Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Pramuka Penggalang se-Surabaya Selenggarakan Jelajah Santri

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Penggalang Gugus Depan (Gudep) 779-800 Satuan Komunitas Maarif (Sakoma) Nahdlatul Ulama SMK Bahrul Ulum Surabaya akan menyelenggarakan kegiatan jelajah santri. Disamping sebagai ajang mengasah kemampuan dalam kepanduan, kegiatan yang akan mempertemukan para aktifis pramuka se-Surabaya dan sekitarnya ini menjadi media bagi pengenalan keberadaan Sakoma kepada khalayak.

Pramuka Penggalang se-Surabaya Selenggarakan Jelajah Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pramuka Penggalang se-Surabaya Selenggarakan Jelajah Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pramuka Penggalang se-Surabaya Selenggarakan Jelajah Santri

Ketua panitia, Umar Faruq menandaskan "Masa depan yang dihadapi peserta didik semakin sulit dan kompleks. Hal ini sebagaimana disinyalir oleh Nabi Muhammad, yang mengharuskan untuk mengajari anak-anak dengan pengetahuan karena mereka akan hidup pada masa yang tidak sama dengan jaman saat kita hidup," katanya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah (23/10). Membekali peserta didik dengan life skill adalah salah satu sarana agar mereka tetap bisa bertahan dalam menghadapi segala cuaca dan kondisi maupun perubahan sosial, lanjutnya.

"Dan untuk mereka yang seusia penggalang, maka yang diperlukan adalah kegiatan yang memberikan life skill sebagai manusia unggul dan tangguh dalam menghadapi segala tantangan kehidupan di masa yang akan datang," tandas HM Muchith Syarief MM yang juga penanggungjawab kegiatan ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

H Khoirul Anam, S.Ag yang juga sebagai panitia mengharapkan dengan kegiatan ini dapat mengenalkan Gudep Sakoma kepada masyarakat sekitar.  "Kegiatan juga dapat menambah silaturahim antara anggota pramuka," katanya. Demikian juga kegiatan akan dapat mengembangkan potensi yang terdapat pada anggota Pramuka  Penggalang. Termasuk juga menambah wawasan, pengetahuan, peningkatan kualitas, juga memberikan wadah kegiatan yang positif bagi para Pramuka level penggalang. "Yang tidak kalah penting adalah memberikan award atau penghargaan kepada Pramuka Penggalang yang telah berprestasi selama kegiatan berlangsung," katanya.

Kegiatan yang akan diikuti seratus regu atau delapan ratus penggalang Kota Surabaya dan sekitarnya ini diharapkan juga menambah wawasan kepramukaan secara luas bagi segenap orang yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung di dalamnya. "Selain silaturahim bagi angota Pramuka Penggalang di lingkungan Sakoma, juga sebagai ajang adu prestasi dan evauasi sejauh mana keberhasilan latihan dan kegiatan di Gudep masing-masing," tandasnya.  Pada saat yang sama, masyarakat dapat memperoleh hiburan selama kegiatan berlangsung.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan dilangsungkan 26 Oktober.  "Dari kegiatan ini akan dievaluasi pimpinan Sakoma dan Gudep sebagai tolok ukur untuk pembinaan lebih lanjut," kata Anam, sapaan akrabnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan mendapatkan materi dan pendalaman seperti praktik ibadah, keaswajaan dan ke NU an, Pancasila, pioneering, semaphore, morse, sandi, P3K, pakaian atau seragam, serta halang rintang yakni meniti, merayap, dan jaring laba-laba. Keseluruhan materi disampaikan dalam model upacara,  penjelajahan serta perlombaan.

"Kegiatan penjelajahan penggalang pernah dilaksanakan di gugus depan kami dengan kapasitas lebih kecil. Dengan bantuan simulasi dari kwartir daerah, kami berharap kegiatan semacam ini lebih berkualitas dan berdampak positif bagi perkembangan gugus depan," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 12 Maret 2018

MUI Haramkan Wanita Jadi TKW

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa soal tenaga kerja wanita (TKW). Isinya, mengharamkan perempuan meninggalkan keluarganya untuk bekerja ke luar kota atau ke luar negeri.

Hukum haram juga berlaku bagi pihak-pihak, lembaga atau perorangan yang mengirimkan atau terlibat dengan pengiriman TKW, demikian juga pihak yang menerimanya. “Ketentuan ini berlaku jika kepergiannya tanpa disertai mahram, keluarga atau kelompok perempuan terpercaya (niswah tsiqah),” tegas Ketua Fatwa MUI yang juga Rais Syuriah PBNU, KH Maruf Amin kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah,  Kamis (3/1).

Menurut Ma’ruf, dalam keadaan darurat, fatwa tersebut bisa tidak dipatuhi. Hanya saja, menurut Ma’ruf, batasan keadaan darurat harus bisa dipertanggungjawabkan secara syari, qaanuniy (UU) dan adly (adil), serta dapat menjamin keamanan dan kehormatan perempuan yang jadi TKW.

"Darurat itu jika ada anggota keluarga yang meninggal, tapi bukan untuk bekerja,” tegas Ma’ruf. Sedangkan jika dia merupakan janda beranak banyak yang harus menghidupi keluarganya, maka menurut Ma’ruf, pemerintahlah yang harus menanggung kehidupannya.

Maruf menegaskan bahwa saat menjadi Ketua Komisi VI di Tahun 2000, DPR telah merekomendasikan agar perempuan tidak boleh menjadi TKW tanpa adanya perlindungan dari negara. Sebab itu, menurut Ma’ruf, pemerintah, lembaga dan pihak terkait lainnya agar menjamin dan melindungi keamanan dan kehormatan TKW serta membentuk lembaga perlindungan hukum atau kelompok niswah tsiqoh di setiap negara tertentu, serta kota-kota tertentu.

Sebelumnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk segera membuat fatwa soal tenaga kerja wanita (TKW), terutama bagi mereka yang mencari kerja di luar negeri.

Dalam pandangan Islam, termasuk NU, kata pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu, seorang wanita yang bepergian jauh seperti menjadi TKW tanpa didampingi mukhrim adalah dilarang. "Apalagi secara teknis mereka tidak mempunyai pendidikan dan ketrampilan yang memadai, sehingga berpeluang terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti terlunta-lunta dan perlakuan tidak senonoh lainnya," kata mantan calon wakil presiden yang berpasangan dengan Megawati Soekarnoputeri pada Pilpres 2004 lalu. (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

MUI Haramkan Wanita Jadi TKW (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Haramkan Wanita Jadi TKW (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Haramkan Wanita Jadi TKW

Selasa, 13 Februari 2018

Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni mengimbau agar ibadah haji dilakukan hanya sekali seumur hidup sesuai dengan kewajiban setiap umat Islam. Menurut dia, naik haji berkali-kali bisa memunculkan perasaan sombong atau riya.



Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja

"Saya khawatir surganya kelewatan. Karena tiap tahun dilakukan terkesan angkuh dan sombong. Kita lihat seperti pembuktian terhadap tetangga," kata kata Menag pada evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1427 H di Jakarta, Ahad (11/3).

Walau demikian, Maftuh menambahkan ada pihak-pihak yang diperbolehkan naik haji berkali-kali. Contohnya adalah petugas haji, muhrim dan undangan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Petugas memang kita prioritaskan bagi yang pernah. Sebab kalau belum kan kurang pengalaman. Sedang muhrim itu misalnya suami isteri sudah naik haji, tapi lalu suaminya pergi lagi bersama anaknya. Lalu saya tidak bisa melarang kalau ada yang mengundang. Itu hak tuan rumah," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Maftuh, kewajiban haji hanya sekali, bila dilakukan berkali-kali maka hukumnya adalah sunnah. Oleh karena itu, Maftuh ia bermaksud mengubah interpretasi tentang ibadah haji dengan mengeluarkan himbauan agar tidak perlu naik haji setiap tahunnya.

Ditambahkan, pihaknya berupaya untuk meningkatan pelayanan terhadap jamaah haji pada musim haji tahun 1428 Hijriyah atau 2007. Karena itu persiapan haji berikutnya akan lebih matang dan mengusahakan kenyamanan jamaah.

Menag tidak ingin kasus kelaparan jamaah di Arafah dan Mina terulang lagi. “Semua akan dibenahi, sehingga tidak terjerumus untuk kedua kalinya,” katanya.

Langkah awal yang diambil lanjut Menag, adalah mengecek dan mempersiapkan perumahan bagi jamaah haji mendatang. Kini dia tengah mempersiapkan tim dan segera mengirimkannya ke Arab Saudi.

"Kita akan kirim dalam waktu dekat seusai evaluasi," kata Maftuh seraya berjanji tidak akan menyewa perumahan yang berjejal-jejal. "Supaya kita tidak mengalami kesulitan," ujarnya.

Selain penginapan, menteri agama juga akan membereskan katering yang bermasalah pada musim haji 1427 H. Hal itu sedang dipersiapkan pemerintah Indonesia bekerjasama dengan pemerintah Arab Saudi. “Kita tetap berusaha untuk lebih baik, dan tidak ingin mengecewakan pengorbanan jamaah," katanya. (dpg/nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Nasional, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 08 Februari 2018

PBNU Minta Umat Islam Saling Menghargai

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi berharap Hari Raya Idul Fitri dapat diperingati bersama oleh umat Islam. Karena itu, ia berharap sidang isbat (penatapan) 1 syawal yang diselenggarakan Deperteman Agama 22 Oktober menghasilkan keputusan yang sama.

 

PBNU Minta Umat Islam Saling Menghargai (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Umat Islam Saling Menghargai (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Umat Islam Saling Menghargai

“Kami berharap sidang itsbat menghasilkan keputusan sama atau tidak ada berbedaan diantara umat Islam,” kata KH Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren Al-Hikam Malang, Kamis (19/10).Jika terjadi perbedaan, Cak Hasyim, demikian ia akrab disapa,  menyerukan kepada umat Islam untuk saling menghargai satu sama lain. Ia tidak menghendaki terjadi gesekan antara kelompok umat Islam gara-gara penetapan bulan syawal yang berbeda.”Andai tidak mencapai kesepakatan bersama, diharapkan semuanya saling menghargai,” katanya.

 

Lebih lanjut, mantan Ketua PWNU Jawa Timur itu menambahkan, perbedaan yang terjadi di kalangan umat Islam dalam menetapkan awal bulan selama ini sebenarnya hanya persoalan metodologi. NU selama ini menggunakan cara rukyah atau melihat bulan secara langsung, selain cara hisab atau perhitungan astronomi. Sementara ormas lainnya menggunakan cara hisab saja.”Perbedaan itu hanya karena perbedaan metodologi. Karena itu, harus ada saling menghargai satu sama lain,” tegasnya.

 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menanggapi adanya kalangan yang menginginkan agar pemerintah tidak campur tangan dalam menetapkan awal bulan syawal, ia mengatakan, bahwa pemerintah dalam hal ini Departemen Agama harus tetap berparan dalam penetapan awal syawal.”Harus ada yang jadi hakim, yaitu pemerintah,” katanya.(mil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Ahlussunnah, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU Jatim Dukung Revisi UU Terorisme demi Kedaulatan NKRI

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemerintah dan DPR harus segera melakukan revisi terhadap Undang-undang terorosme. Sejumlah pasal harus diubah lantaran banyaknya ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pandangan ini disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PW LTN NU Jatim), Ahmad Najib AR usai silaturahim dengan sejumlah Ketua PC LTN NU se-Jatim di Malang.

NU Jatim Dukung Revisi UU Terorisme demi Kedaulatan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jatim Dukung Revisi UU Terorisme demi Kedaulatan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jatim Dukung Revisi UU Terorisme demi Kedaulatan NKRI

"Dalam pandangan kami, ancaman terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI sangat jelas di depan mata," katanya, Ahad (27/3). Masuk dan berkembangnya ideologi di luar Pancasila yang nyata-nyata melawan NKRI hingga kini demikian tumbuh subur dan tidak dianggap sebagai ancaman berarti oleh negara, lanjutnya.

Padahal perubahan ideologi yang masuk ke negeri ini demikian cepat. "Nah, demikian cepatnya ideologi tersebut juga harus diimbangi dengan sikap tegas dan cepatnya aturan yang ada," terang Gus Najib, sapaan akrabnya.

Pada kegiatan yang berlangsung di Kantor PC NU Kota Malang tersebut, Gus Najib kemudian mengemukakan bahwa UU Nomor 15 tahun 2003 tentang pemberantasan terorisme dan UU Nomor 9 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan terorisme sudaj kalah gesit dengan perkembangan terorisme itu sendiri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekedar memberikan contoh, serangan teroris yang pernah terjadi di jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, awal tahun lalu sebagai bukti akan kelemahan dari aturan yang menyangkut terorisme. "Hanya karena tidak ada payung hukum, maka beberapa orang yang nyata-nyata memiliki bukti kuat akan melakukan tindakan teror, akhirnya tidak dapat ditindak," kata alumnus pasca sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini. Dan penangkapan terhadap sejumlah orang terkait aksi teror di Jalan MH Thamrin tersebut baru dilakukan setelah teror terjadi, lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kendati demikian, Gus Najib yang diamini utusan dari sejumlah kota dan kabupaten di Jatim ini mengingatkan bahwa tindakan preventif dan deradikalisasi memang mutlak dilakukan. "Namun negara harus melakukan kajian mendalam terkait penindakan, sehingga tanpa harus melanggar Hak Asasi Manusia," terangnya.

Karena sangat mendesaknya kondisi ini, maka Gus Najib berharap semua komponen yakni DPR dan pemerintah untuk dapat duduk bersama dalam membincang persoalan krusian ini. "Jangan sampai kita terlambat, dan baru menyadari potensi radikalime telah tumbuh subur di sejumlah daerah sehingga dapat menyulitkan," pesannya.

Salah seorang pengasuh di Pondok Pesantren Baytul Hikmah Pasuruan tersebut kemudian membandingkan dengan Malaysia dan Singapura. "Dua negara ini langsung dapat mendeteksi orang yang baru pulang dari Suriah karena terlibat ISIS," ungkapnya. Sedangkan untuk di Indonesia, sudah ada 100 lebih orang yang kembali dari Suriah, namun tidak ada penanganan yang intensif, lanjutnya.

Berdasarkan catatan kepolisian pada November 2015 lalu, terdapat 384 warga negara Indonesia yang sudah terkonfirmasi bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah. Sebanyak 46 di antara mereka sudah kembali ke Indonesia. "Angka ini tentu saja terus bertambah dan akan menjadi ancaman yang sangat berat bagi NKRI di masa mendatang," katanya.

Gus Najib juga sangat menyayangkan lahirnya organisasi yang nyata-nyata tidak mengakui ideologi Pancasila, namun bebas beraktifitas. "Mereka melakukan rekrutmen anggota, mengadakan tablig akbar dan sejenisnya padahal tidak mengakui NKRI dan Pancasila," sergahnya.

Karena itu sudah sangat mendesak untuk dilakukan revisi terkait aturan yang menyangkut terorisme. "Bila tidak, negeri ini akan menjadi luluh lantah karena kemunculan gerakan sempalan yang tidak mampu dibendung negara," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 04 Februari 2018

Rokok Sehat Buatan Pesantren Bisa Obati Berbagai Penyakit

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Merokok dapat menyebabkan penyakit jantung. Tetapi kalau merokok dengan rokok buatan Pesantren Sehat Perum Kalianyar Permai C1 Sidodadi, Lawang, Malang, Jawa Timur, justru sebaliknya. Rokok sehat ini diyakini bisa menghilangkan beberapa jenis penyakit.

Rokok bermerk SIN yang dibuat oleh seorang ahli terapi kesehatan KH Abdul Malik ini justru mempunyai khasiat mengobati berbagai penyakit seperti darah tinggi, jantung, imponten, asma, paru-paru, sinusitas ringan serta menghilangkan kebiasaan memakai narkoba.

Selain asapnya yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, abu rokok ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit eksim. "Rokok ini mulai dibuat sejak 2 Mei 2005," kata salah seorang santri pesantren Sehat M. Diponegoro, tulis detikcom, Kamis (24/5).

Rokok Sehat Buatan Pesantren Bisa Obati Berbagai Penyakit (Sumber Gambar : Nu Online)
Rokok Sehat Buatan Pesantren Bisa Obati Berbagai Penyakit (Sumber Gambar : Nu Online)

Rokok Sehat Buatan Pesantren Bisa Obati Berbagai Penyakit

Rokok yang diproduksi Pabrik Rokok (PR) UD Putra Bintang Timur ini memiliki 4 macam jenis rasa dibuat dari 17 jenis ramuan obat-obatan ini terdiri dari bahan alamiah seperti madu, daun sirih dan daun siwak yang dapat menetralkan kandungan tar dan nikotin.

M. Diponegoro atau yang biasa dipanggil Mas Dipo mengatakan, semua ramuan dicampur dengan tembakau pilihan yang kemudian diolah hingga menghasilkan cita rasa. Setelah itu, semua bahan diproses seperti rokok-rokok lainnya. Cuma yang membedakan, rokok ini dijadikan sebagai terapi atau media penyembuhan segala macam penyakit yang dapat menetralisir zat beracun.

Setelah rokok diproses, kemudian diuji di laboratorium Universitas Brawijaya (Unibraw), Universitas Negeri Malang (UM) serta sebuah perusahaan rokok nasional di Malang. "Setelah di uji coba, kadar nikotin sangat rendah dan mendekati 0 persen," papar dia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Mudjiono, bagian pemasaran PR UD Putra Bintang Timur, mengatakan, rokok yang diproduksi Pesantren Sehat per harinya sekitar 2.000 bungkus. Rokok-rokok ini dipasarkan ke berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Sumbawa, Bandung dan Madura. (dtc)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 28 Januari 2018

GP Ansor Lumajang Masa Khidmah 2017-2021 Dilantik

Lumajang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Lumajang resmi dilantik di halaman kampus IAI Syarifuddin Wonorejo, Rabu (20/12). Pelantikan bertema “Bersama Ansor Lawan Radikalisme” tersebut perwakilan Muslimat, Fatayat, serta organisasi kepemudaan seperti PMII, IPNU dan IPPNU.

GP Ansor Lumajang Masa Khidmah 2017-2021 Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lumajang Masa Khidmah 2017-2021 Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lumajang Masa Khidmah 2017-2021 Dilantik

Dalam pelantikan tersebut, Ketua PCNU Lumajang KH Nur Syahid mengimbau kepada pengurus GP Ansor yang baru untuk menjalankan amanah dengan menjalankan tugas sebaik-baiknya selama lima tahun ke depan.

“Mudah-mudahan pengurus baru ini membawa amanah selama lima tahun ke depan dan terus bergerak melakukan kaderisasi,” harapnya.

Ia juga berharap bahwa GP Ansor ini berada di garda depan dalam menghadapi radikalisme untuk membentengi NU dan NKRI.

“Saya harap GP Ansor ini berada di garda depan dalam membentengi NU dan NKRI  dari radikalisme, baik melalui Banser bersama Pagar Nusa,” lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelatihan Kader Penggerak (PKP), lanjutnya harus segera dilaksanakan karena merupakan amanat Muktamar NU ke-33 sebagai syarat dalam kepemimpinan NU yang akan datang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PC GP Ansor Kabupaten Lumajang untuk masa khidmah 2017-2021 dipimpin Ketua H. Fahrur Rozi dan Sekretaris M. Farid Wazdi. (Ismail/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Kajian Sunnah, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 25 Januari 2018

Pesantren Tahfidzil Qur’an Wonosobo Luncurkan Web Pesantren

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengelola Perpustakaan Pondok Pesantren Tahfidzil Quran (PPTQ ) Al-Asyariah Kalibeber Wonosobo, Jawa Tengah saat ini tidak hanya menangani soal peminjaman, perawatan dan usaha penambahan koleksi buku manual saja. Sejak sekitar satu tahun yang lalu, pengurus perpustakaan juga telah meluncurkan website, Facebook, dan twitter yang konten utamanya ? berisi seputar aktivitas ? kegiatan para santri PPTQ Al-Asyariah Kalibeber serta menyosialisasikan pengumuman-pengumuman penting.

Pesantren Tahfidzil Qur’an Wonosobo Luncurkan Web Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tahfidzil Qur’an Wonosobo Luncurkan Web Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tahfidzil Qur’an Wonosobo Luncurkan Web Pesantren

"Awalnya karena banyak alumni-alumni yang jauh khususnya alumni di luar Jawa yang sering merasa kangen dengan suasana pondok almameternya; ? sebab itu pula maka pengurus perpustakaan juga mulai meng-upload ke Yautube beberapa rekaman pengajian yang diadakan di pondok, agar dapat sedikit mengobati rasa rindu para alumni tadi," kata Harnanto, kepala perpustakaan PPTQ Al-Asyariah kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Selasa (19/1).

Pengurus perpustakaan pondok asal Salatiga itu menambahkan bahwa dengan dimilikinya web pondok tersebut selain sebagai media publikasi dan sosialisasi kegiatan dan aktivitas santri, juga dimaksudkan menjadi media penyalur santri PPTQ Al-Asyariah dalam bidang kreativitas tulis menulis serta berlatih jurnalistik.

Koleksi perpustakaan dari PPTQ Al-Asyariah yang kini diasuh oleh KH Ahmad Faqih Muntaha ini, ? selain berupa literatur keagamaan Islam berbahasa Arab ? danIndonesia, juga menyediakan literatur buku-buku umum non-agama baik jenis populer maupun ilmiah. Ketika kami mengamati koleksi bacaan yang ? ada, menemukan beberapa buku yang merupakan hasil karya beberapa kiai, pengajar dan santri PPTQ Al-Asyariah dan diterbitkan sendiri oleh Yayasan Al-Asyariah.?

Di antara karya yang tampak menonjol yang diterbitkan Yayasan Al-Asyariah adalah ‘Al-Quran dan Terjemahnya’, terbit 2014. Kitab tersebut sekaligus dilengkapi metode tahfidz, terjemah per kata, asbabun nuzul, hukum tajwid, dan indeks ayat. Dicetak oleh lembaga percetakaan Al-Quran Kemenag RI. (M Haromain/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 21 Januari 2018

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan berbagai lomba kreativitas anak secara gratis. Perlombaan ini rencananya digelar pada Ahad, 7 Agustus 2016, sejak pagi.

Panitia acara Reza Ahmadi menyebutkan, lomba yang akan digelar di antaranya lomba mewarnai, lomba fashion show, dan festival rebana.

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas

Lomba mewarnai (ibu dan anak kategori, PG/TK/RA. Peserta yang mengikuti lomba diharap membawa peralatan sendiri seperti meja dan crayon noncarandas.

"Untuk? lomba fashion show (ibu dan anak) kategori PG/TK/RA juga gratis, pesertanya pun terbatas. Peserta yang ikut fashion show dimohon memakai pakaian dengan tema batik Muslim atau Muslimah," kata Reza, Selasa (19/7).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan, untuk festival rebana kontemporer kategori SMP/ MTs-SAM/MA, peserta membawakan satu lagu bebas dan satu lagu wajib yaitu mars Syubbanul Wathan. Peserta membawa peralatan sendiri seperti rebana dan alat musik elektrik.

"Peserta yang sudah konfirmasi pendaftaran bisa registrasi ulang 30 menit sebelum acara (mengingat peserta terbatas). Peserta mendapatkan snack dan softdrink. Seluruh peserta merebutkan juara 1 hingga harapan 3 dan juara favorit, plus uang pembinaan. Untuk konfirmasi pendaftaran bisa hubungi Resty di nomor kontak 085748485444 dan Machfud? dengan nomor 085655264048," tutupnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

Pemerintah Mirip Khomer

Saya pernah sowan kepada seorang kiai sepuh, di pesantrennya yang dihuni puluhan santri. Ia terkenal sebagai kiai yang rajin ngaji ke mana-mana, ke pelosok kampung dengan sepeda motor tuanya. Pengajiannya selalu ramai, karena ia suka melempar guyon-guyon segar. 

“Kiai, mengapa kiai tidak bikin proposal untuk membangun pesantren?” saya memberanikan diri bertanya.

Pemerintah Mirip Khomer (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Mirip Khomer (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Mirip Khomer

“Proposal ke mana?” respon kiai dengan pertanyaan.

"Yaa..mungkin ke pemerintah,” kata saya hati-hati.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Terima kasih atas sarannya, Kang. Tapi, tanpa mengurangi rasa hormat saya pada pemerintah, sampai hari ini, saya dan pengurus pesantren, berusaha tidak nyari bantuan ke pemerintah,” jelas kiai dengan kalem.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kenapa, Kiai?” tanya saya.

“Bagi saya, pemerintah itu kaya khomer, nyandu dan madorotnya lebih banyak daripada faedahnya. Tapi silakan saja teman-teman yang bilang pemerintah kaya teh manis, bikin hangat dan enak. Tapi ojo kakean gulone, ndak kencing manis (tapi jangan kebanyakan gulanya, nanti kena kencing manis).” (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah menggelar Pendidikan dan Latihan Muharrik atau Kader Penggerak Masjid untuk wilayah Jawa Barat dan Banten di Cirebon, kini Pengurus Pusat Lembaga Ta`mir Masjid NU (LTMNU) kembali menggelar diklat serupa untuk kawasan Jawa Tengah di Wonosobo, 31 Mei-2 Juni 2013.

Sebagai koordinator penyelenggara, Pengurus Cabang NU (PCNU) memusatkan kegiatan tersebut di Vila Oemah Duwur, Kecamatan Mojo Tengah, Wonosobo, Jawa Tengah. Tak kurang dari 50 peserta dari utusan PCNU se-Jateng dan Majelis Wakil Cabang NU se-Wonosobo aktif mengikuti diklat ini.

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo

Secara resmi acara dibuka Ketua PBNU Prof Maksum Mahfudh, Jumat (31/5) malam. Turut hadir Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida, Ketua PCNU Wonosobo Arifin Shidiq, Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Maksum mendorong, diklat yang berlangsung selama tiga hari itu akan melahirkan para penggerak (muharrik) masjid sejati, tak hanya untuk kemakmuran masjid tapi juga jamaahnya. Menurut dia, masjid harus direvitalisasi fungsinya untuk menjawab problem sekelilingnya.

Dalam sambutannya, Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani mengatakan, diklat muharrik masjid merupakan tindak lanjut program pemberdayaan masjid setelah rapat pimpinan digelar di 16 wilayah dan 50 cabang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"LTMNU berharap, dari setiap peserta yang mengikuti diklat muharrik ini dapat mendampingi minimal 10 masjid," ujarnya.

Diklat Muharrik Masjid bekerja sama dengan Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU dan didukung PT Sinde Budi Sentosa. Rencananya, acara serupa akan diadakan di beberapa wilayah lainnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Meme Islam, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 09 Januari 2018

IPNU-IPPNU Lakmud di SMP Islam Masjid Raya Makassar

Makassar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) danI katan Pelajar Putri NahdlatulUlama (IPPNU) Kota Makassar bekerja sama dengan SMP Islam Masjid Raya Makassar mengadakan Latihan Kader Muda (LAKMUD).

IPNU-IPPNU Lakmud di SMP Islam Masjid Raya Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lakmud di SMP Islam Masjid Raya Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lakmud di SMP Islam Masjid Raya Makassar

Kegiatan berlangsung di aula SMP tersebut di kecamatan Bontoala Makassar, Sulawesi Selatanpada 20-23 November 2014. Sekitar 35 siswa dan siswi mengikuti kegiatan bertema? “Pelajar hari ini, pemimpin hari esok”.

Dalam sambutanya, Kepala SMP Islam Masjid Raya Siti Asmah menekankan pentingnya kegiatan seperti itu siswa-siswi. Karena, menurut dia, pada dasarnya setiap orang diciptakan untuk jadi pemimpin, baik dalam keluarga, kelas, atau komunitas tertentu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pelajar tidak akan berguna, kecuali mengaplikasikan apa yang telah dipelajari,” imbuh Pengurus Muslimat Makassar tersebut.

Senada dengan dia, ketua IPNU Kota Makassar Muh Nur mengatakan, pelajar merupakan cikal-bakal pemimpin, sehingga kegiatan seperti ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa-siswi untuk jadi pemimpin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

IPNU dan IPPNU, kata dia, sebagai garda terdepan proses kaderisasi di NU, akan terus berusaha secara massif untuk mengadakan proses pengkaderan baik secara formal maupun informal.

Hadir dalam kegiatan tersebut, beberapa pengajar di SMP Islam Masjid Raya, Ketua IPPNU Kota Makassar Azizah Dahlan, serta beberapa kader dan pengurus IPNU - IPPNU Sulawesi-Selatan. (Andy muhammad idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 04 Januari 2018

Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar

Kota Quebec, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pemerintah Quebec, Kanada, bakal memberlakukan larangan pemakaian penutup wajah bagi siapa saja yang memberikan atau menerima layanan publik pemerintah setempat. Undang-undang yang disahkan Rabu kemarin ini akan berlaku pada 1 Juli 2018.

Kebijakan tersebut sontak mengundang kritik dari para aktivis hak asasi manusia yang melihat akan adanya marginalisasi perempuan Muslim di provinsi terbesar di Kanada itu.

Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar

Seperti dilansir Reuters, memang tidak ada ketentuan rinci jenis penutup wajah seperti apa yang dilarang. Namun, perdebatan selama ini berfokus pada niqab atau cadar yang biasa dikenakan Muslimah.

Orang-orang yang akan terkena dampak hukum undang-undang ini adalah mereka yang terlibat di sektor publik seperti para guru, pejabat kepolisian, pegawai rumah sakit dan petugas penitipan anak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Quebec merupakan provinsi yang menempatkan bahasa Prancis sebagai bahasa utama. Prancis lebih dulu mengeluarkan larangan cadar, salib, dan simbol keagamaan lainnya di sekolah sejak 2004.

Quebec tengah merekonsiliasi identitas sekulernya seiring dengan populasi Muslim yang terus tumbuh di kawasan tersebut. Kebanyakan Muslim di sana adalah imigran dari Afrika Utara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Karena alasan yang terkait dengan komunikasi, identifikasi dan keamanan, layanan publik harus diberikan dan diterima dengan wajah terbuka," kata Perdana Menteri Quebec Philippe Couillard kepada wartawan di Majelis Nasional provinsi setempat.

"Kita berada dalam masyarakat yang bebas dan demokratis. Anda berbicara kepada saya, saya harus melihat wajah Anda, dan Anda harus melihat wajah saya. Sesederhana itu," tambahnya.

Dewan Nasional Muslim Kanada mengatakan, mereka sangat prihatin dengan undang-undang tersebut.

"Perundang-undangan ini adalah pelanggaran kebebasan beragama yang tidak dapat dibenarkan," kata direktur eksekutif Dewan Nasional Muslim Kanada Ihsaan Gardee.

Gejala Islamofobia meningkat di Quebec dalam beberapa tahun terakhir. Pada Januari lalu, enam orang tewas dalam insiden penembakan di sebuah masjid di Kota Quebec. Seorang mahasiswa berkebangsaan Prancis-Kanada dituduh sebagai tersangka tunggal. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj akan menyampaikan pidato kebudayaan di PBNU Jakarta Selasa malam (31/1) ini. ? Pidato tersebut dalam rangka peringatan Harlah ke-91 NU dengan tema “Budaya sebagai Infrastruktur Penguatan Paham Keagamaan”.

Menurut Ketua Panitia Harlah ke-91 NU, Masduki Baidlowi, Kiai Said akan menyampaikan Islam Nusantara, budaya, dan masalah kemasyarakatan seperti menyinggung masalah ekonomi dan lain-lain. “Intinya Kiai Said akan menyampaiakan kerangka berpikir gerakan keagamaan melalui budaya. Dan itu harus diperkuat,” katanya di gedung PBNU, Senin (30/1).

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Ia menambahkan, tema tersebut diusung dengan beberapa pertimbangan, di antaranya NU ingin menegaskan kembali strategi dakwah Islam yang berhasil tersebar dan dipeluk penduduk Nusantara.?

“Bahwa Islam menyebar ke Nusantara dari abad ke-9, berhasil diterima dengan gencar pada abad 12 dan 13 menggunakan kebudayaan lokal sebagai pemahaman keagamaan,” katanya di gedung PBNU, Jakarta pada Senin (30/1). ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut dia, contoh konkret dakwah dengan budaya adalah wayang. Wayang dipakai sebagai jalan nilai Islam. Cerita pewayangan yang berkembang kemudian dimasuki nilai-nilai keislaman sehingga diterima masyarakat lokal. Begitu juga ? tahlilan.

Selain pidato Kiai Said, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin akan berceramah.?

Harlah tersebut akan dihadiri Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Juga dimeriahkan pelawak Cak Lontokng, penyair D Zawawi Imron, beberapa musisi, dan Nahdliyin. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Meme Islam, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

Sarbumusi Tolak Revisi Pengupahan Versi Pemerintah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPP K-Sarbumusi) menyatakan sikap menolak Revisi Rancangan Peraturan Pemerintah Tentang Pengupahan (RPP Pengupahan) yang disusun pemerintah dan meminta RPP Pengupahan dikembalikan pada pembahasan Tripartit Nasional dengan melibatkan seluruh unsur Serikat Buruh.

Sarbumusi Tolak Revisi Pengupahan Versi Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Tolak Revisi Pengupahan Versi Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Tolak Revisi Pengupahan Versi Pemerintah

"Kami menuntut pemerintah untuk menetapkan kebijakan upah minimun yang fokus dan berpihak terhadap perlindungan upah buruh," ujar Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) HM Syaiful Bahri Anshori, di Jakarta, Rabu (27/5).

Sarbumusi juga meminta pemerintah memperjelas definisi dan mempertegas bahasa hukum dalam RPP pengupahan dan tidak memberikan ruang multitafsir bagi semua pihak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami juga menegaskan menolak kenaikan upah minimum dua tahun sekali apalagi lima tahun sekali yang semakin menegaskan politik upah murah," kata Syaiful didampingi Sekretaris Jenderal DPP K Sarbumusi Sukitman Sudjatmiko.

Sarbumusi juga menuntut revisi KHL sesuai dengan Kebutuhan Hidup Buruh dengan Merevisi Permenaker No 13 Tahun 2012 Tentang  Komponen dan pelaksanaan Tahapan dan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pertegas pula sanksi bagi pengusaha yang tidak memenuhi ketentuan UMP telah ditentukan sesuai dengan mekanisme perundang undangan yang berlaku," paparnya pula.

Pernyataan sikap Sarbumusi diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan, masukan dan pendapat dari organisasi buruh Nahdlatul Ulama (NU) yang diharapkan menjembatani kesejahteraan buruh dan keluarganya.

Sukitman lalu menambahkan, penderitaan buruh semakin bertambah dengan kebijakan negara yang tidak mampu menekan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, kenaikan BBM yang selalu mengikuti harga pasar, kenaikan tarif dasar listrik dan berbagai kebiijakan yang semakin mengacu pada kepentingan dan sistem kapitalisme pasar.

"Meskipun setiap tahun terjadi kenaikan upah, akan tetapi tidak pernah mampu mencukupi kebutuhan hidup buruh dan keluarganya, karena harga-harga kebutuhan pokok juga melambung tinggi, inflasi yang terus naik serta relasi kebutuhan hidup yang terus meningkat. Akhirnya buruh terpaksa harus mengeluarkan waktu lebih banyak lagi bekerja kepada pengusaha," paparnya.

Hasil dari pola dimaksud, tambah Sukitman, membuat pengusaha semakin untung dengan waktu kerja buruh yang lebih banyak untuk berproduksi.

™Sementara buruh, semakin dikuras tenaga dan keringatnya, waktu dengan keluarga dan masyarakat yang terbatas dan kondisi fisik yang menurun. Untuk itulah, buruh tidak hanya menuntut kenaikan upah, tetapi bersamaan dengan itu juga menuntut harga-harga diturunkan," paparnya.

Upah menjadi satu satu nya komponen pendapatan buruh yang diharapkan dapat menutupi seluruh kebutuhan hidup buruh, karena komponen lain sebagai penyetara tidak dapat diharapkan lagi, komponen lain seperti harga kebutuhan pokok yang relatif stabil, harga BBM yang stabil, transportasi yang murah dan biaya hidup yang kecil hanya ilusi dan mimpi buruh disiang bolong.

"Akhirnya hanya upah satu satunya yang menjadi harapan dan tumpuan buruh menyambung hidup dan kehidupan buruh dan keluarganya," ujar Sukitman lagi.

RPP Pengupahan yang sedang disusun oleh pemerintah yang akan mengganti PP No.8 Tahun 1981 seperti jauh panggang dari api dalam menyelesaikan kebijakan pengupahan dan sistem politik upah murah, PP 8/1981 yang selama ini dipergunakan memberikan ruang kejelasan dalam kerangka perlindungan buruh di jamannya.

Tetapi dalam RPP Pengupahan yang disusun oleh pemerintah kehilangan ruh Negara sebagai institusi melindungi dan memberikan kehidupan yang layak bagi buruh dan warga negara, dalam RPP Pengupahan tersebut sangat jelas dan kentara kepentingan kepentingan pemilik modal dan pengusaha dan mengaburkan perlindungan pengupahan bagi buruh dan keluarganya. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh, Kajian Sunnah, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LTN PBNU: Media Amarah Harus Dilawan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Lembaga Talif wan-Nasyr (LTN) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak sejumlah pengelola media Islam ramah untuk bersinergi melawan media amarah.

LTN PBNU: Media Amarah Harus Dilawan (Sumber Gambar : Nu Online)
LTN PBNU: Media Amarah Harus Dilawan (Sumber Gambar : Nu Online)

LTN PBNU: Media Amarah Harus Dilawan

"Dewasa ini media radikal tumbuh subur menyebarkan amarah. Mereka dimodali bos besar mereka," ujar Ketua Konsolidasi Nasional Pengelola Media Islam Ramah, Abdul Malik Mughni, di Jakarta, Senin (21/8).

Kelompok radikal tersebut, demikian Mughni menambahkan, bersemangat dalam menyebarkan opini radikal melalui beragam cara.

"Satu contoh melalui buletin radikal yang mereka sebar di tempat-tempat strategis. Kelompok radikal tersebut juga bersemangat menebarkan berita dusta," paparnya.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, LTN PBNU bisa mengidentifikasi kekuatan, kendala dan peluang media Islam ramah dalam mengelola institusi medianya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Bagi daerah yang belum memiliki media Islam ramah, semoga bisa masif menyebarkan semangat Islam ramah, sehingga apa yang kita lakukan memberikan makna bagi Indonesia," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 07 Desember 2017

Palang Merah Internasional Serukan Bantu Rakyat Suriah

Jenewa, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pemimpin Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Rabu (11/9), menyerukan upaya gabungan dari masyarakat internasional untuk memastikan bantuan yang diberikan menjangkau orang-orang yang memerlukan di Suriah.

Palang Merah Internasional Serukan Bantu Rakyat Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Palang Merah Internasional Serukan Bantu Rakyat Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Palang Merah Internasional Serukan Bantu Rakyat Suriah

Peter Maurer, Presiden ICRC mengatakan di markas organisasi tersebut di Jenewa bahwa perang yang berkecamuk di Suriah dan dampak tak terkendali dari konflik bersenjata itu atas rakyat sipil Suriah menjadi keprihatinan besar.

Ia menyerukan perhatian mendesak pada situasi menyedihkan rakyat Suriah yang tak mendapatkan di antaranya makanan yang diperlukan, barang kebutuhan rumah tangga, air, fasilitas kebersihan, dan bahkan fasilitas serta perawatan medis.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Apa yang kita lihat ialah peningkatan penderitaan rakyat Suriah dari dampak perang ini," kata Maurer.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan konflik itu telah mengakibatkan banyak kematian dan pengungsian, dan membuat banyak orang jadi pengungsi di dalam negeri mereka.

Maurer kembali menyeru para pelaku utama yang memiliki pengaruh pada semua pihak atau kelompok dalam konflik Suriah agar menggunakan pengaruh politik dan diplomatik mereka serta saluran komunikasi, sehingga "para aktor kemanusiaan di lapangan dapat melakukan pekerjaan yang mesti mereka lakukan". (antara/mukafi niam)

Foto: AP

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 15 November 2017

Khutbah Idul Adha: Meneguhkan Totalitas Kepatuhan kepada Allah melalui Kurban

Khutbah I



Khutbah Idul Adha: Meneguhkan Totalitas Kepatuhan kepada Allah melalui Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Idul Adha: Meneguhkan Totalitas Kepatuhan kepada Allah melalui Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Idul Adha: Meneguhkan Totalitas Kepatuhan kepada Allah melalui Kurban



? ? – ? ? – ? ? –3X ? ? ? ?, ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?)





Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ?. ? ? ?.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa liilahil hamd

Marilah kita senantiasa bersyukur dan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya. Kita masih diberi nikmat iman dan Islam, kesehatan dan kesempatan untuk melaksanakan berbagai ibadah kepada Allah SWT, termasuk melaksanakan shalat Idul Adha pada pagi hari ini.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kemudian shalawat serta salam, kita haturkan ke pangkuan baginda Nabi Besar Muhammad SAW, seorang manusia mulia dan nabi terakhir yang dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi teladah (uswah) bagi seluruh umat manusia sepanjang masa.?





Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa lillahil Hamd.

Kaum muslimin jamaah Idil Adha rahimakumullah.

Pada pagi hari ini, kaum muslimin yang menunaikan ibadah haji sebagai tamu Allah SWT, dhuyufurrahman, telah berkumpul melaksanakan wuquf di Arafah dan sedang berada di Mina untuk melaksanakan Jumratul ‘Aqabah. Mereka dengan pakaian ihramnya, berasal dari berbagai belahan dunia. Mereka datang dengan latar belakang bangsa, ras, warna kulit, budaya dan strata sosial yang berbeda satu sama lain. Namun, mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu memenuhi panggilan Allah SWT untuk menjadi tamu-Nya dan bertauhid mengesakan Allah SWT semata.?

Bagi kaum muslimin yang belum memiliki kemampuan menjadi tamu Allah SWT, mereka melaksanakan shalat Idul-Adha dan ibadah kurban, sesuai dengan kemampuannya di manapun mereka berada. Ibadah kurban yang dilaksanakan kaum muslimin, sebagai salah satu upaya mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. Deskripsi kehidupan kaum muslimin ini, menggambarkan interelasi kuat antara orang yang menunaikan ibadah haji, dengan saudara-saudaranya yang tidak pergi ke Baitullah. Oleh karena itu, kita melaksanakan salat Idul Adha dan ibadah kurban pada hakikatnya sebagai bentuk kesadaran memenuhi perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.

Kaum muslimin sidang jamaah Idil Adha rahimakumullah,

Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah penting dalam ajaran Islam. Ibadah ini memiliki fondasi kuat dan memiliki akar sejarah panjang dalam tradisi rasul-rasul terdahulu. Ajaran kurban dan prakteknya telah ditunjukkan secara sinergik oleh para nabi dan rasul hingga Nabi Muhammad SAW. Nabi Ibrahim AS. dikenal sebagai peletak batu pertama ibadah ini. Peristiwa penyembelihan yang dilakukan Nabi Ibrahim AS. terhadap anaknya, Nabi Ismail AS merupakan dasar bagi adanya ibadah kurban. Nabi Ibrahim AS dengan penuh iman dan keikhlasan bersedia untuk menyembelih anak kesayangannya, Ismail hanya semata-mata untuk memenuhi perintah Allah SWT. Peristiwa yang mengharukan ini, dilukiskan dengan indah oleh Allah SWT dalam Al-Quran surah as-Shaffat ayat 102:





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Tatkala anak itu sampai umurnya dan sanggup berusaha bersamasama Ibrahim. Ibrahim berkata ; Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu. la menjawab, wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu, insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

Ini adalah ujian ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah. Di kemudian hari, pengorbanan ini menjadi anjuran bagi umat Islam untuk menyembelih hewan kurban, setiap tanggal 10 Dzulhijah dan pada hari tasyrik, yaitu ? 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.?

Deskripsi historis ini menggambarkan bahwa, keteguhan hati, keyakinan akan kebenaran perintah Allah, keikhlasan, ketaatan, dan kesabaran adalah esensi yang melekat dari ibadah Qurban. Nilai-nilai ini telah diimplementasikan dengan baik oleh Nabi Ibrahim dan Ismail AS dalam peristiwa yang mengharukan itu. Kesanggupan Nabi Ibrahim AS menyembelih anak kandungnya sendiri Nabi Ismail AS bukan semata-mata didorong oleh perasaan taat setia yang membabi buta (taqlid), tetapi meyakini bahwa perintah Allah SWT itu harus dipatuhi. Bahkan, Allah SWT memberi perintah seperti itu sebagai peringatan kepada umat yang akan datang bahwa adakah mereka sanggup mengorbankan diri, keluarga dan harta benda yang disayangi demi menegakkan perintah Allah SWT. Dan adakah mereka juga sanggup memikul amanah sebagai khalifah Allah di muka bumi.

?

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Kaum muslimin yang berbahagia

Dalam studi fiqh, Kurban sering disebut dengan istilah? udhhiyah,? karena penyembelihan binatang ternak dilakukan pada saat matahari pagi sedang menaik (dhuha). Oleh karenanya, Ibn Qayyim al-Jauziyah memahami makna kurban dengan tindakan seseorang menyembelih hewan ternak pada saat dhuha, guna menghasilkan kedekatan dan ridha Allah SWT. Binatang kurban yang disebut? udlhiyah? atau nahar adalah simbolisasi tadlhiyah yakni pengorbanan. Baik udlhiyah maupun tadlhiyah posisinya sama sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. (taqarruban wa qurbanan). Jika menyembelih udlhiyah merupakan ibadah material yang ritual, maka taldhiyah/pengorbanan di jalan Allah SWT merupakan ibadah keadaban yang memajukan sektor-sektor kehidupan yang lebih luas

Dalam ibadah kurban, nilai yang paling esensial adalah sikap batin berupa keikhlasan, ketaatan dan kejujuran. Tindakan lahiriyah tetap penting, kalau memang muncul dari niat yang tulus. Sering kita digoda syetan agar tidak melaksanakan ibadah kurban karena khawatir tidak ikhlas. Imam al Ghazali dalam kitab? Ihya’ Ulumiddin-nya berkata, bahwa syaitan selalu membisiki kita: “Buat apa engkau beribadah kalau tidak ikhlas, lebih baik sekalian tidak beribadah”.

Ibadah kurban bukan hanya mementingkan tindakan lahiriyah, berupa menyedekahkan hewan ternak kepada orang lain terutama fakir miskin, tetapi yang lebih penting adalah nilai ketulusan guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam beberapa ayat Al-Quran, Allah SWT memperingatkan bahwa yang betul-betul membuahkan kedekatan dengan-Nya (kurban), bukanlah fisik hewan qurban, melainkan nilai takwa dan keikhlasan yang ada dalam jiwa kita. Dalam surah al-Hajj ayat 37, Allah SWT menyebutkan:?





? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Tidak akan sampai kepada Allah daging (hewan) itu, dan tidak pula darahnya, tetapi yang akan sampai kepada-Nya adalah takwa dari kamu".?

Penegasan Allah SWT ini mengindikasikan dua hal. Pertama, penyembelihan hewan ternak sebagai kurban, merupakan bentuk simbolik dari tradisi Nabi Ibrahim AS, dan merupakan syi’ar dari ajaran Islam. Kedua, Allah SWT hanya menginginkan nilai ketakwaan, dari orang yang menyembelih hewan ternak sebagai ibadah kurban. Indikasi ini sejalan dengan peringatan Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat bentuk luarmu dan harta bendamu, tetapi Dia melihat hatimu dan perbuatanmu”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Usaha mendekatkan diri kepada Tuhan terutama melalui kurban, kita lakukan secara terus menerus. Karena itulah agama Islam disebut sebagai jalan (syariah, thariqah, dan shirat) menuju dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melakukan kurban bersifat dinamis dan tiada pernah berhenti, menempuh jalan yang hanya berujung kepada ridha Allah SWT. Dengan demikian, wujud yang paling penting dari kurban adalah seluruh perbuatan baik.?

Sehubungan dengan perintah untuk berkurban di atas, maka Rasulullah saw setiap tahun selalu menyembelih hewan kurban dan tidak pernah meninggalkannya. Meskipun dari sisi ekonomi beliau termasuk orang yang menjalani hidup sederhana, tidak mempunyai rumah yang indah nan megah, apalagi mobil yang mewah. Bahkan tempat tidurnya hanya terbuat dari tikar anyaman daun kurma. Oleh karena itu, orang muslim yang telah mempunyai kemampuan untuk berkurban tetapi tidak mau melaksanakannya boleh dikenakan sanksi sosial, ialah diisolasi dari pergaulan masyarakat muslim. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw. dalam hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah RA:?





? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Barangsiapa yang mempunyai kemampuan menyembelih hewan qurban tetapi tidak melaksanakannya, maka janganlah sekali-kali ia mendekati tempat shalat kita” (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd

Kaum muslimin yang berbahagia,

Kalau ibadah kurban dilaksanakan dengan ikhlas demi mengharap ridla Allah SWT. akan memberi hikmah dan manfaat bagi pelakukanya, baik di dunia maupun di akhirat. Di antaranya:?

1. Meningkat keimanan kepada Allah SWT. Ibadah kurban yang dilaksanakan oleh orang muslim dapat melatih kepatuhan dan kepasrahan total kepada Allah SWT. Orang-orang yang dekat dengan Allah akan memperoleh predikat muqarrabin, muttaqin serta mendapat kemuliaan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

2. Membersihkan diri dari sifat-sifat bahimiyyah. Pada saat hewan kurban jatuh kebumi maka saat itulah sifat kebinatangan harus sirna, seperti rakus, serakah, kejam dan penindas.

3. Menanamkan rasa kasih sayang dan empati kepada sesama. Ibadah kurban dalam Islam tidak sama dengan persembahan (offering) dalam agama-agama selain Islam. Islam tidak memerintahkan pemujaan dalam penyembelihan hewan, tetapi Islam memerintahkan agar dagingnya diberikan kepada orang miskin agar ikut menikmati lezatnya daging hewan. Sehingga timbul rasa empati, berbagi, memberi, dan ukhuwah islamiyah antar sesama.?

4. Melatih kedermawanan. Ibadah kurban dilakukan setiap tahun secara berulang-ulang sehingga orang yang memberi kurban terbiasa untuk berderma kepada yang lain. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2016 sebanyak 27,76 juta jiwa atau 10,70% secara persentase. (susenas Maret 2016). jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 0,15 juta orang (dari 10,34 juta orang pada Maret 2016 menjadi 10,49 juta orang pada September 2016), sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 0,39 juta orang

Di akhir khutbah ini, dengan penuh khusyu’ dan tadharru’, kita berdoa kepada Allah SWT semoga perjalanan hidup kita senantiasa terhindar dari segala keburukan yang menjerumuskan umat Islam. Semoga dengan doa ini pula, kiranya Allah SWT berkenan menyatukan kita dalam kebenaran agama-Nya dan memberi kekuatan untuk memtaati perintahnya dan menjauhi larangan-Nya. Amin Ya Rabbal Alamain





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?.





Khutbah II





? ? – ? ? – ? ? – ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?: ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?





KH Cholil Nafis, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia Pusat?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 10 Oktober 2017

Pengertian Dosa Besar Menurut Ibnu Athaillah

Al-Quran dan hadits sudah jelas menyebut dosa besar yang harus dijauhi oleh bukan hanya pemeluk Islam, tetapi juga non-Muslim. Pasalnya, dosa besar merupakan pelanggaran hukum dan kejahatan yang sejalan dengan common sense, nalar umum. Allah menyediakan sanksi keras bagi para pelaku dosa besar.

Meskipun demikian, Allah SWT tetap membuka lapang karunia dan pintu rahmat-Nya sebagaimana keterangan Syekh Ibnu Athaillah berikut ini.

Pengertian Dosa Besar Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengertian Dosa Besar Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengertian Dosa Besar Menurut Ibnu Athaillah

? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Artinya, “Tak ada dosa besar ketika kau disambut dengan kemurahan-Nya.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelaku dosa besar dianjurkan untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama atau melakukan dosa besar lainnya. Mereka tidak perlu berkecil hati karena pintu tobat dan anugerah Allah masih terbuka.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dosa besar adalah pelanggaran yang pelakunya diancam dengan siksa atau diancam dengan hudud di Al-Quran atau hadits. Sebagian ulama mengatakan, dosa besar bukan yang disebut itu. Apapun itu, semuanya ditinjau secara lahiriah. Sedangkan di sisi Allah, dosa besar ditinjau dari kemurahan dan keadilan-Nya. Kadang fakta yang terjadi tidak sesuai dengan yang kita duga seperti firman Allah dalam Surat Az-Zumar ayat 47, ‘Maka tampaklah bagi mereka dari Allah apa yang mereka tidak perkirakan sebelumnya.’

Mereka yang mendapat inayah dari Allah, tidak akan menjadi sulit karena dosa besar. Mereka adalah orang pilihan Allah yang dosanya digantikan dengan kebaikan. Amal itu memang menjadi tanda yang kadang berbeda untuk sejumlah maqam sehingga harap dan takutnya mengambil porsi 50%-50% pada sejumlah maqam. Kepasrahan mereka sepenuhnya hanya kepada Allah di setiap waktu karena ketentuan Allah telah selesai sehingga tidak berubah. Beberapa ulama mengatakan, ‘Kalau harap dan takut orang beriman ditimbang, niscaya salah satu piring timbangan takkan berat sebelah. Orang beriman itu seperti burung yang terbang dengan kedua sayapnya,’ sebagaimana dikatakan oleh Syekh Zarruq.

Menurut saya, sebuah hadits yang menceritakan seseorang yang sedang dihadapkan dengan 99 dokumen berisi catatan amal buruknya di mana tiap dokumen memiliki panjang sepandangan mata, kemudian muncul secarik kertas seukuran jari yang bertuliskan kalimat tauhid La ilâha Illallâh sehingga catatan kejahatan di banyak dokumen itu tampak keliru, menunjukkan kebesaran tanggungan dan rahmat Allah, serta keluasan cakupan kemurahan dan karunia-Nya,” (Lihat Syekh Ibnu Ajibah, Iqazhul Himam, Beirut, Darul Fikr, tanpa keterangan tahun, juz I, halaman 85).

Orang yang melakukan pelanggaran berat masih mendapat kesempatan untuk menerima kasih sayang Allah. Mereka berkesempatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Mereka tidak boleh berputus asa karenanya mereka tidak boleh menjauh dari Allah.

? ? ? ? ? ? [?] ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Tidak ada yang disebut dosa besar–baik itu menurut ketentuan syar‘i maupun secara kualifikasi. Itu menjadi kecil, tetapi justru tidak ada sama sekali ketika kau disambut dengan kemurahan-Nya melalui pemberian maaf atau ampunan, dan rahmat-Nya sehingga terlebih lagi tak ada penyiksaan. Bayangkan bagaimana jika kau adalah hamba yang taat. Pada ketaatanmu itu ihsan, penyaksian, dan penglihatanmu bekerja di mana itu terjadi karena kau lenyap dari pandangan atas amal saleh saat mengerjakannya,” (Lihat Syekh Burhanuddin Ibrahim Al-Aqshara’i As-Syadzili, Ihkamul Hikam, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan I, 2008 M/1429 H, halaman 54).

Rahmat dan karunia Allah begitu besar untuk mereka yang melakukan dosa besar. Kabar gembira ini sesuai dengan firman Allah SWT berikut ini.

? ? ? ? ? ? (49) ? ? ? ? ?

Artinya, “Kabarkanlah kepada para hamba-Ku bahwa Aku maha pengampun lagi maha penyayang dan sungguh siksa-Ku adalah siksa yang pedih,” (Surat Al-Hijr ayat 49-50).

Hikmah ini bukan anjuran bagi manusia untuk melakukan dosa besar karena kita tidak tahu apakah dosa besar kita akan disambut dengan pada maghfirah dan rahmat-Nya atau dihadapkan pada keadilan dan kebesaran-Nya. Hikmah ini lebih merupakan kabar gembira bagi mereka yang terlanjur berdosa besar agar bertobat serta tidak berputus asa dari rahmat Allah dan tidak mengulangi dosa besarnya. Hikmah ini menunjukkan besarnya rahmat dan karunia Allah. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 25 Agustus 2017

Kiai Mas Alwi, Pendiri Nahdlatul Ulama yang Terlupa

Sosok pemberi nama Nahdlatul Ulama (NU) adalah Sayid Alwi Abdul Aziz al-Zamadghon. Lazim disebut Kiai Mas Alwi. Ia putra kiai besar, Abdul Aziz al-Zamadghon. Bersepupu dengan KH. Mas Mansyur dan termasuk keluarga besar Sunan Ampel, yang juga pendiri sekolah Nahdlatul Waton dan pernah belajar di pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan, Madura. Dari pulau garam, ia melanjutkan sekolah di Pesantren Siwalan Panji, Sidoarjo, lalu memungkasi rihlah ilmiyah-nya di Makkah al-Mukarromah.

Setelah pulang dari keliling Eropa, ia membuka warung di Jalan Sasak Ampel, Surabaya. Sebagaimana disebutkan dalam kisah berdirinya NU oleh Kiai Asad Syamsul Arifin, bahwa sebelum 1926, Kiai Hasyim Asyari telah berencana membuat organisasi Jamiiyah Ulama (Perkumpulan Ulama). Para kiai mengusulkan nama berbeda. Namun Kiai Mas Alwi mengusulkan nama Nahdlatul Ulama. Lantas Kiai Hasyim bertanya, "kenapa mesti pakai Nahdlatul, kok tidak jamiyah ulama saja? Sayid Alwi pun menjawab, "karena tidak semua kiai memiliki jiwa nahdlah (bangkit). Ada kiai yang sekadar mengurusi pondoknya saja, tidak mau peduli terhadap jamiyah."

Kiai Mas Alwi, Pendiri Nahdlatul Ulama yang Terlupa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Mas Alwi, Pendiri Nahdlatul Ulama yang Terlupa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Mas Alwi, Pendiri Nahdlatul Ulama yang Terlupa

Akhirnya para kiai menyepakati nama Nahdlatul Ulama yang diusulkan Kiai Mas Alwi. Seorang ulama berdarah Hadramaut, Yaman. Lantas siapakah sosok penting yang namanya jarang disebut dalam kancah pergerakan NU selama ini?

Penyelidik Isu Pembaharuan Islam

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Mas Alwi adalah salah seorang pendiri NU bersama Kiai Hasyim Asyari, Kiai Abdul Wahab Chasbullah, Kiai Ridlwan Abdullah, dan beberapa kiai besar lain. Mereka bergerak secara aktif di masyarakat sejak NU belum didirikan. Kiai Mas Alwi lah yang pertama mengusulkan nama Nahdlatul Ulama dalam versi riwayat keluarga Kiai Ridlwan Abdullah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Namun nama Kiai Mas Alwi hampir jarang disebut dalam literatur sejarah NU. Apa sebabnya? Lantaran ia tidak memiliki keturunan dan dikeluarkan dari silsilah keluarga, sebagaimana yang akan tertulis di bawah ini. Hasil olah data dari karangan Ma’ruf Khozin, Wakil Katib Syuriyah NU Kota Surabaya dan Anggota LBM PWNU Jatim. Riwayat ini berdasarkan kisah langsung dari Gus Sholahuddin Azmi, putra Kiai Mujib Ridlwan dan cucu Pendiri NU, Kiai Ridlwan Abdullah (pencipta lambang NU) .

Memang tidak ada data pasti mengenai kelahiran Kiai Mas Alwi. Hanya ditemukan petunjuk dari kisah Kiai Mujib Ridlwan bahwa ketiga kiai yang bersahabat semasa (Kiai Ridlwan Abdullah, Kiai Wahab Chasbullah dan Kiai Mas Alwi), secara usia tidak terlalu jauh jaraknya. Pada masa awal NU berdiri (1926), usia Kiai Ridlwan 40 tahun, Kiai Wahab 37 tahun, dan Kiai Mas Alwi 35 tahun. Maka, Kiai Mas Alwi diperkirakan lahir pada sekitar 1890-an.

Ketiga Kiai tersebut, bukan sosok yang baru bersahabat ketika mendirikan sekolah Nahdlatul Wathon, namun jauh sebelum itu, ketiganya telah menjalin persaudaraan sejak berada di Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan, Madura.

Kiai Wahab dan Kiai Mas Alwi adalah dua kiai yang sudah terlihat hebat sejak masih nyantri di pondok, terutama dari sisi kecerdasan dan kecakapannya sebagai santri. Bersama Kiai Ridlwan Abdullah, Kiai Wahab Chasbullah, dan saudara sepupunya, Kiai Mas Mansur, Kiai Mas Alwi turut membidani pendirian Nahdlatul Wathon. Saat itu, Kiai Mas Mansur menjabat sebagai kepala sekolah, sebelum terpengaruh pemikiran pembaharuan Islam di Mesir yang kemudian menjadi pengikut Muhammadiyah.

Mendalami Renaisans Islam

Saat merebak isu “Pembaharuan Islam” (Renaissance), Kiai Mas Mansur, adik sepupu Kiai Mas Alwi, mempelajarinya langsung pada Muhammad Abduh, rektor Universitas al-Azhar, Mesir. Maklum, Kiai Mas Mansur berasal dari keluarga yang mampu secara material, sehingga dapat mencari ilmu hingga ke Aleksandria (Mesir) sana.

Kiai Mas Alwi yang bukan dari keluarga kaya pun, bertanyatanya tentang apa yang sejatinya dicari Kiai Mas Mansur hingga ke negeri Mesir. Padahal Renaissance (pembaharuan) itu berasal dari Eropa. Maka ia pun berusaha mengetahui apa sebenarnya Renaissance itu ke Eropa, melalui Belanda dan Prancis--dengan menggabungkan diri dalam pelayaran.

Pada masa itu, orang yang bekerja di pelayaran mendapat stigma buruk di masyarakat dan memalukan bagi keluarga. Sebab pada umumnya pekerja pelayaran selalu melakukan perjudian, zina, mabuk, dan tindak asusila lainnya. Sejak saat itulah keluarga Kiai Mas Alwi mengeluarkannya dari silsilah keluarga dan ‘diusir’ dari rumah.

Setelah Kiai Mas Alwi berhasil mendapat jawaban dari kegelisahannya, ia pun kembali ke Hindia Belanda. Setiba di tanah air, ia langsung dikucilkan oleh para sahabat, rekan sejawat, dan para tetangga. Tak patah arang, Kiai Mas Alwi membuka warung kecil di Jalan Sasak, dekat wilayah Ampel, demi memenuhi hajat hidupnya. Mengetahui ia telah pulang dari perantauan, Kiai Ridlwan pun datang menyambang.

“Kenapa sampean datang ke sini, Kang? Nanti sampean dicuci pakai debu sama para kiai lain, sebab warung saya ini sudah dianggap najis mughalladzah?”

Kiai Ridlwan malah balik bertanya.

“Dik Mas Alwi, sebenarnya apa yang sampean lakukan sampai pergi berlayar ke Eropa?”

“Begini, Kang Ridlwan. Saya ingin memahami apa sih sebenarnya Renaissance itu? Lah, Dik Mansur mendatangi Mesir untuk mempelajari Renaissance itu salah, sebab tempatnya ada di Eropa. Coba sampean lihat nanti kalau Dik Mansur datang, dia pasti akan berkata begini, begini dan begini...” (maksudnya adalah kembali ke al-Quran-Hadits, tidak bermadzhab, tuduhan bid’ah dan sebagainya)

“Renaisans di Mesir itu sudah tidak murni lagi, Kang Ridlwan, sudah dibawa makelar. Lha orang-orang itu mau melakukan pembaharuan apa dalam tubuh Islam? Agama Islam sudah sempurna. Tidak ada lagi yang harus diperbaharui. Al-Quran dengan jelas menyatakan":

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“… Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” (QS. al-Maidah [5]: 3)

Inti dari perjalanan Kiai Mas Alwi ke Eropa adalah, Renaisans yang ada dalam dunia Islam adalah upaya pecah belah yang dihembuskan dunia Barat, khususnya Belanda dan Prancis. Kiai Ridlwan kembali bertanya.

"Dari mana sampean tahu?"

“Karena saya berhasil masuk ke banyak perpustakaan di Belanda."

“Bagaimana caranya sampean bisa masuk?”

“Dengan menikahi perempuan Belanda yang sudah saya Islam-kan. Dialah yang mengantar saya ke banyak perpustakaan. Untungnya saya tidak punya anak dengannya."

Setelah Kiai Mas Alwi membabarkan perjalanannya ke Eropa secara panjang lebar, maka Kiai Ridlwan berkata: “Begini, Dik Alwi, saya ingin menjadi pembeli terakhir di warung ini."

“Ya jelas terakhir, Kang Ridlwan, karena ini sudah malam."

“Bukan begitu. Sampean harus kembali lagi ke Nahdlatul Wathon. Sebab sudah tidak ada yang membantu saya sekarang. Kiai Wahab lebih aktif di Taswirul Afkar. Sampean harus membantu saya."

Keesokan pagi, sebelum Kiai Ridlwan sampai di Nahdlatul Wathon, ternyata Kiai Mas Alwi sudah tiba lebih dulu. Kiai Ridlwan yang masih kaget pun berkata:

“Kok sudah ada di sini?”

“Ya, Kang Ridlwan, tadi malam ternyata warung saya laku dibeli orang. Uangnya bisa kita gunakan untuk sekolah ini."

Kedua kiai muda tersebut kemudian kembali membesarkan nama sekolah Nahdlatul Wathon.



Makam Kiai Mas Alwi


Sampai saat ini, belum ditemukan pula data tentang kapan Kiai Mas Alwi wafat, yang jelas, makam beliau terletak di pemakaman umum Rangkah, yang sudah lama tak terawat--bahkan pernah berada dalam dapur pemukiman liar yang ada di tanah pekuburan umum.

KH Asep Saefuddin, Ketua PCNU Surabaya, pernah mengerahkan Banser guna menertibkan rumahrumah yang merambah ke makam Kiai Mas Alwi. Maka sejak saat itu, makam beliau mulai dibangun dan diberi pagar. Kini, setiap perhelatan Harlah NU, Pengurus Cabang NU Surabaya kerap mengajak MWC dan Ranting se-Surabaya untuk ziarah ke makam para Muassis, khususnya wilayah Surabaya.

Pertanyaan kita, mengapa beliau dikebumikan di pemakaman umum? Tak ada jawaban pasti. Kemungkinan terbesar, karena beliau telah dikeluarkan dari silsilah keluarganya.

Sebagian kecil Nahdliyin yang mengetahui fakta ini sempat mengusulkan agar makam beliau dipindah ke kawasan Ampel. Berita ini telah diterima oleh PCNU Surabaya dan akan ditindaklanjuti. Tetapi bila prosesnya menemukan jalan buntu, maka PCNU akan berencana memindah makam beliau ke kawasan makam Jl. Tembok, diletakkan di sebelah makam sahabatnya, Kiai Ridlwan Abdullah.

Di area makam tersebut telah dikebumikan pula beberapa tokoh NU, di antaranya adalah; KH Abdullah Ubaid dan KH Thohir Bakri (dua tokoh pendiri Ansor), Kiai Abdurrahim (salah seorang pendiri Jamqur atau Jamiyah Qurra’ wa l-Huffadz), Kiai Hasan Ali (Kepala logistik Hizbullah), Kiai Amin, Kiai Wahab Turham, Kiai Anas Thohir, Kiai Hamid Rusdi, Kiai Hasanan Nur, dan beberapa kiai lain.

Sosok besar yang nyaris terpendam dalam kuburan sejarah ini, telah menanggung risiko serius dengan dikeluarkan dari daftar keluarga sekaligus hak warisnya. Namun ia tetap melanjutkan tekadnya meneliti akar persoalan umat Islam saat itu hingga sampai ke Benua Biru. Sudah sepantasnya Muslim Indonesia harus menyertakan nama Kiai Mas Alwi saat nama para Muassis NU lain disebut.

Semoga Allah mengganjar perjuangan Kiai Mas Alwi dan para Muassis NU sebagai amal jariyah mereka. Semoga Allah mengangkat derajat mereka dan memberi keberkahan kepada para pejuang NU saat ini, sebagaimana Allah telah melimpahkan keberkahan kepada mereka semua. Semoga juga Pemerintah saat ini tergerak menahbis Kiai Mas Alwi sebagai pahlawan bangsa Indonesia--setelah Kiai Asad Syamsul Arifin--dari kalangan Nahdlatul Ulama. Amin ya Rabb l-Alamin. Al-Fatihah... (Ren Muhammad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah