Kisah kehidupan Syekh Mutamakkin ini diulas kembali oleh penulis buku “Syekh Mutamakkin: Perlawanan Kultural Agama Rakyat" Zainul Milal Bizawie di auditorium Madrasah Salafiyyah Kajen, kabupaten Pati, Kamis (18/9).
| Syekh Mutamakkin, Referensi Keilmuan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online) |
Syekh Mutamakkin, Referensi Keilmuan Pesantren
Pada bedah buku yang difasilitasi RMI PCNU Pati dan Penerbit Pustaka Compass ini, Milal menganjurkan santri masa kini untuk menengok kembali riwayat dan sanad keilmuan pesantren.Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
"Pemahaman tentang sejarah ulama, menguatkan kepercayaan diri para santri dalam menghadapi tantangan zaman. Santri juga akan kuat ideologinya dengan menjadikan ulama sebagai pedoman dan referensi keilmuan," ungkap Milal.Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Ia mendorong para santri untuk menulis riwayat para guru mereka. “Kisah Syekh Mutamakkin menjadi referensi bagaimana santri berjuang untuk belajar, menempuh perjalanan panjang untuk mencari ilmu, dan mengabdi bagi penyebaran pengetahuan di masyarakat," ujar Milal.Buku "Syekh Mutamakkin" karya Milal ini mengisahkan genealogi keilmuan komunitas pesantren di kawasan pesisir Jawa. Syekh Mutamakkin menyebarkan Islam di Kajen dan Cebolek, Pati yang kemudian keturunannya menyebar ke pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Senada dengan Milal, Sekretaris RMI NU Pati Saifur Rijal mendorong para santri untuk giat membaca dan menulis. “Para santri sekarang perlu mengetahui tentang sejarah ulama dan guru-gurunya. Kalau tidak paham sejarah, maka tidak akan punya pendirian yang kuat," tandas Rijal. (Muna Aziz/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah