Sukses keempat anak harapan bangsa tersebut menahbiskan Nuris sebagai lembaga peraih juara umum dalam ajang yang digelar di MAN 1 Jember tersebut. Keempat orang tersebut adalah, pertama, M. Ilyas. Siswa? kelas XI IPA MA Unggulan Nuris? tersebut meraih juara 1 putra dalam lomba pidato bahasa Indonesia yang diikuti 60 peserta tersebut.
| Pesantren Nuris Juara Umum Aksioma Jember (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pesantren Nuris Juara Umum Aksioma Jember
Kedua, M. Baihaqi. Siswa kelas XI IPA MA Unggulan Nuris Jember berhasil menjadi juara 2 putra bidang kaligrafi. Siswa ini seseungguhnya jago matematika, dan telah beberapa kali menyabet juara? dalam lomba matematika. Tapi ternyata ia juga punya bakat lain, yaitu kaligrafi.Ketiga, M. Bayu Adi Denta. Siswa kelas X? IPA B MA Unggulan Nuris ini sukses? menjadi juara harapan 2 dalam lomba Cipta dan Baca Puisi.
Keempat adalah Ariny Dina Yasmin. Siswi kelas X PK B ini berhasil merebut juara 3 dalam lomba cabang MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur’an).
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Kepala MA Unggulan Nuris, Antirogo,? Jember? Balqis Al Khumairoh menyatakan bangga dengan prestasi yang diraih anak didiknya tersebut, lebih-lebih karena mereka berasal dari lembaga formal di pesantren. Menurutnya, pesantren dewasa ini sudah mengalami kemajuan yang cukup signifikan,. Terbukti, banyak sekali santri yang berhasil meraih prestasi di bidang ilmu umum, penemuan illmiah dan sebagainya.“Nuris sendiri bertekad untuk menjadi pesantren sebagai tempat penggodokan kader-kader Ahlussunnah wal-Jama’ah. Mereka punya wawasan? mendunia tapi tetap tak mengabaikan budaya lokal, tetap takwa kepada Allah, menjunjung tenggi? kebaragaman dan seterusnya,” tukas Ning Balqis kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di sela-sela memantau kegiatan siswa-siswi MA Unggulan Nuris, Kamis (5/1).
Ke depan, lanjut Ning Balqis, pihaknya akan terus mengasah kecakapan anak didiknya di bidangnya masing-masing. Namun hal tersebut tidak dimaksudkan untuk mengikuti kompetisi, lomba atau sejenisya melainkan sebagai bekal dalam menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi kelak. “Kitak tak pernah bertujuan menjadi juara. Kalaupun akhirnya kita jaura, itu kami harap? hanya sebagai rangsangan saja bagi yang lain. Bukan tujuan utama,” pungkasnya (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Dari Nu Online: nu.or.idAhmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Halaqoh, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah