Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Perempuan Majalengka Diminta Partisipasi dalam Gerakan Perempuan NU

Majalengka, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Muslimat NU dan Fatayat NU Majalengka sebulan sekali turun mengunjungi kadernya di tingkat kecamatan. Mengambil lokasi di pesantren Raudlatul Mubtadiin Cisambeng, Palasah, Majalengka, Sabtu (6/9) pagi, mereka berupaya melibatkan lebih banyak perempuan di Majalengka untuk aktif dalam gerakan Muslimat, Fatayat, dan IPPNU.

Perempuan Majalengka Diminta Partisipasi dalam Gerakan Perempuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan Majalengka Diminta Partisipasi dalam Gerakan Perempuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan Majalengka Diminta Partisipasi dalam Gerakan Perempuan NU

Ketua Fatayat NU Majalengka Hj Atun Minatul Maula menuturkan tujuan kegiatan rutin di awal ini untuk mengonsolidasi kader dan pengurus Fatayat dan Muslimat di tingkat kecamatan.

“Kegiatan dari pesantren ke pesantren ini diharapkan mendorong lebih besar partisipasi perempuan pesantren dalam gerakan perempuan NU. Selain mengaji dan aktivitas rutin harian, peran perempuan pesantren sangat dibutuhkan Muslimat NU dan Fatayat NU,” harap Hj Atun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hj Atun juga mengimbau Fatayat NU dan Muslimat NU Majalengka untuk berjejaring dengan banom-banom lainnya seperti IPPNU. Dari situ, kaderisasi perempuan di lingkungan NU Majalengka berjalan lancar. (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Tragedi Losarang

Tragedi politik menjelang Pemilu 1971. Losarang adalah sebuah daerah basis Partai NU di wilayah Kabupaten Indramayu, yang mengalami kekerasan sadis, diteror dan diintimidasi. 

Penduduknya mengungsi untuk menyelamatkan diri, sebagian mereka tinggal di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Tragedi Losarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tragedi Losarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tragedi Losarang

Peristiwa ini terungkap dan diangkat di harian Sinar Harapan. Koran ini mengirim seorang wartawannya, Panda Nababan, untuk meliput Losarang. Nababan datang ke Losarang ditemani KH Yusuf Hasyim dan Zamroni. 

Mereka menyaksikan masjid dibakar atau rumah-rumah dihancurkan. Nababan mengatakan warga NU Losarang meninggalkan tiba-tiba rumahnya, karena dirinya menyaksikan di atas meja makan masih ada piring-piring  dan cangkir beserta makanan yang membusuk.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setelah tiba di Jakarta, Nababan melaporkan liputannya dengan judul “Empatpuluh Lima Djam Bersama Orang Kuat NU”. Tulisan tersebut dimuat di halaman pertama lengkap dengan foto yang menunjukkan kondisi Losarang, dan berencana dimuat berseri. 

Tapi tulisan kedua tidak sempat muncul, karena dihentikan tentara. Nababan sendiri dibawa ke Markas Intelijen Pertahanan dan Keamanan. Interogasi ini merupakan yang kedua setelah diciduk oleh Kodim Indramayu dan disuruh pergi dari Indramayu. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Sholawat, Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 25 Januari 2018

Dandim: Banser Harus Paham Proxy War

Tangerang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Komandan Kodim 0506 Tangerang Letkol Inf Irhamni Zainal menyampaikan bahwa Banser harus paham tentang proxy war. Ia menjelaskan bahwa proxy war merupakan perang masa kini dimana salah satu pihak menggunakan pihak ketiga atau komponen lainnya untuk berperang melalui aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial dan aspek lainnya.

Hal tersebut pada pembekalan Diklatsar Banser Kabupaten Tangerang di Markas Kodim 0506 Tangerang pada Senin (01/06).

Dandim: Banser Harus Paham Proxy War (Sumber Gambar : Nu Online)
Dandim: Banser Harus Paham Proxy War (Sumber Gambar : Nu Online)

Dandim: Banser Harus Paham Proxy War

Menurutnya seiring perkembangan teknologi, karakteristik perang mengalami pergeseran. Perang tidak lagi banyak dilakukan secara fisik. Salah satu bentuk perang yang sedang dan masih akan terus berlangsung adalah perang proxy.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Letaknya pada garis khatulistiwa menjadikan Indonesia memiliki iklim yang baik untuk bercocok tanam sepanjang tahun. Indonesia juga kaya akan sumur-sumur minyak, gas, dan simpanan batubara.?

"Indonesia merupakan sumber energi, sumber pangan, dan sumber air bersih yang akan menjadi incaran kepentingan nasional negara-negara asing di masa depan," ucapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk itu ia mengingatkan Banser tentang pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai gerakan dan ideologi yang berkembang di masyarakat.

”Kelompok-kelompok tersebut seringkali muncul dan bermetaforfosis dalam berbagai bentuk organisasi masyarakat yang mengusung misi-misi tertentu yang cenderung mengancam keutuhan dan kedaulatan bangsa,” tambahnya.

Sementara Khoirun Huda selaku Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang menyampaikan bahwa kegiatan Diklatsar Banser ini dilakukan secara rutin dalam rangka menyiapkan kader-kader muda NU untuk menjadi benteng ulama dan bangsa. Selain itu kegiatan ini juga momentum memperingati hari lahirnya Pancasila.?

Huda menyampaikan bahwa Pancasila sebagai falsafah dan ideologi dasar negara adalah warisan para pendiri bangsa yang harus dijaga dari gempuran ideologi-ideologi baru.?

“Saat ini banyak kelompok yang mencoba menggugat dan merongrong Pancasila lantas berupaya menggantikanya dengan ideologi yang berbeda, Banser dan Ansor sebagai bagian anak bangsa mempunyai tugas untuk terus mempertahankanya,” tuturnya.

Ketua GP Ansor Banten H Ahmad Imron yang juga hadir pada acara tersebut menambahkan bahwa baginya menjaga NKRI itu sama pentingnya menjaga Islam. Bahkan pada satu titik menjaga NKRI itu bisa jadi lebih penting karena menurutnya kemanan negara itu menjadi prasyarat untuk keamanan beragama.?

Ia mencontohkan betapa orang akan kesulitan menjalankan ibadah ketika negara dalam keadaan kacau atau bahkan perang.?

Kegiatan Diklatsar Banser yang digelar selama 4 hari ? tersebut setidaknya diikuti oleh seratus kader Banser dan rencananya ditutup pada hari Selasa (02/06). Adapun acara penutupan dilaksanakan di Pesantren Darul Archam, Rajeg. Red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Humor Islam, Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 23 Januari 2018

Inilah Rincian Isu Pembahasan Munas Alim Ulama NU 2017

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama tahun 2017 dihelat di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 23-25 November. Serangkaian acara telah digelar di berbagai kota untuk mengawali forum yang mengusung tema tema “Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga” ini.

Acara pra-munas dilaksanakan sedikitnya di empat kota sejak Oktober lalu dalam bentuk forum diskusi, antara lain di Kota Manado, Sulawesi Utara, dengan subtema “NU dan Kebinekaan”; Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (“Kesenjangan Sosial dan Penguatan Ekonomi Warga”); Kota Bandar Lampung, Lampung (“Penguatan Organisasi menuju Satu Abad NU dan Reforma Agraria untuk Pemerataan Kesejahteraan Warga”);? Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat dengan mengaji sejumlah isu pokok yang bakal digodok di forum bahtsul masail Munas.

Inilah Rincian Isu Pembahasan Munas Alim Ulama NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Rincian Isu Pembahasan Munas Alim Ulama NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Rincian Isu Pembahasan Munas Alim Ulama NU 2017

(Baca juga: Apa Perbedaan Munas dan Konbes NU?)

Pada pelaksanaan Munas, musyawirin (sebutan untuk peserta forum ini) akan dibagi ke dalam tiga komisi, yakni (1) Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Waqi’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan aktual), (2) Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Maudlu’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan tematik), dan (3) Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Qonuniyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan berkaitan dengan perundang-undangan).

Berikut rincian pembahasan yang bakal dikaji pada masing-masing komisi tersebut:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

A. Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Waqi’iyyah

? ? ? ? 1. Frekuensi Publik

? ? ? ? 2. Investasi Dana Haji

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? 3. Izin Usaha Bepotensi Mafsadah

? ? ? ? 4. Melontar Jumrah Aiyamut Tasyriq Qablal Fajri

? ? ? ? 5. Status Anak dan Hak Anak Lahir di Luar Perkawinan.

B. Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Maudlu’iyyah

? ? ? ? 1. Fiqih Disabilitas

? ? ? ? 2. Konsep Taqrir Jama’i

? ? ? ? 3. Konsep Ilhaqul Masail Binazhairiha

? ? ? ? 4. Ujaran Kebencian (Hate Speech)

? ? ? ? 5. Konsep Amil Dalam Negara Modern Menurut Pandangan Fiqih

? ? ? ? 6. Konsep Distribusi Lahan/Aset.

C. Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Qonuniyyah

? ? ? ? 1. Ruu Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren

? ? ? ? 2. RUU Anti Terorisme

? ? ? ? 3. Tata Regulasi Penggunaan Frekuensi

? ? ? ? 4. RUU Komunikasi Publik

? ? ? ? 5. RUU KUHP

? ? ? ? 6. RUU Etika Berbangsa dan Bernegara

? ? ? ? 7. Regulasi Tentang Penguasaan Lahan.

Munas-Konbes NU 2017 rencananya akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo, Kamis (23/11) siang, di Islamic Center NTB, Kota Mataram. Panitia pusat dan panitia lokal sejak beberapa hari lalu tampak sibuk merampungkan sejumlah persiapan untuk menyambut ribuan orang yang bakal datang dari berbagai daerah. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU

Depok, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ada yang istimewa pada kuliah umum di STAI Al-Hamidiyah Depok, Senin (15/9) petang. Dua narasumber sangat kontras satu sama lain. Pertama, Menteri Agama Republik Indonesia ke-21, Lukman Hakim Saifuddin. Kedua, Emil Elestianto Dardak, PhD, peraih gelar doktor termuda pada usia 22 tahun dari Ritsumeikan Asia Pasific University Jepang. Usut punya usut, pria ini adalah mantan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang.

Emil, sapaan akrabnya, menceritakan saat dirinya mengambil S2 dan S3 di Jepang, sebuah negara kepulauan mirip Indonesia, belum ada organisasi sebagai wahana diskusi tentang keislaman dan kemajuan teknologi. Kemudian ia bersama kawan-kawannya mendirikan NU di Jepang.

Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU

?

“Kami mahasiswa Indonesia di Jepang saat itu butuh wahana silaturahim. Sayangnya, belum ada untuk sekedar tempat bicara dan diskusi tentang keislaman yang ramah. Maka, kami mendirikan NU di sana,” ujar suami artis Arumi Bachsin ini kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah usai berbicara sebagai narasumber pada kuliah umum di STAI Al-Hamidiyah, Senin (15/9).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia menambahkan, saat itu Rais Syuriah pertama Pak Kharirie. Kemudian penerusnya Pak Agus Zainal Arifin (sekarang dekan di ITS). “Kalau saya mulai aktif sebagai salah satu ketua, yaitu bidang Hubungan Pemerintah, sejak 2005. Nah, ketua umum saat itu Indra Singawinata,” sebutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kepengurusannya, lanjut Emil, di PCINU pernah membuat program “Santri Nelayan” untuk membantu pesantren di daerah pesisir. Program tersebut berupa pembuatan soft ware Quran Digital, fasilitas teknologi informasi (IT), dan perangkat komputer untuk para santri agar mereka dapat beradaptasi dengan teknologi terkini. Hal tersebut dilakukan supaya proses belajar-mengajar di pesantren lebih efisien.

Menyinggung soal isu kemaritiman, Emil mengatakan belum lama ini koran Singapura The Street Time memuat pendapatnya mengenai poros maritim yang didengungkan Presiden terpilih Joko Widodo. Bagi dia, kunci terpenting poros maritim adalah mengaitkannya dengan kesatuan nasional. Isu ini sangat strategis di mana penduduk pesisir yang mayoritas warga Nahdliyin itu merupakan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita ini kan pulau-pulau besar. Satu pulau bisa melebihi satu negara. Tapi apa yang bisa merekatkan kita jadi satu? Lautan di negeri ini mestinya menjadi penyatu bukan pemisah. Jadi, penyatu Indonesia itu ya lautan. Oleh karena itu, perlu dibangun infrastruktur pelabuhan yang membuat ongkos membeli barang dalam negeri lebih murah daripada mengirim keluar. Sedangkan hari ini kebalikannya,” tutur dia.

?

Emil menekankan tidak berarti serta-merta ketika Indonesia berorientasi maritim lalu konektivitas di darat terlupakan. “Kita bikin pelabuhan tapi tidak tersambung ke mana-mana kan percuma. Justru harus ada konektivitas antara pelabuhan dengan pusat-pusat produksi. Jadi, logistik jadi terpadu. Itu yang penting,” tegasnya.

Emil bercerita, ia pernah meneliti tentang link and match. Kenapa di sebuah desa bisa tertinggal dari sisi SDM dan teknologi. Karena apa yang diajarkan di sekolah tidak dapat diaplikasikan di lingkungannya. “Harus ada satu keterpaduan di hilir dan di hulu. Misalnya, kita pengen nelayan menggunakan teknologi perkapalan atau penangkapan ikannya, ada demand di hilir. Di hulunya kita profit. Jadi, mindset mulai anak SD hingga SMA harus match,” paparnya.

Cucu KH Dardak asal Trenggalek Jawa Timur ini menambahkan, ilmu yang diperoleh sejalan dengan apa yang bisa dikaryakan di situ. Jadi kemampuan santri untuk mengoperasikan penangkapan ikan berbasis teknologi itu menjadi penting. Ia merasa, pesantren di mana-mana itu balance. Orang yang memiliki kondisi spiritual yang baik berada dalam kondisi belajar yang kondusif.

“Itu yang kami lihat. Dia bisa punya etos kerja. Jadi, harus dikaitkan ajaran Islam itu ke dalam etos belajar dan etos kerja yang baik. Karena sekarang ini SDM kita justru karakternya yang harus didorong, nggak cuma kemampuan teknis. Nah, format belajar yang menggunakan pendekatan pesantren itu diharapkan menjadi satu dobrakan ke arah sana,” pungkasnya. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 15 Januari 2018

Rafli Alumni Liga Santri Loloskan Timnas ke Semifinal Piala AFF U-18

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Alumni Liga Santri Nusantara (LSN) Muhammad Rafli Nursalim menjadi pahlawan dalam pertandingan penting timnas sepakbola di ajang piala AFF U-18 melawan Brunei Darussalam di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Rabu (13/9). Rafli yang diplot menjadi striker tunggal memborong tiga gol.

Membutuhkan kemenangan besar, Timnas asuhan pelatih Indra Sjafri ini sejak awal langsung mencoba untuk menekan pertahanan lawan. Hasilnya pertandingan baru berjalan 40 detik, Garuda Nusantara membuka keunggulan lewat sontekan kaki Rafli.

Rafli Alumni Liga Santri Loloskan Timnas ke Semifinal Piala AFF U-18 (Sumber Gambar : Nu Online)
Rafli Alumni Liga Santri Loloskan Timnas ke Semifinal Piala AFF U-18 (Sumber Gambar : Nu Online)

Rafli Alumni Liga Santri Loloskan Timnas ke Semifinal Piala AFF U-18

Sempat terjatuh, Rafli bangkit untuk kemudian menendang bola ke sisi kanan gawang lawan. Bola meluncur datar, tanpa mampu dihalau 4 pemain Brunei. 

Keunggulan tersebut kemudian digandakan oleh Egy Maulana Vikri di menit ke-18 dan 22. Di menit 41 tendangan Witan dari luar kotak penalti kembali menambah keunggulan timnas menjadi 4-0.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rafli mencetak gol keduanya di menit 42 dengan memanfaatkan umpan dari sisi kanan. Tanpa ampun pemain bernomor punggung 9 itu menceploskan bola melalui kepalanya. 

Puncaknya, jelang berakhirnya babak pertama, santri Al-Asyariyah Tangerang ini mencetak hattrick atau gol ketiga pada pertandingan ini. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menerima umpan dari Asnawi dari tengah, Rafli sempat mengecoh bek lawan, dan tendangan kaki kanannya melewati kiper lawan. Gol! 6-0 untuk Indonesia!

Di babak kedua, timnas tak mengendorkan serangan mereka. Pundi-pundi Gol pun terus bertambah, masing-masing dari Saghara dan Witan. Skor akhir 8-0 untuk Garuda Nusantara. Hasil kemenangan besar yang diperoleh timnas ini, membawa Indonesia lolos ke semifinal. (Ajie Najmuddin/Syaifullah Amin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Berita, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 13 Januari 2018

Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial

Bogor, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU menggelar Pelatihan dan Lokakarya Media Kreatif bagi para kader NU dari 13 daerah rawan konflik.

Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial

Kegiatan yang berlangsung 13-16 Agustus 2017 ini dimaksudkan untuk mendukung gerakan Lakpesdam PBNU di bidang inklusi sosial di sejumlah daerah dengan penduduk minoritas yang rentan terdiskriminasi.

Peserta lokakarya tersebut antara lain datang dari Aceh, Cimahi, Indramayu, Kuningan, Cilacap, Sampit, Tasikmalaya, Jepara, Sampang, Jember, Bulukumba, Mataram, dan Bima.

Selama lokakarya berlangsung, para utusan cabang Lakpesdam NU itu mendapatkan materi seputar tantangan media digital, teknik fotografi publikasi, pengelolaan media sosial, dan pengembangan pusat pembelajaran berbasis komunitas.

Wakil Ketua Lakpesdam PBNU Ahmad Suaedi menjelaskan, pihaknya berkomitmen pada lebih dari sekadar gerakan karitatif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kita inginnya Lakpesdam bergerakan transformatif, memiliki agenda perubahan yang jelas baik di tingkat layanan, rekognisi sosial, dan kebijakan," katanya.

Lokakarya yang digelar selama empat hari ini berlangsung di Jambuluwuk Puncak Resort & Convention Hall Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Lakpesdam PBNU dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Hadits, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 11 Januari 2018

Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. La Via Campesina (LVC), organisasi gerakan petani dunia akan mengakhiri kongres ke-6 yang diselenggarakan sejak 9 Juni kemarin di Padepokan Pencak Silat Indonesia, Taman Mini di Jakarta. LVC telah membuat keputusan penting mengenai strategi ke depan, anggota baru, koordinator baru dan masalah internal penting lainnya.

Koordinator global LVC yang juga ketua umum Serikat Petani Indonesia (SPI) mengatakan, sekretariat operasional internasional yang telah berada di Asia selama 8 tahun terakhir, saat ini akan pindah ke Afrika, tepatnya Zimbabwe. 

Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika

"Kami akan menyerahkan  tongkat estafet ke Afrika tahun ini. Afrika adalah benua yang sangat penting karena perusahaan transnasional menaruh perhatian disana,” kata Hendri Saragih dalam konferensi pers di arena kongres, Rabu (12/6).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mereka merampas tanah di sana dan memaksakan model revolusi hijau dengan GMO. Kami di Asia telah mengetahui  kegagalan revolusi hijau di sini. Kami memperluas dan memperbesar solidaritas dan persatuan dengan gerakan tani Afrika untuk menghentikan rekolonialisasi ini dan memilih jalur pembangunan yang benar-benar akan menguntungkan bagi masyarakat dan petani, " kata Henry.

Kongres LVC merupakan agenda rutin 4 tahunan yang dihadiri organisasi-organisasi petani dari 76 negara. Pada kongres di Jakarta kali ini LVC mengesahkan 33 anggota baru yang berarti terhitung sebanyak 183 negara telah bergabung bersama dengan anggota negara baru lainnya seperti Palestina dan Taiwan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Elizabeth Mpofu, dari organisasi petani Zimbabwe yang akan mulai menjadi tuan rumah Sekretariat internasional LVC tahun depan menyatakan, pada tahun-tahun mendatang pihaknya akan terus meningkatkan diskusi mendalam dan komitmen kembali yang lebih intensif berkenaan dengan semua masalah kunci yang telah diputuskan selama konferensi global yang terakhir di Maputo, Mozambik. 

Rencana aksi utama akan dipublikasikan pada tanggal 13 Juni, namun Mpofu mengisyaratkan bahwa akan ada penekanan pada penguatan kampanye untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, memberikan lebih banyak ruang untuk para pemuda, dan juga mempromosikan agenda yang positif melalui kampanye benih global.

Dikatakannya, pada Deklarasi Maputo, LVC telah mencantumkan isu-isu penting seperti membangun gerakan kedaulatan pangan global dengan para aliansi, mendorong Deklarasi PBB mengenai Hak Asasi Petani, menentang perdagangan bebas dan perusahaan-perusahaan transnasional, mempromosikan reforma agraria dan mengatasi dampak perubahan iklim antara satu sama lain.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Sejarah, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 08 Januari 2018

Keistimewaan Gemar Menolong Orang Lain

Khutbah I

Keistimewaan Gemar Menolong Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Keistimewaan Gemar Menolong Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Keistimewaan Gemar Menolong Orang Lain

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tak ada yang membantah bahwa menolong orang lain dalam kebaikan adalah sesuatu yang mulia. Pesan ini terlalu sering kita dengar lewatceramah-ceramah, mimbar khutbah, atau mungkin nasihat-nasihat bijak dari tokoh-cendekia. Saking seringnya kadang kepekaan atas nilai positif tolong-menolong itu menjadi hal yang biasa. Tak lagi istimewa. Dalam khutbah kali ini, al-faqir mengajak dan berusaha mengingatkan kembali kepada diri al-faqir sendiri secara khusus, dan jamaah sekalian secara umum.

Jamaah shalat jumat rahimakumullah,

Al-Qur’an telah menegaskan bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan bentuk terbaik (ahsanu taqwim). Manusia memiliki keistimewaan dibanding ciptaan lain seperti jin, setan, malaikat, juga binatang. Manusia dibekali tidak hanya panca indra dan bentuk fisik yang indah, tapi juga akal pikiran yang membuatnya kreatif dan menjalani hidup dengan penuh makna.

Makna tersebut salah satunya bisa kita petik dari sikap baik kita terhadap orang lain. Kita tahu, manusia merupakan makhluk individual sekaligus makluk sosial. Yang terakhir disebut ini adalah sebuah keniscayaan. Manusia ditakdirkan tidak bisa hidup sendirian. Ia pasti membutuhkan yang lain, baik yang berkenaan dengan manusia maupun alam sekitar. Karena itu menolong orang lain yang membutuhkan termasuk perbuatan yang sangat ditekankan. Tolong menolong menjadi ajakan utama yang diulang-ulang dalam Al-Qur’an maupun hadits.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Dalam sebuah hadits yang cukup populer disampaikan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Siapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan, maka Allah memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Siapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allâh akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya...” (HR Muslim)

Jamaah shalat jumat rahimakumullah,

Hadits tersebut memuat pesan cukup spesial. Jika kita perhatikan secara seksama redaksi hadits, kita segera tahu bahwa Allah melibatkan secara langsung seolah-olah berada di balik orang-orang susah dan siap memberi balasan setimpal bagi yang mau membantu orang-orang dalam kesulitan itu. Allah secara verbal berjanji akan memudahkan dan menolong orang yang mau menolong hambanya.

Kerap kita dengar orang bilang, “Jika kau sampai sentuh si A maka kau akan berhadapan denganku.” Pernyataan ini tentu keluar dari mulut orang yang begitu sayang dengan si A. Sampai-sampai berani pasang badan, memberi pembelaan ketika sesuatu tak mengutungkan menimpa si A.

Kasus ini bisa dianalogikan kepada hadits di atas. Pernyataan “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya” adalah sinyal tentang betapa sayangnya Allah kepada orang-orang susah, dan karenanya memberi berjanji bakal pula menolong para penolong orang susah tersebut. Hal ini menegaskan kebenaran bahwa “Allah hadir di tengah-tengah orang susah”.

Orang yang gemar mengulurkan tangan kepada orang lain juga akan memperoleh kedudukan yang istimewa di sisi Allah. Suatu ketika ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah. Lalu ia bertanya: wahai Rasulullah, siapa orang yang paling dicintai oleh Allah? Dan apa amalan yang paling dicintai oleh Allah? Rasulullah pun menjawab:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ( ? ? ? ) ?

“Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain. Dan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberi kegembiraan seorang mukmin, menghilangkan salah satu kesusahannya, membayarkan hutangnya, atau menghilangkan rasa laparnya. Dan aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya itu lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid Nabawi selama sebulan.” (HR ath-Thabrani)

Tidak ada yang paling beruntung dalam kehidupan manusia selain dicintai oleh Sang Maha Mencintai, Allah azza wa jalla. Kecintaan-Nya adalah anugerah terbesar, bahkan dibandingkan dengan kenikmatan surga sekalipun. Cinta adalah tanda keridlaah. Bukankah tujuan pokok manusia adalah mencari ridla Allah?

Jamaah shalat jumat rahimakumullah,

Ternyata demikian besar yang kita dapat dari perbuatan gemar membantu orang lain. Kita melihat ada keselarasan pengaruh antara kesalehan kita secara sosial dengan kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Bahkan Rasulullah secara terang-terangan memandangnya lebih unggul daripada beri’tikaf di masjid Nabawi selama sebulan.

Sasaran menolong itu sangatlah luas. Ia tak harus selalu berhadapa dengan masalah-masalah besar yang bahkan kita sendiri sukar mengatasinya. Memberi tempat duduk kepada ibu hamil di kendaraam umum adalah menolong. Begitu pula memberi makanan untuk anak-anak jalanan, membeli barang dagangan Pak Tua yang miskin, menghibahkan mukena untuk dipakai umum di sebuah masjid, melapangkan hati orang yang tertimpa musibah, dan lain-lain.

Semoga perintah Al-Qur’an dan sunnah Nabi yang ini dapat kita laksanakan dengan baik. Apalagi seiring perkembangan teknologi informasi yangsemakin canggih, ada kecenderungan masyarakat kian individualis, kepekaannnya memudar terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya. Wallahu a’lam bishshawab.

? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?





Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Nasional, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 13 Desember 2017

Betri Murdiana Pimpin Fatayat NU Sumatera Barat

Padang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah melalui beberapa tahapan persidangan, akhirnya forum Konferensi Wilayah Luar Biasa? Fatayat NU Sumatera Barat menetapkan Betri Murdiana sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat? Nahdlatul Ulama Sumatera Barat masa khidmah 2015-2020.

Betri Murdiana Pimpin Fatayat NU Sumatera Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Betri Murdiana Pimpin Fatayat NU Sumatera Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Betri Murdiana Pimpin Fatayat NU Sumatera Barat

Betri Murdiana yang merupakan komisioner Panwaslu Kabupaten Padang Pariaman terpilih setelah suaranya mengungguli calon lainnya Desri Nora, dosen Universitas Negeri Padang. Siti Masrifah dari Pimpinan Pusat Fatayat NU yang memimpin sidang menetapkan Betri Murdiana sekaligus sebagai ketua formatur untuk membentuk kepengurusan dalam waktu sesegera mungkin.

Pembentukan kepengurusan secepatnya dibutuhkan karena Fatayat NU akan menggelar Kongres Nasional di Surabaya. “Sehingga PW Fatayat NU Sumbar dapat menjadi peserta kongres ke depannya,” kata Siti Masrifah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Anggota DPR RI ini berharap Fatayat NU Sumatera Barat mampu kembali aktif dan melihatkan eksistensinya di Sumatera Barat karena dulu banyak tokoh perempuan minang yang lahir dari Sumatera Barat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam Konferwil Fatayat yang digelar di Aula PWNU Sumbar Sabtu (22/08) tersebut Betri Murdiana mendapatkan 8 suara, sementara Desri Nora memperoleh 3 suara, dari 11 suara cabang yang hadir.

Dalam pidatonya setelah pemilihan, Batri mengharapkan dukungan semua pihak baik Cabang Fatayat se-Sumatera Barat maupun Pimpinan Pusat Fatayat sebagai pimpinan tertinggi. Ke depan dia menginginkan Fatayat NU Sumbar dapat melakukan kaderisasi perempuan muda di Sumatera Barat dan berharap ada upaya membangkitkan mutu perempuan muda minang.

Di samping Siti Masrifah juga hadir pengurus Pimpin Pusat Fatayat yang juga Sekretaris Tim carataker Efri Wahidbah Nasution, Ketua PW ISNU Masrul yang juga calon Rektor Unand, Sekretaris KNPI Sumbar Deri Rizal, serta dari Pengurus Wilayah NU, PKC PMII Sumbar, PW IPPNU, dan lembaga lainnya di lingkungan NU. (Afriendi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 09 Desember 2017

Kiai Said Imbau Nahdliyin Jaga Keharmonisan Antarumat Beragama

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengimbau kepada seluruh kader NU untuk menjaga keharmonisan hubungan antarumat beragama di tengah keberagaman penduduk karena hal tersebut merupakan sunatullah.

Ia menyampailam hal itu pada pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Jakarta Pusat di Gedung Serba Guna Kantor Walikota Jakarta Pusat pada Jumat siang (19/2).

Kiai Said Imbau Nahdliyin Jaga Keharmonisan Antarumat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Imbau Nahdliyin Jaga Keharmonisan Antarumat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Imbau Nahdliyin Jaga Keharmonisan Antarumat Beragama

Menurut kiai asal Cirebon tersebut, Indonesia dibangun oleh keberagaman masyarakatnya. Keberagaman tersebut telah disepakati pendiri-pendiri republik ini yang di dalamnya ada KH Wahid Hasyim, salah seorang tokoh NU. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan kepada kader NU untuk terus mengamalkan Islam yang rahmatal lil ‘alamin, Islam yang berasaskan ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) atau Islam Nusantara. ?

Warga nahdliyyin, kata dia, harus untuk mengimplementasikan dan mengembangkan Islam Nusantara. Islam Nusantara, bukanlah sebuah mazhab baru yang dituduhkan orang-orang, melainkan islam yang tumbuh di bumi nusantara dengan segala amaliyahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Islam yang toleran, Islam yang menghargai kearifan lokal, Islam yang menjunjung tinggi perdamaian dalam berdakwah. Itulah Islam nusantara,” tegasnya.

Pelantikan MWCNU se-Jakarta Pusat dihadiri warga nahdliyyin, tokoh Hindu, Protestan, Katolik, dan Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede. (Ahmad Muchlishon/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 06 Desember 2017

Bupati Sarolangun: Lulusan Pesantren Harus Mampu Bersaing di Era Global

Sarolangun, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebagai lembaga pendidikan keagamaan, pesantren sudah selayaknya memberikan perhatian yang besar terhadap para lulusannya agar mampu bersaing di era global. Untuk itu, pembenahan ke arah yang lebih baik berupa pembekalan life skill (ketrampilan) kepada para santri harus segera dilakukan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Bupati Sarolangun, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM dalam sambutannya di hadapan para pimpinan pondok pesantren di Propinsi Jambi saat mengikuti seminar sehari tentang manajemen pendidikan di gedung Bappeda, Sarolangun, Jambi, Kamis (24/5).

Bupati Sarolangun: Lulusan Pesantren Harus Mampu Bersaing di Era Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Sarolangun: Lulusan Pesantren Harus Mampu Bersaing di Era Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Sarolangun: Lulusan Pesantren Harus Mampu Bersaing di Era Global

Lulusan Pondok Pesantren Asad Jambi itu menegaskan, untuk mencapai cita-cita tersebut pemerintah Kabupaten Sarolangun berjanji akan memberikan perhatian yang lebih pada sektor pendidikan di daerahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Yang menjadi perhatian kami sekarang adalah adanya peningkatan SDM (sumber daya manusia). Untuk itu pemerintah Kab. Sarolangung akan menggratiskan biaya pendidikan sekolah dari SD sampai SMA," kata Basri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Basri mengatakan, melalui dana dari APBD, pihaknya juga menawarkan beasiswa kepada kader muda di daerahnya untuk melanjutkan pendidikan di program Magister dan Doktor.

"Untuk setiap tahunnya, melalui dana dari APBD, kami juga akan memberikan beasiswa kepada 20 orang untuk mengambil Master dan 5 orang lainnya untuk mengambil program Doktor. sehingga dalam lima tahun ke depan kita sudah memiliki 25 orang Doktor dan dan 100 orang bergelar Master," terangnya yang disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari para peserta seminar. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ali Masykur: NU Tak hanya Punya Sarjana Agama

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) periode 2012-2012 telah dilantik oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfud  di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (24/4) malam. 

ISNU merupakan badan otonom NU termuda yang baru dikukuhkan dalam Muktamar ke-32 NU di Makassar 2010. Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa mengatakan, embrio ISNU sudah ada semenjak 19 November 1999 namun baru dikukuhkan pada Muktamar kepada 2010 dan pada awal tahun 2012 ISNU menyelenggarakan kongresnya yang pertama.

Ali Masykur: NU Tak hanya Punya Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Masykur: NU Tak hanya Punya Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Masykur: NU Tak hanya Punya Sarjana Agama

Dalam sambutannya usai pelantikan itu Ali Masykur mengatakan, para sarjana NU meliputi berbagai bidang seperti kesehatan, ekonomi, politik, hukum, sosial, dan bidang-bidang lain yang lebih spesifik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“NU tidak hanya punya sarjana agama. Banyak sarjana di berbagai bidang. Maka ISNU memanggil para sarjana NU untuk pulang, pulang dan pulang ke pangkuan NU,” katanya sembari menambahkan kepengurusan yang dipimpinya merupakan kabinet ‘empat kaki’ yang  merepresentasikan kaum ilmuan, birokrasi, pengusaha dan pekerja sosial di kalangan sarjana NU.

Menurutnya, kelahiran Nahdlatul Ulama yang berarti kebangkitan para ulama didahului dengan tiga kebangkitan yang ditandai dengan berdirinya tiga organisasi, yakni kebangkitan politisi yang tercermin dalam organisasi Nahdlatul Wathan, kebangkitan intelektual dalam Tashwirul Afkar dan kebangkitan ekonomi dalam Nahdlatut Tujjar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ali Masykur yang juga anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada malam pelantikan itu mengajak para sarjana NU yang bergelut di berbagai bidang untuk kembali merapat ke NU. “Kita bersama-sama membangun NU dan komunitas Nahdliyin, serta bersama-sama membangun bangsa,” katanya.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 05 Desember 2017

Sekolah NU Dukung Indonesia Anti Narkoba 2015

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Nahdlatul Ulama mengadakan kegiatan penyuluhan anti Narkoba, Kamis (3/10) kemarin, bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang.

Sekolah NU Dukung Indonesia Anti Narkoba 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah NU Dukung Indonesia Anti Narkoba 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah NU Dukung Indonesia Anti Narkoba 2015

Bertempat di Aula Pondok Pesantren PPAI An-Nahdliyah Kepuharjo Karangploso Malang, kegiatan dihadiri Maryoto, Kepala BNN Kabupaten Malang Bidang Pencegahan Narkoba di Lingkungan Pemuda, bersama beberapa aktivis BNN Kabupaten Malang yang lain.

Dari pihak kepolisian, hadir Kepala Kepolisian Sektor Karangploso, Aiptu Kasmaji dan anggotanya Soneta. Di samping juga Kepala Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama serta para guru dari pihak madrasah yang hadir pada saat acara pembukaan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam Sambutannya, H Kholil, selaku Kepala Madrasah, menyambut baik terselenggaranya acara ini yang telah diusahakan oleh para pengurus Organisai Siswa Intra Madrasah (OSIM) MA Nahdlatul Ulama dan IPNU-IPPNU MTs Nahdlatul Ulama. Ia yakin bahwa para siswa di lingkungan MTs dan MA NU sampai saat ini tidak bersentuhan dengan Narkoba.

“Saya yakin dan berharap agar murid-murid kami ini bersih dari pengaruh Narkotika dan obat terlarang yang lain,” ungkapnya, disambut tepuk tangan para siswa yang hadir.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam acara ini, para siswa diberi pengetahuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan berbagai jenis Narkoba. Serta dijelaskan bagaimana dampaknya jika semua itu disalahgunakan.

Selain dari pada itu, para pemateri dari BNN memberikan pengetahuan pada para siswa bahwa pada dasarnya, ada beberapa jenis narkoba yang bisa bermanfaat baik bagi manusia. Tentunya jika penggunaannya benar.

“Dalam penyuluhan ini, kami dijelaskan juga bahwa beberapa jenis narkotika bisa bermanfaat jika memang digunakan dalam kebaikan. Seperti obat bius dalam dunia kedokteran digunakan dalam operasi pembedahan,” kata dani Roziqin, salah seorang Panitia.

Kegiatan yang bertemakan “Creativity no Limit to Drugs: untuk Indonesia Bebas Narkoba 2015” ini berlangsung sampai hari Senin, 7 Oktober 2013 besok. Selain kegiatan indoor, juga ada beberapa kegiatan berupa aksi simpatik turun ke jalan dalam rangka kampanye anti narkoba. (Akhmad Nurkholis/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 29 November 2017

Ini Cara Kiai Turaihan Kudus Lewati Anak Tangga Masjid

Bagaimana gerak derap langkah kaki Anda ketika melewati anak tangga masjid? Mungkin Anda akan melangkahkan salah satu kaki Anda ke anak tangga pertama. Kemudian disusul langkah kaki selanjutnya dengan posisi menginjak anak tangga kedua.

Hal itu lumrah dan umum dilakukan. Tetapi, berbeda dengan Kiai Turaihan Kudus. Kiai yang terkenal akan sifat ihtiyath, kehati-hatian dalam segala hal ini, sangat memperhatikan sekali langkah kakinya ketika memasuki area masjid. Di mana pun ia berada.

Ini Cara Kiai Turaihan Kudus Lewati Anak Tangga Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Kiai Turaihan Kudus Lewati Anak Tangga Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Kiai Turaihan Kudus Lewati Anak Tangga Masjid

"Mbah Kiai Turaihan Kudus itu kalau melewati anak tangga masjid, ketika masuk, maka ia langkahkan kaki kanannya menuju anak tangga yang pertama, kemudian ia melangkahkan kaki kirinya dengan menyejajarkan kaki kiri di anak tangga yang pertama," tutur KH Muhammad Shofi Al-Mubarok, Pengasuh Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo Tanggungharjo Grobogan di sela sela pengajian kitab bersama para santri.

Ya, betapa kehati-hatian Kiai Turaihan Kudus tercermin dalam penuturan tersebut. Jadi ia tidak serta merta hanya mengawali langkah kakinya menapaki anak tangga dengan kaki kanan di awalnya saja. Melainkan dalam setiap derap kakinya meniti anak tangga itu, selalu dia awali dengan kaki kanan dan kemudian ia akhiri dengan menyejajarkan kaki kirinya di anak tangga yang telah dipijak kaki kanan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sang kiai begitu sabarnya meniti anak tangga satu per satu dengan kaki kanan sebagai awalan dan ditutup dengan kaki kiri. Begitu seterusnya hingga ia mencapai atas, puncak dari anak tangga tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dan lebih hebatnya lagi, kiai asal kudus tersebut tidak hanya melakukan ritual tersebut saat memasuki masjid. Melainkan ia juga mengulangi cara tersebut ketika pulang dengan metode yang berkebalikan. Dalam artian, langkah pertama kaki kiri, kemudian turun ke anak tangga yang sama dengan menutupnya menggunakan kaki kanan. Subhanallah.

Betapa Kiai Turaihan begitu memiliki perhatian yang sangat mendalam. Hingga hal terkecil seperti melangkahkan kaki ke masjid pun, sangat ia perhatikan. Lalu, bagaimana dengan kita, meski kita tahu bahwa hal tersebut sunah. Sudahkah kita mengamalkannya? Wallahu alam. (Ulin Nuha Karim)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 28 November 2017

Pesohor Sosmed di Pakistan Diduga Dibunuh Setelah Swafoto dengan Ulama

Lahore, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Seorang ulama Islam terkemuka di Pakistan diperiksa terkait pembunuhan perempuan pesohor media sosial Pakistan, Qandeel Baloch, kata kepolisian, Senin. 

Pesohor Sosmed di Pakistan Diduga Dibunuh Setelah Swafoto dengan Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesohor Sosmed di Pakistan Diduga Dibunuh Setelah Swafoto dengan Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesohor Sosmed di Pakistan Diduga Dibunuh Setelah Swafoto dengan Ulama

Pemuka agama tersebut dihujani kecaman karena muncul dalam sejumlah swafoto bersama Qandeel Baloch, lapor Reuters

Baloch (26 tahun), yang disebut-sebut sebagai Kim Kardashian-nya Pakistan, memunculkan perdebatan di kalangan masyarakat Muslim konservatif melalui foto-fotonya yang seronok. 

Pembunuhan terhadapnya pada Jumat (15/7) mengejutkan negeri itu dan memunculkan kembali perdebatan soal pembunuhan "demi kehormatan". 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saudara laki-laki Baloch, Muhammad Waseem, mengatakan kepada media bahwa ia membuat teler saudara perempuannya itu dengan obat dan kemudian mencekik Baloch hingga tewas karena Baloch dianggap telah menodai kehormatan keluarganya melalui berbagai hal yang ia unggah ke media sosial, termasuk serangkaian swafoto bersama ulama Abdul Qavi bulan lalu. 

Ada satu video yang muncul dan memperlihatkan Baloch sedang duduk di pangkuan Qavi. 

Polisi mengatakan bahwa Qavi, yang diberhentikan dari sebuah lembaga Muslim setelah foto-foto itu beredar, juga menjadi bagian dari penyelidikan guna mengungkap kasus pembunuhan Baloch. Pembunuhan terjadi di kota Multan. 

Qavi membantah terlibat dalam pembunuhan Baloch namun mengatakan kepada Reuters pada Senin bahwa ia akan menyerahkan dirinya kepada polisi jika dipanggil untuk dimintai keterangan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Qavi mengatakan kepada media, Sabtu (16/7), tewasnya Baloch harus dijadikan contoh bagi pihak-pihak lain yang mencoba memburuk-burukkan alim ulama, walaupun ia juga menyatakan bahwa dirinya telah memaafkan Baloch. 

Baloch menganggap dirinya sendiri sebagai seorang feminis masa modern. 

Ia tidak merasa malu mendorong batasan soal penerimaan terhadap perempuan serta mengubah "pola pikir kolot" masyarakat Pakistan.

Foto-foto serta video yang diunggah Baloch membuat marah kalangan konservatif agama, yang menganggap perempuan tersebut sebagai aib bagi nilai-nilai budaya Islam dan Pakistan. Pihak-pihak lain menganggap Baloch sebagai "tokoh feminis". 

Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap Muhammad Aslam, saudara laki-laki Baloch yang merupakan anggota muda angkatan darat, kata kepala kepolisian Kota Multan, Azhar Ikram.

Di Pakistan, setiap tahunnya lebih dari 500 orang --sebagian besar adalah perempuan-- tewas dalam pembunuhan bermotif "demi kehormatan". Mereka biasanya dibunuh oleh anggota keluarga karena dianggap "memalukan". 

Pemerintah telah menyesalkan terjadinya pembunuhan seperti itu namun tidak berbuat banyak untuk menghentikannya. 

Banyak pihak di Pakistan telah meminta agar hukum memasukkan pasal soal pembunuhan-demi-kehormatan guna menutup celah bagi para anggoa keluarga untuk memaafkan mereka yang bertanggung jawab dalam pembunuhan bermotif kehormatan. 

Setelah kematian putrinya, ayah Baloch yang bernama Muhammad Azeem, mengadukan kedua putranya ke kepolisian. Azeem menuduh Aslam mendorong Waseem untuk membunuh Baloch. 

Baloch membangun karirnya sebagai model dengan memanfaatkan media sosial untuk mencapai ketenaran. Perempuan nahas itu adalah pencari nafkah bagi keluarganya. 

"Dia (Baloch) membantu kami semua, termasuk anak laki-laki saya yang membunuhnya."

Setelah banyak mendapat protes terkait swafotonya bersama Qavi, Baloch pernah menggelar jumpa pers dan memohon kementerian dalam negeri untuk membantu melindungi keamanan dirinya namun tidak ada pihak yang memberi bantuan. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Amalan, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 06 November 2017

IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Bilmbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menerbitkan buletin bernama An-Nariyah baru-baru ini.

IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah

Buletin kebanggaan pelajar Blimbingrejo ini hadir untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi para pelajar maupun masyarakat secara umum, utamanya terkait dengan hukum Islam, seperti soal hukum dan dampak nikah di usia muda.

"Untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi pelajar NU di sekitar Desa Blimbingrejo yang selama ini kurang begitu faham betul mengenai hukum Islam" ujar Pemimpin Redaksi Buletin An-Nariyah Muhamad Ridho Maulana, Ahad (16/3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ridho menjelaskan, media tersebut juga menyajikan beberapa materi pembahasan, seperti fiqih, ushul fiqih, dan tasawuf. “Lebih spesifik problem-problem yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Dikaji dari pandangan fiqih dan metode usul fiqih," kata santri lulusan Pesantren Salafiyyah Safiiyyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, ini juga merupakan langkah responsif terhadap isu-isu yang berkembang saat ini tentang berbagai persoalan hukum Islam. Ridho berharap kehadiran buletin ini membuat para pelajar NU semakin cinta terhadap ilmu agama dan bersemangat dalam berorganisasi IPNU-IPPNU. (Yusrul Wafa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 02 November 2017

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Tengah H Sulatin mengatakan para pesilat yang tergabung dalam Pagar Nusa  selalu siap menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI

Prinsipnya, kata dia pada saat membuka Kejuaraan Daerah III Pagar Nusa se-Jateng dan DIY, di Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng Semarang, Rabu, (1/1/2015) sore, membela negara adalah kewajiban dan merupakan bagian dari iman. Bagi Pagar Nusa, NKRI adalah harga mati. Dan Pancasila harus selalu jaya.

 

Sulatin menyatakan, mencintai tanah air adalah ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Terlebih NU adalah pendiri negara Indonesia, tentu akan selalu menjaga agar negeri ini selamat dunia akhirat. Tidak akan dibiarkan ada pihak manapun merongrong republik yang diperjuangkan kemerdekaannya oleh para syuhada yang terdiri para ulama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jiwa NU adalah jiwa Indonesia. Pagar Nusa adalah Pagarnya NU dan Bangsa," tutur Sulatin menjelaskan singkatan nama perguruan pencak silat yang dipimpinnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir dalam pembukaan tersebut Sekretaris PWNU Jateng Dr  M Arja Imroni, Anggota DPD RI Sulistyo, sejumla pejabat tingkat Jateng, dan para pendekar dan pengurus Pagar Nusa se-Jateng dan DIY.

 

450 Peserta

Ketua Panitia Kejurda III Pagar Nusa Jateng M Ghufron menyampaikan, kejuaraan yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah PSNU Pagar Nusa ke-29 ini berlangsung selama empat hari, sejak Kamis hingga Ahad (1-4/1).

Sebanyak 450 peserta dari 25 kabupaten/kota se-Jateng dan DIY beserta officialnya, bertanding memperebutkan piala umum dan piala per kategori kelas. Dari jumlah itu, 265 diantaranya adalah atlit laga.

Dijelaskan Ghufron, pertandingan terdiri atas laga per orangan putra dan putri, penampilan wirasangga,  serta peragaan jurus wiraloka beregu.  Laga perorangan dibagi dalam kategori pra remaja (usia 12-14 tahun), remaja (usia 14-17), dan dewasa (usia 17-35).

            

Ratusan penonton dari santri ponpes Azzuhri dan warga masyarakat sekitar Ketileng tumpah ruang menonton acara pembukaannya yang meriah.  Aneka atraksi seni Pencak Silat yang diiringi musik menghibur para penonton di ajang tersebut.  [Mohammad Ichwan/Abdullah Alawi]

            

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Hadits, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 28 Oktober 2017

Rais Syuriyah PCINU Jerman Kupas ISIS di Turki

Istanbul,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bertempat di Turkiye Yazarlar Birligi, PCINU Turki bersilaturahim dengan Rais Syuriyah PCINU Jerman Dr Syafiq Hasyim yang baru saja menyelesaikan program doktoralnya dari Universitas Freie Berlin untuk kajian Islam kontemporer.

Rais Syuriyah PCINU Jerman Kupas ISIS di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PCINU Jerman Kupas ISIS di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PCINU Jerman Kupas ISIS di Turki

Selain dihadiri anggota PCINU, silaturahmi pada Jumat (8/8) diskusi ini diikuti mahasiwa Indonesia di Istanbul, Ruhum. Masyarakat Turki yang mempunyai minat yang sama tentang perkembangan di negara-negara Timur Tengah saat ini juga ada yang ikut.

Syafiq menjelaskan, fenomena ISIS tidak bisa hanya dilihat melalui kacamata kultural atau agama saja karena ada kepentingan ekonomi-politik di belakang organisasi multietnik ini. “Dikarenakan fenomena ISIS termasuk baru, belum ada informasi yang valid atau pun pengetahuan mendalam seperti artikel ilmiah di jurnal,” kata Syafiq

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Syafiq, ISIS bisa dibilang membawa paham radikalisme yang jika tidak diantisipasi masyarakat Indonesia akan berdampak langsung kepada keamanan dan perdamaian yang dijunjung tinggi para pendiri negara kita.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syafiq juga menyingung soal media massa yang yang menulis gerakan radikal tersebut. Menurutnya, sekarang kebebasan dalam berbicara sudah dalam fase tahap lanjut. Siapa saja di Indonesia bebas mengemukakan pendapat pribadi masing-masing. Didukung dengan akses internet yang semakin hari kian cepat dan bisa dijangkau secara mudah, termasuk telepon seluler,arus informasi mengalir tanpa saringan.

Kini, kata dia, setiap orang dengan mudah memproduksi “wartanya” sendiri, berdasarkan analisis sendiri, lalu dipublikasikan sendiri. “Kaidah jurnalistik sayangnya diabaikan,” tambahnya.

Di satu sisi, lanjutnya, hal itu merupakan tanda kebebasan berpendapat yang menggembirakan. Akan tetapi, di sisi lain, itu menyebabkan bergesernya tren bacaan masyarakat.

Dulu, kata dia, mereka merujuk pada artikel ilmiah, jurnal, makalah maupun sejenisnya, kini berganti menjadi bacaan artikel populer yang sangat instan. “Orang tidak lagi menilik sesuatu berdasarkan sumber yang otoritatif, tetapi melihat dari popularitas seorang tokoh yang tidak mumpuni,” jelasnya.

Ia mencontohkan, belakangan banyak orang yang mencibir kepakaran Prof Quraish Shihab dan menyanjung “fatwa instan” dari seseorang yang tidak dikenal sebagai ilmuwan dan penulis yang berintegritas.

Kembali kepada ISIS, Syafiq berpendapat diperlukan penelitian yang mendalam supaya tidak menyebabkan adanya kesalahan informasi yang dapat  meracuni pikiran publik. “Kita harus beralih dari memproduksi pengetahuan berbasis konspirasi menuju pengetahuan berbasis riset,” tegasnya.

Ia menyesalkan, apa yang terjadi sekarang, masyarakat umum lebih menyukai bacaan populer daripada analisis ilmiah sehingga terkadang tulisan intelektual beberapa akademisi dianggap sebagai perpanjangan tangan dari budaya Amerika yang liberal.

Dalam menyikapi ISIS, pesan Syafiq, kita harus tahu bahwa ideologi ini tidak cocok untuk diaplikasikan di negara Indonesia bahkan tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia, sehingga berbahaya bagi kelangsungan ideologi bangsa Indonesia.

Selain menggali nilai-nilai NU yang moderat, ia menegaskan pentingnya memahami nation and character building seperti yang dulu ditegaskan pendiri bangsa Republik Indonesia. “Lihat Jerman, Amerika, juga Turki misalnya, mereka memiliki nilai-nilai budaya bangsanya sendiri yang sulit dipengaruhi seketika.”

Indonesia, kata pakar hukum Islam ini, membutuhkan itu. Apa yang disebut sebagai “manusia Indonesia,” sekarang tidak jelas dan malas untuk diperdebatkan dalam ruang publik. Maka, upaya untuk deradikalisasi juga searah dengan kehendak untuk mengenali kembali nation and character building itu. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Kajian, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Izza Nur Layla, alumni MA Unggulan Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur ini masuk dalam Nominasi Santri of The Year 2017. Ajang yang diselenggarakan oleh Islam Nusantara Center (INC) untuk menyambut Hari Santri Nasional itu, menempatkan Izza, sapaan akrabnya sebagai Nominator  Santri Berprestasi Internasional. 

Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017

Selain Izza, ada nama lain yang menjadi nominator di bidang  yang sama, yaitu Tontowi Ahmad. Alumnus Pesantren Al Falah Ploso, Kediri  ini masuk nominasi berkat pretasinya yang mendunia sebagai pemain ganda campuran bulutangkis bersama Liliana Natsir. Nama lainnya adalah Malik Khidir, alumnus Pesantren Al Barokah ini adalah Juara Kompetisi Robotik Internasional.

Masih banyak nama-nama top lain masuk Nominator Santri of The Year 2017 sesuai dengan bidangnya. Misalnya, Prof KH Muhammad Tholhah Hasan (Pendiri Unisma Malang) untuk bidang pendidikan, Habib Syekh Abdul Qadir Assegaf (Penggiat Seni Sholawat)  untuk bidang seni dan budaya, dan Saifullah Yusuf (Wagub Jawa Timur) untuk bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan.

Izza sendiri masuk nominasi lantaran prestasi internasionalnya yang fenomenal. Dara  kelahiran Jember 5 Februari 1996 itu adalah peraih medali emas dalam kompetisi bidang agribisnis di ajang The 36th National Academic Conference of the Future Farmers of Thailand Organization di Thailand  tahun 2015.

Saat itu, Izza berduet dengan Aji Zulfikar asal Pesantren Darul Ma’arif, Sintang, Kalimantan Barat, berhasil memenangi lomba di kategori demonstrasi keahlian profesional dengan menyajikan sistem penanaman hydroponic.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Izza telah menyelesaikan studi D3 Agribisnis di Pattani Fisheries and Agriculture Technology College, Pattani, Thailand Maret 2017 lalu. Ia lulus meyandang predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 4,0. 

Saat ini, Izza mendapat beasiswa lagi untuk melanjutkan pendidikan S1 di Rajamangala University of Technology Srivijaya, Thung Yai District, Nakhon Si Thammarat, Thailand.

Pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Gus Rabith Qashidi, berharap agar prestasi Izza dapat melecut semangat santri lain untuk meraih prestasi. Ia mengaku yakin bahwa santri juga bisa berprestasi di tingkat internasional bahkan dalam bidang umum sekalipun. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Izza lulusan Madrasah Aliyah, tapi bisa juara di bidang agribisnis, kan hebat," tuturnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Santri, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah