang mengenal tradisi “rahbaniyyah” atau kehidupan kependetaan yang menolak keras dimensi jasad dalam kehidupan manusia serta pengkultusan terhadap utusan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang kedua adalah ekstremitas umat Yahudi yang melakukan distorsi atas Kitab Suci mereka serta melakukan pembunuhan atas sejumlah nabi. Habib Umar mengajak setiap Muslim untuk tidak berlaku tatharruf (ekstrem) dalam menjalankan ajaran agama.

“Ekstrimisme yang terjadi akhir-akhir ini terjadi karena konsep wasathiyah mulai terkikis,” terang pengasuh perguruan Darul Mushtafa ini di hadapan 500 pelajar.

Karenanya, tutur Habib Umar, sikap moderat harus menjelma di setiap dimensi kehidupan seorang muslim, baik dalam ranah akidah, pemikiran, etika, maupun  interaksi dengan orang lain.

Habib Umar menyebut Wali Songo sebagai contoh ideal yang berhasil menerapkan prinsip moderat dalam kegiatan dakwah menyebarkan Islam di Nusantara. “Dengan sikap moderat yang ditunjukkan Walisongo, Islam dapat diterima dengan baik di Indonesia,” ujar Habib Umar.

Boleh Ucapkan Selamat Natal

Dalam kesempatan itu, Habib Umar bin Hafidz juga menerima pertanyaan dari peserta diskusi soal hukum mengucapkan selamat (tahni’ah) Natal kepada umat Kristiani. Ia menjawab bahwa ucapan tersebut boleh selama tak disertai pengakuan (iqrar) terhadap hal-hal yang bertentangan dengan pokok akidah Islam, seperti klaim Isa anak Tuhan dan keikutsertaan dalam kemaksiatan.

Kebolehan ini, tutur Habib Umar, karena memuliakan para utusan Allah, termasuk Nabi Isa, adalah di antara hal yang pasti diakui dalam Islam (min dharuriyyati hadza ad-din).

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Al-Ahgaff Dr Muhammad Abdul Qadir al-Aydrus mengatakan, di tengah radikalisme yang marak dalam kehidupan beragama, makna moderasi perlu diulas kembali.

“Setiap orang mengaku dirinya menempuh jalan yang moderat, sehingga pengertian dari terma wasathiyah sendiri harus diperjelas,” ujar dosen jebolan Universitas Badhdad tersebut saat memberi sambutan.

Usai bedah buku, acara Departemen Pendidikan dan Dakwah PPI Hadhramaut ini juga meluncurkan buku berjudul “Janganlah Berbantah-bantahan yang Menyebabkan Kamu Menjadi Gentar dan Hilang Kekuatanmu”, sebuah terjemah atas karya Habib Umar berjudul “Wa La Tanaza’u Fatafsyalu wa Tadzhaba Riihukum”. (Abdul Muhith/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Humor Islam, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 23 Desember 2017

Ansor Sukahening Bantu Bedah Rumah Warga

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Sukahening Kabupaten Tasikmalaya mengadakan bakti sosial terhadap rumah tidak layak huni milik Nenek Juarsih (97), warga Kp. Anggeukleung, Desa Sukahening, Ahad (11/6).

?

Ansor Sukahening Bantu Bedah Rumah Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sukahening Bantu Bedah Rumah Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sukahening Bantu Bedah Rumah Warga

Sebelum dibongkar, rumahnya hanya berdinding bilik, bertiang bambu ala kadarnya. Kondisinya sangat mengkhawatirkan jika sewaktu-waktu roboh. Dari situlah PAC Ansor Sukahening terketuk hati untuk segera bergerak cepat. Demikian dikatakan oleh Asep Yoyo, Ketua PAC GP Ansor Sukahening.

"Terima kasih pada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan ini, sahabat-sahabat Ansor, Banser, dan pihak lainnya, khususnya kepada Pepen Supendi sebagai pembina Ansor Sukahening yang telah membantu moral bahkan morilnya," Asep.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Momoh sebagai anak sulung dari Nenek Juarsih, merasa senang dan terharu atas perhatian Ansor Banser yang peduli atas rumah sederhananya ini.?

“Intinya kita semua Gerakan Pemuda Ansor Sukahening ikut membantu gotong royong sesuai kadar kemampuan, apalagi sekarang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan yang penuh berkah sekaligus bedah rumah,” tandasnya. (Abdullahi/Mukafi Niam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 17 Desember 2017

Mengabdi di Ansor, Banser Ini Dapat Berkah Umrah Gratis

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Kaget bercampur gembira dirasakan Ichwan Solihin ketika namanya disebut vokalis Debu, Mustafa. Ichwan disebut sebagai pemenang undian umrah gratis dari Gerakan Pemuda Ansor. Undian itu kemudian diberikan secara simbolis oleh Habib Novel Alaidrus pada Jumat (10/3) malam.

“Alhamdulillah, saya senang sekali dan bersyukur. Tidak menyangka dapat hadiah umrah gratis,” ujar Ichwan, anggota Banser Pasar Kliwon itu.

Mengabdi di Ansor, Banser Ini Dapat Berkah Umrah Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengabdi di Ansor, Banser Ini Dapat Berkah Umrah Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengabdi di Ansor, Banser Ini Dapat Berkah Umrah Gratis

Ketua PC GP Ansor Surakarta Arif Syarifuddin menerangkan, pemberian hadiah gratis umrah tersebut sekaligus menandai peresmian Travel Umrah dan Haji Plus PT Sorban Nusantara Tourism GP Ansor Cabang Surakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Arif berharap hadiah ini juga dapat memotivasi anggota lain dalam berkhidmah bersama Ansor dan Banser. “Tambah semangat dan berkah. Semoga dalam berkhidmah di Banser senantiasa ikhlas dan tanggung jawab dalam mengemban tugas,” ujar dia.

Sementara itu Manajer Cabang PT Sorban Solo M Anwar menjelaskan, pembentukan PT Sorban Nusantara Tourims merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi GP Ansor, yakni pemberdayaan potensi kader dan mewujudkan kemandirian ekonomi kader dan organisasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi, salah satunya Sorban Nusantara Tourism yang hari ini secara resmi kita launching" terang Anwar. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tangisan Imam Hanafi Berjumpa Anak Kecil

Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit, atau populer disebut Imam Hanafi, pernah berpapasan dengan seorang anak kecil yang tampak berjalan mengenakan sepatu kayu.

”Hati-hati, Nak, dengan sepatu kayumu itu. Jangan sampai kau tergelincir,” sang imam menasehati.

Tangisan Imam Hanafi Berjumpa Anak Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangisan Imam Hanafi Berjumpa Anak Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangisan Imam Hanafi Berjumpa Anak Kecil

Bocah miskin ini pun tersenyum, menyambut perhatian pendiri mazhab Hanafi ini dengan ucapan terima kasih.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Bolehkah saya tahu namamu, Tuan?” tanya si bocah.

”Nu’man.”

”Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar al-imam al-a‘dham (imam agung) itu?”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Bukan aku yang menyematkan gelar itu. Masyarakatlah yang berprasangka baik dan menyematkan gelar itu kepadaku.”

"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka gara-gara dia. Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskanmu ke kubangan api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya.”

Ulama kaliber yang diikuti banyak umat Islam itu pun tersungkur menangis. Imam Hanafi bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Quote, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 09 Oktober 2017

“Karisma Hadhramaut dalam Ideologi ke-Indonesia-an”

Seiyun, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Forum Lingkar Pena (FLP) Hadramaut yang beranggotakan para pelajar Indonesia menggelar "Pentas Seni Islami" atas kerjasama Ibn Obaidillah Islamic Center di kota Seiyun.

“Karisma Hadhramaut dalam Ideologi ke-Indonesia-an” (Sumber Gambar : Nu Online)
“Karisma Hadhramaut dalam Ideologi ke-Indonesia-an” (Sumber Gambar : Nu Online)

“Karisma Hadhramaut dalam Ideologi ke-Indonesia-an”

Acara Rabu (20/3) lalu seyogyanya ditujukan untuk memperingati harlah ke-16 FLP ini bertajuk "Karisma Hadhramaut dalam Ideologi Ke-Indonesia-an."? Grand opening mencuplik senandung Al-Quran yang mencerminkan kandungan pentas seni Islami.

Wahai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kalian lelaki dan perempuan dan menjadikan kalian beragam suku dan budaya agar kalian saling mengenal, sungguh yang paling mulya diantara kalian adalah mereka yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Mewaspadai." (Al Hujurat : 13)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Habib Muhammad Hasan Ibnu Ubaidillah, direktur utama Ibn Obaidillah IC mempersilahkan kepada Miqdarul Khoir, ketua FLP Hadhramaut untuk menyampaikan sepatah dua kata mengiringi pembukaan acara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Marilah kita telaah kembali sejarah nenek moyang kalian dengan bahasa modern, bahwa bilamana suatu relasi ini didirikan atas nama Allah, maka hubungan tersebut akan kekal, berbeda halnya jikalau relasi tersebut dibangun atas nama material, maka tak heran suatu ketika akan berujung pertumpahan darah," katanya mantap.

Sebelum memasuki inti pentas, hadirin sempat dikejutkan dengan film dokumenter berjudul "Hadharim fi Indonesia" yang dicuplik dari channel Al Jazeerah. Sebuah video singkat yang mengungkap pengaruh masyarakat Hadhramaut dalam seluruh element kehidupan Indonesia.

Acara berlanjut dengan pembacaan syair oleh Ahmad Fathur Rahman. Mahasiswa universitas Al Ahgaff ini sukses menitikan air mata mayoritas hadirin malam itu. Gubahan baitnya meranakan kalbu pendengarnya.

Apalagi disusul pencitraan biografi ulama fenomenal dari kota Teris, Hadhramaut, yang akhirnya berhijrah dan berhasil mengubah pola kehiduan masyarakat Palu. Habib Idrus bin Salim Al Jufri, pendiri pesantren Al Khairat, Palu Sulawesi Utara. Habib Alwi Al-Atthas yang merupakan salah satu santri di pesantren tersebut mengungkapkan bahwa tanpa beliau, kota Palu tak akan seperti kota Palu yang sekarang.

Tak kalah mengesankan, dialog interaktif antar hadirin dibuka setelah habib Zainal Aibidin Al Haddar bercerita tentang napak tilas hijrah masyarakat cadas tandus Hadhramaut ke Gujarat hingga akhirnya berujung penyebaran Islam di Indonesia.

Euforia pentas seni yang dihadiri lebih dari 100 orang dari berbagai Negara tersebut mengundang simpatik Habib Ali bin Salim Al Haddad untuk turut aktif menyumbang riset ilmiahnya tentang prestasi Hadhramaut dalam kemajuan Indonesia.

"Sayangnya terjadi pemutar balikan fakta yang menyatakan bahwa hijrahnya para musafir Hadhramaut hanyalah berdasarkan asas dagang, padahal jauh sebelum mereka ada Fatimah binti Maimun pada tahun 700 H menyebar benih Islam, hanya saja sejarah terkesan menutup-nutupi tujuan asal mereka, yaitu berdakwah," pungkasnya menutup.

Acara pentas seni ditutup dengan marawis dengan lagu khas Hadhramaut yang dipandu oleh Shautul Muhibbin, grup marawis dan rebana Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI Al Ahgaff). Turut hadir dekan fakultas Syareat dan Hukum universitas Al Ahgaff, Dr. Muhammad bin Abdul Qodir Alydrus, delegasi universitas Hadhramaut for Sains and Technology, ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI Yaman) cabang Hadhramaut, Pandi Yusron serta delegasi lembaga kedaerahan lainnya, seperti Padjajaran Jawa Barat, Sulawesi, GAMA Jatim, PPJJ Jateng dan Yogyakarta dan Opisi Sumatra.?

Redaktur ? ? : A. Khirul Anam

Kontributor: Adly Al-Fadlly*

*Koordinator Kaderisasi FLP Hadhramaut

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Jadwal Kajian, Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 01 Oktober 2017

Tiga Fokus Gerakan Kiai Sahal

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh dinilai sebagai ulama yang tak hanya memiliki pemikiran cemerlang tentang masalah-masalah sosial tapi juga sekaligus menjadi penggerak atas solusi dari persoalan tersebut.

"Kiai Sahal memiliki konsen dalam bidang pemberdayaan masyarakat melalui pesantren. Pesantren menurut beliau merupakan lembaga sekaligus sistem yang harus selalu bergerak," papar Neng Tutik Nurul Jannah, menantu Kiai Sahal yang selama 10 terakhir hidup bersamanya.

Tiga Fokus Gerakan Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Fokus Gerakan Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Fokus Gerakan Kiai Sahal

Ia menyampaikan hal itu pada forum dialog dalam Pekan Kreativitas Santri Nasional 2016 dengan tema "Fikih Sosial dari Pesantren untuk Bangsa" yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah bersama Fikih Sosial Institut (FISI) Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) di Yogyakarta, Jumat (28/10).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut peneliti FISI Ipmafa ini, konsentrasi gerakan Kiai Sahal mengarah pada tiga bidang, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Hal ini bisa dilihat dengan hadirnya Pesantren Maslakul Huda, Rumah Sakit Islam Pati, dan Bank Perkreditan Rakyat Artha Huda Pati.

Diskusi yang berlangsung di panggung kecil di salah satu stan pameran ini juga menghadirkan pembicara lain, Jamal Mamur Asmani (Koordinator Departemen Pendidikan dan Kajian PW RMINU Jateng sekaligus peneliti FISI).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jamal menambahkan bahwa Kiai Sahal telah melakukan banyak lompatan-lompatan pemikiran pada zamannya. Kitab kuning tetap diposisikan sebagai hal yang relevan sepanjang masa dan tempat. Tidak hanya itu, kitab kuning di tangan Kiai Sahal mampu menjawab tantangan zaman.

Terdapat lima ciri-ciri fikih sosial yang harus terus kita pelajari dan kembangkan di masa yang akan datang. Selain itu, Kiai Sahal adalah orang yang tak mendikotomikan kehidupan dunia dan akhirat, keduanya saling menguatkan. (Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Olahraga, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 05 Agustus 2017

Jika Ada Darah Tercecer di Iran, RI Ikut Bertanggung Jawab

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi menyatakan, pemerintah Indonesia harus ikut bertanggung jawab atas dukungan perluasan sanksi terhadap Iran yang diputuskan Dewan Keamanan (DK) PBB di New York, Amerika Serikat, Sabtu (24/3).

"Kalau ada darah tercecer di Iran, Pemerintah Indonesia harus ikut bertanggung jawab," kata Hasyim usai mengikuti acara Deklarasi Baitul Muslimin Indonesia di kantor DPP PDIP, Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (29/3) kemarin.

Hasyim menjelaskan, dukungan Indonesia atas Resolusi DK PBB nomor 1747 yang memberikan sanksi tambahan terhadap Iran atas program nuklirnya sudah terlanjur dilakukan.

Jika Ada Darah Tercecer di Iran, RI Ikut Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika Ada Darah Tercecer di Iran, RI Ikut Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika Ada Darah Tercecer di Iran, RI Ikut Bertanggung Jawab

Kebijakan itu, lanjut Hasyim, telah menunjukkan bahwa Indonesia telah berpihak pada upaya Amerika Serikat dan Israel untuk menyerang Iran.

"Itu adalah alat legitimasi pada tahap awal untuk menyerang Iran," kata Doktor Honoris Causa bidang Peradaban Islam itu.

Oleh karenanya, jika perang AS-Iran benar-benar terjadi, maka Indonesia menjadi salah satu negara yang harus ikut bertangung jawab, katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya, Hasyim menegaskan, meski pemerintah Indonesia mendukung sanksi terhadap Iran, NU tetap konsisten mendukung Iran dan negara-negara lain di Timur Tengah yang menjadi korban ketidakadilan.

"NU sikapnya jelas yaitu selalu memperkuat yang benar, bukan membenarkan yang kuat. NU melakukan gerakan moral, bukan gerakan kepentingan. Kita semua berdoa sukses untuk bangsa Iran, Irak dan Palestina dalam meraih haknya yang sah," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada Sabtu (24/3), DK PBB menjatuhkan sanksi tambahan bagi Iran melalui Resolusi 1747. Rancangan resolusi yang dirumuskan Inggris, Prancis, dan Jerman itu disepakati secara bulat oleh 15 negara anggota DK PBB, termasuk Indonesia.

Resolusi itu memperluas sanksi atas Iran yang ditetapkan pada Desember 2006 dalam Resolusi 1737. Di antara isi Resolusi 1747 adalah larangan secara menyeluruh ekspor senjata Iran maupun pembatasan penjualan senjata ke Iran.

DK PBB juga membekukan aset milik 28 lembaga atau perorangan yang berhubungan dengan program nuklir dan rudal Iran. Iran juga dibatasi untuk memperoleh bantuan keuangan.

DK PBB memberi batas waktu 60 hari setelah resolusi agar Iran menghentikan program nuklirnya. Jika diabaikan, DK bisa mengambil langkah yang lebih pantas berupa sanksi ekonomi, bukan militer. (ant/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah