Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Dasar Hukum KB

Assalamualaikum,sebelumnya saya ucapkan terimakasih, saya ingin menanyakan bagaimanakah hukumnya ikut KB? Wa’alaikum salam wr. wb. (Muhammad Masruhin, jln s. Parman 150 Kabupaten Jember)

Jawaban

Dasar Hukum KB (Sumber Gambar : Nu Online)
Dasar Hukum KB (Sumber Gambar : Nu Online)

Dasar Hukum KB

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. bahwa KB merupakan salah satu program pemerintah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Dengan kata lain program KB merupakan program perencanaan jumlah keluarga yang bisa dilakukan dengan alat-alat kontrasepsi seperti kondom dan spiral. 

Secara fiqhiyah, pada dasarnya KB diqiyaskan dengan apa yang dinamakan ‘azl yaitu mengeluarkan air mani di luar vagina. Pada zaman dulu, ‘azl dijadikan sarana untuk mencegah kehamilan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan KB juga sama-sama untuk mencegah kehamilan, bedanya ‘azl tanpa alat sedangkan KB dengan alat bantu seperti kondom dan spiral. Dan keduanya dipertemukan karena sama-sama untuk mencegah kehamilan, dan sama sekali tidak memutuskan kehamilan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berangkat dari penjelasan ini, maka ketika membahas KB terlebih dahulu yang harus diketahui adalah bagaimana hukumnya ‘azl. Dan jika sudah diketahui kedudukan hukum ‘azl maka kita tinggal menyamakan hukumnya saja.

Terdapat hadits yang memperbolehkan ‘azl, diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan dari Jabir ra:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?--? ?

“Dari Jabir ia berkata, kita melakukan ‘azl pada masa Rasulullah saw kemudian hal itu sampai kepada Nabi saw tetapi beliau tidak melarang kami” (H.R. Muslim)  

Namun ada juga hadits yang melarang ‘azl, di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan Judamah binti Wahb:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? --? ?

“Dari Judamah bin Wahb saudara perempuan ‘Ukkasyah ia berkata, saya hadir pada saat Rasulullah saw bersama orang-orang, beliau berkata, sungguh aku ingin melarang ghilah (menggauli istri pada masa menyusui)kemudian aku memperhatikan orang-orang romawi dan parsi ternyata mereka melakukan ghilah tetapi sama sekali tidak membahayakan anak-anak mereka. Kemudian mereka bertanya tentang ‘azl, lantas Rasulullah saw berkata, itu adalah pembunuhan yang terselubung”. (HR. Muslim)    

Menanggapi dua hadits yang seakan saling bertentangan tersebut, maka Imam Nawawi mengajukan jalan tengah dengan cara mengkompromikan keduanya. Menurutnya, hadits yang melarang ‘azl harus dipahami bahwa larangan tersebut adalah sebatas makruh tanzih atau diperbolehkan, sedang hadits yang memperbolehkan ‘azl menunjukkan ketidakharamannya ‘azl. Tetapi ketidak haraman ini tidak menafikan kemakruhan ‘azl.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Kemudian hadits-hadits ini yang saling bertetangan harus dikompromikan dengan pemahaman bahwa hadits yang melarang ‘azl itu menunjukkan makruh tanzih. Sedang hadits yang memperbolehkan ‘azl itu menunjukkan bahwa ‘azl tidaklah haram. Dan pemahaman ini tidak serta-merta menafikan kemakruhan ‘azl”. (Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj, Bairut-Dar Ihya` at-Turats, cet ke-2, 1329 H, juz, 10, h. 9)     

Karena itulah maka Imam Nawawi dengan tegas menyatakan bahwa hukum ‘azl adalah makruh (diperbolehkan walau tidak disarankan) meskipun pihak istri menyetujuinya. Alasannya adalah ‘azl merupakan salah satu sarana untuk menghindari kehamilan.

      

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“’Azl adalah menggaulinya suami terhadap istri kemudian ketika suami mau keluar mani ia melepaskan dzakarnya dan mengeluarkannya di luar farji. Hukum ‘azl menurut kami adalah makruh dalam kondisi apa saja dan pada setiap perempuan baik ia rela maupun tidak, karena ‘azl adalah sarana untuk memutuskan keturunan”. (Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj, Bairut-Dar Ihya` at-Turats, cet ke-2, 1329 H, juz, 10, h. 9).

Penjelasan singkat di atas setidaknya bisa dijadikan sebagai rujukan mengenai kebolehan KB. Bahkan NU pada tepatnya tanggal 21-25 Syawal 1379 H/ 18-22 April 1960 dalam Konbes Pengurus Besar Syuriyah NU ke-1 telah membahas mengenai Family Planing (Perencanaan Keluarga). Dan pada Muktamar ke-28 di Pon-pes Al-Munawwir Krapyak 26-28 Rabiul Akhir 1410 H/ 25-28 Nopember 1989 M juga telah memutuskan kebolehan menggunakan spiral sama dengan ‘azl¸ atau alat kontrasepsi yang lain. (Lihat, Ahkamul Fuqaha, Surabaya-Khalista bekerjasama dengan LTN PBNU, cet ke-1, 2011, h, 302 dan 450-452)      

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan, semoga bisa menambah wawasan kita semua dan bermanfaat. (Mahbub Ma’afi Ramdlan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bagaimana Ketentuan tentang Diyat?

Masyarakat Indonesia digegerkan dengan berita adanya ancaman hukuman mati yang diterima oleh salah seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW). Dia diharuskan membayar tebusan atau diyat sebesar Rp 21 miliar (lalu diturunkan menjadi Rp 15 miliar). Yang ingin saya tanyakan, dalam konsep hukum Islam, sebenarnya berapa sih jumlah diyat yang harus dibayarkan? Untuk ukuran TKW mana mungkin tebusan segitu besar bisa dia bayarkan?

Anggie, tinggal di Tangerang

?

Bagaimana Ketentuan tentang Diyat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Ketentuan tentang Diyat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Ketentuan tentang Diyat?

Jawaban

Dalam pembahasan fiqih, para ulama sepakat bahwa hukuman qishash wajib dijatuhkan kepada pelaku pembunuhan berencana (qatlul ‘amd). Namun jika pihak keluarga korban memberikan maaf dan meminta diyat (tebusan) maka pelaku pembunuhan tersebut bisa terhindar dari hukuman qishash, dan ia wajib memberikan diyat. Sedangkan jumlah diyat-nya adalah 100 unta. Hal ini apabila yang menjadi korbannya adalah seorang laki-laki merdeka-muslim.

? Para ulama berselisih soal umur unta tersebut. Dalam konteks ini, misalnya menurut Madzhab Syafii—sebagaimana dikemukakan Imam an-Nawawi—,diyat dalam kasus pembunuhan berencana adalah 30 hiqqah (unta berumur tiga tahun masuk umur empat tahun), 30 jadza’ah (unta berumur empat tahun masuk umur lima tahun), dan 40 khalifah (unta yang sedang bunting).

?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ? ? ? ?-? ? ?. 136)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dalam hal pembunuhan berencana terhadap seorang laki-laki merdeka yang muslim diyat-nya adalah seratus unta yang dibagi menjadi tiga, yaitu 30 hiqqah, 30 jadza`ah, dan 40 khalifah”. (Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, Minhajuth Thalibin? wa ‘Umdatul Muftin, Bairut-Darul Ma’rifah, tt, h. 136).

Sedangkan menurut Imam Syafii jika yang menjadi korban pembunuhan berencana adalah seorang perempuan merdeka-muslimah maka ­diyat-nya adalah separo dari diyat laki-laki, yaitu 15 hiqqah, 15 jadza`ah, dan 20 khalifah. Pendapat ini menurut Imam Syafii telah disepakati oleh para ulama (ijma`). Hal ini sebagaimana dikemukan dalam kitab al-Umm:

?

( ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?-? ? ? 6? ?. 106). “Imam Syafi’i ra berkata: Saya tidak mengetahui adanya perbedaan di kalangan ulama baik dulu maupun sekarang (pada masa Imam Syafii) bahwa diyat perempuan adalah separo dari diyat laki-laki, yaitu lima puluh unta. Karenanya ketika sudah diputuskan diyat-nya perempuan maka diyat-nya adalah lima puluh unta. Dan apabila ia terbunuh karena pembunuhan berencana kemudian keluarganya memilih diyat, maka diyat-nya adalah lima puluh unta, umur untanya sama seperti umur unta dalam diyat pembunuhan berencana, baik yang membunuhnya adalah laki-laki atau sekelompok orang atau seorang perempuan, diyat-nya tidak lebih dari lima puluh unta”. (Muhammad Idris asy-Syafii, al-Umm, Bairut-Darul-Ma’rifah, tt, juz, VI, h. 106).

Jadi, katakan diyat-nya seorang TKW di atas adalah 50 ekor unta dikalikan Rp. 25 juta (harga rata-rata ini sudah cukup mahal) itu sama dengan Rp 1,25 miliar. Lantas bagaimana jika pihak keluarga korban pembunuhan berencana meminta diyat melebihi dari ketentuan? Angka satu seperempat miliar itu tentu sangat-sangat jauh dari angka Rp 21 miliar atau Rp 15 miliar yang harus dibayarkan oleh TKW?

Ibnul Qayyim al-Jauzi dalam kitab al-Hadyu an-Nabawi mengatakan: Sesungguhnya yang wajib adalah salah satu di antara keduanya yaitu bisa qishash atau diyat. Sedangkan dalam hal ini pihak wali korban boleh memilih antara empat hal yaitu bisa memberikan ampunan secara cuma-cuma kepada pihak pembunuh, memberikan ampunan dengan diyat atau memilih qishash. Ketiga pilihan ini tidak ada perbedaan di kalangan ulama. Sedang pilihan yang keempat adalah melakukan perdamaian antara wali korban dengan pihak pembunuh, dengan diyat yang lebih besar dari ketentuan yang sudah ada atau lebih rendah.

Ibnu Qayyim mengatakan, ada dua pendapat ulama mengenai boleh tidaknya memberatkan harga diyat melebihi ketentuan umum. Pendapat pertama yang hanya masyhur di kalangan Madzhab Hanbali adalah diperbolehkan. Sedangkan pendapat Madzhab Syafii tidak diperbolehkan. Bahkan lebih lanjut, menurut hasil penyelidikan Ibnul Qayyim al-Jauzi, pendapat yang kedua dianggap yang paling rajih atau paling kuat. (Muhammad bin Ismail al-Amir al-Kahlani ash-Shan`ani, Subulus Salam, Mesir-Musthafal Babil Halabi, 1379 H/1960 M, juz, III, h. 244)

Argumentasi memberatkan diyat adalah untuk memberikan efek jera bagi pelaku, dan itu mestinya hanya bisa diberlakukan jika memang pelakunya adalah orang yang mapan. Namun melihat kondisi seperti ditanyakan di atas, dimana pelakunya adalah dari kalangan kelas bawah rasanya tak ditambah pun sudah terasa sangat berat, dan tidak akan mungkin bisa dibayar, kecuali disanggah atau dibantu oleh banyak orang. Dalam hal ini kita memilih pendapat yang kedua. Mengutip Ibnul Qayyim al-Jauzi di atas, larangan memperberat diyat dari yang sudah ditentukan itu lebih rajih. Jadi ketentuan membayar diyat 50 ekor unta untuk seorang TKW itu sudah sangat-sangat berat dan jangan diperberat lagi.

Sebenarnya, seberapa pun besaran diyat toh tidak akan bisa menyamai harga sebuah nyawa. Yang dianjurkan adalah memberikan maaf dan ampunan karena itu lebih dekat dengan ketakwaan.

?

Mahbub Ma’afi Ramdlan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Internasional, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 10 Februari 2018

Rilis Pemenang Lomba, Makassar Bershalawat Bertabur Hadiah

Makassar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah berlangsung selama dua hari, kegiatan “Makassar Bershalawat” yang mengambil tempat di Masjid Alfatih al-Anshar ditutup. Wakil dari Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Tallo keluar sebagai peserta terbaik I mengungguli 29 peserta lainnya. Hadiah berupa tropi dan uang pembinaan senilai 10 juta rupiah diserahkan oleh Rais Syuriah PCNU Makassar, AGH Baharuddin.

Rilis Pemenang Lomba, Makassar Bershalawat Bertabur Hadiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rilis Pemenang Lomba, Makassar Bershalawat Bertabur Hadiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rilis Pemenang Lomba, Makassar Bershalawat Bertabur Hadiah

Dalam sambutan penutup, Ahad (15/11), Sekretaris PCNU Makassar H. MaskurYusuf menyampaikan bahwa kegiatan Makassar Bershalawat akan menjadi agenda tahunan dan berharap kegiatan ini menjadi rintisan bagi pelaksanaan di tingkat provinsi Sulawesi Selatan pada tahun depan. Sekretaris MUI Kota Makassar ini juga berterima kasih kepada semua peserta dan semua pihak, terutama keluarga besar H. A. Mustamin Anshar yang bersedia sebagai tuan rumah.

Mustamin Anshar dalam sambutannya juga memberi isyarat untuk terlaksananya kegiatan “Makassar Bersalawat” dalam skala yang lebih besar. Pihaknya akan senantiasa memberi kontribusi dan fasilitas untuk kegiatan yang bernuansa pembinaan keagamaan, termasuk pelaksanaan Maulid yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan depan di tempat yang sama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada kesempatan itu, Pendiri Masjid yang berornamen Hajar Aswad ini memberi hadiah khusus kepada juara Harapan I, II dan III, masing-masing sebanyak 2 juta rupiah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selengkapnya hasil Lomba Asmaul Husna dan Shalawat sebagai berikut:

Juara I : MWC NU Tallo

Juara II: MWC NU Manggala

Juara III: MWC NU Bontoala

Harapan I: MWC NU Panakkukang

Harapan II: MWC NU Ujung Pandang

Harapan III: MWC NU Bontoala II

(Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 09 Januari 2018

Imam Masjidil Haram: Haji Ajang Tebar Perdamaian ke Seluruh Dunia

Makkah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Imam dan Khatib Masjidil Haram yang juga Ketua Umum Pengurus Masjidil Haram Makkah dan Masjidin Nabawi Madinah Abdurrahman as-Sudais mengatakan, haji bukanlah ajang politik atau sektarianisme, melainkan wahana persatuan antarumat Islam.

Ia mengatakan hal tersebut dalam sebuah simposium haji di Makkah, seperti dilaporkan Arab News, Ahad (27/8). Simposium ini, katanya, digelar untuk mengampanyekan semangat perdamaian haji dan memposisikan Kabah dan Masjid Nabawi sebagai simbol perdamaian.

Imam Masjidil Haram: Haji Ajang Tebar Perdamaian ke Seluruh Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Masjidil Haram: Haji Ajang Tebar Perdamaian ke Seluruh Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Masjidil Haram: Haji Ajang Tebar Perdamaian ke Seluruh Dunia

Menurut as-Sudais, dunia sedang didera kekerasan terorisme, dan sektarianisme. Padahal, keadilan, keamanan dan perdamaian merupakan tujuan seluruh agama dan pesan ilahi.

"Perdamaian seharusnya menjadi dasar hubungan antara masyarakat, kelompok dan negara," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Haji, imbuh as-Sudais, adalah momen tepat bagi dunia untuk menyaksikan umat Islam berkumpul, setara dalam hak dan kewajiban, dan diliputi suasana damai dan cinta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Al-Sudais mengajukan sejumlah rekomendasi, di antaranya soal publikasi ensiklopedia global tentang perdamaian menurut Islam dalam semua bahasa. Selain merekomendasikan musim haji kali ini sebagai momen menyebarkan semangat perdamaian di kalangan umat Islam, as-Sudais juga mengusulkan berdirinya pusat penelitian khusus di universitas yang peduli dengan perdamaian.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Mohammed Salih Bentin berharap simposium tersebut akan meningkatkan pesan moderasi, nilai-nilai positif Islam, persaudaraan, perdamaian, dan persatuan antara umat Islam dan kemanusiaan secara keseluruhan.

Ia mengatakan, jumlah jemaah haji sejauh ini mencapai 1,6 juta orang, dan diperkirakan akan menembus angka 2 juta pada hari Arafah. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nahdliyin Grompol Puncaki Dzikir Suroan

Grobogan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan melakukan amal ibadah lainnya. Bahkan puasa pada 10 Muharram diyakini menghapus doa yang lalu dan akan datang.

Kemuliaan bulan Muharram ini dihayati warga NU Grompol, Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah. Di bawah pimpinan KH Imam Sujoto, mereka menggelar istighotsah dan tahlil setiap Kamis malam selama bulan Muharram di Masjid Baitus Salam, Kradenan, Grobogan. Kamis (28/11) kemarin menjadi puncak dari rutinitas istighasah dan tahlil di bulan Suro (Muharam) ini.

Nahdliyin Grompol Puncaki Dzikir Suroan (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Grompol Puncaki Dzikir Suroan (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Grompol Puncaki Dzikir Suroan

“Manusia hidup memiliki dua tas,” tutur Kiai Imam. “Tas plastik berguna untuk menampung harta, sementara tas qalb (hati) butuh siraman rohani. Manusia lebih sering memenuhi tas plastik dibanding tas qalb. Hal ini menimbulkan ketidakstabilan hidup dan kurang nyamannya hidup,” tegasnya

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan, dzikir sanggup menjadi penentram hati sekaligus bekal untuk kehidupan kelak. Selain itu, bagi anggota keluarga yang telah berpulang terlebih dahulu, doa sangat mereka butuhkan. Orang yang telah meninggal ibarat orang tenggelam. Melalui tahlil inilah, anak cucu saudara memberikan bantuan berupa “pelampung penyelamat”.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selama lebih dari dua jam jamaah tampak khusyuk berdzikir dan berdoa. Meskipun di dalam masjid yang masih dalam tahap renovasi, jamaah larut dalam ibadah. Mereka juga berdoa, agar pembangunan masjid kebanggaannya segera rampung. (Hanif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Quote, Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 08 Januari 2018

PBNU Ikhbarkan Idul Adha 1437 H Jatuh pada 12 September

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah menerbitkan ikhbar bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1437 H jatuh pada Sabtu, 3 September 2016.

Keputusan tersebut diumumkan setelah tim rukyat Lembaga Falakiyah PBNU melakukan rukyat hilal bil fi’li pada Kamis (1/9) petang. Selama observasi langit secara langsung itu, tim rukyat tak berhasil melihat bulan sabit tanda awal bulan. Dengan demikian, bulan Dzulqadah disempurnakan (istikmal) menjadi 30 hari.

PBNU Ikhbarkan Idul Adha 1437 H Jatuh pada 12 September (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Ikhbarkan Idul Adha 1437 H Jatuh pada 12 September (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Ikhbarkan Idul Adha 1437 H Jatuh pada 12 September

Berdasarkan hasil rukyat ini, Lembaga Falakiyah mengumumkan bahwa hari raya kurban atau Idul Adha 1437 H yang jatuh pada 10 Dzulhijjah bertepatan pada hari Senin, 12 September 2016.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH A Ghazalie Masroeri mengucapkan terima kasih kepada nahdliyin atas kontribusi dan partisipasi dalam prosesi rukyat hilal ini. “Selamat Idul Adha. Kita sambut dengan ibadah mengagungkan asma Allah, berkurban, mempererat silaturrahim dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Dalam hadits dijelaskan bahwa 10 hari pertama Dzulhijjah termasuk hari-hari yang spesial. Namun di antara kesepuluh hari itu ada tiga hari teristimewa, yaitu 8 Dzulhijjah yang disebut dengan yaumu tarwiyah, tanggal 9 Dzulhijjah yang disebut yaumul ‘arafah dan tanggal 10 Dzulhijjah yang disebut yaumun nahr. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Internasional, Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 03 Januari 2018

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Di pesantren, setiap santri dilengkapi dengan ajaran adab serta tradisi tawadlunya. Mulai dahulu hingga sekarang kebiasaan menghormati siapa saja menjadi ciri khas santri Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah. Hal penting ini diajarkan hingga melekat menjadi karakter mereka sampai terbawa saat mereka pulang. Kelekatan karakter ini juga bisa dibuktikan pada? pemandangan yang tampak pada perhelatan Silaturrahim Nasional (Silatnas) Madrasah Taswiquth Thullab (TBS), Kudus yang digelar pada Sabtu (23/07).

Pada acara itu, Kiai Ahmad Arwan, seorang guru sepuh TBS sudah naik ke panggung terlebih dahulu. Ia diminta panitia untuk membuka acara. Di atas panggung, tampak beberapa kiai lain yang turut mendampingi, di antaranya KH Arifin Fanani, KH Munfaat Abdul Jalil, KH Hasan Fauzi Maschan dan beberapa kiai lain. Di tengah kegiatan berlangsung, KH Ulil Albab Arwani datang. Semua hadirin beranjak berdiri dari tempat duduknya hingga pengasuh Pesantren Yanbuul Quran ini duduk di atas panggung.

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya

Karena panggung beralaskan karpet permadani, putra Kiai Arwani Amin ini tak berkenan memakai sandal hingga ke atas panggung. Ia lepas di bawah. Mendapati demikian, Kiai Arwan yang notabene sebagai santri Kiai Arwani langsung sigap mendekat menuju tempat sandal Kiai Albab dilepas kemudian sandal diputarkan (diwalik=jawa) menghadap sesuai posisi saat nanti akan dipakai pemiliknya sebagaimana lazim dalam dunia pesantren.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadirin terhenyak, mereka mendapat pelajaran berharga bahwa hormat kepada siapa saja terlebih kepada guru dan keluarganya memang tak memandang usia. Usia Kiai Albab lebih muda dari pada Kiai Arwan. Namun Kiai Arwan tetap menaruh hormat setinggi-tingginya atas jasa gurunya tersebut dengan menghormatinya beserta kelularga besarnya. Hal ini diakui oleh salah satu peserta, Hasan Busri.

"Kami sebagai alumni merasa mendapat pelajaran penting tentang arti hormat guru atas apa yang dicontohkan Mbah Kiai Arwan tadi," tutur alumnus asal Demak ini usai acara. Selain sebagai ajang ngaji bareng masyayikh, dalam pagelaran Silatnas ini juga diluncurkan website yang akan berisi konten-konten keislaman ala ahlis sunnah wal jamaah dengan alamat santrimenara.com. (Mundzir/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Internasional, Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 26 Desember 2017

Ucapan Selamat Muktamar NU Warnai Sudut Kota Mataram

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nuansa Muktamar ke-33 NU di Jombang yang kini tinggal menghitung hari, semakin terasa bagi warga NU di NTB. Ucapan selamat dan sejenisnya sudah terpasang di sudut-sudut kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Ucapan Selamat Muktamar NU Warnai Sudut Kota Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
Ucapan Selamat Muktamar NU Warnai Sudut Kota Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

Ucapan Selamat Muktamar NU Warnai Sudut Kota Mataram

Untuk menyebut salah satunya, persis seperti yang terpampang di pagar SMA Al-Maarif Kota Mataram jalan Pendidikan nomor 6 Kota Mataram. Ucapan selamat Muktamar NU datang dari IPNU NTB.

"Ini penting dipasang sebagai betuk dukungan dan semangat kami berorganisasi di NU walaupun agenda ini tempatnya di Jombang, tapi ini kegiatan nasional," kata Ketua IPNU NTB Syamsul Hadi, Rabu Siang (29/7) siang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Syamsul, dengan ucapan seperti ini, maka masyarakat umum akan tahu. Karena, tidak semua tercover oleh media tentang kegiatan tersebut.

"Pesan moral melalui spanduk, kami harapkan agar masyarakat umum tahu. Masak agenda nasional tapi gak ada yang tahu? Lewat inilah antara lain kegiatan Muktamar NU bisa tersosialisasikan," tutupnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 23 Desember 2017

Sambutan Ketua Umum PBNU

Alhamdulillah berkat dan rahmat dari Allah SWT, Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama ini bisa terlaksana dengan penuh semarak dan penuh hidmat.

Hal ini tidak lain berkat dukungan dari semua pihak, baik dari kalangan alim ulama, kalangan pejabat dan kalangan pengusaha. Dan yang tidak kalah pentingnya  adalah berkat pengabdian, sumbangan yang tulus tak terhingga dari rakyat atau masyarakat di sekitar pesantren.

Sambutan Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambutan Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambutan Ketua Umum PBNU

Hanya NU organisasi yang berani menyelenggarakan hajat nasional bertempat pesantren di desa terpencil. Tahun 1983-1984  lalu NU menyelenggarakan Munas dan Muktaar di desa terpencil Asembagus di Situbondo sana. Tetapi ingin di desa terpencil itu NU menegaskan kembali ke Khittah 1926 dan menegaskan di hadapan rakyat dan dihadapan presiden yang hadir di desa itu bahwa Pancasila dan NKRI harga mati. Tahun 1986 NU juga menyelenggarakan Munas di desa terpencil Kasugihan Cilacap di situ ditelorkan gagasan besar  mengenai pembangunan Nasional dan konsep Ijtihad yang mampu menggerakkan dunia pemikiran Islam. Lalu tahun 1987 NU menyelenggarakan Munas di Bagu, sebuah desa terpencil di Nusa Tenggara Barat. Di situ NU mengeluarkan keputusan dibolehkannya wanita menjadi presiden, yang saat itu dianggap masih sangat controversial.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekarang NU kembali mengadakan Munas- Konbes di desa yaitu di pesantren Kempek di desa yang sederhana ini yang mungkin masih banyak kekurangan di sana sini, baik fasilitas maupun cara penyambutannya, yang memang semuanya dipersiapkan dengan mendadak. Tetapi kami berharap kekurangan yang ada ini tidak menghalangi kita untuk merumuskan dan melahirkan gagasan-gagasan besar seperti Munas-Kobes sebelumnya, yang diharapkan oleh umat dan bangsa ini. Karena para ulama, para kiai yang biasa hidup sederhana dan selalu bekerja keras, bisa berkarya besar tanpa harus dengan fasilitas lengkap. Banyak kaia melahirkan karya besar yang mempengaruhi dunia justeru dari pesantren terpencil.

Hadirin sekalian

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kali ini NU sengaja menyelenggarakan hajat penting ini di pesantren desa, karena NU saat ini bertekad untuk kembali ke pesantren, baik secara spirit dan secara fisik. Di tengah kehidipan yang serba materialistis dan pragmatis ini kita mencoba untuk kembali pada spirit pesantren yang mengutamakan nilai kejujuran, pengabdian, kesederhanaan, gotong royong, kebersamaan. Kembali secara spirit dan filosofis ini perlu disertai kembali secara fisik, karena dengan kembali ke pesantren, kita dihadapkan pada fasilitas seadanya, dilayani secara apa adanya. Tetapi dari sini bisa kita bangkitkan pola hidup sederhana dan kebersamaan.

Kita berani menyelenggarakan kegiatan nasional di desa karena melihat kesiapan masyarakatnya. Meskipun mereka tidak terbilang kaya, tetapi mereka dermawan yang siap membantu pelaksanaan Munas ini dengan penuh semangat dengan menyumbangkan harta dan tenaganya. Sejak menjelang munas mereka telah menyumbangkan beras, sapi, sayuran secara suka rela dan mereka melakukan kerjabakti membersihkan kampong, jalan dan saluran air demi menyambut peserta Munas. Ini menujukkan bahwa kswadayaan masyarakat masih ada, kegotongroyongan masih ada. Ini berarati Pancasila masih ada, Pancasila masih hidup dan berkembang di masyarakat dalam bentuk nyata. Itulah cara NU dan kaum pesantren ber-Pancasila.

Hadirin yang terhormat  

Dengan menyenggarakan Munas di pesantren desa sebenarnya kita ingin menjunjung martabat rakyat ternyata mereka bisa. Hal itulah yang dilakukan rakyat ketika membantu memberikan perlindungan dan menyokong logistic tentara pejuang yang memerdekakan negeri ini. Dan ternyata semangat juang rakyat masih ada. Terbukti saat ini mampu menyelenggarakan Munas di Pesantren Kempek ini. Ini menunjukkan bahawa Semangat proklamasi semangat perjuangan 1945 maasih  ada pada rakyat kita, walaupun  mereka generasi baru, tetapi mendapatkan warisan spirit dari orang tua, guru dan para ulama, agar menjadi pejuang dan pembela Indonesia.

Cita-cita Rakyat, cita-cita bangsa itulah yang kemudian kita anggap menjadi tema  Munas Alim Ulam dan Konbes NU ini mengangkat tema Kembali ke Khittah Indonesia 1945, yang tidak lain adalah ajakan untuk kembali pada semangat  Proklamasi untuk membangun Indonesian yang merdeka dan berdaulat. Kermbali pada nilai-nilai luhur Pancasila dan juga  kembali kepada amanat Mukadimah UUD 1945. Dari situ pula NU mengajak semua pihak untuk mengevaluasi proses perjalanan bangsa ini baik bidang peolitik, ekonomi dan budaya. Kebebasan perlu dibuka, tagar muncul kreativitas dan tanggung jawab. Semuanya akan dibahas dan diputuskan sebagai landasan kerja NU ke depan.

Sebagai tuan rumah sekali lagi kepada semua pihak yang  telah membantu terlaksananu Munas-Konbes ini kami ucapkan banyak terima kasih jaza kumullah khairal jaza. Dan juga kami tidak lupa mohon maaaf atas segala kelemahan, kekurangan dalam penyelenggaraaan Munas-Konbes ini, kekorang sopanan dalam menyambut para kiai, dan segenap undangan. Ini semua bukan kesengajaan tetapi hanya itu kemampuan kami. Maka semuanaya mohon dimaafkan. Wallaul muwafiq ila aqwamit thariq.  

Cirebon, 17 September 2012

Dr. KH. Said Aqil Siroj 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 19 Desember 2017

PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indoesia (PMII) Rayon Ashram Bangsa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Sekolah Feminis dengan tema Membentuk Karakter Kader PMII yang Progresif, Transformatif dan Berkesadaran Gender di Pondok Pesantren Hidzhul Biah Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, 28-29 Desember 2013.

Sekolah feminis ini diikuti puluhan kader PMII Rayon Ashram Bangsa dari berbagai angkatan, baik perempuan maupun laki-laki. Kegiatan ini dimotori Komunitas Perempuan Syariah (Kapas) sebagai badan semi otonom rayon yang menangani keperempuan. Paserta tak hanya disuguhi sejumlah teori tapi juga dihadapkan dengan studi kasus.

PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender

"Sekolah Feminis ini dilaksanakan bukan sebatas pemahaman tentang gender semata. Lebih dari itu kami ingin membuktikan bahwa kader perempuan PMII Ashram Bangsa mampu mempunyai nilai tawar terhadap publik,” ujar Naya, Ketua Kapas PMII Rayon Ashram Bangsa dalam sambutannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut dia, sebagai generasi yang dibesarkan dalam lingkungan NU, pihaknya ingin meyampaikan kepada masyarakat bahwa Islam di Indonesia adalah agama yang ramah terhadap perempuan.

Naya mengungkapkan, generasi muda PMII saat ini khususnya perempuan mulai enggan mengaji tentang gender karena dianggap sebagai bentuk perlawanan. Padahal, gender berbicara mengenai hak. Atas dasar itulah PMII Rayon Ashram Bangsa mengadakan Sekolah Feminis untuk kalangan kader-kader PMII khususnya perempuan. (Abdul Rahman Wahid/Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Internasional, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 17 Desember 2017

Peringati Harlah, GP Ansor Temayang Ziarah di Makam Para Pendiri NU

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) Ansor Ke-83, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Temayang Kabupaten Bojonegoro menziarahi pejuang NU yang ada di Jombang, Ahad (7/5).

Ketua GP Ansor Temayang Subeki mengatakan, ziarah diawali dari makam KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Setelah itu mereka bergeser ke makam KH Romli, pendiri Pesantren Darul Ulum dan makam KH Bisri Syansuri.

Peringati Harlah, GP Ansor Temayang Ziarah di Makam Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, GP Ansor Temayang Ziarah di Makam Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, GP Ansor Temayang Ziarah di Makam Para Pendiri NU

"Ziarah napak tilas ini ditutup ziarah ke makam KH Wahab Hasbullah," jelasnya.

Ziarah yang mengusung tema Napak Tilas Perjuangan dan Impian Kiai yang dilakukan kader NU Kecamatan Temayang ini bertujuan untuk menguatkan para penerus muda NU. Selain menjadi silaturahmi pengurus GP Ansor Temayang ziarah ini juga bertujuan untuk menyolidkan kepengurusan ke depan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Serta mengingat perjuangan para pendiri NU. Melalui ziarah ini diharapkan pengurus Ansor semakin berkhidmat pada NU ke depannya," pungkasnya. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Internasional, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 15 Desember 2017

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Aksi Donor Darah

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Yogyakarta mengajak masyarakat setempat melakukan aksi donor darah dan tes infeksi virus human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS).

Kegiatan sosial ini dilaksanakan Sabtu (30/11) bekerjasama dengan mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan dan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh 1 Desember kemarin.

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Aksi Donor Darah

Aksi donor darah dipusatkan  di Jalan Gedong Kuning, Kota Yogyakarta, tepatnya di kompleks Masjid Al-Huda. Panitia berhasil mengumpulkan sedikitnya 10 kantong darah dari pendonor. Selanjutnya, darah akan dikirim ke Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta untuk disalurkan kepada pasien yang membutuhkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Ketua Panitia Peringatan Hari AIDS Sedunia Afif Rizqon Haqqi, aksi ini merupakan wujud kepedulian  PC IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta kepada masyarakat, khususnya di kalangan pelajar Kota Yogyakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita bisa secara implisit mensosialisasikan tentang bahaya dan cara penanggulangan HIV/AIDS,” ujarnya.

Sesuai dengan tema “Jogjaku Kota Budaya: Terbebas dari HIV/AIDS”, malam harinya aksi ini ditutup pagelaran wayang kulit Ki Eko Suryo, Kepala Pariwisata dan Budaya Kota Yogyakarta. (Ayik-lq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

Inilah Wasiat Habib Ali untuk Para Jemaah

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah berkumpul pada acara puncak peringatan haul ke-103 penulis kitab maulid Simtuddurar Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, di Masjid Riyadh Solo.

Dalam kesempatan tersebut para jemaah mendengarkan manaqib Habib Ali yang dibacakan Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi dalam bahasa Arab. Diterangkan tentang sosok Habib Ali yang berasal dari negara Yaman. Salah satu puteranya yang bernama Habib Alwi, berhijrah ke Indonesia untuk berdakwah dan mendirikan Masjid Riyadh di Solo.

Inilah Wasiat Habib Ali untuk Para Jemaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Wasiat Habib Ali untuk Para Jemaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Wasiat Habib Ali untuk Para Jemaah

Habib Alwi memaparkan beberapa wasiat yang pernah dikatakan Habib Ali yang terkumpul dalam berbagai kalamnya. “Kalau mau membaca (kalam Habib Ali) insyallah dapat manfaatnya,” terangnya, Selasa (10/2) itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Salah satu wasiat Habib Ali agar selalu menjaga pesatuan umat. “Habib Ali menganjurkan pertemuan (haul) semacam ini. Niscaya, dapat menciptakan persatuan umat Islam, menjalin ukhuwah, mudah mengingatkan agar bertaqwa,” tutur Habib Alwi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Habib Ali juga mendorong untuk senantiasa membantu usaha pendidikan agama, khususnya pendidikan kepada anak.

“Sungguh kita akan dipertanggungjawabkan atas pendidikan kepada anak-anak kita. Yang pertama menuntut adalah istri dan anak, bahkan pembantu, mereka akan mengajukan kepada pengadilan Allah. Ya Allah, suamiku, ayahku, majikanku ini, tidak mau mendatangkan kami guru agama, maka hukumlah ia,”

Wasiat terakhir yakni untuk menjaga silaturahim antar sanak saudara, anak dan ortu. “Bahwa doa kedua orang tua menembus ke tujuh langit. Barang siapa kedua orang tuanya, hendaknya ia menggunakan kesempatan tersebut, tak ada yang dapat menandingi amalan tersebut,” jelas dia.

Rangkaian acara haul Habib Ali, ditutup dengan pembacaan kitab maulid Simtuddurar pada Rabu (11/2) pagi. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 07 Desember 2017

Israel Hancurkan Mimpi Pendidikan Anak Gaza

Kota Gaza, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Meskipun hari pertama sekolah biasanya ditandai dengan sukacita dan kegembiraan, perang Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza telah menyebabkan sekitar setengah juta anak-anak Palestina tidak bisa sekolah setelah mereka dipaksa untuk berlindung di sekolah-sekolah PBB dengan keluarga mereka.?

"Saya tidak mau harus tinggal di sekolah," kata Amin al-Kilani, 11 tahun, yang keluarganya diusir dari rumah mereka di Beit Hanun di utara Gaza setelah Israel membombardir daerah tersebut, kepada Agence France Presse (AFP) pada hari Senin, 25 Agustus.?

Israel Hancurkan Mimpi Pendidikan Anak Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)
Israel Hancurkan Mimpi Pendidikan Anak Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)

Israel Hancurkan Mimpi Pendidikan Anak Gaza

"Saya ingin belajar di sini, kemudian pulang ke rumah," katanya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Al-Kilani berbaris di hari Ahad pagi dengan puluhan rekan-rekannya di tempat bermain sebuah sekolah PBB untuk membuat sambutan simbolis tahun ajaran baru dengan menyanyikan lagu kebangsaan Palestina.?

Di ruang kelas yang penuh sesak dengan keluarga pengungsi, seorang siswa Gaza utara membaca surat pembuka Al-Quran Al-Fatihah untuk ribuan martir yang tewas dalam agresi Israel terbaru tentang terkepung Jalur Gaza.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kelas akan tetap ditutup di Jalur Gaza selama dilanda konflik yang menyebabkan hampir 500.000 anak kehilangan hak mereka untuk pendidikan," kata UNICEF dalam sebuah pernyataan yang diperoleh OnIslam.net.?

Tahun ajaran baru diawali dengan berbagai acara simbolis termasuk membaca puisi dan lagu-lagu populer Palestina oleh ribuan siswa yang kecewa.?

"Saya berharap mulai ke sekolah lagi sehingga saya bisa menyelesaikan ujian tawjihi (ijazah SMA Palestina)," kata 17 tahun Wujud Zayeda.?

"Tahun ini berbeda. Salah satu teman saya terluka dalam serangan di dekat rumahnya. Saya benar-benar marah, kami hanya ingin belajar."

Selama 48 hari operasi militer Israel terhadap Gaza, lebih dari 219 sekolah telah rusak, dengan 22 hancur total dan tidak dapat digunakan lagi, ungkap UNICEF.?

Menurut UNICEF, terdapat sekitar 330.000 warga Palestina pengungsi yang berlindung di 103 sekolah UNRWA, 50% dari mereka adalah anak-anak.?

Perbaikan sekolah?

Prihatin dengan masa depan anak-anak Palestina yang terlantar, Save the Children, UNICEF dan UNESCO mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Ahad, mendesak adanya gencatan senjata yang mampu bertahan lama untuk membantu memulai tahun ajaran dalam beberapa minggu.?

"Kembali ke sekolah berarti membawa kembali kehidupan normal pada anak-anak. Untuk ini kita perlu gencatan senjata yang bertahan lama, dan kami harus memenuhi kebutuhan yang paling mendesak untuk pemulihan yang cepat dari sistem pendidikan," kata Lodovico Folin Calabi, Plt Kepala Kantor UNESCO di Ramallah.?

Organisasi trio ini mengatakan bahwa siswa Gaza harus diberi kesempatan untuk "sembuh dari trauma" kehilangan orang yang dicintai dan menghadapi serangan udara harian Israel.?

"Ini adalah waktu ketika anak-anak harus berada di sekolah untuk belajar, bukan untuk mencoba dan bertahan dalam konflik bersenjata," kata David dan Paulette Hassel, Direktur co-country Save the Children, yang bersama-sama dengan UNICEF memimpin koordinasi tindakan kemanusiaan di sektor ini.?

"Ini adalah musim panas yang berbahaya bagi anak-anak Palestina di Gaza, yang bahkan tidak bisa pergi ke luar untuk bermain. Sekolah adalah garis hidup penting untuk anak-anak yang mengalami trauma, yang memainkan peran penting dalam penyembuhan mereka," tambah Hassells.?

Anak-anak bukan satu-satunya sektor yang terkena dampak agresi Israel yang sedang berlangsung.?

Untuk ibu-ibu Gaza, perang telah menyebabkan adanya perasaan tidak mampu melindungi anak-anak mereka atas hak kehidupan yang aman dan pendidikan.?

"Bahkan hak anak-anak kita untuk belajar ditolak," kata Hanan Matar, 48, yang tinggal di sebuah sekolah PBB dengan sembilan anak-anaknya.?

Israel meluncurkan serangan udara telah tanpa henti terhadap Gaza sejak 8 Juli di mana lebih dari 2.100 telah tewas dan ribuan terluka.?

Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), sekitar 80% dari kematian di Gaza adalah warga sipil, termasuk puluhan anak-anak dan perempuan.?

Skala besar pemusnah massal di Gaza telah menyebabkan sekitar 5.510 rumah hancur dan sekitar 31.000 rusak sebagian, memaksa puluhan ribu meninggalkan rumah mereka yang terperangkap dalam serangan udara Israel. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Amalan, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 10 November 2017

Kiai Tolhah Hasan: IPNU Harus Mampu Jawab Tantangan Saat Ini

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menteri Agama era Presiden Abdurahman Wahid, KH Muhammad Tolhah Hasan berpesan, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) harus mampu menjawab segala macam tantangan yang berkembang saat ini. Salah satu caranya adalah dengan mendesain dan melaksanakan program kerja yang menekankan pada kreativitas, inovasi, karya dan memiliki karakter yang kuat.

Kiai Tolhah Hasan: IPNU Harus Mampu Jawab Tantangan Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tolhah Hasan: IPNU Harus Mampu Jawab Tantangan Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tolhah Hasan: IPNU Harus Mampu Jawab Tantangan Saat Ini

“Program kerja jangka panjang tidak boleh luput. Sumber daya manusia yang berkualitas sudah sangat banyak, termasuk alumni yang tersebar di berbagai bidang. Ini harus benar-benar dimanfaatkan secara cerdas,” jelasnya saat membuka Rakerwil IPNU Jatim di Aula Pondok Pesantren Teknologi Ma’arif Singosari, Malang, Jawa Timur, Sabtu (30/1).

Salah satu pendiri Universitas Islam Malang (Unisma) ini juga berpesan pada pengurus IPNU, masa depan NU ditentukan oleh komitmen dan militansi dalam berproses di IPNU. Ia kemudian mencontohkan, salah satu kader sukses IPNU yang cukup membanggakan yakni Abdullah Azwar Anas. Menurutnya, mantan Ketua umum Pimpinan Pusat IPNU tersebut telah berhasil membuktikan bahwa menempa diri dengan sebaik-baiknya merupakan sebuah keharusan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dia (Azwar Anas, red) menjadi bupati terpilih dua periode bahkan baru-baru ini mendapatkan penghargaan dunia karena berhasil mengembangkan potensi wisata di Banyuwangi. Ke depan kita optimis ada yang seperti itu. Meski mengabdi pada umat bisa dengan apa saja tidak harus terjun di politik,” tegas penulis buku “Islam dalam Perspektif Sosio Kultural” ini.

Rakerwil kali ini mengangkat tema “Meningkatkan Sinergitas Menuju Tata Kelola Organisasi Berintegritas”. Ketua PW IPNU Jatim Haikal Atiq Zamzami mengatakan, IPNU tengah menghadapi tantangan yang cukup berat, yakni problem radikalisasi dan narkoba yang menimpa generasi muda. Apalagi dewasa ini? kedua masalah tersebut telah banyak menyasar pelajar, santri dan mahasiswa. Maka, menurutnya, gerakan yang sinergis, inovatif, dan mampu cepat berdaptasi dengan perubahan adalah hal yang tak bisa ditawar. (Lukman Hakim El Baqeer/Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Internasional, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Awal Sya’ban 1438 H Jatuh pada Jumat 28 April

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan bahwa awal bulan Sya’ban 1438 Hijriah jatuh pada Jumat (28/4). Ikhbar ini berdasarkan hasil observasi langit oleh tim rukyah Lembaga Falakiyah PBNU.

Awal Sya’ban 1438 H Jatuh pada Jumat 28 April (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Sya’ban 1438 H Jatuh pada Jumat 28 April (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Sya’ban 1438 H Jatuh pada Jumat 28 April

Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Ghazalie Masroeri mengatakan, rukyat yang dilakukan pada Rabu (26/4) petang atau bertepatan dengan 28 Rajab berkesimpulan bahwa hilal tidak terlihat di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga, bulan Rajab disempurnakan menjadi tiga puluh hari (istikmal).

“Terima kasih atas partisipasi dan kontribusi Nahdliyin (dalam rukyat kali ini),” katanya dalam siaran pers.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ikhbar ini sesuai dengan data hisab Lembaga Falakiyah PBNU yang memprediksi bahwa tanggal 1 Sya’ban akan berlangsung pada Jumat Pon, 28 april 2017. Tinggi hilal pada pantauan Rabu petang mencapai -0 derajat 23 menit 37 detik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syaban adalah bulan kedelapan dalam hitungan kalender hijriah. Dalam bahasa Arab ia berasal dari kata syiab yang artinya jalan di atas bukit. Di bulan ini umat Islam dianjurkan mengamalkan amalan-amalan tertentu, khususnya pada malam pertengahan Sya’ban atau populer disebut Nisfu Sya’ban. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 07 November 2017

Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Masyarakat Baduy yang tinggal di kecamatan Kanekes kabupaten Lebak Provinsi Banten, sejak lama dikenal sebagai masyarakat adat yang tertutup dari jangkauan peradaban luar. Namun seiring bergulirnya waktu beberapa entitas dan komunitas masyarakat Baduy mulai berusaha membuka diri terhadap peradaban dan pengetahuan yang lebih luas.

Salah komunitas yang berusaha membuka diri terhadap pengetahuan yang lebih luas adalah Komunitas Saung Belajar yang terletak di Luwung Titipan, sekitaran kawasan pemukiman Baduy. Komunitas Saung Belajar ini mengajarkan anak-anak Baduy Dalam untuk belajar membaca dan menulis.

Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online

Demikian dinyatakan oleh Mang Pulung saat berkunjung ke Kantor Redaksi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Ahad (14/6). Menurut Mang Pulung, memang ada beberapa kendala terkait proses belajar di Saung yang dibangunnya ini antara lain letaknya yang di luar perkampungan dan adat yang mengikat masyarakat Baduy.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dulu pernah ada seorang pengajar yang ditugaskan oleh pemerintah bernama Guru Asid dari Karang Balang, tetapi karena ia sudah pindah ke Gunung Talaga, maka kegiatan belajar jadi terhenti untuk sementara. Anak-anak tidak mau belajarnya pinda karena lokasinya yang jauh dari pemukiman Baduy," tutur Mang Pulung.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut Mang Pulung menjelaskan, kendala-kendala dalam proses belajar di saungnya antara lain adalah keterbatasan sarana belajar dan teguran dari kokolot (sesepuh) adat. Termasuk adanya aturan tidak boleh berseragam dan tidak boleh membawa perlengkapan belajar pulang ke rumah.

Lelaki berumur 45 tahun ini bahkan mengaku sempat putus asa dalam mengupayakan Komunitas Saung Belajarnya. "Tapi Alhamdulillah, ada banyak kawan dari luar yang turut membantu menyiapkan perlengkapan dan sara belajar di Saung ini," tandas ayah dari seorang putri berusia 12 tahun ini.

Masyarakat Baduy tidak mengenal sekolah, karena pendidikan formal berlawanan dengan adat-istiadat mereka. Mereka menolak usulan pemerintah untuk membangun fasilitas sekolah di desa-desa mereka.

Bahkan hingga hari ini, walaupun sejak era Suharto pemerintah telah berusaha memaksa mereka untuk mengubah cara hidup mereka dan membangun fasilitas sekolah modern di wilayah mereka, orang Kanekes masih menolak usaha pemerintah tersebut.

Akibatnya, mayoritas populasi yang berjumlah sekitar 5.000 hingga 8.000 orang ini tetap tidak dapat membaca atau menulis hingga sekarang. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 24 Oktober 2017

Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan

Berbicara tentang kepahlawanan, biasanya mengundang pembicaraan tentang jihad. Karena tiada kepahlawanan tanpa jihad.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ada kesalahpahaman tentang pengertian jihad. Ini mungkin disebabkan oleh seringkalinya kata itu baru terucapkan pada saat perjuangan fisik, sehingga diidentikkan dengan perlawanan bersenjata. Kesalahpahaman ini disuburkan juga oleh terjemahan yang keliru terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, yang berbicara tentang jihad, dengan anfus dan harta benda. Kata anfus seringkali diterjemahkan dengan "jiwa". Terjemahan Al-Qur’an oleh Kementerian Agama pun demikian. Misalnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi." (QS Al-Anfal: 72)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar." (QS Al-Hujurat: 15)

Kata “anfus” dalam dua ayat di atas diterjemahkan oleh Kementerian Agama dengan arti “jiwa”. Walaupun ada juga yang diterjemahkan dengan "diri" seperti tercantum dalam Surat at-Taubah ayat 88.

Jamaah shalat jum’at hafidhakumullah,

Memang, dalam Al-Qur’an, banyak arti dari kata anfus, yaitu "nyawa", "hati", "jenis", dan "totalitas manusia" di mana terpadu jiwa raganya. Al-Qur’an mempersonifikasikan wujud seseorang di hadapan Allah dan masyarakat dengan menggunakan kata nafs. Kalau demikian, tidak meleset jika kata itu dalam konteks jihad dipahami dalam arti totalitas manusia. Sehingga, kata nafs mencakup nyawa, emosi, pengetahuan, tenaga dan pikiran, bahkan juga waktu dan tempat, karena manusia tidak dapat memisahkan diri darinya. Pengertian ini dapat diperkuat dengan adanya perintah berjihad tanpa menyebutkan nafs atau harta benda:

? ? ? ? ?

"Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya." (QS Al-Hajj: 78)

Sekitar 40 kali kata jihad disebut oleh Al-Qur’an dengan berbagai bentuknya. Maknanya bermuara pada "mencurahkan seluruh kemampuan" atau "menanggung pengorbanan". Mujahid adalah orang yang mencurahkan seluruh kemampuannya dan berkorban dengan nyawa atau tenaga, pikiran, emosi dan apa saja yang berkaitan dengan diri manusia. Sedangkan jihad adalah cara untuk mencapai tujuan. Jihad tidak mengenal putus asa, menyerah, bahkan kelesuan, dan tidak pula pamrih.

Jihad tidak dapat dilakukan tanpa modal, karena itu jihad disesuaikan dengan modal yang dimiliki dan tujuan yang ingin dicapai. Sebelum tujuan tersebut tercapai dan selama masih ada modal di tangan, selama itu pula jihad dituntut. Karena jihad harus dengan modal, maka mujahid tidak mengambil tetapi memberi. Bukan mujahid yang menanti imbalan selain dari Allah, karena jihad diperintahkan untuk dilakukan semata-mata karena Allah.

Jihad adalah titik tolak seluruh upaya, karenanya ia adalah puncak segala aktivitas. Ia bermula dari upaya mewujudkan jati diri, dan ini bermula dari kesadaran. Karena itu Allah menekankan: Siapa yang berjihad, maka sesungguhnya ia berjihad untuk dirinya sendiri. Allah Mahakaya, tidak memerlukan sesuatu apa pun dari seluruh alam (QS 29: 6). Dan kesadaran harus berdasarkan pengetahuan serta bertentangan dengan paksaan. Karena itulah seorang mujahid bersedia berkorban.

Jamaah shalat jum’at hafidhakumullah,

Beragam jihad, beragam pula buahnya. Buah jihad seorang ilmuwan adalah pemanfaatan ilmunya, sementara buah jihad seorang karyawan adalah karyanya yang baik, guru adalah pendidikannya yang sempurna, pemimpin adalah keadilannya, pengusaha adalah kejujurannya, demikian seterusnya.

Dahulu, ketika kemerdekaan belum diraih, jihad mengakibatkan terenggutnya nyawa, dan hilangnya harta benda. Namun bukan kematian itu sendiri yang menjadi tujuan. Tujuan jihad waktu itu justru adalah demi lestarinya kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Kalaupun nyawa melayang, itu adalah konsekuensi logis totalitas perjuangan para pahlawan.

Karena itu, jihad para pahlawan revolusi yang menumpas penjajahan dan ketidakadilan tak bisa disamakan dengan praktik bom bunuh diri yang dilakukan di negara damai. Alih-alih menghidupkan, “jihad” semacam ini justru memunculkan korban-korban dan masalah baru.

Kini, jihad harus membuahkan terpeliharanya jiwa, mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab, serta berkembangnya harta benda. Jihad juga bisa berarti mencurahkan seluruh kemampuan dan berkorban dengan nyawa atau tenaga, pikiran, emosi dan apa saja untuk membangun peradaban yang lebih baik dan maslahat.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Apakah kamu menduga akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata pula yang tabah?" (QS Ali Imran: 142).

Semoga kita semua diberi kekuatan dan petunjuk untuk bersungguh-sungguh dalam melaksanakan sesuatu, tanpa menimbulkan kerugian bagi orang lain. Jihad sebagaimana yang dilakukan Rasulullah: perjuangan untuk sebuah peradaban yang mengenal prinsip-prinsip ketuhanan dan kemanusiaan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur





* Mayoritas isi materi khutbah ini mengutip tulisan M. Quraish Shihab, Lentera Hati: Kisah dan Hikmah Kehidupan, 2007 (Bandung: Mizan).


Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Pesantren, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 18 Oktober 2017

Maulid Nabi, Pelajar NU Sidoarjo Bersama Nahdliyin Khatamkan Al-Quran

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Banyak cara yang dilakukan setiap umat Muslim untuk memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW, tak terkecuali Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU) Tanggulangin Sidoarjo ini.

Dalam memuliahkan Hari Kelahiran Nabi akhir zaman ini, PAC IPNU-IPPNU Tanggulangin bersama ratusan warga se-Kecamatan Tanggulangin mengkhatamkan (khotmil) Al-Quran di masjid Al-Istiqomah desa Gempolsari Tanggulangin Sidoarjo, Ahad (13/12). Kemudian, malam harinya, dilanjutkan dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan membaca diba.

Maulid Nabi, Pelajar NU Sidoarjo Bersama Nahdliyin Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulid Nabi, Pelajar NU Sidoarjo Bersama Nahdliyin Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulid Nabi, Pelajar NU Sidoarjo Bersama Nahdliyin Khatamkan Al-Quran

"PAC IPNU-IPPNU Tanggulangin mengajak kepada warga se-Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo untuk turut serta meneladani dan memuliahkan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Agar kita semua senantiasa mendapatkan safaatnya kelak di akhirat," kata ketua PAC IPNU Tanggulangin, M Ilmi Abdillah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Abdillah berharap, momen seperti itu tidak hanya berhenti saat ini saja, akan tetapi bisa terlaksana setiap tahunnya. Menurutnya, dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad, PAC IPNU-IPPNU Tanggulangin Sidoarjo kembali mengingatkan dan mengajak warga NU agar bisa mengikuti jejak-jejak sang Reformasi iman dan Islam ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Semoga acara tersebut tidak sekadar menjadi peringatan semata. Namun, kita mampu mencontoh dan mengaplikasikan segala sifat terpuji Nabi Muhammad. Tidak hanya itu saja, bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW juga untuk menjaga amaliyah NU yang telah diajarkan oleh para pendiri," tukas Abdillah. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 03 Oktober 2017

Muslimat NU Banyuanyar Dilatih Buat Keripik Singkong

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sedikitnya 20 orang pengurus Muslimat NU di Kecamatan Banyuanyar mendapatkan pelatihan pembuatan keripik singkong melalui pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Probolinggo, Senin dan Selasa (26-27/10).

Kepala Disnakertrans Kabupaten Probolinggo Sigit Sumarsono mengatakan pelatihan pembuatan keripik singkong ini merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat, terutama dari kalangan Muslimat NU. Dimana tujuannya agar masyarakat yang belum memiliki keterampilan kerja bisa menciptakan lapangan kerja baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Muslimat NU Banyuanyar Dilatih Buat Keripik Singkong (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Banyuanyar Dilatih Buat Keripik Singkong (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Banyuanyar Dilatih Buat Keripik Singkong

“Pelatihan ini bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran. Sebab setelah mengikuti pelatihan ini setidaknya mereka bisa berusaha agar bisa mengembangkan keterampilan yang dimilikinya supaya mampu mendapatkan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sigit berharap supaya setelah dilatih mereka bisa berwirausaha mandiri untuk mengurangi angka pengangguran. “Pelatihan ini diberikan agar masyarakat bisa berdaya dan tidak menganggur. Sebab dengan keterampilan yang dimilikinya, masyarakat bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” tegasnya.

Sementara Ketua MWCNU Kecamatan Banyuanyar Toha menyambut baik pelatihan ketrampilan yang diberikan oleh Pemkab Probolinggo. Hal ini sangat bermanfaat agar para pengurus Muslimat NU bisa mendapatkan ketrampilan yang dapat dikembangkan sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah