Jumat, 30 Desember 2016

Habib Luthfi Sarankan Rawat Yatim, Bukan Dirikan Panti

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ra’is ‘Am Jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah Habib Luthfi bin Ali Yahya tidak sepakat dengan pendirian Panti Asuhan Yatim Piatu. Sebab hanya menambah penderitaan Si Yatim atau Si Piatu itu sendiri. Hatinya juga dikerdilkan ketika dewasa dan menjadi beban tersendiri ketika mendapatkan kesuksesan di kala dewasa. ? Apalagi jika Panti Asuhan sekadar dibisniskan dan melenceng dari koridor tatanan agama.?

“Ketika dewasa dan sukses, kerap kebesaran anak Yatim disebut-sebut atas jasa sebuah panti,” kata Habib ketika mengisi pengajian Bumiayu Bersholawat dalam rangka Peringatan Isra Miraj di halaman Masjid Baitul Rohim, Kamis malam lalu (23/5).

Habib Luthfi Sarankan Rawat Yatim, Bukan Dirikan Panti (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Sarankan Rawat Yatim, Bukan Dirikan Panti (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Sarankan Rawat Yatim, Bukan Dirikan Panti

Yang dikehendaki Habib adalah bagaimana menjadi pengganti ayah atau ibu dari yang si anak yatim piatu itu sesungguhnya. Anak yatim itu menjadi kewajiban orang per orang individu untuk menjadi pengganti dari orang tua yang telah hilang.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Bukan dengan dititip-titipkan di panti asuhan,” kata habib.

Habib menyayangkan maraknya ‘perlombaan’ mendirikan panti asuhan tetapi amat sedikit individu-individu keluarga yang di dalamnya ? mengasuh anak yatim.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau tiap individu dermawan mengasuh anak yatim menjadi bagian dari keluarganya, tentu tidak ada masalah dalam menanggulangi kemiskinan dan beban berat anak yatim,” ujarnya.

Selain itu, Habib juga mengingatkan agar tali silaturahmi harus terus diikatkan agar tercapai kemuliaan hidup. Bahkan silaturahmi mampu menolak bala. Terutama silaturahim kepada kedua orang tua. Bila sudah meninggal, tentu dengan mendatangi kuburannya atau ziarah.?

“Akan lebih indah mana, ketika kita mengirim uang kepada orang tua dengan transfer atau kita antar sendiri?” tanya Habib yang dijawab hadirin dengan kata datang sendiri.

Selain itu, Habib menganjurkan umat Islam untuk selalu bersholawat sebagai ungkapan kasih sayang dan kecintaan kepada Nabi. Bila sholawat terus dikumandangkan ibarat bumi yang gersang akan tumbuh pepohonan sehingga rindang dan subur.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti merasa gembira dengan berbagai kegiatan keagamaan yang bertajuk sholawat. Dia berharap keberkahan akan terus tercurahkan kepada bumi Brebes sehingga masyarakatnya akan senantiasa sejahtera lahir batin dalam lindungan Allah SWT.

Ketua Panitia H Faris Sulhaq menjelaskan, pengajian terselenggara atas kebersamaan antara pengurus masjid, Pemkab, Polres dan Dandim 0713 Brebes. Dengan kebersamaan antara ulama dan umara akan tercipta kondusifitas yang indah. Persatuan dan kesatuan dari berbagai elemen masyarakat akan memperkokoh jalinan ukhuwah islamiyah, wathoniyah, bashariyah.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 26 Desember 2016

Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Beberapa hari terakhir publik sempat dikejutkan dengan pemberitaan terkait Ketua Umum Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mempromosikan Hary Tanoe untuk menjadi presiden. Namun demikian, Wakil Sekretaris Jenderal Nahdlatul Ulama Masduki Baidlowi menyangkal bahwa pemberitaan tersebut tidaklah benar.

Masduki menjelaskan bahwa sebuah berita harus berimbang dan sesuai dengan kaidah kode etik jurnalistik. Ia mengatakan bahwa pemberitaan yang melibatkan Kiai Said tersebut adalah tidak utuh dan hanya sepotong-sepotong.

“Pembicaraan Ketua Umum (Kiai Said) mesti dimuat secara utuh, harus sesuai dengan prinsip 5W plus 1H,” kata Masduki di kantor Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Selasa, (26/4).

Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa foto-foto Hary Tanoe yang tersebar di berbagai media sosial tersebut adalah kumpulan dari rangkaian kunjungan Hary Tanoe ke berbagai pesantren, termasuk pesantren Nahdlatul Wathon di NTB dan Pesantren Al Falah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.?

“Itu (foto-foto itu) adalah kompilasi dari beberapa peristiwa yang dihadiri oleh Hary Tanoe di beberapa pesantren,” terangnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Namun, imbuh Masduki, media memberitakan dan menggiring pendapat masyarakat seolah-olah itu adalah satu peristiwa ketika Hary Tanoe bertamu ke pesantren Al Tsaqofah bulan lalu.?

“Itu tidak benar dan bersifat fitnah,” tegasnnya.?

Hary Tanoe bertandang ke Pesantren Al Tsaqafah asuhan Kiai Said di Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Minggu, (13/3). Dalam lawatannya tersebut, Hary Tanoe hanya berbagi ilmu dan pengalaman kepada para santri Al Tsaqafah. (Muchlishon Rochmat/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 22 Desember 2016

STAINU Jakarta Gelar Wisuda Ke-5 Akhir Bulan Ini

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta akan mengadakan Rapat Senat Terbuka dan Wisuda ke-5 pada Selasa (27/9/2016) di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur. Wisuda tahun ini, STAINU Jakarta meluluskan 248 Sarjana dan Diploma.

Ketua Panitia Pelaksana Wisuda Aris Adi Leksono mengatakan, rapat senat terbuka ini akan wisudawan sebanyak 248 sarjana dan diploma ini berasal dari tiga program studi, yaitu: Pendidikan Agama Islam, Ahwalul Sakhsiyah, dan Perbankan Syariah.

STAINU Jakarta Gelar Wisuda Ke-5 Akhir Bulan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Gelar Wisuda Ke-5 Akhir Bulan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Gelar Wisuda Ke-5 Akhir Bulan Ini

Aris menambahkan, pada Wisuda ini, STAINU Jakarta ingin kembali menegaskan pentingnya menjaga tradisi, mengembangkan inovasi dalam menghadapi tuntutan zaman yang terus bergerak cepat. Melalui wisuda ini, diharapkan lulusan STAINU Jakarta mampu berkiprah di masyarakat dengan pola kehidupan sosial sesuai nilai-nilai dan prinsip NU.

“Yang akan memberikan orasi ilmiah kepemudaan adalah Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi. Beliau akan bicara tentang strategi pemuda agar sukses mengahadapi kompetisi di era masyarakat ekonomi ASEAN,” terang Wakil Ketua IV STAINU Jakarta ini.

STAINU Jakarta mengundang Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin, dan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj untuk menyampaikan taushiyah penguatan Islam Nusantara. Turut serta hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua BP3TNU STAINU Jakarta, H. Marzuki Utsman yang akan memberikan sambutan terkait rencana strategis pengembangan perguruan tinggi NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wisuda tahun ini diperkirakan akan dihadiri 864 orang. Terdiri dari orang tua, dosen, perwakilan kampus, serta sejumlah tokoh pesantren, dan organisasi masyarakat. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 19 Desember 2016

Pemkab Sinjai Gandeng UIM Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Makassar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Salah satu perguruan tinggi NU, Universitas Islam Makassar (UIM) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mengadakan Tudang Sipulung dalam rangka Peningkatan Produksi dan Produktivitas menuju Swasembada Pangan, 30-31 Desember, di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Kabupaten Sinjai.

Pemkab Sinjai Gandeng UIM Tingkatkan Produktivitas Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Sinjai Gandeng UIM Tingkatkan Produktivitas Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Sinjai Gandeng UIM Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Sinjai H Sabirin Yahya. Peserta bejrumlah sekitar 300 orang yang terdiri dari para camat se-Kabupaten Sinjai, kepala desa se-Kabupaten Sinjai, para penyuluh pertanian Sinjai, dan kelompok tani.

Rektor UIM yang juga Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi NU Sulsel Dr Majdah M Zain dalam kuliah umumnya menyampaikan komitmen UIM dalam membangun sektor pertanian. Menurutnya, hal ini sejalan dengan beberapa program studi UIM yang konsen dalam bidang pertanian.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Majdah bersyukur saat ini kurang lebih 200 alumni S1 dan S1 UIM bidang pertanian telah mengabdikan dirinya terhadap Kabupaten Sinjai untuk memajukan pertanian. Bahkan, katanya, saat ini sejumlah alumni mengabdikan dirinya di Kabupaten Sinjai, di antaranya sebagai Kepala BP4K (Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan) Sinjai.

"Di sisi lain saat ini UIM sedang menjajaki kerja sama dengan 4 kementerian yakni, Kementerian Sosial, Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Pemuda dan Olahraga, serta Pertanian untuk membangun program 5 Bina bagi desa di Sulawesi Selatan, yaitu Bina Akhlak, Bina Ukhuwah, Bina Sinergi, Bina Dana, serta Bina Produk dan Pasar," tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menjelaskan, program 5 Bina ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi masyarat desa dalam hal pembangunan moralitas,? persatuan, sinergitas, pembangunan perekonomian, melalui baitul mal, dan pembangunan produktivitas untuk berdaya saing menghadapai Masyarakat Ekonomi ASEAN. “Tentunya harapan kami, UIM mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat Sinjai dengan program 5 Bina ini," ungkapnya.

Turut hadir Wakil Bupati Sinjai H Andi Fajar Yanwar, Kapolres, Dandim, Direktur Pascasarjana UIM Dr Nurul Fuadi, Asdir I PPs UIM Dr Suardi Bakri, dan Ketua Prodi Ilmu Pertanian S2 Dr Helda Ibrahim. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Warta, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 10 Desember 2016

PMII Siapkan 300 Paket untuk Korban Gempa Aceh

Banda Aceh, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ikut andil dalam membantu korban bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12) lalu, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang tergabung dalam PMII Peduli memberikan berbagai macam bantuan.

Setelah sebelumnya PMII Kota Banda Aceh menyalurkan bantuan berupa sandang pangan dan beberapa kebutuhan pokok lainnya, kali ini mereka bersama PMII luar Aceh kembali akan menyalurkan bantuan berupa 300 paket perlengkapan sekolah untuk anak-anak korban gempa di Pidie Jaya.

PMII Siapkan 300 Paket untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Siapkan 300 Paket untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Siapkan 300 Paket untuk Korban Gempa Aceh

Koordinator bantuan, Fauzan memaparkan perihal bantuan yang akan disalurkan, Ahad (18/12) besok. "Bantuan ini merupakan amanat sahabat-sahabat PMII luar Aceh, diantaranya dari PK PMII STAIS Pasuruan, Kopri PC PMII Cianjur, PC PMII Kota Jambi, PC PMII Kota Bima NTB, PC PMII Surakarta dan PC PMII Kutai Timur,” jelas Fauzan yang juga Wakil Ketua II PC PMII Banda Aceh.

Ketua PC PMII Banda Aceh, Akmaluddin menambahkan, bantuan tersebut bukan bantuan yang terakhir, karena sampai sejauh ini masih banyak sahabat-sahabat PMII luar daerah yang ingin menyalurkan bantuan melalui PMII Banda Aceh untuk membantu saudara-saudara di Pidie Jaya.

“Bantuan ini merupakan wujud solidaritas kami atas nama PMII Peduli kepada masyarakat Pidie Jaya yang sangat membutuhkan. Besar harapan semoga bantuan yang kami salurkan bisa sedikit meringankan beban para korban gempa,” ujar Akmaluddin. (Fauzi E/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 09 Desember 2016

Pemerintah Wajib Jadikan Petani Produsen Utama Pangan Nasional

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Forum Munas Alim Ulama Nahdlatul Ulama 2012 mengeluhkan nasib malang mayoritas kaum tani akibat kebijakan impor pemerintah atas kebutuhan pangan dalam negeri. Pemerintah dinilai masih menekankan ketahanan pangan ketimbang kedaulatan pangan yang memakmurkan jutaan petani sendiri.

Pemerintah Wajib Jadikan Petani Produsen Utama Pangan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Wajib Jadikan Petani Produsen Utama Pangan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Wajib Jadikan Petani Produsen Utama Pangan Nasional

Selain mengkritisi sejumlah pasal dalam Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pangan, peserta sidang mendesak pemerintah melakukan reorientasi dalam menangani masalah pangan.

“Harus tetap menjadikan dan membina petani sebagai produsen pangan nasional utama, dan tidak mengalihkan tanggung jawab produksi pangan kepada perusahaan,” tutur Sekretaris Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Qanuniyah Sarmidi Husna saat membacakan keputusan akhir komisinya di hadapan 600 kiai dari unsur pengurus NU dan ulama-ulama non-struktural, Senin (17/9), di Pondok Pesantren Kempek Cirebon.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Beberapa butir RUU Pangan yang dikritik merupakan pasal yang potensial menghalalkan importasi berlebihan dan hanya menguntungkan perusahaan asing.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Terlalu memberi peluang impor yang dapat merugikan kaum tani. Atas dasar tersebut, sebelum RUU ini diundangkan, perlu ada pengawalan yang serius terkait dengan membatasi impor pangan demi terwujudnya kedaulatan pangan, dan perlindungan terhadap petani,” sambungnya.

Di sela sesi dialog, Nusron Wahid menyatakan, pemerintah juga perlu memikirkan kerugian tanaman pangan yang dialami para petani dengan memberikan asuransi. Tuntutan ini dinilai masuk akal karena sudah diatur dalam UU APBN.

“Sehingga kalau petani itu menanam kena banjir, kena kekeringan, kena hama, dan sebagainya, itu kegagalan panennya ditannggung pemerintah,” tandas Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor ini.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Ulama, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 08 Desember 2016

Asad Ali: Radikalisme Lebih Bahaya Ketimbang Terorisme

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Wakil Ketua Umum PBNU KH Asad Said Ali menegaskan, gerakan radikalisme atau paham garis keras jauh lebih berbahaya ketimbang terorisme. Jika radikalisme berkurang, katanya, maka dengan sendirinya aksi terorisme melemah.

Hal itu dikatakan As’ad saat memberikan sambutan dalam pembukaan Workshop Penguatan Jaringan Anti-Radikalisme di Dunia Maya untuk Ulama Muda bertempat di Hotel Acacia, Jakarta, Senin (15/6).

Asad Ali: Radikalisme Lebih Bahaya Ketimbang Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Ali: Radikalisme Lebih Bahaya Ketimbang Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Ali: Radikalisme Lebih Bahaya Ketimbang Terorisme

Atas hal itu, penulis buku “Al-Qaeda” ini sangat mendukung ulama muda NU yang berkhidmah di dunia jurnalistik, untuk terus melangkah dalam membangun jaringan komunikasi umat. Jaringan komunikasi, terangnya, harus terus menerus dikembangkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“jaringan komunikasi harus sambung-menyambung guna mengakomodasi NU dan spirit kebangsaan. Jika NU hancur, maka NKRI juga hancur. Begitu pula sebaliknya, tatkala NKRI hancur, maka NU ikut hancur. Di sinilah penting diketengahkan semangat wathaniyah (kebangsaan),” urainya.

Ketika gerakan radikalisme kian merebak melalui jaringan media online, maka warga NU tidak boleh tinggal diam. Perang pikiran atau ide dan perang data mesti diperkuat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Melalui ide yang diperkuat dengan data, maka kita bisa kokoh. Kita harus berdebat dengan ilmu. Dan ilmu berpangkal pada perpaduan ide dengan keberadaan data,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kiai As’ad juga menerangkan, Indonesia mesti dipelihara secara berkesinambungan. Sebab, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang bukan sekuler dan tidak pula negara agama.

“Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang mampu mengawinkan spirit negara agama dengan negara modern. Indonesia kita sudah wathaniyah, menjunjung kebangsaan yang nilai kemanusiaannya cukup kuat,” pungkasnya. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PBNU Gembira Teroris Tertangkap

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) gembira dengan tertangkapnya beberapa tokoh dan anggota jaringan teroris yang sering menggunakan simbol-simbol Islam dalam berbagai aksi mereka.

Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj mengingatkan kembali perlunya menggiatkan upaya pemberian pemahaman keislaman yang benar, terutama pada generasi muda, agar tidak mudah tergelincir dan bergabung dengan kelompok yang memahami Islam secara sempit.

”Kita adalah ummatan wasatan, laitakûna syuhadâ’a alannâs. Artinya bukan hanya berakidah melainkan juga sehat sejahtera, berilmu, berahlaq, berkebudayaan, pinter cerdas dan canggih,” katanya di Jakarta, Sabtu (16/6).

PBNU Gembira Teroris Tertangkap (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gembira Teroris Tertangkap (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gembira Teroris Tertangkap

Pemahaman penting yang perlu diluruskan, kata Kang Said (panggilan akrab KH Said Aqil Siradj) adalah mengenai anjuran jihad yang diartikan sebagai pengrusakan dan pembunuhan terhadap manusia lain.

”Jihad yang penting adalah daf’u dhororin ma’shûmin, memberi keamanan kepada orang baik-baik. Kata "ma’sûmin" itu bukan bandar narkoba, bukan preman, bukan pengedar senjata terlarang tidak suka mabuk-mabukan, bukan penjahat, bukan perampok, walhasil orang baik-baik lah! Ini harus dijaga, baik mereka muslim atau bukan.

Nahdlatul Ulama, kata Kang Said, tidak pernah radikal kecuali pada Resolusi Jihad untuk menghadapi NICA yang ingin kembali menjajah Indonesia pascakemerdekaan 17 Agustus 1945. Waktu itu Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ary menyerukan Resolusi Jihad kepada warga NU untuk mengusir secara paksa para penjajah ke negeri asal mereka.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Kita justru harus melindungi orang-orang China, orang-orang Kristen, jangan sampai mererka hidup di tengah-tengah mayoritas muslim tetapi selalu diliputi ketakutan, maka berdosa lah kita,” kata Kang Said.

”Yang dilarang oleh Allah adalah kita membantu orang-orang muslim yang nyata-nyata mefasilitasi untuk menyerang orang-orang muslim sendiri. Contoh konkritnya adalah Saudi Arabia, Bahrain, Kuwait Qatar mempersiapkan lapangan terbang beserta segala fasilitas mereka untuk tentara Amerika yang jelas-jelas akan membunuh dan memerangi Iraq,” tambahnya.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 07 Desember 2016

PCNU Pekalongan: Tanpa Mondok, Seseorang Bisa Disebut Santri

Pekalongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan KH Zaenuri Zainal Mustofa mengatakan, yang disebut santri selain dirinya pernah menimba ilmu di pesantren atau mondok di pesantren, juga meskipun tidak pernah mondok akan tetapi mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari bisa juga disebut santri.

Selama ini masih sering terjadi salah kaprah dengan istilah santri yang selalu diidentikkan dengan pondok pesantren, ini tidak salah. Tetapi yang tidak pernah mondokpun dan mendalami ilmu agama dan mengamalkan dalam kehidupan sehari hari mereka juga bagian dari santri.

PCNU Pekalongan: Tanpa Mondok, Seseorang Bisa Disebut Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pekalongan: Tanpa Mondok, Seseorang Bisa Disebut Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pekalongan: Tanpa Mondok, Seseorang Bisa Disebut Santri

Hal tersebut disampaikan KH Zaenuri di hadapan ribuan pengunjung yang hadir pada Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kota Pekalongan yang dihelat di Lapangan Mataram, Jumat (27/8) malam.

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Pekalongan HM Saelany Mahfudz berpesan kepada santri agar para santri terus belajar menuntut ilmu dan momentum hari santri adalah upaya menunjukkan jati diri santri yang bisa mandiri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hari Santri Nasional dengan mengusung tema Meneguhkan Peran Santri dalam Bela Negara, Menjaga Pancasila, dan NKRI, sejak ditetapkan sebagai hari nasional pada 2015 lalu melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, peringatan hari santri dimanfaatkan oleh seluruh warga NU dan rakyat secara umum untuk mengenang dan meneladani perjuangan para ulama dan santri.

Pengakuan negara ini menurut Saelany yang juga mengelola pondok pesantren menunjukkan bahwa perjuangan kalangan pesantren dan rakyat Indonesia melalui fatwa Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 berhasil mengusir penjajah.

Kegiatan peringatan hari santri di Kota Pekalongan selain menggelar istighotsah dan pentas seni bareng Ki Ageng Ganjur, juga pihak panitia akan menggelar seminar nasional dan kirab merah putih Sabtu (22/10) di Gedung PPIP Kota Pekalongan.

Tampak hadir dalam peringatan hari santri, selain plt Walikota Pekalongan, Ketua DPRD, Kapolres Pekalongan Kota, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), jajaran Pengurus PCNU, MWCNU dan ranting NU se-Kota Pekalongan, badan otonom NU, para habaib dan ratusan undangan SKPD di lingkungan Pemkot Pekalongan. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 06 Desember 2016

Puasa untuk Para Pekerja Berat

Ibadah puasa tidak dimaksudkan untuk menghalangi aktivitas harian terlebih lagi aktivitas mencari nafkah dalam memenuhi kebutuhan hidup. Pasalnya, kegiatan dalam rangka memenuhi kebutuhan dapur tidak kalah wajibnya dengan puasa Ramadhan.

Namun ketika bulan Ramadhan tiba, kondisi orang dalam keadaan beragam. Ada di antara mereka yang sehat dan segar bugar, juga muda. Ada lagi yang sudah renta, ada yang terbaring sakit, ada lagi yang dalam perjalanan, juga mereka yang pekerjaannya membutuhkan tenaga ekstra.

Puasa untuk Para Pekerja Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa untuk Para Pekerja Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa untuk Para Pekerja Berat

Perihal orang yang kesehariannya bekerja agak berat, Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Busyrol Karim mengatakan,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketika memasuki Ramadhan, pekerja berat seperti buruh tani yang membantu penggarap saat panen dan pekerja berat lainnya, wajib memasang niat puasa di malam hari. Kalau kemudian di siang hari menemukan kesulitan dalam puasanya, ia boleh berbuka. Tetapi kalau ia merasa kuat, maka ia boleh tidak membatalkannya.

Tiada perbedaan antara buruh, orang kaya, atau sekadar pekerja berat yang bersifat relawan. Jika mereka? menemukan orang lain untuk menggantikan posisinya bekerja, lalu pekerjaan itu bisa dilakukannya pada malam hari, itu baik seperti dikatakan Syekh Syarqawi. Mereka boleh membatalkan puasa ketika pertama mereka tidak mungkin melakukan aktivitas pekerjaannya pada malam hari, kedua ketika pendapatannya untuk memenuhi kebutuhannya atau pendapatan bos yang mendanainya berbuka, terhenti.

Mereka ini bahkan diharuskan untuk membatalkan puasanya ketika di tengah puasa menemukan kesulitan tetapi tentu didasarkan pada dharurat. Namun bagi mereka yang memenuhi ketentuan untuk membatalkan puasa, tetapi melanjutkan puasanya, maka puasanya tetap sah karena keharamannya terletak di luar masalah itu. Tetapi kalau hanya sekadar sedikit pusing atau sakit ringan yang tidak mengkhawatirkan, maka tidak ada pengaruhnya dalam hukum ini.

Dengan kata lain, bagaimanapun wajibnya mencari nafkah, kewajiban puasa Ramadhan perlu dihargai. Dalam artian, kita tetap memasang niat puasa di malam hari. Kalau memang di siang hari puasa terasa berat, kita yang berprofesi sebagai pekerja berat dibolehkan membatalkannya. Uraian ulama tersebut menunjukkan betapa mulianya ibadah puasa Ramadhan kendati mereka yang udzur tetap mendapat keringanan untuk berbuka puasa. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Problematika Pelaksanaan Ibadah Haji, Jangan Surutkan Niat ke Tanah Suci

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ibadah haji merupakan Ibadah yang membutuhkan perbekalan dan kesabaran lebih dari ibadah-ibadah lainnya. Banyak ujian akan dihadapi oleh jamaah yang akan melaksanakan rukun Islam kelima ini mulai dari proses pendaftaran, pelaksanaan sampai dengan kembali ke tanah air.

Pengasuh Pesantren Al-Muawanah Fajaresuk Pringsewu KH Tamrin Mahera mengharapkan bahwa hal ini hendaknya tidak mengurangi niatan dan cita-cita dalam melaksanakan ibadah haji ke tanah suci.

Problematika Pelaksanaan Ibadah Haji, Jangan Surutkan Niat ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
Problematika Pelaksanaan Ibadah Haji, Jangan Surutkan Niat ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

Problematika Pelaksanaan Ibadah Haji, Jangan Surutkan Niat ke Tanah Suci

"Jangan khawatir jika harus menunggu antrean, dana harus dititipkan di bank untuk waktu lama dan susahnya pengurusan dokumentasi karena melakukan ibadah itu akan mendatangkan rezeki," lanjut Kiai Tamrin saat menjadi pemateri Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung NU Pringsewu, Ahad (11/9).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menegaskan bahwa sesulit apapun dalam melaksanakan ibadah, jika yang melakukan mengetahui manfaatnya maka kesabaran akan muncul secara otomatis.

Dalam Jihad Pagi yang dimoderatori langsung oleh Mustasyar PCNU KH Sujadi ini, Kiai Tamrin juga menjelaskan dengan detil tentang proses perjalanan ibadah haji khususnya untuk jamaah dari Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ada tiga jenis haji yang bisa dilaksanakan yaitu Haji Tamatu, Haji Ifrad dan Haji Qiran. Tapi untuk sekarang Pemerintah Indonesia mengarahkan jamaah untuk melaksanakan Haji Tamatu," katanya.

Dalam Haji Tamatu, para Jamaah Haji Indonesia mengerjakan ibadah umroh terlebih dahulu setelah itu baru melaksanakan ibadah haji. "Kalau Haji Ifrod, jamaah melaksanakan haji dulu baru melaksanakan umrah. Kalau Haji Qiran, jamaah melakukan ibadah umrah dan haji secara bersamaan," jelasnya.

Kiai Sujadi menambahkan bahwa selain perjuangan yang berat dalam melakukan perjalanan haji, para jamaah juga akan menemui berbagai manfaat serta ilmu dalam ibadah tahunan ini. Hal ini telah disebutkan dan dijelaskan dalam Al-Quran Surat Al-Hajj ayat 28 sebagai penjelasan hikmah dan dasar dalam ibadah haji.

Di akhir acara, Kiai Sujadi memimpin doa melalui Surat Al-Fatihah yang khusus diperuntukkan bagi jamaah haji di Tanah Suci Mekkah. "Semoga 400 lebih jamaah Kabupaten Pringsewu yang berhaji pada tahun ini diberikan kesehatan dan seluruhnya akan dapat kembali ke tanah air dengan selamat," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh, Pesantren, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 05 Desember 2016

Pilih Nahkoda Baru, GP Ansor Kupang Gelar Konfercab Ke-3

Kupang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Konferensi Cabang Ke-3 GP Ansor Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung di Aula Gedung Islamic Centre NTT di Jalan Ir Soeharto Kelurahan Fontein Kecamatan Kota Lama Kota Kupang, Ahad (30/8) dihadiri seluruh PAC se-kecamatan Kota Kupang.

Pimpinan Cabang NU Kota Kupang, Ir H Syahrul Nurawi dalam sambutan pembukaan Konfercab ini menegaskan, nanti ketua terpilih periode 2015-2020 harus memiliki jiwa yang benar-benar rela berkorban terhadap organisasi. Jangan hanya besar nama sebagai ketua Cabang tetapi tidak mau berkorban terhadap organisasi.?

Pilih Nahkoda Baru, GP Ansor Kupang Gelar Konfercab Ke-3 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilih Nahkoda Baru, GP Ansor Kupang Gelar Konfercab Ke-3 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilih Nahkoda Baru, GP Ansor Kupang Gelar Konfercab Ke-3

Dikatakan Nurawi, selain mampu menjalankan organisasi, Ketua juga harus rela jiwa dan raga ? demi organisasi dan mengoptimalkan seluruh kekuatan untuk membangun GP Ansor Kota Kupang ke depan yang lebih baik.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wakil Ketua PW GP Ansor NTT Taufik Arman Pua Upa, dalam sambutan memawakili Ketua PW Ansor NTT mengharapkan pelaksanaan konfercab PC Ansor kota Kupang sesuai dengan PO Organisasi.?

Sesuai kesepakatan rapat pengurus harian wilayah PW GP Ansor NTT telah menatapkan Konfercab melalui Karateker dibagi tiga Zona I meliputi PC ? Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kab TTS, Kab TTU dan Kabupaten Belu Wilayah Perbatasan dengan Negara Tetangga Timor Leste. Zona II Flores se-Daratan Flores dan Zona III Pulau Sumba, Rote Sabu dan Alor.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Taufik berharap, ketua Terpilih benar-benar latar belakang keluarga NU mulai dari nenek Moyang, Orang dan dia hari ini benar memahami aswaja agar ke depan di tubuh Ansor tidak ada paham-paham lain.

Karateker Kota Kupang, Abdul Syukur menjelaskan Konfercab Ansor Kota Kupang dihadiri PAC Kec Kelapa Lima, PAC Kec Kota Lama, PAC Kec Oebobo, PAC Kecamatan Alak, PAC Kecamatan Maulafa dan PAC Kecamatan Kota Raja. Semua PAC hadir sesuai undangan Konfercab. (Ajhar Jowe/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Sholawat, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 04 Desember 2016

Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni

Bangunannya terletak di pinggir jalan lintas Sumatera, jalur lalu lintas Padang Bukittinggi. Persisnya di Korong Batang Tapakih, Nagari Sintuak Tobohgadang Kabupaten Padangpariaman, Propinsi Sumatera Barat. Sekolah ini terkenal dengan nama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lubuk Alung, kecamatan tetangga dari Sintuak Tobohgadang. Sebelumnya, Kecamatan Sintuak Tobohgadang merupakan bagian dari Kecamatan Lubuk Alung. Di bagian atap sekolah ini pun tertulis huruf besar MAN LUBUK ALUNG.

Seperti sekolah MAN lainnya, sekolah ini juga menyelenggarakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Diantaranya kegiatan pramuka yang wajib diikuti siswa kelas X yang dibina oleh Ade Erwin, S.Pd. Setiap Selasa Hafiz Al-Quran melalui pondok Hafiz yang diasuh guru Abdul Malik S.Pd.I, Qirat dibimbing Drs. Bukari Masnur, dan tajwid setiap hari.

"Beberapa kegiatan lomba yang diikuti, sempat meraih juara. Seperti juara I Pramuka Lomba PBB antara SMA/SMK/MA yang diikuti 34 sekolah di Padangpariaman tahun 2014. Juara I Lomba Fisika se-Kabupaten Padangpariaman yang diselenggarkaan STIKIP YDB Lubuk Alung tahun 2015. Juara II Lomba Biologi yang diselenggarakan STIKIP PGRI tahun 2015 di Padang. Tahun 2015 ini, sebanyak 6 orang siswa MAN Lubuk Alung lolos jadi pasukan Paskibraka di Kabupaten Padangpariaman. Sedangkan di tingkat Propinsi Sumatera Barat, lolos satu siswa, yakni Abdi Wijasaksana kelas XI," tutur Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Ali Nurdin, S.Ag, MM kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di ruang kerjanya, Senin (21/9/2015).

Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni

Kepala Sekolah MAN Lubuk Alung Drs. H.Akhri Meinhardi, MM ternyata tidak hanya menumbuhkan prestasi siswa secara akademik dan bidang perlombaan. Justru yang tidak kalah pentingnya adalah menumbuhkan kepedulian antar siswa yang mengalami kesulitan ekonomi di tengah keluarganya, namun memiliki semangat? belajar. Contoh konkrit, ada dua siswa yang mengalami kesulitan datang dan pulang dari sekolahnya. Seperti yang dialami Raki Paraski siswa kelas XI, dimana pergi ke sekolah jalan kaki sepanjang kurang lebih 5 kilometer. Kondisi yang tidak jauh berbeda juga dialami Ilma Rita siswi kelas X. Keduanya, masing-masing diberikan bantuan sepeda federal untuk Raki Paraski dan sepeda mini sanki untuk siswi Ilma Rita. Dengan sepeda tersebut, keduanya tidak perlu jalan kaki.

Suatu hari, seorang siswa MAN yang bertempat tinggal di Nagari Pungguangkasiak meninggal dunia. Tentu saja pimpinan, guru dan teman-teman siswa yang meninggal datang melayat. Seluruh proses penyelenggaraan jenazah siswa itu dilaksanakan oleh siswa MAN. Mulai dari memandikan, mengapani, menshalatkan hingga ke pemakaman. Di sela-sela proses penyelenggaraan jenazah tersebut, Kepsek MAN Akhri menugaskan Ketua OSIS MAN Lubuk Alung Agung Irawan mendatangi rumah Muhammad Iqbal Abdilah. Rumahnya memang tidak jauh dari lokasi pemakaman. Selama ini Akhri mendapatkan informasi kondisi memprihatinkan keluarga Iqbal, siswa MAN kelas XI-PK.

Agung pun mengajak sekretarisnya Septia Intan Nurjanah mendatangi rumah Iqbal. Sampai di depan rumah Iqbal, keduanya sangat kaget dan penuh haru menyaksikan kondisi rumah teman sesama sekolahnya. Rumah itu tidak bisa dikatakan rumah, tapi layaknya kandang ternak peliharaan. Luasnya sekitar 4 x 6 meter persegi. Beratap rumbia, dindingnya terbuat dari bambu, tidak memiliki kamar, berlantaikan tanah. Saat hujan, mereka pun terpaksa bergantian tidur karena air masuk ke dalam. Rumah itu dihuni tujuh orang. Ayah, ibu dan lima anak. Masing-masing M.Iqbal, Hisam Ababil (siswa MTsN Sintuak), Fauziah Fisabillah Azmi (Siswa MTs Muhammadiyah Lubuk Alung), Ibrahim Arsyad (kelas 3 SD) dan Arsil Arsy (kelas 1 SD). Sedangkan dua kakak Iqbal, Risma Nizar Zamiati sudah berkeluarga dan M. Fahrizal Syamsuri merantau di Bogor.

"Saya sempat meneteskan air mata saat mengetahui kondisinya. Saya dari keluarga yang miskin, ayah pengangguran, ibu petani, ternyata masih ada lagi teman yang hidupnya jauh lebih melarat dibanding saya," tutur Intan kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah? Senin (21/9/2015) di sekolahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pulang dari pemakaman, besoknya Kepsek Akhri mengumpulkan majelis guru dan karyawan MAN membicarakan apa yang harus dilakukan dengan kondisi rumah siswanya, Iqbal. Hasil rapat sepakat membedah rumah yang sangat tak layak huni itu.

Kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Iqbal bercerita ayahnya Zamzami bekerja sebagai pedagang barang mudo (buah-buah) yang dikumpulkan dari petani sekitar kampung. Sedangkan ibunya Siti Rusminah menerima upah cucian pakaian.

Meski hidup dengan prihatin, Iqbal bisa hafal 1 juz ayat-ayat Al-Quran. Dari kemampuan hafalan itu, sejak setahun lalu mengajar mengaji di sekitar tempat tinggalnya. Saat kelas III di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Sintuak, Iqbal meraih juara III. Namun kondisi rumah yang tidak nyaman, prestasi belajarnya anjlok di MAN. Bahkan tinggal di kelas 1. "Bayangkan, saat mau sekolah, saya harus melangkahi ayah yang tengah tidur. Seringkali ayah marah-marah dilangkahi. Bagaimana tidak melangkahi, semua peralatan sekolah, pakaian dan tidur hanya menempati satu ruangan," kenang Iqbal kelahiran Bogor, 31 Mei 1996.

Sejak itulah Iqbal mengaku selalu berdoa, "Ya Allah, keluarkan keluargaku dari kondisi yang memprihatinkan ini. Berilah tempat yang layak untuk keluargaku ini ya Allah," begitulah rintihan doanya pada Sang Khalik. Walaupun ada satu dua orang yang datang ke rumahnya ingin membantu, diambil fotonya, katanya bisa membantu mencari bantuan ke pusat (Jakarta) kepada orang penting. Tapi hasilnya tak pernah jadi kenyataan. Hanya mimpi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Doa Iqbal yang bercita-cita jadi dosen ini akhir mulai melihat titik terang. Kepala Kantor Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat Drs. Salman MM langsung melakukan? peletakan batu pertama pembangunan rumah Iqbal pada 3 September 2015 lalu. Bangunan berpondasi batu beton berukuran 6 x 10 meter, tiga kamar, wc dan dapur. Spontan pula Salman memberikan bantuan tunai Rp 2 juta kepada ibu Iqbal. "Hingga kini sudah terkumpul uang sebesar Rp 38 juta yang berasal dari keluarga besar MAN Rp 25 juta, alumni MAN Rp 3 juta, Baznas Kabupaten Padangpariaman Rp 10 juta. Dana yang dibutuhkan hingga selesai bisa dihuni mencapai Rp 100 juta. Untuk itu kami mengajak donatur bisa menyalurkan bantuannya melalui rekening bank Mandiri Lubuk Alung nomor 111-000-754091-3 a.n. Ali Nurdin/Nelhasrati dengan nomor kontak 081267261575," kata Ali Nurdin.

Menurut Ali Nurdin, sumbangan dari MAN berasal dari guru melalui badoncek (menyumbang) dari Rp 300.000 hingga 1 juta. Sedangkan siswa per kelas dengan membelikan bahan bangunan yang dibutuhkan. Misal ada kelas yang menyumbang pasir, semen, triplek, seng dan batu air. Sesuai dengan kesepakatan kelas. Pada peletakan batu pertama, siswa MAN bergotongroyong bersama. Saat pengerasan lantai, nanti juga akan digoro dengan siswa. Penanggungjawab pembangunan rumah tersebut langsung kepala sekolah bersama Ketua Komite Tuanku Syamsuar S.Pd.I.

Ali Nurdin mengakui, Iqbal sering kelihatan termenung dan mengalami kesulitan konsentrasi saat belajar, seperti mengalami depresi. Sehingga seringkali pula bila kondisinya tidak mengizinkan belajar, dibiarkan pulang. Boleh jadi apa yang belum pantas dilihatnya di tengah rumah malam hari menjadi pemikiran berat sehingga mengganggu konsentrasi belajar.

Ketua OSIS Agung Irawan pulang dari menyaksikan rumah Iqbal langsung mengadakan rapat pengurus OSIS. Pemikiran untuk turut membantu beban Iqbal dapat dukungan semua pengurus. Makanya seluruh pengurus OSIS bekerja saat peletakan batu pertama. Setidaknya 90 persen siswa MAN Lubuk Alung sudah mengunjungi rumah Iqbal sebagai bentuk solidaritas.

Berbeda dengan Sekretaris OSIS Intan, saat peletakan batu pertama dalam dirinya terucap ternyata keluarga itu tidak hanya keluarga kandung, di rumah. Masih ada keluarga lagi, yakni rasa keluarga yang ditumbuhkan sekolah. Hari itu, keluarga kami yang tidak punya rumah yang layak, dibuatkan rumah oleh keluarganya bersama-sama. "Inilah bentuk syukur saya sekolah di madrasah ini. Belum tentu di sekolah lain akan saya temui bagaimana menumbuhkan rasa "keluarga" sesama siswa ini. Terutama jika sekolah SMA. Di madrasah ini nilai-nilai Islam yang memiliki rasa sosial, bersyukur dan selalu berbuat kebaikan sesama selalu ditumbuhkan. Antar guru pun terlihat ada kepedulian sehingga kami juga termotivasi," tambah Intan alumni SMPN 2 X 11 Enam Lingkung ini. (Armaidi Tanjung)

Foto: Foto bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat Drs. Salman, MM usai peletakan batu pertama pembangunan rumah Iqbal, 3 September 2015

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah, IMNU, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Belajar Adil kepada Gus Dur

Oleh ? Muhammad Faishol



Gus Dur adalah salah satu tokoh pencetus perubahan di Indonesia. Selain dikenal sebagai mantan Presiden ke-4 RI, suami Sinta Nuriya Dewi ini juga sering disebut sebagai bapak pluralisme. Konsistensinya berjuang demi kemanusiaan seringkali membuat banyak orang ‘geleng-geleng’ kepala. Pasalnya, banyak sekali sepak terjangnya di anggap sebagai sesuatu yang kontroversial.?

Namun, tahukan Anda jika dibalik sikap tersebut Gus Dur ? memiliki prinsip yang dipegang betul olehnya, Ya, prinsip tersebut adalah Jangan sampai ketidaksukaanmu terhadap seseorang membuat dirimu berlaku tidak adil terhadapnya. Tentu, ‘adil’ ini sangat mudah untuk di ucapkan, digembor-gemborkan, bahkan sebagai salah satu tema dakwah sebagaimana sekarang banyak ‘dai-dai online’ mensyiarkan adil di berbagai media sosial. Seperti, instagram, facebook, twitter dan masih banyak lainnya. Dengan dibumbui kata-kata sastra yang manis lengkap dengan ‘micin’ penggurih sehingga kata adil ‘laku’ keras sebagai salah satu ‘jualannya’. Namun pertanyaannya, mampu kah kita konsisten terhadap apa yang sering kita ucapkan? Atau kata adil hanya sekedar abang-abang lambe?

Belajar Adil kepada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Adil kepada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Adil kepada Gus Dur

Gus Dur benar-benar memberikan keteladanan ‘adil’ pada kita dengan perbuatan. Seperti kasus PKI misalnya. Semua orang tahu bahwa menjadi korban tentu menjadi sesuatu yang pahit, warga Nahdlatul Ulama yang saat itu menjadi korban atau bahkan menurut perspektif lain bisa jadi pelaku. Tetapi terlepas perdebatan NU jadi pelaku atau korban, harus diakui memang NU juga pernah ‘membalas’ semua perlakuan tidak berkemanusiaan tersebut.?

Tetapi terhadap sesuatu yang dianggap ‘musuh’ apakah kita masih bisa berbuat adil. Dalam acara Secangkir Kopi Bersama Gus Dur yang disiarkan langsung oleh TVRI, Selasa 15 Maret 2000 silam, Gus Dur secara terbuka meminta maaf dan mengusulkan pencabutan TAP MPRS XXV/1966. Ditemani Franz Magnis Suseno, Noorca, dan Effendy Choirie, Gus Dur menjelaskan latar belakang kenapa Peristiwa 65 perlu dibuka.

Menurut Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Aan Anshori saat menjadi pemateri di forum gubuktulis bertajuk Peristiwa 65, Belajar dari Gus Dur, pihaknya mengungkapkan setelah secara terbuka Gus Dur meminta maaf dan usulannya untuk mencabut TAP MPRS XXV/1966 di TVRI, atmosfir politik memanas. Penolakan datang dari berbagai elemen masyarakat. MUI bereaksi keras mengecam. Ketua Umum PBNU, Hasyim Muzadi, tidak sepakat dengan ide Gus Dur. Kecaman juga datang dari hampir seluruh kekuatan politik di Senayan. Pramoedya, kawannya yang juga Korban 65 pun tak kalah sinis atas pemaafan itu. Dia mengritik pedas Gus Dur.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Namun, apa yang dilakukan Gus Dur? Seperti biasa, Gus Dur malah ‘cuek bebek’. Bahkan, cucu dari Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari ini malah menepati janjinya, mengunjungi rumah Pram di kawasan Utan Kayu. Gus Dur yang ditemani Inayah putri bungsunya, ditemui Pram dan Maemunah, istrinya. Sikap ksatria dari pesantren, tidak antikritik, membalas orang yang mencibirnya dengan silaturrahim. Ingat loh ya, tahun 2000 itu Gus Dur masih jadi presiden. Jadi pada saat itu, seorang presiden datang ke rumah masyarakat yang sudah mencibirnya habis-habisan. Tentu tidak ada ‘deal-deal’ tertentu, sebagaimana seseorang bertandang ke rumahnya pemimpin partai politik.

Itu lah kenapa penulis bahkan banyak orang meyakini bahwa Gus Dur tidak pernah mengurangi sikap konsistennya dalam keadaan apapun, dia tidak hanya pandai dalam beretorika, tetapi mampu menyelaraskan antara laku dan pikiran. Motivasi Gus Dur sangat jelas; keadilan dan kemanusiaan. Hal ini tentu sebagai salah satu bentuk solidaritas terhadap nasib korban, yang sampai sekarang masih mengalami tekanan-tekanan dan kehilangan segala-galanya. Selain juga ada tujuan lain misalnya, mendinginkan suasana, yang implikasinya agar anak-anak muda NU dan PKI di masa-masa selanjutnya, merasa tidak punya dendam sehingga tidak ada lagi konflik yang berkepanjangan.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Cerita lain adalah, karena sikap kritisnya dan sering berlawanan kepada rezim Orde Baru, tidak bisa dipungkiri Gus Dur adalah salah satu ‘target’ Soeharto pada saat itu.

Muktamar ke-29 NU yang digelar pada 1-5 Desember 1994 di Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat bisa dibilang muktamar paling menegangkan dan terpanas dalam sejarah NU. Mengapa? Pada saat itu, NU dan sosok Gus Dur dengan segala keberaniannya ‘melawan’ pemerintah, dipandang oleh Soeharto sebagai ancaman yang paling membahayakan. Tak pelak, hal ini membuat Soeharto dengan kekuasaannya, ingin memutus kewenangan Gus Dur di PBNU yang sejak tahun 1984 dipimpinnya. Salah satu cara yang ditempuh Soeharto adalah menumbangkan Gus Dur di Muktamar Cipasung. Presiden Soeharto melakukan berbagai intervensi dengan mendukung secara penuh salah satu calon Ketua Umum PBNU untuk melawan Gus Dur sebagai incumbent. Apa skenario yang dijalankan pada saat itu?

Ya, Soeharto memunculkan penantang dari internal NU sendiri yang pastinya anti-Gus Dur yakni Abu Hasan. Bahkan sang paman Gus Dur, KH Yusuf Hasyim, juga ikut terbawa menentang keponakannya itu. Oposisi Gus Dur inilah yang melakukan sejumlah agitasi dengan slogan ABG (Asal Jangan Gus Dur). Mereka mengemukakan kritik ‘pedas’ terhadap Gus Dur, yakni manajemen NU di bawah kepemimpinan Gus Dur dinilai lemah dan otokratik. Bahkan, menurut mereka, langkah Gus Dur ‘berseberangan’ dengan pemerintah dianggap bukan hanya menyimpang dari khittah NU, tetapi juga bertentangan dengan kepentingan NU sendiri. Itulah berbagai isu yang mereka buat untuk mengambil hati muktamirin.

Gelaran muktamar itu juga terkungkung penjagaan militer, terlebih Presiden Soeharto sendiri, Panglima TNI Jenderal Faisal Tandjung, serta para menteri rezim Orde Baru turut hadir di forum tersebut. Tidak hanya personel militer dan sejumlah intel yang menyebar di seantero lokasi muktamar, kendaraan lapis baja juga ikut mengelilingi arena Muktamar Cipasung. Meskipun intervensi begitu kuat, namun Gus Dur akhirnya tetap memenangkan ‘pertarungan’. Beberapa tahun setelahnya ternyata apa yang dilakukan Gus Dur? Dia tiap lebaran Idul Fitri selalu berkunjung ke rumah Soeharto. Dengan segala kebijaksanaan dan kerendahan hatinya, Gus Dur selalu menemui dulu orang yang sudah berusaha ‘membunuhnya’ itu. Lebih-lebih tatkala tampil di salah satu acara televisi nasional, Gus Dur ditanya presenter, kenapa kok Gus Dur masih saja mau berkunjung kepada orang yang sudah berniat tidak baik kepada Anda? “Lah wong itu bukan keinginan Pak Soeharto sendiri kok, hanya urusan politik, sudah itu saja,” jawab Gus Dur sambil tertawa.

Terakhir, contoh yang bisa saya berikan, seperti yang kita ketahui, Gus Dur sering berseberangan sikap dengan Ketua FPI ‘Kang’ Rizieq Syihab. Tetapi tatkala Mas Rizieq ini ditangkap oleh polisi karena beberapa kasus beberapa tahun silam, Gus Dur malah dengan meyakinkan bahwa tindakan Habib Rizieq memprotes polisi atas penangkapannya secara tidak langsung menunjukan ketundukannya ? pada UUD 1945. Dengan demikian, ia menjaga dirinya dari tindakan apapun yang tidak sesuai dengan hukum. Boleh jadi Habib melanggar hukum, tetapi justru hukum itulah yang melindunginya dari tindakan apapun oleh negara atas dirinya, begitulah kira-kira pembelaan Gus Dur terhadap Rizieq Syihab. Meskipun sering berseberangan pendapat, tetapi Gus Dur tidak segan untuk membelanya jika sesuai dengan hukum, demi prinsip keadilan dan kemanusiaan yang dia anut.

Gus Dur selalu menghormati siapapun dengan tulus, walaupun berbeda pandangan. Sekalipun itu kiai kampung, Gus Dur tetap tawadhu. Guru Bangsa itu juga rela dicaci-maki, yang penting umat dan bangsa selamat.

Menurut seorang ulama tasawuf KH Lukman Hakim, Gus Dur memandang bangsa ini sebagai keluarga besar. Apa artinya membangun keluarga bangsa jika saling melukai dan berdarah?

Gus Dur mampu memilah dengan mudah mana yang besar dan mana yang kecil, mana yang umum mana yang khusus, mana yang Allah dan mana yang makhluk.

Penulis adalah pecinta Gus Dur dari Gasek Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Internasional, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 01 Desember 2016

Ramadhan dan Tantangan Globalisasi

Oleh Zulfikar Damam Ikhwanto

Bertemu dengan Ramadhan adalah kebahagiaan yang agung. Betapa kemuliaan dan keberkahan di bulan suci ini demikian melimpah ruah. Tidaklah mengherankan bila umat Islam di seluruh penjuru dunia bergegas dan beramai-ramai menyambut penuh suka cita dan mengisinya dengan amaliyah ramadhan yang tidak biasa dilakukan pada bulan yang lain. Semarak kajian keislaman, kajian dan tadarus Al-Qur’an, i’tikaf, sholat tarawih berjamaah, safari ramadhan atau taraweh keliling, sahur atau buka puasa bersama, santunan fakir miskin dan yatim piatu, pengelolaan zakat fitrah dan amaliyah kebajikan lainnya. Inilah semangat yang terjadi saat ramadhan yang diberkahi tiba.?

Keistimewaan, kemuliaan dan keberkahannya tidak terhitung jumlahnya dan tidak diketahui oleh manusia secara pasti, namun mampu menjadi inspirasi untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan dan tidak mensia-siakan kesempatan di bulan suci ramadhan ini, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Mas’ud Al-Ghifari: “Kalau hamba-hamba Allah SWT mengetahui balasan dan keutamaan Ramadhan, maka umatku pasti akan berharap agar sepanjang tahun menjadi Ramadhan”. (HR. Tabrani, Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi).?

Ramadhan dan Tantangan Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan dan Tantangan Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan dan Tantangan Globalisasi

Semangat ini sesungguhnya bukanlah tanpa tantangan yang dihadapi oleh umat Islam masa kini. Ternyata beribadah di era kekinian memang tidak bisa dilepaskan dengan pengaruh fenomena globalisasi yang dapat diilustrasikan bagai sebuah lokomotif tentang perubahan tata dunia dimana akan menarik gerbong-gerbongnya yang berisi budaya, pemikiran maupun materi. Globalisasi dimaknai sebagai adanya arus orang-orang, barang-barang dan jasa, informasi dan gagasan yang melewati batas-batas negara, bangsa, dan kebudayaan lokal, nasional, atau regional.?

Terdapat beberapa dampak negatif globalisasi yang digulirkan oleh dunia Barat dan sangat rawan mempengaruhi kehidupan seorang muslim, dan sekaligus menjadi tantangan dalam menjalankan ibadah di era globalisasi ini, yaitu: Pertama, adalah kecenderungan maddiyyah (materialisme) yang selalu kuat pada zaman sekarang ini. Kedua, adanya proses atomisasi, individualistis. Kehidupan kolektif, kebersamaan, gotong royong, telah diganti dengan semangat individualisme yang kuat. Ketiga, sekulerisme yang senantiasa memisahkan kehidupan agama dengan urusan masyarakat, karena agama dinilai hanya persoalan privat antar individu semata. Dan keempat, munculnya relativitas norma-norma etika, moral, dan akhlak. Sehingga dalam suatu konteks masyarakat yang dianggap tabu bisa saja dalam konteks masyarakat yang lain dianggap boleh.?

Dengan tantangan-tantangan itersebut memang dibutuhkan pemecahan yang efektif agar kehidupan keberagamaan seorang muslim dapat benar-benar baik dan optimal, terutama pada upaya peribadatannya. Ibadah Puasa Ramadhan jika direnungkan lebih dalam, tidak hanya memiliki esensi ketuhanan saja, akan tetapi juga esensi kemanusiaan. Implementasi dua esensi ini untuk menyeimbangkan kehidupan manusia yang memiliki 2 (dua) dimensi hubungan, yakni pertama dimensi hubungan antara manusia dengan Tuhannya (hablun minallah), kedua dimensi hubungan antara manusia dengan manusia yang lainnya (hablun minannas).?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berpuasa dapat menuntun seorang muslim menemukan kebaikan-kebaikan baik secara pribadi maupun sosial. Menurut M. Quraish Shihab dalam puasa setidaknya ada tiga hal yang terkandung sebagai hakikat puasa, yaitu upaya mengendalikan diri dari nafsu yang membelenggu atau sabar, terhindar dari perbuatan-perbuatan yang mendatangkan siksa, sehingga memperoleh derajat muttaqin, dan berusaha mengembangkan potensinya agar mampu membentuk dirinya sesuai dengan “peta” Tuhan dengan jalan mencontoh Tuhan dalam sifat-sifat-Nya. Puasa sebagai upaya memperoleh kesabaran karena pada hakikatnya adalah menahan atau mengendalikan diri dari keinginan-keinginan syahwat yang dapat mengganggu ketentraman jiwanya.?

Mengendalikan mata dari melihat hal-hal yang terlarang, menahan telinga dari sesuatu yang merusak (terlarang), menahan lidah dari mengucapkan hal-hal keji yang dilarang oleh Allah, menahan perut memelihara kehormatannya, memelihara tangan dari pekerjaan-pekerjaan yang mendatangkan dosa, memelihara kaki untuk tidak melangkah ke tempat-tempat yang dimurkai oleh Allah. Mengendalikan inilah yang disamakan dengan sikap sabar, baik dari segi pengertian bahasa (keduanya berarti menahan diri) maupun esensi kesabaran dan puasa. Tidak dapat disangkal bahwa puasa merupakan suatu kewajiban yang memerlukan kesabaran. Bagi mereka yang berpuasa akan diberikan imbalan karena kemurahan Allah SWT, akan selalu dekat dengan-Nya dan terkabullah apa yang menjadi permohonan dan harapan.?

Sebagai pribadi, ada 3 (tiga) unsur yang melengkapi hidup dan kehidupan manusia, yakni otak (akal), hati dan jasmani. Otak mampu membuat konsep atau keinginan untuk mencapai sesuatu, sekalipun sesuatu itu baru sama sekali, misalnya alat elektronik canggih, komputer, internet, telepon selular dan produk kreativitas otak manusia lainnya. Hati bertugas menyaring apa yang patut dan tidak patut dikerjakan, hati yang baik akan memberikan arah apa seyogyanya diciptakan oleh otak, sebaliknya hati yang buruk akan membimbing otak untuk menciptakan semaunya, baik atau buruk, menyelamatkan atau membinasakan, tidak menjadi soal yang penting keinginan tercapai. Sedangkan jasmani berperan melaksanakan apa yang dikehendaki oleh otak dan hati. Tanpa jasmani yang berdaya, gagasan atau konsep yang ideal tentu tidak akan mampu direalisasikan. Dengan berpuasa, maka ketiga unsur tersebut akan mendapatkan bimbingan dan pembentukan menuju pribadi yang baik.?

Hati dibersihkan melalui peningkatan kauntitas dan kualitas ibadah, seperti sholat, tadarus dan mengkaji Al-Qur’an, i’tikaf, mengikuti kajian keislaman, sholat tarawih, menahan diri dari perbuatan tercela, seperti bohong, ghibah atau membicarakan kejelekan orang lain dan pemarah, sebaliknya akan senantiasa berlatih dan belajar untuk bersabar, menahan diri dari keinginan syahwat yang mengganggu ketentraman jiwa. Ketika kebersihan hati sudah diraih, maka akan berpengaruh pada kejernihan dalam berpikir. Gaya berpikirnya selalu berpola demi kemaslahatan atau kepentingan banyak orang, bernilai manfaat dan norma etika, moral, akhlak pun tidak ditinggalkan. Tindakan dan jasmaninya pun mendapatkan perlakuan yang selayaknya, bekerja dengan penuh semangat, sanggup mencegah dari perbuatan maksiat, seperti korupsi, tidak jujur, kolusi atau bertindak di luar prosedur. Selalu menghadirkan eksistensi dan sifat-sifat Tuhan dalam berpikir dan bertindak, dilihat atau tanpa dilihat oleh orang lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sehingga, pengaruh negatif dari luar, seperti pornografi-pornoaksi, taktik-strategi kejahatan, komsumerisme, hedonisme, liberalisme, sekulerisme dan sebagainya, yang dengan leluasa masuk pada rumah tangga, dan mempengaruhi sendi kehidupan masing-masing keluarga. Kemudian, kehidupan manusia yang semakin didorong semangat individualisme, sangat menonjolkan hak individunya, kehidupan keberagamaan hanya diambil ritualnya saja, dan agama hanya dipahami hanya untuk aspek kepentingan individual belaka. Ancaman-ancaman tersebut, dengan momentum ramadhan ini, yakni berpuasa dengan segala peningkatan ibadah di dalamnya, akan mampu menjadi madrasah membangun benteng pertahanan, membendung dan menjadi perisai bagi derasnya arus globalisasi yang dapat mengancam kehidupan bagi keluarga, masyarakat dan kemudian negara, apabila seorang muslim lengah, tidak waspada, dan kurang siap untuk menghadapinya.?

Belum lagi dengan persoalan secara langsung maupun tidak langsung, menurut Azyumardi Azra, globalisasi memberikan stigmatisasi dalam budaya Islam, sehingga menimbulkan stereotipe dalam Islam dan kini dikenal adanya Islam Modern dan Islam Tradisional lalu Islam Moderat dan Islam Fundamental. Konsekuensinya adalah timbulah perpecahan dalam tubuh umat Islam dalam menghadapi era globalisasi ini, hingga memunculkan dua kutub yaitu, pro-globalisasi dan anti-globalisasi. Namun demikian, umat Islam seharusnya tidak terpecah karena globalisasi merupakan proses yang pasti harus dihadapi oleh umat Islam. Tentu harus terus selalu diwaspadai dengan harapan ramadhan mampu memberikan formula penyadaran kepada umat Islam tentang arti penting ukhuwah (persaudaraan), baik sesama muslim, sesama manusia sebangsa dan setanah air. Ramadhan semestinya menjadi wahana penyemai kasih sayang, kepedulian dan kerukunan.?

Ibadah puasa Ramadhan dapat menjadi institusi pendidikan dan pelatihan mengenai kepekaan dan kepedulian umat Islam terhadap sesama. Selama sebulan penuh umat Islam dianjurkan untuk lebih banyak perenungan dan menahan diri, yaitu mengendalikan segala macam bentuk godaan nafsu syahwat dan duniawi. Rasa lapar dan haus yang kita alami sejak terbit fajar hingga terbenam matahari setidaknya menggugah hati dan jiwa, betapa banyak saudara kita yang kurang beruntung telah terlebih dahulu merasakan lapar dan haus.?

Ketika rasa lapar dan haus mendera, orang kaya maupun orang-orang miskin pun merasakan keadaan yang sama. Dengan kata lain, puasa mengajarkan sikap toleran dan empati sebagai bagian dari totalitas ketakwaan terhadap Allah SWT. Kehidupan sosial akan mampu mencapai kesempurnaannya apabila setiap manusia dalam kehidupan sosialnya mampu menumbuhkan sikap sensitif terhadap rasa sakit dan derita yang dialami sesamanya. Puasa sesungguhnya juga merupakan upaya sadar untuk mengimplementasikan sikap kasih sayang terhadap sesamanya melalui proses penumbuhan dan penyuburan nurani kemanusiaan. Proses semacam ini akan mampu menciptakan nilai-nilai kesalehan sosial dalam ranah kehidupan sejati meski berada di tengah situasi peradaban yang tengah tertekan oleh hantaman keras globalisasi.?

Dengan demikian, momentum ibadah puasa ramadhan, sesungguhnya sekaligus mengingatkan kepada umat Islam tentang pentingnya menghayati puasa sebagai instrumen mewujudkan solidaritas dan kepedulian sosial. Sejumlah ayat Al-Qur’an mengecam betapa bahayanya sikap ketidakpedulian sosial. Sebaliknya, menyanjung betapa indahnya sikap kesalehan sosial dan kepedulian sosial. Seperti dalam surat al-Ma’un, al-Humazah, al-Takasur, dan al-Balad. sengaja diturunkan untuk mengapresiasi sikap kepedulian sosial.?

Pada prinsipnya, mengecam manusia yang kikir dan enggan membantu sesamanya, serta mengutuk manusia yang asyik menumpuk harta, berlomba dalam kemewahan dan kekayaan sebagaimana kharakter masyarakat karena dampak negatif globalisasi. Semoga ramadhan kali ini benar-benar dapat kita manfaatkan untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualiatas ibadah, senantiasa mampu membangun kesalehan pribadi dan sosial, menjauhkan diri dari pengaruh buruk globalisasi seperti sekularsime, hedonisme, materialisme, dan individualisme serta mampu mengasah kasih sayang, empati, sikap toleran, menjaga kerukunan, sabar dan peduli terhadap sesama. Amiin.***

Penulis adalah Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam, Anti Hoax, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah