Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan seni budaya dan religi berupa Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) sampai sekarang masih dilestarikan, karena ada yang peduli terhadap nilai tradisi dan syiar Islam yang diwariskan Sunan Kalijaga ini.

Demikian disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Prof Dr Dahlan Taib ketika membuka PMPS tahun Ehe 1940 atau 2007 Masehi yang berlangsung di Alun-alun Utara Yogyakarta, Jumat (23/2) petang.

Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam

"Jika tidak ada kepedulian, mungkin tradisi budaya ini akan punah, seiring dengan berkembangnya masyarakat di era globalisasi," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PMPS merupakan kegiatan tahunan yang bermula dari syiar agama Islam yang dilakukan Sunan Kalijaga melalui kegiatan seni budaya. Sekaten sendiri berasal dari kata "syahadatain" atau dua kalimat sahadat, yakni bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah.

Walikota Yogyakarta Herry Zudianto dalam sambutannya mengatakan PMPS merupakan even budaya yang lahir sejak awal penyebaran agama Islam pada masa Kasultanan Demak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sekaten yang pada awalnya merupakan media syiar agama Islam, kini berkembang mejadi media pemberdayaan berbagai potensi daerah," kata dia.

Ia mengatakan, seiring perkembangan zaman, keinginan untuk terus memberi ruang dakwah sekaligus melestarikan sejarah dan nilai luhur budaya bangsa, diwujudkan dalam penyelenggaraan PMPS ini.

"Penyelenggaraan PMPS tahun ini dititikberatkan untuk pemberdayaan berbagai potensi daerah agar tetap mencerminkan nilai religi dan budaya lokal yang adiluhung. Maka, apa yang ditampilkan dalam PMPS diupayakan semaksimal mungkin dapat mencerminkan identitas dan keragaman masyarakat Yogyakarta," katanya.

Sejalan dengan itu, kata dia, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diberi ruang yang lebih leluasa di arena PMPS, dengan harapan potensi lokal dapat terakomodasi dengan baik.

"Dengan kemampuan optimalisasi kekuatan dan keunggulan oleh pelaku ekonomi PMPS ini, dapat dijadikan sarana promosi untuk menggeliatkan roda ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, tradisi sekaten dapat menjadi lokomotif kerakyatan," kata Walikota Yogyakarta.

(sam/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, IMNU, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 26 Februari 2018

IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah

Purworejo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam rangka memeriahkan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Ngombol menggelar festival hadrah di Desa Tunjungan Ngombol, Sabtu(15/12). 

IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah

Festival diikuti oleh 14 grup hadrah yang ada di Ngombol dan sekitarnya. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Ngombol, jajaran Muspika dan beberapa pengurus MWC NU setempat.

Menurut ketua PAC IPPNU Ngombol Jeklin Mandani, rencananya kegiatan hanya Makesta dengan out bond sebagai pamungkasnya. Namun demikian acara jadi ada penambahan dan berhasil sukses dilaksanakan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Awalnya kita hanya mau mengadakan Makesta. Namun atas usulan masyarakat utamanya tokoh NU setempat, kita adakan Festival Rebana ini. Walaupun kami hanya persiapan dua minggu, Alhamdulillah acara sukses dengan antusias masyarakat yang tinggi” ungkapnya.

Terpisah, Ky Ihsanudin selaku tuan rumah sekaligus Pembina IPNU mengungkapkan kebanggaanya kepada panitia yang telah sungguh-sungguh dalam melaksanakan kegiatan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya bangga mereka yang baru beberapa bulan dilantik sudah membuat gebrakan. Acara ini mengangkat moral rekan dan rekanita sekaligus syiar yang bagus melalui budaya dan kesenian. Semoga ke depan mereka bisa lebih baik lagi dalam mewarnai kepemudaan di Ngombol,”tandasnya.

Adapun Makesta dibuka sore harinya usai festival hadrah dengan diikuti 40 peserta IPNU dan IPPNU selama dua hari. Peserta mendapat beberapa materi seperti aswaja, kenu-an, ke-ornanisasi-an dengan dikemas dengan fun games yang menarik dari PC IPNU-IPPNU Purworejo. Dani, salah satu peserta mengaku senang dengan adanya acara ini. 

“Selain tambah pengetahuan dan teman saya terkesan dengan acara ini utamanya ketika makan satu lengser rame-rame. Itu membuat rasa kekeluargaan kami menjadi menyatu,” paparnya.

Makesta dikawal langsung oleh tim fasilitator IPNU-IPPNU Kabupaten Purworejo. Turut hadir pula Ahmad Naufa dan Aniroh selaku ketua PC IPNU dan IPPNU untuk memberikan motivasi dan dukungan moral. 

Dalam sambutannya Aniroh berharap para peserta menjadi kader-kader yang siap berjuang memajukan Islam dan kepemudaan di daerahnya masing-masing. Adapun acara berjalan dengan lancar, tertib dan aman. Nf

Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: Sita Zahro Wardati

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 09 Februari 2018

Alumni Pesantren Sarang dan Kajen Kembangkan Metode Baca Cepat Kitab Kuning

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah mengadakan pelatihan metode membaca kitab secara cepat dengan metode Al-Ikhtishor dan Al-Lubab di aula Kemenag Demak, Selasa (7/10). Sebanyak 100 perwakilan dari pengurus pesantren dan madrasah diniyah takmiliyah sekabupaten Demak mengikuti pelatihan metode yang dikembangkan alumni pesantren Mathaliul Falah dan Al-Anwar Sarang ini.

Alumni Pesantren Sarang dan Kajen Kembangkan Metode Baca Cepat Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Sarang dan Kajen Kembangkan Metode Baca Cepat Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Sarang dan Kajen Kembangkan Metode Baca Cepat Kitab Kuning

"Metode cepat membaca kitab kuning banyak. Sudah ada empat metode yang kita (Kemenag Kanwil Provinsi Jawa Tengah-red) fasilitasi. Ada metode Amtsilati, Ibtidai, Al-Lubab, dan Al-Ikhtisor. Ini merupakan solusi yang efektif bagi orang tua yang tidak punya banyak waktu untuk mendidik dan mengajari baca kitab anaknya," kata Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Jawa Tengah Mukhtasit, Selasa (7/10).

Sejalan dengan itu, belakangan ini muncul banyak metode cepat agar bisa memahami kitab kuning. "Kalau dulu perlu belajar sampai 10 tahun di pesantren, kini satu bulan cukup untuk bisa membaca kitab kuning," ujar Fakhrudin, pencetus metode Al-Lubab. Ini merupakan solusi atas minimnya waktu untuk mempelajari kitab kuning dengan panduan satu kitab Al-Lubab.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk Al-Ikhtishor sudah ada memiliki manajemen untuk mengembangkan metode ini. Di bawah naungan KH Nur Kholis, metode Al-Ikhtishor sudah berjalan selama empat tahun. Hanya dengan waktu dua bulan dalam waktu lima puluh jam sudah bisa membaca kitab gundul. Dengan pengajaran satu jam tiap harinya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kunci yang harus dipegang adalah tidak hanya hafal tapi teliti dan mau berpikir," ungkap kiai Amin Fauzan Badri selaku penulis kitab Al-Ikhtishor.

Kitab ini merupakan teori yang dilanjutkan praktik. Seseorang yang ingin menguasai kitab kuning harus praktik 3-6 bulan untuk kitab yang berkategori mudah seperti Fathul Qorib, kitab fikih Tahrir untuk menengah dan sulit untuk kitab gundul secara umum.

Metode Al-Ikhtishor, ibarat pisau, semakin sering digunakan semakin tajam. Tinggal bagaimana kita menggunakan pisau ini untuk kebutuhan kita dalam memahami kitab sebagai sumber ilmu pengetahuan. Selain itu, Semua kalangan bisa menggunakan metode ini dengan syarat bisa baca tulis latin (bahasa Indonesia) dan Arab.

Kegiatan ini merupakan respon atas keprihatinan pendidikan diniyah yang tak banyak mendapatkan perhatian dari para orang tua. Terlebih setelah dikeluarkannya Surat Edaran (SE) No. 420/006752/2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Jateng untuk melaksanakan lima hari sekolah tingkat SMA/SMK.

Ini merupakan kekhawatiaran tersendiri bagi eksistensi pendidikan diniyah di provinsi Jawa Tengah. Pasalnya, selama ini pendidikan diniyah banyak dilakukan siang/sore hari. Maka ilmu-ilmu keagamaan akan banyak dilupakan. Itulah hal yang yang dikhawatirkan Sholihin, Kabid PD Pontren Kemenag ? Jateng. (Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, Berita, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 08 Februari 2018

Asrul Sani Bawa Aspirasi Estetika Para Kiai

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dibesarkan dalam tradisi surau di Sumatera Barat, Asrul Sani memperjuangkan aspirasi para kiai. Iklim politik era Sukarno, memosisikan prinsip-prinsip estetika di dalam lingkaran aspirasi yang harus diperjuangkan di tengah masyarakat. 

Perihal ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Abdul Mun‘im DZ kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (25/3) petang.

Asrul Sani Bawa Aspirasi Estetika Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Asrul Sani Bawa Aspirasi Estetika Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Asrul Sani Bawa Aspirasi Estetika Para Kiai

“Di era Orde Lama, kesenian merupakan sebuah sarana terdepan bagi perjuangan antarpartai,” tambah Abdul Mun‘im DZ.

Pada waktu itu, lanjut Abdul Mun‘im, Asrul Sani menilai pentingnya kehadiran sayap kesenian dari para kiai tergabung dalam Partai Nahdlatul Ulama. Karena argumentasi yang bagus, Asrul Sani sanggup meyakinkan partai NU untuk membentuk lembaga kesenian yang kemudian disebut Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Argumentasi keagamaan yang dikedepankan Asrul Sani di hadapan para kiai mencerminkan kematangan Asrul Sani sebagai seniman yang dibesarkan surau.

Kepercayaan para kiai NU membuat Asrul Sani bergerak leluasa dalam memperjuangkan aspirasi Partai NU dalam bidang kesenian. Selain itu, ia menjembatani para kiai NU dan seniman yang akan bergabung di Lesbumi.

Asrul menjaring para sineas antara lain Misbach Yusa Biran, Sukarno M Noor, Usmar Ismail, dan lain-lain dalam gerbong LESBUMI. Mereka aktif menulis dan membuat film sesuai dengan prinsip estetika di kepala kiai NU, tandas Abdul Mun‘im.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Pondok Pesantren, AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 07 Februari 2018

Pengurus PP Fatayat NU Dilantik

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah penyusunan jajaran pengurus PP Fatayat NU selesai dibentuk, pada Sabtu, 6 Agustus 2010, mereka dilantik sekaligus melaksanakan rapat kerja untuk selanjutnya dilakukan aksi nyata.



Pengurus PP Fatayat NU Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus PP Fatayat NU Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus PP Fatayat NU Dilantik

Berikut susunan pengurus PP Fatayat NU periode 2010-2015:

Ketua Umum: Dra Ida Fauziyah

Ketua I: Dra Muzaiyanah Zein

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua II: Dra Neng Dara Afiah MSi

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua III: Dra Rustini Murtadho

Ketua IV: Dra Yana Lathifah Msos

Ketua V: Anggia Ermarini SPd

Ketua VI: Dr Umi Khusnul Khotimah

Ketua VII: Dr Nur Rofiah

Sekretaris Umum: Dra Siti Masrifah MA

Sekretaris I: Nur Afifah SAg

Sekretaris II: Ratu Dian Hatifah SAg

Sekretaris III: Siti Mukarromah SAg

Bendahara Umum: Rahayu Sri Rahmawati SAg

Bendahara I: Hj Santi Anisah SAg

Bendhara II: Maria Apfiati ST

Bersama-sama dengan seluruh jajaran kepengurusan lembaga dibawah Fatayat NU, mereka dilantik oleh Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf. Hadir pula dalam acara tersebut Menakertrans Muhaimin Iskandar.

Ketua Umum PP Fatayat NU Ida Fauziyah menjelaskan jumlah total kepengurusan mulai dari penasehat sampai anggota lembaga seluruhnya mencapai 99 orang. "Itu pun masih banyak orang yang ingin mengabdi," katanya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 03 Februari 2018

Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo masa khidmah 2016-2018 mengadakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab), Sabtu (28/1).

Rakercab yang digelar di aula Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces ini diikuti oleh seluruh pengurus cabang dan anak cabang se-PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo.

Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan

Dalam Rakercab ini, IPNU-IPPNU membagi menjadi beberapa komisi. Selanjutnya dari masing-masing komisi menghasilkan program yang lebih fokus pada peningkatan kuantitas dan kapasitas kader Nahdlatul Ulama (NU) yang militan.

Melalui Rakercab IPNU dan IPPNU Kabupaten Probolinggo tersebut, akhirnya digagas beberapa program unggulan disamping program wajib. “Rakercab ini bertujuan untuk menentukan arah program organisasi satu tahun kedepan,” kata Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Babus Salam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Program unggulan tersebut diantaranya pelatihan Gen-MEA (Generasi Masyarakat Ekonomi Asia), pelatihan desain grafis dan bloger dan kemah pelajar hijau. Sementara program wajibnya berupa pelatihan berjenjang meliputi Makesta/Diklatama (Masa Kesetiaan Anggota/Pendidikan dan Pelatihan Pertama), Latihan Kader Muda (Lakmud) serta Latihan Kader Utama (Lakut).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dengan program yang mengarah pada kuantitas dan kapasitas kader diharap semua lembaga pendidikan mengenal terhadap organisasi Nahdlatul Ulama yang berperan di kalangan pelajar, baik siswa maupun santri atau mahasiswa,” harapnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Nur Hakimah Ismawati. Menurutnya, program ini disusun agar mampu memberikan manfaat bagi segenap pelajar yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“IPNU-IPPNU merupakan wadah bagi pelajar NU untuk menyampaikan aspirasinya. Sebagai pengurus kami wajib menindaklanjuti keinginan para pelajar melalui program sesuai dengan kemampuan,” katanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Pesantren, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Ulama Maroko Ini Sebut Ajaran Sufi Berperan Besar dalam Perdamaian Dunia

Indramayu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah tiga minggu akademisi Sufi Internasional dan Fakultas Syariah Universitas Al-Qurawiyin Maroko, melakukan safari Dakwah di sejumlah pondok pesantren dan universitas di Indonesia, Sebagai Puncak Safari dakwah tersebut, menggelar “Diskusi Kebangsaan” di pesantren Asy-Syafi’iyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (18/7)

Ulama Maroko Ini Sebut Ajaran Sufi Berperan Besar dalam Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Maroko Ini Sebut Ajaran Sufi Berperan Besar dalam Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Maroko Ini Sebut Ajaran Sufi Berperan Besar dalam Perdamaian Dunia

Dalam kesempatan itu, Syeikh Dr Aziz al-Kubaity (Presiden Akademi Sufi Internasional), mengatakan ilmu pengetahuan tanpa dibarengi dengan pemahaman tasawuf yang benar, akan bisa melahirkan radikalisme atau terorisme atas nama Islam.

“Maraknya perseteruan atas nama agama akibat memamahi agama Islam dengan hawa nafsu, tanpa disertai dengan tazkiyah atau penjernihan hati sebagai salah satu inti ajaran tasawwuf, sehingga sering lahirnya pemahaman agama yang dilandasi nafsu dan sering mengakibatkan menyalahkan sesama muslim, dan mengklaim diri dan golongannya yang paling benar,” tutut pria yang meraih dua Doktor dari Universitas Oxford dan Universitas di Maroko itu.

Dalam sejarah-sejarah Islam di dunia mencatat, para Sufi dengan ajaran tasawufnya, mengedepankan etika bukan hanya dalam beragama, tapi juga dalam berbangsa dan bernegara. 

Bahkan sejak ratusan abad silam, di negara manapun, setiap ada konflik, para ulama tasawuflah yang berperan menggagas perdamaian konflik atas nama Agama, karena ajaran tasawuf adalam mengedepankan kedamaian semesta, dengan mencampakkan kekerasan baik personal maupun golongan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Syeikh Aziz sendiri, setiap tiga tahun sekali, menggelar Konferensi Sufi Internasional dengan peserta delegasi dari puluhan negara Islam.

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh masyarakat, kiai, dan pejabat. Serta para santri yang mengaungkan shalawat saat menyambut kedatangan rombongan ulama Maroko tersebut. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Pertandingan, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 20 Januari 2018

Kampoeng Coklat ini akan Menjadi Lokasi Halal Bihalal Warga NU

Blitar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lokasi wisata  Educasi Kampung Coklat pada 1 September 2015 nanti akan ditempati acara halal bihalal NU Kabupaten Blitar. Tidak banyak yang tahu kalau lokasi wisata ini adalah milik warga Nahdliyin.

Kampoeng Coklat ini akan Menjadi Lokasi Halal Bihalal Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampoeng Coklat ini akan Menjadi Lokasi Halal Bihalal Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampoeng Coklat ini akan Menjadi Lokasi Halal Bihalal Warga NU

Tempat ini adalah milik H Cholid Musthofa  seorang tokoh NU asal Kademangan Kabupaten Blitar. Tepatnya  berlokasi di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kab. Blitar.

Jika Anda masuk dari Kota Blitar, lokasi dapat ditempuh melalui jalan kota yang menuju ke arah kademangan, sampai ketemu jembatan Kademangan belok kiri, lurus sampai ketemu pasar kademangan, masih lurus sampai ketemu perempatan menuju kearah lodoyo (Gunung Betet) kemudian belok kiri. Ikuti jalan lurus kurang lebih 3 km. lokasi ada di utara jalan atau sisi kiri jalan, dekat dengan perbatasan Desa Plosorejo dengan Desa Darungan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di sini kita bisa melihat proses pengolahan kakao, mulai dari pembibitan, panen, penjemuran, penggilingan, grinding, memasak, menghias, dan mengemas, tergantung dari paket wisata yang kita ambil. Tarifn ya mulai Rp. 15.000  sampai dengan  Rp. 50000. Tapi kalau kita hanya bertujuan untuk berbelanja, bisa masuk dan gratis.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari lokasi parkir kita akan disambut oleh biji kakao yang sedang dijemur. Biji kakao yang dijemur ini memiliki aroma yang khas. Setelah melewati bagian ini, kita akan disambut dengan kebun kakao yang rindang dan sejuk.

Pengunjung dapat bersantai sembari menikmati makanan, karena disini juga menjual  berbagai olahan makanan, seperti bakso, rujak ulek, pepes ikan, pepes jamur, nasi putih, nasi tiwul, nasi ampok, dan tentunya minuman coklat. Kita bisa menikmati makanan yang telah kita pesan dibawah kebun coklat yang rindang.

“Coklat merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat tumbuh subur di daerah beriklim tropis, seperti Indonesia misalnya. Kendati demikian cokelat amat disukai oleh semua kalangan tanpa ada perbedaan usia, dari anak-anak hingga orang dewasa sangat menggemarinya,’’ ujar H Kholid Musthofa pemilik Kampoeng Coklat kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah pada suatu kesempatan.

Digemarinya cokelat dari berbagai kalangan tersebut, lanjut Kholid, tidak terlepas dari rasa jenis panganan ini yang dapat dinikmati dalam kondisi apapun. Selain itu juga dapat di olah dengan berbagai varian menu sesuai dengan kesukaan kita. “Lebih dari itu cokelat yang berasal dari tumbuhan Kakao ini mengandung zat yang dapat memberikan efek tenang bagi yang mengkonsumsinya,’’ kata Kholid yang juga anggota Banser  Blitar itu.

Ia menjelaskan bahwa kandungan cokelat terdapat banyak zat yang bermanfaat untuk tubuh. Diantaranya: kalori, karbohidrat, transvet, vitamin A, Vitamin E dan zat trieobromin.

“Zat Trieobromin itulah yang dapat memberikan pengaruh efek tenang bagi siapapun yang mengkonsumsi cokelat, karena itu tidak heran kalo cokelat digemari semua usia,” katanya.

Ia katakan, selain memberikan efek tenang jenis panganan yang satu ini juga dapat memberikan efek kenyang bagi yang mengkonsumsinya. Hal ini dikarenakan terdapatnya unsur karbohidrat yang kandungannya cukup banyak.

“Pesatnya pertumbuhan bisnis cokelat dewasa ini membuka pintu untuk jalur ekspor yang dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM. Fenomena seperti ini hampir terjadi seluruh pelosok negeri ini, dimana banyak tumbuh enterpreneur – enterpreneur rumahan dengan berbagai bentuk dan inovasi,” tandasnya.

Menghadapi pasar bebas, Ia tetap yakin produk Kampoeng Coklat Blitar  siap bersaing. Kendati demikian, kualitas produk dan komposisi bahan harus tetap dijaga guna menarik minat konsumen, selain itu juga tentang legalitas harus ditingkatkan.

“Secara kualitas kami siap bersaing dalam pasar bebas,  Namun itu semua juga tergantung dari kapasitas produksinya,” jelasnya.

Ia jelaskan, Kampung Cokelat, merupakan salah satu wahana edukasi baru di Kab. Blitar. Meski baru berusia setahun lebih sejak di lounching bulan April 2014 lalu, wahana wisata ini mendapatkan respon luar biasa. Terbukti banyak pengunjung dari luar kota datang, meski hanya sekedar untuk belajar tehnik budidaya tumbuhan kakao dan bisnis cokelat. Terlabih pada saat weekend atau liburan, lahan yang luasnya 1,5 hektar tersebut di sesaki 7000 pengunjung.

“Setiap pengunjung yang datang di wahana wisata tersebut bakal merasa dimanjakan oleh pihak pengelola. Pasalnya, hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 5 000,00 perak setiap orang dapat langsung menikmati seluruh fasilitas yang ada di dalamnya.

“Tiap pengunjung yang datang ke Kampung Cokelat ini tidak hanya sekedar menikmati minuman cokelat saja. Melainkan juga dapat belajar budidaya tumbuhan kakao, praktek mengolah mencetak dan menghias cokelat, serta r bisnis cokelat,” jelasnya.

Yang menarik lagi masing-masing pengunjung akan mendapatkan piagam dari pihak manajemen Kampung Cokelat dan dapat pula membeli bibit tumbuhan Kakao yang harganya relatif sangat murah. “Pengunjung dapat pula membeli bibit Kakao yang dapat di tanam di halaman rumah, hanya Rp.2000,00 per biji,” tambahnya. (Imam Kusnin Ahmad/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Berita, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 15 Januari 2018

Rafli Alumni Liga Santri Loloskan Timnas ke Semifinal Piala AFF U-18

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Alumni Liga Santri Nusantara (LSN) Muhammad Rafli Nursalim menjadi pahlawan dalam pertandingan penting timnas sepakbola di ajang piala AFF U-18 melawan Brunei Darussalam di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Rabu (13/9). Rafli yang diplot menjadi striker tunggal memborong tiga gol.

Membutuhkan kemenangan besar, Timnas asuhan pelatih Indra Sjafri ini sejak awal langsung mencoba untuk menekan pertahanan lawan. Hasilnya pertandingan baru berjalan 40 detik, Garuda Nusantara membuka keunggulan lewat sontekan kaki Rafli.

Rafli Alumni Liga Santri Loloskan Timnas ke Semifinal Piala AFF U-18 (Sumber Gambar : Nu Online)
Rafli Alumni Liga Santri Loloskan Timnas ke Semifinal Piala AFF U-18 (Sumber Gambar : Nu Online)

Rafli Alumni Liga Santri Loloskan Timnas ke Semifinal Piala AFF U-18

Sempat terjatuh, Rafli bangkit untuk kemudian menendang bola ke sisi kanan gawang lawan. Bola meluncur datar, tanpa mampu dihalau 4 pemain Brunei. 

Keunggulan tersebut kemudian digandakan oleh Egy Maulana Vikri di menit ke-18 dan 22. Di menit 41 tendangan Witan dari luar kotak penalti kembali menambah keunggulan timnas menjadi 4-0.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rafli mencetak gol keduanya di menit 42 dengan memanfaatkan umpan dari sisi kanan. Tanpa ampun pemain bernomor punggung 9 itu menceploskan bola melalui kepalanya. 

Puncaknya, jelang berakhirnya babak pertama, santri Al-Asyariyah Tangerang ini mencetak hattrick atau gol ketiga pada pertandingan ini. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menerima umpan dari Asnawi dari tengah, Rafli sempat mengecoh bek lawan, dan tendangan kaki kanannya melewati kiper lawan. Gol! 6-0 untuk Indonesia!

Di babak kedua, timnas tak mengendorkan serangan mereka. Pundi-pundi Gol pun terus bertambah, masing-masing dari Saghara dan Witan. Skor akhir 8-0 untuk Garuda Nusantara. Hasil kemenangan besar yang diperoleh timnas ini, membawa Indonesia lolos ke semifinal. (Ajie Najmuddin/Syaifullah Amin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Berita, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang

Bisa dihitung jari anak muda yang menggemari seni budaya, khususnya wayang. Satu di antaranya adalah Dandy Asghor Dawudi, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FIP Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng. Selain berselera melahap buku-buku pewayangan, Dandy –sapaan akrabnya, juga memiliki keahlian membuat wayang.

Ketertarikan Dandy terhadap wayang sejak tahun 2014 lalu ketika dia masih duduk di bangku STM (Sekolah Teknik Menengah). Dan jauh sebelum itu, pemuda kelahiran 24 Juni 1998 itu pernah menjadi anggota seni rakyat jaranan Raden Anom Dusun Bumiarjo Desa Gudo Jombang selama dua tahun.?

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang

Dandy mulai gemar membaca referensi buku-buku budaya Jawa dan sejenisnya hingga ia menemukan ketertarikan pada pewayangan. Wayang, menurut Dandy merupakan simbol-simbol budaya yang sastrawi dan sarat dengan nilai-nilai filosofis.

Wayang sendiri, ungkapnya, adalah ajaran. “Mulai dari agama, politik semua ada di wayang. Tata negara sampai tasawuf itu ada di wayang. Wayang itu cermin kehidupan, kehidupan kompleks ada di wayang.”

Dandy melanjutkan, dalam wayang semua itu menyatu. Sekarang ini ketika bicara tentang politik dipisahkan dengan nilai ketuhanan atau tanpa menyentuh Tuhan. Kalau dalam pewayangan ada Satrio pinandito sinisian wahyu. Maksudnya, seseorang berjuang (berpolitik) tidak karena kepentingan tertentu, tapi menjalankan tugas sebagai kholifah. Setiap langkahnya ada pertimbangan dengan Dewa (Tuhan). Ada keseimbangan spiritual dunia dan akhirat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau sekarang ini urusan politik ya untuk macul (demi kepentingan atau keuntungan, red) saja. Demi kekuasaan dan kepentingan belaka. Urusan dunia dan akhirat dipisahkan,” selorohnya.

Wayang juga, lanjut laki-laki bermata sipit ini, menjadi refleksi dalam kehidupan. Wayang sebenarnya simbol-simbol. Misalnya Arjuna itu simbol asmara. Arjuna kalau membunuh musuhnya, tidak pernah menusuk musuhnya. Butho melawan Arjuna pasti butho mati tertusuk kerisnya sendiri. Arjuna melawan angkara murka itu dengan cinta. “Sayangnya, sekarang wayang dianggap sekadar cerita, remeh dan tidak relevan dengan kehidupan sekarang ini,” tuturnya.

Wayang juga membawa Dandy memahami kearifan Wali Songo dalam membawa ajaran Islam di tanah Jawa, “Kata orang Jawa, Islam masuk ke Jawa itu artinya orang Jawa pulang pada dirinya sendiri. Orang Jawa sebelum masuknya Hindu dan Budha, sudah menemukan Tuhannya sendiri, bahwa alam semesta itu ada yang menciptakan, dan mereka memeluk kepercayaan Kapitayan. Wali Songo masuknya lewat aliran kepercayaan tersebut. Jadi, istilahnya bukan shalat, tapi sembahyang, itu adalah sembah hyang atau menyembah Tuhan. Tempat ibadah orang Jawa namanya sanggar pamujan, menjadi langgar, langgar yang kuno pasti ada bulatan kosong. Itu warisan dari Kapitayan,“ papar Dandy.

Sayangnya, sesal Dandy, saat ini budaya, termasuk wayang, fungsinya lebih banyak untuk kepentingan komersial. “Kalau di Jawa itu, ada keris, ada pedang, ada pacul. Keris itu integritas, inti ajaran, inti, watak, karakter. Kalau pedang itu kekuasaan dan politik. Kalau pacul itu alat mencari uang. Akan tetapi, saat ini keris juga difungsikan sebagai pacul, segala sesuatu dikomersilkan,” ungkapnya.

Selain mendalami pewayangan, Dandy juga memiliki keahlian membuat wayang. Keahliannya itu bermula ketika dia melihat salah satu tayangan di TV di mana ada salah seorang perajin wayang yang memanfaatkan kertas duplek untuk membuat wayang. Kertas duplek itu pengganti kulit yang tentu saja mahal harganya. Dandy yang tertarik wayang mulai mengikuti jejak dengan mulai menggambar atau membuat sketsanya. Tidak mudah membuat sketsa wayang, “Ngepaskan pas ndingkluknya (nunduknya, red) agak susah. Dan ketika membuat biasanya butuh ketenangan batin. Awalnya memang tidak bisa, mblendot-mblendot, lama-kelamaan menjadi bagus,” akunya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk bahan membuat wayang, Dandy membutuhkan kertas duplek, lem, tatak untuk nyungging yang terbuat dari paku dudur yang direnda. “Selama ini yang paling susah nyeketsanya,” katanya. Proses awalnya, kertas duplek disket dulu, lalu disatukan, trus disungging, dicari gapit, tangan dikasih sendi-sendi, kemudian jadi. “Kadang prosesnya butuh dua jam selesai, kadang bisa berhari-hari kalau lagi tidak tenang,” selorohnya sambil tertawa.

Dandy selama ini membuat wayang secara otodidak karena tidak ada komunitas yang bisa diikuti di Gudo. Sampai sekarang Dandy sudah membuat sekitar 20 wayang plus 3 gunungan. Dengan tokoh yang berbeda-beda, seperti Semar, Arjuna, Bratasena, Dewa Amral, Gatutkaca,dan lain sebagainya. (Robiah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Nusantara, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 07 Januari 2018

Saran MUI Agar Kesalahan Dai TV Tidak Terulang Lagi

Gorontalo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengatakan, untuk menjadi ustadz atau ustadzah seseorang harus mengetahui kapasitas dirinya sendiri. Insan pertelevisian dan masyarakat juga harus selektif dan pandai dalam memilih ustadz atau ustadzah untuk mengisi ceramah di televisi.

Kiai Cholil menyarankan, meski sang dai televisi yang berbuat kesalahan tersebut sudah minta maaf, namun harus ada tindak lanjut agar kesalahan-kesalahan dalam berceramah tidak terus terulang kembali. 

Saran MUI Agar Kesalahan Dai TV Tidak Terulang Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Saran MUI Agar Kesalahan Dai TV Tidak Terulang Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Saran MUI Agar Kesalahan Dai TV Tidak Terulang Lagi

“Pertama, bagi kita yang hendak menyampaikan ajaran Islam di publik harus menyiapkan materi sebaik-baiknya agar apa yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Kiai Cholil kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Selasa (5/12).

Kedua, para dai seharusnya hanya menyampaikan sesuatu pengetahuan yang telah diketahui dan diyakini pasti kebenarannya menurut dalil syar’i. Seorang dai jangan menyampaikan materi ceramah yang tidak diketahui dan menjawab semua pertanyaan hanya berdasarkan sangkaan saja. 

Ketiga, jika belum mampu menjadi guru hendaklah menjadi santri atau pelajar. Seorang dai harus lah seseorang yang benar-benar menguasai ilmu agama agar tidak terjadi penyesatan ajaran Islam. Mereka tidak cukup hanya belajar agama dari internet atau terjemahan teks-teks keagamaan saja lalu kemudian berceramah yang disaksikan khalayak umum.

Beberapa hari yang lalu, ada seorang penceramah di salah satu stasiun televisi swasta yang melakukan kesalahan fatal dalam penulisan Al-Qur’an, Surat Al-Ankabut ayat 45. Saat sang dai tersebut berceramah, ayat tersebut muncul pada layar yang terletak di belakangnya. Ayat tersebut tampak seperti ditulis menggunakan tangan. Namun, tulisan ayat yang ada di layar tersebut berbeda dengan tulisan ayat asli yang ada di dalam Al-Qur’an. Dengan cepat, kesalahan ini menjadi viral di dunia maya. Banyak pihak yang menyayangkan kesalahan tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya melihatnya tidak semata-mata soal kesalahan media papan tulisnya saja, tetapi juga karena minimnya kompetensi yang bersangkutan,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Berita, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 06 Januari 2018

Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rezza Septian, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bandung terpilih secara aklamasi menjadi ketua Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia pada momen Musyawarah Besar di Gedung Pascasarjana UPI, Kamis (29/12/2016).

Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI

"Semoga Rezza mampu menakhodai FKM dengan baik dan mampu menjadikan FKM sebagai tempat refrentatif bagi mahasiswa Pascasarjana dalam mengembangkan aktualisasi diri seluruh mahasiswa Pascasarjana " kata Nurul Fatonah, Ketua Panitia Mubes FKM.

Rezza yang juga sebagai mahasiswa Pascasarjana Jurusan Bimbingan dan Konseling mengajak kepada seluruh mahasiswa agar Satu barisan dan satu cita menuju organisasi leading dan outstanding dalam kerangka tridarma perguruan tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Keberadaan FKM merupakan penunjang dalam rangka peningkatan keilmuan dan sebagai media aktualisasi diri mahasiswa di pascasarjana UPI," kata Reza.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, kata Rezza, FKM merupakan satu-satunya organisasi intra kampus yang mewadahi aspirasi dan apresiasi mahasiswa pascasarjana UPI.

"FKM tentunya sangat strategis untuk pengembangan kapasitas mahasiswa. Karena, sebagai universitas pendidikan tebesar di Indonesia, keberadaan UPI Bandung sangatlah strategis sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan di Indonesia," tegasnya.

Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia yang terletak di JL Dr Setiabudhi no 228 Bandung, Jawa Barat, saat ini tercatat memiliki mahasiswa kurang lebih 8.000 orang dengan program studi 36 prodi. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 24 Desember 2017

Dua Ulama dari Singaparna

Zaman penjajahan Belanda, dua pemuda dari Kampung Bageur, Tasikmalaya, minimba ilmu di Pesantren Gunung Pari. Keduanya bernama Umri dan Dimyati. Masih sadaura sepupu, yang jalur silsilah keluarga bertemu di H. Arijam.

Umri dan Dimyati belajar di pesantren atas biayai seorang kaya, Hj. Juariyah. Sepulang belajar, dua pemuda tersebut dinikahkan kepada dua perempuan yang masih saudara sepupu, dan masih kerabat dengan Hj. Juariyah.

Dua Ulama dari Singaparna (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Ulama dari Singaparna (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Ulama dari Singaparna

Oleh Hj. Juariyah pula, mereka diberi tanah untuk mendirikan pesantren. Pada tahun 1922, Dimyati mendirikan pesantren Sukahideng di Desa Bageur. Lima tahun kemudian, 1927, Umri juga mendirikan Pesantren Sukamanah di Desa Cikembang. Kedua pesantren tersebut hanya berjarak 1,5 km. Waktu itu, keduanya masuk wilayah Kecamatan Singaparna. Karena pemekaran, sekarang berada di Kecamatan Sukarapih.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Melalui pesantren, Umri dan Dimyati bahu-membahu berjuang mendidik masyarakat sekitar yang masih gelap pengetahuan agama.

Dua Zainal

Pada tahun 1928, Hj. Juariyah kembali menunjukkan kedermawanannya. Ia memberangkatkan kedua kiai muda tersebut ke tanah suci. Sepulang menunaikan ibadah haji, keduanya berganti nama; Umri menjadi Zainal Musthafa, dan Dimyati menjadi Zainal Muhsin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sepuluh tahun kemudian, 1938, Dimyati alias Kia Haji Zainal Muhsin Wafat. Kepengurusan pesantren dilanjutkan salah seorang menantunya, yaitu Kiai Haji Yahya Bahtiar Afandi sampai dengan tahun 1945. Dari tahun 1945, pesantren dilanjutkan anak sulung Dimyati, yaitu Kiai Haji A. Wahab Muhsin.

Umri melawan Jepang

Pada masa kolonial, tangan-tangan Belanda pun sampai daerah Singaparna. Rakyat di sana mendapat pengawasan yang ketat. Pasalnya, selain rakyat teguh beragama, teguh pula memegang kebangsaannya. Pada saat yang sama dari pesantren tumbuh alasan-alasan yang sangat menggetarkan hati untuk memberontak terhadap penjajahan totaliter, termasuk pada Jepang yang memeras dan menyiksa rakyat melelui romusha.

Pada tanggal 25 Februari 1944 M, bertepatan dengan tanggal 1 Rab’ul Awal 1365 H, Umri yang sudah berganti nama Zainal Musthafa, melawan penjajahan Jepang karena mereka sudah berlebihan. Mereka menyuruh Seikerei, menghormat kaisar Jepang dengan menundukkan badan ke arah Tokyo.

Kiai Zainal jelas menolak. Praktik Seikerei bentuk lain dari kemusyrikan dan kekafiran yang bertentangan dengan tauhid dalam Islam.

Karena itulah, Kiai Zainal yang aktif menjadi Wakil Rais Syuriyah NU sejak tahun 1933 tersebut, tidak hanya dipenjara, melainkan dihukum mati. Bertahun-tahun, jasadnya tidak diketahui keberadaannya.

Pada tahun 1970 M, Kepala Erevele Belanda Ancol Jakarta memberi kabar, bahwa KHZ Musthafa telah menjalani hukuman mati pada tanggal 25 Oktober 1944 dan dimakamkan di Taman Pahlawan Belanda Ancol Jakarta.

Pada tanggal 20 November 1972, KH Zainal Musthafa dianugerahi “Pahlawan Nasional” dengan SK Presiden RI No : 064/TK Tahun 1972.

Dua Zainal telah wafat. Keduanya mewariskan pesantren yang melahirkan ribuan santri. Dua pesantren tersebut, Sukahideng dan Sukamanah, berada dalam satu yayasan, yaitu Yayasan Perguruan KHZ Musthafa.

Yayasan tersebut dibentuk pada tanggal 17 Agustus 1959 oleh putera Dimyati, KH Wahab Muhsin, Rais Syuriyah NU Kabupaten Tasikmalaya (wafat 2000), bersama Letnan Syarif Hidayat (santri KHZ Musthafa) sebagai pelestarian perjuangan kedua almarhum dalam bidang pendidikan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 20 Desember 2017

Kesaksian Gus Mus Tentang KH Ali Maksum

Bantul, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Di mata KH. A Mustofa Bisri, KH. Ali Maksum adalah seorang kiai yang tidak hanya memiliki keilmuan tinggi tetapi juga dermawan terhadap para santri.

Pejabat Rais Aam PBNU yang akrab disapa Gus Mus ini menyampaikan hal tersebut dalam acara Haul KH. Ali Maksum Ke-25 di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Senin (10/3).

Kesaksian Gus Mus Tentang KH Ali Maksum (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesaksian Gus Mus Tentang KH Ali Maksum (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesaksian Gus Mus Tentang KH Ali Maksum

“Hanya di pesantren Krapyak sini, santri kehabisan uang malah pinjam kiainya. Dulu itu, di setiap sudut pesantren dipasangi speaker timbal balik. Ketika Pak Ali ngendikan (bicara), bisa didengar santri dan begitu pun sebaliknya. Jadi Pak Ali itu tahu semua tingkah polah santri-santri. Jika ada santri yang malu-malu pinjam sama Pak Ali, santri itu bicara ? di dekat speaker. Bilang kalau enggak punya uang. Masyaallah, Pak Ali yang mendengar keluhan santri tersebut langsung meminjaminya. Kalau tidak Pak Ali tidak mungkin ada,” kenang Gus Mus.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tidak hanya itu saja, kedermawanan KH. Ali Maksum juga tampak ketika Rais Aam PBNU 1980-1984 ini mengikhlaskan semua barang-barangnya yang diambil oleh santri. “Semua barangku yang diambil oleh santri, saya halalkan. Asalkan tidak ketahuan,” tutur Gus Mus menirukan ucapan KH. Ali Maksum yang disambut gelak tawa para jamaah.

Selain dermawan, Gus Mus juga mengatakan bahwa KH. Ali Maksum merupakan seorang kiai yang hafal seluruh nama santri-santrinya.?

“Kiai Ali itu hafal semua nama santri. Kalau ada haulnya Kiai Munawwir atau acara mantenan, semua santri itu dikasih undangan dan ditandatangani langsung oleh Kiai Ali. Jadinya nggak enak kalau tidak datang,” ujar Gus Mus.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tidak hanya itu saja, Gus Mus juga mengatakan bahwa Kiai Ali adalah satu-satunya kiai yang dipanggil bapak oleh semua santri. Saking sayangnya terhadap para santri-santrinya. (Nur Rokhim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 13 Desember 2017

GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax

Surabaya,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur tengah membentuk tim khsusus, yakni Ansor Banser Cyber serta Satgas Antihoax. Tim ini secara khusus bertugas meminimalisir informasi bohong atau berita hoax yang beredar di media sosial.

"Tim ini memiliki scope (cakupan, red.) yang luas. Jejaringnya secara nasional, dan memproteksi kegiatan-kegiatan komunitas NU dan NKRI, terutama di Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya, dari cyber attack," kata Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim Bidang IT Media dan Infokom M Nur Arifin, di Surabaya, Senin (16/1).

GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax

Menurut Arifin, Satgas Antihoax berfungsi untuk meminimalisir dampak negatif, fitnah dan ujaran kebencian di jagad maya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saat ini, lanjut dia, proses rekrutmen Ansor Banser Cyber (ABC) sedang berjalan. Usai dilakukan seleksi, mereka akan diberikan pelatihan-pelatihan untuk memperkuat Satgas Antihoax tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Saat ini (seleksi) sudah mulai berjalan. Kami ingin memperkuat kapasitas kelembagaan khusus ini," kata pria yang juga Wakil Bupati Trenggalek ini.

Sementara Kasatkorwil Banser Jatim H Abid Umar menambahkan, proses seleksi anggota Ansor Banser Cyber dan Satgas Antihoax diambil dari anggota berbagai satuan Banser di berbagai daerah di Jatim. "Mereka adalah kader-kader terbaik Ansor dan berbagai satuan Banser di Jawa Timur," ujar Abid.

Usai seleksi, para calon anggota tersebut akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus sebelum mereka diterjunkan untuk menjalankan tugas sebagai Ansor Banser Cyber dan Satgas Antihoax.

Abid juga menyebut, pembentukan tim khusus ini dipicu oleh mulai masifnya penyebaran berita atau informasi hoax. Sebab, penyebaran berita hoax rentan merusak harmoni kehidupan sosial masyarakat, merusak kerukunan antarumat beragama dan acaman terhadap keutuhan NKRI.

"Kami tidak ingin berita yang tidak benar ini bergulir dan menjadi bola liar. Kasihan masyarakat yang tidak tahu kebenarannya menyerap (informasi hoax) dan menyakininya, padahal tidak benar, " tegasnya.

Selain itu, lanjut Abid, Ansor Jatim akan terus mengkampanyekan literasi media sosial yang sehat dan santun. "Juga kami akan terus melakukan tindaka preventif dan represif," pungkasnya. (Abdul Hady JM/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Fragmen, RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

Sarbumusi Tolak Revisi Pengupahan Versi Pemerintah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPP K-Sarbumusi) menyatakan sikap menolak Revisi Rancangan Peraturan Pemerintah Tentang Pengupahan (RPP Pengupahan) yang disusun pemerintah dan meminta RPP Pengupahan dikembalikan pada pembahasan Tripartit Nasional dengan melibatkan seluruh unsur Serikat Buruh.

Sarbumusi Tolak Revisi Pengupahan Versi Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Tolak Revisi Pengupahan Versi Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Tolak Revisi Pengupahan Versi Pemerintah

"Kami menuntut pemerintah untuk menetapkan kebijakan upah minimun yang fokus dan berpihak terhadap perlindungan upah buruh," ujar Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) HM Syaiful Bahri Anshori, di Jakarta, Rabu (27/5).

Sarbumusi juga meminta pemerintah memperjelas definisi dan mempertegas bahasa hukum dalam RPP pengupahan dan tidak memberikan ruang multitafsir bagi semua pihak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami juga menegaskan menolak kenaikan upah minimum dua tahun sekali apalagi lima tahun sekali yang semakin menegaskan politik upah murah," kata Syaiful didampingi Sekretaris Jenderal DPP K Sarbumusi Sukitman Sudjatmiko.

Sarbumusi juga menuntut revisi KHL sesuai dengan Kebutuhan Hidup Buruh dengan Merevisi Permenaker No 13 Tahun 2012 Tentang  Komponen dan pelaksanaan Tahapan dan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pertegas pula sanksi bagi pengusaha yang tidak memenuhi ketentuan UMP telah ditentukan sesuai dengan mekanisme perundang undangan yang berlaku," paparnya pula.

Pernyataan sikap Sarbumusi diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan, masukan dan pendapat dari organisasi buruh Nahdlatul Ulama (NU) yang diharapkan menjembatani kesejahteraan buruh dan keluarganya.

Sukitman lalu menambahkan, penderitaan buruh semakin bertambah dengan kebijakan negara yang tidak mampu menekan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, kenaikan BBM yang selalu mengikuti harga pasar, kenaikan tarif dasar listrik dan berbagai kebiijakan yang semakin mengacu pada kepentingan dan sistem kapitalisme pasar.

"Meskipun setiap tahun terjadi kenaikan upah, akan tetapi tidak pernah mampu mencukupi kebutuhan hidup buruh dan keluarganya, karena harga-harga kebutuhan pokok juga melambung tinggi, inflasi yang terus naik serta relasi kebutuhan hidup yang terus meningkat. Akhirnya buruh terpaksa harus mengeluarkan waktu lebih banyak lagi bekerja kepada pengusaha," paparnya.

Hasil dari pola dimaksud, tambah Sukitman, membuat pengusaha semakin untung dengan waktu kerja buruh yang lebih banyak untuk berproduksi.

™Sementara buruh, semakin dikuras tenaga dan keringatnya, waktu dengan keluarga dan masyarakat yang terbatas dan kondisi fisik yang menurun. Untuk itulah, buruh tidak hanya menuntut kenaikan upah, tetapi bersamaan dengan itu juga menuntut harga-harga diturunkan," paparnya.

Upah menjadi satu satu nya komponen pendapatan buruh yang diharapkan dapat menutupi seluruh kebutuhan hidup buruh, karena komponen lain sebagai penyetara tidak dapat diharapkan lagi, komponen lain seperti harga kebutuhan pokok yang relatif stabil, harga BBM yang stabil, transportasi yang murah dan biaya hidup yang kecil hanya ilusi dan mimpi buruh disiang bolong.

"Akhirnya hanya upah satu satunya yang menjadi harapan dan tumpuan buruh menyambung hidup dan kehidupan buruh dan keluarganya," ujar Sukitman lagi.

RPP Pengupahan yang sedang disusun oleh pemerintah yang akan mengganti PP No.8 Tahun 1981 seperti jauh panggang dari api dalam menyelesaikan kebijakan pengupahan dan sistem politik upah murah, PP 8/1981 yang selama ini dipergunakan memberikan ruang kejelasan dalam kerangka perlindungan buruh di jamannya.

Tetapi dalam RPP Pengupahan yang disusun oleh pemerintah kehilangan ruh Negara sebagai institusi melindungi dan memberikan kehidupan yang layak bagi buruh dan warga negara, dalam RPP Pengupahan tersebut sangat jelas dan kentara kepentingan kepentingan pemilik modal dan pengusaha dan mengaburkan perlindungan pengupahan bagi buruh dan keluarganya. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh, Kajian Sunnah, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 23 November 2017

Mengaku Nabi, Warga Inggris Terancam Hukuman Mati

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebuah pengadilan di kota Rawalpindi di Pakistan menjatuhkan vonis mati terhadap seorang pria Inggris berusia 70 tahun dengan dakwaan penghinaan terhadap Islam.

Mengaku Nabi, Warga Inggris Terancam Hukuman Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengaku Nabi, Warga Inggris Terancam Hukuman Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengaku Nabi, Warga Inggris Terancam Hukuman Mati

Muhammad Asghar ditahan tahun 2010 setelah menulis sejumlah surat kepada beberapa orang dengan mengaku dirinya sebagai Nabi, tulis sejumlah laporan yang dikutip oleh BBC Indonesia.

Pengacaranya mengajukan pembelaan klien mereka kurang waras karena punya sejarah sakit mental namun pembelaan ini ditolak sebuah panel pakar kesehatan setempat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam hukum Pakistan, seorang terdakwa bisa dijatuhi hukuman mati jika dinyatakan bersalah menodai Islam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sudah ada beberapa kasus yang kemudian mengundang perhatian kalangan internasional terkait penerapan hukum ini.

Asghar, yang berasal dari Edinburgh, Skotlandia, diduga menulis surat kepada perwira polisi setempat dan mengaku sebagai Nabi. Warga Inggris ini diduga sudah menetap di Pakistan selama beberapa tahun.

"Asghar mengaku sebagai Nabi bahkan dalam persidangan. Dia mengaku di depan juri," kata Javed Gul, seorang jaksa penuntut kepada kantor berita AFP.

Namun menurut kuasa hukumnya kepada wartawan BBC Saba Eitizaz, sang klien disidangkan tanpa didampingi pengacara.

Eitizaz mengaku dilarang membela Asghar dan kelanjutan sidang dilakukan dalam ruang tertutup.

Pengacaranya mengatakan akan mengajukan banding atas putusan yang dijatuhkan pada Kamis (23/01) larut malam tersebut.

Sudah sering terjadi dalam pengadilan tingkat banding putusan kasus penodaan agama dibatalkan karena dianggap tak cukup bukti.

Asghar sempat didiagnosa menderita paranoid akibat schizophrenia dan menjalani perawatan di rumah Sakit Royal Victoria di Edinburgh. Namun bukti dari perawatan di RS Inggris itu tak diterima oleh pengadilan, lapor sejumlah media.

Akibatnya ia dikenai hukuman kurungan sejak ditahan tahun 2010 dimana menurut pengacaranya ia pernah berusaha bunuh diri satu kali.

Menurut analisi kalangan media setempat Asghar kemungkinan tak akan benar-benar dihukum mati akibat kasus ini karena Pakistan tengah menjalani moratorium tak resmi hukuman mati sejak 2008.

Ia juga telah dikenai perintah untuk membayar ganti rugi dalam jumlah besar oleh pengadilan.

Hukum penodaan agama berlaku di beberapa negara dengan paham agama yang kuat, termasuk di Indonesia. (mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Berita, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 20 November 2017

Muslimat NU Berikan Pemahaman Islam kepada Daiyah di Kawasan Transmigrasi

Makassar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI dan Pimpinan Pusat Muslimat NU menyelenggarakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Mental bagi Daiyah Pemukiman Transmigrasi Bina Lingkup Disnakertrans Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Kenari Makassar, Rabu-Sabtu (17-20/2).

Panitia Penyelenggara dari PP Muslimat NU Hj Nurhayati Said Aqil Siroj menuturkan, peserta terdiri 30 muslimah yang berasal dari daerah transmigrasi dan daerah tertinggal di Sulawesi Selatan yakni Luwu Timur daerah Mahalona, Luwu Utara daerah Lantangtallang, Waja daerah Pekkai, Soppeng daerah Watu, Toraja Utara daerah Rantekaroa, Tana Toraja daerah Supi masing-masing mengutus 5 peserta.

Muslimat NU Berikan Pemahaman Islam kepada Daiyah di Kawasan Transmigrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Berikan Pemahaman Islam kepada Daiyah di Kawasan Transmigrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Berikan Pemahaman Islam kepada Daiyah di Kawasan Transmigrasi

Kegiatan ini terselenggara atas kesepakatan PP Muslimat NU dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terkait dengan pengembangan wawasan keagamaan para daiyah di daerah tertinggal dan pemukiman transmigrasi, tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hj Nurhayati mengatakan, seluruh peserta akan mendapatkan beberapa materi yakni Aqidah Aswaja, Sirah Nabawiyah, Islam dan Wawasan Kebangsaan, Hakikat, Kedudukan, dan Fungsi Manusia, Fiqih Ibadah, Tajhiz Janaiz, Fiqih Perempuan, Praktik Memandikan Jenazah, Akhlak Daiyah, Fiqih Iktilaf, Prinsip Dakwah Rahmatan Lil alamin, Kebijakan Dinakertrans Sulsel dalam Pembinaan Dai di Pemukiman Transmigrasi dan Kepemimpinan.

"Tentunya materi-materi ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif bagi daiyah, khususnya warga pemukiman transmigrasi terkait wacana keislaman Ahlusunnah Wal Jamaah dan nilai-nilai kebangsaan," tambahnya.

Dirjen Pengembangan Kawasan Daerah Transmigrasi Roosari Tyas Wardani mengungkapkan bahwa dalam UU No 29 tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No 15 tahun 1997 tentang Ketransmigrasiaan, telah diamanatkan bahwa penyelenggaraan transmigrasi bertujuan (1) meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitarnya; peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tiga tujuan ini secara eksplisit menunjukkan bahwa transmigrasi diselenggarakan sebagai upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera dalam bingkai NKRI, dalam konteks pemahaman seperti itulah maka upaya peningkatan kapasitas dan kapabilitas pembina pemukiman transmigrasi dan kader daiyah menjadi hal penting, kata Roosari Tyas.

Adapun pemateri ini adalah Ketua PP Muslimat Dr Sri Mulyati, Ketua PP Muslimat NU Dra Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, Dra Hj Haniq Rafiqoh, Drs Haryono, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel Simon S Lopang, dan Ketua PW Muslimat NU Sulsel Dr Hj Nurul Fuadi. (Andy Muhammad Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Fragmen, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 14 November 2017

IPNU-IPPNU Empat Kabupaten Gelar Kaderisasi Bersama

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus bersama Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU seeks-Karesidenan Pati (Kudus, Pati, Rembang dan Blora) melaksanakan kaderisasi tingkat madya pada Corp Brigade Pembangunan (CPB) dan Korps Pelajar Putri (KPP), 5-7 Meti 2016, di Kudus, Jawa Tengah.

Dalam kegiatan yang kerapkali disebut Diklatmad (Pendidikan dan Latihan Madya) ini, Pimpinan Pusat IPNU mendelegasikan Sekretaris Umum IPNU Hadison Usmar untuk mendampingi serta mengawal jalannya proses kaderisasi. Sementara dari Pimpinan Pusat IPPNU mendelegasikan Ketua 2 Bidang Kaderisasi Rekanita Arin Mamlaka dan Komandan Nasional KPP Rekanita Miftahul Jannah.

IPNU-IPPNU Empat Kabupaten Gelar Kaderisasi Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Empat Kabupaten Gelar Kaderisasi Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Empat Kabupaten Gelar Kaderisasi Bersama

Mereka mengapresiasi PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Kudus selaku tuan rumah serta PC di lingkungan eks-Karesidenan Pati yang sudah menyelenggarakan kegiatan tersebut, diharapkan, IPNU dan IPPNU terus melakukan konsolidasi dan kaderisasi untuk peningkatan eksiatensi organisasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Tanfidziah PCNU KUDUS KH Abdul Hadi ini dihadiri sejumlah pengurus dari badan otonom di lingkungan PCNU Kudus, serta sejumlah pejabat pemerintah setempat. (Jarwo/Mahbib)

sudah menyelenggarakan kegiatan tersebut, diharapkan, IPNU dan IPPNU terus melakukan konsolidasi dan kaderisasi untuk peningkatan eksiatensi organisasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Tanfidziah PCNU KUDUS KH Abdul Hadi ini dihadiri sejumlah pengurus dari badan otonom di lingkungan PCNU Kudus, serta sejumlah pejabat pemerintah setempat. (Jarwo/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tim Luar Jawa Habisi "Maung Bandung" di Pakistan

Islamabad, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah berlangsung berbagai kegiatan mulai dari Seminar, Orientasi ke-NU-an dan Bahtsul Masail, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan menutup rangkaian harlah ke-90 NU dengan menyelenggarakan kejuaraan sepak bola dan bazar kuliner nusantara di lapangan olah raga F-11 Islamabad, Ahad, (6/3).?

Panitia mengundang seluruh mahasiswa, para staf KBRI dan warga Indonesia yang tinggal di Islamabad. Acara yang dikemas meriah ini dimaksudkan sebagai ajang silaturahim sekaligus hiburan menarik setelah pekan sebelumnya disibukkan dengan kegiatan-kegiatan bersifat keilmuan.

Tim Luar Jawa Habisi Maung Bandung di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Luar Jawa Habisi Maung Bandung di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Luar Jawa Habisi "Maung Bandung" di Pakistan

Dalam kejuaraan sepak bola non profesional ini, sebanyak empat tim terbagi menurut daerah asal pemain, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Luar Jawa.

Seluruh tim saling bertemu dalam format liga. Kondisi lapangan yang diguyur hujan memaksa setiap tim beradu strategi guna meraih poin.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah





Setelah menyingkirkan lawan-lawanya, Tim Jawa Barat dan Luar Jawa bertemu di final. Di ? babak ini, pasukan “Maung Bandung” sempat unggul 1-0, namun skuat Luar Jawa mampu menyamakan kedudukan saat injury time. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang. Pertandingan pun dilanjutkan lewat adu penalti. Tim Luar Jawa akhirnya keluar sebagai juara setelah menang 4-3 dan berhak atas Piala NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelum pertandingan dimulai,? Mustasyar PCI-NU Pakistan Firman Arifandi? mengatakan, pembagian tim berdasarkan asal daerah tidak serta merta ingin mengangkat unsur primodial, melainkan untuk mempersatukan, “justru dengan sistem pembagian seperti ini akan menyadarkan kita akan asal berbagai macam daerah yang harus bersatu padu untuk kemajuan bangsa Indonsia,” ujar Firman Arifandi saat memberi sambutan.

Sementara itu, di samping lapangan para peserta bazar kuliner nusantara sibuk melayani para pengunjung, berbagai makanan khas Indonesia dijajakan seperti siomay, sayur lontong, nasi uduk, mie goreng, mie ayam, molen pisang, bakwan, es cendol, es susu kedelai, dan lain-lain. Dengan aneka ragam makanan yang tersedia, tak pelak acara tersebut berhasil memanjakan lidah para pengunjung yang memamang dihinggapi kerinduan akan masakan khas Indonesia.

Penutupan acara diisi dengan penyerahan tropi juara dan hadiah kepada pemenang oleh Kolonel Sumartono (Fungsi Politik KBRI Islamabad) dan Mustasyar PCI-NU Pakistan.?

Ketua Tanfidziyah PCI-NU Pakistan, Zulfikri Hasibuan menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Indonesia yang sudah ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. “Semoga acara ini bisa menjadi washilah pengerat tali ukhuwah antarwarga Indonesia di Pakistan” harapnya yang kemudian diakhiri dengan foto bersama. (Ikmal Toha Kamaluzzaman/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah