Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Way Kanan H Bunyamik Sidik, cara lain adalah dengan memperkenalkan pengetahuan agama sejak dini sesuai ajaran Islam yang benar berdasarkan Al-Quran dan hadits termasuk memberikan pemahaman tentang nasionalisme.
| Rangkul Umat Putus Asa Supaya Tidak Tergelincir Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online) |
Rangkul Umat Putus Asa Supaya Tidak Tergelincir Radikalisme
"Lalu upaya menekan kesenjangan sosial harus pula dilakukan. Selain itu, bagaimana mengajak masyarakat untuk terus memahami dan menjalankan nilai-nilai Pancasila juga harus dilakukan kontinu," ujar Bunyamin di Blambangan Umpu, Sabtu (27/2).Pencegahan gerakan radikal anti-Pancasila juga perlu melibatkan tokoh agama, ulama dan pengasuh pesantren sebagai pengawal masyarakat dari penyimpangan-penyimpangan pemahaman dan akidah.
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
"Ada beberapa faktor penyebab radikalisme, antara lain pemikiran, ekonomi, politik, sosial, dan pendidikan. Kemiskinan dan pengangguran dapat mengubah pola pikir seseorang dari sebelumnya baik menjadi orang sangat kejam dan dapat melakukan apa saja termasuk teror," ujar mantan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Waykanan tersebut.Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Dampak pendidikan yang keliru juga sangat berbahaya. Berkaitan dengan itu, ia mengimbau pendidikan agama khususnya harus lebih diperhatikan. "Terutama ajaran agama tentang toleransi, kesantunan, keramahan, dan persatuan harus lebih banyak disampaikan. Umat putus asa harus kita rangkul," demikian Bunyamin Sidik. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Hadits, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah