Kamis, 30 November 2017

Bahauddin FC vs Al-Muhajirin FC Bertemu di Final LSN Jatim III

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 Region Jatim III memasuki babak final. Laga final yang bakal dilaksanakan pada serangkaian Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Stadion? Kodam V Brawijaya,? Sabtu (10/9), mempertemukan Pesantren Bahauddin Ngelom Sidoarjo dengan Pesantren Al Muhajirin Mojokerto.

Bahauddin FC vs Al-Muhajirin FC Bertemu di Final LSN Jatim III (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahauddin FC vs Al-Muhajirin FC Bertemu di Final LSN Jatim III (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahauddin FC vs Al-Muhajirin FC Bertemu di Final LSN Jatim III

Pertandingan laga final ini merupakan hasil pemenang dari laga semifinal yang terselenggara pada Kamis (8/9) di Lapangan Karang Pilang Surabaya, Jawa Timur, antara Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo versus Pesantren Al Muhajirin Mojokerto mendapatkan hasil 1-1. Gol dicetak oleh Ikhwan dari Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo pada menit ke-27, dan berhasil dibalas oleh Pesantren Al Muhajirin pada menit ke-44 oleh Sokep, kemudian dilanjutkan tendangan penalti dengan skor akhir 2-5 untuk Pesantren Al Muhajirin Mojokerto.

Sedangkan pertandingan semifinal yang lain, antara Pesantren Bahaudin Sidoarjo versus Pesantren Ibrohimi Gresik hingga peluit dibunyikan mendapatkan hasil akhir 2-1 untuk Pesantren Bahauddin Sidoarjo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gol pertama tercipta oleh santri Pesantren Bahauddin pada menit ke-11 yang bernama M. Arif, dan gol kedua tercipta pada menit ke-41 oleh Dimas, untuk itu Pesantren Al Muhajirin Mojokerto akan menantang Pesantren Bahaudin Sidoarjo di laga final.

Menurut ketua panitia H. Arifin Hamid, "Siapa pun yang akan menjadi juara pertama hasil final nanti berhak mengikuti Kompetisi LSN Tingkat Nasional yang akan digelar di Yogyakarta," paparnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu juara pertama, kedua dan ketiga berhak mengikuti event Piala Gubernur Jatim, tambahnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Merekonstruksi Peran Politik NU

Jika dihitung berdasarkan kalender Masehi, pada 31 Januari 2014 kemarin, NU sudah berusia  88 tahun. Kalau diibaratkan manusia, usia tersebut sudah mencapai kematangan yang cukup. Bahkan tergolong sepuh. Prilakunya biasanya cukup arif. Jarang bicara, namun sekali “ngomong” cukup bertuah. Tindakannya tidak gegabah, jarang membuat kesalahan karena belajar dari pengalaman.

Demikian juga NU. Di usianya yang sudah berkepala delapan ini, idealnya NU sudah cukup matang dalam bertindak dan menyikapi berbagai persoalan kebangsaan. Untuk urusan ubudiyah dan “perlawanan” terhadap faham-faham kontra Aswaja, NU cukup  oke. Tapi untuk soal-soal “horizontal” yang terkait langsung dengan pelayanan umat seperti pendidikan, dakwah maupun kesehatan masih perlu terus ditingkatkan. Terus terang, sejauh ini  hanya bidang dakwah yang mempunyai progress  cukup  menggembirakan karena rata-rata kiai NU memang muballigh. Sedangkan bidang yang lain biasa-biasa saja.  

Salah satu yang kerap menjadi sorotan masyarakat adalah “pelayanan” NU di bidang politik. Syahwat politik NU yang cukup posesif dan fluktuatif, membuat ormas ini selalu mengundang perhatian. Dikatakan  tidak berpolitik, tapi faktanya kerap telibat dalam permainan politik. Dikatakan berpolitik, NU katanya selalu berpegang kepada khittah.

Merekonstruksi Peran Politik NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Merekonstruksi Peran Politik NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Merekonstruksi Peran Politik NU

Memang, NU mempunyai koridor politik yang jelas. Khittah NU menggariskan bahwa secara kelembagaan NU tidak boleh berpolitik. Meminjam istilah KH. Muchith  Muzadi, NU tidak kemana-mana, tapi ada di mana-mana. Dengan kata lain, orang NU bahkan pengurus NU, secara perorangan tidak haram bergabung dengan partai politik tertentu, tapi dilarang keras membawa-bawa nama NU. Kalimat ini cukup gamblang tapi aplikasinya sangat absurd. Pantas saja langkah politik yang ditempuh NU dalam berbagai event politik, selalu menimbulkan pro-kontra. Sebab, bagaimana mungkin memisahkan antara figur seorang ketua NU dan jabatan yang disandangnya dalam ranah permainan politik. KH. Abdullah Syamsul Arifin yang menjadi Cawabub Jember, Guntur Ariyadi, Ali Maschan Moesa yang menjadi Cawagub Jatim, Soenaryo dan bahkan KH. Hasyim Muzadi yang menjadi Cawapres Megawati Soekarno Putri.

Demikian juga tokoh kunci/Ketua NU lain, yang maju dalam perhelatan politik,  mereka semua itu tetap tak bisa dilepaskan dari posisinya selaku pengurus NU kendati sudah non aktif. Di manapun mereka berkampanye, mesti dikait-kaitkan dengan NU. Akhirnya, mau tidak mau institusi NU juga terseret di keriuhan politik praktis.

Kalau menang, nama NU berkibar. Jika kalah, nama NU juga tercoreng. Ironisnya, banyak calon yang diusung NU, kalah telak. Cibiran pun kerap menyeruak; NU sudah tak laku, NU keropos dan sebagainya.

Mereka (tokoh-tokoh NU yang berpolitik praktis) tidak salah. Apa yang mereka lakukan adalah sebuah ikhtiar politik untuk ikut terlibat aktif dalam proses pemberdayaan masyarakat, khususnya warga NU. Mereka adalah tokoh yang loyalitas dan pembelaannya terhadap NU begitu mumpuni, sehingga jika menang, NU juga yang akan memetik buahnya. Cuma persoalannya, hampir dipastikan pengurus NU tidak satu suara dalam menyikapi figur NU yang maju dalam bursa pemilihan kepala daerah, atau apalagi dalam perhelatan politik semacam Pileg. Aklibatnya suara warga NU juga pecah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Memang tidak ada yang mengingkari bahwa massa NU cukup bejibun. Kader NU juga bertebaran di hampir semua lini. Mereka kompak di bawah satu komando (NU) ketika harus dihadapkan kepada persoalan yang terkait dengan keumatan. Namun ketika yang dibahas soal politik dan kekuasaan, tunggu dulu. Alih-alih bersatu, mereka malah silang sengkurat. Sebab, mereka mempunyai agenda politik masing-masing yang boleh jadi berseberangan satu sama lain.

Kendati demikian, sampai detik ini NU masih merupakan komoditas politik yang cukup diminati. NU masih dianggap sebagai magnet sekaligus alat progpaganda untuk menarik simpati massa. Lihat saja, menjelang Pileg ini betapa banyak Caleg yang membawa-bawa nama NU dalam baliho atau spanduk kampanyenya, mulai dari yang sekedar menempelkan logo NU hingga yang mengklaim sebagai putra asli NU. Ini menunjukkan bahwa NU dinilai masih mempunyai potensi politik yang cukup besar.  

Terlepas dari itu semua, NU memang harus mengkonstruksi ulang posisi sekaligus peran politiknya di masa-masa yang akan datang. Tidak mungkin  NU lepas dari “bermain” politik praktis, baik terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. Massa NU yang besar jumlahnya adalah modal politik yang cukup signifikan. Lebih baik modal politik itu dikelola dan dimanfaatkan sendiri untuk kepentingan NU, dari pada dimanfaatkan orang lain yang mengatasnamakan NU, tapi ujung-ujungya tidak jelas pembelaannya terhadap NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karena itu, NU harus jeli membaca peluang sekaligus memetakan kekuatan sumberdaya politik yang ada. Kegagalan demi kegagalan di masa lalu harus menjadi pelajaran berharga untuk melangkah ke depan dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik kepada umat, baik bidang politik, ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Jangan sampai NU jatuh dua kali di lobang yang sama.

NU, kau ditunggu umat di pagi yang cerah. Bukan dinanti kelak di senja yang merah. Selamat merenung, dan selamat harlah.

 

Aryudi A. Razaq, Alumni Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Kontributor Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jember.

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pergunu Ikuti Bimtek Pelindungan Keprofesian Guru Zona Bali

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) berpartisipasi aktif dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelindungan Keprofesian Bagi Guru Dikmen (SMA/SMK) Zona Bali yang diselenggarakan Direktorat Pembinaan Guru Dikmen Dirjen GTK Kemendikbud RI, 6-8 Desember 2016.

Dua orang guru yang mewakili Pimpinan Pusat Pergunu yang ikut adalah Lewa Karma dan Moh. Sahlan. Selama kegiatan mereka mendapatkan sejumlah materi, antara lain tentang kebijakan Direktorat PG Dikmen, batasan dan bentuk kekerasan, pelanggaran HAM, hukum dan etika; batasan, bentuk dan prosedur pelayanan pelindungan; pelindungan keprofesian guru, dan displin positif untuk siswa.

Pergunu Ikuti Bimtek Pelindungan Keprofesian Guru Zona Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Ikuti Bimtek Pelindungan Keprofesian Guru Zona Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Ikuti Bimtek Pelindungan Keprofesian Guru Zona Bali

Dalam siaran pers yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Bimtek yang menghadirkan narasumber dari pejabat Ditjen GTK, LPTK, KPAI, Komnas HAM, LKBH Jakarta, dosen UI (psikolog) ini merupakan rangkaian kegiatan 3 zona yang diselenggarakan di Batam, Jakarta dan Bali. Bimtek zona ini menghadirkan guru pendidikan menengah (Dikmen) wilayah Indonesia Timur (Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku dan Papua).

Peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok profesi, termasuk di dalamnya Pergunu, dan kelompok K3. Kelompok K3 sejumlah 100-an orang mendapatkan materi yang berhubungan dengan keselamatan kerja guru yang berhubungan dengan praktik dan layanan pendidikan di sekolah. Kelompok Profesi sejumlah 94 orang mendapatkan materi yang berhubungan kesejahteraan, pengharhgaan dan perlindungan (kesharlindung) yang berkenaan dengan penaganan siswa dan penguatan profesi guru.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hasil dari Bimtek ini diharapkan bisa menambah khazanah, wawasan dan kepekaan guru dalam persoalan kesharlindung guru sekaligus sebagai penguatan pelindung profesi guru. Materi berjalan lancar dan dilengkapi dengan bedah kasus masalah siswa dan guru. Oleh sebab itu, anggota Pergunu perlu tahu dan ikut? serta dalam kegiatan ini untuk diimbaskan kepada anggota Pergunu lainnya, karena berkenaan dengan semangat kolektivitas organisasi profesi. (Red: Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LTNNU Sumedang Cetak Wartawan untuk Penuhi Undangan Liputan

Sumedang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Lembaga Talif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Sumedang Ayi Abdul Kohar mengatakan, kegiatan NU di Sumedang dari tingkat ranting sampai tingkat cabang, akhir-akhir ini sangat banyak. Hal itu belum terhitung  kegiatan lembaga dan banom NU yang sering berbarengan.

“Semua panitia kegiatan tersebut suka minta kepada pengurus LTNNU Sumedang untuk diliput dan dibuatkan berita kegiatannya supaya masuk website PCNU Sumedang dan media-media lokal,” katanya pada pembukaan Pelatihan Jurnalistik di aula PCNU pada Kamis (11/5) yang diikuti 20 anak muda NU.  

LTNNU Sumedang Cetak Wartawan untuk Penuhi Undangan Liputan (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Sumedang Cetak Wartawan untuk Penuhi Undangan Liputan (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Sumedang Cetak Wartawan untuk Penuhi Undangan Liputan

LTNNU Sumedang, kata dia, mempunyai tugas mengelola website PCNU, sering kerepotan memenuhi undangan liputan tersebut. Karena wartawannya masih sedikit.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mengingat hal tersebut, LTNNU Sumedang merasa sangat perlu mencetak kader yang bisa menulis berita,” lanjutnya.  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Atas dasar pertimbangan itulah, lanjut Ayi, LTNNU Sumedang melaksanakan pelaatihan jurnalistik selama dua hari Kamis-Jumat (11-12/5) dengan menghadirkan salah seorang Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, untuk berlatih bersama anak muda NU.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Sumedang Cucu Suhayat berharap pelatihan itu bisa  menghasilkan output yang luarbisa dalam peningkatan kapasitas SDM para jurnalis di PCNU Sumedang.

“Ke depannya tidak hanya berita kegiatan NU saja yang ditulis, tapi pemikiran-pemikiran ulama NU Sumedang bisa ditulis juga,” pintanya.  (Red: Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdayakan Warga Pesisir Hutan, Perhutani Gandeng PCNU Kendal

Kendal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Perum Perhutani Kendal menyepakati kerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kendal dalam pengembangan ketahanan pangan dan pemberdayaan serta pendampingan masyarakat desa hutan di Kendal. Penandatangan kesepakatan dilangsungkan di Gedung NU Kendal, Kamis (17/9).

Menurut Ketua PCNU Kendal KH Muhammad Danial, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama serupa di tingkat PBNU dengan direktur utama Perum Perhutani pada akhir Januari 2015.

Berdayakan Warga Pesisir Hutan, Perhutani Gandeng PCNU Kendal (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdayakan Warga Pesisir Hutan, Perhutani Gandeng PCNU Kendal (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdayakan Warga Pesisir Hutan, Perhutani Gandeng PCNU Kendal

“Di Kendal ada sekitar ? 36 desa yang berada di sekitar hutan yang dikelola oleh Perhutani. Mayoritas penduduk desa di sekitar hutan tersebut adalah warga NU.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Oleh karena sangat tepat jika Perhutani menggandeng PCNU Kendal dalam pemberdayaan dan pendampingan masyarakat sekitar hutan.

Sementara dari pihak Perhutani menjelaskan bahwa perjanjian kerja sama ini berlaku untuk dua tahun ke depan. Bila membawa hasil yang menguntungkan bagi kedua pihak, kerja sama akan dilanjutkan pada tahap berikutnya. (Fahroji/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 29 November 2017

Ini Cara Kiai Turaihan Kudus Lewati Anak Tangga Masjid

Bagaimana gerak derap langkah kaki Anda ketika melewati anak tangga masjid? Mungkin Anda akan melangkahkan salah satu kaki Anda ke anak tangga pertama. Kemudian disusul langkah kaki selanjutnya dengan posisi menginjak anak tangga kedua.

Hal itu lumrah dan umum dilakukan. Tetapi, berbeda dengan Kiai Turaihan Kudus. Kiai yang terkenal akan sifat ihtiyath, kehati-hatian dalam segala hal ini, sangat memperhatikan sekali langkah kakinya ketika memasuki area masjid. Di mana pun ia berada.

Ini Cara Kiai Turaihan Kudus Lewati Anak Tangga Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Kiai Turaihan Kudus Lewati Anak Tangga Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Kiai Turaihan Kudus Lewati Anak Tangga Masjid

"Mbah Kiai Turaihan Kudus itu kalau melewati anak tangga masjid, ketika masuk, maka ia langkahkan kaki kanannya menuju anak tangga yang pertama, kemudian ia melangkahkan kaki kirinya dengan menyejajarkan kaki kiri di anak tangga yang pertama," tutur KH Muhammad Shofi Al-Mubarok, Pengasuh Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo Tanggungharjo Grobogan di sela sela pengajian kitab bersama para santri.

Ya, betapa kehati-hatian Kiai Turaihan Kudus tercermin dalam penuturan tersebut. Jadi ia tidak serta merta hanya mengawali langkah kakinya menapaki anak tangga dengan kaki kanan di awalnya saja. Melainkan dalam setiap derap kakinya meniti anak tangga itu, selalu dia awali dengan kaki kanan dan kemudian ia akhiri dengan menyejajarkan kaki kirinya di anak tangga yang telah dipijak kaki kanan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sang kiai begitu sabarnya meniti anak tangga satu per satu dengan kaki kanan sebagai awalan dan ditutup dengan kaki kiri. Begitu seterusnya hingga ia mencapai atas, puncak dari anak tangga tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dan lebih hebatnya lagi, kiai asal kudus tersebut tidak hanya melakukan ritual tersebut saat memasuki masjid. Melainkan ia juga mengulangi cara tersebut ketika pulang dengan metode yang berkebalikan. Dalam artian, langkah pertama kaki kiri, kemudian turun ke anak tangga yang sama dengan menutupnya menggunakan kaki kanan. Subhanallah.

Betapa Kiai Turaihan begitu memiliki perhatian yang sangat mendalam. Hingga hal terkecil seperti melangkahkan kaki ke masjid pun, sangat ia perhatikan. Lalu, bagaimana dengan kita, meski kita tahu bahwa hal tersebut sunah. Sudahkah kita mengamalkannya? Wallahu alam. (Ulin Nuha Karim)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 



Saat memasuki waktu Shalat Maghrib hari ini, Ahad (29/10), di stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, akan lain dari biasanya. Di stadion, azan akan berkumandang, kemudian para penonton, pemain sepak bola Liga Santri Nusantara akan shalat berjamaah.  

Menurut Ketua RMINU KH Abdul Ghofarrozin, shalat berjamaah itu memang direncanakan sejak jauh-jauh hari pada partai puncak atau grand final Liga Santri Nusantara. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pesepak-pesepak bola asal pesantren tidak meninggalkan kewajiban pokok ketika berkecimpung di dunia olahraga.  

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA

“Kita akan shalat berjamaah terlebih dahulu sebelum bermain sepak bola dan menontonnya,” katanya di Media Center Liga Santri Nusantara, Bandung.  

Sekretaris RMINU Habib Soleh, diperkirakan warga yang akan mengikuti shalat berjamaah itu sekitar 20-25 ribu orang. Bagi penonton yang belum memiliki wudlu, panitia LSN bekerja sama dengan PDAM menyediakannya di luar lapangan. 

Partai final Liga Santri Nusantara mempertemukan kesebelasan Darul Huda Ponorogo (Jawa Timur) dan Darul Hikmah Cirebon, Jawa Barat. Mereka akan bertanding pada pukul 19.00. (Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Ahlussunnah, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

IPNU Jakpus Gelar Festival Ramadhan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kader muda NU mulai menunjukkan geliatnya. Mereka yang tergabung dalam organisasi IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Jakarta Pusat, telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang teragendakan selama bulan Ramadhan ini. Kegiatan yang akan memeriahkan bulan Ramadhan tersebut antara lain terangkum dalam agenda “Festival Ramadhan”.?

IPNU Jakpus Gelar Festival Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jakpus Gelar Festival Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jakpus Gelar Festival Ramadhan

Festival ini diikuti lebih dari 700 peserta yang berasal dari kalangan pelajar mulai SDN, MTsN, SMP, SMA, SMK, Aliyah, dan remaja masjid serta masyarakat umum.?

Kegiatan festival dilaksanakan di halaman SDN Duri Pulo Jl. Setiakawan III Kelurahan Duri Pulo Kecamatan Gambir Jakarta Pusat. Kegiatan festival cukup meriah meskipun panitia mengagendakan acara secara dadakan. Para kader IPNU Jakarta Pusat memiliki semangat yang tinggi dalam menjalankan aktivitasnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ini sebagai wujud kepedulian kader muda NU untuk memberi sumbangan dan kepedulian kepada masyarakat tidak mampu,” ujar Bendahara PC IPNU Jakpus, Muhamad Anshory di Jakarta, Sabtu (4/8).?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara berlangsung dengan meliputi lomba menggambar, lomba mewarnai, lomba adzan, lomba fashion show, hafalan surat pendek, menghias toples lebaran, ceramah agama, dan santunan kepada kaum duafa dan anak yatim-piatu. Dan dilanjutkan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang antara lain ? hadiahnya berupa trophy, sembako dan uang pembinaan.?

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Jakpus Friady Maulana menambahkan, ini pertama kalinya digelar sejak kepengurusan IPNU Jakpus periode masa khidmat 2012-2014. “Dan insya Allah ke depan di tahun-tahun berikutnya akan menyelenggarakan acara serupa yang lebih besar dan meriah, walau kegiatan ini di dukung dari beberapa sponsor dan uang kas PC IPNU Jakpus.”

Dalam santunan kaum duafa dan anak yatim-piatu tersebut turut hadir Camat Gambir, Lurah Duri Pulo, serta para guru-guru yang membawa anak didik. Lalu dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan shalat tarawih berjamaah.?

Mantan sekretaris IPNU Jakpus periode 2010-2012, mengungkapkan IPNU Jakpus yang sekarang lebih baik dari IPNU Jakpus sebelumnya. Sejak masih mengurus IPNU Jakpus, dia cukup aktif dalam pengkaderan pengurus dan kader hingga bisa terbentuk 8 Kecamatan se-Jakarta Pusat.?

“Kini sekarang tinggal melanjutkan, merawat dan menata. Semoga IPNU Jakpus ke depan lebih baik lagi.”

Kegiatan ini merupakan acara lanjutan dari progam kegiatan Kirab Ramadhan awal Ramadhan yang sudah berjalan sukses. Dan akan berlanjut dengan program kegiatan lainnya diantaranya: bedah buku, perlombaan kreasi celengan, dan olimpiade anak Betawi. Beragam kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang akan dilakukan oleh IPNU Jakarta Pusat sejak terpilihnya kepengurusan baru periode 2012-2014.

Kegiatan yang telah berjalan mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan. Selain sejumlah sponsor dari perusahaan-perusahaan swasta juga dari kalangan pemerintah daerah dan masyarakat umum. Beberapa lembaga yang ada di PBNU menjanjikan akan turut memberikan partisipasinya bagi terselenggaranya semua kegiatan yang akan digerakkan oleh kalangan muda NU ini.?

Ketua Umum PBNU KH Said Agil Said Siraoj mendukung segala kegiatan yang dilakukan para kader muda NU selama memiliki sumbangan yang baik bagi masyarakat. Mereka cukup aktif dan semangat dalam mengkampanyekan nilai-nilai aswaja yang menjadi prinsip-prinsip dasar NU.?

“Melalui Kirab Ramadhan, santunan anak yatim dan khususnya Festival Ramadhan seperti ini, warga NU dan masyarakat umum akan merasa terbantu oleh aktivitas kader NU,” ujarnya di PBNU kemarin.?

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Semangat Hijriyah harus terus digelorakan dalam setiap dada pelajar agar kehidupan selalu ? berjalan pada rel kebaikan. Semangat untuk terus berbuat kebajikan dalam upaya menata diri dalam meraih cita-cita tidak boleh berhenti. Antara lain dengan belajar, belajar, dan belajar.

Demikian disampaikan KH Ahmad Riyadi dari Brebes saat sambutan Pengajian Gebyar Muharram di MTs Negeri Bangbayang kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (25/11).

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes

Sekolah, baginya, menjadi ladang persemaian untuk menata kehidupan pelajar agar lebih baik. Momentum Hijriyah saatnya untuk berbuat baik secara positif kepada diri sendiri, orang tua, guru, dan juga masyarakat. “Lewat Gebyar Muharram, kita siapkan generasi andal bagi hidup dan kehidupannya di masa kini dan mendatang.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Kiai Ahmad Riyadi, kita perlu prihatin karena tidak sedikit pelajar yang disibukkan dengan glamournya kehidupan kota. Senang dengan kehidupan malam, dekat dengan narkoba, tawuran dan lain-lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan terus menggelorakan semangat hijriyah, maka kita akan terus berbuat baik. Berlomba-lomba dalam kebaikan, fastabikhul Khoerot, tegasnya.

Sementara Kepala MTs Negeri Bangbayang Muhammad Suaedi menjelaskan, Gebyar Muharram digelar dengan maksud meneladani jasa perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam perjuangan menegakan Islam di muka bumi. ? “Gebyar Muharam, selain untuk syiar Islam juga bisa menggiring siswa menjadi pelajar yang santun, penuh dedikasi, cakap, dan rajin ibadah.”

Kegiatan ini digelar sejak Kamis-Sabtu (21-23/11) dalam bentuk perlombaan. Varian kegiatan itu antara lain pawai taaruf, lomba kaligrafi, lomba pidato, lomba karaoke qosidah, lomba busana muslim, lomba kebersihan dan keindahan kelas, lomba MTQ, dan pengajian umum. Kegiatan diikuti seluruh siswa yang berjumlah 520 orang.

Dengan gebyar Muharam, sambung Suaedi, minimal siswa yang mengikuti kegiatan itu bisa menjadi generasi yang kompetitif, terampil, dan mandiri yang memiliki landasan spiritual dan keilmuan yang luas. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, Pertandingan, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dua Gol Sundulan Antarkan Asshiddiqiyah ke Babak 16 Besar.

Bandung,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Duel memperebutkan tiket 16 besar dari Grup E LSN, antara Asshiddiqiyah dan Al Mujtahid berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Asshiddiqiyah, lewat dua gol yang dicetak melalui sundulan. Laga digelar di Stadion Lodaya pada Rabu (25/10) siang.

Asshiddiqiyah yang mengenakan kostum merah dengan aksen dada warna hitam turun dengan formasi awal 4-5-1, dengan permainan bola-bola pendek. Hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke babak 16 Besar, tim asal Regional Jakarta ini bermain lebih tenang sejak sepak mula dilakukan.

Dua Gol Sundulan Antarkan Asshiddiqiyah ke Babak 16 Besar. (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Gol Sundulan Antarkan Asshiddiqiyah ke Babak 16 Besar. (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Gol Sundulan Antarkan Asshiddiqiyah ke Babak 16 Besar.

Sementara Al Mujtahid yang memakai seragam hijau dengan strip kuning, memakai formasi 4-4-2.  Tim asal Pontianak ini terlihat banyak melakukan umpan-umpan panjang ke daerah lawan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Asshiddiqiyah membuka skor 1-0 pada menit ke-8 babak pertama. Gol bermula dari sepak pojok yang diselesaikan oleh sundulan gelandang M. Rizky yang tidak dijaga dengan baik di dalam kotak penalti.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketinggalan satu gol terlihat cukup menurunkan mental para pemain Al Mujtahid. Mereka kerap kehilangan bola dan banyak melakukan umpan-umpan panjang spekulatif. Sementara Asshiddiqiyah justru tampil makin prima dengan umpan-umpan pendek dan variasi serangan yang baik di daerah pertahanan lawan. Di pertengahan babak pertama, mental tim Al Hikmah baru kembali terbangun. Meskipun pertandingan masih dikuasai Asshiddiqiyah, para pemain lebih tenang memainkan bola pendek dan beberapa kali berani melakukan duel dengan pemain lawan.

Di tengah babak pertama, melihat cuaca yang panas, wasit sempat memberikan water break selama 1 menit kepada para pemain.

Asshiddiqiyah sepertinya memanfaatkan water break dengan baik untuk mengembalikan energi. Tak lama setelah pertandingan dilanjutkan, mereka langsung menggebrak lewat gol pemain pengganti, M. Irham pada menit ke- 26, yang membuat kondisi menjadi 2-0. Para pemain Al Mujtahid tidak melakukan antisipasi yang layak untuk tendangan bebas jarak jauh dari Asshiddiqiyah. Bola lambung diselesaikan dengan sundulan Irham yang sama sekali tak terkawal di kotak penalti. Penyerang bernomor punggung 9 ini, sejak masuk lapangan memang sering merepotkan lini belakang lawan dengan kemampuannya menahan bola dan melihat ruang bagi rekan setimnya.

Di babak kedua kendali permainan tetap dipegang Asshiddiqiyah. Organisasi permainan tim ini terlihat semakin menonjol, baik saat menyerang atau bertahan. Namun Al Mujtahid justru bisa mencuri gol lewat tendangan bebas dari sisi kotak penalti pada menit 45.

Gol ini terjadi akibat kendurnya konsentrasi pemain belakang Asshiddiqiyah mengantisipasi tendangan bebas lawan dari sisi kotak penalti. Bola datar dan pelan yang dilepaskan tak diduga para pemain bertahan. Handiko Cikal yang tidak dikawal sempurna melambungkan bola melampaui jangkauan kiper Asshiddiqiyah, menipiskan ketinggalan menjadi 2-1.

Pada menit 49 wasit memberi kartu merah kepada penyerang Asshiddiqiyah M. Irham, yang dianggap mengganggu lawan yang tengah menguasai bola. Pemain ini sebelumnya sudah mendapatkan kartu kuning. Hal ini sempat menyulut insiden kecil ketika pelatih Al Mujtahid masuk ke lapangan dengan emosional. Beruntung personel Banser yang mengamankan pertandingan bertindak sigap menahan pria berkacamata ini.

Untuk mendinginkan keadaan, wasit kembali memberlakukan satu menit water break.

Perbedaan jumlah pemain membuat kendali laga berubah. Asshiddiqiyah bermain lebih berhati-hati dengan menurunkan garis pertahanannya. Mereka lebih berkonsentrasi untuk mengganggu pemain Al Mujtahid yang menguasai bola, sambil sesekali melakukan serangan balik.

Meski Al Mujtahid hampir mendominasi total di paruh akhir babak kedua, namun para pemain terlihat tidak tenang dan terburu-buru dalam mengoper. Hingga peluit akhir kedudukan 2-1 tidak berubah.

Menanggapi keputusan kartu merah, pelatih Asshiddiqiyah, Dede Sulaiman, mengaku bahwa pemainnya layak dikartu merah karena kurang hati-hati, meskipun sebelumnya sudah mendapat kartu kuning. Meski begitu ia senang melihat anak asuhnya bermain dengan daya juang yang baik, sebelum atau sesudah kartu merah.

Pelatih Al Mujtahid, Sulaeman, juga mendukung kartu merah yang diberikan wasit. Namun ia cukup menyayangkan koordinasi permainan timnya yang kerap terburu-buru dalam mengambil keputusan di lapangan. (Ahmad Makki/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 28 November 2017

Puasa Hari Asyuro dan Amalan Lainnya

Dalam kitab Nihayatuz Zain, Syaikh Nawawi al-Bantani menerangkan hari-hari tertentu yang disunnahkan berpuasa. Pertama puasa hari arafah, yaitu puasa pada tanggal sembialn Dzulhijjah bagi yang tidak berhaji.

Kedua puasa tanggal sepuluh Muharram yang dikenal dengan hari asyuro. Ketiga puasa tanggal Sembilan Muharram atau disebut dengan hari tasua. Keempat puasa enam hari di bulan Syawwal. Kelima puasa tanggal tiga belas pada tiap bulannya. Keenam puasa hari senin dan kamis.

Demikian diterangkan dengan kalimat

Ù? سÙ? صوÙ… عرفØ© وعاشوراØ¡ وتاسوعاØ¡ وستØ© Ù…Ù? شواÙ„ وأÙ? اÙ… اÙ„بÙ? ض واÙ„اثÙ? Ù? Ù? واÙ„خÙ…Ù? س ?

Puasa Hari Asyuro dan Amalan Lainnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa Hari Asyuro dan Amalan Lainnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa Hari Asyuro dan Amalan Lainnya

Tanggal sepuluh Muharram yang dalam bahasa arab disebut asyuro? adalah hari istimewa. Nabi pernah ditanya mengenai keistimewaan tanggal tersebut. Beliau menjawab bahwa puasa tanggal 10 Muharram yakaffirus sannah al-madhiyyah .

Artinya puasa tanggal 10 Muharram dapat menebus dosa satu tahun yang lalu. Sedangkan puasa hari ‘Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dapat menebus dosa dua tahun yang lalu. Hal ini dikarenakan hari ‘Arafah adalah hari khususnya manusia termulia di maya pada ini, yaitu Rasulullah saw. Sedangkan 10 Muharram adalah harinya para Nabi lainnya.

Selanjutnya diterangkan pula bahwa 10 Muharram adalah hari yang penuh dengan kesejarahan. Tercatat beberapa kejadian penting yang berlangsung pada hari 10 Muharram, tentunya dengan tahun yang berbeda-beda. Pertama, 10 Muharram adalah hari diciptakannya Nabi Adam as. di dalam surga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kedua, hari dimana Nabi Nuh berhenti berlayar dalam banjir bandangnya. Ketiga, Allah menjadikan lautan bagaikan daratan sebagai ruang pelarian Nabi Musa sekaligus kuburan bagi Fir’aun. Keempat,? hari keluarnya Nabi Yunus dari perut ikan Hut.

Kelima, hari dilahirkannya Khalilullah Nabi Ibrahim as dan juga hari diselamatkannya Nabi Ibrahim as dari kobaran api.? Keenam, hari kelahiran Nabi Isa as dan hari dimana Allah swt. menyelamtkan Nabi Isa as dari kejaran umatnya dengan mengangkatnya ke atas.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan puasa tanggal Sembilan Muharram disunnahkan berdasarkan pada hadits rasulullah saw:

لئÙ? عشت الى قابÙ„ لأصوÙ… Ù…Ù? اÙ„تاسع واÙ„عاشر. Andaikan aku ada umur panjang, aku akan puasa tanggal 9 dan 10 Muharram”

Dalam kesempatan lain Imam? Ajhuri mengatakan bahwa barang siapa mengucapkan hasbunallah wani’mal wakil ni’mal maula wa ni’man nashir? tujuh puluh kali di malam 10 Muharram, insyaallah Allah akan mencukupi kehidupannya tahun pada tahun tersebut.

?

Sumber: Syaikh Nawawi al-Bantani, Nihayatuz Zain

Redaktur: Ulil Hadrawy . Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

HIPSI Minta Santri Mandiri, Tak Tergantung Proposal

Pacitan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Santri Indonesia atau HIPSI menggelar pendidikan dan latihan (Diklat) Wirausaha Pesantren di Aula Rusunawa Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan Jawa Timur pada Senin (12/1) siang.

HIPSI Minta Santri Mandiri, Tak Tergantung Proposal (Sumber Gambar : Nu Online)
HIPSI Minta Santri Mandiri, Tak Tergantung Proposal (Sumber Gambar : Nu Online)

HIPSI Minta Santri Mandiri, Tak Tergantung Proposal

KH Luqman Harist Dimyati dalam sambutanya merasa bangga dengan adanya diklat untuk pertama kalinya ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membawa angin segar bagi kebangkitan ekonomi pesantren.

"Pondok pesantren harus kaya, harus mandiri, agar tidak mengharapkan bantuan dari luar atau mengajukan proposal kepada pemerintah," ungkap kyai muda yang tercatat sebagai wakil ketua PWNU Jawa Timur ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia berharap setelah adanya Diklat wirausaha ini akan muncul ide baru dan kegiatan lain yang mendorong pesantren untuk aktif mengembangkan program ekonomi yang berbasis pesantren.

Sementara itu Ketua Umum HIPSI KH Muhammad Ghozali memaparkan visi dan misi organisasi yang dipimpinya. HIPSI, menurut dia, adalah wadah pengembangan pendidikan wirausaha santri dan alumni  yang mandiri, mensinergikan kekuatan ekonomi santri Indonesia, menjadi katalisator peningkatan kesejahteraan umat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Target kita mencetak 1 juta santri pengusaha pada tahun 2022,” kata Kiai Ghozali. Melalui HIPSI, kata dia, para santri akan dididik dan dilatih beberapa keahlian diantaranya usaha agro, IT, internet marketing, kuliner, dll.

Diklat diisi beberapa pemateri diantaranya Sulaiman, pengusaha kertas bekas dari Jombang. Mahrus Sokihin, tokoh lingkungan peraih penghargaan Kalpataru dari Pasuruan. Eko, pengusaha singkong dari Temanggung. Dan Arifin pengusaha muda dari Surabaya.

Diklat digelar atas kerja sama Robithah Maahid Islamiyah (RMI-NU) Pacitan dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Pacitan tersebut diikuti 80 Peserta. Mereka terdiri dari para kiai, santri perwakilan pondok pesantren sekabupaten dan beberapa badan otonom NU seperti GP Ansor, Fatayat,IPNU, IPPNU serta PMII. Hadir pula pimpinan bank Mandiri,bank BNI, Dinas Koperasi dan Kementerian Agama Pacitan. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penggunaan Kata Sayyidina Menurut KH Sya’roni Ahmadi

Seiring dengan bertumbuhkembangnya beberapa paham di Indonesia, terdapat sebagian kelompok yang gemar menyalahkan amaliyah nahdliyah yang telah berjalan mengakar di tengah masyarakat. Tak sedikit dari mereka saling beradu argumen dengan masing-masing pihak tanpa memahami duduk permasalahan secara utuh.

Seperti perdebatan penggunaan kata “sayyidina” dalam shalawat Nabi. Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi mengatakan bahwa hal tersebut hukumnya boleh berdasarkan nash Al-Qur’an secara sharih (jelas). Adapun orang yang tak setuju itu semata dikarenakan mereka tak paham.

Penggunaan Kata Sayyidina Menurut KH Sya’roni Ahmadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Penggunaan Kata Sayyidina Menurut KH Sya’roni Ahmadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Penggunaan Kata Sayyidina Menurut KH Sya’roni Ahmadi

Lafadh as-sayyid merupakan lafadh kulli musytarak, yaitu satu lafadh yang mempunyai makna lebih dari satu arti. Demikian penjelasan Kiai Sya’roni pada salah satu pertemuan pengajian Tafsir Al Jalalain rutin setiap Jumat pagi di Masjid Al Aqsha, Menara Kudus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai sepuh ini menjelaskan bahwa “sayyidina” mempunyai tiga arti. Hal ini mengacu pada beberapa sumber :

Pertama, as-sayyid yang bermakna Tuhan sebagaimana disebutkan dalam hadits Bukhari Muslim ? ?. Tuhan itu Allah. Kalau seorang muslim mengucapkan “Sayyidina Muhamad” dengan maksud memakai makna tuhan, “Tuhan itu Muhammad” maka yang mengatakan demikian hukumnya jelas kufur (keluar dari Islam).

Kedua, as-sayyid yang mempunyai arti suami sebagaimana disebut dalam QS Yusuf: 25

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, "Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu."

Pada ayat ini, as-sayyid tidak dapat dimaknai sebagai raja, Tuhan, namun mempunyai makna “suami”. Antara makna yang pertama dengan kedua ini telah jelas ada perbedaannya. Memakai lafadh sayyid pada Nabi Muhammad dengan maksud sebagai suami salah.

Ketiga, as-sayyid mempunyai arti pimpinan sebagaimana disebutkan dalam QS Ali Imran:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?? ? ? ? ?

Artinya, "Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab, (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang putramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan (pemimpin) menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi yang termasuk keturunan orang shalih."

Pada ayat ini jelas bahwa Allah menyebut Nabi Yahya dengan sebutan sayyid. Ini baru Nabi Yahya. Padahal Nabi Muhammad itu pimpinan para nabi dan rasul, maka sudah sangat patut jika kita menyebutnya dengan memberi imbuhan kata sayyid, sebab Nabi Muhammad secara derajat masih di atas Nabi Yahya (qiyas aulawiy).

Dengan keterangan KH Sya’roni di atas, diharapkan umat dapat memahami persoalan secara mendalam sehingga tidak ada saling tuduh. Akhirnya umat akan dingin, tak ada pertengkaran dan saling klaim, hanya untuk persoalan yang bersifat furu’iyah (bukan fundamen agama). Hal ini dapat tercipta jika masing-masing berkenan memahami agama secara menyeluruh dan mendahulukan hati, pikiran dengan benar bukan nafsu dan emosi. (Mundzir)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemerintah Belum Optimal Tangani Bencana Alam

Sumenep, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menilai saat ini pemerintah belum optimal dalam menangani bencana alam sehingga tidak jarang membawa korban susulan atau kesulitan lain yang berdampak negatif kepada kehidupan manusia.



Pemerintah Belum Optimal Tangani Bencana Alam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Belum Optimal Tangani Bencana Alam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Belum Optimal Tangani Bencana Alam

"Bencana yang terjadi, baik karena faktor alam (natural), semisal gempa maupun bencana yang diakibatkan ulah tangan manusia, seperti banjir akibat penggundulan hutan, dalam penanganannya seringkali tidak optimal," katanya di Sumenep, Madura, Jatim, Ahad (5/2).

Hasyim yang menghadiri pentas seni Islami dan ikhtitam gebyar Muharram 1428 H yang diadakan Pengurus cabang (PC) NU Sumenep juga mengemukakan, sering kali solusi yang diambil oleh pemerintah dalam menangani bencana tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mencontohkan, persoalan lumpur Lapindo sudah enam bulan tidak tertangani, sehingga membuat orang panik dan setres dan banyak orang yang menjadi terlantar akibat penanganan yang tak optimal dari pemerintah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Lumpur Lapindo itu terjadi karena gabungan antara kesalahan orang dengan faktor alam, tetapi akibat yang ditimbulkan itu, ternyata pemerintah tenang-tenang saja," tuturnya.

Menurut Hasyim, banyak hal tidak sesuai dengan persoalan yang seharusnya ditangani, misalnya, yang seharusnya membeli pipa lumpur malah membeli pipa air. Lumpur yang seharusnya dialirkan malah mau ditutup. Hal itu menjadi bukti ketidakoptimalan pemerintah dalam menangani bencana alam.

Kesalahan dalam penanganan itu, katanya, seringkali terjadi, dan sepertinya merupakan "budaya" yang masih dipertahankan. Bahkan, kemiskinan di Indonesia, salah satu penyebabnya adalah akibat dari maraknya korupsi yang belum diberantas secara maksimal.

Ketika bencana banjir membawa malapetaka akibat penggundulan 59 juta hektar hutan, katanya, sampai saat ini juga tak satu pun yang menjadi tersangka.

Banyak lagi hal lain, kata Hasyim, yang membawa malapetaka besar bagi bangsa Indonesia, tapi belum ada penangangan serius. Bahkan, kekacauan politik akibat hilangnya kebangsaan serta kesalahan manusia lainnya, belum disadari dan tak ada kerjasama untuk penanganannya.

"Ekses-ekses yang terjadi itu harus ditanggulangi secara optimal dan bersama-sama," katanya menegaskan.

 Eksekutif dan legislatif harus berjalan seiring dalam menangani setiap persoalan yang muncul, bukan malah diam dan tidak pernah turun ke palangan.

Dia mengaku bahwa NU sudah seringkali melakukan komunikasi dan memberikan pemahaman solusi, tapi tidak ada respon. "NU sudah bosan memberi masukan kepada pemerintah," katanya. (ant/sam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan

Sumenep, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Jenazah KH Ahmad Basyir AS dan KH Mannan Fadhaly bakal dikebumikan secara bersamaan. Keduanya akan dimakamkan pada pukul 14.00 WIB atau pukul 2 siang, Sabtu (15/7). Kendati demikian, dua kiai yang sama-sama Rais Syuriyah PCNU Sumenep dan PCNU Pamekasan ini dikebumikan di lokasi yang berbeda.

Kiai Basyir dimakamkan di pasarean keluarga besar Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Sementara Kiai Mannan dimakamkan di area Pesantren Miftahul Qulub, Polagan, Galis, Pamekasan.

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan

"Semula Kiai Basyir direncanakan bakal dikebumikan usai Ashar. Tapi ada perubahan rencana, yakni dimajukan ke pukul 14.00 WIB," KH Muhammad Mushthafa selaku bagian dari keluarga besar Annuqayah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya diberitakan, Kiai Basyir dan Kiai Mannan wafat Sabtu (15/7) pagi. Kiai Mannan mengembuskan nafas terakhir di RSUD Pamekasan. Sedangkan Kiai Basyir wafat di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya setelah sebelumnya menjalani perawatan sejak Selasa (4/7) lalu.

Saat ini, ribuan alumni sudah memadati kompleks Pesantren Annuqayah. Mereka berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia, khususnya di daerah Jawa Timur. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rapat Pleno PBNU Sepakati "Ahlul Halli wal Aqdi"

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rapat Pleno PBNU di Pondok Pesantren Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq), Wonosobo, Sabtu-Ahad (7-8/9) akhirnya menyepakati perlunya NU kembali menerapkan sistem permusyawaratan antar ulama sepuh melalui ahlul halli wal aqdi.

Rapat Pleno PBNU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Pleno PBNU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Pleno PBNU Sepakati "Ahlul Halli wal Aqdi"

Sistem ahlul halli wal aqdi menghendaki pergantian pimpinan NU tidak melalui pemilihan langsung oleh peserta muktamar dengan mekanisme suara terbanyak, tetapi melalui permusyawaratan ulama.

Usulan penetapan ahlul halli wal aqdi ini disampaikan oleh dua komisi sekaligus, yakni komisi organisasi dan komisi rekomendasi. Semua peserta rapat pleno menyatakan setuju diterapkannya kembali sistem ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rancangan tentang Penerapan Sistem Ahlul halli wal aqdi akan dikaji oleh tim yang dibentuk oleh PBNU. Diharapkan pada saat Munas atau Muktamar yang akan datang sudah menjadi rumusan yang siap disahkan.

Selain ahlul halli wal aqdi, dalam sidang pleno penetapan hasil sidang-sidang komisi yang dihadiri pengurus lengkap, termasuk KH Sahal Mahfudh, KH Musthofa Bisri, KH Said Aqil Siroj juga menyepakati perlunya restrukturisasi organisasi sebagai kelanjutan dari keputusan "Kembali ke Khittah NU 1926".

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sebagai konsekwensi kembali ke Khittah 1926 untuk menjadikan NU sebagai? sebuah harakah yang efektif dan dinamis, maka selain mengubah pola pikir serta mekanisme pemilihan pimpinan juga perlu mengubah secara mendasar struktur organisasinya,” demikian dalam keputusan komisi organisasi yang telah disepakati.

Struktur organisasi NU selama ini masih paralel dengan sistem administrasi pemerintahan, mulai dari pusat, wilayah serta kabupaten dan camat. Restrukturisasi dimaksud mengusulkan struktur NU berbasis warga dan program. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. KH Salahuddin Wahid yang lazim disapa Gus Solah mengatakan KH MA Sahal Mahfudh atau Mbah Sahal merupakan sosok yang menjaga NU dari infiltrasi politik. Sikapnya yang demikian sejalur dengan posisinya sebagai Rais Aam PBNU.

“Kiai Sahal merupakan ulama besar yang dimiliki NU. Kondisi itu semakin klop dengan posisinya sebagai Rais Aam PBNU,” terang Gus Solah yang kini mengasuh pesantren Tebuireng Jombang, Jumat (24/1).

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis

Karenanya, fikih sosial dan petuah kiai asal Jawa Tengah ini selalu ditunggu umat. Yang lebih mengesankan lagi, menurut Gus Solah, selama ini Mbah Sahal merupakan ulama yang sangat kukuh menjaga NU dalam trek Khittah NU 1926.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mbah Sahal tidak ingin NU terseret ke wilayah politik praktis. Hal itu pula yang terus dijaga Kiai Sahal hingga akhir hayat, kata Gus Solah.

Kendati demikian, Mbah Sahal pernah kecolongan di tahun-tahun silam saat ia memegang amanah sebagai Rais Aam PBNU. Pada tahun itu NU secara tidak langsung terseret ke wilayah politik praktis. Bahkan Kiai Hasyim Mudzadi sebagai Ketua Umum PBNU maju sebagai cawapres mendampingi Megawati Soekarno Putri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Meskipun tidak berkenan, Mbah Sahal waktu itu kurang bisa mencegah langkah Pak Hasyim. “Makanya ke depan hal-hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi," kenang Gus Solah. ? (Saiful/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pesohor Sosmed di Pakistan Diduga Dibunuh Setelah Swafoto dengan Ulama

Lahore, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Seorang ulama Islam terkemuka di Pakistan diperiksa terkait pembunuhan perempuan pesohor media sosial Pakistan, Qandeel Baloch, kata kepolisian, Senin. 

Pesohor Sosmed di Pakistan Diduga Dibunuh Setelah Swafoto dengan Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesohor Sosmed di Pakistan Diduga Dibunuh Setelah Swafoto dengan Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesohor Sosmed di Pakistan Diduga Dibunuh Setelah Swafoto dengan Ulama

Pemuka agama tersebut dihujani kecaman karena muncul dalam sejumlah swafoto bersama Qandeel Baloch, lapor Reuters

Baloch (26 tahun), yang disebut-sebut sebagai Kim Kardashian-nya Pakistan, memunculkan perdebatan di kalangan masyarakat Muslim konservatif melalui foto-fotonya yang seronok. 

Pembunuhan terhadapnya pada Jumat (15/7) mengejutkan negeri itu dan memunculkan kembali perdebatan soal pembunuhan "demi kehormatan". 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saudara laki-laki Baloch, Muhammad Waseem, mengatakan kepada media bahwa ia membuat teler saudara perempuannya itu dengan obat dan kemudian mencekik Baloch hingga tewas karena Baloch dianggap telah menodai kehormatan keluarganya melalui berbagai hal yang ia unggah ke media sosial, termasuk serangkaian swafoto bersama ulama Abdul Qavi bulan lalu. 

Ada satu video yang muncul dan memperlihatkan Baloch sedang duduk di pangkuan Qavi. 

Polisi mengatakan bahwa Qavi, yang diberhentikan dari sebuah lembaga Muslim setelah foto-foto itu beredar, juga menjadi bagian dari penyelidikan guna mengungkap kasus pembunuhan Baloch. Pembunuhan terjadi di kota Multan. 

Qavi membantah terlibat dalam pembunuhan Baloch namun mengatakan kepada Reuters pada Senin bahwa ia akan menyerahkan dirinya kepada polisi jika dipanggil untuk dimintai keterangan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Qavi mengatakan kepada media, Sabtu (16/7), tewasnya Baloch harus dijadikan contoh bagi pihak-pihak lain yang mencoba memburuk-burukkan alim ulama, walaupun ia juga menyatakan bahwa dirinya telah memaafkan Baloch. 

Baloch menganggap dirinya sendiri sebagai seorang feminis masa modern. 

Ia tidak merasa malu mendorong batasan soal penerimaan terhadap perempuan serta mengubah "pola pikir kolot" masyarakat Pakistan.

Foto-foto serta video yang diunggah Baloch membuat marah kalangan konservatif agama, yang menganggap perempuan tersebut sebagai aib bagi nilai-nilai budaya Islam dan Pakistan. Pihak-pihak lain menganggap Baloch sebagai "tokoh feminis". 

Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap Muhammad Aslam, saudara laki-laki Baloch yang merupakan anggota muda angkatan darat, kata kepala kepolisian Kota Multan, Azhar Ikram.

Di Pakistan, setiap tahunnya lebih dari 500 orang --sebagian besar adalah perempuan-- tewas dalam pembunuhan bermotif "demi kehormatan". Mereka biasanya dibunuh oleh anggota keluarga karena dianggap "memalukan". 

Pemerintah telah menyesalkan terjadinya pembunuhan seperti itu namun tidak berbuat banyak untuk menghentikannya. 

Banyak pihak di Pakistan telah meminta agar hukum memasukkan pasal soal pembunuhan-demi-kehormatan guna menutup celah bagi para anggoa keluarga untuk memaafkan mereka yang bertanggung jawab dalam pembunuhan bermotif kehormatan. 

Setelah kematian putrinya, ayah Baloch yang bernama Muhammad Azeem, mengadukan kedua putranya ke kepolisian. Azeem menuduh Aslam mendorong Waseem untuk membunuh Baloch. 

Baloch membangun karirnya sebagai model dengan memanfaatkan media sosial untuk mencapai ketenaran. Perempuan nahas itu adalah pencari nafkah bagi keluarganya. 

"Dia (Baloch) membantu kami semua, termasuk anak laki-laki saya yang membunuhnya."

Setelah banyak mendapat protes terkait swafotonya bersama Qavi, Baloch pernah menggelar jumpa pers dan memohon kementerian dalam negeri untuk membantu melindungi keamanan dirinya namun tidak ada pihak yang memberi bantuan. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Amalan, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 27 November 2017

PBNU Minta Ulama Mesir dan Suriah Tengahi Konflik

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kemelut yang terjadi di Timur Tengah, khususnya Mesir dan Suriah. PBNU percaya para ulama setempat mampu menjadi solusi atas masalah ini.

PBNU Minta Ulama Mesir dan Suriah Tengahi Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Ulama Mesir dan Suriah Tengahi Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Ulama Mesir dan Suriah Tengahi Konflik

“NU berharap ulama-ulama di Mesir dan Suriyah berperan aktif dalam menyejukkan suasana sehingga terwujud ishlah (rekosiliasi) di antara pihak-pihak berseteru,” pinta Katib Aam PBNU KH Malik Madani menyampaikan salah satu hasil rapat syuriyah PBNU, Rabu (2/10) petang, di Jakarta.

Menurut Kiai Malik, kiprah tokoh agama sangat dibutuhkan menyusul kekisruhan di Mesir dan Suriah tak hanya melibatkan pihak militer tapi juga memakan banyak korban sipil. “Mudah-mudahan dapat ditemukan jalan keluar yang damai, tanpa ada kekerasan,” imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di wilayah Timur Tengah yang sedang dilanda perang, dosen UIN Sunan Kalijaga ini berharap mereka tidak melibatkan diri dalam kemelut yang terjadi. Mereka perlu menghindari sejumlah daerah rawan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.

“Indonesia harus dapat mengambil pelajaran banyak dari perjalanan pahit negara-negara di Timur Tengah agar tidak jatuh pada kasus serupa,” lanjutnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PBNU Diminta Ekspos Gagasan Islam Nusantara

Purwakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Istilah Islam Nusantara yang digagas oleh PBNU mendapat respon positif dari publik internasional, hal ini ditandai dengan munculnya dukungan dari para tamu luar negeri dan Kedutaan Besar Negara Sahabat.

"Hampir tiap hari kita kedatangan tamu dari dubes-dubes, mereka tertarik dengan Islam Nusantara yang toleran, damai, mereka juga mendorong agar Islam Nusantara ini segera diekspos supaya dunia mengetahuinya," ungkap Sekjen PBNU, H. Helmy Faisal Zaini saat mengisi kegiatan Pendidikan Kader NU di Purwakarta, Jumat (26/2).

Islam Nusantara, lanjut Helmy, bukanlah hal baru karena sejak Wali Songo berdakwah di bumi nusantara, sejak saat itu pula Islam Nusantara ada, sehingga tidak perlu dicurigai apalagi dipermasalahkan.

PBNU Diminta Ekspos Gagasan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Diminta Ekspos Gagasan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Diminta Ekspos Gagasan Islam Nusantara

Ia pun menegaskan, Islam Nusantara menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan perdamaian sehingga dalam berdakwah tidak perlu menggunakan cara-cara kekerasan karena hal itu akan menjatuhkan keluhuran agama Islam dan menjauhkan umat Islam dari pergaulan internasional.

"Karena ada segelintir orang yang membunuh atau membom atas nama Islam, yang rugi umat Islam di dunia, misalnya umat Islam di Amerika, di Eropa, hanya karena berjilbab jadi dicurigai sebagai teroris," kata mantan Menteri PDT ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam mencontohkan dakwah yang damai, ia pun menceritakan sosok Ketum PBNU, KH Said Aqil Siroj yang telah mengislamkan beberapa non muslim.

"Kemarin Kiai Said sudah mengislamkan lebih dari 20 warga Jepang," tambahnya.

Selain itu, kata dia, Kiai Said sering diundang pengajian oleh para TKI yang ada di Hongkong, Taiwan, dan beberapa negara lain. Dalam kesempatan itu ada seorang majikan yang ikut pertemuan itu.

"Kiai Said menyampaikan, kemudian diterjemahkan bahasa Mandarin. Akhirnya majikan itu tertarik, ternyata Islam itu toleran, Islam itu ramah, Islam itu melindungi, sehingga majikan ini masuk Islam," tandasnya.

Agar Islam Nusantara bisa diketahui dunia internasional, kata dia, pada bulan Mei mendatang PBNU berencana mengundang 30 ulama dari berbagai negara dalam sebuah pertemuan International Summit of The Moderate Islamic Leaders. (Aiz Luthfi/Zunus)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 26 November 2017

Dakwah Beda dengan Amar Makruf-Nahi Munkar

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dakwah yang bijak dan santun seperti praktik Wali Songo dan para kiai di Indonesia, diangkat dari ajaran otentik Islam yang diterapkan Nabi Muhammad SAW. Karenanya, dakwah Islam itu berbeda dengan amar makruf dan nahi munkar.

Dakwah Beda dengan Amar Makruf-Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Beda dengan Amar Makruf-Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Beda dengan Amar Makruf-Nahi Munkar

Demikian dinyatakan Wakil Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri yang lazim disapa Gus Mus ini dalam sarasehan Festival Wali-Wali Jawi 2014 di pendopo kabupaten Demak, Sabtu (22/2).

“Dakwah Islamiyah, tidak sama dengan amar makruf nahi munkar. Para wali dengan teliti memasukkan ajaran Islam melalui budaya yang ada,” terang Gus Mus sebagai pembicara kunci dalam sarasehan bertema “Menapak Jejak Auliya, Meneladani Kearifan Mengajak”.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Mus dalam forum itu menjelaskan, cara dakwah Nabi Muhammad SAW yang diteruskan Wali Songo pada abad 14 di Pulau Jawa khususnya selalu mengedepankan kebersamaan, menggunakan pendekatan kebudayaan, dan kesenian yang berlaku.

Model dakwah ini bahkan menghindari konflik atau tersinggungnya warga setempat sehingga tujuan dakwah berhasil tanpa mengorbankan aqidah dan syari’ah. “Mereka tidak mengubah budaya lokal, tetapi mengisinya dengan ajaran Islam,” jelas Gus Mus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Festival yang berlangsung di pendopo kabupaten ini diikuti kerajaan dan pemangku makam para wali se-Jawa. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Meme Islam, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ini yang Makruh saat Gerhana Tiba

Menurut taksiran ahli astronomi dan ahli falak, gerhana matahari akan terjadi pada tanggal 9 Maret 2016. Di hari itu kita akan melihat fenomena alam yang tidak ditemukan biasanya pada hari lain.

Adanya gerhana ini secara tidak langsung membantah keyakinan orang yang menuhankan matahari dan bulan. Kedua benda langit tersebut tidak selamanya bercahaya. Pada suatu saat dia akan meredup. Ini juga menunjukan bahwa matahari dan bulan adalah makhluk Tuhan. Andaikan ia berkuasa atas dirinya, tentu dia akan selalu bersinar dan bercahaya.

Ini yang Makruh saat Gerhana Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini yang Makruh saat Gerhana Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini yang Makruh saat Gerhana Tiba

Ketika menyaksikan gerhana, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk shalat, memperbanyak dzikir, dan doa. Beliau SAW bersabda, “Apabila kalian melihat gerhana, tunaikan shalat dan berdo’a sampai kondisinya normal,” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan hadits ini, ulama menghukumi shalat gerhana (khusuf dan kusuf) sebagai sunah muakkadah. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan Habib Zen bin Semit dalam At-Taqriratus Sadidah fi Masa’ilil Mufidah:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Artinya, “Hukum shalat khusuf dan kusuf adalah sunah muakkadah meskipun dikerjakan seorang diri. Sementara meninggalkannya makruh. Mengerjakan shalat gerhana berjamaah di masjid sangat dianjurkan walaupun tempatnya sempit.”

Lantaran shalat gerhana dianjurkan, maka meninggalkannya dimakruhkan. Dengan demikian, jika mendapati fenomena ini pada Rabu (9/3) nanti kita diharapkan untuk shalat secara berjamaah dan memperbanyak dzikir dan do’a. Jangan sampai saat terjadi gerhana, kita malah bersantai-santai sambil selfie di bawah lindungan gerhana matahari. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Halaqoh, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sebagai bentuk gerakan kemanusiaan untuk menyikapi krisis umat muslim Rohingya di Myanmar, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengajak seluruh warga NU untuk melakukan shalat ghaib dan tahlil bagi warga Rohingya yang meninggal dunia.

Ajakan ini disampaikan oleh Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah kepada sejumlah awak media saat berada di Masjid bin Aminuddin Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan, Jum’at (8/9).

PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong itu, kasus di Rakhine State, Myanmar yang menimpa kaum Muslim itu tidak murni masalah agama, melainkan konflik politik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Oleh karena itu saya meminta kepada seluruh umat Islam yang ada di Jawa Timur untuk melakukan gerakan kemanusiaan. Warga NU harus menjadi motor penggerak harmoni di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Kiai Mutawakkil mengimbau semua elemen masyarakat di Jawa Timur khususnya warga NU agar tidak diam diri. “NU harus mengambil langkah dan mempunyai rasa kepedulian yang tinggi terhadap saudara kita di Rohingya dengan cara sosial,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa krisis Rohingya merupakan proses kemerdekaan di Myanmar di mana sepanjang catatan sejarah, krisis ini adalah perang saudara terpanjang dari tahun 1948 hingga sekarang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Para pemberontak ini ada beberapa kepentingan, ada yang berbasis politik, berbasis suku dan berbasis senjata tahun 1980 sudah hilang. Di situlah yang menjadi salah satu kejadian yang anarkis saat ini,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Qunut Subuh Antara Imam dan Makmum (2)

Assalamu ‘alaikum wr. wb

Saya mau tanya terkait permasalahan qunut subuh. Saya Amrullah tinggal di Yogyakarta yang mayoritas masjid tidak qunut subuh. Setiap shalat jamaah subuh di masjid dekat saya tinggal. Imam berhenti agak lama ketika bangun dari rukuk pada rakaat kedua, tujuannya memberi kesempatan pada orang yang mau baca qunut.

Qunut Subuh Antara Imam dan Makmum (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Qunut Subuh Antara Imam dan Makmum (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Qunut Subuh Antara Imam dan Makmum (2)

Pertanyaannya (1) apakah yang dilakukan imam itu benar dan ada dasarnya? (2) Jika saya baca qunut sedang imam tidak membaca qunut, apakah shalat saya sah? (3) Ketika suatu saat saya menjadi imam, apa yang harus saya lakukan, qunut atau tidak? Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Abdul Kafi Amrullah/Yogyakarta)

Jawaban

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Dalam kesempatan ini kami akan melanjutkan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan saudara Abdul Kafi Amrullah dari Yogyakarta. Dua pertanyaan sudah kami jawab pada tulisan yang lalu. Sekarang, tinggal pertanyaan ketiga terkait bagaimana jika kita menjadi imam shalat Subuh di mana mayoritas makmumnya tidak mengakui legalitas syar’i doa qunut.

Dalam kasus ini setidaknya ada dua pilihan. Pertama, imam tidak usah membaca doa qunut. Imam Syafi’i konon pernah meninggalkan membaca qunut ketika shalat dengan para pengikut madzhab Hanafi di masjid sekitar Baghdad sebagaimana keterangan yang termaktub dalam kitab Al-Mausu‘ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah sebagai berikut:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Imam Syafi’i ra pernah meninggalkan do’a qunut ketika shalat Subuh bersama para pengikut madzhab Hanafi di dalam masjid mereka di sekitar Baghdad. Menurut para ulama madzhab Hanafi hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan Imam Syafi’I terhadap Imam Abu Hanifah (adaban ma’al imam). Tetapi menurut ulama madzhab syafi’i, Imam Syafi’i ketika itu berubah ijtihadnya,” (Lihat Wizaratul Awqaf was Syu`un al-Islamiyyah-Kuwait, Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Kuwait-Darus Salasil, juz II, halaman 302).

Namun pilihan ini tentunya sedikit tidak membuat nyaman pihak imam, meskipun tidak merusak keabsahan shalatnya. Jika demikian, maka sebaiknya dicarikan pilihan kedua sebagai solusi yang saling melegakan baik imam maupun makmum.

Dari sinilah maka hemat kami diperlukan pilihan kedua. Namun masuk pada pilihan kedua kami akan menjelaskan sedikit tentang pengertian qunut dan tentang meninggikan suara bagi imam ketika membaca doa qunut atau merendahkannya. Kedua hal ini penting dijelaskan sebagai pijakan pilihan kedua.

Pengertian qunut secara bahasa adalah pujian. Sedang menurut syara’ adalah dzikir khusus yang mencakup pujian dan do’a seperti allahumaghfir li ya ghafur. Karenanya, jika tidak mencakup kedua hal tersebut bukan disebut qunut. Inilah pengertian yang masyhur di kalangan ulama madzhab Syafi’i.

( ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Qunut secara bahasa berarti pujian, sedang menurut syara’ adalah dzikir khusus yang mencakup pujian dan do’a seperti allahummaghfir li ya ghafur (Ya Allah, ampuni segala dosaku wahai dzat Yang Maha Pengampun). Dengan demikain seandainya tidak mencakup keduanya maka tidak disebut qunut,” (Lihat Sulaiman Al-Bujairimi, Tuhfah al-Habib ‘ala Syarh al-Khathib, Beirut, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1417 H/1996 M, juz II, halaman 205).

Kemudian dalam madzhab Syafi’i sendiri terjadi silang pendapat mengenai meninggikan atau merendahkan suara dalam membaca doa qunut bagi imam. Ada dua pendapat sebagaimana didokumentasikan Al-Mawardi dalam kitab Al-Hawi.

Pertama pendapat yang menyatakan bahwa bagi imam sebaiknya membaca doa qunut dengan pelan atau merendahkan suaranya. Argumentasi yang disuguhkan sebagai dasar pendapat ini adalah karena qunut merupakan doa sedangkan posisi doa itu sendiri adalah israr (merendahkan suara). Sedangkan dalil yang digunakan untuk mendasari pandangan ini adalah ayat 110 surat Al-Isra`.

Pendapat kedua menyatakan sebaiknya imam meninggikan suaranya ketika membaca doa qunut sebagaimana ketika membaca sami’allahu liman hamidah, tetapi peninggian tersebut di bawah peninggian suara ketika membaca ayat Al-Qur`an. Dengan kata lain, peninggian tersebut didasarkan kepada qiyas atau analogi.

? : ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? [ ? :110 ] ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Pasal kedua mengenai kondisi mengeraskan dan merendahkan suara ketika membaca do’a qunut dalam shalat. Apabila mushalli (orang yang shalat) itu shalat munfarid (shalat sendirian), sebaiknya ia memelankan suara ketika membaca do’a qunut. Sedangkan apabila ia menjadi imam maka dalam hal ini ada dua pendapat. Pendapat pertama menyatakan bahwa sebaiknya ia memelankan suara dalam membaca do’a qunut karena merupakan do’a. Sedangkan posisi doa itu sendiri adalah israr (merendahkan suara). Allah ta’ala berfirman: “Jangan kamu mengeraskan suaramu dalam shalat dan jangan pula merendahkannya,” (QS Al-Isra` [17]: 110). Pendapat kedua menyatakan sebaiknya meninggikan suara dalam membaca do’a qunut sebagaimana meninggikan suara ketika membaca sami’allahu liman hamidah tetapi bukan seperti dalam membaca ayat,” (Lihat Al-Mawardi, Al-Hawi fi Fiqhis Syafi’i, Beirut, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah, cet ke-1, 1414 H/1991 M, juz II, halaman 145).

Berangkat dari penjelasan di atas maka pilihan kedua adalah bagi imam tetap membaca doa qunut tetapi dengan bacaan yang minimalis dan suara rendah (pelan), seperti allahummaghfir lana ya ghafur wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallama.

Bacaan ini bisa dikategorikan doa qunut karena sudah dianggap mencakup doa dan pujian sebagaimana penjelasan definisi qunut di atas. Sedangkan merendahkan suara bagi imam dalam membaca doa qunut mengacu kepada pendapat pertama sebagaimana dikemukakan Al-Mawardi di atas.

Hemat kami pilihan kedua ini adalah yang paling bijak untuk diambil ketika seseorang yang menyakini legalitas syar’i membaca doa qunut dalam shalat Subuh, sedangkan makmumnya tidak.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Sikapi perbedaan dengan bijak serta berusahalah mencari cara terbaik untuk keluar dari perbedaan tanpa harus mengorbankan apa yang kita yakini. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Khofifah: Muslimat Harus Ubah Peta Dakwah

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengajak ibu-ibu Muslimat untuk mengubah peta dakwah mengingat adanya perubahan kondisi sosial kemasyarakatan sebagaimana data angka kemaksiatan se-Indonesia yang ditunjukkan oleh Khofifah.

Khofifah: Muslimat Harus Ubah Peta Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Muslimat Harus Ubah Peta Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Muslimat Harus Ubah Peta Dakwah

"Tidak zamannya kita berdakwah kepada orang-orang yang sudah rajin shalat dan mengaji," kata Khofifah di hadapan peserta Halaqah Nasional Muslimat NU di Hotel Suites Surabaya, Jalan Pemuda Surabaya (17/12).

Khofifah yang juga menteri sosial ini menjelaskan ada tiga daerah di Indonesia yang berpotensi besar terhadap kekerasan anak dan pelecehan seksual. Padahal ketiga daerah itu juga kuat agamanya. Banyak berdiri pesantren dan pendidikan tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ketiga daerah itu adalah, Aceh, Jabar dan Jatim," ungkap khofifah yang disambut kalimat haru para peserta Halaqah.

"Maka dari itu, mari kita ubah cara berdakwah kita, kita harus turun ke lapangan. Yang istighotsah dan manakipan silahkan," pungkasnya. (Rof Maulana/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Ulama, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 25 November 2017

Resolusi Jihad untuk Melawan Penjajah, Bukan Orang Kafir

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi menegaskan, perjuangan Nahdlatul? Ulama sangat besar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada tahun 1945, pendiri NU KH Hasyim Asy’ari menggelorakan jihad fi sabilillah guna melawan penjajah.

Resolusi Jihad untuk Melawan Penjajah, Bukan Orang Kafir (Sumber Gambar : Nu Online)
Resolusi Jihad untuk Melawan Penjajah, Bukan Orang Kafir (Sumber Gambar : Nu Online)

Resolusi Jihad untuk Melawan Penjajah, Bukan Orang Kafir

“Resolusi? jihad itu untuk melawan penjajah bukan melawan orang kafir. Semangat jihad sangat luar biasa untuk meraih kemerdekaan bangsa ini," ujarnya saat memberikan tausiyah tasyakuran harlah ke-91 NU di aula MANU Banat Kudus, Kamis (15/5).

Pada waktu jihad, kata Mbah Sya’roni, tidak hanya kiai NU saja melainkan ada pejuang dari kelompok lain seperti Muhammadiyah, Katolik, Kristen, dan lainnya . “Makanya bukan Negara Islam Indonesia (NII) tetapi NKRI. Ini sudah betul. Kalau pakai NII berarti Indonesia hanya milik orang Islam saja , ini salah,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam acara yang diselenggarakan PCNU Kudus itu, KH Sya’roni lebih banyak mengisahkan perjuangan kiai-kiai NU pada zaman penjajah. Dalam berjuang, tuturnya,? para kiai NU mendirikan organisasi Sabilillah yang dipimpin K. Masykur dan Laskar Hizbullah di bawah komando KH Zaenal Arifin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pada masa itu, banyak para kiai NU yang harus rela dipenjara seperti yang pernah dialami KH Hasyim Asy’ari,” ujar ulama kharismatik ini.

Mbah Sya’roni juga menuturkan tokoh dan kiai NU Kudus juga banyak ikut berjuang dengan bergabung menjadi Laskar Hizbullah dan Sabilillah. Di antara kiai Kudus itu adalah H. Ahmad Thoha, dan Hizbullah seperti KHR Asnawi, KH Arwani dan KH Turaikhan serta KH Sya’roni sendiri . Mereka ini juga pernah merasakan tahanan pada zaman penjajah.

“Kalau ada yang bilang kiai-kiai NU Kudus tidak pernah berjuang itu tidak benar, berarti ia belum lahir,” kata Mbah Sya’roni berseloroh.

Tasyakuran harlah ke-91 NU ini dihadiri seluruh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus. Acaranya dikemas secara sederhana,? yakni pembacaan tahlil untuk para pendiri NU dan pembacaan manaqib Syech Abdul Qodir Jaelani, serta mauidlah KH Sya’roni.

Jumat malam (16/5), peringatan harlah dilanjutkan dengan haflah dzikir dan maulidur rasul yang dikemas dengan peringatan haul KH Hasyim Asy’ari dan 100 hari wafatnya KH Sahal Mahal Mahfudz. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Agung Kudus yang dimulai pada pukul 19.00 WIB. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Shalat Gerhana Menurut KH Sholeh Darat Assamarani

Masyarakat Indonesia sudah bersiap-siap menanti hadirnya momen spesial pada Rabu Pon, 9 Maret 2016, yaitu gerhana matahari total. Tentunya sebagai umat Islam, hadirnya gerhana itu menjadi tanda kebesaran Allah dan bagi kalangan ahli falak dan astronomi, ini menjadi titik riset yang sangat menarik.

Salah satu hal penting di luar hingar-bingar menanti hadirnya gerhana matahari total ini adalah kembali menilik karya ulama Nusantara asal Jepara dan besar di Semarang dalam menyambut gerhana.

Shalat Gerhana Menurut KH Sholeh Darat Assamarani (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Gerhana Menurut KH Sholeh Darat Assamarani (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Gerhana Menurut KH Sholeh Darat Assamarani

Ialah KH Muhammad Sholeh bin Umar Assamarani (dikenal dengan KH Sholeh Darat) yang turut memberikan penjelasan amalan shalat gerhana. Bab khusus mengenai shalat gerhana ditulis dalam Kitab Majmuatu al Syariah al Kafiyati lil Awam halaman 84-85 Fashlun fi al Kusufaini.

KH Sholeh Darat menegaskan bahwa shalat dua gerhana (bulan dan matahari) hukumnya sunnah muakkad.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Adapun yang diperintahkan untuk mengikuti shalat gerhana adalah laki-laki dan wanita, boleh munfarid (sendiri) atau berjamaah. Dan KH Sholeh Darat menyampaikan bahwa shalat gerhana lebih utama dilakukan dengan berjamaah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bacaan dalam shalat gerhana bulan dilakukan dengan jahr (keras) dan jika gerhana matahari dengan pelan-pelan. Jumlah rakaat shalat gerhana paling sedikit dua rakaat salam sebagaimana shalat rawatib.

Adapun tata cara shalat gerhana berbeda dengan shalat pada umumnya. Pada rakaat pertama dibuka dengan niat, doa iftitah, al Fatihah, surat, ruku, berdiri itidal, tidak langsung sujud tapi membaca al-Fatihah, surat, ruku, itidal dan dilanjutkan sujud dua kali.

Pada rakaat kedua juga sama dengan rakaat pertama dengan dua kali al Fatihah, surat, ruku dan itidal disambung sujud dua kali serta tahiyyat akhir dengan ditutup salam.

Dan untuk kesempurnaan shalat gerhana, maka bacaan surat, menurut KH Sholeh Darat memakai yang panjang. Setelah itu juga rukunya dibuat panjang sekira sama dengan bacaan 200 ayat.

Bacaan berdiri itidal dijelaskan oleh KH? Sholeh Darat dengan mengucapkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Perbedaan waktu ruku pada rakaat pertama dan rakaat kedua oleh KH Sholeh Darat dibuat berbeda. Pada rakaat pertama dua kali ruku diharapkan sama dengan membaca 200 ayat (pertama) dan 150 ayat (kedua).

Adapun ruku yang rakaat kedua bacaan ruku dibuat panjang sekira sama dengan bacaan 100 ayat (pertama) dan 50 ayat (kedua).

Dalam menjalankan sujud selama shalat gerhana juga diharapkan dengan sujud yang panjang/lama.

Ketika shalat dilaksanakan secara berjamaah, maka dilaksanakan khutbah dua kali setelah shalat gerhana. Adapun materi khutbah yang disarankan KH Sholeh Darat kepada khatib adalah dengan menyampaikan taubat dan shadaqah.

Demikian sepintas mengenai isi kitab karya KH? Sholeh Darat yang membahas mengenai shalat gerhana. Wallahu alam.



(M Rikza Chamami,? dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, pernah aktif di organisasi pelajar NU sampi ke tingkat pusat, yaitu menjadi Pjs Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Sholawat, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Banyuwangi menggelar diskusi kajian tentang fiqih perempuan bersama puluhan kader pelajar NU di Aula Kantor PCNU Banyuwangi, Selasa (30/05) malam.

Gelaran diskusi kajian fiqih perempuan ini dihadiri langsung oleh wakil ketua 3 PAC IPNU Banyuwangi bidang Departemen Dakwah Ahmad Surur dan sekaligus pemantik diskusi kajian ini.

Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)
Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)

Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita

Diawal Surur mengatakan, mempelajari fiqih dan dalil-dalil hukum di dalam agama Islam merupakan perkara yang penting baik untuk kalangan Muslim laki-laki dan perempuan.

"Kita sebagai manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Untuk itu, kita membutuhkan fiqih dalam melaksanakan aktifitas ibadah. Misal, shalat, ? puasa, haji, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya," ungkap ? Surur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tak hanya itu lebih spesifik, Surur menilai pentingnya belajar fiqih masalah haid, nifas, wiladah, dan istihadlah mutlak diperlukan, baik di kalangan perempuan maupun laki-laki.

"Karena posisi laki-laki suatu saat akan menjadi kepala keluarga dan secara otomatis memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi tentang darah wanita kepada istri dan keturunannya kelak," jelas Surur.

Selain itu, pasalnya kalangan wanita sendiri mengenai darah haidl dengan istihadlah ? masih bingung membedakannya. Mana itu darah haid atau sebaliknya, terang Surur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Terkadang seorang wanita telah mengeluarkan darah haidl lebih dari 15 hari masih dianggapnya haidl, padahal itu tidak. Kadang pula masih belum dapat membedakan antara kriteria darah qowi (kuat) dan tidak," tutur Surur.

Apa lagi, kebanyakan dari mereka ? wanita yang masih awam dan baru merasakan haid.

"Makanya kita bidik para kader-kader NU khususnya kaum hawa untuk mengikuti kajian ini. Karena sadar, ini adalah syariat utama untuk menjalankan segala ibadah. Bukankah kebersihan sebagian dari iman," tutup Surur. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah