Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

Lakpesdam NU Malang Adakan Penguatan Kapasitas Pengurus Baru

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Malang, Jawa Timur menggelar upgrading (peningkatan kapasitas) pengurus baru, Sabtu (19/2) bertajuk Reinforcement peran Lakpesdam bagi internal NU dan masyarakat Kabupaten Malang.

Lakpesdam NU Malang Adakan Penguatan Kapasitas Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Malang Adakan Penguatan Kapasitas Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Malang Adakan Penguatan Kapasitas Pengurus Baru

Dalam acara tersebut, Lakpesdam Kabupaten Malang melakukan berbagai pembacaan atas problematika kekinian yang tengah dihadapi oleh umat di Kabupaten Malang. Adapun tempat diselenggarakannya forum ilmiah ini di Universitas Islam Raden Rahmat Malang (UNIRA Malang).

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut antara lain, Abdul Basith (Pengurus Pusat Lakpesdam PBNU), Ahmad Atho’ Lukman Hakim (Intelektual Muda NU Kabupaten Malang), dan Hasan Abadi (Rektor UNIRA Malang).

Dalam Sambutannya, Ketua Lakpesdam NU Kab. Malang, Taufiqi menyampaikan, Lakpesdam akan mensinergikan berbagai produk pemikiran dan hasil-hasil risetnya dengan berbagai lembaga NU. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Lakpesdam harus siap memberikan suport data dan hasil olah pikirnya demi pengembangan dan kepentingan Nahdlatul Ulama,” jelas Taufiqi.

Senada dengan Taufiqi, Ketua PCNU Kabupaten Malang, Umar Usman juga mengutarakan pentingnya suport pengetahuan, pemikiran, dan data base bagi pengembangan NU, dan itu merupakan tugas yang diemban oleh Lakpesdam. 

Berbagai pemikiran strategis muncul dalam forum ilmiah ini, misalnya narasumber dari Lakpesdam PBNU, Abdul Basith mengingatkan kepada pengurus di daerah agar cerdas dalam menyikapi beragam isu strategis (sosial, politik, ekonomi, advokasi kebijakan, hingga soal bagaimana pengembangan teknologi terbarukan). 

Menurut dia, Lakpesdam perlu terbuka dalam pemikiran serta responsif dengan problematika umat. Lakpesdam harus giat dalam menggelar FGD-FGD dan pengumpulan data base dari hasil-hasil kajian yang telah dilakukan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pengurus pusat sendiri, kini tengah menggodok konsepsi Fiqih Energi agar NU juga dapat hadir merespon persoalan-persoalan energi di tanah air,” ungkap Basith.

Narasumber berikutnya, Ahmad Atho’ Lukman Hakim dalam membaca problematika di kabupaten Malang, memberikan tawaran peran yang dapat diambil oleh lembaga ini, diantaranya, Peran kepemimpinan ide, Peran supporting data, Peran suporting kaderisasi, dan Advokasi kebijakan.

Menurut Gus Atho, Lakpesdam perlu mengkaji dan menyikapi berbagai kebijakan publik yang tidak pro rakyat seperti menjamurnya ijin pendirian ritel moderen serta tata kelola sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan. 

Terakhir, Hasan Abadi (Rektor Unira Malang) berpesan, kekayaan pemikiran yang dimiliki oleh Lakpesdam harus dapat didaratkan sedemikian rupa agar sisi kemanfaatannya benar-benar dapat dirasakan oleh umat. 

Lakpesdam harus mampu mengkritisi berbagai persoalan kemasyarakatan, tidak hanya soal keagamaan. Isu-isu lingkungan dan ekonomi kerakyatan juga harus memperoleh porsi yang lebih dalam kajian Lakpesdam.

Dalam acara tersebut, Rektor Unira Malang secara resmi memberikan beasiswa kepada PCNU Kabupaten Malang, berupa 99 beasiswa yang akan diberikan kepada para aktivis NU dengan beasiswa 50 persen dari besaran biaya pendidikan. (Muhamad Imron/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Nahdlatul Ulama, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 20 Januari 2018

Berita Nahdlatoel Oelama

Majalah Berita Nahdlatoel Oelama (BNO) diterbitkan Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (PBNU), dengan alamat kantor NU, Sasak No 66, Surabaya. Menurut sebuah sumber, majalah tersebut terbit pertama kali pada tahun 1931.?

Pada terbitan Nomor pertama Tahun kelima, Muharam ? terbit pada 1 Januari 1936, terdapat keterangan yang mengungkapkan kebahagiaan bahwa majalah ini bisa terbit ? half maandblad atau terbit sebulan dua kali. Di edisi itu pula tertulis keterangan bahwa majalah tersebut diupayakan oleh para ulama NU.?

Berita Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)
Berita Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)

Berita Nahdlatoel Oelama

Para ulama berharap, majalah tersebut dapat berperan sebagai obor kaum Muslimin pada umumnya dan Nahdliyin khususnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di dalam kota redaksi tercatat K. Machfoed Siddik Djember sebagai Hoofd Redacteur, dan K. Abdullah Oebaid Surabaya, KH Eljas Tubuireng dan KH A Wahid sebagai Redacteur. Sementara itu, KH Hasyim Asy’ari Tebuireng, KH Abdul Wahab Chasbullah Surabaya, dan KH Bisri Kauman duduk sebagai Mede Redacteur.

Majalah BNO berbeda dengan majalah yang diterbitkan NU pada masanya. Jika majalah lain hanya berisi artikel-artikel keagamaan dan keorganisasian NU, maka BNO memuat banyak jenis tulisan, dari agama, organisasi, ekonomi, hingga permasalahan tanah dan pertanian. Dimuat juga tulisan-tulisan bertema politik dari dalam negeri ataupun luar negeri yang sedang berkembang pada masanya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berita-berita NU di berbagai daerah juga termuat, bahkan hingga NU Teluk Lubuk, di Sumatra Selatan.?

Sebagai majalah berbasis aliran keagamaan, BNO tak lupa merespon dan membela keyakinannya. Nomor 9 Tahun 9 misalnya, majalah ini merespon tulisan yang ada di majalah Adil terbitan Muhammadiyah tentang hukum Azimat.?

BNO Nomor Pertama Tahun kesepuluh, Nopember 1940, juga merespon perselisihan Persatuan At-Tarbiyatul Islamiyah dengan Hamka tengang tarikat an-Naqsabandiyah yang diungkapkan dalam majalah Al-Mizan (majalah milik Persatuan At-Tarbiyatul Islamiyah yang terbit di Bukit Tinggi).?

BNO menolak keras padangan Hamka yang mengatakan tarikat itu sesat menyesatkan. dan mendukung terbitan majalah Al-Mizan.

Tak ketinggalan pula, seperti umumnya terbitan di NU, majalah ini, tiap terbitannya memuat nama-nama kyai, ulama, atau aktivis organisasi yang sudah meninggal. Maksdunya, meminta para pembaca untuk sholat ghoib atau berkirim doa.

Majalah BNO beredar di banyak kota, dari Madura, hampir semua kota di Jawa Timur, Yogyakarta, kota-kota di jawa Tengah hingga Cirebon, Tasikmalaya, Bandung dan Jakarta. Pertanyaan-pertanyaan seputar keagamaan juga dikirimkan dari Lampung.?

Keragaman iklan yang dimuat juga menggambarkan keragaman pembaca. Dari iklan toko kain hingga tiket kapal laut, dari tukang jahit hingga toko buku yang menjual buku-buku Kristen, dari toko emas imitasi hingga iklan hotel, hingga iklan toko dasi bergambar lambang Muhammadiyah, semua ada. Dari sisi tampilan, majalah ini juga lebih rapi, baik sampul dan tata letak halamannya yang menggunakan tiga kolom di tiap halaman.

Ditemukan edisi No. 6/Tahun XII/Juni - Juli 1952 kolektor majalah Kemala Atmojo. Ada perubahan besar di edisi nomor tersebut, terbitan tidak sebulan dua kali lagi, tapi terbit dua bulan sekali. Perubahan lain adalah perpindahan alamat ke Jalan Maluku II/1, Semarang dan untuk alamat administrasi di Jalan Pekodjan 157, Kudus.?

Penerbitan majalah dikelola oleh PBNU bagian Da’wah. Susunan redaksi pada edisi yang sampul berwarna merah memasang foto Kyai Wahab Chasbullah sedang berpidato tersebut terdiri dari Pemimpin Redaksi: Saifuddin Zuhri. Anggota Redaksi: K.H.A. Wahid Hasjim; K.H. M. Dahlan; K.H. M. Iljas; A.A. Achsien; Idham Chalid; A. Fattah Jasin; Ahmad Shiddieq; Umar Burhan; A. Ch. Widjaja; K. R. Amin Tjokrowidagdo; Nurjaman. Administrasi: M. Zainury Noor. Belum ditemukan waktu perubahan majalah ini. Dan belum ada informasi yang pasti kapan berakhirnya majalah ini. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh, Cerita, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 17 Januari 2018

Ansor Way Kanan Siapkan Parade Digdaya

Way Kanan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gerakan Pemuda Ansor sebagai pemuda Nahdlatul Ulama (NU) sangat layak untuk terus unjuk gigi melakukan kiprah positif, ujar Bendahara PC GP Ansor Way Kanan, Lampung, Abdullah Candra Kurniawan, di Bumi Baru, Senin (8/1).

Ansor Way Kanan Siapkan Parade Digdaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Siapkan Parade Digdaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Siapkan Parade Digdaya

"Kita akan terus menunjukkan itu, bukan yang sebaliknya," ujar Candra kepada sekitar 50 kader Ansor, Banser dan juga Fatser yang mempersiapkan Parade Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat).

Pada musyawarah berlangsung kurang lebih dua jam itu, Candra yang juga Kepala Kampung (Kakam) Bumi Baru mendukung penuh kegiatan berisi donor darah, pembuatan jamban dan kloset untuk masyarakat, bersih masjid dan pesantren, sedekah oksigen dan sedekah sampah, kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) damai tanpa golput tanpa rusuh, hingga penyembuhan alternatif penyakit medis non medis Aji Tapak Sesontengan.

Kegiatan dihadiri Ketua Ansor Way Kanan Gatot Arifianto, Ketua Ansor Blambangan Umpu Zainal Abidin, Sekretaris PAC Susanto dan Kasatkoryon Supriyadi, Wakil Ketua Ansor Negeri Agung Beta Suryadi, hadir pula perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI) Way Kanan Fitri Wulandari.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Parade Digdaya akan digelar pada Selasa (16/1). Setiap sepuluh kader Banser disepakati akan bekerjasama dengan sepuluh warga untuk membangun sanitasi sehat, sisanya mencetak 25 kloset untuk dibagikan pada warga.

"Jumlah total keluarga yang perlu sanitasi sehat sekitar 200, kita ambil 12 persennya sebagai bukti bahwa Ansor selalu mendukung hal baik yang menjadi program pemerintah daerah," ujar Candra lagi.

Informasi mengenai Parade Digdaya tersebut akan disampaikan kepada masyarakat melalui undangan hingga majelis taklim. Tercatat 33 kader Ansor sudah menyatakan diri untuk siap berbagi darah bagi kemanusiaan. (Taj Naladhipa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Ubudiyah, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 28 Desember 2017

GP Ansor Sembungharjo Buka Akses Jalan ke Makam Wali

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan. Sebagaimana maknanya, jalan di atas gunung, berarti pada bulan Sya’ban dibuka jalan untuk mencapai kebaikan tertinggi. Rasulullah sangat mencintai bulan ini, sehingga ia pada bulan Sya’ban melakukan puasa.

Begitupun Gerakan Pemuda Ansor Sembungharjo Semarang ingin menebarkan jalan kebaikan. Jalan kebaikan itu berbagai macam, salah satunya yang dikerjakan oleh GP Ansor Sembungharjo dengan membuka jalan akses menuju tempat pemakaman, Ahad (8/5)

GP Ansor Sembungharjo Buka Akses Jalan ke Makam Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sembungharjo Buka Akses Jalan ke Makam Wali (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sembungharjo Buka Akses Jalan ke Makam Wali

Ahmad Mursyid selaku Ketua GP Ansor Sembungharjo mengatakan, Ansor Sembungharjo turut aktif untuk pembukaan dan pembuatan akses jalan menuju komplek makam Mbah Suropati sebagai bentuk kepedulian Ansor terhadap sosial kemasyarakatan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau orang Jawa bulan Sya’ban disebut bulan Ruwah yang berarti arwah. Inilah yang dilakukan Ansor Sembungharjo menghormati arwah leluhur dan arwah wali,” lanjutnya

Pembukaan akses jalan komplek pemakaman yang terletak di Sembung Rt 3 Rw 3 Genuk Semarang dikerjakan secara kekeluargaan dan kerja sama yang solid antara warga dan personel dari Ansor dan Banser Sembungharjo dengan memkai kaos kembagaannya berwarna hijau,

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jalan menuju komplek pemakaman dibuat selebar 1,5 meter dengan panjang jalan 50 meter, hal ini dikerjakan karena ketiadaan akses menuju pemakan Mbah Suropati yang merupakan makan sesepuh ulama.

Sebelumnya pembuatan jalan komplek makam tidak dapat dibuat, baru dapat dilakukan setelah melakukan negoisasi dan kesepakatan harga menemui titik temu. (Lukni Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Ubudiyah, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 26 Desember 2017

PCNU Ngawi Safari Kaderisasi ke-19 Kecamatan

Ngawi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - PCNU Kabupaten Ngawi, Jawa Timur melakukan safari kaderisasi ke tiap Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) secara bergliran. Sampai akhir bulan ini, telah dilakukan di 7 MWCNU yakni: Kecamatan Paron, Geneng, Widodaren, Gerih, Ngawi Kota, Beringin, Karangjati. Safari tersebut akan terus berlangsung sampai genap di 19 MWCNU.

Kaderisasi melalui program Pelatihan Penggerak Kader Nahdlatul Ulama (PKPNU) tersebut, peserta mendapatkan beragam materi di antaranya ke-NU-an, Aswaja, strategi politik NU, strategi pengorganisasian masa dan lain lain. Dalam meningkatkan pemahaman, panitia memberikan pelayanan tim keintstrukturan.

PCNU Ngawi Safari Kaderisasi ke-19 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Ngawi Safari Kaderisasi ke-19 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Ngawi Safari Kaderisasi ke-19 Kecamatan

Menurut salah seorang pengurus PCNU Ngawi, Zain Zuhdi Sholeh, PKPNU tersebut paling baru dilakukan di MWCNU Mantingan. Di MWCNU tersebut, kegiatan diadakan di rumah seorang warga di Dusun Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Mantingan pada Sabtu, (26/27/3). “Alhamdulillah, peserta antusias. Pengurus MWCNU maupun Ranting cukup menggembirakan,” katanya seraya mengatakan PKPNU di MWCNU Mantingan diikuti sekitar 93 pengurus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dosen Iinstitut Agama Islam Negeri (IAIN) Ngawi ini menambahkan, para peserta merupakan pengurus harian setingkat MWC dan Ranting. “Kami atas nama panitia sementara ini mewajibkan para pengurus saja agar setelah pelatihan dapat menjalankan mandat organisasi dengan sebaik-baiknya.”

Di tempat yang berbeda, Ketua PCNU Kabupaten Ngawi KH A. Ulinnuha Rozi mengatakan, dengan diadakanya PKPNU, bisa menghidupkan kembali beberapa kepengurusan yang telah vakum atau tidak efektif (pasif). “Dari penyelenggaraan yang sudah-sudah, alhamdulillah memberi dampak positif? bagi Pengurus MWC atau Ranting menjadi lebih aktif. Semoga kali ini juga begitu,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PKPNU ini dapat memberikan pemahaman yang utuh dan menyeluruh sehingga melahirkan ukhuwwah. “Dan tentu para jebolan pelatihan bisa tumbuh ghirroh atau semangat menjadi pengurus MWC maupun Ranting,” harap kiai yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Mukhlisin atau Temulus Mantingan.

Alumnus Pondok Pesantren Sarang Rembang ini juga mengingatkan, agar selalu menguatkan simpul-simpul NU di tempatnya masing-masing, mulai kiai musholla, langgar, masjid beserta para jamaahnya. “Simpul-simpul NU masih terus lestari sampai sekarang tak lepas dari geliat para kiai yang kita kenal dengan sebutan kiai kampung tersebut. Dari kebiasaan tersebut melahirkan pemahaman, dari pemahaman itulah akan lahir pembelaan, NKRI”, pungkasnya. (Ali Makhrus/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Cerita, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 16 Desember 2017

Tutup Pentas PAI 2017, Ini Pesan Wagub Aceh kepada Generasi Muda

Banda Aceh, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas  PAI) tingkat Nasional VIII tahun 2017 di Aceh usai. Event dua tahunan yang diselenggarakan Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama ini ditutup Wakil Gubernur Provinsi Aceh, Nova Iriansyah.

"Harus dipahami para peserta, Pentas PAI bukan hanya untuk menorehkan prestasi tetapi juga menekankan agar pendidikan berkarakter Islam menjadi semangat generasi muda, para calon pemimpin bangsa dimasa depan," kata Nova dalam sambutan penutupannya, di Taman Sulthana Safiatudin Aceh, Jumat (13/10).

Tutup Pentas PAI 2017, Ini Pesan Wagub Aceh kepada Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Pentas PAI 2017, Ini Pesan Wagub Aceh kepada Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Pentas PAI 2017, Ini Pesan Wagub Aceh kepada Generasi Muda

“Nuansa Islam rahmatan lil alamin sangat terasa malm ini. Apapun hasil yang diperoleh, kegiatan ini harus diperkuat lagi agar wawasan tentang keislaman dapat terus ditingkatkan,” sambungnya diikuti tepuk tangan peserta. 

Direktur Pendidikan Agama Islam, Imam Safei melaporkan, sejak dibuka  Menteri Agama RI  pada Senin (09/10) lalu, ajang yang diikuti 1.200 peserta  dari seluruh provinsi di Indonesia ini berjalan lancar. Pentas PAI merupakan kegiatan rutin dua tahunan yang selama ini dilaksanakan di Asrama Haji Bekasi Jawa Barat. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kegiatan di Aceh ini adalah kali pertama dilakukan di daerah lain, dan kami sangat berterima kasih kepada  pemerintah daerah untuk dukungan yang sangat besar terhadap kegiatan ini,” ujar Imam.

Imam berharap, Pentas PAI menjadi wahana kompetisi dan  aktualisasi yang dapat menumbuhkembangkan minat dan kemampuan peserta didik mulai tingkat SD hingga SMA/SMK di bidang keagamaan. 

“Selanjutnya dapat meningkatkan keimanan dan katakwaan,” lanjutnya. 

“Kami ucapkan selamat kepada para pemenang lomba yang meliputi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), lomba Pidato PAI, Musabaqah Hifzhul Quran (MHQ), lomba Cerdas Cermat PAI, lomba Kaligrafi Islam, Nasyid, Debat, dan lomba Kreasi Busana. Semoga semakin banyak prestasi membanggakan yang dapat anak-anak raih di masa depan,” tandasnya. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Cerita, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 06 Desember 2017

Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama RI, Mohsen, menegaskan, KUA sangat strategis dalam membina paham keagamaan Islam di tengah masyarakat. Hal ini disebabkan KUA dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah.

“Peran KUA Strategis justru karena dekat dengan masyarakat dalam membina paham keagamaan Islam,” ujar Mohsen, Kamis (14/12) lalu di Jakarta sembari menegaskan bahwa tugas KUA tidak hanya semata mengurusi persoalan pernikahan saja.

Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan

Pria kelahiran Makassar ini menjelaskan, KUA sudah cukup dikenal masyarakat. Saat ini ada 5.707 KUA di Indonesia, penghulu 5.773 lokasi, Penyuluh PNS 4500 orang, penyuluh Non-PNS 45.000 orang.

Di KUA ada kepanjangan tangan yaitu penghulu dan penyuluh. Penghulu dan penyuluh menpunyai peran strategis kuntuk memberi layanan kepada umat Islam dalam membina paham keagamaan Islam.

“Jadi KUA selain memberikan pelayanan, juga melakukan pembinaan,” kata Mohsen.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia berharap, KUA memberi peran yang sangat signifikan dalam memberi bimbingan kepada masyarakat. KUA, tegasnya, memiliki peran memberikan layanan dan bimbingan kepada masyarakat Islam di lingkungan kerjanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KUA, sambungnya, berfungsi salah satunya memberikan peneranagan agama Islam. KUA merupakan garda terdepan Kemenag yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Mohsen tidak memungkiri, di antara sebab yang mendukung aliran keagamaan yang bermasalah yaitu keliru memahami al-Qur’an, kurang menyeluruhnya sumber-sumber rujukan, lemahnya pemahaman keagaman, dan laata belakang pendidikan yang tidak cukup baik.

Lebih jauh, dia menyatakan, aliran atau ideologi bermasalah juga berasal dari luar (transnasional, red) untuk menggangu stabilitas negara. Negosiasi lebih penting. Misal adanya komitmen dalam menyelesaikan masalah dari berbagai pihak.

“Tentu dengan mengesampingkan kepeantingan pribadi dan kelompok tertentu,” tandas mantan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 05 Desember 2017

Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren

Pamekasan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Republik Indonesia H Ir Dian Faridz menyatakan salut atas spirit kemandirian yang tertanam kuat dalam kehidupan pesantren. Menurutnya, salah satu kelemahan generasi muda saat ini ialah terletak pada semangat kemandirian tersebut.

Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren

Ia menyampakan hal itu saat mengunjungi Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (18/01). Dalam lawatannya tersebut, Faridz menghadiri maulid nabi Muhammad SAW dan milad ke-45 Pondok Pesantren Bustanul Ulum di Tagangser Laok, Kecamatan Waru, Pamekasan.

"Dan harus diakui, pesantren mempunyai peran besar dalam menguatkan spirit kemandirian di tubuh bangsa ini. Dari pesantren lah generasi bangsa yang sangat tangguh bermunculan," akunya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ditegaskan, spirit kemandirian tersebut diharapkan tetap lestari. Jangan sampai ganasnya era globalisasi justru memasungnya. "Dan kami berkeyakinan, selagi langkah kiai tetap mengetengahkan nilai keislaman, ganasnya globalisasi tidak akan mampu menggerus nilai-nilai mulia kepesantrenan," terangnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karena pesantren mempunyai peran vital dalam membangun negeri ini, pihaknya menyatakan tidak akan mengabaikan keberadaannya. Tentu dengan memperhatikan perkembangan pesantren melalui program pemerintah yang pro-rakyat. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 25 November 2017

Shalat Gerhana Menurut KH Sholeh Darat Assamarani

Masyarakat Indonesia sudah bersiap-siap menanti hadirnya momen spesial pada Rabu Pon, 9 Maret 2016, yaitu gerhana matahari total. Tentunya sebagai umat Islam, hadirnya gerhana itu menjadi tanda kebesaran Allah dan bagi kalangan ahli falak dan astronomi, ini menjadi titik riset yang sangat menarik.

Salah satu hal penting di luar hingar-bingar menanti hadirnya gerhana matahari total ini adalah kembali menilik karya ulama Nusantara asal Jepara dan besar di Semarang dalam menyambut gerhana.

Shalat Gerhana Menurut KH Sholeh Darat Assamarani (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Gerhana Menurut KH Sholeh Darat Assamarani (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Gerhana Menurut KH Sholeh Darat Assamarani

Ialah KH Muhammad Sholeh bin Umar Assamarani (dikenal dengan KH Sholeh Darat) yang turut memberikan penjelasan amalan shalat gerhana. Bab khusus mengenai shalat gerhana ditulis dalam Kitab Majmuatu al Syariah al Kafiyati lil Awam halaman 84-85 Fashlun fi al Kusufaini.

KH Sholeh Darat menegaskan bahwa shalat dua gerhana (bulan dan matahari) hukumnya sunnah muakkad.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Adapun yang diperintahkan untuk mengikuti shalat gerhana adalah laki-laki dan wanita, boleh munfarid (sendiri) atau berjamaah. Dan KH Sholeh Darat menyampaikan bahwa shalat gerhana lebih utama dilakukan dengan berjamaah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bacaan dalam shalat gerhana bulan dilakukan dengan jahr (keras) dan jika gerhana matahari dengan pelan-pelan. Jumlah rakaat shalat gerhana paling sedikit dua rakaat salam sebagaimana shalat rawatib.

Adapun tata cara shalat gerhana berbeda dengan shalat pada umumnya. Pada rakaat pertama dibuka dengan niat, doa iftitah, al Fatihah, surat, ruku, berdiri itidal, tidak langsung sujud tapi membaca al-Fatihah, surat, ruku, itidal dan dilanjutkan sujud dua kali.

Pada rakaat kedua juga sama dengan rakaat pertama dengan dua kali al Fatihah, surat, ruku dan itidal disambung sujud dua kali serta tahiyyat akhir dengan ditutup salam.

Dan untuk kesempurnaan shalat gerhana, maka bacaan surat, menurut KH Sholeh Darat memakai yang panjang. Setelah itu juga rukunya dibuat panjang sekira sama dengan bacaan 200 ayat.

Bacaan berdiri itidal dijelaskan oleh KH? Sholeh Darat dengan mengucapkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Perbedaan waktu ruku pada rakaat pertama dan rakaat kedua oleh KH Sholeh Darat dibuat berbeda. Pada rakaat pertama dua kali ruku diharapkan sama dengan membaca 200 ayat (pertama) dan 150 ayat (kedua).

Adapun ruku yang rakaat kedua bacaan ruku dibuat panjang sekira sama dengan bacaan 100 ayat (pertama) dan 50 ayat (kedua).

Dalam menjalankan sujud selama shalat gerhana juga diharapkan dengan sujud yang panjang/lama.

Ketika shalat dilaksanakan secara berjamaah, maka dilaksanakan khutbah dua kali setelah shalat gerhana. Adapun materi khutbah yang disarankan KH Sholeh Darat kepada khatib adalah dengan menyampaikan taubat dan shadaqah.

Demikian sepintas mengenai isi kitab karya KH? Sholeh Darat yang membahas mengenai shalat gerhana. Wallahu alam.



(M Rikza Chamami,? dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, pernah aktif di organisasi pelajar NU sampi ke tingkat pusat, yaitu menjadi Pjs Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Sholawat, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 20 November 2017

Hati-hati dalam Mengirim dan Menanggapi Berita!

Sumedang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat H Sadulloh mengimbau kepada warga NU untuk selalu berhati-hati dalam mengirim dan menanggapi berita.

Hati-hati dalam Mengirim dan Menanggapi Berita! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-hati dalam Mengirim dan Menanggapi Berita! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-hati dalam Mengirim dan Menanggapi Berita!

Ia mengatakan, kalau datang sebuah berita atau informasi, apalagi berita tersebut disampaikan oleh orang fasik, maka periksalah dengan teliti kebenaran berita tersebut. Lakukanlah konfirmasi (tabayun) untuk mengecek kebenarannya.

“Jangan sampai ada berita baru yang datang kepada kita, terus tanpa konfirmasi apa pun kita menyebarkannya. Kalau isi berita tersebut benar itu tidak jadi masalah, tapi kalau berita tersebut itu salah (hoax) maka akan muncul fitnah yang dilakukan secara berjamaah,” ujar Sa’dullah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menyampaikan hal itu dalam sesi maidhah hasanah dalam acara Lailatul Ijtima’ Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tanjungkerta di Gedung Dakwah NU Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (20/1) malam. Kegiatan dihadiri Nahdliyin dan segenap pengurus NU setempat.

“Semoga warga NU khususnya di daerah Kecamatan Tanjungkerta bisa terhindar dari berita-berita fitnah,” ujar Sadulloh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Tanjungkerta Masrur Jaelani mengatakan, Lailatul Ijtima’ kali ini diisi pembacaan barjanzi, mauidhah hasanah, dan pembacaan risalah manaqib Syeikh Abdul Qodir al-Jilani. Pembacaan risalah manaqib dipimpin oleh ketua Majelis Nurul Burhan Asep Munawar.

Masrur Jaelani juga mengatakan, ke depan agenda Lailaitul Ijtima’ yang bertempat di Gedung Dakwah NU Tanjungkerta akan dilaksanakan setiap Jumat Kliwon. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemerintah Resmi Keluarkan Perpres Pendirian Universitas Islam Indonesia Internasional

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Setelah melalui proses panjang, untuk mendirikan Universitas Islam Indonesia Internasional (UIII), Presiden Joko Widodo pada tanggal 29 Juni 2016 telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia.

Dikutip dari laman setkab.go.id, pendirian perguruan tinggi bertaraf internasional tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban Islam di dunia dan mengenalkannya kepada dunia internasional melalui jalur dan jenjang pendidikan tinggi yang memenuhi standar internasional.

Pemerintah Resmi Keluarkan Perpres Pendirian Universitas Islam Indonesia Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Resmi Keluarkan Perpres Pendirian Universitas Islam Indonesia Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Resmi Keluarkan Perpres Pendirian Universitas Islam Indonesia Internasional

“UIII merupakan perguruan tinggi yang berstandar internasional dan menjadi model pendidikan tinggi Islam terkemuka dalam pengkajian keIslaman strategis yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Agama,” bunyi Pasal 1 ayat (2) Perpres tersebut.

Menurut Perpres tersebut, UIII dikelola sebagai perguruan tinggi negeri badan hukum, dan pembinaannya dilakukan secara teknis akademis oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama dan kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pendidikan Tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara dalam mewujudkan perguruan tinggi yang berstandar internasional sebagaimana dimaksud dan dalam diplomasi luar negeri, difasilitasi oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hubungan luar negeri.

Perpres itu juga menegaskan, UIII mempunyai tugas utama menyelenggarakan program magister dan doktor bidang studi ilmu agama Islam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain menyelenggarakan program pendidikan tinggi ilmu agama Islam sebagaimana dimaksud, menurut Perpres ini, UIII dapat menyelenggarakan program magister dan doktor bidang studi ilmu-ilmu sosial dan humaniora serta sains dan teknologi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Adapun pendanaan penyelenggaraan UIII, menurut Perpres ini, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Non Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum.

Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan dan pengelolaan UIII, menurut Perpres ini, diatur dengan peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Agama dan peraturan menteri lain/pimpinan lembaga pemerintah non kementerian yang terkait sesuai dengan kewenangannya.

“Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 5 Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2016 yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada tanggal 29 Juni 2016 itu. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 12 Oktober 2017

Serambi Al-Muayyad Kampanyekan “Ayo Mondok”

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus IPMA Pesantren Al-Muayyad menerbitkan Majalah Serambi Al-Muayyad (MSA) edisi terbaru. Edisi kedelapan yang mengkampanyekan gerakan Ayo Mondok! tersebut akan dirilis pada Haul KH Umar Abdul Mannan, Selasa (7/7).

“Tema khusus MSA Edisi 08 adalah Ayo Mondok,” terang salah satu redaktur MSA, Miftahul Abrori, Sabtu (4/7) lalu.

Serambi Al-Muayyad Kampanyekan “Ayo Mondok” (Sumber Gambar : Nu Online)
Serambi Al-Muayyad Kampanyekan “Ayo Mondok” (Sumber Gambar : Nu Online)

Serambi Al-Muayyad Kampanyekan “Ayo Mondok”

Menurut Miftah hal tersebut merupakan wujud dukungan para santri Al-Muayyad kepada RMI dalam menggalakkan Gerakan Nasional Ayo Mondok. “Wujud dukungan MSA terkait Ayo Mondok, sesuai dengan yang kami mampu adalah mewartakan melalui tulisan di majalah dengan harapan bisa dibaca masyarakat,” ujar dia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada edisi ini, juga akan menyajikan tulisan “Menafsir Bait-bait Shalawat Wasiat Mbah Umar” yang ditulis Dosen UNU Surakarta, Drs. Muhammad Ishom, yang menafsirkan dan menjelaskan makna yang tersembunyi dari shalawat yang dikarang oleh Mbah Umar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Miftah menjelaskan, selama kegiatan Haul Mbah Umar, majalah yang memiliki slogan Melanggengkan Tradisi, Melanjutkan Silaturrahim ini akan dipajang pada stand bazar IPMA. “Para pengunjung yang berminat, bisa membeli langsung di sana dengan harga Rp. 15.000,” papar dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Cerita, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 24 September 2017

Inilah Amalan yang Paling Disukai Rasulullah SAW

Umat Islam meyakini bahwa hidup tidak hanya sekali. Setelah meninggal kelak, kita percaya akan ada kehidupan lain yang berbeda dengan kehidupan dunia. Karenanya, kita dianjurkan untuk mempersiapkan bekal dan modal sebanyak-banyaknya guna menghadapi kehidupan di akhirat.

Dalam beramal pun kita berharap agar amalan yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Meskipun tidak pernah bertemu langsung dengannya, nasehat dan perilaku beliau terdokumentasi rapi dalam kitab-kitab hadits.

Inilah Amalan yang Paling Disukai Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Amalan yang Paling Disukai Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Amalan yang Paling Disukai Rasulullah SAW

Amalan memang menjadi modal utama di akhirat, tetapi Islam tidak pernah meminta pengikutnya beramal melebihi kemampuannya. Beramallah sesuai dengan kemampuan. Semasa hidupnya, Rasul pun sering mengingatkan sahabatnya yang beramal berlebihan. Mereka beramal sebanyak-banyaknya hingga melupakan hak tubuhnya, yaitu istirahat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam Mustakhraj Abi ‘Awanah karya Abu ‘Awanah An-Naisaburi, dikisahkan bahwa seorang perempuan pernah berkunjung ke rumah ‘Aisyah. Ia datang dalam keadaan lemah dan mengantuk. Rasulullah pun melihat dan bertanya kepada ‘Aisyah:

“Siapa wanita ini?"

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ini si fulanah, semalam dia tidak tidur,” Jawab ‘Aisyah.

“Lakukanlah amalan yang sesuai dengan kemampuan kalian. Sesungguhnya Allah tidak pernah merasa bosan, melainkan kalian yang suka bosan,” ujar Nabi SAW menasehati.

Setelah mendengar nasehat Nabi ini, ‘Aisyah selalu menyampaikan petuah Nabi ini kepara para sahabat yang lainnya. Karenanya, ketika ada orang bertanya kepada ‘Aisyah, terkait amalan apa yang disukai Nabi, ia langsung menjawab:

? ? ? ? ?

“Amalan yang paling disukainya adalah amalan yang dilakukan terus-menerus,” (HR Ahmad).

Amalan yang disukai Nabi SAW ialah amalan yang istiqamah, sekalipun amalan itu sederhana dan kecil. Apapun amalan yang kita lakukan akan disukai Nabi SAW selama dilakukan terus-menerus dan istiqamah. Sebagaimana diketahui, istiqamah beramal tentu tidak semudah mengucapkannya. Butuh usaha keras untuk mewujudkannya. Sebab itu, ada ulama yang mengatakan, “Jadilah kalian pencari istiqamah dan jangan mencari karamah.”

Sahabat Bilal pernah ditanya Rasulullah SAW setelah shalat Shubuh, “Wahai Bilal, apakah amalan yang paling sering kamu lakukan? Karena aku mendengar suara langkah kakimu di surga.” Bilal menjawab, “Aku tidak melakukan amalan apapun melainkan aku membiasakan shalat sunah setelah berwudhu’, baik siang ataupun malam,” (HR Al-Bukhari, Ishaq bin Rahaweh, dan lain-lain).

Kisah Bilal ini menunjukkan bahwa ia memperoleh surga karena keistiqamahannya dalam beramal. Meskipun amalan yang dilakukan Bilal terlihat sederhana, yaitu membiasakan shalat sunah setelah berwudhu’. Artinya, apapun amalan yang kita lakukan, akan mengantarkan kita pada keridhaan Allah SWT, selama dilakukan secara istiqamah. Wallahu a’lam (Hengki Ferdiansyah)

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 25 Agustus 2017

Tampil di TV Lokal, Anwar Sosialisasikan Kiprah Ansor Surakarta

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Surakarta Muhammad Anwar menjadi narasumber dalam acara “Merah Putih” yang disiarkan langsung di salah satu stasiun TV lokal Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (6/7) lalu.

Tampil di TV Lokal, Anwar Sosialisasikan Kiprah Ansor Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Tampil di TV Lokal, Anwar Sosialisasikan Kiprah Ansor Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Tampil di TV Lokal, Anwar Sosialisasikan Kiprah Ansor Surakarta

Dalam kesempatan tersebut, Anwar mengawali pembicaraan bersama host acara, dengan menerangkan sejarah kelahiran Ansor. “GP Ansor lahir pada tahun 1934, pada awal bernama ANO (Ansor Nahdlatoel Oelama),” kata dia.

Diterangkan lebih lanjut, saat ini GP Ansor Solo memiliki banyak kegiatan, mulai dari kegiatan pengamanan yang dilakukan Banser, hingga lini dakwah yang bernama Rijalul Ansor. Sedangkan anggota Ansor Soloraya kini mencapai ribuan kader.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Anggota Ansor Soloraya terakhir berkumpul pada acara parade hadrah lalu, hadir sekitar 5000 anggota,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai kegiatan Banser yang terkadang ikut mengamankan acara keagamaan umat lain, Anwar menjelaskan hal tersebut dilakukan dalam rangka tugas bela negara. Hal tersebut, menurutnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab TNI/Polisi, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Meskipun ada pro-kontra, Banser kok menjaga gereja. Tapi, kita punya prinisip bahwa kita juga ikut menjaga keamanan Negara dan menjaga kebangsaan.” tegasnya.

Di tengah segmen, Anwar juga menjawab telepon interaktif dari para pemirsa, yang sebagian dari mereka juga memberikan masukan untuk kemajuan GP Ansor di wilayah Soloraya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Cerita, Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 13 Agustus 2017

KH Syaroni: Sebarkan Islam Seperti Sunan Kalijaga

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Syaroni Ahmad dari Kudus merasa prihatin dengan munculnya berbagai kelompok Islam garis keras dan radikal. Ia meminta para ulama, kiai dan umaro untuk selalu waspada namun tetap arif dan bijaksana.

KH Syaroni: Sebarkan Islam Seperti Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Syaroni: Sebarkan Islam Seperti Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Syaroni: Sebarkan Islam Seperti Sunan Kalijaga

Demikian disampaikan KH Syaroni Ahmad saat menyampaikan mauidhotul hasanah di hadapan ulama, kiai dan umaro sekabupaten Demak dalam rangka pertemuan rutin antara ulama umaro yang diselenggarakan oleh forum komunikasi ulama umaro se Kabupaten Demak di pendopo kabupaaten Demak, Ahad (18/11) lalu.

"Akhir akhir ini ada beberapa orang atau kelompok yang mengatasnamakan mubaligh maupun ulama yang dalam menyampaikan dawahnya selalu memaksakan pendapatnya agar dianut dan diterima dan ini sangat memprihatinkan bagi umat Islam itu sendiri," kantanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Sya;roni mengimbau agar para ulama meniru cara dakwah Wali Songo. Ia menyontohkan,Sunan Kalijaga yang selalu menggunakan cara budaya adat yang mudah dan bisa diterima oleh umat itu secara halus dan tidak adanya unsur kekerasan sesuai dengan cara yang dilakukan para Nabi.

"Sunan kali jaga itu punya gong sekaten (syahadatain), beliau berdakwah atau mulai pagelaran wayang kalau gong sudah berbunyi, la gong dipukul kalau semua yang hadir sudah bersahadad," tambah kiai Syaroni.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bupati Demak H Dachirin Said dalam sambutannya memaparkan program pemkab Demak dalam membangun sikap dan mental masyarakat Demak. Diantaranya menjalin kerjasama dan saling dukung antara pemerintah, ulama, kiai dan tokoh masyarakat Demak.

"Masyarakat Demak berniat membangun umat dan mental masyarakatnya dan itu butuh dukungan dan kerja sama para alim, tokoh, kiai dan umaro se kabupaten Demak," demikian pinta Dachirin dihadapan 600-an ulama dan umaro di pendopo kemaren

Dachirin juga menyampaikan bahwasannya dalam menindaklanjuti program semacam itu juga dilakukan di tingkat kecamatan yang melibatkan kiai desa.

"Silaturrahmi ini akan kami lanjutkan di tingkat kecamatan kalau tahun kemaren hanya sekali dalam setahun maka tahun depan kita lakukan dua kali dalam setahun," paparnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: A.Shiddiq Sugiarto?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 09 Agustus 2017

Muslim NTT Bangun Toleransi Lewat Ramadhan

Kota Kupang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Selain mendorong peningkatan ketakwaan, puasa Ramadhan mengajarkan umat Islam untuk membangun persatuan dan persaudaraan kemanusiaan. Ibadah puasa menitipkan pelajaran saling menghargai sesama kepada umat Islam tanpa melihat asal usul masing-masing.

Muslim NTT Bangun Toleransi Lewat Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim NTT Bangun Toleransi Lewat Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim NTT Bangun Toleransi Lewat Ramadhan

Dalam acara buka puasa bersama di aula kediaman Gubernur Nusa Tenggara Timur di Kota Kupang, Senin (14/7), ustadz Muhammad Camuda dalam taushiyahnya mengajak umat Islam NTT untuk bersatu meningkatkan keimanan.

“Keimanan dalam Islam mencakup keyakinan kepada rukun Iman dan menjaga kepercayaan terhadap sesama. Di sini letak substansi puasa. Muslim dan nonmuslim perlu perlu mempererat tali persaudaraan dengan menjunjung tinggi nilai toleransi,” kata ustadz Camuda di hadapan ratusan hadirin dari kalangan NU dan sejumlah ormas Islam lainnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Persaudaraan, lanjut ustadz Camuda, tidak mengenal agama, suku, dan budaya. Kalau rasa persaudaraan terbangun, maka satu sama lain akan saling melindungi.

“Contoh, kita tidak perlu memagar rumah dengan tembok yang setingi-tingginya. Kita cukup memagarnya dengan kebaikan. Jika kita baik terhadap sesama, maka tetangga kita dan orang lain yang akan menjaga rumah dan lingkungan kita,” tandas Camuda.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wakil Gubernur NTT Beni Litel Noni dalam sambutannya membenarkan taushiyah agama Camudi. Bulan puasa bagi umat Islam NTT, menurut Beni, bulan penuh berkah.

“Puasa yang penuh hikmah ini harus dijadikan kesempatan agar kita saling menjaga suka cita di antara kita. Buka puasa bersama ini mencerminkan kita saling mengedepankan nilai toleransi antarkelompok beragama dan antarumat beragama yang ada di NTT,” tutup Beni. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Lomba, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 29 Juli 2017

Menteri PDT: Sejak Dulu, NU Pemersatu Negeri

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Indonesia memiliki potensi alam dan sumber daya manusia yang luar biasa. Kendati memiliki keanekaragaman dari suku, agama, ras dan antargolongan, negeri ini tetap kondusif. Hal tersebut antara lain peran dari Nahdlatul Ulama.

"Tugas yang diemban para santri adalah mendorong kemajuan bangsa," kata Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. Pandangan tersebut disampaikan menteri saat membuka final Festival Sastra Religi Musabaqoh Hafalan Nadzom tingkat Jawa Timur di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Jombang, Kamis (24/`11).

Menteri PDT: Sejak Dulu, NU Pemersatu Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri PDT: Sejak Dulu, NU Pemersatu Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri PDT: Sejak Dulu, NU Pemersatu Negeri

Baginya, sumbangsih santri dapat dilakukan dengan memperkaya muatan moral. "Kemajuan sebuah bangsa juga ditopang dengan moral. Karena tanpa itu, perkembangan dan pengetahuannya akan menyakiti," katanya di hadapan peserta dan undangan. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sumbangsih santri dan NU bagi perbaikan negeri ini telah diakui sejarah. "Apalagi negara ini sedang dicoba, demikian pula ketika persatuan bangsa tengah menghadapi cobaan, maka NU bisa membuktikan sekaligus mengayomi," terangnya. Karenanya, pemerintah dalam hal ini Presiden RI sangat mengapresiasi kiprah NU tersebut karena menjadi pemersatu negeri, lanjutnya.

Selanjutnya Bapak Eko mengajak para santri menyadari potensi yang dimilki bangsa ini. "Kita bangga karena sebagai bangsa dikaruniai banyak kelebihan," katanya. Lahan tropis yang dimiliki Indonesia adalah terbesar di dunia. Demikian pula luas pantai merupakan yang terpanjang kedua di dunia. Belum lagi jumlah penduduk yang menempati 4 terbesar.

"Negara kita juga sebagai penganut demokrasi terbesar ketiga dunia," katanya disambut tepuk tangan hadirin. Demikian pula Indonesia memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dan Indonesia tercatat sebagai 16 kekuatan ekonomi terbesar dunia. "Dan diperkirakan tahun 2035 nanti akan jadi terbaik kelima di dunia," tegasnya. Hal tersebut diingatkan Menteri Eko lantaran para generasi muda santri nantinya yang akan menjadi penentu bagi kemajuan bangsa ini.? Yang tidak aklah membanggakan adalah NU sebagai organisasi keagamaan dengan massa terbesar di dunia.

Tugas berat saat ini adalah bagaimana kebesaran yang ada tidak justru menjadi beban. "Kalau bisa, memberi contoh yang baik agar menjadi kebanggaan," pesannya. Dengan kebesarannya, NU dan umat Islam mampu mengayomi serta memberikan contoh yang baik bagi Indonesia dan dunia.

Kepada para santri yang usianya masih belia tersebut, menteri Eko berharap mereka memiliki? ? cita-cita tinggi. "Cita-cita tinggi itu penting agar saat berbaur dengan masyarakat tidak menjadi alasan untuk tidak semangat, termasuk memajukan desa," katanya.

Sekadar membandingkan, negara Swiss bisa jadi negara kaya walaupun tidak memiliki sumber daya alam yang memadai. "Dan desa kalau dikelola sumber dayanya dengan baik, maka akan jadi kekuatan yang sangat besar," pesannya. Dia mengusulkan bagaimana desa dapat memiliki varian khusus sehingga benar-benar dapat diandalkan sebagai sumber penghidupan masyarakat, pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Quote, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 23 Juli 2017

Lima Program PCNU Tapanuli Tengah untuk Mandiri

Tapanuli Tengah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

PCNU Tapanuli Tengah menggelar agenda tahunan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) yang diikuti seluruh pengurus MWCNU. Kegiatan yang dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Tapteng H. Sarmadan Nur menghasilkan beberapa program kerja PCNU.

Lima Program PCNU Tapanuli Tengah untuk Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Program PCNU Tapanuli Tengah untuk Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Program PCNU Tapanuli Tengah untuk Mandiri

Lima program kerja yang dihasilkan dalam Muskercab tersebut adalah, Pengurus NU harus berbenah menuju tahun 2017. Kedua, mendirikan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama. Ketiga, mengaktifkan Madrasah Diniyah Awaliyah milik NU. Keempat, melaksanakan pengkaderan NU. Serta kelima, menambah aset NU.?

"Muskercab ini bertujuan untuk mengevaluasi program kerja dan mengkaji pekembangan organisasi serta peranan NU di tengah masyarakat dan juga melaksanakan hasil dari konferensi kemarin," ucap ketua panitia pelaksana Samrul Bahri Hutabarat pada Muskercab yang berlangsung di kantor PCNU Tapanuli Tengah ? Jalan Junjungan Lubis Pandan, Sabtu (3/12).

Muskercab tersebut, menurut Samrul, bukan hanya sebagai seremonial, melainkan sebuah rancangan kerja untuk membentuk jama’ah lebih mandiri.

“Harapannya, bukan hanya sekadar rukun wajib organisasi. Tetapi benar-benar bisa menjadi sebuah rencana kerja untuk penguatan kemandirian,” tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Ketua PCNU Tapteng H. Misran Tanjung menyampaikan, pemantapan sangatlah perlu untuk pengurus dalam mengemban fungsi edukatif yang senantiasa berupaya agar hak dan kewajibanya terhadap bangsa, negara dan sesama umat manusia guna menuju kekuatan jamiyah (organisasi). ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia berharap kepada kader-kader ataupun pengurus-pengurus cabang agar tetap menjaga keamanan dalam menjelang Pilkada bulan Februari 2017.?

Muskercab dihadiri Kapolres Tapanuli Tengah ? AKBP Hari Setyo Budi, Rais Syuriyah PCNU Tapteng H. Kifli Mujahid Batubara, Sekretaris PCNU H. Alfan Surya Hutagalung dan beberapa ulama serta pengurus lembaga dan banom NU. (Bung Sb/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Lomba, Aswaja, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 18 Juli 2017

Cari Pemimpin Amanah, NU Harus Aktif pada Pemilu 2014

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah H Abu Hapsin Umar mengatakan, NU merupakan bagian dari masyarakat politik yang mempunyai struktur lengkap dari tingkat atas sampai bawah. Oleh karena itu sudah seharusnya warga NU harus berpartisipasi aktif dalam pemilu.

Ia menyampaikan hal ini saat membuka sarasehan “Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pemilu 2014” di Hotel Muria Semarang, Kamis (19/12). Kegiatan hasil kerjasama PWNU dengan KPU Jawa Tengah ini dihadiri? seratusan? peserta dari perwakilan lembaga-lembaga NU, seperti NU, IPNU, IPPNU, GP Ansor, LP Maarif NU, Muslimat NU, Fatayat NU, Banser, dan lembaga-lembaga lain.

Cari Pemimpin Amanah, NU Harus Aktif pada Pemilu 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Cari Pemimpin Amanah, NU Harus Aktif pada Pemilu 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Cari Pemimpin Amanah, NU Harus Aktif pada Pemilu 2014

Lebih lanjut Abu Hapsin menyampaikan bahwa tanggung jawab seorang muslim adalah mendirikan kepemimpinan yang amanah. Pemilu merupakan bagian dari kegiatan mendirikan kepemimpinan. Ia berharap setelah kegiatan ini peserta yang semuanya merupakan perwakilan di masing-masing lembaga NU ini menularkan virus-virus positif tentang keuntungan terlibat aktif dalam pemilu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wahyu Setiawan? dari KPU Jateng dalam paparan materinya menyatakan bahwa NU memiliki peran yang sangat strategis. Oleh karena itu KPU Jateng perlu menggandengnya agar partisipasi masyarakat dalam pemilu nanti meningkat.

“Partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi kemarin (Pilgub) hanya sekitar 54%. Pemilu 2014 merupakan momen yang sangat penting, karena agendanya adalah pergantian rezim. Karena itu peran masyarakat dalam pemilu nanti sangat menentukan nasib bangsa lima tahun mendatang,” ungkap Wahyu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain narasumber dari KPU, peserta sarasehan juga mendengarkan materi pendidikan politik? dari Dr Budi Setiyono, pakar politik Universitas Diponegoro yang juga Wakil Ketua PWNU Jateng.? Rais Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Sodaqoh juga? melengkapi wawasan peserta sarasehan mengenai Pemilu dalam Perspektif Fiqih. (Muslihudin el Hasanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 26 Maret 2017

Menag: Proses Hukum Tak Seperti Balik Telapak Tangan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta para demonstran memahami prosedur hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang masih sedang berjalan.

"Tentu proses hukum kan tidak bisa seperti membalik telapak tangan ya, perlu ada tahapan yang harus dilampaui, ada pemeriksaan, penyelidikan, penyidikan, sampai lalu dibawa ke pengadilan," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Gerbang Wisma Negara Jakarta, Jumat.

Menag: Proses Hukum Tak Seperti Balik Telapak Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Proses Hukum Tak Seperti Balik Telapak Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Proses Hukum Tak Seperti Balik Telapak Tangan

Ia juga menegaskan bahwa bukan berarti pemerintah tidak menghormati dan menempuh jalur hukum.

"Proses hukum ini sudah berlangsung, bahkan Polri kemarin sudah mengatakan sudah dilayangkan undangan kepada yang bersangkutan, Senin mendatang," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Menag, beberapa saksi sudah dipanggil dan dimintai keterangan.

"Pemerintah sadar menengahi sengketa apakah yang bersangkutan sudah menodai agama atau tidak, itu hukum yang jawab. Kita harus komitmen tunduk dan patuhi hasil hukum. Apapun keputusan hakim melalui pengadilan, kita harus tunduk dan menghormatinya," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia juga mengatakan, unjuk rasa besar yang digelar 4 November 2016 tidak akan mempengaruhi proses hukum yang sedang berjalan.

Menag berharap para hakim tetap memiliki kearifan dan indenpendensi selain juga integritas yang ada dalam diri untuk mengatasi dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

"Tentu, hakim haruslah merdeka sehingga betul-betul nanti saat mengambil putusan, adalah putusan berdasarkan fakta-fakta, berdasarkan fakta hukum dan juga, sejumlah keterangan para saksi, baik saksi yang ikut menyaksikan peristiwa itu, maupun saksi ahli sehingga kemudian betul-betul objektif untuk memenuhi rasa keadilan kita semua," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Cerita, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah