Sabtu, 18 November 2017

Qudsiyyah Pamerkan Kitab Legendasis Ulama Nusantara Awal Agustus

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Dalam rangka meramaikan pagelaran 1 abad berdirinya Madrasah Qudsiyyah Kudus, pihak panitia pagelaran bekerja sama dengan Yayasan Turats Nusantara akan membuka Pameran Kitab Ulama Nusantara pada 1-3 Agustus 2016, di kompleks Madrasah Aliyyah setempat, kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Dari 200 kitab yang akan dipamerkan oleh pihak penyelenggara,ada beberapa kitab legendaris dari berbagai generasi ulama Nusantara. Seperti karya Syaikh Yasin al-Fadani,Syaikh Nawawi al-Bantani, Syaikh Mahfudh at-Tarmasi, KH Soleh Darat, KH Sahal Mahfudh, KH Maimoen Zubair dankarya-karya lain.

Qudsiyyah Pamerkan Kitab Legendasis Ulama Nusantara Awal Agustus (Sumber Gambar : Nu Online)
Qudsiyyah Pamerkan Kitab Legendasis Ulama Nusantara Awal Agustus (Sumber Gambar : Nu Online)

Qudsiyyah Pamerkan Kitab Legendasis Ulama Nusantara Awal Agustus

Menurut ketua penyelenggara Nanal Ainal Fauz, pihak dari Yayasan Turats Ulama Nusantara sebenarnya sudah mengumpulkan kurang lebih 400 kitab yang ditulis oleh ulama dari berbagai generasi dan daerah di kepulauan Nusantara.

“Melihat situasi dan kondisi kita hanya memamerkan 200an kitab saja,” kata Nanal kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Senin (25/7).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kitab legendaris ulama Nusantara yang diakan dipamerkan di antaranyamanuskrip kitab Kifayatul Mustafid li Maa Alaa min al-Asanid karya Syaikh Mahfudh at-Tarmasi Pacitan. Meskipun penyalinnya bukan Syaikh Mahfuzh Sendiri, namun manuskrip ini disalin sebelum tahun 1332 H, yang berarti berusia sekitar 95 tahun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kitab Sabilul Muhtadin karya Syaikh Arsyad al-Banjari yang merupakan kitab berbahasa melayu yang sangat populer di kalangan santri, khususnya di Kalimantan. Ada pula Sirojuth Tholibin karya Syaikh Ihsan Jampes, yakni kitab syarah Minhajul Abidin milik Imam Ghazali.

Lalu kitab yaitu al-Hasyiyah al-Martiyyah Ala al-Badri ath-Thali syarh Jamil Jawami. Kitab ushul fiqh monumental yang disusun oleh KH Miftah bin Mamun Marti Cianjur ini merupakan komentar panjang atas kitab Jamil Jawami karya Imam As-Subki.

Ada juga kitab Mandhumat Mujam Nahwi, nadhamat (syair) bidang ilmu Nahwu yang tersusun dari 8465 bait ber-baharRajaz. Ini adalah karya Syaikh KH Muhammad Muhibbi bin al-Hamzawi, Kajen, Pati.

Menariknya ada manuskrip risalah atau catatantentang diskusi terkait hasil keputusan Muktamar NU di Menes Banten yang disusun KH Raden Asnawi yang dipersembahkan kepada KH Hasyim Asyari yang ditemukan menyelip kitabSyarah Tajul Arusy di perpustakaan pribadi milik KH Hasyim Asya’ari sendiri.

Lain lagi manuskrip kitab al-Manhajul Qawim yang sudah berusia 200 tahun, disalin oleh salah satu ulama Nusantara. Uniknya, dalam manuskrip ini sudah dibubuhi makna pegon ala pesantren.

Nanal berharap dari pameran kitab ulama Nusantara ini bisa membaca keadaan zaman ini dengan kacamata ulama Nusantara tempo dulu. “Kita juga bisa membandingkan era kita dengan era ulama terdahulu dari kitab-kitab mereka,” pungkas santri asal Demak itu.(M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah