Kamis, 31 Desember 2015

Santri Kiai As’ad Jalan Kaki Denpasar-Situbondo

Jembrana, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Ekspresi syukur bisa ditunjukan dengan berbagai hal. Umumnya bagi kalangan Nahdliyin menggelar doa bersama dan diakhiri dengan makan bareng. Namun ada juga syukur dengan tindakan yang tak biasa, seperti yang dilakukan alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo ini.

Mereka, sejak tanggal 6 Desember 2016, berjalan kaki dari Denpasar ke Situbondo sebagai ungkapan syukur atas anugerah gelar Pahlawan Nasional kepada Almaghfurlah KHR. As’ad Syamsul Arifin.?

Santri Kiai As’ad Jalan Kaki Denpasar-Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Kiai As’ad Jalan Kaki Denpasar-Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Kiai As’ad Jalan Kaki Denpasar-Situbondo

Mereka yang berjumlah 8 orang tersebut, pada Kamis (8/12) memasuki hari ketiga dan telah berada di wilayah kabupaten Jembrana. Sebelumnya mereka ? melewati Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Tabanan. Target perjalanan hari ketiga ini memasuki wilayah pelabuhan Gilimanuk untuk selanjutnya menyeberang ke pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi.

Syamsudin Boy, inisiator sekaligus koordinator dalam aksi jalan kaki ini mengungkapkan, selama perjalanan tidak ada kendala yang berarti. Bahkan saat melewati perkampungan Muslim kerap disambut dengan berbagai macam bantuan seperti makanan dan air minum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kami terharu antusiasme masyarakat Muslim Bali meyapa kami, terutama sahabat-sahabt Banser Jembrana yang sempat menjamu kami. Sambutan mereka merupakan tambahan energi di tengah fisik yang mulai letih,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, bahwa aksi ini merupakan aksi tulus datang dari hati sebagai wujud ketakziman santri kepada ulama NU.?

“Sosok Kiai As’ad bagi masyarakat Muslim Bali begitu terasa dekat walaupun sudah lama tiada. Gelar Pahlawan Nasional kepada Kiai As’ad merupakan gelar yang sangat pantas disandangnya mengingat sepak terjang beliau mengusir penjajah,” paparnya.

Dengan aksi ini, lanjutnya, juga ingin mensyiarkan tauladan-tauladan ulama NU yang telah banyak berkorban untuk umat, salah satunya adalah Kiai As’ad. Ulama NU ada yang berjuang dengan berjalan kaki menembus hutan belantara ratusan kilometer.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita tidak bisa membayangkan bagaimana susahnya zaman itu. Aksi jalan kaki ini setidaknya kami ingin menghadirkan kembali perjuangan itu, mengalahkan rasa lelah sebelum sampai pada tujuan di makam Kiai As’ad,” tegasnya.

Sebelumnya, aksi jalan kaki yang berjarak tempuh sekitar 220 kilometer ini telah mendapat restu langsung dari Pengasuh Ponpes Sukorejo Asembagus Situbondo KHR. Achmad Aaim Ibrahimy. Rencananya, para peserta aksi ini akan disambut di kediaman cucu Kiai As’ad tersebut. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah, Amalan, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 30 Desember 2015

Allah Bersama Orang Sakit

Ketika sakit, mereka tidak hanya menderita secara jasmani. Tetapi secara rohani, orang yang menderita sakit juga cenderung rapuh. Dengan kemampuan dan kondisi kesehatan yang menurun, mereka biasanya merasa ditinggalkan. Terlebih lagi mereka yang dalam perawatan di RS atau sudah terbaring di rumah, biasanya tertekan oleh rasa sepi. Namun siapa sangka di balik tekanan itu, Allah hadir bersama mereka.

Allah ta’ala memang terbiasa hadir bersama orang-orang yang sepi baik karena dizalimi atau sepi karena sakit. Pada mereka Allah hadir. Demikian Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari dalam kitab Irsyadul Ibad mengutip hadits qudsi yang diriwayatkan Imam Muslim sebegai berikut.

Allah Bersama Orang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)
Allah Bersama Orang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)

Allah Bersama Orang Sakit

? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Pada hari Kiamat Allah menegur seseorang, “Wahai anak Adam. Saat Aku sakit, kenapa kau tidak menjenguk-Ku?” Orang itu menjawab, “Wahai Tuhanku, bagaimana aku mendoakan-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan sekalian alam?” Allah menjawab, “Tidakkah kau tahu bahwa hamba-Ku si fulan itu sakit. Namun kau tidak menjenguk-Ku. Tahukah kau, kalau kau menjenguknya, kau akan mendapati Aku di sisinya.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Maksudnya, “Kau akan mendapatkan ganjaran-Ku yang tak bertepi saking banyaknya.” HR Muslim.

Hadis qudsi ini menganjurkan kepada siapa saja untuk meluangkan waktu demi menjenguk kerabat atau sahabat yang sedang sakit. Di dalam hadis qudsi di atas, Allah menjanjikan pahala besar untuk mereka yang memberikan waktunya demi menghibur orang sakit. Karena, hati orang yang sakit akan merasa lapang ketika dijenguk.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kalau tidak sempat menjenguk secara langsung karena keterbatasan jarak, kemampuan fisik lainnya, atau udzur lain, sekurangnya mereka menyampaikan doa via telpon atau pesan singkat dan titip salam kepada mereka yang akan menjenguk. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 25 Desember 2015

Pelajaran Agama Sebaiknya Ikut Diujikan dalam UN

Sukoharjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua DPR Agung Laksono, mengatakan, mata pelajaran Agama sebaiknya dijadikan sebagai salah satu syarat penentuan kelulusan yang ikut diujikan dalam ujian nasional (UN).

"Tingkat dekadensi moral bangsa Indonesia masih belum berkurang, meski saat ini dakwah agama begitu banyak dan pondok pesantren di mana-mana," katanya saat peresmian Pusat Pengkajian dan Pendidikan Agama Islam Yayasan Lailatul Qodar, di Sukoharjo, Ahad (23/4).

Pelajaran Agama Sebaiknya Ikut Diujikan dalam UN (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajaran Agama Sebaiknya Ikut Diujikan dalam UN (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajaran Agama Sebaiknya Ikut Diujikan dalam UN

Ia mengungkapkan, angka kekerasan di Indoensia masih cukup tinggi, bahkan ada sekolah yang tujuanya mencetak pamong praja justru menjadi tempat pembantaian.

"Alangkah baiknya dalam rangka menjamin akhlak dan moral anak didik kita di masa yang akan datang, dalam menentukan kelulusan pendidikan agama menjadi salah satu syaratnya," katanya.

Ia menuturkan, saat ini kelulusan hanya ditentukan dari tiga mata pelajaran yang diujikan, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

Ia mengharapkan, pemerintah dapat mengkaji lebih dalam kemungkinan masuknya pendidikan agama dalam UN. Dengan demikian, lanjut dia, diharapkan para calon pemimpin bangsa lahir dari suatu proses yang sangat mendalami disiplin ilmunya dan didukung oleh dasar keimanan melalui pendidikan agama yang baik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Tingginya angka kekerasan, banyaknya pelecehan seksual, dan lain sebagainya, mengindikasikan adanya sesuatu yang salah pada sistem pendidikan kita," tegasnya.

Ia menambahkan, pendidikan keagamaan masih belum mendapat perhatian yang sepenuhnya dari pemerintah, dibanding dengan pendidikan umum. Padahal. menurut dia, pendidikan keagamaan secara kategoris masih masuk dalam sistem perundang-undangan kita. Ia mengharapkan, di masa yang akan datang tidak ada lagi diskriminasi terhadap hal ini. (ant/kut)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 23 Desember 2015

Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan

Sumedang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebagaimana sudah disepakati pada rapat kerja Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang tahun lalu, kegiatan PCNU Sumedang untuk tahun 2017 akan lebih banyak difokuskan pada kegiatan kaderisasi.

Hal tersebut disampaikan Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh dalam kegiatan rapat pleno dan buka bersama seluruh pengurus PCNU setempat, lembaga, dan badan otonom NU di Aula PCNU Sumedang, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (10/6).

Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan

“Pada rapat kerja tahun yang lalu saya menegaskan seluruh banom dan lembaga supaya merealisasikan kegiatan kaderisasi ini. Alhamdulillah ada beberapa banon dan lembaga di PCNU Sumedang ada yang sudah melaksanakannya dan ada juga yang baru merencanakan,” lanjut H Sadulloh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lembaga dan banom yang sudah melaksanakan yaitu Muslimat NU, Fatayat NU, Ikata Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Jam’iyatul Qurra wal Huffadh NU (JQH NU), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBI NU), Lembaga Pendidikan Maarif NU, dan Lembaga Ta’lif wan Nasyr NU (LTN NU), Lembaga Ta’mir Majid NU (LTM NU), dan Lembaga Dakwah NU (LDNU).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Di PCNU sendiri sudah insyaallah bulan depan akan melaksanakan kegiatan madrasah kader NU. Madrasah kader NU ini wajib diikuti oleh seluruh pengurus NU dari tingkat ranting sampai tingkat cabang. Ke depannya seluruh warga NU yang akan menjadi pengurus NU wajib mengikuti dulu madrasah kader NU,” tutur H Sadulloh.

Beberapa lembaga dan banom yang sudah mengajukan kegiatannya yaitu, LPNU (Lembaga Perekonomian NU) akan melaksanakan pelatihan kewirausahaan dalam rangka memperkuat perekonomian warga NU, LPPNU (Lembaga Pengembangan Pertanian NU) akan melaksanakan pelatihan budaya jamur, ISNU akan melaksanakan bedah buku Islam Nusantara, Banser dan Ansor akan melaksanakan diklatsar, Lesbumi akan melaksanakan ruwatan hajat bumi, LTM NU akan melaksanakan pelatihan muharrik masjid.

“Insyaallah PCNU Sumedang juga akan merintis? klinik kesehatan yang diprakarsai oleh LKNU, dan yang terakhir Lakpesdam NU akan ada pelatihan manajemen organisasi NU. Semua program kerja ini harus selesai pada tahun 2017 karena ini amanat hasil rapat kerja tahun yang lalu,” tegas H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 18 Desember 2015

Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan warga nahdliyyin membanjiri halaman kampus Universitas Islam Jember (UIJ), Sabtu (1/11) malam.  Mereka mengikuti  sholawatan untuk memperingati haul masyayikh dan dies natalis ke-30 perguruan tinggi milik NU Jember.

Sholawatan bertajuk "UIJ Bershalawat" itu dipandu puluhan jamaah sholawat  Al-Amin, Ambulu asuhan KH Imam Ghazali. Tampak hadir dalam sholawatn Rais Syuriyah PCNU Jember KH Muhyiddin Abdusshomad, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin, dan para kiai sepuh.

Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat

KH Abdullah yang biasa disapa Gus Aab itu menyatakan, pihaknya terharu atas hadirnya ribuan nahdliyin di kampus tersebut. Menurutnya, hal itu  sangat membanggakan karena menandakan bahwa warga NU mencintai dan merasa memilki UIJ.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami ingin mengembalikan UIJ ke pangkuan warga NU. Kalau bukan warga NU, siapa lagi yang mau membesarkan UIJ," ujarnya.

Ketua Yayasan Pendidikan NU Jember ini melanjutkan, seharusnya di usianya yang ke-30, UIJ lebih maju dari sekarang. Apalagi mayoritas penduduk Jember adalah warga NU, yang secara moral ikut bertanggung jawab untuk membesarkan NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Namun faktanya, anak-anak NU masih relatif sedikit yang sekolah di UIJ," tukasnya seraya menghimbau agar segenap elemen NU ikut membesarkan UIJ.

Sementara itu, Rektor UIJ, Dodiek Sutikno mengaku gembira dan bangga dengan sambutan warga NU. "Baru kali ini saya melihat ribuan warga hadir di UIJ untuk syukuran dies natalis," ungkapnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 15 Desember 2015

Jamaah Haji, Jangan Kotori Jabal Rahmah dengan Coretan

Makkah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Usai melaksanakan umrah dari tempat miqat berbeda, para jamaah calon haji biasanya mengisi waktu dengan berziarah. Sembari menunggu puncak pelaksanaan haji yakni wukuf di Arafah, sejumlah tempat penting dikunjungi. Salah satunya yang cukup ramai adalah Jabal Rahmah.

Tempat ini tidak pernah sepi dari kunjungan para jamaah. Ya, Jabal Rahmah adalah gunung yang disebut-sebut punya kisah pertemuan Nabi Adam dengan istrinya, Hawa. Bahkan terdapat monumen yang menandakan pertemuan keduanya.

Jamaah Haji, Jangan Kotori Jabal Rahmah dengan Coretan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Haji, Jangan Kotori Jabal Rahmah dengan Coretan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Haji, Jangan Kotori Jabal Rahmah dengan Coretan

"Seperti diketahui dalam catatan sejarah, usai terusir dari surga lantaran melanggar ketentuan Allah, Adam dan Hawa diturunkan ke dunia," kata Ustadzah Ana Farhasy yang berada di Makkah, Arab Saudi, Jumat (18/9) waktu setempat. Dan keduanya dipertemukan kembali di Jabal Rahmah atau yang juga disebut dengan gunung kasih sayang, lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gunung kasih sayang ini berada di tepi Arafah yang merupakan suatu kawasan di bagian timur luar Kota Makkah. Jabal Rahmah pun tak jauh dari Padang Arafah, tempat para jamaah haji melakukan ibadah wukuf nantinya.

Dalam pantauan Ustadzah Ana, sapaan akrabnya, di atas Jabal Rahmah terdapat suatu tugu yang terbuat dari beton persegi empat dengan lebar 1,8 meter dan tingginya 8 meter. "Masyarakat setempat percaya, lokasi bertemunya Adam dan Hawa persis di titik tugu tersebut," kata desainer baju muslim ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jabal Rahmah itu lebih tepatnya adalah bukit," katanya. Tingginya sekitar 70 meter saja dan bisa didaki jamaah dengan melewati anak tangga. "Mendaki Jabal Rahmah dari dasar hingga mencapai tugu Adam dan Hawa, biasanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit saja," ungkapnya.

Di dekat monumennya, banyak jamaah haji yang berdoa. Ada pula yang terpesona oleh pemandangan Padang Arafah yang bisa dilihat jelas dari atas Jabal Rahmah. "Pemandangan cantik yang jadi saksi bisu pertemuan kembali Adam dan Hawa di bumi," terangnya.

"Bukan itu saja momen yang dapat dikenang dari Jabal Rahmah," kata pemilik Majmal Boutique di Malang dan Surabaya ini.  Di tempat ini juga jadi tempat bersejarah bagi perjalanan Nabi Muhammad. "Di sinilah Nabi Muhammad menerima wahyu terakhir dari Allah, sekaligus penyempurna dari ajaran Islam," kata alumnus pesantren di Bangil Pasuruan Jawa Timur ini.

Banyak yang percaya, jika berdoa untuk mendapatkan jodoh di Jabal Rahmah maka permintaannya cepat dikabulkan. Ini juga juga berlaku bagi suami istri agar dijadikan pasangan setia. "Saya yang melaksanakan haji bersama suami, juga menyempatkan berkunjung dan bermunajat di gunung ini," kata Ustadzah Ana. Keduanya berharap agar bisa meneladani Nabi Adam dan Hawa.

Kendati menjadi jujugan para jamaah, namun ada yang kurang layak dilakukan. "Yakni, kegemaran jamaah yang mengabadikan nama di batu yang ada di bukit," tuturnya. Baginya, itu tindakan kurang patut dan mengotori kesakralan Jabal Rahmah.

Bahkan menurut keterangan para mukimin, yakni WNI yang lama di Makkah, tidak sedikit yang justru menawarkan spidol untuk tindakan kurang pantas ini.  "Banyak jamaah yang menuliskan nama di tugu Adam dan Hawa ini, sehingga merusak keindahan," katanya menyayangkan.

Padahal dengan berfoto, itu sudah bisa menjadi kenang-kenangan tidak terlupakan. "Jadi, jangan kotori tempat bersejarah ini dengan coretan," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah

Padang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pelaksanaan nikah mut’ah pada prinsipnya sudah diharamkan oleh empat mazhab yang diakui oleh warga Nahdliyin. Namun di beberapa tempat masih ditemukan praktek nikah mut’ah tersebut dan bahkan menjadi modus prostitusi baru. Bagaimanakah NU menyikapi hal ini?

Demikian dalam forum Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU), Jumat (25/1) di aula PWNU Sumbar Jalan Ciliwung No. 10 Padang. Hadir Rais Syuriyah PWNU Sumbar Prof Dr Asassriwarni, Ketua Tanfizdiyah PWNU Sumbar Ir Khusnun Aziz, MM, Ketua LBMNU Prof Dr Makmur Syarif, MH, sejumlah pengurus NU Sumbar, lembaga, lajnah dan banom di lingkungan NU Sumbar.

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sumbar Bahas Nikah Mutah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah

Wakil Ketua PWNU Sumbar Ahmad Wira Datuak Diko, PhD yang menyampaikan tema nikah mut’ah menyebutkan, tema ini semakin penting dibicarakan karena semakin maraknya prostitusi, perselingkuhan, dipersulitnya poligami dan kemampuan ekonomi yang semakin meningkat dan memicu meningkatnya hubungan seksual di luar nikah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Banyak orang dengan dalih tersebut mencoba membenarkan pelaksanaan nikah mut’ah. Padahal para ulama sepakat bahwa nikah mut’ah tidak sah tanpa ada perselisihan pendapat antara mereka. Bentuknya adalah seseorang mengawini perempuan untuk masa tertentu dengan berkata: “aku mengkawini kamu untuk masa 1 bulan, satu tahun dan semisalnya. Perkawinan ini tidak sah dan telah dihapus oleh ijma’ para ulama masa lalu dan sekarang,” kata Ahmad Wira.

Dikatakan Ahmad Wira, kecuali perkawinan yang mensyaratkan sesuatu. Misalnya dalam berhubungan suami-isteri menggunakan kontrasepsi, tidak memiliki anak, sejauh memenuhi syarat dan rukun nikah dibolehkan. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nikah mut’ah merupakan akad perkawinan yang dilangsung dengan saksi, mahar, tapi dengan jangka waktu tertentu. Bagi kelompok Syi’ah, nikah mut’ah adalah sah, tambah Dr Syafruddin PR I IAIN Imam Bonjol Padang.

“Dalil haram nikah mut’ah yang didasarkan sejumlah hadis semula dibolehkan. Namun kemudian diharamkan hingga kini. Keharaman nikah mut’ah tersebut dimaksudkan untuk melindungi hak-hak perempuan, anak-anak dan kepastian hukum. NU dan sunni tetap memandang haram nikah mut’ah,” kata Sekretaris LBMNU Dr Firdaus yang sekaligus moderator.

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Bagindo Armaidi Tanjung?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Tokoh, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 13 Desember 2015

Dilantik, IPNU-IPPNU Jakarta Barat Langsung Kerja

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Administrasi Jakarta Barat menyelenggarakan Pelantikan Pengurus Masa Khidmat 2017-2019, dan Seleksi Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) ? bertempat di Ruang Serbaguna Ali Sadikin Kantor Walikota Jakarta Barat, Ahad (16/4).

Acara yang diawali dengan Pelantikan PC IPNU Kota Adm. Jakarta Barat oleh Ketua PW IPNU DKI Jakarta Muhamad Muhadzab. Selanjutnya pelantikan PC IPPNU Jakarta Barat oleh Ketua Umum IPPNU Puti Hasni.

Dilantik, IPNU-IPPNU Jakarta Barat Langsung Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, IPNU-IPPNU Jakarta Barat Langsung Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, IPNU-IPPNU Jakarta Barat Langsung Kerja

"Pelantikan dan Seleksi BPUN ini bertemakan Mengawal ? Peran Pelajar yang damai dan Toleran di Jakarta Barat, yang berarti pelajar NU akan selalu ada untuk mengimplementasikan Islam Rahmatan lil Alamin, yakni Pelajar yang damai serta toleran terhadap umat beragama terkhusus di Jakarta Barat," kata Ahmad Syarkowi Ketua Pelaksana.

Seleksi BPUN, diikuti oleh 170 Pelajar se-Jakarta Barat. BPUN ini adalah program kerja dari Lembaga Learning Center (LLC) IPNU Jakarta Barat bekerja sama dengan Mata Air, membantu para Pelajar kelas 3 SMA/sederajat untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia.

Menurut Ketua PC IPNU Jakarta Barat Imam Rifai, IPNU-IPPNU sebagai Badan Otonom (banom) Nahdlatul Ulama, berperan penuh NU diranah pelajar untuk selalu menjalankan roda organisasi sehingga mampu merealisasikan peran pelajar dalam berkontribusi di lembaga pendidikan.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita bisa menjadi jembatan untuk para pelajar yang telah lulus di bangku SMA dan sederajat untuk masuk kelembaga pendidikan selanjutnya yakni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia di bungkus dengan rapi dalam Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara ini dihadiri oleh PCNU Jakarta Barat, Kepala Bagian Kesra Jakarta Barat, Sudin Pendidikan, PW IPNU DKI Jakarta, GP Ansor Jakarta Barat, PMII Cabang JakBar, HMI Cabang Jakbar, PC IPNU se-DKI Jakarta, PAC IPNU se-Jakarta Barat, dan Pelajar-pelajar se-Jakarta barat. (Hasbi Asydqye/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Keramat Jatim di Yaman Peringati Hari Pahlawan

Tarim, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Para pelajar Indonesia asal Jawa Timur yang berdomisili di Yaman mengadakan silaturahim, kongkow dan doa bersama merayakan Hari Pahlawan Nasional. Acara ini diselenggarakan di ruang pertemuan Beit As-Segaff Aidid, Tarim, Yaman.

Pada mulanya acara ini direncanakan akan digelar tepat pada tanggal 10 November lalu, namun ada beberapa anggota lembaga mengikuti ujian. Akhirnya jadwal diundur seminggu setelahnya, yaitu Kamis malam (17/11).

Keramat Jatim di Yaman Peringati Hari Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keramat Jatim di Yaman Peringati Hari Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keramat Jatim di Yaman Peringati Hari Pahlawan

Meski begitu, arek-arek Jatim tetap antusias hadir merayakan Hari Pahlawan yang kebtulan berbarengan dengan hari lahirnya organisasi pelajar Jawa Timur di Yaman bernama Keramat Jatim ini.

Acara dihadiri lebih dari 120 pelajar Jatim dari berbagai lembaga pendidikan. Mulai dari Universitas Al-Ahgaff, Darul Musthafa, Darul Aydrus, Darul Madinah, Madrasah Al-Aydrus, Ribat Al-Muhajir dan lainnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir juga di tengah acara Ketua PCINU Yaman H. Imam Rahmatullah dan para tamu undangan yang mewakili organisasi-organisasi daerah di Yaman.

Kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan Salawat Nabi, kongkow dan doa bersama. Kongkow termasuk acara inti itu diramaikan dengan doorprize santai dan humor khas Jawa Timuran yang membuat suasana acara menjadi hidup dan penuh gelak tawa.?

Usai sesi doa teruntuk pahlawan yang dipimpin Habib Abdul Qadir Al-Haddar, dilanjutkan dengan pemutaran video dokumenter sejarah berdirinya organisasi Keramat Jatim dan cuplikan sambutan para mantan ketua dari periode-periode sebelumnya.

"Meskipun kita belajar di institusi yang berbeda, bukan berarti kita berbeda. Kita ini satu kesatuan. Kita harus jaga silaturahim sesama arek Jawa Timur yang studi di Yaman sampai pulang ke tanah air dan sampai kapan pun," ujar Zah Faid, mahasiswa Al-Ahgaff asal Gresik yang menjabat sebagai ketua organisasi Keramat Jatim periode 2016--2017.

Acara berjalan dengan lancar diakhiri dengan salaman seluruh hadirin. Lalu dilanjutkan sesi ramah tamah dengan menu hidangan opor ayam khas nusantara sebagai obat kerinduan para santri garuda pada tanah air tercinta. Dan sesi terakhir ditutup dengan foto bersama di penghujung acara. (Azro/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, AlaNu, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama (NU) dengan tegas menolak segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Demikian ditegaskan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA

"NU didirikan untuk mewujudkan ukuwah islamiyah dan membangun solidaritas, serta tidak  memandang golongan," katanya dalam kunjungan kerja atau turba PBNU dan PWNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Darul Falah, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Senin (14/5). 

Menurutnya, NU adalah organisasi kemasyarakatan yang dibentuk untuk memajukan kekuatan budaya, pendidikan dan menjaga tali persaudaraan antar manusia. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sebagai Organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia dengan jumlah jama’ahny sekitar 70 juta umat, NU harus menjadi contoh dan terdepan dalam menyerukan perdamaian," jelas Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

Terkait kekerasan yang mengatas namakan SARA, ia menegaskan bahwa secara tegas NU menolak segala bentuk kekerasan apalagi perang yang digelorakan oleh kelompok garis keras. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dalam perang tidak ada namanya perang suci, tapi yang ada pembantaian dan menghilangkan nyawa manusia," katanya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zainal Mutaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 08 Desember 2015

Membangun Generasi Entrepreneurship

Salah satu teori pedagogik (ilmu mendidik) menerangkan bahwa keberhasilan pembelajaran di kelas tergantung kualitas guru, kualitas guru ada pada hebatnya kepala sekolah, hebatnya kepala sekolah terletak pada kompetensi mumpuni dari para pengawas pendidikan, dan seterusnya hingga vertikal ke atas, Kepala Dinas Pendidikan, serta Menteri Pendidikan itu sendiri.

Mengapa demikian? Argumentasi logis bisa diarahkan pada peran sentral para stakeholder (pihak-pihak terkait) tersebut. Siswa merupakan individu yang memerlukan pengarahan dan bimbingan guru dari setiap materi dan nilai-nilai kehidupan yang diajarkan. Begitu juga dengan posisi kepala sekolah dan pengawas pendidikan yang mempunyai tanggung jawab penuh untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan.

Untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang terintegrasi dengan kemajuan zaman, stakeholder pendidikan tersebut harus mempunyai kreativitas untuk mengolah pembelajaran. Karena pembelajaran yang kreatif akan memunculkan generasi yang kreatif pula, terutama dalam menghadapi perkembangan zaman yang terus menerus berbuah kemajuan.

Membangun Generasi Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Generasi Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Generasi Entrepreneurship

Pada titik inilah berpikir kreatif perlu ditumbuhkembangkan pada diri siswa oleh guru sehingga menciptakan generasi dengan kreativitas tinggi di berbagai bidang kehidupan. Namun demikian, pada tataran peserta didik, mengembangkan kreativitas dalam ranah kecakapan hidup lebih krusial sehingga mereka lebih siap ketika menghadapi jenjang yang lebih fokus dalam menempuh pendidikan berikutnya.

Buku yang ditulis oleh Prof Dr HAR Tilaar, MSc.Ed, Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini berupaya mengulas secara detail dan mendalam tentang cara berpikir kritis, berpikir kreatif, dan kompleks. Selain menjelaskan tataran praktis, suami dari Martha Tilaar ini juga menjelaskan secara filosofis bagaimana cara berpikir secara metodik sehingga memunculkan manusia-manusia kreatif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut HAR Tilaar, berpikir kreatif sangat perlu dikembangkan pada kemampuan siswa agar tumbuh generasi yang memiliki jiwa entrepreneurship tinggi. Jadi para entrepreneurship tidak hadir dari ruang kosong, tetapi ditumbuhkan melalui pembiasaan berpikir kritis, kreatif, juga berpikir kompleks (halaman 59). Bagaimana caranya? Tentu untuk menjawab pertanyaan ini juga memerlukan para pendidik kreatif yang mampu mengolah materi ajar menjadi energi pendorong kreativitas berpikir siswa melalui berbagai metode pembelajaran.

Misal, seperti apa yang dijelaskan HAR Tilaar di halaman 91. Dia menjelaskan bahwa embrio berpikir kreatif hadir ketika keingintahuan secara epistemologis selalu bersemayam dalam diri pendidik atau guru. Tahap berpikir ini merupakan dasar berpikir kritis dari seorang guru. Guru yang berpikir kritis tidak dapat menerima sebagaimana adanya yang telah diteliti maupun yang disampaikan oleh para pakar.?

Dari proses tersebut, bisa dipahami bahwa seorang pendidik yang kritis akan mempertanyakan ketentuan-ketentuan yang telah dianggap baku dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Sikap baku ini tidak akan menghasilkan perubahan dalam masyarakat. Di titik inilah kreativitas lahir dari tahap berpikir kritis atas segala sesuatu yang dianggap baku.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang menarik dalam buku ini, yaitu kreativitas yang menjadi embrio manusia-manusia entrepreneurship menurut HAR Tilaar tidak di-hegemoni dalam satu bidang tertentu, misal bisnis dan perdagangan. Dewasa ini, orang-orang mengidentikkan entrepreneurship hanya kepada kelompok yang mampu dan berhasil dari aspek bisnis dan dagang. Padahal jika menilik tahap-tahap di atas secara epistemologis, wilayah entrepreneurship ada pada tataran, di mana manusia selalu berpikir kritis dan kretaif sehingga menciptakan hal-hal yang berguna bagi masyarakatnya.

Jika ada seorang penulis yang begitu produktif, baik menulis buku, artikel di berbagai media cetak, online, dan lain-lain, mereka juga manusia-manusia entrepreneurship. Jika diukur secara material, tentu mereka menghasilkan pundi-pundi dari usaha menulisnya itu. Lebih jauh lagi, mereka berhasil memahamkan suatu ilmu lewat tulisan-tulisannya. Demikian juga dengan bidang-bidang lain, yang itu mewujudkan manfaat secara luas bagi kehidupan masyarakat.

Peresensi berusaha secara gamblang memahami bahwa entrepreneurship terletak pada jiwa dan cara berpikir. Adapun kesuksesan dari hasil berpikir dan semangatnya itu merupakan hasil yang didorong oleh sebuah tindakan. Jadi, jika manusia masih mempunyai jiwa dan cara berpikir kritis dan kreatif yang berorientasi untuk kebaikan manusia, pada titik itulah manusia bisa dikatakan adalah seorang entrepreneurship. Demikian juga bagi seorang guru dan seluruh stakeholder pendidikan, baik dalam bidang penyusunan materi ajar, metode pembelajaran, kurikulum, instrumen, dan lain-lain.

HAR Tilaar tidak memungkiri bahwa manusia abad ke-21 adalah manusia yang terbuka (inklusif), tidak terikat oleh ketentuan-ketentuan sebelumnya yang serba baku. Dia harus memiliki epistemologi baru yang tidak menerima begitu saja secara positivistik hal-hal yang dihadapinya. Di sini terlihat manusia berpikir secara positivistik yang melawan arus. Sikap kritis inilah yang menjadikan manusia mampu berpikir kreatif sehingga proses ini bisa dikatakan menjadi landasan kreativitas dan entrepreneurship.

Pengembangan kreativitas dan entrepreneurship harus menjadi tujuan pendidikan bagi seorang guru, kepala sekolah, pengawas, orang tua, dan seluruh masyarakat. Utamanya dalam proses pembelajaran di sekolah, materi ajar dan kurikulum harus diarahkan kepada tumbuh kembang kreativitas siswa. Proses manisfestasi kreativitas memang tidak mudah bahkan proses internalisasinya bisa lama jika tidak mampu mempratikkannya secara makna (meaning).

Karena meaning ini menjadi kriteria utama dalam mengembangkan kreativitas. Sejatinya guru membiarkan siswa mengeksplorasi kompetensinya. Tetapi secara makna, guru membiarkan kincir-kincir kreativitas tumbuh berkembang dengan baik. Jadi, bisa dikatakan bahwa berpikir kreatif yang akan menghasilkan manusia-manusia entrepreneurship yaitu proses berpikir pada hal-hal substantif. Muara dari semua tahapan berpikir yang telah dijelaskan di atas yaitu makhluk bernama INOVASI. Wallahu a’lam bisshowab.

Identitas buku:

Judul : Pengembangan Kreativitas dan Entrepreneurship dalam Pendidikan Nasional

Penulis : Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, MSc.Ed.

Penerbit ? ? ? ? ? ? ? ? : Buku Kompas

Tebal : xviii + 237 halaman

Cetakan : I, Juni 2012

Peresensi : Fathoni Ahmad

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 01 Desember 2015

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Karanganyar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Selasa (10/6) sore yang cerah di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, suasana terlihat ramai. Ratusan warga keluar rumah, untuk kemudian berbondong-bondong menuju sebuah rumah joglo yang berada di tengah dusun.

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)
Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Rupanya mereka tengah bersiap untuk ikut meramaikan tradisi bersih dusun yang digelar setiap Selasa Kliwon wuku Mondosiyo. Oleh karena itu, tradisi ini disebut Mondosiyo.

Di sekeliling rumah joglo itu, atraksi reog mengiringi rangkaian upacara adat yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang dusun setempat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selepas doa dibacakan, seketika ratusan pemuda yang sudah sedari siang berkumpul pun mulai bersiap. Rupanya, tetua dusun sudah menyiapkan belasan ayam. Itu lah yang ternyata menjadi sasaran tembak ratusan pasang mata pemuda itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kyaaak… Kyaaak… Kyaaak,” jeritan ayam-ayam itu mulai menyeruak usai mereka dilepaskan oleh tetua dusun.

Para pemuda desa itu langsung berhamburan mengejar ayam-ayam. Dengan berbagai cara, mereka berusaha menangkap ayam untuk bisa dibawa pulang. Satu per satu ayam pun mulai berhasil ditangkap meski para pemuda harus rela memanjat tiang bahkan atap demi ayam nazar yang sudah didoakan itu.

Dalam Tradisi Mondosiyo, tiap warga yang sudah bernazar bakal menyerahkan dua ekor ayam untuk dibiarkan dimangsa para pemuda. Salah satu warga, Riyani yang ikut bernazar, mengaku dua ekor ayam yang diserahkannya ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur karena putrinya telah diberi kesembuhan oleh Allah dari penyakit tifus yang cukup lama dideritanya.

“Anak saya sudah didiagnosa dokter terkena tifus. Saya tidak punya uang untuk merawatnya di rumah sakit. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan ini nazar saya,” ujarnya sembari tersenyum haru.

Tradisi Mondosiyo yang rutin digelar setiap tujuh bulan, diawali dengan cebukan atau mengumpulkan aneka ubo rampe. Kemudian prosesi dilanjutkan dengan nutuk bende keliling desa. Sementara para tetua desa menyembelih kurban kambing dan ayam yang nantinya akan dimakan bersama warga.

“Tradisi ini sudah turun-temurun sejak ratusan tahun silam,” kata Kepala Lingkungan Dusun Pancot, Sulardiyanto.

Selain melestarikan tradisi leluhur, acara adat ini juga mampu mendongkrak ekonomi warga. Sebab, dengan acara ini warga bisa menjual aneka produk kerajinan kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah. (Rodif/Ajie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Tokoh, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 25 November 2015

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kehancuran negeri Irak bukan sekedar efek samping dari serbuan Amerika Serikat beserta sekutunya. Memang hal itu menjadi sasarn pokok sejak awal. Demikian Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Kamis (11/1).

Serangan ke Irak itu sejak awal memiliki tiga opsi. Pertama, membunuh Sadam dan menghancurkan rezimnya. Kedua, menghancurkan rakyat dan budayannya. Ketiga, menguras tambang minyak negeri itu.

Saat rakyat Irak yang cerdas-cerdas berguguran akibat perang tersebut, malah mereka dijebak dalam perang saudara yang mengerikan antara Sunni-Syiah. Kebudayaan Irak baik pada zaman Islam maupun pra Islam yang sangat kaya raya sebagai warisan dunia yang tak ternilai harganya itu sudah dihancurkan.

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Opsi Serangan AS Ke Irak

“Lalu Irak menjadi rezim baru sebagai boneka AS. Amerika bisa berbuat apa saja, dan sekarang tinggal mengeruk sumber  minyak yang ada di sana,” kata Hasyim.

Pemimpin besar Irak Saddam Husein telah dibunuh dengan kejam, namun seperti disaksikan banyak orang, sang pemimpin itu tidak tunduk dan penuh percaya diri menghadapi tiang gantungan sebagai seoramng Hero. Sampai-sampai anak-anak di di sana turut bergantung diri sebagai simpati pada sadam Husein.

“Saddam dianggap bersalah karena membunuh 180 orang pemberontak harus dihukum mati, dan tidak ada grasi untuknya. Protes dunia termasuk dari Vatikan juga diabaikan. Lalu bagaiamana hukuman yang harus diterima Bush karena serbuannya ke Irak telah membunuh 655 ribu jiwa. Dengan dosanya itu Bush mestinya dihukum mati berkali-kali,” seru Hasyim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tetapi Dunia ini bukan diatur berdasarkan kebenaran dan keadilan seperti yang kita harapkan. Semuanya diatur berdasarkan kekuatan, siapa yang kuat bisa berbuat apa saja. Semuanya itu bisa di bungkus dengan berbagai misi mulia seperti membela kemanusiaaan, menegakkan demokrasi, membela perdamaian dan sebagainya. “Akhirnya orang percaya,” katanya. (nam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, News, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 24 November 2015

Muharraman, Warga NU Sariwangi Tahlil Bersama Ajengan Pesantren

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ratusan warga NU di kecamatan Sariwangi kabupaten Tasikmalaya melantunkan tahlil dan doa yang dipimpin para ajengan dari pelbagai pesantren dalam rangka memeriahkan peringatan tahun baru 1437 Hijriyah. Aula kantor MWCNU Sariwangi pada dengan warga yang bersyukur memuji Allah, Ahad (25/10).

Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH Nuh Addawami yang hadir menyampaikan taushiyah berpesan kepada nahdliyin setempat untuk meningkatkan amal baik.

Muharraman, Warga NU Sariwangi Tahlil Bersama Ajengan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Muharraman, Warga NU Sariwangi Tahlil Bersama Ajengan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Muharraman, Warga NU Sariwangi Tahlil Bersama Ajengan Pesantren

“Peringatan tahun baru Hijriyah mengingatkan warga NU bahwa setiap mengerjakan kebaikan sangatlah berat, karena ada penghalang. Sebagaimana yang dikatakan Syekh Tajuddin As-subki bahwa setiap kebaikan ada penghalang. tetapi ada 3 perkara yang dapat meringankan kebaikan, yaitu pengertian, kecintaan, dan kerja sama atau berjama’ah,” kata ajengan Nuh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ajengan Nuh Addawami juga menekankan supaya warga NU senantiasa bersatu dan berjama’ah dalam membangun dan mempertahankan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, adanya NU bertujuan untuk menyatukan warga Aswaja bukan untuk memecah belah warga Aswaja. (Adrian Fauzi Rahman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 21 November 2015

GP Ansor Banyumas Terus Rekrut Kader Muda Aswaja

Banyumas, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sedikitnya 66 kader Ansor dari 15 anak cabangnya di Kabupaten Banyumas mengikuti pendidikan dan pelatihan terpadu dasar Banser di MI Al-Itihad Kelurahan Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jumat-Ahad (1-3/4). Mereka dibekali dengan sejumlah materi keaswajaan yang penerapannya terus mencari bentuk seiring perubahan sosial.

Hadir dalam pembukaan ini Mustasyar PCNU Banyumas KH Zaenurrohman, Majelis Zikir Shalawat Rijalul Ansor Kedung Banteng, dan Wakasat (Satkorcab) Banser Banyumas Muji Setiyono.

GP Ansor Banyumas Terus Rekrut Kader Muda Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Banyumas Terus Rekrut Kader Muda Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Banyumas Terus Rekrut Kader Muda Aswaja

Ketua GP Ansor Banyumas Tantowi mengatakan, pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Banser ini khusus diperuntukkan bagi peserta yang baru bergabung dengan Banser.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Alhamdulillah berkat kerja keras kebersamaan Pimpinan Anak Cabang Purwokerto Barat dan Satuan Koordinator Cabang Banser (Satkorcab) Banser, akhirnya kegiatan diklatsar yang ke-18 ini bisa terselenggara," kata Tantowi.

Kaderisasi melalui Diklastar penting di samping sebagai proses regenerasi. Kaderisasi merupakan doktrin penguatan untuk membentuk kader yang andal dan berkualitas serta mampu menjiwai Nawa Prasetya Banser dan Khittah NU 1924.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ke depan, GP Ansor di semua tingkatan tidak lagi menjadi organisasi papan nama. Tetapi harus mampu menunjukkan eksistensinya di tengah perkembangan masyarakat yang semakin modern sesuai nilai-nilai ideologi Aswaja," katanya.

Satkornas Herry Budhi Hartono juga mengatakan, kegiatan Diklatsar Banser merupakan kegiatan yang wajib dilakukan untuk mendidik para kader Ansor menjadi pribadi berkarakter baik sesuai dengan aturan organisasi. (Iip Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 20 November 2015

Antisipasi ISIS, Pesantren Harus Bentengi Santri Dengan Aswaja

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Merebaknya jaringan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) hingga masuk ke Indonesia mendapat tanggapan kalangan pesantren. Pengasuh PP Bahrul Ulum Tambak Jombang, KH Hasib Wahab Hasbullah meminta pesantren ikut membentengi santri dan umat dengan menggalakkan kajian Aswaja An Nahdliyah.

Antisipasi ISIS, Pesantren Harus Bentengi Santri Dengan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi ISIS, Pesantren Harus Bentengi Santri Dengan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi ISIS, Pesantren Harus Bentengi Santri Dengan Aswaja

Gus Hasib yang juga putra pendiri NU, KH Wahab Hasbullah ini mewanti wanti santri dan alumninya agar tidak terpengaruh ikut ikutan mendukung ISIS. Meski dikatakannya, pihaknya belum mendengar adanya gerakan organisasi radikal asal Timur Tengah itu di kota santri.?

“Hingga saat ini kami belum menemukan adanya gerakan ISIS yang masuk ke Jombang. Namun demikian, kita tetap mewaspadai. Kita minta seluruh pesantren khususnya yang ada di sini membentengi santrinya dengan ajaran Aswaja, sehingga ajaran Islam benar benar bisa menjadi rahmatan lil alamin," tuturnya ditemui di rumahnya, kemarin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Gus Hasib biasa dipanggil, organisasi ISIS tidak cocok di Indonesia karena sangat bertentangan dengan ajaran islam. Gerakan dan aktifitasnya yang hendak mendirikan khilafah islamiyah berpotensi memecah belah umat. "Jadi gerakan tersebut sangat bahaya jika masuk ke Indonesia,” tandasnya.

Sebagai antisipasi, mantan anggota DPR RI ini menambahkan, kalagan pesantren NU khussunya lebih bisa menggalakkan dan membentengi para santri dengan ajaran Aswaja.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Para santri yang mau keluar atau jadi alumni diwajibkan mengikuti pelatihan tentang aqidah ahlus sunnah wal jamaah. Nah, ajaran itulah yang harus dipegang teguh ketika terjun ke masyarakat. Begitu juga dengan para santri yang memasuki pesantren. Mereka langsung dibekali dengan nilai-nilai aswaja Annahdliyah,” pungkasnya. (muslim abdurrahman/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 15 November 2015

PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam rangka membangun semangat segenap pengurus baru PC IPNU-IPPNU Demak masa khidmah 2015-2017 yang baru saja dilantik, mereka menggelar orientasi peningkatan kinerja (upgrading), Ahad (5/4) Siang.?

PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung NU Demak lantai 3, Jl Sultan Fatah No Demak. Acara diikuti oleh segenap Pengurus IPNU-IPPNU Demak yang berjumlah 100 orang, terdiri dari 50 IPNU dan 50 IPPNU. Kegiatan tersebut mengusung tema ‘Membangun Sinergi, Perkuat Organisasi, dan Kaderisasi’.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua GP Ansor Demak H Abdurrahman Kasdi, Lc, MSi yang juga direktur Pasca Sarjana STAIN Kudus serta Ahmad Syafiq selaku mantan Ketua PC IPNU masa khidmat 2010-2012 yang juga DKN CBP PP IPNU masa khidmat 2012-2015 guna menjadi pemateri. Acara dipandu oleh Dzawits Tsiqoh selaku Wakil Ketua Bidang organisasi dan Kaderisasi PC IPPNU Demak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Rekan-rekanita, kalian telah resmi dilantik dan sah secara organisasi untuk menjalankan segenap tugas dan fungsi organisasi, namun kiranya agar dalam penyusunan program kerja nantinya dapat terarah, maka kita perlu meng-upgrade semangat dan pemikiran, ibarat perangkat elektronik aplikasi harus di upgrade agar tidak out of date,” ungkap Dzawits memulai acara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua PC IPNU Demak, Abdul Halim menuturkan, melalui kegiatan serta pengarahan ? ini, yang melibatkan alumni IPNU-IPPNU serta tokoh dari banom NU lain pihaknya optimis kepengurusan ini bisa bekerja secara totalitas dan optimal dengan melaksanakan beberapa program yang nanti akan dirumuskan pada rapat kerja.

“Kami sangat berharap agar semua pihak mendukung perjuangan kami ini," ujar Abdul Halim.

Senada dengan Abdul Halim, Ketua PC IPPNU Demak, Istiqomah menegaskan agar amanat dijalankan sesuai dengan tugas masing-masing. “Serta tiap pengurus harus memahami apa yang harus dilakukan merujuk berbagai tantangan kedepannya,” tegasnya.

Selain dari dataran PC IPNU-IPPNU Demak, agenda tersebut juga dihadiri perwakilan kader dari tingkat ranting, komisariat, dan anak cabang agar program yang hendak disusun dalam rakercab benar-benar tepat sasaran sesuai kebutuhan kader di grass root. (Rifqi Jamil/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 04 November 2015

Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin berharap kepada pengurus lembaga-lembaga di tingkat pusat untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya. Baik tugas sebagai pimpinan, keumatan, serta kebangsaan.

“Kita berharap bahwa NU periode 2015 menjadi lebih baik daripada periode sebelumnya. Dan itu tanggung jawab kita,” katanya pada sambutan pelantikan pengurus lembaga-lembaga di PBNU yang berlangsung di halaman gedung PBNU, Jakarta, Rabu malam (16/9).

Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga

Menurut kiai trah Syekh Nawawi Al-Bantani tersebut, saat ini banyak tugas yang harus dipikul pengurus NU yang telah dirumuskan pada Muktamar 33.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tugas itu, lanjut dia, adalah menjaga melindungi menjaga umat dari paham-paham yang cara berpikirnya menyimpang. “Kita menjaga umat kita dari cara berpikir radikal yang menimbulkam masalah baik nasional maupun internasional. Radikal dalam agama maupun radikal sekuler,” jelasnnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai yang Ketua Umum MUI ini meminta untuk tetap menjalankan NU sesuai misi-misi yang telah ditentukan dengan cara-cara yang santun, tidak keras, tapi juga tidak halus.

Ia memperjelas lagi, menjalankan NU, pengurus-pengurus harus dengan kesukarelaan, kebersediaan, dan mengajak umat pun bukan dengan cara memaksa atau intimidasi.

Kemudian, harus menerima perbedaan dan pandangan-pandangan kalangan lain, tidak bersikap egois dan fanatik yang menganggap diri hanya kita yang benar.

“Saling mencintai dan menyayangi dengan orang berbeda agama, tidak saling membenci dan bermusuhan. Inilah prinsip Islam Nusantara,” tegasnya.

Kedua, kata dia, tugas pengurus NU adalah menjaga umat agar tidak? berpikir tekstual yang hanya mengandalkan nash. Kita mengakomodasi kreativitas berpikir sepanjang dalam koridor ajaran agama. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 31 Oktober 2015

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. AM Fatwa, salah satu politisi senior menuturkan, salah satu kepribadian KH Idham Chalid yang layak diteladani adalah kebiasaannya bersilaturrahmi dengan para kiai dan ummat.

“Beliau memiliki tradisi bersilaturrahmi yang sangat baik, setiap minggu berkeliling menemui para kiai. Ini persamaan beliau dengan Gus Dur,” katanya ketika melayat ke rumah duka di Cipete, Jakarta, Senin.

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani

Fatwa mengaku telah mengenal Idham Chalid sejak tahun 60-an. Ia menilai silaturrahmi yang dilakukannya juga menjadi salah satu kekuatan politiknya. “Beliau tak pakai teori politik macam-macam, tetapi dekat dengan kultur,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepada para tamunya, baik para ulama atau orang biasa yang datang dari luar Jakarta untuk berkunjung ke rumahnya juga selalu disambut dengan baik. “Beliau melayani kebutuhan umat yang jauh, selalu memberi kenangan apa adanya, meskipun nilainya kecil, tetapi sangat berarti buat mereka,” terangnya.

Tradisi seperti inilah yang sudah jarang terlihat dikalangan para tokoh umat dan partai berbasis Islam saat ini yang sudah bersikap birokratis terhadap tamu-tamu. “Beliau tak mempersulit menerima tamu, mereka yang datang selalu memberi informasi yang baik atau buruk, semuanya ada manfaatnya,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang jelas, kemampuannya menjadi ketua umum PBNU selama 28 tahun menunjukkan kematangannya dalam berpolitik dan tak banyak orang yang mampu melakukannya.

"Beliau layaknya air, yang menjadi sumber kehidupan, sekaligus lentur, mampu menyesuaikan diri, tapi bukan berarti tidak punya pendirian, karena air juga memiliki kekuatan dahsyat," katanya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 28 Oktober 2015

Kopri Indramayu Galang Dana Bantu Lansia

Indramayu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Korps PMII Putri (Kopri) Indramayu memberikan bantuan kepada Yayasan Tresna Wredha Kasih Ibu, Sabtu (24/12). Aksi social ini merupakan rangkaian dari refleksi peringatan hari ibu beberapa hari lalu. Mereka sebelumnya melakukan penggalangan dana di seputar Jalan Perempatan Mangga, Kota Indramayu.

"Nanti hasil penggalangan dana itu akan langsung diberikan kepada Yayasan Tresna Wredha Kasih Ibu yang berada di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Di sana banyak ibu-ibu jompo dan lanjut usia," ujar Ketua Kopri Indramayu Maymay Muthmainnah.

Kopri Indramayu Galang Dana Bantu Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri Indramayu Galang Dana Bantu Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri Indramayu Galang Dana Bantu Lansia

Menurut May, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan kepekaan sosial bagi kader-kader Kopri PMII Indramayu.

"Ini juga sebagai bentuk spirit dalam mengimplementasikan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) dan membentuk intelektual kader dan anggota Kopri Indramayu," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Momentum hari ibu ialah bentuk refleksi untuk lebih menyayangi dan mencintai para pejuang perempuan Republik Indonesia.

"Bahwa para pelaku sejarah keterlibatan perempuan dalam berjuang memerdekakan negara ini patut diapresiasi dan menjadi motivasi untuk kita sebagai kader penerus," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 26 Oktober 2015

Jokowi Terkesan dengan Hadiah Peci Gus Dur

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah -

Puncak peringatan Haul Ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berlangsung meriah, Jumat (23/12), di kediaman Gus Dur di Jalan Warung Silah Nomor 10, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Presiden? Joko Widodo yang hadir malam itu turut mengungkapkan testimoninya.

Di hadapan ribuan hadirin, ia mengaku masih terngiang dengan pemberian hadiah peci yang biasa dipakai Gus Dur. Peci yang terbuat dari kulit rotan tersebut diberikan langsung oleh Nyai Shinta Nuriyah Rahman Wahid pada Kamis, 26 September 2013 dalam sebuah acara di The Wahid Institute, Menteng, Jakarta.

"Pada haul ke-7 Gus Dur, pemberian peci itu menjadi pengingat saya, pengingat-ingat bagi kita semuanya, untuk selalu berusaha meneladani Gus Dur," kata Jokowi yang malam itu mengenakan sarung dan kopiah hitam.

Jokowi Terkesan dengan Hadiah Peci Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Terkesan dengan Hadiah Peci Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Terkesan dengan Hadiah Peci Gus Dur

Teladan tersebut, rinci Jokowi, meliputi ketulusan Gus Dur dalam menjaga silaturahim yang melampaui sekat-sekat primordial, kesederhanaannya, keikhlasannya melayani masyarakat, dan pengorbanannya untuk bangsa dan negara.

Jokowi membeberkan, pagi tadi ada yang berbisik agar peci tersebut dipakai pada malam puncak haul Gus Dur. Namun karena sedang disimpan di Solo dan tak memungkinkan mengambilnya dalam waktu singkat, maka ia tak memakainya malam ini. "Tahun depan insyaallah saya pakai," ujar Jokowi disambut tawa hadirin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir dalam kesempatan itu mantan wakil presiden Boediono, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Habib Umar Muthohar, Habib Jafar Alkaff, para pemuka dari lintas agama, dan para seniman. (Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 24 Oktober 2015

Universitas NU NTB Sosialisasi Kepada PCNU

Sumbawa Besar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumbawa Besar (KSB) memberikan ruang dan waktu khusus kepada perguruan tinggi Universitas NU NTB untuk ? melakukan sosialisasi pada momentum Konferensi Cabang ke-22 pada hari Sabtu 16/05/15 dengan tema "Menyongsong Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia".

Universitas NU NTB Sosialisasi Kepada PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas NU NTB Sosialisasi Kepada PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas NU NTB Sosialisasi Kepada PCNU

"Sosialisasi ini kami lakukan atas permintaan tokoh-tokoh NU dan termasuk ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Sumbawa Besar (KSB)," kata Kepala BAAK UNU NTB Retno Sirnopati, S.Fil, M.Hum didamping stafnya Bahman Saputra kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, 16/05/15

UNU menurutnya merupakan salah satu perguruan tinggi baru di Nusa Tenggara Barat yang menyediakan 10 program langka dan akan menjadikan program studi unggulan ke depannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masih kata Retno sapaan akrabnya, momentum seperti ini (Konfercab) akan terus ditangkap karena memang masyarakat di Nusa Tenggara Barat belum semua mengetahui keberadaan UNU yang menjadi representasi dari lembaga pendidikan Nahdliyin di tingkat perguruan tinggi.

Dalam sosialisasi UNU ini pihaknya membawa brosur, kalender, sticker dan identitas perguruan tinggi UNU lainnya. (hadi/mukafi niam) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Hadits, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 23 Oktober 2015

Rais ‘Aam: LBM PBNU Jadi Dapur Penetapan Hukum

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Rais ‘Aam Syuriyah PBNU KH Ma’ruf Amin ingin Lembaga Bahtsul Masail (LBM) menjadi dapur panduan dan penetapan hukum di lingkungan Nahdlatul Ulama. Sejak awal, ia menghendaki adanya kegiatan Bahtsul Masail agar PBNU memiliki stok hukum.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan kepada pengurus LBM untuk adanya kegiatan ini. Saya memang menghendaki bahtsul masail menjadi dapur untuk panduan-panduan dan penetapan hukum baik yang menyangkut kerangka maudluiyyah, waqi’iyyah, maupun qanuniyyah’,” ujar Rais ‘Aam di hadapan peserta bahtsul masail bertema “Konsep Islam Nusantara” di lantai 5 gedung PBNU, Kamis (4/2) malam.

Rais ‘Aam: LBM PBNU Jadi Dapur Penetapan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam: LBM PBNU Jadi Dapur Penetapan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam: LBM PBNU Jadi Dapur Penetapan Hukum

Dahulu, lanjut Kiai Ma’ruf, di NU hanya waqi’i saja. Tapi dirasakan mulai dari Munas Lampung pada 1992 para kiai memformalkan pentingnya ada maudlhui. Sehingga ada masalah tematik yang harus dibahas. “Dan ini tidak hanya ketika ada munas atau muktamar saja, sehingga kita punya berbagai konsep yang kita jadikan keputusan di lingkungan NU,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Kiai Ma’ruf, para kiai juga merasakan adanya persoalan perundang-undangan yang sangat kompleks. Ada yang sifatnya usulan RUU, ada review sekaligus mengamati proses RUU yang sedang disiapkan. “Oleh karena itu, NU harus terlibat agar semua UU itu minimal tidak bertentangan dengan hukum Islam,” tegas kiai yang juga Ketua Umum MUI ini.

Keterlibatan tersebut antara lain melalui sejumlah usulan dan rekomendasi dari komisi bahtsul masail atas RUU, dan review atas UU yang ada. Oleh karenanya, NU kemudian menetapkan pada Munas 2005 di Surabaya tentang bahtsul masail maudluiyyah.

“Jadi kita perlu tahu historical background lahirnya komisi maudluiyyah ini. Bahkan, di bahtsul masail kita tambah satu lagi yaitu iqtishadiyyah. Karena masalah ekonomi terus berkembang dan tidak bisa kita biarkan tanpa panduan yang hukum-hukumnya terus ditanyakan masyarakat,” papar Kiai Ma’ruf.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dan yang paling dinamis itu justru masalah ekonomi ini. Terutama di pasar modal, ada ijarah berbasis proyek. “Kalau dulu berbasis bentuk bangunan, karena bangunan sudah habis maka kemudian yang dijaminkan itu proyek yang mau dibangun. Kita harus selalu merespons berbagai perkembangan yang terjadi ini,” tandasnya.

Apalagi sekarang ini Presiden Jokowi telah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang diketuainya sendiri.? “Jadi ini ada perkembangan yanbg luar hiasa yang nanti kita selalu siap merespons produk-produk yang akan lahir di Indonesia. itu yang harus disiapkan LBM,” tegas Rais ‘Aam.

Senada dengan Kiai Ma’ruf, Rais Syuriah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi yang berbicara pada sesi sebelumnya menegaskan perlunya PBNU mencermati perundangan-undangan. Ia beralasan, UU merupakan norma yang mengikat masyarakat. “Ini sasaran Islamisasi syariat kita. Jangan biarkan norma-norma yang mengikat itu yang jelas sangat powerful karena didukung negara, sementara kita tidak pernah menjamahnya,” ujar Kiai Masdar. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 22 Oktober 2015

GP Ansor Bondowoso Peringati Maulid Nabi, Diskusi, dan Santunan

Bondowoso,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bondowoso mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut diikuti Pengurus PC, PAC, Banser, Bannar, Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, dan ranting GP Ansor serta tukang becak.

GP Ansor Bondowoso Peringati Maulid Nabi, Diskusi, dan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bondowoso Peringati Maulid Nabi, Diskusi, dan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bondowoso Peringati Maulid Nabi, Diskusi, dan Santunan

Agenda tersebut dilaksanakan di paseban alun-alun Ki Bagus Asrah Kironggo depan Monumen Gerbong Maut Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Sabtu malam (10/12).

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil mengatakan, peringatan Maulid Nabi ini bersamaan dengan kegiatan rutin yang dilaksanakan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bondowoso setiap bulan, yaitu diskusi rutin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Karena malam ini bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi maka kegiatan diskusi ini kita barengkan dengan Maulid Nabi dan Insyaallah nanti setelah acara di lanjutkan dengan diskusi oleh lora Tajul Arifin dari Pondok Penurul Fatah Lumutan Botolinggo," katanya.

Menurut dia, diskusi rutin adalah upaya GP Ansor untuk menambah wawasan para kader dalam agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Diskusinya biasanya dilaksanakan di mushola itu tiap bulan sekali," imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur Miftahul Huda mengatakan, peringatan Maulid Nabi ini menandakan bahwa ekstetensi GP Ansor di Bondowoso dengan segala dinamika dan perkembangannya tetap dibutuhkan.

Ia menambahkan, paling penting saat ini GP Ansor harus mengumandangkan jihad di sektor ekonomi agar merata. “Jihadnya Ansor bukan ‘Allah Akbar? sambil meledakkan bom dan sekian banyak orang mati. Itu bukan jihad bagi GP Ansor,” tegasnya.

Jihadnya Ansor hari ini dalam konteks keindonesiaan ada dua hal, pertama mendapatkan akses ekonomi bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kader-kader GP Ansor Bondowoso. Kedua, jihad di sektor pendidikan dengan mengurangi angka kebodohan dan mencerdaskan anak bangsa.

Selain peringatan Maulid Nabi dan diskusi, kesempatan tersebut juga digunakan GP Ansor untuk berbagi dengan memberikan santunan berupa sembako kepada tukang becak.

? Turut hadir pada kesempatan tersebut Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bondowoso H Mas ud Ali , alumni-Alumni Gerakan Pemuda Ansor Bondowoso, santri Pondok Pesantren Nurul Fatah Lumutan Botolinggo. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 14 Oktober 2015

Kesadaran Kirim Anak ke Pesantren Masih Tinggi

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah KH Yusuf Chudlori mengatakan, hari ini ada kesadaran di masyarakat bahwa punya anak kalau hanya sekolah formal tinggal menunggu kerusakannya.

Kesadaran Kirim Anak ke Pesantren Masih Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesadaran Kirim Anak ke Pesantren Masih Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesadaran Kirim Anak ke Pesantren Masih Tinggi

Menurut dia, banyak orang tua sadar bahwa anaknya, disamping sekolah formal, harus di pesantren. “Animo masyarakat mengembalikan anak ke pesantren ini sebetulnya luar biasa,” katanya pada diskusi rutin yang diselenggarakan Fraksi Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah pada? (25/11).

Pada kesempatan itu kiai yang akrab disapa Gus Yusuf didaulat membincang pesantren dengan tema "Pesantren Minim Perhatian Dimana Peran Pemerintah?". Gus Yusuf hadir sebagai Wakil Ketua Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Gus Yusuf, keadaan tersebut sebagai perhatian masyarakat terhadap kemerosotan moral bangsa. Kesadaran itu muncul karena lembaga pendidikan pesantren tidak hanya menjadi lembaga talim namun juga melakukan tarbiyyah kepada santrinya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masyarakat, tambah dia, sebagai orang tua santri akan merasakan rugi bila tidak menyantrikan anaknya di pondok pesantren.

Masih menurut Gus Yusuf, ada berbagai macam pilihan pondok pesantren yang bisa dipilih wali santri dalam menyelamatkan akhlak anaknya. Bahkan ada beberapa wali santri yang hanya memondokkan anaknya tidak diimbangi dengan sekolah formal terlebih dahulu.

Ia berharap ke depan pesantren masih menjadi penjaga moral bangsa.? "Tidak hanya sebatas pinter tetapi juga melahirkan orang-orang bener," ungkap Gus Yusuf.

Ia juga mendukung dengan kerja yang dilakukan PW RMI Jateng yang melakukan database pesantren di provinsi tersebut.

Hal ini juga dikuatkan Muh Zen Adv sebagai bagian dari FKB Jateng. Database pesantren menjadi dasar untuk menentukan berbagai macam kebijakan organisasi. (M. Zulfa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 08 Oktober 2015

Pesantren Gudangnya Ilmu Pengetahuan

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Nusantara merupakan gudangnya ilmu pengetahuan. Demikian dikemukakan Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Jepara H Muhdi Zamru dalam kegiatan Gerakan Santri Menulis; Sarasehan Jurnalistik Ramadhan 2013.

Pesantren Gudangnya Ilmu Pengetahuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Gudangnya Ilmu Pengetahuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Gudangnya Ilmu Pengetahuan

Kegiatan diselenggarakan di Pondok Pesantren Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari kabupaten Jepara, Selasa (16/7).  

Muhdi menyatakan, sebagai gudang ilmu pengetahuan pesantren kini sudah sesuai dengan tuntutan zaman. Pesantren mempertahankan kajian kitab kuning dan menambah kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan santri. Sehingga jebolan-nya bisa menyamai lulusan pendidikan umum yang lain. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Disisi lain lanjut Muhdi santri mempunyai banyak kemahiran. Semisal kepandaian dalam berbicara. Namun keluwesan dalam berbicara himbaunya agar diimbangi dengan kepandaian dalam menulis. Sebab menulis, tambahnya, sudah diwariskan sejak penghafal Al-Qur’an era sahabat berkeinginan mengumpulkan hafalan itu dalam bentuk teks. Tujuannya agar saat para penghafal itu wafat teks itu masih kekal abadi. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karenanya, kegiatan yang difasilitasi harian Suara Merdeka dan sudah berlangsung 19 tahun itu disambutnya dengan positif. “Dengan berkarya (menulis, red) maka generasi yang akan datang akan tetap bisa menikmati karya-karya yang kita torehkan,” tambahnya. 

Ia juga menyebut Kurikulum 2013 salah satu tujuannya untuk menggerakkan otak kiri dan kanan. Otak kiri untuk menghafal paling banter hanya mampu menampung 10%. Sedangkan otak kanan dengan prosentase selebihnya 90% merupakan pusat untuk kreativitas berpikir. 

“Salah satu kreativitas untuk berpikir ya dengan membaca dan menulis. Dengan menulis kita akan memberikan informasi kepada khalayak. Dan itu merupakan ikhtiar kita untuk menguasai dunia,” tegasnya kepada 300an santri yang mengikuti kegiatan.

Dalam kegiatan yang berlangsung sehari itu hadir HM Solikhin (Kabid Madin dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah), H Ahmad Marzuqi (Bupati Jepara), Harun-Rofiul Hadi (Unwahas Semarang), H Miftakhudin dan KH Mustamir Wildan (perwakilan Pengasuh Pesantren).

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Budaya, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 27 September 2015

Ketua Baru PMII Kentingan Dorong Kader Praktikkan Nilai Aswaja

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Usai terpilih sebagai ketua baru Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kentingan UNS berdasar hasil Rapat Tahunan Komisariat (RTK) PMII Kentingan, yang telah dilaksanakan belum lama ini, Tsaniananda Fidyatul Chafidzoh mengatakan akan memprioritaskan pada perapihan database organisasi dan meningkatkan kualitas kader.

Ketua Baru PMII Kentingan Dorong Kader Praktikkan Nilai Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru PMII Kentingan Dorong Kader Praktikkan Nilai Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru PMII Kentingan Dorong Kader Praktikkan Nilai Aswaja

“Untuk periode ini, prioritas pada perapihan database organisasi, baik internal maupun jaringan-jaringan yang dimiliki,” terang mahasiswi Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) itu, Kamis (7/1).

Peningkatan jumlah dan kualitas kader juga menjadi agenda pokok lain yang akan menjadi garapan pada masa kepengurusannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ditambahkan gadis yang akrab disapa Ninda itu, pihaknya juga senantiasa mendorong para kader PMII Kentingan untuk memperdalam pemahaman ajaran dan nilai-nilai Aswaja.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita harapkan, para kader dapat mempraktikkan nilai Aswaja dalam keseharian serta dalam menganalisa permasalahan masyarakat dan lingkungan,” papar dia.

Ketua demisioner, Rijal menitipkan kepada Ninda agar bisa membawa perubahan bagi PMII Kentingan menjadi lebih baik. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Pertandingan, Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 14 September 2015

Pemuda NU Kudu Nahdlah, Jangan Tidur Melulu!

Bogor, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menggelar pengajian rutin di Masjid Al Hikmah. Pada rutinan tersebut, pemuda NU mengikuti pengajian kitab Qami Thughyan, Syarah Kitab Syubul Iman dan Washiyyatul Musthofa yang diampu KH Zainil Achyar.

“Sebuah pisau tak akan tajam jika tak sering diasah. Begitu pula dengan ilmu yang tak akan matang jika tak selalu dikaji,” ujar Heru Hermawan Ketua PAC Klapanunggal di sela kegiatan pada (23/3) tersebut.

Pemuda NU Kudu Nahdlah, Jangan Tidur Melulu! (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda NU Kudu Nahdlah, Jangan Tidur Melulu! (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda NU Kudu Nahdlah, Jangan Tidur Melulu!

Menurut dia, dasar dari pergerakan dimulai dari kajian-kajian. Itulah mengapa Majlis Rijalul Ansor diadakan sebagai tempat refleksi untuk mengkaji ilmu-ilmu agama.

Dewan Penasehat GP Ansor Klapanunggal Yayat Ruhiyat memberikan arahan dan masukan agar pengajian tersebut senantiasa berjalan dengan istiqomah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara KH Zainil Achyar, selepas pengajian berpesan untuk bangga menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena tidak ada ibadah yang lebih indah dan aman selain Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Banggalah jadi NKRI. Tidak ada ibadah yang lebih indah dan aman selain Indonesia,” tegasnya.

Ajengan yang akrab disapa Kang Haji itu mengaku senang NU sekarang aktif di Klapanunggal. Namun, ia menekankan agar pemudanya sesuai dengan nama organisasi induknya, yakni nahdlah, harus bangkit.

"Alus NU kiwari tos berjalan di Klapanunggal, ulah he’es wae. Sesuai atuh jeung ngaran, kudu nahdlah, bangkit komo pemudana. Kudu nahdlah kiwari mah (bagus, NU sekarang sudah berjalan di Klapanunggal. Tapi harus sesuai dengan namanya, nahdlah, harus bangkit, jangan tidur melulu. Harus nahdlah sekarang mah, terutama bagi pemuda),” pesan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mubarokah tersebut.

Kegiatan itu diinisiasi PAC GP Ansor dengan MWCNU Klapanunggal di setiap Kamis malam pada minggu ketiga dan keempat setiap bulan. (Ajis Ian/Dhamiry/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Hikmah, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 08 September 2015

PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indoesia (PMII) Rayon Ashram Bangsa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Sekolah Feminis dengan tema Membentuk Karakter Kader PMII yang Progresif, Transformatif dan Berkesadaran Gender di Pondok Pesantren Hidzhul Biah Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, 28-29 Desember 2013.

Sekolah feminis ini diikuti puluhan kader PMII Rayon Ashram Bangsa dari berbagai angkatan, baik perempuan maupun laki-laki. Kegiatan ini dimotori Komunitas Perempuan Syariah (Kapas) sebagai badan semi otonom rayon yang menangani keperempuan. Paserta tak hanya disuguhi sejumlah teori tapi juga dihadapkan dengan studi kasus.

PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender

"Sekolah Feminis ini dilaksanakan bukan sebatas pemahaman tentang gender semata. Lebih dari itu kami ingin membuktikan bahwa kader perempuan PMII Ashram Bangsa mampu mempunyai nilai tawar terhadap publik,” ujar Naya, Ketua Kapas PMII Rayon Ashram Bangsa dalam sambutannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut dia, sebagai generasi yang dibesarkan dalam lingkungan NU, pihaknya ingin meyampaikan kepada masyarakat bahwa Islam di Indonesia adalah agama yang ramah terhadap perempuan.

Naya mengungkapkan, generasi muda PMII saat ini khususnya perempuan mulai enggan mengaji tentang gender karena dianggap sebagai bentuk perlawanan. Padahal, gender berbicara mengenai hak. Atas dasar itulah PMII Rayon Ashram Bangsa mengadakan Sekolah Feminis untuk kalangan kader-kader PMII khususnya perempuan. (Abdul Rahman Wahid/Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 02 September 2015

Saat Gus Dur Menolak Disambut dengan Shalawat Badar

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Warga Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, menyimpan kenangan yang baik tentang sosok Gus Dur. Ketua PCNU Pidie Jaya, Tengku Marzuki M Ali, salah satunya. 

Saat Gus Dur Menolak Disambut dengan Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Gus Dur Menolak Disambut dengan Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Gus Dur Menolak Disambut dengan Shalawat Badar

Pada pertengahan Desember lalu, ketika Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah melakukan peliputan kunjungan PBNU ke lokasi pengungsian warga terdampak gempa Pidie Jaya, Tengku Marzuki menceritakan kenangannya tentang sosok Gus Dur. 

Sekitar tahun 1999, Gus Dur mengunjungi Aceh dalam kaitannya dengan referendum yang dikehendaki sebagian masyarakat Aceh. Tepat ketika Gus Dur memasuki ruang pertemuan di Masjid Baiturrahman, segera masyarakat yang umumnya warga NU, mengumandangkan shalawat badar. 

Tetapi, Gus Dur meminta hadirin menghentikan bacaan salawat tersebut. “Jangan itu (shalawat badar),” kata Tengku Marzuki menirukan Gus Dur. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadirin yang heran pun terdiam. Gus Dur lalu meneruskan, “Ayo kita baca ilahilastulil firdausi ahla....

Hadirin segera mengikuti membaca syair itu, sehingga suasana berubah menjadi lebih syahdu. Hadirin terbawa dan larut dalam syair yang berisi pengakuan dosa dan permohonan ampun kepada Allah SWT itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peristiwa tersebut lagi-lagi menunjukkan bahwa Gus Dur adalah sosok yang sederhana dan tak suka diagung-agungkan.

Karena dalam pandangan Gus Dur, selain ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW, shalawat badar juga dilantunkan untuk menyambut sebuah kemenangan. Hal ini berbeda dengan konteks kunjungannya saat itu. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Lomba, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 30 Agustus 2015

PBNU Siapkan Kegiatan Pra Muktamar di NTB

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua PBNU yang juga Ketua Panitia SC Muktamar KH Slamet Efendy Yusuf mengunjungi Kantor PWNU Nusa Tenggara Barat, Jum’at (20/3), dalam rangka menyiapkan agenda pra muktamar yang rencananya akan dipustkan NTB untuk wilayah Indonesia bagian tengah.

Agenda pra muktamar? akan digelar di empat wilayah yang ada di indensia di antaranya Jakarta, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Barat.

PBNU Siapkan Kegiatan Pra Muktamar di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siapkan Kegiatan Pra Muktamar di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siapkan Kegiatan Pra Muktamar di NTB

“Agenda pramuktamar di NTB akan di gelar nanti pada 9-10 April mendatang, khusus akan membahas tentang ahlul halli wal Aqdi,” kata Slamet dalam arahannya di hadapan peserta di Aula Kantor PWNU NTB Jalan Pendidikan No 6 Mataram

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahlul halli wal aqdi dalam memilih pimpinan baru PBNU ditempuh sebagai upaya untuk mengubah pola demokrasi negatif yang lebih cendrung dikuasai oleh pemodal. “Siapa yang memiliki sponsor kuat itu yang memimpin,” terangnya.

Ia optiomis? dengan sistem ahlul halli wal Aqdi bisa memotong gerakan-gerakan pemodal. "Tidak hanya dalam pemilihan pimpinan NU, tetapi juga? termasuk pemilihan Ketua GP Ansor," tandasnya yang langsung di sambut dengan tempuk tangan pengurus NU, badan otonom serta lembaga dan lajnah PWNU NT yang hadir.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut Slamet menyebutkan dengan cara ahlul halli wal Aqdi? ia yakin bisa melahirkan pemimpin NU yang betul-betul memahami NU.

Acara ini dihadiri oleh Ketua PWNU NTB Drs TGH Achmad Taqiuddin Mansur, Mantan Ketua PWNU NTB Prof. H. Muslim, dan Rais Suriyah PWNU NTB TGH Munajib Khalid, TGH. Shaimun Faesal serta sejumlah pimpinan badan otonom NU yang ada di lingkup PWNU NTB. (Samsul Hadi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah