Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia

Dubai, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketegangan Muslim Sunni dengan Syiah adalah ancaman terbesar bagi keamanan dunia, kata menteri luar negeri Iran dalam tanggapan disiarkan pada Senin, dengan menuduh negara Arab Sunni "mengipasi api" sengketa aliran.

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia

Perang saudara semakin bersifat aliran di Suriah menyeret kekuatan kawasan dengan Iran -yang Syiah- mendukung Presiden Bashar Assad dan negara Sunni teluk Arab dan terutama Sunni Turki membantu pemberontak, lapor Reuters.

Kemelut itu mengancam meluas ke negara terbagi antara Sunni dengan Syiah, seperti, Lebanon dan Irak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketegangan aliran adalah ancaman keamanan paling tinggi, tidak hanya untuk kawasan itu, tapi untuk dunia pada umumnya, kata Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif kepada jaringan berita Inggris BBC.

"Saya pikir kita perlu memahami bahwa perpecahan aliran di dunia Islam adalah ancaman bagi kita semua," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Zarif, didikan Amerika Serikat dan mantan duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyeru kekuatan kawasan secara bersama menyelesaikan kemelut di Suriah.

Ia adalah tokoh dalam upaya Presiden Hassan Rouhani meredakan ketegangan Iran dengan dunia luar.

"Saya pikir, kita semua," katanya, "Terlepas dari perbedaan kita tentang Suriah, perlu bekerja sama pada masalah aliran."

Namun, kata BBC, tanpa menyebut langsung nama negara, Zarif menuduh pemimpin Arab Sunni "mengipasi api" kekerasan aliran.

"Urusan memicu ketakutan adalah urusan umum," katanya, "Seharusnya, tak seorang pun mencoba mengobarkan api kekerasan aliran. Kita harus menguasainya, mendekatinya, mencoba menghindari sengketa, yang akan merugikan keamanan semua orang." (antara/mukafi niam)

Foto: Huffingtonpost

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, RMI NU, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 08 Februari 2018

Bawa HP ke Masjid

Dua orang santri polos sedang berlibur di daerah Gunung Kidul. Sebut saja namanya Jono dan Udin.? Kebetulan hari itu adalah hari Jumat. Hari dimana umat Islam melaksanakan kewajiban Shalat Jumat.

Namun yang satu ini unik. Pasalnya Jono dan Udin ragu ketika hendak melaksanakan Sembahyang dua rakaat berjamaah itu.

Bawa HP ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Bawa HP ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Bawa HP ke Masjid

Di Sebuah masjid yang Jono dan Udin hendak mengikuti jamaah shalat, sang khotib sedang fasih-fasihnya berdalil, sementara mereka malah sibuk berdiskusi.

Udin: Jon, ketoke dewe rasido Jumatan iki (Jon, kayaknya kita bakal gak jadi sembahyang Jumatan ini).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jono: Loh, kok?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Udin: Iyo, aku wedi Jon (Iya, saya takut Jon).

Jono: Kok wedi? Ga ono Teroris kok wedi (Kok takut? Gak ada teroris kok takut).

Udin: Aku wedi di pateni Jon (Saya takut dibunuh Jon).

Jono: Maksudmu !!!

Udin: iku lho, deloken nang tembok ono tulisan, "Ingkang betho HP nyuwun tulung dipateni" (Itu lho lihat di dinding ada tulisan "Bagi yang bawa HP mohon dimatikan).

Jono: Wah, hoo din, aku yo gowo HP, waduh piye iki? Mlayu wae din timbang dewe mampang ndek koran (Wah, iya din, saya juga bawa HP, waduh, gimana ini? Lari aja yuk, daripada kita mampang di koran).

(Anwar Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 07 Februari 2018

Pengurus PP Fatayat NU Dilantik

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah penyusunan jajaran pengurus PP Fatayat NU selesai dibentuk, pada Sabtu, 6 Agustus 2010, mereka dilantik sekaligus melaksanakan rapat kerja untuk selanjutnya dilakukan aksi nyata.



Pengurus PP Fatayat NU Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus PP Fatayat NU Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus PP Fatayat NU Dilantik

Berikut susunan pengurus PP Fatayat NU periode 2010-2015:

Ketua Umum: Dra Ida Fauziyah

Ketua I: Dra Muzaiyanah Zein

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua II: Dra Neng Dara Afiah MSi

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua III: Dra Rustini Murtadho

Ketua IV: Dra Yana Lathifah Msos

Ketua V: Anggia Ermarini SPd

Ketua VI: Dr Umi Khusnul Khotimah

Ketua VII: Dr Nur Rofiah

Sekretaris Umum: Dra Siti Masrifah MA

Sekretaris I: Nur Afifah SAg

Sekretaris II: Ratu Dian Hatifah SAg

Sekretaris III: Siti Mukarromah SAg

Bendahara Umum: Rahayu Sri Rahmawati SAg

Bendahara I: Hj Santi Anisah SAg

Bendhara II: Maria Apfiati ST

Bersama-sama dengan seluruh jajaran kepengurusan lembaga dibawah Fatayat NU, mereka dilantik oleh Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf. Hadir pula dalam acara tersebut Menakertrans Muhaimin Iskandar.

Ketua Umum PP Fatayat NU Ida Fauziyah menjelaskan jumlah total kepengurusan mulai dari penasehat sampai anggota lembaga seluruhnya mencapai 99 orang. "Itu pun masih banyak orang yang ingin mengabdi," katanya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 02 Februari 2018

Gedung PBNU Siap Semarakkan Ramadhan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Sebagimana tradisi yang sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu, dalam menyambut Ramdhan kali ini, di Gedung PBNU juga digelar berbagai acara untuk menyemarakkan Ramadhan.

Beberapa kegiatan yang akan digelar diantaranya adalah pesantren Ramadhan bagi dhuafa wal masaakin. Acara ini direncanakan dapat diikuti sekitar 100 orang. Diharapkan peserta berasal dari anak-anak lingkungan sekitar gedung PBNU. Terdapat sekitar 600 warga yang terdiri dari 6 RT.

Para santri tersebut akan dididik tentang cara-cara ibadah yang benar, keimanan kepada Allah dan juga masalah etika dan moral sehingga dapat memberi bekal bagi kehidupan mereka dimasa depan.

Sebagaimana lazimnya kegiatan Ramadhan, buka puasa bersama juga akan dilaksanakan di gedung PBNU. Dari pengalaman tahun-tahun lalu, setiap hari terdapat sekitar 75-100 orang yang berbuka di musholla gedung PBNU di lt 1. Mereka merupakan warga sekitar dan warga NU yang ingin melaksanakan sholat tarawih.

Sholat tarawih akan dilakukan dengan 21 rakaat dan akan selalu menyelesaikan 1 juz al Qur’an sehingga dalam sebulan akan dapat menghatamkan 1 kali al Qur’an. Karena itulah, imam sholat tarawih akan ditunjuk mereka yang hafal al Qur’an yang berasal dari PTIQ.

Selanjutnya juga akan dibagikan zakat fitrah bagi masyarakat sekitar gedung PBNU. Pada hari raya Idul Fitri, juga dilaksanakan sholat Ied bersama di halaman.

Semua kegiatan tersebut melihatkan LDNU, karyawan gedung dan juga para penyewa gedung yang ingin beramal kebajikan dalam menyemarakkan Ramadhan.(mkf)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gedung PBNU Siap Semarakkan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung PBNU Siap Semarakkan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung PBNU Siap Semarakkan Ramadhan

Kamis, 01 Februari 2018

HDKB Gelar Pengajian dan Sosialisasi Pilpres

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Himpunan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (HDKB) mengadakan pengajian dan sosialisasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Kegiatan tersebut diadakan di Dusun Medoro Desa Sumberharjo Kecamatan Sumberjo Kabupaten Bojonegoro, Rabu (25/6/2014).

Ketua HDKB Sanawi mengatakan, kegiatan pengajian umum ini dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, serta sosialisasi Pilpres karena mendekati pemilihan orang nomor satu di Indonesia.

HDKB Gelar Pengajian dan Sosialisasi Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
HDKB Gelar Pengajian dan Sosialisasi Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

HDKB Gelar Pengajian dan Sosialisasi Pilpres

"Menjadi ajang silaturrohim sesama dan juga memberikan pembelajaran terhadap mereka yang berkebutuhan khusus, karena juga mempunyai hak yang sama," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kegiatan tersebut selain dihadiri anggota HDKB dan masyarakat sekitar, juga dihadiri Kang Prabu Malopati sebagai ceramah dan perwakilan KPU maupun Panwaslu. Serta dihadiri pula pihak Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sumberrejo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ditambahkan, ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. Sehingga berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat kepada semuanya.

"Terima kasih kepada semuanya, sehingga kegiatan berjalan maksimal dan bermanfaat bagi semuanya," pungkasnya.

Tampak para anggota HDKB yang mempunyai kebutuhan khusus, nampak bersemangat dan khusu mengikuti kegiatan.[M. Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Tragedi Losarang

Tragedi politik menjelang Pemilu 1971. Losarang adalah sebuah daerah basis Partai NU di wilayah Kabupaten Indramayu, yang mengalami kekerasan sadis, diteror dan diintimidasi. 

Penduduknya mengungsi untuk menyelamatkan diri, sebagian mereka tinggal di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Tragedi Losarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tragedi Losarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tragedi Losarang

Peristiwa ini terungkap dan diangkat di harian Sinar Harapan. Koran ini mengirim seorang wartawannya, Panda Nababan, untuk meliput Losarang. Nababan datang ke Losarang ditemani KH Yusuf Hasyim dan Zamroni. 

Mereka menyaksikan masjid dibakar atau rumah-rumah dihancurkan. Nababan mengatakan warga NU Losarang meninggalkan tiba-tiba rumahnya, karena dirinya menyaksikan di atas meja makan masih ada piring-piring  dan cangkir beserta makanan yang membusuk.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setelah tiba di Jakarta, Nababan melaporkan liputannya dengan judul “Empatpuluh Lima Djam Bersama Orang Kuat NU”. Tulisan tersebut dimuat di halaman pertama lengkap dengan foto yang menunjukkan kondisi Losarang, dan berencana dimuat berseri. 

Tapi tulisan kedua tidak sempat muncul, karena dihentikan tentara. Nababan sendiri dibawa ke Markas Intelijen Pertahanan dan Keamanan. Interogasi ini merupakan yang kedua setelah diciduk oleh Kodim Indramayu dan disuruh pergi dari Indramayu. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Sholawat, Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 13 Januari 2018

Panen Raya, Saatnya Kumpulkan Zakat

Tegal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 

Warga NU desa Slaranglor Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal, sedang menghadapi panen raya padi. Bagi para petani, ini adalah musim berkah untuk petani tersendiri, karenanya mereka pun siap mengeluarkan zakat maal yang telah disyariatkan dalam Islam.

Panen Raya, Saatnya Kumpulkan Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Panen Raya, Saatnya Kumpulkan Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Panen Raya, Saatnya Kumpulkan Zakat

Di desa tersebut merupakan desa yang paling komplet pengurus NU-nya sampai ke badan otonom dan semua badan otonom berjalan sesuai dengan roda organisasi masing-masing. Jika kondisi itu dibandingkan dengan desa-desa di Kecamatan Dukuhwaru, sehingga pada musim panen ini Pengurus ranting (PR) NU desa Slaranglor sengaja menjalankan programnya mengumpulkan zakat mal hasil pertanian.

Ketua Panitia Zakat maal H Syamsudin menjelaskan, pembayaran zakat bisa dilakukan secara langsung dari muzakki kepada mustahik, akan tetapi lebih afdhol atau memiliki nilai tambah jika dibayarkan melalui Lembaga Amil Zakat atau panitia pengumpul zakat. Dengan membayar zakat melalui lembaga, maka pengelolaan uang akan lebih baik, dari aspek pengumpulan sampai dengan pendistribusiannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pengelolaan zakat melalui lembaga mempertimbangkan aspek akuntabilitas, transparansi dan profesionalitas serta bisa dilihat sejauh mana pertanggung jawabannya,” kata H Syamsudin ketika ditemui dikediamanya, Kamis  (7/3).

Bagi Slaranglor ini bukan pertama kalinya karena tahun-tahun sebelumnya sudah ada pembentukan panitia dan berjalan hasilnya, alhamdulillah para foqoro dan masakin , bisa mendapatkan haknya dari orang-orang yang semestinya bisa mengeluarkanya.  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan pengalamannya, pengelolaan zakat secara tradisional kurang memberi manfaat jangka panjang untuk mengentaskan mustahik menjadi muzakki. Pola yang umum adalah pembentukan panitia zakat ad hoc saat bulan Ramadhan yang mengumpulkan zakat fitrah maupun zakat maal. Zakat tersebut langsung dibagi habis dan setelah Idul Fitri, panitia dibubarkan. Pola yang sama berulang dari tahun ke tahun.

Dana yang diterima masyarakat akhirnya digunakan untuk kepentingan yang sifatnya konsumtif selama lebaran sehingga habis dalam waktu sekejap dan tidak bisa memberdayakan.

“Nah ke depan Dengan adanya lembaga yang lebih bagus , maka dimungkinkan adanya perencanaan dan pendistribusian zakat secara lebih beragam, ada yang dibagikan langsung untuk kepentingan mendesak, tetapi ada juga yang berorientasi jangka panjang seperti beasiswa atau modal kerja,” harapnya 

Di tempat terpisah Ketua Tanfidziyah PRNU Desa Slaranglor Abdul Kholil mengharap agar panitia yang sudah terbentuk bisa bekerja dengan maksimal. “Walaupun kami tahu persis bagaimana menyadarkan warga begitu sulit, ini bisa terbukti dari sekian banyak muzzaki yang tercatat oleh panitia yang baru sadar betul dan memberikan zakat belum sepenuhnya. “ jelasnya 

Untuk itu besar harapan, masyarakat harus percaya dan ikhlas, bahwa ada hak orang lain dalam harta yang dimiliki . “Yakin dan percayalah Insya Allah tidak akan habis harta anda , malah semakain bertambah. “ imbaunya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz T.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 05 Januari 2018

GP Ansor Sidoarjo Dapat Bantuan Mobil Patroli

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi Jawa Timur berupa mobil operasional (patroli). Mobil tersebut diberikan oleh pemprov Jatim kepada Ansor Sidoarjo sekitar akhir Desember 2014 lalu.

Mobil ini rencananya akan digunakan untuk bersilaturahmi ke pengurus Ansor yang berada ditingkat Kecamatan se-Sidoarjo. Selain itu akan digunakan PC GP Ansor beserta Banser untuk membantu Kepolisian dan Satpol PP Sidoarjo dalam berpatroli memberantas tindak kriminal yang ada di Sidoarjo.

GP Ansor Sidoarjo Dapat Bantuan Mobil Patroli (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sidoarjo Dapat Bantuan Mobil Patroli (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sidoarjo Dapat Bantuan Mobil Patroli

"Dengan adanya bantuan mobil ini, kami ingin menggunakannya untuk operasional kegiatan NU ke bawah. Selain itu untuk berpatroli membantu aparat dalam memerangi tindak kriminal terutama begal yang sedang marak saat ini. Ansor, Banser dan bantuan dari masyarakat Sidoarjo siap membantu aparat demi terciptanya Sidoarjo yang aman dan kondusif," kata PC GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono, Sabtu (7/3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PC GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono juga mengaku sangat senang dan berterima kasih kepada pemprov Jatim yang telah memberikan bantuan mobil. Dengan adanya bantuan mobil tersebut, Slamet berharap supaya Pengurus Cabang Gerakan Ansor Sidoarjo bisa pro aktif ke bawah. Selain itu, Banser lebih peka lagi terhadap keamanan di Sidoarjo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam melakukan patroli, PC GP Ansor Sidoarjo akan berkordinasi dengan jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) Ansor ditingkat kecamatan. Tidak hanya itu saja, Ansor bersama Banser juga akan menjalin koordinasi dengan aparat Kepolisian Sidoarjo jika ada tindak kriminal atau sesuatu yang mencurigakan supaya cepat dapat dicegah. (Moh Kholidun/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Pertandingan, Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 01 Januari 2018

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ikatan Mahasiswa Alumni Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang yang berada di Surabaya (IMABAYA) bekerja sama dengan Jam’iyyah Al-Islah megadakan pengajian di daerah Jemurwonosari, Surabaya, Jawa Timur.

Perngajian pada (22/11) tersebut merupakan kemasan untuk memperingati hari lahir (harlah) kedua lembaga tersebut. IMABAYA memperingati harlah yang ke-29 sementara Jam’iyyah Al-Islah harlah ke-2. Di samping itu dikaitkan juga dengan peringatan Tahun Baru Hijriyyah 1436 H.

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian

Wakil Ketua Jam’iyyah Al-Islah, Supardi, mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurut sepengetahuannya, kegiatan bareng antara mahasiswa dan warga Jemurwonosari, nyaris tidak pernah dilakukan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Padahal, kata dia, setiap hari warga selalu berbaur dengan mahasiswa yang kuliah di UIN Sunan Ampel, baik yang kost di rumah-rumah penduduk maupun yang nyantri di Pesantren An-Nuriyyah, An-Nur, Darul Arqom, Al-Jihad, dan Luhur Al-Husna.

Secara rinci, Supardi melaporkan kegiatan Jam’iyyah Al-Islah yang sudah dua tahun berjalan, mulai dari majelis zikir, majelis ta’lim, peringatan hari-hari besar Islam (PHBI) sampai wisata religi ke makam para wali, para kiai dan ke beberapa pesantren.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Demi peningkatan kualitas warga, Supardi mengharap dan terima kasih jika para mahasiswa bisa hadir di tengah-tengah kami dengan peran mereka yang barang tentu bermanfaat bagi warga,” pintanya.  

Apalagi, kata dia, mahasiswa yang hadir di sini adalah para mutakharrij/alumni pondok-pondok pesantren, utamanya pondok pesantren Tambakberas Jombang, yang pendirinya dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional, yaitu KH. Abdul Wahab Chasbullah.  

Kehadiran IMABAYA seperti malam ini, kata dia, semoga tidak berhenti sampai di sini, tapi

berlanjut di waktu-waktu lain dan bisa bekerja sama di bidang-bidang tertentu, seperti memberikan penyuluhan di majelis ta’lim dan majelis zikir.

“Kami siap sebagai ansor untuk menerima dan membantu mahasiswa sebagai muhajirin, sebagaimana misi hijrah Rasullullah, saling bahu membahu antara muhajirin dan ansor,” katanya.

Dalam acara yang bertajuk ”Dengan Semangat Hijrah Kita Tingkatkan Ukhuwwah Islamiyah” ini dihadiri sekitar 400 warga Jemuwonosari dan para mahasiswa yang tergabung dalam IMABAYA.

Hadir pula salah seorang Pengasuh Pesantren Bahrul ’Ulum Tambakberas KH. Fadhlullah Malik, Msi. Dalam ceramahnya Gus Fad, panggilan akrabnya, menguak perjuangan dan pengorbanan para Muhajirin yang berhijrah bersama Rasulullah Saw.

Ia juga memberikan taushiah tentang manfaat berorganisasi, apalagi organisasi yang sifatnya pengabdian kepada masyarakat seperti IMABAYA.

”Salah satu tujuan IMABAYA didirikan adalah untuk mengabdikan diri kepada masyarakat demi mewujudkan nilai-nilai Islam yang berpijak pada Aswaja dengan budaya NU (Nahdlatul Uama) yang ada,” katanya.  

Maka, kata dia, di sinilah para almuni pesantren tidak hanya pintar saja, tapi juga harus mencari dan mengejar bagaimana agar kepintarannya itu bermanfaat dan berbarakah baik untuk dirinya sendiri maupun masyarakat lingkungannya. (Ma’ruf Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 28 Desember 2017

Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir

Kendati baru sekitar satu tahun merintis dari nol dalam usaha memproduksi tempe, kini Abdullah (bukan nama sebenarnya), seorang pemuda santri yang kedua orang tuanya telah tiada ini sudah bisa merekrut dua karyawan. Dengan dibantu dua orang tersebut, sekarang saban harinya pemuda kelahiran Temanggung 1985 ini sudah berani mengolah sedikitnya 50 kilogram kedelai untuk diproses menjadi tempe. Saat jumlah kedelai yang diolahnya baru lima kiloan di awal-awal membuka usaha dia mengerjakan sendiri semua proses kerja pembuatan tempenya itu, mulai dari belanja kedelai di pasar, mematangkan kedelai, meracik campuran ragi, hingga mendistribusikannya ke konsumen.

Munculnya inspirasi membuka usaha produksi tempe ini tidak ia peroleh dari pelatihan atau pembinaan dari suatu instansi tertentu, melainkan atas penemuan kesadarannya sendiri setelah beberapa tahun lamanya dirinya ditempa di perantauan dengan pekerjaan yang tidak pasti dan seringnya menjadi kuli bangunan. Meski tempo itu Abdullah senantiasa giat bekerja serabutan di Jakarta, dia merasa jiwanya gersang jika sepanjang tahun bekerja tanpa jeda, maka tiap bulan Ramadhan ia memanfaatkannya untuk libur bekerja, lalu sepanjang satu bulan itu ia pergunakan mengikuti ngaji pasaran di salah satu pesantren di daerah Cirebon. Saat menimba ilmu dalam momen bulan Ramadhan inilah dirinya acap mendapatkan nasihat dari kiainya supaya tahun berikutnya mencari pekerjaan di kampung halamannya saja, syukur-syukur bisa membuka suatu usaha di desanya. ?

Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir

Bagi alumni dari salah satu pondok pesantren di Kaliwungu Kendal ini usaha membuat tempe itu dapat disebut sebagai suatu karya juga. Oleh karena itu menurutnya dalam memproduksi tempe seyogiayanya tidak sebagaimana seorang tukang yang umumnya mekanis cara kerjanya. Melainkan perlu juga adanya penjiwaan laiknya sastrawan dalam menulis puisi atau novelnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Yang dimaksud dengan penjiwaan ialah ketika mengolah dan memproses bahan mentah berupa kedelai ia niatkan bertasbih seraya membayangkan dirinya selaku khalifahnya Allah sedang menjalankan perintah mengelola ciptaan Tuhan. Berkarya membuat bahan-bahan yang masih mentah menjadi produk yang siap dinikmati orang merupakan manifestasi dari ungkapan tasbih. Berkarya dalam bidang apa saja perlu menghidupkan rasa seninya," tutur lajang yang kedua orang tuanya kini sudah tiada itu.

Yang kedua, lanjutnya,? setelah tasbih yaitu tahap tahlil. Esensi dari tahlil adalah mentauhidkan Allah. Bila diterapkan dalam konteks berkarya ialah setelah seseorang berusaha dengan maksimal menciptakan karyanya, hasil akhirnya dipasrahkan pada Allah juga. Artinya siap berhasil, siap pula gagal. Dengan demikian seorang pengusaha tidak mudah frustasi jika mengalami kegagalan, karena tugasnya berkarya sudah ia tunaikan, soal keberhasilan bukan wewenangnya tapi otoritasnya Tuhan. Dengan modal tauhid ini pula seseorang menjadi berani memulai dalam karya apa saja, dan tidak takut gagal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Yang ketiga istighfar. Yaitu mengevaluasi terhadap hasil produknya, membenahi kelemahahan-kelamahan dan kekurangan selama ini dan terus berusaha membuat produknya semakin baik kualitasnya dari waktu ke waktu. Itulah hakikat istighfar diterapkan dalam suatu usaha atau pekerjaan."

Bahkan, menurut Abdullah, dalam suatu usaha yang terpenting bukan seberapa banyak keuntungan yang dihasilkan dari produk karyanya. Melainkan proses seni dalam berkarya itu sendirilah yang terpenting. Dalam proses pembuatan tempe tersebut misalnya, selalu ia tanamkan dalam benaknya bahwa ia tidak semata sedang bekerja mencari uang, tetapi dalam rangka melayani bagi siapa pun orangnya yang membutuhkan tempe.

Dengan konsepsi macam itu, maka dia dalam membuat tempe berusaha menghasilkan produk yang bermutu, agar para konsumen maupun dirinya sama-sama mendapatkan manfaat. Karena produk yang jelek meskipun laku dijual namun membawa kerugian para pembelinya. Dia tidak hanya berharap tempenya laku, tapi sekaligus berharap dapat memuaskan pelanggannya. (M. Haromain)

*) Ditulis dari kisah nyata seorang wirausahawan muda yang nama dan fotonya tidak mau dipublikasikan

=====

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang cerita nyata diri sendiri atau pengalaman orang lain. Silakan kirim ke email: redaksi@nu.or.id

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 16 Desember 2017

Tutup Pentas PAI 2017, Ini Pesan Wagub Aceh kepada Generasi Muda

Banda Aceh, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas  PAI) tingkat Nasional VIII tahun 2017 di Aceh usai. Event dua tahunan yang diselenggarakan Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama ini ditutup Wakil Gubernur Provinsi Aceh, Nova Iriansyah.

"Harus dipahami para peserta, Pentas PAI bukan hanya untuk menorehkan prestasi tetapi juga menekankan agar pendidikan berkarakter Islam menjadi semangat generasi muda, para calon pemimpin bangsa dimasa depan," kata Nova dalam sambutan penutupannya, di Taman Sulthana Safiatudin Aceh, Jumat (13/10).

Tutup Pentas PAI 2017, Ini Pesan Wagub Aceh kepada Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Pentas PAI 2017, Ini Pesan Wagub Aceh kepada Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Pentas PAI 2017, Ini Pesan Wagub Aceh kepada Generasi Muda

“Nuansa Islam rahmatan lil alamin sangat terasa malm ini. Apapun hasil yang diperoleh, kegiatan ini harus diperkuat lagi agar wawasan tentang keislaman dapat terus ditingkatkan,” sambungnya diikuti tepuk tangan peserta. 

Direktur Pendidikan Agama Islam, Imam Safei melaporkan, sejak dibuka  Menteri Agama RI  pada Senin (09/10) lalu, ajang yang diikuti 1.200 peserta  dari seluruh provinsi di Indonesia ini berjalan lancar. Pentas PAI merupakan kegiatan rutin dua tahunan yang selama ini dilaksanakan di Asrama Haji Bekasi Jawa Barat. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kegiatan di Aceh ini adalah kali pertama dilakukan di daerah lain, dan kami sangat berterima kasih kepada  pemerintah daerah untuk dukungan yang sangat besar terhadap kegiatan ini,” ujar Imam.

Imam berharap, Pentas PAI menjadi wahana kompetisi dan  aktualisasi yang dapat menumbuhkembangkan minat dan kemampuan peserta didik mulai tingkat SD hingga SMA/SMK di bidang keagamaan. 

“Selanjutnya dapat meningkatkan keimanan dan katakwaan,” lanjutnya. 

“Kami ucapkan selamat kepada para pemenang lomba yang meliputi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), lomba Pidato PAI, Musabaqah Hifzhul Quran (MHQ), lomba Cerdas Cermat PAI, lomba Kaligrafi Islam, Nasyid, Debat, dan lomba Kreasi Busana. Semoga semakin banyak prestasi membanggakan yang dapat anak-anak raih di masa depan,” tandasnya. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Cerita, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 13 Desember 2017

GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax

Surabaya,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur tengah membentuk tim khsusus, yakni Ansor Banser Cyber serta Satgas Antihoax. Tim ini secara khusus bertugas meminimalisir informasi bohong atau berita hoax yang beredar di media sosial.

"Tim ini memiliki scope (cakupan, red.) yang luas. Jejaringnya secara nasional, dan memproteksi kegiatan-kegiatan komunitas NU dan NKRI, terutama di Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya, dari cyber attack," kata Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim Bidang IT Media dan Infokom M Nur Arifin, di Surabaya, Senin (16/1).

GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax

Menurut Arifin, Satgas Antihoax berfungsi untuk meminimalisir dampak negatif, fitnah dan ujaran kebencian di jagad maya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saat ini, lanjut dia, proses rekrutmen Ansor Banser Cyber (ABC) sedang berjalan. Usai dilakukan seleksi, mereka akan diberikan pelatihan-pelatihan untuk memperkuat Satgas Antihoax tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Saat ini (seleksi) sudah mulai berjalan. Kami ingin memperkuat kapasitas kelembagaan khusus ini," kata pria yang juga Wakil Bupati Trenggalek ini.

Sementara Kasatkorwil Banser Jatim H Abid Umar menambahkan, proses seleksi anggota Ansor Banser Cyber dan Satgas Antihoax diambil dari anggota berbagai satuan Banser di berbagai daerah di Jatim. "Mereka adalah kader-kader terbaik Ansor dan berbagai satuan Banser di Jawa Timur," ujar Abid.

Usai seleksi, para calon anggota tersebut akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus sebelum mereka diterjunkan untuk menjalankan tugas sebagai Ansor Banser Cyber dan Satgas Antihoax.

Abid juga menyebut, pembentukan tim khusus ini dipicu oleh mulai masifnya penyebaran berita atau informasi hoax. Sebab, penyebaran berita hoax rentan merusak harmoni kehidupan sosial masyarakat, merusak kerukunan antarumat beragama dan acaman terhadap keutuhan NKRI.

"Kami tidak ingin berita yang tidak benar ini bergulir dan menjadi bola liar. Kasihan masyarakat yang tidak tahu kebenarannya menyerap (informasi hoax) dan menyakininya, padahal tidak benar, " tegasnya.

Selain itu, lanjut Abid, Ansor Jatim akan terus mengkampanyekan literasi media sosial yang sehat dan santun. "Juga kami akan terus melakukan tindaka preventif dan represif," pungkasnya. (Abdul Hady JM/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Fragmen, RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hijrah, Momentum Persatuan dan Spirit Peradaban

Oleh: M. Imaduddin 



Dominasi kaum Yahudi yang menyingkirkan bangsa Arab secara politik dan ekonomi di Yastrib menimbulkan pertikaian di sana. Klan Aus dan Khazraj, sebagai penduduk pribumi Yatsrib mencari sosok pemimpin Arab yang mampu mengangkat martabat dan membebaskan mereka dari belenggu penindasan Yahudi.

Hijrah, Momentum Persatuan dan Spirit Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)
Hijrah, Momentum Persatuan dan Spirit Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)

Hijrah, Momentum Persatuan dan Spirit Peradaban

Memang sudah lama ada desas-desus di kalangan Yahudi, berdasarkan informasi dalam Kitab Taurat, bahwa akan datang seorang mesias dan nabi akhir zaman yang akan memimpin dan menyelamatkan umat manusia dengan ciri-ciri yang juga disebutkan dalam Taurat. Namun, kalangan Yahudi kecewa, karena sosok tersebut adalah seorang Arab, bukan Yahudi dan tinggal di Makkah. Informasi ini kemudian di simpan rapat-rapat oleh kalangan Yahudi. 

Tapi Informasi tersebut bocor juga kepada kaum Arab Yatsrib. Mereka mendengar di Mekkah ada sosok yang ciri-cirinya persis yang digambarkan oleh Taurat. Sosok itu bernama Muhammad putera Abdullah dari klan Hasyim. 

Berangkatlah perwakilan Aus dan Khazraj ke Mekkah. Sesampainya di Mekkah, mereka memohon kepada Muhammad SAW agar berkenan menjadi pemimpin mereka, serta bersumpah setia untuk mematuhi dan membelanya. Peristiwa ini dikenal dengan Baiat Aqabah I. Setelah itu datanglah lagi gelombang kedua dari Yatsrib dengan jumlah yang lebih besar. Peristiwa ini dikenal dengan Baiat Aqabah II. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muhammad SAW kemudian hijrah menuju Yatsrib bersama pengikut-pengikutnya. Beliau berangkat paling akhir bersama Abu Bakar pada malam hari. Kedatangan Muhammad SAW disambut gegap gempita oleh penduduk Yatsrib. 

Langkah pertama yang dilakukan Muhammad SAW adalah mempersaudarakan kaum Muhajirin yang datang dari Mekkah dan kaum Ansor penduduk asli Yatsrib. Kedua, mengganti nama Yatsrib menjadi Madinah Al Munawwarah yang bermakna kota yang terang benderang. Ketiga membentuk konstitusi Madinah dengan kesepakatan seluruh suku-suku di Madinah, yakni Suku Quraisy, Aus, Khazraj, dan empat suku Yahudi: Bani Nadhir, Musthaliq, Quraizhah, dan Qainuqa. Perjanjian ini dikenal dengan Piagam Madinah. Sebuah konstitusi pertama yang terbentuk dari masyarakat yang plural. 



Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di antara isi Piagam Madinah adalah:

1. Kaum Yahudi bersama kaum muslimin wajib turut serta dalam peperangan.

2. Kaum Yahudi dari Bani Auf diperlakukan sama kaum muslimin.

3. Kaum Yahudi tetap dengan Agama Yahudi mereka, dan demikian pula dengan kaum muslimin.

4. Semua kaum Yahudi dari semua suku dan kabilah di Madinah diberlakukan sama dengan kaum Yahudi Bani Auf.

5. Kaum Yahudi dan muslimin harus saling tolong menolong dalam memerangi atau menhadapi musuh.

6.Kaum Yahudi dan muslimin harus senantiasa saling berbuat kebajikan dan saling mengingatkan ketika terjadi penganiayaan atau kedhaliman.

7. Kota Madinah dipertahankan bersama dari serangan pihak luar.

8. Semua penduduk Madinah dijamin keselamatanya kecuali bagi yang berbuat jahat.

Dari perjanjian ini tampak bahwa Rasulullah SAW tidaklah mendirikan negara Islam, melainkan sebuah negara yang berdasarkan kesepakatan unsur-unsur yang menghuni negara Madinah. Dari sinilah kemudian lahir istilah masyarakat madani. Masyarakat yang berperadaban. 

***

Di Jakarta,1300 tahun tahun kemudian, tepatnya tanggal 18 Agustus 1945, panitia 9 yang terdiri dari: Ir. Sukarno, Drs. Muhammad Hatta, KH. Wahid Hasyim, H. Agus Salim, Abdul Kahar Muzakir, A. A. Maramis, Abikusno Cokrosuyoso, Mr. Ahmad Subarjo, Mr. Muhammad Yamin menyepakati dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara serta menetapkan UUD 1945. 

Memang, sempat ada ketegangan perihal sila pertama dalam Piagam Jakarta. Pihak Indonesia Timur yang diwakili oleh A. A. Maramis menuntut penghapusan 7 kata pada sila pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluknya" hanya menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" saja. Jika tidak dihapus maka Indonesia Timur akan memisahkan diri dari republik yang baru saja kemerdekaannya diproklamasikan itu. Namun pada akhirnya pihak Islam, demi persatuan, lapang dada untuk menerima penghapusan 7 kata tersebut. 

Toh secara dalam pandangan para ulama, walaupun tidak dituliskan 7 kata tersebut, kenyataannya umat Islam tetap wajib menjalankan syariat Islam. Meski dalam beberapa hukum tertentu seperti hudud dan jinayat tidak bisa diterapkan oleh negara, namun hal ini mengikuti kaidah fiqh yang berbunyi "menolak kerusakan lebih diutamakan daripada mengambil kebaikan". Implementasinya, persatuan lebih diutamakan daripada perpecahan. Selain itu, pada saat itu bangsa yang baru saja merdeka ini, masih terancam oleh keinginan Belanda untuk menguasai Indonesia kembali. 

Apakah hari ini kaidah itu masih berlaku? Menurut saya jelas masih berlaku. Karena hingga kini, bayang-bayang perpecahan bangsa masih menghantui. Ingat, sepanjang sejarah bangsa ini masih banyak terjadi konflik yang berlatarbekalang agama. Apalagi akhir-akhir ini jurang perpecahan semakin menganga akibat perbedaan pandangan politik dan pemahaman ekstrem dan radikal. 

Pancasila adalah konsensus nasional para pendiri bangsa ini, yang setengahnya adalah para ulama. Lalu ketika ada kelompok yang ingin mengganti dasar negara ini dengan ideologi lain, maka hal itu merupakan pengkhianatan terhadap bapak-bapak bangsa kita. Pengkhiatan kepada para ulama dan santri serta para pejuang yang telah memerdekakan bangsa ini. 

***

Walhasil, hijrah merupakan momentum persatuan, sebagaimana Rasulullah SAW mempersatukan masyarakat Madinah yang berbeda etnik dan agama dalam sebuah konsensus yang disebut Piagam Madinah. Rasul SAW berhasil membangun masyarakat Madinah yang berbeda-beda dalam sebuah negara untuk mencapai tujuan yang sama. Dalam bahasa kita kini: Bhineka Tunggal Ika. 

Semangat hijrah juga merupakan semangat membangun peradaban. Peradaban dalam bahasa Arab diungkapkan dengan "tamaddun", "madaniyah". Istilah ini berasal dari kata madinah. Ketika Rasulullah SAW mengganti nama Yatsrib dengan Madinah, tentu beliau memiliki maksud, yakni bahwa Rasulullah SAW ingin membangun sebuah peradaban.

Dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari tiga faktor yang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban. Ketiga faktor tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi, dan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Dan Rasulullah SAW telah memulai itu. Di Madinah beliau SAW meletakkan dasar-dasar pemerintahan, sistem ekonomi, dan ilmu pengetahuan melalui ajaran Islam yang dibawa beliau SAW. Dari sinilah Islam kemudian menyebar ke Afrika, Asia, dan Eropa. 

Islam adalah agama peradaban. Artinya agama yang membangun peradaban. Islam berkembang dan tersebar luas bukan oleh ekspedisi militer, bukan juga oleh gerakan politik. Islam maju dan berkembang karena Islam membangun peradaban. Karena itulah hijrah dijadikan sebagai awal dari kalender Islam. 

Perdaban Barat yang maju hingga menemukan bentuknya seperti saat ini karena bersentuhan dengan peradaban Islam dalam perang salib. Jika tak ada perang salib, mustahil barat mampu mencapai kemajuan seperti saat ini. 

Selamat tahun baru Hijriah 1439 H, mari jadikan hijrah sebagai momentum persatuan dan spirit membangun peradaban.





Penulis adalah Wakil Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Ahlussunnah, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

PCNU Rembang Imbau Calhaj Jaga Akhlak Selama Bertamu di Tanah Suci

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Rembang berpesan kepada para jamaah calon haji untuk tetap menjaga ahlak selama berada di tanah suci. Pihak PCNU Rembang berdoa agar calon jamaah haji dari Rembang terus mengalir sepanjang tahun. Mereka berharap warga Kabupaten Rembang yang menunaikan haji selamat sampai tujuan, serta menjadi haji mabrur.

Demikian disampaikan oleh Ketua PCNU Rembang KH Ahmad Sunarto dalam sambutan doa bersama bagi calon jamaah haji di aula Pesantren TPI, Rembang, Sabtu (27/8).

PCNU Rembang Imbau Calhaj Jaga Akhlak Selama Bertamu di Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Rembang Imbau Calhaj Jaga Akhlak Selama Bertamu di Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Rembang Imbau Calhaj Jaga Akhlak Selama Bertamu di Tanah Suci

"Semoga ibadah para calon jamaah haji diterima oleh Allah SWT, dapat memenuhi syarat dalam berhaji, dan yang paling penting menjaga akhlak selama beribadah dan berada di tanah suci,” terang Kiai Sunarto.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam doa bersama ini tampak tiga kiai besar di Kabupaten Rembang memberikan doa kepada ratusan jamaah haji yang mengikuti doa bersama. Mereka adalah KH Ahmad Taschin, KH Ridwan Muslih, KH Nasrullah Mutho Al-Khafid. Pertemuan ini ditutup oleh KH Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus).

Calon haji yang tergabung dalam Kloter 48 yang berangkat dari kantor PCNU Rembang, setelah doa bersama di aula Pesantren Raudlatuttholibien Leteh Rembang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menjelang keberangkatan jamaah haji, Gus Mus tampak menenangkan salah satu cucunya yang ditinggal kedua orang tuanya haji. Putra kedua dari pasangan Raabiatul Bisriah dan Wahyu Salvana menangis karena tahu akan ditinggal kedua orang tuanya dalam waktu yang agak lama.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Kementerian Agama Rembang Shalehuddin mengabarkan bahwa ada satu jamaaah haji asal Kabupaten Rembang yang tergabung dalam Kloter 38 yang berasal dari Desa Gegersimi Kecamatan Pamotan. Ia sudah lebih dulu berangkat pada 23 Agustus lalu, dikabarkan gagal berangkat ke tanah suci, diduga mengidap penyakit TBC.

Mengenai kelengkapan identitas calon jamaah yang gagal berangkat, Shalehudin mengaku belum mendapatkan konfirmasi secara jelas. Menurutnya, jamaah tersebut masih menjalani perawatan di RS Moewardi Solo. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Ulama, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 08 Desember 2017

Diklat Muharrik Masjid NU Digelar di NTB

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah menggelar Pendidikan dan Latihan (diklat) Muharrik atau Kader Penggerak Masjid untuk wilayah Jawa Barat dan Banten, Jawa Tengah, kini Pengurus Pusat Lembaga Ta`mir Masjid NU (LTMNU) kembali menggelar kegiatan serupa untuk kawasan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Diklat Muharrik Masjid NU Digelar di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklat Muharrik Masjid NU Digelar di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklat Muharrik Masjid NU Digelar di NTB

Diklat dalam rangka pemakmuran masjid dan jamaah tersebut? dibuka Ketua Umum LTM PBNU KH Abdul Manan A. Ghani di aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Mataram, Kamis malam (27/6). Kegiatan tersebut akan berlangsung sampai Sabtu (29/6).

Dalam sambutannya Kiai Manan mengatakan, ada sekitar sejuta masjid di Indonesia. Menurut para peniliti, 80 persen masjid itu dibangun warga NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumlah sedemikian banyak itu, kata Kiai Manan, adalah potensi besar untuk perjuangan memakmurkan umat di sekitar masjid itu, “Dengan demikian, kita harus menjadikan masjid bukan hanya sekadar tempat shalat, tapi pemberdayaan umat,” tambahnya.

Karena masjid di Indonesia itu paling banyak di dunia, sehingga LTMNU harus bekerja keras untuk mengingatkan warga NU supaya menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk tujuan itu, PP LTMNU telah menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di 17 wilayah, menggelar Rapat Pimpinan Daerah di 50 kabupaten dan kota, “Kemudian menggelar diklat muharrik (penggerak masjid) NU.

Kiai Manan kemudian menegaskan program tujuh aksi masjid, yaitu salamatan fiddin. LTMNU harus memperkuat akidah ahlu sunah, syariah, dan akhlak jamaah.

Wafiyatan fil jasad, menjadikan masjid sebagai pusat kesehatan. Masjid harus bersih dan sehat. Wjiyadatan fil-ilmi, masjid sebagai pusat kegiatan keilmuan, misalnya dengan mendirikan TPA, pengajian akhlak, tafsir, atau bidang-bidang lain sesuai dengan keinginan jamaah.

Wabarokatan fi rizky, masjid harus menjadi pemberdayaan umat, “Penguatannya melalui zakat, maka harus diaktifkan LAZISNU untuk membangun kewirausahaan umatnya,” katanya.

Wataubatan qobla maut, menjadika masjid sebagai pusat dakwah. Warohmatan qoblal maut, masjid sebagai kegiatan sosial, menolong orang sakit, atau terkena bencana.

Wa maghfirotan ba’dal maut, di masjid juga tempat untuk mendoakan orang, yaitu dengan tahlilan, istighasah, Yasinan, ratiban, berzanjinan, atau laillatul ijtima’.? ?

Penulis: Abdullah Alawi? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 02 Desember 2017

Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Golongan Ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja) merupakan representasi dari Islam moderat zaman dahulu dan sekarang. Hal itu dikatakan Dr Mahir Hasan Al Munajjid, Cendekiawan Muslim Syiria saat menyampaikan Halaqah Quraniyyah di Masjid Darul Ilmi Universitas Muria Kudus (UMK), Jumat (20/1).?

Dalam halaqah bertajuk Pesan Damai dan Cinta Tanah Air dalam Kajian Al-Quran itu Dr Mahir menyatakan lantaran golongan Aswaja ada di tengah-tengah sehingga tidak eksklusif dan kaku dalam menyikapi khilafiyah.

Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat

Dalam kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta itu, Dr Mahir yang juga dosen di Jamiah Imam Syafii Cianjur tersebut berbicara menggunakan bahasa Arab. Gus Nasih sebagai penerjemah sesi pertama sedangkan Dr. Faiz penerjemah sesi kedua.

Dosen kelahiran Syiria tahun 1971 itu membeberkan, kelompok Khawarij terdiri dari orang yang keras hatinya karena hidup di padang pasir. Alih-alih ketika salah satu kelompok ini mendatangi Rasul.?

Etika yang tidak digunakannya tidak sopan, sampai-sampai memegang kerah baju Nabi. Sehingga kelompok ini disebut qaswatul qalbi, keras hatinya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masih menurut Mahir, sumber perpecahan ialah ketika sahabat Umar wafat. Ketika pintu fitnah terbuka mereka saling mengkafirkan dan menyesatkan.?

Doktor jebolan jamiah Umu Darman tahun 2011 itu menegaskan, jika ingin selamat tetaplah berpegang teguh kepada jamaah. Karena kebenaran itu menyertai jamaah (mayoritas).?

Dikatakannya di dalam al-Quran sudah dijelaskan agar mengikuti jamaatil muslimin. Begitu juga di hadits agar berpegang teguh kepada jamaah. “Jamaah adalah representasi kebenaran,” imbuh Dr Mahir.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Orang-orang yang ada di luar lingkaran Aswaja tidak boleh asal dikafirkan. Karena sebagaimana yang diajarkan Nabi, sitirnya tidak boleh dikafirkan. Karena mereka juga sesama muslim.?

Sebagai kelompok mayoritas, pengikut Aswaja juga perlu waspada utamanya kelompok minoritas. “Mereka bekerja sama dengan dengan Negara luar untuk memberangus Aswaja dari muka bumi ini,” kata Mahir. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 21 November 2017

Ramadhan, Laboratorium Pendidikan Karakter

Oleh A Muchlishon Rochmat

Sudah sepekan lebih kita malaksanakan ibadah puasa Ramadhan tahun 1438 H. Kedatangan bulan Ramadhan disambut gegap-gempita oleh kaum Muslimin di seluruh dunia, bahkan yang non-Muslim ikut merasakan berkahnya Ramadhan. Di bulan suci Ramadhan ini, umat Muslim melaksanakan ibadah tahunan (annual worship) yaitu puasa (shiyam) Ramadhan selama satu bulan penuh.

Ramadhan, Laboratorium Pendidikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Laboratorium Pendidikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Laboratorium Pendidikan Karakter

Secara harfiah puasa atau shiyam memiliki makna menahan diri dari segala hal meskipun sebelumnya dihalalkan. Puasa bukan hanya melulu urusan makan, minum, dan berhubungan badan, tetapi kita bisa menarik makna puasa kepada dimensi yang lebih luas seperti menahan diri dari kerakusan harta benda, menahan diri dari yang bukan hak kita dan menahan diri dari sikap mementingkan diri sendiri.

Ramadhan merupakan bulan yang sangat unik. Bagaimana tidak? Hanya dalam satu bulan, kemapanan tatanan sosial yang berjalan selama sebelas bulan sebelumnya bisa berubah total. Di bulan-bulan lainnya kita bisa makan sesuka kita, minum sesuka kita dan berhubungan–tentunya dengan istri yang sah–sesuka kita, kapanpun. Tetapi dengan kedatangan Ramadhan, semua itu berubah. Setiap Muslim berlomba-lomba untuk lebih giat beribadah kepada-Nya. Ibarat sebuah penjualan, bulan Ramadhan menawarkan bonus dan door prize yang begitu besarnya sehingga kaum Muslimin tak ingin melewatkan itu semua dengan sia-sia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ramadhan merupakan mashdar (infinitive) yang berasal dari kata ramidha-yarmadhu yang secara literal bermakna membakar, menyengat karena terik dan panas sekali. Memang pada saat bulan Ramadhan, cuaca di wilayah Arab begitu panasnya sehingga mampu membakar sesuatu yang kering. Dengan diwajibkannya puasa Ramadhan sejak tahun Ke-2 Hijriyah, Ramadhan ditetapkan sebagai bulan pembakar dosa, pembakar syahwat dan pembakar sifat-sifat buruk. Ramadhan ibarat kawah candradimuka atau laboratorium pendidikan karakter setiap kaum Muslimin di seluruh dunia.

Selama bulan Ramadhan ini, kaum Mukminin digembleng baik fisik dan mentalnya untuk menjadi pribadi lebih baik dan bertakwa, sebagaimana firman Allah dalam Ssurat Al-Baqarah ayat 183. Ibadah puasa sangat berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya, karena ibadah puasa adalah ibadah hamba langsung kepada Rabb-nya. Hanya dia dan Allah yang mengetahui. Maka dari itu, sangat wajar kalau bulan Ramadhan menjadi laboratorium pendidikan mental karena puasa mengajarkan orang berpuasa untuk jujur, kuat, dan memiliki integritas tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ada beberapa nilai yang bisa digali dalam pelaksanaan ibadah puasa. Pertama, puasa senantiasa mengajari kita untuk menahan dan mengendalikan diri. Dengan berpuasa kita dilarang untuk makan meskipun terasa lapar, kita dilarang minum meskipun terasa haus dan dilarang berhubungan berhungunan badan suami-istri meski terasa ada hasrat. Selain mengendalikan diri dari hal-hal yang bersifat fisik, puasa juga mengajari kita untuk mengendalikan emosi dan psikis kita seperti mengendalikan diri dari korupsi, berbohong, dan dari sifat-sifat buruk. Kalau seandainya puasa para pejabat kita berkualitas dan sesuai dengan ajaran agama, maka tidak akan ada lagi korupsi, gratifikasi, dan suap-menyuap.

Kedua, puasa mengajari kita untuk peduli akan sesama (sense of responsibility). Ibadah puasa merupakan ibadah yang memiliki nilai sosial paling tinggi. Di dalam praktiknya, kita diminta untuk berlapar-laparan dan berhaus-hausan agar kita merasakan langsung penderitaan saudara-saudara Muslim kita yang kurang mampu. Hanya dengan mengalami dan merasakan langsung jiwa sosial dan kepekaan kita terhadap sesama akan muncul dan terasah. Puasa mengajari kita untuk saling berbagi dan memberi kepada saudara yang kekurangan. Tidak ada ibadah yang memiliki nilai sosial melebihi ibadah puasa. Maka patut dipertanyakan kalau seandainya ada orang yang berpuasa sebulan penuh dan ia masih saja acuh terhadap keadaan sekitarnya yang memprihatinkan.

Ketiga, puasa melatih kita untuk mempererat dan memperkokoh senasib, mencintai, dan menyayangi sesama Muslim lainnya. Saat puasa Ramadhan tiba, banyak kelompok, komunitas, organisasi dan LSM yang menggelar sahur on the road dan buka puasa bersama di masjid-masjid, rumah-rumah dan kantor-kantor. Padahal peserta yang hadir sahur dan buka tersebut tidaklah saling kenal, tetapi karena adanya ibadah puasa mereka disatukan dan dipererat dalam sebuah jalinan tersebut.

Sekali lagi bahwa puasa Ramadhan itu unik, ia mampu memutar 360% kemapanan sosial yang sudah berlangsung selama sebelas bulan sebelumnya. Sudah seyogianya kita mengisi bulan Ramadhan tahun ini dengan hal-hal yang bermanfaat dan memberi manfaat kepada yang lainnya, karena tidak ada laboratorium pendidikan karakter sebaik dan secanggih bulan Ramadhan ini.

*) Penulis adalah Jurnalis Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Wasekjen MPII PusatDari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 16 November 2017

Radikalisme Islam di Indonesia

Judul Buku: Geneologi Islam Radikal di Indonesia   

Penulis: M. Zaki Mubarak

Penerbit: LP3ES, Jakarta

Radikalisme Islam di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Radikalisme Islam di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Radikalisme Islam di Indonesia

Cetakan: 2008

Tebal: xxxvii + 384 halaman

Peresensi: Muhamad Ismaiel

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Mohammed Arkoun (1999) melihat fundamentalisme Islam sebagai dua tarikan berseberangan, yakni, masalah ideologisasi dan politis. Dan, Islam selalu akan berada di tengahnya. Manusia tidak selalu paham sungguh akan perkara itu. Bahwa fundamentalisme secara serampangan dipahami bagian substansi ajaran Islam. Sementara fenomena politik dan ideologi terabaikan. Memahami Islam merupakan aktivitas kesadaran yang meliputi konteks sejarah, sosial dan politik.

Demikian juga dengan memahami perkembangan fundamentalisme Islam. Tarikan politik dan sosial telah menciptakan bangunan ideologis dalam pikiran manusia. Nyata, Islam tidak pernah menawarkan kekerasan atau radikalisme. Persoalan radikalisme selama ini hanyalah permaianan kekuasaan yang mengental dalam fanatisme akut. Dalam sejarahnya, radikalisme lahir dari persilangan sosial dan politik. Radikalisme Islam Indonesia merupakan realitas tarikan berseberangan itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tepat di sinilah, buku Geneologi Islam Radikal di Indonesia mengungkap realitas politisasi dan radikalisasi Islam. Zaki membuat batasan antara Islam sebagai ajaran penuh damai dan Islam setelah terkooptasi politik ke-Indonesia-an. Baginya, radikalisme merupakan persoalan kompleksitas yang tidak berdiri sendiri. Hampir seluruhnya memiliki pendasaran sangat politis dan ideologis. Layknya sebuah ideologi yang terus mengikat, radikalisme menempuh jalur agama untuk dapat membenarkan segala tindakan anarki. Maka, Islam tak sama dengan radikalisme.

Meski demikian, keberkaitan dengan kultur dan cara berpikir, membuat Islam dan radikalisme tak mengenal ruang. Seakan melebur dalam keberagamaan. Berawal dari memproduksi fanatisme, radikalisme masuk ke dalam ajaran Islam hingga dianggap bagian dari Islam. Lalu, membentuk pemahaman baru, bahwa Islam adalah agama kekerasan. Padahal, setiap agama memiliki sejarah kelam tentang paham fundamental, radikal atau kekerasan. Islam adalah satu di antara banyak agama dunia yang dituding penganjur paham fundamental.

Adalah keberimanan statis membuat radikalisme tak lekang oleh zaman. Ber-Islam dengan iman statis kerapkali menampilkan justifikasi hitam-putih hingga berlanjut pada pembelaan berlebihan terhadap keyakinannya. Saat itu, paham radikal sedang menjadi ideologi mengikat bagi kaumnya. Seperti dikemukakan Eric Hoffer tentang dogmatisme yang mencipta ketundukan mutlak. Tak hanya berhenti pada cara berpikir, dogmatisme demikian liarnya mencipta sikap pasrah.

Namun, Zaki tak mau berhenti di titik itu. Menghadirkan fakta sejarah dari pascakemerdekaan sampai kini merupakan kekuatan untuk mengungkap geneologi redikalisme Islam Indonesia. Buku ini mengungkap tapal perjalanan kaum radikal; Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Laskar Jihad sepanjang medio 2002, 2003 dan 2005 terutama setelah reformasi.



Sejarah dan Kuasa


Sejarah radikalisme Islam Indonesia sudah ada sejak dulu. Sejak Kartosuwirjo memimpin operasi 1950-an di bawah bendera Darul Islam (DI). Setelah DI, Komando Jihad (Komji) pada 1976 meledakkan tempat ibadah. Pada 1977, Front Pembebasan Muslim Indonesia melakukan hal sama. Dan tindakan teror oleh Pola Perjuangan Revolusioner Islam, 1978.

Teror perlahan memilihkan namanya sendiri untuk Islam radikal, sekalipun belum ada istilah tepat untuk menyebut realitas macam itu. Radikalisme merupakan sebentuk penguasaan tafsir atas Islam secara tekstual. Juga, peradaban teks dengan memperjuangkan formalisasi syariat. Militansi pun berlangsung dan memperkuat gerak Islam radikal di Indonesia.

Radikalisme Islam Indonesia lahir dari hasil persilangan Mesir dan Pakistan. Nama-nama seperti Hassan al-Banna, Sayyid Qutb dan al-Maududi terbukti memengaruhi. Pemikiran mereka membangun cara memahami Islam ala garis keras. Setiap Islam disuarakan, nama mereka semakin melekat dalam ingatan. Bahkan, sampai tahun 1970-1980-an ikut menyemangati perkembangan komunitas usroh di banyak kampus atau organisasi Islam. Juga, FPI dan HTI.

Istilah radikalisme Islam kian menguat tak hanya pada matra tekstualitas agama. Persentuhan dengan dunia kini, menuntut adanya perluasan gerakan. Mulai dari sosio ekonomi, pendidikan hingga ranah politik.

Mungkin, di sinilah letak kekuatan radikalisme Islam Indonesia. Semakin melekat dalam setiap segmentasi sosial, semakin susah dibendung. Ia pandai membaca ruang sosial yang tak cepat lekang. Karena memahami setiap ruang akan mengantarkan radikalisme mencipta mentalitas kultural.

Dari sini, ideologi radikal tampak begitu dekat dengan permainan kuasa. Menempuh jalur politik diyakini dapat mengantarkan Islam pada kondisi lebih tinggi, yaitu, mimpi formalisasi syariat dan terbentuknya negara Tuhan.

Sampai kini, kaum radikal terus berjuang untuk dua hal itu, baik melalui lobi-lobi politik maupun fundamental-ideologis. Ironisnya, Islam hanya dijadikan pendasaran politik kepentingan. Padahal, dalam praktiknya, teror, anarki dan kekerasan secara bergantian dilakukannya. Tidak ada batas baik-buruk, moral-amoral. Semuanya berjalan di tataran politik yang menjauh dari Islam. Akhirnya, radikalisme kadang keliru dalam memahami Islam.

Antara fundamental-ideologis atau kuasa politik, tak bisa menolak realitas pengeremangan Islam. Pemurnian Islam yang dibayangkannya terjebak pada penistaan. Egoisme politik telah mengaburkan cara beragama mereka. Dan, mimpi formalisasi syariat dengan tindak kekerasan hanya menyudutkan Islam. Bahwa Islam sebentuk agama penganjur kedamaian sekaligus keretakan sosial.

Memang, kaum radikal terus mengulang sejarah politisasi agama yang berujung pada sebuah penistaan. Buku ini mencontohkan, bagaimana aksi teror Komando Jihad tahun 1976 hanya menyisakan keresahan sosial. Orang tak lagi nyaman dalam beragama, sebab dihantui kecurigaan antarsesama.

Hingga penelitian ini selesai pada akhir 2005, dogmatisme-ideologis dan permainan kuasa politik masih diminati oleh kelompok Islam radikal Indonesia. Sama seperti meminati kekerasan di jalan Allah.



Peresensi adalah Peraih Paramadina Fellowship 2008
Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 15 November 2017

Inilah Bunyi Ikrar Kesetiaan Pagar Nusa kepada NKRI

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sedikitnya 3000 pesilat mengikuti apel akbar Pagar Nusa di di lapangan Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah, Ahad (29/3). Dalam acara itu, mereka mengucapkan ikrar kesetiaan kepada Negara Kesatuan Repuiblik Indonesia (NKRI).

Inilah Bunyi Ikrar Kesetiaan Pagar Nusa kepada NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Bunyi Ikrar Kesetiaan Pagar Nusa kepada NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Bunyi Ikrar Kesetiaan Pagar Nusa kepada NKRI

Diawali dengan takbir tiga kali, ikrar itu dibaca Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali secara sepotong-potong, kemudian diikuti semua peserta apel. Berikut bunyi teks ikrar kesetiaan Pagar Nusa dengan disaksikan ratusan tamu undangan.

 

Bismillahirrahmanirrahim

Asyhadu alla ilaaha illa-Llah, wa asyhadu anna muhammadar rasululuLlah, radlitu billahi rabba.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kami keluarga besar Pencak Silat Pagar Nusa seluruh Indonesia, berikrar:

Pertama, menjaga ukhuwah diniyyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah, untuk keberlangsungan dakwah islamiyah ala Ahlussunnah wal Jamaah, demi keutuhan NKRI dan kedamaian umat manusia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dua, mengawal perjuangan NU, kiai dan pesantren dalam menjaga ideologi, amalan, dan tradisi Aswaja, dari gempuran atau ajaran radikalisme.

Tiga, senantiasa meningkatkan keimanan, memperkokoh kebangsaan, serta menjunjung tinggi akhlakul karimah.

Usai ikrar, H. Asad menyampaikan tausiyah kepada pesilat Pagar Nusa. Ia mengajak Pagar Nusa meneruskan perjuangan para wali dan ulama yang telah melahirkan Nahdlatul Ulama. Saat ini, katanya, NU telah menjadi tulang punggung bangsa Indonesia.

 

Asad juga menegaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan perwujudan ayat Al-Quran yang berbunyi wama arsalnaaka illa rahmatallil alamin. "Islam itu rahmat untuk semesta alam, bukam Islam berdarah-berdarah. Bukan pula Islam yang membunuh orang tanpa alasan tetapi Islam yang penuh kasih sayang," tandasnya.

Di akhir tausiyahnya, Asad mempertegas komitmen Pagar Nusa bahwa NKRI harga Mati. "Kalau saya tanya siapa kita, jawab NU. Siapa kita, Pagar Nusa. NKRI harga mati, Pancasila Jaya," katanya penuh semangat. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 10 November 2017

Kiai Tolhah Hasan: IPNU Harus Mampu Jawab Tantangan Saat Ini

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menteri Agama era Presiden Abdurahman Wahid, KH Muhammad Tolhah Hasan berpesan, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) harus mampu menjawab segala macam tantangan yang berkembang saat ini. Salah satu caranya adalah dengan mendesain dan melaksanakan program kerja yang menekankan pada kreativitas, inovasi, karya dan memiliki karakter yang kuat.

Kiai Tolhah Hasan: IPNU Harus Mampu Jawab Tantangan Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tolhah Hasan: IPNU Harus Mampu Jawab Tantangan Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tolhah Hasan: IPNU Harus Mampu Jawab Tantangan Saat Ini

“Program kerja jangka panjang tidak boleh luput. Sumber daya manusia yang berkualitas sudah sangat banyak, termasuk alumni yang tersebar di berbagai bidang. Ini harus benar-benar dimanfaatkan secara cerdas,” jelasnya saat membuka Rakerwil IPNU Jatim di Aula Pondok Pesantren Teknologi Ma’arif Singosari, Malang, Jawa Timur, Sabtu (30/1).

Salah satu pendiri Universitas Islam Malang (Unisma) ini juga berpesan pada pengurus IPNU, masa depan NU ditentukan oleh komitmen dan militansi dalam berproses di IPNU. Ia kemudian mencontohkan, salah satu kader sukses IPNU yang cukup membanggakan yakni Abdullah Azwar Anas. Menurutnya, mantan Ketua umum Pimpinan Pusat IPNU tersebut telah berhasil membuktikan bahwa menempa diri dengan sebaik-baiknya merupakan sebuah keharusan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dia (Azwar Anas, red) menjadi bupati terpilih dua periode bahkan baru-baru ini mendapatkan penghargaan dunia karena berhasil mengembangkan potensi wisata di Banyuwangi. Ke depan kita optimis ada yang seperti itu. Meski mengabdi pada umat bisa dengan apa saja tidak harus terjun di politik,” tegas penulis buku “Islam dalam Perspektif Sosio Kultural” ini.

Rakerwil kali ini mengangkat tema “Meningkatkan Sinergitas Menuju Tata Kelola Organisasi Berintegritas”. Ketua PW IPNU Jatim Haikal Atiq Zamzami mengatakan, IPNU tengah menghadapi tantangan yang cukup berat, yakni problem radikalisasi dan narkoba yang menimpa generasi muda. Apalagi dewasa ini? kedua masalah tersebut telah banyak menyasar pelajar, santri dan mahasiswa. Maka, menurutnya, gerakan yang sinergis, inovatif, dan mampu cepat berdaptasi dengan perubahan adalah hal yang tak bisa ditawar. (Lukman Hakim El Baqeer/Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Internasional, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah