Menurut pria yang juga ahli gizi ini, karena Indonesia kurang punya kesungguhan dan masyarakatnya sedikit yang fokus dan sungguh-sungguh memerangi stunting.
| Indonesia Belum Berhasil Tangani Stunting (Sumber Gambar : Nu Online) |
Indonesia Belum Berhasil Tangani Stunting
Demikian dikatakan Hamam Hadi saat mengisi Halaqah Alim Ulama dan Daiyah NU yang diselenggarakan Fatayat NU dengan tema Jihad Cegah Stunting di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Senin (13/11).Berbalik dengan Indonesia, ia menyebutkan negara yang sukses dalam menangani masalah stunting, yakni Brazil.
Menurut pria berumur 55 tahun ini, Brazil termasuk negara yang berhasil di dunia dalam mengurangi angka stunting.
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
30 tahun ke belakang, katanya, kondisi stunting di Brazil kurang lebih sama dengan Indonesia hari ini, tapi 30 tahun kemudian, Brazil berhasil menurunkan angka stunting sekitar 7-10 persen."Setiap tahun Brazil bisa menurunkan angka stunting pertahunnya itu adalah 1 persen," katanya.
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Sementara Indonesia pada 2007 stunting sekitar 36 persen, pada 2010 turun sekitar 0,4 persen tapi pada 2013 kembali naik menjadi 37,2 persen.Ia pun menilai kalau saat ini Indonesia belum berhasil menangani stunting. "Mudah-mudahan karena belum melibatkan Fatayat dan Nasyiatul Aisyiah," katanya diikuti tawa.
Ia berharap kader-kader Fatayat dan Nasyiatul Aisyiyah berada digarda terdepan untuk menangani persoalan stunting di Indonesia.
Hadir pada acara ini Ketua PBNU H Robikin Emhas, Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU (PP Fatayat NU) Anggia Ermarini, dan Sekretaris PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah. (Husni Sahal/Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, IMNU, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah