Selasa, 27 Desember 2011

60 Motivator Muslimat NU Brebes Sosialisasikan KB via Teknologi

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gencarnya penggunaan media online dan media sosial tentang berbagai aktivitas masyarakat disikapi anggota Muslimat NU Kabupaten Brebes dengan cara bijak. Sebanyak 60 aktivis Muslimat NU Brebes menggunakan sejumlah media sosial terutama untuk memotivasi para pasangan usia subur agar ikut Keluarga Berencana (KB).

60 Motivator Muslimat NU Brebes Sosialisasikan KB via Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
60 Motivator Muslimat NU Brebes Sosialisasikan KB via Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

60 Motivator Muslimat NU Brebes Sosialisasikan KB via Teknologi

Mereka mengikuti pendidikan di Hotel Grand Dian Jalan Jenderal Sudirman Brebes, Rabu-Jumat (13-15/1). “Mereka mendapatkan pelatihan mengenai metode kontrasepsi dan penggunaan teknologi modern untuk sosialisasi KB dengan cara Islami di tengah masyarakat,” kata Ketua Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM) Muslimat NU Brebes Hj Nurhalimah.

Selama 10 tahun ke belakang, kata Nurhalimah, peningkatan capaian KB di Indonesia sangat rendah. Di sisi lain tingkat kematian ibu karena melahirkan juga masih tinggi. Ia menyebut kehamilan yang tidak direncanakan dengan baik sebagai salah satu penyebab kematian ibu. Hal ini semakin memperkuat urgensi untuk segera melakukan inovasi dalam bekerja di lapangan.?

Keluarga Berencana di Indonesia sudah dilaksanakan sejak 40 puluh tahun lalu dan sudah mencapai hasil yang sangat baik yang diakui oleh dunia internasional keberhasilannya. Meski demikian, dalam setiap hal pasti akan ada saatnya dimana dibutuhkan cara kerja baru. Di tengah dinamika lingkungan yang sudah berbeda, seperti dinamika kemajuan teknologi, dinamika budaya dan sosial yang sudah berubah diperlukan inovasi agar dapat terus mempertahankan apa yang sudah dicapai dan meningkatkan ke arah yang lebih baik lagi.

Ketua Muslimat NU Dra Hj Chulasoh menambahkan, Kabupaten Brebes memiliki jumlah penduduk terbanyak se-Jawa Tengah. Ia berharap ledakan jumlah penduduk dapat dicegah. “Muslimat NU terpanggil untuk berperan aktif mengatur jumlah kelahiran,” tuturnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di sisi lain, kata Chulasoh, saat ini hampir 80% orang di Brebes memiliki akses terhadap telepon genggam. Sebagian besar di antaranya sudah memiliki koneksi internet di teleponnya. Mereka menggunakan internet untuk mencari informasi, membaca berita, atau menggunakan sosial media. Hampir 90% masyarakat Brebes memilliki fesbuk.

Statistik ini didapatkan berdasarkan studi terakhir di tahun 2015 yang dilakukan oleh Johns Hopkins Center for Communication Program bekerja sama dengan Universitas Indonesia di 11 kabupaten kota wilayah kerja program Pilihanku, dengan total responden lebih dari 20,000 Pasangan Usia Subur (PUS).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dengan media sosial dan instant messaging saya sekarang dapat terkoneksi dengan seluruh orang di dunia,” tambah Soimah salah seorang peserta.?

Ketua Pelaksana Program Pilihanku Muslimat NU Hj Kusnia Nasser menjelaskan, Muslimat NU bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Johns Hopkins Center for Communication Program (CCP) melihat potensi yang sangat besar untuk menjangkau masyarakat dengan informasi akurat tentang Keluarga Berencana melalui pemanfaatan teknologi online dan media sosial.?

“Muslimat NU sejak tahun 1967 setuju dengan Keluarga Berencana dan bahkan aktif mengumpulkan para ulama NU untuk diajak diskusi tentang KB ditinjau dari perspektif Islam sehingga pada tanggal 25 September 1969 menghasilkan 8 Fatwa PB Syuriah NU berupa Pedoman Pokok tentang KB untuk jam’iyah NU”, jelasnya.?

Cara-cara Islami yang dimaksud adalah yang sesuai dengan delapan fatwa ulama Syuriyah PBNU. Pertama, KB harus diartikan sebagai pengaturan penjarakkan kehamilan untuk kesejahteraan dan bukan pencegahan untuk pembatasan kehamilan. Kedua, KB harus dijelaskan dalam kepentingan kesejahteraan Ibu dan Anak dan bukan karena takut miskin. Ketiga, KB tidak boleh dilakukan dengan pengguguran kandungan. Keempat, tidak boleh merusak dan menghilangkan bagian tubuh. Kelima, KB adalah masalah perseorangan dan sukarela. Keenam, KB harus mendapat persetujuan suami dan istri. Ketujuh, KB tidak boleh bertentangan dengan hukum agama Islam. Kedelapan, KB jangan disalahgunakan untuk kepentingan maksiat.

Motivator yang rata-rata tinggal di pedesaan dari 17 Pimpinan Anak Cabang se-Kabupaten Brebes itu diberi bekal cara menggunakan media komunikasi tablet yang sudah dilengkapi dengan aplikasi tentang Keluarga Berencana. “Alhamdulillah, saya bisa mengoperasikan tablet yang biasa digunakan anak saya,” tuturnya.

Tablet yang menjadi hak milik para peserta pelatihan tersebut, juga dilengkapi aplikasi perencanaan keluarga yang diberi nama SKATA ? (berasal dari Seiya Sekata bersama pasangan) kini sudah dapat diunduh dari Google Play dan App Store. SKATA adalah aplikasi baru tentang perencanaan keluarga yang dapat diunduh secara gratis oleh pengguna Android atau IOS (iPhone). Selain itu SKATA juga dapat diakses di www.skata.info bagi mereka yang memiliki operating system berbeda, seperti misalnya Blackberry.

Dengan mengunduh SKATA atau melihat websitenya masyarakat dapat memperoleh informasi tentang perencanaan keluarga lewat artikel yang ditulis oleh para ahli. SKATA memberikan penjelasan mendetail tentang masing-masing metode kontrasepsi seperti IUD dan implan, metode kontrasepsi jangka panjang yang memberikan perlindungan 3-12 tahun yang dapat dihentikan pemakaiannya sewaktu-waktu atau berbagai jenis metode kontrasepsi yang cocok bagi ibu yang baru melahirkan. Melalui SKATA juga dapat diperoleh lokasi bidan terdekat untuk konsultasi. SKATA memberikan kuis-kuis untuk mengetes pengatahuan dan bahkan dapat digunakan menjadi menjadi agenda pribadi perencanaan keluarga seperti pengingat imunisasi, kalender menstruasi, kalender kontrasepsi, dan lain-lain.

Hal ini dilakukan agar tiap keluarga di Indonesia memiliki inspirasi untuk merencanakan keluarganya dan merencanakan kebahagiannya sehingga setiap keluarga di Indonesia adalah keluarga yang sejahtera, harmonis, dan berdaya saing tinggi untuk Indonesia yang lebih baik. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 22 Desember 2011

Tutup Tahun, Pesantren Al-Amin Wisuda Santri Khatam Al-Quran

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menggelar haflah akhirus sanah, pesantren Al-Amin yang bernaung di bawah Yayasan Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak mewisuda santri berprestasi dengan predikat Khatam Al-Quran bin-Nazhri. Haflah ini diadakan dalam rangka memperingati haul KH M Ridwan.

Tampak hadir dalam haflah segenap keluarga dan dewan guru pesantren Al-Amin serta guru di Yayasan Futuhiyyah, para tamu undangan serta orang tua murid yang diwisuda. KH Yahya Cholil Staquf yang hadir sebagai pemberi taushiyah menekankan pentingnya warga NU menghadiri haul kiai.

Tutup Tahun, Pesantren Al-Amin Wisuda Santri Khatam Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Tahun, Pesantren Al-Amin Wisuda Santri Khatam Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Tahun, Pesantren Al-Amin Wisuda Santri Khatam Al-Quran

“Selain mengalap berkah, kita mendatangi haul seorang kiai juga berarti ikut ‘mendaftar’ rombongan kiai yang dihauli untuk masuk ke surga. Jika mau jujur melihat amaliyah ibadah, kita tidak bisa masuk surga sendiri-sendiri. Karenanya kita semua akan memasuki surga secara rombongan seperti keterangan surat Az-Zumar ayat 73,” terang Gus Yahya mengawali ceramahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pedoman pesantren itu sanad, kata Gus Yahya. Ilmu NU itu memgang rantai sanad,sehingga amalan-amalan  NU itu ada sanadnya. Ikut rombongan kiai insya Allah selamat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Atas nama pengasuh, KH Ali Makhsun dalam sambutan mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan para orang tua wisudawan. Ia juga mengharapkan para santri yang akan melanjutkan studinya lebih tinggi agar tetap menjaga dan mengamalkan prinsip-prinsip pesantren.

“Semoga santri yang telah khataman mendapatkan ilmu manfaat dan berkah. Keluarga besar pesantren Al-Amin selalu diberikan kemajuan istiqomah menyebarkan ilmu sesuai amanah perintis pondok KH Muhammad Ridlwan,” harapnya. (Ben Zabidy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Kyai, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 19 Desember 2011

Bolehkah Memberi Zakat kepada Pemalas Shalat?

Selain puasa dan shalat tarawih, Ramadhan juga identik dengan zakat. Pada bulan yang penuh berkah ini Allah SWT mewajibkan zakat kepada hamba-Nya. Ibnu ‘Abbas mengatakan, Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang puasa dari kesia-siaan dan kekejian dan sebagai rejeki bagi orang miskin. Siapa yang membayarkannya sebelum shalat (Idhul Fitri) diterima zakatnya. Adapun yang membayarnya setelah shalat, maka status pemberiannya dianggap seperti sedekah biasa, (HR Ibnu Majah).

Tujuan zakat fitrah adalah untuk membersihkan jiwa orang berpuasa dan sekaligus momen untuk berbagi kepada orang miskin. Jangan sampai pada hari kebahagiaan itu, masih ditemukan orang miskin yang kelaparan dan meminta-minta. Maka dari itu, zakat mesti dibayarkan sebelum shalat ‘idhul fitrah. Dalam surat At-Taubah ayat 60 disebutkan, terdapat delapan golongan yang berhak menerima zakat. Mereka adalah orang fakir, miskin, pengurus zakat, muallaf, orang yang memerdekan budak, orang berutang, fi sabilillah, dan ibnu sabil.

Bolehkah Memberi Zakat kepada Pemalas Shalat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bolehkah Memberi Zakat kepada Pemalas Shalat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bolehkah Memberi Zakat kepada Pemalas Shalat?

Banyak yang bertanya, bagaimana jika orang yang berhak menerima zakat tersebut malas dan suka meninggalkan shalat? Apakah orang tersebut masih berhak menerima zakat? Pertanyaan serupa juga pernah diajukan kepada Imam An-Nawawi. Dalam kitabnya Fatawa An-Nawawi ia menjelaskan sebagai berikut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Bila seseorang sudah baligh dan tidak mengerjakan shalat, kemudian kondisi ini terus berlanjut sampai penyerahan zakat, maka tidak boleh memberikan zakat kepadanya. Ia termasuk kategori orang yang hartanya ditahan (dikontrol), karena masih bodoh (belum pandai memanfaatkan hartanya) dan tidak diperbolehkan memegang uang sendiri. Namun diperbolehkan memberikan zakat kepada walinya dan memegang pemberian zakat tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lain halnya dengan orang baligh, berakal, dan sudah shalat, kemudian tiba-tiba tidak mengerjakan shalat dan qadhi tidak menahan hartanya, maka diperbolehkan membayar zakat kepada golongan ini. Ia juga berhak untuk memegang uangnya sendiri dan seluruh bentuk tasharruf-nya (tindakan ekonomi) sah.”

Menurut An-Nawawi, terdapat dua kategori orang yang tidak shalat. Pertama, orang yang tidak mengerjakan shalat karena akalnya belum terlalu matang (safih) dan belum mampu membelajakan hartanya seperti manusia dewasa pada umumnya; kedua orang yang meninggalkan shalat karena malas, namun akalnya sudah matang dan mampu membelanjakan hartanya secara mandiri dan tidak mubadzir.

Untuk tipikal pertama tidak dibolehkan memberikan zakat kepadanya, karena dia tidak mampu menggunakan harta secara baik. Kalaupun tetap berkeinginan untuk berzakat kepadanya, serahkan kepada walinya atau orang yang mengontrol hartanya. Statusnya disamakan dengan anak kecil dan orang gila. Sementara tipikal kedua diperbolehkan memberikan zakat kepadanya, sebab dia sudah mampu mandiri menggunakan harta.

Berdasarkan penjelasan ini, yang menjadi perhatian utama pada saat membayar zakat ialah sejauh mana mustahiq mampu dan mandiri menggunakan harta yang diberikan. Kalau bisa, pastikan bahwa zakat yang diberikan digunakan sebaik-baiknya dan tidak diboroskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 12 Desember 2011

LTMNU Bogor Prihatin dengan Kondisi Masjid

Bogor, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatu Ulama (PC LTMNU) se-wilayah Bogor (Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kota Depok) mengadakan silaturahim dan konsolidasi.

Acara ini dalam rangka menjawab keluhan warga ahlusunnah waljamaah (Aswaja) yang belakangan banyak diganggu oleh kelompok lain, bertempat di Kantor PCNU Kabupaten Bogor Jl.bina Citra No.5 Kp.Cipayung Kelurahan Tengah kecamatan Cibinong.

LTMNU Bogor Prihatin dengan Kondisi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Bogor Prihatin dengan Kondisi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Bogor Prihatin dengan Kondisi Masjid

Hadir KH Abdul Manan Ghoni, Ketua PP LTMNU, KH Suaedy, wakil ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatu Ulama (PP LPNU), pengurus cabang NU dan Pengurus Lembaga Takmir Masjid NU se-korwil Bogor.

 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Abdul Manan, mengatakan; masjid jangan hanya dibangun megah-megah tapi sepi dari jamaah. Sepinya warga yang berjamaah, menurutnya dikarenakan beberapa hal, di antaranya; pembangunan masjid hanya mempertimbangkan kemegahan fisiknya. Oleh karena itu ia menegaskan kepada seluruh pengurus lembaga takmir masjid, agar ikut memikirkan persoalan ummat. Kita harus siap menjadi pemimpin sekaligus khadimul ummah (pembantu ummat), baik dalam pencerahan keagamaan dan problem-problem yang dihadapi jamaah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Adapun ancaman dari kelompok lain, tidak perlu dirisaukan karena nantinya jamaah akan tahu sendiri siapa yang lebih pantas untuk menyampaikan agama. Sebab belakangan ini masyarakat sudah sadar untuk menanyakan segala sesuatunya pada ahlinya. Jika tanya soal mesin pasti ke bengkel, begitu juga tanya agama, masyarakat sudah sadar pasti tanya pada orang yang pernah di pesantren.

Di sisi lain, Takmir masjid harus memperhatikan kesejahteraan ummat. Meminjam Istilah Kiai Masdar Farid Masudi, Rais Syuriyah PBNU, takmir masjid harus bisa menjadikan masjid sebagai spirit kesejahteraan dan kesalehan sosial. Dari rumah (masjid)-Nya kita makmurkan bumi-Nya, imbuhnya.

Sementara Kiai Suaedy mengatakan; kedepan masjid harus mempunyai koperasi tersendiri agar menjauhkan jamaahnya dari pinjaman pasukan rentenir yang dapat mencekik perekonomian keluarga. Dengan adanya koperasi yang dikelola tiap masjid nanti kita dapat membantu mengkoordinasi pemasaran hasil produksi jamaah antara masjid satu dengan masjid yang lain, bahkan masjid antar daerah dan propinsi lain. Dengan usaha ini masjid nantinya tidak perlu lagi meminta-minta sumbangan di tengah jalan. Bahkan dengan adanya koperasi masjid nanti dapat memberikan bantuan-bantuan kepada warga yang kurang mampu, baik untuk beasiswa pendidikan, kesehatan dll.

Kiai Romdon berterimakasih di datangi banyak kiai dan berharap menjadi berkah buat PCNU dan warga Bogor pada umumnya. Ketika ditanya bagaimana persoalan masjid, ia mengatakan keresahan jamaah ahlu sunnah waljamaah terutama di wilayah Bogor dan sekitarnya saat ini sama, yaitu ada aliran-aliran Islam yang berbeda dengan yang sudah berjalan saat ini.

“Tapi, saya sudah menghimbau kepada seluruh Pengurus LTMNU dan LDNU Kabupaten Bogor untuk mengajak dialog dengan baik dengan mereka yang berbeda. Prinsipnya persoalan agama harus kembali kepada al-Quran, Hadist dan ilmunya para sahabat serta ulama. Dalam konteks sekarang yang banyak bermunculan aliran-aliran Islam, mau tidak mau harus kembali pada ulama. Karena mereka adalah pewaris para Nabi (al-Ulama warastatu al—anbiya),”

Sementara Ahsan Ustadzi, sekretaris PCNU Kab. Bogor menghendaki agar silaturahim antar pengurus LTMNU se-wilayah Bogor dapat diagendakan bulanan. Sehingga problem yang dihadapi masyarakat dapat segera terjawab dengan baik. Sebagai ummat Islam tentu tidak dapat dipisahkan dengan masjid sehingga tanpa diundangpun warga masyarakat sudah berduyun-duyun ke masjid. Dengan demikian, masjid tetap menjadi tempat yang paling strategis untuk pengembangan kemaslahatan dan kesejahteraan ummat.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Internasional, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 04 Desember 2011

Tatang Siap Mundur dari Banser

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kasatkornas Banser menolak dimasukkannya unsur eksternal aparat TNI AL atau marinir dalam pelaksanaan Kongres XIV di Surabaya 13-18 Januari 2011 sebagai pengendali utama keamanan Kongres. Karena itu kalau protes ini tidak direspon maka Ketua Satkornas Banser H. Tatang Hidayat dan ketua-ketua Banser se Indonesia siap mundur dari Banser.



Tatang Siap Mundur dari Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Tatang Siap Mundur dari Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Tatang Siap Mundur dari Banser

“Kalau Kongres itu di bawah kendali marinir berarti, GP Ansor di bawah marinir. Karena itu kita menolak keterlibatan marinir tersebut dan meminta agar Ketua Umum PP GP Ansor H. Saifullah Yusuf mengembalikan hak kami. Kami juga tidak akan mengganggu kedaulatan kongres,”kata Ketua Banser Tatang Hidayat pada wartawan di Jakarta, Senin (10/1).

Hadir antara lain Kasatkorwil Banten H Rois, DKI Jakarta Ir H Syakur Mustofa, Jawa Barat H Hartono, DI Yogyakarta M Chozen, Jawa Tengah H Ali Mahfudz, Jawa Timur Drs H Mujib Sadzili, Kepri mewakili Sumatera Drs Sunardi, Sulawesi Selatan Nurdin Tajeri dan Kasatkorwil Kaltim mewakili Kalimantan Henry.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang pasti lanjut Tatang, Banser adalah kader inti yang kebradaannya melekat pada struktur organisasi sesuai AD/ART GP Ansor Bab IV pasal 18. Bahwa Banser memiliki fungsi kaderisasi, dinamisator dan stabilisator di mana Banser menjadi pintu masuk bagi generasi muda NU untuk menjadi anggota Banser disamping proses rekruitmen yang dilakukan oleh GP Ansor.

Selain itu Banser menjadi motor penggerak sekaligus pelaksana di semua lini program kerja GP Ansor terutama di bidang ideology, social kemasyarakatan, mengawal komitmen pluralism, pemberdayaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selanjutnya menurut Tatang, Banser menjadi pengendali utama setiap kegiatan internal organisasi sesuai kompetensi dan keterampilan yang dimilikinya. “Untuk stabilisator ini Banser kerjasama dengan Polri. Karena itu tidak benar jika Banser melakukan pelatihan dengan unsure marinir,”tambah Tatang.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 03 Desember 2011

Kuatkan Barisan dengan Silaturahim ke Pimpinan Banom NU

Mojokerto, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Halal bihalal merupakan salah satu tradisi Nahdlatul Ulama (NU) yang masih terawat hingga saat ini. Demikian pula yang dilakukan Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Untuk menyolidkan hubungan antarorgan di lingkungan NU, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Jetis Mojokerto mengajak kader untuk bersilaturahim ke kediaman pimpinan badan otonom (banom) NU yang ada kecamatan setempat.

Kuatkan Barisan dengan Silaturahim ke Pimpinan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuatkan Barisan dengan Silaturahim ke Pimpinan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuatkan Barisan dengan Silaturahim ke Pimpinan Banom NU

Para anggota organisasi pelajar ini antara lain mengunjungi pimpinan Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) NU, ketua MWCNU, serta alumni pimpinan IPNU-IPPNU pada periode sebelumnya.

Saat dikunjungi, Maslihul Amin selaku Ketua Ishari NU Kecamatan Jetis sempat melempar canda kepada kader NU. "Pemuda NU iku seng penting obah (pemuda NU itu yang penting gerak)," ujarnya, Kamis (29/6).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, sebagai generasi penerus kepengurusan NU, para pemuda harus bisa bermanfaat bagi masyarakat. Jika sejak muda sudah terjun langsung menghadapi masyarakat dengan berbagai macam karakter, diharapkan nantinya ketika sudah dewasa benar-benar bisa menempatkan dirinya di mana pun dia berada.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Semoga tali persaudaraan ini tetap terjaga, dan juga kita senantiasa diberikan kekuatan untuk terus bisa memperjuangkan NU sehingga bisa melanjutkan perjuangan ulama terdahulu," imbuhnya. (Nuruddin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 29 November 2011

Mbah Ngis dan Resep Menghentikan Kenakalan Anak

Mbah Ngismatun Sakdullah Solo (wafat 1994) – biasa dipanggil Mbah Ngis - memiliki seorang anak laki-laki bernama Pak Udin. Ketika masih kecil, Pak Udin sering mendapat perlakuan nakal dari anak tetangga yang usianya memang lebih tua. Pak Udin suka bermain di atas pohon nangka yang berada di samping rumahnya dengan ketinggian tak seberapa.

Seringkali terjadi ketika Pak Udin? bertengger di atas pohon, tak lama setelah itu ada tangan jahil dari arah bawah yang secara tiba-tiba masuk ke dalam celana kolornya yang longgar. Lalu tangan itu membetot “sarang burung” miliknya. Pak Udin merasa kesakitan luar biasa dan berteriak kesakitan, “Aduuuh…aduuuh…!”

Mbah Ngis dan Resep Menghentikan Kenakalan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Ngis dan Resep Menghentikan Kenakalan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Ngis dan Resep Menghentikan Kenakalan Anak

Setelah Pak Udin berteriak seperti itu, tak lama kemudian anak tetangga tersebut menjauh dari tempat kejadian sambil tertawa terbahak-bahak. Ia seperti merasa sangat puas dengan apa yang telah dilakukannya. Kejadian seperti ini berulang kali. Pak Udin? merasa tidak tahan dinakali terus-menerus seperti itu? hingga akhirnya ia? melapor kepada ibunya. Mbah Ngis merasa sangat prihatin dengan perilaku “menyimpang” dari anak tersebut. Tetapi Mbah Ngis tidak sanggup melaporkan hal itu kepada ayahnya karena Mbah Ngis sangat menaruh hormat kepadanya.

Mbah Ngis kemudian memberi resep? kepada Pak Udin untuk membuat anak tetangga itu jera dari kenakalannya. Mbah Ngis meminta Pak Udin berteriak sekerasnya dengan menyebut-nyebut namanya ketika anak itu beraksi. Pak Udin paham dengan petunjuk Mbah Ngis dan setuju dengan apa yang diajarkannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Benar. Hari berikutnya ketika Pak Udin sedang bersantai ria di atas pohon, tiba-tiba anak tetangga itu? melakukan apa yang biasa ia lakukan terhadapnya. Seketika itu Pak Udin berteriak dengan menyebut-nyebut? namanya sekeras mungkin. “Kang Fulan, aduuuh..! Kang Fulan, aduuuh...!

Mendengar Pak Udin meneriakkan namanya hingga berkali-kali dengan suara sangat keras, anak tetangga itu? akhirnya menghentikan aksinya. Ia tidak tertawa terbahak-bahak sebagaimana biasanya. Ia tampak bingung harus berbuat apa sebelum akhirnya lari terbirit-birit. Ia pulang ke rumahnya. Tak lama setelah itu dari tempat Pak Udin berada di atas pohon Pak Udin mendengar suara anak yang mengaduh kesakitan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Aduuuh… kapok Bapaaak...! Aduuuh… kapok Bapaaak..!”

Pak Udin yakin itu suara Kang Fulan. Pak Udin penasaran dan segera berlari menuju rumahnya. Pak Udin? ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Kang Fulan. Dari luar jendela rumahnya, Pak Udin? melihat Kang Fulan sedang digebuki ayahnya dengan sulak dari rotan. Bulu-bulunya rontok karena berulang-ulangnya pukulan ayahnya.

“Ojo kurang ajar kowe! Kapok opo ora kowe…?!” (Jangan kurang ajar kamu! Kapok tidak kamu?!). Kata sang ayah? sambil menghajar Kang Fulan. Ternyata sang ayah menyaksikan sendiri dari jendela rumahnya apa yang dilakukan Kang Fulan terhadap Pak Udin ketika ia berteriak-teriak menyebut namanya sambil mengaduh kesakitan.

“Kapok Bapaaak… Kapok Bapaaak…,” katanya sambil menangis kesakitan dan meminta ampun.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, IMNU, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 22 November 2011

PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres

Padang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah Ikatan PelajarNahdlatulUlama (PW IPPNU) Sumatera Barat beserta Pimpinan Cabang IPPNU se-Sumbar akan berangkat ke Kongres  XVI IPPNU di Asrama Haji Palembang, Sumatera Selatan. Rombongan sebanyak  28 orang berangkat Kamis, 29 November 2012. Utusan yang akan berangkat terdiri dari Ketua, Sekretaris,Wakil Ketua Bidang Organisasi, dan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi.

Ketua PW IPPNU Sumbar Fitria Angraini kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Selasa (27/11/2012) di sekretariat PW IPPNU Sumbar  berharapkan dalam kegiatan Kongres XVI IPPNU nanti di Palembang bisa merekomendasikan kader yang akan memimpin IPPNU tiga tahun ke depan adalah kader-kader yang benar-benar mempuyai loyalitas di organisasi.

PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)
PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)

PW IPPNU Sumbar Berangkatkan 28 Orang ke Kongres

“Calon ketua umum adalah kader yang sesuai dengan UU Nomor 40 tentang Kepemudaan. Sehingga proses organisasi di Indonesia bisa berjalan dengan baik. Regenerasi di organisasi IPPNU harus jalan,” kata Fitria.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Armaidi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 19 November 2011

Pasar Rakyat NU Pacitan Pamerkan Produk Lokal

Pacitan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Untuk pertama kalinya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pacitan menggelar “Bazar Ekonomi Kerakyatan Warga Nahdliyin” dan konsolidasi organisasi. Di alun-alun Pacitan, pemotongan pita menandai pembukaan pasar rakyat ? yang menampilkan banyak produk lokal.

Pasar Rakyat NU Pacitan Pamerkan Produk Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat NU Pacitan Pamerkan Produk Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat NU Pacitan Pamerkan Produk Lokal

Pasar rakyat dibuka oleh Ketua MUI Pacitan yang didampingi Sekretaris PCNU Pacitan M Nurul Huda dan Ketua GP Ansor Pacitan Khoirul Anam, Kamis (17/9). Pasar rakyat ini berlangsung Kamis-Jumat (17-18/9).?

Produk lokal unggulan Nahdliyin Pacitan yang ditampilkan antara lain kain batik, makanan khas, oleh-oleh Pacitan, suvenir, macam-macam furnitur, seragam dan atribut NU serta aneka batu mulia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengunjung pasar rakyat ini juga dihibur oleh penampilan Orkes Gambus Aiwaah dari pondok pesantren Tremas, Pacitan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

M Nurul Huda mengatakan, kepedulian NU terhadap umat tidak hanya sebatas urusan ukhrawi, namun juga urusan duniawi seperti membangun perekonomian umat.

“Jamaah kita itu punya berbagai macam produk yang secara kualitas tidak kalah dengan yang tersebar di berbagai supermarket. Namun kita lemah di pemasaran. Maka pengurus NU perlu memberikan solusi pemasaran,” ungkap Huda.

Ia berharap pasar rakyat ini mampu meningkatkan usaha warga NU serta dapat meningkatkan daya saing usahawan nahdliyin. Ia juga berharap pemerintah daerah turut mendukung upaya pemberdayaan ekonomi jamaah NU.

“Kegiatan ini rencananya akan terus digelar rutin setiap tahun, sehingga peluang pasar akan terus terbuka dan perekonomian umat terangkat,” kata Huda.

Pasar rakyat yang diikuti oleh MWCNU sekabupaten Pacitan dan Banom NU Ini digelar dalam rangka meramaikan gelaran konsolidasi organisasi Nahdlatul Ulama Pacitan agar kepengurusan semakin solid serta khidmah NU kepada masyarakat semakin lebih nyata. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 18 November 2011

Ali Masykur: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semu

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa mengkritik pemerintah yang mengklaim kesuksesan pembangunan Indonesia di bidang ekonomi. Menurut dia, klaim tersebut tidak sesuai kenyataan.

“Saya bangga Indonesia pertumbuhan ekonominnya 6.3 hingga 6,4 persen. Investasinya juga sangat signifikan tiga tahun berturut-turut. Tetapi, saya katakan, investasi dan pertumbuhan itu semu karena tidak didasarkan pada sektor riil di bawah,” ujarnya.

Ali Masykur: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Masykur: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Masykur: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semu

Ali Masykur mengatakan hal itu pada forum refleksi kebangsaan “Nasionalisme di Simpang Jalan” yang diselenggarakan Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (19/7) petang. Turut hadir  guru besar Universitas Jayabaya Rusydi, para kader muda NU, dan sejumlah komunitas di Jakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kesemuanya itu, menurut Ali Masykur, karena wujud pertumbuhan tidak di level UMKM melainkan lebih banyak di pasar modal. Posisi pasar modal dinilai sangat rapuh karena ia bukan investasi langsung berjangka panjang lantaran tergantung, misalnya, pada faktor politik internasional.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia mengingatkan tentang perlunya berhati-hati dengan jebakan klaim keberhasilan yang menggambarkan seolah-olah Indonesia menjadi kekuatan ekonomi baru di dunia. Sebab, kesejahteraan rakyat belum benar-benar terjadi dan kedaulatan ekonomi masih jauh dari pangang api.

Ali Masykur menambahkan, kepemilikan kekayaan dalam negeri belum sejalan dengan semangat nasionalisme ekonomi Indonesia. “Karena 88 persen dari total K3S (kontraktor kontrak kerja sama) yang mengeksplorasi dan mengeksploitasi migas di Indonesia itu bukan Pertamina,” paparnya.

Sementara itu Rusydi menggarisbawahi, problem pokok di Indonesia adalah pada penegakan hukum yang tidak adil. Persoalan kian runyam ketika pemerintah tak mampu bersikap tegas dan mudah dikendalikan kekuatan asing.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 14 November 2011

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016

Jakarta,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Aminuddin Ma’ruf terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia periode 2014-2016 pada Kongres Jambi yang berlangsung 30 Mei sampai 10 Juni 2014.

Amin, kader PMII yang diusung Cabang Jakarta Timur tersebut menyelesaikan S1 di Universitas Negeri Jakarta dan melanjutkan S2 di Universitas Trisakti. Di PB PMII sebelumnya ia dipercaya sebagai Ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi.

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016

Salah seorang pengurus PB PMII, Abdul Malik, menceritakan proses pemilihan di kongres tersebut. Menurut dia, awalnya yang mencalonkan diri menjadi ketua umum sekitar 15 orang. Setelah beberapa calon mengundurkan diri, 5 kandidat maju pada putaran pertama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kata Malik, pada putaran pertama itu Muammarullah Umam mendapat 51 suara, Aminuddin Ma’ruf 38,? Abdul Aziz 7, Zaini Mustakim 41, Jabidi Ritonga 35, Miftahul Aziz 45. Sementara pada putaran kedua Aminuddin 102, Muammarullah Umam 74, Miftahul Aziz 64.? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Aminuddin terpilih secara demokratis pada kongres tersebut,” kata Abdul Malik melalui telpon Selasa (10/6). (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Quote, Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 10 November 2011

Ini Syarat Doa agar Terkabul

Allah telah berfirman dalam Surat Al-Mukmin ayat 60.

? ? ? ? ? ?...

Ini Syarat Doa agar Terkabul (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Syarat Doa agar Terkabul (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Syarat Doa agar Terkabul

Artinya, "Tuhanmu berfirman, ‘Doalah kepadaku, niscaya? akan kuperkenankan bagimu.’"

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ayat ini memerintahkan manusia untuk berdoa kepada-Nya. Ketika seorang hamba telah memohon dan meminta dengan berdoa, niscaya Allah akan mengabulkannya. Apapun itu, pasti akan dikabulkan. Allah adalah dzat yang maha mendengar dan kuasa. Allah mendengar segala doa makhluk-Nya baik itu secara lisan maupun dalam batin saja. Apapun permintaan makhluk-Nya, Dia dapat dengan mudah mengabulkannya.

Namun ada juga manusia yang telah berdoa siang dan malam. Bahkan tak jarang ditemui sebagian dari kaum Muslimin berlaku tirakat, rela menahan hawa nafsu untuk melakukan perkara yang sebenarnya mubah atau boleh dilakukan demi terkabulnya doa. Sayang, ternyata doanya tak kunjung terkabul. Lalu, gerangan apakah yang membuat doa tak terkabul? Padahal, ayat di atas dengan tegas menerangkan bahwa Allah akan mengabulkan segala doa. Apakah ayat tersebut bohong? Ataukah Allah mengingkari kalam-Nya sendiri? Jelas? tidak sama sekali!? Mustahil. Lalu mengapa?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Imam Ahmad bin Muhammad As-Shawi Al-Maliki dalam kitabnya, Hasyiatus Shawi ala Tafsiril Jalalain menjelaskan:

?: ? ? ? ?, ? ? ? ? ?.

Artinya, “Sungguh, doa itu memiliki beberapa syarat agar terkabul. Maka ketika salah satu syarat tidak terpenuhi, doa pun tak kunjung diijabah.”

Mungkin ada sebagian dari kita belum mengetahui syarat-syarat doa sehingga banyak dari kaum Muslimin merasa bahwa doa mereka tak kunjung dikabulkan. Padahal mereka telah berdoa seumur hidup mereka.

Imam As-Shawi menyebutkan syarat pertama adalah keutuhan seorang hamba menghadap baik lahir, dengan menengadahkan tangan dan merintih memohon kepada Allah maupun batin, yaitu sekiranya tidak terbersit dalam hatinya segala sesuatu apapun kecuali Allah semata.

Ketika seorang hamba telah fokus, memusatkan seluruh jiwa dan raga untuk meminta kepada Allah. Maka tinggallah hamba tersebut mengutarakan seluruh keinginannya, seluruh keperluannya. Kedua, hendaknya doa tidak berisi segala sesuatu dalam rangka keburukan. Misalnya, berdoa agar seseorang mengalami kecelakaan.

Ketiga, doa juga tidak boleh dipanjatkan dalam rangka meminta untuk memutuskan tali persaudaraan, kekerabatan, maupun tali kasih sayang antarsesama manusia. Sungguh, sekali-kali doa seperti itu tidak akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Yang perlu digarisbawahi adalah, seorang hamba yang ingin doanya terkabul, tidak boleh tergesa-gesa dalam meminta dikabulkan. Sungguh, sangat hina kiranya ketika seorang hamba yang lemah tanpa daya, yang tak mampu apa-apa kecuali dengan kuasa-Nya ketika berdoa "menuntut" Allah untuk segera mengabulkannya.

Sungguh doa itu ada kalanya segera diijabah, dikabulkan oleh Allah. Ada juga memang doa tersebut diakhirkan oleh Allah untuk hamba-Nya. Karena Allah lebih mengetahui, kapan doa tersebut tepat dikabulkannya.

Simpulan dalam hal ini terangkum apik dalam hadits yang dijadikan sang imam dalam menjelaskan syarat-syarat doa terkabul sebagai berikut.

? ? ?: "? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ?: ?: ? ? ? ?."

Artinya, “Oleh karenanya, telah datang (sebuah hadits), ‘Tidak ada seseorang yang berdoa kepada Allah taala dengan serangkaian doa kecuali Allah mengabulkannya. Maka ada kalanya doa tersebut terkabul di dunia. Ada pula doa yang memang diakhirkan terkabulnya di akhirat. Ada juga doa tersebut untuk menghapus dosa-dosa hamba sesuai dengan kadar doanya. Dengan syarat, selagi doa tersebut tidak dipanjatkan dalam rangka meminta sesuatu yang berdosa, memutus tali silaturahmi, atau hamba tersebut tergesa-gesa.’ Para sahabat bertanya, ‘Ya rasulullah, lalu bagaimanakah (gambaran) hamba yang tergesa-gesa?’ Rasul menjawab, ‘Adalah hamba yang berkata, ‘Aku telah berdoa, namun mengapa tak kunjung dikabulkan.’" (Ulin Nuha Karim)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Ubudiyah, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 29 Oktober 2011

Gerakan Islam Cinta 2016

Dunia maya kini menjadi mimbar bebas, bukan hanya berpendapat, tetapi juga bebas saling mencaci dan menghujat. Internet sebagai media komunikasi yang seharusnya membangun koneksi antarmanusia justru menjadi pemecah belah.

“Sesungguhnya setan benar benar berputus asa untuk dapat disembah oleh orang-orang yang shalat. Akan tetapi dia akan tetap menyebarkan permusuhan di antara mereka”. (HR. Tirmizi)

Gerakan Islam Cinta 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Islam Cinta 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Islam Cinta 2016

Informasi yang bersifat pemecah belah seperti racun yang menjalar.

1) Pada tahap awal ia akan menumbuhkan fanatisme golongan atau kelompok. Bisa kelompok agama, supporter sepakbola, pengusung calon presiden, dll. Setiap kelompok akan memproduksi informasi yang menguatkan supremasi mereka dan menganggap rendah kelompok lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

2) Maka pada tahap ini informasi berhasil membentuk benteng segregasi. Masyarakat terkotak-kotak di benteng tertutup.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

3) Akibatnya mereka tidak bisa lagi saling melihat dengan jernih. Lalu setiap kelompok akan saling berprasangka dan menduga-duga.

4) Maka stereotype akan tumbuh subur. Masyarakat lebih percaya pada asumsi dan malas melakukan konfirmasi. Saling curiga dan prasangka bukan hanya terjadi antar-dua kelompok yang bersengketa, tapi juga antar tetangga bahkan di dalam rumah tangga.

5) Jika sudah tak saling percaya, maka setiap orang akan menandai/labeling. Saya-kamu, kami-mereka, sahabat-musuh, Sunni-Syiah, Viking-The Jack, pribumi-pendatang, fundamentalis-liberal, dan label-label lainnya. Dengan label seperti itu maka setiap orang dengan mudah mengenali siapa yang harus dilindungi dan siapa yang harus dihabisi.

6) Tinggal menunggu api-api kecil, maka konflik besar akan meledak (contoh: Ambon dan Poso).

Semua kekerasan massa umumnya mengalami tahap-tahap di atas. Awalnya dari informasi. Setahap demi setahap racun informasi memakan “kekebalan tubuh” bernama trust. Saat trust sudah hilang dalam masyarakat, antarsahabat bisa saling membabat, bahkan sebuah negara bisa porakporanda jika warganya dan pemimpinnya sudah tak saling percaya (contoh Yugoslavia).

Oleh karena itu kami Gerakan Islam Cinta mengajak semua masyarakat untuk segera menyadari situasi ini dan melakukan aksi-aksi nyata, sekecil apapun.

1. Tidak ikut mereproduksi dan menyebarkan informasi yang bersifat memecah belah. Bersikaplah kritis dan bijak terhadap informasi. Jika tak mampu memproduksi konten-konten positif, maka jangan ikut mereproduksi konten negatif.

“Cukuplah dikatakan pendusta jika dia menceritakan (menyebarkan) semua yang dia dengar.” (HR. Muslim).

2. Tidak terjebak dalam polemik yang sengaja dilempar di dunia maya untuk memperjelas segregasi kelompok pro dan kontra. Kita bisa memperhatikan dalam satu tahun, ada waktu-waktu panas di mana netizen saling teriak berdebat tentang satu polemik. Misalnya pada bulan Desember, topik “Halal dan haram mengucap selamat natal” menjadi perbincangan di mana-mana. Setiap orang sepertinya punya hak berfatwa. Pada awal Ramadhan atau hari raya maka perdebatan perbedaan hari puasa dan hari raya biasa mengemuka. Sepanjang tahun, tak pernah habis tema-tema “hot” yang menguras energi kita berdebat. Kadang perdebatan tidak lagi pada esensi topiknya, tetapi sudah mengarah pada segregasi, siapa ada di posisi mana. karena itulah Rasulullah bersabda,

“Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam keadaan bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaknya”. (HR. Abu Daud).

3. Daripada menghabiskan energi dalam perdebatan yang tiada ujung, mari kita memproduksi konten-konten yang bermuatan cinta dan persatuan. Hal tersebut bisa menjadi counter terhadap konten yang bersifat kebencian. Menurut report Simmon Wiesental Center, jumlah web/page yang berisi kebencian mencapai 11.500 pada tahun 2010 meningkat 20% dari tahun sebelumnya. Diperlukan lebih banyak konten dan web yang berisi cinta agar racun kebencian di dunia maya bisa dinetralkan.

4. Mengajarkan critical thinking dan menumbuhkan tradisi tabayyun kepada siswa, guru dan masyarakat. Seberbahaya apa pun racun informasi, tidak akan berfungsi jika setiap kita memiliki benteng pertahanan dalam diri yang disebut kemampuan literasi, digital literasi dan critical thinking.

Bersama seruan di atas, Gerakan Islam Cinta menginformasikan bahwa tahun ini telah mengagendakan beberapa program.

Festival Islam Cinta (FIC) 2016: Adalah sebuah festival yang berupaya mengarusutamakan Islam moderat yang mempromosikan nilai Islam yang damai. Festival ini menjadi ruang bagi organisasi, akademisi, seniman, dan individu yang ingin menyuarakan Islam damai agar didengar lebih luas. FIC 2015 dilakukan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan sukses menghadirkan lebih dari 1500 audiens dan dihadiri tokoh besar seperti Anies Baswedan, Moh. Mahfud MD, Alwi Shihab, Komaruddin Hidayat, dll. FIC 2016 akan digelar di UIN Malang pada tanggal 24 Februari. Jawa Timur sebagai basis pesantren, maka FIC kali ini akan memberi ruang luas bagi para kyai, santri, selain para mahasiswa, akademisi dan tokoh Muslim nasional dan lokal.

Pelatihan literasi bagi da’i, guru pai, asatidz, santri dan aktivis rohis: bekerja sama dengan Kementerian Agama RI, GIC akan mendampingi sejumlah dai, guru pai, santri, dan aktivis rohis untuk memiliki kemampuan literasi dan digital literasi. Mereka adalah ujung tombak yang menentukan hitam putih wajah Islam di Indonesia. Dengan melatih mereka, diharapkan mimbar jumat, pelajaran di sekolah dan pesantren akan bernuansa Islam yang menyejukkan.

Penerbitan dan penyebaran bukom (buletin-komik) Jumat. Bekerja sama dengan Islamic (Islam in Comic), GIC akan memproduksi dan mendistribusikan buletin komik yang akan disebar di masjid-masjid kampus. Pesan yang diusung adalah nilai-nilai damai Islam. Dikemas dalam bentuk komik agar menarik bagi mahasiswa. Bukom ini sangat strategis dalam penyampaikan pesan damai Islam, mengingat kini masjid-masjid kampus diserbu buletin-buletin jumat yang menawarkan paham-paham yang intoleran. Islamic adalah gerakan yang digagas oleh mahasiswa, telah satu tahun eksis secara online dan memiliki 30 ribu audiens, dan masuk ke dalam satu diantara 9 gerakan dakwah kreatif di media online. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah PonPes, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 16 Oktober 2011

Istri Rais Aam Kebanjiran Permintaan “Bocoran”

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Di musim kampanye Capres dan Cawapres ini, rupanya tidak hanya tim sukses yang sibuk. Hj Siti Fatma misalnya kebanjiran pesan singkat yang meminta bocoran dukungan suaminya. Bocoran tersebut mencari tahu kepada siapa Rais ‘Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri menjatuhkan pilihan pada 9 Juli nanti?

Istri Rais Aam Kebanjiran Permintaan “Bocoran” (Sumber Gambar : Nu Online)
Istri Rais Aam Kebanjiran Permintaan “Bocoran” (Sumber Gambar : Nu Online)

Istri Rais Aam Kebanjiran Permintaan “Bocoran”

“Ibunya anak-anak ~Siti Fatma~ kebanjiran sms yang minta bocoran: dalam pilpres ini aku mendukung siapa?” tulis kiai yang akrab disapa Gus Mus tersebut melalui akun Facebooknya, Sabtu (14/6).

Lanjutan status tersebut berbunyi, "Dijawab bagaimana, bah, sms-sms ini?" tanyanya sambil tersenyum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Lho ya terserah Sampéyan mau menjawab bagaimana," jawabku juga sambil tersenyum; "kan Sampéyan yang dimintai bocoran."

Beberapa akun berkomentar status tersebut, “Di jawab tg mriki mawon yai....” (Dijawab di sini saja, Kiai).? Akun lain menulis, “Insya Allah dan pastinya tidak Golput, kami jg menunggu bocoran. Minimal butuh clue Pak Kyai....”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Salah satu akun bereaksi lain, “Hehehe... saya kangen Ibu... salam kangen dan tadzim buat Ibu Siti Fatma...” (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 19 September 2011

D. Zawawi Imron akan Terima Mastera

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penyair pesantren, D. Zawawi Imron, akan menerima hadiah sastra dari Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera). Penyerahan hadiah akan dilakukan di Kualalumpur, Malasysia, 30 Nopemper 2010.



D. Zawawi Imron akan Terima Mastera (Sumber Gambar : Nu Online)
D. Zawawi Imron akan Terima Mastera (Sumber Gambar : Nu Online)

D. Zawawi Imron akan Terima Mastera

Saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Senin, 29 Nopember, sebelum berangkat ke negeri jiran , Zawawi mengatakan bahwa karya yang dinilai dewan juri adalah buku berjudul Kelenjar Laut. Buku ini berisi 73 judul puisi yang diterbitkan Gama Media, Yogykarta, 2007.

"Hadiah ini adalah sebuah tantangan baru saya untuk terus istiqomah berkarya. Saya percaya istiqomah itu membuka yang tertutup, meringankan yang berat, dan yang belum indah menjadi indah," kata Zawawi, tawadlu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bagi penyair kelahiran Madura 1945 ini, hadiah ini bukanlah yang pertama. Dia tercatat pernah mendapat hadiah utama penulisan puisi ANteve untuk penulisan puisi (1995), Nenek Moyangku Airmata (1987) dapat hadiah Yayasan Buku Utama.

Sementara buku berjudul Celurit Emas dan Nenek Moyangku Airmata (1990) terpilih sebagai buku terbaik Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mastera yang kini berusia 15 tahun memiliki konsen di dunia kesusastraan. Malaysia, Indonesia dan Branaidarussalam adalah anggota tetap dan sekaligus pendiri. Sedangkan Singapura menjadi negara pemerhati.

Selain memberi sejumlah penghargaan, Mastera juga melaksanakan proses pendidikan sastra, bernama bengkel sastra. Sastrawan pesantren kerap yang menjadi menter di sana adalah D. Zawawi Imron dan Acep Zamzam Noor.

Selain D. Zawawi Imron, di antara sastrawan Indonesia yang pernah mendapat anugerah serupa adalah WS Rendra, Kuntowijoyo, KH Musthofa Bisri, Joni Ariadinata. (hh)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Warga Dihimbau Dukung dan Besarkan Sekolah atau Madrasah NU

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Dalam kunjungan yang dilakukan oleh SMK Maarif Fajaresuk Pringsewu ke SMK Maarif Kota Gajah Lampung Tengah, Jumat (12/02/16) Bendahara Lembaga Pendidikan Maarif NU Pringsewu H Auladi Rosyad menghimbau warga NU khususnya di Kabupaten Pringsewu untuk mendukung dan membesarkan sekolah atau madrasah berbasis NU di Kabupaten Pringsewu.

Warga Dihimbau Dukung dan Besarkan Sekolah atau Madrasah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Dihimbau Dukung dan Besarkan Sekolah atau Madrasah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Dihimbau Dukung dan Besarkan Sekolah atau Madrasah NU

"Siapa lagi yang akan membesarkan Lembaga Pendidikan NU seperti Ma’arif kalau bukan diawali oleh warganya sendiri. Bekali putra-putri kita sejak dini dengan pendidikan Ahlussunnah wal Jamaah dengan menyekolahkannya di Lembaga Pendidikan NU," kata Rosyad yang juga tenaga pendidik di SMK Maarif NU Fajaresuk.

Pada kesempatan tersebut Rosyad menyatakan bahwa LP Ma’arif NU Pringsewu yang menaungi sekolah dan madrasah di Kabupaten Pringsewu berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai macam terobosan dan inovasi pendidikan. 

"Salah satunya kami mendorong sekolah dan madrasah Ma’arif untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi serta secara intensif melakukan kajian manajemen pengelolaan madrasah seperti melakukan studi banding yang sekarang dilakukan oleh SMK Maarif Fajaresuk ini," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain dapat menjadi kesempatan silaturahmi antar lembaga Ma’arif, kunjungan studi banding dapat dimaksudkan untuk mengkaji secara komprehensif segala hal terkait pendidikan seperti kurikulum, silabus, proses KBM, dan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk kelancaran pendidikan.

"Kami berharap dari kunjungan ke SMK Maarif Kota Gajah Lampung Tengah ini, kami akan mendapatkan ilmu dan inspirasi untuk diaplikasikan di Pringsewu sehingga kualitas sekolah dan madrasah di bawah naungan LP Ma’arif wabil khusus SMK Maarif Fajaresuk Pringsewu akan lebih baik," ujarnya.

Rosyad menambahkan bahwa dipilihnya SMK Ma’arif Kota Gajah Lampung Tengah sebagai tempat kunjungan studi karena di SMK tersebut memiliki jurusan yang sama dengan yang ada di SMK Ma’arif Fajaresuk yaitu Perbankan Syariah.

"Kami ingin murid angkatan pertama SMK Maarif Fajaresuk dapat menunjukkan kualitasnya seiring dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan yang diselenggarakan di sini," pungkasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kunjungan studi banding tersebut diikuti oleh tim manajemen, perwakilan dewan guru, dan beberapa siswa dan siswi SMK Ma’arif Fajaresuk. (Muhammad Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 08 September 2011

Gus Dur Bapak Humanis (1)

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Banyak gelar yang disematkan kepada Ketua Umum PBNU 1984-199, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mulai dari Guru Bangsa, Bapak Demokrasi hingga Bapak Pluralisme.

?

Gus Dur Bapak Humanis (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Bapak Humanis (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Bapak Humanis (1)

Menurut pemerhati pemikiran Gus Dur, Syaiful Arif, gelar yang paling tepat untuk cucu pendiri NU tersebut adalah Bapak Humanisme. Ia menjelaskan alasannya dengan membagi fase Gus Dur; yaitu Gus Dur muda dan Gus Dur tua.

?

“Gus Dur muda adalah teoritis, dan masa tua disebut “Gus Dur praktis” atau “Gus Dur Muda” dan “Gus Dur Tua”.

?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Dur muda dari tahun 1970 sampai pertengahan 90. Gus Dur Muda pemikirannya layak menjadi diskursus intelektual karena tulisan-tulisannya tidak hanya dalam bentuk opini di koran, tapi di makalah-makalah panjang. Baik dalam jurnal seperti Prisma, Pesantren, di koran-koran, maupun makalah-makalah seminar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Nah, dengan tulisan-tulisan panjang itu kan kita bisa merumuskan pemikiran Gus Dur sebagai wacana intelektual dan materi-materi akademis.”

?

Sementara Gus Dur tua itu sejak menjadi presiden sampai lengser. Waktu itu tulisan Gus Dur hanya dipercikan di koran. Gus Dur yang sudah sepuh itu ya Gus Dur yang sudah ? praktis.

?

Tulisan-tulisan di koran adalah refleksi dari peristiwa-peristiwa aktual atau penggalian kembali memori pemikiran yang masih ada dalam endapan di pemikirannya.

?

“Selama ini banyak orang menempatkan Gus Dur hanya di dalam Gus Dur di era tua. Mereka tidak masuk di dalam pemikiran Gus Dur di era muda.”

?

“Pribumisasi Islam adalah basis struktur dari pemikiran Islam Gus Dur itu kemudian menopang struktur pemikiran Islam Gus Dur, yakni Islam sebagai etika sosial. Kenapa? Karena Islam sebagai etika sosial adalah pemikiran Islam Gus Dur yang menempatkan Islam sebagai etika masyarakat; akhlak sosial.”

?

Jadi, Gus Dur itu selalu memaknai akhlak sebagai etika sosial. Ia tidak pernah menafsiri di luar konteks itu, umpamanya akhlak adalah pribadi. Akhlak itu pasti dalam kurung etika sosial.

?

“Di Islam itu kan ada rukan Islam ada rukun iman. Rukun iman itu teologis, rukun Islam itu katakanlah amal ya dari iman.”

?

Kata Gus Dur, di dalam rukun Islam itu ada dimensi sosial ada zakat, ada haji ada shalat; ketika berjamaah. Artinya, amal-amal ritual itu sebenarnya bersifat sosial. Artinya memiliki keberpihakan terhadap pensejahteraan masyarakat.

?

Namun sayangnya, banyak sekali umat Islam yang hanya memahaminya dalam kerangka ritual individual. Akhirnya, rukun sosial itu tidak ada dampak sosialnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Abadullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 06 September 2011

Benahi Kaderisasi, IPPNU Jombang Akan Perjuangkan Pembatasan Usia

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Momen kongres Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) XVII pada 4-8 Desember 2015 di Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, menjadi ajang pertukaran ide-ide untuk memperbaiki jenjang kaderisasi IPPNU ke depan. Hal ini yang menjadi perbincangan intensif di tingkat cabang IPPNU Jombang.

Aliyah, Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kabupaten Jombang, Jawa Timur menegaskan bahwa kaderisasi yang lebih menentukan maju dan tidaknya suatu organisasi. Topik ini, katanya, hendaknya menjadi pembahasan utama dalam kongres nanti, melihat kaderisasi IPPNU masih perlu disempurnakan.

Benahi Kaderisasi, IPPNU Jombang Akan Perjuangkan Pembatasan Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Benahi Kaderisasi, IPPNU Jombang Akan Perjuangkan Pembatasan Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Benahi Kaderisasi, IPPNU Jombang Akan Perjuangkan Pembatasan Usia

“Kaderisasi juga menjadi penentu progress dan tidaknya suatu organisasi,” katanya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah saat dihubungi, Kamis (3/12) pagi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menilai selama ini kaderisasi IPPNU masih belum diperhatikan dengan baik oleh semua tingkat kepengurusan, terlebih lagi batas usia pada anggota, pengurus dan ketua. Padahal pengkaderan NU berjenjang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Usia 12 tahun mayoritas sudah lulus SD/MI dan mau masuk SMP/MTs dan seterusnya. Mulai tingkat SMP/MTs dan MA/SMA meraka harus kenal dengan IPNU-IPPNU. Pada usia yang sudah sangat matang mereka bisa masuk Fatayat, Ansor dan NU,” tuturnya.

Batas-batas usia yang seperti ini, kata dia, harus mulai diperhitungkan dan diperbincangkan saat kongres. Bahkan pihaknya mengusulkan untuk ketua umum IPPNU maksimal berusia 27 tahun sesuai hasil Rapimwil pada tanggal 1 Oktober 2015 lalu.

“Kita berkomitmen untuk memperjuangkan batas-batas usia ini dan juga merumuskan strategi jitu dalam menyempurnakan kaderisasi,” ungkapnya.

Aliyah berharap perjalanan kongres IPPNU selama lima hari dapat berjalan sesuai dengan harapan. Ia juga mengungkapkan dalam menentukan pemimpin pada periode selanjutnya tidak boleh gegabah, perlu slekstif melalui informasi terkait perkembangan para kandidat yang mulai ramai diperbincangkan. (Syamsul/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Kajian, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 01 September 2011

Agama dan Problem Kependudukan

Oleh Amanah Nurish 

Tulisan ringan ini bermaksud untuk memaparkan fenomena mengenai isu kependudukan yang dilekatkan dengan mitos sekaligus konstruksi agama. Dalam sejarah peradaban manusia, faktor sumber daya alam dan agraria senantiasa menjadi sumber utama dalam konflik antar golongan, suku, negara, dan bangsa. Nilai-nilai utama dalam kekuasaan memang tidak lepas dari dua unsur penting; yakni sumber daya alam dan agraria. Pengaruh utama penyebab perang dan konflik di dunia dalam memperebutkan wilayah kekuasaan dan sumber energi yang ada di perut bumi secara tidak sengaja mengorbankan dua golongan umat manusia; kaum perempuan dan anak-anak.

Pascarevolusi industri, gaya hidup manusia bergeser dari cara hidup tradisional menjadi modern. Manusia lebih menggantungkan keberhasilan inovasi dan teknologi, termasuk pemanfaatan kemajuan teknologi kontrasepsi (Sachs, 2005). Di tengah arus modernisasi, jumlah manusia mengalami ledakan yang signifikan dari tahun ke tahun. Konsumsi energi, pangan, kesehatan, dan tempat tinggal menjadi semakin terbatas sehingga angka kemiskinan di dunia kian bertambah. Kemiskinan adalah penyebab utama dari kondisi ketidakmerataan ekonomi, sumber daya energi, dan lapangan pekerjaan pada populasi, yang biasanya diukur dari proporsi rumah tangga dengan penghasilan di bawah garis kemiskinan (Mason, 2005). Di Indonesia sendiri angka kelahiran dan ledakan penduduk menjadi salah satu kekhawatiran yang tak kunjung ada jawaban.

Agama dan Problem Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Agama dan Problem Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Agama dan Problem Kependudukan

Ledakan penduduk yang makin tak terkontrol selain menyebabkan masalah sosial dan ekonomi juga menyebabkan kerusakan ekosistem dan lingkungan hidup. Perebutan wilayah dan sumber daya alam yang konon memicu politik dunia tidak stabil sehingga terjadi konflik antar negara. Penekanan jumlah penduduk yang terus menerus diupayakan melalui program Millennium Declaration hingga disepakatinya indikator kependudukan dalam sasaran pembangunan global Millenium Development Golas (MDGs) masih menjadi pijakan yang cukup serius terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Regenerasi Atas Nama Agama

Peran Nahdlatul Ulama (NU) di masa orde baru sempat menjadi salah satu pilar penting dalam mensukseskan program pembangunan Keluarga Berencana Nasional (KBN) di tingkat Fatayat-Muslimat yang dialokasikan melalui wadah LKKNU. Selain organisasi NU, peran organisasi Muhammadiyah dalam program KBN juga memiliki keterlibatan yang cukup penting untuk dicatat. Melalui lembaga Majelis Pembina Kesehatan (MPK) Muhammadiyah didirikanlah klinik-klinik kesehatan dan rumah sakit untuk menyediakan pelayanan KB sekaligus pelayanan kesehatan reproduksi bagi kaum perempuan (Widyantoro, 2003). Namun organisasi-organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah dalam mendukung program KB mengalami fluktuasi. Peran MPK dan LKKNU yang bekerja sebagai lembaga advokasi perencanaan keluarga-yang zaman orde baru pemberdayaannya didukung oleh pemerintah, kini peran lembaga-lembaga tersebut mengalami kemandulan dan kemunduran.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Fatwa dari beberapa kelompok Islam radikal menyikapi KB sebagai suatu larangan dan diharamkan. Tentunya, menurut saya ini sungguh ancaman yang serius. Mengenai hukum KB menurut Syaikh Abdul Aziz Bin Baz adalah berdasarkan hasil Haiah Kibaril Ulama yakni organisasi ulama di Saudi yang telah memutuskan bahwa mengkonsumsi alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan tidak diperbolehkan dan bersifat haram. Dalam penjelasannya, kenapa KB itu diharamkan karena Allah mensyariatkan untuk hamba-Nya untuk mendapatkan keturunan dan memperbanyak jumlah umat.

Kelompok-kelompok radikal yang menganggap KB sebagai produk barat memegang teguh sebuah hadis yang berbunyi “Nikahilah wanita yang banyak anak lagi penyayang, karena sesungguhnya aku berlomba-lomba dalam banyak umat dengan umat-umat yang lain di hari kita” (Abu Daud 1/320, Nasa’i 2/71, Ibnu Hibban No. 1229, Hakim 2/62). Interpretasi terhadap surat Al Isra yang berbunyi “Dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar” (Al-Isra: 6) dipandang sebagai pedoman dalam memperbanyak keturunan. Persoalan kependudukan tidak hanya menyangkut masalah negara, melainkan juga melibatkan persoalan gender, ideologi dan agama yang turut bermain di dalamnya.

Tingginya angka ledakan penduduk di Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab dan kesadaran pemerintah saja, melainkan juga menjadi tanggung jawab dari semua elemen masyarakat. Jumlah penduduk yang kian hari kian bertambah tidak hanya menyebabkan terjadinya krisis pangan dan energi sebagai penopang kehidupan manusia, namun juga menyebabkan terjadinya krisis ekologi, oksigen, dan udara sehat yang akan dihirup oleh manusia-terutama di perkotaan. Kritik tajam atas masalah kependudukan di Indonesia pernah diungkapkan Prof Muhajir Darwin dari Pusat Studi Kependudukan (PSKK) Universitas Gadjah Mada, yang dengan tegas berpendapat bahwa isu-isu mengenai KB sudah tidak menjadi hal penting lagi semenjak runtuhnya rezim orde baru.

Problem kependudukan di Indonesia tidak sepenuhnya berada di tangan negara saja, melainkan juga menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai individu dan masyarakat. Jika pertumbuhan penduduk rata-rata setiap tahunnya meningkat antara 3,4 juta – 3,5 juta, maka jumlah angka kelahiran di Indonesia berkisar kurang lebih 9.589 bayi setiap harinya. Artinya, dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin tahun semakin meningkat, maka menurut laporan BKKBN tahun 2012 menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi oleh rakyat Indonesia adalah masalah ketahanan pangan, dengan rasionalitas sebagai berikut: (1) Alih fungsi lahan pertanian akibat tingginya urbanisasi (2) Perubahan iklim sehingga mempengaruhi kemampuan produksi dan stok pangan, gejolak penawaran dan permintaan pangan, serta gejolak dan ketidakpastian harga pangan (3) 27% penduduk rawan pangan (4) Masih tingginya prevalensi gizi buruk.

Keberhasilan pembangunan di suatu negara tidak hanya bergantung pada jumlah sumber daya alam yang tersedia, namun bergantung pada kualitas penduduk. Melalui beberapa wawancara yang saya lakukan dengan kelompok organisasi keagamaan kelompok radikal menunjukkan indikator bahwa persoalan ledakan penduduk di Indonesia tidak menjadi soal asalkan pemerintah dan negara bisa mengatur sumber daya alam, sehingga seberapapun jumlah penduduk di negeri ini tidak jadi masalah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ledakan populasi yang makin hari makin meningkat memiliki implikasi persoalan kriminalitas, kemiskinan, pengangguran, kerusakan lingkungan, krisis energi, dsb. Menurut saya hal ini menjadi penting untuk direnungkan karena dogma agama mempunyai potensi untuk membesarkan populasinya masing-masing demi alasan regenerasi umat. Masih relevankah anekdot “banyak anak banyak rejeki” di era kapitalisme global seperti sekarang ini?







Warga Nahdliyin dan peneliti di bidang sosial keagamaan masyarakat Asia Tenggara. Saat ini sedang bekerja sebagai konsultan tim USAID-Washington untuk program Agama, Perdamaian, dan Lingkungan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 28 Agustus 2011

PCNU Jember Geram Pelajaran SD Sebut Yerussalem Ibu Kota Israel

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Peredaan buku IPS kelas 6 SD yang berisi penyebutan Yerusslaem sebagai ibu kota Israel, diduga ada kesengajaan dari pihak-pihak tertentu. Sebab, buku tersebut sudah beredar cukup lama, yaitu sejak tahun 2008.  

PCNU Jember Geram Pelajaran SD Sebut Yerussalem Ibu Kota Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Jember Geram Pelajaran SD Sebut Yerussalem Ibu Kota Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Jember Geram Pelajaran SD Sebut Yerussalem Ibu Kota Israel

Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris PCNU Jember, Moch Eksan menanggapi riuhnya tentang peredaran buku tersebut. PCNU merasa gerah dengan kasus tersebut. 

Menurutnya, tidak masuk akal jika itu disebut sebagai kekhilafan, apalagi  kesalahan cetak. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Saya tidak tahu motifnya apa. Tapi yang pasti sulit dibantah bahwa itu tidak ada unsur kesengajaan," ucapnya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Jember, Jumat (15/12).

Menurutunya,  pihak penerbit tidak cukup hanya minta maaf, lalu dianggap selesai. Aparat penegak hukum perlu mencari adanya kemungkinan unsur tindakan pidananya dalam kasus tersebut. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakannya, penyebutan Yerussalem sebagai ibu kota Israel jelas melukai hati umat Islam Indonesia dan bangsa Indonesia yang  sejak lama mendukung perjuangan rakyat  Palestina. Bahkan dalam KTT OKI, Presiden Joko Widodo ikut menegaskan bahwa Yerussalem adalah ibu kota Palestina. 

"Makanya selain bukunya ditarik secepatnya, pihak-pihak yang terlibat dalam penerbitan buku itu harus bertanggung jawab," lanjutnya.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur itu juga menyayangkan ketidakpekaan Dinas Pendidikan Jawa Timur dan pihak-pihak terkait dalam mengawasi buku yang beredar di sekolah-sekolah. Karena tidak peka atau memang lalai, sehingga buku yang seharusnya  tidak dibaca, beredar hingga bertahun-tahun. 

"Ironi, itu kesalahan  fatal," pungkasnya. (Aryudi A Razaq/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 21 Agustus 2011

Keindahan yang Hampir Hilang

Oleh Ahmad Naufa Khoirul Faizun

Membalas kesalahan adalah hak. Islam membenarkan. Jika kita dipukul, berhak memukul balik. Jika kita dirontokkan giginya, berhak membalasnya dengan hal yang sama. Jika ada satu nyawa dibunuh, berhak membunuh si pembunuh. Khusus dalam konteks Indonesia, ada konstitusi yang mesti ditaati.

Keindahan yang Hampir Hilang (Sumber Gambar : Nu Online)
Keindahan yang Hampir Hilang (Sumber Gambar : Nu Online)

Keindahan yang Hampir Hilang

Namun demikian, jika itu adalah suatu kebenaran, belum tentu suatu kebaikan. Jadi, tak hanya salah-benarnya, tetapi juga baik buruknya perlu dipertimbangkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketika kecil dan ngaji cerita kisah nabi-nabi dulu, saya diceritai kisah. Suatu ketika, seorang muslim dikejar sekelompok orang Yahudi yang hendak membunuhnya. Ia berlari menuju Rasulullah yang sedang duduk dan berkata, "Wahai Rasulullah, lindungilah aku! Mereka ingin membunuhku, padahal aku tidak bersalah!"

Kemudian orang tersebut bersembunyi untuk menyelamatkan diri.Tidak lama kemudian sekelompok orang bersenjata berteriak-teriak dengan marah mendatangi Rasulullah karena kehilangan jejak incarannya, "Apakah kamu melihat seseorang lewat sini?" tanya mereka.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rasulullah berdiri dari duduknya dan berkata,"Sejak saya berdiri di sini dari tadi, saya tidak melihat orang lewat sini." Sekelompok orang bersenjata itu pun membubarkan diri. Akhirnya selamatlah nyawa orang yang sedang dicari untuk dibunuh. Cerita ini mirip dengan kisah Nabi Ibrahim ketika ditanya oleh ayahnya: siapa yang menghancurkan patung-patung ini. Beliau menjawab: berhala ini yang paling besar. Sebuah jawaban yang politis, filosofis, dan mantiq-is.

Saya hanya ingin mengatakan: itulah jawaban yang baik. Kebenaran belum tentu mengandung keindahan. Dan bisa juga disertai kebaikan. Para dosen bahasa Indonesia tentu tahu perbedaan bahasa yang baik dan benar. Keduanya beda, meski kadang menjadi satu dan dalam bentuk yang sama. Contoh: dengan bahasa baku, kita benar memakai bahasa, tetapi tidak baik jika untuk percakapan sehari-hari dengan teman. Akan kaku dan spaneng. Itulah, ada dimensi kebaikan, selain kebenaran.

Pun demikian dalam ajaran Islam. Alkisah, suatu ketika, Imam Syafii ditanya tentang suatu permasalahan, tapi beliau diam saja. Lalu seseorang berkata kepadanya, "Tidakkah kamu mau menjawab?" Imam Syafii berkata, "Sampai aku tahu apakah keutamaan ada dalam diam atau menjawab suatu pertanyaan." Dengan jawaban itu, bukan berarti Imam Syafii tak tahu jawaban, tetapi menimbang apakah fatwanya benar-benar memberi kemaslahatan. Jadi, tak sekadar dimensi kebenaran, tetapi juga kebaikan, yang menurut saya itu semua ada konteksnya, ruangnya dan tentu illat-nya.

Nah, di atas itu semua, masih ada satu lagi: dimensi keindahan. Memaafkan itu, selain adalah kebenaran, juga bernilai kebaikan, adalah suatu keindahan. Jika membalas itu hak, maka memaafkan adalah kemuliaan. Jika menolong orang jatuh dari motor itu bukan kewajiban, tetapi jika kita menolongnya, adalah kebaikan yang bernilai keindahan. Jika menteri atau anggota dewan memperjuangkan partai atau konstituennya adalah hak, tetapi memperjuangkan semuanya itu adalah keindahan, melampaui sekat. Ia pemimpin nasional.

Keindahan ada pada semua lini kehidupan.? Dalam sportivitas olah raga, seni, tradisi-budaya, lingkungan, relasi-sosial sampai spiritualitas-cinta dalam dunia tasawuf.

Dari berbagai profesi, intitusi, organisasi sampai media informasi, kini banyak yang hanya berebut benar, disertai menyalah-nyalahkan lawan. Dan penghancuran-penghancuran. Belum naik derajat kepada kebaikan, apalagi keindahan. Berita misalnya, mulai banyak yang tidak mempedulikan fakta dan kebenaran. Jika pun benar, ia belum tentu baik bagi si penyimak, masyarakat luas. Apalagi bernilai keindahan, ‘ibrah dan teladan.

Dan, salah satu bentuk keindahan di dunia ini adalah humor. Dari Gus Dur, Nasrudin Hoja dan Abu Nawas, sebaiknya mereka yang ototnya keluar hanya berbicara kebenaran, perlu belajar humor lebih dalam, agar kuat menghadapi kenyataan.

Intinya, salah satu solusi untuk Indonesia yang tegang ini adalah keindahan pada humor. Dengannya, kita bisa tertawa dan menertawakan keadaan: kakakakakakaka!? ?

Penulis adalah kader muda Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 14 Agustus 2011

Jaringan Santri Tidak Terhenti Saat Lulus

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Para ulama dalan penerus estafet perjuangan pana nabi dan santri adalah penerus estafet pejuangan para ulama. Hubungan para ulama dengan santri-santrinya tidak terhenti ketika para santri lulus dan melanjutkan jenjang kehidupan selanjutnya.?

Para santri dapat terus berkomunikasi dengan guru-gurunya meskipun mereka telah menempuh jenjang pendidikan selanjutnya atau terlibat dalam proses kehidupan berikutnya. Para santri yang sudah menetap di tempat-tempat baru tetap merupakan perpanjangan tangan dari lembaga madrasah atau pesantren awalnya saat remaja.

Jaringan Santri Tidak Terhenti Saat Lulus (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaringan Santri Tidak Terhenti Saat Lulus (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaringan Santri Tidak Terhenti Saat Lulus

Demikian dinyatakan ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus KH Em. Nadjib Hassan saat memberikan wejangan kepada ratusan alumni Madrasah Qudsiyyah se-Jabodetabek dan sekitarnya dalam acara Roadshow Satu Abad Qudsiyyah, Ahad (22/5). Menurut Nadjib, para santri tidak boleh lepas dari dua tanggung jawab sekaligus, yakni kepada masyarakat sekitar tempat tinggalnya dan lembaga pendidikan asalnya.?

“Ilmu yang diperoleh para santri selama belajar di madrasah adalah bekal untuk mengabdi di masyarakat. Bekal ini bukan modal yang terputus, setiap saat santri dapat datang ke madrasahnya dan bertemu dengan para gurunya untuk men-charge ulang ilmunya atau sharing pengalaman dengan para guru dan adik-adik angkatannya,” tutur Nadjib yang juga Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kaitan dengan sanad keilmuan, menurut Nadjib para santri harus yakin bahwa ilmu yang mereka dapatkan di madrasah dan mereka sebarkan kepada masyarakat adalah ilmu-ilmu yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Ilmu yang mereka dapatkan bersumber dari para ulama dengan reputasi dan kredibilatas yang tersambung hingga Nabi Muhammad SAW.

“Walisongo mendidik generasi ulama yang menjunjung tinggi kebenaran ilmiah. Para santri ? yang sudah menjadi ulama terus saling bersilaturrahim bukan sekedar untuk berbasa-basi semata, lebih dari itu mereka saling berguru dan mentashih ilmunya. Ada ulama yang ahli tafsir bersedia berguru tentang ilmu arudh kepada ulama lain yang dulunya adalah muridnya,” papar Nadjib yang juga Alumni UIN Yogyakarta ini mencontohkan.?

Dengan demikian, lanjut Nadjib, jaringan keilmuan para ulama di Nusantara ini saling bersambung dan terus berkembang melalui transfer pengetahuan dan sharing pengalaman. Sehingga jaringan ulama-santri ini mewujud ? dan terus berkembang menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan tatanan masyarakat Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Madrasah Qudsiyah Menara Kudus menggelar roadshow peringatan Satu Abad Qudsiyyah di enam propinsi pulau Jawa selama tiga bulan. Kegiatan ini diselenggarakan dan diikuti oleh para alumni Madrasah Qudsiyyah yang sekarang berbadan hukum Yayasan pendidikan Islam Qudsiyyah di setiap lokasinya. Akhir pekan ini, roadshow diselenggarakan di Jabodetabek dan sekitarnya dengan dihadiri oleh para guru dan pengurus Yayasan seperti KH Em. Nadjib Hassan, KH Halim Mahfudh Asnawi, KH Fatkhurrahman BA dan KH Ihsan dan M. Rikza Chamami dari perwakilan alumni Qudsiyyah Semarang. (Syaifullah Amin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Tokoh, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 16 Juli 2011

Kang Said: Agar Tak Menyesal, Bertabayunlah Bila Terima Informasi!

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengaku prihatin dengan maraknya berita palsu, fitnah, dan provokasi permusuhan khususnya melalui media sosial. Ia mengimbau seluruh mengguna internet untuk berhati-hati dalam menyikapi berbagai informasi yang masuk.

Ia menyinggung soal konflik di Timur Tengah, terutama di Suriah, belakangan ini. Dengan memutarbalikkan fakta, para penyebar berita palsu hendak membawa ketegangan di sana ke Indonesia lewat sentiment aliran agama.

Kang Said: Agar Tak Menyesal, Bertabayunlah Bila Terima Informasi! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Agar Tak Menyesal, Bertabayunlah Bila Terima Informasi! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Agar Tak Menyesal, Bertabayunlah Bila Terima Informasi!

Guru besar ilmu tasawuf UIN Sunan Ampel ini lalu mengutip Surat al-Hujurat ayat 6 yang memerintahkan kaum mukmin untuk memeriksa dengan teliti (tabayun) berita yang datang dari orang fasik.

“Supaya apa? Agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu,” tambahnya meneruskan terjemahan potongan ayat, Senin (2/1), di Jakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kang Said, demikian ia biasa dipanggil, berpendapat bahwa konflik di Timur Tengah adalah dampak dari masih belum matangnya integrasi antara nasionalisme dan ajaran agama. Di samping pula kepentingan politik dan ekonomi yang menjadi pemicu utama terhadinya krisis di Timur Tengah.

Menurutnya, keharmonisan hubungan antara nasionalisme dan ajaran agama di Indonesia merupakan sesuatu yang harus disyukuri. Karena itu, sudah menjadi kewajiban seluruh warga untuk merawatnya dari rongrongan berbagai pihak yang tak ingin Indonesia utuh. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 14 Juli 2011

Wakil Bupati Buka Muskercab Pertama PCNU Tanggamus

Tanggamus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tanggamus menggelar Musyawarah Kerja Cabang di Kantor NU setempat, Tanggamus, Lampung, Ahad (27/9). Muskercab pertama ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Tanggamus, Syamsul Hadi.

Wakil Bupati Buka Muskercab Pertama PCNU Tanggamus (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Bupati Buka Muskercab Pertama PCNU Tanggamus (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Bupati Buka Muskercab Pertama PCNU Tanggamus

Tampak hadir di dalam aula gedung yang terletak di Kecamatan Gisting ini seluruh pengurus PCNU Tanggamus dan MWCNU dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tanggamus. Peserta Muskercab juga terdiri dari seluruh ketua dan sekretaris badan otonom NU, seperti Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, ISNU, dan Pagar Nusa.

Menurut Ketua PCNU Kabupaten Tanggamus, H. Amir Harun, dalam Muskercab tersebut terdapat dua komisi yang masing-masing membahas materi berbeda. Komisi A membidangi organisasi dan program kerja dan Komisi B membahas Rekomendasi," jelas Amir melalui akun Facebook miliknya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan bahwa dalam Muskercab kali ini juga disampaikan materi dari beberapa Dinas Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus. Dinas yang menyampaikan materi antara lain dari Bappeda, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, serta Dinas Peternakan. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Aswaja, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 09 Juli 2011

Harlah, IPNU-IPPNU Makassar Gelar Bincang Santai Bersama Romahurmuzy

Makassar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Makassar memperingati harlah ke-61 IPNU dan ke-60 IPPNU dengan mengadakan Bincang Santai ? bersama Romahurmuzy yang juga putra pendiri IPNU KH Moh Tolchah Mansoer pada Sabtu, 28/2/2015.?

Harlah, IPNU-IPPNU Makassar Gelar Bincang Santai Bersama Romahurmuzy (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, IPNU-IPPNU Makassar Gelar Bincang Santai Bersama Romahurmuzy (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah, IPNU-IPPNU Makassar Gelar Bincang Santai Bersama Romahurmuzy

Kegiatan yang bertema “Posisi Generasi Muda NU dalam Persoalan Kabangsaan Hari Ini” dilaksanakan di Jalan Cendrawasih ? Makassar. Dalam sambutannya, ketua IPNU Makassar Muh. Nur mengungkapkan apresiasi tinggi kepada Romy yang menyempatkan bersilaturahim dengan rekan-rekanita IPNU-IPPNU kota Makassar di tengah kesibukannya.?

“Sebagai senior kami di IPNU yang telah berkecimpung di level nasional, kami mengharap nasehat dan arahan Gus Romy untuk memajukan organisasi ke depan,” katanya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Romahurmuziy atau yang akrab disapa Gus Romy mengatakan, sebagai generasi muda NU, IPNU-IPPNU harus konsisten di garis perjuangan NU di tengah maraknya organisasi Islam radikal yang sudah mulai masuk di Indonesia.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar, kaum muda NU harus berkontribusi dalam memajukan bangsa ini,” imbuh Romy.?

Pada kesempatan tersebut hadir Ketua Ikatan Alumni Pesantren Annahdlah (IAPAN) Firdaus Dahlan, Sekretaris IAPAN Badruzzaman Harisah, Ketua IPPNU Makassar Azizah, Mantan ketua IPPNU DKI Jakarta dan puluhan kader IPNU-IPPNU dan Pengurus IAPAN Makassar. red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 07 Juli 2011

Nuzulul Quran, Ansor NTB Berbagi bersama Anak Yatim

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Barat (NTB) mengelar peringatan Nuzulul Quran pada Jumat (3/7) sore. Acara peringatan turunnya al-Quran ini diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim.

Nuzulul Quran, Ansor NTB Berbagi bersama Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Nuzulul Quran, Ansor NTB Berbagi bersama Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Nuzulul Quran, Ansor NTB Berbagi bersama Anak Yatim

Kegiatan yang berlangsung di? di Aula Kantor PWNU NTB, Mataram, tersebut lalu dilanjutkan dengan shalat taraweh dan tadarus al-Quran pada malam harinya. Anak yatim yang menerima santunan datang dari Yayasan Baitul Amien Pejeruk Mataram sebanyak 20 anak.

"Ramadhan kali ini alhamdulillah? kami? atas nama pimpinan Ansor NTB bisa berbagi rezeki untuk berbuka puasa sebelum bisa berbagi rezeki kayak pejabat," kata Suaeb Qury, Ketua PW GP Ansor NTB sebelum adzan magrib tiba.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mantan Ketua PMII Kota Mataram ini di hadapan sekitar 50 orang mengatakan, pihaknya kegiatan serupa juga bisa diikuti oleh Pimpinan Cabang GP Ansor di NTB.

Selain Hasan, tampak hadir Sekrtaris PC GP Ansor Mataram Fadil Adli, Ketua PC GP Ansor Lombok Barat Mujahid Ahmad, Ketua PC GP Ansor Lombok Timur Abdul Hafidz, para pengurus PC GP Ansor Lombok Utara. Sementara dari PW NTB hadir M husni Abidin (wakil ketua), M. Akri (sekretaris), dan Umar Ahmad Seth (wakil sekretaris).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hasan Basri Ketua PC GP Ansor Mataram yang didaulat sebagai penceramah pada kesempatan itu menyampaikan, esesi puasa adalah belajar untuk jujur dan belajar untuk berbagi. (Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah