"Kiai Sahal memiliki konsen dalam bidang pemberdayaan masyarakat melalui pesantren. Pesantren menurut beliau merupakan lembaga sekaligus sistem yang harus selalu bergerak," papar Neng Tutik Nurul Jannah, menantu Kiai Sahal yang selama 10 terakhir hidup bersamanya.
| Tiga Fokus Gerakan Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online) |
Tiga Fokus Gerakan Kiai Sahal
Ia menyampaikan hal itu pada forum dialog dalam Pekan Kreativitas Santri Nasional 2016 dengan tema "Fikih Sosial dari Pesantren untuk Bangsa" yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah bersama Fikih Sosial Institut (FISI) Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) di Yogyakarta, Jumat (28/10).Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Menurut peneliti FISI Ipmafa ini, konsentrasi gerakan Kiai Sahal mengarah pada tiga bidang, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Hal ini bisa dilihat dengan hadirnya Pesantren Maslakul Huda, Rumah Sakit Islam Pati, dan Bank Perkreditan Rakyat Artha Huda Pati.Diskusi yang berlangsung di panggung kecil di salah satu stan pameran ini juga menghadirkan pembicara lain, Jamal Mamur Asmani (Koordinator Departemen Pendidikan dan Kajian PW RMINU Jateng sekaligus peneliti FISI).
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Jamal menambahkan bahwa Kiai Sahal telah melakukan banyak lompatan-lompatan pemikiran pada zamannya. Kitab kuning tetap diposisikan sebagai hal yang relevan sepanjang masa dan tempat. Tidak hanya itu, kitab kuning di tangan Kiai Sahal mampu menjawab tantangan zaman.Terdapat lima ciri-ciri fikih sosial yang harus terus kita pelajari dan kembangkan di masa yang akan datang. Selain itu, Kiai Sahal adalah orang yang tak mendikotomikan kehidupan dunia dan akhirat, keduanya saling menguatkan. (Zulfa/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Olahraga, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah