Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Sikap Moderat Harus Diikuti Hujjah Ilmiah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial keagamaan yang mengambil sikap tengah-tengah atau moderat sangat penting untuk diimbangi oleh hujjah ilmiah agar orang-orang NU mempunyai dasar yang kokoh dalam menghadapi kelompok-kelompok Islam garis keras (kanan) atau kelompok yang sangat liberal (kiri).

Demikian ditegaskan oleh Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA dalam acara pelantikan Rektor Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen dan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo, Senin, (22/12) di lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya, Jakarta.

Sikap Moderat Harus Diikuti Hujjah Ilmiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Moderat Harus Diikuti Hujjah Ilmiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Moderat Harus Diikuti Hujjah Ilmiah

Maka dari itu, tambah  Guru Besar Tasawuf ini, pembentukan Universitas di lingkungan NU sangat baik dalam mendukung hujjah-hujjah NU secara ilmiah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya berharap para rektor ini juga harus mempunyai peran di tengah-tengah masyarakat sehingga tidak saja tafaqqahu fiddin (memperdalam agama), tetapi juga liyundziru qawmahum (mengabdi kepada masyarakat),” paparnya di depan para akademisi NU dari berbagai daerah yang hadir.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di akhir pidatonya, Kang Said juga berharap, para rektor mampu membawa amanat kepemimpinan dengan baik sehingga dapat menciptakan konsep-konsep yang riil untuk kemaslahatan Nahdliyin dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Selain pelantikan Dr. Fatkul Anam sebagai rektor UNU Sidoarjo dan Dr. Masykur Rozaq sebagai rektor UMNU Kebumen, acara juga dilanjutkan dengan kegiatan Lokakarya Pimpinan Universitas Nahdlatul Ulama Se-Indonesia. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 22 Februari 2018

Pelajar NU Kroya Siapkan Fasilitator untuk Proses Kaderisasi di Ranting

Cilacap, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Puluhan kader IPNU-IPPNU Kecamatan Kroya, Cilacap, Jawa Tengah menggelar Pelatihan Fasilitator (Latfas) di MI Ma’arif 04 Gentasari, Kroya, Sabtu-Ahad (29-30/10) lalu.

Indra Haris Muttaqien selaku Ketua PAC IPNU Kroya mengungkapkan, bahwa pihaknya kini sedang fokus menata basis. "Pasca pelatihan ini, mereka akan kita terjunkan ke ranting-ranting mengawal program kaderisasi di tingkat ranting," katanya.

Pelajar NU Kroya Siapkan Fasilitator untuk Proses Kaderisasi di Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kroya Siapkan Fasilitator untuk Proses Kaderisasi di Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kroya Siapkan Fasilitator untuk Proses Kaderisasi di Ranting

Hadir sebagai narasumber acara tersebut, Imam Musyafa anggota Fasilitator IPNU Jawa Tengah yang menyampaikan materi fasilitasi.

"Ilmu kefasilitatoran ini ilmu umum, dan dipakai hampir oleh semua organisasi. Jika rekan-rekan tahu ilmu ini, nantinya lebih enak dalam berkomunikasi dan mengelola forum," ungkapnya.

Acara tersebut juga dikawal beberapa senior-senior IPNU setempat. Salah satunya Marwan, yang meski sudah berkeluarga mau menunggui kader muda NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Program kaderisasi ini hal yang paling penting di IPNU, jadi saya kawal, karena dari program itulah diharapkan nantinya muncul tokoh-tokoh NU di masa mendatang," ungkapnya. (Miftahul Khoerot/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 21 Februari 2018

Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah menempuh perjalanan udara pada Jumat (31/07/15), Delegasi PCNU Pringsewu pada Muktamar NU ke 33 tiba di Kabupaten Jombang yang menjadi tuan rumah hajat Akbar 5 tahunan Jamiyyah Nahdlatul Ulama ini. Delegasi yang terdiri dari 6 orang tersebut langsung melakukan registrasi peserta yang dipusatkan di Gedung Olah Raga Merdeka Jombang.?

"Alhamdulillah proses registrasi berjalan dengan lancar karena PCNU Pringsewu sudah melaksanakan registrasi online sebelumnya. Kami cuma butuh kurang lebih 10 menit untuk menyelesaikan registrasi ," jelasnya.

Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima (Sumber Gambar : Nu Online)
Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima (Sumber Gambar : Nu Online)

Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima

Ke-6 peserta langsung diantarkan menggunakan kendaraan yang khusus digunakan untuk mengantarkan peserta ke masing masing pemondokan. Delegasi PCNU Pringsewu ditempatkan di Komplek MTs Negeri Jombang yang menyatu dengan Komplek Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami disambut dengan pelayanan prima dari Panitia. Kami menilai panitia sudah sangat siap menggelar hajat Muktamar yang baru kali ini digelar di tempat kelahiran NU pada 1926," kata Adi Ben Slamet salah satu delegasi dari Pringsewu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Adi memberikan apresiasi kepada panitia dengan kesigapan dan kesiapan mereka menyiapkan akomodasi bagi para peserta muktamar. "Begitu sampai di Pemondokan, kami diharuskan melakukan rekam finger print -sidik jari- untuk memastikan hanya peserta saja yang dapat memasuki komplek pemondokan," jelasnya.

Adi mengatakan bahwa mengawali aktifitas pertama, delegasi yang terdiri dari KH Ridwan Syuaib, Munawwir, H Taufiqurrahim, KH Hambali, dan Adi Ben Slamet akan melakukan ziarah ke makam para muassis dan tokoh NU seperti Makam Mbah Hasyim, Kyai Wahab, Mbah Wahab, Gus Dur dan lain-lainnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 14 Februari 2018

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) dengan The Community of SantEgidio, lembaga yang berbasis di Eropa, Selasa (14/11) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

MOU tersebut ditandatangani oleh Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, sementara dari pihak The Community of SantEgidio ditandatangani oleh Marco Impagliazzo. 

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa

MoU ini berisi tentang Interfaith dialoge, Peace and Reconciliation, Education of Young Generations, Culture of Tolerance and Tigetherness, Humanity, and Prevention Drug Abuse

Hadir pada MoU tersebut Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faisal Zaini, Rais Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PBNU M Ali Yusuf, dan lain-lain. 

Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud mengatakan, kerja sama ini hanya melanjutkan dari para pemimpin NU dulu. Menurutnya, sejak zaman KH Abdurrahman Wahid MoU ini sudah terjalin. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Melanjutkan saja," katanya. 

Ia menjelaskan, tujuan dari MoU ini untuk membuat harmoni antara seluruh makhluk Allah di muka bumi. Oleh karena itu, setiap ada persoalan, katanya, bisa diselesaikan dengan dialog. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Bagaimana kita bisa dunia ini agar damai," katanya. 

Hubungan dari kerja sama ini pun, menurutnya, sering mengangkat isu-isu kemanusiaan yang  terjadi di belahan dunia. "Kita ikut terlibat untuk menyampaikan saran-saran terhadap isu-isu dunia tentang kemanusiaan," pungkasnya. 

The Community of SantEgidio sendiri merupakan sebuah komunitas internasional untuk perdamaian dunia yang berbasis di Eropa. Mereka juga melakukan berbagai macam edukasi kemanusiaan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, PonPes, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 09 Februari 2018

Dakwah dan Politik Tak Bisa Disamakan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masdar Farid Mas’udi memahami keresahan warga Muhammadiyah dengan maraknya dakwah berlabel partai politik. Masdar mengakui fenomena gerakan dakwah yang menggunakan label parpol memang terjadi.

Menurutnya, partai politik yang menggunakan dakwah umat untuk tujuan politik tidaklah ‘jantan’. ”Kalau dakwah, ya dakwah saja, jangan diarahkan dengan parpol. Sebab keduanya memiliki tujuan berbeda,” ujarnya menanggapi hasil Tanwir Muhammadiyah.

Pendiri Perhimpunan Pemberdayaan Pesantren dan Masyarakat (P3M) itu menambahkan, tujuan dakwah adalah memberikan pengetahuan tentang pemahaman keagamaan.

Dakwah dan Politik Tak Bisa Disamakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah dan Politik Tak Bisa Disamakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah dan Politik Tak Bisa Disamakan

Dalam aktivitasnya, dakwah tidak mengharapkan imbalan tertentu. Hal itu berbeda dengan parpol yang bertujuan meraih kekuasaan. Karena itu, keduanya tidak bisa dicampuradukkan. Ia mengakui pula adanya gerakan dakwah tertentu yang telah mempergunakan sarana peribadatan umat untuk perekrutan dan sarana mencapai tujuan parpol. Munculnya fenomena ini sangat memprihatinkan.

Selama bertahun-tahun, lanjutnya, sarana ibadah merupakan infrastruktur kemaslahatan bersama. ”Masjid, ya milik umat, bukan kelompok atau partai tertentu,” ungkapnya.

Meski demikian, dia tidak bersedia menyebutkan parpol yang dimaksud. Dia hanya berharap sebaiknya dakwah ditujukan untuk dakwah, bukan untuk politik. ”Ini lebih tegas dan masyarakat juga bisa menilainya,” terangnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan keresahan organisasinya itu dialami pula oleh ormas lain, seperti NU dan kelompok-kelompok takmir dan pengajian masjid di berbagai daerah. Menurutnya, bukan masalah dakwahnya, yang menjadi persoalan bagi warga Muhammadiyah dan umat Islam lain, melainkan kekhawatiran terseretnya mereka ke dalam wilayah politik. (gpa/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 30 Januari 2018

Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Takmir Masjid PBNU kembali membuka pendaftaran Rombongan Mudik Bareng PBNU hari ini, Senin (7/7) pagi di masjid An-Nahdlah PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat. Para pendaftar tampak antre untuk mendapatkan tiket dari 15 bus rombongan mudik untuk tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Untuk mendapatkan tiket, para pendaftar cukup mengisi formulir yang disediakan panitia dengan menunjukkan fotokopi KTP atau Kartu Keluarga. Mereka yang sudah mengisi formulir diberikan sebuah nota untuk ditukarkan tiket berangkat pada tanggal yang ditetapkan panitia

Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat (Sumber Gambar : Nu Online)
Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat (Sumber Gambar : Nu Online)

Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat

“Panitia menentukan Senin depan, 14 Juli di mana pengunjung dapat menukarkan nota yang mereka miliki dengan tiket,” kata seorang penjaga loket, Dedi Kurniawan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara penjaga lainnya, Sahid memastikan, kuota tiket tujuan Banyuwangi, Surabaya, Madura, Lamongan, Mojokerto, Yogyakarta, dan Solo sudah habis. Yang tersisa Gresik, Semarang, Rembang, Temanggung, Tegal, Brebes, Pekalongan.

“Panitia tidak memastikan hari penutupan. Pastinya pendaftaran akan ditutup kalau kuota tiket dari semua tujuan sudah terpenuhi,” kata Sahid.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LTM PBNU menyediakan lima belas bus dengan tiga provinsi tujuan. Rombongan mudik bareng ini akan berangkat pada Ahad 20 Juli. Sebanyak delapan bus akan menyebar ke sejumlah kabupaten di Jateng. Enam bus menuju Jawa Timur. Sementara satu bus untuk tujuan Jawa Barat.

Saat menukarkan nota pada 14 Juli nanti, para pendaftar disyaratkan berinfaq untuk Gerakan Infaq dan Shodaqah Masjid (Gismas) LTM PBNU sebesar Rp. 10.000, tandas Sahid. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus radio swasta maupun komunitas yang selama ini sudah eksis menyapa pendengar di wilayah Jawa Tengah, berkumpul di Radio Fast FM Magelang Ahad (30/11). Mereka membahas berbagai hal termasuk menjajaki kemungkinan untuk membentuk wadah sebagai ajang komunikasi dan silaturahmi.

Pertemuan yang diprakarsai PWNU Jawa Tengah disambut sangat antusias oleh media radio maupun televisi yang selama ini telah eksis bersiaran secara santun beraqidah aswaja. Sedikitnya 34 pimpinan radio dari 37 undangan, hadir dalam pertemuan ini.

Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan

Sekretaris PWNU Jawa Tengah H Arja Imroni menyambut gembira atas kerelaan insan media radio dan televisi yang selama ini membantu NU menyiarkan ajaran aswaja. Karena, hingga kini PWNU Jawa Tengah belum mampu mendirikan media siaran radio maupun televisi seperti di NU Jawa Timur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Mewakili jajaran PWNU Jawa Tengah, saya menyambut gembira dan ucapan terima kasih kepada insan radio yang dengan secara tulus membantu menyiarkan ajaran aswaja," ucap Arja yang juga pengajar UIN Walisongo Semarang.

Mantan Anggota Komisioner KPID Jawa Tengah H Najahan Musyafa yang juga Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah mencatat, hingga hari ini tidak kurang dari 37 radio yang terdiri dari 27 radio swasta dan 10 radio komunitas aktif bersiaran menyapa masyarakat Jawa Tengah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Potensi besar ini, menurut Najahan, sudah seharusnya berhimpun dalam satu wadah untuk saling bersinergi baik dalam program, iklan, dan Sumber Daya Manusia (SDM).?

Pertemuan ini kemudian menyepakati sejumlah poin antara lain menyetujui pembentukan wadah jaringan radio aswaja, menugaskan tim formatur untuk menyusun pengurus dan membuat program. Mereka juga akan mengadakan pertemuan rutin di tempat masing-masing secara bergantian untuk saling mengenal radio anggota.

Hadir dalam pertemuan perdana Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah H Dian Nafi yang juga pemilik Radio Gesma FM Solo, pendiri radio Soutunna FM Purworejo KH Khalwani Nawawi, pemilik radio Fastabiq (Fast FM) Magelang KH Yusuf Chudlori dan anggota komisioner KPID Jawa Tengah Tazkiyatul Mutmainnah. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, PonPes, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Jaringan Gusdurian Universitas Negeri Semarang (Unnes) bekerjasama dengan Kedai Kopi ABG menggelar diskusi di warung kopi yang tak jauh dari kampus Unnes pada Senin, 19 Oktober 2015. Hadir sebagai pemantik diskusi Mukhamad Zulfa (kontributor Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Semarang) dan Akhmad Luthfi (mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, PW IPNU Jawa Tengah).?

Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang

Diskusi bertema "Kalau Sudah (Jadi) Santri, Njur Ngapa?" diawali dengan pembacaan shalawat diiringi grup rebana Jamiyyah Mauliddurrasul Arrohman.

Luthfi menjelaskan latar belakang kenapa lahir peringatan hari santri. Bercerita bagaimana Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 memberikan makna yang tegas bahwa santri mempertahankan Indonesia seutuhnya. Di sisi lain Zulfa memahami bagaiamana seharusnya santri bahwa sekarang santri harus menjadi santri yang sejati. Seutuhnya memegang teguh akhlak al-karimah dan tradisi yang dimilikinya. Selain itu, ke depan santri harus mampu bersaing dengan berbagai macam elemen bangsa dengan meningkatkan kapasitas keilmuaannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Diskusi tambah menarik ketika materi ini diperkaya peserta diskusi dengan pemaparan bahwa kiai-ulama kita dahulu dihormati oleh orang-orang Arab. Sebut Syekh Annawawi al-Bantani (1813-1897) menjadi ulama di tanah haram pada waktu itu.?

"Harusnya kita bisa mengaji khazanah pemikiran tokoh-tokoh lokal yang kita miliki dibandingkan dengan tokoh luar Nusantara," ungkap Gigih Firmansyah santri Al-Fadhlu Kaliwungu yang masuk juga kuliah di UIN Walisongo. Banyak karya-karya kiai-ulama Nusantara yang layak untuk diteliti.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tema pertanyaan ini menarik menjadi perbincangan malam itu. Berbagai nilai-nilai luhur bisa didapatkan dari pesantren mulai kedisiplinan, kebersamaan, kekeluargaan, keikhlashan, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang muda, toleransi, sopan-santun dan lain sebagainya.?

"Menjadi manusia dengan mengamalkan ilmu yang telah dapat di pesantren," ungkap Lutfi. Itulah jawaban yang menjadi tema diskusi kali ini.

Tentu dengan disahkan hari santri ke depan santri tidak lagi dipermasalahkan tentang ijazah pesantren yang mereka miliki. Di perguruan tinggi misalnya beberapa perguruan tinggi masih menolak ijazah muadalah yang dikeluarkan pesantren. Dan perlu diakui bersama bahwa alumni pesantren yang masuk dunia perkuliahan lebih mudah beradaptasi dengan proses kampus dengan keunggulan karakter spiritual quotient dan emotional quotient. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah PonPes, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 15 Januari 2018

KH Hafidz Usman Meninggal Dunia

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Inna Lillahi wa inna ilaihi rojiun. Kabar duka datang dari Bandung, Jawa Barat. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hafidz Utsman meninggal dunia, Senin (20/10) hari ini, sekitar pukul 10.11 WIB.

Sesaat setelah mendengar kabar dari sekretariat PBNU, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah menghubungi nomor telepon pribadi Kiai Hafidz. Dari kejauhan terdengar suara seorang putranya, Al-Maki yang membenarkan kabar duka itu.

KH Hafidz Usman Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hafidz Usman Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hafidz Usman Meninggal Dunia

Kabar meninggalnya Kiai Hafidz cukup mengejutkan karena sebelumnya ia masih sempat menjalankan ibadah haji dan dalam kadaan sehat wal afiyat. Al-Maki mengatakan, ayahnya meninggal dunia tanpa didahului sakit sedikitpun.

“Mewakili keluarga kami mohon maaf apabila beliau punya kesalahan. Kami juga mohon doanya,” katanya singkat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di kantor PBNU, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, KH Hafidz Usman adalah seorang ahli fiqih dan usul fiqih yang mulai langka di NU. Almaghfurlah adalah aktivis NU sejak muda hingga akhir hayatnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Beliau pernah menjadi Ketua PWNU Jawa Barat dan Ketua MUI. Saat Gus Dur menjadi ketua umum PBNU beliau menjadi salah satu ketua. Pada periode Pak Hasyim beliau menjad rais syuriyah. Jasa beliau sangat banyak, antara lain mengawal Muktamar Cipasung. Beliau juga yang memimpin pengumpulan dan penerbitan hasil bahtsul masai NU sejak 1926,” katanya.

Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengatakan, Kiai Hafidz adalah kader NU yang militan, ikhlas berjuang. “Kita kehilangan tokoh besar. Sulit dicari kader sehebat beliau. Mudah-mudahan beliau khusnul khotimah,” kata Kiai Malik Madani.

KH Hafidz Utsman lahir di Pandeglang Banten, 14 Januari 1940. Pada Muktamar NU 2010 di Makassar, ia menjadi pusat perhatian karena mendapatkan amanah sebagai ketua panitia nasional. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 13 Januari 2018

Panen Raya, Saatnya Kumpulkan Zakat

Tegal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 

Warga NU desa Slaranglor Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal, sedang menghadapi panen raya padi. Bagi para petani, ini adalah musim berkah untuk petani tersendiri, karenanya mereka pun siap mengeluarkan zakat maal yang telah disyariatkan dalam Islam.

Panen Raya, Saatnya Kumpulkan Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Panen Raya, Saatnya Kumpulkan Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Panen Raya, Saatnya Kumpulkan Zakat

Di desa tersebut merupakan desa yang paling komplet pengurus NU-nya sampai ke badan otonom dan semua badan otonom berjalan sesuai dengan roda organisasi masing-masing. Jika kondisi itu dibandingkan dengan desa-desa di Kecamatan Dukuhwaru, sehingga pada musim panen ini Pengurus ranting (PR) NU desa Slaranglor sengaja menjalankan programnya mengumpulkan zakat mal hasil pertanian.

Ketua Panitia Zakat maal H Syamsudin menjelaskan, pembayaran zakat bisa dilakukan secara langsung dari muzakki kepada mustahik, akan tetapi lebih afdhol atau memiliki nilai tambah jika dibayarkan melalui Lembaga Amil Zakat atau panitia pengumpul zakat. Dengan membayar zakat melalui lembaga, maka pengelolaan uang akan lebih baik, dari aspek pengumpulan sampai dengan pendistribusiannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pengelolaan zakat melalui lembaga mempertimbangkan aspek akuntabilitas, transparansi dan profesionalitas serta bisa dilihat sejauh mana pertanggung jawabannya,” kata H Syamsudin ketika ditemui dikediamanya, Kamis  (7/3).

Bagi Slaranglor ini bukan pertama kalinya karena tahun-tahun sebelumnya sudah ada pembentukan panitia dan berjalan hasilnya, alhamdulillah para foqoro dan masakin , bisa mendapatkan haknya dari orang-orang yang semestinya bisa mengeluarkanya.  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan pengalamannya, pengelolaan zakat secara tradisional kurang memberi manfaat jangka panjang untuk mengentaskan mustahik menjadi muzakki. Pola yang umum adalah pembentukan panitia zakat ad hoc saat bulan Ramadhan yang mengumpulkan zakat fitrah maupun zakat maal. Zakat tersebut langsung dibagi habis dan setelah Idul Fitri, panitia dibubarkan. Pola yang sama berulang dari tahun ke tahun.

Dana yang diterima masyarakat akhirnya digunakan untuk kepentingan yang sifatnya konsumtif selama lebaran sehingga habis dalam waktu sekejap dan tidak bisa memberdayakan.

“Nah ke depan Dengan adanya lembaga yang lebih bagus , maka dimungkinkan adanya perencanaan dan pendistribusian zakat secara lebih beragam, ada yang dibagikan langsung untuk kepentingan mendesak, tetapi ada juga yang berorientasi jangka panjang seperti beasiswa atau modal kerja,” harapnya 

Di tempat terpisah Ketua Tanfidziyah PRNU Desa Slaranglor Abdul Kholil mengharap agar panitia yang sudah terbentuk bisa bekerja dengan maksimal. “Walaupun kami tahu persis bagaimana menyadarkan warga begitu sulit, ini bisa terbukti dari sekian banyak muzzaki yang tercatat oleh panitia yang baru sadar betul dan memberikan zakat belum sepenuhnya. “ jelasnya 

Untuk itu besar harapan, masyarakat harus percaya dan ikhlas, bahwa ada hak orang lain dalam harta yang dimiliki . “Yakin dan percayalah Insya Allah tidak akan habis harta anda , malah semakain bertambah. “ imbaunya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz T.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 23 Desember 2017

NU Cilegon Desak Pemerintah Upayakan Kesamaan Upah

Cilegon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. PCNU Kota Cilegon Banten mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon agar perusahaan yang mempekerjakan orang asing dan pribumi diupah dengan seimbang. Kuota tenaga kerja pribumi juga harus lebih banyak daripada orang asing. 

“Kami dari PCNU Kota Cilegon mendesak kepada Pemkot Cilegon agar memperketat izin orang asing untuk bekerja ataupun tinggal di Wilayah Cilegon,” kata KH. Hifdullah selepas kegiatan bahsul  masail PCNU Kota Cilegon beberapa waktu lalu.

NU Cilegon Desak Pemerintah Upayakan Kesamaan Upah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Cilegon Desak Pemerintah Upayakan Kesamaan Upah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Cilegon Desak Pemerintah Upayakan Kesamaan Upah

KH. Hifdullah juga berpandangan, kehadiran para pekerja asing asal Korea di Kota Cilegon berpotensi akan mengubah budaya dan perilaku masyarakat, yang cenderung akan semakin jauh dari nilai-nilai ajaran Islam. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Berdasarkan laporan dari warga Nahdliyin yang masuk kepada kami, banyak sekali warga asing terutama Korea yang membawa budayanya ke Cilegon. Bahkan pada saat bulan Ramadhan, restoran yang menyajikan menu Korea buka di siang hari, dan ini jelas sekali menyalahi pertauran pemerintah. Kami siap mengawal apabila ada organisasi atau instansi yang terkait untuk melakukan pengawasan terhadap pekerja asing, terutama Korea,” tegas KH. Hifdulloh.

Karena itulah PCNU juga mendesak supaya pemerintah membuat lembaga yang memberikan pengawasan orang asing di Cilegon. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon, Erwin Harahap mengatakan, untuk masalah warga negara asing yang bekerja di Cilegon, pihaknya sudah cukup ketat dalam memberikan izin. Dokumen tenaga kerja asing yang masuk semuanya sudah lengkap. Bahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan membentuk tim untuk mendatangi KS-Posco dan mengecek jumlah pekerja orang asing. 

"Apakah sudah sesuai dengan yang dilaporkan atau tidak. Kalau terjadi penyimpangan, akan kami beri tindakan tegas. Untuk mempelajari hal tersebut, kami butuh payung hukum seperti apa penerapannya. Untuk itu tanggal 2 September besok, kami akan lakukan studi banding ke Batam terkait penanganan pekerja asing,” terang Erwin. 

Seperti diketahui, menurut PCNU Kota Cilegon, perkembangan investasi Korea Selatan makin pesat di Kota Cilegon. Kemudian pekerja asal Korea yang berdatangan dan menetap di Kota Cilegon.

Redaktur    : Abdullah ALawi 

Kontributor: AA Candra Zaini  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah PonPes, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 19 Desember 2017

Cak Imin Beri Semangat Guru Diniyah Bondowoso Tetap Mengajar

Bondowoso, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua PC NU Bondowoso, KH Abdul Qodir Syam meminta guru Madrasah Diniyah untuk tetap aktif mengajar dan tidak terganggu dengan wacana penerapan Full Day School. Kegiatan Madrasah Diniyah tidak boleh terganggu dengan wacana tersebut.

Hal ini disampaikan KH Abdul Qodir Syam saat menggelar acara Halal bihalal dan Silaturrahim Jas Hijau yang diadakan PCNU Bondowoso di Gedung Education Development Centre (EDC) Bondowoso Jawa Timur ahad (16/7) sore.

“ Akhir-akhir ini kita akan mengalami perubahan cara pendidikan yang sedang getol-getolnya diwacanakan pememrintah. Bahkan perubahan system pendidikan full day school ini seperti malah memaksa secara sepihak,”ujarnya mengawali sambutan.

Cak Imin Beri Semangat Guru Diniyah Bondowoso Tetap Mengajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Imin Beri Semangat Guru Diniyah Bondowoso Tetap Mengajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Imin Beri Semangat Guru Diniyah Bondowoso Tetap Mengajar

Jika penerapan sistem pendidikan full day school, menurut KH Abdul Qodir Syam, artinya pemerintah tidak memberikan ruang kepada guru-guru diniyah dapat waktu untuk bisa mendidik anak-anak kita.?

“Kami berharap agar diperjuangkan bagaimana tetap dikembalikan kepada cara pendidikan yang selama ini telah dilakukan guru guru madrasah diniyah. Dan untuk itu kami warga nahdlatul ulama menyerahkan agar KH Abdul Muhaimin Iskandar ? memberikan semangat kepada guru-guru Diniyah di Bondowoso,” ujarnya

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menyampaikan, bahwa Full Day Shcool adalah upaya untuk menganggu stabitas madrasah diniyah kita diseluruh tanah air. Namun dikatakannya madarasah diniyah tidak usah khawatir. Karena ? pemerintah tidak akan berani menjalankan.?

“Jangan kawatir saya sudah empat kali ketemu bapak Jokowi dapat jaminan dan Sekretaris Jendral PBNU Bapak Helmy Faisal Zaini? ? juga ketemu dengan Bapak Jokowi juga dapat jaminan. ? InsyAllah tidak terlaksana," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Cak Imin yang datang bersama Sekjen PBNU, Helmy Faisal Zaini, Ketua DPRD Jawa Timur, Halim Iskandar dan juga Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf ? menambahkan, jika rencana Full Day School dilakukan. Maka pihaknya mengajak warga nahdliyin datang ke Jakarta.

"Kalau terlaksana dan dipaksakan saya minta tolong mari datang bis-bisan ke Jakarta. Kita cukup ngomong gitu pasti gak jadi,” tambahnya yang disambut sorak setuju peserta Halal bihalal yang hadir.?

Hadir pada halal bihalal dengan tema “Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama (Jas Hijau)” ? diantara Bupati Bondowoso H Amin Said Husni, Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Dandim 0822 Bondowoso Tarmudji, guru ngaji, Kepala desa, perangkat desa dan lembaga dan banom nu serta kader NU Se-Kabupaten Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Muslim Abdurrahman).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 15 Desember 2017

Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Kapolri Tito Karnavian bersama jajarannya melakukan kunjungan ke PBNU pada Kamis (18/8). Ia diterima oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA

Dalam pertemuan yang berlangsung di lt 3 gedung PBNU ini, baik Tito maupun Kiai Said membicarakan berbagai persoalan kebangsaan, seperti terorisme dan radikalisme, narkotika, dan lain sebagainya.

Kiai Said menyampaikan persoalan adanya gerakan antinasionalisme Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sampai sekarang masih bergerak dengan bebas. Gerakan tersebut saat ini masih kecil dan lemah, tetapi jika tidak diantisipasi lebih dini bisa mengancam keutuhan bangsa.

Mengenai Front Pembela Islam (FPI), Kiai Said menyampaikan bahwa gerakan ini bukan gerakan Wahabi atau ingin mendirikan negara Islam, tetapi misinya ingin menegakkan amar makruf nahi mungkar. Sayangnya apa yang dilakukan tidak terkoordinasi dengan aparat keamanan.



Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jadinya malah merusak citra Islam yang damai," paparnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kesempatan tersebut Tito meminta pandangan PBNU tentang Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) yang baru-baru ini bertemu dengannya. Ia meminta penjelasan tentang kasus antara Banser dan MTA baru-baru ini di Boyolali.

Kiai Said menjelaskan, ajaran MTA banyak yang membidah-bidahkan amaliah NU, salah satunya mengharamkan tahlil. "Berbeda itu biasa, tetapi kalau sampai menyalah-nyalahkan amaliah orang lain, itu yang tidak benar," paparnya.

Robikin MH, salah satu ketua PBNU memberikan penjelasan tambahan mengenai kasus di Boyolali. Kelompok MTA sebelumnya sudah diingatkan untuk tidak membikin provokasi di lingkungan warga NU, tetapi mereka tetap memaksa. Yang dilakukan Banser hanya upaya penghadangan saja, sampai akhirnya terjadi bentrokan kecil.?

Kiai Said menekankan, NU dari dulu sudah terlibat dalam banyak program pembangunan pemerintah. Tanpa diminta, para kiai NU sudah membimbing masyarakat. Ia mencontohkan kesuksesan program KB salah satunya berkat dukungan para kiai NU yang menjelaskan bahwa mengatur kelahiran tidak haram dalam Islam.

Kepada Tito, Kiai Said juga siap membantu program pemerintah seperti pentingnya membangun kesadaran hukum dengan melibatkan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa. NU saat ini juga sedang membikin buku Fikih Bela Negara. MoU kerjasama tersebut akan dibuat dalam waktu dekat seusai pertemuan ini. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah PonPes, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 14 Desember 2017

Alhamdulillah, Izin Pendidikan Kedokteran Unusa Sudah Turun

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Rochmad Romdoni mengungkapkan rasa syukur karena izin program studi S1 Pendidikan Kedokteran untuk Unusa sudah turun.

“Prodi Pendidikan kedokteran melengkapi Fakultas Kedokteran (FK) Unusa, selain dua prodi yang sudah turun izinnya, S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan D4 Analis Kesehatan,” katanya, Selasa (22/7).

Alhamdulillah, Izin Pendidikan Kedokteran Unusa Sudah Turun (Sumber Gambar : Nu Online)
Alhamdulillah, Izin Pendidikan Kedokteran Unusa Sudah Turun (Sumber Gambar : Nu Online)

Alhamdulillah, Izin Pendidikan Kedokteran Unusa Sudah Turun

?

Menurutnya, setelah dilakukan analisis dan visitasi oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dan Dikti terhadap FK Unusa, Fakultas Kedokteran UNUSA sudah layak menerima mahasiswa karena persyaratan sudah terpenuhi. Kemudian dilanjutkan dengan turunya ijin operasional dari Ditjen Dikti bertepatan bulan Ramadhan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Unusa sangat berterimakasih dengan KKI , Ditjen Dikti Kemendikbud karena mempercayai Unusa membuka pendidikan kedokteran, meski diberi kuota mahasiswa Kedokteran sebanyak 50 mahasiswa, untuk melayani puluhan ribu pesantren-nya, hal ini merupakan langkah maju buat perkembangan pesantren” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya sangat mendukung langkah KKI dan Dikti itu untuk membatasi kuota kedokteran setiap Universtas karena profesionalitas seorang dokter itu penting,” jelasnya. Menurutnya, profesionalisme tersebut menyangkut nyawa seseorang.

Tahun ajaran 2014-2015 Unusa menerima kuota mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan pertama sebanyak 50 mahasiswa baru,” katanya. Fasilitas dua rumah sakit yang dimiliki UNUSA RSI Jemursari dan RSI A Yani, dosen berpengalan, kampus dan kelas modern serta dukungan IT yang memadahi diharapkan mendukung proses belajar mengajar FK.

Tahun ini bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikan dokter di UNUSA sengaja dibatasi kuotanya agar dijamin kualitas lulusannya. Yang terpenting pendidikan dokter UNUSA sangat jelas arahnya karena akan mendukung program kesehatan yang berada di pondok pesantren wilayah Jawa Timur khususnya dan Indonesia umumnya seperti POSKESTREN (Pos Kesehatan Pesantren) sehingga kualitas kesehatan para santri menjadi lebih baik lagi.

Hingga kini, Unusa memiliki 15 prodi pada lima fakultas yakni S1 Keperawatan, S1 Gizi, D3 Keperawatan, D3 Kebidanan dan Ners (Fakultas Ilmu Kesehatan); S1 Pendidikan dokter (terbaru), S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan D4 Analis Kesehatan (Fakultas Kedokteran); S1 Sistem Informasi dan S1 Teknik Elektro (Fakultas Teknik); S1 Manajemen dan S1 Akuntansi (Fakultas Ekonomi); dan S1 PGSD, S1 PG PAUD, S1 Pendidikan Bahasa Inggris (FKIP).

“Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, FKIP (Keguruan), dan Teknik akan melakukan perkuliahan di Kampus A Jalan SMEA, Wonokromo, sedangkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Kedokteran akan melakukan perkuliahan di Kampus B di belakang RSI Jemursari,” katanya. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, PonPes, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 05 Desember 2017

Ganjaran Berbagi Takjil untuk Orang Berpuasa

Setiap kita tidak mengerti kualitas puasa orang lain. Bahkan kita sendiri tidak tahu kalau ada orang lain mengaku berpuasa padahal hanya pengakuan dusta. Karena, ibadah puasa lebih dimengerti oleh pihak yang bersangkutan. Namun demikian, agama menganjurkan mereka yang sedang berpuasa untuk berbagi makanan atau minuman kepada sesamanya.

Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Busyrol Karim mengatakan sebagai berikut.

Ganjaran Berbagi Takjil untuk Orang Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ganjaran Berbagi Takjil untuk Orang Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ganjaran Berbagi Takjil untuk Orang Berpuasa

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Orang yang berpuasa disunahkan berbagi sesuatu dengan orang lain untuk buka puasanya meskipun hanya sebutir kurma atau seteguk air. Kalau dengan makan malam, tentu lebih utama berdasar pada hadits Rasulullah SAW.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Beliau bersabda, “Siapa yang membatalkan puasa orang lain, maka ia mendapatkan pahala puasa tanpa mengurangi pahala puasa orang yang bersangkutan.”

Kalau selagi berpuasa tadi orang yang ditraktir melakukan hal-hal yang membatalkan pahala puasanya seperti berbuat ghibah, menghasut orang lain, berdusta, memalsukan kesaksian, atau tindakan tercela lainnya, maka semua itu tidak berpengaruh pada pahala orang yang mentraktirnya.

Keterangan di atas menunjukkan kuatnya anjuran untuk berbagi saat berbuka puasa. Dan anjuran ini sama sekali terlepas dari bagaimana kualitas puasa orang yang menjadi partner berbagi. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 18 Oktober 2017

Ramadhan Ini, Beberapa Pesantren di Tambakberas Gelar Ngaji Kilatan

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sejumlah masyarakat dari berbagai daerah mulai mendatangi beberapa pondok pesantren di wilayah Tambakberas Kabupaten Jombang untuk mengikuti kegiatan kajian kitab kuning di Ramadhan ini. Mereka hendak mengikuti pengajian kilatan.

Tampak hadir membuka ngaji kilatan di antaranya Rais Syuriyah PCNU Jombang KH Abdul Nashir Fattah, KH Sulthon Abdul Hadi, KH Hasib Wahab, dan Kiai Muhammad Djamaludin Ahmad.

Ramadhan Ini, Beberapa Pesantren di Tambakberas Gelar Ngaji Kilatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan Ini, Beberapa Pesantren di Tambakberas Gelar Ngaji Kilatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan Ini, Beberapa Pesantren di Tambakberas Gelar Ngaji Kilatan

Salah satu jamaah ngaji Humaidi Nur Syarifudin warga Dusun Warugunung Love, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, sudah berada di Jombang sejak sehari sebelum puasa Ramadhan 1438 H.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain mengikuti ngaji kilatan, kedatangannya juga untuk mencari berkah para kiai sepuh Tambakberas. "Pengen cari berkah doa dan ilmu dari kiai sepuh seperti Kiai Nasir, Kiai Jamal, Kiai Sulton dan Kiai Hasib," jelasnya, Sabtu (27/5).

Ia mengaku sering ke Jombang untuk mengikuti kegiatan Ramadhan di pesantren-pesantren tua dalam rangka mengisi waktu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia merasa senang dengan sistem yang diterapkan Pondok Tambakberas, sebab bisa memilih kitab yang diinginkan. Kelimuan para kiainya juga sangat mumpuni sesuai bidangnya masing-masing. Di samping itu setiap pondok juga menyediakan tempat khusus untuk menginap.

"Enaknya di sini itu bisa milih kelompok kajian yang kita inginkan. Ada kiai yang fokus pada tafsir, fikih, hadits, dan tasawuf tergantung keahlian beliau-beliau," tambahnya.

Selain itu, banyaknya teman dalam proses belajar ini juga membuat suasana tambah ramai dan menyenangkan. Terutama bila kajian keislamannya membahas terkait hubungan suami-istri seperti kitab Fathul Izar.

Di sekitar pesantren juga banyak pedagang yang menyiadakan berbagai jenis tajil dan beragam makanan untuk berbuka puasa dengan harga sangat terjangkau dari Rp. 2000-10.000.

"Banyak teman dari berbagai daerah yang menghabiskan Ramadhan di sini karena suasananya asyik dan makanannya juga murah," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah PonPes, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 14 September 2017

Hentikan Berbuat Zalim, Saatnya Beramal Saleh

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyerukan kepada seluruh bangsa Indonesia agar menghentikan segala perbuatan zalim dan sudah saatnya untuk beramal saleh. Menurutnya, bencana alam yang datang bertubi-tubi menimpa Indonesia merupakan akibat dari ulah manusia sendiri.

Seruan tersebut disampaikan Hasyim saat berceramah pada pengajian, istighosah dan tahlil yang digelar Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) di halaman Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (27/12) malam. Acara tersebut merupakan peringatan dua tahun bencana alam gelombang pasang tsunami yang menerjang Aceh 2004 silam.

Hentikan Berbuat Zalim, Saatnya Beramal Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)
Hentikan Berbuat Zalim, Saatnya Beramal Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)

Hentikan Berbuat Zalim, Saatnya Beramal Saleh

Dalam kesempatan itu, Hasyim mengaku prihatin atas kondisi bangsa saat ini. Di saat bangsa Indonesia sedang dilanda berbagai musibah, menurutnya, masih saja ada orang maupun pihak-pihak tertentu yang masih berbuat zalim. “Sayangnya, bencana alam yang begitu dahsyat ini, masih saja ada yang berbuat zalim. Memanfaatkan bencana untuk kepentingan bisnis,” tandasnya.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu, sebagian besar bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial, sebagian besar diakibatkan oleh ulah manusia sendiri. Banjir yang melanda sebagian wilayah negeri ini di penghujung tahun ini, katanya, sebagai akibat dari proses penggundulan hutan yang berlangsung terus menerus.

“Saya dapat informasi, 59 juta hektar hutan kita sudah gundul. Kalau misalkan dalam waktu 1 tahun seluruh bangsa Indonesia ini menanam pohon, maka, hasilnya masih akan kita nikmati 59 tahun lagi. Karena itu, tidak ada pilihan lagi bagi kita untuk segera menghentikan perbuatan yang merusak alam ini,” tuturnya.

Kepada ratusan warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU) yang mengikuti pengajian tersebut, mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu mengungkapkan, ada beberapa jenis bencana. Di antaranya, bencana yang memang merupakan murni kehendak Allah SWT dan ada pula bencana alam yang diakibatkan manusia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Semua bencana itu, imbuhnya, terutama yang merupakan kehendak Yang Maha Kuasa, tak mungkin lagi dihindari oleh manusia. “Ini penting, karena saat ini sudah tidak ada lagi yang mampu menghentikan bencana itu. Sekali lagi, pilihannya cuma menghentikan berbuat zalim dan segera memerbaiki kelakuan kita atau terus seperti ini dan bencana akan terus menyusul lagi,” imbaunya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah PonPes, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 26 Agustus 2017

Kenduri Cinta Pemilu Damai ala Warga Solo

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Istilah kenduri biasanya merujuk pada sebuah kegiatan perayaan sesuatu, yang biasanya dibarengi dengan selamatan; berdoa agar hajat dikabulkan dan dilancarkan oleh Allah SWT.

Ahad (6/4) lalu, menyambut datangnya pemilu serta mendukung pelaksanaan pemilu yang aman lancar, tertib dan damai, sejumlah warga Kota Solo menggelar acara Kenduri Cinta Pemilu Damai di Gelaran Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi Solo.

Kenduri Cinta Pemilu Damai ala Warga Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenduri Cinta Pemilu Damai ala Warga Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenduri Cinta Pemilu Damai ala Warga Solo

Dalam acara tersebut, delapan tumpeng nasi kuning dibagikan kepada para pengunjung CFD. Sebelum dibagikan puluhan warga mengerumuni tumpeng nasi kuning untuk didoakan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekda Kota Solo Budi Suharto, mengatakan doa ini juga ditujukan untuk kelancaran pemilu. “Harapan dari kota Solo, agar Pemilu betul-betul jujur dalam pelaksanaannya sehingga menghasilkan yang terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, tak jauh dari tempat tersebut, beberapa warga membentangkan spanduk bernada imbauan tentang pemilu. Di antaranya imbauan yang bertuliskan ‘Siap Menang, Siap Kalah’, ‘Tolak Serangan Fajar’, dan ‘Stop Money Politic’. (Ajie Najmuddin/Anam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh, Amalan, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 04 April 2017

GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Coumas menjelaskan, salah satu usaha yang dikembangkan dalam upaya kemandirian anggota dan organisasi adalah gencar melakukan penguatan di bidang ekonomi.

“Kita ingin menumbuhkan jiwa enterpreneursip untuk kader-kader kita, supaya tidak ada lagi yang namanya kader Ansor itu nganggur,” papar (Gus Tutut), saat perbincangan dengan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah (19/4).

GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota

Pria yang akrab disapa Gus Tutut memaparkan saat ini GP ansor sudah mencoba melakukan beberapa terobosan. Antara lain pendirian salon mobil online di beberapa tempat di Jabodetabek.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tahap pertama kita memasukkan 200 kader Banser di bisnis tadi, meskipun baru sebatas tenaga kerja. Tapi menurut kami itu jauh lebih daripada tidak kerja sama sekali,” kata Gus Tutut.

Selain itu, usaha perekonomian juga dilakukan dengan pendirian industri komunitas. Di Jawa Tengah? pilot projek pendirian industri komunitas dilakukan di Batang dan Rembang, yang pada waktu mendatang sangat mungkin untuk dikembangkan ke daerah lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut, Gus Tutut mengatakan masih ada banyak usaha perekonomian yang dilakukan Pimpinan Pusat GP Ansor. Dapat dikatakan, saat ini yang paling sibuk di GP Ansor adalah di bidang ekonomi karena banyak terobosan yang sedang dirancang. Ditargetkan dalam 2-3 tahun ke depan sudah mulai kelihatan.

Anggota GP Ansor, kata dia, berada pada usia yang produktif. Salah satu tanggung jawab yang perlu dilakukan pada usia tersebut? adalah tanggung jawab ekonomi baik kepada diri dan keluarga.

“Ini yang kita coba tekankan ke sahabat-sahabat kita (anggota GP Ansor), meskipun kita tidak bisa meninggalkan tanggung jawab ideologis. Kita tentu tetap akan menjadi benteng pertahanan pertama bagi berdirinya NKRI, dan kejayaan Pancasila, dan tentu bagi marwah jamiyah NU,” kata Gus Tutut yakin.

Dengan upaya ekonomi, diharapkan jika GP Ansor akan mengadakan kegiatan sudah bisa membiayai sendiri, dan inilah yang disebut kemandirian organisasi. Gus Tutut menilai kemandirian ekonomi tersebut, sebenarnya bukan hal yang tidak mungkin, mengingat jumlah anggota yang sangat besar yakni sebanyak 1,7 juta kader. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 30 Januari 2017

28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?



Sejumlah 28 Duta Besar negara Eropa bertemu dengan PBNU di Jakarta Selasa pagi (15/11). Perwakilan negara-negara tersebut menanyakan pandangan NU tentang radikalisme agama, kondisi Indonesia terkini dan ke depan.?

Pertanyaan tersebut dijawab Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj didampingi Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Imam Pituduh dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Anggia Ermarini. ?

28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini (Sumber Gambar : Nu Online)
28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini (Sumber Gambar : Nu Online)

28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini

Ditemui di gedung PBNU, H Marsudi Syuhud menceritakan, Kiai Said memulai dengan menjelaskan posisi Islam Nusantara. Tokoh-tokoh pendiri republik ini, di antraranya dari NU. Kiai-kiai NU yang yanng dimotori Hadrotussyekh KH Hasyim Asy’ari mampu menyatukan antara keagamaan (Islam) dan nasionalisme serta mengintegrasikan nilai agama dengan kultur nasional.?

Pada pendirian republik ini, kiai-kiai NU menyepakati negara Indonesia berlandaskan pada Pancasila yang diambil dari budaya dan spirit agama. Kebangasaan yang dibangun ini sudah final untuk mengakomodasi keanekaregaman identitas Indonesia.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Adanya keragaman tersebut adalah sunatullah Allah taala. Jika Allah mengehendaki di dunia ini satu umat, maka Allah pasti bisa. Jadi, kebhinekaan ini sudah fakta dari Allah yang harus dirawat,” kata Marsudi menirukan Kiai Said.

Lebih lanjut, Marsudi menceritakan, hubungan agama dan nasionalisme yang menyatu tersebut diilhami dari kitab yang biasa dipelajari di pesantren-pesantren NU, yaitu Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali.?

Di dalam kitab tersebut disebutkan, pemerintahan dan agama seperti dua sisi mata uang. Agama adalah pondasi. Sesuatu yang tidak ada pondasinya, maka akan roboh. Sementara pemerintahan adalah penjaga pondasi tersebut. Sesuatu yang tidak ada penjaganya, maka akan hilang.

Pertanyaan Duta Besar Uni Eropa selanjutnya adalah apakah kira-kira semua orang Indonesia seperti pemahaman orang NU?

Menurut Kiai Said, pada awal-awal pendirian republik, semua orang Indonesia bisa dikatakan sepaham dengan ide tersebut. Namun sekarang tidak lagi karena ada paham-paham pendatang baru. Mereka tidak tidak kenal susahnya perjuangan mendirikan republik ini. “Maka otaknya ingin mengubah dasar negara ini.”?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara NU, mengadopsi kenegaraan Rasulullah yang membentuk negara Madinah. Bentuk negara tersebut sangat menjamin kebinekaan. Di negara tersebut hidup bangsa Yahudi, Nasrani, Majusi. Di Islam sendiri ada Ansor dan Muhajirin.?

“Itu diatur dalam undang-undang Sohifah Madaniyah. Program yang diutamakan adalah taakhuh atau persaudaraan. Maka bagi NU kebhinekaan adalah niscaya dan harus dijaga bersama.”

Situasi hari ini

Duta Besar Uni Eropa juga bertanya tentang protes besar-besar umat Islam pada 4 November lalu.?

Pertanyaan itu dijawab Kiai Said dengan mengatakan, warga Jakarta, umumnya bangsa Indonesia, mempersoalkan gubernur Basuki Tjahaja Purnama tidak berawal dari identitas keagamaan, muslim atau nonmuslim, tapi ketersinggungan atas ucapannya yang menyinggung surat Al-Maidah ayat 51.

Gubernur tersebut dikenal dengan penggunaaan bahasa yang kurang diterima di publik. Rapat-rapat yang diunggah di media sosial dengan penggunaan kalimat yang tidak mendidik apabila didengar anak-anak. Kurang menyejukkan sebagai pemimpin.

Dari ungkakapan yang tidak diterima publik tersebut, ada pintu masuk yang besar, yaitu ketika gubernur yang sering disapa Ahok tersebut menyinggung surat Al-Maidah. Akhirnya, Ahok harus menghadapi persidangan di Bareskrim.?

NU, kata Kiai Said, menyikapi persoalan tersebut, jelas berpikir maslahat, mendahulukan kemaslahatan daripada kemadaratan. Apa pun keputusan pengadilan tersebut jika dipandang maslahat dan sesuai secara konstitusional yang berlaku, NU akan mendukungnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, PonPes, Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah