Terkait dengan isi pidato Zainudin Hasan, Wakil Ketua PWNU Lampung H Aom Karomani menyayangkan statement seorang pemimpin daerah yang seharusnya mampu memberikan pernyataan yang menyejukkan dan menjalin persatuan dan kesatuan.
| PWNU Lampung Angkat Bicara Soal Pidato Bupati Lampung Selatan (Sumber Gambar : Nu Online) |
PWNU Lampung Angkat Bicara Soal Pidato Bupati Lampung Selatan
"Statemen Ketum PBNU ihwal jenggot, celana cingkrang, jubah dan sorban mestinya tidak dimaknai bupati secara general. Ujaran dalam konteks pragmatik selalu melibatkan teks dan konteks. Selalu melibatkan siapa, berbicara apa, dalam konteks apa dengan tujuan apa dan lain-lain," jelasnya, Selasa (24/10).Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Oleh karena itu menurutnya para ahli linguistik seperti Levinson, Lech dan lain-lain memahami ujaran selalu melibatkan berbagai aspek itu hingga menjadi utuh maknanya."Ujaran Ketum PBNU soal jenggot, celana cingkrang, jubbah, dan sorban tentu tidak ditujukan secara general pada semua umat Islam apalagi pada para pendiri NU yang berjenggot dan bersorban tapi ditujukkan pada orang-orang tertentu yang beragama secara formal, tidak pada esensi atau substansi agama," jelasnya.
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Ujaran ini ditujukan kepada kelompok yang cenderung membidahkan pihak-pihak lain termasuk para ulama pendiri NU itu sendiri."Jadi Bupati harus tahu konteksnya tentang makna dan tujuan statemen Ketum PBNU tersebut. Makanya ia harus tabayun dulu sebelum bicara soal itu," tegasnya seraya mengingatkan hal inilah yang harus dipahami oleh pihak di luar NU.
Senada dengan Aom, Ketua MUI Lampung KH Khairuddin Tahmid menyayangkan pernyataan yang disampaikan langsung di depan warga NU Lampung Selatan tersebut.
"Mestinya pejabat publik harus bijak dan memilih diksi yang arif sekaligus berhati-hati dalam berujar. Apalagi sumbernya tidak jelas sehingga penarikan pendapatnya juga tidak sesuai dengan yang sebenarnya," ujarnya.
Ia berharap hal ini tidak boleh lagi terjadi lagi kepada siapapun. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah