| Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online) |
Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU
Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, Mimbaan, Situbondo ini menjelaskan, masjid adalah lambang sekaligus sentral kegiatan ibadah dan sosial kehidupan masyarakat. Karena itu, masjid harus dijaga dan dipelihara dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab, “Jangan sekali-kali pengelolan masjid diberikan kepada orang yang tidak jelas latar belakang amaliahnya (bukan NU).Kiai Cholil menambahkan, biasanya orang yang ada maunya, pura-pura baik. Mereka awalnya memang mengikuti apa yang menjadi tradisi di lingkungan setempat, bahkan terkesan mendukung. Namun setelah punya jamaah, dia membelokkan arah jamaahnya,? “Makanya kita harus hati-hati betul dengan orang yang tidak jelas ujung pangkalnya,” lanjutnya.
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Putera KHR As’ad Syamsul Arifin ini mengaku miris mendengar kabar bahwa di Jawa Tengah sudah ada 40-an masjid NU yang beralih tangan. Masjid-masjid itu semula dikelola warga nahdliyyin, namun? dengan cara-cara tertentu, masjid-masjid itu akhirnya berpindah tangan pengelolanya, “Itu di JawaAhmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Tengah, di Jaw aTimur, insyaalah juga ada,” tukasnya.Acara yang bertitel? “Penguatan amaliah Ahlussunnah wal jama’aah” itu dihadiri sekitar 200 orang. Mereka terdiri dari ketua dan sekretaris Ranting NU dan 3 orang pengurus takmir masjid se-Kecamatan Mumbulsari serta para tokoh NU setempat. Dalam kesempatan itu, hadir juga Rais Syuriah PCNU Jember, KH. Muhyiddin Abdusshomad.
Redaktur? ? ? ? ? : Abdullah Alawi
Kontributor? : Aryudi A. Razaq ?
Dari Nu Online: nu.or.id
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Kajian Islam, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah