Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZIS NU) menjalin kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia yang menjadi produsen susu Hilo Soleha. Perseroan terbatas yang beralamat di Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta itu bermaksud mengadakan program donasi bertajuk "Penuhi Panggilanmu, Bagilah Sesamamu."

Surat perjanjian kerjasama ditandatangani di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (5/2), oleh Prof Dr KH Fathurrahman Rauf selaku Ketua PP LAZIS NU dan Nina Agustriana yang bertindak sebagai Brand Manager Divisi Tropicana Slim yang selanjutnya disebut Nutrifood.

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia

Dalam surat perjanjian disebutkan, Nutrifood berhak menggunakan logo LAZIS untuk keperluan promosi program dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan LAZIS di seluruh Indonesia meliputi kegiatan edukasi, direct selling dan pemberian free sampling.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara dalam program "Penuhi Panggilanmu, Bagilah Sesamamu" itu LAZIS akan mengelola sumbangan sebesar Rp 500,- dari setiap penjualan 1 dus Hilo Soleha selama periode program.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kerjasama itu PP LAZIS NU dengan PT Nutrifood Indonesia itu berlaku efektif mulai 10 Januari hingga 10 April 2008 mendatang.

Ketua PP LAZIS NU Fathurrahman Rauf usai penandatangan mengatakan, kerjasama bisa diteruskan bahkan diperluas untuk produk-produk Tropicana Slim yang lainnya. "Ini akan menjadi kerjasama yang baik untuk kebaikan bersama," katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 11 Februari 2018

Ansor Sumberasih Terima Penghargaan GP Ansor Teladan

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Sejak beberapa bulan terakhir, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo sukses melakukan pengembangan ekonomi masyarakat. Usaha yang dilakukan dalam wadah Kelompok Usaha Bersama (KUBE) ini meliputi Ansor Cafe, Ansor Bertelur dan terbaru Ansor Menjamur.

Ansor Sumberasih Terima Penghargaan GP Ansor Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumberasih Terima Penghargaan GP Ansor Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumberasih Terima Penghargaan GP Ansor Teladan

Pengembangan ekonomi yang dilakukan ini membuat PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih mendapatkan penghargaan sebagai GP Ansor teladan dari Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Probolinggo. 

Penghargaan ini diserahkan oleh Komandan Satkornas Banser H. Alfa Isnaini dalam resepsi peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan yang digelar PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo dari halaman Eks Kantor Bupati Probolinggo, Jumat (11/11) malam.

“Semoga penghargaan yang diterima oleh PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih bisa memotivasi semangat kader Ansor yang lain agar tidak berhenti melakukan inovasi dan terobosan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena pada dasarnya pemuda Ansor itu harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Alfa Isnaini.

Sementara Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih H Abdul Mujib mengatakan bahwa usaha-usaha pengembangan ekonomi yang dilakukan ini untuk menjadikan GP Ansor Kecamatan Sumberasih mandiri dan membantu dalam ekonomi pengurus Ansor pada umumnya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Artinya keberadaan Ansor bukan menjadi sebuah beban masyarakat, tetapi menjadi sebuah solusi di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Ansor Sumberasih juga mendapatkan penghargaan untuk kategori kaderisasi yang berkembang di Kecamatan Sumberasih melalui Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor yang merata sampai pelosok-pelosok desa di wilayah Kecamatan Sumberasih yang dilaksanakan rutin setiap bulan.

“Alhamdulillah dan ucapan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada sahabat-sahabat Ansor Kecamatan Sumberasih atas kerja samanya selama ini mengabdi di Ansor. Semoga perjuangan kita selama ini di catat sebagai amal ibadah dan tidak lupa kepada PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo atas kepercayaan kepada kami atas penghargaan ini,” harapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan Wakil Sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih Abdul Jalal berharap agar ke depan bisa istiqomah dalam mengawal para kiai, mengawal NU dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Banyaknya berita hoaks terhadap Ansor dan Banser belakangan ini semoga menjadi pemicu kita untuk terus semangat dalam berkhitmad demi membesarkan organisasi GP Ansor, khususnya di Kecamatan Sumberasih,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Olahraga, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

GP Ansor Pati Salurkan Air Bersih di Empat Desa

Pati, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus GP Ansor Pati mendatangi sejumlah titik terparah bencana kekeringan di kabupaten Pati, Rabu (28/10). Mereka mendatangkan pasokan air bersih untuk menutupi kekeringan yang melanda sumur-sumur warga. Gerakan sosial yang terselenggara atas kerja sama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim (LPBINU) Jateng dan Pati ini merupakan bentuk nyata peringatan 87 tahun Sumpah Pemuda.

GP Ansor Pati Salurkan Air Bersih di Empat Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pati Salurkan Air Bersih di Empat Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pati Salurkan Air Bersih di Empat Desa

Kemarau panjang berimbas pada menurunnya pasokan air bersih warga air. Atas dasar Inilah, GP Ansor Pati menginisiasi kegiatan bakti sosial.

“Hari ini, pengiriman bantuan kita fokuskan ke wilayah-wilayah yang paling parah terdampak bencana kekeringan,” kata Ketua GP Ansor Pati Imam Rifa’i saat diwawancari via telpon.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebanyak 10 tangki air bersih didistribusikan di 4 titik lokasi yang mencakup desa Wirun dan Sari Mulyo kecamatan Winong, desa Penanggungan dan Tanjunganom kecamatan Gabus. Di empat desa ini, tak jarang masyarakat harus mengantre di kecamatan untuk sekadar mendapatkan air bersih. Sepuluh tangki air bersih akan dibagi rata dalam penampungan desa yang kemudian dibagi rata kepada warga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sebab itu kegiatan semacam ini sangat dirasakan betul manfaatnya oleh masyarakat di tengah bencana kemarau ini,” imbuh Rifai.

Ia mengajak donatur, lembaga pemerintah, ataupun swasta serta perusahaan manapun untuk terlibat bersama GP Ansor ? Pati melakukan bakti sosial. Pasalnya, kebutuhan air bukan hanya sehari.

Rifai menyebutkan kegiatan sosial pemasokan air bersih gelombang kedua akan dilaksanakan pada 5 November nanti dengan jumlah kuantitas bantuan yang lebih banyak. (Faridur Rohman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Kajian Islam, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 31 Januari 2018

PWNU Lampung Angkat Bicara Soal Pidato Bupati Lampung Selatan

Bandarlampung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Hari Santri Nasional 2017 dinodai dengan ujaran kebencian dan pernyataan provokatif terhadap Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang dilakukan oleh Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan di depan para kiai dan santri pada acara HSN tingkat Kabupaten Lampung Selatan, Ahad (24/10).

Terkait dengan isi pidato Zainudin Hasan, Wakil Ketua PWNU Lampung H Aom Karomani menyayangkan statement seorang pemimpin daerah yang seharusnya mampu memberikan pernyataan yang menyejukkan dan menjalin persatuan dan kesatuan.

PWNU Lampung Angkat Bicara Soal Pidato Bupati Lampung Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Lampung Angkat Bicara Soal Pidato Bupati Lampung Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Lampung Angkat Bicara Soal Pidato Bupati Lampung Selatan

"Statemen Ketum PBNU ihwal jenggot, celana cingkrang, jubah dan sorban mestinya tidak dimaknai bupati secara general. Ujaran dalam konteks pragmatik selalu melibatkan teks dan konteks. Selalu melibatkan siapa, berbicara apa, dalam konteks apa dengan tujuan apa dan lain-lain," jelasnya, Selasa (24/10).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Oleh karena itu menurutnya para ahli linguistik seperti Levinson, Lech dan lain-lain memahami ujaran selalu melibatkan berbagai aspek itu hingga menjadi utuh maknanya.

"Ujaran Ketum PBNU soal jenggot, celana cingkrang, jubbah, dan sorban tentu tidak ditujukan secara general pada semua umat Islam apalagi pada para pendiri NU yang berjenggot dan bersorban tapi ditujukkan pada orang-orang tertentu yang beragama secara formal, tidak pada esensi atau substansi agama," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ujaran ini ditujukan kepada kelompok yang cenderung membidahkan pihak-pihak lain termasuk para ulama pendiri NU itu sendiri.

"Jadi Bupati harus tahu konteksnya tentang makna dan tujuan statemen Ketum PBNU tersebut. Makanya ia harus tabayun dulu sebelum bicara soal itu," tegasnya seraya mengingatkan hal inilah yang harus dipahami oleh pihak di luar NU.

Senada dengan Aom, Ketua MUI Lampung KH Khairuddin Tahmid menyayangkan pernyataan yang disampaikan langsung di depan warga NU Lampung Selatan tersebut.

"Mestinya pejabat publik harus bijak dan memilih diksi yang arif sekaligus berhati-hati dalam berujar. Apalagi sumbernya tidak jelas sehingga penarikan pendapatnya juga tidak sesuai dengan yang sebenarnya," ujarnya.

Ia berharap hal ini tidak boleh lagi terjadi lagi kepada siapapun. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 29 Januari 2018

Ulama dan Pejabat Suriah Peringati Haul Ke-3 Said Ramadhan al-Buthi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Peringatan tahun ketiga wafatnya Prof Dr Muhammad Said Ramadhan al-Buthi, ulama terkemuka Suriah, berlangsung meriah di Auditorium Universitas Damaskus, Damaskus, Suriah. Para ulama dan petinggi negara setempat hadir memberi hormat Imam Masjid Besar Umayyah Damaskus yang syahid akibat serangan bom bunuh diri ini.

Bagian Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Damaskus kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah melaporkan, acara yang digelar Senin (28/3) tersebut dihadiri sekitar dua ratus orang, termasuk tokoh Suriah seperti Menteri Kebudayaan Suriah Dr Essam Khalil, Dubes RI Damaskus Djoko Harjanto, Dubes Iran, serta para akademisi, ulama, mahasiswa, masyarakat dan para undangan lainnya.

Ulama dan Pejabat Suriah Peringati Haul Ke-3 Said Ramadhan al-Buthi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama dan Pejabat Suriah Peringati Haul Ke-3 Said Ramadhan al-Buthi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama dan Pejabat Suriah Peringati Haul Ke-3 Said Ramadhan al-Buthi

Para pembicara dalam acara tersebut adalah Dr Badie Lahham atas nama murid almarhum; Dr Taufik Ramadhan al-Buthi, putra tertua almarhum sekaligus Ketua Persatuan Ulama Syam, mewakili keluarga almarhum; Rektor Universitas Damaskus Dr Muhammad Hasan Kurdi, Menteri Wakaf Suriah Dr Muhammad Abdul Sattar al-Sayyed, dan Menteri Pendidikan Tinggi Suriah Dr M Amer Mardini.

Dalam testimoni mereka memuji Syekh Said Ramadhan al-Buthi sebagai tokoh dengan jasa yang luar biasa kepada masyarakat Suriah. Terbunuhnya al-Buthi oleh kelompok garis keras pada 21 Maret 2013 dinilai tak bisa membungkam semangat juang dan ilmu-ilmunya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peringatan haul kali ini juga menjadi momen peluncuran dalil “warisan” Syekh Muhammad Said Ramadhan Al-Buti yang berisi pelajaran, khutbah, rekaman acara televisi, video, audio dan buku-bukunya yang dapat diakses melalui media sosial: naseemalsham.com/app, facebook.com/sh.albouti, facebook.com/albouti.e (untuk bahasa Inggris)? dan youtube.com.naseemalshami.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Imam Syahid Muhammad Said Ramadan Al-Bouti yang lahir pada tahun 1929 dikenal sebagai ulama moderat berjuluk “Guru dari Tanah Syam” atau “Syaikh of the Levant.” Ia juga dikenal sebagai pakar dalam berbagai disiplin ilmu agama dan menulis lebih dari 60 buah buku keilmuan Islam dalam bidang syariah, akidah, tasawuf, sejarah, dakwah dan pengajian Islam. Buku-bukunya banyak diterjemahkan ke sejumlah bahasa asing, termasuk bahasa Indonesia. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Ketika Mualaf Lupa Kalimat Talbiyah saat Haji

Suatu ketika, Kiai Basyirun Salatiga menuntun syahadat mantan pastur dari salah satu gereja di Kota Salatiga Jawa Tengah. Belum genap satu tahun ia dinyatakan sebagai Muslim, Kiai Basyirun sudah memintanya untuk daftar inden ibadah haji, berangkat ke Tanah Suci.Tanpa banyak bertanya, ia pun segera melaksanakan perintah sang kiai.

Waktu terus berjalan hingga akhirnya penantian untuk melakukan ibadah haji pun mulai dekat. Namun, cepatnya waktu yang bergulir tak senada dengan kecepatannya dalam memahami khazanah keislaman. Hal itu tentu membuat hatinya sedikit ciut seiring dengan semakin dekatnya keberangkatan ke Tanah Suci. Ia kemudian memutuskan untuk sowan ke tempat sang kiai, sekaligus meminta solusi mengenai permasalahannya yang mengusik hati.

Ketika Mualaf Lupa Kalimat Talbiyah saat Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Mualaf Lupa Kalimat Talbiyah saat Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Mualaf Lupa Kalimat Talbiyah saat Haji

"Sudahlah, tak usah khawatir. Yang terpenting kuncinya adalah qanaah. Terima terhadap apa-apa yang terjadi nanti di Tanah Suci," tegas Kiai Basyirun setelah mendengar keluh kesah muallaf tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebagai murid, ia hanya mengiyakan apa yang dikatakan guru spiritualnya. Berbekal ilmu agama yang tak seberapa, ia mulai meyakinkan hati kecilnya dan berangkat beribadah untuk menyempurnakan rukun agama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syahdan, keriuhan Masjidil Haram saat musim haji membuat hatinya semakin tak keruan. Bagaimana tidak, seumur umur, baru kali pertama ini ia melihat begitu banyaknya manusia yang berjuta jumlahnya berkumpul dalam satu tempat dengan satu tujuan pula. Ya, untuk melakukan rukun Islam yang kelima.

Hal itu membuatnya lupa akan satu doa yang justru harus sering dikumandangkan. Ia terlupa kalimat talbiyah. Meskipun saat itu seluruh jamaah haji dari berbagai dunia melantunkannya, yang ia dengar hanyalah suara gemuruh tak jelas dari mana arahnya.

Menyadari hal itu, ia hanya dapat pasrah sembari menunggu ilham dari Allah subhanahu wa taala. Ia kemudian teringat akan pesan kiainya agar tetap terima dengan lapang dada, mengenai apa-apa yang terjadi ketika berhaji.

Di tengah jutaan manusia yang berjubel kemudian ia berdoa.

"Ya Allah, hamba pasrahkan semuanya kepadamu..." rintih muallaf mantan pastur tersebut.

Tiba-tiba, suara gemuruh tersebut menuntun lisannya tidak untuk melafalkan kalimat talbiyah:

? ? ?

Bukan, Bukanlah kalimat tersebut. Melainkan, gemuruh tersebut seakan membisikkan sebuah kalimat berbahasa Indonesia. Tanpa pikir panjang, ia pun menirukan apa yang ia dengar di tengah keriuhan Masjidil Haram. Dengan terbata ia berkata:

"Lama-lama baik... Lama-lama baik..." serunya menirukan bisikan tak jelas tersebut.

Meskipun ia mengetahui bahwa bukan ini talbiyah yang ia maksud. Namun bermodal kemantapan hati, ia kembali menyerukan kalimat tersebut dengan keyakinan bahwa inilah doa yang diilhamkan oleh Allah subhanahu wataala kepadanya.

Dan benar, ternyata kalimat yang diucapkannya berulang kali tersebut menurut Kiai Basyirun terkabul. Terbukti, setelah pulang berhaji keimanan muallaf tersebut semakin membaik lama kelamaan. (Ulin Nuha Karim)



Kisah ini bersumber langsung dari Kiai Basyirun Salatiga, disampaikan dalam acara Walimatus Safar lil Haj KH Muhammad Shofi Al Mubarok di kompleks Ponpes Sirojuth Tholibin Brabo Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah.



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 10 Januari 2018

Pengobatan Massal NU Tangani Seribu Lebih Pasien

Pekalongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Layanan pengobatan massal yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pekalongan, diadakan di empat Majelis Wakil Cabang NU yang ada di Pekalongan. Tim medis yang ada melayani sedikitnya 1.720 pasien dengan beragam penyakit yang dikeluhkan.

Koordinator pengobatan massal Abdul Basir kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah mengatakan, kegiatan pengobatan massal untuk kali ini tidak saja menangani penyakit secara medis, tetapi juga disediakan pengobatan tambahan seperti akupunkur, bekam, rukyah dan cek gula darah.

Pengobatan Massal NU Tangani Seribu Lebih Pasien (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Massal NU Tangani Seribu Lebih Pasien (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Massal NU Tangani Seribu Lebih Pasien

Dari berbagai layanan pengobatan, masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mengetahui dan mengobati jenis penyakit yang diderita sehingga setiap pengobatan massal yang digelar selalu dipadati pengujung.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dari 4 kali menggelar pengobatan massal, ada beberapa pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit. Karena, penyakit yang dideritanya cukup parah dan perlu penanganan lebih lanjut oleh dokter ahli,” ujar Basir yang juga Ketua KPU Kota Pekalongan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penyelenggaraan kegiatan ini, dibantu dokter NU, Nahdliyyin Center, tenaga medis dari Rabithah Alawiyah, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dan ratusan relawan NU di Ranting NU Krapak, Klego, Tegalrejo dan Banyurip Alit, Kamis (29/5).

Selama kegiatan Harlah NU digelar, Nahdliyyin Center yang melibatkan IPNU dan IPPNU Kota Pekalongan juga menggelar aksi sosial donor darah yang diikuti tidak kurang dari 76 peserta. Donor darah ini terselenggara atas kerja sama PCNU Pekalongan dan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 06 Januari 2018

Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU

Situbondo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. KHR. Cholil As’ad Syamsul Arifin mengingatkan, saat ini ada kalangan yang mengincar masjid-masjid NU untuk diambil alih pengelolaannya. Ia mengemukakan itu saat memberikan pengarahan di aula Mts. Salafiyah Syafi’iyah, Mumbulsari, Jember, Jawa Timur, Kamis (23/5).

Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU

Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, Mimbaan, Situbondo ini menjelaskan, masjid adalah lambang sekaligus sentral kegiatan ibadah dan sosial kehidupan masyarakat. Karena itu, masjid harus dijaga dan dipelihara dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab, “Jangan sekali-kali pengelolan masjid diberikan kepada orang yang tidak jelas latar belakang amaliahnya (bukan NU).

Kiai Cholil menambahkan, biasanya orang yang ada maunya, pura-pura baik. Mereka awalnya memang mengikuti apa yang menjadi tradisi di lingkungan setempat, bahkan terkesan mendukung. Namun setelah punya jamaah, dia membelokkan arah jamaahnya,? “Makanya kita harus hati-hati betul dengan orang yang tidak jelas ujung pangkalnya,” lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Putera KHR As’ad Syamsul Arifin ini mengaku miris mendengar kabar bahwa di Jawa Tengah sudah ada 40-an masjid NU yang beralih tangan. Masjid-masjid itu semula dikelola warga nahdliyyin, namun? dengan cara-cara tertentu, masjid-masjid itu akhirnya berpindah tangan pengelolanya, “Itu di Jawa

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tengah, di Jaw aTimur, insyaalah juga ada,” tukasnya.

Acara yang bertitel? “Penguatan amaliah Ahlussunnah wal jama’aah” itu dihadiri sekitar 200 orang. Mereka terdiri dari ketua dan sekretaris Ranting NU dan 3 orang pengurus takmir masjid se-Kecamatan Mumbulsari serta para tokoh NU setempat. Dalam kesempatan itu, hadir juga Rais Syuriah PCNU Jember, KH. Muhyiddin Abdusshomad.

Redaktur? ? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor? : Aryudi A. Razaq ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Kajian Islam, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 02 Januari 2018

Hukum Baca Al-Qur`an via HP ketika Shalat (1)

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Baru-baru ini dunia maya dihebohkan dengan video seorang imam shalat yang sedang memainkan hp ketika menjadi imam. Video yang durasinya tidak lebih dari satu menit itu memperlihatkan imam setelah membaca surat Al-Fatihah mengambil HP dari kantong bajunya seolah ingin membaca sms. Namun setelah saya telusuri lagi video fullnya di youtube ternyata berdurasi lebih dari satu jam.

Dalam video tersebut seseorang sedang mengimami shalat Isya dan tarawih. Ternyata imam tersebut mengeluarkan hp dengan maksud membaca surat-surat setiap kali setelah membaca surat Al-Fatihah. Kemungkinan besar karena di masjid tersebut menerapkan satu malam harus mengkhatamkam satu juz. Tetapi si imam bukan seorang hafidz, jadi ia membuka aplikasi Al-Quran di hp-nya.

Hukum Baca Al-Qur`an via HP ketika Shalat (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Baca Al-Qur`an via HP ketika Shalat (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Baca Al-Qur`an via HP ketika Shalat (1)

Pertanyaan saya adalah, apakah tindakan yang dilakukan imam itu diperbolehkan dan dibenarkan? Bukankah itu malah terlihat shalatnya tidak khusyuk? Lalu mana yang lebih baik membaca surat pendek yang dihafal atau menghatamkan 30 juz namun dilakukan dengan cara seperti imam itu? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (M Alfan/Jepara)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jawaban

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penananya yang budiman, semoga Allah selalu menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Setidaknya ada beberapa pertanyaan yang diajukan kepada kami. Dalam kesempatan ini kami akan menjawab pertanyaan yang terkait dengan boleh-tidaknya seseorang yang menjadi imam ketika membaca ayat Al-Quran melalui HP. Karena keterbatasan ruang-waktu, pertanyaan selanjutnya insya Allah akan kami jawab pada kesempatan lain.

Jelas dalam khazanah fikih klasik, kita tidak akan menemukan jawaban secara langsung atas persoalan ini. Karena ini merupakan persoalan yang tergolong baru. Untuk itu kita mesti mencari cantolannya dalam khazanah fikih klasik.

Sepanjang yang kami ketahui dalam khazanah fikih klasik terdapat penjelasan mengenai orang shalat yang membaca Al-Qur`an melalui mushaf. Hal ini bisa jadi karena ia tidak hafal surah dalam Al-Qur`an sehingga memerlukan bantuan mushaf, atau bisa jadi ia hafal surah yang pendek tetapi tidak hafal surah yang panjang sehingga ketika ingin membaca surah yang sedikit panjang ia menggunakan bantuan mushaf.

Lantas bagaimana pandangan para ulama dalam hal ini? Menurut ulama dari kalangan madzhab Syafi’I, jika seseorang yang shalat membaca Al-Qur`an melalui mushaf baik ia hafal atau tidak maka shalatnya tidak batal, bahkan wajib jika ia tidak hafal surah Al-Fatihah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Seandainya ia (orang yang shalat) membaca Al-Qur`an melalui mushaf, shalatnya tidak batal, baik ia hafal atau tidak. Bahkan wajib atasnya membaca lewat mushaf jika tidak hafal surah Al-Fatihah sebagaimana yang telah dijelaskan. Seandainya ia sesekali membuka beberapa halaman mushaf dalam shalatnya, tidak batal. Begitu juga tidak batal shalatnya ketika ia melihat selain Al-Qur`an dalam apa yang termaktub kemudian ia mengulang-ulang dalam hatinya meskipun itu dilakukan dalam rentang waktu lama, akan tetapi hal itu makruh. Demikian pendapat Imam Syafi’i sebagaimana terdapat dalam kitab Al-Imla`dan telah disepakati para pengikutnya,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, 1431 H/2010 M, juz V, halaman 134).

Bahkan seandainya ia sesekali membuka mushaf tetap saja shalatnya tidak batal sebagaimana dikemukakan di atas. Alasannya yang dapat dikemukakan di sini bahwa hal itu merupakan gerakan yang sedikit (yasir). Sedangkan sedikit gerakan dianggap tidak membatalkan shalat sepanjang ada kebutuhan tetapi hanya makruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Bahwa gerakan yang sedikit—di mana gerakan yang banyak dapat membatalkan shalat—ketika dilakukan dengan sengaja tanpa ada kebutuhan adalah makruh,” (Lihat Muhammad Khathib Asy-Syarbini, Mughnil Muhtaj, Beirut-Darul Fikr, tanpa tahun, juz I, halaman 199).

Berangkat dari sini, kami cenderung untuk mengikuti pendapat yang membolehkan membaca Al-Qur`an dalam shalat melalui HP karena di-ilhaq-kan dengan kebolehan membaca Al-Qur`an melalui mushaf dalam shalat. Sekalipun HP yang di dalamnya terdapat aplikasi Al-Qur`an itu bukanlah mushaf, tetapi keduanya baik mushaf maupun HP adalah sama-sama wasilah untuk beribadah. Sedangkan wasilah itu bukanlah ibadah itu sendiri.

Bagi orang yang sudah hafal surah-surah pendek dan ada waktu, kami sarankan untuk menghafal surah-surah yang panjang dalam Al-Qur`an.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 01 Januari 2018

Indonesia Belum Berhasil Tangani Stunting

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rektor Universitas Alma Ata Yogyakarta Hamam Hadi menilai Indonesia belum berhasil dalam menangani stunting. 

Menurut pria yang juga ahli gizi ini, karena Indonesia kurang punya kesungguhan dan masyarakatnya sedikit yang fokus dan sungguh-sungguh memerangi stunting.

Indonesia Belum Berhasil Tangani Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Belum Berhasil Tangani Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Belum Berhasil Tangani Stunting

Demikian dikatakan Hamam Hadi saat mengisi Halaqah Alim Ulama dan Daiyah NU yang diselenggarakan Fatayat NU dengan tema Jihad Cegah Stunting di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Senin (13/11).

Berbalik dengan Indonesia, ia menyebutkan negara yang sukses dalam menangani masalah stunting, yakni Brazil. 

Menurut pria berumur 55 tahun ini, Brazil termasuk negara yang berhasil di dunia dalam mengurangi angka stunting. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

30 tahun ke belakang, katanya, kondisi stunting di Brazil kurang lebih sama dengan Indonesia hari ini, tapi 30 tahun kemudian, Brazil berhasil menurunkan angka stunting sekitar 7-10 persen.

"Setiap tahun Brazil bisa menurunkan angka stunting pertahunnya itu adalah 1 persen," katanya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Indonesia pada 2007 stunting sekitar 36 persen, pada 2010 turun sekitar 0,4 persen tapi pada 2013 kembali naik menjadi 37,2 persen.

Ia pun menilai kalau saat ini Indonesia belum berhasil  menangani stunting. "Mudah-mudahan karena belum melibatkan Fatayat dan Nasyiatul Aisyiah," katanya diikuti tawa. 

Ia berharap kader-kader Fatayat dan Nasyiatul Aisyiyah berada digarda terdepan untuk menangani persoalan stunting di Indonesia. 

Hadir pada acara ini Ketua PBNU H Robikin Emhas, Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU (PP Fatayat NU) Anggia Ermarini, dan Sekretaris PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, IMNU, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 24 Desember 2017

Jelang Pilkada, Warga NU Diimbau Jaga Ukhuwah

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Musim pemilihan umum kepala daerah atau Pilkada kerap membawa warga sebagai pemilik hak suara ke dalam suasana persaingan politik. Para kandidat kepala daerah berlomba mengeruk dukungan suara sebanyak-banyaknya, dan rentan merusak kerukunan masyarakat lantaran perbedaan aspirasi politik yang ditimbulkan.

Jelang Pilkada, Warga NU Diimbau Jaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pilkada, Warga NU Diimbau Jaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pilkada, Warga NU Diimbau Jaga Ukhuwah

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Wonosobo KH Abdul Chalim AYM berpesan kepada Nahdliyin untuk menjaga ukhuwwah dan kebersamaan, khususnya dalam menyambut Pilkada yang akan dihelat pada 9 Desember mendatang.

"Warga NU harus tetap rukun, dan menggunakan hak pilihnya dengan cerdas dan bertanggung jawab, untuk memilih pemimpin yang jujur dan amanah, yang akan memimpin Wonosobo ke arah yang lebih baik," ujarnya dalam acara Penguatan Aqidah Ahlussunanah Wal Jamaah dan Sosialisasi Hasil-hasil Muktamar NU XXXIII, akhir pekan lalu (22/11).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Forum yang diikuti lebih dari 3000 warga tersebut digelar di Gedung Serbaguna SMK Andalusia Wonosobo dan dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan jajaran pengurus NU Kabupaten Wonosobo dari tingkat cabang hingga tingkat ranting.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kesempatan itu, Kang Said, sapaan akrab Ketua Umum PBNU, menyampaikan bahwa warga NU harus cerdas dan up to date. "Warga dan pimpinan NU harus mampu menyampaikan nilai-nilai luhur yang disampaikan oleh ulama-ulama terdahulu dengan bahasa yang lebih modern dan sesuai dengan perkembangan zaman.”

“Adalah tugas dan tanggung jawab ulama-ulama NU untuk menjabarkan gagasan-gagasan dan ijtihad ulama terdahulu dengan bahasa yang modern dan sesuai dengan perkembangan zaman," imbuhnya.

Kang Said juga mengapresiasi peran para pimpinan dan warga NU dalam menjaga toleransi dan meminimalisasi konflik. "Sejauh ini para pengurus dan warga NU memiliki peran yang luar biasa dalam mengatasi konflik dan menjaga perdamaian, sehingga perpecahan dan permusuhan dapat dihindari. Seorang Rais Syuriah di tingkat ranting, sudah tentu mampu mengantisipasi bibit-bibit konflik yang mengancam. Ulama-ulama di Timur Tengah, mereka sangat alim dan faqih, tapi konflik dan peperangan terus berlangsung," ujarnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 22 Desember 2017

Gerakan Pesantren Tangerang Raya Tolak Ideologi Islam Radikal

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Forum Silaturrahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Tangerang memfasilitasi kegiatan bedah fatwa MUI Tangerang perihal ideologi yang dapat merusak integritas kebangsaan Republik Indonesia. Di Villa Binual Cilember, Bogor, Selasa-Rabu (25-26/11), mereka mencoba melihat posisi gerakan ideologi keislaman di tengah konsep negara Indonesia.

Gerakan Pesantren Tangerang Raya Tolak Ideologi Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Pesantren Tangerang Raya Tolak Ideologi Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Pesantren Tangerang Raya Tolak Ideologi Islam Radikal

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya para kiai di kampus STISNU. Ketua FSPP KH A Baijuri Khotib berkata, “Pertemuan ini bertujuan membangun persepsi dari seluruh ormas Islam di Tangerang yang cinta NKRI terkait integritas kebangsaan.”

Sementara Ketua PCNU Kota Tangerang H A Bunyamin memandang, pilar-pilar kebangsaan secara subtansi tidak bertentangan dengan ajaran luhur keislaman. Sebab itu, merawat keutuhan NKRI dengan antara lain memerangi ideologi transnasional harus digalakkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita harus menyiapkan generasi kita di masa depan agar negara ini tetap ada sampai hari Kiamat,” kata H Bunyamin.

Pertemuan ini dihadiri oleh FSPP kabupaten Tangerang KH Hasbiyallah, FSPP Tangerang Selatan KH Muslihuddin, FSPP Kota Tangerang KH M Tabar, PCNU Tangsel KH Abbas Hurobby, Syuriyah PCNU Kota Tangerang KH Mamun, dan STISNU Nusantara Tangerang HM Qustulani. (Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 21 Desember 2017

Pedagang Batu Akik Buka Lapak di Area Munas-Konbes NU 2014

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sejumlah penjual atribut ke-NUan berjajar menghadapi meja di area Munas-Konbes NU 2014 di halaman Gedung PBNU, Sabtu (1/11) siang. Sejumlah produk tertata rapi di atas meja yang antara lain menampung kaos bergambar wajah kiai NU, batik, poster, stiker, buku, hingga gantungan kunci yang menunjukkan arah kiblat sembahyang. Di jajaran trotoar Gedung PBNU, penjual batu akik hadir di salah satu barisan pedagang.

Pedagang Batu Akik Buka Lapak di Area Munas-Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pedagang Batu Akik Buka Lapak di Area Munas-Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pedagang Batu Akik Buka Lapak di Area Munas-Konbes NU 2014

Andri, pria berkaos hitam itu mencoba peruntungan penjualannya di tengah hilir-mudik peserta Munas-Konbes NU dan warga yang ingin melihat jalannya sidang. 

“Saya berkeliling dari kota ke kota untuk menjual akik. Kemarin dari Bengkulu. Sebelumnya dari Medan,” kata Andri menghadapi bentangan papan yang bertaburan batu-batu indah di atasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pria asal Padang ini menggelar lapaknya persis mulut gerbang PBNU. Andri berdua dengan sahabatnya mencoba mengadu nasib lewat berjualan akik yang kini digandrungi banyak warga mulai dari remaja hingga setengah tua.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mengaku baru setahun berjualan akik melihat belakangan ini tingginya permintaan warga Indonesia terhadap akik. Selain kaos, batik, dan gantungan kunci, cincin akik merupakan salah satu ciri khas kiai NU dan Nahdliyin. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Kajian Islam, Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 18 Desember 2017

Peduli Yuyun, Pelajar NU Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Peristiwa tragis yang menimpa Yuyun (14), pelajar SMP di Bengkulu mengundang simpati dan keprihatinan banyak pihak, termasuk para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Puluhan pelajar Pimpinan Cabang IPNU Banyuwangi melaksanakan shalat ghaib dan doa bersama untuk almarhumah Yuyun. Selain itu, juga memanjatkan doa untuk seluruh pelajar Indonesia agar kasus sejenis tak muncul kembali.

Peduli Yuyun, Pelajar NU Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Yuyun, Pelajar NU Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Yuyun, Pelajar NU Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama

“Sebagai bentuk solidaritas dan komitmen kita di dunia pendidikan, kita mendoakan almarhumah Yuyun agar diterima di sisi-Nya dan ke depannya tak ada lagi kasus-kasus demikian menimpa pelajar di Indonesia,” tutur Yahya Muzakki, Ketua PC IPNU Banyuwangi usai doa bersama di Masjid Al-Mujahirin, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, Selasa malam (3/5).

Kasus Yuyun, menurut Yahya, bukan sekadar kasus kriminal biasa. Hal ini merupakan tamparan keras terhadap dunia pendidikan Indonesia. Apalagi mengingat para pelaku pemerkosa dan pembunuh Yuyun terhitung masih berusia pelajar, yakni 16 sampai 20 tahun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ini pukulan telak bagi dunia pendidikan Indonesia. Peserta didik tidak hanya menjadi korban, tapi kini mulai merambah menjadi pelaku,” ujar Yahya.

Oleh karena itu, terang Yahya, aktivis IPNU bersama IPPNU (Ikatan Pelajar Putri NU) terus menyuarakan toleransi, anti-kekerasan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan di kalangan pelajar Banyuwangi. “Kita terus mendampingi pelajar Banyuwangi,” imbuh Yahya.

Sementara itu, angka kekerasan seksual yang menimpa anak-anak terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2015 kemarin ada 2.898 kasus kekerasan terhadap anak. Sebanyak 59,3 persen di antaranya merupakan kasus kejahatan seksual. Angka ini naik dari 2.726 kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2014, yang 56 persen di antaranya pelecehan seksual. Ironisnya, hanya 179 kasus yang dilaporkan.

Ragam kekerasan anak berupa kekerasan fisik, penelantaran, penganiayaan, perkosaan, adopsi ilegal, penculikan, perdagangan anak untuk eksploitasi seksual. KPAI mencatat bahwa pelaku kekerasan anak adalah anggota keluarga, tetangga, teman, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lain-lain. Dari kasus itu tindak kekerasan terjadi di ruang privat sebesar 62 persen dan ruang publik seperti rumah, sekolah, panti asuhan, lembaga keagamaan sebanyak 38 persen. (Anang Lukman Afandi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Fragmen, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 17 Desember 2017

Tangisan Imam Hanafi Berjumpa Anak Kecil

Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit, atau populer disebut Imam Hanafi, pernah berpapasan dengan seorang anak kecil yang tampak berjalan mengenakan sepatu kayu.

”Hati-hati, Nak, dengan sepatu kayumu itu. Jangan sampai kau tergelincir,” sang imam menasehati.

Tangisan Imam Hanafi Berjumpa Anak Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangisan Imam Hanafi Berjumpa Anak Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangisan Imam Hanafi Berjumpa Anak Kecil

Bocah miskin ini pun tersenyum, menyambut perhatian pendiri mazhab Hanafi ini dengan ucapan terima kasih.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Bolehkah saya tahu namamu, Tuan?” tanya si bocah.

”Nu’man.”

”Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar al-imam al-a‘dham (imam agung) itu?”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Bukan aku yang menyematkan gelar itu. Masyarakatlah yang berprasangka baik dan menyematkan gelar itu kepadaku.”

"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka gara-gara dia. Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskanmu ke kubangan api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya.”

Ulama kaliber yang diikuti banyak umat Islam itu pun tersungkur menangis. Imam Hanafi bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Quote, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 07 Desember 2017

Trump Targetkan Dana Kampanye 13 Trilyun Rupiah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Donald Trump yang hampir pasti menjadi calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik berjanji untuk bekerjasama dengan Komite Nasional Republik guna menggalang dana kampanye sebesar satu miliar dolar AS.

Trump Targetkan Dana Kampanye 13 Trilyun Rupiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Trump Targetkan Dana Kampanye 13 Trilyun Rupiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Trump Targetkan Dana Kampanye 13 Trilyun Rupiah

Jumlah dana kampanye yang kalau dirupiahkan mencapai Rp13,34 triliun itu ditujukan sebagai modal untuk mengalahkan Hillary Clinton yang kemungkinan besar menjadi calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, pada Pemilu Presiden 8 November tahun ini.

"Kami akan mencoba dan menggalang dana sekitar satu miliar dolar yang menjadi keharusan," kata Trump seperti dikutip Reuters.

"Demokrat mungkin akan menggalang dana sampai sebesar dua miliar dolar (Rp26 triliun)," sambung Trump dalam wawancara dengan NBC Nightly News.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Trump merupakan sosok kontroversial. Ia pernah menyatakan, jika berhasil menjadi presiden, akan melarang Muslim masuk ke Amerika Serikat. (Antara/Mukafi Niam) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 23 November 2017

Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masjid merupakan sebuah tempat strategis yang tak hanya berfungsi untuk menjalankan ibadah. Terdapat peran-peran strategis yang berlangsung dalam sejarah peradaban Islam yang melibatkan masjid.

Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid

Penting bagi warga NU untuk terus mengembangkan masjid sebagai sumber pengembangan Islam, berikut alasan-alasannya.

Pertama, sebelum dibangun pesantren, pasti dibangun masjidnya dahulu dan setiap desa hampir bisa dipastikan ada masjidnya, tetapi belum tentu ada pesantrennya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kedua, masjid letaknya teratur, tidak menumpuk di satu tempat sehingga sarana ibadah terdistribusi dengan baik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketiga, Masjid merupakan potret paling otentik kondisi, shoheh tentang kondisi, sikap dan kualias umatnya. 

“Kalau masjidnya kotor tempat wudhunya, ya umatnya kurang lebih ya masih begitu. Kalau bersih, umatnya lebih berbudaya.”

Demikian juga kalau masjidnya bagus, ekonomi umat pendukungnya juga bagus. Kalau masjidnya reot, juga begitu.

Lalu kalau jamaahnya banyak, berarti semangat ibadah yang tinggal di kanan kirinya juga begitu. Kalau masjidnya kosong, berarti semangat ibadah umatnya pun begitu. 

“Kalau shofnya lurus, umatnya juga disiplin. Kalau jamaahnya sedikit, mencari-mencar, shofnya ngak lurus, ya masih morat-marit.”

Kalau takmirnya suka mengundar khotib yang galak, berarti umatnya juga begitu. Khotibnya adem ayem, kesadaran hidupnya juga begitu. 

“Potret warga NU seperti apa, bisa di lihat di masjid-masjidnya,” tandasnya.Ia menegaskan, masjid harus menjadi kaki NU ke depan. Pesantren sebagai sumber ilmu dan hikmahnya, masjid sebagai pusat pengamalan dan pembinaannya.

Sementara itu, Ketua LTMNU KH Abdul Manan al Ghani menegaskan lembaga yang dipimpinnya ini berusaha untuk menggerakkan struktur di lingkungan NU agar mampu memberdayakan masjid.

Ia merasa prihatin dengan sejumlah situasi seperti maraknya permintaan sumbangan pembangunan masjid di jalan-jalan atau pengelola masjid yang kurang memiliki kreatifitas dalam mengembangkan masjidnya.

“Tidak usah menunggu program dari PBNU. Saya senang, jika masjid atau LTMNU di daerah mampu membikin program sendiri.”

LTMNU memiliki sejumlah program usaha seperti Kelompok Usaha Jamaah Masjid, tower BTS berbasis menara masjid atau sejumlah bisnis lain yang halal dan dapat menunjang kegiatan kemasjidan.

Penulis:: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 19 November 2017

Arsitektur Masjid: Hablu Minallah Hablu Minannas

Cilegon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Arsitektur masjid biasanya terdiri dua ruang, bagian dalam dan serambi. Itu artinya, masjid ada dua bidang ajaran utama, yaitu hablu minallah dan hablu minannas.

Menurut Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi arsitektur masjid seperti itu adalah untuk mengabdi kepada Allah dengan dua cara. Di bagian dalam untuk shalat, i’tikaf, dan wirid, sementara serambi untuk melayani umat.

Kemudian, kiai kelahiran Puwokerto tersebut mencontohkan, Nabi Muhammad tidak memiliki kantor tersendiri seperti kantor kabupaten sekarang. “Nabi, kantornya di serambi masjid. Kantor itu selalu terbuka dan selalu bisa dimasuki umat.”

Arsitektur Masjid: Hablu Minallah Hablu Minannas (Sumber Gambar : Nu Online)
Arsitektur Masjid: Hablu Minallah Hablu Minannas (Sumber Gambar : Nu Online)

Arsitektur Masjid: Hablu Minallah Hablu Minannas

Hal itu dikatakannya pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam rangka revitalisasi masjid bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat”, di Pondok Pesantren Darul Ihsan, Pegantungan Jombang, Kota Cilegon, Banten, Sabtu, (20/4).

Di serambi itu, dijadikan tempat pelayanan umat mulai dari pelayanan kesehatan, ekonomi, dan pengetahuan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan, tidak ada bangunan umum yang sebanyak masjid, tapi sayangnya, pemanfaatannya tidak terperhatikan. Banyak masjid yang bagus, tapi pemakmurannya kurang.

Padahal, sambung kiai Masdar, umat Islam diberi tugas untuk dua kemakmuran, yaitu memakmurkan masjid, dan pada saat yang sama untuk memakmurkan bumi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pencanangan memakmurkan masjid ini dalam rangka menyongsong seabad NU. 13 tahun lagi. Mudah-mudahan NU masih hidup dan bahkan lebih berjaya. Berjaya dengan bertolak dari masjid, untuk memakmurkan bumi,” ucapnya.

Rapimda tersebut digelar Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Cilegon bekerja sama dengan PP LTMNU, dan PT Sinde Budi Sentosa.

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Bahtsul Masail, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 29 Oktober 2017

Jamaah Dzikir Gunung-gunung Indonesia

Oleh Mukhlis Herwin Mualif

Dalam pelajaran kuliah geofisika ataupun geologi pada Jurusan Fisika, Negara Indonesia merupakan negara dengan kepemilikan gunung api terbanyak yang dilingkari jalur deretan gempa paling aktif yang disebut cincin api (ring of fire) sehinga sewaktu-waktu bisa meletus.

Letak posisi Indonesia sangat strategis, yang mana berada pada titik pertemuan tiga lempeng benua yaitu Lempeng Eurasia dari arah utara, Lempeng Pasifik dari arah timur, serta Lempeng Indo-Australia dari arah selatan.

Jamaah Dzikir Gunung-gunung Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Dzikir Gunung-gunung Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Dzikir Gunung-gunung Indonesia

Akhir-akhir ini, di Indonesia banyak gunung yang menaikkan statusnya dari normal menjadi waspada, siaga, dan bahkan awas. Dalam dunia tasawuf, dikenal bahwa gunung pun juga ikut berdzikir (bertasbih) di waktu pagi dan petang, seperti yang terdapat dalam Firman Tuhan Quran Surat Sad 18-19:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu pagi dan petang, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing amat taat kepada Allah."

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dzikir jika ditinjau secara bahasa berasal dari kata dzakaro yang artinya yaitu ingat. Kata dzikir diambil dari masdarnya dzikron yang kemudian menjadi populer dengan istilah dzikir. Sedangkan dzikir jika dikupas menurut syara’ merupakan ingat kepada Allah Swt. Dengan etika tertentu yang sudah ditentukan dalam Al-Quran dan hadist dengan tujuan untuk mensucikan hati serta mengagungkan Allah. ?

“Siapa yang ingin bersenang-senang di taman syurga, perbanyaklah dzikir. (HR. Thabrani)

Di Indonesia, gunung-gunung pun sedang berjamaah dzikir billisan khususnya daerah Sumatra dan Jawa. Dari Sumatera, jamaah para gunung dipimpin Almukarrom Syekh Gunung Sinabung, Sumatera Utara. Sedangkan penghulu pulau Jawa dan Sumatera, Almukarrom Syekh Anak Krakatau bin Krakatau yang sudah akil baligh, kali ini hanya menjadi makmum saja, yang mungkin lebih condong makmum kepada dzikir billisannya Almukarrom Syekh Gunung Sinabung. ?

“Kakanda, kali ini saya makmum kamu saja, karena saya sudah sering aktif untuk meneruskan ilmu Abah saya”, ujar putra gunung Krakatau kepada Almukarom Syekh gunung Sinabung.

Jamaah dzikir billisan di pulau Jawa dipimpin Almukarrom Kiai Gunung Kelud AlJawi, yang dengan dzikirnya telah membawakan pesan damai dengan merahmati hujan abu yang hampir rata di daerah Jawa bahkan sampai kepada daerah Pasundan. Tak lupa sebelumnya minta restu kepada Almukarom Kiai Gunung Semeru, yang merupakan sultan dari para gunung-gunung di Indonesia. Konon, dipilih sebagai sultannya para gunung di Indonesia dikarenakan ia telah disebutkan dalam kisah pewayangan.

Ngaturaken sowan kulo marang Paduko Kiai Gunung Semeru, kulo nyuwun pangestu paduko, badhe mimpin jamaah dzikir billisan poro gunung khususipun ingkang dumunung wonten ing Jawi,” izin Kiai Gunung Kelud Aljawi kepada Kiai Gunung Semeru.

E..lha dalah… sumonggo kiai, kanthi ridhonipun Gusthi Allah, Pengerane bumi lan Langit sarto Shalawat Nabi, mugi-mugi dzikir billisanmu saged dados barokah kagem nagari Indonesia khususipun. Lahul Fatihah..” Jawab Kiai Gunung Semeru sebagai ucapan restu kepada Kiai Gunung Kelud AlJawi.

“Hu..hu..”, begitu bunyi dentuman dzikir? jamaah dzikir billisan para gunung, ada yang secara sir (tak terdengar) da nada pula yang jahr (nyaring).

Definisi dzikir secara sir yaitu dengan suara secara perlahan sekiranya hanya terdengar oleh indera pendengaran atau telinga yang berdzikir. Menurut orang tasawuf atau ahli sufi menyebut hal ini merupakan dzikir yang paling afdhol. Sedangkan secara jahr yaitu secara keras sekiranya dapat terdengar di sekitarnya.

Menurut info terakhir ikut menyusul dzikir secara sir yaitu Almukarom Kiai Gunung Slamet, Almukarom Kiai Gunung Semeru, Almukarom Kiai Gunung Bromo, Almukarom Syekh Gunung Raung. Semula Almukarom Syekh Gunung Merbabu masuk dalam jamaah ini, akan tetapi ketika sudah pada kondisi fana dan nikmat dalam berdzikir maka secara tidak sadar berubah menjadi jahr. “Hu….hu….”, bunyi dentuman dzikir yang tiba-tiba diucapkan secara keras dan disertai kilatan yang menyambar-nyambar di pucak gunung sehingga membuat warga berhamburan keluar rumah. Seismograf milik BPPTKG Yogyakarta pun tidak dapat mendeteksi adanya aktivitas apapun, seperti yang diucapkan Subandriyo Kepala BPPTKG Yogyakarta.

Di Indonesia gunung api terbagi dalam 3 tipe berdasarkan waktu erupsinya, tipe A gunung api yang mengalami erupsi sekurangnya satu kali setelah tahun 1600, tipe B setelah tahun 1600 belum tercatat erupsinya akan tetapi menunjukkan gejala vulkanik yang jumlahnya 28, tipe C erupsinya tidak tercatat oleh manusia. Almukarom Syech Gunung Merbabu masuk kategori B. Menurut Sorja Koesuma, Dosen Fisika Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, mengatakan untungnya magnitudenya kecil. Mungkin juga bukan tektonik, akan tetapi ada sesar yang teraktivitasi karena aktivitas vulkanik.

Di golongan lain, terdapat sekelompok golongan gunung-gunung dengan dzikir bilqolbi (dengan hati) yang dipimpin Almukarom Kiai gunung Lawu Magetan, yang diikuti oleh Almukarom Kyai Gunung Wilis bahkan mungkin kali ini Almukarom Kiai Gunung Merapi Yogyakarta pun ikut jamaah dzikir bilqolbi karena kali ini tidak terdapat dalam kelompok golongan dzikir billisan. Definisi dzikir bilqolbi sendiri yaitu dzikir dengan menggunakan hati dan sama sekali tidak terdengar oleh telinga.

Apapun dzikirnya semoga kita semua dimasukkan dalam golongan yang cinta berdzikir, bersama makhluk Allah yang lain yang cinta berdzikir di bumi dan langit. Amiin.

MUKHLIS HERWIN MUALIF, alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Solo, dan alumni Jurusan Fisika UNS

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 03 Agustus 2017

Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setiap hari raya Idul Adha, Pesantren Tebuireng Jombang menyembelih puluhan hewan kurban. Tak hanya dibagikan kepada masyarakat sekitar pondok, bahkan daging tersebut juga diberikan kepada daerah terpencil yang kurang mendapat perhatian.

"Tahun ini kami menerima 19 sapi dan 5 ekor kambing," kata Ustadz Iskandar, Jumat (1/9).

Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil

Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng tersebut mengemukakan ada sejumlah nama yang mempercayakan penyembelihan hewan kurban ke pesantren ini. "Ada Kapolda Jawa Timur, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Wakil Pengasuh dan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng, serta para guru dan beberapa wali santri," jelas alumnus Universitas Hasyim Asyari atau Unhasy Jombang ini.

Menurut pria kelahiran Jakarta ini, daging dari hewan kurban tersebut diberikan ke sejumlah warga kurang mampu di sekitar pesantren. "Juga kepada dewan guru, karyawan dan santri Tebuireng," terangnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tidak hanya itu, daging tersebut juga disebar ke daerah terpencil. "Kawasan yang dipilih panitia adalah Kecamatan Kabuh," ungkap Ustadz Iskandar. Daerah tersebut sengaja dipilih lantaran masyarakatnya lebih membutuhkan, lanjutnya.

Setidaknya ada 2000 paket hewan kurban yang disiapkan panitia untuk menjangkau sejumlah kawasan terpencil, termasuk warga sekitar Pesantren Tebuireng. "Hari ini hingga Ahad lusa, hewan akan kita sembelih dan didistribusikan kepada para dhuafa yang telah didata," katanya.

Pantauan media ini di lokasi yakni halaman Pesantren Tebuireng, tampak warga sekitar pondok menyerahkan sejumlah kupon yang telah dibagikan sebelumnya. Dengan mengantri secara tertib, mereka menukarkan kupon tersebut dengan paket daging kurban. Wajah sumringah tampak terlihat dari muka mereka saat meninggalkan halaman pesantren. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Nahdlatul, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah