Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Luncurkan Buku tentang Profesionalitas Guru

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Komitmen Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) terhadap bidang pendidikan di Indonesia berbuah hasil. Salah satu kadernya, Asrorun Ni’am Sholeh, yang juga pernah menjabat sebagai salah satu Ketua Pengurus Pusat IPNU, berhasil meluncurkan buku yang berjudul “Membangun Profesionalitas Guru: Analisis Kronologis atas Lahirnya UU Guru dan Dosen.

Buku setebal 222 halaman yang diterbitkan oleh Lembaga Studi Agama dan Sosial (eLSAS) itu diluncurkan di Gedung Teater Perpustakaan Nasional, Jalan Salemba Raya, Jakarta, Jum’at (13/10).

Luncurkan Buku tentang Profesionalitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Luncurkan Buku tentang Profesionalitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Luncurkan Buku tentang Profesionalitas Guru

Hadir dalam peluncuran yang juga dirangkai dengan bedah buku tersebut, Dr H Fasli Djalal Ph.D (Dirjen PMPTK Diknas RI), Prof Dr Suriani MA (Guru Besar Universitas Negeri Jakarta) dan Dr H A Fathoni Rodli M.Pd (Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU)

Ni’am, demikian panggilan akrab Asrorun Ni’am Sholeh, mengakui bahwa buku yang ia tulis pada dasarnya lebih tepat diberi label sebagai kumpulan dokumen historis atas dinamika internal yang terjadi saat pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Guru dan Dosen. “Karena kajiannya memang hanya dibatasi pada upaya meng-cover secara analitis atas kronologi penyusunan RUU sehingga dapat disahkan sebagai UU, disertai dengan dinamika internal yang terjadi,” terangnya.

Namun demikian, kata Ni’am, di dalam buku yang ditulisnya tersebut dapat ditemukan analisis perbandingan antara draf yang disiapkan oleh DPR-RI (Komisi X) dengan hasil pembahasan. Hasilnya menunjukkan adanya keberanjakan secara signifikan, baik itu sifatnya vertikal, horisontal, maupun diagonal.

Menurut pria yang saat ini tengah menyelesaikan Program Doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta ini, hal itu wajar sebagai buah ‘konsensus’ dengan pihak pemerintah, dalam hal ini adalah Departemen Pendidikan Nasional yang sejak awal mengajukan draf tandingan yang secara diametral cukup kontras.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dijelaskan Ni’am, dalam proses pembahasan RUU tersebut, tampak sekali perbedaan paradigma yang digunakan oleh pemerintah dan DPR, khususnya terkait dengan detil aturan mengenai kesejahteraan dan jaminan profesionalitas guru. “Sejak awal, DPR punya semangat untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Kesejahteraan guru yang masih sangat tidak ideal menyebabkan mutu guru dan mutu pendidikan secara keseluruhan menjadi rendah,” ungkapnya.

Sementara, imbuhnya, pemerintah tampak lebih mengutamakan menentukan “rambu-rambu” profesionalitas melalui kualifikasi akademik dan sertifikasi. “Kalau pemerintah asumsinya; mutu baik dulu, baru setelah itu kesejahteraan diperoleh. Berbeda dengan DPR yang mengasumsikan; sejahtera dulu, baru kemudian mutunya akan baik,” jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Buku tersebut merupakan buku kedua karya mantan Ketua PP IPNU periode 2000-2003 ini. Sebelumnya, pria kelahiran Nganjuk, 31 Mei 1976 ini pernah menerbitkan buku dengan tema pendidikan pula; “Reorientasi Pendidikan Islam”. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Pemurnian Aqidah, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 28 Februari 2018

Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir

Beberapa dekade terakhir, dunia mengalami krisis sumber energi. Sumber energi fosil, seperti minyak bumi dan batubara, yang selama ini menjadi sumber energi utama dunia telah mengalami penurunan cadangan. Di samping itu dampak pemanfaatan sumber energi fosil telah meningkatkan suhu bumi sehingga terjadilah pemanasan global. Pemanasan global memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pelelehan salju abadi di kutub utara dan selatan sehingga meningkatkan? tinggi muka air laut dimana hal ini memberikan dampak pada munculnya berbagai bencana banjir di beberapa negara yang mempunyai permukaan dataran rendah.

Disamping itu isu kerusakan lingkungan dan pemanasan global menjadi kuat ketika berbagai bencana alam terjadi yang diakibatkan oleh adanya perubahan iklim global dimana hal ini berdampak pada industri pertanian yang mengalami gangguan dalam perencanaan/pola tanam komoditas pertanian. Wilayah Filipina beberapa waktu yang lalu diterjang badai Haiyan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa hingga lebih dari 5.700 jiwa. Hal ini membuktikan bahwa dampak pemanasan global cukup signifikan pada pola iklim dunia.

Terganggunya perencanaan tanam pada dunia pertanian memberikan dampak pada terancamnya pasokan pangan dunia yang dikhawatirkan dapat meningkatkan tingginya tingkat kelaparan pada beberapa negara dengan kemampuan ekonomi lemah.

Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir

Pada sektor energi, tekanan isu pemanasan global memberikan implikasi pengambilan keputusan dalam menentukan sumber energi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, khususnya pada beberapa negara berkembang.

Beberapa negara ASEAN telah memutuskan untuk mengurangi prosentase sumber energi fosil dalam bauran energi nasional mereka, sebut saja Malaysia, pada tahun 2010 Malaysia telah memutuskan akan menggunakan energi nuklir, saat ini mereka telah mempunyai calon tapak potensial yang akan digunakan sebagai lokasi PLTN, sebagian besar berada pada Semenanjung Malaysia (lihat gambar).

Sementara itu Indonesia merencanakan akan mengoperasikan sebanyak 4 unit PLTN pada tahun 2024, namun hingga tulisan ini dibuat, keputusan tentang calon lokasi tapak masih belum diputuskan. Sementara itu Korea Selatan merencanakan akan menggunakan nuklir sebagai pembangkit listrik utama meraka hingga 60% pada 2035. Sedangkan Philipina yang mempunyai potensi bencana alam (badai) lebih besar dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya telah memutuskan akan menggunakan nuklir untuk memenuhi pasokan energy mereka sebanyak 5% pada tahun 2030.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Vietnam sejak awal 2000-an lebih serius memikirkan penggunaan energy nuklir dibandingkan dengan beberapa Negara ASEAN lainnya, saat ini Vietnam merencanakan akan membangun 13 unit PLTN selama 2 dekade kedepan. Bahkan hingga tulisan ini dibuat, Vietnam telah menandatangi kontrak pembangunan PLTN dengan ROSATOM, sebuah perusahaan desainer PLTN asal Rusia. Vietnam juga telah menetapkan tapak yang akan digunakan sebagai tapak PLTN (lihat gambar)

Seolah tak ingin kalah dengan negara-negara tetangga lainnya, secara serius Thailand juga telah mempersiapkan calon lokasi tapak PLTN yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi nasionalnya. Hingga saat ini Thailand mempunyai 6 calon tapak potensial yang akan digunakan, namun demikian Thailand masih menjajagi teknologi mana yang akan mereka digunakan.

?

Akhmad Khusyairi, M.Eng?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kontributor Iptek Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. ?

?

?

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 17 Februari 2018

Pendidikan Pesantren Teruji Hasilkan Kecerdasan Spiritual

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu H Muhammad Yusuf mengingatkan bahwa pendidikan Agama merupakan aspek yang paling mendasar dalam rangka mencetak generasi yang tangguh.

"Pendidikan spiritual (Agama) merupakan basic atau dasar dan tidak boleh dilewati," tegasnya saat melakukan visitasi ke MAN 1 Pringsewu, Kamis (19/10).

Pendidikan Pesantren Teruji Hasilkan Kecerdasan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Pesantren Teruji Hasilkan Kecerdasan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Pesantren Teruji Hasilkan Kecerdasan Spiritual

Menurutnya memiliki kepintaran kognitif saja tidak cukup namun harus dibarengi dengan kecerdasan lainnya. Berbagai aspek kecerdasan harus dimiliki oleh setiap individu diantaranya kecerdasan intelektual dan emosional.

"Kita juga jangan terlalu mengandalkan Kecerdasan intelektual dan emosional saja karena nantinya bisa menjadi jiwa yang otoriter dan kurang bijak. Kecerdasan kita harus diimbangi dengan kecerdasan Spiritual," tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Permasalahan kurangnya kecerdasan spiritual inilah yang saat ini masih dihadapi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Padahal menurutnya jika dirunut kebelakang pendidikan yang paling inten dan merupakan sistem pendidikan tertua dalam pendidikan Agama adalah Pondok Pesantren.

"Permasalahan pendidikan saat ini adalah karena Sistem Pendidikan Pesantren tidak dinasionalkan. Banyak pihak membohongi hati nurani kalau Pondok pesantren adalah sistem pendidikan paling tua dan teruji," tegasnya menilai pondok pesantrenlah yang mampu menjawab permasalahan pendidikan saat ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menilai kondisi pondok pesantren di Indonesia saat ini banyak yang terbengkalai dan kurang mendapat perhatian. Hal ini menurutnya menjadi pekerjaan rumah semua pihak untuk lebih memperhatikan pondok pesantren.

Pentingnya pendidikan agama melalui sebuah sistem yang baik dan silsilah yang jelas menurutnya sangat penting dan seharusnya diperhatikan banyak pihak.

Ia menilai bahwa belajar agama tidaklah cukup dengan belajar sekilas apalagi melalui media yang saat ini mudah diakses seperti internet. 

"Yang tidak pernah ngaji dipesantren itu kelihatan kualitas ilmu agamanya. Dari cara baca qurannya bisa terlihat," tegas Yusuf. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 15 Februari 2018

Hukum Khitan Perempuan

Dalam riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Ada lima macam yang termasuk fitrah, yaitu khitan, mencukur rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan, menggunting kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.”

Hadits tersebut menunjukkan bahwa Islam adalah ajaran yang komprehensif yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk hal-hal yang sepele yang menjadi naluri kebiasaan manusia.

Dalam konteks khitan, ulama sepakat bahwa laki-laki dianjurkan untuk berkhitan, karena secara logika bisa dipahami, khitan merupakan bagian dari kebersihan (thaharah). Tetapi tidak demikian bagi perempuan, banyak kalangan terutama tenaga medis yang melarang khitan bagi perempuan. Sementara itu sebagian kalangan berpendapat bahwa khitan bagi perempuan harus dilakukan. Oleh karenanya, masalah khitan bagi perempuan perlu mendapatkan kejelasan secara tuntas dan menyeluruh.?

Ulama berbeda pendapat tentang hukum khitan bagi perempuan, ada yang mengatakan sunnah, dan ada yang mengatakan mubah. Sedangkan menurut al-Syafi’i hukumnya wajib, seperti hukum khitan bagi laki-laki sebagaimana dikemukakan Imam Nawawi.

Hukum Khitan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Khitan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Khitan Perempuan

Pendapat yang melarang khitan perempuan sebetulnya tidak memiliki dalil syar’i, kecuali hanya sekedar melihat bahwa khitan perempuan adalah menyakitkan korban (perempuan). Sementara hadits yang menjelaskan khitan perempuan (hadits Abu Dawud) tidak menunjukkan taklif disamping juga keshahihannya diragukan. Padahal ada kaidah ushul yang menyatakan bahwa ‘adam al-dalil lais bi dalil (tidak adanya dalil bukan merupakansuatu dalil).

Adapun pendapat yang mengatakan sunnah, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

عَÙ? Ù’ أَبِÙ? الْمَلِÙ? حِ بْÙ? ِ أُسَامَةَ عَÙ? Ù’ أَبِÙ? هِ Ø£ÙŽÙ? ÙŽÙ‘ الÙ? َّبِÙ? ÙŽÙ‘ r قَالَ الْخِتَاÙ? ُ سُÙ? َّةٌ لِلرِّجَالِ مَكْرُمَةٌ لِلÙ? ِّسَاءِ (رَوَاهُ أَحْمَدُ)

Dari Abu al-Malih bin Usamah, dari Ayahnya: “Sungguh Nabi Saw. bersabda: “Khitan itu hukumnya sunnah bagi para lelaki dan kemuliaan bagi para perempuan.” (HR. Ahmad)

Kata sunnah yang dikehendaki disini bukan berarti lawan kata wajib. Sebab kata sunnah apabila dipakai dalam sebuah hadits, maka tidak dimaksud sebagai lawan kata wajib. Namun lebih menunjukkan persoalan membedakan antara? hukum laki-laki dan perempuan. Dengan begitu, arti kata sunnah dan kata makrumah dalam hadits tersebut maksudnya adalah laki-laki lebih dianjurkan berkhitan dibanding perempuan. Sehingga bisa jadi artinya adalah laki-laki sunnah berkhitan dan perempuan? mubah. Atau wajib bagi laki-laki dan sunnah bagi perempuan. Atau laki-laki dianjurkan mengumumkan khitannya, baik dalam walimah al-khitan atau undangan, sedangkan perempuan justru yang baik dirahasiakan, tidak perlu diekspose atau disebarluaskan.

Sebagaimana disampaiakan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari

?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

اَلْفِطْرَةُ خَمْسٌ أَوْ خَمْسٌ مِÙ? Ù’ الْفِطْرَةِ الْخِتَاÙ? ُ وَالاسْتِحْدَادُ ÙˆÙŽÙ? َتْفُ الْإِبْطِ وَتَقْلِÙ? مُ اْلأَظْفَارِ وَقَصُّ الشَّارِبِ )رَوَاهُ الْبُخَارِÙ? ُّ عَÙ? Ù’ أَبِÙ? هُرَÙ? ْرَةَ)?

? قَالَ الْمَاوَرْدِÙ? ُّ خِتَاÙ? ُهَا قَطْعُ جِلْدَةٍ تَكُوÙ? ُ فِÙ? أَعْلَى فَرْجِهَا فَوْقَ مَدْخَلِ الذَّكَرِ كَالÙ? َّوَاةِ أَوْ كَعُرُفِ الدِّÙ? كِ وَالْوَاجِبُ قَطْعُ الْجِلْدَةِ الْمُسْتَعْلِÙ? َّةِ مِÙ? ْهُ دُوÙ? ÙŽ اسْتِئْصَالِهِ وَقَدْ أَخْرَجَ أَبُو دَاوُدَ مِÙ? Ù’ حَدِÙ? ثِ أُمِّ عَطِÙ? َّةَ Ø£ÙŽÙ? ÙŽÙ‘ امْرَأَةً كَاÙ? َتْ تَخْتِÙ? ُ بِالْمَدِÙ? Ù? َةِ فَقَالَ لَهَا الÙ? َبِÙ? ُّ r (لَا تَÙ? ْهِكِÙ? فَإِÙ? ÙŽÙ‘ ذَلِكَ أَحْظَى لِلْمَرْأَةِ) وَقَالَ Ø£ÙŽÙ? َّهُ Ù„ÙŽÙ? ْسَ بِالْقَوِÙ? ِّ قُلْتُ وَلَهُ شَاهِدَاÙ? ِ مِÙ? Ù’ حَدِÙ? ثِ Ø£ÙŽÙ? َسٍ ÙˆÙŽ مِÙ? Ù’ حَدِÙ? ثِ أُمِّ Ø£ÙŽÙ? ْمَÙ? ÙŽ ثُمَّ أَبِÙ? الشَّÙ? ْخِ فِÙ? كِتَابِ الْعَقِÙ? قَةِ وَآخَرَ عَÙ? ِ الضَّحَاكِ بْÙ? ِ Ù‚ÙŽÙ? ْسٍ عِÙ? ْدَ الْبَÙ? ْهَقِÙ? ِّ قَالَ الÙ? َّوَوِÙ? ُّ ÙˆÙŽÙ? ُسَمَّى خِتَاÙ? ُ الرَّجُلِ إِعْذَارًا بِذَالٍ مُعْجَمَةٍ وَخِتَاÙ? ُ الْمَرْأَةِ خَفْضًا بِخَاءٍ وَضَادٍ مُعْجَمَتَÙ? Ù’Ù? ِ وَقَالَ أَبُو شَامَةَ كَلَامُ أَهْلِ اللُّغَةِ Ù? َقْتَضِÙ? تَسْمِÙ? َّةَ الْكُلَّ إِعْذَارًا وَالْخَفْضُ Ù? َخْتَصُّ بِالْأُÙ? ْثَى قَالَ أَبُو عُبَÙ? ْدَةَ عَذَرَتِ الْجَارِÙ? َةُ وَالْغُلَامُ وَأَعْذَرْتُهُمَا خَتَÙ? ْتُهُمَا وَأَخْتَÙ? ْتُهُمَا وَزْÙ? ًا وَمَعْÙ? ًى قَالَ الْجَوْهَرِÙ? ُّ وَالْأَكْثَرُ خَفَضَتِ الْجَارِÙ? َةُ قَالَ وَتَزْعُمُ الْعَرَبُ Ø£ÙŽÙ? ÙŽÙ‘ الْغُلَامَ إِذَا وُلِدَ فِÙ? الْقَمَرِ فَسَخَتْ قُلْفَتُهُ Ø£ÙŽÙ? ِ اتَّسَعَتْ فَصَارَ كَالْمَخْتُوÙ? ِ وَقَدِ اسْتَحَبَّ الْعُلَمَاءُ مِÙ? ÙŽ الشَّافِعِÙ? َّةِ فِÙ? Ù…ÙŽÙ? Ù’ وُلِدَ مَخْتُوÙ? ًا Ø£ÙŽÙ? Ù’ Ù? َمُرَّ بِالْمُوسَى عَلَى مَوْضِعِ الْخِتَاÙ? ِ مِÙ? Ù’ غَÙ? ْرِ قَطْعٍ قَالَ أَبُو شَامَةَ وَغَالِبُ Ù…ÙŽÙ? Ù’ Ù? ُولَدُ كَذلِكَ لَا Ù? َكُوÙ? ُ خِتَاÙ? ُهُ تَامًّا بَلْ Ù? َظْهَرُ طَرَفُ الْحَشَفَةِ فَإِÙ? Ù’ كَاÙ? ÙŽ كَذلِكَ وَجَبَ تَكْمِÙ? لُهُ وَأَفَادَ الشَّÙ? ْخُ أَبُو عَبْدِ اللهِ بْÙ? ُ الْحَاجِّ فِÙ? الْمَدْخَلِ Ø£ÙŽÙ? َّهُ اخْتُلِفَ فِÙ? الÙ? ِّسَاءِ هَلْ Ù? ُخْفَضْÙ? ÙŽ عُمُومًا أَوْ Ù? ُفْرَقُ بَÙ? Ù’Ù? ÙŽ Ù? ِسَاءِ الْمَشْرِقِ فَÙ? ُخْفَضْÙ? ÙŽ ÙˆÙŽÙ? ِسَاءُ الْمَغْرِبِ فَلَا Ù? ُخْفَضْÙ? ÙŽ لِعَدَمِ الْفَضْلَةِ الْمَشْرُوعِ قَطْعُهَا مِÙ? ْهُÙ? ÙŽÙ‘ بِخِلَافِ Ù? ِسَاءِ الْمَشْرِقِ قَالَ فَمَÙ? Ù’ قَالَ Ø£ÙŽÙ? ÙŽÙ‘ Ù…ÙŽÙ? Ù’ وُلِدَ مَخْتُوÙ? ًا اسْتُحِبَّ إِمْرَارَ الْمُوسَى عَلَى الْمَوْضِعِ امْتِثَالًا لِلْأَمْرِ قَالَ فِÙ? حَقِّ الْمَرْأَةِ كَذلِكَ ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ? Ù’ لَا فَلَا وَقَدْ ذَهَبَ إِلَى وُجُوبِ الْخِتَاÙ? ِ دُوÙ? ÙŽ بَاقِÙ? الْخِصَالِ الْخَمْسِ الْمَذْكُورَةِ فِÙ? الْبَابِ الشَّافِعِÙ? ُّ وَجُمْهُورِ أَصْحَابِهِ وَقَالَ بِهِ مِÙ? ÙŽ الْقُدَمَاءِ عَطَاءُ حَتَّى قَالَ لَوْ أَسْلَمَ الْكَبِÙ? رُ لَمْ Ù? َتِمَّ إِسْلَامُهُ حَتَّى Ù? َخْتِÙ? ÙŽ وَعَÙ? Ù’ أَحْمَدَ وَبَعْضِ الْمَالِكِÙ? َّةِ Ù? َجِبُ وَعَÙ? Ù’ أَبِÙ? Ø­ÙŽÙ? ِÙ? فَةَ وَاجِبٌ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙ? ْسَ بِفَرْضٍ وَعَÙ? ْهُ سُÙ? َّةٌ Ù? َأْثَمُ بِتَرْكِهِ وَفِÙ? وَجْهٍ لِلشَّافِعِÙ? َّةِ لَا Ù? َجِبُ فِÙ? حَقِّ الÙ? ِّسَاءِ وَهُوَ الَّذِÙ? أَوْرَدَهُ صَاحِبُ الْمُغْÙ? ِÙ?

“Fithrah itu ada lima, atau lima macam yang termasuk fitrah, yaitu khitan, mencukur rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur kumis.” (HR. Bukhari, dari Abu Hurairah)

Al-Mawardi berkata: “Mengkhitan perempuan yaitu memotong kulit yang ada di bagian atas vagina, yaitu tempat masuknya alat kelamin pria yang berbentuk seperti biji atau seperti jengger ayam jantan. Bagian yang wajib dipotong adalah kulit yang timbul ke atas, bukan memotongnya habis. Abu Dawud telah meriwayatkan hadits Ummu ‘Athiyah: “Sungguh seorang perempuan akan berkhitan di Madinah, lalu Nabi Saw. bersabda padanya: “Jangan engkau potong habis, sebab hal itu lebih baik bagi seorang perempuan.” Lalu Abu Dawud berkata: “Hadits itu bukan hadits kuat.” Saya (Ibn Hajar al-‘Asqalani) berpendapat, hadits itu punya dua syahid (penguat) dari hadits Anas dan hadits Ummu Aiman. Lalu dari hadits Abu al-Syaikh dalam Kitab al-‘Aqiqah, hadits lain dari al-Dhahak bin Qais dalam riwayat al-Baihaqi. Al-Nawawi berkata: “Khitan laki-laki disebut dengan istilah i’dzar dengan dzal ? yang dititik satu, sementara khitan perempuan disebut khafzh dengan kha’ dan zha’ yang dititik satu. Sedangkan Abu Syamah menyatakan bahwa pendapat ahli bahasa memutuskan keduanya disebut i’dzar, dan khafzh dikhususkan bagi perempuan. Abu ‘Ubaidah berkata: “Perempuan dan laki-laki beri’dzar (berkhitan). Saya mengi’dzar mereka berdua, maksudnya khatantuhuma (saya mengkhitan keduanya) dan akhtantuhuma (saya mengkhitan keduanya), dalam wazan dan maknanya. Al-Jauhari berkata: “Mayoritas diucapkan khafzhat al-jariyah (seorang perempuan berkhitan.)” Ia berkata: “Orang Arab menyangka bahwa seorang anak laki-laki ketika lahir pada saat muncul bintang qamar, qulfah (kulit ujung penis)nya melebar, sehingga seperti sudah dikhitan.” Ulama Syafi’iyah menghukumi orang yang lahir dalam keadaan sudah terkhitan sunnah menjalankan pisau di bagian khitan tanpa memotongnya. Abu Syamah berkata: “Mayoritas anak yang lahir dalam keadaan begitu, khitannya tidak sempurna, hanya ujung penis yang terlihat. Bila begitu, maka ia wajib menyempurnakan khitannya. Dalam kitab al-Madkhal Syaikh Abu Abdillah bin al-Hajj menyampaikan, hukum khitan perempuan masih diperselisihkan. Apakah mereka semua dikhitan atau dibedakan antara perempuan timur dikhitan dan perempuan barat tidak, sebab tidak adanya sisa bagian yang disyariatkan dipotong di vagina mereka, berbeda dengan wanita timur. Ia berkata: “Ulama yang punya pendapat seorang anak laki-laki yang lahir dalam keadaan terkhitan sunnah menjalankan pisau di tempat khitannya karena mematuhi perintah syari’ah, berpendapat begitu pula bagi seorang anak perempuan. Dan ulama yang tidak berpendapat begitu, maka tidak menghukumi sunnah menjalankan pisau di tempat khitan seorang perempuan.” Al-Syafi’i dan mayoritas Ashhabnya berpendapat atas kewajiban khitan, bukan keempat fithrah lainnya yang disebutkan dalam hadits bab ini. Dari Ahmad dan sebagian ulama Malikiyah diriwayatkan menghukumi wajib. Dari Abu Hanifah menghukumi wajib namun bukan fardhu. Diriwayatkan pula darinya, hukum khitan itu sunnah yang berdosa bila ditinggalkan. Pada satu pendapat ashhab Syafi’iyah dinyatakan bahwa khitan tidak wajib bagi perempuan. Pendapat ini disampaikan -pula- oleh penulis kitab al-Mughni.

Begtiu pula keterangan dalam Shahih Muslim bi Syarh al-Nawawi

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الخِتَاÙ? ُ وَالاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِÙ? مُ اْلأَظْفَارِ ÙˆÙŽÙ? َتْفُ اْلإِبِطِ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ عَÙ? Ù’ أَبِÙ? هُرَÙ? ْرَةَ رَضِÙ? ÙŽ اللهُ عَÙ? ْهُ)

قَوْلُهُ (الْفِطْرَةُ خَمْسٌ) ثُمَّ فَسَّرَ r الْخَمْسَ فَقَالَ الخِتَاÙ? ُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَتَقْلِÙ? مُ اْلأَظْفَارِ ÙˆÙŽÙ? َتْفُ اْلإِبِطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَفِÙ? الْحَدِÙ? ثِ الْآخَرِ (عَشْرٌ مِÙ? ÙŽ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْÙ? َةِ وَالسِّوَاكِ وَاسْتِÙ? ْشَاقِ الْمَاءِ وَقَصِّ الْأَظْفَارِ وَغَسْلِ الْبَرَاجِمِ ÙˆÙŽÙ? َتْفِ الْإِبْطِ وَحَلْقِ الْعَاÙ? َةِ وَاÙ? ْتِقَاصِ الْمَاءِ قَالَ مَصْعَبٌ ÙˆÙŽÙ? ُسِÙ? َتِ الْعَاشِرَةُ إِلَّا Ø£ÙŽÙ? Ù’ تَكُوÙ? ÙŽ الْمَضْمَضَةُ) أَمَّا قَوْلُهُ r (الْفِطْرَةُ خَمْسٌ) فَمَعْÙ? َاهُ خَمْسٌ مِÙ? ÙŽ الْفِطْرَةِ كَمَا فِÙ? الرِّوَاÙ? َةِ الْأُخْرَى (عَشْرٌ مِÙ? ÙŽ الْفِطْرَةِ) ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙ? ْسَتْ مُÙ? ْحَصِرَةً فِÙ? الْعَشْرِ وَقَدْ أَشَارَ r إِلَى عَدَمِ اÙ? ْحِصَارِهَا فِÙ? هَا بِقَوْلِهِ مِÙ? ÙŽ الْفِطْرَةِ وَاللهُ أَعْلَمُ وَأَمَّا الْفِطْرَةُ فَقَدِ اخْتَلَفَ فِÙ? الْمُرَادِ بِهَا هُÙ? َا فَقَالَ أَبُو سُلَÙ? ْمَاÙ? ÙŽ الْخَطَّابِÙ? ُّ ذَهَبَ أَكْثَرُ الْعُلَمَاءِ إِلَى Ø£ÙŽÙ? َّهَا السُّÙ? َّةُ وَكَذَا ذَكَرَهُ جَمَاعَةٌ غَÙ? ْرُ الْخَطَّابِÙ? ِّ قَالُوا وَمَعْÙ? َاهُ Ø£ÙŽÙ? َّهَا مِÙ? Ù’ سُÙ? ÙŽÙ? ِ الْأَÙ? ْبِÙ? َاءِ صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَÙ? ْهِمْ وَقِÙ? ْلَ هِÙ? ÙŽ الدِّÙ? Ù? ُ ثُمَّ إِÙ? ÙŽÙ‘ مُعْظَمَ هذِهِ الْخِصَالِ Ù„ÙŽÙ? ْسَتْ بِوَاجِبَةٍ عِÙ? ْدَ الْعُلَمَاءِ وَفِÙ? بَعْضِهَا خِلَافٌ فِÙ? وُجُوبِهِ كَالْخِتَاÙ? ِ وَالْمَضْمَضَةِ وَالاسْتِÙ? ْشَاقِ وَلَا Ù? َمْتَÙ? ِعُ قَرْÙ? ُ الْوَاجِبِ بِغَÙ? ْرِهِ كَمَا قَالَ اللهُ تَعَالَى كُلُوا مِÙ? Ù’ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ Ù? َوْمَ حَصَادِهِ وَالْإِÙ? تَاءُ وَاجِبٌ وَالْأَكْلُ Ù„ÙŽÙ? ْسَ بِوَاجِبٍ وَاللهُ أَعْلَمُ أَمَّا تَفْصِÙ? لُهَا (فَالْخِتَاÙ? ُ) وَاجِبٌ عِÙ? ْدَ الشَّافِعِÙ? ِّ وَكَثِÙ? رٌ مِÙ? ÙŽ الْعُلَمَاءِ وَسُÙ? َّةٌ عِÙ? ْدَ مَالِكٍ وَأَكْثَرُ الْعُلَمَاءِ وَهُوَ عِÙ? ْدَ الشَّافِعِÙ? ِّ وَاجِبٌ عَلَى الرِّجَالِ وَالÙ? ِّسَاءِ جَمِÙ? عًا ثُمَّ إِÙ? ÙŽÙ‘ الْوَاجِبَ فِÙ? الرَّجُلِ Ø£ÙŽÙ? Ù’ Ù? َقْطَعَ جَمِÙ? عَ الْجِلْدَةِ الَّتِÙ? تُغْطِÙ? الْحَشَفَةَ حَتَّى Ù? ÙŽÙ? ْكَشِفَ جَمِÙ? عَ الْحَشَفَةِ وَفِÙ? الْمَرْأَةِ Ù? َجِبُ قَطْعُ أَدْÙ? ÙŽÙ‰ جُزْءٍ مِÙ? ÙŽ الْجِلْدَةِ الَّتِÙ? فِÙ? أَعْلَى الْفَرْجِ وَالصَّحِÙ? حُ مِÙ? Ù’ مَذْهَبِÙ? َا الَّذِÙ? عَلَÙ? ْهِ جُمْهÙDari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 14 Februari 2018

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) dengan The Community of SantEgidio, lembaga yang berbasis di Eropa, Selasa (14/11) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

MOU tersebut ditandatangani oleh Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, sementara dari pihak The Community of SantEgidio ditandatangani oleh Marco Impagliazzo. 

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa

MoU ini berisi tentang Interfaith dialoge, Peace and Reconciliation, Education of Young Generations, Culture of Tolerance and Tigetherness, Humanity, and Prevention Drug Abuse

Hadir pada MoU tersebut Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faisal Zaini, Rais Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PBNU M Ali Yusuf, dan lain-lain. 

Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud mengatakan, kerja sama ini hanya melanjutkan dari para pemimpin NU dulu. Menurutnya, sejak zaman KH Abdurrahman Wahid MoU ini sudah terjalin. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Melanjutkan saja," katanya. 

Ia menjelaskan, tujuan dari MoU ini untuk membuat harmoni antara seluruh makhluk Allah di muka bumi. Oleh karena itu, setiap ada persoalan, katanya, bisa diselesaikan dengan dialog. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Bagaimana kita bisa dunia ini agar damai," katanya. 

Hubungan dari kerja sama ini pun, menurutnya, sering mengangkat isu-isu kemanusiaan yang  terjadi di belahan dunia. "Kita ikut terlibat untuk menyampaikan saran-saran terhadap isu-isu dunia tentang kemanusiaan," pungkasnya. 

The Community of SantEgidio sendiri merupakan sebuah komunitas internasional untuk perdamaian dunia yang berbasis di Eropa. Mereka juga melakukan berbagai macam edukasi kemanusiaan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, PonPes, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 09 Februari 2018

Sambut Siswa Baru, Pelajar Ta’mirul Islam Gelar Pentas Seni

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Halaman Masjid Tegalsari Surakarta berubah bak pasar rakyat. Tumpah ruah pengunjung meramaikan acara pameran dan pentas karya seni yang digelar SD-MI Ta’mirul Islam Surakarta, Ahad (31/1) pagi.

Menurut Ketua panitia kegiatan Andang Adiyanto, acara pentas seni dan pameran hasil karya siswa ini diselenggarakan untuk mendorong anak untuk bisa berkreasi lewat karya dan pentas seni.

Sambut Siswa Baru, Pelajar Ta’mirul Islam Gelar Pentas Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Siswa Baru, Pelajar Ta’mirul Islam Gelar Pentas Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Siswa Baru, Pelajar Ta’mirul Islam Gelar Pentas Seni

“Kami ingin mengajak anak-anak agar berani berkreasi dan berkarya. Selain itu juga memperkenalkan mereka pada kesenian Islam,” terang Andang saat ditemui di sela-sela acara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lomba yang diadakan di antaranya lomba peragaan busana muslim, hafalan surat pendek, dan lomba mewarnai yang diikuti siswa TK/RA se-Solo Raya. “Untuk pentas seni anak-anak menampilkan seni rebana dan drama,” ujar dia.

Acara ini diadakan setiap tahunnya dan kali ini bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Selain lomba dan pentas seni, panitia juga mengadakan kegiatan bazar. Bazaar yang berisi hasil karya seperti kaligrafi dan lukisan, dan kerajinan tangan lainnya, buatan para siswa.

Roni, salah satu pengunjung mengatakan sangat gembira mengikuti acara ini, “Acaranya sangat mengasyikkan.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan yang menampilkan pentas seni dan karya anak ini memang bagus untuk memancing kreativitas anak. Selain itu, lewat acara ini juga dapat menumbuhkan keberanian pada anak sehingga dapat memunculkan karakter yang bagus bagi anak. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 03 Februari 2018

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab

Garut, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kabupaten Garut menerima kontestan perlombaan Video Tutorial Hijab berdurasi 1-5 menit. Panitia membuka perlombaan tutorial hijab untuk umum. Perlombaan ini diadakan untuk memeriahkan konferensi cabang VIII PCNU Garut pada Jumat-Ahad (30/1-1/2).

Dengan durasi 1-5 menit, peserta dapat menuangkan ide kreatifnya lalu merekam cara memakai hijab dengan model dan gaya yang bebas.

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab

Selain tidak dipungut biaya, perlombaan ini terbuka bagi umum tanpa batasan usia dan tanpa batasan daerah. Selain masyarakat Garut, siapa saja boleh mengikuti perlombaan ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemenang akan diumumkan pada Kamis (28/1) melalui website IPPNU Garut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Oleh karena itu saya mengundang seluruh kader IPPNU se-Indonesia bila ada yang akan mengikuti lomba tutorial hijab ini, karena ini diperuntukan bagi umum," ujar Ketua IPPNU Garut Nendah Nurlaeni.

Peserta yang akan mengikuti lomba ini dapat mengirimkan videonya ke alamat email pcippnu.garut@gmail.com dengan syarat dan ketentuan dapat dilihat di laman facebook fanpage PC IPNU IPPNU GARUT. Lomba ini berhadiah menarik bagi pemenangnya. (Nurul Fatonah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Pemurnian Aqidah, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo masa khidmah 2016-2018 mengadakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab), Sabtu (28/1).

Rakercab yang digelar di aula Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces ini diikuti oleh seluruh pengurus cabang dan anak cabang se-PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo.

Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan

Dalam Rakercab ini, IPNU-IPPNU membagi menjadi beberapa komisi. Selanjutnya dari masing-masing komisi menghasilkan program yang lebih fokus pada peningkatan kuantitas dan kapasitas kader Nahdlatul Ulama (NU) yang militan.

Melalui Rakercab IPNU dan IPPNU Kabupaten Probolinggo tersebut, akhirnya digagas beberapa program unggulan disamping program wajib. “Rakercab ini bertujuan untuk menentukan arah program organisasi satu tahun kedepan,” kata Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Babus Salam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Program unggulan tersebut diantaranya pelatihan Gen-MEA (Generasi Masyarakat Ekonomi Asia), pelatihan desain grafis dan bloger dan kemah pelajar hijau. Sementara program wajibnya berupa pelatihan berjenjang meliputi Makesta/Diklatama (Masa Kesetiaan Anggota/Pendidikan dan Pelatihan Pertama), Latihan Kader Muda (Lakmud) serta Latihan Kader Utama (Lakut).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dengan program yang mengarah pada kuantitas dan kapasitas kader diharap semua lembaga pendidikan mengenal terhadap organisasi Nahdlatul Ulama yang berperan di kalangan pelajar, baik siswa maupun santri atau mahasiswa,” harapnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Nur Hakimah Ismawati. Menurutnya, program ini disusun agar mampu memberikan manfaat bagi segenap pelajar yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“IPNU-IPPNU merupakan wadah bagi pelajar NU untuk menyampaikan aspirasinya. Sebagai pengurus kami wajib menindaklanjuti keinginan para pelajar melalui program sesuai dengan kemampuan,” katanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Pesantren, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Inilah Kesepakatan ASEAN Lindungi Pekerja Migran

Manila, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)? ke-31 ASEAN di Manila, Filipina, para pemimpin negara-negara ASEAN telah menyepakati ASEAN Consensus on the Promotion and Protection of the Rights of Migrant Workers, sebuah kesepakatan penting dalam upaya meningkatkan perlindungan terhadap pekerja migran dan keluarganya di kawasan ASEAN.

Kesepakatan yang ditandatangani 10 kepala negara pada Selasa (14 /11) secara garis besar, isi konsensus terkait dengan hak pekerja migran, kewajiban negara pengirim, serta kewajiban negara penerima pekerja migran.?

Inilah Kesepakatan ASEAN Lindungi Pekerja Migran (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kesepakatan ASEAN Lindungi Pekerja Migran (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kesepakatan ASEAN Lindungi Pekerja Migran

Hak-hak pekerja migran adalah? mendapatkan kunjungan dari anggota keluarganya. Menyimpan dokumen pribadi, termasuk paspor dan dokumen izin kerja. Mendapatkan kesetaraan hukum ketika ditahan atau dipenjara saat menunggu masa sidang atau ketika ditahan untuk alasan lainnya. Menyampaikan keluhan kepada otoritas terkait serta mendapatkan bantuan dari perwakilan pemerintah di negara penempatan.

Pekerja migran mendapatkan kebebasan bergerak atau berpindah tempat di negara penempatan. Mendapatkan akses? informasi ketenagakerjaan, baik negara pengirim maupun penerima.

Pekerja migran berhak mendapatkan akses informasi terkait dengan pekerjaan dan kondisi pekerjaan di negara penerima instansi, badan, atau agensi perekrut. Mendapatkan kontrak kerja atau dokumen layak lainnya yang berisi? persyaratan kerja yang jelas. Mendapatkan perlakuan yang adil di tempat kerja. Mendapatkan akomodasi yang layak berdasarkan hukum, regulasi dan kebijakan nasional negara penerima.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pekerja migran berhak mendapatkan remunerasi, tunjangan dan penghasilan yang layak dan adil. Berhak mengirimkan pendapatan dan simpanannya melalui cara pengiriman apapun sesuai aturan yang berlaku di negara penerima. Berhak mengajukan keluhan atau membuat pernyataan terkait perselisihan perburuhan, sesuai hukum yang berlaku di negara penerima. Memiliki hak berkumpul dan berserikat dengan asosiasi atau organisasi pekerja sesuai aturan yang berlaku di negara penempatan.

Apa kewajiban dari negara pengirim pekerja migran?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Negara pengirim bertanggungjawab memberikan program orientasi sebelum keberangkatan yang didalamnya berisi tentang hak asasi manusia, hak ketenagakerjaan, kondisi pekerjaan, hukum, sosial, budaya dan sebagainya terkait negara penerima. Juga memastikan pekerja memahami kontrak kerja melalui kontrak kerja tertulis dalam bahasa yang mudah dipahami.

Negara pengirim bertanggungjawab menentukan biaya yang dikeluarkan pekerja migran yang layak dan transparan. Mencegah biaya yang tinggi. Wajib menyederhanakan tata kelola penempatan dengan membuat? layanan terpadu.?

Bertanggungjawab atas pemenuhan syarat kesehatan bagi pekerja migran, serta bertanggungjawab menyusun program re-integrasi bagi pekerja migran yang kembali berupa program ketenagakerjaan.

Adapun negara penerima pekerja migran bertanggungjawab menjamin HAM dan hak dasar serta martabat pekerja migran dengan memberikan perlakuan yang adil dan mencegah perlakuan yang kasar, kejam dan siksaan.

Negara penerima wajib membuat program untuk meningkatkan pemahaman prosedur dan peraturan negara penerima. Menindak pengguna pekerja migran ilegal. Mencegah biaya perekrutan yang tinggi. Memastikan? pekerja menerima dokumen kontrak.?

Negara penerima menjamin remunerasi dan? benefid yang adil, serta memberikan perlindungan keselamatan kerja bagi pekerja migran.

Mencegah kekerasan dan pelecehan seksual bagi pekerja migran. Menjamin perlakuan kepada pekerja sesuai dengan kesetaraan gender. Memberikan bantuan dan akses bagi pekerja migran. Serta menfasilitasi bantuan legal dan interpreter, serta fungsi kekonuleran bagi pekerja migran.

Menurut Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Maruli A. Hasoloan mengatakan, untuk menjalankan konsensus tersebut, masing-masing anggota ASEAN akan menyusun action plan.

“Masing-masing negara? akan membuat laporan kemajuan pelaksanaan action plan, serta saling memberikan contoh praktik baik dalam perlindungan pekerja migran yang merujuk pada konsensus tersebut,” ujarnya di Manila, Rabu (15/11).

Action plan masing-masing negara, selanjutnya akan dipelajari dan di-review oleh ASEAN Committee of Migrant Workers (ACMW). Indonesia sendiri, lanjut Maruli, jauh-jauh hari telah menyiapkan kerangka action plan guna menjamin terlaksana konsensus perlindungan pekerja migran di Asia Tenggara. (Red: Kendi Setiawan)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Olahraga, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

Di antara ketimpangan yang sangat mencolok di Indonesia adalah soal kepemilikan tanah. Ketimpangan ini bahkan melebihi rasio gini distribusi kekayaan secara umum. Segelintir konglomerat menguasai jutaan hektare tanah yang digunakan untuk pengusahaan hasil hutan dan kayu, hutan tanaman industri, dan perkebunan atau sebagai daerah pertambangan. Di sisi lainnya, jutaan petani tidak memiliki lahan. Mereka terpaksa menjadi buruh tani atau merantau ke kota guna mencari nafkah. Dari tahun ke tahun, jumlah petani gurem bahkan terus bertambah.

Di perkotaan, tempat di mana harga tanah sudah sangat mahal, para pengembang raksasa telah menguasai bank tanah dengan luasan ribuan hektare pada lokasi-lokasi strategis. Rakyat biasa dengan penghasilan pas-pasan, harus membayar cicilan rumah yang mencekik dengan durasi waktu sampai 20 tahun. Sebagian terpaksa membeli rumah di pinggiran kota yang memerlukan akses sampai dengan dua jam perjalanan menuju tempat kerja. Akibatnya produktivitas kerjanya menurun karena sebagian waktunya dihabiskan di jalanan. Banyak pula yang dari tahun ke tahun terpaksa harus mengontrak dan kehilangan harapan memiliki rumah karena harganya dari waktu ke waktu terus melangit.?

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

?

Persoalan tanah ini dari tahun ke tahun terus membesar dan menjadi bom waktu yang akan menimbulkan persoalan sosial di masyarakat jika tidak segera diatasi. Berbagai konflik agraria yang muncul di publik telah menimbulkan korban jiwa. Konflik ini selalu berlarut-larut dengan ongkos besar yang tidak terjangkau oleh rakyat biasa. Akhirnya mereka mengandalkan tenaga dan solidaritas sesama atau pihak bermodal kuat dalam mengatasi konflik tersebut.

Wacana reforma agraria untuk mengatasi sejumlah persoalan terkait pertanahan kini menjadi salah satu program Presiden Joko Widodo. Presiden-presiden sebelumnya juga sudah mewacanakan hal yang sama, tetapi sampai kekuasaan mereka berakhir, belum terlaksana. Jangan sampai, apa yang disampaikan Jokowi juga tidak terlaksana dengan baik mengingat umur kekuasaannya yang tak akan lama lagi, kecuali dia terpilih untuk periode yang kedua. Ada kepentingan pemilik modal yang kini menguasai jutaan hektare tanah agar aset mereka tetap aman.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Persoalan ketimpangan pemilikan tanah ini merupakan salah satu materi yang akan dibahas di musyawarah nasional (munas) dan konferensi besar (konbes) NU di Lombok akhir November 2017 ini. Jutaan warga NU merupakan sebagian dari kelompok yang menjadi korban atas ketidakadilan pemilikan tanah ini. Akibatnya, mereka terjebak dalam situasi kemiskinan, yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi petani, tanah merupakan modal dalam berusaha. Bagi masyarakat Jawa, ada istilah sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi pati,? yang artinya biarpun sedikit kehormatan dan tanah harus dibela mati-matian.

Langkah redistribusi lahan yang digagas oleh pemerintah adalah melalui reforma agraria dengan total sembilan juta hektare lahan yang akan dibagikan kepada rakyat miskin. Tanah ini berasal dari 0,6 juta hektare tanah transmigrasi yang belum bersertifikat, 3,9 juta hektare tanah legalisasi aset masyarakat, 0,4 juta hektare tanah terlantar, dan 4,1 juta hektare tanah pelepasan kawasan hutan.?

Upaya redistribusi lahan juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jangan sampai menimbulkan moral hazard, yakni ketika orang-orang yang tidak berhak mendapatkan lahan turut mendapat bagian, lalu dijual kembali sedangkan orang yang seharusnya mendapat bagian lahan malah tidak mendapat apa-apa karena tidak memiliki akses terhadap kekuasaan. Berbagai pola distribusi yang tidak tepat sasaran telah berulangkali terjadi sehingga harus menjadi pelajaran.

Selanjutnya, sekadar membagikan lahan lalu menyerahkan sepenuhnya kepada para petani untuk menggarapnya juga bisa menimbulkan kagagalan. Semasa program transmigrasi pada era Orde Baru, para penduduk sekadar dipindah dari daerah-daerah yang padat ke lokasi baru yang tidak ada apa-apanya. Infrastruktur yang tidak memadai, jenis tanah dan hama yang tidak dikenal, dan berbagai kesulitan lain yang semuanya harus diatasi sendiri. Tidak ada dukungan pemasaran atau bantuan lain yang menunjang keberhasilan program tersebut. Akibatnya, banyak transmigran yang kemudian pulang kembali ke daerah asalnya dengan membawa kekecewaan dan tetap dalam kondisi kemiskinan.

Bantuan pemasaran atau penyuluhan pertanian kini semakin mudah dengan perkembangan teknologi sehingga meningkatkan probabilitas keberhasilan pengelolaan lahan yang sebelumnya masih hutan atau diterlantarkan yang kemudian dimasukkan dalam program reforma agraria ini.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan sedemikian banyak orang yang berkepentingan terhadap tanah ini, semua pihak harus terus mendorong agar reforma agraria berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Jangan sampai, upaya yang baik ini malah menjadi persoalan baru karena kesalahan dalam pengelolaan. Warga NU akan menjadi salah satu pihak yang mendapat manfaat terciptanya keadilan ini jika program ini berjalan dengan baik. (Ahmad Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Pemurnian Aqidah, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 23 Januari 2018

Jelang UN, 5000 Pelajar NU Lamongan Bershalawat

Lamongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menjelang perhelatan Ujian Nasional (UN) pada April mendatang, lebih dari 5000 pelajar dan santri menggelar shalawat di halaman kantor Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Acara ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan peringatan hari lahir Ikatan Pelajar NU (IPNU) yang ke 62 dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) yang ke-61.

Jelang UN, 5000 Pelajar NU Lamongan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, 5000 Pelajar NU Lamongan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, 5000 Pelajar NU Lamongan Bershalawat

Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Lamongan mengadakan acara tersebut, Sabtu (26/3) malam, dengan mengambil tema "Dengan Harlah IPNU ke-62 dan IPPNU ke-61 Kita Teguhkan Pengabdian untuk Agama, Bangsa dan Negeri”. Penyelenggaraan berlangsung di sepanjang Jalan Lamongrejo.

Munadzirul Amin, salah seorang peserta dari Kecamatan Sekaran, mengaku acara ini, “Menjadikan motivasi bagi kader-kader IPNU-IPPNU yang akan melaksanakan UN tahun ini agar lebih bersemangat dan berharap bisa mendapatkan hasil yang baik."

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia juga berharap majelis sejenis bisa dilaksanakan setiap tahunnya, karena dengan lantunan shalawat hati menjadi teduh.

Panitia menyelenggarakan acara tersebut untuk mengajak seluruh kader Nahdliyin, utamanya yang akan menghadapi UN tahun ini, agar mempersiapkan diri dengan baik, jujur dan tanpa adanya kecurangan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? "Semoga lewat shalawat ini kita bisa mengambil manfaat, mendapatkan syafaat dari Rasulullah dan lewat shalawat ini kita ingin menyatukan umat,” ungkap Muhlisin, Ketua PC IPNU Kabupaten Lamongan. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Pemurnian Aqidah, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Jaringan Gusdurian Universitas Negeri Semarang (Unnes) bekerjasama dengan Kedai Kopi ABG menggelar diskusi di warung kopi yang tak jauh dari kampus Unnes pada Senin, 19 Oktober 2015. Hadir sebagai pemantik diskusi Mukhamad Zulfa (kontributor Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Semarang) dan Akhmad Luthfi (mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, PW IPNU Jawa Tengah).?

Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang

Diskusi bertema "Kalau Sudah (Jadi) Santri, Njur Ngapa?" diawali dengan pembacaan shalawat diiringi grup rebana Jamiyyah Mauliddurrasul Arrohman.

Luthfi menjelaskan latar belakang kenapa lahir peringatan hari santri. Bercerita bagaimana Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 memberikan makna yang tegas bahwa santri mempertahankan Indonesia seutuhnya. Di sisi lain Zulfa memahami bagaiamana seharusnya santri bahwa sekarang santri harus menjadi santri yang sejati. Seutuhnya memegang teguh akhlak al-karimah dan tradisi yang dimilikinya. Selain itu, ke depan santri harus mampu bersaing dengan berbagai macam elemen bangsa dengan meningkatkan kapasitas keilmuaannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Diskusi tambah menarik ketika materi ini diperkaya peserta diskusi dengan pemaparan bahwa kiai-ulama kita dahulu dihormati oleh orang-orang Arab. Sebut Syekh Annawawi al-Bantani (1813-1897) menjadi ulama di tanah haram pada waktu itu.?

"Harusnya kita bisa mengaji khazanah pemikiran tokoh-tokoh lokal yang kita miliki dibandingkan dengan tokoh luar Nusantara," ungkap Gigih Firmansyah santri Al-Fadhlu Kaliwungu yang masuk juga kuliah di UIN Walisongo. Banyak karya-karya kiai-ulama Nusantara yang layak untuk diteliti.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tema pertanyaan ini menarik menjadi perbincangan malam itu. Berbagai nilai-nilai luhur bisa didapatkan dari pesantren mulai kedisiplinan, kebersamaan, kekeluargaan, keikhlashan, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang muda, toleransi, sopan-santun dan lain sebagainya.?

"Menjadi manusia dengan mengamalkan ilmu yang telah dapat di pesantren," ungkap Lutfi. Itulah jawaban yang menjadi tema diskusi kali ini.

Tentu dengan disahkan hari santri ke depan santri tidak lagi dipermasalahkan tentang ijazah pesantren yang mereka miliki. Di perguruan tinggi misalnya beberapa perguruan tinggi masih menolak ijazah muadalah yang dikeluarkan pesantren. Dan perlu diakui bersama bahwa alumni pesantren yang masuk dunia perkuliahan lebih mudah beradaptasi dengan proses kampus dengan keunggulan karakter spiritual quotient dan emotional quotient. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah PonPes, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 14 Januari 2018

Bendera Indonesia dan NU Berkibar di Puncak Semeru

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Tim Operasi Bersih Rarahan Adri Nusantara LPBINU (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama) mengibarkan bendera merah putih di atas puncak Gunung Semeru, Malang, Jawa Timur.

Sekitar 20 orang pendaki yang tiba di Kota Malang pada 17 Oktober 2016 disambut H. Syaiful Efendi Ketua PCNU Malang di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. “Karena momentum hari santri sangat tepat gaungnya apabila ada dari tim ekspidisi yang mengibarkan bendera di puncak Gunung Semeru,” ujarnya.

Bendera Indonesia dan NU Berkibar di Puncak Semeru (Sumber Gambar : Nu Online)
Bendera Indonesia dan NU Berkibar di Puncak Semeru (Sumber Gambar : Nu Online)

Bendera Indonesia dan NU Berkibar di Puncak Semeru

Proses pendakian dimulai Selasa (18/10) pukul 10.00 WIB dari Desa Ranupane, menuju camp Kalimati. Tim tiba di puncak pada Kamis (20/10) pukul 22.00 WIB dan langsung melaksanakan pengibaran bendera merah putih, bendera NU, dan bendera LPBINU.

Sabtu (22/10) Tim Ekspedisi Islam Nusantara tiba di Jakarta dan bergabung bersama puluhan ribu santri di acara apel Hari Santri Nasional di Monumen Nasional.

Ketua Tim Operasi Bersih Rarahan Adri Nusantara LPBINU Yuslianto menyampaikan, pendakian tersebut membawa beberapa misi tentang sosialisasi pengelolaan lingkungan. “Yang pertama operasi sampah, terutama sampah plastik yang kemudian akan diolah menjadi ecobriks, berikutnya adalah pengenalan aplikasi NUbricks,” katanya. (Anty Husnawati/Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, AlaNu, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 05 Januari 2018

Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Ketua PBNU KH Said Agil Siradj mengungkapkan bahwa untuk lebih mensejahterakan jamaahnya, terekat diharapkan lebih meningkatkan upaya sosial disamping mengurusi dzikir, wirid dan spiritualitas.

Tokoh-tokoh sufi zaman dahulu hidup dalam berbagai profesi dan mereka menjalaninya dengan serius. Ada seorang sufi yang menjadi kepala negara, yaitu Umar bin Abdul Aziz. Ada sufi yang ahli matematik yang malah menciptakan ilmu al Jabar, yaitu Jabar bin Hayyam.

“Ini menunjukkan bahwa aktifitas wirid dan spiritual tidak bertentangan dengan aktifitas ilmu pengetahuan. Dan juga kesan bahwa tarekat sasma dengan kumpulannya orang yang tidak berpendidikan bisa juga terhapus,” tandasnya.

Said Agil mencontohkan ada juga seorang sufi yang kaya. Imam al Junaid mendapat tambahan nama al Qowariri dibelakang namnya karena ia memiliki perusahaan pabrik botol, demikian juga Abu Said al Qorros merupakan pengusaha sutra, serta Fariduddin al Attor sebagai pengusaha parfum,

“Jadi dari ini saja diketahui bahwa para sufi juga pengusaha. Syeikh Abu Hasan as Syadzili, pendiri tarekat syadziliyah merupakan orang kaya. Ia bahkan menanggung muridnya yang sebanyak 6000,” tandasnya.

“Ini menunjukkan bahwa tidak benar tasawuf bertentangan dengan aktifitas duniawiyah. Yang penting bagaimana dunia tidak mempengaruhi hatinya, tidak mempengaruhi sikap moralnya, tegasnya.

Kyai-kyai NU zaman dahulu bisa dikatakan sebagai orang yang, Kyai Hasyim As’yari berprofesi sebagai petani yang kaya, Kyai Wahab dari Surabaya, Kyai Ali Maksum dari Jogja, Kyai Ahmad Siddiq dari Jember, semuanya merupakan kyai yang cukup.

Pada tanggal 27-30 Maret Jam’iyyah Ahlut Thariqat al Mu’tabarah An Nahdliyyah akan mengadakan muktamar ke 10 di Pekalongan. Said Aqil mengungkapkan bahwa sebenarnya tarekat merupakan jaringan yang sangat kokoh dan luas di dalam lingkup Nahdlatul Ulama, malah boleh dibilang jaringan ini lebih kokoh dan lebih luas dari pesantren, tetapi tarekat lebih merakyat, lebih egaliter, lebih mengakar dan lebih kokoh.(mkf)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Ubudiyah, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi

Rabu, 03 Januari 2018

Trenggalek Tuan Rumah LSN Jatim 1, Bupati Dukung Penuh Sepakbola Santri

Trenggalek, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Liga Santri Nusantara 2017 region Jawa Timur 1 segera digulirkan. Kick off akan dilaksanakan pada bulan September. Bupati Trenggalek, Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendukung penuh dan mengapresiasi kompetisi sepakbola paling bergengsi antar pesantren yang digelar di daerah yang ia pimpin itu.

Trenggalek Tuan Rumah LSN Jatim 1, Bupati Dukung Penuh Sepakbola Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Trenggalek Tuan Rumah LSN Jatim 1, Bupati Dukung Penuh Sepakbola Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Trenggalek Tuan Rumah LSN Jatim 1, Bupati Dukung Penuh Sepakbola Santri

"Pemerintah kabupaten Trenggalek sangat berterima kasih kepada panitia regional sekaligus panitia pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada kabupaten Trenggalek sebagai tuan rumah LSN Region Jatim 1 ini. Tentunya saya beserta seluruh jajaran akan berupaya sekuat tenaga untuk mensukseskan acara ini," ungkap Bupati saat bertemu panitia Liga Santri Nusantara (LSN) Jawa Timur 1 yang ? diwakili oleh Koordinator Region Habib Mustofa dan panitia pelaksana Gus Anam didampingi ketua PCNU Trenggalek KH Fathullah, Jumat sore (7/7).

Bupati berharap melalui LSN ini animo masyarakat di daerah Mataraman terhadap olahraga sepakbola makin besar lagi. Karena menurutnya, olahraga sepakbola adalah olahraga yang sangat merakyat. "Khususnya animo para santri juga terbangun kuat sehingga mampu memunculkan bibit-bibit unggul pemain sepakbola dari kalangan santri," ucap suami artis Arumi Bachsin itu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati, panitia LSN dan PCNU Trenggalek berdiskusi terkait perencanaan kegiatan. Pertemuan itu dilakukan sebagai awal menyamakan persepsi antara Panitia Pelaksana LSN dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Pemkab Trenggalek sendiri siap mensukseskan pelaksanaan LSN 2017 region Jatim 1 yang akan diikuti 32 peserta itu.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PCNU Trenggalek KH Fathullah menuturkan bahwa dalam satu atau dua hari ini akan segera dibentuk panitia lokal yang akan bersinergi dengan pemerintah kabupaten Trenggalek serta PSSI guna membahas teknis serta persiapan LSN. "Dan tentu saja NU beserta seluruh banom-banom yang ada juga akan dilibatkan untuk mengawal dan mensukseskan LSN," kata Gus Loh, sapaan akrabnya.

"Hari ini kita masih membahas acara secara global. Dan tak lupa saya ucapkan terimakasih banyak kepada pemerintah kabupaten Trenggalek khususnya kepada Bapak Bupati dan Wabub yang telah bersedia mensukseskan acara LSN region Jatim 1 ini," ucap Koordinator Region Habib Mustofa.

Seperti diketahui, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur ditunjuk sebagai tuan rumah gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur 1, yang meliputi karesidenan Kediri dan Madiun. Keputusan ini dihasilkan dalam bimbingan teknis (bimtek) kesiapan penyelenggaraan LSN yang diadakan oleh oleh Kemenpora bersama Pimpinan Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU) pada tanggal, 14-16 Juni 2017 lalu di Jakarta. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 31 Desember 2017

MWC NU Bendosari Adakan Pengajian Akhir Tahun

Bendosari, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam mengakhiri kegiatan tahunan, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) bekerja sama dengan Majlis Dzikir dan Pengajian Kalimosodo mengadakan pengajian bersama KH Abdullah Sa’ad Pengasuh Pesantren Mojosongo Surakarta. 

Kegiatan tersebut di gelar di Komplek Pesantren Al Husaini Indonesia dukuh Rejosari RT 01 RW 02 Jagan Bendosari Sukoharjo.

MWC NU Bendosari Adakan Pengajian Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
MWC NU Bendosari Adakan Pengajian Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

MWC NU Bendosari Adakan Pengajian Akhir Tahun

Acara diawali dengan pembacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin oleh K. Abdurrahim. Dilanjutkan Pembacaan Ratib Hadad oleh KH Muchtar Toyyibi. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam pengantarnya beliau menyampaikan bahwa tidak banyak orang yang mengadakan kegiatan pengajian menjelang akhir pergantian tahun. Oleh sebab itu kita termasuk golongan yang beruntung. Sebab mengakhiri hal dengan yang baik dan mengawali dengan yang baik pula. 

Ia juga menambahkan Kalimosodo dalam perjalanannya sudah memasuki tahun ke delapan dan berharap tahun yang akan datang semakin lebih baik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tampak hadir dalam pengajian tersebut ketua PCNU Kabupaten Sukoharjo H Nagib Sutarno, KH Saifudin, putra Almaghfurlah Mbah Lim dan jamaah pengajian se-Kecamatan Bendosari.

KH Abdullah Saad dalam mauidhah hasanahnya mengingatkan kembali kepada para jamaah warga nahdliyin agar meniru perilaku Nabi Muhammad sebagai tauladan yang tak pernah ada habisnya. 

“Kita bisa bercermin kepada dzuriyah beliau yaitu para habaib. Habaib adalah sebutan untuk orang yang memiliki nasab dan garis turun kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.”

Selain itu ia juga berharap agar kita mendidik putra-putri kita mencintai Nabi Muhammad dan anak turunnya.

Pada kesempatan sebelumnya Ketua MWC NU Bendosari silaturahmi dan membagikan Kalender NU 2014 kepada Muspika Kecamatan Bendosari. Diawali ke Kantor Koramil kemudian dilanjutkan ke Kantor Polsek Bendosari dan berakhir di Kantori Kecamatan Bendosari. 

Pembagian kalender ini dimaksudkan untuk mempererat kemitraan dan kerjasama antara jajaran pemerintah dengan Majelis Wakil Cabang NU di wilayah kecamatan. (agus purwanggono/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Pemurnian Aqidah, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 29 Desember 2017

Nasionalisme Wujud Hubbul Wathan minal Iman

Brebes,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Santri di Pondok Pesantren Salafiyah Qudrotillah Bulakamba Kabupaten Brebes tak kalah dengan lembaga pendidikan pada umumnya. Pada Senin (17/8) lalu, mereka menggelar upacara bendera peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-70.

Nasionalisme Wujud Hubbul Wathan minal Iman (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasionalisme Wujud Hubbul Wathan minal Iman (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasionalisme Wujud Hubbul Wathan minal Iman

Peserta upacara tidak memakai celana panjang dan sepatu layaknya pelajar sekolah umum, melainkan bersarung dan kopiahnya. Mereka khidmat mengikuti prosesi upcara detik-detik proklamasi di bawah sengatan sinar matahari.

Pesantren yang diasuh oleh Kiai Ibnu Aif ini memang kental dengan aroma tradisionalisme lokalitas dan keindonesiaan. "Santri dan pengurus pondok ini ikut upacara kemerdekaan karena kami bagian dari NKRI, athiullaha wa athiu ulil amri. Patuh kepada Allah berarti patuh pada pemerintah atau negara," kata pria yang kerap dipanggil Gus Alif itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, meski dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, upacara bendera sebagai perlambang dari wujud nasionalisme. Pihaknya ingin menanamkan semangat NKRI kepada para santri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bagi pesantren tersebut, nasionalisme sebagai perwujudan hubbul wathan minal iman dalam semangat ukhuwah wathoniyah. Itu juga yang melatarbelakangi perjuangan para ulama dan kaum santri dalam pertempuran melawan penjajah demi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.

"Di sini pesantren salaf ahlussunah wal jamaah, tidak bisa melepas begitu saja kultur dan budaya bangsa. Santri juga perlu mendapat wawasan sejarah kebangsaan akan pentingnya NKRI. Harus ditanamkan kuat-kuat NKRI, tidak boleh ada negara dalam negara," jelas dia.

Pesantren yang berdiri hampir lima tahun itu, cukup berkembang pesat. Jumlah santri mukim mencapai 70 anak dari berbagai daerah, termasuk dari luar Jawa. Suasananya masih sangat tradisional. Seluruh bangunan dan bilik santri masih terbuat dari kayu dan bambu.

Setiap harinya, kegiatan belajar mengajar kitab kuning dan pendidikan Al-Quran ditanamkan kepada santri. Bahkan hingga pelajaran bahasa Inggris. Santri juga diperbolehkan mengambil sekolah umum.

"Kapasitas pondok sekarang baru menampung maksimal 70 santri, karena terbatas. Sehingga tahun ini kami tidak bisa menerima 200-an santri karena tidak muat," pungkasnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 24 Desember 2017

Contoh Semangat Rekonsiliasi Konflik Fathu Makkah

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Seusai berbeda pendapat dan pilihan, umat Islam harus bijak dan santun, terus menebar kasih sayang, menjaga kedamaian dan mengedepankan persatuan, seperti yang dicontohkan Rasulullah dalam peristiwa Fathu Makkah abad 8 Hijriah silam.

Demikian pesan KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), saat menyampaikan taushiyah dalam peringatan 100 hari wafatnya Buya KH Ja’far Aqil di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Rabu (16/7).

Contoh Semangat Rekonsiliasi Konflik Fathu Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Contoh Semangat Rekonsiliasi Konflik Fathu Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Contoh Semangat Rekonsiliasi Konflik Fathu Makkah

“Umat Islam di Indonesia harus mencontoh semangat rekonsiliasi yang disampaikan Rasululullah dalam peristiwa Fathu Makkah, di mana dalam peristiwa tersebut, Nabi mengamanatkan kepada para sahabatnya untuk berkasih sayang dan saling memaafkan, bukan untuk melampiaskan dendam,” ungkap Kang Said.

Kang Said mengisahkan, saat Rasulullah hendak memasuki kota Mekah bersama 15.000 orang sahabatnya, ada satu sahabat yang mengeluarkan yel-yel berupa kalimat “Al-yaum yaumul malhamah” dengan makna “Hari ini adalah hari pembalasan”. Mendengar itu, Nabi langsung mencegah dan menyarankan untuk mengubah yel tersebut dengan lebih santun.

“Mereka memaknai Fathu Makkah sebagai hari pembalasan. Yang dulu melukai kita balas luka kembali, yang dulu menghina kita hina kembali, yang dulu membunuh kita bunuh, yang dulu menganiaya kita aniaya kembali. Kemudian nabi mengkoreksi bukan yaumul malhamah, bukan hari pembalasan, melainkan Al-yaum yaumul marhamah, hari kasih sayang, hari rekonsiliasi dan memaafkan,” jelas Kang Said.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hikmah dari seruan Nabi Muhammad Saw tersebut, lanjut Kang Said, menjadikan kaum Quraisy bersimpati dan merasakan kedamaian yang menjadi prinsip agama Islam. Pada akhirnya, kafir Quraisy berduyun-duyun masuk Islam hingga agama rahmatan lil alamin tersebut menjadi kuat dan besar hingga sekarang ini.

“Untuk itu, kita sebagai umat Islam harus bisa saling memaafkan, bersikap santun, berkasih sayang, melupakan dendam, dan terus berkomitmen terhadap NKRI. Pemilihan presiden kemarin, meskipun tidak bisa diibaratkan sebagai perang, namun jangan sampai memecah belah bangsa Indonesia,” lanjutnya. (Sobih Adnan/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Pemurnian Aqidah, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 22 Desember 2017

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara

Blitar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Hadroh selama ini merupakan kesenian khas pesantren dan NU. Seni shalawat ini tumbuh kembang sangat baik di wilayah Jawa Timur.?

Untuk mengikat para anggota NU telah membentuk organisasinya yakni Ishari (Ikatan Seni Hadroh Indonesia), termasuk di Kabupaten Blitar. Maka tidak jarang, setiap acara acara NU, hadroh selalu ditampilkan sebagai pemanis acara.?

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara

Bahkan saat Bupati Blitar dipegang oleh H Imam Muhadi, hadroh sangat diberdayakan. Setiap acara pemerintahan yang sifatnya massal.Pasti hadroh ditampilkan. Bahkan pada acara larung sesaji di Pantai Tambakrejo, hadrah juga mewarnai acara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Belakangan ini, posisi hadroh mulai berkurang gairah. Akibat hadirnya beberapa kesenian serupa yang terkesan lebih modern. Namun demikian, kalangan pengurus Ishari tidak gentar. Karena, hadroh memiliki pangsa pasar sendiri dan anggotanya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Untuk itu kedepan NU harus memfasilitasi kesenian hadroh ini agar bisa tumbuh kembang dengan baik," ujar H Rohman Salim, salah seorang tokoh hadroh di Kabupaten Blitar.

Diakui oleh Rahman Salim, di Blitar dua tahun belakangan ini aktifitas hadroh terkesan menurun, karena beberapa sebab. Selain hadirnya kelompok salawat yang terkesan modern. Juga lantaran terjadi perpedaan pendapat ditingkat pengurus ISHARI Blitar.

“Untuk itu senyampang pengurus NU ini masih baru. Maka kedepan kami mohon NU mau peduli dengan ISHARI dan mengembangkannya," pintanya.

KH Masadain Rifai, ketua terpilih NU Kabupaten Blitar, sangat mengapresiasi dengan keinginan anggota ISHARI tersebut. Karena keinginan itu sesuai dengan visi misi program kerja NU Kabupaten Blitar hasil dari Konfercab bulan lalu.?

“Salah satu butir hasil konfercab dari komisi program kerja adalah ? memperjuangkan kebudayaan (baik sebagai khazanah pengetahuan, nilai, makna, norma dan kesenian NU, termasuk ISHARI," tandas Kiai Dain.

Selain itu, lanjut Kiai Dain, NU akan memfasilitasi dan memberi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas berbagai karya seni para seniman ? NU. “Jadi Ishari sudah masuk di dalamnya," tambahnya.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 19 Desember 2017

Bahtsul Masail NU Akan Soroti Tiga Persoalan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Bahtsul Masail NU (LBMNU) mengagendakan acara ”Bahtsul Masail Nasional” di Pondok Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah, 8-9 Mei 2013.

Ketua Pengurus Pusat LBMNU KH Zulfa Mustafa, Rabu (3/5) petang, mengatakan, agenda bahtsul masail yang akan dihadiri sekitar 200 ulama utusan Pengurus Wilayah NU (PWNU) se-Pulau Jawa dan Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jawa Tengah ini difokuskan pada tiga persoalan.

Bahtsul Masail NU Akan Soroti Tiga Persoalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail NU Akan Soroti Tiga Persoalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail NU Akan Soroti Tiga Persoalan

Tiga materi pembahasan tersebut adalah tentang pasang surut peran politik NU, pandangan NU terhadap aksi takfir (tuduhan kafir) dan tadl-lil (tuduhan sesat) kaum Wahabi, dan penggunaan dana optimalisasi setoran haji.

Dalam draft rancangan bahtsul masail dijelaskan, para pendiri NU telah merumuskan garis-garis (khittah) perjuangan NU, baik tujuan, cara mencapai tujuan, bentuk organisasi, atau lainnya, sebagai organisasi sosial-keagamaan. Hanya saja, perkembangan situasi menunjukkan kenyataan lain. Belakangan, warga NU bahkan menjadi tumbal politik praktis yang banyak dirugikan.

LBMNU juga mengkahawatirkan suasana keberagamaan yang diciptakan kelompok ekstrem. Tuduhan kafir dan sesat menimbulkan ancaman keselamatan jiwa seseorang, karena dengan stigma itu pihak tak sepaham akan menjadi kelompok yang halal harta dan darahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait urusan haji, LBMNU menilai penyelenggaraan haji oleh pemerintah selama ini mengandung permasalahan. Di samping antrean panjang calon jamaah, dana setoran haji yang tersimpan di rekening Kemenag selama bertahun-tahun dicurigai menimbulkan dana haram bunga bank yang mengganggu kesempurnaan ibadah.

Rencananya, turut berpartisipasi dalam Bahtsul Masail Nasional ini, antara lain, Rasi Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Katib Syuriyah PBNU KH Yahya C Staquf, Ketua PBNU H Kacung Marijan, Ketua PBNU H Imam Azis, dan Dirjen Penyelenggara haji dan Umrah Kemenag.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Pemurnian Aqidah, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah