Selasa, 31 Oktober 2017

LPBINU DKI Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana lewat Dongeng

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) DKI Jakarta menyelenggarakan Road Show Dongeng Anak Nusantara sebagai bentuk edukasi dan sosialisasi nilai-nilai tentang berbakti pada orang tua, guru, dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana serta cara menyayangi lingkungan hidup.

Ketua LPBINU DKI Jakarta M. Wahib mengatakan,? program ini terlaksana atas kerja sama LPBINU DKI Jakarta dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Dini Indonesia (Himpaudi). Senin (24/10) hari ini, acara diselenggarakan di gedung Perpustakaan Jakarta Barat. Sebelumnya acara serupa dilaksanakan di RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah Anak) Kedoya Utara.

LPBINU DKI Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana lewat Dongeng (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU DKI Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana lewat Dongeng (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU DKI Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana lewat Dongeng

“Kerja sama ini akan terus dilaksanakan di beberapa tempat,” katanya didampingi Desi Setyowahyuni, ketua manajemen dongeng LPBINU dan Tim. Hal ini juga diamini? Dewi sebagai ketua Himpaudi Duri Kepa Jakarta Barat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penyampaian nilai-nilai melalui media dongeng dinilai sangat efektif untuk anak-anak yang juga sering menjadi korban bencana alam. Lewat pendongeng Kak Toni bersama bonekanya, Dodo, dongeng diharapkan menyentuh emosi anak-anak sehingga tebangun kesadaran tentang pentingnya peduli terhadap alam. Dongeng kali ini tidak hanya dihadiri anak-anak namun? juga para orang tua dan guru yang mendampingi.

Sarah, Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan Jakarta Barat mengucapkan terima kasih kepada LPBINU DKI Jakarta yang telah memilih perpustakaan sebagai bagian dari wahana sosialisasi tentang kesiapsiagaan bencana dan peduli lingkungan. Ia berharap LPBINU DKI Jakarta dapat melaksanakan sosialisasi melalui dongeng di Perpustakaan Jakarta Barat secara terjadwal dan periodik. (Red: Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kemenag Surabaya Sosialisasikan Aturan Baru Terkait Haji

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tidak semua kaum muslimin di tanah air bisa mendaftar dan berangkat haji. Kementerian Agama (Kemenang) baru saja membuat aturan terkait ibah haji yang perlu diketahui kaum muslimin.

Kemenag Surabaya Sosialisasikan Aturan Baru Terkait Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Surabaya Sosialisasikan Aturan Baru Terkait Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Surabaya Sosialisasikan Aturan Baru Terkait Haji

Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Surabaya, KH Farmadi Hasyim menjelaskan sejumlah aturan tersebut pada kegiatan Ngaji Manasik Haji dan Umrah yang diselenggarakan salah satu kelompok bimbingan ibadah haji di Surabaya, Ahad (15/5).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kementerian Agama mematok usia minimal calon jamaah haji atau CJH adalah 12 tahun," kata Kiai Farmadi, sapaan akrabnya di hadapan jamaah yang hadir. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 29 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler. "Aturan tersebut berlaku secara serentak di seluruh Indonesia sejak 18 April 2016," kata Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Jatim ini.

Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut menuturkan ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan lahirnya keputusan itu. "Salah satunya, masalah kematangan umur atau yang dalam bahasa fiqih disebut baligh," terangnya. Umur dikhawatirkan dapat berpengaruh pada proses ibadah saat di Tanah Suci secara penuh. Hal itu dapat terjadi jika usia minimum pendaftaran tidak dibatasi, lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Kiai Farmadi juga menjelaskan PMA Nomor 29 Tahun 2015 merupakan perubahan dari PMA Nomor 14 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler. Ada beberapa poin yang dihapus atau digantikan dalam aturan tersebut. Misalnya, pasal 4 ayat (1) PMA 14/2012 yang mengatur syarat mendaftar haji sehat jasmani dan rohani (keterangan dokter). Dalam aturan baru, ketentuan itu dihapus dan digantikan dengan syarat usia minimal pendaftaran CJH.

Aturan tersebut pun disusul dengan penghapusan ayat (3) PMA 14/2012 tentang ketentuan penggunaan kartu identitas lain bagi CJH di bawah 17 tahun. Sebab, dengan pembatasan usia 12 tahun, CJH dimungkinkan memiliki kartu identitas resmi saat akan berangkat.

Yang juga layak diketahui publik adalah bagi mereka yang pernah menunaikan ibadah haji. "PMA 29/2015 ini juga mengatur pendaftaran mereka yang telah berhaji," ungkapnya. Sesuai pasal 3 ayat (4), jamaah haji yang pernah menunaikan ibadah haji baru dapat melakukan pendaftaran haji setelah sepuluh tahun sejak menunaikan ibadah haji yang terakhir.

"Dengan aturan ini pemerintah akan memberikan prioritas mereka yang belum berhaji, mengingat masa tunggu keberangkatan haji saat ini sudah terlalu lama," jelasnya.

Sebagai abdi masyarakat dan negara, Kiai Farmadi akan terus melakukan sosialisasi sejumlah aturan baru yang akan berlaku untuk musim haji tahun ini. "Penjelasan juga diperlukan sebagai pengetahuan bagi mereka yang akan mendaftar, maupun yang sudah ada kepastian keberangkatan ke tanah suci," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Humor Islam, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pertama Kali PKD Ansor Diikuti Perempuan

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya begitu istimewa. Pasalnya, pertama kali dalam sejarah Ansor di Tasikmalaya diikuti peserta perempuan. Sebanyak 15 perempuan berusia 17 - 20 tahun itu begitu antusias mengikuti seluruh materi pengkaderan hingga akhir termasuk sampai pembaiatan.

Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya Ricky Assegaf tampak kebingungan karena Ansor organisasi pemuda di bawah naungan Nahdlatu Ulama (NU).

Pertama Kali PKD Ansor Diikuti Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertama Kali PKD Ansor Diikuti Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertama Kali PKD Ansor Diikuti Perempuan

Meski demikian, bagi salah satu peserta, Ai (19), keikutsertaan mereka pada PKD dilatarbelakangi keingintahuan terhadap Ansor secara mendalam. Pasalnya banyak sekali informasi yang selalu memojokkan Ansor.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ingin tahu saja Ansor itu bagaimana. Ternyata Ansor hebat. Bentengnya ulama, bentengnya NU, Indonesia dan Aswaja," katanya.

PKD yang digelar di Pesantren KH Ahmad Tajudin Fauzan Kelurahan Tuguraja Kecamatan Cihideung sejak Sabtu-Ahad (26-27/11) ini diikuti 41 peserta pria dan 15 perempuan.

Ketua GP Ansor Cihideung Erus Rustandi tak menyangka santriwati di pesantren tersebut ingin ikut PKD. Setelah dikonsultasikan, Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya mengizinkan mereka.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Meski sudah ada Fatayat, tak ada salahnya jadi agenda ke depan kalau ada Banserwati," kata Erus. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Baanar Tulungagung Segera Dideklarasaikan

Tulunggaung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Tulungagung, resmi mendirikan Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar). Badan ini secara khusus membidangi masalah penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat ? di Kabupaten Tulungagung.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Tulungagung, Sahrul Munir mengatakan, Ansor secara struktural telah membentuk Baanar dari tingkat pusat sampai daerah. Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) telah memerintahkan pada pengurus di daerah untuk membentuk badan ini.

Baanar Tulungagung Segera Dideklarasaikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Baanar Tulungagung Segera Dideklarasaikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Baanar Tulungagung Segera Dideklarasaikan

“Saat ini penyalahgunaan narkotika sudah darurat, sama bahayanya dengan terorisme. Sesuai data setiap hari sekitar 45 orang meninggal gara-gara Narkoba. Kita semua warga Ansor punya kewajiban yang sama untuk membantu Kepolisian dan BNN untuk mencegahnya,” ungkap Sahrul Munir kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Jumat (5/8) pagi di arena Rakernas Banser di Tulunggung.

Munir mengatakan, kader GP Ansor berusia antara 30-40 tahun. Sedangkan pengguna narkoba rata-rata di usia produktif. Maka GP Ansor sebagai Badan Otonom Nahdlatu Ulama (NU), punya kewajiban yang sama, terlebih Ansor memiliki struktural sampai tingkat Kelurahan/Desa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kepengurusan Ansor Tulungagung ada 19 anak Cabang Kecamatan dan 271 ? desa dan kelurahan. Maka ini sangat efektif untuk perang lawan narkoba,” katanya.

Untuk menangani organisasi ini,lanjut Munir, ia telah menunjuk Hariadi mantan Komandan Banser periode sebelumnya untuk menjabat sebagai Kepala Baanar Kabupaten Tulungagung.

“Saya yakin dengan pengalaman dilapangan Cak Hariadi. Organisasi ini akan efektif dan bisa berjalan. Apalagi ? terkait ini kita harus selalu koordinasi dengan Polres dan BNN Daerah,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Karena ada momen Rakernas Banser. Maka saya nunutkan deklarasinya. Mumpung Ketua Umum Gus Yaqut hadir di Tulungagung,” kata Munir. (Imam Kusnin/Fathoni) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Fatayat NU Tekan Angka Perceraian di Banten

Lebak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah Fatayat NU Banten prihatin dengan sering terajadinya perceraian di wilayah tersebut. Untuk menanggulanginya, organisasi perempuan NU tersebut memberikan informasi dan sharing akan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis dalam keluarga, khususnya anggota inti di rumah.

“Karakter baik pada individu-individu di luar rumah adalah cerminan hubungannya yang harmonis di rumah,” kata Ketua PW Fatayat NU Banten Menurut Miftahul Janah, melalui surat elektronik yang dikirim Jumat (12/9). ?

Fatayat NU Tekan Angka Perceraian di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Tekan Angka Perceraian di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Tekan Angka Perceraian di Banten

Pencegahan itu sambung dia, PW Fatayat NU Provinsi Banten bersama PC Fatayat NU Kab Lebak berkerja sama dengan PP Fatayat NU dan Ford Foundation menggelar dialog publik di PCNU Kabupaten Lebak pada (10/9) mengadakan dialog publik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan bertema “Relasi Keluarga Berkeadilan Gender Demi Terwujudnya Keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah”, lanjut dia, diupayakan untuk mensosialisasikan pentingnya kesehatan reproduksi bagi perempuan dan anak.

“Kegiatan ini diharapkan dapat turut memberikan kontribusi positif bagi setiap keluarga sehingga dapat menekan terjadi nya peningkatan angka perceraian,” tuturnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mendeskripsikan kegiatan tersebut. Pembicara dalam dialog publik tersebut, Drs. Amin MPdi, menyampaikan tentang pentingnya meneladani Rasulullah dalam berkeluarga untuk menghargai dan menyayangi seluruh anggota keluarganya sehingga Rasulullah dapat mewujudkan keluarga sakinah dan penuh cinta.

Sedangkan Asep Zainal dari Dinas Kesehatan menyampaikan pentingnya kesehatan reproduksi bagi seluruh anggota keluarga, sehingga tercipta masyarakat yang berkualitas.

Iklilah MDF selaku? Manager Program dalam kegiatan itumembagikan buku berjudul “Kiat membangun Keluarga Sehat dan berkualitas” sebagai pembekalan penting bagi calon pasangan nikah. Buku tersebut dapat djadikan bahan diskusi pada seluruh kader bangsa, anak-anak kita di rumah sehingga ke depan mereka menjadi generasi yang sehat dan memperoleh yang berkualitas.

Hadir juga dalam kegiatan itu mewakili Bupati Kab Lebak, Asda IV Drs Eka Darmana MPd, Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lebak KH Mas’ud yang juga pengasuh PP AlHidayah Lebak, dan H. Arsid Wakil Ketua PCNU Lebak, dan Kepala Kanteor Wilayah Kementerian Agama Kab Lebak Drs. H. Amin MPdi,? ketua Gabungan Organisasi Wanita Lebak Hj. Siti Kania, Dinas Kesehatan, KUA, PP, Fatayat NU Hj. Muzaenah Zein dan Tim, serta kader Fatayat NU lainnya. Peserta yang hadir seluruhnya sekita 150 orang. (Red: Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mendes PDTT Minta KPK Audit Unit Kerja Kementerian

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan audit pada unit kerja di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Menurutnya, audit bisa dilakukan kapanpun tanpa izin terlebih dulu.

“Saya telah menyediakan ruangan khusus untuk KPK di sini (kantor Kemendes PDTT). Anytime bapak (KPK) boleh mengaudit unit-unit kerja saya tanpa izin dari saya. Tujuannya bukan mau cari atau nangkepin (menangkap) orang. Tujuannya adalah untuk pencegahan,” ujarnya di hadapan KPK pada Penandatanganan Pakta Integritas dan Pengukuhan Agen Perubahan di Kantor Kalibata Jakarta, Senin (8/5).

Mendes PDTT Minta KPK Audit Unit Kerja Kementerian (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes PDTT Minta KPK Audit Unit Kerja Kementerian (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes PDTT Minta KPK Audit Unit Kerja Kementerian

Terkait pengawasan dana desa, menurutnya telah memaksimalkan peran Satuan Tugas (Satgas) dana desa. Tahun 2016, Satgas Dana Desa berhasil mengumpulkan 900 kasus. Karena berhubungan dengan penyelenggaraan Negara, 200 kasus di antaranya diserahkan kepada KPK dan 167 diserahkan kepada pihak kepolisian. Sedangkan sisanya hanya soal kesalahan administratif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dari tota tersebut yang masuk ke meja hijau 67 kasus. Jadi 67 kasus sudah diketuk palu dan masuk ke meja hijau dan akan diadili,” ungkapnya.

Menteri Eko mengakui, melakukan pengawasan terhadap dana desa qsxdi 74.910 desa bukanlah hal mudah. Namun ia juga mengakui, bahwa program dana desa ternyata mampu menepis skeptisme masyarakat. Hal ini terbukti dengan terbangunnya 66.884 Kilometer jalan desa, 37.68 unit MCK desa, 38.184 penahan tanah dan ribuan infratruktur lain di desa.

“Apakah masyarakat desa mampu mengelola uangnya sendiri? Desa, perangkat desanya terbatas. Tapi kalau tidak kita mulai, kapan pun desa kita tidak akan mampu. Ini kan program baru, jika ada kesalahan kita minta kepada masyarakat agar jangan dibully. Kalau mereka ada kesalahan kita perbaiki, kita bantu sampai mereka bisa,” ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua KPK, Saud Situmorang mengungkapkan, sebanyak 216 laporan terkait dana desa telah masuk ke KPK. Menurutnya, hal tersebut akan dipelajari terlebih dulu untuk mendapatkan proses lebih lanjut.

“Kita pelajari dulu. Kita kelompokkan mana isu-isu, yang kalau isunya sifatnya manajerial, Pak Menteri (Eko Putro Sanjojo) lebih fahamlah siapa-siapa yang perlu dipecat, diganti. Kalau terkait pidana KPK harus memperdalam,” terangnya.

Saud mengakui, risiko korupsi di Indonesia memang cukup tinggi. Menurutnya, juga harus mulai ada upaya agar pengawas di desa ikut membantu mengawasi dana desa. “Pendamping, mereka harus melakukan itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebagai wujud komitmen penguatan reformasi birokrasi Kemendes PDTT, Menteri Eko Putro Sandjojo mengukuhkan Agen Perubahan sekaligus Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integeritas bagi seluruh karyawan, (08/5). Penandatanganan pakta integeritas tersebut, menjadi alat ukur kinerja Tahun 2017 dan komitmen terhadap keberhasilan maupun kegagalan capaian kinerja kementerian. (kemendesa.go.id/Mahbib)

Foto: fokusutama.com





. Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai

Gresik, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Penyerasian Almanak Tingkat Nasional dibuka oleh Dirjend Bimas Islam Kementerian Agama RI H Abdul Djamil di Pendopo Kabupaten Gresik, Kamis (9/5) malam. Kegiatan ini digelar oleh Lajnah Falakiyah PBNU dan dihadiri pakar hisab-rukyat NU dari berbagai daerah.

Abdul Djamil mengatakan, penyerasian hisab merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir perbedaan dalam penentuan awal bulan Ramadhan dan hari raya.

Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai

“Berbagai upaya tetap kita lakukan meskipun sampai saat ini belum ada titik temu. Kita tidak akan berputus asa,” katanya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah usai acara pembukaan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara pembukaan Penyerasian Almanak Tingkat Nasional juga dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Gresik KH Mahfudz Ma’shum, Bupati Gresik H Sambari Halim dan Wakil Bupati Muhammad Qosim, dan Dirjen Biman Islam Kemenag RI H Abdul Jamil, dan Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat H. Ahmad Izzuddin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rais Syuriyah PCNU Gresik KH Mahfudz Ma’shum mewakili panitia daerah mengatakan, hisab penentuan awal bulan menjadi bagian tugas yang harus dilakukan oleh umat Islam karena berkaitan dengan persoalan ibadah.

“Hukum melakukan hisab adalah fardu kifayah. Semoga para ahli falak mendapatkan pahala yang besar karena berkat mereka ini orang Islam lepas dari dosa,” katanya.

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazali Masroeri mengatakan, sedikitnya ada 20 metode hisab yang berkembang di Indonesia, dan diantaranya memiliki tingkat perbedaan yang cukup signifikan. Maka perlu ada upaya yang disebut oleh NU sebagai “penyerasian hisab”.

“Perbedaan hisab bisa menjadi persoalan. Maka kita lakukan penyerasian hisab atau hisab jama’i yang nantinya akan dipublikasikan dalam bentuk almanak,” kata Kiai Ghazali.

Kegiatan Penyerasian Almanak Tingkat Nasional ini akan berlangsung sampai Sabtu (12/5) besok. Sekretaris Lajnah Falakiyah PBNU H Nahari Muslih mengatakan, kegiatan ini diikuti sedikitnya 60 ahli falak dari berbagai daerah. Sidang akan dibagi ke dalam empat komisi. Dua komini membahas persoalan hisab, dan dua komisi lainnya membahas soal program dan pengembangan Lajnah Falakiyah.

Penulis: A. Khoiru Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Nahdlatul, AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 30 Oktober 2017

Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji Tahun Ini Naik

Batam, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?



Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) yang juga Sekjen Kemenag Nur Syam berharap indeks kepuasan jemaah haji tahun ini naik dua persen sehingga masuk dalam kategori sangat memuaskan.

Harapan ini disampaikan Nur Syam saat membuka Sosialisasi Peningkatan Pelayanan Jemaah Haji di Arab Saudi tahun 1438H/2017M yang digelar Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri di Batam, Selasa (6/6). Sosialisasi ini diikuti para Kabid PHU 13 Provinsi, yaitu: Provinsi Aceh, Sumater Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan DKI Jakarta. Selain itu, sosialiasi juga diikuti tim Badan Pusat Statistik dan Pusat Kesehatan Haji.

Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji Tahun Ini Naik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji Tahun Ini Naik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji Tahun Ini Naik

Hasil survei BPS tentang indeks kepuasan jemaah haji tahun 2015 berada pada posisi 82,67%. Hasil survei ini naik 1.16% pada tahun 2016 menjadi 83.83%. Dua hasil survei ini berada pada kategori memuaskan.

"Kalau bisa naik 2%, kita sudah bisa memasuki kategori sangat memuaskan yaitu 85%. Kalau bisa naik 2%, ini luar biasa karena layanan haji kita sudah sangat memuaskan," ujarnya sebagaimana disampaikan kemenag.go.id.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nur Syam mengapresiasi upaya Direktorat Layanan Haji Luar Negeri dalam melakukan persiapan pelayanan jemaah haji di Arab Saudi. Proses sosialisasi terkait layanan juga perlu dilakukan agar jemaah haji bisa memahami lebih dini hal-hal yang akan mereka dapatkan selama di Saudi.

Namun demikian, Nur Syam menggarisbawahi pentingnya perbaikan dan reaksi cepat terhadap sektor-sektor layanan yang masih dalam persiapan, utamanya terkait dengan pengurusan dokumen jemaah dan paspor. Menurutnya, ada sejumlah provinsi yang proses penyelesaian paspornya masih di bawah 50% dan karenanya harus dilakukan akselerasi mengingat pemberangkatan kloter pertama sekitar 50 hari ke depan.

Selain itu, Nur Syam juga mengingatkan pentingnya peta masalah dan prediksi problem. Belajar dari tahun 2015, pada saat semua terkonsentrasi pada peningkatan layanan, justru muncul masalah visa. Hal semacam ini, menurut Nur Syam, perlu diantisipasi sehingga tidak terulang kembali.

Selain soal layanan, Nur Syam juga menyoroti masalah perlindungan jemaah. "Kalau pelayanan sudah baik, maka perlindungan terhadap jemaah menjadi perhatian. Tahun 2016 misalnya, isunya sudah mulai bergeser ke arah perlindungan," terang Nur Syam.

Terkait hal ini, mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya ini mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran jemaah terkait regulasi di Saudi. Menurutnya, jemaah perlu diberi kesadaran bahwa mengejar keselamatan dalam beribadah itu jauh lebih penting dari mengejar keutamaan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Lakukan koordinasi dengan KBIH dan penyelenggara bimbingan manasik di daerah, agar jemaah makin mentaati terhadap regulasi, baik yang disiapkan pemerintah maupun Saudi," terangnya.

Nur Syam mencontohkan masalah kepatuhan jemaah terhadap jadwal lempar jumrah yang sudah dibuat Saudi.

"Kedepankan keselamatan beribadah dibanding mengejar waktu utama. Ini tema kita. Saya rasa tanggung jawab para Kabid untuk menyebarkan hal ini untuk mengingatkan jemaah terkait regulasi," sambungnya.

Sebelumnya, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengatakan 50 hari jelang keberangkatan kloter pertama ke Arab Saudi, penyediaan layanan di Arab Saudi sudah selesai semua. Untuk itu, Kemenag melangkah pada tahap selanjutnya untuk melakukan proses diseminasi informasi kepada para stakeholder haji.

"Melalui sosialisasi ini, diharapkan informasi layanan di Saudi akan tersampaikan ke seluruh jemaah sehingga mereka mengetahui layanan yang akan diberikan sebelum berangkat haji," terang Sri Ilham Lubis.

Selain Sri Ilham Lubis, sejumlah narasumber dijadwalkan hadir dalam dua hari ke depan. Mereka antara lain Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis, mantan Dirjen PHU Abdul Djamil, serta para ketua tim penyediaan layanan di Arab Saudi, baik katering, transportasi, maupun akomodasi. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Suharbillah: Senam Santri atau Santri Senam?

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Di sejumlah pesantren belakangan ini mulai dikenal istilah “senam santri” yang sering dirujukkan pada olahraga senam kebugaran para santri di pagi atau sore hari. Namun, Pencak Silat NU (PSNU) Pagar Nusa mempertanyakan keabsahan pemakaian sebutan itu pada kebanyakan pesantren.

“Banyak yang menyebut senam santri, senam santri. Padahal itu senam santri tapi santri (sedang) senam?” katanya salah satu anggota dewan penasehat PSNU Pagar Nusa KH Suharbillah pada silaturahmi nasional Majelis Pendekar Pagar Nusa di Jakarta, Rabu (29/1) malam.

KH Suharbillah: Senam Santri atau Santri Senam? (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Suharbillah: Senam Santri atau Santri Senam? (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Suharbillah: Senam Santri atau Santri Senam?

Menurut sesepuh pendekar Pagar Nusa ini, apabila ingin memperagakan senam santri maka senam Pagar Nusa adalah materi gerakannya. Gerakan yang tersedia dalam Pagar Nusa tak melulu jurus silat untuk laga pertarungan melainkan juga gerakan senam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saharbillah yakin, teknik pengajaran senam Pagar Nusa tidak sesulit yang dibayangkan. Dia mengatakan, senam oleh ribuan santri di Jombang beberapa waktu lalu adalah bukti senam Pagar Nusa mudah dipraktikkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Guru-gurunya waktu itu diajarkan Cuma sebentar saja sudah bisa. Jadi bisa kita nanti adakan senam massal Pagar Nusa 100.000 santri. Kalau perlu masuk rekor Muri,” ujarnya.

Salah seorang ketua Pimpinan Pusat PSNU Pagar, Nusa Suwadi D Pranoto, menjelaskan, Pagar Nusa bisa dibedakan ke dalam tiga kategori, yakni sebagai kesenian, bela diri, dan olahraga. Gerakan-gerakan yang kini tengah disebarluaskan Pagar Nusa ke sekolah-sekolah merupakan kategori olahraga, baik untuk kompetisi atau senam.

Malam itu, para anggota Majelis Pendekar Pagar Nusa merumuskan kurikulum pelajaran pencak silat Pagar Nusa di jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tiga Biang Dosa yang Harus Dihindari

Ada berjuta kesalahan yang diperbuat manusia. Masing-masing berbeda tingkatan dan bentuknya. Dari sekian banyak kesalahan tersebut setidaknya ada tiga yang menonjol dan merahimi kesalahan-kesalahan turunan. Apa sajakah itu?

Khotbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?

Tiga Biang Dosa yang Harus Dihindari (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Biang Dosa yang Harus Dihindari (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Biang Dosa yang Harus Dihindari

Jamaah Jum’at rahimakumullah,

Manusia adalah tempat salah dan lupa, kata sebuah Hadits. Pernyataan ini secara sepintas hendak memberi ruang seluas-luasnya bagi manusia untuk berbuat kesalahan, padahal tidak. Justru sebaliknya, Hadits ini ingin memberi rambu-rambu kepada para hamba Allah bahwa diri mereka sangat rentan berbuat lalai dan terjerumus dalam kekeliruan. Yang paling penting bagi manusia adalah senantiasa hati-hati agar tidak terperosok ke lubang dosa dan kesalahan. Tentang hal ini, sebagaiman tercantum dalam kitab Muntabihat ‘alal Isti‘ddi li Yaumil Mî‘âd, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa ibn ‘Imran dalam kitab Taurat: ‘Sesungguhnya induk dari segala kesalahan ada tiga, yakni takabur, hasud, dan tamak. Ketiganya melahirkan enam hal, yaitu rasa kenyang, tidur, waktu senggang, cinta harta, gila pujian, dan cinta jabatan.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pertama, takabur atau angkuh atau sombong. Sifat ini sangat menjerumuskan karena seorang hamba dibutakan oleh perasaan diri sendiri yang unggul dan di saat yang bersamaan memandang rendah orang lain. Kita tahu, Iblis dikutuk masuk neraka selama-lamanya karena sifat ini. Perasaan bahwa Iblis lebih utama dan mulia dari Nabi Adam ‘alaihissalam membuatnya membangkang dari perintah Allah subhanahu wata’ala. Ia memilih jatuh dalam kegelapan selamanya ketimbang menaruh rasa hormat kepada Nabi Adam.

Tampaklah bagaimana al-kibru atau keangkuhan memunculkan rasa paling benar sendiri, paling mulia sendiri, dan karenanya secara sadar maupun tidak sadar merasa pantas untuk merendahkan yang lainnya. Sifat takabur juga berakibat pada hilangnya ketawadukan kepada sesama karena telah silap akan kekurangan dan kesalahan diri sendiri.

? ? ? ? ?

“Takabur merupakan sikap mengingkari kebenaran dan memandang remeh manusia yang lain”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang kedua, adalah hasud. Istilah lain dari sifat ini adalah iri atau dengki. Orang yang hasud memiliki ciri menjilat ketika sedang berhadapan dan mengumpat saat berada di belakang. Orang yang dihinggapi penyakit hati ini selalu diliputi rasa susah kala menyaksikan orang lain gembira; dan sebaliknya, merasa gembira kala orang lain sedang susah. Selain menyiksa batin sendiri, hasud juga menggerogoti amal kebaikan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Jauhilah hasud karena sesungguhnya hasud menggerogoti kebaikan-kebaikan sebagaimana api menggerogoti kayu bakar.” (HR Abu Dawud)

Biang kesalahan yang ketiga adalah al-hirsu atau tamak. Yang dimaksud dalam hal ini adalah serakah terhadap kehidupan duniawi. Sebagaimana yang diberikan kepada Iblis dan binatang, Allah juga menganugerahi kita keinginan-keinginan. Hanya saja Allah memberikah kita batasan-batasan sehingga keinginan tersebut tersalurkan secara manusiawi dan sewajarnya. Tamak tak kalah membahayakannya dari takabur dan hasud. Orang yang dijangkiti sifat serakah biasanya tak peduli dengan kondisi di sekelilingnya, bahkan kadang kondisinya sendiri. Kesilapan dengan keuntungan materi yang besar bisa membuat sebuah perusahaan tambang terus mengeruk kekayaan bumi meski berakibat buruk bagi keseimbangan alam dan kehidupan warga sekitar. Seorang politisi rela melakukan risywah (suap) dan fitnah karena serakah terhadap jabatan.

Jamaah shalat Jum’at yang semoga dirahmati Allah

Ketiga sifat itulah yang disebut ummahatul khathâyâ, biang kesalahan. Dikatakan “biang” karena ketiganya menjadi faktor utama dan pemicu munculnya dosa-dosa lain. Khatib mengajak diri sendiri juga kepada hadirin sekalian untuk senantiasa mengevaluasi diri, seberapa jauh kita dihinggapi ketiga penyakit hati tersebut. Dan mari kita perbaiki selagi kesadaran masih bersemayam di dalam hati. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?

"Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat." (HR At-Tirmidzi)

?

Khotbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?





(Alif Budi Luhur).





Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 29 Oktober 2017

Menag: Siswa Madrasah Wajib Jaga Diri, Jaga Negeri

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2017 di Stadion Krida Mandala.

Menag: Siswa Madrasah Wajib Jaga Diri, Jaga Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Siswa Madrasah Wajib Jaga Diri, Jaga Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Siswa Madrasah Wajib Jaga Diri, Jaga Negeri

Di hadapan ribuan siswa madrasah, Menag mengingatkan kewajiban mereka untuk menjaga diri dan menjaga negeri. Caranya pelajar menjaga diri dan negeri adalah dengan prestasi.

“Terus berprestasi, hingga kalian menjadi seorang ahli. Bukan ahli yang lupa diri tetapi seorang ahli yang senantiasa mawas diri. Bukan ahli yang tidak berbakti tetapi seorang ahli yang siap mengabdi pada ibu pertiwi.

Bukan ahli yang tidak punya empati tetapi seorang ahli yang paham toleransi, selalu bergandeng tangan demi bangsa,” pekik Menag diiring tepuk tangan para siswa, Senin (7/8) sebagaimana diberitakan Kemenag.go.id.

Menag mengatakan, bangsa ini menaruh harapan besar kepada para siswa madrasah. Sebab, mereka adalah ? calon pemimpin bangsa masa depan.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pemimpin yang tidak sekedar mampu mengaplikasikan teknologi tetapi juga ? mengaplikasikan iman, taqwa dan cinta tanah air untuk menjaga keutuhan bangsa,” ucapnya.

Menurut Menag AKSIOMA dan KSM merupakan kegiatan rutin Kementerian Agama ? dalam rangka mengaktualisasikan potensi siswa madrasah. Lebih dari itu, event ini menjadi ajang mereka untuk saling mengenal satu sama lain.

“Sehingga, tidak hanya potensi intelektulitas dan sportivitasnya saja yang terasah tetapi sekaligus integritas mereka juga ikut terlatih ketika mereka bertemu dan saling belajar satu sama lainnya,” ucap Lukman Hakim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Para peserta datang bukan ingin ? menunjukan kemampuan dengan jumawa dan merasa ? paling digdaya, tetapi ingin menunjukkan bahwa inilah kami anak madrasah di negeri ini yang siap berkompetisi untuk maju bersama saling bersinegi demi ibu pertiwi.

Tampak hadir dalam pembukaan ini, Wakil Gubernur DI Yogyakarta dan jajaran Pemerintah Daerah, Dirjen Pendidikan Islam ? dan Irjen Kemenag RI beserta Kakanwil se-Indonesia. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kearifan Lokal Ikut Tereduksi Bila Madrasah Sepi

Salatiga, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sekitar enam ribu warga di Wilayah Kabupaten Semarang ikut dalam aksi penolakan kebijakan Full Day School (FDS) yang tercantum dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017. Warga tumpah ruah memenuhi halaman Kantor Bupati Semarang di Ungaran, Jumat (18/8).

Mereka kemudian ditemui langsung oleh Bupati Semarang H Mundjirin beserta Wakil Bupati Ngesti Nugraha.

Kearifan Lokal Ikut Tereduksi Bila Madrasah Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kearifan Lokal Ikut Tereduksi Bila Madrasah Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kearifan Lokal Ikut Tereduksi Bila Madrasah Sepi

Menurut Koordinator Aksi KH Zaenal Muttaqin mengatakan, madrasah diniyah dan pondok pesantren sebagai budaya pendidikan Nusantara akan hilang seiring pemberlakuan FDS.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Hilangnya madin dan pesantren, kemudian dapat mengakibatkan munculnya budaya-budaya yang akan mereduksi kearifan dan keragaman pendidikan lokal,” tegas Zaenal.

Ia mencontohkan, kasus yang sudah terjadi di daerahnya di mana sejak diberlakukan FDS, banyak TPQ dan madin yang mulai ditinggalkan muridnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Korbannya madrasah diniyah banyak yang sudah gulung tikar, TPQ di Ungaran saja sudah banyak yang tutup. Di lingkungan saya juga ada pondok yang santrinya sebagian dari SMA, SMP dan SD negeri yang dulunya pagi sekolah sore atau malamnya di madin atau ponpes sekarang tidak mondok lagi," kata Zaenal yang juga Ketua RMI Kabupaten Semarang itu.

Turut hadir dalam acara tersebut Rais Syuriyah (Plt) PCNU Kabupaten Semarang KH Fatkhurrahman Thohir, Ketua PCNU Semarang (Plt) KH Abdul Gofar. Dalam aksi tersebut warga juga mengadakan istighotsah untuk mendoakan keselamatan bangsa ini. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Anak Sulung, Ansor Penting Bagi Masa Depan NU

Muara Dua, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gerakan Pemuda Ansor sebagai anak sulung Nahdlatul Ulama (NU) ialah penting bagi masa depan organisasi didirikan KH Hasyim Asyari pada 1926. Demikian disampaikan Kiai Mohammad Syakur Tarmidzi, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, Kampung Karet Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan.

Anak Sulung, Ansor Penting Bagi Masa Depan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Sulung, Ansor Penting Bagi Masa Depan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Sulung, Ansor Penting Bagi Masa Depan NU

"Saya berharap, Pendidikan Kepemimpinan Dasar atau PKD PC GP Ansor OKU Selatan ini menghasilkan pemimpin mendatang yang sukses, yang handal, yang bertanggungjawab terhadap Aswaja," kata Kiai Syakur, di Muara Dua, Jumat (13/11).?

Di tangan para pemuda, kata Kiai kelahiran Tulungagung, Jawa Timur 1971 tersebut melanjutkan, masa depan umat itu berada. "PKD ini, semoga bisa melahirkan anak-anak muda NU yang handal," kata dia lagi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada kegiatan PKD I PC GP Ansor OKU Selatan berlangsung Kamis-Jumat ? (12-13/11) bertema ‘Bersinergi Menyatukan Hati Menolak Radikalisme dan Ekstrimime di Bumi Serasan Seandanan’, Kiai Syakur meminta Sekretraris PW GP Ansor Lampung Muhyidin Thohir yang merupakan instruktur nasional bisa mentransfer materi dengan baik tanpa ada gangguan sinyal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jangan sampai hanya sekedar pelatihan tanpa ada hasil. Jangan tanggung-tanggung memberi materi bagi kader-kader muda NU yang jika diumpakan masih babad alas di daerah ini," kata dia. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh, Budaya, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jamaah Dzikir Gunung-gunung Indonesia

Oleh Mukhlis Herwin Mualif

Dalam pelajaran kuliah geofisika ataupun geologi pada Jurusan Fisika, Negara Indonesia merupakan negara dengan kepemilikan gunung api terbanyak yang dilingkari jalur deretan gempa paling aktif yang disebut cincin api (ring of fire) sehinga sewaktu-waktu bisa meletus.

Letak posisi Indonesia sangat strategis, yang mana berada pada titik pertemuan tiga lempeng benua yaitu Lempeng Eurasia dari arah utara, Lempeng Pasifik dari arah timur, serta Lempeng Indo-Australia dari arah selatan.

Jamaah Dzikir Gunung-gunung Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Dzikir Gunung-gunung Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Dzikir Gunung-gunung Indonesia

Akhir-akhir ini, di Indonesia banyak gunung yang menaikkan statusnya dari normal menjadi waspada, siaga, dan bahkan awas. Dalam dunia tasawuf, dikenal bahwa gunung pun juga ikut berdzikir (bertasbih) di waktu pagi dan petang, seperti yang terdapat dalam Firman Tuhan Quran Surat Sad 18-19:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu pagi dan petang, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing amat taat kepada Allah."

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dzikir jika ditinjau secara bahasa berasal dari kata dzakaro yang artinya yaitu ingat. Kata dzikir diambil dari masdarnya dzikron yang kemudian menjadi populer dengan istilah dzikir. Sedangkan dzikir jika dikupas menurut syara’ merupakan ingat kepada Allah Swt. Dengan etika tertentu yang sudah ditentukan dalam Al-Quran dan hadist dengan tujuan untuk mensucikan hati serta mengagungkan Allah. ?

“Siapa yang ingin bersenang-senang di taman syurga, perbanyaklah dzikir. (HR. Thabrani)

Di Indonesia, gunung-gunung pun sedang berjamaah dzikir billisan khususnya daerah Sumatra dan Jawa. Dari Sumatera, jamaah para gunung dipimpin Almukarrom Syekh Gunung Sinabung, Sumatera Utara. Sedangkan penghulu pulau Jawa dan Sumatera, Almukarrom Syekh Anak Krakatau bin Krakatau yang sudah akil baligh, kali ini hanya menjadi makmum saja, yang mungkin lebih condong makmum kepada dzikir billisannya Almukarrom Syekh Gunung Sinabung. ?

“Kakanda, kali ini saya makmum kamu saja, karena saya sudah sering aktif untuk meneruskan ilmu Abah saya”, ujar putra gunung Krakatau kepada Almukarom Syekh gunung Sinabung.

Jamaah dzikir billisan di pulau Jawa dipimpin Almukarrom Kiai Gunung Kelud AlJawi, yang dengan dzikirnya telah membawakan pesan damai dengan merahmati hujan abu yang hampir rata di daerah Jawa bahkan sampai kepada daerah Pasundan. Tak lupa sebelumnya minta restu kepada Almukarom Kiai Gunung Semeru, yang merupakan sultan dari para gunung-gunung di Indonesia. Konon, dipilih sebagai sultannya para gunung di Indonesia dikarenakan ia telah disebutkan dalam kisah pewayangan.

Ngaturaken sowan kulo marang Paduko Kiai Gunung Semeru, kulo nyuwun pangestu paduko, badhe mimpin jamaah dzikir billisan poro gunung khususipun ingkang dumunung wonten ing Jawi,” izin Kiai Gunung Kelud Aljawi kepada Kiai Gunung Semeru.

E..lha dalah… sumonggo kiai, kanthi ridhonipun Gusthi Allah, Pengerane bumi lan Langit sarto Shalawat Nabi, mugi-mugi dzikir billisanmu saged dados barokah kagem nagari Indonesia khususipun. Lahul Fatihah..” Jawab Kiai Gunung Semeru sebagai ucapan restu kepada Kiai Gunung Kelud AlJawi.

“Hu..hu..”, begitu bunyi dentuman dzikir? jamaah dzikir billisan para gunung, ada yang secara sir (tak terdengar) da nada pula yang jahr (nyaring).

Definisi dzikir secara sir yaitu dengan suara secara perlahan sekiranya hanya terdengar oleh indera pendengaran atau telinga yang berdzikir. Menurut orang tasawuf atau ahli sufi menyebut hal ini merupakan dzikir yang paling afdhol. Sedangkan secara jahr yaitu secara keras sekiranya dapat terdengar di sekitarnya.

Menurut info terakhir ikut menyusul dzikir secara sir yaitu Almukarom Kiai Gunung Slamet, Almukarom Kiai Gunung Semeru, Almukarom Kiai Gunung Bromo, Almukarom Syekh Gunung Raung. Semula Almukarom Syekh Gunung Merbabu masuk dalam jamaah ini, akan tetapi ketika sudah pada kondisi fana dan nikmat dalam berdzikir maka secara tidak sadar berubah menjadi jahr. “Hu….hu….”, bunyi dentuman dzikir yang tiba-tiba diucapkan secara keras dan disertai kilatan yang menyambar-nyambar di pucak gunung sehingga membuat warga berhamburan keluar rumah. Seismograf milik BPPTKG Yogyakarta pun tidak dapat mendeteksi adanya aktivitas apapun, seperti yang diucapkan Subandriyo Kepala BPPTKG Yogyakarta.

Di Indonesia gunung api terbagi dalam 3 tipe berdasarkan waktu erupsinya, tipe A gunung api yang mengalami erupsi sekurangnya satu kali setelah tahun 1600, tipe B setelah tahun 1600 belum tercatat erupsinya akan tetapi menunjukkan gejala vulkanik yang jumlahnya 28, tipe C erupsinya tidak tercatat oleh manusia. Almukarom Syech Gunung Merbabu masuk kategori B. Menurut Sorja Koesuma, Dosen Fisika Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, mengatakan untungnya magnitudenya kecil. Mungkin juga bukan tektonik, akan tetapi ada sesar yang teraktivitasi karena aktivitas vulkanik.

Di golongan lain, terdapat sekelompok golongan gunung-gunung dengan dzikir bilqolbi (dengan hati) yang dipimpin Almukarom Kiai gunung Lawu Magetan, yang diikuti oleh Almukarom Kyai Gunung Wilis bahkan mungkin kali ini Almukarom Kiai Gunung Merapi Yogyakarta pun ikut jamaah dzikir bilqolbi karena kali ini tidak terdapat dalam kelompok golongan dzikir billisan. Definisi dzikir bilqolbi sendiri yaitu dzikir dengan menggunakan hati dan sama sekali tidak terdengar oleh telinga.

Apapun dzikirnya semoga kita semua dimasukkan dalam golongan yang cinta berdzikir, bersama makhluk Allah yang lain yang cinta berdzikir di bumi dan langit. Amiin.

MUKHLIS HERWIN MUALIF, alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Solo, dan alumni Jurusan Fisika UNS

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 28 Oktober 2017

Rais Syuriyah PCINU Jerman Kupas ISIS di Turki

Istanbul,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bertempat di Turkiye Yazarlar Birligi, PCINU Turki bersilaturahim dengan Rais Syuriyah PCINU Jerman Dr Syafiq Hasyim yang baru saja menyelesaikan program doktoralnya dari Universitas Freie Berlin untuk kajian Islam kontemporer.

Rais Syuriyah PCINU Jerman Kupas ISIS di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PCINU Jerman Kupas ISIS di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PCINU Jerman Kupas ISIS di Turki

Selain dihadiri anggota PCINU, silaturahmi pada Jumat (8/8) diskusi ini diikuti mahasiwa Indonesia di Istanbul, Ruhum. Masyarakat Turki yang mempunyai minat yang sama tentang perkembangan di negara-negara Timur Tengah saat ini juga ada yang ikut.

Syafiq menjelaskan, fenomena ISIS tidak bisa hanya dilihat melalui kacamata kultural atau agama saja karena ada kepentingan ekonomi-politik di belakang organisasi multietnik ini. “Dikarenakan fenomena ISIS termasuk baru, belum ada informasi yang valid atau pun pengetahuan mendalam seperti artikel ilmiah di jurnal,” kata Syafiq

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Syafiq, ISIS bisa dibilang membawa paham radikalisme yang jika tidak diantisipasi masyarakat Indonesia akan berdampak langsung kepada keamanan dan perdamaian yang dijunjung tinggi para pendiri negara kita.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syafiq juga menyingung soal media massa yang yang menulis gerakan radikal tersebut. Menurutnya, sekarang kebebasan dalam berbicara sudah dalam fase tahap lanjut. Siapa saja di Indonesia bebas mengemukakan pendapat pribadi masing-masing. Didukung dengan akses internet yang semakin hari kian cepat dan bisa dijangkau secara mudah, termasuk telepon seluler,arus informasi mengalir tanpa saringan.

Kini, kata dia, setiap orang dengan mudah memproduksi “wartanya” sendiri, berdasarkan analisis sendiri, lalu dipublikasikan sendiri. “Kaidah jurnalistik sayangnya diabaikan,” tambahnya.

Di satu sisi, lanjutnya, hal itu merupakan tanda kebebasan berpendapat yang menggembirakan. Akan tetapi, di sisi lain, itu menyebabkan bergesernya tren bacaan masyarakat.

Dulu, kata dia, mereka merujuk pada artikel ilmiah, jurnal, makalah maupun sejenisnya, kini berganti menjadi bacaan artikel populer yang sangat instan. “Orang tidak lagi menilik sesuatu berdasarkan sumber yang otoritatif, tetapi melihat dari popularitas seorang tokoh yang tidak mumpuni,” jelasnya.

Ia mencontohkan, belakangan banyak orang yang mencibir kepakaran Prof Quraish Shihab dan menyanjung “fatwa instan” dari seseorang yang tidak dikenal sebagai ilmuwan dan penulis yang berintegritas.

Kembali kepada ISIS, Syafiq berpendapat diperlukan penelitian yang mendalam supaya tidak menyebabkan adanya kesalahan informasi yang dapat  meracuni pikiran publik. “Kita harus beralih dari memproduksi pengetahuan berbasis konspirasi menuju pengetahuan berbasis riset,” tegasnya.

Ia menyesalkan, apa yang terjadi sekarang, masyarakat umum lebih menyukai bacaan populer daripada analisis ilmiah sehingga terkadang tulisan intelektual beberapa akademisi dianggap sebagai perpanjangan tangan dari budaya Amerika yang liberal.

Dalam menyikapi ISIS, pesan Syafiq, kita harus tahu bahwa ideologi ini tidak cocok untuk diaplikasikan di negara Indonesia bahkan tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia, sehingga berbahaya bagi kelangsungan ideologi bangsa Indonesia.

Selain menggali nilai-nilai NU yang moderat, ia menegaskan pentingnya memahami nation and character building seperti yang dulu ditegaskan pendiri bangsa Republik Indonesia. “Lihat Jerman, Amerika, juga Turki misalnya, mereka memiliki nilai-nilai budaya bangsanya sendiri yang sulit dipengaruhi seketika.”

Indonesia, kata pakar hukum Islam ini, membutuhkan itu. Apa yang disebut sebagai “manusia Indonesia,” sekarang tidak jelas dan malas untuk diperdebatkan dalam ruang publik. Maka, upaya untuk deradikalisasi juga searah dengan kehendak untuk mengenali kembali nation and character building itu. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Kajian, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Serentak Khotmil Quran Bil Ghoib di 20 Masjid di Kota Kraksaan

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an, Pimpinan Cabang (PC) Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz (JQH) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jum’at (24/6) melaksanakan Khotmil Qur’an bil Ghoib di 20 masjid secara serentak.

Ketua PC JQH Kota Kraksaan KH Abdul Qodir Somad mengungkapkan bahwa Khotmil Qur’an bil Ghoib ini dilaksanakan setelah shalat Jum’at hingga menjelang adzan Maghrib tiba. “Kegiatan itu diikuti oleh ratusan mustamirin (pendengar) di masing-masing masjid,” ujarnya.

Serentak Khotmil Quran Bil Ghoib di 20 Masjid di Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Serentak Khotmil Quran Bil Ghoib di 20 Masjid di Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Serentak Khotmil Quran Bil Ghoib di 20 Masjid di Kota Kraksaan

Dalam Khotmil Qur’an bil Ghoib ini, para hafidz dan hafidzah (penghafal Al-Qur’an) ini membaca Al-Qur’an secara berkelompok. “Mereka membaca Al Qur’an tanpa harus memegang mushaf,” jelasnya.

Menurut Kiai Somad, pembagian kelompok tersebut dimaksudkan untuk mempermudah dalam pembagian juz yang harus dibaca oleh masing-masing kelompok. Selain untuk memperingati malam Nuzulul Qur’an, kegiatan tersebut dilakukan secara rutin oleh JQH Kota Kraksaan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya baca Al-Qur’an dikalangan umat muslim, khususnya masyarakat Kota Kraksaan dan sekitarnya. Kegiatan ini sudah berkembang menjadi sebuah tradisi,” tuturnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Disamping itu jelas Somad, kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan minat masyarakat untuk menghafal Al-Qur’an. Terutama bagi yang benar-benar berminat. “Banyak manfaat yang bisa didapat dengan menghafal Al-Qur’an,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Izza Nur Layla, alumni MA Unggulan Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur ini masuk dalam Nominasi Santri of The Year 2017. Ajang yang diselenggarakan oleh Islam Nusantara Center (INC) untuk menyambut Hari Santri Nasional itu, menempatkan Izza, sapaan akrabnya sebagai Nominator  Santri Berprestasi Internasional. 

Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017

Selain Izza, ada nama lain yang menjadi nominator di bidang  yang sama, yaitu Tontowi Ahmad. Alumnus Pesantren Al Falah Ploso, Kediri  ini masuk nominasi berkat pretasinya yang mendunia sebagai pemain ganda campuran bulutangkis bersama Liliana Natsir. Nama lainnya adalah Malik Khidir, alumnus Pesantren Al Barokah ini adalah Juara Kompetisi Robotik Internasional.

Masih banyak nama-nama top lain masuk Nominator Santri of The Year 2017 sesuai dengan bidangnya. Misalnya, Prof KH Muhammad Tholhah Hasan (Pendiri Unisma Malang) untuk bidang pendidikan, Habib Syekh Abdul Qadir Assegaf (Penggiat Seni Sholawat)  untuk bidang seni dan budaya, dan Saifullah Yusuf (Wagub Jawa Timur) untuk bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan.

Izza sendiri masuk nominasi lantaran prestasi internasionalnya yang fenomenal. Dara  kelahiran Jember 5 Februari 1996 itu adalah peraih medali emas dalam kompetisi bidang agribisnis di ajang The 36th National Academic Conference of the Future Farmers of Thailand Organization di Thailand  tahun 2015.

Saat itu, Izza berduet dengan Aji Zulfikar asal Pesantren Darul Ma’arif, Sintang, Kalimantan Barat, berhasil memenangi lomba di kategori demonstrasi keahlian profesional dengan menyajikan sistem penanaman hydroponic.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Izza telah menyelesaikan studi D3 Agribisnis di Pattani Fisheries and Agriculture Technology College, Pattani, Thailand Maret 2017 lalu. Ia lulus meyandang predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 4,0. 

Saat ini, Izza mendapat beasiswa lagi untuk melanjutkan pendidikan S1 di Rajamangala University of Technology Srivijaya, Thung Yai District, Nakhon Si Thammarat, Thailand.

Pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Gus Rabith Qashidi, berharap agar prestasi Izza dapat melecut semangat santri lain untuk meraih prestasi. Ia mengaku yakin bahwa santri juga bisa berprestasi di tingkat internasional bahkan dalam bidang umum sekalipun. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Izza lulusan Madrasah Aliyah, tapi bisa juara di bidang agribisnis, kan hebat," tuturnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Santri, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PP LAZISNU-LDNU Salurkan 10.000 Sembako dan 5.000 Santunan Yatim

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh NU (PP LAZISNU) dan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) menyerahkan bantuan 10.000 paket sembako dan 5.000 paket santunan kepada anak-anak yatim.

Penyerahan berlangsung di masjid An-Nahdlah, Kantor PBNU lantai dasar, jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (29/7) petang. Kegiatan penyaluran dihadiri oleh sedikitnya 100 orang penerima bantuan.

PP LAZISNU-LDNU Salurkan 10.000 Sembako dan 5.000 Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZISNU-LDNU Salurkan 10.000 Sembako dan 5.000 Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZISNU-LDNU Salurkan 10.000 Sembako dan 5.000 Santunan Yatim

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang kerap disapa Kang Said, Wakil Ketua Umum PBNU Asad Said Ali, Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik, dan Ketua PP LDNU KH Zaki Mubarok.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Semoga para muzakki diberikan ganjaran berlipat karena telah menunaikan zakat sebagai ibadah wajib,” kata KH Masyhuri Malik dalam sambutan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bantuan 10.000 paket sembako, sambung KH Masyhuri Malik, akan disalurkan dari Jawa Timur hingga Banten dan beberapa titik di Lampung. Sedangkan paket 5.000 santunan yatim disalurkan mulai dari Kupang, Nusa Tenggara Barat hingga Sumatera Barat.

Penyerahan paket bantuan ditutup dengan ceramah singkat Kang Said.

“Dua hal yang paling penting di muka bumi adalah iman kepada Allah dan bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Kang Said mengulang sabda Rasulullah SAW.?

Keimanan kepada Allah, lanjut Kang Said, dinilai belum sempurna sebelum orang yang bersangkutan memberikan sumbangsih kepada orang lain.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 27 Oktober 2017

Kiai Juga Dorong Berwirausaha

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Orang yang selalu mendorong saya dalam berwirausaha itu Mbah Warsun. Mbah Warsun itu sangat respek pada santri yang punya jiwa mandiri. Sehingga beliau sering memberikan dorongan dan motivasi.”

Kiai Juga Dorong Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Juga Dorong Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Juga Dorong Berwirausaha

Demikian dikatakan H Suhadi Khozin, penasehat HIPSI Yogyakarta, saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di gedung PWNU DIY, Jl MT Haryono 41-42, usai mengikuti acara Pembentukan pengurus HIPSI Cabang Yogyakarta, Sabtu (1/6) sore.

Orang terdekat almarhum Mbah Warsun itu pun menceritakan perjalanan wirausaha yang telah digelutinya sejak lulus SMA, sekitar tahun 1982. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakan bahwa Mbah Warsun adalah orang yang selalu mendorongnya dalam berwirausaha.

“Saat kuliah pun, Bapak jarang sekali menanyakan kuliahnya bagaimana. Yang ditanyakan justru adalah bagaimana usahanya?” papar H Suhadi sembari berkaca-kaca ketika mengenang pengarang kamus Al-Munawwir tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wakil Katib Syuriyah PWNU DIY itu kemudian menyatakan keprihatinannya kepada generasi muda sekarang, dimana mayoritas dari mereka ketika selesai kuliah, bingung akan ‘menjual’ ijazahnya ke mana. Belum lagi ditambah dengan mindset yang terbangun selama ini, bahwa ketika selesai dari sekolah dan kuliah, jadi pegawai, itu sudah selesai.

“Hal seperti itu saja sebenarnya tidak cukup. Maka cobalah berwirausaha, sekecil apapun. Mbah Warsun sering memberikan nasehat untuk berwirausaha dengan dimulai dari usaha-usaha kecil. Istilahnya itu gege mongso, yaitu harus dimulai dari kecil dan bertahap, tidak perlu langsung besar,” tandasnya.

Pemilik usaha sablon LU Grafika Yogyakarta tersebut berharap, dengan adanya pembentukan pengurus HIPSI Yogyakarta nantinya dapat muncul kemandirian dari santri, sesuai dengan kapasitas masing-masing. Agar nantinya juga memiliki kemandirian berfikir.

Kemudian, ia pun berpesan kepada generasi muda NU yang akan atau sedang menekuni bidang wirausaha, tentang empat hal. Pertama, agar memunculkan jiwa kemandirian yang dilandasi oleh motivasi yang kuat, amanah serta istiqamah. Kedua, harus ada keseriusan untuk melangkah dalam usaha, sekecil apapun. Ketiga, tidak usah terlalu bermimpi yang tinggi-tinggi dahulu.

“Yang terakhir, orang berwirausaha itu harus tahan banting,” pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh, Hadits, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Maruf: Belajar Agama Jangan Hanya Melalui Internet

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Rais Aam PBNU KH Maruf Amin berpesan agar masyarakat tidak menerima begitu saja pelajaran agama yang bertebaran di media sosial atau via internet. Pasalnya, pelajaran agama akan rawan sekali penyimpangan bila disampaikan tanpa guru.

Demikian disampaikan Kiai Maruf Amin di hadapan ribuan jamaah NU Taiwan dalam istighotsah dan tabligh akbar di pusat Kota Taiwan, Taipei Main Station, Ahad (15/10).

Kiai Maruf: Belajar Agama Jangan Hanya Melalui Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf: Belajar Agama Jangan Hanya Melalui Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf: Belajar Agama Jangan Hanya Melalui Internet

Hadir dalam acara ini Katib Syuriyah PBNU Asrorun Niam Sholeh, Wakil Kepala Dagang dan Ekonomi Indonesia Siswadi, Sinchung Halal for Taiwan, dan juga Ketua Taiwan Muslim Association Mr Yasin.

"Beragama itu harus melalui guru. NU sudah memberikan panduan keagamaan yang perlu dipegangi. Belajar agama jangan hanya melalui internet. Bisa bahaya. Di sinilah pentingnya berjamaah dan berjamiyyah. Belajar agama itu dari ulama," jelas Kiai Maruf.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara ini disponsori oleh Sinchung Halal for Taiwan, lembaga sertifikasi halal yang menjadi mitra MUI dalam sertifikasi halal di Taiwan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PBNU Minta Mesir Tinjau Putusan Hukuman Mati Massal

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta pemerintah Mesir untuk meninjau ulang hukuman mati yang dijatuhkan kepada 683 aktifis Ihwanul Muslimin termasuk pemimpinnya, Muhammad Badie.

PBNU Minta Mesir Tinjau Putusan Hukuman Mati Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Mesir Tinjau Putusan Hukuman Mati Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Mesir Tinjau Putusan Hukuman Mati Massal

“Sebagai sebuah negara besar, ini merupakan sebuah kemunduran dan pelanggaran HAM,” kata Kiai Said di gedung PBNU, Rabu (30/4).

Mesir, kata Kiai Said merupakan negara yang memiliki peradaban yang telah maju dan di negeri tersebut, terdapat institusi Al Azhar yang sangat dihormati umat Islam.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Perbedaan sikap politik tidak perlu diselesaikan dengan cara saling membunuh,” tegasnya.

Ia berharap pihak-pihak yang berseberangan seperti Ikhwanul Muslimin dan militer, menyelesaikan persoalan negeri tersebut dengan cara dialog.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PBNU dalam waktu dekat akan mengirim surat kepada pemerintah Mesir agar hukuman tersebut ditinjau ulang.

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Pemerintah Indonesia juga menyesalkan dijatuhkannya hukuman mati tersebut. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gerakan Pemuda Ansor Cabang Tanah Laut Gelar PKD III

Tanah Laut, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pada hari Jumat 4 September 2015 bertempat di Pondok Pesantren Mujahidin Takisung Pengurus Cabang gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tanah Laut Gelar Pelatihan Kepemimpinan Tingkat dasar ( PKD ) selama tiga hari dari tanggal 4 - September 2015.

Turut hadir dalam acara pembukaan PKD ini Staf Ahli Bidang SDM HMNoor, Ketua Tanfidziah NU Kabupaten Tanah Laut H Hasan Basri dan Ketua PW Ansor Harunur Rasyid beserta jajaran pengurus Ansor Kalimantan Selatan.

Gerakan Pemuda Ansor Cabang Tanah Laut Gelar PKD III (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Pemuda Ansor Cabang Tanah Laut Gelar PKD III (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Pemuda Ansor Cabang Tanah Laut Gelar PKD III

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tanah Laut Umar Sazali yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mujahidin. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja pertama setelah dia terpilih menjadi ketua Ansor Tanah Laut sebulan yang lalu. Peserta PKD ini diambil dari seluruh Pengurus Anak Cabang se-kabupaten Tanah Laut serta Pengurus Cabang yang terpilih yang belum mengikuti PKD.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketika ditanya kenapa PKD ini dilaksanakan di pesantren tidak di hotel maupun gedung pertemuan, Umar menjawab ini merupakan khittah ketua umum GP Ansor Nusron Wahid agar mengembalikan kegiatan Ansor ke pesantren, ujarnya.

Sementara itu ketua perngurus Cabang NU Kabupaten Tanah Laut H Hasan Basri dalam sambutannya sangat gembira atas semangat yang telah ditunjukan oleh pengurus cabang GP Ansor yang dalam kurun waktu satu bulan terpilih sudah bisa melaksanakan kegiatan yang sangat penting dalam pengkaderan kader-kader NU di masa yang akan datang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan bupati Tanah Laut dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bid SDM M. Noor menyambut baik insiatif GP Ansor yang telah melaksanakan kegiatan PKD ini yang sangat positif dalam membangun generasi muda ke depan, pemuda sebagai agen perubahan dan pewaris sah bangsa ini, kegiatan ini pula berkorelasi dengan pembangunan yang dilaksanakan untuk memajukan Kabupayen Tanah Laut yang Berkemajuan, Kampiun, Relejius, Akuntabel, dan Terunggul (Tanah Laut Berkarakter)

Bupati juga berharap agar peran pemuda dalam pembangunan di Tanah Laut terus ditingkatkan, apalagi GP Ansor sebagai organisasi keagamaan yang menyediakan generasi muda yang berakhlakul karimah. ? Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sambut Harlah, Ranting-ranting NU Serentak Gelar Istighotsah

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam rangka untuk menyemarakkan Hari Lahir (Harlah) ke-90 Nahdlatul Ulama (NU), seluruh Ranting NU se Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo kompak menggelar istighotsah bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat pemerintah di ranting masing-masing dan nantinya akan ditutup di tingkat MWCNU Kecamatan Lumbang pada puncak peringatan Harlah NU.

Sambut Harlah, Ranting-ranting NU Serentak Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, Ranting-ranting NU Serentak Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, Ranting-ranting NU Serentak Gelar Istighotsah

Demikian disampaikan Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Lumbang Suparman kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Selasa (21/5). Menurutnya, selain untuk mempererat ikatan tali silaturrahim diantara semasa pengurus NU dan warga Nahdliyin, istighotsah ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan pengurus NU untuk melestarikan tradisi-tradisi yang pernah dilakukan oleh ulama-ulama NU.

“Istighotsah ini merupakan salah satu bentuk ungkapan rasa syukur kami, karena hingga saat ini organisasi NU yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari ini dapat terus berkembang dengan program-programnya yang dapat dirasakan langsung oleh segenap warga Nahdliyin,” ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakan Suparman, melalui istighotsah yang dilakukan oleh seluruh ranting NU ini, paling tidak warga Nahdliyin tahu bahwa inilah salah satu tradisi yang sering dilakukan oleh ulama-ulama NU. Bahkan tradisi ini bisa terus lestari hingga saat ini diusianya yang sudah menginjak 90 tahun menurut kalender qomariah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Istighotsah ini merupakan sarana untuk mengamalkan ajaran tradisi ulama NU Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) dan mendoakan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh paham-paham lain di luar NU yang bertentangan dengan akidah Ahlussunnah wal Jamaah,” jelasnya.

Menurut Suparman, dalam pelaksanaannya istighotsah sendiri diawali dengan sholat Isya’ dan dilanjutkan dengan sholat hajat berjamaah. Selanjutnya dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasiin dan sholawat bersama. Setelah itu baru digelar istighotsah dan diakhiri dengan doa bersama.

“Di sini kami berdoa bersama-sama dengan harapan senantiasa diberikan kemudahan dalam segala hal sehingga dapat berkomunikasi dan koordinasi dengan baik kepada ranting dalam melaksanakan program kerja. Dengan kata lain, kita bersama-sama saling introspeksi diri atas perbuatan yang sudah dilakukan selama ini,” terangnya.

Menurut Suparman, kegiatan istighotsah tersebut akan semakin mempererat dan memperkokoh jalinan ikatan silaturahim diantara sesama pengurus NU dan warga Nahdliyin. “Melalui istighotsah ini kami berharap nantinya akan menumbuhkan rasa kebersamaan untuk bersama-sama membesarkan NU. Dengan usianya yang sudah mencapai 90 tahun, kami ingin agar organisasi NU ini bisa terus menjadi organisasi yang besar, khususnya di Indonesia,” pungkasnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, IMNU, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Perputaran Uang di Jombang Selama Muktamar Rata-rata Rp 15 M Per Hari

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Molornya penutupan Muktamar Ke-33 NU membawa berkah bagi masyarakat Jombang dan sekitarnya. Selain muktamirin punya waktu lebih lama bersilaturahim, pedagang punya waktu lebih lama berjualan sehingga bisa untung lebih banyak.

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Daerah (Panda) Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), Senin (3/8/2015) malam di media center Muktamar ke-33 NU yang berada di komplek SMA 1 Jombang. Dalam konferensi pers yang dihadiri belasan wartawan dari lokal, nasional dan asing, Gus Ipul tampak ceria dan melemparkan guyonannya.

Perputaran Uang di Jombang Selama Muktamar Rata-rata Rp 15 M Per Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Perputaran Uang di Jombang Selama Muktamar Rata-rata Rp 15 M Per Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Perputaran Uang di Jombang Selama Muktamar Rata-rata Rp 15 M Per Hari

Menurutnya, jumlah peserta dan panitia Muktamar saja  5.000 orang. Sedangkan pengunjung muktamar selain peserta dan panitia, setiap hari rata-rata berjumlah 10.000 orang. Mereka ini datang bukan karena diundang oleh panitia, melainkan “diundang” oleh NU. Mereka merasa memiliki NU, sehingga tanpa diundang oleh panitia pun mereka pasti datang. Yang penting semuanya bisa menikmati suasana kemeriahan muktamar ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jika rata-rata setiap orang berbelanja Rp 100.000 dari 15.000 orang tersebut, maka setiap harinya terjadi perputaran uang rata-rata Rp 15 miliar. Jika dipatok Muktamar berlangsung lima hari saja, ya bisa kalikan sendiri berapa jumlahnya. Ini berkah bagi pedagang dan masyarakat Jombang. Kalaupun sempat molor penutupan Muktamar dari jadwal yang sudah ditetapkan, sebenarnya ada juga untung bagi masyarakat," tutur Syaifullah.

"Panitia selain menyelenggarakan rapat-rapat, sidang-sidang agenda muktamar, juga menyediakan arena berbagai kegiatan. Seperti di GOR ada pameran, bazar, pertunjukan musik yang menampilkan Ahmad Dhani, Rhoma Irama, shalawatan dan sebagainya. Sedangkan di sejumlah pondok pesantren juga berlangsung, bazar,  diskusi dan bedah buku dari berbagai tokoh/intelektual NU," tambah Gus Ipul.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, berbagai kelompok/organisasi di lingkungan struktural maupun kultural NU menggelar pula banyak kegiatan. Mulai dari sebelum dibukanya Muktamar Ke-33 NU oleh Presiden Joko Widodo, Sabtu (1/8) malam, hingga Senin (3/8/2015) malam. (Armaidi Tanjung/Mahbib)     

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 25 Oktober 2017

Permainan Tradisional Warnai Hari Santri di Rajapolah Tasik

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Hari Santri Nasional 22 Oktober disambut seluruh Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan berbagai kegiatan dan caranya masing masing, tak mau ketinggalan Santri Kecamatan Rajapolahpun mencoba melestarikan dan memperkenalkan kembali permainan tradisional melalui momen ini.

Beretempat di Terminal Kecamatan Rajapolah Tasikmalaya, Jawa Barat santri yang berasal dari 80 Lembaga yang terdiri dari 20 Pesantren dan 60 Madrasah Diniyah ? se Rajapolah ini memenuhi lokasi kegiatan, mereka bersemangat dan berupaya meraih piala Hari Santri Nasional Kecamatan Rajapolah, Ahad (23/10)

Permainan Tradisional Warnai Hari Santri di Rajapolah Tasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Permainan Tradisional Warnai Hari Santri di Rajapolah Tasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Permainan Tradisional Warnai Hari Santri di Rajapolah Tasik

Pada peringatan Hari Santri Nasional panitia memperlombakan 7 Cabang Lomba Congklak, Bakiak, Jajangkungan (Engrang), Damdaman,sepakbola mini pake sarung, Menulis puisi dan Fashion Show.?

Menurut Ketua Pelaksana Peringatan Hari Santri Nasional Rajapolah, Edi Kardiman, permainan tradisional dipilih untuk bisa melestarikan dan mengingatkan kebiasaan zaman dahulu dimana saat ini kearifan lokal itu dihilangkan karena banyaknya orang yang main hanya dengan gadget, maka kita coba angkat kembali pada moment ini, dan Islam Nusantara itu sangat menghormati kearifan lokal.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Rajapolah Asep Hersan mengatakan, panitia sengaja tak memilih kegaiatan lomba yang bernuansa agama seperti baca kitab kuning dan semacamnya ? karena itu sudah biasa, kami ingin pada hari yang membahagiakan untuk para santri ini mereka semua tersenyum.

"Selain itu, kegiatan ini juga dijadikan ajang silaturahim antar-pesantren dan madrasah diniyah se-Rajapolah," pungkasnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelajar NU Libatkan Anak Yatim Rayakan Hari Santri

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo merayakan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional (HSN) Yayasan Hidayatul Islam Desa Clarak Kecamatan Leces, Sabtu (29/10). Dalam kesempatan ini para pelajar NU mengajak anak yatim di yayasan itu untuk ikut bersama-sama merayakan momentum Hari Sumpah Pemuda dan HSN.

Kegiatan ini dihadiri Ketua IPNU Probolinggo Babussalam, Ketua IPPNU Probolinggo Nur Hakimah Ismawati, Ketua MWCNU Leces Kiai A Sufyan, Forkopimka Leces, Ranting NU Clarak, dan Ketua Yayasan Hidayatul Islam Kiai Syamsul Arifin.

Pelajar NU Libatkan Anak Yatim Rayakan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Libatkan Anak Yatim Rayakan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Libatkan Anak Yatim Rayakan Hari Santri

Ketua IPNU Leces Ali Yusro mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengobarkan semangat Hari Sumpah Pemuda dan HSN di kalangan santri, terutama para anak yatim yang ada di yayasan.

"Harapannya tercipta kader yang mempunyai rasa tanggung jawab yang besar terhadap pemuda dan pelajar hari ini dan sepuluh tahun yang akan datang," harapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Babussalam menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, ini merupakan salah satu syiar untuk menyebarkan informasi tentang hari pengakuan terhadap keberadaan santri.

"Karena keberadaan santri tidak bisa dilepaskan dari berdirinya negara ini. Jadi sudah sepatutnya seluruh santri dan pemuda mengetahuinya. Harapannya meningkatkan kecintaan terhadap keberadaan pesantren sebagai cikal bakal lahirnya santri," katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Grand Mufti Lebanon Sambut Baik Pertemuan Internasional PBNU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara definitif bakal menghelat pertemuan atau konferensi para pemimpin moderat dunia Islam atau International Summit of The Moderate Islamic Leaders, pada 8-11 Mei 2016 di Hotel Borobudur, Jakarta.

Grand Mufti Lebanon Sambut Baik Pertemuan Internasional PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Grand Mufti Lebanon Sambut Baik Pertemuan Internasional PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Grand Mufti Lebanon Sambut Baik Pertemuan Internasional PBNU

Konferensi ini akan menghadirkan sekitar 300 peserta yang terdiri dari para pemimpin dunia Islam, para pemikir Islam, dan para pemimpin organisasi Islam dunia. Salah satu yang menjadi tamu undangan adalah Grand Mufti Lebanon Syeikh Dr. Abdul Latif Faiz Derian.

Sekretaris Duta Besar Ahmad Jalaludin lewat surat elektronik menyampaikan, Duta Besar RI untuk Lebanon Achmad Chozin Chumaidy telah berkunjung kepada Grand Mufti Lebanon Syeikh Dr Abdul Latif Faiz Derian, menyampaikan undangan dari PBNU untuk menghadiri International Summit of The Moderate Islamic Leaders” (Qimmah Ruasa al-Muslimin Al-Washathiyyin).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mufti Derian menyambut baik dan berterima kasih kepada PBNU atas undangan tersebut. Beliau berusaha untuk hadir, semoga tidak bentrok dengan acara yang telah teragendakan terlebih dahulu di Lebanon,” katanya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah,Selasa (29/3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dalam sebuah rapat perdana panitia International Summit of The Moderate Islamic Leaders mengatakan, PBNU menyelenggarakan penyelenggaraan akbar ini untuk menggalang soliditas para pemimpin muslim dari berbagi negara menyusul pergeseran politik dunia akibat gelombang globalisasi yang berdampak besar bagi dunia dan Islam.

Upaya tersebut juga untuk mewujudkan spirit Islam Nusantara ke dunia internasional. Hal ini sebagai tindak lanjut dari konflik dan ketegangan yang seolah tak ada habisnya antarnegara maupun kelompok-kelompok Islam di dunia. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, IMNU, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 24 Oktober 2017

Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan

Berbicara tentang kepahlawanan, biasanya mengundang pembicaraan tentang jihad. Karena tiada kepahlawanan tanpa jihad.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ada kesalahpahaman tentang pengertian jihad. Ini mungkin disebabkan oleh seringkalinya kata itu baru terucapkan pada saat perjuangan fisik, sehingga diidentikkan dengan perlawanan bersenjata. Kesalahpahaman ini disuburkan juga oleh terjemahan yang keliru terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, yang berbicara tentang jihad, dengan anfus dan harta benda. Kata anfus seringkali diterjemahkan dengan "jiwa". Terjemahan Al-Qur’an oleh Kementerian Agama pun demikian. Misalnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi." (QS Al-Anfal: 72)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar." (QS Al-Hujurat: 15)

Kata “anfus” dalam dua ayat di atas diterjemahkan oleh Kementerian Agama dengan arti “jiwa”. Walaupun ada juga yang diterjemahkan dengan "diri" seperti tercantum dalam Surat at-Taubah ayat 88.

Jamaah shalat jum’at hafidhakumullah,

Memang, dalam Al-Qur’an, banyak arti dari kata anfus, yaitu "nyawa", "hati", "jenis", dan "totalitas manusia" di mana terpadu jiwa raganya. Al-Qur’an mempersonifikasikan wujud seseorang di hadapan Allah dan masyarakat dengan menggunakan kata nafs. Kalau demikian, tidak meleset jika kata itu dalam konteks jihad dipahami dalam arti totalitas manusia. Sehingga, kata nafs mencakup nyawa, emosi, pengetahuan, tenaga dan pikiran, bahkan juga waktu dan tempat, karena manusia tidak dapat memisahkan diri darinya. Pengertian ini dapat diperkuat dengan adanya perintah berjihad tanpa menyebutkan nafs atau harta benda:

? ? ? ? ?

"Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya." (QS Al-Hajj: 78)

Sekitar 40 kali kata jihad disebut oleh Al-Qur’an dengan berbagai bentuknya. Maknanya bermuara pada "mencurahkan seluruh kemampuan" atau "menanggung pengorbanan". Mujahid adalah orang yang mencurahkan seluruh kemampuannya dan berkorban dengan nyawa atau tenaga, pikiran, emosi dan apa saja yang berkaitan dengan diri manusia. Sedangkan jihad adalah cara untuk mencapai tujuan. Jihad tidak mengenal putus asa, menyerah, bahkan kelesuan, dan tidak pula pamrih.

Jihad tidak dapat dilakukan tanpa modal, karena itu jihad disesuaikan dengan modal yang dimiliki dan tujuan yang ingin dicapai. Sebelum tujuan tersebut tercapai dan selama masih ada modal di tangan, selama itu pula jihad dituntut. Karena jihad harus dengan modal, maka mujahid tidak mengambil tetapi memberi. Bukan mujahid yang menanti imbalan selain dari Allah, karena jihad diperintahkan untuk dilakukan semata-mata karena Allah.

Jihad adalah titik tolak seluruh upaya, karenanya ia adalah puncak segala aktivitas. Ia bermula dari upaya mewujudkan jati diri, dan ini bermula dari kesadaran. Karena itu Allah menekankan: Siapa yang berjihad, maka sesungguhnya ia berjihad untuk dirinya sendiri. Allah Mahakaya, tidak memerlukan sesuatu apa pun dari seluruh alam (QS 29: 6). Dan kesadaran harus berdasarkan pengetahuan serta bertentangan dengan paksaan. Karena itulah seorang mujahid bersedia berkorban.

Jamaah shalat jum’at hafidhakumullah,

Beragam jihad, beragam pula buahnya. Buah jihad seorang ilmuwan adalah pemanfaatan ilmunya, sementara buah jihad seorang karyawan adalah karyanya yang baik, guru adalah pendidikannya yang sempurna, pemimpin adalah keadilannya, pengusaha adalah kejujurannya, demikian seterusnya.

Dahulu, ketika kemerdekaan belum diraih, jihad mengakibatkan terenggutnya nyawa, dan hilangnya harta benda. Namun bukan kematian itu sendiri yang menjadi tujuan. Tujuan jihad waktu itu justru adalah demi lestarinya kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Kalaupun nyawa melayang, itu adalah konsekuensi logis totalitas perjuangan para pahlawan.

Karena itu, jihad para pahlawan revolusi yang menumpas penjajahan dan ketidakadilan tak bisa disamakan dengan praktik bom bunuh diri yang dilakukan di negara damai. Alih-alih menghidupkan, “jihad” semacam ini justru memunculkan korban-korban dan masalah baru.

Kini, jihad harus membuahkan terpeliharanya jiwa, mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab, serta berkembangnya harta benda. Jihad juga bisa berarti mencurahkan seluruh kemampuan dan berkorban dengan nyawa atau tenaga, pikiran, emosi dan apa saja untuk membangun peradaban yang lebih baik dan maslahat.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Apakah kamu menduga akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata pula yang tabah?" (QS Ali Imran: 142).

Semoga kita semua diberi kekuatan dan petunjuk untuk bersungguh-sungguh dalam melaksanakan sesuatu, tanpa menimbulkan kerugian bagi orang lain. Jihad sebagaimana yang dilakukan Rasulullah: perjuangan untuk sebuah peradaban yang mengenal prinsip-prinsip ketuhanan dan kemanusiaan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur





* Mayoritas isi materi khutbah ini mengutip tulisan M. Quraish Shihab, Lentera Hati: Kisah dan Hikmah Kehidupan, 2007 (Bandung: Mizan).


Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Pesantren, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah