Selasa, 28 Februari 2017

PBNU Yakin Kiai Bisa Atur Santri Kapan Harus Ngaji dan Sepak Bola

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Tiga tahun berturut-turut, sejak 2015 ribuan santri mengikuti turnamen sepak bola pada ajang Liga Santri Nusantara yang digelar Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlaltul Ulama (RMINU) bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Bahkan tahun ini, santri yang mengikuti turnamen itu diperkirakan 22 ribu santri dari 1048 pesantren di seluruh Indonesia. 

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengaku percaya sepenuhnya kepada para kiai akan bisa mengatur para santri kapan mereka harus mengaji dan sepak bola. Para kiai telah berpengalaman mengatur ribuan santri. Dan titah kiai akan selalu dipatuhi para santri.   

PBNU Yakin Kiai Bisa Atur Santri Kapan Harus Ngaji dan Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Yakin Kiai Bisa Atur Santri Kapan Harus Ngaji dan Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Yakin Kiai Bisa Atur Santri Kapan Harus Ngaji dan Sepak Bola

“Saya yakin, saya yakin, kiai akan mengatur itu, kiai bisa mengatur itu, kapan waktunya ngaji, shalat, kapan waktunya tahajud, istighotsah, kapan waktunya sepak bola,” katanya selepas menonton Grand Final Liga Santri Nusantara tahun lalu dari awal hingga usai di stdion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta antara kesebelasan Walisongon dan Nur Iman. 

Liga Santri Nusantara, lanjut kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak ini, tidak lain untuk menggali bakat para santri. Ia meyakini jutaan santri di Indonesia adalah sumber bakat terpendam dalam berbagai hal, termasuk olahraga. Namun sampai saat ini masih sebatas potensi, belum menjadi prestasi.  

“Santri-santri kita ini punya potensi, tapi belum dimenej dan dikembangkan. Sehingga potensi belum menjadi prestasi,” ungkap pengasuh pondok pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur, Jakarta Selatan itu. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan adanya Liga Santri Nusantara, ia berharap akan bermunculan sepak bola di Timnas Indonesia yang berprestasi dari kalangan pesantren. Hal itu akan mengangkat nama pemainnya, pesantrennya sendiri dan NU. 

Ia menyebutkan, dalam sepak bola memiliki sisi positif yang bisa dikembangkan, yang selama ini menjadi sikap para santri. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Di dalam sepak bola ada sifat yang positif, yaitu tidak boleh memiliki sikap egois. Ada kerja sama, dengan memberikan bola kepada temannya, terbangun jaringan yang sangat solid, membangun teamworking yang sehat untuk kemenangan bersama,” jelasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Makam, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PCINU Sudan Gelar Konfercab ke-13

Khartoum, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Khartoum, Jum’at (11/4) kemarin waktu setempat mengadakan Konferensi Cabang (Konfercab) Istimewa NU ke-13 di gedung serbaguna KH Agus Salim Kedutaan Republik Indonesia untuk Sudan dan Eritrea.

PCINU Sudan Gelar Konfercab ke-13 (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Gelar Konfercab ke-13 (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Gelar Konfercab ke-13

Konfercab yang diketuai Wildan Habibul Ula pada tahun ini, dilangsungkan di dua waktu dan tempat. Pertama Konfercab yang diadakan Jum’at untuk membahas sidang pleno I, II dan III.

Kedua, dilaksanakan Sabtu (12/4) hari ini untuk ceremonial yang akan dihadiri oleh beberapa tokoh mustasyar dari Sudan, warga NU dan segenap undangan dari berbagai negara kawasan Afrika dan Asia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sengaja, pada tahun ini acara diadakan di dua waktu. Untuk lebih matangnya teman-teman dalam menggodok materi sidang,” kata Wildan di sela-sela kesibukannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hajatan akbar PCINU Sudan, KONFERCAB XIII pada tahun ini bertema  “Aktualisasi Nilai-Nilai Ahlussunnah wal-Jama’ah Demi Mewujudkan Kader Ulama Bertaraf Internasional”. Menurut ketua SC (Steering Committee ) Konfercab ke-13, H. Zainul Alim, tema Konfercab ini merupakan hasil perenungan pada puncak kegelisahan tim SC untuk merangkum spirit perjuangan NU di Sudan pada tahun ini, setelah melalui berbagai perjalanan dan sejarah 12 tahun PCINU berdiri di negeri dua Niil.

Pada pembukaan dan sambutan pengurus yang diwakili oleh H. Auzai Mahfudz Ashirun. Ia mengatakan bahwa U harus memiliki dua sikap yang harus ekuivalen, antara ke dalam dan keluar. Dalam sambutannya, Auzai menekankan bahwa kepengurusan depan, sebelum menjabat menjadi pengurus, yang terpenting adalah kesiapan diri dalam mengemban roda kepemimpinan organisasi dalam satu periode.  Dikatakannya, banyak pengurus yang tidak menyelesaikan masa jabatan satu periode karena berbagai hal alasan.

Agenda acara hari ini hanya akan membahas tata tertib, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Program Kerja dan Rekomendasi. Acara puncak akan diadakan besok, hari Sabtu (12/4/14) di auditorium Daar Mushaf. (Ibnu Nawawi/Tajul Mafachir/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Budaya, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 26 Februari 2017

PBNU Dukung Penghentian Pengiriman TKW ke Timteng

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mendukung langkah pemerintah menghentikan pengiriman TKW ke negara-negara di Timur Tengah. Untuk tenaga kerja laki-laki, hal ini masih dimungkinkan pengiriman ke sana. 

PBNU Dukung Penghentian Pengiriman TKW ke Timteng (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dukung Penghentian Pengiriman TKW ke Timteng (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dukung Penghentian Pengiriman TKW ke Timteng

Kiai Said yang menyelesaikan pendidikan S1 sampai dengan S3 di Arab saudi berpendapat laki-laki lebih tahan banting dan bisa keluar dari rumah majikannya. 

“Kalau perempuan ditahan, ruang hidupnya dibatasi empat tembok. Begitu masuk rumah, sudah ngak bisa keluar sama sekali. Apa pun yang terjadi di dalam rumah ini, tetangga sebelah tidak tahu. Mereka rentan dieksploitasi,” jelasnya di gedung PBNU, Kamis. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tradisi masyarakat di Arab Saudi memang sangat tertutup. Mereka yang bukan muhrim tidak bisa masuk dalam rumah. Tamu hanya diterima di luar pagar karena keluarga di Saudi menganggap aib kalau orang yang bukan muhrim istri dan anak perempuannya kelihatan.

“Dampak jeleknya, apapun yang terjadi di dalam rumah kita tidak tahu. TKW diapakan, kita tidak tahu. Disana ngak ada LSM, ngak ada pengacara yang siap membantu,” tandasnya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hal ini berbeda jika permasalahan yang timbul terjadi antara sesama orang Arab Saudi sendiri karena masing-masing akan dimediasi oleh sukunya sedangkan bagi orang asing, pihak kedutaan atau bahkan polisi pun akan kesulitan untuk masuk.

Ia menilai, TKW yang pergi ke Taiwan dan Hongkong lebih baik perlakuannya karena mendapat perlindungan yang lebih baik dan hak libur setiap akhir pekan. 

“Yang ke Saudi Arabia dan Timur Tengah pada umumnya lebih sering terjadi kasus penzaliman. Kalau di Taiwan dan Hongkong juga terjadi satu dua kasus, tapi kecil. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 22 Februari 2017

Jelang Adipura, Banser NU Garut Turut Perindah Jalan

Garut, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menjelang moment penilaian Piala Adipura yang semakin dekat, Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU), Garut, Jawa Barat melakukan aksi sosial. Aksi dilakukan dengan mengecat trotoar di sepanjang Jalan Ahmad Yani dan Kawasan Pengkolan.

Jelang Adipura, Banser NU Garut Turut Perindah Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Adipura, Banser NU Garut Turut Perindah Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Adipura, Banser NU Garut Turut Perindah Jalan

Ketua Banser NU Garut, Yudi Cahyadi mengatakan, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian akan keindahan Kota Garut. Menurutnya untuk meraih Piala Adipura perlu kesadaran masyarakat dalam memelihara kebersihan dan keindahan lingkungan.

Karena itu, Banser NU ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa Kota merupakan milik bersama yang harus dijaga. "Kita mau menunjukan bahwa Kota ini harus dipelihara terlebih mendekati Adipura," katanya saat dijumpai di Kawasan Pengkolan, Selasa (12/04).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jajaran Banser NU Garut berinisatif untuk melakukan pembenahan Kawasan Pengkolan agar telihat lebih tertata dengan rapi. Apalagi selama ini Kawasan Pengkolan yang menjadi pusat kota. "Kami melakukan bakti sosial di Pengkolan ini mengingat Adipura sebentar lagi akan diselenggarakan jadi kita berinisatif untuk berkontribusi," katanya.

Kawasan pengkolan sendiri menurut Yudi masih terlihat kumuh dan kotor. "Dengan perdikat pusat kota Kawasan Pengkolan seharusnya di tata lebih baik, namun sekarang nampaknya lebih kumuh," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk pendaanaan aksi sosial diambil dari iuran setiap anggota dan beberapa donatur yang secara sukarela menyisihkan sedikit rezekinya untuk berkontribusi membenahi Kota Garut. (M Nur El Badhi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah, Hadits, Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sarung sebagai Identitas Budaya Indonesia Harus Terus Diperkuat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keberagaman agama, suku, bahasa, seni bahkan sampai pakaian. Dari segi pakaian, sarung adalah salah satu pakaian yang sudah ada di Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu.?

Sarung sebagai Identitas Budaya Indonesia Harus Terus Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarung sebagai Identitas Budaya Indonesia Harus Terus Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarung sebagai Identitas Budaya Indonesia Harus Terus Diperkuat

“Sarung ini sudah beratus-ratus tahun menjadi bagian dari hidup orang Indonesia,” kata Ketua Panitia Seminar Nasioanl Sarung Nusantara H Muiz Ali Murtadho saat ditemui di lantai 4, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (3/4).

Muiz menjelaskan, masyarakat Indonesia sudah memakai sarung sebelum penjajah ? datang ke Indonesia. Menurutnya, dalam kegiatan apapun, masyarakat selalu mengenakan sarung, entah saat menggendong bayi, ketika ronda dan aktivitas keseharian lainnya.

“Sudah lekat sekali sarung dengan masyarakat kita, rata-rata masyarakat kita itu memakai sarung,” katanya.?

Tetapi pada perkembangannya, kata dia, masyarakat Indonesia mulai gagap dan tidak percaya diri untuk memakai sarung, karena menganggap sarung hanya pantas dipakai orang sholeh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Atas dasar itu, melalui Seminar Nasional Sarung Nusantara yang akan diadakan Lembaga Takmir Masjid-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) pada Kamis (3/4) di lantai 8, Gedung PBNU, Muiz berharap menemukan poin-poin ilmiah sehingga bisa menjadikan sarung sebagai budaya Indonesia.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Oleh karena itu, kita harus gali landasan ilmiahnya sarung sebagai identitas budaya Indonesia,” jelasnya.

“Kita (masyarakat Indonesia) yang harus bertanggung jawab untuk memelihara, menggunakan sarung dalam kehidupan kita sehari-hari,” tambahnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 21 Februari 2017

Pesantren Kalimasada Terapkan Konsep Keberkahan Holistik

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Setiap pondok pesantren memiliki ciri khas dan keunggulan masing-masing, melalui sistem dan konsep yang dibangun. Begitu juga Pondok Pesantren Kalimasada Dusun Brumbung, Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan, Jombang yang menerapkan konsep kaderisasi pesantren "Keberkahan Holistik".

Pengasuh Pondok Pesantren Kalimasada, Mohammad Fakhruddin Siswopranoto menjelaskan keberkahan holistik yang dimaksud adalah kesuksesan santri secara bersama-sama, baik antara kiai pada santrinya, masing-masing individu sesama santri ataupun santri secara keseluruhan.?

Pesantren Kalimasada Terapkan Konsep Keberkahan Holistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Kalimasada Terapkan Konsep Keberkahan Holistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Kalimasada Terapkan Konsep Keberkahan Holistik

"Jika satu sukses, maka semua harus sukses, atau biasa kita sebut sukses berantai," tuturnya saat ditemui di pesantren setempat, Kamis (17/11/2016).

Sementara upaya untuk menerapkan konsep tersebut, Kiai Fakhruddin mengatakan setidaknya harus tercipta model komunikasi yang sehat antara santri dan kiai begitu juga sebaliknya. Selama ini, pendekatan komunikasi yang dibangun di kebanyakan pesantren ? terkesan ada jarak yang terlalu jauh antara kiai dan santri dan sebaliknya.

Selain itu, ia juga menekankan pembentukan mindset positif santri. Secara teori, jika mindset positif itu sudah tertanam, maka energi atau usaha yang keluar juga positif. "Yang paling penting adalah doa, biarkan Allah yang membimbing kita. Kemudian usaha batin mendekatkan dzahir, ketika batin kuat maka dzahir otomatis akan mendekat, kemudian juga harus mengenal diri santri," tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pesantren Kalimasada hadir di tengah-tengah masyarakat dengan misi "pembebasan biaya mondok dan sekolah", sehingga seluruh santri dan siswa tidak dipungut biaya operasional. Sejak berdiri ? tahun 2012 lalu, kini sudah memiliki santri sebanyak 200an, dan kurang lebih dari 320 peserta didik yang berada di naungan lembaga Kalimasada, yakni Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah Terpadu (MAT) Diponegoro.

Sejumlah santri Kalimasada saat ini tak henti meningkatkan kapasitas kemampuan akademik juga kegiatan pesantren melalui kompetesi yang diikuti sebelumnya. Sederet prestasi santri Kalimasada pada tahun 2016 ini diantaranya juara I lomba pidato bahasa Indonesia se-Kabupaten Jombang, Juara 1 lomba Musyabaqah Hifdzil Quran (MHQ) tingkat kabupaten dan Juara I Tafsir Bahasa Inggris tingkat kabupaten.?

"Tahun lalu, mendapat juara 2 lomba MHQ tingkat provinsi," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Disinggung soal asal muasal nama Kalimasada, Kiai Fakhruddin menuturkan berasal dari kalimat syahadat (Asyhadu anla ilaaha illallah Waasyhadu anna muhammadan Rasulullullah) yang menjadi dasar atau pondasi tauhid masyarakat. "Yaa yang biasa dikenal dengan Jimat kalimad sada itu," tuturnya.

Hasiyah, salah satu pengurus pesantren, mengatakan jika kebiasaan pesantren yang melakukan Kajian Kitab Kuning klasik juga diterapkan di Pesantren Kalimasada ini, Santri juga dibekali kemampuan baca kitab gundul (istilah kitab tanpa harakat).

"Biasanya anak-anak mengkaji Talim Mutaalim, Fathul Qarib, Riyadus Sholihin, juga Tafsir Al Quran," jelasnya.

Selain berguru ilmu keagamaan, santri juga dibekali keterampilan seperti ilmu pertukangan, dan pertanian. Santri Kalimasada setiap hari juga mengamalkan wirid 1000 kali, yang langsung didapat dari kiainya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 20 Februari 2017

PWNU dan PCNU dengan Akreditasi A Dapat Suara Tambahan di Muktamar

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 



Komisi Organisasi pada Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU membahas soal akreditasi PWNU dan PCNU yang terdiri dari A, B, dan C. Salah satu konsekuensi dari akreditasi itu adalah jumlah hak suara di muktamar. 

Pembahasan itu berlangsung di Sub B Komisi Organisasi. Perlu diketahui, komisi itu dibagi ke dalam dua bagian, Sub Komisi A dan Sub Komisi B. Sub Komisi A membahas penerimaan dan pemberhentian anggota, pengesahan dan pembekuan kepengurusan, rangkap jabatan, dan perangkat organisasi.

PWNU dan PCNU dengan Akreditasi A Dapat Suara Tambahan di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU dan PCNU dengan Akreditasi A Dapat Suara Tambahan di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU dan PCNU dengan Akreditasi A Dapat Suara Tambahan di Muktamar

Sementara Sub Komisi B membahas wewenang dan tugas pokok organisasi pengurus, peraturan tata cara rapat organisasi, peraturan tentang pengukuran kenerja organisasi, daan pedoman administrasi organisasi.

 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sub B Komisi Organisasi mengajukan, PWNU yang memiliki akreditasi A harus memiliki PCNU di seluruh kabupaten. Kedua, PWNU harus memiliki tiga amal usaha dalam bidang ekonomi, bidang pendidikan, kesehatan atas nama perkumpulan NU. Ketiga, harus melaksanakan kaderisasi sekurangnya tiga kali dalam setahun. 

“Itu kategori A. Rewardnya adalah di dalam suksesi Muktamar NU, PWNU atau cabang seperti itu, akan mendapatkan dua suara tambahan untuk memilih Ketua Umum dan memilih calon Ahwa,” jelas Ketua Komisi Organisasi Andi Najmi di lokasi sidang, di pondok pesantren Nurul Islam, kota Mataram, Jumat (24/11).  

PWNU yang berkareditasi B adalah PWNU yang memiliki cabang lengkap di setiap kabupaten. Kedua, memiliki dua amal usaha, kesehatan dan pendidikan. Ketiga, melakukan kaderisasi dua kali dalam setahun. PWNU dengan kategori akan mendapatkan satu tambahan hak suara di muktamar untuk memilih ketum dan calon Ahwa. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PWNU dan dengan akreditasi C, adalah yang apa adanya. Namun, PWNU dan bernilai C ini harus tetap memiliki cabang lengkap di setiap kabupaten. 

“Akreditasi itu berlaku tidak hanya untuk PWNU, tapi untuk PCNU,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU itu.  

Untuk tujuan itu, nanti ada tim akreditasi dari tingkat yang mengeluarkan SK. Misalnya akreditasi untuk cabang dilakukan dari PWNU. Akreditasi PWNU dilakukan oleh PBNU. 

Hasil Komisi Organisasi itu akan dibawa ke Rapat Pleno si pondok pesantren Darul Qur’an, Bengkel. Di tempat itu pula akan dilakukan penutupan yang akan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 19 Februari 2017

PBNU: PWNU Minimal harus Punya 1 Universitas

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. NU dikenal dengan jumlah pesantrennya yang saat ini sudah mencapai sekitar 20 ribu, tetapi dalam pengembangan perguruan tinggi, NU masih perlu usaha lebih keras. Salah satu rekomendasi muktamar ke-32 NU adalah pengembangan pendidikan tinggi NU.

"Setiap PWNU minimal harus punya 1 universitas," kata sekjen PBNU H Marsudi Syuhud dalam acara lokakarya pembinaan perguruan tinggi NU di Jakarta, 2/8.

PBNU: PWNU Minimal harus Punya 1 Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: PWNU Minimal harus Punya 1 Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: PWNU Minimal harus Punya 1 Universitas

Untuk mencapai target tersebut, ia menegaskan perlunya kerjasama berbagai pihak mengingat banyaknya energi yang diperlukan dalam pendirian perguruan tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Salah satu kendala yang cukup besar adalah biaya yang diperlukan dalam pendirian sebuah program studi, yang diperkirakan mencapai sekitar 3 milyar rupiah. Sebuah universitas tentu minimal memerlukan biaya awal sampai 50 milyar.

? "Tentu ini bukan perkara yang mudah, karena itu diperlukan kerja bareng. PBNU siap memberikan dukungan jika memang diperlukan," tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saat ini yang sudah mendapat izin operasional adalah Universitas NU (UNU) Cirebon dan UNU Maluku Utara dan sedang dalam proses UNU Sidoarjo.?

"Kepada yang sudah berhasil, diharapkan memberikan pengalamannya kepada wilayah lain dalam pertemuan ini," paparnya.

Marsudi meminta agar persiapan-persiapan pendirian perguruan tinggi NU ini dilakukan secepatnya agar upaya pengembangan pendidikan tinggi di lingkungan NU segera terwujud.

Ia menekankan, setiap Universitas NU dalam badan hukumnya harus menyertakan PBNU sebagai ex officio agar bisa terlibat dalam penentuan kebijakan dalam perguruan tinggi tersebut.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 18 Februari 2017

Tuan Guru Turmudzi, Nusa Tenggara Barat

Tuan Guru H Turmudzi merupakan salah satu Mustasyar PBNU periode 2010-2015. Ulama yang akrab dipanggil datuk ini merupakan mursyid tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, pengasuh pesantren Qomarul Huda, Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Lahir pada 1 April 1936 dari keluarga Perwangse (bangsawan) suku Sasak. Gelar “Lalu” di depan namanya menunjukkan kebangsawanannya. Ayahnya Tuan Guru Haji Lalu (TGHL) Badarudin, seorang ulama yang berpengaruh, telah merintis pengembangan pesantren dari mengajar di pesantren (langgar) di rumahnya. Dari langgar kecil itu kemudian jadi pesantren, madrasah dan perguruan tinggi di NTB.

Tuan Guru Turmudzi, Nusa Tenggara Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuan Guru Turmudzi, Nusa Tenggara Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuan Guru Turmudzi, Nusa Tenggara Barat

Tuan Guru Turmudzi memperoleh pendidikan agama dari orang tuanya. Kemudian Sekolah Rakyat pada tahun 1944. Melanjutkan ke Madrasah Mu’alimin Darul Qur’an di Bengkel, Lombok, yang diasuh oleh TGH SOleh Chambali dari 1948-1952. Ia kemudian berangkat di Makkah dan tinggal 10 tahun. Pada 1962 kembali ke tanah air dan mulai merintis pendirian Madrasah Diniyah dan Madrasah Ibtidaiyah (Qomarul Huda) 1962. Mendirikan Pesantren Qomarul Huda (1963), Madrasah Tsanawiyah (1968), Madrasah aliyah (1984).

aPada 1999, PBNU menyelanggarakan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar di pesantren tersebut. Pada saat itu dikemukakan keinginan untuk mendirikan Perguruan Tinggi Qomarul Huda. Atas inisiatif KH Abdurrahman Wahid (Ketum PBNU waktu itu), Pesantren Qomarul Huda bekerja sama dengan Sekolah TInggi Agama Islam Ibrahimy, Jawa TImur, dan pada 1999 berdirilah STAI Ibrahimy di pesantren tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain sebagai pengasuh pesantren, ia berkiprah di NU mulai dari pengurus Ranting Bagu, Syuriyah MWC Kecamatan Pringgarata, Wakil Rais Syuriyah PCNU Lombok Tengah, Wakil Rais SYuriyah PWNU NTB, Rais Syuriyah PWNU NTB sekaligus Mustasyar PBNU sekarang.

Sebagai ulama Sasak ia mampu menunjuukan dirinya sebagai sosok ulama yang sangat berpengaruh, istiqomah, dalam tugas keulamaannya dan tetap berpenampilan bersahaja. TGH Turmudzi menulis Zadul Ma’ad yang berisi wirid dan doa-doa untuk diamalkan oleh para santri dan masyarakat luas (2009). (Ensiklopedi NU)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 17 Februari 2017

Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran

Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak. Kemudian Hasan berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu dan alangkah baiknya kalau dia seperti aku!”

Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena karam. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.

Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang.”

Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu bertanya padanya. “Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hasan al-Basri tertegun lalu berkata, “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan.”

Lelaki? itu menjawab, “Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin dan selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.

Yusuf Suharto

(Dikutip dengan beberapa penyesuaian dari "Hikmah dari Timur" karya Idries Shah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 16 Februari 2017

Rangkul Umat Putus Asa Supaya Tidak Tergelincir Radikalisme

Way Kanan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Kepercayaan umat yang putus asa dengan kondisi ekonomi dan sosial yang ada harus dikembalikan supaya tidak lebih jauh tergelincir pada kelompok yang cenderung menghalalkan segala cara untuk melakukan perubahan berlandaskan ajaran agama. Banyak hal lain perlu dilakukan guna menangkal radikalisme anti-Pancasila.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Way Kanan H Bunyamik Sidik, cara lain adalah dengan memperkenalkan pengetahuan agama sejak dini sesuai ajaran Islam yang benar berdasarkan Al-Quran dan hadits termasuk memberikan pemahaman tentang nasionalisme.

Rangkul Umat Putus Asa Supaya Tidak Tergelincir Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkul Umat Putus Asa Supaya Tidak Tergelincir Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Rangkul Umat Putus Asa Supaya Tidak Tergelincir Radikalisme

"Lalu upaya menekan kesenjangan sosial harus pula dilakukan. Selain itu, bagaimana mengajak masyarakat untuk terus memahami dan menjalankan nilai-nilai Pancasila juga harus dilakukan kontinu," ujar Bunyamin di Blambangan Umpu, Sabtu (27/2).

Pencegahan gerakan radikal anti-Pancasila juga perlu melibatkan tokoh agama, ulama dan pengasuh pesantren sebagai pengawal masyarakat dari penyimpangan-penyimpangan pemahaman dan akidah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ada beberapa faktor penyebab radikalisme, antara lain pemikiran, ekonomi, politik, sosial, dan pendidikan. Kemiskinan dan pengangguran dapat mengubah pola pikir seseorang dari sebelumnya baik menjadi orang sangat kejam dan dapat melakukan apa saja termasuk teror," ujar mantan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Waykanan tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dampak pendidikan yang keliru juga sangat berbahaya. Berkaitan dengan itu, ia mengimbau pendidikan agama khususnya harus lebih diperhatikan. "Terutama ajaran agama tentang toleransi, kesantunan, keramahan, dan persatuan harus lebih banyak disampaikan. Umat putus asa harus kita rangkul," demikian Bunyamin Sidik. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Hadits, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 14 Februari 2017

Mahasiswa STAINU Jakarta Warnai Kampus dengan Aktivitas Seni

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Puluhan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia meramaikan acara malam apresiasi seni yang diselenggarakan oleh Omah Aksoro dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pijar STAINU Jakarta, Rabu malam (23/12) di Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat. Berbagai karya seni dipentaskan, seperti halnya puisi, cerpen, akustik, musikalisasi puisi, dan stand up comedy.

Ketua panitia, Ibnu Athoillah mengatakan, diselenggarakannya kegiatan kali ini dimaksudkan sebagai tempat ekspresi mahasiswa mengembangkan bakat yang dimilikinya. “Mahasiswa memang membutuhkan banyak tempat berekspresi, tidak hanya menyoal tentang hiruk-pikuk akademik dan perkuliahan saja,” katanya.

Mahasiswa STAINU Jakarta Warnai Kampus dengan Aktivitas Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa STAINU Jakarta Warnai Kampus dengan Aktivitas Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa STAINU Jakarta Warnai Kampus dengan Aktivitas Seni

Mengambil tema ‘Rabun Sastra, Buta Sejarah’ Athok mengatakan kepada seluruh yang hadir untuk tidak melupakan dunia sastra dalam belajar. Meskipun secara makna sastra memiliki banyak penafsiran yang berbeda, akan tetapi pada dasarnya sastra mampu membaca sejarah dengan kaca mata yang lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ambil saja Pramoedya Ananta Toer yang menulis sejarah dalam bentuk sastra tetraloginya, kita disajikan epik sejarah yang enak dibaca alurnya,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Pembantu Ketua (Puka) III Bidang Kemahasiswaan STAINU Jakarta Ahmad Nurul Huda mengatakan, kegiatan malam apresiasi seni menjadi warna tersendiri kegiatan mahasiswa di luar perkuliahan. Kelompok kajian seperti Omah Aksoro mungkin bisa dicontoh mahasiswa untuk membentuk kelompok-kelompok kecil untuk melakukan kegiatan yang sama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya senang dengan kegiatan kali ini, dan saya dukung sepenuhnya sekaligus berharap bisa rutin digelar, kalau perlu tiap bulan,” katanya.

Lebih ramai lagi karena juga ada penampilan dari kampus di luar STAINU Jakarta dan UNU Indonesia. Acara ditutup dengan penampilan dari Kaprodi Psikologi Any Rufaedah yang menyanyikan lagu kemesraan dari Iwan Fals.

Turut memeriahkan dalam kegiatan ini wakil sekretaris LTN PBNU yang juga dosen STAINU Jakarta dan UNU Indonesia, Faris Alnizar; Ketua LP3M STAINU Jakarta, Fatkhu Yasik; dan civitas akademika, Amsar Dulmanan, Muhammad Nurul Huda, Ahmad Dzakirin serta para alumni STAINU Jakarta. (Faridurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Kajian Sunnah, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 13 Februari 2017

Gus Mus: Banyak Salah Kaprah Pengamalan Ajaran Islam

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri mengungkapkan bahwa saat ini banyak perilaku dan pengamalan ajaran Islam yang salah kaprah karena berkebalikan dengan tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah.

“Salah kaprah karena dilakukan oleh banyak orang dan akhirnya dianggap sebagai hal yang biasa-biasa saja,” tuturnya dalam launching Majalah Mata Air yang diterbitkan oleh komunitas Mata Air di Jakarta, Kamis malam.

Gus Mus: Banyak Salah Kaprah Pengamalan Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Banyak Salah Kaprah Pengamalan Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Banyak Salah Kaprah Pengamalan Ajaran Islam

Melihat banyaknya fenomena salah kaprah ini, Gus Mus berencana menerbitkan buku tentang fenomana ini. “Saya akan menerbitkan buku tentang 30 kelakuan yang tidak sesuai dengan perintah Rasulullah, mudah-mudahan segera jadi karena contohnya terus berkembang,” imbuhnya.

Pengasuh Ponpes Raudlatut Tholibien ini mencontohkan tentang perilaku disiplin yang dialaminya di Arab Saudi dan Jepang, dua negara yang pernah dikunjunginya. Saat pemeriksaan visa diperlukan waktu lima jam di bandara Arab Saudi karena perilaku petugas yang kurang disiplin sementara di Jepang, hanya perlu waktu 2 menit dengan pelayanan yang memuaskan.

“Padahal Arab Saudi ini jelas-jelas negara Islam dan Jepang negara yang menganut agama Shinto. Saya jadi berfikir, yang masuk surga nanti yang sholat tapi tak mengikuti ajaran Rasulullah atau yang tak sholat tapi mengikuti ajaran Rasulullah,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Mus juga menuturkan bahwa berislam merupakan wasilah atau jalan sementara tujuannya adalah Allah. Demikian juga mengikuti partai atau mengikuti ormas seperti NU semuanya adalah wasilah.

“Sayangnya kita banyak wasilah, terlalu banyak mampir-mampir. Seandainya tujuannya Surabaya, kita mampir ke Cirebon, ke Semarang dan lainnya sehingga tujuannya malah tak kesampaian,” imbuhnya.

Majalah Mata Air yang memiliki motto Jernih Berbagi Rahmat ini merupakan sebagian dari produk komunitas Mata Air. Mereka juga memiliki website dengan alamat www.gusmus.net. Bulletin Jum’at Mata Air, pengajian tafsir tiap malam Jum’at sampai dengan pemberian beasiswa kepara para aktifis.

Di Jakarta, komunitas yang terbuka bagi siapa saja ini didirikan oleh Gus Mus bersama sejumlah kiai, intelektual dan professional seperti Habib Luthfi bin Yahya, Drs. As’ad Said Ali, KH Masdar F. Mas’udi, KH Muadx Thohir dan KH Thantowi Jauhari. Komunitas yang sama juga sudah ada di Jogja, Semarang dan Surabaya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nama Mata Air dipilih karena karinduan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan Kanjeng Nabi Muhammad. Nilai-nilai tersebut bersumber dari “Mata Air” ajaran kanjeng nabi yang jernih dan belum tercemar peradaban modern.

Komunitas mata air adalah komunitas anak cucu adam untuk berbagi rasa dan peduli melalui berbagai aktifitas. “Siapapun orangnya yang senantiasa menghormati yang lebih tua, menyayangi yang muda dan mengasihi sesame, dipersilahkan untuk bergabung,” katanya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 10 Februari 2017

Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengajak umat muslim dan generasi bangsa Indonesia untuk meninggalkan budaya peringatakan hari Valentine. Menurutnya, valentine tidak mengajarkan hidup yang produktif bahkan seringkali menimbulkan korban pada remaja.

Perempuan yang juga Menteri Sosial ini mengatakan hal tersebut saat hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad di pesantren Al Aziziah Denanyar Jombang, Sabtu (14/2) malam. "Saya menangkap bahwa valentine adalah perayaan yang tidak produktif dan tidak sehat. Karenanya saya mengajak untuk ditinggalkan, karena hal itu tidak layak ditiru, " ujarnya mengatakan.

Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja

Khofifah menekankan pentingnya bangsa membangun produktivitas warganya, maka sesuatu yang kontrapoduktif dan tidak sehat harus ditolak. Dikatakannya, ketika kita melihat bahwa Valentine, seringkali di identifikasi sebagai bagian mereka yang boleh merayakan sesuatu yang tidak produktif maka kita ajak untuk menolak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Karena bangsa ini darurat Narkoba, presiden sudah menyampaikan itu dan juga darurat pornografi. Oleh karena itu, kedaruratan keduanyanya ini semestinya bisa kita jaga dengan sesuatu yang sehat dan produktif," tandasnya.

Kepada santri Khofifah berpesan, bangsa ini masih tertinggal jauh dengan negara tetangga Malaysia dalam bidang kepakaran. Di Malaysia setiap 150-an jumlah penduduk ada seorang doktor sains, teknologi, ekonomi, dan matematika. Sementara di Indonesia perbandingannya adalah 500 penduduk baru ada seorang doktor. "Jadi kita masih kalah 1 banding 5 dengan Malaysia," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karenanya, santri diharapkan setelah menamatkan pendidikan di pesantren tidak berhenti untuk bersekolah. Harus melanjutkan jejang pendidikan hingga perguruan tinggi bahkan hingga mencapai gelar doktor. "Terutama di bidang sains, bidang teknologi, ekonomi dan matematika seperti tokoh Aljabar (ulama matematikawan abad pertengahan)," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Cerita, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hari Ini Digelar Final Semua Cabang Lomba di MTQ Nasional

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Memasuki tahap akhir penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-26 Tahun 2016 di Mataram, NTB, seluruh cabang MTQ sudah memasuki tahap final. Bahkan untuk cabang Khattil Quran, Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Quran, Cabang Fahmil Quran dan Cabang Syarhil Quran sudah menyelesaikan tahap finalnya.

Hari ini, Jumat (5/8) final sejumlah cabang MTQ digelar yaitu, Cabang Hifzil Quran 30 Juz dan Tafsir Bahasa Arab bertempat di Taman Budaya Mataram, Cabang Tilawah Golongan Tartil dan Cacat Netra di Aula Rinjani BKD dan Diklat Provinsi NTB, Tafsir Bahasa Inggeris dan Indonesia di Gedung Sangkarean Komplek Kantor Gubernur NTB.

Hari Ini Digelar Final Semua Cabang Lomba di MTQ Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ini Digelar Final Semua Cabang Lomba di MTQ Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ini Digelar Final Semua Cabang Lomba di MTQ Nasional

MTQ Cabang Hifdzil Quran 1 Juz dan Tilawah, MTQ Cabang Hifdzil Quran 1 Juz dan Tilawah di Bencingan Kantor Bupati Lombok Barat, Cabang Hifdzil Quran 10 dan 20 Juz di Pondok Pesantren Al-Aziziyah, Cabang Tilawah Golongan Anak-Anak dan Remaja di Masjid Agung Praya, Kab. Lombok Tengah. Cabang Tilawah Tilawah Golongan Dewasa dan Qiraat Al-Quran di Arena Utama MTQN Islamic Center Mataram.

Dijadualkan, seluruh tahap final tersebut akan dilangsungkan mulai pukul 07.30 s.d. 12.00 waktu setempat, kecuali untuk Tilawah Golongan Dewasa dan Qiraat Al-Quran yang akan dilangsungkan pukul 19.30 s.d. 23.00 waktu setempat. Kamis (5/8) malam, di Arena Utama MTQN Cabang Tilawah Dewasa dan Qiraat Al-Quran baru menyelesaikan tahap penyisihannya. (Kemenag/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 05 Februari 2017

Persinggungan Pak Misbach dengan NU

“Tahun 1957, saya mula-mula dekat dengan Pak Djamaludi Malik ketika suasana politik pro dan anti Komunis mulai memanas. Saat itu, mulai dilakukan gerilya terhadap kegiatan Lekra yang semakin melebarkan sayapnya. Sejak itu pula, saya mulai berkenalan dengan NU.”

Demikian kalimat Misbach Yusa Biran tulisan berjudul Pertegas Dulu Orientasi Fiqh Kesenian NU. tulisan tersebut sebagai penghantar dalam buku Lesbumi karya Choirotun Chisaan yang diterbitkan LKiS, Yogyakarta 2008.

Persinggungan Pak Misbach dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Persinggungan Pak Misbach dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Persinggungan Pak Misbach dengan NU

Indonesia pasca kemerdekaan, utamanya di tahun-tahun 50an hingga 60an memang “ramai” terkait dengan polemik kebudayaan. Misalnya muncul istilah “Seni Otonom” lawan “Seni Bertendensi”. Polemik makin tebal dan terang benderang, umpamanya perkara pro dan kontra politik Komunis, tempatnya Lekra. Pada masa itulah, masing-masing seniman dan budayawan mencari “rumah” yang bisa melindungi kepentingannya, karyanya, perjuangannya, dan cita-citanya.

NU, seperti yang kata Asrul Sani, menangkap dengan cerdas situasi tersebut. 

“Djamaludin Malik datang kepada Wahid Hasyim. Dan Wahid Wasyim berpendapat, ‘Ini kan pasar besar!’ Sikap kita adalah di segala tempat kita mesti hadir. NU yang datang dari dunia pesantren harus terbuka meihat perkembangan,” cerita Asrul pada majalah Vista, 1988. Inilah salah satu dasar pemikirian NU mendirikan Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi). 

Cerita Asrul seikat dengan pendapat Abd. Mun’im DZ. Ia bilang, “NU berkentingan juga untuk memperkuat di bidang kebudayaan. Orang-orang hebat seperti Pak Asrul Sani hanya cocok dan nyaman dengan NU, karena memiliki kesamaan visi yang sama, baik di bidang kesenian, kebudayaan, keindonesiaan dan tentu saja keagamaan NU,” ujar Mun’im pada saya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari sedikit catatan di atas, menjadi mafhum bahwa para budayawan dan seniman dari pelbagai bidang berbondong-bondong aktif dan menggerakkan Lesbumi di pelbagai daerah Indonesia. Misbach Jusa Biran adalah salah satunya. 

“Lesbumi bisa lebih aktif melawan Lekra maka saya minta izin HSBI untuk memimpin Lesbumi,” tulis Misbach. “Lesbumi tidak mudah diruntuhkan oleh Lekra meskipun di dalam tubuh Lesbumi terdapat musuh besar Lekra, yaitu Usmar Ismail, Asrul dan penyair Anas Ma’ruf,” lanjutnya. 

Setelah Lesbumi lahir tahun 1962 di Bandung, Misbach makin intens dengan NU,  meski pada saat yang sama dia bilang tetap “jaga jarak”. Misalnya, tidak mau menjadi anggota DPR mewakili dari Partai NU. Namun, dia menyokong Partai NU agar Aswaja memiliki wadah dalam kancah politik. Ia juga mengapresiasi berdirinya Lesbumi sebagai langkah yang maju dari NU. Di sisi lain, ia bertanya, kenapa masih ada kyai yang belum sreg dengan wadah perjuangan di bidang seni dan budaya.

Hari ini, 11 April 2012, Pak Misbach pulang ke Rahmatullah. Apakah akan muncul lagi dari kita seorang yang intens dan kritis sekaligus pada NU. Apakah Indonesia sudah punya pengganti seorang sineas dan seniman yang memiliki visi kebudayan ke depan?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pertanyaan di atas kiranya penting diajukan, bukan saja  Lesbumi sedang memperingati hari lahir yang ke-50 tahun atau masih dekat dengan hari film nasional, tapi ada hal yang lebih lebih besar lagi, yakni secara keseluruhan pemerintah Indonesia dinilai tidak memperhatikan kebudayaan dengan benar, jujur, dan sehat. Selamat jalan Pak Misbach. Semoga karyamu menjadi amal jariyah. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 01 Februari 2017

Ini Cerita Sukses KPK Hong Kong Berantas Tindak Korupsi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Mantan Wakil Komisaris dan Kepala Operasi The Independent Commission Against Corruption (ICAC-Komisi Independen Anti Korupsi) Hong Kong Tony Kwok mengatakan sebelum menjadi negara yang bersih dari tindakan korupsi Hong Kong merupakan negara dengan tingkat korupsi sangat tinggi. Tindak korupsi di Hong Kong terjadi di mana-mana dan dilakukan terorganisir.

“Pada tahun 1970-an di Hong Kong untuk persoalan pelanggaran lalu lintas saja, warga tahu jalan atau gang untuk menerobos. Mereka tahu bagaimana lepas dari hukuman. Karena petugas sendiri yang menerbitkan dan menjual ‘tanda’ pembebasan itu. Di rumah sakit, untuk mendapatkan tempat dan pelayanan terbaik, masyarakat membayar suap,” kata Kwok.

Ini Cerita Sukses KPK Hong Kong Berantas Tindak Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cerita Sukses KPK Hong Kong Berantas Tindak Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cerita Sukses KPK Hong Kong Berantas Tindak Korupsi

Demikian disampaikan Kwok pada kuliah umum dan diskusi Mencegah dan Memberatas Korupsi; Belajar dari Hong Kong di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (20/2).

Korupsi di Hong Kong, kata Kwok, berhasil diberantas dengan beberapa langkah. Pertama adalah melalui pendidikan, dari tingkat kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya berharap Indonesia juga menjadi negara yang bersih dari korupsi, karena di sini ada pendidikan, kemudian ada sekolah dan ajaran agama,” harap Kwok.

Namun, ia juga mengingatkan banyak orang bahwa pendidikan saja tidak cukup. Untuk itu diperlukan upaya pencegahan. Menurutnya harus ada sistem yang bisa mencegah tindak korupsi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Walau sudah diajarkan melalui pendidikan, ada kemungkinan orang tetap ingin korupsi. Anda harus menerapkan agar orang tidak akan jadi koruptor lagi. Karena itu harus dilakukan investigasi,” lanjut Kwok.

Kunci selanjutnya adalah fokus ke penegakan. Penegakan menjadi poin terpenting, karena pencegahan tanpa penegakan, akan susah untuk memberantas korupsi.

Kwok yang bergabung di ICAC sejak awal didirikan yakni tahun 1974 menerusakan langkah penting berikutnya alam pemberantasan tindak korupsi adalah kuatnya undang-undang.

“Dalam peraturan undang-undang kita tegaskan apa itu korupsi? Korupsi adalah tidak memanfaatkan secara berlebihan wewenang yang dimiliki. Kalau suap itu sudah jelas termasuk tindakan korupsi (bagi penerima suapnya),” kata Kwok.

Selain hal-hal di atas, profesionalisme dan ketersediaan SDM petugas, kebijakan politik, dan kerja sama dengan berbagai pihak menjadi bagian tak kalah penting pemberatasan tindak korupsi. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Kajian, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Khofifah Ragukan Kinerja BP Lumpur Lapindo

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Anggota Komisi VII DPR Khofifah Indar Parawansa meragukan kinerja Badan Pelaksana (BP) lumpur Lapindo. Badan ini merupakan pengganti Timnas lumpur Lapindo yang berakhir 8 April lalu. Hingga kini berbagai upaya nyatanya tak mampu mengatasi luapan lumpur Lapindo, kerja Timnas juga tak berhasil.

“Saya lihat Timnas saja orang-orangnya power full tetapi kurang suskes menangani lumpur,” kata Khofifah, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, di Jakarta, Kamis (12/4) kemarin.

Khofifah Ragukan Kinerja BP Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Ragukan Kinerja BP Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Ragukan Kinerja BP Lumpur Lapindo

Keraguan Khofifah juga berkaitan dengan adanya hubungan antara pemilik PT Lapindo dengan badan tersebut. Maklum, badan yang terbentuk berlandaskan Keputusan Presiden ini dikepalai Sunarso, Staf Ahli Menko Kesra Bidang Kependudukan dan SDM. Aburizal Bakrie adalah salah satu pemilik PT Lapindo Brantas Inc.

Selain itu, menurut mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu, Badan Penanggulangan Lumpur Lapindo, terlalu birokratis. Badan ini tidak memiliki kebebasan untuk mengeksekusi keadaan di lapangan.

Hal itu karena mereka harus melapor terlebih dahulu kepada Badan Pengawas seperti Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa. ”Saya kasihan dengan orang-orang yang ada di Sidoarjo. Masyarakat semakin terkatung-katung,” ujarnya.

Khofifah meminta pemerintah pusat bekerja sepenuh hati untuk menyelesaikan lumpur Lapindo. Sebab, masyarakat Sidoarjo sudah lelah dan tersiksa dengan musibah tersebut. ”Pemerintah harus bertanggung jawab karena semuanya serba darurat di Sidoarjo,” katanya. (gpa/rif)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Internasional, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah