Minggu, 30 April 2017

Pesantren Tambakberas Siapkan Peringatan Seabad Madrasah

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) yang lebih dikenal dengan Pesantren Tambakberas Jombang, Jawa Timur, tahun ini akan memperingati usia satu abad madrasah. Berbagai acara disiapkan sebagai momentum hari bersejarah tersebut.

Pesantren Tambakberas Siapkan Peringatan Seabad Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tambakberas Siapkan Peringatan Seabad Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tambakberas Siapkan Peringatan Seabad Madrasah

"Kalau usia pesantren memasuki 191 tahun," kata KH M Fadlullah Malik kepada media ini, Rabu (23/3). Sedangkan satu abad adalah peringatan bagi dikenalkannya sistem klasikal atau madrasah di PPBU sebagai perpaduan antara model lama khas pesantren dengan sistem baru hasil pengembaraan pengetahuan ke sejumlah kawasan baik di dalam maupun luar negeri,? khususnya di Tanah Haram, lanjutnya.

"Perlu diketahui bahwa Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas didirikan tahun 1825 oleh salah satu pasukan Pangeran Diponegoro yang membentengi Jawa yakni Abdussalam yang lebih populer dengan nama Mbah Saichah," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dan dalam perjalanannya, pesantren yang terletak di Dusun Tambakberas, Desa Tambakrejo, Jombang ini terus menjaga sistem weton, sorogan, dan bandongan. "Dan setelah sejumlah putra kiai dan santri menempuh pendidikan tinggi di dalam serta luar negeri, sistem tersebut mengalami adaptasi dengan dikenalkannya model klasikal madrasah," terangnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peristiwa mulai dikenalkannya model madrasah secara klasikal ini adalah tahun 1915, yang akhirnya menjadi momentum diselenggarakan acara satu abad madrasah tersebut.

"Kepanitiaan telah terbentuk dan melakukan sejumlah rapat untuk memastikan rangkaian yang akan digelar," kata Gus Fad, sapaan akrabnya. Ketua panitia kegiatan ini mengemukakan bahwa berbagai kegiatan telah melalui pertimbangan dan dipasrahkan kepada para koordinator bidang.

Secara lebih rinci, mantan anggota DPRD Jombang itu menjelaskan bahwa acara yang telah disiapkan adalah bedah buku, wayang wali, ushbu‘ul waahid, festival bonsai, seminar, gowes, pameran, dan kontes burung, lailatus shalawat, khatbilom Quran bildhaib, khitanan massal, serta pengajian umum.

"Untuk pembukaan sekaligus dimulainya rangkaian harlah satu abad madrasah adalah dengan kegiatan bedah buku," kata Gus Fad. Acara diselenggarakan di aula pesantren setempat hari Selasa, 26 April mendatang, jelasnya.

Dan usai bedah buku, kegiatan lain akan mengiringi hingga Sabtu, 4 Juni. "Sehingga kegiatan dalam rangkaian harlah satu abad ini lumayan panjang karena sejumlah kegiatan diselenggarakan di banyak tempat dan melibatkan peserta dari berbagai kalangan," ungkapnya.

Peringatan satu abad ini sebagai upaya mengingatkan para kiai, ustadz, santri dan juga alumni akan makna didirikannya madrasah di pesantren tersebut.? (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 29 April 2017

Al Qaeda: Dari Perang Afganistan sampai ISIS

Buku Al Qaeda: Kajian Sosial Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya (2014) merupakan kelanjutan dari buku “Ideologi-Ideologi Pasca Reformasi” yang diterbitkan tahun 2012. Menurut penulisnya, As’ad Said Ali, kedua buku itu berangkat dari ambisi pribadnya untuk melakukan kajian menyeluruh tentang gerakan-gerakan radikal.

Buku Al Qaeda terdiri dari 9 bab yang dimulai dengan cerita mengenai pengalaman pribadi penulis saat bertugas sebagai pejabat Badan Intelijen Negara (BIN) di Timur Tengah pada 1982 sampai 1990. Selanjutnya penulis menyampaikan uraian panjang lebar mengenai ideologi kaum jihadi dan Al Qaeda secara khusus. Pertemuannya secara tidak sengaja dan perkenalannya dengan pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden menjadi titik poin tersendiri. As’ad Ali mencatat bahwa Perang Afghanistan sebagai sebuah permulaan terbentuknya jaringan jihad internasional dan mengenai gagasan pembentukan Al Qaeda. Penulis juga mengungkap pola pengorganisasiannya, serta operasi-operasinya pada tahap awal.

Bab 5 penulis menyampaikan uraian tambahan mengenai Jamaah Islamiyah dan hubungannya dengan Al Qaeda mengingat banyak orang salah kaprah, termasuk opini di sejumlah media, dalam memahami hubungan kedua organisasi ini. Bagaimana jaringan operasi dan rentetan aksi teror bom yang dilakukan Al Qaeda, disajikan dalam Bab 6 dan 7. Uraian dalam dua bab ini meliputi wilayah yang relatif luas, yakni Indonesia dan sejumlah negara di Asia Tenggara. Bab ini menggambarkan cukup menyeluruh mengenai operasi Al Qaeda di Asia Tenggara, dan bagaimana Asia Tenggara dijadikan pangkalan untuk menyerang sejumlah negara di kawasan lain.

Al Qaeda: Dari Perang Afganistan sampai ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Al Qaeda: Dari Perang Afganistan sampai ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Al Qaeda: Dari Perang Afganistan sampai ISIS

Bab 8, merupakan bagian paling penting yang menyoroti generasi pasca Osama dan bagaimana dinamikanya. Osama tewas ditembak anggota pasukan elit Navy SEAL Amerika Serikat di Pakistan, pada Mei 2011. Pada bab ini penulis memulai pembahasan dengan menanyakan apakah setelah kematiannya itu, apakah Al Qaeda ikut hancur dan mati? Bagaimana dengan gerakan-gerakan jihad lainnya? Kenyataannya, kaum jihadi kini menemukan medan jihad baru di Syria, Iraq, dan kawasan Afrika. Bahkan telah lahir ISIS/ISIL (The Islamic State of Iraq and the Levant).

Bab terakhir, Bab 9 berisi uraian reflektif mengenai apa sesungguhnya penyebab Al Qaeda melakukan perlawanan global, dan mengapa akhirnya memilih cara kekerasan. Pada pagian epilog ini, penulis mengajukan rekomendasi, sebuah visi yang perlu dibangun untuk mengelola dan menciptakan perdamaian dunia. As’ad Said Ali yang juga Wakil Ketua Umum PBNU menilai bahwa masalah Al Qaeda sesungguhnya tidak bisa dipandang sekedar sebagai persoalan eksklusif negara semata. Atau lebih sempit lagi, urusan aparat keamanan. Al Qaeda adalah sebuah gerakan politik, dengan ideologi jihad yang kuat, mempunyai jaringan global dan skill militer. Visi politiknya terumuskan dalam sebuah kalimat yang sederhana: “menegakkan Islam dan melindungi kaum muslimin.”

Esensi ideologi Al Qaeda adalah jihad, dan pembentukan khilafah Islamiyah adalah suatu yang mutlak. Dengan ideologi seperti itu, kaum jihadi menyalahkan pemaknaan para ulama yang telah menjadi ijma’ selama berabad-abad, yang mengartikan jihad dalam arti qital (perang) hanyalah salah satu jenis saja dari jihad. Menurut As’ad, jihad yang lebih besar adalah mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Al Qaeda menganggap jihad qital (perang) adalah fardhu ‘ain, sebagai satu-satunya jihad yang berlaku mutlak sejak turunnya surat At Taubah. Sedangkan ayat-ayat lain, yang mengandung perintah jihad lainnya, telah terhapus. Ini berati, khususnya masalah jihad, Al Qaeda menganggap mayoritas umat Islam mengikuti ajaran yang salah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kaum jihadi juga beranggapan bahwa pembentukan khilafah islamiyah adalah mutlak. Mereka menilai agama Islam tidak bisa dilaksanakan dengan sempurna jika tidak melalui Daulah Islamiyah (pemerintah Islam). Dengan demikian terbentuknya Daulah Islamiyah akan menjadi menara api yang akan mengumpulkan kaum muslimin dari semua tempat menjadi satu kesatuan di bawah pemimpin khalifah, meskipun ? memang tidak ada kesatuan pandangan di kalangan mereka sendiri mengenai apa yang dimaksud khilafah. Namun doktrin kekhalifahan tersebut telah menghasilkan doktrin lanjutan lainnya yang menyeramkan, yakni pengkafiran terhadap umat Islam yang tidak mendukung prinsip kekhalifahan tersebut. Padahal, umumnya para ulama berpendapat bahwa kata-kata khalifah atau khilafah yang terdapat dalam Al-Qur’an berarti “kepemimpinan umat” dalam arti yang luas, tidak berarti model pemerintahan.

Sementara itu fakta menunjukkan bahwa negara-negara muslim masih banyak yang belum berhasil membangun sistem politik yang? dapat menggabungkan secara harmonis antara gagasan negara-bangsa dengan ajaran Islam. Barangkali baru sebagian saja yang berhasil. Itupun masih dalam proses, di antaranya adalah Indonesia dan sejumlah kecil negara Arab. Indonesia? adalah contoh unik, bagaimana para ulama madzhab (madhzab maslahat) khususnya, NU, Muhammdiyah dan ormas lainnya, bersama tokoh-tokoh nasionalis, Muslim maupun Non Muslim, mampu merumuskan suatu dasar negara yang secara esensial sama sekali tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip agama. Bahkan dapat dikatakan pada basis prinsip-prinsip itulah negara ini ditegakkan atas dasar pesan moral rahmatan lil-‘alamin. Itulah Pancasila, sebuah rumusan cerdas mengatasi problem dikotomis, sekuler versus? teokrasi, yang dihadapi dunia Islam saat itu. Meski demikian, negara-negara yang relatif berhasil itupun kini dihadapkan dengan tantangan-tantangan barunya.

Penting dicatat, bahwa gerakan jihadis dan gerakan-gerakan ideologis Islam radikal lainnya, kelahirannya juga dirangsang oleh, dan sebagai respon atas, kekecewaan yang mendalam terhadap negerinya, yang dinilai telah terseret ke dalam situasi amoral, sekuler, libertarianisme dan semakin jauh dari cita-cita masyarakat teokratis. Sementara, kaum pembaharu Islam yang mulai berkibar menjelang runtuhnya khalifah Usmaniyah Turki, dinilai telah gagal membangun sistem politik yang memadai dengan situasi baru pasca perang dunia I. Derita Palestina dan sejumlah kawasan Islam lainnya, juga ditunjuk sebagai bukti bahwa penguasa-penguasa negeri muslim secara politik makin lemah dan kehilangan sikap independen; kemudian dicap sebagai thoghut yang mesti diperanginya.

Dengan demikian, dilihat dari sisi ini, secara moral lahirnya gerakan-gerakan radikal tidak dapat dipersalahkan. Sama halnya kita tidak dapat mempersalahkan lahirnya gerakan-gerakan liberal-sekuler. Keduanya adalah produk sejarah, yakni modernisasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut As’ad, tugas penyelenggara negara dan kaum intelektual adalah menumbuhkan sistem politik yang mampu memperbaharui dirinya secara terus-menerus, untuk merespons kritik dan tuntutan-tuntutan baru yang juga terus lahir. Dalam kasus Indonesia, reformasi jangan justru menimbulkan disorientasi pada bangsa ini. Ini bukan sekedar persoalan membangun hubungan antara inisiatif pemerintah dengan partisispasi rakyat, atau bagaimana membangun tingkat kemampuan sistem politik mendorong proses perkembangan di bidang lain, namun semacam proses nation and character building dengan kedalaman dan dimensi yang lebih kekinian.

Data Buku

Judul : Al Qaeda: Kajian Sosial Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya

Penulis : DR H As’ad Said Ali

Penerbit : LP3ES Jakarta

Tahun : Cetakan I, September 2014

Tebal : xxvi + 438 hlm

ISBN : 978-602-7984-11-0

Harga : Rp. 80.000,-

Peresensi : A.Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 28 April 2017

PCNU Kota Tangerang Selatan Lantik Pengurus Baru

Tangerang Selatan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tangerang Selatan (PCNU Tangsel) dilantik di gedung serbaguna Universitas Terbuka Jl Cabe Raya, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (24/5). Pelantikan bertema “Memperkokoh Aswaja dan membumikan Islam Nusantara.”

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan PBNU yang dibacakan Katib Syuriah Banten KH Zainuddin Abdullah yang juga pengasuh Pesantren Jamiyyah al-Islamiyah. Usai dilantik, para pengurus baru dibaiat Wakil Rais Syuriah PWNU Banten KH Maimun Ali.

PCNU Kota Tangerang Selatan Lantik Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Tangerang Selatan Lantik Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Tangerang Selatan Lantik Pengurus Baru

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Tangsel HM Thohir menyampaikan, pelantikan ini dilaksanakan bersamaan santunan yatim piatu, musyawarah kerja, dan orasi budaya oleh KH Maimun Ali.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Thohir, NU struktural yang biasanya dikenal dengan istilah Jam’iyyah seperti wujudnya hierarki kepengurusan mulai tingkat pusat hingga kepengurusan cabang di kabupaten/kota, majelis wakil cabang di kecamatan dan ranting di desa/kelurahan. Bahkan, pengurus yang sehari-hari bersentuhan dengan jama’ah yang berada di lapisan paling bawah yaitu anak ranting NU.

“Sementara, NU Kultural yang biasa kita sebut NU Jama’ah sebagaimana yang kita lihat, rasakan dan alami di perkampungan, di mushalla-mushalla juga rumah-rumah yang secara tradisional membiasakan amaliah berupa yasinan, tahlilan, selametan tiga hari, tujuh hari, semuanya adalah NU kultural,” ujar Thohir.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Baik NU struktural maupun kultural, lanjut Thohir, sama-sama penting. Sebab, NU struktural tanpa NU kultural terasa kering lantaran minim sentuhan nuansa kebudayaan religiusitas. Demikian juga, NU kultural dengan segala jenis dan model amaliah tradisional tanpa NU struktural sungguh rawan.

“Sebab, berbagai serangan dari pihak luar dengan mudahnya menilai sesat amaliah yang lakukan oleh kelompok kultural ini. Oleh karena itu, terintegrasinya NU struktural dan kultural harus terus dipertahankan dan dijaga kesinambungannya,” tegas Thohir.

Jadi Pionir

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dalam sambutannya mengharapkan NU Tangsel menjadi pionir dalam mempersempit gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme yang tidak sesuai dengan iklim dan budaya Islam Indonesia.Kepada pengurus NU demisioner, Airin menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasamanya selama ini. Sementara kepada pengurus baru ia memberi selamat atas pelantikan tersebut.

“Secara khusus, kami juga mengucapkan selamat kepada Bapak KH Munhadi Mushlih selaku Rais Syuriyah dan Bapak HM Thohir sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tangerang Selatan. Semoga sukses membawa PCNU menjadi lebih maju lima tahun mendatang,” ujar Airin disambut tepuk tangan hadirin.

Selain Walikota Tangsel beserta jajarannya, hadir pula dalam acara tersebut para alim ulama dan pengasuh pesantren se-Tangsel, Kepala Kesbangpolinmas Kota Tangsel H Salman Alfarisi, Anggota DPRD Prov Banten Suryadi Hendarman, mantan Walikota yang juga mustasyar PCNU Tangsel HM Shaleh MT, Anggota FPKB DPR RI Siti Masrifah, dan para pengurus Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU Tangsel serta tokoh masyarakat lainnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ika Purwanti Pimpin IPPNU Pemalang

Pemalang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ika Purwanti terpilih menjadi Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kab. Pemalang menggantikan Amizah Masis untuk periode 2009-2011. Dia terpilih dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IPNU-IPPNU di Pondok Pesantren Salafiyah Kelurahan Kebondalem, Kec/Kab Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (29/12) sore ini.

?

Dalam Sidang Pleno yang dipimpin Laeli Kodariah dari PW IPPNU Jateng itu, mengantarkan Ika menang telak dengan 38 suara dari 66 suara yang diperebutkan.

Ika Purwanti Pimpin IPPNU Pemalang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ika Purwanti Pimpin IPPNU Pemalang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ika Purwanti Pimpin IPPNU Pemalang

Sementara rivalnya Sitatun 13 suara, Eli Istiana (8), Lia Anggraeni (4) dan Khurotul Fauziyah (3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Panitia Konfercab IPNU-IPPNU Kabupaten Pemalang, Akhmad Syarifudun mengatakan, kegiatan ikuti 373 pelajar yang berasal dari 9 Pengurus Anak Cabang (PAC) dan 60 Ranting (PR) serta Pengurus Komisariat (PK) IPNU-IPPNU se Kabupaten Pemalang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

?

Pembukaan acara tersebut dilakukan pada Senin (28/12) kemarin oleh Ketua Tanfidziyah PC NU Pemalang? Mudasir. Dia berpesan kepada pelajar Pemalang agar citra diri remaja dipertahankan. Pasalnya, pelajar sekarang identik dengan berbagai kenakalannya. Namun Pelajar NU harus mampu menjaga citra dirinya dengan mengindahkan nilai-nilai Ahlus Sunah Wal jamaah.

?

”Sebelum acara pembukaan sudah diadakan perlombaan, yakni lomba membuat artikel, kaligrafi, festival rebana, MSQ dan pidato serta seminar pendidikan,” katanya.

?

Menurut dia, festival rebana yang menghadirkan seni musik simtutduror itu, diikuti 10 regu. Mereka menampilkan lagu wajib berupa sholawat badar dan satu lagu bebas.

Sementara, lomba MSQ yang menampilkan seni qiroah, saritilawah dan ceramah diikuti 15 peserta. Sedangkan, perlombaan lainnya diiukti sekitar 10-15 peserta.

?

”Selain itu, kami juga menyelenggarakan pawai ta’aruf, parade drumband dan panggung islam,” terangnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 27 April 2017

Sebelum Pulang, Peserta Karnaval Keliling Kampung

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Hari ini adalah terakhir penyelengaraan Perwimanas. Sebelum pulang ke daerah masing-masing, peserta berpamitan dengan menggelar karnaval.

“Ini adalah diantara bentuk rasa terimakasih kami kepada masyarakat sekitar yang telah turut membantu mensukseskan acara kemah pertama tingkat nasional di lingkungan NU ini,” kata Ali Mustofa kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah (29/6).

Sebelum Pulang, Peserta Karnaval Keliling Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Pulang, Peserta Karnaval Keliling Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Pulang, Peserta Karnaval Keliling Kampung

Ketua Panitia tingkat wilayah Jawa Timur ini menandaskan bahwa ada sekitar 40 kontingan yang turut dalam kegiatan ini. “Mereka berjalan mengelilingi kampung Kalibening sejauh empat kilo meter,” kata dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sejak jam 14.00 WIB, seluruh peserta karnaval berangkat dari bumi perkemahan PP Babussalam dengan pakaian dan penampilan khas mereka.?

“Ini sekaligus acara pamitan kami kepada masyarakat,” kata Ali Mustofa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ali Mustofa menandaskan bahwa peran masyarakat dusun Kalibening sangat fital dalam kegiatan ini. “Banyak peserta yang harus memanfaatkan rumah penduduk untuk sejumlah kebutuhan,” katanya.

Demikian juga tidak jarang, peserta juga meminta bantuan penduduk seperti kebutuhan lauk pauk dan sejenisnya. “Yang jelas kami sangat terbantu dengan penduduk di sini,” sergahnya.

Belum lagi kondusifnya keamanan selama Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif NU Nasional (Perwimanas) berlangsung yakni dari tanggal 24-29/6. Terbukti tidak adanya kejadian kehilangan, kekerasan atau tindakan kriminalitas lainnya.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan karnaval sebagai bentuk rasa terimakasih kepada sejumlah penduduk Kalibening yang dengan sangat terbuka turut mensukseskan kegiatan Perwimanas.?

"Tanpa peran penduduk, mustahil acara akan berjalan lancar," pungkasnya.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

OKI Sahkan 23 Butir Deklarasi Jakarta Sebagai Langkah Konkret

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengesahkan 23 butir dalam Deklarasi Jakarta sebagai langkah konkret dari Resolusi Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT-LB) OKI ke-5 tentang Palestina dan Al Quds Al Sharif.

OKI Sahkan 23 Butir Deklarasi Jakarta Sebagai Langkah Konkret (Sumber Gambar : Nu Online)
OKI Sahkan 23 Butir Deklarasi Jakarta Sebagai Langkah Konkret (Sumber Gambar : Nu Online)

OKI Sahkan 23 Butir Deklarasi Jakarta Sebagai Langkah Konkret

Sekretaris Jenderal OKI Iyad Ameen Madani menyampaikan kepuasannnya terhadap hasil yang dicapai dalam KTT-LB OKI di Jakarta Convention Center (JCC), Senin.

"OKI gembira bahwa Indonesia telah bersedia menjadi tuan rumah pertemuan yang menghasilkan langkah konkret bagi masalah Al Quds dan Palestina," kata Madani dalam pernyataan pers bersama dengan Presiden Joko Widodo dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ruang Cenderawasih, JCC.

Pada bagian pertama dari Deklarasi Jakarta, OKI sepakat untuk mendukung usaha Arab Saudi dan Jordania untuk mempertahankan dan menjaga situs suci Masjid Al Aqsha.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Deklarasi Jakarta juga mengutuk dan menekan Israel untuk menghentikan pendudukan atau okupasi terhadap Yerusalem dan Palestina, serta pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Langkah-langkah tersebut disebutkan dalam butir pembentukan "Al Quds and Al Aqsha Funds" (dana Al Quds dan Al Aqsha) untuk membantu rehabilitasi Yerusalem berdasarkan kebutuhan rakyat Palestina.

Dana tersebut akan dihimpun dari sumbangan anggota negara-negara OKI, masyarakat umum dan sektor swasta, sekaligus memanggil semua warga Muslim untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Langkah konkret dalam Deklarasi Jakarta juga menyebut aksi boikot semua negara anggota OKI dan masyarakat internasional terhadap produk yang dihasilkan di Israel dan atau oleh Israel.

Poin-poin terakhir berisikan langkah OKI untuk mencapai solusi dua negara dengan mempromosikan dialog lintasagama, mengangkat isu Palestina pada radar internasional dan mendukung rekonsiliasi Palestina.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KTT-LB OKI dihadiri 605 anggota delegasi dari 55 negara, termasuk 49 negara anggota OKI, dua negara peninjau, lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB, dua negara kuartet, dan dua organisasi internasional (PBB dan Uni Eropa). (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Hikmah, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 25 April 2017

Anjuran Menikah di Bulan Syawal

Bila ada sebagian orang yang menghindari bulan-bulan tertentu untuk menikah karena menilainya sebagai bulan sial, maka sejatinya fenomena yang sama juga pernah terjadi pada zaman jahiliyah. Orang-orang jahiliyah meyakini bahwa bulan Syawal adalah pantangan untuk menikah.

Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam menampik keyakinan tersebut. Sebagai bentuk penolakan beliau justru menikahi Sayyidah ‘Aisyah pada bulan Syawal.

Anjuran Menikah di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran Menikah di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran Menikah di Bulan Syawal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sayyidah ‘Aisyah radliyallâhu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam menikahiku pada bulan Syawal dan mengadakan malam pertama pada bulan Syawal. Istri Rasulullah mana yang lebih bentuntung ketimbang diriku di sisi beliau?” (HR Muslim)

Abu Zakariya Yahya bin Syaraf atau lebih dikenal Imam Nawawi dalam al-Minhaj fi Syarhi Shahih Muslim menjelaskan, Sayyidah Aisyah mengatakan itu untuk menepis keyakinan yang berkembang di masyarakat jahiliyah dan sikap mengada-ada di kalangan awam bahwa makruh menikah, menikahkan, atau berhubungan suami-istri di bulan Syawal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kata Imam Nawawi pula:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Hadits tersebut mengandung anjuran untuk menikahkah, menikahi, dan berhubungan suami-istri pada bulan Syawal. Para ulama syafi’iyah menjadikan hadits ini sebagai dalil terkait anjuran tersebut.”

Penjelasan ini setidaknya memuat dua pesan. Pertama, anggapan bulan Syawal atau bulan lainnya sebagai bulan sial tidak mendapat legitimasi dari ajaran Islam. Kedua, para ulama, khususnya dari kalangan madzhab Syafi’i, menganggap sunnah menikah, menikahkan, atau berhubungan intim yang halal pada bulan Syawal. Wallâhu a‘lam. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PMII Kota Gorontalo Kawal Warga Pone Tuntut Copot Kades

Gorontalo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Ratusan masyarakat desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Provinsi Gorontalo berdemonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gorontalo. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) turut serta di tengah-tengah masyararkat Pone pada demonstrasi Rabu (29/3) itu.?

Masyarakat desa Pone menuntut agar kepala desa mereka, Halid Kau, segera dicopot dari jabatannya. Masyarakat menilai bahwa kepemimpinan Halid Kau tidak sesuai dengan peraturan Undang-Undang, serta terindikasi melakukan korupsi atas pembebasan lahan untuk pembangunan Bio Gas di dusun Lantungo.

PMII Kota Gorontalo Kawal Warga Pone Tuntut Copot Kades (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kota Gorontalo Kawal Warga Pone Tuntut Copot Kades (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kota Gorontalo Kawal Warga Pone Tuntut Copot Kades

Koordinator lapangan, Melky Bangga, mengatakan, untuk terciptanya kembali masyarakat Pone yang tentram dan dapat memperlancar pembangunan di desa, masyarakat berharap DPRD kabupaten Gorontalo mengakomodir dan memproses pengaduan itu.

“Apabila tuntutan masyarakat desa Pone tidak direspon oleh pemerintahan terkait maka situasi yang kondusif di desa Pone tidak dapat dijamin," tegas kader PMII Kota Gorontalo itu.

Dalam aksi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Samid Hemu belum mengambil keputusan. Namun, ia akan mengundang perwakilan masyarakat Pone pada 30 maret 2017 untuk melakukan rapat khusus sebagai upaya pengawalan bersama terkait kasus itu. (Reza Fauzi/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 24 April 2017

PCINU Mesir Kukuhkan Kader Pemimpin NU

Kairo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir sukses menggelar Pelatihan Kader Pemimpin Nahdhatul Ulama (PKPNU) edisi perdana. Acara yang digelar sejak 12 hingga 20 Agustus 2016 ini berlangsung di sekretariat PCINU setempat, Kairo, Mesir.

PCINU Mesir Kukuhkan Kader Pemimpin NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Mesir Kukuhkan Kader Pemimpin NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Mesir Kukuhkan Kader Pemimpin NU

Acara pelatihan ini dirasa mendesak dilaksanakan di PCINU Mesir melihat kondisi secara umum. “Belakangan ini, beberapa organisasi mahasiswa di Mesir, kekeluargaan atau lembaga afiliatif seperti NU terlihat kekurangan kader militan yang benar-benar loyal serta mumpuni. Maka dari itu PCINU Mesir menggelar acara PKPNU yang ide besarnya dari Dewan Syuriyah,” kata Ahmad Muhakam Zein, Ketua PCINU Mesir.

Ia berharap akan lahir para kader yang memiliki karakter kepemimpinan sejati, tahu cara berorganisasi, dan mengerti soal manajemen kepemimpinan. Termasuk kuat secara wawasan seputar amaliah Nahdlatul Ulama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara yang? setiap harinya diselenggarakan dari pukul 10 pagi hingga pukul 7 petang waktu setempat ini dipandu oleh para instruktur dan narasumber yang terdiri dari para tokoh PCINU Mesir.

Di antara materi dalam PKPNU kali ini antara lain soal kepemimpinan, manajemen, organisasi, administrasi, materi-materi ke-NU-an, mulai dari aswaja, tantangan NU (ke depan) dalam bidang ekonomi-politik, metode dakwah di era modern, hingga demonstrasi teknik menangkis berbagai tudingan kelompok lain terhadap amaliah NU yang dianggap bidah, syirik atau menyimpang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pelatihan ini kita buat berbeda dengan? kebanyakan pelatihan yang diselenggarakan di Kairo, bahkan Indonesia. Perbandingan ceramah dan praktiknya 50:50. Dengan begitu, setiap peserta sangat aktif dan tidak kenal lelah,” jelas Murtadlo Bisyri, Katib Syuriah PCINU Mesir yang turut hadir pada acara malam pengukuhan.

“Tugas kader NU di luar negeri adalah menuntut ilmu sedalam-dalamnya, agar dengan ilmu tersebut mereka bisa mengabdi di masyarakat, mengajarkan ilmu yang mereka tekuni di luar negeri. Namun demikian, bukan berarti mereka harus mengisolir dari kegiatan sosial, karena perkembangan kehidupan masyarakat di Indonesia saat ini sangat pesat, pola pikir dan tingkah laku bermasyarakat juga ikut berubah,” papar Rais Syuriyah PCINU Mesir KH Muhlashon Jalaluddin saat penutupan dan pengukuhan alumni PKPNU di Sekretariat PCINU Mesir, Sabtu (20/8).

Untuk itu, katanya, kader NU harus mengikuti perkembangan, dan menyiapkan diri meramu dan menerjemahkan ilmu yang digeluti di luar negeri dalam setting keindonesiaan. Jika tidak, lanjut Muhlashon, maka bukan tidak mungkin mereka akan gagap menghadapi kondisi masyarakat yang sudah lama mereka tinggalkan.

Acara pengukuhan PKPNU PCINU Mesir ke-1 dihadiri oleh jajaran pengurus syuriah, tanfidziah, koordinator lembaga, juga ketua badan otonom di lingkungan PCINU Mesir. Selepas pengukuhan, acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama. (Kian Santang/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 23 April 2017

Belajar dari Kiai Pelukis Lambang NU

“Jangan takut tidak makan kalau berjuang mengurus NU. Yakinlah! Kalau sampai tidak makan, komplainlah aku jika aku masih hidup. Tapi kalau aku sudah mati, maka tagihlah ke batu nisanku!”

Wasiat di atas merupakan wasiat yang cukup populer di kalangan warga NU, wasiat tersebut merupakan pesan yang ditujukan kepada para penerus perjuangan NU agar selalu serius dan yakin dalam menjalankan roda kekhidmatan tanpa merasa takut akan ancaman kelaparan. Wasiat tersebut disampaikan oleh KH Ridlwan Abdullah, salah satu tokoh pendiri NU yang juga merupakan tokoh pelukis lambang NU.

Belajar dari Kiai Pelukis Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Kiai Pelukis Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Kiai Pelukis Lambang NU

KH Ridlwan Abdullah merupakan anak sulung dari pasangan Abdullah dan Marfuah yang terlahir dari kalangan keluarga yang kuat beragama. Beliau dilahirkan pada tanggal 7 Januari 1885 M, di kampung Carikan 1, kelurahan Alun-Alun Contong, yang sekarang masuk bagian wilayah kecamatan Bubutan di kota Surabaya. (Hlm. 16)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kecakapan melukis Kiai Ridlwan sudah tampak ketika beliau duduk pada Pendidikan Dasar di Sekolah Belanda (Hollandsch Inlandsche School), hal ini terbukti ketika pada waktu pelajaran menggambar di sekolah, sang guru dari Belanda yang sedang mengajar, menyuruh Ridlwan untuk menggambar gurunya tersebut, tetapi Ridlwan justru menggambar tubuhnya saja, sedangkan wajahnya tergambar ratu Belanda yang bernama Wilhelmina. Sang guru langsung merasa tertarik atas kelebihan yang dimiliki Ridlwan tersebut sehingga pada masa kerjanya sebagai guru habis, ia datang menemui orang tua Ridlwan bermaksud untuk mengadopsinya sekaligus dibawa ke Belanda, tetapi ayahnya tidak mengijinkannya sebab ada kekhawatiran dari pribadinya dan menginginkan agar anaknya melanjutkan pendidikan di pesantren (Hlm. 18)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam riwayat pendidikan keagamaan, pertama Kiai Ridlwan menimba ilmu di pesantren Buntet Cirebon, lalu melanjutkan ke pesantren Kademangan Bangkalan Madura yang diasuh oleh Syaikhona Kholil Bangkalan dan pesantren Siwalan Panji Buduran Sidoarjo, lalu Kiai Ridlwan melanjutkan belajar ke Makkah lalu kembali ke Surabaya sehingga tercatat bahwa beliau menggali ilmu agama selama  11 tahun (Hlm. 19).

Dalam bidang pengabdian dan pengalaman organisasi, Kiai Ridlwan ikut andil menjadi bagian “Barisan golongan Muda Bumi Poetera” yang mengupayakan kesadaran berbangsa melalui jalur pendidikan. Kiai Ridlwan ingin mendidik para pemuda, agar semangat mereka bangkit dan sadar untuk menggelorakan kecintaan terhadap bangsa (nasionalisme). Akhirnya, buah kesadaran nasionalisme tersebut menjelma menjadi perguruan “Nahdlatul Wathan”  (Kebangkitan Tanah Air) yang berdiri tahun 1941. Selain itu, beliau juga aktif di “Taswirul Afkar” pada tahun 1918, sebuah lembaga perumusan konsepsi atau pemikiran berbagai persoalan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Selain itu, Kiai Ridlwan bersama Kiai Wahab dan juga Kiai Kahar, memprakarsai berdirinya perhimpunan “Tamirul Masajid”, sebuah perhimpunan yang bertujuan memelihara tempat peribadatan, Masjid, barang wakaf dan sebagainya. Salah satu wujud kerja perhimpunan ini adalah berdirinya Masjid Jami’ Kemayoran yang hingga sekarang berada di jalan Indrapura 2 Surabaya. Bahkan karya monumental arsitektur bangunan kubah Masjid Kemayoran merupakan fakta sejarah dari hasil ciptaan Kiai Ridlwan. (Hlm. 22-24)

Dalam pengabdiannya terhadap NU, jasanya sangatlah besar. Sebelum NU lahir, beliau sudah aktif di beberapa organisasi yang merupakan embrio bagi berdirinya NU. Bahkan rumah beliau di Bubutan VI no 26 Surabaya ditempati untuk penandatanganan berdirinya organisasi NU, sedangkan rumah milik mertuanya yang juga di jalan Bubutan Surabaya diserahkan sebagai sekretariat dan ruang pertemuan para pengurus NU, dulu menjadi kantor PBNU dan sekarang menjadi kantor PCNU Kota Surabaya.

Selain itu, jasa yang diberikan Kiai Ridlwan bagi NU adalah lambang yang mencerminkan sifat ulama dan bila dilihat tidak bosan, yang mana pada Muktamar NU I, NU belum mempunyai lambang sebagai simbol organisasi. Kiai Ridlwan dipercaya oleh KH. Hasyim Asy’ari yang saat itu menjabat sebagai Rais Akbar  untuk melukisnya. Lambang tersebut, beliau lukis atas hasil istikharah beliau dan dapat ditampilkan pada Muktamar NU II pada tanggal 9 Oktober 1927 M/12 Rabiuts Tsani 1346 H, bertempat di Hotel Muslimin Peneleh Surabaya (Sekarang menjadi Hotel Bali) yang membuat decak kagum bagi yang melihatnya, (Hlm. 56)

Ditinjau dari sudut sumber sejarah, buku tersebut memadukan antara sumber primer dengan sumber sekunder, Sumber primer penulis dapat dari tempat-tempat atau dokumen bersejarah yang hingga kini masih eksis keberadaannya, seperti bangunan tempat penandatanganan NU, Surat ijin anggota Konstituante RI milik Kiai Ridlwan, dan sebagainya dan sumber sekunder penulis dapat dari kepustakan-kepustakaan yang ada.

Buku karya Abdul Holil ini merupakan skripsi yang ditulisnya dan sebagai bukti kecintaannya kepada NU. Buku ini wajib dibaca bagi seluruh kader NU dari berbagai kalangan yang ada, sebab isinya menggambarkan secara utuh sosok dan figur seorang Kiai Ridlwan Abdullah agar para penerus NU selalu mencontoh para pendirinya serta sebagai dasar pijakan dalam berkhidmat di NU.

Data Buku 

Judul : Kiai Ridlwan Abdullah; Peran dan Teladan Pelukis Lambang NU

Penulis : Abdul Holil

Penerbit : Pustaka Idea

Terbitan : I, 2015

Tebal : xvii + 88 hlm

ISBN : 978-602-72011-6-12

Peresensi : M Ichwanul Arifin, mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya/Kader PC IPNU Kota Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Sholawat, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 19 April 2017

Bagi Aktivis Dakwah di Papua, Nama Gus Dur adalah Kunci

Pemalang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiprah dan jasa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) selama hidup masih membekas di hati masyarakat Papua. Tak heran bila ada semacam keseganan ketika nama Gus Dur disebut di sana.

"Bagi kami aktivis dakwah di Papua , nama Gusdur adalah sebuah kunci," tutur Abdul Hamid, aktivis NU di Papua, saat menjadi pembicara pada bedah novel "Mata Penakluk, Manakib Abdurahman Wahid" di? GOR Mahardika Desa Cikasur, Kecamatan Belik, Kabupten Pemalang, ? Jawa Tengah, Ahad (27/09/15).

Bagi Aktivis Dakwah di Papua, Nama Gus Dur adalah Kunci (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi Aktivis Dakwah di Papua, Nama Gus Dur adalah Kunci (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi Aktivis Dakwah di Papua, Nama Gus Dur adalah Kunci

Abdu, sapaan akrabnya, menceritakan tentang sebuah kisah yang terjadi pada bulan Desember 2012 . Saat itu Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengadakan Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) di Jayapura. Kegiatan tersebut, menurut Abdu, diikuti tak kurang oleh 500 kader PMII. Kala itu keamanan di Jayapura yang merupakan daerah merah cukup mencekam karena menjadi salah satu basis OPM (Organisasi Papua Merdeka).

Menurutnya, dalam acara berskala nasional itulah kebesaran nama KH Abdurrahman Wahid? kembali terbukti. Ia menjadi kunci suksesnya perhelatan akbar waktu? itu. Tanpa membawa nama Gus Dur,? kegiatan yang dihelat sepekan itu memang menuai banyak tentangan. Apalagi kegiatan diikuti ratusan pemuda dari luar Papua.

"Alhamdulillah berkah Gus Dur acara bisa diselenggarakan Papua dengan aman," ujar Abdu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tak hanya aman, tambah Abdu, salah satu budayawan di Papua, bernama Engel, bahkan dengan suka rela mengkoordinasi anak-anak adat binaanya untuk menampilkan? sejumlah tarian adat dalam Festival Budaya dalam salah satu agenda Muspimnas PMII, yang digelar selama sepekan.

“Menurut Engel, ? para tokoh adat di Sentani juga turut mengerahkan pasukannya untuk mengamankan kegiatan PMII yang dihelat di Hotel Sentani, Jayapura. ‘Kalian cukup berani mengadakan kegiatan di sini. Kalau saja kalian bukan anak-anak Gus Dur, mungkin kami juga pikir-pikir untuk terlibat’,"? tutur Abdul Wahab menirukan tokoh Papua itu.

Abdul Wahab mengungkapkan, selama kegiatan itu berlangsung, sampai anggota OPM juga ikut menjaga acara akbar yang diselenggarakan oleh PMII itu.

Acara bedah novel karya Abdullah Wong tersebut digelar Komunitas Gusdurian Gunung Selamet. Selain sang penulis, hadir pula antara lain Eko Wahyudi (Ketua UKM Sugih Bareng),? Haris Burhani MAP dari Puslitbang Kehidupan Keberagamaan Kemenag RI, Gus Yusuf (budayawan Purwokerto), dan H Shaleh, Kordinator Gusdurian Tegal yang juga memimpin jalannya diskusi sebagai moderator.? (Red: Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 18 April 2017

Pengamat Politik Islam: Pemerintah Sudah Tepat Bubarkan HTI

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menuai kontroversi di tengah masyarakat. Pro dan kontra datang silih berganti. Perkaranya, pembubaran organisasi masyarakat tersebut dilakukan tanpa proses pengadilan, meskipun sesuai konstitusi dengan lahirnya Perppu No. 2 tahun 2017.

Pengamat politik Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Muhammad Sofi Mubarok, menilai pemerintah mengambil langkah yang tepat. Menurutnya ada dua faktor ketepatan pemerintah. Pertama, HTI rentan dimasuki ISIS. Meskipun dalam kaderisasinya HTI tidak memberikan paham radikal pada anggotanya, tetapi dogma agama yang beririsan dengan ISIS sangat berpotensi ditunggangi militan ISIS. Atau, meskipun mereka berdalih bahwa tidak mengajarkan kekerasan dalam proses pengkaderan, faktanya menunjukkan anggotanya demikian.

Pengamat Politik Islam: Pemerintah Sudah Tepat Bubarkan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengamat Politik Islam: Pemerintah Sudah Tepat Bubarkan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengamat Politik Islam: Pemerintah Sudah Tepat Bubarkan HTI

Saat alumni Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, itu mengisi seminar di Bandung, ada seorang yang memaki salah satu pemateri dengan teriakan dan memotong pembicaraan pemateri. Menurut penulis buku Kontroversi Dalil-Dalil Khilafah itu sudah mengandung radikalisme.?

Sementara di sisi lain, Indonesia sedang krisis radikalisme. Mengutip data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), alumni Pondok Pesantren Sukorejo, Situbondo, itu menyampaikan, bahwa di Jawa Timur saja sudah teradapat 16 kabupaten/kota yang terindikasi radikalisme akut. Ini menjadi faktor kedua tepatnya HTI dibubarkan mengingat ideologi HTI sebagian beririsan dengan motif-motif penggerak radikalisme ISIS.

Dalam beberapa kesempatan, juru bicara HTI Ismail Yusanto selalu mengatakan bahwa organisasi mereka adalah organisasi dakwah. Tetapi, HTI tidak pernah berbicara konsep agama sebagai suatu sistem nilai, hanya konsep kenegaraan saja. Itu pun masih mengawang. Sebab, Ismail tidak bisa menjawab ketika ditanya oleh Aiman dalam satu program televisi swasta tentang bagaimana tatacara pemilihan khalifah dan siapa khalifahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kandidat doktor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengungakapkan alasan Ismail tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Ia menyebutkan bahwa faktanya terdapat begitu banyak perbedaan cara pemilihan pemimpin. Nabi Muhammad tidak menunjuk penggantinya secara langsung. Sayyiduna Abu Bakar Ash-Shiddiq dipilih secara musyawarah. Sayyiduna Umar ditunjuk langsung oleh Sayyiduna Abu Bakar. Sementara itu, Sayyiduna Utsman bin Affan dipilih dengan sistem ahlul halli wal aqdi. Lain lagi dengan Sayyiduna Ali yang konon dibaiat oleh pemberontak. Lebih-lebih pada masa Muawiyah dan seterusnya yang pemilihan khalifahnya bukan berdasarkan atas kemampuan, tetapi hubungan kekerabatan. Oleh karena begitu beragamnya cara pemilihan khalifah, HTI kebingungan sendiri.

Sofi menyatakan, khilafah termasuk dalam domain grand theory siyasah. Dalam seluruh literatur studi Islam, seluruh ulama sepakat siyasah adalah persoalan duniawi dan muamalah, bagaimana interaksi antar personal dan komunitas dibangun. Oleh karena, keliru jika khilafah diyakini sebagai dogma agama.

Mengutip Abdul Wahab Khalaf, staf ahli Kementerian Agama itu mengatakan, dalil-dalil tentang ahkamul muamalah itu semuanya ijmali (umum), tidak tafshili (terperinci). Ayat-ayat ahkamul muamalah bersifat ijmali itu bertujuan karena berkaitan dengan kemaslahatan hamba.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mereka mengatakan bahwa menegakkan khilafah sebagai bagian dari menegakkan agama. Dalam maqashid syariah (tujuan diterapkannya syariah), menjaga agama (hifdz al-din) menempati posisi paling atas. Tetapi tidak selamanya demikian. Sofi lalu mencontohkan peristiwa Nabi Harun membiarkan masyarakat Bani Israil dengan kekufurannya saat ia diserahi kepercayaan oleh Nabi Musa.

Saat itu, Nabi Harun melihat dua hal yang kontradiksi di tengah umatnya, yakni kemaslahatan menjaga akidah dan kemasalahatan memelihara persatuan. Nabi Harun memilih hal kedua, menjaga keteraturan masyarakat, sebab di dalamnya terdapat maqashid syariah yang lain, yakni menjaga diri (hifdz al-nafs) dan menjaga harta (hifdz al-mal). Alasan lain kalau tidak dijaga eksistensi umat itu maka akan timbul perampasan harta, atau bahkan sampai saling bunuh. Pilihan kedua itu dipilih sebab bersifat lebih abadi.

“HTI tidak melihat itu. Hirarki yang mereka lihat hanya khilafah menegakkan agama. Tidak sesederhana itu persoalan bangsa,” ujarnya.

Tidak ada wahyu Nabi tentang kekhalifahan,? Nashb al-imam ala al-ta’yin ghaitru maujud. Penunjukan imam dengan menunjuk individu itu tidak ada. Itu menunjukkan tidak ada wahyu secara jelas.

“Tentang siyasah itu ranahnya ijtihadi,” ujarnya mengutip pendapat ulama.

Oleh karena itu, di akhir pembicaraan, ia mengajak HTI untuk mengaji kembali. Ia meminta orang-orang HTI untuk kembali membuka literatur-literatur fiqh siyasah.? (Syakirnf/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 17 April 2017

IPNU-IPPNU Lampung Siap Sukseskan Kongres di Palembang

Gunung Sugih, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Para kader NU yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU Lampung Tengah siap menyukseskan pelaksanaan Kongres dua organisasi pelajar NU ini yang akan berlangsung di Palembang, akhir November ini.

IPNU-IPPNU Lampung Siap Sukseskan Kongres di Palembang (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lampung Siap Sukseskan Kongres di Palembang (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lampung Siap Sukseskan Kongres di Palembang

Ketua IPNU Lampung Tengah, Dedi Kurniawan kepada kontributor Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Gunung Sugih menyampaikan akan mengirimkan 40 peserta CBP dalam rangka Jambore Pelajar dan Santri Nusantara. CBP Lampung Tengah akan bergabung dengan peserta CBP se - Indonesia di Palembang. 

”Sedangkan ketika kongres nanti akan berangkat beberapa pengurus IPNU dan IPPNU Lampung Tengah ,” tambah alumni Jurusan Syari’ah STAIN Jurai Siwo Metro – Lampung ini, Ahad (25/11). 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Akhmad Syarief Kurniawan 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Mus Serukan Kampanye Sportif dan Beradab

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menjelang Pemilihan Presiden Indonesia, khususnya dunia maya, gencar kampanye tak sehat, bahkan saling menyerang dan menjatuhkan. Menanggapi hal itu, Pejabat Rais ‘Aam PBNU KH A Mustofa Bisri menyerukan supaya tim kampanye melakukan cara-cara yang elegan, sportif, dan beradab. ?

Gus Mus Serukan Kampanye Sportif dan Beradab (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Serukan Kampanye Sportif dan Beradab (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Serukan Kampanye Sportif dan Beradab

“Aku membayangkan andai ada poros lain yang mengkampanyekan 2 pasangan yang sedang bersaing saat ini, dengan cara yang elegan, sportif, dan beradab,” katanya melalui akun Facebook, Jumat (23/5).

Kiai asal Rembang tersebut menambahkan, dengan latar belakang spanduk bergambar 2 pasangan pesaing, Jurkam mengingatkan bahwa tujuan kedua pihak yang bersaing ini sama. Untuk Indonesia dan Bangsa Indonesia. Jadi mereka kedua pasangan itu bersaing sebagai saudara. Bukan sebagai musuh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masyarakat disilakan memilih salah satunya dengan merdeka dan santai tanpa bersitegang dan saling menyerang. Apalagi sampai harus bermusuhan.

Di ujung statusnya, ia mengatakan, mudah-mudahan Allah - yang berkuasa mengangkat siapa saja yang Ia kehendaki - memilihkan yang terbaik untuk kita dan negeri kita. Amin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara di akun Twitter, bertitel TWEET JUMAT, kiai yang akrab disapa Gus Mus ini mengatakan, “Gunakanlah kekuatanmu untuk melakukan amal2 baik dan gunakan kelemahanmu untuk meninggalkan perbuatan2 buruk.” (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Halaqoh, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 16 April 2017

Pesantren Tulang Punggung Republik Ini

Lampung Tengah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pesantren di Indonesia kurang lebih ada 23.000. Peran pesantren sangatlah besar, salah satunya? adalah ikut mencerdaskan anak bangsa melalui proses pendidikan yang ada di negara ini. Pesantren jelas tulang punggung republik ini.

Demikian disampaikan Hj Nihayatul Wafiroh selaku anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa di sela-sela sambutannya dalam agenda Tasyakkur dan Peresmian Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darusy Syafa’ah Lampung Tengah di kompleks kampus setempat Jalan Kotasari RT 12 / RW 06 No 1 Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah, Ahad (3/9).

Pesantren Tulang Punggung Republik Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tulang Punggung Republik Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tulang Punggung Republik Ini

“Jangan pernah malu mondok di pesantren. Jebolan pesantren bisa menjadi apapun, dengan barokah doa kiai insya Allah ilmu kalian akan bermanfaat di masyarakat,” pungkas Dosen Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung Banyuwangi Jawa Timur ini.

Sementara Kiai Andi Ali Akbar selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darusy Syafa’ah Lampung Tengah menambahkan, kehadiran kampus ini dirintis sejak 2014 lalu. Alhamdulillah tiga bulan lalu surat izin operasional sudah dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kami berharap dengan hadirnya Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darusy Syafa’ah Lampung Tengah ini mampu menambah corak atau warna pendidikan tinggi di Lampung Tengah dan menciptakan generasi muda Islam yang andal dalam keilmuan, menjadi ilmuwan yang saleh atau salehah dan ilmunya membawa kemaslahatan untuk masyarakat sekitar,” pungkas Wakil Ketua GP Ansor Lampung ini.

Hadir dalam agenda tasyakkur dan peresmian Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darusy Syafa’ah Lampung Tengah tokoh-tokoh NU yaitu mantan Ketua PWNU Propinsi Lampung KH Ngaliman Marzuqi, Wakil Sekretaris PCNU Lampung Tengah Imam Kastolani, Ketua GP Ansor Lampung Tengah Saryono, Wakil Ketua Fatayat NU Lampung Tengah Hj Laili Mashitoh, PMII Lampung Tengah Irmansyah, KOPRI Lampung Tengah, IPNU Lampung Tengah, IPPNU Lampung Tengah, Camat Kotagajah Eduart Hartono, Pengasuh pesantren Sunan Ampel Punggur Kiai Ali Fadilah Musthofa, Ketua MWCNU Kotagajah Kiai Imron Rosyadi, Sekretaris MWCNU Kotagajah Kiai Sumarjono, LP Ma’arif? NU Kotagajah H Moch Sofyan, Fatayat NU Kotagajah Laila Rahmawati, Kasubag Hukum Diktis Kemenag RI Ibnu Anwaruddin, Sekretaris Kopertais Wilayah VII Sumbagsel Herizal, Dosen IAIN Jurai Siwo Metro Imam Mustofa, Rektor Institut Agama Islam Agus Salim Metro Ahmad Khoiri, dan ratusan santri pesantren Nurul Ulum Kotagajah, serta masyarakat sekitar. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Kyai, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 15 April 2017

Cegah Banjir, Daerah Ini Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Talud

Magelang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Prioritas penggunaan dana desa di bidang infrastruktur terus dimanfaatkan untuk pembangunan desa, salah satunya upaya pencegahan banjir dan longsor dalam menghadapi musim penghujan melalui pembangunan talut.

Hal ini diungkakan Kepala Desa Ngadirejo, Kecamatan Secang, Magelang, Zainal Mustofa, saat menerima kunjungan tim Jelajah Desa Nusantara (JDN) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. "Pembangunan talut ini sudah berdasarkan musyawarah desa (Musdes) yang rutin berjalan," ujar Zainal.

Cegah Banjir, Daerah Ini Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Talud (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Banjir, Daerah Ini Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Talud (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Banjir, Daerah Ini Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Talud

Demi melakukan pembangunan talut secara merata, Zainal mengaku Dana Desa tahun 2015 dibagi secara merata di 5 dusun. "Dana desa ini kami bagi ke 5 dusun. Setiap dusun mendapatkan alokasi dana sebesar 40 juta," terangnya.

Kades Ngadirejo menyatakan bahwa pembangunan talut sepanjang 120 meter dan tinggi 1,5 - 3 meter yang menjadi salah satu program penggunaan dana desa dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat setempat.

"Seperti amanah Menteri Desa Marwan Jafar, proyek ini dikerjakan oleh masyarakat secara padat karya atau swakelola," sebut Zainal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih jauh, Zainal menjelaskan, penggunaan dana desa untuk membangun talud itu sesuai dengan hasil musyawarah masyarakat desa (musdes). "Pengerjaannya juga dilakukan secara swadaya oleh masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan penyaluran dana desa tahap pertama di Kabupaten Magelang tahun ini baru 50% atau sekitar Rp113 miliar dari total anggaran Rp226 miliar. Dana desa tersebut telah disalurkan kepada 210 desa dari total 367 desa.?

"Penyaluran sedikit tersendat karena ada desa-desa yang belum memenuhi ketentuan sehingga pencairan dana desa belum bisa dilakukan. Itulah salah satu alasannya kenapa baru bisa 50% karena ada desa-desa yang belum memenuhi ketentuan yang ada," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penyaluran dana desa tahun ini dilakukan dalam dua termin. Kementerian Keuangan telah menyalurkan Dana Desa pada tahap pertama sebesar 60% mulai Maret lalu. Sisa 40% Dana Desa akan disalurkan pada Agustus 2016. Zaenal menjanjikan penyaluran dana desa di Kabupaten Magelang akan selesai pada November 2016.

Untuk Dana Desa di Kabupaten Magelang, lanjut Zainal, pihaknya mendapatkan kenaikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar 91% dari anggaran tahun sebelumnya yang hanya Rp118 miliar. "Untuk Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai Rp124 miliar," urainya.

Seperti diketahui, alokasi Dana Desa pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar Rp46,9 triliun yang akan disalurkan kepada 74.754 desa. Setiap desa akan mendapatkan Rp600 juta hingga Rp800 juta. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Nusantara, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 14 April 2017

Soal HTI, Pemerintah RI Tidak Aniaya Agama Islam

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin menanggapi pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang menganggap bahwa putusan pemerintah terkait pembubaran HTI sebagai bentuk perlawanan terhadap Islam.

“Pemerintah sama sekali tidak melawan dakwah Islam. Pemerintah Republik Indonesia tidak melawan agama Islam sama sekali. Yang dilawan adalah gerakan politik Hizbut Tahrir,” kata Kiai Ishom saat menjadi pembicara pada diskusi bertajuk “Khilafah dalam Pandangan Islam” di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (12/5).

Soal HTI, Pemerintah RI Tidak Aniaya Agama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal HTI, Pemerintah RI Tidak Aniaya Agama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal HTI, Pemerintah RI Tidak Aniaya Agama Islam

HTI, kata Kiai Ishomuddin, merupakan gerakan politik yang menggunakan simbol bendera putih dan hitam yang bertuliskan tauhid dengan menempuh jalan dakwah di negara Republik Indonesia.

Ia menambahkan, HTI seringkali mengatasnamakan umat Islam untuk mencapai tujuan-tujuan politiknya, yaitu menegakkan khilafah yang sifatnya internasional.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mereka ingin membuat sistem negara khilafah yang dipimpin khalifah mulai dari Sabang sampai Maroko, bukan Sabang sampai Merauke, tapi dari Sabang sampai Maroko,” terang Kiai Ishomuddin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mereka menentang nation-state, negara bangsa,” tambahnya.

Diskusi ini dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Kang Said menguraikan singkat sejarah Hizbut Tahrir dari mulai Palestina sampai masuk ke Indonesia. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terorisme di Indonesia

Oleh Ferial Farkhan Ibnu Akhmad

--Bangsa Indonesia kemarin Kamis (14/1) kembali diguncang aksi terorisme. Peristiwa peledakan bom dan baku tembak yang terjadi di kawasan Sarinah Jl MH Thamrin Jakarta Pusat sempat membuat tegang kondisi Ibu Kota. Motif penyerangan kejadian itu hampir sama dengan teror yang terjadi di kota Paris Prancis beberapa waktu yang lalu. Pihak Kepolisian menyatakan bahwa otak dari aksi teror tersebut adalah jaringan ISIS yang dilakukan oleh seorang militannya yang bernama Bahrun Naim.

Tindakan terorisme merupakan bentuk kejahatan kemanusiaan dan akan menimbulkan ancaman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Seluruh bangsa di dunia ini kiranya sepakat untuk mengutuk segala bentuk aksi terorisme. Ada banyak latar belakang yang melahirkan gerakan radikalisme. Saat ini presepsi masyarakat selalu berasumsi bahwa akar dari terjadinya tindak radikalisme adalah motif agama. Dan yang paling sering dimaksud adalah agama islam. Padahal islam pada hakikatnya adalah agama yang menebarkan kasih sayang dan rahmat bagi seluruh alam.  

Terorisme di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Terorisme di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Terorisme di Indonesia

Faktor lahirnya terorisme

Ada banyak definisi terorisme. Penulis sendiri akan mengutip pada Perpu Nomor 1 Tahun 2003 yaitu “setiap tindakan dari seseorang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional”. Sedangkan menurut Oxfords Advance Leaners Dictionary (1995) terorisme adalah “Segala bentuk tindakan kekerasan untuk tujuan politis atau untuk memaksa sebuah pemerintahan untuk melakukaan sesuatu, khususnya untuk menciptakan ketakutan dalam sebuah komunitas masyarakat”. 

Jika kita tengok kilas sejarah munculnya terorisme memang sudah terjadi sejak berabad-abad yang lalu. Namun istilah terorisme mulai populer sejak abad ke-18. Menurut buku yang berjudul Political Terrorism (1982) karangan Grant Wardlaw mengatakan bahwa manifestasi terorisme sistematis muncul sebelum revolusi prancis tahun 1798. Tapi baru mencolok sejak pertengahan dan menjelang akhir terjadinya perang dunia I dan terjadi hampir di semua belahan dunia. Sedangkan aksi teror yang bermotif agama sudah ada sejak zaman pemerintahan khalifah Ali Bin Abi Thalib yang diprakarsai oleh aliran Khawarij. Namun radikalisme agama semakin populer mulai satu setengah dekade yang lalu dangan adanya penyerangan gedung WTC di New York AS oleh kelompok Islam radikal Al Qaeda yang dipimpin oleh Osama Bin Laden. Aksi teror pun merambah ke Indonesia dengan adanya peristiwa Bom Bali I dan II pada tahun 2002 dan 2005.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada dasarnya ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya gerakan terorisme. Ketidakadilan yang terjadi baik itu dari segi ekonomi, sosial maupun politik semakin mendukung adanya tindakan tersebut. Akan tetapi faktor yang paling fundamental adalah masalah ideologi dan teologi yang diusung oleh pelaku itu sendiri. Semua kelompok yang melakukan tindakan terorisme bertujuan untuk membumikan ideologi yang mereka yakini. Hal ini bisa terjadi karena adanya ketidakpuasan dengan ideologi yang ada sebelumnya. 

Dalam kesempatan ini penulis ingin mengerucutkan aksi terorisme yang terjadi di Indonesia. Ideologi Pancasila merupakan produk pemikiran luhur para founding father kita yang dijadikan sebagai falsafah hidup rakyat Indonesia kini sedang diserang oleh berbagai kekuatan ideologi lain. Dan yang paling utama adalah ideologi negara agama. Apa itu ideologi negara agama ? yaitu suatu kekuatan ide pemikiran untuk mendirikan negara yang berlandaskan syariat Islam secara formal. Ideologi semacam ini di Indonesia bermula dari adanya kelompok Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang didirikan oleh SM Kartosuwiryo guna mendirikan sebuah negara Islam Indonesia (NII).

Ideologi negara agama tercipta atas dasar keinginan untuk menciptakan suasana kehidupan beragama guna menjalankan syariat agama Islam secara murni dan sempurna dengan berdasarkan  Al-Qur’an dan Al-Hadist di atas sebuah negara. Tapi sayang, Pemahaman ajaran agama hanya diimplementasikan secara tekstual saja di negara yang multikultural ini. Menerapkan ajaran agama dengan kekerasan serta menganggap kelompoknya yang paling benar. Mereka pun tak segan memvonis kelompok yang tak sejalan dengan pemikirannya sebagai kelompok salah yang wajib diperangi dengan dalih jihad. Memperjuangkan ideologi bagi mereka adalah proses mencapai jaminan tuhan menuju surga yaitu dengan mendapatkan gelar mati syahid. Walaupun dengan cara yang konyol seperti bom bunuh diri. Mereka menyampingkan hakikat ajaran islam yang Rahmatan lil alamin. Penyimpangan ajaran agama seperti itulah yang menjadi doktrin pada setiap anggota yang berhasil mereka rekrut. Visi yang selalu mereka kampanyekan adalah berdirinya Negara Islam (Dar al-Islam) dan menganggap bahwa negara Indonesia adalah negara musuh (Dar al-Harb) maka wajib untuk diperangi. Sistem pemerintahan yang selama ini berjalan mereka anggap toghut (Kafir) sehingga harus diganti dengan sistem khilafah islamiyah. Dan barang siapa yang berupaya mencegah maka halal hukumnya untuk dibunuh. Sungguh merupakan pemahaman ajaran agama yang salah kaprah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Permasalahan bangsa semacam ini sungguh sangat menuntut kita sebagai warga negara untuk melakukan upaya mempertahankan keutuhan negara. Pastinya kita tidak ingin negara kita yang telah diraih dengan darah dan nyawa hilang begitu saja. Ikhtiar yang harus kita lakukan tidak sebatas sebatas menangkap dan menghukum pelaku teror saja. Tapi bagaimana kita mencegah tumbuh suburnya ajaran ideologi yang mereka bawa. Karena barapa pun banyaknya teroris yang ditangkap tapi ideologi mereka masih bersemi di negara ini, sampai kapanpun terorisme akan tetap ada. Kita harus belajar dari sejarah ketika ideologi Pancasila bertempur dengan ideologi komunis. Ucapan Petinggi Partai Komunis Indonesia (PKI) ketika akan dihukum mati mengatakan “PKI sebagai partai mungkin bisa mati, namun komunis sebagai ideologi tidak akan bisa mati”. Ini  harus kita cermati dan kita renungkan. 

Upaya penanggulangan radikalisme di Indonesia

Fenomena ini bagaikan benang yang kusut. Perlu adanya kerjasama yang baik dari semua elemen masyarakat. Ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan dalam meghadapi permasalahan ini. Pertama, Membangkitkan kembali spirit kekuatan dari nilai-nilai ideologi Pancasila yang menjadi dasar negara. Tanpa disadari semakin kesini semakin memudar kesaktian Pancasila. Pada hakikatnya semua nilai yang terkandung dalam Pancasila sudah mencakup kebutuhan kita dalam kehidupan bernegara. Permasalahannya adalah selama ini nilai pancasila hanya diaktualisasikan sebatas ingatan kepala saja. Belum sepenuhnya bisa diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga selalu dijadikan celah untuk diserang oleh ideologi lain. Dan cara yang paling efektif adalah dengan memperbaiki sistem pendidikan di negara kita. Agar nilai-nilai Pancasila bisa ditanamkan sejak dini pada semua anak bangsa secara konsekuen.

Kedua, adanya perbaikan pada metode dakwah yang dilakukan oleh para pemuka agama. Sudah saatnya masyarakat diajarkan pemahaman ajaran dan doktrin agama yang damai dan menyejukkan. Sadarkan kepada semua umat beragama bahwa tidak ada satupun agama yang mengajarkan tentang kekerasan. Bukan malah menebar rasa kebencian kepada sesama manusia.  Klaim fanatik yang menganggap ajaran yang mereka yakini paling kaffah sehingga selalu menyalahkan kelompok lain itu adalah awal mula lahirnya kepribadian yang radikal. Sehingga mudah untuk dijejali doktrin kekerasan dalam beragama. Dakwah yang disampaikan pun jangan hanya mengajarkan ritual ibadah secara yang simbolik saja. Tapi bagaimana kita bisa melaksanakan ibadah dengan benar, baik itu ibadah yang langsung berhubungan dengan Tuhan (Hablum Minallahu) maupun yang berhubungan dangan sesama manusia (Habblum Minannas). Sehingga akan tercipta sebuah iklim yang harmonis dalam kehidupan beragama. 

Ketiga, Meningkatkan kepedulian seluruh elemen masyarakat akan pentingnya bela negara. Karena dengan itulah ideologi kita bisa tahan dari serangan musuh. Bela negara bukan hanyalah tanggungjawab militer saja. Tapi semua manusia yang hidup di atas negara bhineka ini. Tanamkan rasa cinta tanah air kepada semua masyarakat. Ini juga merupakan tugas para ulama untuk menyadarkan para jamaahnya untuk meningkatkan rasa cinta tanah air. Seperti yang sudah dilakukan para kyai NU pada zaman penjajahan dulu. Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari pernah mengatakan bahwa “Agama dan Nasionalisme tidak bisa dipisahkan”. Tentu ini merupakan ijtihad pemikiran beliau dalam mengatasi permasalahan bangsa pada saat itu.

Keempat, poin keempat ini menurut penulis adalah jurus pamungkas dalam menghadapi gerakan radikalisme yang ada di negara ini. Yaitu harus adanya perbaikan dalam tatanan pemerintahan negara ini sesuai dengan nilai Pancasila. Kondisi perpolitikan di negara ini pun juga harus dibenahi. Masyarakat setiap hari selalu disuguhkan oleh media wajah perpolitikan negara ini yang rancu. Itu menambah deretan panjang penyebab munculnya rasa ketidakadilan. Ingat, adanya terorisme di negara ini sama dengan adanya pertempuran ideologi. Selama ideologi Pancasila tidak bisa menjawab segala permasalahan bangsa dan merealisasikan rasa keadilan seperti yang termaktub dalam sila kelima, maka tunas-tunas terorisme dan separatisme akan selalu ada dan semakin subur di negara ini. Segala upaya yang tercantum dalam poin sebelumnya harus sinergi dengan perbaikan ekonomi dan pembagunan sosial. Almarhum KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) pernah mengatakan “Nasionalisme tanpa keadilan adalah ilusi”.

Penulis masih berkeyakinan bahwa ideologi pancasila masih bisa kita andalkan untuk menghadapi segala permasalahan yang terjadi di negeri ini. Tentu itu semua tak terlepas  kesadaran kita sebagai warga negara. Jika itu bisa dilakukan, maka akan tercipta suatu kedamaian sehingga negara ini bisa menjadi negara yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur.

Ferial Farkhan Ibnu Akhmad, Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Sejarah, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 13 April 2017

Doa Basuh Tangan Kanan saat Wudhu

Tangan adalah salah satu bagian tubuh yang masuk rukun wudhu. Doa saat membasuh tangan kanan ini diharapkan dapat memberikan keberkahan di dunia, lebih-lebih di akhirat.

? ? ? ? ? ? ?

Doa Basuh Tangan Kanan saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Basuh Tangan Kanan saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Basuh Tangan Kanan saat Wudhu

Allâhumma a‘thinî kitâbî bi yamînî wa hâsibnî hisâbay yasîra

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Artinya, “Hai Tuhanku, berikanlah aku kitabku dengan tangan kananku dan hisablah aku dengan hisab yang mudah,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 11 April 2017

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ajang Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) akan segera dilaksanakan akhir bulan depan. Sejumlah persiapan telah dilakukan termasuk seleksi peserta yang akan diberangkatkan.

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan

Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jombang sangat serius mempersiapkan kegiatan perkemahan tingkat nasional ini. Seleksi sejumlah peserta dilakukan secara ketat dan dengan disiplin tinggi. 

“Ini agar saat berbaur dengan kontingen lain dari berbagai daerah tidak mengecewakan,” kata Khojin kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah (28/4).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Seleksi ini sebenarnya untuk kali kedua, yang sehari sebelumnya telah dilakukan,” katanya. “Dari proses seleksi, telah dipilih seratus dua puluh peserta,” lanjutnya. Mereka adalah perwakilan dari sejumlah sekolah MA, SMA serta SMK yang berada di bawah naungan LP Ma’arif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelaksanaan Perwimanas akan berlangsung 24-29/5 di perkemahan Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung. Tidak kurang empat ribu peserta akan berpartisipasi pada kegiatan ini dari seluruh tanah air.

“Karena sebagai tuan rumah, maka berbagai persiapan telah kami persiapkan menyambut kegiatan ini,” kata Sekretaris PC LP Ma’arif NU Jombang ini. Apalagi pada kegiatan serupa untuk tingkat Jawa Timur, Jombang berhasil menjadi juara umum.

“Prestasi itu sudah seharusnya kami pertahankan untuk tingkat nasional,” katanya optimis. Dan perwakilan yang telah diseleksi dalam dua gelombang tersebut sebagai kontingen pilihan untuk ajang ini. 

“Kita juga berharap kegiatan berjalan sukses dan silaturahim antar aktifis Pramuka di kepengurusan Ma’arif NU juga akan terus terjalin,” katanya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, News, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Humaidatul Aliyah Pimpin IPPNU Wonomerto

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mempunyai nahkoda baru. Hal itu menyusul terpilihnya Humaidatul Aliyah sebagai Ketua IPPNU dua tahun mendatang.

Humaidatul Aliyah akan memimpin PAC IPPNU Kecamatan Wonomerto untuk periode 2015-2017 setelah terpilih pada Konferensi Anak Cabang (Konferancab) IPPNU Kecamatan Wonomerto yang digelar di Desa Pohsangit Ngisor Kecamatan Wonomerto, Ahad (8/3).

Humaidatul Aliyah Pimpin IPPNU Wonomerto (Sumber Gambar : Nu Online)
Humaidatul Aliyah Pimpin IPPNU Wonomerto (Sumber Gambar : Nu Online)

Humaidatul Aliyah Pimpin IPPNU Wonomerto

Pada pemilihan tersebut, Humaidatul Aliyah terpilih secara aklamasi karena tidak ada kader lain yang mau mencalonkan diri ataupun dicalonkan oleh para pelajar. Dengan demikian, para perwakilan pelajar se Kecamatan Wonomerto sepakat menetapkan Humaidatul Aliyah sebagai Ketua PAC IPPNU Kecamatan Wonomerto.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemilihan Ketua PAC IPPNU Kecamatan Wonomerto ini dipimpin langsung oleh Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Lika Kurniawati didampingi sejumlah pengurus PC IPPNU Kabupaten Probolinggo. Selain pengurus PAC IPPNU Kecamatan Wonomerto, pemilihan ini juga dihadiri oleh pengurus PAC IPPNU Kecamatan Sumberasih.

Usai terpilih, Humaidatul Aliyah bersama tim formatur harus segera melakukan penyusunan kepengurusan PAC IPPNU Kecamatan Wonomerto untuk periode 2 (dua) tahun mendatang sambil menunggu waktu pelantikan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Humaidatul Aliyah bertekad akan mengembangkan IPPNU lebih baik lagi dengan membuat program unggulan di setiap titik. “Untuk saat ini kami masih fokus pada pembentukan pengurus yang baru,” ungkapnya.

Sementara Ketua Pimpinan Cabang IPPNU Kabupaten Probolinggo Lika Kurniawati mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah bukti bagaimana kaderisasi IPPNU tetap terjaga. “Semoga pengurus baru PAC IPPNU Kecamatan Wonomerto dapat menjalankan roda organisasi dengan baik demi memajukan IPPNU di Kecamatan Wonomerto,” ungkapnya.

Lika berharap supaya pengurus yang terpilih dan terbentuk bisa menjalankan amanah ini sebaik mungkin dan bisa menciptakan kader IPPNU yang berpotensi dan berakhlakul karimah serta bisa membesarkan IPPNU di Kecamatan Wonomerto. “Harapannya, IPPNU Kecamatan Wonomerto bisa menciptakan kader yang militan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 09 April 2017

Profil Gus Dur Muncul di Laman Al-Azhar Mesir

Mesir, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Profil Presiden Republik Indonesia ke-4 KH Abdurrahman Wahid tampil di laman Facebook resmi Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Mantan Ketua Umum PBNU itu disebut sebagai Abu Al-Dimuqratiyyah Al-Indunisiyyah atau bapak demokrasi Indonesia.?

Dalam keterangannya dijelaskan, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah ikon toleransi beragama dan menjadi pemimpin di masa transisi demokrasi. Mengutip pendapat juru bicara gedung putih, Robert Gibbs yang menyatakan Abdurrahman Wahid adalah orang yang bekerja untuk perdamaian dan kemakmuran di Indonesia, selain itu dia adalah tokoh yang menjadi penghubung antar kelompok agama yang berbeda.?

Profil Gus Dur Muncul di Laman Al-Azhar Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
Profil Gus Dur Muncul di Laman Al-Azhar Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

Profil Gus Dur Muncul di Laman Al-Azhar Mesir

Akun resmi yang beralamat? Official Azhar University? ini? mengunggah infografis Gus Dur pada hari Jumat (17/6) waktu setempat dengan tagline? "Azhariyyuun Haulal Al-‘Aalam"? (Alumni Al Azhar di Seluruh Dunia).?

Berdasarkan pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, status tersebut banyak disukai netizen dan sudah dibagikan lebih dari 100 orang. Mayoritas juga memberikan komentar positif dan mendoakan mendiang Gus Dur. (Zunus)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Meme Islam, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 07 April 2017

Cara Memulihkan Gairah Seksual

Di Hari Raya Idul Adha ini daging kambing menjadi perhatian masyarakat. Selain membatasi porsi konsumsi karena takut darah tinggi, sebagian dari masyarakat juga kerap menjadikan daging kambing sebagai penambah gairah seksual dalam guyonan mereka.

Sebagaimana diketahui, banyak obat dan tips yang ditawarkan untuk meningkatkan gairah seksual. Sebagian obat dan tips itu cocok untuk sebagian orang. Tetapi sebagian lagi tidak cocok.

Cara Memulihkan Gairah Seksual (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Memulihkan Gairah Seksual (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Memulihkan Gairah Seksual

Mereka sering menyebutnya sebagai “obat kuat”. Ada obat kuat dikonsumsi, tetapi ada juga yang dioles. Hanya saja pada beberapa kasus obat kuat itu membahayakan terutama tanpa arahan dokter.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lazimnya orang yang sudah memenuhi hajat seksual tidak lagi berhajat dalam tempo singkat. Hal ini biasanya terjadi pada perkawinan suami-istri lebih dari 20 tahun atau mereka yang lanjut usia. Mereka membutuhkan stimulus. Lain soal pengantin baru apalagi pengantin muda yang tengah bersemangat karena merasa mempunyai “mainan” baru. Pengantin baru ini biasanya tidak perlu stimulus untuk melakukan hubungan seksual bahkan untuk kedua kalinya dalam jeda yang singkat.

Untuk pasangan suami-istri yang perlu memulihkan gairah seksual setelah berhubungan badan dan belum sempat mandi atau pasangan muda sekalipun yang tidak perlu rangsangan, Syekh Wahbah Az-Zuhayli menganjurkan mereka untuk berwudhu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Siapa saja yang ingin berhubungan seksual untuk kedua kalinya dengan istri, hendaknya ia membasuh kemaluannya, kemudian ia berwudhu. Pasalnya, wudhu dapat menambah semangat dan kesucian,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, cetakan kedua, 1985 M/1305, Beirut, Darul Fikr, juz 3 halaman 556).

Kesegaran badan itu sendiri menambah gairah atau meningkatkan mood. Wudhu diharapkan dapat membantu menghadirkan itu di samping wudhu itu sendiri merupakan ibadah penyucian. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Aswaja, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 06 April 2017

ISNU: Harga BBM/BBG Harus Sesuai Daya Beli Masyarakat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) meminta pemerintah menetapkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Gas (BBG) dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat. ? Menurutnya, percuma membuat dua harga, yaitu harga subsidi dan harga komersial jika daya beli tidak meningkat.

ISNU: Harga BBM/BBG Harus Sesuai Daya Beli Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU: Harga BBM/BBG Harus Sesuai Daya Beli Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU: Harga BBM/BBG Harus Sesuai Daya Beli Masyarakat

Pernyataan ini disampaikan dalam Diskusi Panel Ahli PP ISNU bertema LPG Naik, Salah Siapa? Di gedung PBNU, Selasa (14/1) yang juga dihadiri oleh Ali Mundakir (VP Corporate Communication Pertamina), Said Didu (mantan Sekretaris Menteri BUMN), dan Darmawan Prajodjo (pengamat energi).

Sebelumnya, Pertamina menaikkan harga jual LPG non subsidi tabung 12 kg sebesar 68 persen atau 3.959 per kg, yang kemudian di protes masyarakat sehingga diturunkan lagi kenaikannya hanya 1.000 per kg.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menjelaskan, rakyat tetap akan kembali ke harga yang lebih murah sesuai dengan kemampuan daya beli. Dengan kata lain, potensi migrasi ke tabung elpiji 3 kg sangat besar jika harga jual non-subsidi sepenuhnya dilepaskan ke mekanisme pasar. Ujungnya subsidi meningkat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia meminta agar UU Migas yang menjadi tonggak liberalisasi industri migas nasional dirombak. Dalam UU tersebut, fungsi Pertamina tidak lagi mengemban tanggung jawab pelayanan publik. Pertamina juga tidak boleh sepenuhnya komersial sesuai dengan UU tersebut karena BUMN ini istimewa dibandingkan dengan BUMN lain, yaitu menangani barang publik yang strategis karena migas bukan hanya penting bagi negara, tetapi juga menguasai hajat hidup orang banyak.

“Terlalu berisiko melepaskan ke mekanisme pasar dengan ? kalkulasi bisnis komersial biasa bagi BUMN yang menangani komoditas yang strategis. Menggunakan kalkulasi bisnis biasa terbukti tidak efektif, karena toh Pertamina tetap harus menjual barang non subsidi (LPG 12 kg) di bawah harga keekonomian mengingat daya beli masyarakat.”

Kerancuan konsep saat ini, menurut Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini membuat semua pihak melanggar UU. Pemerintah melanggar UU Migas karena menganut rezim liberalisasi harga BBM/BBG yang terlarang menurut keputusan MK. Pemerintah juga melanggar UU BUMN dan UU Perseroan Terbatas karena mematok rugi harga jual barang komersial Pertamina tanpa menetapkan selisihnya sebagai subsidi. Disisi lain, Pertamina juga melanggar UU BUMN dan UU Perseroan Terbatas karena menjual komoditas komerasial di bawah biaya produksi yang merugikan perusahaan bertahun-tahun, padahal sebagai perseroan, Pertamina harus untung. Dan jika rugi, kerugiannya tidak bisa langsung dipotong dengan pengurangan dividen ke pemerintah karena akan mengacaukan sistem akuntansi keuangan negara.

Menurut Ali Masykur, sialng sengkarut soal penetapan harga elpiji non-subsidi ini merefleksikan kekacauan tat kelola migas nasional yang harus dirombak total, dengan konsep yang lebih sejalan dan seiring dengan konstitusi. (mukafi niam)

Foto: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Ubudiyah, Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 04 April 2017

GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Coumas menjelaskan, salah satu usaha yang dikembangkan dalam upaya kemandirian anggota dan organisasi adalah gencar melakukan penguatan di bidang ekonomi.

“Kita ingin menumbuhkan jiwa enterpreneursip untuk kader-kader kita, supaya tidak ada lagi yang namanya kader Ansor itu nganggur,” papar (Gus Tutut), saat perbincangan dengan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah (19/4).

GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota

Pria yang akrab disapa Gus Tutut memaparkan saat ini GP ansor sudah mencoba melakukan beberapa terobosan. Antara lain pendirian salon mobil online di beberapa tempat di Jabodetabek.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tahap pertama kita memasukkan 200 kader Banser di bisnis tadi, meskipun baru sebatas tenaga kerja. Tapi menurut kami itu jauh lebih daripada tidak kerja sama sekali,” kata Gus Tutut.

Selain itu, usaha perekonomian juga dilakukan dengan pendirian industri komunitas. Di Jawa Tengah? pilot projek pendirian industri komunitas dilakukan di Batang dan Rembang, yang pada waktu mendatang sangat mungkin untuk dikembangkan ke daerah lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut, Gus Tutut mengatakan masih ada banyak usaha perekonomian yang dilakukan Pimpinan Pusat GP Ansor. Dapat dikatakan, saat ini yang paling sibuk di GP Ansor adalah di bidang ekonomi karena banyak terobosan yang sedang dirancang. Ditargetkan dalam 2-3 tahun ke depan sudah mulai kelihatan.

Anggota GP Ansor, kata dia, berada pada usia yang produktif. Salah satu tanggung jawab yang perlu dilakukan pada usia tersebut? adalah tanggung jawab ekonomi baik kepada diri dan keluarga.

“Ini yang kita coba tekankan ke sahabat-sahabat kita (anggota GP Ansor), meskipun kita tidak bisa meninggalkan tanggung jawab ideologis. Kita tentu tetap akan menjadi benteng pertahanan pertama bagi berdirinya NKRI, dan kejayaan Pancasila, dan tentu bagi marwah jamiyah NU,” kata Gus Tutut yakin.

Dengan upaya ekonomi, diharapkan jika GP Ansor akan mengadakan kegiatan sudah bisa membiayai sendiri, dan inilah yang disebut kemandirian organisasi. Gus Tutut menilai kemandirian ekonomi tersebut, sebenarnya bukan hal yang tidak mungkin, mengingat jumlah anggota yang sangat besar yakni sebanyak 1,7 juta kader. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah