Kamis, 30 Maret 2017

Sambut 2015, Ma’arif NU Sulsel Benahi Tata Kelola Kelembagaan Pendidikan

Makassar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus LP Maarif NU Sulawesi Selatan menyelenggarakan rapat kerja di Gedung NU Sulsel, Rabu (17/12). Mereka bertemu untuk mengevaluasi dan membuat langkah kerja ke depan dalam rangka mewujudkan pendidikan di lingkungan NU yang kian diminati masyarakat.

Ketua LP Maarif NU Sulsel Abdur Rahim Sanjata mengatakan, keberadaan Maarif Sulsel sebagai lembaga yang mengurusi pendidikan di Sulawesi Selatan sangat dibutuhkan dan ke depan sekolah atau madrasah NU mesti dikelola secara profesional tanpa meninggalkan rutinitas nilai-nilai Aswaja.

Sambut 2015, Ma’arif NU Sulsel Benahi Tata Kelola Kelembagaan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut 2015, Ma’arif NU Sulsel Benahi Tata Kelola Kelembagaan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut 2015, Ma’arif NU Sulsel Benahi Tata Kelola Kelembagaan Pendidikan

Sementara Sekretaris PWNU Sulsel Arfin Hamid melihat posisi strategis LP Maarif NU di Sulsel sebagai jantung aktifitas dakwah NU khususnya di bidang pendidikan. Arifin berharap, ke depannya pengurus Maarif, sekolah/madrasah di bawah naungan LP Maarif untuk senantiasa memperbaiki manajemen dan standardisasi untuk perbaikan tata kelola yang bermutu dan berkualitas.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dewasa ini pendidikan di Indonesia menjadi tolok ukur proses maju tidaknya bangsa Indonesia. Sehingga perbaikan kualitas pendidikan ke depan menjadi pra syarat menuju bangsa yang berkualitas,” kata Ketua PP LP Ma’arif NU H Zainal Arifin Junaidi di hadapan ratusan peserta rapat kerja.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dirjen Pendis Kemenag RI Kamaruddin Amin mengapresiasi pertemuan rapat kerja LP Maarif Sulsel ini. “Kami berharap Maarif mampu menjadi sarana bagi peningkatan kualitas madrasah dan pesantren khususnya di lingkungan NU di Sulawesi Selatan.”

Kamaruddin juga mnyorot aspek SDM sebagai modal peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan Maarif NU. (Andy M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Sholawat, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 26 Maret 2017

Menag: Proses Hukum Tak Seperti Balik Telapak Tangan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta para demonstran memahami prosedur hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang masih sedang berjalan.

"Tentu proses hukum kan tidak bisa seperti membalik telapak tangan ya, perlu ada tahapan yang harus dilampaui, ada pemeriksaan, penyelidikan, penyidikan, sampai lalu dibawa ke pengadilan," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Gerbang Wisma Negara Jakarta, Jumat.

Menag: Proses Hukum Tak Seperti Balik Telapak Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Proses Hukum Tak Seperti Balik Telapak Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Proses Hukum Tak Seperti Balik Telapak Tangan

Ia juga menegaskan bahwa bukan berarti pemerintah tidak menghormati dan menempuh jalur hukum.

"Proses hukum ini sudah berlangsung, bahkan Polri kemarin sudah mengatakan sudah dilayangkan undangan kepada yang bersangkutan, Senin mendatang," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Menag, beberapa saksi sudah dipanggil dan dimintai keterangan.

"Pemerintah sadar menengahi sengketa apakah yang bersangkutan sudah menodai agama atau tidak, itu hukum yang jawab. Kita harus komitmen tunduk dan patuhi hasil hukum. Apapun keputusan hakim melalui pengadilan, kita harus tunduk dan menghormatinya," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia juga mengatakan, unjuk rasa besar yang digelar 4 November 2016 tidak akan mempengaruhi proses hukum yang sedang berjalan.

Menag berharap para hakim tetap memiliki kearifan dan indenpendensi selain juga integritas yang ada dalam diri untuk mengatasi dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

"Tentu, hakim haruslah merdeka sehingga betul-betul nanti saat mengambil putusan, adalah putusan berdasarkan fakta-fakta, berdasarkan fakta hukum dan juga, sejumlah keterangan para saksi, baik saksi yang ikut menyaksikan peristiwa itu, maupun saksi ahli sehingga kemudian betul-betul objektif untuk memenuhi rasa keadilan kita semua," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Cerita, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 25 Maret 2017

Shalawat Bisa Bangkitkan Nasionalisme

Blitar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan Rutinan PCNU Blitar Raya pada Ahad (7/8) pagi kemarin tidak seperti biasanya. Hadirin tak hanya didominasi jamaah orang-orang tua tapi santri-santri muda. Masjid Agung Kota Blitar yang menjadi lokasi acara saban Ahad Wage pagi ini pun penuh sesak sampai meluber ke alun-alun Blitar.

KH Mohammad Sunhaji Nawal Karim Zubaidi Abdul Ghofur, salah satu pengasuh Pesantren Mambaul Hikam dan pendiri Majelis Ta’lim Mugitsu Al-Mughits, Mantenan Udanawu Blitar, bertindak sebagai pemberi taushiyah.

Shalawat Bisa Bangkitkan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Bisa Bangkitkan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Bisa Bangkitkan Nasionalisme

Gus Shon, sapaan akrabnya, pada kesempatan tersebut banyak mengupas masalah faedah membaca shalawat Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, banyak bershalawat pada nabi, selain mendapat nilai ibadah, juga sekaligus bisa membangkitkan patriotisme umat Islam kepada bangsa dan negara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau kita bershalawat pada Nabi Muhammad SAW, selain mendapat syafaat Nabi. Juga bisa menambah kecintaan kita pada agama, bangsa dan negera. Sehingga menambah rasa nasionalisme kita terhadap nusa dan bangsa,” katanya.

Acara berlangsung mulai pukul 08. 00 WIB. Selain Gus Shon, tampak hadir pula Rais Suriyah PCNU Kabupaten Blitar KH Imam Suhrowardi dan KH Abdul Karim Muhaimin, Rais Terpilih PCNU Kota Blitar, serta para pengurus NU di Blitar Raya lainnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara rutinan NU Ahad Wage itu sudah berlangsung sejak tahun 1980-an dan ketika itu yang hadir selalu membludak hingga ke alun-alun kota Blitar. Mereka datang dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten dan Kota Blitar. Beberapa kiai dan dai pernah dihadirkan dalam acara yang bertempat di Masjid Agung Kota Blitar tersebut.

“Kami ingin kegiatan rutin NU Blitar ini bisa seperti pada awal-awal pelaksanaan dulu sekitar tahun 1980-an. Yang hadir minimal l5-10 ribu. Apalagi kalau yang hadir KH Yasin Yusuf, dai kondang asal Kademangan Blitar, jamaah yang hadir mbludak, sampati timur Alun-alun, ” katanya.

Dengan perkembangan waktu dan banyaknya media informasi dan kegiatan dakwah lainnya, jamaah Ahad Wage tampaknya terus merosot. Untuk itu PCNU Blitar Raya berikhtiar agar geliat jamaahnya seperti sebelumnya. “Meski sulit kami akan terus berusaha,” tambah Masduki. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Warta, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 23 Maret 2017

Ashfa, Siswa Kelas 3 Madrasah NU Mahir Mendalang

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nabila Ashfa Ibrohim sudah mahir mendalang wayang kulit. Siswa kelas tiga Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) At-Tarbiyah Jurang, Gebog, Kudus ini tercatat sebagai anggota Persatuan? Pedalangan Indonesia (Pepadi) dengan nomor keanggotaan 1301.

Siswa 8 tahun yang biasa dipanggil Ashfa ini, memperkenalkan nama-nama wayang purwo yang dijajar di ruang tamu rumahnya, Jumat (5/12). Ia menunjukkan rekaman video pada waktu mendalang di sebuah acara sedekah bumi di Balai desa Cendono Dawe.

Ashfa, Siswa Kelas 3 Madrasah NU Mahir Mendalang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ashfa, Siswa Kelas 3 Madrasah NU Mahir Mendalang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ashfa, Siswa Kelas 3 Madrasah NU Mahir Mendalang

Sabetannya sudah begitu lincah dan bisa membuat wayang salto langsung menancap kembali di gedebog pisang (tempat menancapkan wayang). "Sabetan salto ini sangat langka bagi dalang cilik. Biasanya hanya orang dewasa yang bisa seperti ini," kata Ahmad Fais mengomentari kemampuan anaknya yang begitu cepat mahir.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Awal mulanya ia meyukai dunia wayang sejak usia lima tahun; saat masih belajar di bangku sekolah Taman kanak-kanak (TK) At-Tarbiyah, Jurang. Waktu itu, imbuhnya, ada pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Mastur di sebelah rumah simbahnya di desa Kawakan Dawe Kudus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Saya jadi senang dan suka wayang. Lalu saya minta ayah membelikan wayang buat mainan. setiap ada pertunjukan wayang saya ajak ayah nonton," kata Ashfa bercerita.

Pada awal 2013 ia mengkuti latihan setiap Ahad di markas Pepadi Kudus di SD Barongan bersama dalang Ki Heri Purnomo, tambah Fais yang juga Kepala MINU At-Tarbiyah, Jurang.

Ashfa sudah beberapa kali pentas satu paket dengan gurunya Ki Heri Purnomo (Getas Pejaten Kudus) di berbagai tempat di Kudus maupun di luar daerah. Ia juga sudah banyak memainkan cerita lakon wayang seperti Sesaji Raja Soya, Pandowo Mbangun Pasar, Karto Marmo-Setiyaki Rebutan Wahyu.

Bagi dalang cilik durasi waktunya hanya satu jam. Ia sudah hafal semua lakon itu tanpa baca teks. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Tokoh, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Perguruan Tinggi NU Tak Hanya Banyak, Tapi Harus Bermutu

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama saat ini sedang getol-getolnya membangun perguruan tinggi. Ditargetkan sampai akhir kepengurusan periode ini, terdapat 32 perguruan tinggi baru. Meskipun demikian, jumlah yang banyak saja tidak cukup, perguruan tinggi NU harus bermutu.

Demikian diungkapkan oleh wakil sekjen PBNU H Hanief Saha Ghafur dalam workshop dan lokakarya perguruan tinggi NU, yang diselenggarakan di gedung PBNU, Rabu (29/1).

Perguruan Tinggi NU Tak Hanya Banyak, Tapi Harus Bermutu (Sumber Gambar : Nu Online)
Perguruan Tinggi NU Tak Hanya Banyak, Tapi Harus Bermutu (Sumber Gambar : Nu Online)

Perguruan Tinggi NU Tak Hanya Banyak, Tapi Harus Bermutu

Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah perguruan tinggi NU seperti Unisma Malang, Unwahas Semarang, UIM Makassar dan lainnya, serta sejumlah pengurus wilayah NU yang saat ini sedang dalam proses pembentukan perguruan tinggi baru.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk peningkatan mutu ini, PBNU akan membantu bimbingan teknis manajemen mutu dan akreditasi.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menekankan, NU perlu mendorong kemandirian dan menciptakan kelas menengah. Melalui perguruan tinggi inilah, akselerasi penciptaan kelas menengah baru ini bisa cepat dilakukan.?

Kelas menengah NU tersebut diharapkan bukan hanya mapan secara ekonomi, tetapi juga memiliki nalar rasional, tetapi juga spiritual. “Untuk mencapai tujuan tersebut, perguruan tinggi NU harus dikelola secara profesional,” tegasnya. (mukafi niam)

Ilustrasi: Gedung Unwahas Semarang



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 22 Maret 2017

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Selama tiga minggu, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri Jawa Timur meneliti pengelolaan keuangan di Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng atau LSPT Jombang. Mereka yang berjumlah lima orang ini ingin mempraktikkan sejumlah pengetahuan yang telah diraih selama berada di kampus.

"Kami dari Fakultas Syariah Program Studi Ekonomi Syariah," kata Krisna Winata Putra, pimpinan kelompok tersebut saat dikonfirmasi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Rabu (11/2).

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa

Para mahasiswa sejak tanggal 9 hingga 28 Februari mendatang akan meneliti lebih dekat bagaimana LSPT mendapatkan dana sosial dari para donatur, pengadministrasian, penyaluran dana untuk kegiatan sosial, hingga pelaporan kepada khalayak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Para peserta juga terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan LSPT, khususnya saat memberikan santunan kepada sejumlah kalangan," kata Krisna, sapaan akrabnya.

Seperti pada kegiatan penyaluran bantuan. Bersama salah seorang pengurus, mereka diikutkan kegiatan penyaluran paket susu formula kepada masyarakat. "Kami menyaksikan, bantuan ini tidak semata diberikan kepada kalangan muslim, juga masyarakat yang beragama lain," tandas mahasiswa kelahiran Kediri ini. Bagi para mahasiswa, apa yang dilakukan LSPT adalah cerminan rasa solidaritas membantu masyarakat kurang mampu dengan tanpa membedakan agama dan keyakinan, lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Keterlibatan dengan kegiatan LSPT juga mereka rasakan saat pemberian santunan kepada para 200 fakir miskin dan kaum dluafa di Masjid Ulul Albab yang berada di lingkungan Pesantren Tebuireng. Selama acara berlangsung, para mahasiswa ikut dalam kegiatan shalat dhuha berjamaah, mendengarkan mauidhah hasanah, pemberian santunan dan layanan kesehatan secara gratis.

Bagi mahasiswa semester 6 ini, pengalaman mengikuti sejumlah kegiatan LSPT merupakan hal menarik dan berharga. "Hal ini juga menjadi pembanding dengan ilmu yang selama ini kami peroleh di kampus," ungkapnya.

Meskipun belum genap semingu terlibat dalam kegiatan LSPT, para mahasiswa merasa bahwa secara umum pengelolaan keuangan di lembaga sosial ini lumayan baik. "Apalagi kami dibantu dengan keterbukaan informasi yang disampaikan pengurus," katanya. Keberadaan majalah dan website juga menjadi sarana dalam menyampaikan informasi keadaan keuangan yang masuk serta digunakan sejumlah kegiatan, lanjutnya.

Waktu 3 minggu akan benar-benar dioptimalkan para mahasiswa untuk mendapatkan gambaran pengelolaan administrasi dan keuangan LSPT. "Kami juga akan memberikan saran serta masukan kepada lembaga ini sesuai dengan ilmu yang telah kami dapatkan selama kuliah," pungkas Krisna. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 21 Maret 2017

Liga Muslim Dunia: Moderasi dan Toleransi, Pilar Utama Islam

Makkah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Moderasi dan toleransi dalam Islam adalah pilar utama. Penyimpangan apa pun terhadapnya berasal dari ketidaktahuan atau gagasan yang keliru. Moderasi dan toleransi adalah ciri khas umat Islam sepanjang sejarah yang sejalan dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

Demikian di antara gagasan pokok forum Liga Muslim Dunia yang digelar pada musim haji ini di Mina, Arab Saudi, dengan mengusung tema "Moderasi dan Toleransi dalam Islam: Teks dan Realitas", sebagaimana dikutip Arab News, Rabu (6/9).

Liga Muslim Dunia: Moderasi dan Toleransi, Pilar Utama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Muslim Dunia: Moderasi dan Toleransi, Pilar Utama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Muslim Dunia: Moderasi dan Toleransi, Pilar Utama Islam

Forum tersebut dihadiri para utusan dari berbagai negara seperti Mufti Agung Mesir Shawqi Allam, Mufti Al-Quds dan Palestina Syekh Mohammed Ahmed Husain, Mufti Agung Republik Chechen Syekh Salah Medjiyev, Mufti Agung Arab Saudi Abdul Aziz bin Abdullah Al-Asheikh, serta sejumlah ilmuwan dari 72 negara Arab dan Islam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam pidato pembukaan di forum tersebut, Al-Asheikh menekankan bahwa moderasi, keadilan dan toleransi adalah ciri utama dari ajaran Islam dan Nabi Muhammad SAW. Ia juga menyerukan kepada para ilmuwan, pendakwah, intelektual, dan penulis untuk menunjukkan sisi moderasi dan toleransi dalam Islam

Sementara itu Shawqi Allam mengatakan, Islam adalah peradaban yang masuk ke hati mendahului tubuh. “Kita telah melihat dalam sejarah kita bagaimana para sahabat dan tabi’in ketika mereka keluar dari Jazirah Arab tidak hanya lewat khutbah tapi menerjemahkan makna Islam dalam bentuk perilaku yang memikat hati,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Mufti Agung Chechnya Syekh Salah Medjiyev. Ia mengatakan, Allah menggambarkan umat Islam sebagai umat moderat dan oleh karena itu umat Islam mendapat derajat tertinggi dari Tuhan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia mengatakan bahwa teks-teks syariah banyak mempromosikan toleransi. Ia berpendapat gagasan dan teror takfiri menyebabkan pertumpahan darah dan kehancuran.

Forum Liga Muslim Dunia berlangsung pada Sabtu (2/9). Pertemuan lembaga non-pemerintah yang didirikan di Makkah pada tahun 1962 tersebut juga diwarnai ucapan selamat untuk pemerintah Arab Saudi yang sukses menyelenggarakan ibadah haji tahun ini. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 19 Maret 2017

Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja

Khartoum, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan dan badan otonom Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat Nahdlatul Ulama (PCIMNU) Sudan masa khidmah 2017-2018 resmi dilantik pada hari Sabtu (06/05) di aula H. Agus Salim KBRI Khartoum Sudan.

Pembawa acara membuka acara dengan surat Alfatihah, kemudian pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh qori’ Ust. Misbakhul Ula. Dilanjutkan dengan acara menyanyikan lagu Indonesia Raya dan tembang Yalal Wathon yang dipimpin oleh petugas acara yaitu Ust. Muhammad Abdul Malik Mubarok.

Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja

Selanjutnya prosesi pelantikan pengurus. Pertama, Dewan Syuriyah dilantik oleh Syekh Prof Dr Said Salman (Rektor Holy Quran and Islamic Science University dan Mustasyar PCINU Sudan). Kemudian Jajaran pengurus harian Tanfidziyah dilantik oleh Rais Syuriyah Ust. Ribut Nur Huda. Setelah itu pengurus lembaga dilantik oleh Ketua Tanfidziyah Ust. Muhammad Luqman Hambali. Sedangkan pelantikan badan otonom PCI Muslimat NU Sudan dilantik oleh Ust. Mohammad Rojikhi (Katib PCINU Sudan).

Selanjutnya diteruskan dengan acara serah terima jabatan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah yang disertai dua orang saksi yang diwakili oleh Dubes dan Rektor Holy Quran and Islamic Science University. Adapun serah terima jabatan Ketua Muslimat disertai dua orang saksi yang diwakili oleh Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setelah sesi pelantikan ada beberapa sambutan menarik dari tokoh-tokoh, seperti Burhanuddin Badruzzaman selaku Duta Besar RI, Ust. Ribut Nur Huda selaku Rais Syuriyah PCINU Sudan dan Prof Dr Said Salman selaku Mustasyar PCINU Sudan.?

“Nahdlatul Ulama adalah organisasi masyarakat Islam terbesar di dunia, yang bergerak di berbagai bidang demi kemajuan bangsa dan negara. Kita harus senantiasa berkhidmah dan terus mengawal NU ini demi tercapainya cita-cita negara yang berkemajuan,” ujar Prof Said dengan lantang.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rais Syuriyah dalam sambutannya memberikan semangat dan menanamkan jiwa yang ikhlas dalam berkhidmah. Begitu juga Dubes RI yang mengaku mengapresiasi penuh atas peran Nahdlatul Ulama baik di Sudan maupun di dunia.

Semua rentetan acara berjalan dengan lancar dan ditutup dengan doa oleh H Muhammad Afifullah Rifa’i, untuk kemudian dilanjutkan dengan musyawarah kerja untuk membahas agenda yang akan dijalankan setahun ke depan, yang diikuti oleh seluruh jajaran pengurus PCINU Sudan.?

Musyawarah Kerja

Sidang musyawarah kerja (musker) PCINU Sudan dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah dan wakilnya serta sekretaris yang bertugas menjadi notulis. Mulai dari pengurus harian tanfidziyah dan pengurus lembaga-lembaganya mempresentasikan satu per satu program kerja yang dicanangkan untuk satu periode ke depan.

Di periode ini, ditetapkan sistem caturwulan untuk pembagian waktu. Yaitu satu tahun ke depan dibagi menjadi tiga caturwulan dalam melaksanakan program kerja dan dalam setiap empat bulan sekali itu pengurus mengevaluasi dan mempersiapkan program kerjanya untuk ke depannya.

Lakpesdam dengan klub bahasa Arabnya Kaukabul Fushoha masih jalan dalam mengembangkan sumber daya manusia serta tetap menghidupkan kajian-kajian dan bahtsul masa’il khas pondok pesantren serta berinovasi pada kegiatan lainnya.

Lembaga Dakwah tetap istiqomah berdakwah di pengajian Al Hijrah yang bekerja sama dengan KBRI Khartoum dalam membina warga negara Indonesia di Sudan dan menambah kegiatan ziarah ke wali-wali di negeri dua Nil ini.

Lesbumi berencana menghidupkan jiwa seni dan berkarya lewat teater, seni tari, kesenian alat musik dan kesenian islamik lainnya yang dikemas dalam acara-acara menarik dan kreatif budaya Nusantara di tanah Sudan.

Lembaga Kaderisasi akan mengupayakan tingkat kualitas dan kuantitas anggota NU khususnya mahasiswa yang akan datang ke Sudan serta penguatan jati diri Nahdliyin Sudan pada umumnya.

Lembaga Pengkajian Qur’an fokus pada kegiatan warga NU yang hendak menghafalkan Al-Qur’an dan yang telah menghafalkannya serta kegiatan yang mengkaji ilmu-ilmu tentang Al-Qur’an.

LTN juga mencetak hasil karya PCINU Sudan baik itu informasi ataupun ilmu pengetahuan dan mensiarkannya dalam beberapa media. Diantaranya majalah cetak Tathwirul Afkar, majalah dinding, buletin dan beberapa media sosial elektronik. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Santri, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 18 Maret 2017

Kemuliaan Hari Arafah

Hari Arafah merupakan puncak ibadah haji yang jatuh sehari sebelum Hari Raya Idul Adha ketika jutaan jemaah haji menjalankan wukuf di padang Arafah. Hari Arafah juga momen di mana umat Muslim di seluruh dunia menjalankan puasa sunnah yang menurut sebuah riwayat pahala puasa Arafah mampu menghapuskan dosa-dosa selama setahun.

Allah SWT berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Kemuliaan Hari Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemuliaan Hari Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemuliaan Hari Arafah

Artinya: "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan dating kepadamu dengan berjalan kaki atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka akan dating dari segenap penjuru yang jauh". (QS. Al-Hajj: 27)

Ketika Allah SWT memerintkah Nabi Ibrahim as. untuk menyeru kepada manusia untuk mengerjakan haji, maka beliau bergegas berseru: "Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah membangun rumah (Kabah) maka berhajilah ke sana". Semua manusia telah menjawab seruan itu bahkan calon embrio yang masih berada dalam sperma lelaki dan sel telur perempuan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada hari-hari semacam ini (permulaan Dzulhijjah) jamaah haji saling bertemu di rumah Allah dengan mengumandangkan Talbiyah untuk memenuhi seruan Nabi Ibrahim a.s. seraya mengharapkan ridho dari Allah SWT. dan membentangkan diri untuk mendapatkan curahan rahmat yang Allah turunkan di hari-hari seperti ini yang pada puncaknya adalah pada hari Arafah.

Hari Arafah merupakan hari pembebasan dari Neraka bagi mereka yang menjaga pendengarannya dari hal yang buruk, bagi mereka yang turut berpuasa di hari tersebut dengan mengharapkan keridhoan dari Tuhannya. Hal ini tak lain karena Allah SWT. telah menjamin pengampunan dosa bagi mereka yang berpuasa di hari Arafah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rasulullah SAW bersabda :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?

Artinya: "Barang siapa yang berpuasa di hari Arafah, maka dia diampuni (dari dosanya) setahun setelah dan sebelumnya. (Sedangkan) barang siapa yang berpuasa pada hari Asyura, maka ia diampuni (dari dosa) setahun". (HR. Thabrani dalam Al-Ausath)

Hari Arafah adalah puncak dari harapan para jamaah haji, sebab pada hari itulah mereka bias memperoleh segala pengharapan. Begituhalnya Tuhan menatap mereka dengan pandangan keridhoan.

Rasulullah SAW bersabda:?

? ? - ? - ? – ? ? - ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ?

Artinya: "Sesungguhnya Allah SWT memberikan banyak anugerah kepada orang-orang yang wukuf di Arafah seraya membanggakan mereka di hadapan para Malaikat dan berfirman : "Wahai para malaikatku, lihatlah kepada para hambaku yang lusuh penuh dengan debu, mereka menghadap kepadaku dari segala penjuru yang jauh. Maka aku saksikan kepada kalian bahwa aku telah mengabulkan doa mereka, memberikan harapan mereka, memberikan orang yang berlaku buruk kepada yang berlaku baik pada mereka dan aku telah memberikan kepada orang-orang yang berbuat baik pada mereka segala apa yang mereka minta kepadaku selain hal-hal yang masih bersangkutan di antara mereka". (HR. Abu Yala)

Lebih dari itu, Hari Arafah adalah hari paling agung di mana Allah mengampuni dosa-dosa Kaum Mukminin di segala penjuru dunia mana kala mereka membentangkan diri untuk mendapatkan anugerah Allah yang dicurahkan pada hari tersebut dengan doa yang sungguh-sungguh.

Rasulullah SAW bersabda :?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? : ? ? ? ? ? ? ? – ? ? ? ? ? – ? ? ? ? : ? ? ?. ? ? ?

Artinya: "Jika tiba hari Arafah, tidaklah seseorang masih mempunyai setitik iman dalam hatinya melainkan ia akan diampuni. Lantas ada yang bertanya: Ya Rasulallah, apakah terkhusus bagi yang wukuf di Arafah saja atau untuk semua manusia? Rasulullah menjawab: Untuk semua manusia". (HR. Abu Daud)

Pada hari ini (Arafah) adalah hari pembebasan dari Api Neraka dan Allah SWT sangat bermurah hati dan penuh dengan kasih sayang. Diriwayatkan dari Jabir r.a, beliau berkata :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?

"Tidak ada hari yang lebih utama di hadapan Allah melebihi Hari Arafah. (Urusan) Allah turun ke langit dunia, Allah pun membanggakan penduduk bumi kepada penduduk langit seraya berfirman: "Lihatlah kepada hamba-hambaku yang datang kepadaku dengan tubuh lusuh penuh debu menggaduh. Mereka datang dari segala penjuru yang jauh dengan mengharapkan rahmatKu sedangkan mereka tidaklah melihat siksaanku". Maka tidaklah ada hari di mana pembebasan dari Neraka itu melebihi di Hari Arafah". (HR. Baihaqi)

Paling utamanya doa pada Hari Arafah baik bagi jamaah haji ataupun yang lainnya adalah :

? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rasulullah SAW bersabda:?

? ? ? ? ?? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Artinya: "Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah. Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan begitu juga Para Nabi sebelumku adalah: Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariika Lahu, Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Yuhyii Wa Yumiitu Wa Huwa Alaa Kulli Syaiin Qodiir (Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Kerajaan dan pujian hanyalah miliknya. Maha menghidupkan dan mewafatkan. Dan Dia berkuasa atas segalanya)". (HR. Imam Malik)

Adapun doa yang sering dipanjatkan Nabi SAW pada Hari Arafah adalah :?

? ? ? ? ?, ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Ya Allah segala puji hanyalah milikMu sebagaimana kami ucapkan dan bahkan lebih baik dari pada apa yang kami ucapkan. Ya Allah, hanyalah untuk-Mu Shalat, hidup dan matiku. Hanyalah kepada-Mu tempat kembaliku. Hanyalah milik-Mu segala peninggalanku. Ya Allah, sungguh aku berlindung padaMu dari siksa kubur, gangguan dalam hati dan terpecahnya segala urusan. Ya Allah, sungguh aku berlindung pada-Mu dari keburukan yang tertiup bersama angin".

Di antara kedermawanan Allah SWT dengan segala kemurahan dan anugerah yang Dia limpahkan serta pengampunan atas segala dosa kepada para hambanya serta pembebasan mereka dari Api Neraka ? di segala penjuru dunia pada Hari Arafah itu membuat Setan merasa sakit yang sangat serta merasakan kerugian yang sangat besar (sebab telah lama ia menjerumuskan manusia, malah diampuni dosa mereka). Rasulullah SAW bersabda :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Artinya: "Tidak ada hari di mana Setan Nampak lebih kerdil, terusir dan marah melebihi di Hari Arafah. Tidaklah hal itu terjadi melainkan karena dia melihat limpahan rahmat dan pengampunan Allah dari dosa-dosa besar". (HR. Imam Malik)

Catatan: Artikel ini disarikan dari Khutbah yang disampaikan oleh Dr. Salim Abu Bakar Al-Haddar, Wakil Dekan Fakultas Syariah di Imam Shafie College pada hari Jumat 7 Dzul Qodah 1437 H/8 September 2016 di Masjid Imam Syafii, Mukalla, Hadhramaut, Yaman.

Imam Abdullah El-Rashied, Mahasiswa Fakultas Syariah, Imam Shafie College, Mukalla, Hadhramaut, Yaman.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 16 Maret 2017

MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK

Purworejo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Madrasah Aliyah (MA) Ann-Nawawi Berjan Purworejo terus mengembangkan metode pembelajaran dan pengajarannya. Madrasah yang dalam beberapa tahun terakhir persentase kelulusannya mencapai 100 persen ini mulai menerapkan perangkat pembelajaran dan sistem penilaian siswa berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK (Sumber Gambar : Nu Online)
MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK (Sumber Gambar : Nu Online)

MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK

Untuk menunjang program tersebut, Ahad (13/1) kemarin dilakukan workshop bagi para guru. Workshop tersebut untuk memberikan pemahaman bagi para guru dalam memanfaatkan kemajuan TIK untuk menunjang metode pengajaran dan pendidikan.

“Kami dipercaya Kementerian Agama (Kemenag) untuk melaksanakan program kontrak prestasi,” kata Kepala MA An-Nawawi H. Muslikhin Madiani di sela acara tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Muslikin, program  tersebut sekaligus menepis anggapan masyarakat bahwa sekolah di lingkungan pondok pesantren (PP) selalu terkesan kotor dan tidak tertata. “Namun untuk An-Nawawi program sekolah hijau sudah berjalan dengan memanfaatkan lingkungan sekolah dengan berbagai tanaman,” jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut dijelaskan Muslikin, dengan memanfaatkan TI nantinya penilaian akademik terhadap siswa akan didesain online. Para siswa bisa langsung mengakses nilainya setelah guru mengentri dari hasil ujian.

"Kami yakin pemanfaatan TI ini akan jauh lebih efektif dan efisien. Sekaligus akan meningkatkan SDM, baik guru maupun siswa karena kemajuan TI sekarang ini sudah sedemikian pesatnya," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Purworejo H. Bambang Aryawan menyambut baik serta memberikan apresiasi terhadap program yang dilaksanakan MA An-Nawawi tersebut.

Menurut Bambang, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menuntut penyelenggaraan berbagai kegiatan termasuk dalam dunia pendidikan berbasis elektronik.

“Dengan memanfaatkan teknologi informatika secara bertahap diharapkan bisa membangun sistem informasi pendidikan yang terintegrasi, yang akan menghasilkan output yang cepat, akurat, efisien dan transparan,” tandasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Irwan Sahidin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 12 Maret 2017

Inilah Kekhasan Aswaja NU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Peserta bahtsul masail pra muktamar NU di pesantren Krapyak, Yogyakarta, membuat sejumlah rumusan perihal penanda khas Aswaja yang dipahami dan dipraktikkan NU. Sidang yang dipimpin KH Muqsith Ghozali dari Situbondo ini menampung pendapat peserta yang didasarkan pada rujukan kitab dan praktiknya oleh walisongo.

Inilah Kekhasan Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kekhasan Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kekhasan Aswaja NU

Pada kegiatan yang berlangsung Sabtu hingga Ahad dini hari (28-29/3), Muqsith membuka sidang dengan penetapan gambaran konsep khosois Awaja yang sudah jelas secara syariah ialah Ma ana alaihi wa ashhabi. Sedangkan secara isthilah merujuk pada salah satu dari empat mazhab di bidang fiqih, di bidang aqidah mengikuti Asy’ari dan Maturidi, dan di bidang tasawuf mengikuti Junaid Al-Baghdadi dan Al-Ghozali.

“Padahal kalau kita merujuk pada Irsyadus Sari, Mbah Hasyim menyebut Abul Hasan As-Syazili dan Al-Ghozali. Tetapi tidak masalah, kita konsisten pada yang sudah maklum saja,” kata Muqsith.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menambahkan poin penanda kekhasan Aswaja NU dari kelompok lain, Ketua LBM PWNU Yogyakarta KH Muzammil mengajak para kiai untuk merujuk pada sejarah masuknya Islam di Indonesia dan walisongo. NU dengan bintang 9 itu diartikan sebagai walisongo.

“Aswaja NU tidak cukup sekadar ‘Ma ana alaihi wa ashabi’, tetapi juga mengikuti cara-cara Walisongo dalam mempraktikkan dan mendakwahkan Islam di tengah masyarakat. Termasuk khosois Aswaja an-Nahdliyah ialah menempatkan ulama sebagai panutan baik sebagai pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Muzammil.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia juga menyebut keramahan terhadap budaya lokal sebagai penanda khas Aswaja NU. “Yang dilakukan para wali ialah tidak melakukan pemberangusan tetapi mengisi budaya lokal sesuai nilai Islam, bukan pembumihangusan. Mengedepankan maslahat, membangun harmoni. Secara garis besar, khosois Aswaja NU mengacu pada cara beragama para wali.”

Sementara Kiai Aniq Muhammadun dari Pati menyebut Aswaja ala NU itu sudah tertuang pada Qanun Asasi yang dikonsep oleh Mbah Hasyim. “Sebab yang di luar NU, itu tidak mau bermadzhab dan bertasawuf. Menurut saya, itulah khosois Aswaja bagi NU,” kata Kiai Aniq.

Di akhir sidang, Muqsith menyebutkan kembali secara umum bahwa aqidah ushuliyah merupakan titik temu NU dengan kelompok Islam lainnya. Sementara aqidah furu’iyah seperti tahlil, tawassul, ziarah kubur, talqin, fidyah, tarekat, manaqib, menjadi penanda khas NU. “Aqidah furuiyah ini menjadi titik beda NU dengan yang lainnya. Kalau yang di sini tahlil, yang di sana tidak maka yang di sana tidak mesti kafir,” ujar Muqsith.

Di bidang politik, kekhasan Aswaja NU terletak pada penerimaan Pancasila dan NKRI. Demikian juga dalam bidang ekonomi, Aswaja NU tidak mendukung kapitalisme atau komunisme. Bahan-bahan ini akan disempurnakan pada forum bahtsul masail di Muktamar NU Agustus mendatang. Kekhasan ini sengaja diangkat mengingat kini banyak kelompok yang juga mendaku sebagai kelompok ahlus sunnah wal jamaah, kata Muqsith. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 11 Maret 2017

Dunia dan Akhirat, Harus dengan Ilmu

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rektor Universitas Islam Sultan Agung Semarang (Unissula) Semarang Anis Malik Thoha mengajak para pelajar MA Wali Songo menggunakan masa remaja untuk menuntut ilmu sebanyak mungkin. Di hadapan para pelajar aliyah itu, ia menyatakan bahwa ilmu merupakan kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Demikian dikatakan Anis Malik dalam acara muwaddaah di halaman MA Wali Songo Pecangaan, Jepara, Ahad (25/5) siang.

Dunia dan Akhirat, Harus dengan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia dan Akhirat, Harus dengan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia dan Akhirat, Harus dengan Ilmu

Menurut Anis, orang yang tidak berilmu akan kalah dalam berbagai bidang. Katib Aam PCINU Malaysia ini mengutip hadits yang menyatakan, orang yang menginginkan kehidupan dunia dan akhirat harus ditempuh dengan menuntut ilmu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pria kelahiran Demak ini mengimbau setiap golongan untuk mendalami ilmu agama. Apalagi di zaman sekarang di mana menuntut ilmu terbuka luas. 

Karena terpukau dengan penampilan santri-santri pondok tahfidz Wali Songo, ia pun menyatakan memberi peluang beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Bagi hafizh-hafizhoh yang ingin kuliah di Unissula dengan mendapatkan beasiswa, silakan!” tambahnya.

Kesempatan-kesempatan yang ada, saran peraih gelar Doktor dari International Islamic University Islamabad (IIUI) Pakistan itu, perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Tujuannya agar Islam tidak merosot di kemudian hari maka Anda harus manfaatkan kesempatan emas itu,” tegas Anis kepada ratusan peserta didik yang diwisuda.

Pada tahun ajaran 2013-2014 Yayasan Walisongo meluluskan 353 peserta didik. Lulusan dari SMK berjumlah 106, SMA 65, MA 53, MTs 65, dan wisudawan SMP berjumlah 64 peserta didik. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 10 Maret 2017

IPNU Surabaya Deklarasikan Pelajar untuk Indonesia

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sengatan terik matahari pagi hingga siang itu tak menyurutkan semangat para pemuda dan pelajar Kota Surabaya. Bertepatan pada tanggal 28 Oktober 2012 kemarin, bertempat di halaman Pondok Pesantren Amanatul Ummah Siwalankerto Surabaya, Pelantikan pengurus PC IPNU Kota Surabaya masa khidmat 2012–2014 dirangkai dengan Sarasehan dan Deklarasi Pelajar untuk Indonesia berlangsung khidmat sekaligus meriah.

Dihadiri ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Surabaya dan juga seluruh Pimpinan Anak Cabang, Pimpinan Ranting, dan Pimpinan Komisariat IPNU se-Kota Surabaya, acara tersebut dimulai tepat pukul 08.30 WIB. Dibuka oleh penampilan Sholawat Banjari dari MTs dan MA Amanatul Ummah, dilanjutkan dengan pertunjukan Musikalisasi Puisi dari PK IPNU IPPNU Nurul Huda, Qosidah Rebana dari Pondok Pesantren Putri Amanatul Ummah, dan ditutup oleh atraksi Pencak Silat dari PAC IPNU IPPNU Bulak.

IPNU Surabaya Deklarasikan Pelajar untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Surabaya Deklarasikan Pelajar untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Surabaya Deklarasikan Pelajar untuk Indonesia

Acara yang bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda tersebut juga turut dihadiri oleh ketua PCNU Kota Surabaya, KH. Syaiful Halim, ketua umum PP IPNU Ahmad Syauqi, PW IPNU Jawa Timur, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Bakesbangpol Kota Surabaya, dan juga Dispora Kota Surabaya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

M. Mundzir, ketua PC IPNU Kota Surabaya terpilih, menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen yang turut mensukseskan acara itu. Ia juga berpesan kepada seluruh pelajar Kota Surabaya untuk terus memperjuangkan komitmen bersama, yakni dalam mewujudkan masyarakat pembelajar Kota Surabaya yang berprestasi dan jauh dari perilaku distorsif yang kian marak terjadi dewasa ini.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengarahan selanjutnya, disampaikan oleh romo KH Syaiful Halim. Ia berpesan, khususnya kepada pengurus baru PC IPNU Kota Surabaya, untuk terus berjuang tanpa lelah. “Ketika kita benar-benar ikhlas dalam mengabdi untuk NU, insya Allah hidup kita akan mudah,” demikian ungkapnya.

Setelah prosesi pelantikan pengurus PC IPNU Kota Surabaya usai, dilanjutkan puncak acara, yakni Deklarasi Pelajar untuk Indonesia. Deklarasi yang dipimpin langsung oleh rekan M. Mundzir itu diikuti oleh 18 pelajar perwakilan dari beberapa sekolah di Surabaya, berikut deklarasinya:

Kami Pelajar Kota Surabaya untuk Indonesia:

Menjunjung tinggi nilai pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945

Senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan antar pelajar demi Kota Surabaya kondusif

Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas antar pelajar serta menolak keras aksi tawuran antar pelajar

Berjanji sebagai pelajar yang anti narkoba, dan anti trafficking

Bertekad menumbuhkan kreatifitas pelajar untuk terus berkarya dalam dunia pendidikan dan pembentukan karakter bangsa

Bersama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Surabaya kita ciptakan suasana kota yang hijau, indah dan nyaman

Ketua Umum PP IPNU Ahmad Syauqi berpesan, di tengah kompetisi yang semakin ketat, para pemuda dan pelajar Surabaya yang terakomodir dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama harus dapat mengambil peran krusial dalam peta dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena pemuda sekarang adalah pemimpin masa depan.

Rangkaian ceremonial pelantikan yang dipandu Syamsul dan Isna tersebut ditutup dengan do’a, dan dilanjutkan dengan Sarasehan yang bertajuk: Pelajar dan Kebangsaan. Hadir sebagai narasumber, Dr. Ikhsan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dan Sulistiyo Soedjoso, dari Bakesbangpol Kota Surabaya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syamsul Islami

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan Konfercab PCINU Belanda Diramaikan di 3 Kota Besar

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Serangkaian kegiatan di 3 kota besar di Belanda bakal meriahkan perhelatan Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda pada 27-29 Maret 2017.

Kegiatan Konfercab PCINU Belanda Diramaikan di 3 Kota Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kegiatan Konfercab PCINU Belanda Diramaikan di 3 Kota Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kegiatan Konfercab PCINU Belanda Diramaikan di 3 Kota Besar

Dalam surat keterangan yang dikirim kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Ketua PCINU Belanda Fachrizal Afandi menerangkan bahwa Konfercab ke-2 ini mengambil tema Rethinking Indonesia’s Islam Nusantara: from local relevance to global significane.

Kegiatan ini akan diramaikan sejumlah acara di 3 kota besar yaitu Amsterdam, Den Haag, dan Leiden. Agenda acara di 3 kota tersebut meliputi:

Pertama, Konferensi Internasional dan Pameran Foto yang akan diselenggarakan di Vrije University, Amsterdam pada 27 Maret 2017 pukul 08.00- 17.30 waktu setempat.

Kedua, Bahtsul Masa’il al-Mawdhu’iyyah dan Konferensi Cabang Masjid Al-Hikmah, Den Haag pada 28 Maret 2017 pukul 08.00-20.45 waktu setempat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketiga, Pemutaran dan Diskusi Film di Leiden University, Leiden pada 29 Maret 2017 pukul 08.30-15:00 waktu setempat. Kemudian kegiatan Gala Dinner dan Cultural Event bertempat di Kantor KBRI di Den Haag pada 29 Maret 2017 pukul 18.00-22.40 waktu setempat. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 09 Maret 2017

LPNU Demak Gelar Pelatihan Garam Beryodium

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU ) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menyelenggarakan pelatihan pembuatan garam beryodium, 20-22 November 2013, di Balai Desa Kedungmutih, Kecamatan Wedung, Demak. Pelatihan diikuti 40 petani garam di Desa Kedungmutih dan sekitarnya.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah menumbuhkan kewirausahaan bagi petani garam. Sehingga kedepan petani garam dari kalangan Nahdliyin bisa menjadi pengusaha yang sukses," ujar Ketua LPNU Demak, Alex Sholikhan di sela-sela pelatihan.

LPNU Demak Gelar Pelatihan Garam Beryodium (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Demak Gelar Pelatihan Garam Beryodium (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Demak Gelar Pelatihan Garam Beryodium

Alex mengatakan, pada kenyataannya petani garam kondisi ekonominya memprihatinkan. Selain penghasilannya yang kurang juga jiwa kewirausahaannya sangat minim. Sehingga hasil dari pengolahan garam tidak cukup untuk menghidupi keluarganya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Oleh karena itu maka banyak petani garam yang tidak mampu menyekolahkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi akibat minimnya penghasilan mereka," tambah Alex.

Melihat kenyataan itulah maka LPNU Demak  mengajak kepada petani garam di Demak untuk meningkatkan SDM dalam rangka peningkatan ekonomi. Di antaranya adalah melatih petani garam membuat garam beroidium untuk kebutuhan konsumsi dengan mutu yang bagus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan mutu yang bagus itulah nantinya harga garam akan naik dengan sendirinya. Selain itu petani diharapkan mempunyai jaringan pemasaran tersendiri dan tidak lagi mengandalkan para pengepul. Selain itu juga meningkatkan produksi garam dengan pemakaian teknologi baru.

“Dengan pelatihan ini kami mengharapkan ke depan akan tercipta pengusaha besar  dari kalangan NU di daerah ini. Sehingga jika ada kegiatan Istighosah ada yang jadi bos tidak cari dana muter-muter kesana kemari," harapnya.

Sementara itu Wakil PCNU H. Aminudin dalam sambutaan pembukaan mengatakan , Kecamatan Wedung merupakan sentra pembuatan garam. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan diharapkan bisa memacu peningkatan ekonomi di wilayah ini. Diharapkan kegiatan ini terus berlanjut dalam rangka peningkatan ekonomi warga NU di Kecamatan Wedung sebagai penghasil garam

.

Di sisi lain Kepala Desa Kedungmutih, Hamdan menyambut positif kegiatan yang diadakan LPNU. Apalagi, mayoritas penghidupan warga Desa Kedungmutih mengandalkan garam . Di desa Kedungmutih ada puluhan kelompok petani garam, yang diharapkan dengan pelatihan pembuatan garam beryodium ini ada teknologi baru yang didapatkan.

“Harapan kami selain pelatihan ini juga ada kelanjutannya misalnya dari sisi pemasaran juga disentuh. Sehingga petani tidak hanya membuat garam beriodium yang berkualitas . Namun juga ada sesi yang membahas pemasarnnya," pungkasnya. (Muin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 08 Maret 2017

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengembangan PMII di kampus umum terutama di kampus berlabel negeri sudah saatnya tidak terus berputar hanya sebatas wacana, dari satu diskusi ke diskusi, satu workshop ke workshop, namun harus ada langkah-langkah kongkrit dan keseriusan dari pemangku kebijakan yang ada di struktur PMII.  

Keseriusan ini mulai dibuktikan oleh Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PKC PMII) Jawa Barat yang digawangi oleh Bidang Jaringan Perguruan Tinggi dengan terjun langsung mengawal penyelenggaraan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) dan Leadership Class yang secara khusus diperuntukan bagi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).  

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB

Kegiatan Mapaba ini bertempat di Gedung PWNU Jawa Barat Jl. Terusan Galunggung No. 9 Kota Bandung, dari mulai tanggal 23-24 Februari 2013. Mapaba ini diikuti oleh 22 orang peserta dari berbagai jurusan yang ada. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan yang bertemakan “Membumikan Islam Ahlussunnah Waljamaah di Bumi Ganeca” ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH Surjani Ihsan. Dalam sambutanya KH Surjani Ihsan mengapresiasi dengan antusias kegiatan tersebut dan mengharapkan dengan penyelenggaraan kaderisasi ini dapat berperan bagi kemajuan NU masa depan. 

“Dengan adanya rekrutmen mahasiswa ITB ini diharapkan dapat lebih memperkuat aset SDM NU ke depan”, ujarnya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, menurut ketua BAZ Jabar ini kader-kader PMII yang ada di ITB ke depan dapat berkontribusi dalam gerakan dakwah Islam Ahlussunah Waljamaah di kampus ITB. Kader PMII yang ada di ITB diharapkan dapat menjadi agen dan duta-duta utama NU dalam berdakwah di kampus. 

Ketua Bidang Jaringan PT PKC PMII Jawa Barat, Senja Bagus Ananda dalam dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses rekrutmen kader PMII di kampus ITB ini merupakan salah satu komitmen dan keseriusan kepengurusan PMII Jawa Barat untuk mengembangkan PMII di kampus umum setelah sebelumnya pada akhir tahun 2012 bidang Jaringan PT menyenggarakan program Workshop kaderisasi kampus umum. Menurut alumnus FIB UI ini, 

“PKC PMII Jawa Barat akan memberikan perhatian lebih serius untuk mengawal proses kaderisasi di ITB. Karena bagaimana pun ITB merupakan aset bangsa dan memiliki peran yang cukup strategis dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya. 

Sementara itu ketua PKC PMII Jawa Barat Edi Rusyandi dalam sambutannya mengemukakan pentingnya menyatukan komitmen dan visi gerakan mahasiswa untuk berkontribusi bagi kepentingan ummat, masyarakat dan bangsa. 

Selain tersemat tanggung jawab akademik secara individual, setiap mahasiswa juga mengemban amanat sejarah dan tanggung jawab sosial untuk berkhidmat bagi kepentingan rakyat. 

“Nah, PMII menjadi ruang dan media perjuangan mahasiswa baik bagi kepentingan kapasitas dan skill individualnya, demikian pula sebagai alat perjuangan sosial. Sejarah telah mencatat, ITB telah banyak melahirkan tokoh-tokoh pergerakan dan pemimpin bangsa,” ujarnya. 

Selain itu, Menurut mahasiswa Pascasarjana UPI ini menekankan pentingnya hidup berkomunitas dan membangun solidaritas diantara sesama kader sebagai modal dasar pengembangan organisasi PMII di kampus ITB. 

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Mapaba ini disepakati untuk dilaksanakan pesantren Ahlussunnah waljamaah dengan wadah yang dinamakan Corp Dakwah ITB bertempat di Masjid Salman ITB. 

Pesantren Aswaja ini akan digelar secara rutin setiap satu minggu sekali dengan menghadirkan narasumber-narasumber ahli. Ini ditujukan dalam rangka memperkuat sisi pengetahuan, visi dan nilai-nilai perjuangan organisasi. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 04 Maret 2017

Upaya LAZISNU Temanggung Bantu Korban Bencana di 3 Kabupaten

Temanggung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kabupaten Pacitan di Jawa Timur; Wonogiri Jawa Tengah; dan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah-daerah yang saat ini cukup mendapat sorotan akibat adanya bencana alam. Mengetahui kejadian alam ini, Nahdliyyin Temanggung tak sekadar menjadi penonton. 

Upaya LAZISNU Temanggung Bantu Korban Bencana di 3 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Upaya LAZISNU Temanggung Bantu Korban Bencana di 3 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Upaya LAZISNU Temanggung Bantu Korban Bencana di 3 Kabupaten

Tiap MWCNU melakukan penggalangan bantuan, termasuk badan otonom NU cepat bertindak demi program kemanusiaan ini. Terlebih setelah PCNU mengeluarkan interuksi bahwa semua bantuan agar dikumpulkan dalam satu wadah program Donasi Tanggap Bencana NU Care-LAZSINU Temanggung.

Selepas dilayangkannya interuksi tersebut, NU Care-LAZISNU Temanggung bertindak menjadi mediator. Dalam kurun waktu satu minggu terkumpul uang Rp16.570.000,- (Enam belas juta lima ratus tujuh puluh ribu rupiah); beras 34 karung; pakaian pantas pakai 43 dus; mie instan 54 dus, dan barang lain yang bermanfaat bagi korban bencana. 

“Dari 46 donatur (berupa uang) yang masuk ada yang menyetorkan langsung kepada petugas, ada pula yang transfer ke rekening LAZISNU Temanggung,” kata H Sujari, Ketua LAZISNU Temanggung, Rabu (13/12).

Keaktifan NU Care-LAZISNU sejak dua tahun ini mendapat tingkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat. Terhitung, para donatur NU Care-LAZISNU Temanggung terdiri dari Nahdliyin dan masyarakat umum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Alhamdulillah lambat laun LAZISNU Temanggung semakin dipercaya oleh masyarakat, baik dari internal NU sendiri maupun luar NU, terbukti ada satu lembaga pendidikan bukan milik NU namun juga memberikan donasinya melalui LAZISNU,” tutur pria yang juga Kepala KUA Temanggung ini. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Khusus untuk program Tanggap Bencana NU Care LASINU periode ini, seluruh donasi dan bantuan tersebut disalurkan kepada NU Care-LAZISNU Wonogiri, Selasa (12/12).

Bantuan tersebut secara simbolis diterima oleh jajaran PCNU Wonogiri. Tak cukup itu saja, Pak Jari, demikian sapaakn akrab H Sujari, dan tim NU Care-LAZISNU Temanggung bertekad untuk melanjutkan program Donasi Tanggap Bencana Tahap berikutnya. (Ja’far/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Satu Abad Qudsiyah Berakhir di Kecamatan Mejobo

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Kegiatan Tur Dakwah Keliling Meneladani KHR Asnawi yang digelar keluarga besar Qudsiyyah Kudus dimeriahkan dengan tari sufi diiringi dan rebana Al-Mubarok Qudsiyyah. Dakwah dari desa ke desa ini ditutup dengan pengajian umum yang berlangsung di halaman masjid Suryawiyyah Desa Kirig Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus, Ahad (15/5) malam. Sedikitnya 5.000 pengunjung meramaikan pengajian ini.

Pengajian di Mejobo ini merupakan putaran terakhir kegiatan Tur Dakwah Keliling dalam rangka peringatan satu abad Qudsiyyah. Sebelumnya kegiatan serupa telah berlangsung di Kecamatan Dawe, Bae, Undaan, Kaliwungu, Jekulo, Gebog, dan Jati. Berikutnya kegiatan serupa akan dilaksanakan di luar Kudus, yakni di Demak, Jepara, Semarang, Yogyakarta, dan Jakarta.

Satu Abad Qudsiyah Berakhir di Kecamatan Mejobo (Sumber Gambar : Nu Online)
Satu Abad Qudsiyah Berakhir di Kecamatan Mejobo (Sumber Gambar : Nu Online)

Satu Abad Qudsiyah Berakhir di Kecamatan Mejobo

KH Nor Halim Maruf saat menyampaikan taushiyah mengajak generasi sekarang mengikuti dan menggali model-model dakwah yang dilakukan para pendahulu. "Jasa-jasa para ulama terdahulu, jasa Mbah Kiai Raden Asnawi dalam berdakwah mengembangkan Islam begitu besar," kata Kiai Nor Halim.

Ia menambahkan, para ulama terdahulu begitu ikhlas berjuang mengembangkan Islam dengan ajaran yang santun dan penuh makna. Ia berharap generasi sekarang mampu meneladani dan mengambil hikmah serta meneruskan perjuangan para sesepuh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sepuluh jamiyyah rebana dari Kudus dan Pati meramaikan festival hadrah pada Ahad (15/5) siang. Kegitan yang berlangsung sangat meriah ini dimulai jam 10 pagi hingga sore. Tiga grup terbaik mendapatkan trofi dan uang pembinaan dari panitia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Madrasah Qudsiyyah Menara Kudus merupakan madrasah salaf yang didirikan oleh KHR Asnawi Kudus, salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama dari Kudus. Madrasah Qudsiyyah resmi berdiri pada tahun 1337 H. (Kharis/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 03 Maret 2017

Diminta Teken Surat Pernyataan, HTI Pilih Bubarkan Diri

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muktamar Tokoh Umat 1437 H yang digelar oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jember di New Sari Utama, Jember, Ahad (1/5)  bubar sebelum waktunya. Pasalnya, hal tersebut mendapat penolakan keras dari Ansor Jember.

Penolakan tersebut ditandai dengan diturunkannya sekitar  300 anggota Banser  untuk “memantau” acara tersebut.  Selain  mengusung spanduk bertuliskan “Jangan Usik Pancasila & NKRI oleh Khilafah” mereka juga menggelar orasi yang meminta agar acara tersebut dibubarkan.

Diminta Teken Surat Pernyataan, HTI Pilih Bubarkan Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Diminta Teken Surat Pernyataan, HTI Pilih Bubarkan Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Diminta Teken Surat Pernyataan, HTI Pilih Bubarkan Diri

“Bubarkan acara ini. Bubarkan HTI. Siapa pun yang coba-coba merongrong NKRI dan Pancasila, maka harus berhadapan dengan Banser,” teriak Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jember Ayub Junaidi

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Namun HTI tak keder. Acara yang dihadiri puluhan peserta itu masih dilanjutkan. Polisi pun membentuk barikade pagar betis untuk menghalau anggota Banser yang berusaha merangsek. Sempat terjadi saling dorong antara anggota Banser dan polisi. Ketegangan agak mereda setelah perwakilan Banser yang terdiri dari Ayub Junaidi, Lutfi Alif dan Saiful Bahri diberi akses untuk menemui panitia muktamar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepada mereka, Ayub menyodorkan surat pernyataan yang harus ditandatangani oleh pimpinan HTI. Isi pernyataan tersebut adalah berupa janji kesetiaan HTI terhadap NKRI dan Pancasila, janji untuk menghentikan segala bentuk kegiatan yang bertolak belakang dengan ideologi Pancasila dan janji tidak akan menyebarluaskan paham khilafah.

“Namun mereka menolak tanda tangan. Dan memilih untuk membubarkan diri. Kalau menolak teken, itu artinya mereka menolak Pancasila dan sebagainya. Kalau begitu, tunggu apalagi untuk dibubarkan,” ujar Lutfi Alif kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Dan sejurus kemudian acara itu pun bubar. Sebagian besar peserta pulang lewat pintu samping sebelah barat gedung. Namun massa Banser sudah kadung “panas” hingga Kapolres Jember turun tangan untuk memimpin pengamanan.

Sementaa itu, Ketua PCNU Jember, Abdullah Syamsul Arifin mengapresiasi langkah yang dilakukan Banser Jember. Melalui WA grup  PCNU Jember, Gus A’ab –sapaan akarabnya—menulis “Selamat utk Ansor dan Banser yg telah bubarkan acara HTI. Bravo Ndan Ayub dkk,” (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pesantren di Indonesia Warisan Budaya yang Wajib Dijaga

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sejak dahulu kala perkembangan dan kemajuan dunia Islam di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pengaruh besar pondok pesantren. Setiap pondok pesantren di Indonesia memiliki figur sentral ulama yang enggan disebut-sebut sebagai ulama, sehingga mereka lebih nyaman apabila dipanggil kiai, ajengan, guru, tuan guru, Abuya dan sebagainya.

Pesantren di Indonesia Warisan Budaya yang Wajib Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren di Indonesia Warisan Budaya yang Wajib Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren di Indonesia Warisan Budaya yang Wajib Dijaga

Demikian disampaikan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin, Rabu (16/11). Ia menulis pernyataannya itu dalam akun Facebook pribadinya.?

Menurutnya, ulama sebagai figur sentral di pondok pesantren bukan sekedar bertanggung jawab mentransfer ilmu-ilmu dasar agama, melainkan lebih penting dari itu adalah contoh teladan terbaik di hadapan para santrinya.?

“Ulama di pondok pesantren adalah teladan mereka, karena ulama adalah manusia yang mendedikasikan hidupnya untuk senantiasa meneladani Rasulullah SAW, baik dari sisi ilmunya maupun akhlaknya,” tulis Gus Ishom.

Dengan demikian, lanjutnya, dari dunia pondok pesantren akan dan telah terlahir generasi yang bermanfaat bagi manusia lainnya, yang bukan saja pandai mengutip ayat atau hadits Nabi, melainkan lebih penting dari itu menjadi "santri" yang mampu untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. sepanjang hayatnya, sehingga ia pun menjadi contoh teladan terbaik bagi masyarakat sekitarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya sebut sebagai pesantren asli Indonesia, karena para kyai pengasuhnya selalu memberikan keteladanan akan arti penting mencintai tanah air Indonesia. Karena bumi Indonesia adalah tempat yang wajib dijaga keamanannya agar agama dapat terjaga dengan cara diajarkan dengan sebenar-benarnya dan dilaksanakan dengan sempurna,” urainya.

Terbukti tidak terhitung jasa para kiai dan para santri yang telah berjihad mengusir penjajah dari bumi kita, selain mengusir sejauh mungkin penyakit kebodohan dari jiwa manusia sebagai salah satu sebab pengganggu keamanan negara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya sebut pesantren asli Indonesia, karena sejak dahulu kala hingga kini nama-nama pondok pesantren itu meskipun terkadang ada nama Arabnya, namun lebih sering populer disebut nama daerah tempat lokasinya, seperti pondok pesantren Bangkalan (Madura), pondok pesantren Langitan (Tuban), pondok pesantren Lirboyo (Kediri), pondok pesantren Ploso (Kediri), pondok pesantren Tebu Ireng (Jombang), pondok pesantren Kempek (Cirebon), pondok pesantren Buntet (Cirebon), pondok pesantren Babakan Ciwaringin (Cirebon), pondok pesantren Leler (Banyumas), pondok pesantren Kesugihan (Cilacap) dan masih sangat banyak yang tidak bisa disebutkan lagi,” papar kiai muda asal Lampung ini.

Pendek kata, tambahnya, untuk menjadi pusat tafaqquh fiddin (pendalaman ajaran agama Islam) yang berasal dari dunia Arab maka tidak harus mengimpor apa saja yang berbau budaya Arab, melainkan bahwa dunia pondok pesantren tetap tidak pernah keluar dari berkomitmen untuk menjaga dan menjunjung tinggi budaya lokal.?

Dia menjelaskan, menjadi seorang muslim Indonesia itu tidak mesti harus seperti orang Arab dengan segala budayanya. Sehingga tepat dan benarlah ungkapan kaidah fikih, bahwa tidak patut keluar dari adat kebiasaan orang di sekitar kita sepanjang adat istiadat itu tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Pondok pesantren di Indonesia adalah hasil budaya asli bangsa Indonesia yang biasanya secara turun temurun diwariskan. Maka sebagai "barang warisan", setiap pondok pesantren yang ada mestilah dijaga dari kepunahan, harus terus dikembangkan dan "lebih dicanggihkan" agar tidak tergerus atau terpinggirkan oleh kompleksitas perkembangan zaman.?

“Jika tidak dipelihara, maka pondok pesantren "barang warisan" itu akan habis atau akan menjadi barang antik seperti keris sakti yang kehebatannya hanya bisa menjadi bahan cerita untuk berbangga-bangga dari para pewaris "Gus atau Kang" dunia pondok pesantren,” tutup Gus Ishom. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah