Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah

Purworejo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam rangka memeriahkan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Ngombol menggelar festival hadrah di Desa Tunjungan Ngombol, Sabtu(15/12). 

IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah

Festival diikuti oleh 14 grup hadrah yang ada di Ngombol dan sekitarnya. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Ngombol, jajaran Muspika dan beberapa pengurus MWC NU setempat.

Menurut ketua PAC IPPNU Ngombol Jeklin Mandani, rencananya kegiatan hanya Makesta dengan out bond sebagai pamungkasnya. Namun demikian acara jadi ada penambahan dan berhasil sukses dilaksanakan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Awalnya kita hanya mau mengadakan Makesta. Namun atas usulan masyarakat utamanya tokoh NU setempat, kita adakan Festival Rebana ini. Walaupun kami hanya persiapan dua minggu, Alhamdulillah acara sukses dengan antusias masyarakat yang tinggi” ungkapnya.

Terpisah, Ky Ihsanudin selaku tuan rumah sekaligus Pembina IPNU mengungkapkan kebanggaanya kepada panitia yang telah sungguh-sungguh dalam melaksanakan kegiatan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya bangga mereka yang baru beberapa bulan dilantik sudah membuat gebrakan. Acara ini mengangkat moral rekan dan rekanita sekaligus syiar yang bagus melalui budaya dan kesenian. Semoga ke depan mereka bisa lebih baik lagi dalam mewarnai kepemudaan di Ngombol,”tandasnya.

Adapun Makesta dibuka sore harinya usai festival hadrah dengan diikuti 40 peserta IPNU dan IPPNU selama dua hari. Peserta mendapat beberapa materi seperti aswaja, kenu-an, ke-ornanisasi-an dengan dikemas dengan fun games yang menarik dari PC IPNU-IPPNU Purworejo. Dani, salah satu peserta mengaku senang dengan adanya acara ini. 

“Selain tambah pengetahuan dan teman saya terkesan dengan acara ini utamanya ketika makan satu lengser rame-rame. Itu membuat rasa kekeluargaan kami menjadi menyatu,” paparnya.

Makesta dikawal langsung oleh tim fasilitator IPNU-IPPNU Kabupaten Purworejo. Turut hadir pula Ahmad Naufa dan Aniroh selaku ketua PC IPNU dan IPPNU untuk memberikan motivasi dan dukungan moral. 

Dalam sambutannya Aniroh berharap para peserta menjadi kader-kader yang siap berjuang memajukan Islam dan kepemudaan di daerahnya masing-masing. Adapun acara berjalan dengan lancar, tertib dan aman. Nf

Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: Sita Zahro Wardati

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 13 Februari 2018

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu

Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril sebagai perantar. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang akan terjaga dan terawat sampai hari kiamat.

Begitu pula bagi yang membacanya senantiasa akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, tercatat pahala setiap hurufnya berupa satu kebaikan dan satu kebaikan itu akan dilipatgandakan dengan sepuluh pahala. Sebagaimana hadits Rasulullah saw, dari Ibnu Mas’ud ra.,

من قرأ حرفا من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu

Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh (pahala).

Oleh karena itulah al-Qur’an bagi orang muslim selalu dibacakan dalam berbagai kondisi, baik ketika senang maupun sedih. Mulai dari walimatul arusy (pernikahan), walimatul hitan, walimatus safar, akhirus sanah, seminar, pelantikan, hingga prosesi pemakaman, selalu disertakan bacaan al-Qur’an di dalamnya. Hanya saja ayat al-Qur’an yang dibaca berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan konteksnya. Tentunya pembacaan ini memiliki tujuan dan maksud tertentu. Selain menjadi sumber pahala dan dianggap ibadah, membaca ayat al-Qur’an juga memiliki berberapa faedah. Seperti membaca surat Yasin yang memiliki fadhilah terkabulnya segala hajat dan tertolaknya marabahaya.

Apakah membaca surat Yasin dengan tujuan seperti itu tidak termasuk dalam kategori riya, yang menghilangkan nilai keikhlasan? Karena membacanya dengan harapan terpenuhinya kebutuhan, atau terhindarnya balak-marabahaya, bukan karena Allah semata.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam Kitab Qurratul ‘Ain Fatawa Isma’il Zain diterangkan bahwa hal tersebut boleh dilakukan dan tidak dianggap riya, selama tidak melanggar aturan-aturan syara’ dan bukan pekerjaan ma’syiat.

يجوز أن تقرأ سورة يس بنية قضاء حاجة من جلب نفع أو دفع ضر سواء كان المقصود دينيا أو دنيويا مالم يكن معصية ولا يكون ذلك رياء

Boleh membaca surat Yasin dengan maksud dan tujuan tertentu, entah itu duniawi maupun ukhrowi selama tidak dalam hal maksiat, dan pembacaan itu tidak termasuk sebagai perbuatan riya’

Karena definisi riya’ sebenarnya adalah melakukan sesuatu bukan karena Allah Ta’ala tetapi karena makhluk ciptaan Allah swt, sedangkan bacaan Yasin mengharapkan pahala dari Allah swt. yang berupa berbagai fadhilah tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

(Pen./Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 11 Februari 2018

Harapan Pemerintah kepada PBNU untuk Wujudkan Gerakan Revolusi Mental

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Asisten Deputi Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama Kemenko PMK Aris Darmawansyah sangat mengharapkan kerja sama dengan PBNU dalam menyosialisasikan Gerakan Revolusi Mental ini bisa terwujud.

Demikian disampaikan Aris Darmansyah pada acara Workshop Finalisasi Penyusunan Buku Modul dan Panduan Pemimpin Agama Pelopor Perubahan Gerakan Revolusi Mental di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (12/10).

Harapan Pemerintah kepada PBNU untuk Wujudkan Gerakan Revolusi Mental (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Pemerintah kepada PBNU untuk Wujudkan Gerakan Revolusi Mental (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Pemerintah kepada PBNU untuk Wujudkan Gerakan Revolusi Mental

Pada Gerakan Revolusi Mental sendiri terdapat lima poin, yakni Gerakan Indonesia bersih, Gerakan Indonesia melayani, Gerakan Indonesia tertib, Gerakan Indonesia mandiri, dan Gerakan Indonesia bersatu.

Di antara kelima gerakan revolusi tersebut, setidaknya ia berharap PBNU bisa bekerja sama untuk menitikberatkan pada gerakan Indonesia mandiri, dan Gerakan Indonesia Bersatu.

Gerakan Indonesia Mandiri dalam bentuk pemberdayaan umat, baik dari segi potensi maupun dari segi ekonomi. Sementara Gerakan Indonesia bersatu ialah terkait radikalisme.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Melalui kerja sama ini, diharapkan anatara Keminko PMK dengan PBNU bisa bersama-sama menangkal radikalisme.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kita bisa mengurangi gerakan radikalisme yang Akhir-akhir ini sepertinya semakin banyak, " kata Aris.

 

Ia berharap, buku modul yang akan disusun tersebut tidak hanya dicetak dan disosialisakin, tapi juga harus diterapkan.

Tampak hadir pada acara tersebut Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman, Wasekjen PBNU H. Masduki Baedowi,  Wasekjen Sultonul Huda, dan lain-lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah, Habib, AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 10 Februari 2018

Rilis Pemenang Lomba, Makassar Bershalawat Bertabur Hadiah

Makassar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah berlangsung selama dua hari, kegiatan “Makassar Bershalawat” yang mengambil tempat di Masjid Alfatih al-Anshar ditutup. Wakil dari Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Tallo keluar sebagai peserta terbaik I mengungguli 29 peserta lainnya. Hadiah berupa tropi dan uang pembinaan senilai 10 juta rupiah diserahkan oleh Rais Syuriah PCNU Makassar, AGH Baharuddin.

Rilis Pemenang Lomba, Makassar Bershalawat Bertabur Hadiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rilis Pemenang Lomba, Makassar Bershalawat Bertabur Hadiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rilis Pemenang Lomba, Makassar Bershalawat Bertabur Hadiah

Dalam sambutan penutup, Ahad (15/11), Sekretaris PCNU Makassar H. MaskurYusuf menyampaikan bahwa kegiatan Makassar Bershalawat akan menjadi agenda tahunan dan berharap kegiatan ini menjadi rintisan bagi pelaksanaan di tingkat provinsi Sulawesi Selatan pada tahun depan. Sekretaris MUI Kota Makassar ini juga berterima kasih kepada semua peserta dan semua pihak, terutama keluarga besar H. A. Mustamin Anshar yang bersedia sebagai tuan rumah.

Mustamin Anshar dalam sambutannya juga memberi isyarat untuk terlaksananya kegiatan “Makassar Bersalawat” dalam skala yang lebih besar. Pihaknya akan senantiasa memberi kontribusi dan fasilitas untuk kegiatan yang bernuansa pembinaan keagamaan, termasuk pelaksanaan Maulid yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan depan di tempat yang sama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada kesempatan itu, Pendiri Masjid yang berornamen Hajar Aswad ini memberi hadiah khusus kepada juara Harapan I, II dan III, masing-masing sebanyak 2 juta rupiah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selengkapnya hasil Lomba Asmaul Husna dan Shalawat sebagai berikut:

Juara I : MWC NU Tallo

Juara II: MWC NU Manggala

Juara III: MWC NU Bontoala

Harapan I: MWC NU Panakkukang

Harapan II: MWC NU Ujung Pandang

Harapan III: MWC NU Bontoala II

(Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 04 Februari 2018

Kiai Bisri dan Gus Dur Soal Kebiasaan Telat di NU

Waktu itu, Rais Aam PBNU KH Bisri Syansuri menginap di rumah putrinya, Nyai Sholihah, atau ibunda Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terletak di kawasan Matraman Jakarta Pusat. Ada Gus Dur juga di rumah itu. Sekitar pukul 08.00 WIB, KH Bisri memanggil sang cucu.

“Dur antarkan saya ke kantor PBNU sekarang!” kata sang kakek.

Kiai Bisri dan Gus Dur Soal Kebiasaan Telat di NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Bisri dan Gus Dur Soal Kebiasaan Telat di NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Bisri dan Gus Dur Soal Kebiasaan Telat di NU

“Kenapa pagi-pagi sudah ke PBNU Mbah?,” jawab Gus Dur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mau ada rapat gabungan.”

“Lho kan masih pagi Mbah?”

“Rapatnya jam sembilan.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ah paling juga pada telat datangnya Mbah.”

“Biar saja. Biar ada bedanya antara yang tepat waktu dan yang telat.”

Jarak antara rumah Nyai Sholihah dengan kantor PBNU dl Kramat Raya tidak begitu jauh, sekitar 2,5 km saja. Tahun 1970-an Jakarta juga belum macet.

KH Bisri Syansuri sampai di kantor PBNU sebelum pukul 09.00 WIB. Kira-kira 10 menit sebelum jam rapat, mereka berdua bergegas masuk ke ruangan rapat. Benar saja, belum ada satu pun pengurus NU yang datang.

”Belum ada yang datang Mbah,” kata Gus Dur.

“Biar saja. Kita tunggu di sini saja,” kata Kiai Bisri. Kemudian beliau duduk di kursi Rais Aam. Sebentar kemudian bibir sang kiai terlihat komat-kamit, seperti sedang membaca wirid atau dzikir, sambil menunggu pengurus PBNU yang lain. Gus Dur bergegas ke ruang samping menyiapkan minuman untuk kakeknya. (A. Khoirul Anam)

?

* Cerita ini disampaikan oleh KH Muhammad Musthofa, pengasuh pondok pesantren Al-Qur’an di Parung Bogor, yang pernah mendampingi Gus Dur di kediaman Jl Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Makam, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 26 Januari 2018

Empat Pilar Tanamkan Paham Kebangsaan.

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sosialisasi empat pilar kebangsaan penting untuk menanamkan paham kebangsaan bagi pelajar sebagai penerus bangsa. Kali ini acara diselenggarakan oleh PP IPNU di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Pusat, Sabtu (29/4).?

Empat Pilar Tanamkan Paham Kebangsaan. (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Pilar Tanamkan Paham Kebangsaan. (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Pilar Tanamkan Paham Kebangsaan.

Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid mengatakan PP IPNU berfokus melakukan kaderisasi, dengan melakukan penguatan kader dan penataan kembali organisasi. Sebelumnya, pada rapat pleno PP IPNU menghasilkan beberapa kebijakan, yang segera direalisasikan secepatnya sampai ke seluruh daerah.?

?"Kita ingin pemahaman faham kebangsaan bagi pelajar sebagai penerus pemimpin bangsa, dengan paham empat pilar yang kuat," katanya.

Dia menambahkan, para pelajar harus kuat dalam pemahaman kebhinekaan, di tengah ?dinamika berbangsa dan bernegara. Para pelajar ditekankan memperkuat toleransi sehingga tidak terpengaruh dengan yang ingin memecah belah bangsa.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Paham toleransi dan kebangsaan harus ditumbuhkan sejak pelajar, sehingga tidak terpengaruh dengan ideologi yang radikal," pungkasnya.?

Sementara Anggota DPR RI H. Zainut Tauhid Saadi mengatakan, kader IPNU sebagai generasi penerus bangsa harus memahami empat pular kebangsaan. Pelajar sebagai penerus pemimpin bangsa, harus memiliki jiwa kepemimpinan dan paham kebangsaan yang kuat.?

"Para pelajar sebagai penerus pemimpin bangsa, harus memahami dengan penanaman paham kebangsaan," terangnya.?

Dia menambahkan, Pancasila sebagai dasar negara, UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan. ? ?Pandangan diri kebangsaan bangsa Indonesia penting disosialisasikan terus menerus, terutama menangkal pelajar dari pemahaman radikal.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kita akan mensosialisasikan empat pilar terus menerus, ? agar pelajar memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Miris, Hasil Riset Sebut 10 Juta Orang Indonesia Setuju Konsep Negara Islam

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah dan INFID (International NGO Forum on Indonesia Development) bermaksud mengumumkan kepada publik mengenai kesempatan untuk mengikuti kompetisi esai dan multimedia yang bertujuan mengampanyekan Islam ramah, moderat dan damai terutama di dunia maya.?

Miris, Hasil Riset Sebut 10 Juta Orang Indonesia Setuju Konsep Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Miris, Hasil Riset Sebut 10 Juta Orang Indonesia Setuju Konsep Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Miris, Hasil Riset Sebut 10 Juta Orang Indonesia Setuju Konsep Negara Islam

Dalam konferensi pers peluncuran kompetisi esai dan video tersebut, Selasa (27/9) di Gedung PBNU Jakarta hadir Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini, Pimred Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Achmad Mukafi Niam, Direktur Eksekutif INFID Sugeng Bahagijo, awak media, dan para aktivis orgnaisasi pemuda.

Dalam paparannya, Helmy Faishal mengungkapkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Lee Kuan Yeuw School Singapura yang merilis data dari View Research Center. Hasil penelitian ini memngungkapkan bahwa 4 persen dari penduduk Indonesia atau tepatnya adalah 10 juta orang Indonesia setuju konsep negara Islam. Angka tersebut adalah para pemuda dan kaum urban.

“Mereka sepakat dan mendukung konsep Negara Islam (Islamic State) yang kita kenal ISIS. Ini jumlah yang besar sekali yang membuktikan bahwa Indonesia berada pada pusaran radikalisme global,” ujar Helmy.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sehingga menurut Helmy, upaya penanggulangan radikalisme bukan hanya tanggung jawab Nahdlatul Ulama, tetapi juga menjadi tugas seluruh elemen bangsa demi keutuhan bangsa dan negara Indonesia agar Pancasila dan UUD 1945 sebagai pondasi persatuan tetap kokoh.

Untuk menanggulangi problem radikalisme global yang terus menggerogoti keutuhan bangsa, menurut Helmy, perlu ada langkah-langkah konkret, baik dari civil society maupun pemerintah. Karena arah gerakan ini menyasar para pemuda sebagai pengguna besar media sosial dan dunia maya.

“Kami dari NU sudah bolak-balik menyampaikan kepada pemerintah untuk melakukan law enforcement karena semua sudah diatur dalam UU Terorisme. Kelompok-kelompok radikal secara jelas tidak mengakui dasar negara Pancasila yang sebenarnya sudah bisa diambil tindakan hukum,” papar Helmy. (Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 15 Januari 2018

Organisasi Pendidikan Perlu Manajemen dan Kepemimpinan yang Baik

Lamongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Peranan manajemen dan kepemimpinan dalam sebuah organisasi pendidikan sangat diperlukan guna menjadikan organisasi pendidikan tersebut mencapai arah, maksud, dan tujuan yang dicanangkan. Untuk itu, perlu diupayakan perencanaan yang baik terhadap sumber-sumber daya yang tersedia.

Pernyataan tersebut dikemukakan dosen Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surabaya, Dr Abdul Kadir Riyadi dalam sebuah seminar bertajuk: “Peningkatan Mutu Pendidikan Sekolah, Pesantren, dan TPQ” di Gedung MI Nurul Huda, Majenang, Kedungpring, Lamongan, Jawa Timur, Ahad (26/8).

Organisasi Pendidikan Perlu Manajemen dan Kepemimpinan yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi Pendidikan Perlu Manajemen dan Kepemimpinan yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi Pendidikan Perlu Manajemen dan Kepemimpinan yang Baik

Pria kelahiran Tuban itu mengatakan, sudah saatnya lembaga-lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU)untuk lebih menata diri lagi dalam menentukan, arah, maksud, dan tujuan sebuah organisasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Selain itu, mereka juga perlu melakukan semacam perencanaan strategis dan evaluasi terhadap proses atau manajemen yang ada dalam sebuah organisasi,” terang Riyadi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam seminar yang terselenggara atas Kerjasama PBNU, British Council Indonesia, Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kedungpring, dan Yayasan Nurul Huda Majenang itu, Riyadi juga mengingatkan pentingnya seorang pemimpin atau manajer untuk memiliki kecakapan tinggi dalam menetapkan tujuan, menentukan visi, dan mampu memotovasi.

Sementara, Ketua Panitia yang juga pembicara dalam seminar tersebut, Sudarto Murtaufiq, menekankan, sebuah organisasi pendidikan perlu memiliki kemandirian dalam mengambil sikap terutama bagaimana menentukan arah dan tujuan guna mencapai mutu pendidikan yang ideal.

“Antara lembaga pendidikan yang satu dengan yang lain memiliki “bahasa” yang berbeda dalam menerjemahkan kualitas (mutu) pendidikan itu sendiri. Karena itu wajar jika banyak kalangan/praktisi pendidikan yang hingga kini masih memahami secara berbeda—dan agaknya memang harus berbeda—mengenai prinsip-prinsip jaminan mutu pendidikan,” terang Murtaufiq.

Seminar yang mengundang para pimpinan lembaga pendidikan seperti sekolah, pesantren, dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di wilayah Kecamatan Kedungpring itu selain dihadiri jajaran pengurus MWC NU Kedungpring, seperti Drs. Khamim Baidlowie, H. Sisyanto, Drs. Mubarok, Drs. Imam Sujono, seminar itu juga dihadiri sejumlah pengurus Yayasan Nurul Huda Majenang. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 08 Januari 2018

Tantangan Kian Berat, Saatnya Kembalikan Khittah NU

Situbondo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Indonesia mengalami dinamika yang demikian pesat di berbagai aspek kehidupan. Perubahan tersebut harus juga diimbangi dengan langkah strategis agar bisa bertahan, dan memberi kontribusi termasuk Nahdlatul Ulama.

"Hingga saat ini tantangan NU adalah bagaimana memahami khittah secara komprehensif," kata Wasekjen PBNU KH Abdul Munim DZ, Rabu (11/1) malam.

Tantangan Kian Berat, Saatnya Kembalikan Khittah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tantangan Kian Berat, Saatnya Kembalikan Khittah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tantangan Kian Berat, Saatnya Kembalikan Khittah NU

Karena dalam pandangan penulis buku Piagam Perjuangan Kebangsaan? tersebut, khittah tidak semata dimaknai pandangan dan sikap dalam berpolitik.?

Yang tidak kalah penting dan ini kerap dilupakan adalah bahwa Khittah NU sebagai fikrah, amaliyah serta harakah (gerakan) Nahdliyah. Akibat dari kesalahan pandangan tersebut mengakibatkan banyak gerakan di NU yang kian ditinggalkan.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Termasuk dalam pemikiran atau fikrah Nahdliyah kita akan bisa menyelamatkan dari mereka yang cenderung memiliki pandangan fundamentalis," jelasnya. Demikian pula, fikrah Nahdliyah akan menyelamatkan dari mereka yang beraliran kiri atau liberal, lanjutnya.

Dalam catatan Munim, prestasi yang layak dibanggakan dari konsisitensi NU memegang khittah adalah mau menyatukan berbagai friksi yang terjadi. "NU juga mampu menemukan jati diri sebagai organisasi sosial keagamaan," ungkapnya. Dengan keberhasilan tersebut, NU sangat leluasa melakukan gerakan setelah dianggap tidak berpolitik praktis, lanjutnya.

Lewat ketokohan KH Asad Syamsul Arifin, KH Ali Maksum, KH Ahmad Shiddiq, juga KH Abdurrahman Wahid, NU mengalami masa keemasan. "Bahkan NU menjadi kekuatan alternatif ? yang sangat menentukan arah politik nasional," jelasnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Akan tetapi dalam perjalanannya, NU mengalami krisis sehingga terjadi disorientasi. Sebagai langkah strategis, Munim memberikan sejumlah langkah yang bisa dilakukan NU agar mampu kembali ke jati dirinya.?

"Pertama adalah konsolidasi struktur," katanya. Selanjutnya melakukan reorientasi gerakan NU, juga restrukturisasi politik.

Dan upaya perbaikan di internal NU dapat dilakukan dengan memantapkan khittah. "Karena khittah adalah urat nadi dalam berorganisasi," tegasnya.

Munim tampil sebagai pembicara bersama Abu Yazid pada seminar nasional Refleksi 33 Tahun Khittah NU. Kegiatan merupakan kerjasama TV9 NUsantara, PW LTN NU Jatim serta forum alumni Mahad Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Banyuputih Situbondo. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Tegal, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 03 Januari 2018

Selama Ramadhan Pagar Nusa Kartasura Gelar Munajat Nusantara

Sukoharjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa kecamatan Kartasura menggelar tirakatan dan doa bersama untuk bangsa Indonesia yang lebih baik. Kegiatan Munajat Nusantara di kompleks pesantren Al-Fattah Kartasura Sukoharjo ini, rencananya diadakan selama sebulan penuh pada Ramadhan ini.

Selama Ramadhan Pagar Nusa Kartasura Gelar Munajat Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Ramadhan Pagar Nusa Kartasura Gelar Munajat Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Ramadhan Pagar Nusa Kartasura Gelar Munajat Nusantara

"Kegiatan ini dimulai dengan selamatan menjelang puasa kemarin. Selamatan ini terus dilanjutkan dengan tirakatan yang diagendakan hingga habis lebaran,” kata salah seorang penanggung jawab PSNU Pagar Nusa se-Solo Raya, Iman Widodo kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Rabu (2/7).

Kita minta peserta tirakatan ini untuk mendoakan kondisi bangsa yang semakin hari semakin memanas ini, tambah Iman.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar Pagar Nusa Kartasura dalam suksesi kepemimpinan bangsa ke depan. Kami berharap, siapapun pemimpin yang terpilih nanti bisa membawa NKRI menjadi sebuah negara yang tentram, sejahtera, dan berdaulat, terang Iman.

Salah satu bait do’a yang dipanjatkan berbunyi, "Duh Gusti... Duh Guustiii........ Andai saja kami hidup dalam kemiskinan dan kesengsaraan karena penipuan para penguasa. Sesungguhnya seburuk-buruk kehidupan dan hidup yang menyakitkan di bawah kezaliman dan tipu daya para penguasa itu tidaklah membuat kami susah. Yang membuat kami susah, sesungguhnya adalah kegagalan dan ketidakmampuan kami mempersiapkan hidup yang layak lagi mapan untuk masa depan anak-anak dan keturunan kami." (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 18 Desember 2017

LFNU: Rukyat, Muasal dan Sarana Koreksi Metode Hisab

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) berpandangan, kemajuan ilmu pengetahuan di bidang astronomi dan ilmu hisab diperoleh dari hasil kegiatan rukyat atau observasi benda-benda langit. Rukyat yang berkelanjutan terus mengawal proses peningkatan temuan mutakhir hingga nyaris sempurna. Untuk seterusnya, selain sebagai muasal, rukyat sekaligus menjadi sarana koreksi bagi metode hisab.

Menurut Pengurus Pusat LFNU KH A Ghazalie Masroeri, dalam penentuan awal bulan Qomariyah metode hisab digunakan NU sebagai pendukung. Posisi ini dilakukan untuk menghasilkan rukyat yang berkualitas. Ilmu hisab akan kian maju dan akurat ketika penyokong utamanya adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal atau rukyat.

LFNU: Rukyat, Muasal dan Sarana Koreksi Metode Hisab (Sumber Gambar : Nu Online)
LFNU: Rukyat, Muasal dan Sarana Koreksi Metode Hisab (Sumber Gambar : Nu Online)

LFNU: Rukyat, Muasal dan Sarana Koreksi Metode Hisab

“Rukyat dan hisab laksana dua sisi keping mata uang.  Dan temuan-temuan yang diperoleh melalui rukyat itu menjadi sarana koreksi terhadap hitungan hisab,” tuturnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Keputusan LFNU dalam banyak hal telah melibatkan metode hisab baik tentang ketentuan kalender Qamariyah maupun jadwal shalat. Bahkan, selain berjibaku dengan penghitungan rumit itu, LFNU menfungsikan sejumlah perangkat canggih untuk menyempurnakan tingkat akurasi kesimpulan yang diambil.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Seperti diketahui, LFNU telah merancang, merakit, dan memproduksi sebuah instalasi observatorium keliling (al-marshadu al-falaki al-jauli) atau dikenal dengan sebutan NUMO (NU Mobile Observatory, sekaligus singkatan dari Nusantara Mobile Observatory).

NUMO dilengkapi alat-alat tradisional dan modern, dapat berpindah tempat, serta berfungsi untuk ruyat awal bulan, rukyat bulan tua, observasi manzilah bulan, dan observasi benda-benda langit lainnya, seperti matahari, merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, gugus bintang, bright nebula, dan meteor.

Redaktur    : Mukafi NIam

Kontributor: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 10 Desember 2017

Pemuda NU Tasikmalaya Tuntut DPRD Tutup Minimarket Ilegal

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Para pemuda NU Kabupaten Tasikmalaya mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi 1 dan 2, untuk menanyakan tindak lanjuti minimarket ilegal di kabupaten tersebut. Pada pertemuan tersebut terjadi adu argumen dari yang berjalan alot.

Pemuda NU Tasikmalaya Tuntut DPRD Tutup Minimarket Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda NU Tasikmalaya Tuntut DPRD Tutup Minimarket Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda NU Tasikmalaya Tuntut DPRD Tutup Minimarket Ilegal

Salah seorang pemuda NU, Asep Abdul Ropik pada pertemua 4 Januari 2015 tersebut menuturkan pihaknya mendesak penindakan dan penutupan ke 16 minimarket ilegal yang sampai sekarang masih beroprasi dengan batas waktu 2x24 jam.

Menurut dia, keberadaan minimarket tersebut jelas melanggar aturan Perda Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Pembelanjaan dan Toko Modern No 6 Thn 2014, Permendag No 70 thn 2013, dan Perpres No 112 thn 2007, serta SE Menteri Perdagangan No.1310/M.DAG/SD/12/2014 tgl 22 Desember 2014 ttg Perizinan Toko Modern, Gub/Bupati/Walikota, utk sementara tidak mngeluarkan izin usaha toko modern (IUTM).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Meski berjalan alot, pertemuan itu menghasilkan keputusan bahwa sebanyak 16 minimarket ilegal dari 47 minimarket yang ada di Kabupaten Tasikmalaya harus ditutup dalam waktu dua kali 24 jam.

Para pemuda tersebut terdiri (GP Ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dan Pergerakan Mahsiswa Islam Indonesia (PMII). Turut serta dalam pertemuan tersebut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Cipasung dan KNPI. Mereka menamakan diri Forum Penyelamat Ekonomi Rakyat (FPER). (Husni Mubarok/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 05 Desember 2017

KH Sholeh Qosim Paparkan Fadhilah Bersedekah sebelum Ramadhan

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dan dijalankan oleh setiap Muslim, terutama warga Nahdliyin dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Meski amal ibadah sebelum Ramadhan itu tidak diwajibkan, akan tetapi fadilah dan nilai ibadahnya sungguh luar biasa.

KH Sholeh Qosim Paparkan Fadhilah Bersedekah sebelum Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Sholeh Qosim Paparkan Fadhilah Bersedekah sebelum Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Sholeh Qosim Paparkan Fadhilah Bersedekah sebelum Ramadhan

Wakil Katib Syuriah PCNU Sidoarjo KH Sholeh Qosim saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah dikediamannya, Rabu (3/6) terkait amalan menjelang bulan suci Ramadhan, dirinya menyampaikan, bahwa Nabi Muhammad SAW kalau bersedekah diberikan menjelang Ramadhan. Karena menyedekahkan menjelang Ramadhan lebih bermanfaat.

"Budaya Nabi Muhammad SAW menyambut bulan Suci Ramadhan, disamping berpuasa Syaban, silaturahmi dan bersedekah, Nabi selalu membebaskan orang yang mempunyai hutang. Sehingga ketika orang tersebut menjalankan ibadah puasa Ramadhan, tidak terganggu, bisa kosentrasi dan khusyuk," ucapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan menyedekahkan makanan, pakaian yang diberikan menjelang Ramadhan, kata Kiai Sholeh, fadhilahnya 700 lipat. Yang lebih penting lagi, datang ke guru dan ulama meminta doa supaya lebih mantap dan berkah. Nilainya sangat positif, dan harus dibudayakan lagi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sehingga rukun Islam yang ke 4 itu menjadi fokus ketika orang melakukan ibadah. Berbeda kalau diberikan menjelang Idul Fitri. Sebab kalau diberikan sebelum Ramadhan, pahalanya 700 tingkat, sedangkan setelah Ramadhan pahalanya 1 derajat/tingkat," tandasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 04 Desember 2017

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Tidak ada orang baik tanpa masa lalu dan tidak ada orang jahat tanpa masa depan. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memperbaiki dirinya. Oleh karena itu, belajarlah untuk selalu berpikir positif dan selalu berprasangka yang baik kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri ketika memberikan tausiyah dalam kegiatan halal bihalal yang digelar Pemkab Probolinggo antara Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di auditorium Kantor Bupati Probolinggo, Senin (3/7) siang.

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah

“Usahakan bergaul dengan orang-orang terbaik dan pilihan. Sikap mental dan kepribadian seseorang dipengaruhi kuat oleh pergaulan. Jangan percaya ada orang sukses tanpa dukungan sahabat-sahabatnya. Link network orang-orang terbaik dan pilihan,” katanya.

Menurut Gus Ali, kisah orang-orang sukses pasti ada wanita hebat dibaliknya (siapa ibu yang melahirkan dan siapa istri yang mendampinginya). “Bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Di balik peristiwa pasti ada hikmah. Orang yang tidak mampu berpikir positif pasti ada sesuatu yang hilang dalam dirinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Gus Ali mengajak ribuan ASN untuk membaca Surat Luqman yang artinya dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia karena sombong. Sesungguhnya Allah tidak senang orang yang sombong.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ada juga tafsir Ibnu Katsir yang berbunyi, jangan palingkan wajahmu. Hargai lawan bicaramu. Ciptakan suasana akrab penuh kekeluargaan. Jangan percaya orang sukses jadi pemimpin kalau komunikasinya jelek,” terangnya.

Gus Ali menerangkan bahwa prinsip dakwah adalah merangkul bukan memukul, mengobati bukan menyakiti dan mencari kawan bukan mencari lawan. Untuk berpikir positif maka kita harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mari berfikir positif, aku bisa, aku bahagia, aku sukses, aku cerdas dan aku kaya. Insya Allah menjadi kenyataan, modalnya berpikir positif dan berbaik sangka kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita semua bisa sukses dengan segala kelebihan masing-masing, melengkapi bukan menjatuhkan,” pungkasnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari menerangkan bahwa selama 10 hari lamanya para ASN menikmati libur cuti lebaran dan disibukkan dengan silaturahim dengan keluarga. Oleh karena itu, hendaknya disempatkan minimal setahun sekali untuk bersilaturahim.

“Bekerja dan berkoordinasi dengan teman kerja satu kantor, lintas kantor dan lintas instansi tentunya kita tidak akan pernah luput dari kesalahan dan kekurangan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin tali silaturahim dengan semua yang mendukung dan mensupport sehingga menjadi karyawan dan karyawati serta pelayaan rakyat yang lebih baik,” terangnya.

Tantri mengharapkan agar momentum ini menjadi cambukan semangat untuk menjadi yang jauh lebih baik dan amanah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Terlebih selama selama bulan suci Ramadhan kita ditempa akhlak sehingga menjadi pelayan rakyat yang lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan halal bihalal ini dihadiri oleh Wakil Bupati Probolinggo H Timbul Prihanjoko, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin dan jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 27 November 2017

PBNU Minta Ulama Mesir dan Suriah Tengahi Konflik

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kemelut yang terjadi di Timur Tengah, khususnya Mesir dan Suriah. PBNU percaya para ulama setempat mampu menjadi solusi atas masalah ini.

PBNU Minta Ulama Mesir dan Suriah Tengahi Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Ulama Mesir dan Suriah Tengahi Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Ulama Mesir dan Suriah Tengahi Konflik

“NU berharap ulama-ulama di Mesir dan Suriyah berperan aktif dalam menyejukkan suasana sehingga terwujud ishlah (rekosiliasi) di antara pihak-pihak berseteru,” pinta Katib Aam PBNU KH Malik Madani menyampaikan salah satu hasil rapat syuriyah PBNU, Rabu (2/10) petang, di Jakarta.

Menurut Kiai Malik, kiprah tokoh agama sangat dibutuhkan menyusul kekisruhan di Mesir dan Suriah tak hanya melibatkan pihak militer tapi juga memakan banyak korban sipil. “Mudah-mudahan dapat ditemukan jalan keluar yang damai, tanpa ada kekerasan,” imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di wilayah Timur Tengah yang sedang dilanda perang, dosen UIN Sunan Kalijaga ini berharap mereka tidak melibatkan diri dalam kemelut yang terjadi. Mereka perlu menghindari sejumlah daerah rawan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.

“Indonesia harus dapat mengambil pelajaran banyak dari perjalanan pahit negara-negara di Timur Tengah agar tidak jatuh pada kasus serupa,” lanjutnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 26 November 2017

Qunut Subuh Antara Imam dan Makmum (2)

Assalamu ‘alaikum wr. wb

Saya mau tanya terkait permasalahan qunut subuh. Saya Amrullah tinggal di Yogyakarta yang mayoritas masjid tidak qunut subuh. Setiap shalat jamaah subuh di masjid dekat saya tinggal. Imam berhenti agak lama ketika bangun dari rukuk pada rakaat kedua, tujuannya memberi kesempatan pada orang yang mau baca qunut.

Qunut Subuh Antara Imam dan Makmum (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Qunut Subuh Antara Imam dan Makmum (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Qunut Subuh Antara Imam dan Makmum (2)

Pertanyaannya (1) apakah yang dilakukan imam itu benar dan ada dasarnya? (2) Jika saya baca qunut sedang imam tidak membaca qunut, apakah shalat saya sah? (3) Ketika suatu saat saya menjadi imam, apa yang harus saya lakukan, qunut atau tidak? Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Abdul Kafi Amrullah/Yogyakarta)

Jawaban

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Dalam kesempatan ini kami akan melanjutkan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan saudara Abdul Kafi Amrullah dari Yogyakarta. Dua pertanyaan sudah kami jawab pada tulisan yang lalu. Sekarang, tinggal pertanyaan ketiga terkait bagaimana jika kita menjadi imam shalat Subuh di mana mayoritas makmumnya tidak mengakui legalitas syar’i doa qunut.

Dalam kasus ini setidaknya ada dua pilihan. Pertama, imam tidak usah membaca doa qunut. Imam Syafi’i konon pernah meninggalkan membaca qunut ketika shalat dengan para pengikut madzhab Hanafi di masjid sekitar Baghdad sebagaimana keterangan yang termaktub dalam kitab Al-Mausu‘ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah sebagai berikut:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Imam Syafi’i ra pernah meninggalkan do’a qunut ketika shalat Subuh bersama para pengikut madzhab Hanafi di dalam masjid mereka di sekitar Baghdad. Menurut para ulama madzhab Hanafi hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan Imam Syafi’I terhadap Imam Abu Hanifah (adaban ma’al imam). Tetapi menurut ulama madzhab syafi’i, Imam Syafi’i ketika itu berubah ijtihadnya,” (Lihat Wizaratul Awqaf was Syu`un al-Islamiyyah-Kuwait, Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Kuwait-Darus Salasil, juz II, halaman 302).

Namun pilihan ini tentunya sedikit tidak membuat nyaman pihak imam, meskipun tidak merusak keabsahan shalatnya. Jika demikian, maka sebaiknya dicarikan pilihan kedua sebagai solusi yang saling melegakan baik imam maupun makmum.

Dari sinilah maka hemat kami diperlukan pilihan kedua. Namun masuk pada pilihan kedua kami akan menjelaskan sedikit tentang pengertian qunut dan tentang meninggikan suara bagi imam ketika membaca doa qunut atau merendahkannya. Kedua hal ini penting dijelaskan sebagai pijakan pilihan kedua.

Pengertian qunut secara bahasa adalah pujian. Sedang menurut syara’ adalah dzikir khusus yang mencakup pujian dan do’a seperti allahumaghfir li ya ghafur. Karenanya, jika tidak mencakup kedua hal tersebut bukan disebut qunut. Inilah pengertian yang masyhur di kalangan ulama madzhab Syafi’i.

( ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Qunut secara bahasa berarti pujian, sedang menurut syara’ adalah dzikir khusus yang mencakup pujian dan do’a seperti allahummaghfir li ya ghafur (Ya Allah, ampuni segala dosaku wahai dzat Yang Maha Pengampun). Dengan demikain seandainya tidak mencakup keduanya maka tidak disebut qunut,” (Lihat Sulaiman Al-Bujairimi, Tuhfah al-Habib ‘ala Syarh al-Khathib, Beirut, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1417 H/1996 M, juz II, halaman 205).

Kemudian dalam madzhab Syafi’i sendiri terjadi silang pendapat mengenai meninggikan atau merendahkan suara dalam membaca doa qunut bagi imam. Ada dua pendapat sebagaimana didokumentasikan Al-Mawardi dalam kitab Al-Hawi.

Pertama pendapat yang menyatakan bahwa bagi imam sebaiknya membaca doa qunut dengan pelan atau merendahkan suaranya. Argumentasi yang disuguhkan sebagai dasar pendapat ini adalah karena qunut merupakan doa sedangkan posisi doa itu sendiri adalah israr (merendahkan suara). Sedangkan dalil yang digunakan untuk mendasari pandangan ini adalah ayat 110 surat Al-Isra`.

Pendapat kedua menyatakan sebaiknya imam meninggikan suaranya ketika membaca doa qunut sebagaimana ketika membaca sami’allahu liman hamidah, tetapi peninggian tersebut di bawah peninggian suara ketika membaca ayat Al-Qur`an. Dengan kata lain, peninggian tersebut didasarkan kepada qiyas atau analogi.

? : ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? [ ? :110 ] ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Pasal kedua mengenai kondisi mengeraskan dan merendahkan suara ketika membaca do’a qunut dalam shalat. Apabila mushalli (orang yang shalat) itu shalat munfarid (shalat sendirian), sebaiknya ia memelankan suara ketika membaca do’a qunut. Sedangkan apabila ia menjadi imam maka dalam hal ini ada dua pendapat. Pendapat pertama menyatakan bahwa sebaiknya ia memelankan suara dalam membaca do’a qunut karena merupakan do’a. Sedangkan posisi doa itu sendiri adalah israr (merendahkan suara). Allah ta’ala berfirman: “Jangan kamu mengeraskan suaramu dalam shalat dan jangan pula merendahkannya,” (QS Al-Isra` [17]: 110). Pendapat kedua menyatakan sebaiknya meninggikan suara dalam membaca do’a qunut sebagaimana meninggikan suara ketika membaca sami’allahu liman hamidah tetapi bukan seperti dalam membaca ayat,” (Lihat Al-Mawardi, Al-Hawi fi Fiqhis Syafi’i, Beirut, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah, cet ke-1, 1414 H/1991 M, juz II, halaman 145).

Berangkat dari penjelasan di atas maka pilihan kedua adalah bagi imam tetap membaca doa qunut tetapi dengan bacaan yang minimalis dan suara rendah (pelan), seperti allahummaghfir lana ya ghafur wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallama.

Bacaan ini bisa dikategorikan doa qunut karena sudah dianggap mencakup doa dan pujian sebagaimana penjelasan definisi qunut di atas. Sedangkan merendahkan suara bagi imam dalam membaca doa qunut mengacu kepada pendapat pertama sebagaimana dikemukakan Al-Mawardi di atas.

Hemat kami pilihan kedua ini adalah yang paling bijak untuk diambil ketika seseorang yang menyakini legalitas syar’i membaca doa qunut dalam shalat Subuh, sedangkan makmumnya tidak.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Sikapi perbedaan dengan bijak serta berusahalah mencari cara terbaik untuk keluar dari perbedaan tanpa harus mengorbankan apa yang kita yakini. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 24 November 2017

689 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menjelang keberangkatan ke tanah suci pada 9 September mendatang, sebanyak 689 calon haji (Calhaj) kabupaten Probolinggo 2015 mengikuti penutupan bimbingan manasik haji di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Rabu (26/8). Kegiatan bimbingan diakhiri dengan tasyakuran pemberangkatan ke tanah suci yang digelar oleh Pemkab setempat.

Tasyakuran pemberangkatan calhaj ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Probolinggo H Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kemenag Probolinggo H Bustami, Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Cholili dan Rais Syuriyah PCNU Probolinggo KH Jamaluddin al-Hariri.

689 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
689 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

689 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Hadir pula Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setyawan, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Sumaryono, sejumlah Kepala SKPD dan Camat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sekabupaten Probolinggo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tahun ini, calon tamu Allah asal Probolinggo sebanyak 689 orang. Mereka tergabung dalam kloter 47 dan 48 yang akan diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya dari Obyek Wisata Religius Miniatur Ka’bah desa Curahsawo kecamatan Gending, Probolinggo pada 9 September 2015 mendatang.

Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari mengatakan, penutupan bimbingan manasik haji dan selamatan pemberangkatan calon jamaah haji ini merupakan sebuah budaya yang tidak boleh berhenti karena menyangkut dengan tradisi masyarakat Probolinggo. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mendoakan calon tamu Allah yang akan berangkat ke tanah suci.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Selamat kepada seluruh calon jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci sebagai tamu Allah. Tidak semua orang mendapatkan panggilan untuk datang ke rumah Allah. Sebagai tamu Allah, berangkat dan datang harus diselamati. Semoga ilmu yang didapat selama pelaksanaan bimbingan manasik haji manfaat dan barokah,” ujarnya.

Sementara H Hasan Aminuddin meminta para calon tamu Allah ini untuk selalu menjaga kesehatan sejak awal sampai akhir. Sebab dalam ibadah haji ini dibutuhkan tenaga dan fisik yang lebih.

“Perbanyaklah berbicara dengan Allah melalui berdzikir, istighfar serta sholawat. Sebab tempat itulah sebagai tempat pertobatan bagi manusia yang selalu banyak dosa,” ujarnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini menegaskan bahwa salah satu tugas Komisi VIII DPR RI adalah menangani masalah haji. Berkat perjuangan Komisi VIII, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini turun.

“Sisa kuota akhirnya dikembalikan dan disebar ke seluruh Indonesia, khususnya Probolinggo mendapat jatah yang diberikan kepada para orang yang sudah tua (lansia),” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 22 November 2017

Katib ‘Aam: NU Tidak Bisa Pisah dari Indonesia

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengajak warga NU untuk menengok dan mengingat kembali sejarah awal dibentuknya NU sesuai yang tertera dalam Anggaran Dasar Aggaran Rumah Tangga AD/ART NU.

Menurutnya, NU satu kesatun dengan bangsa Indonesia, dan tak terpisahkan. “NU didirikan itu salah satu tujuannya menciptakan tatanan masyarakat Indonesia yang rahmatan lil alamin demi terwujudnya bangsa Indonesia. Mari kita lihat AD/RT NU, maka dari itu, NU tidak bisa pisah dari bangsa Indonesia,” katanya di hadapan ribuan Muslimat NU di alun-alun Masjid Agung Demak pada Ahad (2 /4) pada puncak Harlah NU ke 91, Harlah Muslimat NU ke 71 dan Hari Jadi Demak ke 514.

Katib ‘Aam: NU Tidak Bisa Pisah dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib ‘Aam: NU Tidak Bisa Pisah dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib ‘Aam: NU Tidak Bisa Pisah dari Indonesia

Gus Yahya begitu dia akrab dipanggil, menegaskan, selaku salah satu elemen pendiri bangsa Indonesia, NU secara otomatis ? mempunyai ? kewajiban menjaga bangsanya dari orang maupun kelompok pengacau, pengganggu, merongrong kewibawaan bangsa serta mengganggu keutuhan Negara Kesatua Republilk Indonesia.

“Setiap pengacau yang mengganggu Indonesia, maka akan berhadapan dengan NU. Bagi NU, NKRI harga mati yang tak hisadi tawar lagi,” tegasnya.

Ketua Muslimat NU Demak Hj Utami Musadad mengatakan,kegiatan tersebut dimuli dengan bacaan Al-Qur’an bil ghoib (hafalan) sebanyak 500 kali, membaca Al-Qur’an bi nadhor sbanyak 500 kali, manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jilani 400 kali, istighotsah, maulidurrasul serta pengajian,

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Alhamdulillah acara berjalan lancar dan khidmat, khataman Al-Qur’an baik bil ghoib maupun bi nadhor, manaqib semua khatam,” tutur Hj Utami Sadad.

Puncak acara harlah, selain dihadiri warga Muslimat, juga dihadiri Bupati Demak H M Natsir, Waub Joko Sutanto, ketua DPRD H Nurul Muttaqin, Kapolres, Dandim, Kajari, Kepala Pengadilan Negeri Demak Wakil ketua PW Muslimat Jateng yang ? juga anggota FKB DPRD Jateng Hj Ida Nurs Sa’adah, Katib ‘Aam Jatman KH Zaini Mawardi, pengurus NU dari Cabang sampai Ranting. (A.Shiddiq Sugirto/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Amalan, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

17 Grup Rebana Ramaikan Peringatan Harlah IPNU di Klaten

Klaten, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hari Lahir (Harlah) Ke-62 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ke-61 Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU), diperingati Pelajar NU di Klaten Jawa Tengah dengan mengadakan kegiatan pengajian dzikir dan shalawat, Sabtu (27/2) lalu.

17 Grup Rebana Ramaikan Peringatan Harlah IPNU di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
17 Grup Rebana Ramaikan Peringatan Harlah IPNU di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

17 Grup Rebana Ramaikan Peringatan Harlah IPNU di Klaten

Acara yang dilaksanakan di Masjid Joglo Baitul Makmur, Kunden, Karanganom, Klaten tersebut dihadiri sekitar 900 pengunjung dan 17 grup rebana dari berbagai daerah se-Kabupaten Klaten.

Menurut Ketua PC IPNU Klaten, Aan Prihartanto mengatakan, peringatan Harlah IPNU-IPPNU bertema ‘Pelajar Bersholawat’ ini dihelat bersamaan dengan acara peresmian Masjid Joglo.

Dalam sambutannya, Aan menegaskan, pelajar NU mesti siap menjawab tantangan zaman. “Kita sebagai pelajar harus mampu menjawab tantangan dan perkembangan zaman, sekaligus tidak boleh melupakan tradisi yang diusung oleh para ulama an-Nahdliyah yang salah satunya adalah dzikir dan shalawat,” tukasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, H Qomarudin perwakilan dari PCNU Klaten menyatakan dukungannya dan senantiasa mendorong setiap langkah pelajar dan pemuda untuk kebangkitan dan kemajuan NU di masa yang akan datang.

“Sebagai orang tua, kita wajib dan harus mendukung para pelajar dan pemuda kita untuk belajar dan bergerak lebih maju, karena merekalah yang akan mengnggantikan kita semua nanti di masa yang akan datang,” kata dia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara diakhiri dengan penyampaian ceramah yang disampaikan oleh KH Nur Kholis dari Ampel, Boyolali. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 21 November 2017

Jalin Silaturrahim, Ribuan Alumni MI Maarif Kedensari Ikuti Jalan Sehat

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan alumni Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif NU Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur mengikuti jalan sehat yang digelar oleh pihak sekolah di halaman sekolah, Sabtu (6/8). Dengan antusias, para Nahdliyin ini berkeliling melewati rute yang telah ditentukan oleh panitia acara untuk merebutkan hadiah dengan total hadiah Rp10 juta.

Jalin Silaturrahim, Ribuan Alumni MI Maarif Kedensari Ikuti Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalin Silaturrahim, Ribuan Alumni MI Maarif Kedensari Ikuti Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalin Silaturrahim, Ribuan Alumni MI Maarif Kedensari Ikuti Jalan Sehat

Diiringi musik patrol "Bongso Awas Lupa Urusan Sholat" atau yang biasa dikenal dengan "Bongso Alus", sekitar 2 ribu orang mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua penuh semangat mengikuti kegiatan ini.

Panitia acara jalan sehat, Faris Yunanto mengatakan, selain untuk memperingati Harlah ke-50 MI Maarif Kedensari tahun dan reuni akbar, jalan sehat ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antar alumnus mulai tahun 1973 hingga 2010 yang telah lama putus. Diharapkan, setelah mengikuti acara tersebut, persaudaraan alumni MI Maarif Kedensari tetap terjalin.

"Selain diikuti alumni, jalan sehat ini juga diikuti adik-adik yang masih belajar di sekolah ini. Jalan sehat merupakan rasa syukur dari yayasan atas berdirinya MI yang sudah mencapai usia 50 tahun sekaligus temu kangen. Kami berharap dengan adanya acara ini, ukhuwah Islamiyah dan jalinan persahabatan bisa tersambung kembali," harap Faris.

Ia menambahkan, selain acara jalan sehat, panitia juga mengadakan pengajian umum yang akan disampaikan oleh Kapten CPM, KH Ali Imron dari Mojokerto, Jawa Timur pada Sabtu (6/8) malam. (Moh Kholidun/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah