“Permintaan itu tidak hanya terbatas pada warung dan rumah makan saja, masyarakatpun juga berburu lele untuk menu buka puasa maupun sahur,” kata Kasi Budidaya dan Produksi Perikanan Diskanla Kabupaten Probolinggo Asmiyati Kurnianingsih, Jum’at (10/6).
| Ramadhan, Permintaan Lele di Probolinggo Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ramadhan, Permintaan Lele di Probolinggo Meningkat
Menurut Asmi, tren peningkatan permintaan lele akan terus terjadi hingga hari raya Idul Fitri. Setelah hari raya permintaan akan kembali normal. “Jelang hari raya biasanya permintaan akan lebih meningkat,” jelasnya.Lebih lanjut Asmi menjelaskan bahwa permintaan lele pada bulan-bulan biasa berada pada kisaran 3 kwintal per hari dengan harga Rp 15.000 per kilogram di tingkat petani dan dijual eceran seharga 18.000 hingga Rp 20.000 per kilogram. “Selama bulan suci Ramadhan, permintaan ikan lele meningkat menjadi 6 kwintal per hari,” terangnya.
Asmi menambahkan saat ini di Kabupaten Probolinggo budidaya lele dilakukan oleh 678 orang Rumah Tangga Perikanan (RTP) atau 60 kelompok. Rata-rata produksi yang dihasilkan mencapai 54 ton per bulan atau 1,8 ton per hari.
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
“Pembudidaya lele harus memanfaatkan peluang besar ini dengan meningkatkan usaha budidayanya. Seperti perluasan kolam dan penambahan padat penebaran. Kalau biasanya 100 ekor, maka ditingkatkan menjadi 200 hingga 300 ekor per meter persegi,” ungkapnya.Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Dengan demikian tambah Asmi, maka tingkat produksi meningkat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan kelompok. “Budidaya lele itu ditentukan oleh kapasitas usaha. Kalau kapasitasnya besar, maka keuntungan yang didapat akan meningkat,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah