Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Sejumlah UU Dinilai Melenceng dari Pancasila

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 yang digelar di Pondok Pesantren Kempek Cirebon antara lain akan mengkritisi sejumlah produk undang-undang (UU). Langkah ini diambil berdasarkan anggapan, UU yang umumnya dibuat era reformasi telah melenceng dari semangat Pancasila.

Sejumlah UU Dinilai Melenceng dari Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah UU Dinilai Melenceng dari Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah UU Dinilai Melenceng dari Pancasila

Sejumlah UU yang akan dikritisi di antaranya UU No.3/2004 Tentang Bank Indonesia, UU No. 25/2007 Tentang Penanaman Modal, UU No. 7/2004 Tentang Sumber Daya Air, UU No. 20/2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. 2/2012 Tentang Perguruan Tinggi, RUU Tentang Pangan. Forum Munas juga akan membahas polemik putusan MK tentang status anak di luar nikah. Wakil Ketua Umum

Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menyatakan, pengalaman empat kali amandemen telah membawa sejumlah kebijakan negara ini pada penyimpangan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945. Situasi ini tidak hanya diakibatkan oleh persoalan dalam negeri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Karena ada pertarungan global yang berpengaruh di Indonesia,” katanya saat konferensi pers, Jumat (14/9) malam, didampingi Rais Aam KH MA Sahal Mahfudh, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan beberapa pengurus harian PBNU lainnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, hal ini menjadi tanggung jawab bersama semua elemen bangsa untuk mengembalikan Indonesia pada garis awal pendiriannya sejak tahun 1945. Untuk itulah NU kali ini mengambil tema “Kembali ke Khittah Indonesia 1945”.

Kang Said, sapaan akrab KH Said Aqil Siroj, menegaskan, kritik terhadap UU merupakan bagian dari komitmen NU pada kemaslahatan rakyat. Sikap ini ditunjukkan berdasarkan kondisi obyektif bangsa ini.

“Yang jelas NU akan selalu mendukung kebijakan pemerintah selama pemerintah pro rakyat. Tapi NU akan memberi kritik, masukan, koreksi ketika ada kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rayat atau tidak berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

?

Redaktur : Hamzah Sahal?

Penulis ? : Mahbib Khoiron

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 07 Februari 2018

Kiai Bisri dan Ulama Jombang tentang Hormat Bendera Merah Putih

Ketika masyarakat menyimpan pertanyaan-pertanyaan yang dikaitkan dengan pandangan keagamaan, para ulama Nahdlatul Ulama selalu hadir memberikan jawaban dan sudut pandang. Seperti yang dilakukan para kiai Jombang. Mereka bahkan membuat forum musyawarah khusus, membahas berbagai persoalan, saling menyodorkan dalil, dan menjawab kegelisahan.

Dipimpin KH M Bisri Syansuri salah satu pendiri NU), para kiai Jombang tercatat beberapa kali mengadakan forum Musyawarah Ulama Jombang. Kegiatan ini dikoordinasi oleh Pengurus Imarah Masjid Jami Kauman Utara Jombang.

Kiai Bisri dan Ulama Jombang tentang Hormat Bendera Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Bisri dan Ulama Jombang tentang Hormat Bendera Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Bisri dan Ulama Jombang tentang Hormat Bendera Merah Putih

Hasil dari musyawarah itu terbit menjadi buku berjudul “Muqarrarâtus Syûrâ min ‘Ulamâ Jombang” (Keputusan Musyawarah Ulama Jombang) yang berisikan lima puluh masalah agama. Di antara masalah yang dijawab adalah soal hormat terhadap bendera merah putih yang jamak dilakukan di zaman itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menjawab tentang hormat bendera Merah Putih, tersebutlah dalam tanya jawab bernomor 17, sebagai berikut:

“Bagaimana hukum hormat bendera merah putih lambang negara RI sebagaimana yang berlaku ketika upacara bendera merah putih diadakan?”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jawaban:

Mengingat bahwa bendera sang merah putih sebagai lambang negara RI  itu merupakan suatu anugerah Allah yang diberikan kepada bangsa Indonesia, maka hukum menghormati bendera itu adalah boleh, sebab disamakan dengan diperbolehkannya mencium peti (tabut) yang diletakkan di atas maqam para wali untuk diambil barokahnya.

Keterangan dari kitab:

Hasyiah al-Bajury ala Syarh Ibn Qasim,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Buku Muqarrarâtus Syûrâ min ‘Ulamâ Jombang yang memuat jawaban tentang persoalan tersebut diterbitkan pada 15 April 1981 M/ 10 Jumadil Akhir 1401 H dan ditandatangani oleh Ketua Musyawarah Ulama Jombang KH Mahfudz Anwar dan sekretarisnya H Abd. Aziz Masyhuri.

Adapun para ulama Jombang itu adalah:

1. K.H. M. Bisri Syansuri

2. K.H. Adlan Aly

3. K.H. Mahfudz Anwar

4. K.H. Syansuri Badawy

5. K. Muhdlor

6. K.H. Mansur Anwar

7. K.H. Abdul Fattah Hasyim

8. K.H. Cholil

9. K.H. Syansun

(Yusuf Suharto)



* Dikutip dari buku Hasil Keputusan Bahtsul Masail PCNU Jombang 2002-2015 Disertai Muqorrorot Ulama Jombang 1981





Baca juga: Ketika Kiai Umar Mangkuyudan Ditanya perihal Hormat Bendera

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Nusantara, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 04 Februari 2018

LKKNU Gelar Seminar Nasional Kependudukan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan seminar nasional di Hotel Balairung, Jakarta, Sabtu (6/7).

LKKNU Gelar Seminar Nasional Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Gelar Seminar Nasional Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Gelar Seminar Nasional Kependudukan

Seminar sehari kali ini mengusung tema "Revitalisasi Pembangunan Kependudukan dan Pemberdayaan Keluarga Menuju Pencapaian MDGs 2015". Secara resmi acara dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Hadir dalam kesempatan ini Jose Ferraris dari UNFPA Representative untuk Indonesia, Ketua PP LKKNU Sultonul Huda, serta sejumlah pejabat dari Kementerian Kesehatan dan BKKBN.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sultonul Huda mengatakan, pembangunan kependudukan merupakan masalah penting yang harus ditangani secara sinergis antara BKKBN, pemerintahan daerah, dan masyarakat. Ormas seperti NU bisa terlibat di bidang keagamaan.

"Masyarakat kita menerima pengaruh yang sangat kuat dari nilai-nilai agama," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Sulton, isu kependudukan sangat jarang muncul di media. "Paling kalau ada di media online. Itu hanya bisa diakses orang menengah ke atas. Padahal BKKBN sasarannya adalah menengah ke bawah. Jadi harus ada yang menjembatani," katanya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Bisri dan Gus Dur Soal Kebiasaan Telat di NU

Waktu itu, Rais Aam PBNU KH Bisri Syansuri menginap di rumah putrinya, Nyai Sholihah, atau ibunda Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terletak di kawasan Matraman Jakarta Pusat. Ada Gus Dur juga di rumah itu. Sekitar pukul 08.00 WIB, KH Bisri memanggil sang cucu.

“Dur antarkan saya ke kantor PBNU sekarang!” kata sang kakek.

Kiai Bisri dan Gus Dur Soal Kebiasaan Telat di NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Bisri dan Gus Dur Soal Kebiasaan Telat di NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Bisri dan Gus Dur Soal Kebiasaan Telat di NU

“Kenapa pagi-pagi sudah ke PBNU Mbah?,” jawab Gus Dur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mau ada rapat gabungan.”

“Lho kan masih pagi Mbah?”

“Rapatnya jam sembilan.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ah paling juga pada telat datangnya Mbah.”

“Biar saja. Biar ada bedanya antara yang tepat waktu dan yang telat.”

Jarak antara rumah Nyai Sholihah dengan kantor PBNU dl Kramat Raya tidak begitu jauh, sekitar 2,5 km saja. Tahun 1970-an Jakarta juga belum macet.

KH Bisri Syansuri sampai di kantor PBNU sebelum pukul 09.00 WIB. Kira-kira 10 menit sebelum jam rapat, mereka berdua bergegas masuk ke ruangan rapat. Benar saja, belum ada satu pun pengurus NU yang datang.

”Belum ada yang datang Mbah,” kata Gus Dur.

“Biar saja. Kita tunggu di sini saja,” kata Kiai Bisri. Kemudian beliau duduk di kursi Rais Aam. Sebentar kemudian bibir sang kiai terlihat komat-kamit, seperti sedang membaca wirid atau dzikir, sambil menunggu pengurus PBNU yang lain. Gus Dur bergegas ke ruang samping menyiapkan minuman untuk kakeknya. (A. Khoirul Anam)

?

* Cerita ini disampaikan oleh KH Muhammad Musthofa, pengasuh pondok pesantren Al-Qur’an di Parung Bogor, yang pernah mendampingi Gus Dur di kediaman Jl Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Makam, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lakpesdam NU Malang Adakan Penguatan Kapasitas Pengurus Baru

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Malang, Jawa Timur menggelar upgrading (peningkatan kapasitas) pengurus baru, Sabtu (19/2) bertajuk Reinforcement peran Lakpesdam bagi internal NU dan masyarakat Kabupaten Malang.

Lakpesdam NU Malang Adakan Penguatan Kapasitas Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Malang Adakan Penguatan Kapasitas Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Malang Adakan Penguatan Kapasitas Pengurus Baru

Dalam acara tersebut, Lakpesdam Kabupaten Malang melakukan berbagai pembacaan atas problematika kekinian yang tengah dihadapi oleh umat di Kabupaten Malang. Adapun tempat diselenggarakannya forum ilmiah ini di Universitas Islam Raden Rahmat Malang (UNIRA Malang).

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut antara lain, Abdul Basith (Pengurus Pusat Lakpesdam PBNU), Ahmad Atho’ Lukman Hakim (Intelektual Muda NU Kabupaten Malang), dan Hasan Abadi (Rektor UNIRA Malang).

Dalam Sambutannya, Ketua Lakpesdam NU Kab. Malang, Taufiqi menyampaikan, Lakpesdam akan mensinergikan berbagai produk pemikiran dan hasil-hasil risetnya dengan berbagai lembaga NU. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Lakpesdam harus siap memberikan suport data dan hasil olah pikirnya demi pengembangan dan kepentingan Nahdlatul Ulama,” jelas Taufiqi.

Senada dengan Taufiqi, Ketua PCNU Kabupaten Malang, Umar Usman juga mengutarakan pentingnya suport pengetahuan, pemikiran, dan data base bagi pengembangan NU, dan itu merupakan tugas yang diemban oleh Lakpesdam. 

Berbagai pemikiran strategis muncul dalam forum ilmiah ini, misalnya narasumber dari Lakpesdam PBNU, Abdul Basith mengingatkan kepada pengurus di daerah agar cerdas dalam menyikapi beragam isu strategis (sosial, politik, ekonomi, advokasi kebijakan, hingga soal bagaimana pengembangan teknologi terbarukan). 

Menurut dia, Lakpesdam perlu terbuka dalam pemikiran serta responsif dengan problematika umat. Lakpesdam harus giat dalam menggelar FGD-FGD dan pengumpulan data base dari hasil-hasil kajian yang telah dilakukan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pengurus pusat sendiri, kini tengah menggodok konsepsi Fiqih Energi agar NU juga dapat hadir merespon persoalan-persoalan energi di tanah air,” ungkap Basith.

Narasumber berikutnya, Ahmad Atho’ Lukman Hakim dalam membaca problematika di kabupaten Malang, memberikan tawaran peran yang dapat diambil oleh lembaga ini, diantaranya, Peran kepemimpinan ide, Peran supporting data, Peran suporting kaderisasi, dan Advokasi kebijakan.

Menurut Gus Atho, Lakpesdam perlu mengkaji dan menyikapi berbagai kebijakan publik yang tidak pro rakyat seperti menjamurnya ijin pendirian ritel moderen serta tata kelola sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan. 

Terakhir, Hasan Abadi (Rektor Unira Malang) berpesan, kekayaan pemikiran yang dimiliki oleh Lakpesdam harus dapat didaratkan sedemikian rupa agar sisi kemanfaatannya benar-benar dapat dirasakan oleh umat. 

Lakpesdam harus mampu mengkritisi berbagai persoalan kemasyarakatan, tidak hanya soal keagamaan. Isu-isu lingkungan dan ekonomi kerakyatan juga harus memperoleh porsi yang lebih dalam kajian Lakpesdam.

Dalam acara tersebut, Rektor Unira Malang secara resmi memberikan beasiswa kepada PCNU Kabupaten Malang, berupa 99 beasiswa yang akan diberikan kepada para aktivis NU dengan beasiswa 50 persen dari besaran biaya pendidikan. (Muhamad Imron/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Nahdlatul Ulama, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh

Aceh, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ulama besar asal Pattani, Thailand, Tuan Guru Haji Ismail bin Umar akan berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah, Batee Iliek, Aceh. Kunjungan ke Batee Iliek dijadwalkan pada Sabtu (28/5) pagi setelah sebelumnya berkunjung ke beberapa dayah (pesantren) seperti Dayah Darul Muarrif, Dayah Ulee Titi, Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Babussalam Blang Blahdeh, dan juga Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga.

Baba Ismail, demikian ia disapa, akan menyampaikan tausiah di depan santri dan dewan guru Dayah Jamiah Al-Aziziyah sekitar pukul 08.00 Wib di Mushalla Teungku Ahmad Syarif. Selain dalam rangka dakwah, kunjungan pengarang beberapa kitab seperti Mizan ad-Durari, Hikam Jawi, dan Mawaiz al-Iman ini merupakan salah satu bentuk keseriusan para ulama di Pattani dalam memperkokoh hubungan silaturahmi dengan ulama Aceh yang sebelumnya telah berkunjung ke Pattani, termasuk pimpinan Dayah Jamiah Al-Aziziyah, Dr Tgk Muntasir A. Kadir.

Selain Baba Ismail, beberapa ulama dari luar yang berkunjung ke dayah yang berlokasi di Komplek Makam Syuhada Tgk Chik Kuta Gle ini, seperti Syeikh Abdurrahman bin Umar Al-Ahdhal dari Yaman, Mufti Damaskus Syekh Adnan Al-Afyouni, Syekh Mahmud Syahadah dan Syekh Omar Dib yang ketiganya berasal dari Suriah, dan juga beberapa ulama lainnya dari dalam dan luar negeri.

Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh

Banyaknya ulama yang berkunjung ke dayah salah satunya disebabkan nama besar pendirinya, Abu Mudi yang memang telah mempersiapkan 18 hektar lahan di tempat ini sebagai cikal bakal lahirnya Universitas Al-Aziziyah. (Muhammad Iqbal Jalil/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 20 Januari 2018

Berita Nahdlatoel Oelama

Majalah Berita Nahdlatoel Oelama (BNO) diterbitkan Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (PBNU), dengan alamat kantor NU, Sasak No 66, Surabaya. Menurut sebuah sumber, majalah tersebut terbit pertama kali pada tahun 1931.?

Pada terbitan Nomor pertama Tahun kelima, Muharam ? terbit pada 1 Januari 1936, terdapat keterangan yang mengungkapkan kebahagiaan bahwa majalah ini bisa terbit ? half maandblad atau terbit sebulan dua kali. Di edisi itu pula tertulis keterangan bahwa majalah tersebut diupayakan oleh para ulama NU.?

Berita Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)
Berita Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)

Berita Nahdlatoel Oelama

Para ulama berharap, majalah tersebut dapat berperan sebagai obor kaum Muslimin pada umumnya dan Nahdliyin khususnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di dalam kota redaksi tercatat K. Machfoed Siddik Djember sebagai Hoofd Redacteur, dan K. Abdullah Oebaid Surabaya, KH Eljas Tubuireng dan KH A Wahid sebagai Redacteur. Sementara itu, KH Hasyim Asy’ari Tebuireng, KH Abdul Wahab Chasbullah Surabaya, dan KH Bisri Kauman duduk sebagai Mede Redacteur.

Majalah BNO berbeda dengan majalah yang diterbitkan NU pada masanya. Jika majalah lain hanya berisi artikel-artikel keagamaan dan keorganisasian NU, maka BNO memuat banyak jenis tulisan, dari agama, organisasi, ekonomi, hingga permasalahan tanah dan pertanian. Dimuat juga tulisan-tulisan bertema politik dari dalam negeri ataupun luar negeri yang sedang berkembang pada masanya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berita-berita NU di berbagai daerah juga termuat, bahkan hingga NU Teluk Lubuk, di Sumatra Selatan.?

Sebagai majalah berbasis aliran keagamaan, BNO tak lupa merespon dan membela keyakinannya. Nomor 9 Tahun 9 misalnya, majalah ini merespon tulisan yang ada di majalah Adil terbitan Muhammadiyah tentang hukum Azimat.?

BNO Nomor Pertama Tahun kesepuluh, Nopember 1940, juga merespon perselisihan Persatuan At-Tarbiyatul Islamiyah dengan Hamka tengang tarikat an-Naqsabandiyah yang diungkapkan dalam majalah Al-Mizan (majalah milik Persatuan At-Tarbiyatul Islamiyah yang terbit di Bukit Tinggi).?

BNO menolak keras padangan Hamka yang mengatakan tarikat itu sesat menyesatkan. dan mendukung terbitan majalah Al-Mizan.

Tak ketinggalan pula, seperti umumnya terbitan di NU, majalah ini, tiap terbitannya memuat nama-nama kyai, ulama, atau aktivis organisasi yang sudah meninggal. Maksdunya, meminta para pembaca untuk sholat ghoib atau berkirim doa.

Majalah BNO beredar di banyak kota, dari Madura, hampir semua kota di Jawa Timur, Yogyakarta, kota-kota di jawa Tengah hingga Cirebon, Tasikmalaya, Bandung dan Jakarta. Pertanyaan-pertanyaan seputar keagamaan juga dikirimkan dari Lampung.?

Keragaman iklan yang dimuat juga menggambarkan keragaman pembaca. Dari iklan toko kain hingga tiket kapal laut, dari tukang jahit hingga toko buku yang menjual buku-buku Kristen, dari toko emas imitasi hingga iklan hotel, hingga iklan toko dasi bergambar lambang Muhammadiyah, semua ada. Dari sisi tampilan, majalah ini juga lebih rapi, baik sampul dan tata letak halamannya yang menggunakan tiga kolom di tiap halaman.

Ditemukan edisi No. 6/Tahun XII/Juni - Juli 1952 kolektor majalah Kemala Atmojo. Ada perubahan besar di edisi nomor tersebut, terbitan tidak sebulan dua kali lagi, tapi terbit dua bulan sekali. Perubahan lain adalah perpindahan alamat ke Jalan Maluku II/1, Semarang dan untuk alamat administrasi di Jalan Pekodjan 157, Kudus.?

Penerbitan majalah dikelola oleh PBNU bagian Da’wah. Susunan redaksi pada edisi yang sampul berwarna merah memasang foto Kyai Wahab Chasbullah sedang berpidato tersebut terdiri dari Pemimpin Redaksi: Saifuddin Zuhri. Anggota Redaksi: K.H.A. Wahid Hasjim; K.H. M. Dahlan; K.H. M. Iljas; A.A. Achsien; Idham Chalid; A. Fattah Jasin; Ahmad Shiddieq; Umar Burhan; A. Ch. Widjaja; K. R. Amin Tjokrowidagdo; Nurjaman. Administrasi: M. Zainury Noor. Belum ditemukan waktu perubahan majalah ini. Dan belum ada informasi yang pasti kapan berakhirnya majalah ini. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh, Cerita, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 11 Januari 2018

Bangka Belitung Jadi Tempat Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional 2017

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama menjadikan Provinsi Bangka Belitung sebagai tempat perhelatan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) Ke-3 tahun 2017.

Perkemahan yang akan melibatkan sekitar 800 siswa madrasah dari 34 provinsi akan berlangsung pada 14-20 Mei 2017 di Bumi Perkemahan Selawang Sagantang Koba, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung.

Bangka Belitung Jadi Tempat Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangka Belitung Jadi Tempat Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangka Belitung Jadi Tempat Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional 2017

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin, PPMN ini merupakan instrumen strategis untuk menanamkan jiwa patriotisme, kebangsaan, cinta tanah, dan kreativitas.

“Kegiatan ini penting untuk menginternalisasi nilai-nilai Pramuka pada diri generasi muda. Apalagi di tengah arus ideologi transnasional. Wawasan kebangsaan perlu juga terus ditanamkan. Maka, kegiatan ini menjadi instrumen strategis,” jelas Kamaruddin dalam Konferensi Pers, Selasa (9/5) di Kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Nur Kholis Setiawan mengungkapkan, panitia pusat telah berkoordinasi dengan baik dengan pemerintah daerah atau Kanwil Kemenag Bangka Belitung dalam kegiatan ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Persiapannya sudah 85 persen. Bahkan untuk akomodasi seperti transportasi, Kanwil menyediakan 48 bus. Keamanan untuk peserta Pramuka juga mendapat perhatian betul karena lokasi perkemahan terletak di pinggir pantai,” jelas Nur Kholis.

Selain aktivitas kepramukaan, kegiatan bertema Pramuka Madrasah Kreatif, Terampil dan Berkarakter ini juga mengadakan talkshow wawasan kebangsaan, lomba bercerita tentang jasa pahlawan Islam Indonesia, Pionering Aplikatif Budaya Nusantara, lomba pembuatan film cinta tanah air, pemencahan Rekor MURI tentang Pantun Melayu Talibun, Karnaval Budaya, Outing Kebangsaan, Ikrar Pramuka Madrasah Cinta NKRI, dan Bakti Sosial. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 05 Januari 2018

Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Ketua PBNU KH Said Agil Siradj mengungkapkan bahwa untuk lebih mensejahterakan jamaahnya, terekat diharapkan lebih meningkatkan upaya sosial disamping mengurusi dzikir, wirid dan spiritualitas.

Tokoh-tokoh sufi zaman dahulu hidup dalam berbagai profesi dan mereka menjalaninya dengan serius. Ada seorang sufi yang menjadi kepala negara, yaitu Umar bin Abdul Aziz. Ada sufi yang ahli matematik yang malah menciptakan ilmu al Jabar, yaitu Jabar bin Hayyam.

“Ini menunjukkan bahwa aktifitas wirid dan spiritual tidak bertentangan dengan aktifitas ilmu pengetahuan. Dan juga kesan bahwa tarekat sasma dengan kumpulannya orang yang tidak berpendidikan bisa juga terhapus,” tandasnya.

Said Agil mencontohkan ada juga seorang sufi yang kaya. Imam al Junaid mendapat tambahan nama al Qowariri dibelakang namnya karena ia memiliki perusahaan pabrik botol, demikian juga Abu Said al Qorros merupakan pengusaha sutra, serta Fariduddin al Attor sebagai pengusaha parfum,

“Jadi dari ini saja diketahui bahwa para sufi juga pengusaha. Syeikh Abu Hasan as Syadzili, pendiri tarekat syadziliyah merupakan orang kaya. Ia bahkan menanggung muridnya yang sebanyak 6000,” tandasnya.

“Ini menunjukkan bahwa tidak benar tasawuf bertentangan dengan aktifitas duniawiyah. Yang penting bagaimana dunia tidak mempengaruhi hatinya, tidak mempengaruhi sikap moralnya, tegasnya.

Kyai-kyai NU zaman dahulu bisa dikatakan sebagai orang yang, Kyai Hasyim As’yari berprofesi sebagai petani yang kaya, Kyai Wahab dari Surabaya, Kyai Ali Maksum dari Jogja, Kyai Ahmad Siddiq dari Jember, semuanya merupakan kyai yang cukup.

Pada tanggal 27-30 Maret Jam’iyyah Ahlut Thariqat al Mu’tabarah An Nahdliyyah akan mengadakan muktamar ke 10 di Pekalongan. Said Aqil mengungkapkan bahwa sebenarnya tarekat merupakan jaringan yang sangat kokoh dan luas di dalam lingkup Nahdlatul Ulama, malah boleh dibilang jaringan ini lebih kokoh dan lebih luas dari pesantren, tetapi tarekat lebih merakyat, lebih egaliter, lebih mengakar dan lebih kokoh.(mkf)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Ubudiyah, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi

Selasa, 05 Desember 2017

Mutawakkil: Doa Diperlukan agar Otak Kiri-Kanan Maksimal

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sukses pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tidak semata dari aspek jumlah kelulusan. Juga sangat ditentukan oleh kemudahan serta tidak ditemukannya praktik yang akan mencederai pelaksanaannya. Karena itu diperlukan tambahan wawasan serta spirit agar pelaksanaannya sesuai harapan.

Ribuan santri dan pelajar dari berbagai kota di Jawa Timur memadati Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Sabtu (6/4) kemarin. Mereka hadir dalam rangka berdoa demi suksesnya pelaksanaan UN tahun 2013.

Mutawakkil: Doa Diperlukan agar Otak Kiri-Kanan Maksimal (Sumber Gambar : Nu Online)
Mutawakkil: Doa Diperlukan agar Otak Kiri-Kanan Maksimal (Sumber Gambar : Nu Online)

Mutawakkil: Doa Diperlukan agar Otak Kiri-Kanan Maksimal

Kegiatan ini diselenggarakan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur. “Acara ini sebagai media untuk mengauatkan mental dan spriritual pelajar dalam menghadapi UN tahun ini,” kata Imam Fadlli, Ketua PW IPNU Jatim.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari beberapa tokoh di Jawa Timur. Tampak hadir H Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jatim), KH Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah (Ketua PWNU Jatim) dan segenap jajaran SKPD Pemprov Jatim, dan ? Muspida jatim, termasuk Kepala Kemenag Jatim M Sudjak, MUI Jatim, dan pejabat dari Kepolisian Daerah Jatim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Mutawakkil dalam pesannya mengatakan, doa bersama dilakukan agar otak kiri dan otak kanan berfungsi maksimal. "Dengan meminta pertolongan kepada Allah, insyaallah ujian nasional yang kalian ikuti lancar," ucapnya.

Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, mengingatkan siswa peserta doa bersama agar jangan menggunakan cara yang tak lazim, seperti meminta pertolongan secara ghaib, agar bisa mengikuti ujian dengan nilai baik.

"Doa bersama yang sebaiknya harus dilakukan," ujar Gus Ipul.

Para santri dan siswa mengikuti doa secara khusus yang dipimpin langsung olah Gus Taufiq yang juga Ketua RMI (Rabithah Maahid Islamiyah) Jawa Timur.?

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 berakhir pukul 10.30 ini terlaksana berkat kerjasama PW IPNU Jatim, Diknas Pemprov Jatim, dan JTV.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Pertandingan, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Perhimpunan Grup Hadrah Se-Wonosobo Tetap Eksis di Usia Ke-16

Wonosobo,, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jamiyyah Hadrah Hubbun Nabi Wonosobo, Ahad (27/3) menggelar acara pentas seni Hadrah di halaman Masjid Pondok Pesantren Al-Mansur Kauman Wonosobo, Jawa Tengah. Pagelaran yang kali ini bertajuk "Menggapai Syafaat dengan Shalawat" tersebut diikuti lebih dari 17 peserta grup rebana dari pelbagai delegasi. Di antara Mereka merupakan perwakilan dari pesantren, desa, juga sekolahan.

Perhimpunan Grup Hadrah Se-Wonosobo Tetap Eksis di Usia Ke-16 (Sumber Gambar : Nu Online)
Perhimpunan Grup Hadrah Se-Wonosobo Tetap Eksis di Usia Ke-16 (Sumber Gambar : Nu Online)

Perhimpunan Grup Hadrah Se-Wonosobo Tetap Eksis di Usia Ke-16

Menurut Arif Budiyanto, ketua Jamiyyah Hadrah Hubbun Nabi Wonosobo, perkumpulan yang menghimpun berbagai grup rebana se-Kabupaten Wonosobo ini sampai sekarang tetap dapat eksis dan kini sudah memasuki usia yang ke-16 tahun. Masyarakat Wonosobo umumnya sangat antusis dan mengapresiasi adanya jamiyyah rebana ini.

Hal itu, menurutnya, terbukti dengan selalu bertambahnya jumlah peserta yang ikut tampil pada tiap acara ini dihelat secara bergilir. Para peserta itu tak cuma grup lama tapi juga sering bermunculan peserta baru.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kegiatan yang rutin digelar ini bertujuan untuk dapat menjalin dan mempererat tali silaturahmi antar grup-grup rebana se-Wonosobo," ujar Arif Budiyanto.

"Selain juga untuk lebih menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad Saw,? acara semacam ini dimaksudkan pula untuk mengimbangi atau memainkan peran di bidang kesenian, agar semuanya tidak hanya bergerak dalam ranah akademik. Memang perlu ada yang mengisi bidang akademik, penting juga ada yang berperan di sisi kesenian", imbuhnya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah ditemui di sela-sela acara, Ahad (27/3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan pengamatan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, meski pentas seni hadrah siang itu bukan suatu perlombaan yang memperebutkan juara, tapi masing-masing grup menunjukkan kemampuan terbaiknya. Hal itu terlihat dari seringnya mereka unjuk kebolehan dan berimprovisasi baik pada alunan vokal lagu maupun dinamisasi tabuhan terbang yang tidak monoton terikat pada model nomer lagu yang dicontohnya. Tidak jarang pula terdengar penonton memberi tepuk tangan misalnya saat peserta grup di tengah pentasnya membuat variasi lagu baru yang mengejutkan. (M Haromain/Mahbib)? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Fragmen, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 28 November 2017

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan

Sumenep, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Jenazah KH Ahmad Basyir AS dan KH Mannan Fadhaly bakal dikebumikan secara bersamaan. Keduanya akan dimakamkan pada pukul 14.00 WIB atau pukul 2 siang, Sabtu (15/7). Kendati demikian, dua kiai yang sama-sama Rais Syuriyah PCNU Sumenep dan PCNU Pamekasan ini dikebumikan di lokasi yang berbeda.

Kiai Basyir dimakamkan di pasarean keluarga besar Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Sementara Kiai Mannan dimakamkan di area Pesantren Miftahul Qulub, Polagan, Galis, Pamekasan.

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan

"Semula Kiai Basyir direncanakan bakal dikebumikan usai Ashar. Tapi ada perubahan rencana, yakni dimajukan ke pukul 14.00 WIB," KH Muhammad Mushthafa selaku bagian dari keluarga besar Annuqayah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya diberitakan, Kiai Basyir dan Kiai Mannan wafat Sabtu (15/7) pagi. Kiai Mannan mengembuskan nafas terakhir di RSUD Pamekasan. Sedangkan Kiai Basyir wafat di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya setelah sebelumnya menjalani perawatan sejak Selasa (4/7) lalu.

Saat ini, ribuan alumni sudah memadati kompleks Pesantren Annuqayah. Mereka berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia, khususnya di daerah Jawa Timur. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 26 November 2017

Khofifah: Muslimat Harus Ubah Peta Dakwah

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengajak ibu-ibu Muslimat untuk mengubah peta dakwah mengingat adanya perubahan kondisi sosial kemasyarakatan sebagaimana data angka kemaksiatan se-Indonesia yang ditunjukkan oleh Khofifah.

Khofifah: Muslimat Harus Ubah Peta Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Muslimat Harus Ubah Peta Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Muslimat Harus Ubah Peta Dakwah

"Tidak zamannya kita berdakwah kepada orang-orang yang sudah rajin shalat dan mengaji," kata Khofifah di hadapan peserta Halaqah Nasional Muslimat NU di Hotel Suites Surabaya, Jalan Pemuda Surabaya (17/12).

Khofifah yang juga menteri sosial ini menjelaskan ada tiga daerah di Indonesia yang berpotensi besar terhadap kekerasan anak dan pelecehan seksual. Padahal ketiga daerah itu juga kuat agamanya. Banyak berdiri pesantren dan pendidikan tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ketiga daerah itu adalah, Aceh, Jabar dan Jatim," ungkap khofifah yang disambut kalimat haru para peserta Halaqah.

"Maka dari itu, mari kita ubah cara berdakwah kita, kita harus turun ke lapangan. Yang istighotsah dan manakipan silahkan," pungkasnya. (Rof Maulana/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Ulama, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 14 November 2017

SMK Berbasis Pesantren Jadi Model Pendidikan Unggulan

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis pesantren harus menjadi model pendidikan masa depan untuk melahirkan tenaga-tenaga profesional yang memiliki karakter (moral), pengetahuan dan keterampilan. SMK berbasis pesantren ini tidak saja menghasilkan tenaga yang memiliki keterampilan, namun yang lebih penting adalah memiliki moral. 

Direktur Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mustaghfirin Amin mengungkapkan hal itu menjawab Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah,  Ahad (2/8/2015), usai Diskusi dan Bedah Buku "Pesantren  Akar Pendidikan Islam Nusantara" yang ditulis A.Helmy Faishal Zaini, di Pondok Pesantren Denanyar, Jombang. Bedah buku menampilkan  penulisnya Helmy Faishal Zaini yang juga Ketua Fraksi PKB DPR RI, Pengasuh PP Denanyar KH Abdussalam Sokhib, intelektual muda NU Syafiq Hasyim dan Mustaghfirin. Bedah buku yang dipandu Khairul Anam.

SMK Berbasis Pesantren Jadi Model Pendidikan Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Berbasis Pesantren Jadi Model Pendidikan Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Berbasis Pesantren Jadi Model Pendidikan Unggulan

"Pesantren harus menjadi mediator, rujukan dalam pengelolaan pendidikan. Pesantren sudah teruji keunggulannya. Sebelum tahun 2004 orang tidak pernah bayangkan ada SMK berbasis pesantren. Ternyata kini menjadi model yang diunggulkan. Bahkan 2-3 tahun mendatang SMK berbasis pesantren akan semakin banyak lahir di tengah masyarakat," kata Mustaghfirin. 

Memang, kata Mustaghfirin, kalau Indonesia ingin maju, maka pesantrennya juga harus maju. Termasuk SMK berbasis pesantrennya juga harus maju. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Mustaghfirin, tahun ini ada 500 SMK berbasis pesantren yang didorong untuk terus meningkatkan pengembangannya. Sebanyak  250 SMK berbasis pesantren tersebut, sudah tergolong  besar dan memiliki mutu yang baik. 

"Alasan mengembangkan SMK berbasis pesantren ini adalah karena memiliki tiga nilai yang sekaligus dikembangkan. Yakni karakter (moral), pengetahuan dan keterampilan. Selama ini, lulusan SMK hanya memiliki satu-satu. Kalau punya keterampilan, belum tentu bermoral. Atau sebaliknya bermoral, tapi belum tentu terampilan," kata Mustaghfirin. 

Dalam pemaparannya, Mustaghfirin menyebutkan, saat ini ada 911 SMK berbasis pesantren. Sebanyak 250 sudah termasuk besar. Kemendikbud melihat SMK berbasis pesantren dikembangkan karena terbukti berhasil melahirkan tenaga-tenaga keterampilan yang bermoral. Apalagi jika dilihat dari isi buku yang dibedah ini, pesantren merupakan akar dari pendidikan Nusantara. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pengembangan SMK berbasis pesantren bukan berarti menghilangkan ciri khas pesantrennya. Namun membantu SMK yang dipesantrenkan sehingga mampu menjawab tantangan ke depan yang dihadapi bangsa Indonesia," kata Mustaghfirin. 

Dikatakan, tahun 2030 mendatang, Indonesia berada pada urutan ketujuh yang memiliki tenaga profesional. Hal ini jika syaratnya bisa terpenuhi, yakni harus ada sekitar 113 juta tenaga profesional di Indonesia. Jika hanya mengandalkan dari lulusan perguruan tinggi yang hanya mampu dilahirkan rata-rata satu juta orang per tahun, jelas tidak terpenuhi. 

"Sementara itu, sebanyak 60 persen dari tenaga-tenaga profesional tersebut dari teknisi-teknisi menengah yang dihasilkan oleh SMK. Disini pentingnya kehadiran SMK berbasis pesantren. Harus didorong tumbuhnya SMK berbasis pesantren untuk melahirkan tenaga profesional yang memiliki moral dan keterampilan itu," kata Mustaghfirin menambahkan. 

Jika SMK berbasis pesantren memiliki siswa 600 orang, santri berhasil menjadi tenaga-tenaga profesional, maka SMK tersebut tidak perlu cari bantuan kemana-mana. Sudah memiliki potensi untuk mengembangkan diri, tambahnya. (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Nahdlatul, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Website di Lingkungan NU Bakal Disenergikan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Luar biasa. Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) tahun ini, rupanya sungguh menjadi momentum penting bagi upaya mempersatukan kembali kekuatan NU di segala bidang. Tak hanya di dunia nyata, melainkan juga di dunia maya.



Website di Lingkungan NU Bakal Disenergikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Website di Lingkungan NU Bakal Disenergikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Website di Lingkungan NU Bakal Disenergikan

Seluruh website yang ada di lingkungan NU bakal disinergikan pengelolaannya, antara lain, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah (Situs Resmi PBNU), Ansor Online (Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor), Cyber PMII (Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) IPAhmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah (Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar NU) dan lain-lain.

Hal tersebut merupakan kesepakatan hasil pertemuan sejumlah pemimpin redaksi dan pengelola website di lingkungan NU yang diprakarsai Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI, di Senayan, Jakarta, (29/1) kemarin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua FKB DPR RI, Effendi Choirie, mengatakan, upaya mensinergikan pengelolaan website di lingkungan NU tersebut dilakukan untuk menjadikan media dunia maya itu sebagai sebuah kekuatan yang solid. “FKB memprakarsai pertemuan ini untuk membangun kekuatan umat ke depan sebagai ormas terbesar,” ujarnya.

Dengan demikian, diharapkan, di masa mendatang, terjalin hubungan saling mendukung perjuangan NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia. Selain itu, untuk mengembangkan paham Islam rahmatan lil alamin dan prinsip-prinsip keadilan, kemanusiaan dan demokrasi melalui media massa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemimpin Redaksi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Mun’im DZ, mengungkapkan perkembangan media yang dipimpinnya. ”Dalam beberapa tahun terakhir, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah dikunjungi ratusan ribu orang di seluruh dunia. Bahkan, sudah mencapai 15 negara. Warga NU sendiri, sudah ada yang mengakses hingga tingkat ranting NU (kecamatan),” terangnya.

Hernoe, pengelola Ansor Online, mendukung gagasan dan usulan Effendi Choirie yang ingin mensinergikan kekuatan website di lingkungan NU sehingga menjadi ujung tombak pubikasi warga NU. “Ini penting juga untuk kemajuan Ansor ke depan,” ujar Idham. (gpa/rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 31 Oktober 2017

Mendes PDTT Minta KPK Audit Unit Kerja Kementerian

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan audit pada unit kerja di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Menurutnya, audit bisa dilakukan kapanpun tanpa izin terlebih dulu.

“Saya telah menyediakan ruangan khusus untuk KPK di sini (kantor Kemendes PDTT). Anytime bapak (KPK) boleh mengaudit unit-unit kerja saya tanpa izin dari saya. Tujuannya bukan mau cari atau nangkepin (menangkap) orang. Tujuannya adalah untuk pencegahan,” ujarnya di hadapan KPK pada Penandatanganan Pakta Integritas dan Pengukuhan Agen Perubahan di Kantor Kalibata Jakarta, Senin (8/5).

Mendes PDTT Minta KPK Audit Unit Kerja Kementerian (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes PDTT Minta KPK Audit Unit Kerja Kementerian (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes PDTT Minta KPK Audit Unit Kerja Kementerian

Terkait pengawasan dana desa, menurutnya telah memaksimalkan peran Satuan Tugas (Satgas) dana desa. Tahun 2016, Satgas Dana Desa berhasil mengumpulkan 900 kasus. Karena berhubungan dengan penyelenggaraan Negara, 200 kasus di antaranya diserahkan kepada KPK dan 167 diserahkan kepada pihak kepolisian. Sedangkan sisanya hanya soal kesalahan administratif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dari tota tersebut yang masuk ke meja hijau 67 kasus. Jadi 67 kasus sudah diketuk palu dan masuk ke meja hijau dan akan diadili,” ungkapnya.

Menteri Eko mengakui, melakukan pengawasan terhadap dana desa qsxdi 74.910 desa bukanlah hal mudah. Namun ia juga mengakui, bahwa program dana desa ternyata mampu menepis skeptisme masyarakat. Hal ini terbukti dengan terbangunnya 66.884 Kilometer jalan desa, 37.68 unit MCK desa, 38.184 penahan tanah dan ribuan infratruktur lain di desa.

“Apakah masyarakat desa mampu mengelola uangnya sendiri? Desa, perangkat desanya terbatas. Tapi kalau tidak kita mulai, kapan pun desa kita tidak akan mampu. Ini kan program baru, jika ada kesalahan kita minta kepada masyarakat agar jangan dibully. Kalau mereka ada kesalahan kita perbaiki, kita bantu sampai mereka bisa,” ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua KPK, Saud Situmorang mengungkapkan, sebanyak 216 laporan terkait dana desa telah masuk ke KPK. Menurutnya, hal tersebut akan dipelajari terlebih dulu untuk mendapatkan proses lebih lanjut.

“Kita pelajari dulu. Kita kelompokkan mana isu-isu, yang kalau isunya sifatnya manajerial, Pak Menteri (Eko Putro Sanjojo) lebih fahamlah siapa-siapa yang perlu dipecat, diganti. Kalau terkait pidana KPK harus memperdalam,” terangnya.

Saud mengakui, risiko korupsi di Indonesia memang cukup tinggi. Menurutnya, juga harus mulai ada upaya agar pengawas di desa ikut membantu mengawasi dana desa. “Pendamping, mereka harus melakukan itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebagai wujud komitmen penguatan reformasi birokrasi Kemendes PDTT, Menteri Eko Putro Sandjojo mengukuhkan Agen Perubahan sekaligus Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integeritas bagi seluruh karyawan, (08/5). Penandatanganan pakta integeritas tersebut, menjadi alat ukur kinerja Tahun 2017 dan komitmen terhadap keberhasilan maupun kegagalan capaian kinerja kementerian. (kemendesa.go.id/Mahbib)

Foto: fokusutama.com





. Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 03 Oktober 2017

Persiapan Munas dan Konbes NU 2014 Hampir Selesai

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU menggelar rapat bersama untuk melihat perkembangan terkini terkait persiapan Munas dan Konbes NU 2014. Dalam rapat gabungan itu, mereka meminta laporan dari masing-masing penanggung jawab pembahasan dalam Munas pada pertengahan Juni mendatang.

Persiapan Munas dan Konbes NU 2014 Hampir Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)
Persiapan Munas dan Konbes NU 2014 Hampir Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)

Persiapan Munas dan Konbes NU 2014 Hampir Selesai

“Persiapan teknis semua sudah beres,” kata Ketua harian panitia Munas H Arvin Hakim Thoha dalam rapat persiapan Munas-Konbes di gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (30/4) siang.

Sementara Ketua tim bahasan Tata Negara dan Ahlul Halli wal Aqdi H Abdul Mun’im DZ lebih menyoroti kode etik penyiaran agama dan penyelesaian konflik beragama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua tim bahasan organisasi H Imam Aziz melaporkan, draf sudah disusun. Sejumlah bagian masih ada yang perlu edit. Pertengahan Mei, menurut Imam, draf ini sudah bisa disebarkan ke pengurus wilayah NU di daerah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Isi draf organisasi lebih sesuai dengan harapan sesepuh NU dalam rapat pleno PBNU di Wonosobo. Misalnya terkait perubahan anggota NU di masa depan seperti apa dan restrukturisasi administrasi NU,” ujar Imam dalam rapat yang dipimpin Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Perihal bahasan Rekomendasi kepada pemerintah, Masduki Baidhowi selaku penanggung jawab tim menyatakan akan mematangkan sejumlah poin penting drafnya dengan mengadakan seminar bersama para pakar.

“Kita terutama menyoroti kebijakan ekonomi makro pemerintah RI pada 10 tahun terakhir yang yang bergeser dari kiblat ekonomi yang digariskan konstitusi UUD 1945,” kata Masduki.

Semua draf bahasan dalam Munas dan Konbes NU 2014 akan disebarkan pada pertengahan Mei. Dengan demikian, pengurus wilayah di daerah dapat mempelajari semua poin itu sebelum Munas di pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur.?

“Panitia harus siap-siap bekerja lebih keras lagi,” kata Kang Said sebelum rapat gabungan ditutup dengan doa oleh Pejabat Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 02 Oktober 2017

GP Ansor Subang Intensifkan Kaderisasi di Desa-Desa

Subang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gerakan Pemuda Ansor Subang mengadakan rapat koordinasi bersama sejumlah Pimpinan Anak Cabang Ansor di Subang, Kamis (26/6). Kesempatan silaturahmi di pesantren Al-Ishlah, Jatireja, Compreng, Subang, ini digunakan untuk menampung masukan hadirin perihal kaderisasi GP Ansor di Subang.

Ratusan hadirin ini juga membahas agenda terdekat dalam rangka mengadakan kegiatan di bulan Ramadhan.

GP Ansor Subang Intensifkan Kaderisasi di Desa-Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Subang Intensifkan Kaderisasi di Desa-Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Subang Intensifkan Kaderisasi di Desa-Desa

"Minimal kita bicara konsep kaderisasi. Agar ke depan, penguatan internal di tiap kepengurusan GP Ansor bisa dilaksanakan dengan konsep tersebut," kata Ketua GP Ansor Subang Asep kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Kamis (26/6).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir dalam rakor ini Ketua GP Ansor Pagaden Edi Suryadi, Ketua GP Ansor Cipunagara Udin Saefudin, dan pengasuh pesantren Al-Ishlah KH Ushfuri Ansor, serta ratusan kader GP Ansor di tiga kecamatan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Mudah-mudahan, beberapa hari ke depan, GP Ansor Subang turun ke kecamatan-kecamatan untuk memperkuat sistem kaderisasi di tiap-tiap pengurus ranting," tutup Asep. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Santri, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 29 September 2017

Jangan Lupakan Palestina

Berbagai isu besar menyangkut dunia muslim seperti manuver kelompok radikal ISIS, gesekan Sunni-Syiah dan belakangan propaganda LGBT jangan sampai melupakan persoalan besar yang sampai saat ini belum terselesaikan, yakni Palestina dan Al Quds. Kekerasan terhadap warga Palestina dan pembatasan akses beribadah yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Al-Quds Al-Syarif nyaris luput dari perhatian dunia.

Karena itu pelaksanaan KTT Luar Biasa Organisasi Konferensi Islam (OKI) 7 Maret 2016 di Jakarta mendatang diharapkan akan memperkuat dukungan OKI terhadap penyelesaian Palestina dan Al Quds Al Syarif sebagai isu prioritas dunia Islam. Atas permintaan Palestina, Pemerintah RI telah menyampaikan kesiapan untuk menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.

Jangan Lupakan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Lupakan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Lupakan Palestina

?

Persoalan Al-Quds Al-Syarif merupakan salah satu isu utama yang menjadi perhatian khusus OKI. Komite Al-Quds OKI yang didirikan pada tahun 1975 diberikan mandat untuk mengimplementasikan seluruh resolusi berkenaan dengan konflik Arab-Israel, khususnya terkait dengan Al-Quds. Komite ini diketuai oleh Raja Maroko dan terdiri dari 16 negara anggota, termasuk Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KTT Luar Biasa OKI ke-5 ini merupakan KTT pertama yang mengangkat secara khusus isu Palestina dan Al-Quds Al-Syarif. KTT akan dihadiri oleh 55 negara anggota OKI dan 4 negara pengamat (observer) OKI. ?

Selain akan menghasilkan sebuah resolusi yang memuat pernyataan politik negara anggota OKI, KTT juga akan mencanangkan Jakarta Declaration yang memuat sejumlah rencana aksi penyelesaian isu Palestina dan Al-Quds Al-Syarif. Kedua dokumen penting tersebut disiapkan oleh Indonesia selaku negara tuan rumah dan Palestina.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemerintah RI telah secara konsisten berada pada garda terdepan dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.? Selain merupakan elemen penting dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia, dukungan tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari amanat UUD 1945 yang menempatkan kemerdekaan sebagai hak segala bangsa dan agar Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Penyelenggaraan KTT Luar Biasa OKI tahun ini merupakan bukti komitmen Pemerintah RI untuk mewujudkan perdamaian dunia. Pelaksanaan KTT juga merupakan tindak lanjut dari momentum yang diciptakan oleh Pemerintah RI sepanjang tahun 2015 dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, yaitu Deklarasi Palestina yang dihasilkan pada Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika, April 2015, dan penyelenggaraan Konferensi Internasional tentang Jerusalem Timur, Desember 2015.

Indonesia telah memberikan dukungan bagi berdirinya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya. Realisasi dari dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk dukungan diplomatik, yaitu pengakuan terhadap keputusan Dewan Nasional Palestina (Palestinian National Council) untuk memproklamasikan Negara Palestina pada tanggal 15 November 1988.

Dukungan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan hubungan diplomatik antara Pemerintah RI dan Palestina pada tanggal 19 Oktober 1989. Di samping itu, Indonesia adalah anggota Committee on Al-Quds (Yerusalem) yang dibentuk pada tahun 1975. Indonesia juga mendorong OKI untuk tetap mendukung penyelesaian politik konflik Palestina secara adil.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia harus memainkan peranan yang aktif dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi? dan keadilan sosial sesuai dengan amanat Konstitusi. Melalui KTT itu diharapkan menghasilkan dukungan OKI dan dunia internasional terhadap penyelesaian masalah Palestina. ?

Pada 9 Februari 2016 lalu, pertemuan segitiga Indonesia, Palestina dan Setjen OKI telah dilakukan. Pada 6 Maret 2016 akan diselenggarakan pertemuan tingkat pejabat tinggi (SOM) yang dilanjutkan dengan pertemuan tingkat tinggi menteri luar negeri. Sedangkan konferensi dilaksanakan 7 Maret 2016.? Upaya itu merupakan bagian upaya mengingatkan kembali negoisasi mengenai Al Quds yang sudah terhenti sejak Mei 2015.

Pada mulanya KTT itu diselenggarakan di Maroko, namun Maroko menyatakan ketidaksiapan. Kemudian Indonesia diminta menjadi tuan rumah mengganti Maroko.? Kesiapan Indonesia menyelenggarakan KTT Luar Biasa OKI di satu sisi juga? menunjukkan Indonesia konsisten mendukung Palestina.

Indonesia telah sukses menyelenggarakan KTT Asia Afrika pada tahun 2015 lalu. Tentu penyelenggaraan KTT Luar Biasa OKI ini akan menjadi peluang untuk membuktikan peran Indonesia. Semua elemen pemerintah daerah terutama DKI Jakarta, jajaran pemerintah pusat, serta masyarakat dapat mendukung KTT OKI.

Sebagai tuan rumah yang baik, Indonesia harus memberikan pelayanan yang baik. Salah satu kontribusi yang dapat diberikan adalah ikut serta menjadi bagian dari upaya menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang aman, warganya ramah sehingga menarik untuk dikunjungi. Selamat sukses KTT Luar Biasa OKI 2016. (*)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Fragmen, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 28 September 2017

PCNU Bondowoso Tasyakuran untuk Gelar Pahlawan Kiai Asad

Bondowoso, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bondowoso mengadakan Tasyakuran dan Orasi Sejarah Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Kiai Haji Raden (KHR) Asad Syamsul Arifin.

Kegiatan di Aula PCNU Bondowoso Jalan Agus Salim No 85 Belindungan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Jumat (18/11) siang tersebut diikuti pengurus NU, lembaga, banom dan MWCNU serta ranting se-Kabupaten Bondowoso.

PCNU Bondowoso Tasyakuran untuk Gelar Pahlawan Kiai Asad (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bondowoso Tasyakuran untuk Gelar Pahlawan Kiai Asad (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bondowoso Tasyakuran untuk Gelar Pahlawan Kiai Asad

Bupati Bondowoso H Amin Said Husni dalam sambutannya mengatakan Kiai Haji Raden (KHR) Asad Syamsul Arifin ini diberi gelar Pahlawan Nasional atas jasa-jasanya dalam perjuangan merebut kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan dan sekaligus mengisi kemerdekaan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Penghargaan pahlawan inilah yang diberikan kepada Almarhum Kiai Asad atas dasar undang-undang Nomor 20 tahun 2009 tentang gelar tanda ke hormatan yang dijadikan sebagai landasan hukum," jelas Amin.

Lanjut amin, Jadi, ini bukan sebagai penghormatan secara adat, tapi ini merupakan anugerah kenegaraan. Presiden Jokowi ini memberikannya atas nama negara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Negara secara resmi memberikan pengakuan dan sekaligus penghargaan dan penghormatan kepada Kiai Asad sebagai pahlawan," tegas bupati.

Sementara itu, PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam mengatakan almaghfurlah Kiai As’ad, adalah pejuang Nahdlatul Ulama sekaligus pejuang kemerdekaan sehingga berhak dan layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.

Ia menerangkan, gelar Buat kiai Asad, bukan karena ia menanta NU, tapi menata kebangsaan. Namun berkaitan. Jasa yang paling fenomenal adalah mengumpulkan para ulama yang kemudian disebut Munas Nahdlatul Ulama tahun 1983.

Ia menambahkan, Kiai As’ad dibantu dengan kiai lain, mampu membawa NU menjadi organisasi pertama menerima Pancasil pada saat ormas-ormas Islam tidak mau dengan falsafah tersebut.

KH Abdul Qodir berharap dengan tasyakuran tersebut warga NU bisa meneladani perjuangan Kiai As’ad dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara.

Acara tersebut diawali dengan tawasul untuk pendiri bangsa Indonesia dan dilanjutkan dengan tahlil bersama untuk pendiri NU.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Bondowoso H Salwa Arifin, Rais Syuriah KH Asyari? Phasa beserta jajarannya, serta pengurus lain, dan Kodim 0822 Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah