Selasa, 13 Maret 2018

Pramuka Penggalang se-Surabaya Selenggarakan Jelajah Santri

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Penggalang Gugus Depan (Gudep) 779-800 Satuan Komunitas Maarif (Sakoma) Nahdlatul Ulama SMK Bahrul Ulum Surabaya akan menyelenggarakan kegiatan jelajah santri. Disamping sebagai ajang mengasah kemampuan dalam kepanduan, kegiatan yang akan mempertemukan para aktifis pramuka se-Surabaya dan sekitarnya ini menjadi media bagi pengenalan keberadaan Sakoma kepada khalayak.

Pramuka Penggalang se-Surabaya Selenggarakan Jelajah Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pramuka Penggalang se-Surabaya Selenggarakan Jelajah Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pramuka Penggalang se-Surabaya Selenggarakan Jelajah Santri

Ketua panitia, Umar Faruq menandaskan "Masa depan yang dihadapi peserta didik semakin sulit dan kompleks. Hal ini sebagaimana disinyalir oleh Nabi Muhammad, yang mengharuskan untuk mengajari anak-anak dengan pengetahuan karena mereka akan hidup pada masa yang tidak sama dengan jaman saat kita hidup," katanya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah (23/10). Membekali peserta didik dengan life skill adalah salah satu sarana agar mereka tetap bisa bertahan dalam menghadapi segala cuaca dan kondisi maupun perubahan sosial, lanjutnya.

"Dan untuk mereka yang seusia penggalang, maka yang diperlukan adalah kegiatan yang memberikan life skill sebagai manusia unggul dan tangguh dalam menghadapi segala tantangan kehidupan di masa yang akan datang," tandas HM Muchith Syarief MM yang juga penanggungjawab kegiatan ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

H Khoirul Anam, S.Ag yang juga sebagai panitia mengharapkan dengan kegiatan ini dapat mengenalkan Gudep Sakoma kepada masyarakat sekitar.  "Kegiatan juga dapat menambah silaturahim antara anggota pramuka," katanya. Demikian juga kegiatan akan dapat mengembangkan potensi yang terdapat pada anggota Pramuka  Penggalang. Termasuk juga menambah wawasan, pengetahuan, peningkatan kualitas, juga memberikan wadah kegiatan yang positif bagi para Pramuka level penggalang. "Yang tidak kalah penting adalah memberikan award atau penghargaan kepada Pramuka Penggalang yang telah berprestasi selama kegiatan berlangsung," katanya.

Kegiatan yang akan diikuti seratus regu atau delapan ratus penggalang Kota Surabaya dan sekitarnya ini diharapkan juga menambah wawasan kepramukaan secara luas bagi segenap orang yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung di dalamnya. "Selain silaturahim bagi angota Pramuka Penggalang di lingkungan Sakoma, juga sebagai ajang adu prestasi dan evauasi sejauh mana keberhasilan latihan dan kegiatan di Gudep masing-masing," tandasnya.  Pada saat yang sama, masyarakat dapat memperoleh hiburan selama kegiatan berlangsung.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan dilangsungkan 26 Oktober.  "Dari kegiatan ini akan dievaluasi pimpinan Sakoma dan Gudep sebagai tolok ukur untuk pembinaan lebih lanjut," kata Anam, sapaan akrabnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan mendapatkan materi dan pendalaman seperti praktik ibadah, keaswajaan dan ke NU an, Pancasila, pioneering, semaphore, morse, sandi, P3K, pakaian atau seragam, serta halang rintang yakni meniti, merayap, dan jaring laba-laba. Keseluruhan materi disampaikan dalam model upacara,  penjelajahan serta perlombaan.

"Kegiatan penjelajahan penggalang pernah dilaksanakan di gugus depan kami dengan kapasitas lebih kecil. Dengan bantuan simulasi dari kwartir daerah, kami berharap kegiatan semacam ini lebih berkualitas dan berdampak positif bagi perkembangan gugus depan," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 12 Maret 2018

MUI Haramkan Wanita Jadi TKW

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa soal tenaga kerja wanita (TKW). Isinya, mengharamkan perempuan meninggalkan keluarganya untuk bekerja ke luar kota atau ke luar negeri.

Hukum haram juga berlaku bagi pihak-pihak, lembaga atau perorangan yang mengirimkan atau terlibat dengan pengiriman TKW, demikian juga pihak yang menerimanya. “Ketentuan ini berlaku jika kepergiannya tanpa disertai mahram, keluarga atau kelompok perempuan terpercaya (niswah tsiqah),” tegas Ketua Fatwa MUI yang juga Rais Syuriah PBNU, KH Maruf Amin kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah,  Kamis (3/1).

Menurut Ma’ruf, dalam keadaan darurat, fatwa tersebut bisa tidak dipatuhi. Hanya saja, menurut Ma’ruf, batasan keadaan darurat harus bisa dipertanggungjawabkan secara syari, qaanuniy (UU) dan adly (adil), serta dapat menjamin keamanan dan kehormatan perempuan yang jadi TKW.

"Darurat itu jika ada anggota keluarga yang meninggal, tapi bukan untuk bekerja,” tegas Ma’ruf. Sedangkan jika dia merupakan janda beranak banyak yang harus menghidupi keluarganya, maka menurut Ma’ruf, pemerintahlah yang harus menanggung kehidupannya.

Maruf menegaskan bahwa saat menjadi Ketua Komisi VI di Tahun 2000, DPR telah merekomendasikan agar perempuan tidak boleh menjadi TKW tanpa adanya perlindungan dari negara. Sebab itu, menurut Ma’ruf, pemerintah, lembaga dan pihak terkait lainnya agar menjamin dan melindungi keamanan dan kehormatan TKW serta membentuk lembaga perlindungan hukum atau kelompok niswah tsiqoh di setiap negara tertentu, serta kota-kota tertentu.

Sebelumnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk segera membuat fatwa soal tenaga kerja wanita (TKW), terutama bagi mereka yang mencari kerja di luar negeri.

Dalam pandangan Islam, termasuk NU, kata pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu, seorang wanita yang bepergian jauh seperti menjadi TKW tanpa didampingi mukhrim adalah dilarang. "Apalagi secara teknis mereka tidak mempunyai pendidikan dan ketrampilan yang memadai, sehingga berpeluang terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti terlunta-lunta dan perlakuan tidak senonoh lainnya," kata mantan calon wakil presiden yang berpasangan dengan Megawati Soekarnoputeri pada Pilpres 2004 lalu. (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

MUI Haramkan Wanita Jadi TKW (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Haramkan Wanita Jadi TKW (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Haramkan Wanita Jadi TKW

Minggu, 11 Maret 2018

NU Sudan Audiensi dengan Duta Besar Baru

Khartoum, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah . Sebuah rombongan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan yang terdiri dari beberapa jajaran tanfidziyah, mustasyar, dan para ketua lembaga PCINU Sudan, Sabtu (22/3), bersilaturahmi ke kediaman Burhanuddin yang sekarang menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea.

NU Sudan Audiensi dengan Duta Besar Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sudan Audiensi dengan Duta Besar Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sudan Audiensi dengan Duta Besar Baru

Dalam audiensi tersebut, Rais Syuriyah PCINU Sudan Ust. H. Auzai Mahfudz memperkenalkan organisasinya, termasuk hubungan bilateralnya dengan beberapa badan pemerintah setempat. Pada kesempatan yang sama Ketua PCINU Sudan Ust. Miftahul Munif memaparkan sejumlah kegiatan pihaknya, baik ilmiah ataupun kemasyarakatan yang berkaitan dengan mahasiswa dan para pekerja yang ada di Sudan.

Inti dari pertemuan yang dilaksanakan setelah Maghrib waktu setempat ini adalah pengenalan organisasi yang sudah berjalan hingga periode ke-14.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam hal ini Burhanuddin mengatakan bahwa kesan pertama terhadap PCINU Sudan adalah kagum. Ia menyampaikan beberapa poin kepada PCINU. Yaitu, karakter tawassuth yang diharapkan bisa selalu menengahi pelbagai problem masyarakat, baik di Sudan atau di Indonesia sendiri.

Burhanuddin juga mengingatan agar tidak terlalu betah atau berlama-lama tinggal di negara lain, karena negara sendiri sangat membutuhkan. Dan ketika menghadapi suatu masalah, ia juga berpesan supaya bisa bersikap secara bijak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terakhir ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada PCINU Sudan dan mengaharapkan supaya nanti bisa menjadi mitra yang baik bagi KBRI dalam bermasyarakat di Sudan. (Azim Aufaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 10 Maret 2018

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin menyampaikan sebagai penerus perjuangan, pelajar NU yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU diharapkan untuk menjadi benteng Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI

Hal tersebut disampaikan Hasan Aminuddin dalam pelantikan 80 orang pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo serta PC IPNU Kota Kraksaan di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Ahad (15/1) pagi.

“Semua kader IPNU dan IPPNU harus mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan. Kalian harus betul-betul fokus belajar dan belajar agar dapat menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” katanya.

Lebih lanjut Hasan Aminuddin mengajak para pelajar NU untuk selalu disiplin dalam segala hal. Disiplin itu penting untuk mencetak perilaku dan akhlak yang baik. Pelajar NU harus meneguhkan kembali sebagai agen akhlak dan perilaku yang berakhlakul karimah. Akhlak atau etika itu diatas dari segala-galanya dan keilmuan dimiliki butuh implementasi yang dibutuhkan orang lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sebagai generasi muda NU, janganlah menjadi anak muda yang pesimis. Anak muda NU haruslah optimis dan akan saya hantarkan jika para anak muda di Kabupaten Probolinggo yang mempunyai perilaku akhlak yang baik dapat menjadi agen-agen NU yang mampu membantu masyarakat,” katanya.

Hasan Aminuddin mengimbau agar para pelajar NU mengusulkan apapun dengan catatan tidak membahas opini. Organisasi NU ini jangan dijadikan sebagai alat untuk mencari uang atau nafkah. Oleh karena itu harus ikhlas tenaga, pemikiran, jiwa dan raganya berjuang untuk NU demi keutuhan NKRI.

“Untuk itu, sebagai generasi muda NU perbanyaklah berkumpul untuk memadukan frekuensi dan dilaksanakan dengan musyawarah mufakat serta menjalin komunikasi baik dan tunjukkan perilaku akhlak saat menjadi generasi NU untuk orang lain,” tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelantikan 3 (tiga) cabang organisasi pelajar NU ini dipimpin oleh pengurus Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Provinsi Jawa Timur Rekan Haikal Atiq Zamzami dan pengurus PW IPPNU Provinsi Jawa Timur Rekanita Nurul Hidayati .

Dalam pelantikan ini juga dilakukan dialog interaktif dengan tema “Pelajar Sehat Menuju Indonesia Cerdas dan Demokratis”. Narasumber dialog ini berasal dari Satreskoba Polres Probolinggo dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Syariah, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 09 Maret 2018

Qatar Gelar Konferensi Internasional, Dekatkan Sunni-Syiah

Doha, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Qatar mempelopori upaya mendekatkan berbagai madzhab atau aliran dalam Islam sehingga dapat mencegah terjadinya fitnah antaraliran.

Ibukota Qatar, Dhoha, akan menjadi tuan rumah Muktamar Internasional antar-berbarbagai madzhab Islam, dengan melibatkan 216 tokoh pemikir, ulama, pengamat dan menteri dari 44 negara dunia.

Qatar Gelar Konferensi Internasional, Dekatkan Sunni-Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Qatar Gelar Konferensi Internasional, Dekatkan Sunni-Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Qatar Gelar Konferensi Internasional, Dekatkan Sunni-Syiah

Muktamar itu akan digelar pada 20-22 Januari mendatang dengan tajuk “Mengambil Peran Mendekatkan Kesatuan Ilmiyah”. Muktamar ini diselenggarakan oleh Fakultas Syariah di Universitas Qatar bekerja sama dengan Universitas Al-Azhar Mesir dan Forum Internasional Pendekatan Madzhab yang berpusat di Teheran, Iran.

Rencananya, Wakil PM Qatar Abdullah bin Hamad Athiya akan membuka konferensi internasional yang akan dilaksanakan di Hotel Sheraton, Dhoha.

Dalam konferensi yang melibatkan para wakil madzhab atau aliran Islam besar, utamanya Sunni dan Syiah (Itsna Asyariyah dan Zaidiyah) dan Ibadhiyah, akan didiskusikan sarana paling penting untuk mempersempit perbedaan fikih dan mengecilkan kemungkinan konflik antara pendukung madzhab yang saat ini ada di berbagai belahan bumi Islam.

Akan berbicara dalam konferensi itu antara lain DR. Yusuf Al-Qaradhawi mewakili Ketua Persatuan Ulama Islam Internasional, Dr. Kamaluddin Ihsan Oglo mewakili Sekjen OKI, Syaikh Ayatollah Muhammad Ali Taskheri Sekjen Forum Internasional untuk Pendekatan Madzhab Islam, Dr. Abdul Aziz Taujiri Sekjen Organisasi Pendidikan, Ilmu dan Peradaban Islam, Dr. Mahmud Hamadi Zaqzuq Menteri Wakaf Mesir dan Dr. Ahmad Badrudin Hasun Mufti Suriah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Dr Aisyah Manai, Dekan Fakultas Syariah Universitas Qatar yang sekaligus Ketua Panitia Konferensi ini, “Jurang perbedaan antara Sunni dan Syiah sekarang telah semakin lebar. Maka mendekatkan antara keduanya menjadi masalah yang menjadi latar belakang muktamar ini. Ini dilakukan untuk menghindari munculnya konflik antar aliran Islam.”

Ia menambahkan, bahwa konferensi ini tidak bertujuan merubah keyakinan yang dimiliki Sunni ataupun Syiah, tapi lebih fokus pada upaya membuka jaringan komunikasi dan dialog antara pemeluk berbagai aliran dalam Islam. (era)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 07 Maret 2018

Pesantren Nuris Juara Umum Aksioma Jember

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nama Pesantren Nurul Islam (Nuris) Antirogo, Jember, Jawa Timur, kembali melambung menyusul keberhasilan 4 anak didiknya meraih prestasi dalam Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) se-Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Aliyah Kabupaten Jember medio Desember tahun lalu.

Sukses keempat anak harapan bangsa tersebut menahbiskan Nuris sebagai lembaga peraih juara umum dalam ajang yang digelar di MAN 1 Jember tersebut. Keempat orang tersebut adalah, pertama, M. Ilyas. Siswa? kelas XI IPA MA Unggulan Nuris? tersebut meraih juara 1 putra dalam lomba pidato bahasa Indonesia yang diikuti 60 peserta tersebut.

Pesantren Nuris Juara Umum Aksioma Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nuris Juara Umum Aksioma Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nuris Juara Umum Aksioma Jember

Kedua, M. Baihaqi. Siswa kelas XI IPA MA Unggulan Nuris Jember berhasil menjadi juara 2 putra bidang kaligrafi. Siswa ini seseungguhnya jago matematika, dan telah beberapa kali menyabet juara? dalam lomba matematika. Tapi ternyata ia juga punya bakat lain, yaitu kaligrafi.

Ketiga, M. Bayu Adi Denta. Siswa kelas X? IPA B MA Unggulan Nuris ini sukses? menjadi juara harapan 2 dalam lomba Cipta dan Baca Puisi.

Keempat adalah Ariny Dina Yasmin. Siswi kelas X PK B ini berhasil merebut juara 3 dalam lomba cabang MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur’an).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepala MA Unggulan Nuris, Antirogo,? Jember? Balqis Al Khumairoh menyatakan bangga dengan prestasi yang diraih anak didiknya tersebut, lebih-lebih karena mereka berasal dari lembaga formal di pesantren. Menurutnya, pesantren dewasa ini sudah mengalami kemajuan yang cukup signifikan,. Terbukti, banyak sekali santri yang berhasil meraih prestasi di bidang ilmu umum, penemuan illmiah dan sebagainya.

“Nuris sendiri bertekad untuk menjadi pesantren sebagai tempat penggodokan kader-kader Ahlussunnah wal-Jama’ah. Mereka punya wawasan? mendunia tapi tetap tak mengabaikan budaya lokal, tetap takwa kepada Allah, menjunjung tenggi? kebaragaman dan seterusnya,” tukas Ning Balqis kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di sela-sela memantau kegiatan siswa-siswi MA Unggulan Nuris, Kamis (5/1).

Ke depan, lanjut Ning Balqis, pihaknya akan terus mengasah kecakapan anak didiknya di bidangnya masing-masing. Namun hal tersebut tidak dimaksudkan untuk mengikuti kompetisi, lomba atau sejenisya melainkan sebagai bekal dalam menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi kelak. “Kitak tak pernah bertujuan menjadi juara. Kalaupun akhirnya kita jaura, itu kami harap? hanya sebagai rangsangan saja bagi yang lain. Bukan tujuan utama,” pungkasnya (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Halaqoh, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk Melindungi Umat, Perlu Standarisasi Dai

Hadis Nabi Muhammad yang berbunyi “Ballighu ‘aani walau ayat”. Artinya, sampaikanlah dariku (Nabi Muhammad) walau hanya satu ayat saja, menjadi pedoman bagi setiap muslim untuk berlomba-lomba dalam berdakwah. Menyeru dan mengajak orang lain untuk mengamalkan ajaran Islam. Tentu mereka menyampaikan ajaran Islam sesuai dengan kapasitas pengetahuan yang mereka kuasai.

Medan dakwah mereka juga berbeda-beda. Ada yang berdakwah di musholla, masjid, majelis taklim, bahkan hingga ada yang berdakwah di televisi, radio ataupun media sosial seperti youtube. Hingga kemudian disematkanlah gelar ustadz atau ustadzah di bahunya. 

Naasnya, tidak sedikit dari mereka yang tidak memiliki latar belakang pengatahuan keislaman yang mendalam. Karena biasanya ada juga selebriti yang banting setir menjadi ustadz atau ustadzah meski baru ‘sedikit’ belajar tentang Islam dan segala disiplin keilmuannya. Ada juga gelar ustadz atau ustadzah tersebut disematkan oleh televisi tertentu –meski tidak terlalu menguasai ilmu-ilmu keislaman tetapi menghibur- untuk mengejar rating. 

Untuk Melindungi Umat, Perlu Standarisasi Dai (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Melindungi Umat, Perlu Standarisasi Dai (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Melindungi Umat, Perlu Standarisasi Dai

Meski demikian, ada juga yang dakwah di televisi atau media sosial tersebut adalah orang yang benar-benar mendalami dan menekuni Islam karena mereka memang belajar tentang Islam dan disiplin ilmu-ilmu keislaman selama berpuluh-puluh tahun.

Kehadiran ustadz atau ustadzah di televisi atau media sosial tersebut tidak jarang membuat masyarakat heboh karena materi-materi yang mereka sampaikan begitu kontroversial. Seperti kenikmatan surga adalah pesta seks, anjuran untuk tidak menjadi dokter hewan bagi seorang muslim, mengaitkan operasi cesar dengan gangguan jin, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia akan bekerja sama dengan Kemenag, Universitas Islam Negeri, Ormas-ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan lainnya untuk melakukan standarisasi dai. Hal itu dilakukan agar materi dakwah yang disampaikan para dai, ustadz, dan ustadzah tersebut bisa dipertanggungjawabkan dan kredibel. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah standari dai tersebut itu seperti apa? Apakah semua dai akan distandarisasi? Bagaimana pola dan mekanismenya? Apakah standarisasi sama seperti sertifikasi? Apakah khatib juga akan distandarisasi? dan Kapan standarisasi akan efektif dilaksanakan? 

Jurnalis Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, A Muchlishon Rochmat, berhasil mewawancarai Ketua Komisi Dakwa KH Cholil Nafis untuk memperjelas hal-hal yang berkaitan dengan ‘standarisasi dai’ ini. Berikut hasil wawancaranya:

Belakang ini, banyak ustadz –baik yang ada di televisi ataupun media sosial- yang mengebohkan masyarakat karena pernyataan yang mereka seperti pesta seks adalah nikmat surga, mengaitkan operasi cesar dengan gangguan jin, dan lainnya. Bagaimana menanggapi itu?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Keberadaan para ustadz yang ada di televisi, radio, ataupun frekuensi-frekuensi publik lainnya seharusnya menjadi perhatian yang serius. Ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, standarisasi para ustadz. Baginya, ini harus dilaksanakan agar para ustadz tersebut memiliki kualifikasi yang memadahi karena mereka berbicara di depan ratusan ribu bahkan jutaan penonton.

Kedua, ustadz-ustadz juga perlu koreksi diri atau muhasabah. Mana dalil-dalil yang masih parsial. Mana yang harus dilengkapi dengan dalil yang lain. Sehingga hukum atau ceramah yang disampaikan tidak membuat resah masyarakat. 





Apakah yang dimaksud dengan standarisasi? Apakah standarisasi sama dengan sertifikasi?

Sebenarnya standarisasi berbeda dengan sertifikasi. Kalau sertifikasi, orang baru boleh ceramah kalau mendapatkan sertifikat. Tetapi kalau standarisasi itu lebih kepada kualifikasi seperti orang yang bergelar S1, S2, dan S3. Soal  dipakai atau tidak itu terserah kepada ‘pasar’, orang yang ‘memakainya.’ Pemakainya itu sudah bisa mengukur. Ini membutuhkan dai yang standarnya A. Ini membutuhkan dai yang standarnya B. Kita bisa mengkualifikasikan itu. 

Kita ingin memperbaiki kualitasnya dari pada mengekang siapa yang berhak untuk ceramah dan siapa yang tidak berhak untuk ceramah. Selama ini kita masih bertumpu kepada kekuatan masyarakat. Artinya, masyarakat yang mengundang, masyarakat yang membayar, dan masyarakat yang punya acara. Itu berbeda dengan negara tetangga kita seperti Malaysia atau Brunei. Orang yang menjadi dai itu adalah atas biaya negara.   





Yang distandarisasi apa saja nantinya?

Pertama, kita akan melakukan standar dasar seorang dai yaitu kemampuan orang di bidang agama. Apakah dia sudah layak menyampaikan ilmu itu di publik. Ada standar yang memang untuk hanya mengajar seperti mengajar Iqra, mengajar tajwid, mengajar tafsir. Kita ada standar dasar bahwa orang yang berbicara di publik itu minimal bacaan Al-Qur’annya bagus, mengerti agama dengan baik.

Kalau dia ceramah di televisi, pertama dia harus mengetahui tentang paham-paham keagamaan di Indonesia. Jadi dia tidak nabrak-nabrak ke yang lain. Kedua, mengetahui perbedaan-perbedaan ulama. Jika para ustadz tersebut menguasai sesuatu yang khilafiyah maka mereka bisa memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada umat. 

Ketiga, dia paham hubungan antara agama dan negara termasuk pilihan Pancasila ini sebagai dasar negara sehingga dia tidak menyoroti kesepakatan yang sudah disepakati. Bahwa NKRI adalah sebuah kesepakatan dan kita berkomitmen untuk hidup di dalam bingkai NKRI. Terakhir, dia memahami konteks pembicaraan dan wawasan tentang lingkungan dan masyarakat sehingga apa yang disampaikan bisa menjadi inspirasi.





Berarti semua akan distandarisasi atau hanya yang di media saja?

Kita sedang berkoordinasi dengan pihak terkait. Ke depan, orang yang bicara di televisi atau publik itu harus mendapatkan rekomendasi dari lembaga yang kredibel seperti Kemenag, UIN, MUI, NU, Muhammadiyah, dan lainnya. Biasanya dengan adanya rekomendasi itu ada pertanggungjawaban terhadap sebuah lembaga. 

Sekarang banyak terjadi kesalahpahaman dan sensasi itu biasanya dari dai yang tidak jelas afiliasi paham keagamannya. Ketika dia tidak afiliasi, dia tidak paham agama, tidak paham pemikiran di Indonesia. Sehingga menyinggung yang lain. Sesuatu yang tidak qath’i (pasti) dibikin qath’i. Sesuatu yang tidak muttafaq alaih (semua ulama menyepakati) dibikin muttafaq alaih. Dan menganggap kebenaran tunggal dan meyalahkan yang lain. Padahal itu adalah wilayahnya khilafiyah (perbedaan pada cabang). 





Kalau yang aktif berdakwah di media sosial seperti Youtube bagaimana?

Saya pikir Youtube itu adalah regulasi yang lain. Saya pikir masyarakat bisa menontonnya ketika itu dianggapnya benar. Kalau orang yang melakukan yang macam-macam dan mengarah kepada kriminal, dia akan diproses secara hukum. 

Menurut saya, karena Youtube itu bebas dan semua bisa mengakses dan meng-upload-nya maka hanya orang yang aktif saja yang menggunakannya. Kita mencermati saja, kalau itu melanggar maka kita kasih perlakuan. Di pedoman dakwah itu ada pedoman dai. Kalau ada dai yang membuat kontroversi dan masalah, maka kita akan kasih pembinaan kepada yang bersangkutan.





Ada anggapan bahwa standarisasi itu adalah sebuah pengekangan karena mau berdakwah saja masa harus diatur. Bagaimana itu?

Sekarang adalah zaman kualifikasi dan standarisasi. Jadi bukan melarang, tetapi kalau anda kompeten ya silahkan. Yang dilarang adalah orang yang tidak kompeten tetapi membuka praktik. Dokter saja tidak boleh membuka praktik kalau dia tidak memiliki sertifikat kompetensi. Untuk menjadi konsultan dan manajer saja harus memiliki sertifikat kompetensi. 

Kita menghindari praktik orang yang tidak kompeten. Sebenarnya kita melindungi masyarakat dan umat. Jangan sampai mereka yang berdakwah itu menyampaikan sesuatu yang sesat sehingga nanti malah menyesatkan. Sebenarnya apapun memang harus diatur di dunia kualifikasi seperti sekarang ini. Sekarang harus dipilah. 

Selain kompetensi, kita juga akan menilai konsistensinya. Jangan sampau kita tahu, tetapi perilakunya tidak mencerminkan pengetahuan kita tersebut. Di dalam berdakwah agama juga ada perilaku yang harus dinilai. Perilaku tersebut bisa dilihat dari track record nya. Meskipun dia ustadz dan lulusan S3, tetapi dia sudah pernah melakukan tindak pidana kriminal maka ia harus diberi sanksi untuk menyampaikan kebenaran di depan umum.  

Sebenarnya ini sama dengan pofesional lainnya. Kita arahnya ke sana. Siapa yang profesional nanti kita serahkan kepada ‘pasar’. Nanti mereka akan memilih yang seperti apa. 

Artinya orang yang sudah diberi rekomendasi dan terstandarisasi tersebut sudah terjamin kredibilitasnya dalam menyampaikan dakwah di publik?

Orang-orang yang sudah diberi rekomendasi dan terstandarisasi itu adalah orang-orang yang memiliki kualifikasi. Contoh misalnya saya di MUI banyak mendapatkan pertanyaan dari luar negeri terkait dengan ustadz yang akan dikirim ke sana. “Pak, ustadz ini baik atau tidak? Pak, ustadz ini bermasalah apa tidak?” 

Kalau kita tidak memfasilitasi itu, berarti kita tidak melayani umat. Sekarang hanya ustadz yang tidak ada kualifikasinya. Ada artis yang tiba-tiba menjadi ustadz. Yang penting bonek aja ngomong di publik. Dia sudah dipanggil ustadz.





Sampai saat ini proses standarisasi ini sudah sejauh mana?

Secara regulasi dan kebijakan, kita sudah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Kemenag, KPI, dan Menkominfo untuk membahas tentang regulasi dan ini sedang berlangsung. Bulan depan, kita melakukan konsinyering untuk finalisasi.

Selain itu, kita juga sudah memiliki peta dakwah dan pedoman dakwah. Pedoman dakwah ini yang nantinya akan kita godok sehingga menjadi akademi dakwah. Jadi, nanti kita ada proses pelatihan. Ini bisa dilakukan oleh kita ataupun lembaga tertentu tetapi kita akan mengadakan proses tes terkait tentang standar. Ini masih basic, ini intermediate, ini sudah advance. 

Kalau di tingkatan-tingkatan; ini tingkat lokal, ini tingkat provinsi, ini tingkat nasional, dan ini tingkat internasional. Itu ada kualifikasinya masing-masih. Masa ada yang tidak menguasai bahasa asing sama sekali mau diletakkan di tingkat internasional. Ini kan tidak mungkin. Minimal yang di tingkat internasional harus menguasai satu bahasa, Bahasa Arab atau Bahasa Inggris. Paham pemikiran secara internasional. 





Kapan standarisasi dai ini akan efektif dilaksanakan?

Kalau pelatihannya tahun depan. Tetapi kebijakannya kita sedang buat sejak tahun ini. Minimal awal itu kan ada rekomendasi dulu (dari pihak-pihak terkait seperti Kemenag, MUI, UIN, NU, Muhammadiyah, dan ormas Islam lainnya) bahwa orang ini memiliki kualifikasi sebagai dai. Kita wawancara, kita tes kemampuannya.

Ke depan, kita akan standarisasi seperti uji kemampuan atau kompetensi. Kompetensinya sudah sampai dimana. 

Bagaimana dengan khotib salat Jum’at? Apakah akan distandarisasi juga?

Kalau khotib kan bagian yang sangat spesifik. Kalau itu sudah kita bahas berkali-kali dengan Kementerian Agama untuk dilakukan standarisasi juga. Bahkan kalau bisa mereka bisa diangkat sebagai penyuluh agama. Jadi, penyuluh agama itu berbasis masjid. Sementara ini penyuluh agama yang jumlahnya 60 ribu itu kadang-kadang mereka tidak memiliki binaan khusus. 

Bagaimana kalau itu dimaksimalkan melalui masjid. Jadi orang yang diangkat sebagai penyuluh agama berbasis masjid tersebut adalah orang yang ada hubungannya dengan kebijakan pemerintah. Termasuk honornya dan pembinaan ummat. Baru setelah itu dilakukan standarisasi. Misalnya bacaan Al-Qur’annya bagus. Kalau berceramah dia harus mengerti tentang tafsir-tafsir Al-Qur’an. Mengerti tentang fikih khilafiyah salat. Fikih-fikih sosial tentang tradisi kemasyarakatan. 

Dengan demikian, aktivitas masjid juga akan ‘dipantau’?

Selama ini, kalau ada masjid yang menggelar pengajian itu bertumpu kepada takmirnya. Siapa yang diundang oleh takmir. Maka dari situ, orang yang diundang harus berdasarkan kualifikasi tadi. Misalnya ustadz ini memiliki kualifikasi untuk mengajar kitab, ustadz ini berceramah. 

Jadi, kalau kita sudah ada kualifikasinya, kita akan mudah memberikan rekomendasi. Bukan hanya kemampuan, tetapi juga konsistensi terhadap ilmu dan imannya. Kalau hanya kualifikasi keilmuan, banyak sekali yang memiliki kualifikasi tersebut. Tetapi sekarang ada kompetensi. Itu didapat dari uji kompetensi dan konsistensi dengan keilmuannya. Seperi dokter. Dia mengerti ilmu kedokteran, tetapi kalau dia tidak konsisten dengan keilmuannya maka akan banyak terjadi mal-praktik.  

Di saat mal-praktik, di saat dia paham tafsir tetapi yang dibawa aliran sesat maka akan membuat kekacauan. Ilmunya banyak, ilmu tafsirnya bagus, tetapi dia membawa ajaran sesat itu akan repot.





Apakah standarisasi ini akan dilakukan berkala untuk mengecek konsistensi para dai? Atau bagaimana?

Iya, kalau kita menjadi asesor itu kan ada uji berkala. Umpamanya, dia melaporkan hasil dakwahnya. Dimana dan apa saja yang disampaikan. Kita bisa cek dari situ. Apakah ada resistensi atau tidak. Kalau dia dikasih standarisasi, tetapi dia tidak pernah dakwah maka bisa jadi ilmu dakwahnya bisa hilang. Misalnya dia setahun tidak pernah khutbah, itu bisa kaku lagi untuk berkhutbah. Itu baru khutbah. 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 05 Maret 2018

Luncurkan Buku tentang Profesionalitas Guru

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Komitmen Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) terhadap bidang pendidikan di Indonesia berbuah hasil. Salah satu kadernya, Asrorun Ni’am Sholeh, yang juga pernah menjabat sebagai salah satu Ketua Pengurus Pusat IPNU, berhasil meluncurkan buku yang berjudul “Membangun Profesionalitas Guru: Analisis Kronologis atas Lahirnya UU Guru dan Dosen.

Buku setebal 222 halaman yang diterbitkan oleh Lembaga Studi Agama dan Sosial (eLSAS) itu diluncurkan di Gedung Teater Perpustakaan Nasional, Jalan Salemba Raya, Jakarta, Jum’at (13/10).

Luncurkan Buku tentang Profesionalitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Luncurkan Buku tentang Profesionalitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Luncurkan Buku tentang Profesionalitas Guru

Hadir dalam peluncuran yang juga dirangkai dengan bedah buku tersebut, Dr H Fasli Djalal Ph.D (Dirjen PMPTK Diknas RI), Prof Dr Suriani MA (Guru Besar Universitas Negeri Jakarta) dan Dr H A Fathoni Rodli M.Pd (Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU)

Ni’am, demikian panggilan akrab Asrorun Ni’am Sholeh, mengakui bahwa buku yang ia tulis pada dasarnya lebih tepat diberi label sebagai kumpulan dokumen historis atas dinamika internal yang terjadi saat pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Guru dan Dosen. “Karena kajiannya memang hanya dibatasi pada upaya meng-cover secara analitis atas kronologi penyusunan RUU sehingga dapat disahkan sebagai UU, disertai dengan dinamika internal yang terjadi,” terangnya.

Namun demikian, kata Ni’am, di dalam buku yang ditulisnya tersebut dapat ditemukan analisis perbandingan antara draf yang disiapkan oleh DPR-RI (Komisi X) dengan hasil pembahasan. Hasilnya menunjukkan adanya keberanjakan secara signifikan, baik itu sifatnya vertikal, horisontal, maupun diagonal.

Menurut pria yang saat ini tengah menyelesaikan Program Doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta ini, hal itu wajar sebagai buah ‘konsensus’ dengan pihak pemerintah, dalam hal ini adalah Departemen Pendidikan Nasional yang sejak awal mengajukan draf tandingan yang secara diametral cukup kontras.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dijelaskan Ni’am, dalam proses pembahasan RUU tersebut, tampak sekali perbedaan paradigma yang digunakan oleh pemerintah dan DPR, khususnya terkait dengan detil aturan mengenai kesejahteraan dan jaminan profesionalitas guru. “Sejak awal, DPR punya semangat untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Kesejahteraan guru yang masih sangat tidak ideal menyebabkan mutu guru dan mutu pendidikan secara keseluruhan menjadi rendah,” ungkapnya.

Sementara, imbuhnya, pemerintah tampak lebih mengutamakan menentukan “rambu-rambu” profesionalitas melalui kualifikasi akademik dan sertifikasi. “Kalau pemerintah asumsinya; mutu baik dulu, baru setelah itu kesejahteraan diperoleh. Berbeda dengan DPR yang mengasumsikan; sejahtera dulu, baru kemudian mutunya akan baik,” jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Buku tersebut merupakan buku kedua karya mantan Ketua PP IPNU periode 2000-2003 ini. Sebelumnya, pria kelahiran Nganjuk, 31 Mei 1976 ini pernah menerbitkan buku dengan tema pendidikan pula; “Reorientasi Pendidikan Islam”. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Pemurnian Aqidah, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ribuan Warga Jatim Ziarahi Makam KH Ali Masud

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan peziarah dari berbagai kota di Jawa Timur baik dari Sidoarjo, Madura, Nganjuk maupun dari daerah luar Sidoarjo saling berdatangan silih berganti memenuhi makam KH Ali Masud atau yang biasa dikenal Mbah Ud di Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (12/11) malam.

Warga Sidoarjo dan sekitarnya meyakini Mbah Ud sebagai salah satu ulama kharismatik, bahkan waliyullah, yang berjasa dalam pengembangan dakwah Islam di daerah setempat. Mbah Ud juga masih memiliki garis keturunan sampai ke Rasulullah.

Ribuan Warga Jatim Ziarahi Makam KH Ali Masud (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Jatim Ziarahi Makam KH Ali Masud (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Jatim Ziarahi Makam KH Ali Masud

Siti Zakiyah Zamani, salah satu peziarah asal Desa Kalidawir RT 7 RW 2, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo menuturkan, dia bersama suaminya kerap berziarah ke makam Mbah Ud untuk bermunajat kepada Allah SWT. Bahkan, dia juga ikhlas berziarah meski harus membawa anaknya yang masih balita berusia sekitar 5,5 bulan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di makam, Zakiyah bersama suaminya membacakan surat Yasin, shalawat nariyah, tahlil dan amalaliyah lainnya untuk mengharap ridho dari Allah SWT. "Kami ke sini untuk mencari barokah agar hidup atau rumah tangga menjadi tentram, sehingga ketika menghadapi problem rumah tangga tetap diberikan Allah kesabaran," tutur Zakiyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Zakiyah mengaku bahwa setiap hari Kamis malam Jumat terutama malam Jumat legi, dirinya bersama suami dan anaknya tidak pernah lepas berziarah ke makam Waliyullah ini. Bahkan, semenjak dirinya mengandung hingga lahir putra pertamanya itu tidak pernah lepas berziarah ke makam para waliyullah.

"Kami tidak hanya sekadar berziarah, melainkan bisa bersilaturahmi sesama sahabat, keluarga dan kerabat yang kebetulan juga berziarah ke makam Mbah Ud untuk menjalin tali ukhuwah Islamiyah. Semoga anak saya ini dijadikan Allah menjadi anak sholeh, dijauhkan dari perbuatan maksiat," doanya penuh harap.

Lebih jauh Zakiyah menjelaskan, nenek suami Zakiyah merupakan teman Mbah Ud. Pada masa hidupnya, mbah Us sering silaturahmi di desa Ketapang, Tanggulangin Sidoarjo.

Sementara itu Ika Hariyati asal Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk mengatakan, dirinya sengaja datang ke makam Mbah Ud untuk berziarah memohon barokah para wali dan mengharap Ridho dari Allah. Menurutnya, makam Waliyullah di Sidoarjo yang dekat dengan akses jalan raya yaitu di makam Mbah Ud Pagerwojo Buduran Sidoarjo.

"Melalui barokah doa yang saya panjatkan di sini, semoga saya dijadikan Allah manusia baik, mampu meniru tauladan Rasulullah dan para wali, dipertemukan jodoh yang baik, sholeh dan punya kepribadian seperti akhlaknya Rasulullah," harap Ika. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 04 Maret 2018

Nurul Arifin Dukung Fatwa PBNU Tentang Pengharaman Infotainment

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Artis cantik Nurul Arifin mengaku bersyukur atas fatwa hukum haram menonton tayangan infotainmen yang dikeluarkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia menyambut baik dan mendukung keputusan yang dihasilkan dari forum Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Surabaya, akhir Juli lalu itu.

“Secara pribadi, sebagai artis, saya mensyukuri fatwa PBNU itu,” kata Nurul Arifin saat menjadi narasumber dalam acara dialog bertajuk “Kesehatan Reproduksi Remaja” yang digelar oleh Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) di Hotel Mega, Jakarta, Minggu (13/8)

Nurul menilai, berita di infotainment selama ini memang lebih banyak membuka serta mengungkap kehidupan yang sangat pribadi dari seorang artis. Hal itulah yang ia jadikan dasar sehingga sampai pada kesimpulan untuk mendukung fatwa haram atas tayangan yang kebanyakan berisi gosip tersebut.

Nurul Arifin Dukung Fatwa PBNU Tentang Pengharaman Infotainment (Sumber Gambar : Nu Online)
Nurul Arifin Dukung Fatwa PBNU Tentang Pengharaman Infotainment (Sumber Gambar : Nu Online)

Nurul Arifin Dukung Fatwa PBNU Tentang Pengharaman Infotainment

Dukungannya terhadap keputusan para ulama NU se-Indonesia itu, katanya, juga didasari karena tidak berfungsinya lembaga sensor dari pemerintah serta kurang pro-aktifnya Komisi Penyiaran Indonesia.

Oleh karena itu, diakui Nurul, keluarnya fatwa yang cukup kontroversial tersebut seperti mendapat sebuah pencerahan. “Fatwa ini seperti menyirami, memberikan wacana damai bagi saya,” ungkapnya.

Seperti halnya pengalaman sejumlah artis yang lain, Nurul juga mengaku kesulitan menghadapi kejaran wartawan infotainment. Tak jarang, katanya, sejumlah wartawan infotainment harus menggelar tenda di depan rumah sang artis demi mendapat keterangan tentang gosip yang sedang berkembang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakan Nurul, akibat buruk yang ditimbulkan dari tayangan gosip infotainment tersebut tak hanya dirasakan oleh para artis atau selebritis, melainkan lebih luas lagi kepada seluruh anggota keluarga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Misalkan kasus perceraian, pada dasarnya itu tidak hanya melibatkan dua orang (suami-istri, red), tapi juga anak, keluarga besar yang bersangkutan. Kalau itu yang ditonjolkan, sangat berbahaya bagi anak, keluarga besarnya juga,” kata perempuan kelahiran Bandung, 18 Juli 1966 ini.

Kritisi Kebijakan Pemisahan Kelas Siswa-Siswi

Dalam kesempatan yang sama, mahasiswi Ilmu Politik Pascasarjana Universitas Indonesia ini mengkritisi kebijakan Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah tentang pemisahan kelas siswa putera dan puteri di sekolah umum. Ia menilai, kebijakan tersebut tidak tepat jika bertujuan untuk meminimalisir kerusakan moral generasi muda. Kebijakan tersebut, imbuhnya, justru akan memasung interaksi sosial remaja.

”Kebijakan itu instan dan simbolik belaka. Saya khawatir jika siswa dipisah berdasarkan perbedaan jenis kelaminnya akan mengganggu interaksi sosial mereka,” tegas istri Mayong Suryalaksono ini.

Artis yang juga mantan calon legislatif dari Partai Golkar ini mengungkapkan, survei yang dilakukan Synovate Research di empat kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan) menunjukkan bahwa perilaku seksual remaja Indonesia saat ini memang cukup mengkhawatirkan. Ada sekitar 44 persen responden yang mengaku sudah pernah melakukan hubungan seks di usia 16-18 tahun. Bahkan, 16 persen responden lainnya mengaku melakukan hal yang sama di usia 13-15 tahun.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagian besar remaja (65 persen) mengetahui informasi seksual dari teman sebayanya dan 35 persen mengaku mendapatkan informasi tentang hal tersebut dari film porno. Ironisnya, hanya 5 persen responden yang menyatakan mendapatkan informasi seks dan kesehatan reproduksi dari orang tua.

”Data-data tersebut memang mengkhawatirkan. Tetapi tidak kalau mencari solusi dengan memisahkan ruang kelas mereka. Ini sama artinya, kita, orang tua, berpikirnya sudah jorok duluan. Kesannya yang orang tua itu terlalu mencurigai anak muda,” jelas Nurul.

Kalau kebijakan instan tersebut terus berlanjut, imbuh Nurul, tidak tertutup kemungkinan akan muncul kebijakan-kebijakan sejenis. ”Jangan-jangan nanti guru perempuan hanya boleh mengajar murid perempuan. Pasien wanita tidak boleh dirawat dokter pria. Dan saya cukup keberatan jika seperti ini diberlakukan,” ujarnya.

Justru yang lebih penting adalah bagaimana memberikan pendidikan dan pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi remaja. Menurut Nurul, pengaruh terbesar terjadinya penyimpangan seksual remaja adalah informasi yang tidak baik dari luar, bukan karena mereka belajar dalam satu kelas. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor kecamatan Mayong, Jepara menyelenggarakan Turnamen Bola Voli antar-Ranting se-kecamatan Mayong yang berlangsung di lapangan desa Mayong Lor, Ahad-Rabu (09-12/04).?

Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung

Turnamen itu diikuti10 tim yang berasal dari club kampung yang mewakili ranting masing-masing. Thoha Mansur, ketua panitia, mengatakan, kegiatan turnamen termasuk program kerja bidang seni dan olahraga. ? “Tujuan kegiatan ini untuk memperat persaudaraan antarpemuda se-kecamatan Mayong juga dalam Harlah NU ke-94 dan GP Ansor ke-83,” kata Thoha.?

Dalam kegiatan yang memperebutkan juara 1, 2, 3 dan harapan 1 itu secara resmi dibuka ketua MWCNU Mayong, K. Mughis Nailufar. Usai pembukaan Ahad – Senin (09-10/04) adalah babak penyisihan, Selasa (11/04) babak perempat final dan Rabu (12/04) babak final.?

“Untuk uang pembinaan juara I 1.250.000, juara II 750.000, juara III 500.000 dan harapan I 250.000. Beserta diberikan piala dan piagam di masing-masing juara,” tambahnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PAC GP Ansor Mayong, Ahmad Kholas Syihab menambahkan, turnamen itu memperoleh antusiasme yang luar biasa dari masyarakat luas. “Dalam setiap pertandingan kami menyiapkan sekitar 250 tiket masuk dengan harga Rp.3000. Alhamdulillah habis di setiap partai pertandingan,” sebut Syihab, bangga.

Sarjana Psikologi Unissula Semarang itu berharap kegiatan bisa menyatukan pemuda desa se-kecamatan Mayong. “Kedepan bisa berprestasi lewat bidang olahraga,” harapnya lagi.?

Ketua MWCNU Mayong, K. Mughis Nailufar mengapresiasi kegiatan turnamen tersebut. Karena menurutnya Ansor mengisi kegiatan pemuda dengan hal yang positif. “Ansor kedepan bisa ngaji ya juga bisa voli, kan cakep,” seloroh kiai muda ini. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 03 Maret 2018

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZIS NU) menjalin kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia yang menjadi produsen susu Hilo Soleha. Perseroan terbatas yang beralamat di Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta itu bermaksud mengadakan program donasi bertajuk "Penuhi Panggilanmu, Bagilah Sesamamu."

Surat perjanjian kerjasama ditandatangani di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (5/2), oleh Prof Dr KH Fathurrahman Rauf selaku Ketua PP LAZIS NU dan Nina Agustriana yang bertindak sebagai Brand Manager Divisi Tropicana Slim yang selanjutnya disebut Nutrifood.

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia

Dalam surat perjanjian disebutkan, Nutrifood berhak menggunakan logo LAZIS untuk keperluan promosi program dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan LAZIS di seluruh Indonesia meliputi kegiatan edukasi, direct selling dan pemberian free sampling.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara dalam program "Penuhi Panggilanmu, Bagilah Sesamamu" itu LAZIS akan mengelola sumbangan sebesar Rp 500,- dari setiap penjualan 1 dus Hilo Soleha selama periode program.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kerjasama itu PP LAZIS NU dengan PT Nutrifood Indonesia itu berlaku efektif mulai 10 Januari hingga 10 April 2008 mendatang.

Ketua PP LAZIS NU Fathurrahman Rauf usai penandatangan mengatakan, kerjasama bisa diteruskan bahkan diperluas untuk produk-produk Tropicana Slim yang lainnya. "Ini akan menjadi kerjasama yang baik untuk kebaikan bersama," katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 02 Maret 2018

Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan seni budaya dan religi berupa Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) sampai sekarang masih dilestarikan, karena ada yang peduli terhadap nilai tradisi dan syiar Islam yang diwariskan Sunan Kalijaga ini.

Demikian disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Prof Dr Dahlan Taib ketika membuka PMPS tahun Ehe 1940 atau 2007 Masehi yang berlangsung di Alun-alun Utara Yogyakarta, Jumat (23/2) petang.

Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam

"Jika tidak ada kepedulian, mungkin tradisi budaya ini akan punah, seiring dengan berkembangnya masyarakat di era globalisasi," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PMPS merupakan kegiatan tahunan yang bermula dari syiar agama Islam yang dilakukan Sunan Kalijaga melalui kegiatan seni budaya. Sekaten sendiri berasal dari kata "syahadatain" atau dua kalimat sahadat, yakni bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah.

Walikota Yogyakarta Herry Zudianto dalam sambutannya mengatakan PMPS merupakan even budaya yang lahir sejak awal penyebaran agama Islam pada masa Kasultanan Demak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sekaten yang pada awalnya merupakan media syiar agama Islam, kini berkembang mejadi media pemberdayaan berbagai potensi daerah," kata dia.

Ia mengatakan, seiring perkembangan zaman, keinginan untuk terus memberi ruang dakwah sekaligus melestarikan sejarah dan nilai luhur budaya bangsa, diwujudkan dalam penyelenggaraan PMPS ini.

"Penyelenggaraan PMPS tahun ini dititikberatkan untuk pemberdayaan berbagai potensi daerah agar tetap mencerminkan nilai religi dan budaya lokal yang adiluhung. Maka, apa yang ditampilkan dalam PMPS diupayakan semaksimal mungkin dapat mencerminkan identitas dan keragaman masyarakat Yogyakarta," katanya.

Sejalan dengan itu, kata dia, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diberi ruang yang lebih leluasa di arena PMPS, dengan harapan potensi lokal dapat terakomodasi dengan baik.

"Dengan kemampuan optimalisasi kekuatan dan keunggulan oleh pelaku ekonomi PMPS ini, dapat dijadikan sarana promosi untuk menggeliatkan roda ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, tradisi sekaten dapat menjadi lokomotif kerakyatan," kata Walikota Yogyakarta.

(sam/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, IMNU, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 01 Maret 2018

Bekas Sujud Bukan di Jidat, Tapi Kebaikan Perilaku

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Banyak yang memaknai bahwa bekas sujud pada salah satu ayat Al-Qur’an adalah dahi atau jidat yang hitam. Padahal yang benar adalah terpancarnya aura kebaikan dari dalam diri dan kebaikan perangai. 

Penjelasan ini disampaikan KH Ma’ruf Khozin saat mengisi Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah atau Kiswah yang diselenggarakan PW Aswaja NU Center Jawa Timur, Sabtu (3/2). 

Bekas Sujud Bukan di Jidat, Tapi Kebaikan Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)
Bekas Sujud Bukan di Jidat, Tapi Kebaikan Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)

Bekas Sujud Bukan di Jidat, Tapi Kebaikan Perilaku

Ayat yang disalahartikan tersebut adalah pada Surat al-Fath ayat ke 29. Kiai Ma’ruf, sapaan akrabnya kemudian mengemukakan bahwa arti dari ayat dimaksud adalah: Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. 

“Banyak orang yang salah paham dengan maksud ayat ini. Ada yang mengira bahwa dahi yang hitam karena sujud itulah yang dimaksudkan dengan tanda-tanda dari bekas sujud,” kata aktivis Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jatim ini. Sehingga sejumlah cara dilakukan agar terlihat ada bekas sujud, termasuk dengan membuat dahi menjadi hitam. “Padahal itu min atsaril karpet, atau lantaran bekas kasarnya karpet,” katanya berseloroh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mengutip salah satu riwayat Thabari dengan sanad yang hasan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksudkan dengan hal tersebut sebagai perilaku yang baik. “Dalam riwayat Thabari dengan sanad yang kuat dari Mujahid bahwa yang dimaksudkan adalah kekhusyuan,” katanya sembari menyebut literature yakni Tafsir Mukhtashar Shahih halaman 546.

Kiai Ma’ruf juga menyebut riwayat dari Ibnu Umar yang suatu ketika melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Melihat hal tersebut, Ibnu Umar berkata: “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya. Janganlah kau jelekkan penampilanmu,” tandasnya dengan menyebutkan bahwa itu berdasarkan riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro nomor 3699.

Anggota dewan pakar PW Aswaja NU Center Jatim ini menyarankan ketika sujud hendaknya proporsonal jangan berlebihan sehingga hampir seperti orang yang telungkup. “Tindakan inilah yang sering menjadi sebab timbulnya bekas hitam di dahi,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dirinya kemudian membandingkan bekas sujud yang ditunjukkan para ulama dan kiai. “Bekas sujud mereka sangat terasa dari auranya yang tenang dan meneduhkan,” ungkapnya. Padahal para kiai utamanya pengasuh pesantren menghadapi banyak masalah. Dari mulai problem pribadi dan keluarga, mengembangkan pesantren, keluhan perilaku santri, hingga konsultasi problem masyarakat. 

“Karena para kiai dan ulama adalah ahli ibadah, wajahnya tidak menyeramkan. Dan yang membekas dari ibadah shalatnya ditunjukkan dengan mengayomi umat,” pungkasnya.

Kiswah diselenggarakan secara rutin hari Sabtu usai Shalat Ashar. Kegiatan dilangsungkan di mushalla PWNU Jatim, jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya. Bahkan di tempat yang sama, para jamaah dapat melanjutkan dengan mengikuti kajian pendalaman Aswaja kepada KH Marzuqi Mustamar. Kegiatan diawali dengan Shalat Magrib berjamaah, pembacaan shalawat. dan wirid khusus. Bahkan di akhir acara ada makan bersama secara gratis. (Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PK IPPNU MA Sultan Agung Sosialisasi Penghijauan

Pati, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sedikitnya 50 anggota komisariat IPPNU Madrasah Aliyah Sultan Agung mendaki gunung Kendeng di desa Sukolilo kecamatan Sukolilo. Mereka mencoba menindalanjuti laporan masyarakat terkait kerusakan tanaman di gunung Kendeng, Rabu (19/2).

PK IPPNU MA Sultan Agung Sosialisasi Penghijauan (Sumber Gambar : Nu Online)
PK IPPNU MA Sultan Agung Sosialisasi Penghijauan (Sumber Gambar : Nu Online)

PK IPPNU MA Sultan Agung Sosialisasi Penghijauan

Sampai di puncak, mereka kaget. Karena, pegunungan Kendeng yang tampak hijau dipandang dari jauh ternyata hampir semua area puncaknya gundul. Minimnya penyerapan air pada gunung terutama Kendeng menjadi penyebab utama banjir.

Masyarakat menengarai lahan-lahan di atas gunung yang dahulunya tumbuh subur dengan berbagai varian pohon mulai dari randu, mahoni, sampai jati telah berubah menjadi tanaman jagung. Mereka lalu bertemu dan berdiskusi langsung dengan para petani yang sedang membersihkan lahan pascapanen Jagung.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kami tanami jagung karena lebih menghasilkan daripada ditanami pohon jati atau mahoni,” ungkap Sudirjo, salah satu petani yang diajak diskusi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pemerintah kesulitan untuk mengarahkan warga agar mengganti tanaman mereka. Pasalnya lahan yang ditanami merupakan milik mereka sendiri,” kata Mandor Hutan Sukolilo Abdul Rohman.

Dulu pernah diberi bantuan bibit pohon jati dan mahoni, tetapi warga tidak mau menanamnya. Karena lahannya hanya ditanami tanaman yang menghasilkan secara langsung agar bisa mengisi periuk-periuk mereka. Alhasil bibit-bibit bantuan itu pun sia-sia.

Dengan menjelajah pegunungan Kendeng pelajar IPPNU Komisariat MA Sultan Agung dapat melihat secara langsung kondisi pegunungannya dan dapat permasalahan yang dialami warga.

“saya sangat antusias melakukan pendakian ini karena bisa melihat secara langsung dan berdiskusi dengan warga mengapa mereka menanami lahannya dengan tanaman jagung,” kata Mega Sabrina selaku anggota IPPNU Komisariat MA Sultan Agung. (Masula/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 28 Februari 2018

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ajang Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) akan segera dilaksanakan akhir bulan depan. Sejumlah persiapan telah dilakukan termasuk seleksi peserta yang akan diberangkatkan.

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan

Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jombang sangat serius mempersiapkan kegiatan perkemahan tingkat nasional ini. Seleksi sejumlah peserta dilakukan secara ketat dan dengan disiplin tinggi. 

“Ini agar saat berbaur dengan kontingen lain dari berbagai daerah tidak mengecewakan,” kata Khojin kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah (28/4).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Seleksi ini sebenarnya untuk kali kedua, yang sehari sebelumnya telah dilakukan,” katanya. “Dari proses seleksi, telah dipilih seratus dua puluh peserta,” lanjutnya. Mereka adalah perwakilan dari sejumlah sekolah MA, SMA serta SMK yang berada di bawah naungan LP Ma’arif.

Pelaksanaan Perwimanas akan berlangsung 24-29/5 di perkemahan Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung. Tidak kurang empat ribu peserta akan berpartisipasi pada kegiatan ini dari seluruh tanah air.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Karena sebagai tuan rumah, maka berbagai persiapan telah kami persiapkan menyambut kegiatan ini,” kata Sekretaris PC LP Ma’arif NU Jombang ini. Apalagi pada kegiatan serupa untuk tingkat Jawa Timur, Jombang berhasil menjadi juara umum.

“Prestasi itu sudah seharusnya kami pertahankan untuk tingkat nasional,” katanya optimis. Dan perwakilan yang telah diseleksi dalam dua gelombang tersebut sebagai kontingen pilihan untuk ajang ini. 

“Kita juga berharap kegiatan berjalan sukses dan silaturahim antar aktifis Pramuka di kepengurusan Ma’arif NU juga akan terus terjalin,” katanya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak

Pontianak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara resmi membuka perhelatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 tahun 2016, Selasa (23/8) di Gedung Serba Guna Pontianak Convention Center (PCC), Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Lukman hadir tepat pukul 14.00 WITA didampingi Gubernur Kalimantan Barat Cornelius, Dirjen Pendis Kamaruddin, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan, dan Kepala Kanwil Kemenag Pontianak Syahrul Yadi.

Dalam sambutannya, Menag menyambut baik KSM dan mendukung secara penuh kegiatan seperti ini untuk terus dilaksanakan setiap tahun. Dia juga menyambut baik keterlibatan siswa sekolah umum di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada event KSM mulai tahun 2016 ini. Ini merupakan bukti bahwa siswa madrasah siap bersaing dan berkompetisi secara fair dalam setiap lomba dan kompetisi.

Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak

“Saya harus katakan bahwa saya bangga melihat kemajuan yang telah dicapai lembaga pendidikan madrasah saat ini. Siswa-siswi madrasah telah banyak menorehkan prestasi yang membanggakan bangsa Indonesia di berbagai ajang kompetisi nasional maupun internasional,” ujar Menag di hadapan sekitar 865 peserta dan pendamping KSM dari seluruh Indonesia.

Saat ini, lanjut Menag, bangsa Indonesia sedang memasuki era persaingan bebas di tingkat regional Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan juga persaingan global. Kita tidak boleh lagi bangga dengan kekayaan alam yang kita miliki. Kekayaan alam yang melimpah tanpa didukung kualitas SDM yang unggul dan berintegritas hanya akan semakin menyengsarakan dan menghinakan kita.?

“Kekayaan alam kita memang tidak terbatas. Namun, ukuran maju tidaknya suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh kepemilikan sumber daya alam saja, tetapi yang lebih penting lagi adalah ketersediaan human capital atau sumber daya manusia (SDM) yang unggul,” papar Lukman.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam konteks ini, imbuhnya, KSM tahun 2016 ini dapat dijadikan sebagai momentum strategis penyiapan generasi emas ilmuwan dan cerdik-cendekiamuslim yang unggul, paripurna dan siap menjadi pemimpin perubahan di masyarakat yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negaranya.

Kegiatan KSM 2016 yang akan berlangsung hingga 27 Agustus 2016 mendatang ini merupakan ajang pembuktian presatsi para siswa madrasah dari seluruh Indonesia di bidang sains dan agama. Dari ajang ini, madrasah mempunyai bibit-bibit unggul yang akan meramaikan persaingan global. Terbukti tidak sedikit siswa madrasah yang meraih prestasi tertinggi di kompetisi sains internasional seperti matematika, robotik, dan penemuan-penemuan lain di bidang sains.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam KSM kali ini, selain kompetisi sains dan Agama Islam, ada beberapa kegiatan antara lain Surya Game Online dan matematika gasing berbasis sains hasil kerja sama dengan Surya University, workshop motivasi pengembangan diri dan rembuk nasional bidang kesiswaan madrasah se-Indonesia.

Untuk tingkat MI/SD, bidang yang dilombakan adalah Matematika dan Agama Islam, IPA dan Agama Islam. Sedang tingkat MTs/SMP, ada Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam serta Fisika dan Agama Islam. Sementara untuk tingkat MA/SMU, ada 6 bidang perlombaan, yakni Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam, Fisika dan Agama Islam, Kimia dan Agama Islam, Ekonomi dan Agama Islam serta Geogragfi dan Agama Islam. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Santri, Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir

Beberapa dekade terakhir, dunia mengalami krisis sumber energi. Sumber energi fosil, seperti minyak bumi dan batubara, yang selama ini menjadi sumber energi utama dunia telah mengalami penurunan cadangan. Di samping itu dampak pemanfaatan sumber energi fosil telah meningkatkan suhu bumi sehingga terjadilah pemanasan global. Pemanasan global memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pelelehan salju abadi di kutub utara dan selatan sehingga meningkatkan? tinggi muka air laut dimana hal ini memberikan dampak pada munculnya berbagai bencana banjir di beberapa negara yang mempunyai permukaan dataran rendah.

Disamping itu isu kerusakan lingkungan dan pemanasan global menjadi kuat ketika berbagai bencana alam terjadi yang diakibatkan oleh adanya perubahan iklim global dimana hal ini berdampak pada industri pertanian yang mengalami gangguan dalam perencanaan/pola tanam komoditas pertanian. Wilayah Filipina beberapa waktu yang lalu diterjang badai Haiyan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa hingga lebih dari 5.700 jiwa. Hal ini membuktikan bahwa dampak pemanasan global cukup signifikan pada pola iklim dunia.

Terganggunya perencanaan tanam pada dunia pertanian memberikan dampak pada terancamnya pasokan pangan dunia yang dikhawatirkan dapat meningkatkan tingginya tingkat kelaparan pada beberapa negara dengan kemampuan ekonomi lemah.

Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir

Pada sektor energi, tekanan isu pemanasan global memberikan implikasi pengambilan keputusan dalam menentukan sumber energi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, khususnya pada beberapa negara berkembang.

Beberapa negara ASEAN telah memutuskan untuk mengurangi prosentase sumber energi fosil dalam bauran energi nasional mereka, sebut saja Malaysia, pada tahun 2010 Malaysia telah memutuskan akan menggunakan energi nuklir, saat ini mereka telah mempunyai calon tapak potensial yang akan digunakan sebagai lokasi PLTN, sebagian besar berada pada Semenanjung Malaysia (lihat gambar).

Sementara itu Indonesia merencanakan akan mengoperasikan sebanyak 4 unit PLTN pada tahun 2024, namun hingga tulisan ini dibuat, keputusan tentang calon lokasi tapak masih belum diputuskan. Sementara itu Korea Selatan merencanakan akan menggunakan nuklir sebagai pembangkit listrik utama meraka hingga 60% pada 2035. Sedangkan Philipina yang mempunyai potensi bencana alam (badai) lebih besar dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya telah memutuskan akan menggunakan nuklir untuk memenuhi pasokan energy mereka sebanyak 5% pada tahun 2030.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Vietnam sejak awal 2000-an lebih serius memikirkan penggunaan energy nuklir dibandingkan dengan beberapa Negara ASEAN lainnya, saat ini Vietnam merencanakan akan membangun 13 unit PLTN selama 2 dekade kedepan. Bahkan hingga tulisan ini dibuat, Vietnam telah menandatangi kontrak pembangunan PLTN dengan ROSATOM, sebuah perusahaan desainer PLTN asal Rusia. Vietnam juga telah menetapkan tapak yang akan digunakan sebagai tapak PLTN (lihat gambar)

Seolah tak ingin kalah dengan negara-negara tetangga lainnya, secara serius Thailand juga telah mempersiapkan calon lokasi tapak PLTN yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi nasionalnya. Hingga saat ini Thailand mempunyai 6 calon tapak potensial yang akan digunakan, namun demikian Thailand masih menjajagi teknologi mana yang akan mereka digunakan.

?

Akhmad Khusyairi, M.Eng?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kontributor Iptek Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. ?

?

?

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 26 Februari 2018

IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah

Purworejo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam rangka memeriahkan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Ngombol menggelar festival hadrah di Desa Tunjungan Ngombol, Sabtu(15/12). 

IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah

Festival diikuti oleh 14 grup hadrah yang ada di Ngombol dan sekitarnya. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Ngombol, jajaran Muspika dan beberapa pengurus MWC NU setempat.

Menurut ketua PAC IPPNU Ngombol Jeklin Mandani, rencananya kegiatan hanya Makesta dengan out bond sebagai pamungkasnya. Namun demikian acara jadi ada penambahan dan berhasil sukses dilaksanakan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Awalnya kita hanya mau mengadakan Makesta. Namun atas usulan masyarakat utamanya tokoh NU setempat, kita adakan Festival Rebana ini. Walaupun kami hanya persiapan dua minggu, Alhamdulillah acara sukses dengan antusias masyarakat yang tinggi” ungkapnya.

Terpisah, Ky Ihsanudin selaku tuan rumah sekaligus Pembina IPNU mengungkapkan kebanggaanya kepada panitia yang telah sungguh-sungguh dalam melaksanakan kegiatan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya bangga mereka yang baru beberapa bulan dilantik sudah membuat gebrakan. Acara ini mengangkat moral rekan dan rekanita sekaligus syiar yang bagus melalui budaya dan kesenian. Semoga ke depan mereka bisa lebih baik lagi dalam mewarnai kepemudaan di Ngombol,”tandasnya.

Adapun Makesta dibuka sore harinya usai festival hadrah dengan diikuti 40 peserta IPNU dan IPPNU selama dua hari. Peserta mendapat beberapa materi seperti aswaja, kenu-an, ke-ornanisasi-an dengan dikemas dengan fun games yang menarik dari PC IPNU-IPPNU Purworejo. Dani, salah satu peserta mengaku senang dengan adanya acara ini. 

“Selain tambah pengetahuan dan teman saya terkesan dengan acara ini utamanya ketika makan satu lengser rame-rame. Itu membuat rasa kekeluargaan kami menjadi menyatu,” paparnya.

Makesta dikawal langsung oleh tim fasilitator IPNU-IPPNU Kabupaten Purworejo. Turut hadir pula Ahmad Naufa dan Aniroh selaku ketua PC IPNU dan IPPNU untuk memberikan motivasi dan dukungan moral. 

Dalam sambutannya Aniroh berharap para peserta menjadi kader-kader yang siap berjuang memajukan Islam dan kepemudaan di daerahnya masing-masing. Adapun acara berjalan dengan lancar, tertib dan aman. Nf

Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: Sita Zahro Wardati

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sejumlah UU Dinilai Melenceng dari Pancasila

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 yang digelar di Pondok Pesantren Kempek Cirebon antara lain akan mengkritisi sejumlah produk undang-undang (UU). Langkah ini diambil berdasarkan anggapan, UU yang umumnya dibuat era reformasi telah melenceng dari semangat Pancasila.

Sejumlah UU Dinilai Melenceng dari Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah UU Dinilai Melenceng dari Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah UU Dinilai Melenceng dari Pancasila

Sejumlah UU yang akan dikritisi di antaranya UU No.3/2004 Tentang Bank Indonesia, UU No. 25/2007 Tentang Penanaman Modal, UU No. 7/2004 Tentang Sumber Daya Air, UU No. 20/2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. 2/2012 Tentang Perguruan Tinggi, RUU Tentang Pangan. Forum Munas juga akan membahas polemik putusan MK tentang status anak di luar nikah. Wakil Ketua Umum

Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menyatakan, pengalaman empat kali amandemen telah membawa sejumlah kebijakan negara ini pada penyimpangan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945. Situasi ini tidak hanya diakibatkan oleh persoalan dalam negeri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Karena ada pertarungan global yang berpengaruh di Indonesia,” katanya saat konferensi pers, Jumat (14/9) malam, didampingi Rais Aam KH MA Sahal Mahfudh, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan beberapa pengurus harian PBNU lainnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, hal ini menjadi tanggung jawab bersama semua elemen bangsa untuk mengembalikan Indonesia pada garis awal pendiriannya sejak tahun 1945. Untuk itulah NU kali ini mengambil tema “Kembali ke Khittah Indonesia 1945”.

Kang Said, sapaan akrab KH Said Aqil Siroj, menegaskan, kritik terhadap UU merupakan bagian dari komitmen NU pada kemaslahatan rakyat. Sikap ini ditunjukkan berdasarkan kondisi obyektif bangsa ini.

“Yang jelas NU akan selalu mendukung kebijakan pemerintah selama pemerintah pro rakyat. Tapi NU akan memberi kritik, masukan, koreksi ketika ada kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rayat atau tidak berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

?

Redaktur : Hamzah Sahal?

Penulis ? : Mahbib Khoiron

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah